Blog Jobnas
Halaman artikel blog terbaru di Jobnas.com.Alasan Astroturfing dalam Marketing Kerap Tidak Disarankan
Jobnas.com - Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin masif, semakin banyak pula strategi marketing yang digunakan perusahaan. Nah, salah satunya adalah astroturfing, atau kepanjangan dari ‘Astroturf Marketing’.
Meskipun tak jarang berhasil, astroturf marketing dinilai sebagai strategi marketing yang dinilai berisiko dan bisa membahayakan brand itu sendiri.
Baca Juga: Pentingnya Pengembangan Pelanggan dalam Strategi Perencanaan Bisnis
Mengapa demikian? Yuk, temukan jawabannya dan pelajari lebih lanjut tentang hal tersebut dalam artikel Jobnas.com berikut ini!
Pengertian Astroturfing
Secara definitif, astroturfing adalah usaha perusahaan atau brand membuat kesan dukungan dari berbagai kalangan yang tersebar luas terhadap suatu hal, misalnya kebijakan, pemerintahan, dan lain-lain. Nah kerap kali hal ini juga diterapakn dalam strategi marketing.
Menurut Big Commerce, astroturf marketing merupakan kampanye yang dilakukan untuk membuat kesan sebuah produk atau jasa dicari banyak orang atas keinginannya sendiri. Akan tetapi, sebenarnya hal ini didorong oleh sebuah perusahaan atau brand dan tidaklah jauh berbeda dari konten bersponsor.
Untuk membuat sebuah gerakan terlihat tampak organik, perusahaan biasanya menyembunyikan partisipasi atau sponsorship-nya. Astroturfing kini hal yang cukup lumrah dalam internet marketing. Untuk menyampaikan pesan bersponsor atau konten secara meyakinkan lewat kanal-kanal tertentu seperti media sosial, blog, dan lain-lain, hal ini dilakukan dengan mengerahkan sekelompok orang.
Tidak hanya untuk mempromosikan produk atau jasa, astroturf marketing adalah salah satu cara untuk menciptakan kesan atau citra brand tertentu.
Strategi Umum Astroturfing
Meninggalkan komentar menggunakan identitas yang berbeda-beda merupakan hal yang paling sering dilakukan untuk upaya astroturfing dalam marketing. Kamu dapat memanfaatkan berbagai platform media sosial untuk merealisasikan strategi ini.
Di samping itu, respons yang diberikan biasanya sangat cepat, misalnya untuk membangun sebuah trending topic di Twitter dan membuat orang-orang merasa ini adalah hal yang penting dan patut disimak. Dalam hal-hal politis sekalipun, upaya astroturfing ini kerap sering digunakan.
Baca Juga: Mencari Sponsorship Online? Berikut Tips, Jenis dan Manfaatnya
Dalam hal ini seperti mengundang orang dengan latar belakang relevan dan kredibel untuk menyampaikan opininya mengenai suatu topik yang sedang berusaha digencarkan, dan lain-lain. Untuk marketing, biasanya astroturfing akan kelihatan lebih santai, meskipun tujuannya juga untuk menciptakan perbincangan yang viral sehingga awareness atau kesadaran calon konsumen bisa ditingkatkan.
Dilansir dari Study.com, astroturfing merupakan salah satu taktik marketing yang kurang disarankan untuk dilakukan. Hal ini tentu membuat pesan kampanye yang disebarkan terasa lebih kredibel dan otentik dibanding menggunakan iklan, jika tidak disadari oleh para konsumen.
Untuk meningkatkan brand image dan keuntungan perusahaan, astroturf marketing biasanya selalu sering digunakan. Namun, jika kenyataannya terkuak, hal ini bisa berbalik menjadi hal yang merugikan bisnis.
Bentuk Astroturfing
Untuk mempromosikan suatu barang atau jasa ada beberapa bentuk astroturfing di internet yang sering ditemukan hingga sekarang, yaitu:
- Blogger membuat artikel tentang review produk. Post ini seakan-akan jujur dan -tidak memihak brand tersebut.
- Menciptakan persona palsu di internet untuk membagikan post serupa sehingga menimbulkan kesan ide populis.
- Pemasangan iklan di situs-situs khusus yang mengarahkan pengunjung pada situs brand atau produk.
- Membayar sebuah akun media sosial di Facebook, Twitter, Instagram, dan lain-lain untuk fokus pada suatu brand atau produk tertentu.
Jika hal-hal ini dilakukan untuk mengalahkan perusahaan saingan, hal itu pun dianggap sebagai astroturfing.
Kenapa Umumnya Tidak Disarankan?
Praktik ini adalah strategi marketing yang kurang disarankan, seperti yang telah disebutkan di atas. Langkah ini mungkin memiliki garis pembeda tipis dengan langkah lain untuk beberapa kasus di internet.
Baca Juga: Terapkan White Noise untuk Meningkatkan Produktivitas
Tentu akan menjadi sebuah resiko besar bagi perusahaan apabila praktik ini terbongkar. Salah satu resikonya adalah munculnya public relations crisis bagi perusahaan, di samping menimbulkan malu. Di beberapa negara, praktik ini bahkan bisa menimbulkan jerat hukum bagi para pelakunya.
Itulah penjelasan Jobnas.com terkait Astrotourfing. Nah, sudah lebih paham, kan, mengenai astroturfing? Apakah menurutmu strategi marketing ini baik? Atau justru tidak?
Baca SelengkapnyaTerapkan White Noise untuk Meningkatkan Produktivitas
Jobnas.com - White noise adalah salah satu hal yang dapat membantumu meningkatkan produktivitas mu jika kamu merasa kurang produktif. Tidak jarang ada orang yang tetap bisa bekerja meskipun sambil mendengarkan musik, atau suara-suara keras lainnya. Supaya kamu lebih konsentrasi dan produktivitasmu semakin baik, White Noise merupakan hal yang bisa kamu terapkan.
Baca Juga: Bagaimana Cara Menjadi MC yang Baik? Perhatikan 5 Skill Ini
Tentu kamu semakin penasaran kan terkait dengan white noise ini dan mengapa hal ini dapat meningkatkan produktivitas?
Jobnas.com akan memberikan penjelasannya untuk kamu untuk menjawab pertanyaan tersebut. Yuk, simak selengkapnya!
Apa itu White Noise ?
Tidak sedikit orang yang menganggap bahwa white noise adalah suara-suara alamiah yang sering didengar manusia. Suara-suara alamiah itu misalnya seperti suara dosen ketika mengajar mahasiswanya, suara burung berkicau, suara derap langkah kaki, dan sebagainya.
Melebih itu, ternyata white noise adalah sebuah suara yang berasal dari berbagai jenis suara yang memiliki gelombang cenderung stabil dan merata, seperti dilansir dari Livescience. Nah, yang dimaksud stabil dan merata dalam hal ini yaitu suara yang berada pada frekuensi 20-20.000 Hz. Frekuensi ini merupakan frekuensi yang masih dapat dijangkau oleh telinga manusia.
Itulah mengapa suara-suara tersebut dibilang sebagai white noise karena serupa dengan konsep cahaya putih (white light), yaitu penggabungan antar berbagai jenis warna yang menjadi satu.
Cara Bekerja White Noise
Kamu akan terhindar dari distraksi saat mendengar kombinasi dari berbagai jenis suara ini. Bayangkan jika kamu berada di suatu ruangan yang hanya terdiri dari tiga hingga empat orang dan cukup senyap. Tentu, setiap orang termasuk kamu sangat mudah untuk membedakan tiap-tiap orang yang berbicara. Selain itu, jika terdengar suara lain seperti barang yang terjatuh, maka perhatianmu akan teralihkan padanya.
Hal ini tentu berbeda jika kamu sedang berada di kerumunan, karena banyaknya suara yang muncul maka suara-suara tersebut akan menjadi samar dan menutupi berbagai suara yang dapat mengganggu. Sudah bertahun-tahun white noise digunakan untuk membantu seseorang untuk tertidur lebih cepat, terutama bayi. Selain manfaat-manfaat itu, white noise juga memiliki beberapa manfaat lain, di antaranya :
Pengaruh yang Diberikan White Noise
1. Menjadi Lebih Fokus
Seperti yang dijelaskan sebelumnya cara kerja white noise adalah dengan menutupi berbagai suara yang mengganggu. Hal inilah yang membuatmu dapat melakukan sesuatu dengan lebih fokus. Tentu kamu bisa tetap terfokus pada apa yang kamu kerjakan, tanpa adanya gangguan dari suara-suara tertentu. Itulah mengapa white noise ini merupakan solusi apabila kamu sedang ingin berfokus mengerjakan sesuatu. Tentu ini akan menambah kualitas pekerjaanmu juga.
2. Meningkatkan Kreativitas
Kreativitas juga dapat meningkat jika tak banyak gangguan yang muncul, sejalan dengan fokus. Hal ini seperti diungkap oleh penelitian yang dilakukan oleh Universitas Illinois yang menyatakan bahwa frekuensi yang paling meningkatkan kreativitas adalah suara pada frekuensi 70Hz. Penelitian tersebut juga mengungkap bahwa 85 Hz adalah frekuensi yang cukup mengganggu, sehingga menjadi lebih sulit berfikir dan menurunkan kreativitas.
Baca Juga: Sama-Sama Mudahkan Transaksi, Apa Perbedaan Digital Banking, Mobile Banking dan Internet Banking?
Selain itu, white noise adalah salah satu hal yang dapat mempermudah tidur. Hal ini tentu sangat bermanfaat bagi seorang yang mengalami insomnia atau kesulitan tidur. Hal ini secara tak langsung mempengaruhi kreativitas. Dengan tidur yang cukup dan berkualitas, maka tentu kamu akan lebih mudah untuk memunculkan ide-ide kreatif.
3. Membuat Rileks
Pekerjaan yang menumpuk atau jadwal meeting yang padat tentu membuat jenuh. Hal ini akan berdampak pada performa ke depannya. Kamu mungkin tidak bisa begitu saja menghilangkan beban kerja, tapi kamu bisa menyiasatinya dengan membuat dirimu lebih rileks.
Penelitian menyebutkan mendengarkan suara alam seperti gemericik air, deru ombak, suara burung, hingga hujan dapat menimbulkan perasaan positif dan meningkatkan performa kerja. Suara-suara tersebut tentu merupakan white noise karena berisi kombinasi dari berbagai suara yang stabil dan merata.
Baca juga: Data-Driven atau Data-Informed, Pilih Mana yang Pas untuk Keputusan Bisnismu
Pengaruhnya pada Produktivitas
Sebelumnya telah disebutkan berbagai pengaruh yang diberikan dari adanya white noise. Berbagai hal tersebut tentu secara tidak langsung dapat membuatmu lebih produktif dalam pekerjaanmu. Tentu, ketika kamu memiliki konsentrasi yang maksimal, daya pikir kreatif yang meningkat, serta perasaan rileks, maka dengan sendirinya kamu dapat bekerja dengan lebih baik secara kuantitas dan kualitas.
Dengan mengetahui white noise adalah hal yang dapat membantu kinerjamu serta pengaruhnya pada produktivitas, maka kamu dapat mulai menerapkannya di aktivitas sehari-seharimu. Tak perlu harus berada di kerumunan ataupun alam, kamu bisa mendapatkannya melalui berbagai aplikasi, atau bahkan tayangan youtube dan mendengarkan audio di podcast.
Baca Juga: 6 Tips Membuat Executive Summary atau Ringkasan Eksekutif
Itulah penjelasan Jobnas.com terkait white noise. Selain white noise, banyak hal lain yang tentu memengaruhi produktivitasmu. Kamu dapat mengetahui berbagai hal tersebut dengan membaca berbagai artikel di Jobnas.com
Baca SelengkapnyaData-Driven atau Data-Informed, Pilih Mana yang Pas untuk Keputusan Bisnismu
Jobnas.com - Saat ingin mengambil keputusan bisnis, mana metode yang tepat untuk kamu pilih antara data-informed dengan data-driven. Sebetulnya, di era data analytics ini kamu bisa menggunakan keduanya. Namun, dari masing-masing keduanya tentu memiliki kekurangan sekaligus kelebihan masing-masing. Selain itu, konteks penggunaannya juga bisa berbeda-beda.
Baca Juga: Cek Kartu BPJS Kesehatan Aktif Atau Tidak
Kira-kira, apa saja yang harus dipertimbangkan sebelum memilih salah satu di antara metode ini?
Di artikel ini, Jobnas.com akan menjawab pertanyaan itu. Sebelum itu, kamu harus memahami dulu terkait definisi dari keduanya. Yuk, simak selengkapnya di bawah ini !
Pengertian Keduanya
Nah, tentu kamu harus berkenalan dulu dengan data-driven dan data-informed sebelum masuk pada inti pembahasan artikel ini.
1. Data-Driven
Data-driven adalah sebuah proses pengambilan keputusan. Keputusan ini ditentukan atas dasar data. Oleh karena itu, tak sembarang mengambil data ini. Pengambilan keputusan akan melenceng jika tanpa data. Hal ini terjadi karena manusia punya banyak bias dan asumsi.
Di samping itu, data ini menawarkan ukuran objektif atas suatu fenomena. Dengan alasan ini, data bisa membantu manusia. Metode ini sedang banyak diterapkan di berbagai industri, seperti ditulis oleh Northeastern University.
2. Data-Informed
Seperti data-informed, data-driven merupakan proses pengambilan keputusan berbasis bantuan data. Namun, kamu tak hanya mengandalkan data saja. Menurut Segment, ada pula pertimbangan pengalaman lalu, riset pengguna, dan informasi penting lainnya. Hal ini menandakan bahwa data yang kamu miliki akan diperkaya oleh berbagai konteks. Kamu tak semata-mata mengambil keputusan atas dasar data saja.
Baca Juga: Process Mining, Pengertian, Jenis, Manfaat, dan 7 Contoh Penggunaannya
Data-Driven vs Data-Informed
Pembahasan inti pada artikel ini sebetulnya mengerucut pada persoalan mana yang lebih baik antara data–driven atau data–informed. Pada hakikatnya, setiap manusia tentu memiliki semacam bias-bias. Menurut Cleverism, data–driven merupakan metode yang minim akan hal ini.
Di samping itu, tidak butuh waktu yang lama untuk melakukannya. Kamu tak perlu memperkaya data dengan informasi lainnya. Kendati demikian, kamu akan membutuhkan banyak sekali data untuk menggunakan metode ini. Hal ini disebabkan karena data yang sedikit bisa jadi punya outlier atau nilai ekstrim yang besar. Oleh karena itu, hal ini akan membuat datamu tidak akurat. Sehingga, pada akhirnya keputusan yang diambil kurang presisi.
Baca Juga: Sama-Sama Mudahkan Transaksi, Apa Perbedaan Digital Banking, Mobile Banking dan Internet Banking?
Untuk data–informed, sebenarnya metode ini kekurangan data berupa nilai ekstrim. Sebab, dalam teknik data–informed, data akan dianalisis lebih lanjut dengan beragam informasi. Proses ini bisa menghasilkan fakta sebenarnya, tanpa nilai ekstrem apa pun. Di samping itu pula, metode ini akan memudahkanmu menekan dampak kesalahan teknis. Misalnya, adanya error dalam ekstraksi data dan lain sebagainya. Sayangnya, faktor manusia jadi kekurangannya. Glints sudah sempat menyinggung hal ini di atas.
Sang analis harus teliti dan hati-hati dalam menggunakan metode ini, karena sekali lagi masing-masing manusia memiliki bias.
Nah, setelah kamu mengetahui keduanya, kamu pasti akan bertanya-tanya teknik apa yang mesti kamu pilih ?. Seperti dikutip dari Techsauce, ada beberapa pertimbangan yang bisa kamu pikirkan. Pertimbangan itu di antaranya:
- Pilih data–informed, jika data kurang lengkap.
- Pilih data–informed, jika ada banyak faktor eksternal dalam pengambilan keputusan.
- Pilih data–driven, jika belum punya banyak tenaga atau perusahaan masih kecil.
Baca juga: Kenali 4 Tanda Bekerja Secara Remote yang Tidak Efektif
Demikian informasi dari Jobnas.com tentang data-driven vs data-informed. Jadi, bagaimana? Metode apa yang ingin kamu terapkan?
Baca SelengkapnyaKenali 4 Tanda Bekerja Secara Remote yang Tidak Efektif
Jobnas.com - Kira-kira apa saja, sih, tanda bahwa flow bekerja secara remote tidak efektif? Apakah dari diri sendiri atau mungkin juga dinamika tim yang tidak terjaga? Kamu harus mengenali kira-kira apa saja tanda bahwa flow bekerja secara remote tidak efektif. Apakah hal tersebut karena berangkat dari diri sendiri atau bahkan ada dinamika tim yang tidak terjaga ? Di artikel ini, Jobnas.com akan mendeskripsikan mengenai 4 tanda yang harus kamu kenali serta bagaimana cara mengatasinya. Yuk, baca selengkapnya !
Tanda-Tanda Bekerja Remote Tidak Efektif
1. Tim Mengadakan Terlalu Banyak Meeting
Pasti kamu pernah mengalami momen ada meeting non-stop, terutama saat pandemi melanda. Ada berbagai macam alasan yang menganggap bahwa hal ini merupakan ganti dari pertemuan langsung. Padahal, ternyata terlalu banyak meeting merupakan tanda bekerja remote tidak berlangsung dengan efektif.
Baca Juga: Mencari Sponsorship Online? Berikut Tips, Jenis dan Manfaatnya
Menurut Hubspot, ada banyak pembahasan dalam meeting yang seharusnya cukup jelas jika didiskusikan hanya melalui email atau chat. Alhasil, waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk fokus bekerja jadi terbuang begitu saja.
2. Tidak Ada Kontribusi Langsung saat Meeting
Tak begitu banyak orang yang berbicara dalam sebuah meeting merupakan tanda lain bekerja dengan tim secara remote tidak efektif. Dalam setiap meeting, yang dibicarakan hanya yang itu-itu saja yang bicara. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengajukan pertanyaan ke semua anggota tim, atau mungkin menggunakan metode lain untuk diskusi. Hal ini disebabkan karena tidak semua orang merasa nyaman jika harus bicara di depan orang banyak, meskipun hanya melalui layar saja.
3. Komunikasi Tidak Lancar
Komunikasi yang tidak lancar seringkali terjadi dalam sebuah meeting atau pertemuan. Selain sudah disibukkan dengan pekerjaan sendiri, tidak ada pertemuan langsung, alhasil tidak ada komunikasi antara satu sama lain. Hal ini juga lah yang menyebabkan terjadinya miskomunikasi di sela-sela pekerjaan.
4. Manajer Mengerjakan Ulang Tugas Anggota Tim
Manajer sampai turun tangan dan mengerjakan tugas anggota tim merupakan tanda selanjutnya. Hal ini disebabkan karena pekerjaan yang dikumpulkan terlambat, tidak sesuai dengan arahan, atau masih banyak alasan lainnya. Semua ini kembali lagi ke cara berkomunikasi antar anggota tim yang tidak lancar karena bekerja secara remote. Dalam konteks ini, manajer harus bisa membuat sesi diskusi bersama untuk membicarakan permasalahan yang sedang terjadi.
Cara Mengatasinya
Nah, tentu setelah kamu mengetahui tanda-tanda penyebab flow bekerja tidak efektif, kamu juga harus memahami bagaimana cara mengatasinya. Dilansir dari Business.com, membuat framework yang jelas merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Mulai dari jam kerja, apa saja yang harus dikerjakan, sampai jadwal yang rapi.
Pastikan pula jika kamu ingin mengadakan sebuah meeting untuk mengetahui pertemuan tersebut benar-benar diperlukan atau justru membuang-buang waktu saja. Untuk itu, agar meeting lebih terstruktur dan waktu bekerja lebih optimal, kamu harus membuat agenda yang jelas. Hal ini dilakukan agar bisa meminimalisir terjadinya meeting yang bertele-tele dan melelahkan itu.
Baca Juga: Untuk Menjaga Perusahaan dari Kerugian, Kenali Proses Manajemen Krisis
Nah, itu dia penjelasan Jobnas.com mengenai berbagai macam tanda yang menunjukkan flow pekerjaan tim secara remote tidak efektif. Kamu dan tim diharapkan bisa bekerja sama secara lebih baik lagi meskipun tidak berada dalam satu atap.
Baca SelengkapnyaUntuk Menjaga Perusahaan dari Kerugian, Kenali Proses Manajemen Krisis
Jobnas.com - Manajemen krisis adalah sebuah hal yang harus diimplementasikan untuk menjaga jalannya bisnis bagi sebuah perusahaan. Hal ini disebabkan karena krisis dapat datang kapan saja dan dalam wujud apa saja, termasuk munculnya virus Covid-19 di tahun 2020 lalu.
Tentu dalam berbagai bentuknya, krisis akan berpotensi memperlambat perkembangan bisnis bahkan menghancurkan bisnis itu sendiri. Krisis akan menjadi musuh besar bagi sebuah perusahaan tanpa adanya sebuah manajemen yang baik. Untuk itulah kamu harus memahami tentang manajemen krisis serta bagaimana cara mengatasinya secara efektif.
Baca Juga: What the Meaning of Email?
Pengertian Manajemen Krisis
Menurut Hubspot, manajemen krisis adalah proses mempersiapkan dan mengelola krisis yang datang secara tidak terduga dan berpotensi mempengaruhi jalannya bisnis. Langkah ini akan membuat perusahaan dapat mengurangi kerugian atau kerusakan yang terjadi dalam bisnisnya serta berusaha untuk memulihkannya dengan cepat.
Pasti dalam berbagai hal, krisis itu selalu ada. Terutama ketika saat menjalankan bisnis. Mulai dari krisis ekonomi, datangnya pandemi Covid-19, maupun krisis dalam bentuknya yang lain.
Secara garis besar, dalam mengimplementasikannya kamu harus mengidentifikasi ancaman yang datang, memahaminya, lalu mencari cara untuk mengatasinya dengan efektif. Sebagai contoh, tiba-tiba datang sebuah pandemi Covid-19 yang mempengaruhi jalannya bisnis perusahaan.
Dari situlah, kamu penting untuk mengidentifikasi ancaman dengan baik. Mulai ancaman menurunnya penjualan, kurangnya produksi, atau bahkan kurangnya dana untuk menggaji karyawan. Selain itu, kamu harus memahami ancaman tersebut satu per satu dan mencari cara untuk mengatasinya dengan baik. Oleh karena itu, untuk menjaga relasi antara perusahaan dengan masyarakat sekitarnya, maka menangani krisis secara tepat menjadi suatu hal yang penting untuk dilakukan.
Langkah-Langkah Manajemen Krisis
Seperti yang telah diketahui bahwa manajemen krisis adalah proses mengelola krisis yang berpotensi mengganggu jalannya bisnis. Menurut Hubspot, pada dasarnya menangani krisis tidak hanya sekadar mengelolanya saja. Tentu ada beberapa langkah yang bisa kamu implementasikan dengan baik :
1. Pra Krisis
Cara terbaik untuk mengatasi krisis adalah mempersiapkan berbagai macam hal sebelum benar-benar terjadi krisis, atau pra krisis. Oleh karena itu, menyiapkan rencana manajemen bisnis dengan maksimal merupakan hal yang harus kamu lakukan ketika terjadi suatu krisis. Beberapa langkah yang bisa kamu lakukan sebelum krisis yaitu di antara adalah membuat manajemen krisis, membentuk tim khusus, serta mengadakan pelatihan kepada tim dalam menangani krisis.
2. Respons Krisis
Nah, setelah menyusun rencana dengan baik, kamu dapat merespons krisis yang datang secara tidak terduga dengan penuh percaya diri.
Pada tahapan ini, kamu dapat melakukan proses manajemen krisis melalui rencana-rencana yang telah dibuat sebelumnya.
3. Pasca Krisis
Nah, tugasmu tidak hanya berhenti saat ketika krisis mereda. Setelah itu, kamu juga harus rutin mengadakan evaluasi penanganan krisis dengan meminta feedback kepada orang-orang yang telah bersinggungan denganmu, khususnya dalam ranah bisnis. Baik itu karyawan, pelanggan, stakeholder, dan lain-lain. Manfaatkan mereka untuk diminta pendapatnya terkait pengalaman penanganan krisis di masa sebelumnya, setelah itu ketahui apakah sudah cukup berhasil dalam menstabilkan bisnis atau masih kurang. Sehingga dari situ kamu dapat menyiapkan rencana yang lebih maksimal lagi untuk mengatasi krisis di kemudian hari.
Tips Melakukan Manajemen Krisis dengan Efektif
Setelah kamu mengetahui terkait pengertian dari manajemen krisis serta langkah-langkah untuk mengimplementasikannya, Jobnas.com akan memberikan beberapa tips untukmu dalam melakukannya supaya dapat berjalan dengan efektif:
1. Bentuk Tim Manajemen Krisis
Membentuk tim terlebih dahulu merupakan tips pertama dalam menjalankan manajemen krisis. Pasalnya, dengan tim khusus perusahaan akan sangat terbantu kalau misalnya terjadi suatu krisis. Jangan lupa pula untuk melakukan pelatihan penanganan krisis agar mereka mendapatkan bekal yang diperlukan setelah membentuk tim manajemen krisis.
2. Bersikap Konsisten
Menurut RH Strategis, salah satu hal yang penting dilakukan oleh perusahaan adalah tetap konsisten di masa krisis, terutama konsisten dalam menyampaikan pesan. Kamu bisa mengatur satu platform media sosial yang sering kali didengar oleh audiens, setelah itu sampaikan pesan terkait apa yang terjadi di dalam bisnismu sekarang. Dalam menyampaikan pesan, usahakan disampaikan oleh satu juru bicara agar audiens dapat fokus mengikuti perkembangan bisnismu dengan baik.
3. Tetap Tenang dan Profesional
Sikap tenang dan profesional merupakan hal yang penting dilakukan saat terjadi krisis. Jangan sampai mengeluarkan pernyataan yang mengakibatkan bisnismu semakin hancur. Hal ini hanya akan menyebabkan audiens merekam pernyataan tersebut dan menyebarkannya di media sosial. Dengan demikian, langkah yang harus kamu lakukan adalah tenangkan pikiran terlebih dahulu, jangan terburu-buru dalam menangani krisis. Selain itu, menjadi profesional sangat penting supaya perusahaanmu dapat keluar dari krisis dengan cepat.
Baca Juga: Apakah SEO Bisa Melakukan Google Autocomplete? Simak Lengkapnya di Sini!
Itulah penjelasan singkat Jobnas.com mengenai manajamen krisis beserta tips dalam menanganinya dengan efektif. Tentu masih banyak informasi yang dapat kamu ketahui terkait dunia bisnis, marketing, hingga dunia kerja dengan membaca artikel-artikel yang tersedia di Jobnas.com.
Baca SelengkapnyaApakah SEO Bisa Melakukan Google Autocomplete? Simak Lengkapnya di Sini!
Jobnas.com - Dalam proses SEO ini, kamu bisa menggunakan Google Autocomplete untuk meriset keyword untuk sebuah konten. Selain itu, fitur ini juga tersedia secara gratis dan kamu bisa menggunakannya dengan sangat mudah. Tentu kamu semakin penasaran setelah mengetahui fakta itu. Nah, di artikel ini Jobnas.com akan mendeskripsikan terkait hal tersebut melalui penjelasan di bawah ini.
Pengertian Google Autocomplete
Secara definitif, Google Autocomplete merupakan merupakan fitur milik mesin pencari bernama ‘Google’. Cara kerjanya adalah mencoba “menebak” apa yang sedang ingin kamu cari di internet. Seperti kamu mengetik “din-f”, nah, di tengah-tengah ketikanmu akan muncul saran pencarian. Supaya lebih memahami terkait hal tersebut urutannya.
Lalu, mengapa kamu harus mengetahui fitur ini? Dilansir dari Search Engine Journal, Google Autocomplete bisa dimanfaatkan untuk SEO. Lebih tepatnya, ia bisa dimanfaatkan untuk riset keyword.
Cara Kerja Google Autocomplete
Tentu kamu harus mengetahui terlebih dahulu terkait cara penggunaan fitur yang satu ini. Nah, dalam konteks ini, menurut Keyword Tool, setidaknya ada 4 cara untuk mengetahui cara kerjanya:
Baca juga: Tingkatkan Penjualan dengan Metode Lead Scoring & Prioritas yang Tepat
1. Lokasi dan Bahasa
Ternyata, tempatmu mencari informasi akan mempengaruhi hasil pencarian. Bahkan, hal ini juga terjadi saat kamu mencari dengan browser dengan fitur Incognito. Selain itu, bahasa yang kamu gunakan juga punya pengaruh, lho. Jika kamu memilih bahasa tertentu, saran dari Google juga akan berbeda.
2. Search History-mu
Ketika Google menyimpan deretan sejarah pencarianmu, hal ini bisa memicu bias dalam Google Autocomplete. Dengan demikian, hapus dulu semua informasi itu, ya!
3. Topik Tren
Sebelum menggunakan Google Autocomplete untuk SEO, kamu wajib mengetahui kata kunci yang tengah banyak dicari bisa ada di saran Google bagian atas. Jika artikel yang ingin kamu gunakan bersifat evergreen, tentu keyword tersebut kurang tepat. Hal yang sebaliknya berlaku jika kamu tengah merancang konten seasonal.
Baca Juga: Bagaimana Cara Menjadi MC yang Baik? Perhatikan 5 Skill Ini
4. Banyaknya Pencari Keyword
Biasanya, Google juga menaruhnya di bagian atas saran pencarian. Biasanya, Google akan menaruh informasi yang ingin orang ketahui di bagian atas saran pencarian. Ternyata fakta ini membuat Google Autocomplete bisa dimanfaatkan untuk pencarian keyword.
Ketik saja satu sampai dua kata yang ingin kamu tulis. Google akan memberikan berbagai kata kunci yang banyak digunakan orang.
Yang Tak Mungkin Masuk Autocomplete
Demi menjaga kualitas pencariannya, Google “membuang” beberapa keyword dari sarannya. Hal ini tentu harus kamu ketahui sebelum menggunakan Google Autocomplete untuk SEO. Melansir situs resmi Google hal-hal tersebut, di antaranya adalah:
- Mengandung unsur pornografi (di luar pencarian fakta medis)
- Mengandung kegiatan berbahaya
- Mengandung kebencian pada suku, agama, ras, atau antargolongan
- Mengandung kekerasan
Tips Memanfaatkan Google Autocomplete untuk SEO
Setelah kamu memahami cara kerja dari Google Autocomplete. Saatnya sekarang membahas implementasinya dalam SEO. Nah, Neil Patel setidaknya memiliki tiga tips untuk melakukannya, yaitu :
1. Keluar Dari Akun Google
Tentu sudah tidak asing lagi bagi kamu ketika pergi ke Google akan menemukan search history. Nah, ternyata Search History juga bisa mempengaruhi hasil pencarian. Keluar saja dari akunmu, jika kamu tak ingin repot menghapus sejarah ini. Kamu bisa menyalakan fitur Incognito apabila dirasa terlalu repot. Meskipun demikian, trik ini tidak mengubah pengaruh lokasi.
2. Gunakan VPN
Ingat, tempat pencarian bisa memengaruhi Google Autocomplete. Apalagi audiensmu misalnya ada di belahan dunia. Oleh karena itu, kamu dapat menggunakan VPN sebagai solusi. Jika sasaran kontenmu ada di Korea Selatan, pilih saja lokasi itu sebagai tujuan VPN-mu. Setelah itu, barulah gunakan Google Autocomplete untuk SEO.
3. Sesuaikan Bahasa
Ubah dulu bahasa akunmu ke bahasa audiens. Hal ini disebabkan karena bahasa juga dapat memengaruhi rekomendasi pencarian Google.
Baca Juga: Yuk, Ketahui 5 Fitur Android 13 yang Berfungsi Meningkatkan Produktifitas Kalian
Itulah informasi dari Jobnas.com mengenai pemanfaatan fitur ini. Bagaimana, apakah kamu tertarik menggunakan Google Autocomplete untuk SEO? Apabila demikian, selamat, kamu selangkah lebih baik daripada kompetitor. Akan tetapi, kamu tetap wajib menerapkan trik content marketing lainnya.
Baca SelengkapnyaTingkatkan Penjualan dengan Metode Lead Scoring & Prioritas yang Tepat
Jobnas.com - Sekitar 75 % diperkirakan lead tidak terkonversi menjadi penjualan atau pelanggan. Melalui lead scoring setidaknya menjadi salah satu cara untuk melancarkan sales dan marketing. Untuk meningkatkan konversi lead menjadi pelanggan, tak jarang para marketer menggunakan metode semacam ini.
Nah, jika kamu ingin mencobanya, Jobnas.com akan menjelaskan bagaimana metode lead scoring itu. Yuk, simak selengkapnya !
Pengertian Lead Scoring
Metode lead scoring merupakan suatu metode yang seringkali dilakukan dalam bidang sales dan marketing. Dalam metode ini, terdapat aktivitas pemberian nilai atau ranking untuk menentukan seberapa tertarik seorang lead terhadap bisnismu. Selain itu, pemberian nilai pada lead juga menunjukkan posisi mereka saat ini di buying cycle ataupun sales funnel.
Baca Juga: 5 Tips Membuat Instagram Live yang Menarik Banyak Followers
Ada berbagai cara untuk melakukan penilaian terhadap prioritas lead ini. Mulai dari memberikan nilai maupun ranking dengan huruf seperti A, B, C, D hingga dengan mengelompokkan para lead ke dalam kelompok hot (panas; cepat melakukan pembelian), warm (hangat), atau cold (proses menuju pembelian lama).
Dikutip dari HubSpot, untuk memprioritaskan lead proses ini harus dilakukan, merespons pada mereka dengan sesuai, dan meningkatkan jumlah lead yang menjadi pelanggan.
Secara sederhana, untuk mengetahui prospek manakah yang layak diusahakan agar bisa menjadi pelanggan dan mana yang tidak berdasarkan tingkat ketertarikan dan kecocokan mereka dengan produkmu kita bisa melakukan cara ini.
Manfaat Lead Scoring
Setelah mengetahui definisi lead di atas, tentu kamu harus memahami terkait manfaat lead scoring ini. Pasalnya, lead scoring adalah strategi marketing yang bisa merubah bisnis menjadi lebih efektif. Dengan memberikan penilaian terhadap lead, kerja sama antar tim dalam perusahaan bisa lebih teratur.
Beberapa keuntungan lainnya dari penerapan strategi ini yaitu :
1. Marketing Campaign yang Lebih Efektif
Manfaat lead scoring yang pertama adalah membuat kita bisa mengetahui campaign dan kanal apa yang sebetulnya dapat menghasilkan lead paling berkualitas. Untuk menyusun strategi marketing yang lebih tepat dan terarah, pengetahuan seperti ini dapat digunakan. Hal ini disebabkan karena untuk mendapatkan lead-lead yang lebih baik lagi di waktu yang akan datang.
2. Sinkronisasi Sales dan Marketing
Kerjasama antar departemen marketing dan sales dapat menjadi kurang apik, tanpa melakukan strategi penilaian lead ini. Pada akhirnya proses kerja akan menjadi rumit dan menghasilkan performa yang kurang baik pula ketika kekompakkan itu perlahan mulai tereduksi. Selain itu, ketika kamu menggunakan metode lead scoring setidaknya hal ini akan membantumu memiliki keyakinan bahwa setiap lead yang diinformasikan oleh marketing pada sales adalah lead yang berkualitas baik dan akan mampu dikonversi menjadi pelanggan.
3. Peningkatan Keuntungan
Manfaat lead scoring yang terakhir adalah memudahkan sebuah tim menentukan memprioritaskan mana lead yang paling penting untuk di-follow-up. Hal ini mampu terbukti ampuh untuk meningkatkan keuntungan secara signifikan. Seperti dilansir dari Zoominfo, 35%-50% sales diperoleh para vendor yang merespons paling pertama.
Jenis-Jenis Lead Scoring
Setelah mengetahui berbagai macam manfaatnya, tentunya kamu semakin penasaran terhadap jenis-jenis dari lead scoring ini. Nah, setidaknya ada beberapa jenis atau model lead scoring yang harus kamu ketahui. Model-model ini dikelompokkan berdasarkan data yang dikumpulkan dari para lead.
1. Informasi Demografis
Menggunakan informasi demografis tertentu biasanya sering digunakan dalam lead scoring model ini. Seperti halnya, jika bisnismu hanya menjual pada pegawai kantor saja, berikan pertanyaan pada lead-lead-mu di landing page untuk mengetahui seberapa cocok orang yang datang dengan target audiens yang sudah ditentukan.
2. Informasi Perusahaan
Kamu bisa menggunakan lead scoring model company information untuk mencari mana lead yang cocok dengan bisnismu, jika bisnismu adalah organisasi B2B.
3. Online Behavior
Untuk mengetahui ketertarikan lead terhadap produk yang kamu tawarkan bisa dilihat dari cara mereka berinteraksi dengan situsmu. Kamu bisa menggunakan cara dengan melacak apa saja yang mereka download, berapa banyak, dan laman-laman apa saja yang dikunjungi saat berselancar di web yang bisnismu punya.
4. Email Engagement
Salah satu alternatif yang juga dapat kamu pilih adalah lead scoring berdasarkan informasi email engagement. Kamu mesti melacak open rate dan click through rate untuk mendapatkan data yang diinginkan. Hal ini pada muaranya membuatmu akan mengetahui tingkat ketertarikan lead yang ada. Hanya dengan cara seperti ini, tim marketing dan sales bisa berfokus pada lead-lead yang tampaknya paling tertarik.
5. Social Engagement
Model social engagement juga merupakan jenis lead scoring yang bisa mengetahui tingkat ketertarikan pelanggan. Lead scoring model ini adalah metode yang memanfaatkan data dari media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan lain-lain.
Baca Juga: Data Migration dan 5 Strategi untuk Mempersiapkannya
Kamu bisa melacak berapa kali mereka mengklik post yang dibuat dan berapa kali mereka membagikannya. Nilai tertinggi tentunya diberikan pada lead yang aktif berinteraksi dengan media sosialmu dan mereka dapat diprioritaskan agar menjadi pelanggan.
Itulah pemaparan Jobnas.com mengenai metode lead scoring untuk marketing dan sales yang lebih sukses. Nah, meskipun terbilang sederhana, dampaknya bisa cukup besar bagi operasi bisnismu, lho. Jadi, catat dan cobalah jika belum, ya!
Baca SelengkapnyaData Migration dan 5 Strategi untuk Mempersiapkannya
Jobnas.com - Big data menjadi salah satu hal terpenting bagi bisnis di era modern ini. Hal ini dikarenakan proses data integration dan data migration merupakan dua hal yang mesti dilakukan dengan baik. Nah, data integration merupakan tahapan pertama dalam proses pengolahan data. Sesuai namanya, dalam tahapan ini dilakukan proses penggabungan data dari berbagai sumber.
Setelah digabungkan, data pun dipindahkan ke lokasi penyimpanan baru, yang membutuhkan tahapan data migration dengan rencana mata. Nah, apa saja yang perlu diperhatikan dalam salah satu proses penting ini? Yuk simak penjelasan Jobnas.com.
Pengertian Data Migration
Menurut IBM data migration adalah proses mentransfer data dari satu sistem penyimpanan ke yang lainnya. Perusahaan perlu melakukan data migration ketika mereka hendak mengganti server atau perangkat penyimpanan data. Selain itu, alasan lain mengapa dilakukannya data migration adalah untuk merombak sistem dan meng-upgrade database menjadi lebih canggih.
Untuk saat ini, data migration biasanya dilakukan saat perusahaan ingin berpindah dari aplikasi lokal penyimpanan data menjadi aplikasi berbasis cloud. Kamu tetap memerlukan rencana yang jelas agar metode yang dilakukan bisa berjalan dengan aman apapu alasan untuk melakukan data migration. Selain itu, biaya untuk melakukan proses migrasi data juga perlu dipertimbangkan agar bisa lebih hemat dan efisien.
Beberapa tahapan akan dilibatkan dalam proses ETL atau extract/transform/load seperti transformasi dan pemuatan data. Jadi, data yang diekstrak harus melalui serangkaian persiapan dan baru akan dimuat ke lokasi penyimpanan yang baru.
Jenis-Jenis Data Migration
Kamu perlu mengetahui juga apa saja jenis-jenis data migration setelah mengetahui definisinya. Menurut NetApp, berikut ini beberapa jenis data migration di antaranya adalah:
Storage Migration
Migrasi penyimpanan atau storage migration merupakan jenis data migration yang pertama. Dalam jenis ini data akan dipindahkan dari tempat penyimpanan yang lama ke tempat penyimpanan baru yang lebih canggih. Pada umumnya, perusahaan akan melakukan jenis migrasi data yang satu ini karena ingin pusat datanya bisa diakses lebih cepat dan tentunya lebih aman. Di samping itu, data yang disimpan juga akan lebih mudah dicadangkan saat terjadi suatu masalah.
Cloud Migration
Secara definitif, Cloud migration adalah pemindahan data, aplikasi, atau elemen bisnis lainnya dari pusat data lokal ke database yang berbasis cloud. Ketika data sudah disimpan dalam suatu cloud dan ingin dipindahkan ke cloud yang lain, rupanya juga tetap menjadi bagian dari jenis yang satu ini.
Application Migration
Dalam jenis data migration ini terjadi proses pemindahan program aplikasi dari satu lingkungan database ke yang lainnya.
Jadi, bisa termasuk pemindahan seluruh aplikasi dari pusat penyimpanan lokal ke cloud, perpindahan antar cloud, atau pemindahan aplikasi data ke bentuk baru lainnya.
Strategi Data Migration
Hal yang terpenting dari data migration adalah harus direncanakan dengan baik. Jika perencanaannya kurang baik, tentu saja bisa menyebabkan kerugian seperti kehilangan beberapa bagian data yang diperlukan.
Baca Juga: 6 Tips Membuat Executive Summary atau Ringkasan Eksekutif
Menurut Talend, berikut ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat strategi data migration, yaitu :
1. Pahami Data yang Akan Dipindahkan
Perusahaan harus paham terlebih dahulu apa sebenarnya data yang perlu dipindahkan sebelum melakukan data migration. Di samping itu, perusahaan juga harus mengoreksi apakah semua data tersebut memang layak dipindahkan atau ada yang perlu dibuang. Semua hal itu harus dipahami terlebih dahulu sebelum melakukan proses yang satu ini. Tentu saja hal itu akan membuang waktu jika tidak paham apa tujuan dari dipindahkannya data.
2. Membuat Rencana Proses Migrasi Data
Membuat rancangan proses pemindahan data merupakan tahapan selanjutnya dalam melakukan strategi data migration. Dalam konteks ini, ada beberapa aspek yang harus dipikirkan. Seperti jumlah data yang akan dipindahkan serta model kapasitas penyimpanan data tujuan dan jadwal pemindahannya.
Nah, segi keamanan dari data sangat penting dipertimbangkan selama proses perencanaan. Pasalnya, keamanan setiap data harus tetap dilindungi selama proses pemindahan.
3. Persiapkan solusi yang diperlukan
Selain merencanakan proses pemindahan data dengan detail, ada beberapa hal lain yang perlu dipersiapkan seperti solusi saat terjadinya masalah.
Misalnya, perusahaan ingin memindahkan data yang bervolume sangat besar, sebaiknya persiapkan cara yang tepat agar tidak ada kesalahan yang terjadi.
Salah satu caranya yaitu dengan memecah data dengan membuat beberapa bagian kecilnya terlebih dahulu.
4. Lakukan uji coba
Proses uji coba merupakan hal yang sangat penting dilakukan setelah membuat rencana proses pemindahan data. Dalam konteks ini, yang terpenting adalah menguji rencana data migration dan memastikan semua berjalan dengan baik sesuai dengan rencana awal.
5. Audit
Dalam hal ini, untuk memastikan kelancaran proses pemindahan data, audit menjadi penting untuk dilakukan. Oleh karena itu, tidak mudah memang melakukan audit. Hal ini dikarenakan ketika melakukan suatu audit harus membutuhkan strategi yang tepat dan ketelitian agar data tetap aman saat dipindahkan. Kamu harus hati-hati dalam melakukan proses ini. Selain itu, jumlah data, pusat penyimpanan data yang baru, hingga para stakeholder-nya harus diperhatikan baik-baik pula.
Baca Juga: 5 Tools yang Bantu Maksimalkan Konten & SEO Tingkatkan Traffic Website
Itulah penjelasan Jobnas.com mengenai Big Data Migration yang perlu kamu ketahui. Jika kamu tertarik dengan hal ini, informasi seputar big data seperti data migration adalah hal yang penting untuk diketahui.
Baca Selengkapnya5 Tools yang Bantu Maksimalkan Konten & SEO Tingkatkan Traffic Website
Jobnas.com - Dikutip dari Operation Technology, website menjadi tempat paling penting untuk meningkatkan brand awareness hingga mendapatkan leads yang potensial. Tak mengherankan membutuhkan tools khusus untuk meningkatkan jumlah pengunjung atau traffic. Bagaimana tidak, untuk meningkatkan traffic website memang bukanlah hal yang mudah.
Konten yang berkualitas hingga pengaplikasian SEO yang tepat pada akhirnya akan membuat website lebih cepat berkembang. Nah, pada artikel ini Jobnas.com akan menjelaskan terkait lima tools untuk meningkatkan traffic yang bisa kamu gunakan.
Baca Juga: Ingin Jadi Sales Representative yang Profesional? Wajib Kuasai 5 Skill Ini
1. SEMrush
SEMrush adalah tools yang bisa membantu meningkatkan traffic yang pertama. Melalui tools yang satu ini kamu dapat menggunakannya untuk menganalisis pesaing sehingga dapat membantu pembuatan strategi konten yang tepat. Di samping itu, tools ini juga memiliki beberapa fitur yang menarik lainnya, selain mampu menganalisis para kompetitor. Seperti ketika kamu ingin melakukan riset keyword, site auditing, hingga backlink sourcing. Nah, fitur riset keyword merupakan salah satu yang paling sering dimanfaatkan oleh banyak marketer.
Selain tools ini bisa menunjukkan keyword yang sedang ramai diperbincangkan saja, di samping itu juga bisa mengarahkan ke keyword yang mampu mendatangkan keuntungan bagi bisnis.
2. Buzzsumo
Untuk meningkatkan traffic website melalui media sosial, buzzsumo juga bisa dimanfaatkan menjadi tools. Hal ini dikarenakan media sosial adalah faktor yang sangat berperan signifikan yang bisa mengarahkan pengunjung ke website.
Search Engine Journal memerikan bahwa Buzzsumo sebagai tools yang paling terkenal untuk mengetahui konten apa yang populer menurut topik atau keyword. Dengan demikian, setelah menganalisis tren, kamu bisa segera membikin konten di website dan membagikannya lewat media sosial.
Menariknya, tools ini juga sangat memungkinkan penggunanya untuk melihat kinerja kompetitor dan memonitor kinerja dari konten yang sudah dibagikan.
3. QuickSprout
QuickSprout adalah tools untuk meningkatkan traffic yang selanjutnya. Bagi Neil Patel, tools ini dapat memberi tahu kita apa yang kurang dari website. Selain memberikan info mengenai apa yang kurang dari website, tools ini juga dapat memberikan saran tentang cara memperbaikinya.
Baca Juga: 5 Tips Membuat Instagram Live yang Menarik Banyak Followers
Performa website mulai dari kecepatan hingga sisi SEO bisa dianalisis dengan mudah lewat tools yang satu ini. Sehingga, kamu akan segera tahu apa sebenarnya kelemahan dari website yang berpengaruh pada jumlah traffic. Selain itu, tools ini juga mampu mendeteksi saat ada gambar yang tidak memiliki alt attribute yang tentunya hal itu bisa berpengaruh pada SEO.
4. Ahrefs
Tools yang satu ini pastinya sudah tidak asing lagi bagi para marketer. Ahrefs memang memiliki banyak fitur canggih yang mampu membantu meningkatkan traffic website. Melalui tools ini, pengguna bisa dengan sangat mudah menganalisis para kompetitor dengan mudah. Namun, salah satu spesialisasi dari Ahrefs adalah dalam hal backlink.
Tools ini memiliki jumlah backlink yang telah diindeks hingga lebih dari 12 triliun. Backlink adalah hal penting yang tidak boleh dilupakan, jika ingin website bisa mendapatkan traffic yang tinggi. Selain itu, Ahrefs juga menyediakan fitur untuk riset keyword yang sarat akan informasi seperti tingkat kesulitan hingga volumenya.
Baca juga: Inventory Management: Membantu Inventaris Bisnis Terencana dengan Baik
5. Google Analytics
Untuk meningkatkan traffic, Google Analytics bisa disebut sebagai salah satu tools terpenting. Jika ingin website-nya sukses, semua marketer sangat membutuhkan tools yang satu ini. Akan menjadi sia-sia jika sebuah website tidak dipantau performanya, meskipun konten tersebut bisa dibilang bagus.
Pasalnya, tidak melacak hasil performa merupakan salah satu kesalahan yang harus dihindari jika ingin traffic bisa meningkat. Melalui Google Analytics, kamu bisa tahu mana saja konten yang paling menarik audiens. Selain itu, kamu juga bisa tahu darimana audiens tersebut bisa menemukan konten tersebut.
Baca Juga: Hati-hati dengan Penggunaan False Advertising, Bisa Berdampak Buruk
Ada hal menarik lainnya yang disajikan dari Google Analytics misalnya informasi soal jenis kelamin, lokasi, hingga usia pengunjung website.
Itulah penjelasan Jobnas.com terkait lima tools untuk meningkatkan traffic website yang bisa segera kamu coba gunakan. Tidak mudah memang membuat website agar bisa memiliki traffic yang tinggi dan stabil, tapi bukan berarti kamu tidak perlu mencoba untuk berusaha.
Baca SelengkapnyaInventory Management: Membantu Inventaris Bisnis Terencana dengan Baik
Jobnas.com - Inventory management adalah hal yang sangat perlu kamu perhatikan, jika ingin bisnis terus bisa memenuhi kebutuhan dan permintaan konsumen. Akan sangat sulit bagi bisnis bisa bertahan dan mendapatkan benefit tanpa inventory management yang terencana dan terstruktur. Namun, hal ini memang menantang.
Baca Juga: Sama-Sama Mudahkan Transaksi, Apa Perbedaan Digital Banking, Mobile Banking dan Internet Banking?
Bahkan, 43% retailer sepakat bahwa inventory management merupakan tantangan utama bagi operasi bisnis sehari-harinya. Jika kamu masih kebingungan terkait inventory management, yuk simak penjelasan Jobnas.com berikut ini !
Pengertian Inventory Management
Dikutip dari Investopedia, inventory management adalah proses memesan, menyimpan, dan menggunakan inventory atau inventaris sebuah bisnis atau perusahaan. Untuk mewujudkan inventory management yang tidak hanya baik tetapi juga efektif, ada banyak hal yang perlu diperhatikan. Nah, pada hakikatnya, kegiatan inti dalam inventory management adalah penanganan bahan baku, komponen, dan juga produk akhir.
Selain itu, inventory management juga mencakup pengaturan mengenai seberapa banyak barang harus dipesan, disimpan di gudang, dan distribusinya sekaligus biayanya. Jadi, inventory management merupakan serangkaian proses mulai dari hulu ke hilir dalam sebuah rantai pasok dan proses manufaktur dengan mengusahakan resiko minim.
Tujuan dari inventory management adalah untuk mengetahui di mana inventarismu berada saat ini. Selain itu, kita pun bisa mengetahui berapa banyak barang yang perlu dipesan untuk menjaga ketersediaan barang untuk bisnis yang berkelanjutan.
Baca juga: Cara Produktif Untukmu yang Sering Menunda Pekerjaan Melalui 5 Second Rule
Pentingnya Inventory Management
Karena kegiatan ini memastikan keberlanjutan bisnis, maka investory management tidak bisa dipandang sebelah mata. Jika inventaris bisnismu diatur dengan baik, manajemen rantai pasoknya akan juga teratur.
Tanpa inventory management, penyediaan barang akan mengalami banyak kendala, seperti salah memesan jumlah, kekurangan atau kelebihan persediaan, dan masih banyak lagi. Di samping itu, bisnismu akan mengalami kerugian yang besar, apalagi jika berlanjut untuk waktu yang begitu lama.
Tidak hanya biaya, tenaga pun terbuang sia-sia tanpa mendapat keuntungan yang sesuai. Menurut Chron, inventory management yang kurang baik menyebabkan pelayanan pelanggan yang buruk. Hal inilah yang pada akhirnya akan membuat reputasi sebuah bisnis bisa negatif sehingga perkembangannya akan menjadi sulit.
Metode/Teknik Inventory Management
1. Economic Order Quantity (EOQ)
Dalam inventory management, EOQ adalah salah satu strategi yang menggunakan formula untuk menemukan jumlah pembelian ideal yang perlu dilakukan sebuah perusahaan. Formula ini mempertimbangkan beberapa variabel seperti total biaya produksi, tingkat permintaan, dan lain-lain. Tujuannya adalah untuk mengurangi biaya dengan mengetahui berapa banyak unit maksimal produk yang dibutuhkan.
2. Minimum Order Quantity (MOQ)
Minimum order quantity merupakan jumlah terkecil yang bisa dijual oleh supplier pada perusahaan yang membutuhkan suatu unit barang. Jika perusahaan tidak dapat membeli jumlah minimum tersebut, supplier tidak akan menjualnya sama sekali.
Baca Juga: Pentingnya Pengembangan Pelanggan dalam Strategi Perencanaan Bisnis
3. Just-in-Time (JIT)
Secara definitif, Just-in-Time inventory management adalah metode yang mengatur pemesanan bahan baku dari supplier sesuai dengan jadwal produksi. Metode ini bisa mengurangi biaya penyimpanan akibat pemesanan terlalu awal atau tidak tepat waktu.
Untuk mengetahui biaya penyimpanan, metode dalam inventory control merupakan cara yang bisa dilakukan. Sistem FIFO adalah sistem di mana barang yang lebih lama dijual duluan untuk menjaga kebaruan inventaris. Sementara, LIFO memiliki sistem barang baru justru dijual lebih awal untuk menjaga inventaris kehilangan kualitasnya.
4. First in, first out (FIFO) dan last in, first out (LIFO)
5. Safety Stock Inventory
Perusahaan harus memesan bahan baku atau barang dengan jumlah yang lebih banyak dari permintaan yang ada, jika menggunakan safety stock inventory. Hal ini dilakukan agar bisa mengatasi kekurangan maupun kehabisan barang ketika ada permintaan lebih.
Biasanya, tidak akuratnya perkiraan jumlah permintaan dalam inventory management adalah akibat forecasting yang kurang tepat dan perubahan yang tidak terduga di pasar.
Baca Juga: Memahami Inclusive Design, Konsep Desain untuk Semua Pengguna
Demikianlah penjelasan Jobnas.com terkait inventory management dalam bisnis. Jika kamu ingin mendalami istilah lain dalam dunia bisnis, kamu bisa membaca artikel lainnya dengan topik serupa dari Jobnas.com.
Baca SelengkapnyaCara Produktif Untukmu yang Sering Menunda Pekerjaan Melalui 5 Second Rule
Jobnas.com - Ketika kamu sering menunda pekerjaan, kamu bisa memanfaatkan metode 5 second rule untuk meminimalisirnya. Metode semacam ini sudah terbukti secara ilmiah serta dapat dipercaya mendongkrak kreativitas.
Baca Juga: Ingin Jadi Sales Representative yang Profesional? Wajib Kuasai 5 Skill Ini
Tentu kamu semakin penasaran, kan ? Nah, di artikel ini Jobnas.com akan menjelaskan terkait metode 5 second rule yang bisa kamu terapkan. Yuk, baca selengkapnya !
Pengertian 5 Second Rule
Adalah Mel Robbins yang mencetuskan metode ini melalui bukunya yang bertajuk The 5 Second Rule. Baginya, hal ini dapat dilakukan dengan sangat mudah. Pada dasarnya, yang perlu kamu ingat soal aturan lima detik ini adalah jika kamu memiliki insting atau keinginan untuk melakukan sesuatu, kamu harus langsung melakukan tindakan dalam 5 detik.
Jika tidak, otak kita akan mengesampingkan keinginan tersebut atau malah melupakannya sama sekali. Inilah sebuah tesis yang berusaha dibangun oleh metode ini. Cara kerja metode ini yaitu kamu harus menghitung mundur dari 5 hingga 1 ketika kamu merasa malas namun tahu harus mengerjakan suatu hal, sehingga dengan metode seperti itu, kamu langsung dapat bergerak dan melakukannya.
baca juga: Atasi Typo dalam Menulis Melalui 5 Cara Ini
Menurut Elle Kaplan, teknik ini membuat otak kita tidak lagi memikirkan keraguan atau perasaan yang bisa mengganggu pengambilan tindakan. Hal ini selaras dengan apa yang disampaikan oleh Mel Robbins yang juga menyampaikan bahwa 5 second rule merupakan bentuk dari metacognition, yaitu cara mengelabui otak kita untuk mencapai suatu tujuan.
Kita bisa mengatur kebiasaan baik untuk otak kita sehingga tidak berfungsi secara autopilot atau otomatis dengan melakukan 5 second rule. Fungsi otak yang disebut prefrontal cortex akan terganggu, ketika otak kita bekerja tanpa kendali. Padahal, menurut seorang peneliti di Yale, Amy Arnstern, bagian otak ini sangat penting untuk membuat keputusan, rencana, dan tindakan untuk mencapai suatu tujuan.
Tips Melakukan 5 Second Rule
Metode 5 second rule adalah teknik yang sederhana. Akan tetapi, terkadang masih banyak orang melakukan kesalahan saat mencoba melakukannya. Beberapa tips di bawah ini bisa kamu coba dengan baik untuk melakukan 5 second rule.
Baca Juga: Mencari Sponsorship Online? Berikut Tips, Jenis dan Manfaatnya
1. Pahami Insting
Ketika kita merasakan dorongan sebuah insting, metode 5 second rule adalah teknik yang perlu langsung diaplikasikan. Namun, bagaimana cara mengetahui itulah insting yang perlu ditindaklanjuti? Secara sederhana, insting merupakan dorongan yang hanya bisa dirasakan diri kita masing-masing.
Biasanya, insting yang perlu langsung ditindaklanjuti adalah hal yang kamu tahu perlu dilakukan dan sebenarnya tidak punya pilihan untuk menundanya, meski tidak ingin melakukan hal tersebut. Insting untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan adalah salah satu insting yang tentunya sering kita rasakan.
2. Paksa Diri
Sulit rasanya untuk mengimplementasikan metode 5 rule ini apabila tidak dipaksakan. Tidak ada kenyamanan di zona nyaman, dan tidak ada zona nyaman dalam kenyamanan. Konteksnya, ketika sudah yakin bahwa kamu merasakan sebuah insting yang penting untuk suatu tujuan, langsung berikan dirimu dorongan untuk melakukannya meskipun nyaman bermalas-malasan.
Memang sulit melawan perasaan ini, karena secara alami otak kita cenderung mengajak kita untuk malas. Namun, kontrol atau berusaha untuk mengendalikan diri adalah aspek terpenting dalam 5 second rule.
Akan sulit untuk memiliki kendali lebih akan fungsi otak kita, tanpa kesadaran khusus untuk melakukannya. Pada saat inilah kamu harus langsung menghitung mundur dari angka 5 hingga 1 dan beranjak dari kemalasan.
Baca Juga: What the Meaning of Email?
Ketika memutuskan untuk meninggalkan zona nyamanmu, tidak apa-apa untuk tidak langsung melakukan hal yang semestinya dilakukan. Yang penting, ada tindakan fisik yang dikerjakan menuju hal tersebut. Tentunya, jangan melakukan hal yang terlalu tidak terkait dengan tujuan awalmu.
Itulah penjelasan Jobnas.com terkait 5 second rule yang perlu kamu pahami. Bagaimana? Secara teoritis, 5 second rule adalah teknik yang cukup mudah, kan? Setelah mengetahuinya, yuk, coba melakukannya agar semakin produktif!
Baca SelengkapnyaAtasi Typo dalam Menulis Melalui 5 Cara Ini
Jobnas.com - Supaya tulisanmu memiliki kredibilitas di mata orang lain, kamu harus memahami tips mengatasi typo. Bagi seorang penulis, sudah menjadi fakta umum bahwa typo memang telah menjadi problem besar. Selain itu, typo akan membuat tulisanmu tidak enak dibaca oleh orang lain. Di sinilah pada akhirnya typo akan berakibat fatal bagi kualitas tulisanmu.
Baca Juga: Cek Kartu BPJS Kesehatan Aktif Atau Tidak
Apabila kamu ingin mengirim tulisan ke sebuah media, sedangkan tulisanmu banyak typonya maka ada kemungkinan besar akan ditolak oleh editor. Nah, bagaimana sih cara mengatasi sebuah typo dalam tulisan ? Pada artikel ini, Jobnas.com akan mendeskripsikan tips untuk mengatasi tulisan typo-mu.
1. Baca Ulang
Membaca ulang setiap tulisan yang sudah jadi, merupakan langkah awal untuk mengatasi typo-mu. Menurut NPR Training, langkahnya bisa dimulai dari baca ulang keseluruhan tulisanmu, lalu beri tanda di bagian mana terdapat typo, salah menempatkan tanda baca, atau bahkan salah ejaan.
Untuk itu, perbaiki kesalahan tersebut dengan hati-hati. Jangan sampai kamu malah menimbulkan kesalahan yang lain dalam tulisan. Soalnya kebanyakan rata-rata penulis terkadang malas untuk melakukan kegiatan ini. Dengan demikian, buang rasa malasmu supaya menghasilkan tulisan yang berkualitas sehingga renyah dibaca oleh orang.
2. Minta Koreksi Teman
Ketika kamu dan temanmu misalnya menjadi seorang content writer, tips yang sangat mujarab untuk mengatasi tulisan typo-mu ialah memeriksa tulisanmu dengan mereka. Dengan kata lain, kamu bisa bekerja sama untuk saling mengoreksi.
Baca juga: 5 Aplikasi Gratis untuk Tracking Mengayuh Sepeda
Seperti dikutip dari Crypt Life, berikan kesempatan kepada temanmu untuk memperbaiki tulisanmu. Pasalnya, sudut pandang dari orang lain akan membuat tulisanmu menjadi lebih berwarna. Selain mencari typo ataupun kesalahan tanda baca, mungkin temanmu juga bisa memberikan diksi yang tepat dari beberapa kalimat dalam tulisanmu.
3. Gunakan Fitur Auto Correct
Sebaiknya kamu menggunakan fitur autocorrect apabila kamu sering menulis di Google Docs atau Microsoft Word. Fitur ini akan membantumu untuk membuat tulisan menjadi benar jika kamu secara tidak sengaja melakukan typo satu huruf saja.
Baca Juga: Sama-Sama Mudahkan Transaksi, Apa Perbedaan Digital Banking, Mobile Banking dan Internet Banking?
Sebagai contoh, kamu secara tidak sengaja menulis “menmbak”. Dengan fitur auto correct, otomatis itu dapat diubah menjadi “menembak”. Kendati demikian, kamu jangan terlalu mengandalkan fitur ini. Sebab, auto correct terkadang tidak menyajikan prediksi kata yang sesuai dengan apa yang ingin kamu tulis.
4. Istirahat Sejenak
Sebelum melakukan proofreading, ada kalanya kamu istirahat sejenak. Ha ini sangat penting dilakukan mengingat kamu telah memakan banyak waktu untuk menulis sehingga seringkali kamu akan merasa lelah. Oleh karena itu, beri waktu sekitar 5-10 menit untuk mengistirahatkan otak dan badan. Setelah itu, baru baca ulang tulisanmu. Setelah istirahat, ada kemungkinan kamu mempunyai ide segar untuk memperbaiki tulisan yang sekiranya dapat dikembangkan serta memperbaiki kesalahan-kesalahan.
5. Cetak Tulisanmu
Tidak ada salahnya untuk mencetak tulisanmu terlebih dahulu sebelum dibaca ulang apabila kamu mempunyai mesin printer di kantor atau rumah. Hal ini dikarenakan tulisan dalam versi cetak akan memberikan suasana segar bagimu untuk mencari setiap typo dalam menulis.
Baca Juga: Yuk, Ketahui 5 Fitur Android 13 yang Berfungsi Meningkatkan Produktifitas Kalian
Dikutip dari Quicky and Dirty Tips, kebanyakan orang bahkan lebih banyak menemukan kesalahan dalam tulisan saat membacanya dari versi cetak daripada membacanya dari layar monitor. Namun, jika kamu tidak memiliki mesin cetak, kamu dapat memanfaatkan preview blog untuk membaca tulisanmu. Jadi, intinya cari wadah baru agar kamu tidak suntuk saat membaca ulang tulisanmu.
Itulah lima tips dari Jobnas.com yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi typo dalam tulisan. Hal yang perlu kamu ingat adalah bahwa ketika tulisanmu banyak typo-nya, maka tulisanmu perlahan akan tidak enak dibaca. Lewat tips di atas, diharapkan kamu dapat meminimalisir terjadinya typo dalam tulisanmu itu.
Baca Selengkapnya