Jobnas

Blog Jobnas

Halaman artikel blog terbaru di Jobnas.com.
Ghufron Writer
2 tahun yang lalu
Penting untuk Pemula, Inilah 6 Perbedaan Emas Antam dan UBS

6 Perbedaan Emas Antam dan UBS

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com-Jika kamu termasuk orang yang ingin berinvestasi emas, sebaiknya terlebih dahulu kamu harus memahami perbedaan antara emas antam dan UBS.  Sebab, dua jenis emas ini banyak dicari oleh orang-orang yang mulai berminat untuk investasi emas.

Karena keuntungan investasi emas serta kelebihannya lebih besar, tak jarang orang memilih emas sebagai instrumen investasi, selain reksa dana dan saham. Menurut Investopedia,  nilai investasi emas cenderung akan tetap terlindungi dari inflasi dan deflasi.

Agar kamu semakin memahami dan bisa memutuskan mau beli emas antam atau UBS, sebaiknya simak dulu pembahasan Jobnas.com berikut ini !

Baca Juga: Meninggalkan Kesalahan Demi Meningkatkan Karir

1. Produsen

Produsen menjadikan perbedaan emas antam dan UBS yang pertama. Seperti namanya, emas antam merupakan emas yang diproduksi oleh PT Aneka Tambang Tbk yang kini berubah nama menjadi PT Antam Tbk.

Perusahaan BUMN ini bergerak di bidang pertambangan yang produksi utamanya adalah nikel dan emas. Hingga kini, PT Antam Tbk juga menjadi anggota holding PT Inalum (Persero).

Di Bursa Efek Indonesia, dengan kode saham ANTM, kamu juga bisa membeli saham perusahaan ini. 

Sementara, emas UBS adalah emas yang diproduksi oleh PT Untung Bersama Sejahtera. Perusahaan manufaktur ini telah beroperasi sejak 1981 di Surabaya. Selain emas batangan, PT Untung Bersama Sejahtera juga memiliki berbagai brand perhiasan, seperti Venus, Kasandra, Basic Chain, dan Starshine.

2. Ukuran

Ketika membeli emas, kamu dapat memilih ukuran emas yang relevan dengan seleramu. Emas antam dan UBS menyediakan jenis ukuran emas yang berbeda-beda. Untuk emas antam, terdapat 12 ukuran yang bisa kamu pertimbangkan, di antaranya:

0,5 gram

1 gram

2 gram

2,5

3 gram

5 gram

10 gram

25 gram

50 gram

100 gram

250 gram

1000 gram

Sementara emas UBS memiliki pilihan ukuran yang masih terbatas yaitu sebanyak 10 ukuran, di antaranya:

0,5 gram

1 gram

2 gram

3 gram

4 gram

5 gram

10 gram

25 gram

50 gram

100 gram

3. Sertifikat

Sertifikat menjadi pembeda berikutnya antara emas antam maupun UBS. Keduanya sama-sama memiliki sertifikat keaslian.

Hingga kini, sertifikat keaslian emas antam telah menyatu terlaminating dengan kemasannya. Di pasaran saat ini masih ada emas antam dengan sertifikat lama yang bentuknya adalah kartu hologram terpisah di dalam kemasan. 

Selain melalui sertifikat, melalui aplikasi CertiEye, kamu juga dapat mengecek keaslian emas antam.

Sementara sertifikat keaslian emas UBS terbagi menjadi dua jenis:

Untuk ukuran 5 – 100 gram, sertifikatnya berbentuk kertas hologram yang terpisah.

Untuk ukuran 0,5 – 4 gram, sertifikatnya juga terlaminasi di dalam kemasan yang berbentuk seperti SIM card.

Baca Juga: Debt Stacking, Solusi Paling Tepat Agar Bebas dari Hutang

4. Dimensi

Barangkali, kita akan kesulitan dalam melihat perbedaan dimensi atau bentuk antara emas antam dan UBS jika dilihat secara sekilas. Perbedaan yang sangat jelas hanya pada logo dan kemasannya saja jika melalui indera penglihatan. Meski demikian, ternyata ada sedikit perbedaan dimensi antara keduanya.

Dari segi dimensi, emas antam relatif lebih kecil dan tebal. Sementara, emas UBS dimensinya sedikit lebih lebar. Meskipun begitu, keduanya sama-sama memiliki kandungan emas 99,99%.

5. Harga

Perbedaan emas antam dan UBS berikutnya tentu terletak pada harga masing-masing emas.  Jika ditilik dari segi harga, tentunya harga emas sifatnya fluktuatif alias sering berubah.

Kamu pun bisa mengeceknya di masing-masing website emas antam maupun emas UBS untuk mendapatkan informasi harga terbaru. Lumrahnya, harga emas antam relatif lebih mahal dibandingkan dengan emas UBS.

Sebagai gambaran, per 13 Oktober 2022, berikut adalah daftar harga dasar emas antam. Harga di bawah ini masih harga dasar, belum ditambah pajak bagi kamu para pemegang NPWP maupun non NPWP.

0,5 gram: Rp522.500

1 gram: Rp945.000

2 gram: Rp1.830.000

3 gram: Rp2.720.000

5 gram: Rp4.500.000

10 gram: Rp8.945.000

25 gram: Rp22.237.000

50 gram: Rp44.395.000

100 gram: Rp88.712.000

250 gram: Rp221.515.000

500 gram: Rp442.820.000

1.000 gram: Rp885.600.000

Sementara itu, per 13 Oktober 2022, harga dasar emas UBS ialah sebagai berikut.

0,5 gram: Rp495.000

1 gram: Rp928.000

2 gram: Rp1.841.000

5 gram: Rp4.550.000

10 gram: Rp9.051.000

25 gram: Rp22.583.000

50 gram: Rp45.703.000

100 gram: Rp90.110.000

250 gram: Rp225.206.000

500 gram: Rp449.881.000

6. Cara membeli

Sebenarnya, cara membeli keduanya bisa kamu dapatkan di toko emas, online marketplace maupun tempat pegadaian.

Kalau membeli di toko biasanya salah satu kekurangannya ialah  stok ukurannya terbatas. Namun, terdapat sedikit perbedaan dalam penyediaan stok barang antara emas antam dan UBS. Untuk membeli emas antam, kamu dapat membelinya di Unit Bisnis Antam yang berlokasi di Pulogadung, Jakarta Timur.

Baca Juga: Inilah 9 Aplikasi Cek Grammar Bahasa Inggris Supaya CV Kalian Lebih Profesional

Bagi kamu yang berdomisili di luar Jakarta, kabarnya kini PT. Antam Tbk juga mulai membuka toko di berbagai kota di seluruh Indonesia untuk menjual langsung emas batangannya. Di sisi lain, emas UBS tidak memiliki pusat penjualan khusus seperti emas antam. Jadi, kamu bisa membelinya di tempat yang sudah disebutkan tadi.

Itulah penjelasan Jobnas.com mengenai 6 perbedaan emas antam dan UBS. Sebaiknya, kamu perlu mempertimbangkan pilihanmu dengan cermat sebagai pemula dalam investasi emas. 

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Iwan Bisa
2 tahun yang lalu
Cara Menjadi Podcaster Profesional, 6 Skill yang yang Wajib Dikuasai - Jobnas

Cara Menjadi Podcaster Profesional, 6 Skill yang yang Wajib Dikuasai

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com - Bagaimana cara menjadi Podcaster? Apakah sulit? Jawabanya Tidak. Selama kamu mau berusaha dan belajar semua bisa tercapai.

Pernahkah kamu menonton Close The Door? Ya, konten podcast pada kanal youtube milik Daddy Corbuzier. Konten Podcast milik ayah Azka tersebut menjadi podcast number one di Indonesia.

Seru, bukan? Dan jujur saja seperti mudah saja untuk menjadi podcaster, bukan? Hanya cukup berbicara di depan mic dan memimpin jalannya wawancara. Jika kamu berpikir demikian, maka sejatinya ada beberapa skill penting untuk dikuasai terlebih dahulu oleh para calon podcaster.

Sebab podcaster itu tidak hanya sekadar bercakap di depan mic atau memimpin jalan wawancara bersama seorang narasumber yang diundang. Kamu juga perlu memahami peralatan yang akan digunakan, serta mahir memilah tren yang sedang ramai dibicarakan.

Nah, apa saja sih keahlian yang perlu dan harus dimiliki seorang podcaster? Simak selengkapnya pada artikel berikut ini.

1. Memiliki Kreativitas Tinggi

Disarikan dari Podcastmotor, skill pertama untuk wajib dimiliki oleh para podcaster adalah kreativitas yang tinggi.

Mengapa harus kreatif? Karena podcaster harus menghadirkan konten-konten unik setiap minggunya. Dan itu membutuhkan daya kreativitas yang tinggi. Hal ini itu perlu dilakukan karena memang sejatinya podcast itu adalah media di mana para pendengar ingin mendapatkan infromasi

Podcaster juga harus menetapkan strategi dan jenis konten  tertentu yang akan menjadi ciri khas dari podcast yang mereka adakan.

Pada poin pertama ini, kamu tak harus melakukannya sendiri. Yang perlu kamu lakukan adalah membentuk tim terbaik. 

Sebab, terkadang seorang podcaster dapat menemukan gagasan baru untuk konten berikutnya, namun, butuh tim yang kreatif untuk mengembangkan gagasan tersebut menjadi podcast  yang menarik.

2. Mengikuti Tren yang Ada

Poin yang kedua adalah seorang podcaster harus bisa mengikuti tren yang berkembang dan sedang hangat untuk dibahas dan diperbincangkan.

Sebab, update informasi terbaru adalah salah satu faktor penting jika kamu ingin memiliki acara podcast yang diminati oleh banyak orang.

Maka, sebelum menentukan tema dari sebuah podcast, pastikan kamu rajin mengikuti perkembangan topik yang sedang viral dan patut untuk dijadikan tema podcast.

3. Memiliki Skill Wawancara yang Baik

Tak hanya wartawan yang harus memiliki skill wawancara. Podcaster juga harus memiliki keahlian wawancara yang baik. Sebab, secara esensial, tujuan keduanya adalah mengorek informasi yang valid dari narasumber.

Berdasarkan data yang dasarikan dari radioskillsforpodcasters, faktanya masih banyak podcaster yang belum mengetahui teknik dan etika dasar wawancara.

Menurutnya, sangat jelas terlihat saat para podcaster membawakan acara, sebagian besar terlihat begitu tergesa-gesa dan tidak natural, bahkan podcaster kadang tampak tidak sopan.

Oleh sebab itu, syarat menjadi podcaster yang professional adalah wajib menguasai teknik dasar wawancara agar dapat membuat podcast yang berkualitas.

Baca juga: 7 Cara Ampuh Memotret Produk Berhasil Memikat Pelanggan

4. Fleksibel dalam Memanaj Waktu

Poin yang keempat adalah podcaster harus lihai dan fleksibel dalam memanaj waktu.

Umumnya, podcast itu diadakan setiap minggu di hari dan jam yang sama. Namun, belakangan ini, ada banyak podcaster yang update episodenya bisa lebih dari satu kali dalam seminggu. Tentunya tetap di hari dan jam yang sama.

Saat kamu ingin membuat podcast, kamu akan berkolaborasi dengan orang lain sebagai narasumber, bukan?, Terutama jika podcast kamu berformat wawancara.

Nah, agar kamu dapat bekerja bersama dengan para narasumber yang notabene juga memiliki kesibukan tersendiri, kamu harus belajar menjadi podcaster yang fleksibel dan pintar memanaj waktu.

5. Mendengar dengan Empati

Dalam studi konseling, konselor harus mendengarkan konsolie dengan penuh empati. Begitu dengan podcaster ketika melakukan podcast dengan seorang narasumber yang diundang. Tujuannya adalah agar terbangun kimestri yang baik antar keduanya sehingga acara podcast bisa berjalan natural dan penuh dengan tatakrama.

Selain dituntut haru empati terhadap narasumber, menurut Copymasters, podcaster yang baik juga perlu memiliki empati dengan para pendengar mereka.

Podcaster harus memuat konten yang sesuai dengan aspirasi para pendengar. Hal itu perlu dilakukan agar mereka tetap bertahan untuk terus mengikuti acara podcast-nya.

Baca juga: Inilah 7 Perbedaan Data Warehouse dan Data Mart yang Hampir Serupa

6. Menyajikan Cerita Yang Baik

Tak hanya harus mahir berbicara, seorang podcaster juga perlu menguasai cara menyajikan cerita yang baik. Sebab, pendengar cenderung lebih menyukai podcaster yang dapat menjiwai dalam membawakan materi.

Dalam artian, para pendengar akan lebih menghargai para podcaster yang menyertakan emosinya sendiri.

Nah, bagaimana caranya untuk mengasah kemampuang tersebut? Cobalah berlatih untuk membawakan sebuah materi dengan baik dan tidak tergesa-gesa.

Semoga bermanfaat!

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Enol Writer
10 bulan yang lalu
10 Peluang Kerja Jurusan Multimedia, Kamu Harus Tahu ini!

10 Peluang Kerja Jurusan Multimedia, Kamu Harus Tahu ini!

Batas Melamar Pekerjaan ini Career Zone

Jobnas.com - Mungkin jurusan multimedia tidak semua orang tertarik untuk mengambil kuliah di jurusan ini. Selain karena biaya yang mahal, proses pembelajarannya juga terbilang agak rumit.

Namun demikian, perkembangan teknologi yang semakin pesat juga membawa perubahan pada banyak sektor, dan tidak terkecuali media yang kini hadir dalam berbagai bentuk.

Mulai dari media cetak hingga digital, sehingga dengan demikian butuh kemasan media baru ini menciptakan peluang kerja yang luas bagi alumi jurusan multimedia.

Oleh karena itu, tak heran jika jurusan satu ini memiliki banyak peminat. Selain Karen memiliki peluang kerja yang luas, lulusannya memiliki daya saing yang cukup tinggi saat kelak terjun di dalam dunia kerja.

Akan tetapi, apa, sih, yang dipelajari oleh anak-anak jurusan multimedia? Lalu, apa saja prospek karier yang menunggu lulusan program studi tersebut?

Pengertian Jurusan Multimedia

Jurusan multimedia adalah sebuah bidang yang mencakup berbagai aspek kreatif dan teknis dalam pembuatan produk multimedia seperti film, video, animasi, game, desain grafis, dan aplikasi interaktif.

Jurusan ini mengkombinasikan pengetahuan teknis dengan kreativitas untuk menciptakan konten yang menarik dan menyampaikan pesan yang diinginkan.

Mahasiswa yang mengambil jurusan multimedia akan belajar tentang desain grafis, animasi, ilustrasi, video editing, fotografi, pemrograman, dan banyak lagi.

Tidak hanya itu saja, Anda juga akan belajar menggunakan perangkat lunak yang digunakan dalam proses pembuatan produk multimedia seperti Adobe Creative Suite, Maya, Unity, dan lainnya.

Selain itu, jurusan multimedia juga akan memberikan dasar-dasar komunikasi visual, teori warna, tipografi, dan estetika, serta mempelajari pembuatan konten yang baik dan storytelling.

Jurusan multimedia ini cocok bagi Anda yang memiliki minat dalam bidang seni dan teknologi, kreatif, dan memiliki daya imajinasi yang tinggi.

Karena ini akan membuat Anda dapat berkarier dalam bidang-bidang yang beragam sebagaimana berikut ini.

Bidang ini akan memberikan praktik langsung seperti;

  • membuat website
  • membuat dan mengedit video
  • merancang desain grafis
  • membuat animasi
  • membuat konten lainnya untuk berbagai jenis media

Baca Juga: Yuk Cek! 15 Prospek Kerja Manajemen Keuangan yang Wajib Anda Tahu

Prospek Kerja Jurusan Multimedia

Jurusan multimedia dapat memberikan banyak peluang kerja karena bidang ini sangat luas dan mencakup berbagai aspek kreatif dan teknis. Beberapa di antaranya adalah:

1. Desainer grafis

Bekerja dalam bidang desain grafis, seperti desain logo, brosur, dan materi promosi.

Desainer grafis adalah profesional yang bertanggung jawab untuk menciptakan visual yang menarik dan efektif untuk menyampaikan pesan yang diinginkan.

Mereka menggunakan perangkat lunak seperti Adobe Photoshop, Illustrator, dan InDesign untuk menciptakan desain grafis yang digunakan dalam logo, brosur, poster, dan banyak lagi.

Selain itu, desainer grafis juga harus memiliki kemampuan yang baik dalam merancang layout dan mengejar estetika yang sesuai dengan target audiens yang dituju.

2. Animator

Bekerja dalam bidang animasi, baik 2D maupun 3D, untuk film, video game, atau aplikasi interaktif.

Animator adalah profesional yang bertanggung jawab untuk menciptakan gerakan dalam animasi, baik 2D atau 3D.

Mereka menggunakan perangkat lunak seperti Adobe After Effects, Maya, dan Blender untuk membuat animasi yang digunakan dalam film, video game, aplikasi interaktif, dan banyak lagi.

Seorang animator harus memiliki kemampuan yang baik dalam menggambar dan merancang gerakan, serta menguasai perangkat lunak yang digunakan dalam proses animasi.

3. Ilustrator

Bekerja dalam bidang ilustrasi, baik untuk buku anak-anak, novel grafis, atau produk komersial.

Ilustrator adalah profesional yang bertanggung jawab untuk menciptakan ilustrasi yang digunakan dalam buku anak-anak, novel grafis, komik, dan produk komersial lainnya.

Mereka menggunakan perangkat lunak seperti Adobe Illustrator, Sketchbook, dan Corel Painter untuk membuat ilustrasi yang digunakan dalam proyek mereka.

Seorang Ilustrator yang baik, harus memiliki kemampuan yang baik dalam menggambar, merancang, dan memahami estetika yang sesuai dengan proyek yang dikerjakan.

4. Video editor

Bekerja dalam bidang editing video, baik untuk film, acara televisi, klip musik, atau konten online.

Video editor adalah profesional yang bertanggung jawab untuk mengedit video, baik itu film, acara televisi, klip musik, atau konten online.

Mereka menggunakan perangkat lunak seperti Adobe Premiere Pro, Final Cut Pro, dan Avid Media Composer untuk mengedit video dan menambahkan efek yang diinginkan.

Video editor harus memiliki kemampuan yang baik dalam mengedit, menambahkan efek, dan memahami storytelling untuk menyampaikan pesan yang diinginkan.

5. Fotografer

Bekerja dalam bidang fotografi, baik untuk produk, portraiture, atau foto jurnalistik.

Fotografer adalah profesional yang bertanggung jawab untuk mengambil foto, baik itu produk, portraiture, atau foto jurnalistik.

Mereka menggunakan kamera dan peralatan fotografi lainnya untuk mengambil foto yang digunakan dalam proyek mereka.

Seorang fotografer harus memiliki kemampuan yang baik dalam pengaturan kamera, cahaya, dan komposisi untuk menghasilkan foto yang indah dan berkualitas tinggi.

Selain itu, Seorang fotografer juga harus memiliki kreativitas yang baik dalam menghasilkan ide-ide yang unik dan inovatif untuk proyek yang dikerjakan.

6. Web designer

Bekerja dalam bidang desain website, termasuk layout, navigasi, dan interaksi.

Web designer adalah profesional yang bertanggung jawab untuk merancang dan mengembangkan website.

Mereka menggunakan perangkat lunak seperti Adobe XD, Figma, dan Sketch, serta bahasa pemrograman seperti HTML, CSS, dan JavaScript untuk membuat website yang berkualitas tinggi dan responsif.

Web designer harus memiliki kemampuan yang baik dalam merancang layout, navigasi, dan interaksi website untuk membuat pengalaman pengguna yang baik.

7. Pembuat aplikasi mobile

Bekerja dalam pembuatan aplikasi mobile, baik untuk iOS atau Android. Pembuat aplikasi mobile adalah profesi yang bertanggung jawab untuk mengembangkan aplikasi mobile untuk perangkat seperti iPhone dan Android.

Selain itu juga, mereka menggunakan bahasa pemrograman seperti Java, Swift, dan Kotlin untuk membuat aplikasi yang berkualitas tinggi dan dapat digunakan dengan mudah.

Pembuat aplikasi mobile harus memiliki kemampuan yang baik dalam pemrograman, serta memahami desain dan pengalaman pengguna untuk membuat aplikasi yang baik.

8. Pembuat game

Bekerja dalam bidang pembuatan game, baik untuk PC, konsol, atau perangkat mobile. Pembuat game adalah profesional yang bertanggung jawab untuk mengembangkan game, baik untuk PC, konsol, atau perangkat mobile.

Mereka menggunakan perangkat lunak seperti Unity, Unreal Engine, dan GameMaker Studio untuk membuat game yang menyenangkan dan menantang.

Pembuat game harus memiliki kemampuan yang baik dalam pemrograman, desain, dan storytelling untuk membuat game yang menarik.

9. Media Planer

Peluang kerja lain yang dapat dicoba oleh perusahaan multimedia besar adalah sebagai perancang media.

Anda akan bertanggung jawab untuk merencanakan, menegosiasikan, dan menjalankan kampanye perusahaan secara efektif dan efisien di media digital yang tepat.

Perencana media memastikan bahwa kampanye “menyentuh” hati khalayak. Jadi dia harus memiliki kemampuan analisis pemasaran dan konsumen yang baik.

10. Konsultan multimedia

Berikutnya bekerja sebagai konsultan dalam bidang multimedia, yang bertugas memberikan saran dan solusi kreatif untuk proyek-proyek klien.

Mereka dapat memberikan masukan dalam bidang desain grafis, animasi, video, fotografi, atau produk digital lainnya.

Konsultan multimedia harus memiliki kemampuan yang baik dalam komunikasi, serta memahami perkembangan terbaru dalam bidang multimedia untuk memberikan saran yang inovatif dan efektif.

Itu adalah beberapa contoh peluang kerja dalam bidang multimedia, tapi masih banyak lagi, sesuai dengan minat dan kemampuan anda.

Namun, perlu diingat bahwa bidang ini sangat kompetitif dan berkembang sangat cepat, jadi penting untuk terus meningkatkan keterampilan dan mengejar peluang untuk meningkatkan karier anda.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Ghufron Writer
10 bulan yang lalu
Inilah Pengertian, Tugas, Kualifikasi, Skill, dan Jenjang Karier Reporter

Inilah Pengertian, Tugas, Kualifikasi, Skill, dan Jenjang Karier Reporter

Batas Melamar Pekerjaan ini Career Zone

Jobnas.com-Dalam setiap saat, hampir di antara kita selalu mengkonsumsi berita yang disajikan berbagai media. Salah satu orang yang berperan besar dalam pemberitaan di media massa tidak terlepas dari seorang reporter, sosok yang berkaitan erat dengan dunia jurnalistik yang bertugas menyelidiki, meliput, mengumpulkan, serta menyajikan informasi sebagai berita. 

Sebelum disiarkan kepada publik, hasil liputannya pun akan melalui proses penyuntingan seorang redaktur atau produser berita.  Tanpa mereka, informasi dan berita tidak akan sampai ke pada khalayak. Meskipun tersampaikan, informasi yang diberikan kemungkinan besar takkan valid.

Lantas, apa sih yang dimaksud dengan profesi reporter? Seperti apa daftar tugas beserta kualifikasi yang harus mereka miliki? Nah, di artikel ini Jobnas.com akan menjawab itu semua. Yuk, simak sampai tuntas !

Pengertian Reporter

Dikutip dari Career Explorer, secara definitif reporter adalah mereka yang bekerja untuk mengumpulkan berita dan informasi tertentu. Tujuannya jelas, yaitu agar masyarakat terus mendapatkan informasi tentang kejadian-kejadian penting.

Baca Juga: Inilah Perbedaan antara Remarketing vs Retargeting!

Kerja-kerja seorang reporter di antaranya adalah melakukan wawancara, mencari sumber, dan mengumpulkan semua informasi yang dibutuhkan untuk menulis berita secara komprehensif. Berbagai berita yang disajikannya pun beragam, mulai dari informasi dalam bentuk tertulis, lisan, dokumenter, foto, atau artikel fitur.

Meski umumnya tak ada pembagian khusus, terkadang ada yang membagi pekerjaan ini ke dalam dua jenis. Hal ini dikarenakan ada sedikit perbedaan news reporter pada umumnya dengan TV reporter. Berikut penjelasannya

1. News Reporter

Reporter yang bertugas untuk mengumpulkan berita serta informasi penting atau yang sedang terjadi untuk diberitakan kepada publik merupakan tugas seorang News Reporter. Dari berbagai sumber, mereka mengumpulkan data yang cukup beragam dalam proses pengumpulannya. 

Misalnya dengan melakukan wawancara, kontak secara langsung, wire services (transmisi berita lewat satelit), dan juga sesi tanya jawab. Reporter akan menyusun informasi-informasi ini secara sistematis untuk dibagikan ke media cetak, radio, ataupun media online.

Beberapa media membagi-bagi pekerjaan reporter sesuai dengan jenis beritanya. Misalnya saja hiburan, olahraga, kriminal, teknologi, dan lainnya.

2. TV reporter

Reporter yang serupa dengan news reporter di media cetak atau online adalah TV Reporter. Mereka sama-sama mengumpulkan berita untuk dibagikan kepada publik. Hal yang membedakan adalah seorang TV reporter biasanya akan terlibat dengan live report untuk disiarkan di televisi.

Di samping itu, mereka juga menginvestigasi dan membahas ide baru, meliput berbagai macam peristiwa, bahkan terlibat wawancara dalam format siaran langsung. TV reporter dituntut untuk bisa menguasai penulisan bahkan mencari berita mulai dari skala kecil sampai berita skala nasional.

Selain untuk menyebarkan dan membagikan berita kepada audiens, apa fungsi dan tujuan dari pekerjaan reporter?

-mengungkap aspek mengapa (why) dan siapa (who) dalam berita yang ditulis

-menjelaskan keterkaitan berita satu dengan berita lainnya

-mengungkap latar belakang berita

-menggali persoalan di balik peristiwa dan berita

-membuka pemahaman yang lebih luas dari pembaca/khalayak

Di samping menyajikan berita, tugas seorang reporter pun harus memastikan bahwa berita yang dibagikan pun juga tidak bisa sembarangan dan harus dipastikan bahwa berita bukanlah hoaks. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh reporter saat meliput. Di antaranya adalah:

Kode Etik Jurnalistik

Cover both side/news balance, yakni perlakuan adil terhadap semua pihak yang menjadi objek berita, dengan meliput semua atau kedua belah pihak yang terlibat dalam sebuah peristiwa

Cek dan ricek, yakni meneliti kebenaran sebuah fakta atau data beberapa kali sebelum menuliskannya

Tugas dan Tanggung Jawab Reporter

Setelah kamu mengetahui pengertian dari seorang reporter, kini saatnya kamu harus memahami tugas dan tanggung jawab dari seorang reporter. Berikut di antara beberapa tugas dan tanggung jawab itu. 

1. Proses pembuatan berita

Proses atau  tahap pembuatan berita dimulai dari  mencari informasi tentang awal mula sebuah kejadian penting, memastikan kejadian yang akan diliput, dan mendokumentasikan seluruh informasi yang didapatkan, baik gambar, video, atau berupa tulisan.

2. Menulis berita

Setelah mendapatkan informasi, langkah berikutnya adalah menyusunnya menjadi sebuah berita. Ada tahapan yang perlu diperhatikan untuk menyusun informasi secara sistematis dan membentuk sebuah berita, yaitu:

menetapkan sudut pandang sesuai dengan jenis beritanya, apakah termasuk soft news, hard news, straight, feature atau analysis

Baca Juga: Inilah Penetapan Angka UMP di DKI Jakarta Tahun 2021

menulis seluruh berita dari informasi yang mereka dapat, umumnya mengacu pada 5w+1H (what, why, who, where, when + how)

mengedit berita, walaupun biasanya ada editor yang akan menyunting keseluruhan berita, namun reporter juga wajib untuk ikut membantu dalam prosesnya

Skill dan Kualifikasi Seorang Reporter

Untuk terjun langsung dalam dunia media, ada beberapa keahlian dan kualifikasi yang harus kamu penuhi. Di antaranya adalah:

1. Kemampuan observasi dan bersikap objektif

Untuk mengobservasi keadaan atau lingkungan sekitar, pada dasarnya manusia memiliki kemampuan alami. Untuk itulah  kamu harus mempertajam kemampuan observasi  untuk menjalani pekerjaan ini.

Hal penting lainnya adalah bagaimana di kemudian menjadikan sebuah berita dapat diserap dengan baik oleh para pembaca atau penonton. Namun, hal yang perlu diperhatikan adalah kamu harus dapat berpikir secara analitik untuk membuang subjektivitas dalam membuat berita

Memang, dalam tulisan subjektivitas masih akan terasa dari segi gaya bahasa. Meski demikian, jangan sampai isi berita juga menjadi subjektif dan nantinya terlihat seperti menggiring opini publik. Dengan demikian, agar emosi penulis tak terlibat, riset dan data menjadi sangat penting untuk menjadi dasar dalam pembuatan berita.

2. Rasa ingin tahu yang tinggi

Kamu harus mengasah rasa ingin tahu aagar dapat mengerjakan pekerjaan dengan baik. Keingintahuan yang sangat tinggi sangat dibutuhkan dalam mencari sebuah berita agar bisa mengulik informasi sedetail mungkin.

Hal ini bertujuan untuk memberikan informasi secara lengkap yang dibutuhkan oleh audiens dan bukan hanya sekadar ‘kulitnya’ saja.

Selain itu, rasa ingin tahu juga berguna jika kamu ingin memeriksa kembali sumber berita yang kamu dapatkan. Jangan percaya dengan satu sumber saja, tetapi kamu harus mencari sumber lain untuk kroscek kebenaranya.

3. Kemampuan berkomunikasi

Berikutnya, kemampuan komunikasi sangat diperlukan untuk menjadi seorang reporter. Mulai dari komunikasi secara verbal maupun lewat tulisan.

Dalam pekerjaannya, tak jarang reporter harus melakukan wawancara kepada narasumber atau bahkan live report di televisi.

4. Kemampuan interpersonal

Dalam menjalankan tugasnya mencari berita, seorang reporter wajib memiliki kemampuan interpersonal. Interpersonal adalah kemampuan seseorang secara efektif untuk berinteraksi dengan orang lain maupun dengan rekan kerja.

Misalnya, dengan menjadi pendengar yang baik, menyampaikan pendapat secara jelas dan bekerja dalam satu tim. Hal ini bermanfaat ketika tengah melakukan tugas peliputan. Misalnya kamu harus memiliki empati jika meliput berita musibah.

Di samping itu, kamu juga harus memiliki sikap asertif untuk mengkonfrontasi politikus ketika ada pertanyaan yang sulit dijawab.

Jenjang Karier Reporter

Menurut Rishi Career, perkembangan reporter dapat dijelaskan sesuai dengan bagan di atas.

Menjadi seorang reporter merupakan langkah awal  untuk mengawali karier di media, setelah itu baru naik ke level berikutnya. Umumnya, puncak karier dari reporter adalah pemimpin redaksi.

Akan tetapi, bagan ini bukanlah termasuk acuan dari perkembangan karier menjadi reporter. Dunia media yang luas bisa membawamu ke arah yang lebih luas juga.

Baca Juga: Perhatikan 7 Hal Ini, Apabila Ingin Menulis Surat Rekomendasi Kerja untuk Temanmu

Demikianlah penjelasan singkat Jobnas.com mengenai karir reporter, mulai dari definisi, tanggung jawab, kualifikasi, hingga jenjang kariernya. Intinya, seorang reporter adalah para petugas yang bertanggung jawab untuk menyelidiki, meliput, dan merangkum informasi menjadi sebuah berita. Bagi kamu yang gemar tantangan, pekerjaan di bidang jurnalistik ini sejatinya cocok. Bila tertarik, pastikan kamu sudah menguasai seluruh kualifikasinya dan skill-nya, ya.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Iwan Bisa
2 tahun yang lalu
Pelajari Peran Return on Equity (ROE) dalam Menilai Performa Keuangan

Return on Equity (ROE) Apa Saja Kegunaanya?

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com - Return on Equity (ROE) sangat penting bagi sebuah perusahaan yang ingin mengelola transparansi keuangan.

Dalam dunia keuangan, kita mengenal istilah active income dan passive income. Active income sendiri adalah penghasilan yang bisa kita dapatkan ketika kita bekerja. Dalam artian, untuk dapat penghasilan kita harus bekerja.

Berbeda dengan poin kedua, untuk mendapat pengahasilan kita tidak perlu bekerja. Kita hanya perlu mengeluarkan modal, selanjutnya biarkan sistem yang bekerja untuk kita. Salah satunya adalah dengan cara berinvestasi.

Jika kalian memiliki uang lebih, ada baiknya untuk berinvestasi. Namun, sebelum melakukannya, kalian perlu memperlajari return on equity (ROE) perusahaan yang ingin kita tuju.

Langkah ini perlu dilakukan karena angka tersebut dapat menunjukkan efisiensi perusahaan dalam memanfaatkan ekuitas dan performa keuangannya secara menyeluruh.

Baca artikel ini sampai tuntas ya, agar kalian tidak salah langkah ketika ingin berinvestasi dimulai dari pengertian ROE, cara menghitung hingga apa saja kegunaan dari ROE itu sendiri.

Apa Itu Return on Equity (ROE)?

Langkah pertama kita perlu tahu apa itu ROE terlebih dahulu. Melansir dari Investopedia, return on equity adalah rasio yang menunjukkan seberapa efisien sebuah perusahaan dan bagaimana manajemennya dari aspek keuangannya.

Rasio ini dibutuhkan oleh para investor agar sebelum berinvestasi mereka bisa memutuskan untuk melanjutkan atau tidak, karena performa keuangan sebuah perusahaan akan berpengaruh banyak terhadap kesejahteraan dalam berinvestasi.

Kita pasti tidak mau, niatnya berinvestasi untuk dapat passive income tetapi malah kerugian yang kita dapatkan karena tidak bisa menilai ROE dengan baik dari perusahaan, bukan?

Intinya, ROE itu sangat penting untuk dilihat oleh investor, agar tidak asal berinvestasi. Dengan data ini, setidaknya mereka tahu medan yang akan dihadapi nantinya.

Sederhananya, semakin tinggi rasio ROE, semakin efisien pula manajemen perusahaan dalam mencari pendapatan dan meningkatkan perkembangan dari pembiayaan ekuitas yang ada.

Sampai sini sudah paham tentang dasar dari return on equity, kan?

Cara Menghitung Return on Equity (ROE)

Setelah mengetahui apa itu ROE, maka langkah selanjutnya adalah belajar bagaimana cara menghitungnya dengan benar.  menandakan performa keuangan sebuah perusahaan.

Nah, perhitungan apakah kira-kira yang bisa menentukan performa keuangan sebuah perusahaan berdasarkan objek yang bisa dinalar?

Jawabannya adalah pendapatan bersih dan ekuitas dari para pemegang saham atau yang lebih dikenal dengan istilah shareholder.

Tenang saja, cara menghitung ROE sangat mudah, kok. Kalian hanya perlu membagi jumlah pendapatan bersih perusahaan dengan pendapatan para pemegang saham dikurangi dividen dan pengeluaran lainnya.

Untuk pemegang saham, jumlah yang diperhitungkan dalam return on equity (ROE) adalah semua saham yang dimiliki oleh para investor. Kalian bisa mendapat datanya melalui internet atau bisa langsung meminta data pada pihak perusahaan.

Tolak Ukur Return on Equity (ROE)

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Corporate Finance Institute, return on equity dapat memperlihatkan inti dari suatu perusahaan, untuk mengukur profitabilitas atau kemungkinan mendapatkan keuntungan bagi para pemilik usaha dan investor.

Dalam arti lain, pendapatan yang diterima oleh para stockholder adalah tolak ukur yang menunjukkan seberapa besar uang yang dihasilkan setelah mereka berinvestasi di sana.

Mencari Tahu Masalah dengan Melihat ROE

Selain menjadi tolak ukur keuntungan yang mungkin didapatkan, return on equity (ROE) juga bisa digunakan untuk mencari tahu masalah di perusahaan tidak terlihat dan tidak terpublikasi resmi.

ROE yang tinggi seyogyanya menandakan manajemen keuangan perusahaan yang cukup bagus, meski demikian jika tidak diimbangi dengan performa ekuitas yang baik pula bisa berisiko pada para investor.

Dilansir dari Investopedia, setidaknya ada 2 hal yang bisa dijadikan tool untuk melihat sinergi yang terbangun antar keduanya, yaitu:

1. Profit tidak konsisten

Salah satu masalah utama dari return on equity (ROE) yang terlampau tinggi adalah kemungkinan adanya profit yang tidak konsisten.

Sebagai contoh, ada perusahaan yang sudah beberapa tahun tidak memiliki profit sama sekali.

Namun, pada tahun ini mereka mendapatkan profit yang luar biasa banyak. Setelah dihitung, nilai akhir ROE bisa jadi sangat tinggi bahkan terlampau tinggi. Inilah yang dimaksud dengan profit yang tidak konsisten.

Jika demikian, itu tandanya ROE perusahaan terssebut sedang tidak baik.

2. Utang dalam jumlah besar

Ketika kalian mendapati perusahaan dengan return on equity (ROE) yang sangat tinggi, maka jangan terlalu gegabah untuk segera berinvestasi. Sebab, bisa saja ROE dari perusahaan itu tinggi karena perusahaan tersebut seringkali meminjam uang dalam jumlah besar.

Nominal pinjaman secara instan berpengaruh terhadap tinggi rendahnya ROE.

Hal ini terjadi karena equity yang terdapat dalam perhitungan adalah hasil pengurangan aset dengan utang.

Semakin tinggi utang sebuah perusahaan, semakin rendah pula ekuitasnya.

Nah, sampai di sini apakah kalian sudah bisa memahami ROE dan bagaimana cara kerjanya?

Intinya, ROE merupakan rasio yang membantu investor melihat kemungkinan mendapat keuntungan setelah berinvestasi di perusahaan yang dituju.

Semoga artikel ini bermanfaat!

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Enol Writer
8 bulan yang lalu
5 Perbedaan Process Modelling dan Mapping dalam Bisnis

5 Perbedaan Process Modelling dan Mapping dalam Bisnis

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com - Process modelling dan mapping memiliki kegunaan untuk merampingkan operasi bisnis. Namun demikian, terdapat beberapa perbedaan antara kedua proses tersebut.

Misalnya dari kegunaan, fokus utama, manfaat hingga seterusnya, sehingga dengan mengetahui perbedaan keduanya, Anda bisa mengetahui kapan waktu yang tepat untuk melakukannya.

Artikel kali ini akan memberi Anda beberapa ringkasan seputar Process modelling dan Process mapping. Akan tetapi sebelum masuk ke pembahasan, mari kita pahami pengertian dari kedua proses tersebut.

Pengertian Process Modelling

Pengertian Process Modelling

Process Modelling, dapat diartikan sebagai representasi grafis dari proses bisnis dan berbagai aktivitas yang terkait dengannya. 
Dalam teknik ini, Anda menjelaskan secara detail bagaimana proses bekerja dan siapa yang bertanggung jawab untuk itu.
Process Modelling, menurut Simplicable, juga digunakan sebagai dasar untuk  perbaikan berkelanjutan alur kerja bisnis.

Sebelum mempelajari perbedaan antara process modelling dan mapping, Anda harus terlebih dahulu mengetahui definisinya.

Process Modelling, dapat diartikan sebagai representasi grafis dari proses bisnis dan berbagai aktivitas yang terkait dengannya. 

Dalam teknik ini, Anda menjelaskan secara detail bagaimana proses bekerja dan siapa yang bertanggung jawab untuk itu.

Process Modelling, menurut Simplicable, juga digunakan sebagai dasar untuk  perbaikan berkelanjutan alur kerja bisnis.

Pengertian Process Mapping

Pengertian Process Mapping

rocess Mapping adalah teknik yang digunakan untuk membuat peta yang memvisualisasikan alur kerja atau proses bisnis.
Dari peta yang dihasilkan, Anda dapat secara singkat dan langsung mengomunikasikan cara kerja proses bisnis.

Sebagaimana dilansir dari Appian, Process Mapping adalah teknik yang digunakan untuk membuat peta yang memvisualisasikan alur kerja atau proses bisnis.

Dari peta yang dihasilkan, Anda dapat secara singkat dan langsung mengomunikasikan cara kerja proses bisnis.

Proses ini memungkinkan bisnis untuk melacak dan melaporkan. Tidak hanya itu, melakukan audit bisnis juga akan lebih mudah dilakukan dengan peta proses ini.

Ini adalah perbedaan utama antara pemodelan proses dan pemetaan proses.

Baca Juga: Kenali Inclusive Meeting, Cara Membuat Meeting Efektif dan Hasil Maksimal

Perbedaan Process Modelling dan Mapping

Selain definisi yang telah disebutkan di atas, masih ada perbedaan lain antara process mapping dan process modelling.

Berikut adalah beberapa perbedaan yang mencolok di antara kedua proses tersebut.

1. Kegunaan

Dari segi kegunaan, process modelling dan process mapping memiliki perbedaan masing-masing, misalnya;

Process modelling, digunakan sebagai bagian dari visualisasi proses untuk proyek baru atau merampingkan alur kerja perusahaan.

Dengan cara ini, process modelling dapat membantu Anda menganalisis proses dan mengembangkan cara untuk membuatnya bekerja lebih efisien.

Sementara itu, process mapping digunakan untuk mendokumentasikan proses bisnis yang sedang berlangsung sebagai diagram multi-level. 

Akibatnya, process mapping dapat membantu Anda lebih memahami proses bisnis yang digunakan.

2. Fokus utama

Fokus utama dari process modelling adalah untuk menjelaskan hubungan yang terjadi dalam sebuah proses bisnis.

Beberapa hubungan yang termasuk dalam proses ini antara lain;

  • hubungan antara setiap langkah dalam proses
  • hubungan antara proses bisnis secara keseluruhan dengan lingkungannya
  • hubungan antara proses bisnis dengan perusahaan

Begitu juga dengan informasi seputar waktu dan biaya yang dibutuhkan, menjad fokus utama dari process modelling.

Dengan demikian, anggota tim dapat memakai informasi tersebut untuk mencari kesempatan mengefektifkan proses dalam suatu proyek yang sedang dikerjakan.

Di sisi lain, fokus utama process mapping adalah untuk menggambarkan urutan dan alur yang terjadi dalam suatu proyek. 

Dalam pemetaan proses, tujuannya adalah untuk menggambarkan alur kerja dalam suatu proyek atau bisnis sejelas mungkin.

Sehingga membuatnya tetap fokus untuk menjelaskan kegiatan-kegiatan penting dalam proyek tersebut.

Akibatnya, beberapa faktor bisnis yang mempengaruhi proses bisnis dihilangkan dari process mapping.

3. Manfaat

Salah satu manfaat dari process modelling adalah Anda dapat mengatur alur kerja sesuai keinginan Anda. 

Tentu hal ini akan memberi Anda kesempatan untuk mengatur proses bisnis sekreatif mungkin.

Bahkan ada kemungkinan nantinya akan memberi Anda beberapa ide dan cara untuk merampingkan proses saat ini.

Sedangkan process mapping tidak memberi Anda kemampuan untuk melakukan hal tersebut karena Anda "hanya" menggambarkan apa yang terjadi dalam proses bisnis atau proyek.

4. Informasi yang disampaikan

Dari segi informasi yang disampaikan, process modelling dan pemetaan merupakan perbedaan yang mencolok.

Dalam process modelling, terdapat informasi tentang hubungan antara setiap tindakan dalam proses dan hasilnya.

Process modelling juga dapat mencakup aturan bisnis dan ekonomi dalam proses.

Dengan cara ini, Anda dapat memprediksi kemungkinan hasil penerapan aturan ini.

Sedangkan informasi yang disampaikan dalam process mapping lebih kepada memberikan gambaran yang jelas tentang proses yang berlaku dalam perusahaan.

5. Akomodasi 

Process modelling adalah teknik yang sangat mudah beradaptasi dan dapat dimodifikasi untuk mencerminkan perubahan dalam alur kerja bisnis atau proyek.

Oleh karena itu, process modelling dapat digunakan terus menerus oleh perusahaan.

Ini menjadikannya teknik yang sangat mudah beradaptasi karena merupakan alat visualisasi yang bertahan lama.

Sementara itu, process mapping biasanya hanya digunakan untuk proses yang sedang digunakan.

Jadi saat alur kerja yang berlaku untuk proyek atau bisnis berubah, peta tidak lagi valid.

Memang, process mapping lebih berfokus pada kejelasan proses daripada adaptasinya.

Jadi, inilah yang perlu Anda ketahui tentang perbedaan antara process modelling dam mapping.

Kedua teknik ini dapat membantu proses bisnis berjalan lebih efisien, yang sangat penting untuk pertumbuhan bisnis. 

Selain informasi ini, Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang perkembangan bisnis dengan membaca artikel di Jobnas.

Memahami Lebih Dalam Process Modelling

Process Modelling 

Pemodelan proses merupakan teknik yang digunakan dalam manajemen proses bisnis untuk menggambarkan semua aspek yang terkait dengan proses tersebut.

Melalui pemodelan proses, organisasi dapat memahami dan mengkoordinasikan setiap aktivitas yang terjadi dalam setiap tahapan proses bisnis.

Pemodelan proses juga merupakan langkah awal yang penting dalam perancangan, implementasi, dan pemantauan proses bisnis.

Dengan menggunakan pemodelan proses, organisasi dapat mengidentifikasi hambatan, menemukan peluang perbaikan, serta mengoptimalkan proses bisnis untuk mencapai efisiensi dan efektivitas yang lebih baik.

Salah satu alat yang sering digunakan dalam pemodelan proses adalah diagram aliran proses.

Diagram ini memberikan gambaran visual mengenai urutan aktivitas dalam proses, pergerakan informasi, dan interaksi antara unit-unit organisasi.

Melalui pemodelan proses, juga memungkinkan analisis yang lebih mendalam terkait dengan setiap tahapan proses. Hal ini dapat membantu pemangku kepentingan dalam memahami detail operasional, sumber daya yang terlibat, serta hubungan antara aktivitas-aktivitas yang berbeda.

Dengan demikian, organisasi dapat mengidentifikasi kemungkinan masalah, kelemahan, serta peluang untuk melakukan perubahan yang dibutuhkan.

Selain itu, pemodelan proses juga memfasilitasi pemantauan dan pengukuran kinerja proses.

Dengan menggambarkan kegiatan-kegiatan yang seharusnya dilakukan serta menggunakan metrik yang relevant, organisasi dapat mengukur efisiensi proses dan menemukan area yang perlu diperbaiki.

Dengan adanya pengukuran yang akurat dan sistematis, organisasi dapat mengambil keputusan yang lebih baik.

Selain manfaat tersebut, pemodelan proses juga sangat penting dalam meningkatkan komunikasi dan koordinasi antar unit organisasi.

Dalam sebuah bisnis, terkadang terjadi pemisahan antara unit-unit yang berbeda, yang mengakibatkan kurangnya pemahaman holistik tentang keseluruhan proses.

Dengan menggunakan pemodelan proses, organisasi dapat menggabungkan wawasan dan pemahaman mengenai proses bisnis, yang memudahkan keterlibatan dan kolaborasi antar unit organisasi.

Secara keseluruhan, pemodelan proses merupakan alat penting dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas bisnis.

Di tengah perubahan yang terus menerus, organisasi perlu terus memperbarui dan memperbaiki proses mereka agar tetap relevan dan dapat bersaing.

Pemodelan proses merupakan langkah awal yang penting dalam menghadapi tantangan ini, dan dengan tekad, pemahaman, serta inovasi yang tepat, organisasi dapat merancang dan mengoptimalkan proses bisnis mereka dengan baik.

Mapping Dalam Bisnis: Memetakan Langkah Strategis untuk Keberhasilan

Dalam dunia bisnis yang kompetitif, perencanaan yang baik menjadi kunci untuk mencapai keberhasilan jangka panjang. Salah satu alat yang sangat penting dalam perencanaan tersebut adalah pemetaan atau mapping.

Mapping dalam bisnis adalah teknik yang memetakan langkah-langkah strategis untuk mencapai tujuan dan visi bisnis dengan efektif dan efisien.

Pentingnya mapping dalam bisnis tidak bisa diremehkan. Dengan mapping yang baik, sebuah perusahaan dapat mengenali peluang dan risiko yang ada di pasar, memahami kekuatan dan kelemahan internal perusahaan, serta mengatur sumber daya dengan tepat guna.

Mapping juga membantu perusahaan dalam menentukan arah yang tepat dan mengidentifikasi titik pertumbuhan yang potensial.

Salah satu manfaat utama dari mapping dalam bisnis adalah untuk membantu pemilik atau pengusaha dalam mengambil keputusan yang tepat.

Dengan melihat gambaran besar yang tercakup dalam peta bisnis, para pengambil keputusan dapat melihat hubungan antarbagian, melihat pengaruh satu keputusan terhadap elemen lainnya, dan mengidentifikasi kebutuhan yang harus dipenuhi untuk mencapai tujuan bisnis.

Dalam proses mapping, beberapa langkah penting perlu diperhatikan. Pertama, identifikasi visi dan misi bisnis. Hal ini penting untuk memetakan tujuan jangka panjang yang ingin dicapai.

Kedua, analisis lingkungan bisnis, yaitu mengevaluasi peluang dan ancaman yang ada di pasar serta bagaimana perusahaan harus beradaptasi dengannya.

Ketiga, identifikasi kekuatan dan kelemahan internal perusahaan. Ini akan membantu dalam membangun strategi dan tindakan yang tepat. Keempat, menentukan strategi bisnis yang akan diimplementasikan. Kelima, menentukan tindakan yang harus diambil dalam jangka pendek, menengah, dan jangka panjang.

Dalam proses pemetaan bisnis, penting juga untuk melibatkan tim manajemen dan anggota yang memiliki pengetahuan yang relevan dengan aspek-aspek bisnis.

Diskusi dan kolaborasi bersama akan menghasilkan gambaran yang lebih komprehensif dan ide yang lebih kreatif.

Mapping dalam bisnis bukanlah proses yang statis, melainkan perlu dipantau dan diperbarui secara berkala. Perubahan dalam lingkungan bisnis atau secara internal dalam perusahaan dapat mempengaruhi peta bisnis.

Dengan melakukan pembaruan secara teratur, perusahaan dapat terus meningkatkan dan mengoptimalkan strategi bisnis mereka.

Secara keseluruhan, mapping dalam bisnis adalah alat yang sangat penting bagi perusahaan untuk mencapai keberhasilan jangka panjang.

Dengan memahami lingkungan bisnis, kekuatan dan kelemahan internal, serta merencanakan strategi dan tindakan yang tepat, perusahaan dapat melangkah maju dengan lebih percaya diri. Jadi, jangan remehkan kekuatan dari sebuah peta bisnis.

Mulailah mapping dalam bisnis Anda dan petakan langkah-langkah strategis untuk mencapai tujuan dengan maksimal!

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Ghufron Writer
2 tahun yang lalu
Pengertian, Jenis, dan Manfaat dari Analisis Audiens - Jobnas

Pengertian, Jenis, dan Manfaat dari Analisis Audiens

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com-Salah satu langkah yang dapat membantu kamu sebagai seorang marketer dalam mendapatkan insight penting mengenai basis konsumen dan memahami mereka lebih baik lagi adalah analisis audiens. 

Melalui analisis audiens, kamu dapat membuat konten yang lebih menarik dan bermakna bagi mereka. Selain itu, analisis ini juga akan membantu perusahaan dan kamu untuk mendapatkan pembeli baru dan menjaga loyalitas konsumen. Sehingga, penting bagimu untuk mempelajari hal ini.

Nah, di artikel ini Jobnas..com akan memberi penjelasan singkat seputar audience analysis bagimu. Yuk, simak selengkapnya berikut ini!

Baca Juga: Gunakan Tampilan Lightbox Popup Agar User Bertahan dalam Situs

Pengertian Analisis Audiens

Menurut Indeed, secara definitif, analisis audiens merupakan proses mengoleksi informasi sebanyak mungkin dengan tujuan untuk mengetahui dan memahami mereka lebih baik lagi. 

Untuk mengetahui siapa mereka dan hal apa yang dipedulikan oleh audiens, melakukan audience analysis tentu akan sangat membantumu untuk hal itu.

Selain itu, hal tersebut dapat membantu bisnis, marketer, dan ahli di bidang customer service mengidentifikasi, merencanakan, serta mengimplementasikan marketing campaign juga strateginya. Marketer dapat melakukan segmentasi audiens, riset pasar, dan membuat keputusan yang terarah dengan data yang didapat dari audience analysis.

Beberapa pertanyaan yang lazim ingin dijawab dari analisis ini antara lain:

jenis topik seperti apa yang harus dibahas oleh konten darimu?

nilai apa yang paling penting dan selalu dipegang oleh audiensmu?

jenis campaign seperti apa yang kompetitor luncurkan?

platform dan channel apa yang paling sering audiens gunakan untuk berinteraksi dengan brand-mu?

campaign seperti apa yang paling berhasil di seluruh tipe audiens?

Jenis-Jenis Analisis Audiens

Perlu dipahami bersama bahwa dalam audience analysis dapat dilakukan dalam beragam bentuk sesuai tujuan yang ingin dicapainya.

Saat ini, karena terdapat beragam tools yang bisa digunakan seperti website metric dan audience intelligence, perusahaan dapat melakukan analisis dengan lebih mudah. Dikutip dari Audiense Resources, berikut adalah beberapa jenis dari analisis audiens.

1. Demografis

Umur, gender, dan lokasi geografis merupakan beberapa bagian  dari proses yang mengelompokkan dan menganalisis sebuah audiens berdasarkan kategori demografis.

2. Branded

Proses yang mengidentifikasi dan memahami audiens dari suatu brand tertentu. Baik itu brand milik perusahaan sendiri atau kompetitor yang berasal dari industri serupa.

3. Psikografis

Afinitas, ketertarikan, dan nilai yang dipegangnya merupakan beberapa bagian dari proses mengategorikan dan menganalisis audiens berdasarkan faktor psikografis.

4. Unbranded

Proses memahami audiens dengan sesuatu yang tidak terkait dengan brand yang serupa. Seperti konsumen dari suatu produk yang umum atau pembaca dari suatu publikasi tertentu.

5. Kompetitor

Proses mengidentifikasi dan menganalisis data seputar audiens milik kompetitor.

6. Sosial

Proses menggunakan data dari platform media sosial seputar user aktifnya untuk membantu brand memahami audiensnya lebih baik lagi.

Baca Juga: Debt Stacking, Solusi Paling Tepat Agar Bebas dari Hutang

Pentingnya Analisis Audiens 

Untuk menentukan strategi produk, konten, public relation, brand marketing, dan customer service, suatu perusahaan dapat menggunakan audience analysis. Lebih dari itu, menurut Quintly, terdapat beberapa alasan di balik pentingnya menggunakan analisis audiens.

1. Meningkatkan aksesibilitas

Aksesibilitas bertujuan untuk memberi tahu perusahaan apakah produk atau layanannya dapat ditemukan atau dibeli dengan mudah oleh konsumen.  Misalnya, hal yang terkait dengan aksesibilitas dapat berupa;

apakah iklanmu sudah mencapai audiens yang tepat?

apakah website-mu sudah mobile-friendly atau belum?

2. Mempelajari ekspektasi audiens

Untuk mengatasi pain point milik konsumen, ekspektasi dapat menjadi ukuran dasar dari kemampuan produk atau layanan. Misalnya, dengan harga di kisaran Rp 250 ribu, konsumen akan mengekspektasikan produkmu untuk memilikinya. 

Nah, kamu bisa memberi produkmu harga lebih murah untuk menjadi selling point-nya di mata konsumen.

3. Mengidentifikasi channel yang lebih disukai

Analisis audiens juga dapat membantumu mengetahui channel apa yang paling sering digunakan oleh target audiensmu. Dengan demikian, kamu bisa membuat konten atau pesan di platform media sosial yang lebih disukai audiensmu. Sehingga, tingkat engagement mereka terhadap konten atau pesanmu menjadi lebih tinggi.

4. Melacak tren dari ketertarikan audiens

Dalam setiap waktu, ketertarikan audiens dapat berubah dan mempengaruhi decision making-nya. Di titik inilah kamu bisa memanfaatkannya untuk menghasilkan lebih banyak engagement dan impression dengan melacak ketertarikan audiens dan mengidentifikasi tren sebelum menjadi populer.

Melakukan analisis audiens dapat membantumu memahami penyebab dari perubahan ketertarikan audiens. Sehingga, kamu bisa memanfaatkan tren tersebut untuk kegiatan marketing-mu.

5. Mengidentifikasi topik yang sedang tren

Dengan melakukan audience analysis, kamu juga bisa tahu topik apa yang akan menarik perhatian audiens. Sebab, topik yang baik harus disesuaikan dengan kebutuhan dan minat dari audiens. Kamu juga harus memiliki keahlian dalam membahas topik yang diangkat.

Sehingga, analisis ini membantumu menentukan topik khusus yang memiliki kemungkinan besar akan ditanggapi positif oleh audiensmu. Dengan demikian, kamu bisa membuat pesan dan konten marketing yang sesuai dengan kebutuhan serta ketertarikan mereka.

Baca Juga: Cara Mendapatkan Bantuan Modal Usaha UMKM 2023

Demikianlah penjelasan Jobnas.com terkait beberapa hal yang bisa kamu pelajari seputar analisis audiens. Yang perlu diingat adalah karena dapat membuatmu memahami audiens lebih baik, melakukan hal ini dalam kegiatan marketing-mu menjadi sangat begitu penting. Dari sinilah loyalitas konsumen pun akan meningkat.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Ghufron Writer
1 tahun yang lalu
Inilah Pengertian, Contoh, dan Tips Penting dari High Risk Investment

Inilah Pengertian, Contoh, dan Tips Penting dari High Risk Investment

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com-Dalam dunia investasi, high risk investment merupakan istilah yang kerap kali didengar selain low risk investment. Dalam memilih resiko investasi, masing-masing orang pasti memiliki kemampuan dan keinginan yang tidak sama. 

Kini saatnya, kamu perlu memahami jenis resiko dari investasi high risk agar bisa temukan produk investasi yang paling pas untukmu. Oleh karena itu, di artikel ini Jobnas.com telah merangkum beberapa hal terkait  high risk investment yang perlu kamu ketahui. Yuk, langsung saja simak selengkapnya!

Pengertian High Risk Investment

Menurut Investopedia, secara definitif high risk investment bisa dibilang sebagai investasi yang kemungkinannya lebih besar untuk mengalami kerugian. Bukan berarti dengan adanya resiko yang besar menjadi suatu investasi yang dihindari. 

Namun,  kamu memang perlu memastikan bahwa investasi tersebut cocok untukmu. Kamu harus menyadari konsekuensinya bahwa investasi risiko tinggi bisa berpotensi membuatmu rugi.

Menurut Money Helper,  meskipun beberapa penipuan memang biasanya berkaitan erat dengan high risk investment, investasi risiko tinggi tentu berbeda dengan investasi ilegal atau penipuan. 

Di samping itu, low risk investment tidak memiliki risiko kerugian terlalu besar tetapi juga tidak bernilai tinggi untuk portofoliomu. Jika kamu sering mendengar istilah  high risk high return itu berarti semakin tinggi risiko suatu investasi, biasanya return atau keuntungan yang akan kamu dapatkan juga semakin tinggi. Sebaliknya, jika risikonya rendah, keuntungan yang dihasilkan juga rendah.

Dengan demikian, kamu harus curiga dengan investasi yang low risk tetapi menjanjikan high return karena investasi yang benar hasilnya pasti tidak ada yang instan.

Contoh High Risk Investment

Jika kamu ingin mengetahui seperti apa contoh investasi berisiko tinggi ini, simak penjelasan dari Investopedia berikut ini: 

1. Kontrak Opsi Saham (KOS)

Menurut OJK, Kontrak Opsi Saham (KOS) adalah salah satu produk derivatif dari saham. Produk derivatif merupakan sebuah kontrak atau perjanjian yang keuntungannya terkait dengan kinerja aset lain.

Karena bersifat produk derivatif, harga atau nilai KOS akan tergantung pada nilai saham yang menjadi acuannya. KOS merupakan efek yang memberimu hak untuk membeli (call option) atau atau hak untuk menjual (put option) atas suatu underlying asset, yaitu aset yang menjadi dasar harga derivatif.

KOS adalah instrumen investasi yang kuat karena bisa menjadi nilai besar bagi portofoliomu. Salah satu contoh manfaat KOS adalah bisa berfungsi sebagai hedge atau perlindungan terhadap penurunan nilai stock market untuk meminimalkan kerugian.

2. Initial Public Offering (IPO)

Kamu berkesempatan untuk mendapatkan return yang tinggi ketika sudah mulai ada penyesuaian valuasi jika membeli saham di Initial Public Offering atau IPO saat perusahaannya undervalued.

IPO sendiri adalah proses penawaran saham yang dilakukan oleh perusahaan atau emiten secara terbuka untuk masyarakat umum.

Alasan mengapa mekanisme ini termasuk ke dalam high risk investment adalah karena masih ada kemungkinan perusahaan tersebut gagal menghasilkan return untuk investor.

Jadi, perusahaan yang sudah melakukan IPO bukan berarti bebas dari ketidakpastian apakah manajemen akan mampu memajukan perusahaan atau tidak.

3. Venture capital

Para pendiri startup sudah pasti banyak yang membutuhkan pendanaan. Nah, venture capital adalah jenis investasi di mana kamu memberikan modal untuk startup atau perusahaan rintisan.

Umumnya, pendanaan venture capital memang mempunyai minimum pendanaan yang cukup tinggi. Meski demikian, return-nya juga akan tinggi ketika startup tersebut mampu hasilkan profit. Intinya, kamu harus memerhatikan fakta bahwa startup memiliki risiko tinggi untuk gagal.

Mulai dari manajemen yang masih belum matang, marketing yang belum maksimal, hingga produk yang belum dikembangkan sempurna, ada banyak faktor yang dapat menggagalkan investasimu.

4. Foreign emerging market

High risk investment yang satu ini memungkinkanmu untuk berinvestasi pada negara yang sebelumnya memiliki pertumbuhan ekonomi rendah dan sedang bertumbuh ke level yang lebih tinggi.

Investor bisa membeli berbagai instrumen investasi yang disediakan, mulai dari obligasi pemerintah maupun saham dari sektor-sektor yang sedang mengalami pertumbuhan.

Baca Juga: Cara Mendapatkan Bantuan Modal Usaha UMKM 2023

Resiko terbesar dari investasi ini adalah pertumbuhan ekonomi negara tersebut yang mungkin saja masih belum stabil dan bisa menurun kapan saja.

Selain itu, ditambah lagi ketidakstabilan politik yang turut mempengaruhi kebijakan dan perekonomian suatu negara. Bukan tak mungkin ada perubahan mendadak yang akan berdampak buruk pada investasimu.

5. Real Estate Investment Trust (REIT)

Selanjutnya adalah Real Estate Investment Trust yang merupakan sebuah perusahaan yang memiliki dan mengoperasikan real estate komersial, seperti hotel, perkantoran, pusat perbelanjaan, dan lain-lain.

Kamu akan mendapatkan beberapa keunggulan jika berinvestasi di REIT, seperti mendapatkan perpajakan khusus tetapi menghasilkan dividen yang cukup tinggi.

Meski demikian, REIT rentan terhadap kerugian karena nilainya mudah dipengaruhi oleh kondisi ekonomi suatu negara serta tingkat suku bunga. Real estate juga mengalami depresiasi yang membuat nilainya dapat terus menurun. 

Itulah mengapa REIT termasuk ke dalam salah satu contoh high risk investment namun dapat mendatangkan high return juga, yaitu sekitar 10-15% dividen.

6. Cryptocurrency

Cryptocurrency merujuk terhadap aset atau uang digital yang bisa ditukarkan dengan cara yang mirip seperti mata uang biasa. Bitcoin merupakan salah satu bentuk  cryptocurrency di antara beberapa yang terkenal. 

Berinvestasi di cryptocurrency bisa membawa return yang cukup tinggi. Meskipun demikian, risikonya juga cukup besar, di antaranya adalah harga yang sangat tidak stabil, rentan terhadap serangan cyber dan penipuan, regulasi belum jelas, mengakibatkan sulitnya bagi investor untuk membuat komplain, dan kompleksitas yang tinggi sehingga tidak semua cryptocurrency bisa diubah menjadi uang tunai

Tips Berinvestasi Pada Produk High Risk Investment

Karena mengandung resiko yang tinggi, kamu perlu berhati-hati dalam mengambil keputusan dan tidak perlu takut. Sebelum kamu berinvestasi pada produk yang resikonya tinggi, ada beberapa hal yang perlu kamu lakukan: 

1. Riset mendalam

Barangkali, beberapa jenis investasi memiliki mekanisme kompleks dan istilah yang belum kamu pahami sepenuhnya. Oleh karena itu, apabila kamu masih mempunyai banyak kebingungan, sebaiknya tidak usah memaksakan diri untuk berinvestasi.  Pelajari seluruh risiko dan juga biaya yang perlu kamu keluarkan nantinya.

2. Baca paperwork dengan cermat

Kamu harus membaca dan memahami dengan baik semua paperwork atau dokumen yang ada. Sebaiknya, jangan ragu untuk bertanya terhadap orang lain atau pihak yang bertanggung jawab atas transaksi investasi tersebut apabila terdapat hal yang belum kamu pahami.

3. Jangan terlalu cepat memutuskan

Terakhir, sebaiknya jangan langsung tergiur jika ada yang menawarkan investasi padamu lebih dulu. Langkah yang bisa kamu lakukan adalah bandingkan dengan investasi lain yang lebih masuk akal. Di samping itu, pastikan untuk menerima high risk investment dari perusahaan yang telah diregulasi dan diawasi oleh lembaga keuangan, ya.

Baca Juga: Tingkatkan Popularitas Situsmu dengan Guest Blogging, Strategi Menulis di Situs Lain

Itulah uraian Jobnas.com ihwal pengertian, contoh, dan tips berinvestasi pada produk dengan risiko tinggi. Jika kamu sudah memutuskan mau membeli instrumen investasi yang mana, hal yang perlu lakukan pertama kali adalah mempelajari lebih dalam dunia investasi agar kamu tak salah langkah. Berinvestasi juga harus dibarengi dengan kemampuan mengelola keuangan pribadi dengan baik, lho.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Ghufron Writer
2 tahun yang lalu
Inilah Tips Menulis Email Mengajukan Promosi Jabatan dan Contohnya

Inilah Tips Menulis Email Mengajukan Promosi Jabatan dan Contohnya

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com-Mengajukan promosi jabatan dirasa menjadi sesuatu yang wajar apabila kamu sudah lama bekerja di suatu perusahaan. Dalam mengajukannya pun tidak boleh sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan, salah satunya adalah mengetahui cara menulis email mengajukan promosi jabatan yang benar. Dengan mengetahui hal ini, kesempatanmu mendapatkannya akan semakin besar.

Menurut Indeed, pesan untuk mengajukan promosi jabatan harus memperlihatkan kemampuan saat bekerja dan kontribusi yang sudah berikan ke perusahaan. Untuk itulah, di artikel ini Jobnas.com akan menjelaskan cara dan tips menulis email mengajukan promosi jabatan serta contoh yang bisa kamu jadikan referensi. Tunggu apa lagi, yuk baca sampai tuntas !

Cara Menulis Email Mengajukan Promosi Jabatan

1. Tulis subject email yang tepat

Hal yang pertama dilihat oleh penerima email adalah subject email. Dengan demikian, kamu perlu menulis subject email yang dapat memberikan informasi dengan jelas. Dikutip dari Flowrite, terdapat beberapa cara untuk menulis subject email yang tepat dan informatif.

Pertama, kamu dapat langsung menulis tujuan email seperti “Permintaan untuk mengajukan promosi jabatan” atau dalam bahasa Inggris “Request for a possible job promotion”. Kalimat seperti ini dapat lebih efektif menyampaikan maksud dan tujuanmu ke pembaca. Meski demikian, tidak semua orang suka dengan pesan yang terlalu terus terang.

Selain itu, kamu dapat mengundang atasanmu untuk bertemu atau berdiskusi tentang promosi jabatan. Sebagai contoh, kamu dapat tulis subject seperti “Permintaan pertemuan untuk membahas perkembangan karier” atau “Request for a meeting to discuss career progression”.

2. Buka isi email dengan sopan

Menyusun isi email merupakan langkah terpenting dalam menulis email promosi jabatan setelah kamu menulis subjectnya. Seperti halnya sebuah surat formal, kamu harus buka isi email dengan sapaan yang sopan seperti “Yth. Bpk/Ibu X” atau “Dear Mr./Ms. X”.

Baca Juga: Kenali Lebih Akrab Layanan Microsoft 365 Auto Sukseskan Kinerjamu

Kemudian, kamu dapat jelaskan apa tujuan dari email ini dan alasan mengapa kamu ingin mengajukan promosi jabatan. Kalimat pembuka ini tidak perlu ditulis terlalu panjang, cukup sampaikan tujuan dan alasanmu secara singkat.

3. Ceritakan kemampuan dan kontribusimu

Pada paragraf berikutnya, kamu dapat mulai ceritakan pencapaian dan kontribusimu pada perusahaan sehingga cocok untuk mendapat kenaikan jabatan. Meski demikian, jangan tuliskan seluruh pencapaian atau kontribusimu, cukup sertakan beberapa yang berhubungan langsung dengan posisi yang ingin ditempati.

Secara struktur, kamu dapat menuliskan bagian ini dalam bentuk poin-poin singkat. Jika ada, masukkan juga informasi persentasi angka seperti “meningkatkan profit 40%” agar pencapaianmu terlihat lebih konkret. Di samping itu, kamu juga bisa menyoroti loyalitas dan berapa lama kamu sudah bekerja di perusahaan.

4. Tutup dengan terima kasih

Di mana pun, surat yang formal ataupun email perlu ditutup dengan ucapan terima kasih. Di paragraf terakhir ini, kamu juga bisa masukkan beberapa informasi lainnya. Salah satunya adalah menawarkan bantuan untuk mencari atau melatih orang yang akan menggantikan posisimu saat ini jika kamu akan dipromosikan nanti.

Hal tersebut berguna untuk  memperlihatkan bahwa kamu memiliki skill leadership dan ingin membantu divisimu untuk melewati masa transisi dengan lebih mudah.

Tips Menulis Email Mengajukan Promosi Jabatan

1. Persiapkan diri dengan matang

Ada baiknya kamu persiapkan hal-hal seperti riset tentang pekerjaan yang ingin ditempati, mentalitas, dan introspeksi kontribusimu ke perusahaan sebelum menulis email untuk mengajukan promosi.

Dari ketiga hal ini, yang paling penting adalah mengetahui apakah kamu punya skill untuk posisi yang ingin ditempati dan apakah sanggup melakukan job description-nya. Dengan begitu, kamu tentu tidak akan merasa kewalahan lagi ketika meminta promosi jabatan apabila telah menyiapkan semuanya. 

Namun jika belum, mungkin kamu bisa menunggu terlebih dahulu sambil meningkatkan skill dan berkontribusi lebih banyak lagi ke perusahaan.

2. Kirim pada waktu yang tepat

Mengirim email mengajukan promosi jabatan harus pada waktu yang tepat. Kamu perlu mencoba untuk mengirimkan email permohonan promosi jabatan ke atasanmu apabila ada lowongan yang lebih tinggi yang dibuka dan kamu merasa sudah siap. 

Pastikan juga bahwa atasanmu menerima emailmu pada saat ia sedang bekerja. Jangan kirimkan email pada saat ia sedang sakit ataupun cuti karena hal mendadak.

3. Tulis dengan gaya bahasa formal

Gaya bahasa juga perlu diperhatikan saat menulis email, di samping struktur dan isi. Misalnya, hindari penggunaan kata sapaan sehari-hari “aku-kamu” atau “gue-lo”, tapi gunakan sapaan yang sopan seperti “Bapak-Ibu” atau “Saya-Anda”.

Baca Juga: Ingin Jadi Sales Representative yang Profesional? Wajib Kuasai 5 Skill Ini

Kamu juga harus perhatikan penggunaan huruf kapital pada nama lengkapmu, nama perusahaan, dan nama penerima email. Terakhir, cek juga apakah ada typo atau salah penulisan pada email-mu.

Itulah penjelasan singkat Jobnas.com terkait cara dan tips menulis email mengajukan promosi jabatan. Meski menulis email mengajukan promosi jabatan memang cukup sulit, namun hal itu akan menjadi mudah apabila kamu mengetahui cara dan tipsnya. Demikian juga dalam hal dunia kerja, jika kamu sudah tahu tipsnya tentu akan lebih mudah  mengerjakan apapun.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Ghufron Writer
2 tahun yang lalu
Ingin Tahu Cara Meningkatkan Kepuasan Kerja ? Inilah 10 Hal yang Perlu Kamu Ketahui

Ingin Tahu Cara Meningkatkan Kepuasan Kerja ? Inilah 10 Hal yang Perlu Kamu Ketahui

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com-Dalam bekerja, bisa jadi produktivitasmu akan menurun jika tak puas dalam bekerja. Oleh karena itu, kamu perlu berhati-hati akan hal ini. Nah, untuk mengatasi hal demikian, kamu perlu mengetahui terkait cara meningkatkan kepuasan kerja agar produktivitasmu tidak menurun. 

Berkembangnya perusahaan menumbuhkan ekspektasi lebih bagi karyawannya. Tak ayal apabila kepuasan kerjamu bisa saja berkurang karena semakin banyaknya pekerjaan yang dibebankan kepadamu.  Meskipun pekerjaan tersebut adalah yang kamu impikan, tak menutup kemungkinan terdapat indikator ketidakpuasan kerja yang kamu rasakan.

Untuk itulah di artikel ini Jobnas.com akan menyajikan beberapa cara meningkatkan kepuasan kerja yang telah dikutip dari The Balance Careers, Workawesome, dan WorkIt Daily. Yuk, simak selengkapnya!

Baca Juga: Harus Menghadiri Wawancara Kelompok? Ikuti Tips Suksesnya di Sini!

1.  Lakukan hal yang kamu suka

Melakukan hal yang kamu suka merupakan cara pertama  untuk meningkatkan kepuasan kerja. Hal ini bisa berasal dari pekerjaanmu atau di luar pekerjaanmu. 

Kamu perlu menjadikan sesuatu pekerjaan yang paling kamu suka untuk agenda tiap harinya. Meskipun demikian, kamu masih bisa melakukan hal lain di luar pekerjaanmu. 

Misal, kamu adalah seorang movie-geek, tak ada salahnya jika kamu memutuskan untuk menonton film selepas bekerja. Namun, tetap ingat waktu dan jangan sampai mengganggu pekerjaanmu, ya. 

2. Jalin hubungan dengan teman kerja yang positif

Kepuasan kerja bukan hanya masalah apakah kamu dapat puas terhadap pekerjaanmu, namun juga apakah kamu bisa menikmati bekerja di perusahaan dengan lingkungan tersebut. 

Baca Juga: Agar Keamanan Datamu Terjaga, Pahami Software Keylogger yang Sangat Berbahaya

Dengan demikian, membangun hubungan dengan teman kerja yang positif juga dapat memengaruhi tingkat kepuasan kerjamu. Sebab, lingkungan pertemanan dapat mempengaruhi mood-mu dalam bekerja. Dengan demikian, kamu perlu lebih intensif berkomunikasi dengan teman yang dapat membangkitkan mood-mu. 

Mereka bisa menjadi tempatmu berbagi cerita dan keluh kesah terhadap berbagai masalah yang kamu hadapi. 

3. Tingkatkan hubungan dengan atasan

Selain rekan kerja, hubungan dengan atasan juga dapat memengaruhi kepuasanmu dalam bekerja. Tentu, kamu harus mengetahui terlebih dahulu karakter dari atasanmu. Kamu tentu akan dapat lebih mudah mengakrabkan diri dengan atasanmu dengan mengetahui karakternya.

Perlu dipahami bahwa ini berbeda dengan ‘cari muka’ yang dilakukan pada politik kantor. Jika cari muka adalah mendekatkan diri dengan atasan untuk tujuan tertentu, kali ini kamu menjalin hubungan baik dengan atasan agar dapat saling terbuka mengenai pekerjaan. 

Dengan demikian, kamu menjadi tidak merasa terbebani dan lebih leluasa dalam bekerja. 

4. Organisasikan pekerjaanmu

Mengorganisasikan pekerjaanmu merupakan cara selanjutnya dalam meningkatkan kepuasan kerja. Salah satunya adalah menetapkan tujuan-tujuan kecil dari tiap pekerjaan yang kamu lakukan. Dengan demikian, kamu dapat lebih fokus saat bekerja dan lebih puas kala pekerjaan itu terselesaikan.

5. Lakukan self reward

Memberikan self reward pada dirimu merupakan poin berikutnya dalam cara meningkatkan kepuasan kerja. Pada poin sebelumnya dinyatakan bahwa kamu perlu menetapkan tujuan-tujuan kecil dalam pekerjaan.

Nah, salah satu cara agar kamu lebih semangat mencapainya adalah lakukan self reward. Hal ini dinilai dapat meningkatkan kebahagiaan dan kepuasanmu dalam melakukan pekerjaan.

6. Ambil kesempatan baru

Memiliki hal baru untuk dilakukan dalam bekerja tentu merupakan tantangan tersendiri. Dengan demikian, hal ini dapat meningkatkan kepuasan kerjamu.

Pasalnya ketika seseorang berhasil melewati suatu tantangan, hal tersebut memberikan rasa bahagia dan bangga. Maka, tak perlu ragu menerima tawaran yang diberikan, atau memulai inisiatif meminta kesempatan melakukan hal lain di tempat kerjamu.

7. Mengikuti pelatihan atau kelas perkembangan skill

Salah satu faktor penting untuk meningkatkan kepuasan kerja adalah perkembangan dalam karir.

Riset dari LinkedIn, dikutip dari oleh Hubspot, menyebutkan bahwa apabila kamu memiliki perkembangan karier yang baik, kamu cenderung akan bekerja dalam jangka waktu yang lama di satu perusahaan.

Mengikuti pelatihan maupun kelas pengembangan skill adalah cara meningkatkan kepuasan kerja yang baik sekaligus kesempatan untuk terus tumbuh.

8. Utamakan kesehatan fisik dan mental

Jika pekerjaan membuatmu merasa mudah capek, baik fisik maupun mental, biasanya akan mengakibatkan ketidakpuasan, lho.

Maka, salah satu cara yang bisa kamu lakukan untuk meningkatkan kepuasan dalam pekerjaan adalah dengan memastikan kesehatan fisik dan mental.

Kamu bisa melakukan olahraga ringan di tengah kesibukan dan rutin minum air putih, ini akan membantu kamu menjaga kesehatan fisik.

Untuk menjaga kesehatan mental, kamu bisa mengambil jeda istirahat atau cuti dan memberi waktu untuk diri sendiri.

Baca Juga: Tingkatkan Popularitas Situsmu dengan Guest Blogging, Strategi Menulis di Situs Lain

9. Ambil waktu untuk jalan-jalan

Tingkat kepuasan kerja ternyata juga dipengaruhi oleh lingkungan kerja yang kaku, lho. Jika kamu terus-terusan berada di depan laptop dalam kamar atau kubikel kantor, misalnya, kamu akan cepat merasa lelah dan hasil pekerjaanmu akan tidak baik.

Saat hal ini terjadi, kamu bisa coba keluar sebentar, misalnya ke taman atau rooftop kantor. Istirahat sejenak dengan keluar ruangan seperti ini akan membuat kamu lebih segar juga termotivasi. Pekerjaan yang kamu hasilkan akan lebih baik dan tentunya jadi lebih puas terhadap hasilnya.

10. Minta feedback dari rekan kerja atau atasan

Dikutip dari laman Cleverism, salah satu cara memberikan efek yang baik untuk kamu adalah dengan meminta feedback dari atasan maupun pendapat rekan kerja. Dengan melakukan hal ini, kamu akan merasakan diapresiasi sekaligus bisa belajar hal-hal baru. Selain itu, mendengar dukungan dan masukan dari atasan atau rekan kerja akan membuat kamu merasa berkontribusi pada kemajuan perusahaan.

Demikianlah rangkuman Jobnas.com mengenai beberapa cara meningkatkan kepuasan kerja yang perlu kamu ketahui. Intinya, kepuasan kerja perlu ditingkatkan agar supaya kamu lebih produktif ke depannya. Oleh karena itu, jangan lupakan cara-cara di atas, ya !

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Ghufron Writer
10 bulan yang lalu
Inilah Pengertian, Tips, Cara Membuat, dan Contoh Portofolio Kerja

Inilah Pengertian, Tips, Cara Membuat, dan Contoh Portofolio Kerja

Batas Melamar Pekerjaan ini Career Zone

Jobnas.com-Sekarang ini, mengirimkan portofolio kerja saat melamar pekerjaan penting kamu lakukan untuk dapat bersaing dengan kandidat lainnya. Sebab, dalam beberapa aspek, salah satu syarat utama sebuah lowongan kerja adalah harus menyertakan portofolio,khususnya pada posisi atau bidang kreatif.

Berbicara mengenai portofolio kerja, sebenarnya apa itu portofolio kerja? Simak penjelasan Jobnas.com berikut ini! 

Baca Juga: Definisi dan Jenis-jenis Scripting Language yang Penting Diketahui Web Development

Pengertian Portofolio Kerja

Dikutip dari The Balance Money portofolio kerja bisa diartikan sebagai kumpulan data yang menampilkan kemampuan atau hasil kerja yang dimiliki kandidat pada jenis bidang pekerjaan tertentu. 

Dengan demikian, untuk melamar pekerjaan, portofolio kerja harus dibuat dengan maksimal. Sebab,  portofolio ini berguna bagi para rekruter untuk melihat apakah kemampuan kandidat sesuai dengan yang dibutuhkan.

Suatu perusahaan dapat menimbang kualitas yang dimiliki kandidat portofolio kerja yang dikirimkan dan cara penyajian portofolio itu sendiri.

Cara Membuat Portofolio

Setelah memahami pengertian portofolio kerja dan gunanya saat melamar pekerjaan, berikutnya kamu harus mengetahui cara membuat portofolio yang benar. Berikut adalah cara membuat portofolio yang telah Jobnas.com rangkum khusus untuk kamu.

1. Kumpulkan hasil kerja yang relevan

Mengumpulkan semua hasil kerjamu yang relevan dengan bidang karier yang ingin kamu tempuh merupakan hal pertama yang perlu kamu lakukan.

Contohnya, kumpulkan karya berupa tulisanmu yang pernah kamu buat apabila kamu tertarik meniti karier dalam bidang kepenulisan. Lalu, apa saja yang dapat kamu masukkan ke dalam portofolio?

Terdapat beberapa hal yang bisa menjadi bahan untuk portofoliomu:

hasil karya (desain, artikel, foto, video, dsb.)

pencapaian saat kerja, magang, hingga berorganisasi

studi kasus

tugas kuliah yang relevan

tugas/proyek saat mengikuti pelatihan/kursus

Setelah itu, Canva menjelaskan bahwa sebaiknya pilihlah karya yang terbaik. Caranya adalah dengan melihat respons orang lain terhadap hal tersebut atau biasanya yang memberikan hasil serta dampak yang signifikan.

2. Atur berdasarkan kategori

Setelah memilih yang terbaik untuk ditampilkan dalam portofolio, langkah kedua adalah aturlah dokumen-dokumen tersebut berdasarkan kategori. Misalnya, pengalaman organisasi, pelatihan sertifikasi, dan pengalaman magang. Ini akan membuat portofolio terlihat lebih rapi dan teratur.

Baca Juga: Kunci Menghadapi Wawancara Kerja untuk Posisi Marketing

3. Susun portofolio dengan terstruktur

Berikutnya, susunlah portofolio dengan tepat agar mudah dipahami. Usahakan desainnya tidak terkesan berantakan, meskipun  membuat portofolio dengan sedikit sentuhan desain memang cukup menarik perhatian.

Susunan yang disarankan adalah:

cover

daftar isi

ringkasan diri

ringkasan pengalaman dan skill

isi portofolio

informasi kontak

Di samping itu, gunakan desain serta font yang jelas dan tidak sulit untuk dibaca.

4. Jelaskan peran dan pencapaian

Keempat, jangan lupa untuk menjelaskan peran dan pencapaianmu dalam portofolio kerja ketika menyajikan sebuah karya atau pengalaman. Agar tidak terkesan berbelit-belit, gunakanlah bahasa yang mudah dimengerti. 

Pastikan penjelasanmu menyebutkan kemampuan serta kualifikasi yang relevan dengan posisi yang kamu lamar. Ceritakan mengapa harus kamu yang dipilih perusahaan dibandingkan dengan pelamar lainnya. Jangan sampai penggunaan kata terkesan sombong dan terlalu melebih-lebihkan.

5. Sertakan dokumen pendukung

Terakhir, kamu juga bisa menyertakan dokumen pendukung lain di luar karya atau hasil kerjamu di dalam portofolio kerja.

Dokumen-dokumen ini bisa berupa testimoni dari orang yang pernah bekerja denganmu, surat rekomendasi, sertifikat, dan lain sebagainya.

Tips Membuat Portofolio Kerja

1. Perhatikan apa yang disajikan

Pertama, kamu harus memastikan bahwa kamu telah memberikan informasi yang terbaik dalam menyajikan portofolio kerja. Hindari memberikan informasi palsu hanya untuk menaikkan diri kamu. Kamu bisa memberikan informasi atau hasil portofolio yang dapat kamu banggakan. 

Dalam contoh portofolio kamu, sampaikan juga beberapa foto dan judul yang menarik hasil kinerja kamu sendiri. Jangan dilupakan bahwa khususkan portofoliomu dengan posisi pekerjaan yang akan kamu lamar.

2. Buatlah secara online

Berikutnya, kamu dapat membuat portofolio kerja secara online. Hal ini bertujuan untuk mengakses portofolio di mana pun, kapan pun bisa menjadi mudah. Kamu pun dapat memanfaatkan layanan website portofolio untuk membuatnya. 

Umumnya, website tersebut telah memberikan banyak desain sebagai contoh untuk membuat portofolio. Ketika memberikan link portofolio kepada rekruter, pastikan juga bahwa link tersebut tidak bermasalah dan dapat diakses.

3. Lakukan linking

Jika karya atau hasil kerjamu pernah diterbitkan secara online, jangan lupa untuk melakukan linking ke karya tersebut. Sebab, hal ini akan menguatkan bukti bahwa kamu tidak berbohong dan karyamu dianggap layak untuk dilihat oleh audiens yang lebih luas.

4. Perbarui portofolio secara berkala

Pastikan bahwa hasil kerja yang ada pada portofolio kerja kamu adalah yang terbaru. Idealnya, karya atau hasil kerja portofolio kerja yang disajikan berumur tidak lebih dari 3 tahun.

Informasi portofolio yang terlalu lama meninggalkan kesan kamu tidak mengikuti perubahan tren yang ada.

Usahakan untuk selalu memperbarui portofolio secara berkala. Ini juga penting bagi kamu yang ingin bekerja di bidang industri kreatif.

Contoh Portofolio

Berikut ini merupakan contoh portofolio dari berbagai bidang yang bisa jadi referensimu setelah memahami cara dan tips membuat portofolio kerja.

Portofolio oleh Qin Chen

Portofolio milik seorang reporter dari Shanghai, Qin Chen merupakan contoh pertama. Portofolio ini berisi artikel serta video pemberitaannya yang dapat diakses dengan mudah. Qin Chen membuat domain portofolionya sendiri sehingga terlihat lebih profesional.

Portofolio oleh Dory Younes

Dory Younes merupakan contoh portofolio berikutnya. Portofolio ini berisikan karya fotografi dari Dory Younes yang dikumpulkan dalam satu website berdomain pribadi. Dory Younes membuat kategori berdasarkan jenis-jenis foto yang pernah ia ambil seperti lifestyle, aksesoris perhiasan, interior, dan lain sebagainya di dalam portofolionya itu.

Baca Juga: Kalian Wajib Tahu Ini, 5 Cara Investasi Resmi dan Aman Paling Menguntungkan Hadapi Resesi

Portofolio oleh Terri Lively

Portofolio dari Terri Lively merupakan contoh yang terakhir. Portofolio ini menunjukkan hasil jasanya dalam bidang copywriting. Berbeda dengan dua contoh sebelumnya, portofolio ini justru dibuat dalam Pinterest, salah satu media sosial yang gratis untuk digunakan. Ia juga membuat kategorisasi karyanya ke dalam folder sehingga semakin mudah untuk dilihat.

Demikianlah penjelasan Jobnas.com mengenai cara, tips, serta contoh portofolio kerja yang bisa kamu implementasikan saat membuatnya. Intinya, saat ini kamu sudah bisa mengumpulkan hasil-hasil karyamu. Setelah itu, satukan dan sajikan ke dalam portofolio yang menarik.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Iwan Bisa
2 tahun yang lalu
Selalu Gagal Atau Ketika Berbisnis? Coba Terapkan Strategi Marketing 4P Pemasaran

Selalu Gagal Atau Ketika Berbisnis? Coba Terapkan Strategi Marketing 4P Pemasaran

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com - Pernahkah kalian punya usaha meski kecil-kecilan tapi tak kunjung mapan dan cenderung stagnan? Jika kalian pernah seperti itu, nah, perlu kalian baca dan simak baik-baik artikel ini. Mungkin strategi yang kalian terapkan kurang jos. Ada banyak strategi marketing yang sudah sering digunakan oleh para pengusaha. Namun, semua teknik tersebut tetap mengandalkan dasar strategi marketing 4P.

Secara mendasar, strategi ini menggunakan empat hal sebagai landasannya, yakni product, price, place, dan promotion.

Nah, dalam proses marketing, kamu harus memperhatikan empat hal tersebut. Pasalnya, keberhasilan bisnismu sangat erat kaitannya dengan keempat unsur itu.

Jadi penasaran, bukan? Apa sih sebenarnya 4P itu dan bagaimana pula penerapannya dalam membangun dan menjalankan bisnis? Yuk, cermati penjelasan Glints berikut ini!

Apa Itu Strategi 4P?

Berdasarkan Investopedia, 4P adalah faktor keberhasilan pemasaran barang atau jasa. Istilah tersebut merupakan gabungan antara product (produk), price (harga), place (tempat), dan promotion (promosi).

Biasanya, perusahaan menggunakan 4P untuk mengidentifikasi keinginan dan kepuasan konsumen. Strategi ini juga kerap digunakan untuk melihat posisi perusahaan dibanding kompetitor.

Strategi 4P sebenarnya sudah ada dan berkembang sejak 1960-an. Dilansir dari Neil Patel, strategi ini dikenalkan McCarthy dalam bukunya Basic Marketing: A Managerial Approach.

Tapi, meski sudah ada sejak berapa puluh tahun yang lalu, nyatanya 4P masih digunakan oleh semua marketer sampai saat ini. Pada perkembangannya, beberapa orang menyebut strategi marketing 4P sebagai marketing mix. Bahkan, ada pula pakar yang sudah mengembangkan 4P menjadi 7P. Menarik, bukan?

Nah, jika tertarik untuk mendalami dunia pemasaran, kamu bisa mengikuti berbagai kelas online Glints ExpertClass.

Setiap kelasnya dipandu oleh orang-orang yang profesional di bidang marketing, lho!

Tak perlu ragu, daftarkan dirimu sekarang juga dengan klik banner di bawah ini!

Unsur-unsur Marketing 4P

1. Product

Produk atau jasa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah bisnis. Namun, produk tidak bisa asal dijual mengikuti keinginan pemilik perusahaan.

Lebih dari itu, kamu perlu mempertimbangkan apakah produkmu dibutuhkan atau diinginkan masyarakat.

Kamu harus memastikan agar produk yang kamu jual benar-benar berguna bagi konsumenmu.

Tak berhenti sampai situ, kamu juga perlu membuat produk yang unik, seperti kata Purely Branded. Jangan sampai kamu hanya mengikuti tren dan akhirnya kalah dari kompetitor.

2. Price

Dikutip dari CXL, 94% konsumen online rela menyisihkan waktunya untuk mencari produk komoditas dengan harga terendah.

Hal ini menunjukkan bahwa harga menjadi salah satu faktor terbesar pembelian produk.

Pada dasarnya, harga adalah biaya yang dibayar pelanggan untuk suatu produk. Jadi, pastikan nilai produkmu sebanding dengan biaya yang mereka keluarkan.

Selain itu, kamu juga perlu mempertimbangkan harga kompetitor.

Apabila produkmu serupa dengan kompetitor, tetapi mereka memberikan harga yang lebih murah, kamu bisa kalah saing.

Untuk meningkatkan penjualan, kamu juga bisa memberikan promo dan diskon.

3. Place

Place atau tempat juga menjadi faktor penting dalam strategi marketing 4P. Unsur yang satu ini mempertimbangkan tempat untuk menjual produk atau jasamu, seperti ditulis Business.

Tak hanya itu, kamu juga perlu memikirkan cara pendistribusian produk hingga sampai ke tangan pelanggan.

Tujuan atau prinsip dari place adalah membuat produk semudah-mudahnya ditemukan oleh pelanggan. Jadi, mereka akan mudah dan cepat menemukan produkmu.

Sayangnya, banyak marketer sering keliru dalam menentukan tempat penjualan.

4. Promotion

Apalah artinya sebuah produk jika tidak dikenal oleh masyarakat. Oleh karena itu, diperlukanlah promotion atau promosi.

Dari semua unsur 4P, promotion menjadi tanggung jawab terbesar dari seorang marketer.

Kamu harus bisa mempromosikan dan memasarkan produkmu hingga sampai ke tangan konsumen.

Saat ini, ada banyak strategi marketing yang bisa kamu manfaatkan untuk promosi.

Beberapa di antaranya adalah digital marketing, social media marketing, referral marketing, dan viral marketing.

Semua opsi tersebut bisa kamu pilih sesuai target pasarmu. Jadi, mereka bisa semakin mengenal produkmu hingga akhirnya melakukan pembelian.

Strategi marketing 4P adalah landasan dasar bagi semua praktik pemasaran. Jadi, jangan pernah sepelekan satu antara empat hal tersebut, ya.

Namun, mengetahui dasar marketing saja tidak cukup. Kamu perlu mengetahui tren pemasaran terkini untuk merebut hati target pasarmu.

Jika masing-masing unsur sudah maksimal, besar kemungkinan bisnismu akan berhasil.

Semoga bermanfaat!

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
1 24 25 26 27 28 62

"Setiap pekerjaan yang dilakukan dengan hati, akan kembali menjadi rejeki yang berarti."