6 Tips Membuat Executive Summary atau Ringkasan Eksekutif

Avatar
Google News
Executive Summary
Executive Summary

Jobnas.com – Membuat Executive Summary atau Ringkasan Eksekutif terbilang mudah. Namun, ada beberapa hal penting yang bisa membuat Ringkasan Eksekutif-mu menjadi lebih baik dan menarik.

Seperti yang kita tau, beberapa contoh Executive Summary bertebaran di Google. Namun, apakah yang kamu temukan di Google itu yang kamu butuhkan? untuk menjawabnya, saya akan menjelaskanya secara rinci di artikel ini.

Bagi kamu yang sedang mengembangkan bisnis, ada beberapa hal yang wajib kamu ketahui salah satunya yaitu Executive Summary atau ringkasan eksekutif. Karena, sebelum investor melirik lebih jauh bisnis yang kamu kembangkan, mereka butuh me-review-nya secara singkat.

Jika kamu pebisnis muda atau pemula, Kata Executive Summary mungkin belum begitu familiar. Ringkasan Eksekutif masuk ke dalam bagian rencana bisnis atau Business Plan. Namun, Ringkasan Plan Eksekutif ini berbeda dengan Business Plan yang lebih rinci hingga perencanaan pada taraf SDM.

Pada artikel kali ini saya akan menjelaskan perihal pentingnya Executive Summary. Karena komponen dalam membangun bisnis yang harus diperhatikan pertama kali adalah komponen penting ini. Tujaun dari penulisan artikel ini, saya lebih fokuskan kepada calon pebisnis muda. Karena banyak calon pebisnis muda belum familar dengan komponen ini.

Pada poin-poin selanjutnya saya akan membahas tuntas mengenai apa itu Executive Summary?, Pentingnya executive Summary, mengenai tips membuatnya beserta apa saja poin-poin penting yang harus dimasukkan.

Baca juga: Strategi Marketing TikTok

Pengertian Executive Summary atau Ringkasan Eksekutif

Membuat Executive Summary
Membuat Executive Summary

Pada bagian pertama dalam artikel ini saya akan membahas pengertian Executive Summary. Agar lebih mudah dimahmi, Saya akan menjelaskanya dengan sederhana.

Menjawab pertanyaan apa itu Executive Summary? Secara harfiah artinya “Ringkasan Pengelola”. Namun, dalam istilah bisnis dimaknai sebagai “pengantar singkat dari sebuah rencana bisnis yang disusun oleh eksekutif”. Pemaparanya berisi gambaran bisnis, segmen, produk, anggaran, SDM dan hal lain terkait bisnis yang dijalankan.

Mengacu penjelasan Bplans, Executive summary yaitu sebuah pengantar singkat dari rencana bisnis. Komponen pentingnya berisi mengenai informasi apa pun yang menggambarkan bisnis, mulai dari target pasar, produk yang dibuat, anggaran keuangan, dan lain-lain.

Dari pengertian diatas, bisa kita pahami bersama bahwa Executive Summary atau Ringkasan Plan Eksekutif, adalah abstraksi dari sebuah perencanaan bisnis yang memiliki peranan vital dalam optimalisasinya.

Membuat ringkasan eksekutif haruslah terukur. Karena, ringkasan ini akan dibaca oleh investor, mereka akan menakar potensi bisnis yang akan dijalankan. Ketika investor ingin menanamkan modalnya, ia ingin tahu bagaimana potensi bisnismu ke depan.

Problemnya, beberapa ringkasan eksekutif seringkali terkesan tidak menarik. Padahal, ide, rencana dan strategi yang di usung memiliki postensi kesuksesan. Executive Summary yang tidak terukur dan sistematis adalah kendalanya.

Umumnya, Investor cukup teliti dalam menakar rencana bisnis ke depannya. Hal itu diawali dari me-review Executive Summary. Maka, PR-nya adalah bagaimana caranya agar meyakinkan mereka dan tertarik untuk berinvestasi.

Kamu perlu memasukkan informasi-informasi paling penting dari bisnismu. Usahakan tidak tersisipi optimisme subjektif, melainkan analisis objektif dan faktual yang mengarah pada hasil positif. Dengan demikian, Exsecutive Summary-mu memiliki potensi menarik perhatian investor.

Urgensi Executive Summary

Pada poin ini saya akan menjelaska pentingnya Executive Summary. Saya anggap kamu sudah atau akan membuatnya sebaik mungkin. namun, taukah kamu kenapa komponen bisnis ini penting?

Saya akan bercerita sedikit tentang Steve Jobs. Seperti yang kita tahu, ide Steve sangatlah irasional. Namun, dengan bukti hasil otentiknya, semangat dan antusias kinerja untuk mengembangkan bisnis membuahkan hasil manis. Gadget dengan logo apel (Apple .Inc) bertengger di jajaran atas Brand ternama.

Jika mekanisme bisnis yang dilakukan Steve ini diringkas dalam satu abstraksi, maka ringkasan tersebut akan berbentuk Executive Summary. Untuk itu, jika kamu punya ide bisnis yang mungkin orang kesulitan menakar potensinya, saya pikir Executive Summary yang baik dapat membantunya.

Jadi, setelah membeca penjelasan diatas, apa kamu sudah mengerti, kenapa Executive Summary itu penting? Saya yakin, meskipun kamu tidak bisa menjawabnya, pikiranmu sudah sepakat dengan urgensinya.

Jika kita mengacu pada Corporate Finance Insitute, yang menjadi tujuan utama dari Ringkasan Eksekutif ini untuk meringkas rencana bisnis agar terlihat sangat singkat. Mayoritas orang, seperti investor, pemberi pinjaman, dan lain sebagainya, Sering merasa bosan apabila membaca pengatar bisnismu sangat begitu bertele-tele dan panjang lebar.

Maka dari itu, mereka akan lebih suka membaca tulisan singkat menarik tanpa banyak basa-basi, biasanya mereka, para investor hanya membaca executive summary yang singkat dan padat. Dan apabila mereka tertarik, otomatis mereka akan menyumbangkan dana. Itulah mengapa Ringkasan Plan Eksekutif dianggap sangat penting.

Poin Penting dalam Ringkasan Eksekutif

Di poin ini seperti yang saya katakan di awal, saya akan menjelaskan Apa Saja yang Harus dimasukkan ketika membuat Executive Summary. Ringkasan Eksekutif yang baik dan berhasil adalah ulasan yang dianggap bisa menyampaikan

  • Visi perusahaan.
  • Keunggulan dari kompetitor.
  • Tujuan jangka panjang dan pendek, dan
  • Target pasar yang cocok.

Adapun isi atau bagian-bagian terpenting yang harus kamu masukkan selengkapnya saya tuliskan di bawah ini, hal ini saya mengacu kepada apa yang tertera di Hubspot di antaranya:

  • Nama, lokasi, dan visi misi perusahaan
  • Deskripsi perusahaan, termasuk sejarah, manajemen, dan lain-lain.
  • Produk atau layanan.
  • Anggaran keuangan.
  • Tujuan bisnis.

Hal penting yang perlu kamu ingat di saat menulis tentang executive summary, kamu harus menuliskannya dengan sependek, sepadat, dan sesingkat mungkin.

Mengapa demikian, karena apabila terlalu panjang orang yang membacanya akan cepat bosan. Ketika melihat relaitas saat ini, banyak para pembaca seakan tidak mau membaca tulisan yang panjang, dengan alasan mereka mempunyai kesibukan lain dan semacamnya.

Meskipun demikian, yang harus kamu ingat tetap memasukkan poin-poin penting yang ingin disampaikan dari bisnismu untuk para pembaca.

Tips Membuat Executive Summary

Supaya semakin jelas, berikut ini saya akan menjelaskan Tips membuat Ringkasan Eksekutif ala Hubspot. Dari pembahasan di atas, kamu sudah banyak paham mengenai apa itu executive summary dan poin-poin lainnya.

Sebenarnya, Tujuan dari membuat ringkasan eksekutif supaya kamu memiliki potensi untuk mendapatkan dana dari investor. Jadi, biar kamu Semakin siap untuk membuat executive summary, berikut adalah beberapa tips yang harus diperhatikan:

1. Usahakan Tetap Pendek

Seperti yang saya sudah jelaskan sebelumnya, kunci dalam membuat executive summary adalah singkat dan pendek. Saya sarankan untuk membuatnya dijadikan satu atau dua halaman saja tanpa harus panjang-panjang.

Buatlah sesingkat mungkin tanpa melewatkan informasi penting yang ingin disampaikan dari bisnismu. Seperti yang bernah saya singgung di atas mayoritas orang tidak memiliki waktu banyak untuk membacanya sampai habis.

2. Gunakan Gaya Bahasa yang Kuat dan Positif

Kunci keberhasilan membuat executive summary bisa dilihat ketika kamu berhasil menulisnya dengan bahasa yang Kuat dan Positif tidak bertele-tele. Seperti contoh “perusahaan ini mungkin berada dalam posisi yang baik”, lebih baik gunakan kalimat, “perusahaan ini akan berada dalam posisi yang baik”. Ketika membaca gaya bahasa sudah kuat dan positif, investor tentu tidak akan ragu lagi dengan kualitas perusahaanmu.

3. Tulis di Akhir

Kebanyakan orang membuat executive summary bersamaan dengan business plan. Padahal, sebaiknya ringkasan eksekutif bisa kamu tulis di akhir setelah rencana bisnis disusun dengan baik. Dengan keadaan seperti itu, kamu akan mudah menulis executive summary karena telah mengetahui ringkasan apa saja yang ingin dibuat dari business plan.

4. Sesuaikan dengan Pembaca

Tips selanjutnya dalam membuat executive summary adalah menyesuaikan dengan pembaca. Terlebih dahulu, kamu harus tahu tujuanmu membuat Ringkasan Eksekutif untuk investor atau pemberi pinjaman siapa saja. Jika yang kamu tuju seorang investor, maka kamu harus tahu menyesesuaikan ringkasan eksekutifmu sesuai dengan yang diminati oleh investor.

5. Prioritaskan Kekuatan Bisnismu

Terlebih dahulu kamu harus mengidentifikasi apa yang yang dianggap kuat dari bisnismu.  Setelah kamu mnegetahuinya, hal ersebut akan menjadi daya tarik investor. kalau ada yang dianggap peting, masukkan semua yang penting dalam ringkasan yang kamu buat. Seperti masalah yang dihadapi oleh masyarakat kamu dapat menghadirkan produk sebagai salah satu solusinya. Sekian penjelan mengenai Executive Summary.

6. Relate dengan Visi dan Misi

Kebanyakan pebisnis terlalu fokus pada money oriented. Beberapa hal seringkali dikesampingkan. Seperti halnya dengan visi dan misi bisnis yang dikembangkan. Arahkan hubungan bisnis yang saling menguntungkan. Selain visi dan misi, kamu juga perlu pelajari ideologi yang mungkin dimiliki. Jika kerja sama yang dijalin berangkat dengan visi yang sama, biasanya cenderung berjalan mulus.

Demikianlah ulasan terkait Executive Summary yang bisa saya bahas. Kamu bisa mendapatkan artikel menarik lainya dengan berlangganan Newsletter Jobnas. Saya akan senang jika artikel ini bisa bermanfaat.