Menu

Psikologi

Ghufron Writer
1 tahun yang lalu
0

Jobnas.com – Gagal mendapatkan Promosi Jabatan merupakan salah satu hal yang paling ditakuti hampir sebagian besar karyawan. Hal ini tentu dapat memunculkan kesan yang amat traumatis. Selain itu, rasa kecewa yang begitu mendalam akan menubuh dalam diri karyawan. Terlebih ketika selama ini kamu sudah merasa melakukan yang terbaik demi pekerjaan. 

Padahal mendapatkan promosi kerja tidak selalu berdampak positif pada kita. Seperti dikutip dari BBC, misalnya saja promosi jabatan yang dilakukan di waktu yang kurang tepat malah akan berpotensi merusak karier. Tentunya kamu harus mempersiapkan mentalmu terlebih dahulu dan asah skillmu semaksimal mungkin agar kamu bisa naik jabatan ke posisi yang diidamkan. 

Dengan demikian, kamu harus menghindari lima hal di bawah ini yang bisa membuat kamu gagal mendapatkan promosi jabatan. Jobnas.com telah merangkum apa saja yang bisa menghambatmu dalam mendapatkan kenaikan jabatan, seperti berikut ini.

1. Masih Memiliki Sifat yang Egois

Seseorang ketika memiliki sifat egoistik yang terlalu tinggi pasti akan dijauhi oleh teman-temannya. Begitu pula yang berlaku dalam dunia kerja. Sifat egoistik yang tinggi hanya akan menyusahkanmu mendapatkan kenaikan jabatan. 

Menurut Business Insider, saat kamu masih memiliki sifat egois maka akan membuatmu terlihat tidak profesional dan susah meningkatan karier. Tanggung jawab tentunya akan semakin tinggi seiring dengan naiknya jabatan seseorang. 

Jika pemimpin memiliki sifat yang egois, pasti tidak akan mampu memimpin tim untuk mengembangkan bisnis. Dengan demikian, jika kamu tidak mau gagal mendapatkan promosi jabatan sebaiknya jadilah karyawan yang selalu loyal.

2. Tidak Memiliki Tujuan yang Jelas

Kamu akan dianggap tidak layak untuk naik jabatan apabila masih belum memiliki tujuan yang jelas. Baik itu tujuan untuk bisnis perusahaan atau tujuan karier-mu. Seperti, saat kamu ingin mempromosikan diri sebagai manager marketing, namun kamu belum memiliki strategi yang baik untuk meningkatkan penjualan, maka kamu akan dianggap tidak layak untuk menempati posisi tersebut. Dengan demikian, menurut The Globe and Mail kamu mesti membuat rencana yang jelas untuk perusahaan yang bisa membuat atasanmu merasa terkesan.

3. Kurang Mampu Bersikap Dewasa

Sikap kedewasaan menjadi hal yang penting ketika berusaha mencoba promosi jabatan. Oleh karena itu, tidak semua pemimpin harus lebih tua dari bawahannya. Jadi, usia bukanlah patokan yang membuat kita bisa sukses menjadi seorang pemimpin. Namun, sifat kedewasaan dan mampu bertanggung jawablah yang merupakan kunci suksesnya.

Kamu tentu akan selalu gagal mendapatkan promosi jabatan, saat kamu masih belum bisa bersikap dewasa. Pasalnya, pemimpin harus mampu bersikap bijaksana, dan kebijaksanaan akan diperoleh apabila kamu mampu bersikap dewasa. Seorang pemimpin harus mampu mengetahui kapan waktunya profesional di tempat kerja dan kapan harus bercanda dengan rekan kerja.

4. Tidak Konsisten dalam Bekerja

Kurangnya konsistensi saat bekerja merupakan faktor selanjutnya yang bisa membuatmu gagal mendapatkan promosi jabatan. Corporate Staffing menjelaskan bahwa dibutuhkan tingkat kesabaran yang matang untuk bisa bekerja secara konsisten. Inilah mengapa masih banyak karyawan yang gagal karena mereka kurang sabar dalam menjalani proses pekerjaan. 

Bahkan, ada pula yang menyerah saat tidak bisa menghasilkan output yang baik. Tentu jika tidak konsisten tidak akan mampu membuat atasanmu berkesan meskipun hasil kerjamu baik. Inilah alasan mengapa melatih konsistensi sangat diperlukan saat mengerjakan tugasmu demi mendapatkan hasil yang baik. 

5. Percaya Diri yang Berlebihan

Setiap karyawan harus memiliki sikap percaya diri. Akan  sangat sulit dalam melakukan pekerjaan apabila tidak memiliki rasa percaya diri. Meski demikian, percaya diri dibutuhkan hanya sekadarnya saja. Jika kamu terlalu percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki juga dapat menjadi penghambat saat ingin mendapatkan kenaikan jabatan.

Hal tersebut selaras dengan apa yang dikatakan The Job Network bahwa terlalu percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki dapat membuat kita malas untuk belajar hal baru. Padahal, jika ingin sukses menjadi seorang pemimpin haruslah mau belajar hal baru demi mengembangkan bisnis perusahaan. Intinya jangan terlalu percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki serta jangan takut untuk belajar hal baru dan selalu terbuka dengan kritik membangun dari orang lain.

Baca Juga: Contextual Marketing: Strategi Pemasaran yang Murah dan Mujarab

Itulah penjelasan Jobnas.com mengenai beberapa hal yang bisa membuat kita gagal mendapatkan promosi jabatan. Oleh karena itu, kamu dituntut untuk bisa memahami hal tersebut supaya kamu bisa lolos saat promosi jabatan. 

Ghufron Writer
4 bulan yang lalu
0

Jobnas.com – White noise adalah salah satu hal yang dapat membantumu meningkatkan produktivitas mu jika kamu merasa kurang produktif. Tidak jarang ada orang yang tetap bisa bekerja meskipun sambil mendengarkan musik, atau suara-suara keras lainnya. Supaya kamu lebih konsentrasi dan produktivitasmu semakin baik, White Noise merupakan hal yang bisa kamu terapkan. 

Baca Juga: Bagaimana Cara Menjadi MC yang Baik? Perhatikan 5 Skill Ini

Tentu kamu semakin penasaran kan terkait dengan White Noise ini dan mengapa  hal ini dapat meningkatkan produktivitas?

Jobnas.com akan memberikan penjelasannya untuk kamu untuk menjawab pertanyaan tersebut. Yuk, simak selengkapnya!

Apa itu White Noise ?

Tidak sedikit orang yang menganggap bahwa white noise adalah suara-suara alamiah yang sering didengar manusia. Suara-suara alamiah itu misalnya seperti suara dosen ketika mengajar mahasiswanya, suara burung berkicau, suara derap langkah kaki, dan sebagainya. 

Melebih itu, ternyata white noise adalah sebuah suara yang berasal dari berbagai jenis suara yang memiliki gelombang cenderung stabil dan merata, seperti dilansir dari Livescience. Nah, yang dimaksud stabil dan merata dalam hal ini yaitu suara yang berada pada frekuensi 20-20.000 Hz. Frekuensi ini merupakan frekuensi yang masih dapat dijangkau oleh telinga manusia. 

Itulah mengapa suara-suara tersebut dibilang sebagai white noise karena serupa dengan konsep cahaya putih (white light), yaitu penggabungan antar berbagai jenis warna yang menjadi satu. 

Cara Bekerja White Noise 

Kamu akan terhindar dari distraksi saat mendengar kombinasi dari berbagai jenis suara ini. Bayangkan jika kamu berada di suatu ruangan yang hanya terdiri dari tiga hingga empat orang dan cukup senyap. Tentu, setiap orang termasuk kamu sangat mudah untuk membedakan tiap-tiap orang yang berbicara. Selain itu, jika terdengar suara lain seperti barang yang terjatuh, maka perhatianmu akan teralihkan padanya.

Hal ini tentu berbeda jika kamu sedang berada di kerumunan, karena banyaknya suara yang muncul maka suara-suara tersebut akan menjadi samar dan menutupi berbagai suara yang dapat mengganggu. Sudah bertahun-tahun white noise digunakan untuk membantu seseorang untuk tertidur lebih cepat, terutama bayi. Selain manfaat-manfaat itu, white noise juga memiliki beberapa manfaat lain, di antaranya : 

Pengaruh yang Diberikan White Noise

1. Menjadi Lebih Fokus

Seperti yang dijelaskan sebelumnya cara kerja white noise adalah dengan menutupi berbagai suara yang mengganggu. Hal inilah yang membuatmu dapat melakukan sesuatu dengan lebih fokus. Tentu kamu bisa tetap terfokus pada apa yang kamu kerjakan, tanpa adanya gangguan dari suara-suara tertentu. Itulah mengapa white noise ini merupakan solusi apabila kamu sedang ingin berfokus mengerjakan sesuatu. Tentu ini akan menambah kualitas pekerjaanmu juga.

2. Meningkatkan Kreativitas

Kreativitas juga dapat meningkat jika tak banyak gangguan yang muncul, sejalan dengan fokus. Hal ini seperti diungkap oleh penelitian yang dilakukan oleh Universitas Illinois yang menyatakan bahwa frekuensi yang paling meningkatkan kreativitas adalah suara pada frekuensi 70Hz. Penelitian tersebut juga mengungkap bahwa 85 Hz adalah frekuensi yang cukup mengganggu, sehingga menjadi lebih sulit berfikir dan menurunkan kreativitas.

Baca Juga: Sama-Sama Mudahkan Transaksi, Apa Perbedaan Digital Banking, Mobile Banking dan Internet Banking?

Selain itu, white noise adalah salah satu hal yang dapat mempermudah tidur. Hal ini tentu sangat bermanfaat bagi seorang yang mengalami insomnia atau kesulitan tidur. Hal ini secara tak langsung mempengaruhi kreativitas. Dengan tidur yang cukup dan berkualitas, maka tentu kamu akan lebih mudah untuk memunculkan ide-ide kreatif.

3. Membuat Rileks

Pekerjaan yang menumpuk atau jadwal meeting yang padat tentu membuat jenuh. Hal ini akan berdampak pada performa ke depannya. Kamu mungkin tidak bisa begitu saja menghilangkan beban kerja, tapi kamu bisa menyiasatinya dengan membuat dirimu lebih rileks.

Penelitian menyebutkan mendengarkan suara alam seperti gemericik air, deru ombak, suara burung, hingga hujan dapat menimbulkan perasaan positif dan meningkatkan performa kerja. Suara-suara tersebut tentu merupakan white noise karena berisi kombinasi dari berbagai suara yang stabil dan merata.

Baca juga: Data-Driven atau Data-Informed, Pilih Mana yang Pas untuk Keputusan Bisnismu

Pengaruhnya pada Produktivitas

Sebelumnya telah disebutkan berbagai pengaruh yang diberikan dari adanya white noise. Berbagai hal tersebut tentu secara tidak langsung dapat membuatmu lebih produktif dalam pekerjaanmu. Tentu, ketika kamu memiliki konsentrasi yang maksimal, daya pikir kreatif yang meningkat, serta perasaan rileks, maka dengan sendirinya kamu dapat bekerja dengan lebih baik secara kuantitas dan kualitas.

Dengan mengetahui white noise adalah hal yang dapat membantu kinerjamu serta pengaruhnya pada produktivitas, maka kamu dapat mulai menerapkannya di aktivitas sehari-seharimu. Tak perlu harus berada di kerumunan ataupun alam, kamu bisa mendapatkannya melalui berbagai aplikasi, atau bahkan tayangan youtube dan mendengarkan audio di podcast.

Baca Juga: 6 Tips Membuat Executive Summary atau Ringkasan Eksekutif

Itulah penjelasan Jobnas.com terkait white noise. Selain white noise, banyak hal lain yang tentu memengaruhi produktivitasmu. Kamu dapat mengetahui berbagai hal tersebut dengan membaca berbagai artikel di Jobnas.com

Iwan Bisa
1 tahun yang lalu
0

Jobnas.com – Rasa gugup, cemas, atau Grogi yang berlebihan adalah salah satu penyebab kegagalan saat melakukan presentasi.

Hal demikian perlu untuk diatasi karena kecemasan mempengaruhi kepribadian kalian dalam pendahuluan. Lalu bagaimana cara mengatasi dan apa yang perlu dilakukan? Sementara itu, kalian sudah mencoba berbagai cara, seperti prepping, latihan pernapasan, dan membawa contekan ke presentasi. Namun tetap saja kecemasan itu masih tetap ada.

Nah, untuk mengatasinya di bawah ini Jobnas sudah mempersiapkan cara-cara lain mengatasi kecemasan presentasi yang bisa kalian coba.

Tips Mengatasi Gejala Cemas saat Presentasi

Mengatasi kecemasan saat hendak melakukan presentasi Menurut Inc, ada beberapa cara, antara lain:

1. Hindari Kafein dan Alkohol

Kandungan kafein pada minuman dapat meningkatkan detak jantung pada tubuh? Dengan cara ini, kalian akan lebih cepat berkeringat dan tangan kalian akan lebih gemetar. Hal ini pasti tidak begitu baik ketika kalian memberikan presentasi. Ini juga akan menunjukkan kepada penonton bahwa kalian sangat gugup atau cemas.

Begitu pun sama halnya dengan Alkohol. Alkohol bekerja untuk mengingatkan kalian tentang ketakutan yang kalian rasakan. Ini akan membuat kalian lupa apa yang telah kalian pelajari dan menyebabkan kalian keluar dari topik saat berbicara.

2. Jangan Mencoba Menjadi Sempurna

Keberhasilan sebuah presentasi adalah hal utama yang kami harapkan. Namun, hal ini terkadang dapat berubah menjadi presentasi yang gagal dan juga menimbulkan kecemasan yang tidak semestinya. Itu karena kamu terlalu egois dan ingin tampil sempurna di depan audiens.

Padahal, tujuan utama dari sebuah presentasi adalah memberikan materi yang dapat dipahami oleh audiens, bukan? Secara tidak sadar, kita mencoba menjadi seseorang yang tidak sempurna.

Jadi jadilah diri sendiri saat menyampaikan materi dan jangan mencoba menjadi “super speaker”. Saat kalian bisa menjadi diri sendiri, penonton akan mengerti dan menghargai bahwa setiap orang memiliki kekurangan.

3. Lakukan Kontak Mata saat Perkenalan

Jika Sedang merasa gugup saat memberikan presentasi, ingatlah untuk selalu melakukan kontak mata dengan audiens kalian. Namun, kalian bisa melakukan latihan terlebih dahulu agar prosesnya berjalan lancar.

Datanglah lebih awal dan berpura-puralah melakukan kontak mata dengan orang-orang yang akan hadir. Saat memperkenalkan diri, pilih wajah yang sudah dikenal dan lakukan kontak mata dengannya. Mereka tidak hanya akan merasa diapresiasi oleh pembicara, tetapi mereka juga akan merasa lega ketika audiens tertarik dengan presentasi kalian karena penampilan mereka.

Selain kontak mata, jangan lupa juga untuk tersenyum. Ini akan membuat kalian lebih nyaman dan tidak kaku. Merasa cemas adalah hal yang sangat wajar dan kalian harus menerimanya.  Sebagai penonton juga, mereka akan sangat mengerti dan bersimpati jika pembicara khawatir karena itu adalah emosi manusia yang normal.

4. Postur Daya Tinggi

Datanglah ke ruang presentasi lebih awal. Selain memeriksa alat bantu presentasi, kalian dapat meluangkan waktu untuk menenangkan diri. Salah satunya duduk dengan postur kekuatan tinggi. Sederhananya, pose kekuatan tinggi adalah postur tubuh yang menunjukkan rasa percaya diri dan percaya diri.

Seperti berdiri tegak dengan percaya diri dan tersenyum. Dalam posisi duduk, sandarkan punggung kalian ke punggung dengan tangan terulur. Posisi ini mungkin tampak tidak berbahaya, meskipun memainkan peran besar dalam membangun kepercayaan diri dan menghilangkan kecemasan.

Menurut Amy Cuddy, profesor di Harvard Business School, posisi tubuh saat duduk atau berdiri bisa mengubah perasaan kita di dalam. Saat kalian bisa menahan pose ini dengan intensitas tinggi selama dua menit saja, otomatis tingkat kegugupan atau ketegangan akan turun.

Baca juga: Rumus Dan Metode Pemakaian Learning Curve

Teknik ini dapat meningkatkan testosteron hingga 20% dan menurunkan kortisol atau hormon Stres sekitar 25%. Jadi saat kalian mulai merasa cemas, segera posisikan tubuh kalian dalam pose berkekuatan tinggi.

Terakhir jangan takut stres karena kalian bisa mengatasinya.

Selain persiapan sebelum memberikan presentasi, yang perlu kalian persiapkan juga yaitu saat ingin melamar pekerjaan. Kalian penasaran dan ingin tahu cara mengati kecemasan lain dari presentasi kalian bisa mendaftar di Jobnas. Selain cara itu kalian juga bisa mengikuti Jobnas.

Iwan Bisa
1 tahun yang lalu
0

Jobnas.com – Setiap kali mendengar kata learning curve maka yang terbesit dalam pikiran kita mungkin identik dengan Ilmu Technology dan tentang bahasa pemrograman. Learning Curve jika kalian ketahui adalah bagian dari proses pelacakan kemajuan dan peningkatan produktivitas!

Selain itu, kalian dapat memanfaatkan kurva ini untuk menentukan apakah kalian telah mencapai sasaran kinerja tertentu.

Dua pragraf di atas sebagai pemantik bagi kalian yang sedang menekuni industri IT. Jika memang kalian tertarik maka lihat penjelasan lengkap mengenai learning curve dan penerapannya di dunia kerja.

Devinisi Learning Curve?

Istilah ini  pertama kali diperkenalkan oleh psikolog Hermann Ebbinghaus pada tahun 1885. Kurva pembelajaran asli digunakan untuk mengukur efisiensi produksi dan memprediksi biaya. Menurut Investopedia, Learning Curve adalah konsep yang menggambarkan secara grafis hubungan antara biaya dan output yang dihasilkan selama periode waktu tertentu.

Umumnya, kurva ini digunakan untuk mengukur kinerja tugas berulang karyawan. Kurva ini juga dikenal sebagai kurva pengalaman, kurva biaya, kurva efisiensi atau kurva hasil. Memang, kurva pembelajaran memberikan ukuran dan wawasan tentang semua aspek bisnis.

Konsep kurva ini adalah dibutuhkan waktu bagi setiap karyawan untuk mempelajari cara melakukan satu atau lebih tugas tertentu. Kemudian, saat tugas diulang, karyawan belajar bagaimana menyelesaikannya dengan cepat, mengurangi waktu yang diperlukan untuk menghasilkan hasil.

Menerapkan Learning Curve

1. Secara Umum

Kurva belajar adalah istilah yang sering digunakan dalam percakapan di tempat kerja untuk menggambarkan waktu dan upaya yang diperlukan untuk mempelajari sesuatu yang sulit. Aplikasinya bisa luas dan umum, seperti menggambarkan kurva belajar dalam proses pembelajaran hard dan soft skill baru.

Dalam hal ini, representasi grafis menggunakan matematika tidak diterapkan untuk menjelaskan kemajuan belajar. Istilah ini digunakan sebagai gambaran kualitatif tentang perkembangan pembelajaran dari waktu ke waktu.

2. Pengukuran

Konsep utama kurva pembelajaran adalah kuantitatif. Model matematika dibuat berdasarkan konsep ini untuk mewakili tingkat keterampilan atau kemahiran suatu tugas. Menerapkan kurva belajar seperti ini hanya berlaku jika digunakan untuk mengukur kemajuan aktual dalam menyelesaikan tugas tertentu dari waktu ke waktu.

Tugas harus dapat diulang, terukur, dan menyertakan satu variabel dalam proses; itu tidak dapat mengukur keseluruhan proses dengan sendirinya. Keuntungan dan Kerugian Menggunakan Learning Curve

Memang, kurva pembelajaran adalah model yang sangat berguna untuk melacak berbagai aspek kinerja dan mengidentifikasi area untuk perbaikan. Hasil analisis learning curve dapat memberikan banyak informasi yang berguna untuk pengembangan kinerja. Sayangnya, ada beberapa batasan dalam penggunaannya.

1. Manfaat

Menggunakan model pembelajaran dapat membantu kalian dalam hal-hal berikut.

  • Merencanakan strategi untuk meningkatkan hasil kerja seorang karyawan atau bahkan seluruh departemen.
  • Memotivasi karyawan dengan menciptakan budaya pembelajaran berkelanjutan dan melacak kemajuan.
  • Mengidentifikasi tren yang dapat digunakan untuk membuat prediksi yang lebih akurat dan membuat keputusan perdagangan yang lebih baik.

2. Batasan

Pertama, proses pembelajaran dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain waktu, pengalaman sebelumnya, kualitas pelatihan, dll. Oleh karena itu, mengukur hanya satu dari variabel ini dapat memberikan data yang miring.

Selain itu, beberapa kinerja atau kemajuan cukup sulit untuk diukur. Tanpa hasil yang spesifik, seperti produk atau penjualan, akan sulit untuk mengidentifikasi satu unit produksi untuk mengukur kemajuan.

Terakhir, model kurva belajar merupakan model yang tidak dapat digunakan sendiri.

Karena ada begitu banyak variabel yang dapat mempengaruhi kinerja, kami merekomendasikan penggunaan model kurva pembelajaran bersama dengan metode lain untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik.

Rumus dan Cara Menggunakan Learning Curve

1. Pelajari Rumus Kurva

Secara matematis kurva belajar digambarkan dengan persamaan berikut.

Y= ax**b**

Variabel Y adalah waktu rata-rata untuk setiap unit output. A adalah waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas untuk pertama kalinya. X adalah jumlah percobaan atau unit keluaran. Sementara itu, variabel B merepresentasikan kemiringan fungsi.

Sederhananya, persamaan tersebut membantu Anda memahami biaya rata-rata atau waktu yang diperlukan untuk mencapai efisiensi maksimum. Semakin banyak tes yang Anda masukkan ke dalam formula, semakin lemah hasilnya.

Baca juga: Pentingnya Menjadi Pahlawan untuk Diri Sendiri Penting Kalian Ketahui

2. Cara Menggunakan Kurva Belajar

Untuk menggunakan rumus ini, Anda perlu melacak waktu dan data lain untuk keluaran yang ingin kalian ukur. Berikut langkah-langkahnya.

  1. Mulailah mengambil tindakan. Untuk mendapatkan data yang paling akurat, idealnya kalian harus dapat mengukur upaya pertama, yang kemungkinan besar akan menghasilkan biaya per unit keluaran tertinggi. Kalian kemudian akan mendapatkan ikhtisar jadwal dan total biaya yang paling akurat dan lengkap.
  2. Pastikan data yang kalian miliki selalu tertata. kalian dapat menggunakan Google Spreadsheet untuk mengatur data yang kalian terima. Pastikan untuk merekam pengukuran ini di satu tempat dan dengan cara yang jelas dan konsisten sehingga dapat dengan mudah diubah menjadi representasi visual.
  3. Tetapkan interval kalian berdasarkan jenis informasi yang diukur. Misalnya, jika kalian menerapkan metode pelatihan baru, kalian dapat menentukan latensi sebagai waktu rata-rata yang diperlukan metode lama untuk mencapai efek maksimalnya. Jika metode baru pada saat yang sama mencapai hasil yang lebih baik, kalian dapat menyimpulkan bahwa ini adalah perubahan yang efektif.
  4. Tentukan tujuan kalian. Alih-alih mencoba melihat berapa banyak produktivitas yang dapat Anda capai dalam jangka waktu tertentu, kalian dapat melihat berapa lama waktu yang kalian perlukan untuk mencapai tingkat produktivitas ideal kalian. Dalam hal ini, biarkan kalender terbuka, lalu tetapkan tujuan terukur spesifik yang ingin kalian capai.
  5. Tentukan unit keluaran yang akan diukur. Jika tidak ada tujuan untuk mengukur keluaran, Anda harus kreatif dalam mencari cara untuk mengukurnya.
  6. Tentukan beban mana yang akan diukur. Di sebagian besar aplikasinya, beban yang diukur dalam kurva pembelajaran adalah waktu. Namun, dalam beberapa kasus, kalian dapat mengukur biaya keuangan riil, seperti biaya penataan ulang layanan atau renovasi infrastruktur.

Kesimpulan dari Jobnas mengenai Learning Curva adalah metode yang dapat kalian gunakan untuk mengukur performa kerja. Dari hasil analisis ini, kalian dapat mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat berkontribusi secara efektif terhadap peningkatan kinerja kalian.

Baca juga: 6 Kelebihan WordPress Dibandingkan CMS Lain

Jadi begitulah kiranya mengenai penjelasan perihal Learning Curva. Tidak cukup di situ ya! Di jobnas banyak sekali informasi seputar dunia kerja dan cara meningkatkan produktivitas kalian.

Untuk mendapatkan informasi dari jobnas secara langsung dan mudah, kalian bisa mendaftakan akun kalian sekarang juga.

Iwan Bisa
1 tahun yang lalu
0

Jobnas.com – Jika membicarakan sosok pahlawan yang terlintas dalam pikiran kita berjuang untuk orang lain. Adakah selintas dalam pikiran kalian untuk menjadi pahlawan bagi diri sendiri?

Hal di atas sejalan dengan definisi KBBI tentang pahlawan sebagai pejuang pemberani. Padahal, kita semua bisa menjadi pahlawan bagi diri kita sendiri.

Bagaimana dan mengapa ini harus dilakukan? Sekarang, cari tahu jawabannya di Artikel Jobnas kali ini.

Mengapa Penting untuk Menjadi Pahlawan Diri Sendiri?

Menjadi orang yang dewasa tentu tidak mudah. Setelah lulus kuliah, kami harus mencari pekerjaan. Begitulah yang selalu dipikirkan oleh banyak orang. Ketika kita sudah bekerja, kita harus bekerja keras untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

Belum lagi jika lingkungan kerja tidak sesuai dengan harapan kita. Tentu saja, memulai dengan rekan kerja yang beracun atau atasan mikro memaksa kita untuk bekerja sangat keras. Jika demikian, lebih mudah bagi kita untuk melupakan merawat diri kita sendiri.

Pasalnya, pikiran hanya terfokus pada pekerjaan dan bagaimana membuatnya bekerja lebih maksimal. Meski terlalu banyak bekerja juga tidak baik untuk kesehatan fisik dan mental. Padahal, menurut Harvard Medical School, sejumlah penyakit kronis bisa terjadi jika kalian bekerja terlalu keras.

Misalnya, diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, stroke, dan penyakit jantung berisiko lebih tinggi bagi orang yang bekerja terlalu lama. Selain serangan fisik, gangguan mental juga sering terjadi pada orang yang terlalu banyak bekerja dan lupa istirahat.

Gangguan mental seperti stres, sering cemas dan depresi adalah masalah utama orang yang terlalu banyak bekerja. Inilah sebabnya mengapa work-life balance sangat penting dalam dunia kerja. Sayangnya, menjaga work-life balance tidaklah mudah.

Alasannya adalah banyak karyawan lebih tertarik pada pekerjaannya daripada diri mereka sendiri. Jadi menjadi pahlawan bagi diri sendiri adalah salah satu cara untuk menjaga kesehatan mental dan work-life balance.

Jadi kita harus berjuang seperti pahlawan bagi diri kita sendiri untuk mencapai keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Hal-hal yang Perlu kalian Lakukan untuk Menjadi Pahlawan Diri Sendiri

Setelah mengetahui pentingnya menjadi pahlawan bagi diri sendiri di atas, cari tahu dulu apa yang bisa kamu lakukan untuk mewujudkannya. Di bawah ini adalah cara-cara untuk mengetahuinya.

1. Pergi Bekerja Tepat Waktu

Cara untuk menjadi pahlawan bagi diri sendiri adalah tepat waktu untuk bekerja. Ini bisa dilakukan tanpa lembur. Sebenarnya, bekerja lembur bukanlah hal yang buruk. Apalagi jika memang pekerjaan tersebut harus segera diselesaikan.

Akan tetapi, bekerja lembur setiap hari tentu bisa membuat badan semakin lelah, pikiran tidak bisa diam. Jadi kalian harus mencoba untuk bekerja tepat waktu dan mencoba untuk fokus, berhenti menunda-nunda.

2. Berkumpul dengan Orang Terdekat

Healthline menjelaskan bahwa bertemu dengan teman atau orang dekat lainnya dapat mengurangi rasa lelah dan stres di tempat kerja.

Kesibukan pekerjaan seringkali membuat kita lupa akan pentingnya menghabiskan waktu bersama orang-orang terdekat kita. Meski bertemu dengan orang tersayang bisa membuat kita merasa lebih baik dan sejenak melupakan beban pekerjaan.

Dengan begitu, sangat penting untuk bertemu dengan orang-orang terdekat kita karena dapat membuat kita tetap terjaga meski sedang banyak pekerjaan.

3. Terus Terapkan Kebiasaan Hidup Sehat

kalian juga bisa menjadi pahlawan bagi diri sendiri dengan mengikuti kebiasaan hidup sehat. Tanpa kebiasaan hidup sehat, tentunya kita akan mudah sakit, lelah dan akhirnya tidak bisa fokus bekerja.

Beberapa contoh kebiasaan gaya hidup sehat yang harus diterapkan antara lain makan makanan bergizi, tidur cukup, dan rutin berolahraga. Ketika kaliam terbiasa melakukan hal-hal ini, tubuh dan pikiran Anda akan selalu dalam kondisi yang baik.

4. Berilah Waktu kepada Diri Sendiri

Tahukah kalian bahwa waktu adalah hal yang nyata untuk dilakukan karena dapat membuat kita lebih bahagia? Seperti yang dikutip WebMD, meluangkan waktu untuk diri sendiri dapat mengurangi stres, meningkatkan energi dan produktivitas, serta dapat membuat kalian lebih bahagia.

Melakukan hal-hal yang kalian sukai di waktu saya akan membuat kalian lebih nyaman dan keadaan emosi kalian akan meningkat. Jadi ketika kalian sedang dalam keadaan semangat yang baik, klaian pasti akan lebih produktif.

5. Jangan Memaksakan Diri

Menurut Psychology Today, penting untuk menerima diri sendiri setelah melakukan yang terbaik. Pasalnya, perjuangan untuk tetap melakukan sesuatu dengan sempurna hanya akan menguras tenaga dan semangat Anda.

Pada bagian ini yang bisa kita lakukan untuk menjadi pahlawan bagi diri sendiri adalah mencoba mengetahui kemampuan diri sendiri. Dengan cara ini, kita tidak akan memaksakan diri untuk terus bekerja atau melakukan sesuatu di luar kemampuan kita.

Selalu memaksakan diri untuk bekerja sangat keras untuk mencapai hasil yang sempurna bukanlah kebiasaan yang baik.

Baca juga: Memahami Learning Curve untuk Meningkatkan Performa Karier

Inilah penjelasan dari Jobnas mengapa sangat penting untuk menjadi pahlawan untuk diri sendiri.

Jika kalian tertarik dengan tema yang semacam ini kalian dapat membacanya di Blog Jobnas. Selain artikel yang memuat tentang informasi peting di sana juga di sediakan forum tanya jawab.

Dari sekarang kalian bisa memulail dan berbagi cerita tentang masalah umum di tempat kerja dan cara mengatasinya.

Iwan Bisa
1 tahun yang lalu
0

Jobnas.com – Cobalah dari sekarang untuk membiasakan diri memeriksa rumah atau kantor bahkan ruang kerja kalian. Apakah rapi atau berantakan? Jika berantakan, sekarang saatnya untuk membersihkan atau merapikannya. Menurut data dari Rubbermaid Survey, dikutip dari Prevention, 91% orang merasa sangat stres, cemas, dan kewalahan saat rumahnya berantakan.

Sedangkan menurut data Brother, 40% pekerja mengatakan mereka bisa lebih produktif jika ruang kerjanya tertata. Mereka bahkan tidak tahu harus mulai dari mana untuk membersihkan rumah. Karena itu, banyak orang ingin mendeklarasikan secara teratur.

Sebenarnya, apa itu pembersihan dan apa manfaatnya untuk kesehatan mental? Jika kalian penasaran dengan informasi semacam ini maka kalian bisa menemukan jawabannya di artikel Jobnas kali ini.

Apa itu Decluttering?

Membersihkan rumah bisa menjadi kegiatan yang tidak menyenangkan bagi sebagian orang. Capek kerja seharian, kenapa masih bersih-bersih rumah? Padahal, membersihkan atau menata barang-barangmu punya banyak sekali manfaat untuk kesehatan mental.

Sebelum kita membahasnya lebih jauh, apa sebenarnya pembersihan itu? Membersihkan adalah proses memutuskan apakah barang-barang di ruang kalian benar-benar diperlukan, seperti yang ditulis Simplify Stuff. Dengan kata lain, kalian memprioritaskan hal-hal yang benar-benar kalian butuhkan dan gunakan.

Jika tidak benar-benar diperlukan, kalian dapat memindahkan barang-barang tersebut ke tempat lain. Secara umum, teratur juga dapat dikaitkan dengan gaya hidup minimalis. Jika dilakukan secara rutin, pembersihan akan membuat hidup kalian bersih dan rapi.

Manfaat Kesehatan Mental dari Pembersihan

Mungkin kita todak asing lagi dengan ungkapan yang sangat popular mengenai kebersihan. “Kebersihan sebagian dari iman” selain ungkapan itu, Kebersihan sangat erat kaitannya dengan ketertiban. Namun, siapa sangka, ternyata bersih-bersih juga punya banyak manfaat kesehatan mental.

Apa saja Manfaatnya? Di bawah ini adalah beberapa manfaat yang disediakan Jobnas.

1. Tingkatkan Perhatian

Mindfulness berarti berfokus sepenuhnya pada semua yang kalian lakukan. Keuntungan ini terkait dengan poin sebelumnya. Jika kamar kalian rapi, kalian tidak perlu terlalu memikirkannya. Kalian dapat lebih fokus pada apa yang kalian lakukan.

2. Pereda Stres

Ketika kamar tidur, kantor, atau rumah kalian berantakan, kalia bisa merasa sangat stres. “Kapan ini akan dibersihkan?” kalian bertanya pada diri sendiri. Namun, mereka tidak akan membersihkannya sendiri. kalian perlu memecahkannya sendiri.

Maka kalian tidak perlu lagi stres atas kekacauan kalian.

3. Lepaskan Masa Lalu

Apakah kalian memiliki kenangan dari masa lalu, seperti hadiah dari mantan atau kekasih kalian? Saatnya kalian melepaskan masa lalu dengan berbenah. Jika kalian benar-benar tidak membutuhkannya dan terus mengingatkan kalian pada masa lalu, kalian dapat menghapusnya.

Jadi kalian tidak akan sedih setiap kali kalian melihatnya. Kebersihan telah terbukti memiliki efek positif pada kesehatan mental seseorang. Bahkan, kegiatan tersebut juga dikatakan dapat meningkatkan produktivitas.

4. Hargai Apa yang Kalian Miliki

Saat kalian melakukan decoding, kalian akan menemukan banyak hal yang mungkin kalian lewatkan. Misalnya, kalian menemukan sebuah buku yang sudah lama kalian simpan tetapi belum sempat kalian baca. Bahkan, kalian mungkin sudah menemukan tabungan kalian sejak sekolah dasar.

Menurut The Spruce, itu bisa membuat kalian lebih bersyukur dan menghargai apa yang kalian miliki. Oleh karena itu, ketika kalian membuka toko online atau e-commerce, kalian tidak akan langsung tergiur untuk membeli barang yang kalian inginkan. Kalian akan menemukan bahwa kalian masih memiliki barang-barang ini di rumah.

5. Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Menurut Psychology Today, penataan furnitur juga berpengaruh baik terhadap kepercayaan diri seseorang. Saat membersihkan kamar, kalian akan dihadapkan pada banyak keputusan.

Kalian akan dihadapkan pada pilihan apa yang akan dihapus, apa yang harus disimpan, dan di mana harus meletakkannya. Jika kalian terus melakukan hal-hal tersebut, kalian akan lebih percaya diri dalam mengambil keputusan.

Baca juga: Waspadai Emotional Sponge Jika Terlalu Berempati hingga Pengaruhi Kesehatan Mental

Jadi kapan akan mulai membersihkan ruangan kalian? Sekarang, besok atau akhir pekan ini?

Jika sudah melakukannya dan merasakan efeknya jangan ragu-ragu untuk membicarakannya di forum Tanya jawab Jobnas. Di sana, banyak pengguna Jobnas yang sedang menunggu cerita dan tips kebersihan kalian.

Jika kalian ingin menceritakannya kepada mereka supaya mereka juga merasakan hal yang sama dengan yang kalian rasakan, maka dari sekarang daftarkan diri kalian di blog Jobnas sekarang juga.

Iwan Bisa
1 tahun yang lalu
0

Jobnas.com – Mayoritas orang telah mngamiini bahwa Yoga adalah Olahraga yang dapat membantu menjaga Kesehatan fisik dan mental. Apakah kalian sudah tahu bahwa yoga juga memiliki banyak manfaat produktivitas?

Ini sejak 3000 SM. Olahraga yang dikenal dari abad ke-3 SM. kini menjadi olahraga favorit banyak orang. Beberapa praktisi tidak hanya mengklaim dapat meningkatkan metabolisme dan kelenturan tubuh, tetapi juga mengklaim bahwa latihan ini dapat meningkatkan produktivitas.

Kalian ingin tahu apa manfaat olahraga ini untuk produktivitas? Ayo baca artikel Jobnas kali ini sampai selesai.

Di bawah ini Adalah 6 Manfaat Yoga yang Dapat Meningkatkan Produktivitas

1. Mengurangi Stres dan Kecemasan

Dalam sebuah penelitian ilmiah, Yoga meningkatkan produksi hormon kortisol yang dapat mengurangi stres. Seperti yang telah lumrah diketahui banyak orang, bahwa Yoga dapat membantu mengurangi stres.

Berlatih Yoga dan meditasi dapat membantu mengurangi stres, yang tentunya akan meningkatkan produktivitas. Uniknya kalian juga bisa melakukan yoga sederhana bersamaan dengan pekerjaan kalian untuk menghilangkan stres dan kecemasan.

2. Meningkatkan Kualitas Tidur

Yoga diakui secara luas sebagai cara untuk meningkatkan kualitas tidur. Yoga membuat kalian merasa rileks, yang dapat meningkatkan kualitas tidur Anda. Jika saya mengutip pernyataan para ahli yang tersiar di India Times mereka mengatakan bahwa Yoga dapat membuat pola tidur kalian teratur kembali.

Karena pada kenyatannya, kualitas tidur yang teratur adalah salah satu faktor penunjang yang menentukan tingkat produktivitas kalian.

3. Mendukung Metabolisme Tubuh

Pada manfaat yang ketiga ini,Selain kesehatan mental, kesehatan fisik juga memiliki dampak yang signifikan terhadap produktivitas. Analoginya seperti ini, misalkan kondisi fisik kalian sedang tidak stabil atau tidak dalam keadaan baik maka produktifitas kalian jelas akan terganggu.

Yoga diklaim sama seperti olahraga lainnya, Yoga dapat membantu menjaga kekebalan dan metabolisme tubuh. Metabolisme tubuh yang baik memastikan fisik kalian tetap fit sehingga dapat melakukan aktivitas dengan sempurna. Untuk merasakan manfaat Yoga bagi produktivitas, cobalah kalian saat berlatih Yoga gabungkan dengan latihan pernapasan.

4. Meningkatkan Kebahagiaan

Beberapa ahli telah membuktikan bahwa Yoga dapat meningkatkan perasaan bahagia. Bahkan, Yoga direkomendasikan sebagai terapi bagi penderita depresi.

Dengan melakukan Yoga minimal seminggu sekali akan membuat kalian merasa lebih tenang dan bahagia. Sebab, Kebahagiaan adalah salah satu faktor terpenting dalam produktivitas. Perasaan bahagia juga menimbulkan kepuasan kerja.

5. Lebih Fokus

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa latihan yoga secara teratur meningkatkan koordinasi, waktu reaksi, memori, dan bahkan IQ.

Yoga teratur membantu kalian mengatur pikiran, yang seringkali bisa kacau. Yoga membantu kalian mengalihkan diri dari pikiran kalian sendiri, menjaga konsentrasi, dan tentunya meningkatkan produktivitas kerja.

Nah, Inti dari Yoga ini yaitu fokus pada saat ini. Yoga adalah bentuk perhatian yang sangat praktis.

6. Meningkatkan Rasa percaya diri

Yoga erat kaitannya dengan mindfulness, banyak ahli percaya bahwa yoga juga dapat membantu memulihkan rasa percaya diri. Percaya diri yang rendah dapat meredam motivasi, hal ini akan berdampak dan bisa memengaruhi produktivitas kalian.

Jika kalian melakukan Yoga dengan tujuan mengenal diri sendiri, kalian akan memiliki persepsi yang berbeda tentang diri kalian dengan orng lain. Kalia akan lebih bersyukur, lebih berempati, dan mampu memaafkan diri sendiri.

Dengan begitu akan membuat kalian merasa percaya diri dan menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar dan juga akan meningkatkan motivasi kalian dalam hidup. Dan tentunya Yoga merupakan manfaat besar bagi produktivitas.

itulah enam manfaat yang disajikan Jobnas untuk kalian, selain enam manfaat Yoga di atas ada banyak manfaat lainnya yang bisa kalian rasakan.

Dan tidak hanya Yoga saja yang bisa meningkatkan produktifitas, kalia juga bisa melakukan olahraga lain untuk meningkatkan produktivitas. Kalau Jobnas boleh tahu apa olahraga favorit kalian?

Baca juga: Dehidrasi Mempengaruhi Kerjaan di Kantor? Begini Pencegahannya!

Kalian bisa menjawabnya dan membagikan pengalaman kalian di kolom komentar Jobnas! Selain di kolom komentar Jobnas menyediakan juga forum tanya jawab sebagai tempat kalian untuk berbagi pengalaman kerja dan lainnya. Caranya kalian bisa daftar di sini sekarang untuk bergabung dengan Jobnas.

Iwan Bisa
1 tahun yang lalu
0

Jobnas.com – Menurut The Conversation, berbohong dalam wawancara kerja sebenarnya meningkatkan peluang untuk kita lebih kesulitan mencari pekerjaan lagi.

Kalau dipikir ulang, apa salahnya berbohong saat wawancara kerja? Lagi pula, bukankah persyaratan perusahaan terkadang memaksa kandidat untuk melakukan ini? .

Pikiran atau pertanyaan semacam di atas kadang kali sering muncul di kepala kita. Karena pada kenyataannya jika kita tidak mengikuti alur, kita khawatir takut untuk ditolak. Dan terpaksa kita mengikuti alurnya.

Jika memang begitu, perlu kalian ketahui apa konsekuensi yang akan kita hadapi dan bagaimana tips menghindari kebohongan dalam wawancara kerja? Di artikel kali ini Jobnas menyediakan dua opsi; jawaban sekaligus solusi.

Jika kalian penasaran maka bacalah artikel ini sampai tuntas dan ketahui kedua-duanya!

Konsekuensi Berbohong saat Wawancara

1. Bingung saat Menjawab Pertanyaan Lanjutan

Berbohong dalam wawancara disebabkan kerena tidak bisa menjawab pertanyaan lanjutan yang diajukan. Misalnya, HRD membutuhkan keahlian kalian. Alih-alih jujur, kalian hanya memberikan jawaban yang terdengar lebih profesional daripada yang sebenarnya.

Ketika kalian ditanya lebih banyak pertanyaan, kalian bahkan lebih bingung. Wawancara yang seharusnya berjalan mulus dan ternyata gagal karena kebingungan terus saling membohongi. Alhasil, alih-alih terlihat profesional, justru menjadi senjata makan tuan.

2. Langkah Verifikasi Gagal

Konsekuensi yang kedua, Selama proses perekrutan, perusahaan harus melakukan pemeriksaan latar belakang pada setiap karyawannya. Misalnya, dalam wawancara, kalian berbohong tentang gaji kantor kalian sebelumnya.

Alasannya mungkin karena perusahaan baru ini menawarkan gaji yang lebih tinggi dari angka tersebut. Menurut US News, kebohongan ini justru bisa membuat tawaran gaji kalian lebih rendah atau bahkan tidak turun sama sekali.

3. Tawaran Pekerjaan Dibatalkan

Konsekuensi selanjutnya Jika kebohongan kalian terungkap selama wawancara, tawaran pekerjaan dapat dibatalkan secara otomatis.

Apakah kalian merasa aman karena kalian menandatangani surat penawaran? tunggu sebentar. Meskipun kalian sudah menandatangani surat penawaran itu, jika kalian ketahuan melakukan kebohongan maka bisa jadi tawaran itu dibatalkan.

Alasannya, perusahaan pasti ingin mempekerjakan karyawan yang jujur ​​dan profesional. Jika kalian berbohong saat wawancara, apa yang akan terjadi saat kalian bekerja sama nanti? Begitu analogi simpelnya.

4. Tidak Bisa Menjelaskan Kebohongan

Jika kalian berbohong selama wawancara, kalian masih memiliki kesempatan untuk melewati semua putaran rekrutmen tanpa ketahuan. Namun, bagaimana jika kalian ditanya untuk mempertanggung jawabkan tindakan kalian tersebut?

Contoh sederhananya adalah kalian mengatakan bahwa kalian sangat berpengalaman dalam memberikan presentasi kepada klien, padahal kalian tidak memiliki pengalaman sama sekali. Ketika diminta untuk memberikan presentasi, kalian menjadi bingung dan bahkan menjelek-jelekkan perusahaan.

Pada akhirnya ada kemungkinan perusahaan masih menawarkan kesempatan, atau jika kesalahannya lebih serius, kalian akan langsung kehilangan pekerjaan.

Tips untuk Tidak Melakukan Kebohongan

Jadi pada subbab ini Jobnas sudah menyediakan tips agar kalian tidak perlu berbohong saat wawancara. Dari poin-poin di atas, jelas bahwa berbohong dalam wawancara hanya akan membawa kerugian. Baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Salah satu alasan seseorang berbohong dalam wawancara kerja adalah karena kurangnya rasa percaya diri terhadap kemampuannya atau mungkin kepribadiannya.

Menurut Undercover Recruiter, yakinlah dan yakinlah pada kemampuan Anda sendiri. Lagi pula, jika perusahaan memanggil kalian untuk wawancara, itu berarti mereka tertarik dengan keahlian dan pengalaman yang kalian punya.

Berikut berbagai akibat berbohong dalam wawancara dan tips agar tidak berbohong.

1. Tingkatkan Keterampilan

Ingatlah bahwa tindakan ini hanya akan merugikan kalian. Sebaiknya terus tingkatkan keterampilan dan pengetahuan kalian, agar tidak perlu berbohong nantinya.

2. Belajar untuk Tenang

Miasalnya jika kalian bingung saat menjawab pertanyaan, belajarlah untuk tenang. Jangan panik, jika kalian melakukan kebohongan, pasti akan merugikan diri sendiri.

Baca juga: 4 Manfaat Kualitas Pencahayaan di Tempat Kerja pada Karyawan

Begitulah kiranya penjelasa jobnas kali ini. Salah satu aktivitas yang dapat membantu kalian dalam proses ini kalian bisa bergabung dengan Kelas Jobnas. Jobnas menyediakan kelas yang akan diajarkan oleh para ahli di bidangnya masing-masing, dengan pengalaman yang tidak diragukan lagi.

Jika kalian minat dengan tawaran ini. Jangan lewatkan kesempatan untuk berkembang. Oke!

Iwan Bisa
1 tahun yang lalu
0

Jobnas.com – Menurut Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), pencahayaan di tempat kerja akan berdampak pada kualitas dan produktivitas kerja. Pencahayaan di tempat kerja jangan anggap sepele. Masalahnya, jika pencahayaannya buruk dapat menyebabkan ketegangan mata, kelelahan, sakit kepala, stres, dan kecelakaan terkait pekerjaan.

Di beberapa pabrik yang meningkatkan kualitas pencahayaan, produktivitas meningkat hingga 10% dan tingkat kesalahan menurun hingga 30%. Dalam artikel ini, Jobnas akan menjelaskan dampak atau pengaruh pencahayaan terhadap kinerja seorang karyawan. Yuk baca sampai habis.

Efek Cahaya di Tempat Kerja

1. Karyawan Semakin Sehat

Menurut sebuah studi Universitas Cornell, karyawan yang terpapar sinar matahari di tempat kerja mengurangi masalah kesehatan hingga 84 persen. Beberapa penelitian yang lain juga menunjukkan bahwa pencahayaan di tempat kerja mempengaruhi kesehatan.

Gangguan kesehatan yang dimaksud antara lain sakit kepala, ketegangan mata dan gangguan penglihatan. Menurut sebuah studi oleh Profesor Alan Hedge (2011), mereka yang mendapatkan cukup sinar matahari di mejanya mengambil cuti sakit 6,5% lebih sedikit daripada pekerja lain.

2. Perasaan Bahagia Semakin Meningkat

Apakah kalian pernah mendengar ungkapan “Tubuh yang sehat memiliki jiwa yang kuat”? Tentunya, istilah ini tidak asing lagi bagi kalian. Istilah tersebut cakupannya sangat luas dan juga berlaku di tempat kerja.

Mengutip New Day Office, ini ada kaitannya dengan vitamin D yang salah satunya berasal dari sinar matahari. Mereka menjelaskan bahwa vitamin D dapat membantu melawan depresi dan meningkatkan kebahagiaan.

Di paragraf sebelumnya, Jobnas menyebutkan bahwa pencahayaan yang tepat dapat bermanfaat bagi kesehatan pekerja. Ketika tubuh kalian sehat, pasti kalian akan merasa lebih bahagia di tempat kerja.

3. Produktivitas Tenaga Kerja Semakin Meningkat

Kurangnya cahaya alami bagi seseorang yang bekerja di kantor dapat berdampak negatif pada suasana hati dengan begitu akan berdampak dan bisa menyebabkan kelelahan, dan menurunkan produktivitas. Selain yangbdisebutkan tadi, kalian merasa tidak nyaman dan sulit berkonsentrasi dalam bekerja.

Menurut sebuah studi oleh Dewan Bangunan Hijau Dunia, pekerja yang terpapar sinar matahari 18% lebih produktif daripada pekerja lainnya. Oleh karena itu, tempat kerja harus memiliki pencahayaan alami yang baik. Dengan demikian akan berdampak naik pula pada seorang karyawan.

4. Hemat Energi

Menurut New Day Office, pencahayaan buatan, seperti lampu, biasanya menghabiskan sepertiga dari pemakaian listrik di tempat kerja. Angka ini tentu saja sangat besar dibandingkan konsumsi daya lainnya.

Oleh karena itu, perusahaan dapat menghemat energi dengan memasang penerangan di tempat kerja. Misalnya seperti contoh membuat lebih banyak candela biar cahaya alami itu masuk pada ruangan karyawan. Dengan demikian akan lebih menghemat daya yang digunakan oleh perusahaan.

Selain itu ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghemat energi cahaya antara lain: seperti contoh. Menyesuaikan desain, tata letak kamar. Dengan opsi begitu pula pengeluaran perusahaan juga bisa diarahkan ke hal-hal lain yang lebih penting.

Pencahayaan yang Baik di Tempat Kerja

Laporan ILO “Pencahayaan Tempat Kerja Dalam Ruangan Bahaya Fisik” berisi beberapa peraturan untuk penerangan yang baik di tempat kerja.

  1. Gunakan siang hari di tempat kerja.
  2. Gunakan lampu bantu yang paling tepat.
  3. Pilih ruang kerja terbaik berdasarkan sumber cahaya dan hindari silau.
  4. Pilih latar belakang visual yang sesuai (dinding, langit-langit, dll.)
  5. Hindari naungan. 6. Lakukan pembersihan dan pemeliharaan lampu dan jendela secara teratur.

Inilah pengaruh pencahayaan tempat kerja terhadap produktivitas karyawan. Jadi, apakah tempat kerja kalian memiliki pencahayaan yang baik? Jika demikian, saya harap kalian merasakan dampaknya!

Tunggu dulu sebelum Jobnas mengakhiri penjelasanmeneganai pencahayaan, selain pencahayaan ada banyak hal lain yang bisa meningkatkan produktivitas kerja.

Baca juga: Ingin Karier Lebih Maju! Begini Gaya Belajar yang Sempurna

Kalian penasaran dengan hal lain yang disebutkan di atas?  Jika kalian penasaran maka caranya kalian bisa mendapatkan informasinya dengan berlangganan dan rutin mengikuti konten Jobnas yang terbit setiap hari.

Jika kalian melewatinya, ada cara lain yang lebih gampang. Caranya dengan mendaftarkan akun kalian di Jobnas. Maka secara otomatis Jobnas akan mengirimkan artikel terbarunya langsung ke email kalian.

Iwan Bisa
1 tahun yang lalu
0

Jobnas.com – Untuk lebih dekat dengan manajer atau atasan di kantor, kalian harus mengetahui terlebih dahulu bagaimana cara agar atasan kalian bisa mempercayai. Hubungan dekat dengan manajer sangat penting karena dapat meningkatkan performa kerja di kantor.

Coba kalian bayangkan jika tidak memiliki hubungan yang baik dengan atasan. Pasti akan sulit untuk bekerja sama, sehingga pada akhirnya akan ada perasaan bahwa pekerjaan itu tidak menyenangkan.

Itu sebabnya hubungan yang baik dengan atasan kalian sangat penting jika kalian ingin sukses di kantor. Tentu tujuannya tidak lain agar hubungan antara keduanya semakin erat, jika memang benar demikian maka salah satu jalannya kalian harus mendapatkan kepercayaan terlebih dahulu dari atasan.

Untuk persoalan seperti itu kalian tidak perlu bingung bagaimana caranya agar bos mudah percaya dengan kalian.

Berikut ini adalah artikel Jobnas yang kiranya bisa menjawab kebingungan kalian semua. Jobnas telah meringkasnya.

1. Tunjukkan Sifat yang Positif

Pada poin pertama ini adalah sebuah cara supaya atasan lebih mudah memercayai kalian. Adapun caranya dengan selalu menunjukkan sikap positif. Sikap positif di tempat kerja dapat ditunjukkan dengan berbagai cara. Misalnya, selalu bersemangat menghadiri rapat untuk menunjukkan rasa hormat kepada semua orang di kantor.

Selain itu, sikap positif seperti kejujuran dalam bekerja juga diperlukan agar atasan kalian bisa mempercayai dan yankin dengan kinerja kalian. Jika kalian bisa menunjukkan kejujuran, kalian tidak hanya akan disukai oleh atasan. Bahkan, seluruh kolega kalian ikut percaya.

2. Menyesuaikan Gaya Komunikasi

Langkah yang kedua kalian bisa mencari tahu seperti apa gaya komunikasi bos kalian dan cobalah untuk mengikutinya. Menemukan cara untuk membuat atasan kalian mempercayai kalian tidaklah mudah. Namun, kalian dapat mencoba cara ini dengan mengubah gaya komunikasi\.

Ketahui cara atasan kalian berkomunikasi. Apakah dia cenderung santai, apakah dia selalu ingin dihormati atau dia tidak peduli. Tentunya jika kalian mengetahui gaya komunikasi atasan kalian, kalian bisa menentukan sikap yang tepat dalam menghadapinya.

Jika komunikasi berjalan dengan baik, tentunya akan lebih mudah membangun hubungan baik dengan atasan, bukan?

3. Ketahui Apa yang Dia Inginkan

Salah satu cara lainnya untuk memercayai bos ialah dengan melakukan apa yang diinginkannya. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui tujuan apa yang perlu dicapai oleh manajer. Misalnya, bos kalian ingin menggandakan situs webnya dan traffic-nya ingin ada di kuartal paling atas.

Setelah kalian tahu apa yang mereka inginkan, kalain bisa mulai menyiapkan ide. Misalnya menyiapkan strategi content marketing yang tepat agar trafik bisa meningkat. Jangan sungkan untuk menanyakan kebutuhan atasan. Hal ini membuat kalian terlihat lebih aktif dalam memberikan kontribusi bagi perkembangan perusahaan.

4. Jangan Terlalu Sering Mengulangi Kesalahan

Yang namanya manusia pasti akan melakukan salah dan dosa. Tentu karyawan juga akan mengalami hal seperti demikian. Namun, ini tidak berarti bahwa kalian dapat mengulangi kesalahan yang sama berulang kali. Jika ingin mendapatkan kepercayaan dari atasan, kalian harus bisa menunjukkan sisi terbaik kalian dalam bekerja.

Jika saya mengutip Reader’s Digest, tidak ada pemberi kerja yang mengharapkan karyawannya sempurna sepanjang waktu. Namun, jangan ulangi kesalahan yang sama. Cobalah untuk meningkatkan produktivitas pekerjaan kalian sebanyak mungkin dan kalian tidak akan melakukan kesalahan yang sama. Dengan begitu, manager pasti menyukai karyawan yang mau bekerja keras untuk terus berkembang.

5. Haus Akan Saran

Menurut Business Insider, meminta nasihat kepada atasan dapat menciptakan ikatan yang lebih dekat dengan kalian. Adapun cara yang terakhir ialah bisa kalian lakukan dengan meminta nasihat atau saran.

Saat meminta nasihat, atasan merasa dihargai dan pendapatnya dihargai. Dengan cara ini keyakinan kita terhadap diri sendiri dapat terus tumbuh. Ingat, meminta saran tidak membuat kalian terlihat tidak kompeten atau kurang begitu paham dengan tugas yang mau kalian kerjakan. Sebaliknya, bos dapat lebih proaktif dalam menerima umpan balik dari sang administrator.

Ini adalah beberapa cara yang bisa kalian lakukan supaya kalian bisa lebih dekta dengan atasan. Dengan begitu, manager atau atasan akan dapat mempercayai kinerja kalian. Cobalah lakukan dari sekarang.

Dan yang sangat penting untuk kalian pahami bahwa hubungan dengan atasan penting untuk selalu terjaga dengan baik. alasannya adalah bos menilai kinerja kita di tempat kerja.

Baca juga: 5 Cara Meningkatkan Produktivitas dalam Bekerja dan Pentingnya Rasa Ingin Tahu

Jika kalian minta dengan informasi semacam ini. Kalian bisa melakukan tanya jawab dan kalian juga bisa dapat bertukar pengalaman tentang membangun hubungan baik dengan manajer atau topik lain yang terkait dengan kehidupan kerja.