Blog Jobnas
Halaman artikel blog terbaru di Jobnas.com.Pengertian, Jenis, dan Cara Menjadi Filantropis
Jobnas.com - Menjadi seorang filantropis berarti memiliki kesediaan dan kemampuan untuk memberikan dukungan finansial, sumber daya, atau pengaruh sosial kepada individu, kelompok, atau masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan umum atau mendukung tujuan-tujuan yang dianggap baik.
Arti menjadi seorang filantropis tidak hanya terbatas pada memberikan sumbangan finansial, tetapi juga melibatkan pemberian waktu, energi, dan sumber daya lainnya untuk mendukung perubahan positif dalam masyarakat.
Seorang filantropis sering kali memiliki kesadaran sosial yang tinggi dan memiliki minat yang kuat dalam memecahkan masalah sosial, ekonomi, atau lingkungan.
Mereka dapat berinvestasi dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, lingkungan, seni dan budaya, atau penanggulangan kemiskinan.
Filantropi juga melibatkan komitmen jangka panjang untuk menciptakan dampak positif yang berkelanjutan dalam masyarakat.
Ini bisa melibatkan pembangunan infrastruktur sosial, pendanaan program-program pemberdayaan masyarakat, atau memperjuangkan perubahan kebijakan yang lebih inklusif.
Sosok filantropis umumnya dikenal sebagai seseorang, baik itu publik figur maupun bukan, yang kerap kali mempromosikan dan mengupayakan kesejahteraan manusia. Sedangkan dalam bahasa Inggris, filantropi bermakna sebuah tindakan yang mempunyai tujuan untuk kemanusiaan.
Sosok filantropis bukan hanya tentang memberikan donasi, melainkan juga dengan melihat peluang serta secara efektif mengarahkan kontribusi dengan tujuan yang jelas. Di artikel ini, Jobnas.com akan mengurai secara komprehensif terkait sosok filantropis, jenis, dan bagaimana menjadi salah satunya? Yuk, baca sampai tuntas!
Baca Juga: Sebelum Mulai Investasi Pahami Dulu 5 Perbedaan Reksa Dana Syariah dan Konvensional
Pengertian Filantropis
apa itu Filantropis? Menurut Indeed, secara definitif filantropis merupakan seorang individu yang menyediakan pendanaan, waktu, dan sumber dukungan lainnya secara gratis untuk suatu kelompok hingga organisasi. Ia berperan sebagai pendamping dalam sebuah kelompok maupun organisasi.
Sebagai seorang filantropis, seseorang juga bisa menjadi agen perubahan dan memainkan peran penting dalam menginspirasi orang lain untuk turut serta dalam memberikan dukungan kepada inisiatif-inisiatif yang bermanfaat bagi banyak orang.
Dengan kata lain, menjadi seorang filantropis bukan hanya tentang memberikan secara material, tetapi juga tentang membangun keterlibatan dan solidaritas sosial untuk mencapai perubahan yang positif dan berkelanjutan dalam masyarakat.
Umumnya, organisasi non profit mempunyai seorang filantropis yang memberikan bantuan terbesar sekaligus menjadi pendamping organisasi tersebut. Meski kerap kali seorang filantropis selalu dikaitkan dengan individu yang kaya, tapi hal tersebut tidak selalu begitu.
Di samping memberikan uang, sosok filantropis juga senang memberikan aset dan sumber daya kepada yang membutuhkan. Karena tujuan utamanya adalah mensejahterakan orang banyak, cara kerja seorang filantropis juga berbeda-beda. Filantropis bisa bekerja secara individu maupun melalui organisasi amal dan yayasan.
Jenis Bantuan dari Filantropis
Seorang filantropis setidaknya 3 jenis bantuan. Berikut di antaranya:
1. Pendanaan
Pendanaan atau uang merupakan salah satu jenis bantuan yang paling umum diberikan oleh filantropis, baik untuk organisasi maupun suatu kelompok.
Sistem pemberian pendanaan juga berbeda-beda, ada yang diberikan secara langsung kepada beberapa organisasi, ada juga yang memberikan dukungan dan berkontribusi kepada satu organisasi yang sama.
2. Waktu
Menjadi sukarelawan dengan menyumbangkan waktu serta tenaga juga bentuk dukungan yang berarti apabila kamu tidak berdonasi dengan dana dan kemampuan khusus untuk membantu organisasi.
Biasanya akan ada relawan dalam satu waktu atau durasi terbatas, namun juga ada relawan reguler yang membantu dalam jangka waktu yang lama.
3. Sumber daya
Bantuan berupa sumber daya menjadi jenis bantuan yang tidak kalah pentingnya. Bentuk sumber daya yang diberikan filantropis kepada organisasi pun bermacam-macam, tergantung kebutuhannya.
Beberapa contohnya adalah bertanggung jawab untuk konsumsi dalam suatu kegiatan, penyediaan furnitur, hingga bantuan transportasi.
Cara Menjadi Seorang Filantropis
Kata Indeed, dengan memberikan waktu melalui volunteer kegiatan , berpartisipasi dalam sebuah kegiatan amal, dan berkarier di organisasi non profit, kamu pun bisa menjadi seorang filantropis.
Jika kamu ingin menjadi seorang filantropis, berikut adalah cara-caranya, baik secara personal maupun profesional:
1. Identifikasi sebab
Mengetahui apa yang kamu percayai dan kegiatan seperti apa yang ingin kamu dukung merupakan hal esensial yang perlu diperhatikan sebelum menjadi filantropis. Secara tidak langsung, dengan mengidentifikasi sebab ini menjadi alasan di balik keinginanmu untuk berkontribusi atau mengikuti suatu organisasi. Coba kamu cari organisasi atau komunitas yang membuatmu merasa tertarik dan perlu bantuan, contohnya bidang pendidikan dan lingkungan.
2. Pikirkan apa yang ingin dicapai
Kamu harus tahu dan yakin tujuan apa yang ingin kamu capai sebelum menjadi seorang filantropis. Tujuan ini bisa dalam bentuk personal maupun profesional.
Baca Juga: Waspadai Tanda HRD Tidak Terkesan Denganmu saat Interview
3. Pastikan kontribusi
Seperti yang sudah disinggung di atas, seorang filantropis biasanya memberikan 3 jenis bantuan. Kamu perlu mengetahui kontribusi apa yang bisa dan ingin kamu berikan kepada organisasi. Supaya tujuan yang dikehendaki tercapai, pilihlah kontribusi yang tepat dan nyata.
4. Riset dan pilih bidang sesuai ketertarikan
Melakukan riset merupakan langkah selanjutnya yang harus kamu lakukan ketika ingin menjadi seorang filantropis setelah kamu sudah memiliki sebab, tujuan, dan mengetahui kontribusi apa yang hendak diberikan.
Hal yang bisa kamu lakukan adalah dengan mencari organisasi non profit di kota tempat kamu tinggal yang berfokus pada bidang yang sesuai dengan ketertarikanmu.
Di samping mencari organisasinya, kamu harus tahu struktur organisasi, bagaimana mereka menggunakan pendanaan, serta visi dan misinya. Terakhir, kamu bisa memilih organisasi tersebut apabila kamu merasa apa yang dilakukan organisasi tersebut sejalan dengan tujuan yang ingin kamu capai.
5. Memastikan rencana filantropi
Membuat rencana dukungan kepada organisasi yang kamu pilih merupakan langkah selanjutnya untuk menjadi seorang filantropis.
Contohnya, kamu menyisihkan sejumlah pendapatan setiap bulan untuk donasi dalam jangka waktu tertentu. Di samping itu, kamu juga bisa menentukan jadwal melakukan kegiatan sukarelawan untuk membantu aktivitas organisasi.
Terakhir, pastikan kamu telah memiliki rencana yang matang agar tidak berhenti di tengah jalan apapun bentuk dukungan yang kamu berikan.
6. Rencana jangka panjang
Evaluasi rencana menjadi hal yang harus dilakukan apabila kamu ingin menjadi seorang filantropis dalam jangka waktu yang lama.
Beberapa pertanyaan yang harus kamu bisa jawab, yaitu:
Apakah kamu ingin berkontribusi hanya pada satu organisasi atau lebih?
Bagaimana cara kamu mengatur kontribusi dan dukungan?
Berapa lama jangka waktu kamu menjadi filantropis pada suatu organisasi?
Apakah ada rencana kerja sama dengan sumber daya lain?
7. Libatkan relasimu
Membagikan informasi kegiatan filantropi kepada relasi personal maupun profesional merupakan salah satu hal yang dilakukan seorang filantropis.
Kamu bisa menceritakan bagaimana awal mula kontribusi dan dukungan dilakukan, bagaimana kamu menyediakan waktu, pendanaan, atau sumber daya untuk organisasi.
Tentu saja hal tersebut dilakukan untuk menginspirasi banyak orang sekaligus agar bisa membawa dampak positif pada organisasi.
Sejarah Filantropi
Filantropi memiliki akar yang dalam dalam sejarah manusia. Praktik memberikan dukungan kepada yang membutuhkan telah ada sejak zaman kuno, dengan contoh-contoh seperti kontribusi keagamaan, pemberian sumbangan untuk pendidikan, dan pembangunan infrastruktur sosial.
Namun, konsep filantropi modern mengalami perkembangan pesat pada abad ke-19 dan ke-20, terutama dengan kemunculan tokoh-tokoh seperti Andrew Carnegie, John D. Rockefeller, dan Henry Ford, yang memberikan sumbangan besar untuk pendirian institusi pendidikan, layanan sosial, dan penelitian medis.
Hari ini, praktik filantropi mencakup berbagai macam pendekatan dan bidang fokus, tetapi tujuannya tetap sama: untuk menciptakan dampak positif dalam masyarakat.
Manfaat Menjadi Filantropis
Menjadi seorang filantropis dapat memberikan manfaat yang signifikan, baik bagi individu maupun masyarakat. Secara pribadi, hal itu dapat memberikan rasa kepuasan batin yang mendalam karena menyumbangkan waktu, uang, atau keterampilan untuk tujuan yang baik.
Hal ini juga dapat memperluas jaringan sosial dan membuka peluang untuk terlibat dalam komunitas yang peduli.
Di sisi lain, dukungan filantropis memiliki potensi untuk menciptakan perubahan yang positif dalam masyarakat, seperti meningkatkan akses terhadap pendidikan, kesehatan, atau perlindungan lingkungan, serta mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi.
Tantangan dan Hambatan
Meskipun memiliki dampak yang luar biasa, praktik filantropi tidak terlepas dari tantangan dan hambatan.
Beberapa tantangan yang mungkin dihadapi oleh para filantropis termasuk manajemen dana yang efektif, pemilihan proyek yang tepat sesuai dengan nilai dan visi pribadi, serta memastikan keberlanjutan program yang didukung.
Selain itu, isu seperti kepercayaan masyarakat, transparansi, dan akuntabilitas juga dapat menjadi hambatan dalam mencapai tujuan filantropi.
Teknik dan Strategi Filantropi
Ada berbagai teknik dan strategi yang dapat digunakan oleh para filantropis untuk meningkatkan efektivitas dan dampak dari dukungan yang mereka berikan.
Salah satu teknik yang umum adalah pendirian yayasan amal atau dana donor yang dapat mengelola dan mendistribusikan dana secara efisien.
Kolaborasi dengan organisasi non-profit, pemerintah, atau sektor swasta juga merupakan strategi yang efektif untuk mencapai tujuan filantropi.
Selain itu, penggunaan teknologi seperti platform crowdfunding atau aplikasi mobile juga dapat memperluas jangkauan dan partisipasi dalam praktik filantropi.
Tren dan Inovasi
Dunia filantropi terus berubah dan berkembang seiring berjalannya waktu. Salah satu tren terbaru adalah pergeseran menuju filantropi berbasis dampak, di mana para filantropis berfokus pada pencapaian hasil konkret dan mengukur dampak dari dukungan yang mereka berikan.
Pendekatan yang terfokus pada solusi juga semakin populer, dengan upaya untuk mengidentifikasi dan mengatasi akar penyebab permasalahan sosial yang kompleks.
Selain itu, teknologi terus menjadi katalisator inovasi dalam praktik filantropi, memungkinkan penggalangan dana yang lebih efisien, transparansi yang lebih besar, dan partisipasi yang lebih luas dari masyarakat.
Studi Kasus dan Inspirasi
Studi kasus dari filantropis yang sukses dapat memberikan inspirasi dan pandangan yang berharga tentang cara-cara untuk menciptakan dampak positif dalam masyarakat.
Contohnya termasuk pengusaha seperti Bill Gates yang mendirikan Gates Foundation untuk mendukung inisiatif kesehatan global, atau individu seperti Malala Yousafzai yang memperjuangkan hak pendidikan bagi perempuan di seluruh dunia.
Cerita-cerita seperti ini menunjukkan bahwa satu individu dapat membuat perbedaan besar dalam dunia ini jika mereka berkomitmen untuk melakukan perubahan.
Cara Terlibat
Ada berbagai cara di mana individu dapat terlibat dalam praktik filantropi, terlepas dari tingkat pendapatan atau sumber daya yang mereka miliki.
Selain memberikan sumbangan finansial, orang juga dapat menyumbangkan waktu dan keterampilan mereka dengan menjadi sukarelawan atau mentor bagi mereka yang membutuhkan.
Mempartisiapasi dalam acara penggalangan dana, menyebarkan kesadaran tentang isu-isu sosial, atau bahkan memulai inisiatif kecil di komunitas lokal juga merupakan cara yang efektif untuk berkontribusi dalam menciptakan perubahan yang positif dalam masyarakat.
Baca Juga: Debt Stacking, Solusi Paling Tepat Agar Bebas dari Hutang
Demikianlah penjelasan Jobnas.com terkait filantropis yang perlu kamu ketahui. Umumnya, seseorang yang berpartisipasi dalam kegiatan maupun pekerjaan dengan tujuan kemanusiaan banyak ditemukan pada organisasi non profit. Di situlah momen yang tepat apabila ingin berkarir di bidang filantropi.
Intinya, kamu bisa pelajari terlebih dahulu serba-serbi organisasi non profit apabila kamu ingin menjadi seorang filantropis dan berperan langsung untuk kesejahteraan orang banyak.
Baca SelengkapnyaKembangkan Diri dan Berkontribusi di 7 Komunitas Anak Muda Ini
Jobnas.com-Saat ini sudah banyak komunitas anak muda yang visioner dan inspiratif yang bisa diikuti untuk mengembangkan diri. Komunitas-komunitas itu pun beragam, mulai dari bidang pendidikan hingga isu lingkungan. Kamu bisa pilih sesuai dengan passion atau isu yang menjadi perhatianmu selama ini.
Nah, salah satu cara merayakan hari sumpah pemuda adalah bisa diisi dengan kegiatan produktif seperti bergabung dengan komunitas dan ikut berkontribusi di dalamnya. Sebagai generasi muda, sudah seharusnya kita beri dampak positif bagi Indonesia.
Di samping itu, menurut My Peer menyatakan bahwa bergabung dengan komunitas dapat meningkatkan pengetahuan, kepercayaan diri, skill, dan kompetensimu. Oleh karena itu, di artikel ini Jobnas.com telah merangkum 7 rekomendasi komunitas anak muda yang cocok untukmu. Yuk, simak !
Baca Juga: Debt Stacking, Solusi Paling Tepat Agar Bebas dari Hutang
1. Lindungi Hutan
Barangkali, kamu sudah sering mendengar bahwa kondisi hutan Indonesia sedang tidak baik-baik saja selama beberapa tahun belakangan.
Ada banyak kasus kebakaran hutan hingga alih fungsi lahan yang semakin membuat hutan kita menipis. Jika kamu ingin melakukan sesuatu untuk berkontribusi pada pelestarian hutan Indonesia, komunitas Lindungi Hutan adalah sebuah yayasan berbadan hukum yang kegiatannya berfokus pada pelestarian ekosistem hutan.
Kamu bisa bergabung dengan komunitas relawan Lindungi Hutan yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Di sana kamu juga bisa mengasah soft skills, mulai dari time & people management hingga interpersonal skill.
2. Greenpeace Indonesia
Greenpeace Indonesia barangkali sangat cocok untukmu yang ingin aktif dalam isu-isu lingkungan. Sebab, Greenpeace Indonesia berfokus pada masalah lingkungan yang cukup luas, mulai dari, pembakaran hutan, energi berkelanjutan, hingga polusi udara, perubahan iklim, dan sampah plastik.
Serupa Lindungi Hutan, kamu juga bisa bergabung dengan komunitas relawan Greenpeace Indonesia atau berkontribusi sebagai donatur pada kampanye mereka. Jika kamu pikir bahwa kampanye harus selalu dilakukan dengan cara turun ke jalan, kamu salah besar.
Hingga kini, terdapat banyak kampanye digital yang tetap mampu menciptakan dampak positif bagi lingkungan. Hal ini juga yang bisa kamu lakukan di Greenpeace Indonesia, lho!
3. 1001 Buku
Dari isu lingkungan, kita beralih sejenak ke komunitas yang bergerak di bidang pendidikan, yakni Komunitas 1001 Buku. Komunitas ini merupakan salah satu kelompok yang bisa diikuti anak muda yang peduli dengan isu pendidikan anak-anak.
Organisasi ini berupaya menyediakan taman baca yang layak bagi anak-anak Indonesia karena dilatarbelakangi oleh permasalahan terbatasnya akses buku bacaan. Hingga kini, 1001 Buku masih aktif berkegiatan dan telah membentuk jaringan relawan di beberapa kota di Indonesia.
Jika kamu tertarik untuk bergabung dengan komunitas ini, kamu bisa cek Instagram @1001buku dan hubungi narahubung untuk menanyakan prosedur pendaftarannya.
4. Akademi Berbagi
Komunitas yang bergerak di bidang pendidikan selanjutnya adalah Akademi Berbagi. Kamu dapat bergabung dengan Akademi Berbagi baik sebagai relawan pengelola maupun tutor. Saat ini, komunitas ini telah menyediakan kelas gratis di 21 kota di seluruh Indonesia.
Kelas yang diadakan pun cukup beragam, mulai dari kelas fotografi, jurnalistik, dan lain-lain. Komunitas ini bertujuan untuk memberikan kesempatan pada peserta agar bisa belajar langsung dengan para praktisi dan profesional di bidangnya masing-masing secara gratis.
Nah, kamu secara tidak langsung dapat membantu orang lain meningkatkan kompetensi dan skill mereka jika bergabung di komunitas ini. Di saat yang bersamaan, kamu juga bisa ikut belajar dengan mereka serta mendapatkan pengalaman mengelola kelas dan organizational skill lainnya.
Baca Juga: Beberapa Trik dan Tips Penting Magang untuk Para Mahasiswa
5. Get Happy
Bagi kamu yang peduli dengan isu kesehatan mental, Get Happy barangkali menjadi pilihan yang tepat. Tak hanya untuk penderita penyakit mental, Get Happy juga menyadari pentingnya bagi kita untuk memberikan dukungan pada caregiver, yaitu orang yang merawat para penderita.
Menjadi caregiver maupun penderita tentu bukanlah hal yang mudah. Get Happy hadir untuk membuat anggota komunitas merasa tidak sendiri. Melalui Get Happy, kamu bisa temukan banyak sosialisasi dan edukasi mengenai kesehatan mental di Indonesia.
Jika ingin tahu informasi lengkapnya mengenai cara bergabung di Get Happy, silakan cek dan hubungi Get Happy melalui akun Instagram mereka di @gethappy.id.
6. Komunitas Peduli Skizofernia Indonesia (KPSI)
Seperti namanya, komunitas ini bertujuan untuk menyediakan dukungan bagi teman-teman penderita skizofernia dan caregiver-nya di Indonesia. Komunitas ini telah berkegiatan di kota-kota besar, mulai dari Jakarta, Bandung, Makassar, Medan, dan masih banyak lagi.
Bergabunglah dengan KPSI, jika kamu salah satu penderita, caregiver, atau hanya masyarakat umum yang peduli dengan isu gangguan kesehatan mental terutama skizofernia.
Kamu bisa datang langsung ke kantornya yang berlokasi di Jl. Buluh No.84, RT.07/RW.16, Cililitan, Jakarta Timur atau menghubungi mereka lewat narahubung yang tertera di website KPSI.
7. Lentera Sintas Indonesia
Jika kamu termasuk orang yang peduli terhadap isu perempuan, Lentera Sintas Indonesia merupakan komunitas anak muda yang wajib kamu ikuti. Komunitas ini aktif berkampanye untuk meningkatkan kesadaran tentang isu kekerasan terhadap perempuan yang saat ini masih banyak terjadi di Indonesia.
Seperti yang kita tahu, saat ini korban kekerasan masih mendapatkan stigma buruk dari masyarakat. Mereka kesulitan mendapatkan pendampingan dan perlindungan hukum. Nah, Lentera Sintas Indonesia memberikan bantuan pemulihan trauma bagi para penyintas melalui konseling gratis secara anonim.
Baca Juga: Inilah 9 Aplikasi Cek Grammar Bahasa Inggris Supaya CV Kalian Lebih Profesional
Kamu pun dapat menghubungi mereka melalui akun Instagram @lentera_id apabila kamu ingin bergabung dengan komunitasnya.
Itulah informasi Jobnas.com mengenai 7 rekomendasi komunitas anak muda di mana kamu bisa berikan kontribusi pada sesama sekaligus kembangkan soft skill dan hard skill kamu. Intinya, kamu bisa habiskan waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat untuk masa depanmu, salah satunya dengan aktif berkomunitas.
Baca SelengkapnyaJaga Kontak Mata saat Interview Kerja dengan 10 Cara Ini!
Jobnas.com - Ketika Anda menghadapi wawancara kerja, banyak hal yang perlu dipertimbangkan untuk membuat kesan yang baik pada calon employer.
Salah satu aspek yang sering diabaikan adalah kontak mata. Namun, ini sebenarnya merupakan elemen penting dalam berkomunikasi dan dapat memengaruhi keseluruhan kesan yang Anda tinggalkan.
Pada saat interview kerja, kesan pertama sangat penting untuk dimunculkan, termasuk bagaimana cara kita bisa menjaga kontak mata dengan recruiter. Dikutip dari Forbes, salah satu faktor kamu disukai oleh recruiter atau tidak adalah dengan menjaga kontak mata.
Sebab, kontak mata menjadi salah satu cara komunikasi non-verbal yang dapat menunjukkan kejujuran dan rasa percaya diri seseorang. Sedangkan dilansir dari Better Up, kontak mata juga bisa menjadi medium atau instrumen seseorang untuk mengerti lawan bicaranya.
Berdasarkan beberapa riset, bahkan saking pentingnya kontak mata dapat membuat lawan bicara fokus dan tertarik dengan pembicaraan. Lantas, bagaimana sih cara agar kita dapat menjaga kontak mata selama interview kerja ? Yuk, simak artikel jobnas.com berikut ini !
Baca Juga: Beberapa Trik dan Tips Penting Magang untuk Para Mahasiswa
Cara-Cara Menjaga Kontak Mata saat Interview
Kontak mata tidak bisa dilakukan sembarangan. Misal, kamu terlalu sering melakukan kontak mata justru akan menimbulkan rasa tidak nyaman. Lantas, sebaiknya seberapa sering sih kita melakukan kontak mata saat wawancara kerja?
Berikut beberapa langkah atau cara menjaga kontak mata supaya tidak salah langkah dan rekruter tertarik denganmu saat interview.
1. Buat Kontak Mata sebelum Berbicara
Sebelum wawancara dimulai, kamu harus memastikan melakukan kontak mata sesaat. Dengan demikian, kamu akan terlihat percaya diri di depan para interviewer.
2. Lakukan Kontak Mata selama 4 sampai 5 Detik
Rasa tidak nyaman justru akan muncul ketika kita terlalu lama melakukan kontak mata. Nah, ketika kamu melakukan kontak mata,kamu bisa mencoba untuk menahan selama 4 sampai 5 detik.
Jika sudah 4 atau 5 detik, kamu bisa memandang ke arah lain, dan kembali melakukan kontak mata. Sebaiknya jangan mengalihkan pandanganmu ke bawah selama wawancara kerja.
Kamu bisa melihat ke kanan atau kiri lalu melanjutkan kontak mata, alih-alih memandang ke bawah.
3. Lakukan Gestur Tubuh yang Lainnya
Cobalah untuk melakukan gestur lain apabila kamu sungkan untuk mengalihkan pandangan ke arah lain. Misalnya mengangguk, menggunakan tanganmu untuk mengekspresikan sesuatu, atau gestur lainnya.
4. Alihkan Pandangan dengan Perlahan
Jangan lakukan terlalu cepat, jika kamu memutuskan untuk mengalihkan pandangan. Lakukan perlahan dan sealami mungkin.
Mengalihkan pandangan dengan cepat memperlihatkan bahwa kamu cemas dan grogi. Meski demikian, jika kamu benar-benar grogi, coba buat dirimu nyaman dengan mengalihkan pandanganmu sesaat.
5. Lebih Sering Melakukan Kontak Mata saat Mendengarkan
Mendengarkan rekruter berbicara bisa menjadi salah satu cara menjaga kontak mata saat interview. Hal ini menunjukkan bahwa kamu fokus dan berkonsentrasi dengan lawan bicaramu.
6. Berlatih sebelum Wawancara Kerja
Latihan interview kerja harus sering-sering kamu latih. Kamu juga perlu belajar berkomunikasi dengan baik sebelum wawancara kerja, jadi tak hanya berlatih dalam melakukan kontak mata. Cara ini bukan cuma membuat kamu lebih bisa menjaga kontak mata saat interview, tapi juga akan meningkatkan rasa percaya diri.
7. Lakukan 50/70 Rule
Dikutip dari Indeed, salah satu strategi yang baik untuk menjaga kontak mata saat melakukan interview kerja adalah dengan melakukan 50/70 rule.
Baca Juga: Agar Strategi Marketing Lebih Efektif, Manfaatkan 5 Cara Social Proof Ini
Dengan kata lain, kamu bisa membuat kontak mata 50% dengan interviewer selama berbicara dan 70% kontak mata saat kamu mendengarkan.
8. Jangan Menunduk dan Tunjukkan Kepercayaan Diri
Gestur tubuh dan kontak mata juga menjadi tolok ukur kepercayaan diri saat melakukan interview. Kontak mata secara langsung adalah hal yang dapat merepresentasikan kepercayaan diri.
Saat menyampaikan jawaban, pastikan lakukan kontak mata langsung. Jangan menunduk dan menghindar dari tatapan mata karena akan terlihat kalau kamu gugup dan tidak percaya diri.
9. Bagi Waktu Kontak Mata jika Interviewer Lebih Dari Satu
Ada saatnya ketika interview kamu dihadapkan dengan lebih dari satu interviewer. Fokus pada yang memberikan pertanyaan terlebih dahulu merupakan salah satu cara untuk menjaga kontak mata dengan lebih dari satu pewawancara.
Kemudian, bagi kontak matamu ke semua interviewer saat kamu mulai menjawab. Dengan demikian, mereka akan merasa bahwa posisi mereka sama dan dilibatkan dalam percakapan.
10. Lihat Bagian Lain di Wajah, Jika Gugup
Menjadi hal yang sangat wajar ketika gugup saat melakukan interview. Kamu perlu mencoba untuk mengalihkan kontak mata pada bagian lain di wajah interviewer seperti hidung ataupun dagu. Sebab dengan mengubah fokus kontak mata akan membuat proses interview lebih fokus dan kegugupan bisa berkurang.
Baca Juga: Ingin Jadi Sales Representative yang Profesional? Wajib Kuasai 5 Skill Ini
Demikialah informasi dari Jobnas.com seputar manfaat dan cara-cara menjaga kontak mata yang kamu harus tahu agar dapat sukses menjalani interview kerja di perusahaan impian. Hal yang perlu diingat adalah jaga kontak mata sewajarnya, jangan juga sampai kamu tidak mengedipkan mata karena grogi, sebagaimana yang telah disinggung di atas.
Baca SelengkapnyaDefinisi, Penyebab, dan Cara Menghadapi Post Graduation Blues
Jobnas.com - Lulus dari perguruan tinggi atau universitas sering dirayakan sebagai pencapaian penting, menandai akhir dari tahun-tahun kerja keras dan dedikasi.
Namun, bagi banyak lulusan, transisi dari kehidupan sebagai mahasiswa ke "dunia nyata" bisa membawa beragam emosi dan tantangan yang kompleks, yang biasa disebut sebagai "Post Graduation Blues" atau kesedihan pasca-lulus.
Hampir setiap orang ketika baru saja lulus dari studi atau kuliahnya pernah mengalami perasaan cemas ihwal masa depannya. Hal semacam ini biasanya dikenal sebagai post graduation blues atau post-grad depression. Kondisi semacam ini muncul sebab ketika seseorang sudah lulus kuliah akan menghadapi ‘real life’ dan dunia kerja.
Meski demikian, jangan terlalu lama terjebak dalam post graduation blues. Memang kamu sudah terbiasa dengan identitas sebagai siswa, tapi realitanya juga harus segera diterima.
Oleh karena itu, di artikel ini Jobnas.com akan menguraikan lebih jauh ihwal apa itu post graduation blues dan bagaimana cara menghadapinya. Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!
Baca Juga: Yuk, Ketahui 5 Fitur Android 13 yang Berfungsi Meningkatkan Produktifitas Kalian
Apa itu Post Graduation Blues ?
Secara definitif, post graduation blues merupakan kondisi depresi yang terjadi ketika mahasiswa sudah lulus kuliah dan memasuki fase hidup baru.
Post Graduation Blues mengacu pada perasaan ketidakpastian, kecemasan, dan sedih yang beberapa individu alami setelah menyelesaikan pendidikan mereka dan memasuki dunia kerja atau memulai fase kehidupan baru. Perasaan ini bisa muncul dalam berbagai cara, termasuk:
Kehilangan Identitas
Lulusan mungkin merasa kehilangan atau bingung tentang identitas mereka sekarang karena mereka tidak lagi mengidentifikasi diri mereka utamanya sebagai mahasiswa.
Ketidakpastian Tentang Masa Depan
Transisi dari lingkungan terstruktur akademik ke ketidakpastian pasar kerja atau pendidikan lanjutan bisa menakutkan.
Tekanan untuk Sukses
Mungkin ada tekanan untuk menemukan pekerjaan, membangun karier, atau memenuhi harapan masyarakat setelah lulus.
Dilansir dari Better Up, karena banyaknya perubahan yang terjadi dalam satu waktu itulah umumnya kondisi ini terjadi, sehingga membuat seseorang depresi. Setelah lulus kuliah, banyak yang kesulitan menemukan tujuan dan batu loncatan.
Tidak seperti saat menjadi mahasiswa yang memiliki tujuan pasti seperti lulus mata kuliah dan mendapatkan nilai A. Biasanya post graduation blues ditandai dengan perasaan kesepian, sedih, dan tidak memiliki motivasi.
Nah, salah satu pemicu munculnya post graduation blues pada banyak fresh graduate umumnya adalah kebingungan, ditambah kondisi pandemi beberapa tahun terakhir.
Penyebab Terjadinya Post Graduation Blues
Tepat setelah lulus, kamu tidak akan langsung merasakan post graduation blues. Hal ini dikarenakan kehidupan seseorang setelah kuliah akan berbeda-beda.
Menurut Healthline, berikut adalah beberapa penyebab yang bisa menimbulkan kondisi post graduation blues:
1. Perubahan rutinitas
Salah satu hal yang bisa memberikan efek yang besar terhadap rutinitas adalah transisi atau perpindahan yang terjadi setelah lulus kuliah.
Misalnya, apabila kamu kuliah di Jakarta, mungkin kamu ingin bekerja juga di Jakarta dan tidak lagi ingin pulang ke kampung halaman.
Namun, beberapa orang yang baru lulus terpaksa kembali ke rumah sembari menunggu dapat pekerjaan. Hal ini tentunya akan membuat perubahan rutinitas.
Transisi rutinitas dan perubahan kebiasaan baru dalam hidup bisa menjadi tantangan tersendiri. Hal ini adalah salah satu bagian yang berperan besar menyebabkan depresi.
2. Hilangnya kontak pertemanan
Setiap hari di saat kuliah pasti kamu akan bertemu dengan teman-temanmu. Mulai dari mengikuti perkuliahan di kelas yang sama, kegiatan organisasi bahkan tinggal bersama teman-temannya.
Nah, kamu akan merindukan masa-masa tersebut ketika semuanya sama-sama lulus. Terbiasa bergantung satu sama lain membuat kamu secara emosional bergantung kepada mereka.
Setelah lulus, tentu kamu tidak akan bisa secara rutin menghubungi mereka lagi. Tetap terhubung dengan mereka secara aktif bisa jadi tantangan tersendiri, apalagi jika ada perbedaan wilayah tempat tinggal.
3. Proses mencari kerja dan persaingan dunia kerja
Fase mencari kerja merupakan waktu-waktu paling berat setelah lulus di tengah persaingan yang ketat dalam dunia kerja. Seringkali post graduation terjadi kepada lulusan yang mulai merasa tidak memiliki harapan untuk bekerja pada industri ideal mereka.
Banyak dari lulusan baru yang terjebak dengan keinginannya untuk mendapatkan pekerjaan impian, sehingga ketidakmampuan mendapatkan pekerjaan tersebut akhirnya menimbulkan depresi.
Baca Juga: Optimalkan Local SEO, Agar Kamu Menguasai Bisnis di Area Lokal
Untuk mendapatkan pekerjaan ideal dan persaingan yang ketat, banyak lulusan yang merasa tidak punya banyak pengalaman sehingga membuat mereka semakin tidak yakin dengan diri sendiri.
Faktor eksternal seperti kondisi ekonomi dan pandemi juga dapat memperparah hal ini. Nah, ketika bersaing dengan sesama fresh graduate yang minim pengalaman, maka dokumen lamaran kerjamu yang harus jadi senjata untuk unggul.
4. Merasakan ketidakpastian dan kebingungan
Pemicu awal kamu merasa depresi setelah kelulusan adalah perasaan bingung dan tidak ada kepastian tentang apa yang akan terjadi.
Kamu akan mulai memikirkan apakah dengan kemampuan saat ini bisa mendapatkan pekerjaan impian, apakah yang kamu pelajari sudah cukup, dan pertanyaan tidak pasti lainnya.
Merasa tidak yakin dan tidak pasti bisa membuat kamu kewalahan dan tidak terorganisasi. Biasanya berakhir pada menganalisis terlalu banyak hal dan mempertanyakan kredibilitas diri sendiri.
Cara Mengatasi Post Graduation Blues
Tentunya tidak ada hal yang instan dalam memperbaiki kondisi post graduation blues. Meski demikian, harus ada tindakan untuk membantu diri sendiri menghadapinya. Di bawah ini merupakan beberapa strategi untuk menghadapi post graduation blues:
1. Ambil keuntungan dari ikatan alumni
Banyak kampus yang memiliki ikatan alumni dan biasanya menyediakan hal-hal yang dibutuhkan oleh lulusan baru. Mulai dari membantu membuat CV dan resume, konsultasi karier, hingga mentorship yang tersedia dari alumni kampus.
Ikatan alumni bisa kamu manfaatkan untuk menghadapi post graduation blues karena mereka mungkin pernah mengalaminya. Agar kamu menemukan semangat baru, bercerita dan berkonsultasi pada orang yang pernah mengalami hal yang sama mungkin bisa menjadi solusi untukmu.
2. Tetap berhubungan baik dengan teman
Agar kualitas hubunganmu dengan temanmu tidak hilang, usahakan agar tetap berhubungan baik dengan teman. Saat ini kamu sudah dapat memanfaatkan media sosial untuk menjalin komunikasi yang baik dengan mereka.
Selain untuk tetap memiliki hubungan baik, berbicara dan mengobrol dengan teman-teman kuliah bisa membantu kamu merasa tidak terlalu kesepian.
3. Mulailah melangkah dari hal-hal kecil
Berikutnya, kamu perlu mencoba untuk mulai melangkah dengan perlahan seperti membuat tujuan jangka pendek apabila kamu merasa cemas dan kewalahan dengan apa yang terjadi di fase ini.
Misalnya, kamu mulai rutinitas baru dengan bangun pagi juga berolahraga. Memiliki tubuh yang sehat juga membantu kamu bisa berpikir lebih jernih dan menambah energi positif.
4. Jangan terlalu keras pada diri sendiri
Salah satu penyebab kamu merasa tertekan dan memicu post graduation blues adalah banyaknya stigma yang beredar dalam masyarakat tentang fresh graduate.
Berbagai stigma itu muncul bahwa kamu belum mendapat pekerjaan, ada label pemalas, tidak bertanggung jawab, dan justru membuat seseorang merasa tidak memiliki motivasi. Dalam konteks ini, kamu perlu ingat bahwa post graduation blues bukanlah suatu kemalasan. Ini memiliki efek yang besar jika tidak diatasi dengan baik.
Baca Juga: Inilah 9 Aplikasi Cek Grammar Bahasa Inggris Supaya CV Kalian Lebih Profesional
Sebaiknya, kamu perlu mencoba untuk jangan terlalu memikirkan perkataan orang lain meskipun itu tidak mudah. Latih diri sendiri untuk lebih santai dan tenang dalam menghadapi fase setelah kelulusan ini. Di tengah ketidakpastian seperti saat ini, hargai kerja kerasmu selama kuliah dan ambil waktu yang banyak untuk belajar menghadapi fase sekarang.
Demikianlah penjelasan Jobnas.com terkait post graduation blues yang perlu kamu ketahui. Tentunya, fase ini tidak mudah untuk dilalui. Sebab, perjalanan tiap orang tentunya berbeda-beda. Sebaiknya, ketika dirimu sudah merasakan tanda-tanda depresi cobalah untuk menerapkan cara-cara di atas agar bisa menghadapinya. Sebab, memperbanyak pengetahuan dan belajar juga bisa menjadi pilihan sebelum kamu menghadapi realita dunia kerja.
Baca SelengkapnyaPengertian, Pengaruh, dan Cara Melindungi Dirimu Dari Blue Light
Jobnas.com-Salah satu dampak buruk blue light dari perangkat elektronikmu adalah ketika kamu merasa mengantuk namun malah nonton series atau scroll media sosial sampai tengah malam. Menurut Harvard Health Publishing terlalu lama kena paparan blue light akan berpengaruh pada kualitas tidur dan berpotensi menimbulkan penyakit.
Hal tersebut terjadi karena pada malam hari, cahaya akan membuat jam internal tubuh (circadian rhythm), yang bertanggung jawab atas waktu tidur, jadi berantakan. Agar supaya kamu terlindungi dari bahaya blue light, sebaiknya kenali lebih jauh dulu soal blue light dan pengaruhnya pada jam tidur kamu di bawah ini!
Pengertian Blue Light
Secara sederhana, blue light dapat diartikan sebagai cahaya yang dihasilkan dari perangkat elektronik. Meskipun cahaya ini bermanfaat pada siang hari, namun akan mengganggu di malam hari.
Baca Juga: Sebelum Mulai Investasi Pahami Dulu 5 Perbedaan Reksa Dana Syariah dan Konvensional
Menurut Sleep Foundation, cahaya terdiri dari radiasi elektromagnetik, di mana radiasi ini merupakan bentuk energi tidak terlihat. Mata kita menafsirkan warna cahaya berdasarkan jumlah kandungan energinya atau radiasi yang ditimbulkan.
Misalnya, cahaya matahari merupakan white light yang merupakan kombinasi dari semua warna spektrum cahaya yang terlihat.
Blue light, seperti yang sudah disinggung sebelumnya, merupakan bagian spektrum cahaya yang memiliki dampak atau efek unik pada rasa waspada, produksi hormon, dan siklus tidur. Blue light sendiri dihasilkan atau dipancarkan dari banyak perangkat elektronik seperti laptop, handphone, dan TV serta lampu LED juga neon.
Intensitas penggunaan perangkat-perangkat di atas membuat paparan terhadap blue light, terutama saat malam hari, terus meningkat.
Pengaruh Blue Light pada Jam Tidur
Dikutip dari Healthline, sebuah riset mengenai blue light dari National Institute of Health menunjukkan bahwa paparannya di malam hari bisa mengganggu siklus tidur-bangun alami.
Tubuh kita memiliki jam internal yang berhubungan dengan circadian rhythm untuk mengatur waktu tidur.
Saat siang dan malam hari, circadian rhythm ini membutuhkan sinyal dari lingkungan luar atau eksternal sebagai penyesuaian diri.
Baca Juga: Inilah Perbedaan antara Remarketing vs Retargeting!
Cahaya matahari mengandung sejumlah paparan blue light yang akan bermanfaat untuk meningkatkan mood dan semangatmu di siang hari.
Namun, di malam hari penggunaan lampu tidur dan perangkat elektronik dengan jumlah besar adalah penyebab jam internal kamu terganggu.
Healthline juga mengutip bahwa saat malam hari, kelenjar pineal akan mengeluarkan hormon melatonin yang membuat kamu lelah dan mengantuk.
Blue light akan menghambat produksi melatonin, sehingga jika kamu terpapar secara terus-menerus akan mengurangi kuantitas dan kualitas tidur.
Cara Mengatasi dan Melindungi Diri dari Blue Light
Menjelang jam tidurmu, kamu bisa coba meredupkan lampu LED serta mematikan perangkat elektronik.
Menurut Harvard Health Publishing,untuk melindungi diri dan siklus tidur dari blue light, berikut adalah hal yang bisa kamu lakukan:
-Gunakan tinted glass yang bisa memblokir blue light sehingga otak tidak mendapatkan sinyal yang membuat kamu terjaga.
-Tingkatkan paparan cahaya terang pada siang hari saja. Hal ini akan membantu kamu cepat mengatuk di malam hari.
-Hindari paparan layar terang dari dua hingga tiga jam sebelum waktu tidur.
-Jika kamu bekerja pada malam hari, pertimbangkan untuk menggunakan kacamata pelindung blue light.
-Gunakan lampu merah redup sebagai lampu tidur. Lampu ini tidak akan memengaruhi circadian rhythm dan produksi melatonin.
-Buat kamar kamu segelap mungkin sebelum tidur atau gunakan masker penutup mata.
-Gunakan aplikasi yang bisa menyesuaikan cahaya layar saat malam hari.
Baca Juga: Perhatikan 7 Hal Ini, Apabila Ingin Menulis Surat Rekomendasi Kerja untuk Temanmu
Demikianlah penjelasan Jobnas.com mengenai blue light dan hubungannya dengan jam tidur. Hal yang perlu kamu ingat adalah bahwa kamu perlu menghindari paparan blue light yang berlebihan. Sebab, hal ini akan berpengaruh signifikan terhadap siklus tidur dan bangunmu, sementara tidur cukup adalah pilar penting untuk kesehatan. Agar tetap memiliki kualitas tidur yang baik, kamu bisa terapkan cara mengatasi paparan blue light di atas.
Baca Selengkapnya3 Cara Menulis Surat Rekomendasi Kerja Bahasa Inggris dan Contohnya
Jobnas.com - Surat rekomendasi kerja adalah dokumen yang ditulis oleh seseorang yang berwenang atau memiliki pengetahuan tentang kinerja seorang individu di tempat kerja.
Surat ini memberikan pandangan positif tentang kemampuan, karakter, dan kontribusi seorang karyawan potensial kepada perusahaan atau organisasi.
Surat rekomendasi tentu tak bisa dianggap remeh, apalagi dalam bahasa Inggris.
Sebab, melalui surat rekomendasi kerja keras dan juga kinerja kita selama bekerja akan ada bukti otentiknya.
Selain itu, surat ini bisa juga berisi rangkuman prestasi atas apa yang sudah diraih dalam periode kerja.
Meski biasanya ditulis dalam Bahasa Indonesia, tapi surat rekomendasi Bahasa Inggris ternyata lebih banyak manfaatnya.
Baca Juga: Suatu Prediksi Cloud Services yang Akan Menjadi Masa Depan Microsoft Azure
Sebab, surat rekomendasi Bahasa Inggris bisa dipakai dalam pencarian kerja ke luar negeri, di samping terlihat lebih kredibel. Lantas, bagaimana sih cara menulis surat rekomendasi dalam Bahasa Inggris yang baik dan benar? Yuk, intip artikel Jobnas.com berikut ini !
Cara Menulis Surat Rekomendasi Bahasa Inggris
Menurut The Balance Career ada beberapa cara jika kamu ingin menulis surat rekomendasi Bahasa Inggris. Di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Tulislah secara spesifik
Bertele-tele dalam menulis surat rekomendasi merupakan suatu hal yang perlu dihindari. Sebaiknya, dalam menulis surat rekomendasi harus secara singkat dan spesifik.
Kamu bisa menulis semua yang dikerjakan oleh mantan anggota tim mulai dari prestasi, periode kerja, attitude, hubungan kerja, serta etika bekerja yang ia miliki.
Kamu pun boleh meminta mereka untuk membantumu apabila kamu sudah lupa dengan apa yang sudah mereka kerjakan.
Kamu bisa memintanya untuk merincikan apa saja yang sudah ia kerjakan. Jika perlu, mintalah CV terbaru mereka untuk membantumu menulis surat rekomendasi.
Kamu bisa meminta nama HRD di tempat mereka bekerja serta deskripsi pekerjaan yang mereka lamar. Surat rekomendasi yang spesifik dan detail akan terlihat lebih personal karena dibuat khusus hanya untuk pemohon bukan sekadar formalitas.
2. Ikuti format yang benar
Biasanya, surat rekomendasi dikirimkan dalam format bisnis dan kamu akan membuka suratmu dengan informasi kontak perusahaan, tanggal, dan juga nama perusahaan atau HRD yang dituju.
Di bagian isi surat, kamu akan menulis secara spesifik bagaimana mantan rekan setimmu bekerja di perusahaan. Kamu bisa menulisnya dengan kelebihan, skill serta pengalaman mereka yang menjelaskan apa yang sudah dikerjakan.
Jangan lupa, highlight juga poin-poin penting sesuai dengan pekerjaan yang akan mereka lamar.
Di bagian penutup, tulislah rekomendasimu kepada perusahaan yang dituju. Tulis keyakinanmu bahwa mantan rekan kerjamu mampu untuk bekerja dengan baik sesuai lowongan yang ia pilih.
Jangan lupa juga untuk berterima kasih kepada pihak yang dituju. Kamu juga bisa menyelipkan kalimat yang menyatakan kesediaan jika ada pertanyaan lebih lanjut.
3. Perhatikan grammar
Grammar, vocabulary, tone, dan punctuation juga mutlak diperhatikan jika kamu menulis surat rekomendasi Bahasa Inggris. Sebab, bisa berakibat fatal jika hal tersebut tidak diperhatikan.
Baca Juga: 5 Cara Ampuh Bikin Deskripsi Produk Berhasil Menggaet Pelanggan
Selain itu, jangan lupa untuk membacanya kembali sebelum dicetak agar tidak adanya typo. Kamu pun dapat memanfaatkan aplikasi seperti Grammarly yang dapat memeriksa tulisanmu dalam bahasa Inggris jika kamu perlu bantuan.
Tips Menulis Surat Rekomendasi Bahasa Inggris
Terdapat dua cara yang harus diperhatikan jika kamu sudah paham dengan cara penulisan sampai dengan format surat rekomendasi. Di antaranya adalah:
1. Pikir secara hati-hati sebelum menyetujui
Kamu boleh menolak untuk menulis surat rekomendasi, meskipun hal tersebut merupakan hak setiap pegawai. Kamu berhak menolaknya apabila kamu tidak begitu mengenal dengan yang bersangkutan. Kamu pun bisa meminta bantuan rekan kerja yang pernah bekerja dengannya jika kamu sungkan untuk menolaknya. Tanyakan dengan jelas bagaimana kinerjanya selama ini dan juga apa saja yang sudah diraihnya.
Kedua, kamu berhak untuk menolaknya, apabila mantan rekan kerjamu memiliki kinerja yang kurang baik. Daripada kamu harus menanggung malu atas rekomendasimu yang tidak jujur, lebih baik menolak untuk menerbitkan surat rekomendasi. Ingat, surat rekomendasi merupakan tanggung jawab yang besar, lho!
2. Gunakan kata-kata yang positif
Jangan ragu untuk membantu mantan rekan kerja dalam mengembangkan karier. Gunakan kata-kata yang positif seperti “I recommend this person without reservation,” atau “I would hire this person again if I could.”
Contoh Surat Rekomendasi Bahasa Inggris
Jika masih belum punya gambaran terkait bagaimana format dan kalimat yang pas dalam menulis surat rekomendasi, barangkali contoh di bawah ini bisa menginsiprasi kamu.
—————
Subject: Recommendation for Eka Setya
Dear Ms. Anggi,
It is my pleasure to recommend Eka Setya for employment with your organization. I have know Eka for over two years during which time she worked as a content writer in my office.
I have been consistently impressed with Eka’s attitude and productivity during the time that she has worked in the office.
Tina is both very bright and quite motivated. I am confident that she will devote herself to a position with your organization with a high degree of diligence. She is a quick learner and has shown the ability to digest large volumes of information. Eka has demonstrated the ability to articulate information and ideas in both verbal and written forms.
Eka has also been effective in her efforts to create a great articles. She has been able to write interesting stories and convince editors to publish those pieces. Tina is willing to take risks. She will reach out to people and involve them with projects. I particularly appreciate Eka’s willingness to take initiative to help the office serve its constituents more fully.
I recommend Eka Setya without reservation. I am confident that she will establish productive relationships with your staff and constituents. Please let me know if you have need for additional information about this outstanding young woman..
Sincerely,
Dhias Andre
Editor-in-Chief
contohMedia
+62-852-1731-7443
andredhias@contoh.com
Baca Juga: Tingkatkan Popularitas Situsmu dengan Guest Blogging, Strategi Menulis di Situs Lain
Nah, itulah penjelasan Jobnas.com terkait 3 cara menulis surat rekomendasi dalam bahasa Inggris beserta contohnya. Intinya, usahakan menulis surat rekomendasi jangan dianggap hal yang sepele jika ingin terlihat profesional. Melalui pemaparan Jobnas.com di atas, diharapkan kamu semakin baik dalam menulis surat rekomendasi dalam bahasa Inggris.
Baca Selengkapnya3 Tips Membuat CV UX Writer yang Baik dan Langsung Diterima Kerja
Jobnas.com - Curriculum Vitae (CV) adalah gambaran singkat tentang riwayat hidup, pengalaman, pendidikan, dan keterampilan seseorang yang disusun secara terstruktur dan sistematis.
CV merupakan dokumen penting dalam proses pencarian pekerjaan, karena memberikan kesempatan bagi calon employer untuk mendapatkan gambaran tentang kualifikasi dan potensi seorang pelamar.
Langkah pertama untuk mendapatkan pekerjaan sebagai UX writer adalah membuat Curoculum Citae (CV) yang menarik.
Sayangnya masih banyak kandidat yang tidak peduli dengan CV yang mereka kirimkan. Mereka hanya mengandalkan portofolio, karena dipercaya langsung membuktikan karyanya.
Benar bahwa perekrut akan memeriksa portofolio Anda untuk melihat pekerjaan Anda sebagai UX writer. Namun, CV tetap penting karena berisi informasi lengkap tentang pengalaman dan keterampilan kerja Anda.
Oleh karena itu, jangan remehkan pentingnya CV Anda jika ingin menarik perhatian perekrut.
Jadi pertama-tama cari tahu apa saja hal penting yang harus disertakan dalam resume UX writer Anda berikutnya.
Struktur CV UX Writer yang Baik
Jika CV yang Anda kirim menarik, tentu Anda memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan wawancara.
Jadi, bagaimana struktur resume UX writer yang baik? Ini penjelasannya.
1. Informasi kontak
Hal terpenting yang harus ada dalam sebuah CV adalah informasi kontak. Tanpa hal ini, tentunya perekrut tidak akan tahu siapa Anda dan bagaimana cara menghubungi Anda.
Oleh karena itu, saat membuat CV, pastikan detail kontak ditulis dengan jelas.
Ada beberapa hal yang perlu dicantumkan, yaitu:
- nama lengkap
- nomor telepon
- kota tempat tinggal
- situs portofolio
- akun LinkedIn (opsional)
Informasi kontak juga akan menjadi bagian pertama yang akan dibaca oleh rekruter karena letaknya yang ada di bagian atas.
Jadi, tulislah dengan jelas agar mereka tidak bingung saat akan menghubungi Anda.
2. Ringkasan
Dalam CV ATS maupun CV lainnya pada umumnya, masih sangat penting untuk menambahkan ringkasan.
Pada bagian ini Anda dapat menjelaskan pengalaman kerja atau pencapaian Anda.
Saat menulis resume Anda, pastikan Anda tidak memberikan terlalu banyak informasi yang tidak perlu.
Tulis tentang diri Anda hanya prestasi atau hal-hal positif yang dapat meyakinkan perekrut.
Dan usahakan bagian ringkasan ini ditulis dalam dua sampai tiga kalimat pendek.
3. Pengalaman Kerja
Bagian terpenting kedua dari CV adalah pengalaman kerja. Jangan lupa untuk mencantumkan pengalaman kerja Anda secara kronologis dari yang terbaru hingga yang terlama.
Saat menulis pengalaman kerja Anda, pastikan untuk menyertakan pengalaman yang relevan dengan pekerjaan yang Anda lamar.
Misalnya, Anda sedang melamar posisi UX writer. Jadi sebaiknya tuliskan pengalaman kerja yang masih relevan dengan pekerjaan tersebut.
Misalnya, Anda bekerja sebagai copywriter dan perekrut bakat. Tentu saja, pekerjaan yang lebih penting untuk dicantumkan dalam CV adalah copywriting.
Juga jelaskan secara singkat tugas apa yang Anda lakukan di tempat kerja.
Karena akan lebih menarik jika Anda bisa menjelaskan hasilnya dengan data kuantitatif (angka).
4. Pendidikan
Saat menulis CV, jangan lupakan pendidikan. Meskipun Anda telah bekerja di banyak perusahaan, perekrut tetap ingin mengetahui pendidikan Anda.
Pada bagian ini, nyatakan dengan jelas universitas yang Anda ikuti dan kemudian jurusan yang Anda ambil. Tulis juga IPK dan waktu belajar Anda.
Kalau kalian juga ikut kursus dan dapat sertifikat, jangan lupa sertakan juga.
Dengan sertifikat, Anda pasti akan lebih menonjol karena keterampilan Anda terbukti.
5. Keterampilan
Salah satu bukti bahwa Anda adalah kandidat UX writer terbaik dengan mencantumkan keahlian yang relevan di cv Anda. Selain hard skill, Anda juga bisa mencatat soft skill yang didapat.
Kemudian Anda juga membaginya menjadi beberapa bagian dalam keterampilan menulis.
Misalnya, kemampuan Anda menulis, menggambar atau meneliti. Kemudian tuliskan alat yang Anda miliki.
Untuk menghindari kebingungan, misalnya:
Menulis
SEO Menulis Konten, Copywriting, Editing, Strategi Konten, Teks UI, Bercerita, Empati
Desain
Prototipe, Wireframe, Desain Interaksi, Alur Pengguna
Riset, Survei
Kemampuan ini meliputi mengetahui Competitive analysis, interview, survey, komunikasi aktif
Tools
Banyak tools yang bisa Anda gunakan, meliputi; Figma, InDesign, InVision, Balsamiq, Adobe CS, Illustrator, Keynote, WordPress, UserTesting.
Baca Juga: Definisi dan Jenis-jenis Scripting Language yang Penting Diketahui Web Development
Tips Menulis Resume UX Writer
Anda sudah mengetahui komponen-komponen resume UX writer, bukan?
Cari tahu sekarang bagaimana menulis CV yang baik dan menarik perekrut. Berikut beberapa tipnya:
1. Pastikan Anda menggunakan tata bahasa yang benar.
Satu hal yang dapat membuat resume Anda terlihat kurang profesional adalah kesalahan tata bahasa, apalagi jika banyak typo atau atau salah eja.
Agar lebih mudah menemukan kesalahan ketik, Anda juga bisa meminta bantuan orang lain untuk memeriksa CV Anda.
Biasanya lebih mudah bagi orang lain untuk menemukan kesalahan tata bahasa atau ejaan daripada Anda mencarinya sendiri.
2. Buat CV yang sesuai dengan pekerjaan yang Anda lamar
Hal ini juga sangat penting untuk diperhatikan. Apalagi jika Anda berencana mengirimkan CV ke beberapa perusahaan sekaligus.
Pastikan untuk membaca deskripsi pekerjaan yang Anda lamar. Kemudian atur dengan resume Anda yang sudah selesai.
Apalagi jika perusahaan mengetahui cara menggunakan mesin ATS untuk menyaring resume. Kata kunci harus dimasukkan sesuai deskripsi pekerjaan CV.
3. Berikan informasi yang jelas dan ringkas
Salah satu cara untuk menarik perekrut adalah dengan menyebutkan prestasi atau keahlian Anda.
Namun, jika Anda menulis semuanya di CV Anda, tentu akan terlalu panjang.
Faktanya, perekrut biasanya hanya mencari resume dan kemudian, jika membutuhkan lebih banyak informasi, mereka akan memintanya selama wawancara.
Sebaiknya Anda tidak perlu menuliskan semua informasi tentang diri Anda di CV Anda dan buktikan dengan portofolio dan wawancara Anda.
Tetapi bagaimana jika Anda harus membuat ringkasan dua halaman karena banyak informasi yang tidak dapat dihapus?
Baca Selengkapnya7 Tips Melakukan Testing A/B, Menguji Strategi Online Marketing yang Efektif
Jobnas.com - Pengujian A/B telah menjadi salah satu metode yang paling diandalkan dalam menguji strategi periklanan dan pemasaran online.
Dalam dunia yang didominasi oleh data dan analisis, memahami cara melakukan pengujian A/B merupakan langkah penting bagi setiap profesional pemasaran digital.
Pengujian A/B adalah salah satu cara terbaik untuk menguji strategi periklanan dan pemasaran online atau digital. Hal itulah mengapa penting untuk mempelajari cara melakukan pengujian A/B pada pemasaran.
Apa Itu Pengujian A/B?
Pengujian A/B adalah metode eksperimen di mana dua versi dari sebuah elemen (misalnya, iklan, halaman web, atau email) dibandingkan secara langsung satu sama lain.
Satu versi adalah versi kontrol (A), sedangkan yang lain adalah versi variasi (B). Tujuannya adalah untuk menentukan mana yang memberikan hasil terbaik dalam mencapai tujuan yang ditetapkan, seperti tingkat konversi yang lebih tinggi atau tingkat klik yang lebih baik.
7 Tips Melakukan Testing A/B
Jika Anda ingin menguji banyak hal, yang terbaik adalah mengujinya satu per satu.
Ini memungkinkan Anda untuk mendapatkan hasil yang berarti dari hal-hal yang Anda uji. Tertarik untuk melakukan pengujian A/B? Yuk simak pernyataan di artikel Jobnas selanjutnya!
1. Penelitian
Sebelum Anda memulai pengujian A/B, Anda harus terlebih dahulu memeriksa bagaimana kinerja situs web Anda saat ini. Saat Anda melaporkan VWO, Anda perlu mengetahui informasi tentang jumlah pengunjung situs, halaman yang paling banyak dikunjungi, dll.
Untuk mendapatkan informasi ini, Anda dapat menggunakan berbagai alat seperti Google Analytics, Mixpanel, dan Omniture. Selain riset kuantitatif, Anda juga harus melakukan riset kualitatif untuk mengetahui perilaku pengunjung Anda. Anda dapat melakukannya dengan berbagai cara, mulai dari survei hingga menggunakan alat perekam sesi. Riset kualitatif ini memungkinkan Anda mengidentifikasi perbedaan pengalaman pengunjung saat menggunakan situs web Anda.
2. Tentukan Tujuan dan Hipotesis
Cara selanjutnya untuk melakukan pengujian A/B adalah menentukan tujuan pengujian. Berdasarkan hasil penelitian kuantitatif dan kualitatif, tugas Anda sekarang adalah menganalisis data. Lihat apa lagi yang menjadi masalah bagi pengunjung website Anda. Kemudian identifikasi variabel untuk difokuskan.
Misalnya, Anda menjalankan pengujian A/B pada header halaman arahan situs web Anda. Jika Anda perlu menguji lebih dari satu variabel, jalankan pengujian terpisah. Setelah itu, tentukan tujuan dan hipotesis pengujian yang Anda lakukan.
3. Ciptakan Keragaman
Dengan pengujian A/B, Anda memerlukan variabel dependen, variabel independen, dan sasaran. Misalnya, Anda memutuskan untuk menguji halaman utama situs web Anda.
Judul saat ini berwarna biru. Kemudian coba header biru. Namun, itu tidak berakhir di sana. Anda juga perlu membuat variasi atau perbandingan. Anda dapat menyembunyikan judul beranda dan melihat mana yang terlihat lebih baik.
4. Berikan Sampel
Setelah Anda menentukan varian, cara selanjutnya untuk melakukan pengujian A/B adalah menentukan sampel. Jika Anda melaporkan dari HubSpot, Anda perlu menentukan jumlah sampel yang seimbang antara variasi yang Anda buat.
Misalnya, Anda juga dapat menguji tajuk beranda biru dengan 100 orang dan tajuk hitam dengan 100 orang. Namun, terkadang jumlah ini ditentukan oleh penguji A/B yang Anda gunakan.
5. Gunakan Alat Pengujian A/B
Empat langkah pertama yang harus Anda lakukan sebelum pengujian A/B. Kemudian, jalankan pengujian A/B sendiri secara langsung. Berbagai alat dapat digunakan untuk pengujian A/B, mis. B. Eksperimen VWO dan Google Analytics secara optimal. Semuanya memiliki fungsi dan cara penggunaan yang berbeda. Anda dapat memilih alat yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.
6. Mintalah Umpan Balik tentang Sampel
Penguji A/B memberi Anda berbagai informasi kuantitatif tentang variabel yang sedang diuji. Namun, itu tidak cukup. Anda perlu mendapatkan data kualitatif untuk mempelajari lebih lanjut tentang alasan pengambilan sampel. Anda dapat meminta umpan balik tentang sampel melalui jajak pendapat atau survei.
Di akhir survei, tanyakan mengapa mereka tidak mengklik ajakan bertindak (CTA), misalnya. Ini akan memberi Anda tampilan yang lebih detail dan mendalam pada hasil pengujian A/B Anda.
7. Analisis Hasil Tes
Cara terakhir untuk melakukan pengujian A/B tentu saja dengan menganalisis hasil pengujian. Hal terpenting untuk diingat saat menganalisis hasil pengujian A/B adalah fokus pada matriks atau variabel yang benar-benar ingin Anda lihat. Misalnya, jika Anda setuju untuk menguji rasio klik-tayang (RKT) sejak awal, Anda tidak perlu melihat item lain.
Kemudian analisis hasil pengujian A/B untuk melihat apa artinya dan apa yang harus Anda lakukan selanjutnya.
Berikut penjelasan Jobnas mengenai tips atau cara menjalankan pengujian A/B. Sekarang Anda siap menguji strategi pemasaran internet Anda! Selain A/B testing, Jobnas sudah menyiapkan berbagai informasi dan tips seputar online marketing dan produk! Kalian bisa membaca atau bergabung mulai dari sekarang!
Baca SelengkapnyaSederhana tapi Memikat, Inilah 4 Contoh Motivation Letter Bahasa Indonesia dan Inggris
Jobnas.com-Salah satu hal yang sering dijadikan syarat mendaftar studi, beasiswa, dan kerja adalah motivation letter. Itulah mengapa memiliki acuan dalam membuat motivation letter menjadi sangat penting. Oleh karena itu, di artikel ini Jobnas.com akan menjelaskan terkait apa itu motivation letter, bagaimana tips membuatnya, dan beberapa contohnya dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Jika penasaran, yuk, simak penjelasannya!
Baca Juga: Inilah Perbedaan antara Remarketing vs Retargeting!
Mengenal Motivation Letter
Kata ‘motivation letter’ barangkali sering kamu temui terutama saat membaca syarat pendaftaran kerja atau beasiswa. Padahal, sebelumnya kamu belum pernah membuat surat tersebut. Lalu, apa sih sebenarnya motivation letter itu? Apakah berbeda dengan cover letter?
Nah, menurut Edunation, motivation letter adalah surat yang menjelaskan mengapa kamu, sebagai pelamar, akan menjadi kandidat yang tepat untuk program atau beasiswa yang kamu lamar.
Biasanya, untuk mendaftar beasiswa, terutama beasiswa studi di luar negeri, motivation letter menjadi syarat wajib yang harus dimiliki. Tidak jarang seseorang gagal meraih beasiswa karena motivation letter-nya kurang maksimal.
Memang, sebagai syarat mendaftar beasiswa atau studi, terdapat banyak tahapan dan berkas yang akan kamu kumpulkan. Namun, motivation letter akan menjadi rangkuman perjalanan dan prestasimu.
Sebab, kesungguhan dan kelayakanmu untuk menerima beasiswa atau pekerjaan dapat dilihat oleh universitas atau perusahaan dengan motivation letter yang menarik. Dengan demikian, dibutuhkan contoh motivation letter agar kamu memiliki panduan yang jelas tentang cara menyusunnya.
Pada umumnya, motivation letter berisi catatan kualifikasi, prestasi, dan alasan mengapa pelamar berhak mendapat kesempatan studi, beasiswa, atau pekerjaan tersebut. Meski demikian, lebih dari itu, kamu juga perlu memahami karakteristik program atau universitas yang kamu lamar.
Jadi, kamu bisa menyesuaikan isi motivation letter dengan apa yang diharapkan oleh pembuat program. Beberapa orang sering tertukar antara motivation letter dengan personal statement. Keduanya memang sekilas serupa. Namun, ada beberapa perbedaan di antara keduanya.
Isi motivation letter lebih fokus pada hal-hal yang bersifat praktis. Kamu perlu mencantumkan pencapaian, kualifikasi, dan cita-cita yang realistis. Sementara itu, personal statement lebih fokus pada hal-hal yang abstrak, seperti kepribadian, ambisi, dan preferensi.
Struktur Motivation Letter
Seperti halnya sebuah surat, ketika akan menyusun motivation letter, terdapat beberapa a struktur tertentu yang perlu kamu perhatikan. Struktur ini juga berlaku pada contoh motivation letter yang akan Jobnas.com sampaikan.
Berikut struktur utama motivation letter.
1. Pembuka
Hal pertama yang perlu kamu tuliskan dalam motivation letter adalah pembuka.
Seperti biasanya, kamu mungkin sering membaca tulisan yang diawali dengan, “Pada hari ini, saya …” Atau barangkali kamu pernah membaca novel yang diawali dengan, “Matahari mulai terbenam dan burung berkicauan.” Nah, di dalam motivation letter, kalimat-kalimat semacam itu tidak bisa kamu masukkan.
Sebab, ada banyak orang yang melamar beasiswa atau program yang sama denganmu. Dengan demikian, jangan sampai universitas berhenti membaca motivation letter-mu karena paragraf pembuka yang tidak menarik.
Hindari membuka motivation letter dengan kalimat-kalimat yang mainstream dan terlalu umum. Dikutip dari European Higher Education Fair, untuk program beasiswa, kamu bisa membuat paragraf pembuka motivation letter dengan latar belakang dan kekurangan bidang yang kamu incar di Indonesia.
Sebagai contoh, kamu hendak mendaftar beasiswa S2 Ilmu Hukum di luar negeri. Kamu bisa menjelaskan kondisi dunia hukum di Indonesia saat ini.
2. Isi
Salah satu bagian penting dalam motivation letter adalah isi. Tentu saja di bagian isi harus lebih panjang dan padat jika dibandingkan dengan bagian pembuka dan penutup. Kamu bisa menulis beberapa hal secara rinci. Namun, jangan mengulang apa yang telah kamu tuliskan dalam curriculum vitae (CV).
Setidaknya ada tiga hal utama yang perlu kamu tulis di bagian isi, yakni pengalaman, motivasi, dan tujuanmu.
Pada bagian pengalaman, kamu bisa menceritakan apa saja yang pernah kamu lakukan dan capai terkait bidang yang kamu lamar. Kamu juga bisa menambahkan beragam prestasi yang relevan.
Selanjutnya, tuliskan motivasi atau alasanmu mendaftar program tersebut. Sampaikan alasan yang kuat dan rinci.
Kemudian, beri tahu pemberi program tentang tujuan yang ingin kamu raih. Sesuaikan tujuan ini dengan isu yang sedang terjadi dan karakteristik pemberi program tersebut.
3. Penutup
Kamu harus mengetahui apa yang perlu kamu tulis pada bagian penutup sebelum masuk ke contoh motivation letter.
Pada bagian pembuka dan isi, kamu telah menjelaskan segala hal tentang dirimu dan tujuanmu melamar. Tugas selanjutnya adalah meyakinkan pemberi program bahwa kamu adalah orang yang tepat.
Bagian ini disebut sebagai closing statement. Sampaikan kembali poin terkuatmu dan mengapa universitas harus memilihmu. Kamu bisa menulisnya secara singkat, jelas, dan tegas untuk menunjukkan kepercayaan dirimu.
Tips Membuat Motivation Letter
Sebelum masuk ke bagian contoh motivation letter, Jobnas.com akan memberikan beberapa tips untuk membuatnya agar supaya kamu bisa menyusun motivation letter dengan baik dan mendapatkan hasil yang terbaik pula.
1. Fokus
Kamu mungkin ingin menuliskan banyak hal dalam motivation letter. Meski demikian, kamu perlu ingat bahwa ada batas jumlah kata yang bisa kamu gunakan. Kamu tidak bisa menuliskan banyak hal sekaligus dalam motivation letter-mu.
Dengan demikian, fokuslah pada poin penting yang ingin kamu sampaikan. Misalnya, kamu bisa fokus pada satu isu yang sedang berkembang di bidang yang kamu lamar.
2. Kenali perusahaan atau universitas yang dilamar
Dalam motivation letter, tidak hanya berisi tentang dirimu. Kamu justru harus menyambungkan dirimu dengan perusahaan atau universitas yang kamu lamar. Kenali mereka dengan baik. Ketahui bagaimana karakteristik dan visi misi yang mereka bangun. Dengan demikian, kamu bisa lebih mudah mencari hubungan antara dirimu dengan mereka.
3. Don’t tell, but show
Istilah ‘don’t tell, but show’ menggambarkan bahwa kamu tidak bisa hanya menyampaikan sesuatu tanpa menunjukkan bukti nyatanya. Kamu bisa menyampaikan hal-hal yang konkret sehingga perusahaan atau universitas bisa benar-benar mengukurmu.
Sebagai contoh, hindari mengatakan, “Saya sudah sukses pada program sarjana yang lalu.” Namun, sampaikan apa hal-hal yang membuatmu dikatakan sukses. “Saya berhasil menyeimbangkan dunia akademis dan nonakademis saya selama program sarjana. Saya mendapat IPK tinggi sekaligus aktif dalam berbagai organisasi.”
4. Baca kembali
Berikutnya, kamu perlu membaca kembali apa yang telah kamu tulis dengan saksama setelah menyelesaikan motivation letter. Sebab, kamu bisa tahu bagian mana yang masih bisa diperbaiki dengan membaca kembali.
Namun, membaca sendiri saja tidak cukup. Kamu bisa minta tolong keluarga, sahabat, dan kerabatmu untuk membaca motivation letter-mu dan memberikan masukan.
Contoh Motivation Letter
Kini, kamu telah mengetahui apa itu motivation letter dan tips membuatnya. Berikut Jobnas.com berikan contoh motivation letter dalam bahasa Indonesia.
1. Contoh motivation letter bahasa Indonesia untuk mendaftar beasiswa
Yth. Panitia Penyelenggara Program Beasiswa
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
Sejak dahulu, saya percaya bahwa setiap kesempatan harus dimanfaatkan dengan menjemputnya. Sehingga, dengan kepercayaan ini, saya ingin menjemput kesempatan untuk meraih beasiswa dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Saya adalah Reyhan Madjid, laki-laki berusia 24 tahun, yang menulis surat motivasi ini untuk mengungkapkan ketertarikan saya pada program beasiswa yang ditawarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Saya baru saja menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Gadjah Mada.
Baca Juga: Kalian Harus Tahu 4 Unsur Penting Sebelum Ganti Pekerjaan Supaya Tidak Menyesal
Sejak awal kuliah, saya menyadari bahwa ada banyak hal yang harus dibangkitkan dari cybersecurity di Tanah Air. Karena itu, saya terus menggali ilmu komputer dan cybersecurity sebanyak-banyaknya dengan tujuan untuk memberi kontribusi terhadap keamanan negara Indonesia di internet.
Meski begitu, saya juga percaya bahwa ilmu saja tidak cukup. Karena itu, saya turut aktif dalam beberapa organisasi seperti AIESEC dan Model United Nations. Dari dua organisasi tersebut, saya mendapatkan banyak ilmu tentang komputer dan cybersecurity.
Dari ilmu yang didapat, saya bisa mengimplementasikannya ketika mendapat kesempatan pada program International Collegiate Programming Contest (ICPC) regional Jakarta tahun 2022 lalu.
Dengan bekal pengalaman tersebut, saya semakin yakin untuk berkontribusi terhadap keamanan negara Indonesia. Saat ini, saya juga tengah memberikan pendidikan seputar penggunaan internet dan komputer ke masyarakat di kota-kota besar di seluruh Indonesia.
Dengan begitu, masyarakat dapat paham tentang pentingnya menjaga keamanan data pribadi dan keluarga di internet serta bagaimana melakukannya.
Oleh karena itu, demi menyempurnakan usaha tersebut, saya ingin terus memperdalam ilmu komputer. Salah satu langkah yang akan saya ambil adalah mengambil Program Master Cybersecurity di Universitas Monash, Australia.
Olah karena itu, saya berharap Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia bisa memercayai saya untuk mendapatkan beasiswa ini.
Apabila saya terpilih untuk program beasiswa ini, saya dapat mengalokasikan dana untuk memberi pelatihan serta pendidikan seputar keamanan di internet. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk turut mengembangkan keamanan masyarakat Indonesia.
Karena itu, saya yakin dapat memanfaatkan beasiswa ini sebaik-baiknya.
Demikian surat motivasi ini saya buat. Terima kasih atas perhatian Anda.
Hormat Saya,
Reyhan Madjid
4. Contoh motivation letter dalam bahasa Inggris untuk melamar kerja
Berikut contoh motivation letter dalam bahasa Inggris yang bisa kamu jadikan acuan.
—————
Dear Mr. John Lennon,
The creativity and enthusiasm of Collabs Agency has sparked my interest to apply and join your team as a copywriter. My passion in copywriting and creative industry combined with working at your company would be a unique and wonderful experience for both parties.
Having more than 3 years of work experience in the creative industry, I have developed strong experitise in copywriting, market research, consumer research, content creation, and social media.
The main achievements I had in my previous position that would be relevant and valuable to what you’re looking for are as follows;
Increased the conversion rate on website by 15% in the span of a year.
Created 4 campaigns which increased the engagement rate of our clients by 300%.
Baca Juga: Dengan Mengetahui Peran Staf Pajak, Kamu akan Jadi Incaran Banyak Perusahaan
Improving the existing strategy through the use of latest technological advancement to help the organization expand the business to the neighbouring countries such as Singapore and Malaysia.
In addition to this, my internship as a market researcher in a tech start-up gave me insight on how to target the perfect audience for the copy that I write.
Thus, through analyzing the target markets and social media platforms such as Twitter, Facebook, and Instagram, I have found 3 new ways of reaching new customers for your company through copywriting on said platforms.
I love to work independently or as a team where I can share creative ideas with each others.
I look forward to hear your follow up on my application for this position and arrange an interview soon.
Sincerely,
Rizal Rahardian
Demikianlah penjelasan Jobnas.com mengenai beberap tips dan contoh motivation letter yang bisa kamu gunakan untuk berbagai keperluanmu. Karena membuat motivation letter tidaklah mudah, kamu perlu memikirkan baik-baik apa yang akan kamu sampaikan pada surat tersebut.
Baca Selengkapnya6 Perbedaan Inventaris (Inventory) dan Persediaan (Supply) dalam Perusahaan
Jobnas.com - Inventaris (inventory) dan persediaan (supply) memiliki perbedaan utamanya dalam tujuan bagi perusahaan. Namun, keduanya bekerja untuk kepentingan perusahaan.
Memahami perbedaan antara keduanya akan membantu Anda menyortir barang dagangan perusahaan Anda.
Selain itu, untuk menyederhanakan akuntansi perusahaan dengan memisahkan keduanya.
Apa Itu Inventaris (Inventory)?
Inventaris (inventory) adalah daftar barang-barang yang dimiliki oleh suatu perusahaan.
Inventaris merupakan bagian dari persediaan yang diperhitungkan secara terpisah, terutama karena perlu diakui sebagai aktiva atau penyusutan.
Inventaris dapat dianggap sebagai bagian dari persediaan, namun tidak seluruh persediaan harus diakui sebagai inventaris.
Namun, menurut Investopedia, nventaris adalah komoditas yang digunakan perusahaan untuk dijual kepada konsumen demi keuntungan.
Apa Itu Persediaan (Supply)?
Persediaan (supply) adalah semua bahan baku, barang jadi, atau barang setengah jadi yang dimiliki oleh suatu perusahaan untuk dijual kepada pelanggan.
Persediaan merupakan aset yang dianggap penting bagi perusahaan karena merupakan sumber penghasilan yang akan dijadikan laba bila terjual kepada pelanggan.
Biasanya, sebuah persediaan akan habis digunakan dan akhirnya menjadi biaya yang dikeluarkan perusahaan.
Dalam konteks akuntansi, persediaan dianggap sebagai aset hingga digunakan. Ketika digunakan, persediaan akan otomatis dianggap sebagai pengeluaran.
Contoh barang yang termasuk persediaan seperti;
- alat tulis
- kertas
- tinta printer
- amplop
- sabun
Inilah perbedaan utama antara inventaris dan persediaan.
Inventaris juga bisa berarti bahan mentah yang digunakan perusahaan untuk membuat produk untuk dijual.
Saat membeli persediaan, perusahaan dapat menjualnya kembali dalam bentuk yang serupa atau mengubahnya terlebih dahulu menjadi produk baru.
Bisnis biasanya tidak ingin menyimpan persediaan terlalu lama. Hal ini dikarenakan gudang dapat menambah biaya penyimpanan atau dapat merusak barang hingga habis masa simpannya.
Contoh persediaan adalah ayam mentah yang dijual di Rumah Makan Geprek.
Secara sederhana, persediaan (supply) merupakan semua barang yang dimiliki oleh suatu perusahaan, sedangkan inventaris (inventory) merupakan bagian dari persediaan yang diakui sebagai aktiva atau penyusutan.
Perbedaan Inventaris dan Persediaan
Ada beberapa perbedaan lain antara persediaan dan inventaris, antara lain:
1. Jangka waktu pemilikan
Persediaan merupakan barang yang dimiliki oleh perusahaan dengan tujuan untuk dijual kembali kepada pelanggan.
Inventaris merupakan barang yang dimiliki oleh perusahaan dengan tujuan untuk digunakan dalam proses produksi atau untuk dijual kembali kepada pelanggan.
2. Cara perhitungan
Persediaan dihitung dengan menggunakan metode FIFO (First In, First Out), yaitu dengan menganggap bahwa barang pertama yang masuk adalah barang pertama yang terjual.
Inventaris dihitung dengan menggunakan metode LIFO (Last In, First Out), yaitu dengan menganggap bahwa barang terakhir yang masuk adalah barang pertama yang terjual.
3. Tujuan
Perusahaan membeli barang-barang yang termasuk dalam kategori persediaan dengan tujuan untuk menjaga dan menjamin kelancaran operasional usahanya.
Sementara inventaris adalah barang yang dibeli atau diproduksi oleh perusahaan dengan maksud untuk dijual kepada konsumen untuk mendapatkan keuntungan.
Misalnya, barang di toko pakaian yang diklasifikasikan sebagai persediaan adalah berbagai jenis pakaian yang dijual kepada konsumen.
Pada saat yang sama, di toko eceran, produk yang tersedia, seperti tas belanja atau tas, diberikan kepada konsumen pada saat pembelian.
Baca Juga: Dengan Mengetahui Peran Staf Pajak, Kamu akan Jadi Incaran Banyak Perusahaan
4. Akuntansi
Dalam istilah akuntansi, ada juga perbedaan mencolok antara inventaris dan persediaan.
Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya bahwa persediaan dianggap sebagai aset sampai digunakan.
Oleh karena itu, perusahaan dapat memasukkan nilai moneter dari persediaan yang tidak terpakai di bagian "aset".
Sementara itu, perusahaan menempatkan persediaan bekas di bawah judul "beban".
Sebaliknya, inventaris diklasifikasikan sebagai "aset" dalam neraca.
Karena merupakan barang-barang milik yang rencananya akan dijual sepanjang tahun.
Perlu Anda ketahui bahwa perusahaan dapat menyimpan berbagai jenis persediaan mulai dari bahan baku, produk setengah jadi hingga produk jadi.
Agar perusahaan mencerminkan nilai persediaan di neraca berdasarkan harga pembelian.
Ketika barang inventaris dijual, biaya perolehan kategori inventaris dihapus.
Ini karena biaya ini dilaporkan dalam kategori "barang yang dijual" dan "pendapatan produksi" dari laporan laba rugi.
5. Pajak penjualan
Perbedaan antara inventaris dan persediaan adalah pajak penjualan.
Sebagaimana kita ketahui, pajak penjualan adalah jumlah pajak yang dikenakan pemerintah atas pembelian barang atau jasa.
Selain itu, pajak biasanya hanya dibayarkan satu kali kepada konsumen akhir dari barang atau jasa yang dibeli.
Oleh karena itu, ketika bisnis membeli barang untuk inventaris mereka, mereka secara otomatis harus membayar pajak penjualan.
Ini berbeda dengan persediaan di mana konsumen dikenai pajak penjualan karena mereka adalah pengguna akhir.
6. Pengeluaran
Perbedaan lain antara inventaris dan persediaan adalah jenis biaya yang terkait dengan item tersebut.
Perusahaan mengeluarkan dua jenis biaya, yaitu biaya tetap dan biaya variabel.
Dalam konteks ini, biaya tetap berarti biaya yang tidak berhubungan langsung dengan pendapatan perusahaan.
Jadi beberapa persediaan dapat dikatakan memiliki biaya tetap.
Misalnya, jika sebuah perusahaan menjual lebih banyak produk, itu tidak berarti perlu membeli lebih banyak alat tulis untuk karyawannya.
Biaya variabel atau biaya variabel adalah biaya yang berkaitan langsung dengan produksi barang atau jasa.
Semakin banyak barang diproduksi, semakin tinggi biaya variabelnya.
Oleh karena itu, biaya bahan baku yang tergolong persediaan juga meningkat ketika perusahaan ingin meningkatkan produksi barang yang dijual kepada konsumen.
Ini adalah beberapa perbedaan antara persediaan dan inventaris yang harus Anda ketahui.
Pada dasarnya kedua jenis barang ini wajib dimiliki oleh perusahaan agar proses bisnisnya berjalan lancar.
Ini menjadikannya bagian dari manajemen produk yang harus Anda pahami.
Baca SelengkapnyaInterview Soal Lingkungan Kerja, Ini Dia 7 Menjawab Pertanyaannya
Jobnas.com-Saat melakukan proses interview, pertanyaan mengenai lingkungan kerja bisa menjadi pertanyaan paling membingungkan. Bisa jadi seseorang yang telah berpengalaman pun dapat terpeleset di sini.
Barangkali, dalam sebuah proses interview, lingkungan kerja mungkin jadi topik terakhir. Akan tetapi, seperti yang kita tahu, soal tersulit akan datang di saat-saat terakhir. Sekali saja kamu salah, pupus sudah harapanmu pindah ke kantor baru.
Sering kali ketika menjawab pertanyaan soal lingkungan kerja dapat membingungkan. Pertanyaan ini sungguh subjektif dan tidak ada jawaban yang terhitung benar. Bisa jadi, seorang yang mendaftar sebagai recruiter bisa tidak lolos di sini.
Oleh karena itu, di artikel ini Jobnas.com akan memberikan beberapa tips dan cara menjawab pertanyaan seputar lingkungan kerja yang perlu kamu ketahui. Yuk, simak sampai tuntas !
Baca Juga: Perbedaan Aplikasi Native, Hybrid, dan Web yang Perlu Kamu Ketahui
Tips Menjawab Pertanyaan Lingkungan Kerja
Jobvite pernah melakukan riset yang menunjukkan bahwa 88% recruiter mengatakan, kecocokan pandangan dalam lingkungan kerja jadi hal yang penting.
Hal ini kemudian membuat pertanyaan mengenai lingkungan kerja perlu dijawab dengan sebaik mungkin. Dengan demikian, penting untuk mengetahui tips dalam menjawab topik ini.
Seperti dilansir dari The Balance Careers, berikut beberapa tips yang dapat membantu kamu agar berhasil melewati tahapan ini:
1. Buat jawaban yang Berkaitan dengan Perusahaan
Kaitkan setiap jawaban yang kamu ucapkan dengan budaya perusahaan yang mewawancarai kamu, jika memungkinkan. Hal ini penting karena secara tidak langsung memposisikan kamu dengan nilai-nilai yang diusung perusahaan.
2. Bersikap Jujur
Kunci dari segala hal adalah jujur, termasuk saat melakukan wawancara dengan perusahaan. Selain akan menjauhkanmu dari pertanyaan lanjutan yang lebih sulit, dengan bersikap jujur akan membikin perusahaan bersikap hormat dan memberikan nilai lebih kepadamu.
3. Riset Bagaimana Lingkungan Kerja di Perusahaan
Ada baiknya kamu melakukan riset budaya di perusahaan tersebut sebelum melakukan interview. Sebab, kamu akan mengetahui nilai dan budaya apa saja yang mereka miliki dengan melakukan riset.
Di samping itu, pengetahuan akan perusahaan selalu diapresiasi oleh recruiter, termasuk saat menjawab pertanyaan tentang lingkungan kerja.
4. Jangan Mengkritik Budaya Perusahaan
Setiap perusahaan selalu punya anggapan bahwa mereka memiliki budaya dan lingkungan kerja terbaik. Dengan demikian, kamu perlu menghindari mengeluarkan kritik saat mengikuti wawancara. Berikan saja jawaban normatif tanpa sedikit pun menyinggung mereka.
5. Hindari Keragu-raguan
Salah satu hal membuat kamu langsung dicoret oleh recruiter adalah bersikap ragu. Oleh karena itu, berikan jawaban yang jelas dan sistematis dalam setiap jawaban yang keluar dari mulut kamu. Hindari memulai jawaban dengan, “kira-kira…” atau “saya tidak yakin dengan…”
6. Ketahui Prioritas Bekerjamu
Dilansir dari The Muse, mengetahui prioritasmu ketika bekerja merupakan tips selanjutnya untuk menjawab pertanyaan seputar lingkungan kerja. Sehingga, lakukan refleksi diri dan cari tahu di lingkungan seperti apa kamu bisa bekerja dengan baik. Hal ini dilakukan agar supaya kamu bisa mencari lingkungan perusahaan yang sesuai denganmu.
7. Jawab Pertanyaan dengan Jujur
Menurut Indeed bahwa salah satu tips untuk menjawab pertanyaan ini adalah dengan menjawabnya secara jujur. Berkaitan dengan tips di poin 5 di atas, jawablah dengan penuh percaya diri dan kejujuran ketika diberikan pertanyaan ini. Dengan demikian, perusahaan tidak akan merasa ragu untuk merekrutmu sebagai karyawannya.
Cara Menjawab Pertanyaan Lingkungan Kerja
Terdapat beberapa pertanyaan mengenai lingkungan kerja yang lumrah ditanyakan dalam wawancara. Berikut beberapa di antaranya dan tips menjawabnya.
1. Pertanyaan Soal Fleksibilitas
Pertanyaan: “Apakah kamu cocok bekerja di lingkungan yang cepat?” atau “Are you suited to work in a fast-paced environment?“
Untuk mengukur kekuatan kamu dalam bekerja, jenis pertanyaan ini mungkin normatif dan hanya akan digunakan. Dengan demikian, recruiter akan menilai kamu pantas dan layak untuk diberi kesempatan. Pasalnya, tidak semua pelamar mampu beradaptasi dengan lingkungan tertentu.
Berikut adalah contoh jawabannya.
Bahasa Indonesia
Saya bisa dengan mudah beradaptasi. Baik itu di lingkungan yang cepat maupun besar. Karena saya orang merasa bahwa lingkungan kerja yang cepat dapat memacu saya untuk terus kreatif, saya sangat yakin dengan hal ini.
Bahasa Inggris
I can adapt easily. Be it in a fast-paced or big environment. Because I am someone who feels that a fast-paced environment encourages me to be creative, I believe in this.
Baca Juga: Harus Menghadiri Wawancara Kelompok? Ikuti Tips Suksesnya di Sini!
2. Pertanyaan Soal Cara Kerja
Pertanyaan: “Mana yang kamu pilih, bekerja dalam tim atau secara individu?” atau “Which do you choose, working in a team or individually?”
Jawaban dari pertanyaan ini akan membuat kamu dilihat sebagai pelamar yang berani dan siap mendalami apapun di lingkungan kerja yang baru oleh recruiter.
Berikut adalah contoh jawabannya.
Bahasa Indonesia
Saya telah berpengalaman dengan banyak budaya kerja, baik secara tim atau individu. Saya merasa tidak punya preferensi tertentu, tapi apabila dihadapkan pada salah satu kondisi, saya siap.
Bahasa Inggris
I have experience with many work cultures, either as a team or individually. I don’t have any particular preferences, but if I am faced with one of the situations, I am ready.
3. Pertanyaan Soal Relasi Antar Karyawan
Pertanyaan: “Bagaimana relasi kamu dengan rekan kerja kamu di perusahaan sebelumnya?” atau “How is your relationship with coworkers in the previous company?”
Bahasa Indonesia
Jika boleh jujur, saya sempat memiliki masalah kecil dengan rekan kerja saya. Akan tetapi, kami sudah saling meminta maaf dan sekarang masalah tersebut sudah selesai. Dari masalah tersebut, saya belajar untuk jadi pribadi yang lebih baik.
Bahasa Inggris
Honestly, I had a little trouble with my coworker. However, we forgave each other and the problem is already solved. From that problem, I learned how to be a better person.
Kondisi ini akan membuat recruiter menganggap kamu sebagai pribadi yang bertanggung jawab dengan pekerjaan. Kamu juga akan selalu tampak sebagai orang yang selalu siap untuk memperbaiki diri dengan meminta maaf dan belajar dari masalah.
4. Pertanyaan Soal Lingkungan Kerja Ideal
Pertanyaan: “Apa lingkungan kerja idealmu?” atau “What is your ideal work environment?”
Untuk mengetahui lingkungan kerja seperti apa yang membuatmu nyaman bekerja, jenis pertanyaan ini umumnya sering ditanyakan.
Berikut adalah contoh jawabannya.
Bahasa Indonesia
Lingkungan kerja yang ideal bagi saya adalah ketika saya bisa bekerja secara individu dan sebagai tim. Saya menemukan bahwa perusahaan ini memiliki keseimbangan dalam hal tersebut ketika saya meriset perusahaan. Sehingga, menurut saya hal ini dapat membantu saya untuk sukses di posisi ini.
Bahasa Inggris
My ideal working environment is when I can work individually and as part of a team. I found out that this company has a balance on this matter when I researched your company,. That is why I think that it will help me to achieve success in this position.
5. Pertanyaan Soal Menghadapi Situasi Sulit
Pertanyaan: “Bagaimana sikapmu ketika berhadapan dengan situasi yang penuh tekanan atau sulit?” atau “How do you deal with pressure or stressful situation?”
Dikutip dari Harvard Business Review, ketika ditanya seputar lingkungan kerja, kamu juga biasanya akan mendapat pertanyaan ini.
Karena, dalam lingkungan kerja seideal apa pun, situasi penuh tekanan atau sulit pasti terjadi. Berikut adalah contoh jawabannya.
Bahasa Indonesia
Ketika saya mengerjakan peluncuran produk baru di perusahaan sebelumnya, beberapa hal tidak berjalan sesuai rencana. Pada saat itu, saya mengambil langkah mundur dan memikirkan strategi untuk menyelesaikan masalah tersebut, ketimbang menyalahkan orang lain.
Bahasa Inggris
When I was working on a new product launch at my last company, things were not going according to plan. During that time, instead of pointing fingers, I took a step back and think about some strategies to solve the problem.
Baca Juga: Tingkatkan Popularitas Situsmu dengan Guest Blogging, Strategi Menulis di Situs Lain
Demikianlah penjelasan Jobnas.com mengenai beberapa tips dan cara menjawab pertanyaan soal lingkungan kerja. Semoga setelah membaca artikel ini kamu tidak kebingungan jika diberi pertanyaan ini saat wawancara. Kini saatnya kamu perlu mencari perusahaan dengan lingkungan kerja terbaik jika kamu sudah siap menjawab pertanyaan tersebut.
Baca Selengkapnya5 Tahapan Memahami Potensi Diri dan Cara Mengasahnya
Jobnas.com - Memahami diri sendiri adalah langkah penting dalam menjadi pribadi yang lebih baik. Ini dapat membantu kita mengetahui apa yang kita sukai, apa yang tidak kita sukai, dan bagaimana kita bereaksi di situasi yang berbeda.
Memahami diri sendiri juga dapat membantu kita membuat keputusan yang tepat dan menemukan tujuan hidup yang sesuai dengan kepribadian kita.
Dengan begitu kita nantinya akan tahu apa saja potensi yang kita miliki, karena bagi Anda yang punya rencan kerja panjang di sebuah perusahaan penitng untuk mengetahui potensi diri.
Memahami potensi diri adalah proses mengenali kemampuan, kekuatan, dan bakat yang dimiliki seseorang.
Ini dapat membantu kita menemukan tujuan hidup yang sesuai dengan kepribadian kita, serta mengidentifikasi cara terbaik untuk mencapai tujuan tersebut.
Tahapan Memahami Potensi diri
Berikut adalah beberapa tahapan yang dapat dilakukan untuk memahami potensi diri:
1. Membuat daftar kekuatan dan kelemahan
Hal Ini dapat membantu kita mengenali apa yang kita lakukan dengan baik, dan di mana kita perlu meningkatkan diri.
2. Mencatat pikiran dan perasaan
Kemudian Anda juga dapat mencatat apa yang kita pikirkan dan bagaimana kita merasa dapat membantu kita memahami reaksi kita terhadap situasi yang berbeda.
3. Mencoba kegiatan yang berbeda
Begitu juga denga cara yang ketiga ini, Anda perlu untuk mencoba kegiatan yang berbeda dapat membantu kita menemukan apa yang kita sukai dan tidak sukai, serta bagaimana kita bereaksi terhadap kegiatan tersebut.
4. Meminta masukan orang lain
Meminta pendapat orang lain tentang diri kita dapat memberikan perspektif yang berbeda dan membantu kita memahami potensi diri kita dengan lebih baik.
5. Bermeditasi atau melakukan terapi
Bermeditasi atau melakukan terapi dapat membantu kita memahami pikiran dan perasaan kita dengan lebih dalam, sehingga kita dapat lebih memahami potensi diri kita.
Dengan melakukan beberapa tahapan di atas, Anda akan lebih mudah mengetahui potensi diri Anda secara pasti dan mendetail.
Baca Juga: Alasan dan Kunci Penting Magang Menuju Sukses
Cara Mengasah Potensi Diri
Adapun upaya yang bisa Anda lakukan dalam mengolah potensi diri Anda secara baik dan efektif adalah sebagai berikut.
1. Membenahi pola hidup
Bermain hingga tengah malam adalah salah satu aktivitas yang harus Anda pikirkan kembali. Mulai dari kecanduan game hingga terjebak dalam duniamu yang tidak bisa dikatakan cocok untuk pengembangan diri.
Cobalah untuk mengurangi aktivitas yang kurang bermanfaat dan mengacaukan jadwal tidur Anda. Pengembangan diri yang baik dimulai dari dalam ke luar, yaitu hal-hal yang pertama kali ada pada diri Anda harus diperbaiki.
Kesehatan adalah salah satunya, ketika tubuh Anda sehat dan bugar, rasa percaya diri dan semangat Anda juga akan meningkat seiring dengan bentuk fisik Anda yang siap beraksi.
Memperbaiki gaya hidup termasuk, selain kesehatan, hal-hal sederhana seperti membersihkan ruang kantor dan area kerja agar lebih nyaman digunakan sebagai tempat aktivitas sehari-hari.
Ini mudah, tetapi jika Anda masih malas untuk menguasainya, Anda mungkin malas dan mencari aktivitas pengembangan diri yang sedikit lebih sulit.
2. Move on dan rancang masa depan
Ini terdengar agak puitis, tetapi tindakan yang perlu Anda lakukan untuk maju dan fokus pada perbaikan diri bukanlah terjebak dalam masa lalu yang tidak menyenangkan.
Anda harus jujur tentang apa yang terjadi, apakah itu baik atau buruk, Anda tidak bisa tetap pada kecepatan yang sama selama Anda hidup.
Jika Anda dapat melepaskan kenangan terlebih dahulu, langkah ke depan akan lebih mudah.
Jika perlu, buatlah stiker di salah satu sisi dinding kamar Anda dengan gambar-gambar momen manis Anda yang akan menambah keseruan setiap kali Anda melihatnya.
Fokus pada masa lalu biasanya menghilangkan harapan, semangat hidup dan tidak lagi peduli dengan tujuan hidup seseorang. Padahal, setiap orang pasti memiliki tujuan masing-masing untuk memenuhi hidupnya.
Inilah cara Anda menyempurnakan perbaikan diri Anda dengan membersihkan "sampah" yang tidak perlu Anda kumpulkan dalam hidup untuk memberi ruang bagi hal-hal yang lebih bermanfaat.
3. Belajar fokus dengan kelebihan Anda
Bagaimana perasaan Anda ketika Anda harus merenungkan diri sendiri? Apakah Anda senang, gembira atau bahkan kecewa? Ketika diminta untuk menggambarkan diri Anda, apa yang membuat Anda menjadi diri Anda?
Harga diri Anda memengaruhi arah perkembangan lebih lanjut. Sebelum memulai aktivitas lain, Anda harus terlebih dahulu mengidentifikasi kekuatan dan kekuatan Anda daripada berfokus pada kelemahan Anda.
Misalnya, kemampuan berkomunikasi dengan anak dalam waktu yang lama dan berkesinambungan juga merupakan salah satu kelebihan yang mungkin tidak dimiliki orang lain.
Anda dapat mengarahkan energi Anda untuk mencari pekerjaan yang akan membentuk perkembangan Anda sesuai dengan karakter Anda.
Jika menjadi guru taman kanak-kanak benar-benar membuat Anda fokus pada kelebihan Anda lebih cepat, Anda tidak perlu repot-repot mencoba pekerjaan lain yang tidak berhubungan dengan kelebihan Anda.
Membiasakan fokus dan meningkatkan kelebihan diri juga akan membantu Anda untuk lebih bersyukur, yang berdampak besar bagi pengembangan diri Anda ke depan.
4. Kualitas hubungan
Orang-orang terdekat Anda adalah elemen penting yang juga memengaruhi pengembangan diri Anda dan bahkan cara berpikir Anda.
Ketika Anda bertemu dan bergabung dengan komunitas, Anda harus memilih teman yang memiliki pengaruh positif pada pengembangan diri Anda, jangan khawatir tentang mereka yang tidak.
Berteman dengan orang-orang yang juga menghargai hidup dan menghargai diri sendiri juga membuat cara pandang Anda lebih terbuka.
Pikiran positif pasti akan menempatkan Anda dalam keadaan yang lebih baik daripada berfokus pada hal-hal yang menyedihkan dan negatif.
Selain teman, dukungan keluarga dan orang-orang tersayang tentunya akan menambah semangat Anda untuk mengembangkan diri.
Dekat dengan sepupu juga bisa menjadi sumber motivasi yang baik, terutama jika prestasi atau prestasi mereka terkait dengan minat Anda.
Jadi memang benar ada yang mengatakan bahwa hubungan dengan keluarga lebih penting daripada mencari persetujuan dari orang lain yang mungkin tidak mencintai atau peduli dengan perkembangan Anda.
Baca Selengkapnya