Jobnas

Blog Jobnas

Halaman artikel blog terbaru di Jobnas.com.
Iwan Bisa
2 tahun yang lalu
Pertanyaan dan Jawaban untuk Interview

Kenali Model Pertanyaan dan Jawaban untuk Interview Kenaikan Jabatan

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com - Salah satu hal yang mesti kamu persiapkan sebelum naik jabatan adalah interview. Memahami daftar pertanyaan atau interview menjadi salah satu trik untuk mempersiapkan diri. Jika memang ingin mendapatkan promosi kerja atau menduduki posisi di departemen baru, kamu tetap membutuhkan persiapan untuk wawancara. 

Baca Juga : Apa itu Inflasi? Berikut Penjelasan Lengkap beserta 4 Penyebab Terjadinya Inflasi

Pada artikel ini, Jobnas.com akan menjelaskan terkait apa saja pertanyaan yang mungkin diajukan dan bagaimana cara menjawabnya, yuk!

Mengetahui Interview Promosi Jabatan

Mungkin kamu masih bingung mengenai apa sebenarnya wawancara promosi jabatan itu. Meskipun, ada beberapa orang ketika ingin naik jabatan, hanya perlu dibicarakan saja dengan atasannya. Namun, kamu harus tetap memahami interview untuk naik jabatan agar dianggap sebagai seorang profesional. Sebab, selain itu juga masih ada beberapa perusahaan mewajibkan karyawannya untuk tetap mengikuti wawancara, sama saja dengan kandidat yang berasal dari luar perusahaan. 

Seperti dikutip dari The Balance Careers, interview ditujukan untuk pegawai sebuah perusahaan yang ingin menduduki jabatan lebih tinggi atau bisa juga untuk jabatan baru. Kalau dilihat secara sekilas, memang proses ini sepertinya agak merepotkan. Namun, untuk mengetahui apakah kamu benar-benar orang yang tepat untuk posisi tersebut, perusahaan perlu mewawancarai kamu. Lagi pula, kamu memiliki satu keuntungan, yaitu sudah bekerja di perusahaan tersebut dan bisa ‘memamerkan’ kelebihan sebelum dan sesudah interview. 

Daftar Pertanyaan Wawancara Promosi Jabatan

Menurut Indeed dan The Balance Careers, berikut ini adalah beberapa daftar pertanyaan interview promosi jabatan yang paling sering ditanyakan. Jobnas.com juga akan memberikan beberapa contoh jawaban yang bisa jadi panduanmu.

Baca Juga : 5 Tips Membuat Instagram Live yang Menarik Banyak Followers

1. “Dari jabatan saat ini, aspek apa yang paling kamu sukai?”

Pertanyaan ini sebenarnya diajukan dalam wawancara promosi jabatan untuk menilai sikapmu di posisi sekarang secara keseluruhan. Dalam konteks ini, kamu akan dipantau apakah akan mengatakan hal-hal yang positif, atau justru cenderung mengeluh dengan apa pun yang dikerjakan sekarang ini.

Oleh karena itu, kamu harus menjawabnya dengan hati-hati. Cobalah jawab, “Saya merasa sangat bersyukur karena berkesempatan untuk bekerja sama dengan tim yang luar biasa. Di posisi sekarang, saya merasa banyak berkembang dan belajar untuk menghadapi berbagai macam tantangan yang ada”.

2. “Mengapa kami harus mempertimbangkan kamu untuk posisi ini?”

Pertanyaan ini biasanya sering kali keluar saat naik jabatan tidak hanya saat interview biasa. Dalam konteks ini, Pihak perusahaan perlu tahu, apakah kamu cukup percaya diri akan mampu mengemban beban yang lebih besar dari sebelumnya. 

Cobalah sebutkan pencapaian yang didapat dari posisi saat ini, bagaimana kamu menghadapi sebuah permasalahan, dan lainnya. Kira-kira jawabannya seperti ini, “Saya merasa pantas mendapatkan promosi ini karena di jabatan sekarang, saya sudah melebihi apa yang diharapkan.

Saya bisa bekerja sama dengan baik, tiap permasalahan yang ada pun mampu dilewati dengan baik, tak lupa juga ada banyak campaign yang berhasil dan itu semua menjadi tanggung jawab saya”.

3. “Saat diberikan tugas yang belum pernah dikerjakan, bagaimana caramu menjalankannya?”

Tanggung jawab dan tantangan akan lebih besar saat seseorang berada di jabatan yang lebih tinggi.  Oleh karena itu, sangat penting bagimu untuk menunjukkan bahwa dalam situasi apa pun, kamu harus mampu menyelesaikan tugas dengan baik. 

Cobalah jawab, “Beberapa bulan lalu, ada tugas yang benar-benar asing bagi saya. Meskipun cukup membingungkan, saya memutuskan untuk mencari tahu lebih dalam mengenai tugas tersebut. Dari situ, saya melakukan riset dan membuat timeline pengerjaan agar tugas diselesaikan tepat waktu”.

4. “Jika ditanyakan, kira-kira bagaimana deskripsi rekan satu tim akan kamu dan pekerjaanmu?”

Kamu harus tanyakan pada mereka apabila kamu belum tahu tentang work ethic dana apa pun itu yang menggambarkan kamu dari segi profesional, cobalah tanyakan. Dengan demikian, ketika pertanyaan ini muncul saat wawancara promosi jabatan, kamu bisa memberikan jawaban yang sesuai.

Baca Juga : Cek Kartu BPJS Kesehatan Aktif Atau Tidak

Berusahalah agar fokus ke hal yang positif dan jangan lupa untuk berkata sejujurnya, ya. Misalnya, “Rekan satu tim selalu bilang bahwa saya memiliki teamwork yang cukup baik. Menurut mereka, bekerja dengan saya cukup santai dan menyenangkan, tanpa melupakan target yang perlu dicapai”.

5. “Jika diterima, apa harapanmu untuk 3-6 bulan pertama?”

Untuk mengetahui kesiapan kamu untuk mendapat promosi jabatan, pertanyaan interview satu ini biasanya sering diajukan, tetapi juga untuk mengetes pengetahuanmu. Kamu akan dianggap sungguh-sungguh mengetahui posisi tersebut mulai dari apa yang harus dikerjakan, apa yang diharapkan dari orang di posisi itu, dan lain-lain.

Oleh karena itu, kamu bisa coba jawab secara spesifik. Misalkan, “Dalam tiga bulan pertama, saya berharap bisa meningkatkan engagement dan menurunkan bounce rate dari blog” atau jawaban lain tergantung dengan bidang yang dilamar.

Baca juga: Cara Tonjolkan Skill UX Designer pada Klien dan Rekruter dengan UX Case Study

Itulah dia lima daftar pertanyaan wawancara promosi jabatan yang paling sering ditanyakan. Jadi, kamu harus menguasai jawaban dari kelima pertanyaan di atas agar persiapanmu bisa lebih matang lagi. Kalau masih ingin menggali lebih dalam seputar proses wawancara promosi, kamu bisa membaca artikel-artikel lain yang serupa di Jobnas.com, lho.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Iwan Bisa
3 tahun yang lalu
Tonjolkan Skill UX Designer dengan UX Case Study

Cara Tonjolkan Skill UX Designer pada Klien dan Rekruter dengan UX Case Study

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com - Dengan melihat UX case study seorang desainer, rekruter atau klien dapat membuat keputusan cepat dalam proses perekrutan. Oleh karena itu, case study yang menarik adalah hal yang sangat penting untuk bisa menampilkan kelebihanmu. 

Nah, bagi kamu yang belum pernah membuat case study, yuk, simak penjelasan Jobnas.com seputar case study untuk proyek desain user experience berikut ini.

Baca Juga : Ingin Jadi Sales Representative yang Profesional? Wajib Kuasai 5 Skill Ini

Pengertian UX Case Study

Seperti dikutip dari Interaction Design Foundation, UX case study adalah contoh hasil desain yang sudah pernah dikerjakan seorang desainer semasa karirnya. Jika ingin melamar kerja sebagai UX designer, contoh hasil desain ini perlu dimuat dalam portofolio. Rekruter atau calon klien bisa menilai kemampuan desainer yang akan dipekerjakan, dengan melihat contoh hasil kerja ini. 

Case study akan menunjukkan proses pikiran, kapasitas membuat keputusan soal desain, dan kreativitasmu sebagai desainer. Dengan kata lain ia melebihi dari sekadar menampilkan hasil kerjamu.  

Pada dasarnya, case study yang bagus dapat meningkatkan kemungkinan kita mendapat kesempatan kerja yang bagus dibanding dengan hanya menampilkan portofolio sederhana.

Aspek Penting dalam UX Case Study

Sebuah UX case study yang ideal memuat kurang lebih 2-3 contoh hasil kerja yang sudah pernah diselesaikan sebelumnya. Dalam UX case study tersebut, elemen yang perlu dimuat menurut Inside Design adalah:

1. Ringkasan

Elemen ini memuat penjelasan singkat mengenai perusahaan atau produk dalam proyek tersebut.

2. Masalah pokok

Dalam bagian ini, jelaskan mengenai alasan mengenai mengapa proyek ini perlu dikerjakan. Kemudian, informasikan juga apa saja tujuan atau hasil akhir yang ingin dicapai.

3. User dan Audiens

Cantumkan user atau pengguna yang akan menggunakan produk dari proyeknya.

4. Tugas dan Tanggung jawab

Jelaskan dengan ringkas apa tugas serta tanggung jawabmu. Agar dapat memberi gambaran skala proyek tersebut, kamu harus mencantumkan orang-orang lain yang terlibat dalam tim proyek.

Baca Juga : 6 Tips Membuat Executive Summary atau Ringkasan Eksekutif

5. Cakupan dan Batasan

Elemen dalam UX case study ini perlu diisi dengan batasan yang dihadapi saat menjalani proyek. Batasan ini bisa jadi uang, waktu, dan lain-lain.

6. Proses Proyek

Paparkan apa saja langkah-langkah yang ditempuh untuk menciptakan hasil yang diinginkan serta alasan mengapa keputusan itu dibuat.

7. Hasil dan pelajaran yang diperoleh

Tentunya penting untuk menampilkan hasil akhir. Jelaskan apakah tujuan awal telah tercapai dan apa saja pelajaran yang bisa kamu petik dari proyek itu.

Inilah contoh template case study yang bisa kamu coba.

Cara Membuatnya

1. Pilih Proyek

Memilih proyek mana yang akan dicantumkan sebagai portofoliomu adalah sebuah langkah utama dalam membuat UX case study. Sangat disarankan untuk memilih sebuah proyek di mana kamu paling banyak memiliki peran di dalamnya.

Meskipun hasil akhirnya mungkin bukan yang paling bagus, ada cerita menarik yang tentunya bisa disampaikan pada rekruter atau calon klien. Dengan demikian, kamu bisa lebih menonjolkan proses pikir dan penanganan masalah saat mengerjakan suatu proyek.

2. Perkenalkan Proyekmu

Proyek yang telah dipilih perlu dipresentasikan secara menarik dalam portofoliomu. Tak hanya secara visual, deskripsikan juga secara jelas segala hal tentang proyek tersebut. Kamu bisa melakukannya dengan cara menyesuaikannya dengan elemen-elemen penting yang perlu dijelaskan mengenai suatu proyek dalam case study yang sudah dijelaskan sebelumnya.

3. Paparkan Hasil Riset

Salah satu kemampuan penting yang harus dimiliki seorang desainer dalam sebuah proyek desain UX adalah research. Oleh karena itu, jangan lupa juga untuk mendeskripsikan langkah-langkah riset dan temuan yang kamu dapatkan.

Baca Juga : Mau tau Cara Jualan di Tiktok? Berikut 6 Strategi Marketing yang Efektif Jangkau Pelanggan Tiktok

4. Tampilkan Sketch

Aspek pendukung yang kuat dalam UX case study adalah Sketch. Tampilkan sketch-sketch yang sudah dibuat bersama hasil riset yang membawamu ke keputusan akhir atau ide solusi untuk proyek tersebut.

5. Tunjukan Hasil Testing

Pada tahap ini, jelaskan tentang prototype dalam UX case study yang kamu miliki dan hasil yang didapatkan dari testing.

Baca juga: Inilah 7 Perbedaan Data Warehouse dan Data Mart yang Hampir Serupa

Itulah penjelasan singkat dari Jobnas.com perihal UX case study dan bagaimana cara membuatnya. Asal kamu bisa memilih proyek yang tepat dan menjelaskannya dengan menarik tentu akan lebih mudah dan sudah tentu para  rekruter dan calon klien akan tertarik.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Iwan Bisa
3 tahun yang lalu
Perbedaan Data Warehouse dan Data Mart

Inilah 7 Perbedaan Data Warehouse dan Data Mart yang Hampir Serupa

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com - Data mart dan data warehouse adalah dua teknologi yang kerap membingungkan. Padahal, keduanya menjadi teknologi penting bagi sebuah perusahaan. Apalagi untuk mengelola dan memelihara data, data warehouse dan data mart sama-sama penting. Meski begitu, keduanya tetap memiliki perbedaan. Jobnas.com telah merangkum perbedaan keduanya di bawah ini : 

1. Definisi

Untuk membedakan apa pun itu, hal yang terutama mencolok adalah soal definisi, begitu pula terkait definisi dari keduanya. Salah satu cara agar kita bisa paham sepenuhnya tentang yang membedakan dua teknologi ini, adalah memahami  definisi keduanya dengan baik. 

Baca Juga : Ingin Jadi Sales Representative yang Profesional? Wajib Kuasai 5 Skill Ini

Dikutip dari Stitch Data, data warehouse adalah sebuah gudang yang menyimpan data historis sebuah perusahaan dari sumber-sumber yang berbeda. Teknologi ini merupakan bagian dari ilmu data analytics. Sedangkan, data mart memang cukup mirip dengan data warehouse. Namun yang membedakan ialah data mart hanya menyimpan data dari departemen spesifik saja dari sebuah perusahaan.

Contohnya, data mart hanya menyimpan data sales saja, finance saja, atau HR saja. Sedangkan data warehouse bisa memasukkan data ke dalam data mart dan juga sebaliknya.

2. Desain

Aspek kerumitan desain data merupakan hal yang membedakan lainnya dari keduanya. Proses desain data warehouse lebih sulit dibanding data mart. Sebabnya, data warehouse mungkin saja menggunakan model dimensional. Sedangkan, data mart menggunakan star schema.

3. Tujuan

Mewujudkan pengelolaan data perusahaan yang terintegrasi serta jelas merupakan tujuan dari data warehouse. Sementara, data mart digunakan hanya untuk sebuah divisi khusus saja. Dengan demikian, data mart tidak dibuat dengan cakupan fokus yang luas.

4. Waktu Implementasi

Proses implementasi data warehouse dan data warehouse adalah salah satu perbedaan yang cukup menonjol juga, karena cakupannya yang berbeda. Data warehouse yang memiliki fokus serta cakupan lebih besar membutuhkan proses implementasi yang lebih lama.

Bahkan, data warehouse bisa membutuhkan waktu mulai beberapa bulan hingga beberapa tahun. Sementara itu, proses implementasi data mart lebih pendek, biasanya hanya beberapa bulan saja.

5. Penggunaan

Perbedaan antara data warehouse dan data mart lainnya adalah penggunaannya. Data warehouse memiliki data yang lebih banyak dan mengintegrasi seluruh data perusahaan. Oleh karena itu, biasanya data warehouse digunakan untuk mengambil keputusan strategis perusahaan. Di sisi lain, data mart yang memiliki data lebih sedikit dan khusus cenderung digunakan untuk membuat keputusan taktis saja.

Baca Juga : 6 Tips Membuat Executive Summary atau Ringkasan Eksekutif

6. Tipe Data

Data yang disimpan dalam data warehouse bersifat lebih lengkap dan rinci. Sedangkan dalam data mart datanya biasanya lebih terbatas dan singkat karena data mart hanya dibuat untuk departemen atau kelompok tertentu. 

7. Ukuran

Ukuran menjadi salah satu aspek lainnya yang membedakan antara data warehouse dengan data mart. Secara ukuran, data warehouse lebih besar dari data mart, yaitu 100 GB. Sedangkan data mart biasanya kurang dari 100 GB.

Baca juga: Benarkah Delirium Gejala Awal Virus Corona? Simak Selengkapnya di Sini!

Itulah penjelasan Jobnas.com terkait 7 perbedaan data warehouse dan data mart yang perlu kamu pahami. Setelah membaca ketujuh poin tersebut, diharap kamu lebih mengerti perbedaan dari keduanya. Saat ini, penyimpanan dan pengolahan data adalah hal yang sangat dibutuhkan bisnis apapun.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Iwan Bisa
3 tahun yang lalu
Delirium Gejala Awal Virus Corona

Benarkah Delirium Gejala Awal Virus Corona? Simak Selengkapnya di Sini!

Batas Melamar Pekerjaan ini News

Jobnas.com - Badan kesehatan Internasional, WHO resmi menetapkan delirium sebagai gejala baru pandemi Covid-19, menjelang tahun baru 2021. Delirium umumnya dikaitkan dengan kesehatan mental. Ia tak hanya mengganggu psikis pengidap, tetapi juga kebugaran fisik mereka.

Baca Juga : Apa itu Inflasi? Berikut Penjelasan Lengkap beserta 4 Penyebab Terjadinya Inflasi

Akan tetapi, banyak pengidap yang meremehkannya, karena efeknya yang samar dan tak nampak jelas. Nah, pada artikel ini Jobnas.com akan menjelaskan terkait beberapa hal tentang delirium. Yuk, simak penjelasannya !

Apa Itu Delirium?

Seperti dilansir dari CNN Indonesia, delirium merupakan sebuah kondisi di mana penderita mengalami rasa bingung karena kesadaran yang terus berkurang. Akibatnya, hal ini perlahan akan mengganggu fokus hingga cara berpikir dan berperilaku mereka. Selain itu, penyakit ini juga bisa menyebabkan berbagai permasalahan lainnya, seperti merusak pola tidur hingga gangguan ingatan.

Penelitian di Universitas Oberta de Catalunya, Spanyol, menjelaskan apabila tak segera diperiksa, penyakit ini bisa menyebabkan kerusakan berlanjut pada mental dan otak pasien.

Hubungan Delirium dengan Covid-19

Dilansir dari Detik Health, delirium umumnya terjadi beriringan dengan gejala Covid-19 lainnya, seperti hilangnya indera penciuman dan sesak napas. Selain itu, studi yang diterbitkan Journal of Clinical Immunology and Immunotherapy tersebut juga menekankan hubungan virus Corona dengan otak manusia sebagai sumber utama saraf.

Para pakar dan peneliti memerikan bahwa Covid-19 mengambil andil dalam perubahan neurokognitif dalam otak. Permasalahan inilah pada akhirnya akan menyebabkan sakit kepala dan delirium.

Baca Juga : 5 Tips Membuat Instagram Live yang Menarik Banyak Followers

Pemicu Delirium

Menurut Mayo Clinic, gejala delirium bisa berkembang dengan pesat, dalam waktu beberapa jam atau beberapa hari. Efeknya pun bisa fluktuatif selama sepanjang hari. Tetapi, akan ada periode di mana tak nampak adanya gejala sama sekali. Tentu gejala-gejala yang timbul ini tentunya memiliki beragam pemicu. Mulai dari kondisi psikis hingga kesalahan-kesalahan kecil yang tak luput dilakukan manusia.

Lalu, seperti apa penyebab munculnya delirium pada pasien-pasien Covid-19? Berikut penjelasannya:

1. Hypoxia

Hypoxia adalah pemicu pertama penyakit delirium pada pengidap virus corona. Kondisi semacam ini terjadi saat jaringan otak manusia kekurangan kadar oksigen untuk memproses seluruh tubuh. Hal ini dapat menyebabkan pembengkakan saraf dan edema. Bahkan, bila tak segera dirawat, hypoxia bisa merusak hingga mengubah fungsi otak penderitanya.

2. Peradangan

Peradangan disebut juga dengan badai sitokin, merupakan sebuah kondisi di mana sistem kekebalan tubuh menjadi terlalu aktif. Hal ini bukanlah suatu kondisi yang baik, bila kekebalan tubuh terlalu sibuk, ia bisa merusak atau mengubah fungsi otak.

3. Toksisitas Neural

Toksisitas neural adalah pemicu delirium berikutnya. Kondisi satu ini merupakan komplikasi yang terjadi saat Covid-19 secara langsung menyerang fungsi saraf hingga tingkat sel. Meskipun jarang terjadi, kamu tetap perlu waspada dengan gejala berbahaya ini.

Di samping itu, gejala Covid-19 yang sering mengganggu pekerja dan lanjut usia ini juga memiliki penyebab lainnya. Seperti dilansir dari Kompas, berikut di antaranya : 

  • Malnutrisi, dehidrasi
  • Kurang tidur
  • Tekanan emosional yang besar
  • Demam atau infeksi akut
  • Paparan toksin dalam tubuh, disebabkan oleh obat atau karbon dioksida
  • Penyakit parah lainnya

Ciri-Ciri Orang yang Mengalami Delirium

Kamu tentu perlu mengetahui ciri-ciri yang kerap timbul saat seseorang mengalami delirium. Meskipun  tidak terlalu tampak pada kesehatan mental seperti dampak Covid-19, kamu harus tetap memahami gejala-gejalanya. 

Baca Juga : Pentingnya Pengembangan Pelanggan dalam Strategi Perencanaan Bisnis

Hal ini penting agar jika kamu sebagai pekerja, pekerja, kamu dapat dengan segera mengantisipasinya bila terjadi pada diri sendiri. Dilansir dari Mayo Clinic, berikut ini merupakan ciri-ciri orang dengan gejala delirium : 

  • Tidak bisa fokus, bahkan pada pekerjaan yang simpel dan praktis
  • Disorientasi, kerap merasa bingung dan tersesat
  • Konsentrasi dapat teralihkan dengan mudah
  • Menarik diri dari interaksi sosial yang terjadi di lingkungan hidup
  • Sulit berbicara atau merespon saat sedang berbincang

Itu dia serba-serbi delirium yang telah Jobnas.com rangkum khusus untuk kamu. Pada intinya, penyakit ini telah dinobatkan sebagai gejala awal saat seseorang terpapar virus Corona. Sebagai pekerja, tentunya kamu memiliki berbagai kewajiban yang harus kamu tunaikan.

Tak hanya perihal pekerjaan, namun juga kesehatan yang penting untuk menunjang produktivitas. Oleh karena itu, bila kamu merasa memiliki gejala-gejala di atas, Jobnas.com menyarankanmu untuk beristirahat dan segera melaporkannya pada ahli medis.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Iwan Bisa
3 tahun yang lalu
Perbedaan CRUD dan REST

Perbedaan CRUD dan REST yang Perlu Diketahui

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com - Dalam pengembangan website dan aplikasi, istilah CRUD dan REST sudah tidak asing lagi karena sering digunakan oleh developer. Masih banyak orang yang menganggap bahwa REST tidak berhubungan dengan CRUD. Padahal, keduanya sangat berhubungan.

Baca Juga : Apa itu Inflasi? Berikut Penjelasan Lengkap beserta 4 Penyebab Terjadinya Inflasi

Operasi tertentu dalam REST didasarkan pada protokol HTTP. Perbandingan mulai muncul ketika seseorang harus memilih antara set operasi yang disediakan. Salah satunya menggunakan CRUD.

CRUD

CRUD merupakan singkatan dari create, read, update, and delete. Menurut Technopedia, istilah ini merujuk pada empat fungsi utama yang diimplementasikan dalam aplikasi database.

  • Create memiliki fungsi yang memungkinkanmu membuat record baru dalam database.
  • Read berfungsi untuk mencari dan mengambil data tertentu dalam tabel dan membaca nilainya.
  • Update, yaitu fungsi yang digunakan untuk memodifikasi record yang telah tersimpan di database.
  • Delete, digunakan untuk menghapus record atau data yang tidak lagi dibutuhkan dalam database.

CRUD biasanya diimplementasikan untuk mendesain sistem program yang diinginkan.

REST

REST merupakan singkatan dari Representational State Transfer. Menurut Codecademy, REST merupakan gaya arsitektur untuk menyediakan standar antara sistem komputer di web. Sistem RESTful merupakan sistem yang sesuai dengan REST. Pengunaan REST akan memudahkan sistem untuk berkomunikasi satu sama lain. Setidaknya REST memiliki enam prinsip fundamental, yaitu : 

  • Client-server yang memisahkan masalah user interface dari masalah penyimpanan data.
  • Stateless, yaitu ketika server tidak perlu mengetahui apa pun tentang status klien dan sebaliknya.
  • Cacheable dengan memberikan cache klien hak untuk menggunakan kembali data respons tersebut untuk permintaan yang setara nanti.
  • Interface yang seragam.
  • Sistem yang berlapis agar setiap komponen tidak dapat “melihat” di luar lapisan langsung yang berinteraksi dengan mereka.
  • Code on demand opsional.

Perbedaan CRUD dan REST

1. Dari Segi Penggunaan

Dari segi penggunaan, CRUD dan REST memiliki beberapa perbedaan: 

REST dapat dikerjakan pada objek atau sumber daya apa pun mulai dari situs web hingga dokumen, file media, dan layanan lainnya.

Baca Juga : Bagaimana Cara Menjadi MC yang Baik? Perhatikan 5 Skill Ini

Sumber daya harus diarahkan hanya melalui protokol HTTP meski secara harfiah tidak ada batasan dalam layanan web. Arsitektur yang RESTful dapat membantu dalam membuat aplikasi stabil dengan desain yang minimalis. Di sisi lain, semua operasi yang terkait dengan CRUD pada dasarnya berlaku untuk catatan database saja. Ini belum terlalu maju untuk membantu dalam membuat API seperti REST.

Namun demikian, CRUD tidak diklasifikasikan sebagai arsitektur seperti halnya dengan REST. Ini lebih merupakan sebuah siklus karena dalam sebuah website atau aplikasi terdapat berbagai siklus CRUD yang bisa ada. Misalnya, di website e-commerce, pembeli dapat membuat akun, memperbarui akun, membaca informasi, dan bahkan menghapusnya. Pembeli juga dapat menambahkan item di keranjang belanja dan melakukan setiap operasi CRUD lainnya.

2. Fitur

Arsitektur yang RESTful pada dasarnya membangun hubungan atau cara komunikasi antara server dan klien. Di sisi klien, pelanggan mengirimkan permintaan untuk melakukan tindakan tertentu atau mengambil data sesuai dengan respon server.

Ini memungkinkan opsi untuk memilih operasi yang mungkin dan bekerja dalam mekanisme keadaan stateless di mana permintaan berisi semua informasi yang diperlukan. Hal ini juga membantu penggunaan mekanisme cache yang tidak efisien dengan menentukan apakah respons yang dikirim oleh server dapat disimpan di cache atau tidak.

Salah satu fitur utama yang membuat arsitektur REST dikenal luas adalah fitur yang melarang penggunaan beberapa antarmuka dalam API dan memungkinkan satu antarmuka didistribusikan. Selain itu, ada banyak lapisan dalam satu interface. Kamu juga bisa menambahkan middleware tanpa gangguan apa pun.

Baca Juga : Mau tau Cara Jualan di Tiktok? Berikut 6 Strategi Marketing yang Efektif Jangkau Pelanggan Tiktok

Sementara itu, CRUD tidak memiliki semua fitur ini karena tidak diperlukan dalam pengoperasiannya. CRUD lebih menggunakan protokol SQL, DDS, dan HTTP.

Penggunaan ntara CRUD dan RESET tentu berbeda. CRUD lebih sering digunakan untuk memanipulasi data, sedangkan REST digunakan untuk berinteraksi dengan sistem seperti aplikasi atau situs web.

3. Integrasi

Metode CRUD sangat penting dan merupakan bagian integral dari REST. Namun, persamaan antara REST dan CRUD hanya sampai di situ saja. Karena kurangnya fitur dan ketahanan di CRUD, kamu tidak bisa melakukan integrasi dengan metode REST. Untuk menjadi lebih dari sekadar pemetaan GET, PUT, POST, dan DELETE, dibuatlah arsitektur aplikasi yang RESTful.

Sistem arsitektur ini dibangun di sekitar sumber daya dan hypermedia. Sumber daya bukan hanya database atau data statis seperti halnya CRUD. Hypermedia berarti hubungan antara sumber daya dan representasi mereka harus seragam untuk pembentukan koneksi.

Di sisi lain, CRUD lebih fokus pada penyimpanan permanen data dan penyimpanan persistennya hidup lebih lama dari proses yang bertanggung jawab untuk membuatnya.

Baa juga: Tim Sales Wajib Mengetahui Perbedaan Cold Calling dan Warm Calling

Itulah beberapa perbedaan antara CRUD dan REST yang telah dideskripsikan Jobnas.com. Nah, setelah mengetahui perbedaan antara CRUD dan REST, tentunya kamu bisa lebih mudah membangun sistem yang efektif untuk aplikasi atau website sebagai developer. Apalagi pekerjaan sebagai developer saat ini sedang banyak diminati, lho. Berbagai perusahaan bahkan memberikan penawaran gaji yang cukup tinggi.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Iwan Bisa
3 tahun yang lalu
Perbedaan Cold Calling dan Warm Calling

Tim Sales Wajib Mengetahui Perbedaan Cold Calling dan Warm Calling

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com - Cold calling dan warm calling adalah dua teknik sales yang memiliki perbedaan cukup mencolok. Jika diamati dari namanya saja,  kamu pasti langsung tahu bahwa keduanya bertolak belakang. Lantas, apa yang membedakan keduanya ? Apakah dari segi lead yang dikontak, strategi, platform, atau hal yang disampaikan?

Nah, kali ini Jobnas.com telah menyiapkan informasi komperhensif tentang perbedaan cold calling dan warm calling dalam artikel ini.

Pengertian Cold Calling

Dikutip dari Investopedia, cold calling adalah aktivitas mengontak pelanggan potensial yang sebelumnya tidak pernah berinteraksi dengan sales. Pada umumnya, cold calling dilakukan melalui telepon atau telemarketing. Namun, teknik penjualan yang satu ini juga bisa dilakukan secara tatap muka.

Baca Juga : Memahami Inclusive Design, Konsep Desain untuk Semua Pengguna

Selain itu, cold calling merupakan strategi penjualan paling tua. Para sales sangat menyukai teknik ini untuk menggaet lead yang baru. Meski begitu, tingkat keberhasilan cold calling terbilang sangat rendah. Pasalnya, hanya ada 2% cold calling yang berhasil memenuhi tujuannya, seperti dikutip dari Investopedia.

Dengan kata lain, hanya lima di antaranya yang bisa dianggap sukses, dari setiap 250 cold calling yang dilakukan oleh seorang sales. Itu pun jika dilakukan oleh seorang sales yang sudah profesional. Inilah perbedaan antara cold calling dengan warm calling, yakni dari segi tingkat keberhasilan yang amat rendah.

Pengertian Warm Calling

Dikutip dari Leadiro, warm calling adalah aktivitas menghubungi lead yang sudah menunjukkan ketertarikan pada produk atau jasamu. Ada perbedaan antara cold calling dengan warm calling.

Dalam cold calling, kamu tidak bisa memastikan lead memang tertarik pada produk atau jasa perusahaanmu. Jadi, banyak lead yang akhirnya tidak menanggapi seorang sales. Sedangkan dalam warm calling, kamu sudah memiliki bukti bahwa lead memang tertarik. Dengan demikian, kamu akan lebih mudah untuk meyakinkan mereka.

Maka, tak aneh jika teknik penjualan yang satu ini memiliki potensi keberhasilan yang lebih besar daripada cold calling. Rain Group menyebutkan, 82% lead bersedia untuk mengikuti meeting dari sales apabila mereka sudah dikontak terlebih dahulu oleh sales.

Lalu, bagaimana kamu tahu bahwa lead yang hendak dihubungi memang tertarik dengan produk atau jasamu?. Sangat mudah mengetahui hal ini. Kamu bisa melihat apakah mereka pernah menghadiri acaramu, men-download materi pemasaran, atau menghubungi perusahaanmu di media sosial.

Baca Juga : Ingin Jadi Sales Representative yang Profesional? Wajib Kuasai 5 Skill Ini

Konklusi

Dari penjelasan di atas, kini kamu lebih mengerti kedua teknik sales tersebut. Akan tetapi, jika disimpulkan, apa perbedaan mendasar antara cold calling dengan warm calling?. Nah, salah satu perbedaan yang cukup mencolok adalah ada pada lead yang dihubungi.

Seperti ditulis WayUp, Cold calling biasanya dilakukan pada seseorang atau kelompok yang belum pernah memiliki kontak langsung dengan produk, jasa, atau perusahaanmu. Sedangkan warm calling dilakukan pada seorang lead yang memang sudah menunjukkan ketertarikan pada produk atau jasamu.

Lebih dari itu, perbedaan lain antara cold calling dengan warm calling juga terletak pada potensi keberhasilannya. Cold calling tentu saja memiliki tingkat keberhasilan yang jauh lebih rendah daripada warm calling. Cold calling dan warm calling memang memiliki perbedaan yang mendasar dari segi strategi dan lead yang dikontak.

Keduanya tetap merupakan teknik sales yang penting. Jadi, kamu tak perlu memilih salah satunya. Yang perlu kamu lakukan adalah menyesuaikan dengan kebutuhan sales perusahaanmu.

Baca juga: Perlukah Menuliskan Alamat di CV saat Melamar Kerja?

Itu dia penjelasan Jobnas.com tentang perbedaan cold calling dan cold warming. Jika kamu tertarik pada dunia sales beserta tetek-bengeknya, kamu bisa menyimak artikel lainnya di Jobnas.com, lho. Yuk, tunggu apalagi.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Iwan Bisa
5 bulan yang lalu
Perlukah Menuliskan Alamat di CV saat Melamar Kerja?

Perlukah Menuliskan Alamat di CV saat Melamar Kerja?

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com - Sebagai pelamar kerja, perlukah kamu memasukkan alamat di CV mu ?. Lantas, Apakah perekrut akan melihatnya sebagai nilai plus saat mengajukan lamaran?

Ketika kamu ingin melamar kerja, data dirimu mulai dari pengalaman kerja, data pribadi, hingga riwayat pendidikan tentu harus ditulis di CV mu. Akan tetapi, apakah kamu mesti menulis juga alamat di CV mu itu ?. Lalu, kira-kira bagaimana kamu harus memasukkannya ?. Sering kali kita berpikir bahwa hal itu adalah privasi, sehingga tidak harus memasukkannya terlebih dahulu.

Untuk menjawab rasa penasaranmu, kali ini Jobnas.com akan memberikan jawaban kepadamu terkait pertanyaan-pertanyaan di atas.

Haruskah Memasukkan Alamat di CV?

Menurut The Balance Careers, sebenarnya tidak semua perusahaan menjadikan alamat di dalam CV sebagai salah satu hal yang esensial. Namun, setidaknya ada pertimbangan yang mesti kamu perhatikan saat tidak memasukkan alamat di CV, yaitu masalah letak perusahaan.

Perusahaan terkadang melihat alamat pelamar untuk mempertimbangkan mengenai perjalanannya ke kantor. Beberapa perusahaan terkadang melihat pelamar yang alamatnya tidak jauh dari perusahaannya. Hal ini dilakukan agar nanti pelamar dapat bekerja dengan cepat tanpa ada alasan perjalanan jauh.

Jadi, ketika kamu tidak mencantumkan alamat, perusahaan tentu tidak mempunyai pertimbangan untuk memanggilmu interview. Di sisi lain, mungkin ada sebagian pelamar yang berpikir untuk tidak memasukkan alamat di CV karena masalah privasi. Jika demikian, menurut Indeed, jangan lupa untuk mencantumkan email atau nomor telepon di dalam CV kamu.

Hal tersebut sangat berguna bagi perekrut untuk menghubungimu langsung jika ada informasi tambahan yang diperlukan. Jadi dapat disimpulkan bahwa memasukkan alamat di dalam CV bukanlah salah satu persyaratan untuk dipanggil interview oleh perusahaan.

Kendati begitu, ada beberapa keuntungan yang kamu dapatkan jika menambahkan alamat:

  • Memberi tahu perekrut mengenai kesiapanmu untuk dipanggil interview
  • Kamu tidak terlihat menyembunyikan lokasi oleh recruiter
  • Memberitahu recruiter bahwa lokasimu tidak terlalu jauh dengan perusahaan

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, apabila sudah mempunyai keputusan dan ingin memasukkan alamat dalam CV :

1. Periksa Kembali Lowongan Pekerjaan

Hati-hati terhadap lowongan pekerjaan yang tersebar saat ini. Pasalnya, tidak jarang ditemukan penipuan.

Apabila terdapat indikasi penipuan, sebaiknya jangan cantumkan alamat di dalam CV serta jangan mengajukan lamaran kepada lowongan tersebut.

2. Riset Perusahaan

Salah satu cara yang tepat untuk memastikan bahwa lowongan pekerjaan tersebut asli atau tidak adalah dengan melakukan riset perusahaan.

Jika kamu melihat lowongan pekerjaan yang mencantumkan nama perusahaan, sebaiknya telusuri terlebih dahulu di internet.

Pastikan apakah perusahaan tersebut memiliki website atau tidak. Jika ada, periksa dengan teliti bahwa perusahaan tersebut memang ada dan sedang membutuhkan karyawan baru.

Cara Memasukkan Alamat di CV

Menulis alamat pada CV sama saja seperti menulis bagian lain, seperti riwayat pendidikan, hobi, dan lain-lain. Oleh karena itu, semua harus ditulis dengan jelas agar mudah dimengerti. Namun, jika kamu telah memutuskan untuk menuliskan alamat dalam CV dan masih ingin menjaga rahasia, di bawah ini ada beberapa cara yang bisa dilakukan:

Kota dan provinsi: Bantul, D. I. Yogyakarta.

Kota, provinsi, dan kode pos: Semarang, Jawa Tengah, 50117.

Alamat lengkap: Jl. Parangtritis No.138, Cabean, Panggungharjo, Kec. Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55188

Pastikan alamat yang kamu masukkan benar agar recruiter dapat melacaknya dengan baik. Selain itu, seperti dilansir dari Career Addict, kamu juga tidak perlu menuliskan kata “alamat” di depan alamatmu. Sebab, recruiter sudah tahu bahwa itu adalah alamat pelamar.

Itulah penjelasan singkat dari Jobnas.com mengenai permasalahan mencantumkan alamat atau tidak di dalam CV serta cara menuliskannya. Nah, tentu kamu sudah bisa memulai melamar pekerjaan jika kamu sudah rampung menyusun CV-mu.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Iwan Bisa
7 bulan yang lalu
Manfaat Jadi Volunteer

Manfaat Jadi Volunteer untuk Karier yang Tidak Banyak Diketahui Orang

Batas Melamar Pekerjaan ini Career Zone

Jobnas.com - Ketika sedang memiliki waktu senggang, volunteer atau relawan kerap menjadi salah satu kegiatan yang diikuti oleh orang. Kegiatan ini, secara tidak langsung,  dapat membantu seseorang untuk mengasah skill teamwork ataupun membangun kepekaan terhadap lingkungan sekitar.

Selain itu, masih ada beberapa manfaat lainnya yang bisa kamu dapatkan ketika jadi volunteer. Jobnas.com akan menjelaskan 5 manfaat dari jadi volunteer yang mesti kamu ketahui. 

Memperluas Prospek Kerja

Saat menjadi volunteer, kamu akan bertemu banyak orang dengan berbagai macam pengalaman kerja yang mereka miliki. Hal ini akan membuatmu lebih mudah mendapatkan prospek kerja yang lainnya dari orang-orang tersebut. Karena kamu telah berusaha membangun relasi dengan mereka. 

Baca Juga : Apa itu Inflasi? Berikut Penjelasan Lengkap beserta 4 Penyebab Terjadinya Inflasi

Dilansir dari Indeed, dari volunteering ada kemungkinan orang yang jadi mentor atau rekanmu mempunyai karier di bidang yang kamu minati. Nah, bisa saja mentor atau rekan volunteer-mu tertarik dengan pengalaman kerjamu. Selain itu, mereka akan memungkinkan mengirim seputar informasi lowongan kerja kepadamu. Hal ini tentu bisa untuk dijadikan opsi cadangan bagimu ketika ingin resign karena tidak betah dengan pekerjaan sekarang.

Menambah Skill Baru

Mendapatkan skill baru adalah manfaat lainnya ketika kamu jadi volunteer. Pada saat sekarang ini, orang-orang diharuskan mempunyai beragam skill untuk keberlangsungan kariernya. Seperti dilansir dari Flex Jobs, dari kegiatan volunteer kamu bisa menambah skill baru.  Mulai dari skill marketing, fundraising, media sosial, teamwork, kolaborasi, dan lain-lain.

Secara keseluruhan, skill yang didapatkan dari volunteering dapat kamu terapkan dalam dunia kerja. Hal ini juga penting bagi para pencari kerja yang ingin menambahkan skill ke dalam CV-nya supaya menarik perhatian rekruter.

Membantu Menentukan Tujuan Karir

Ada saatnya kamu ingin mencoba hal-hal baru untuk mengetahui hakikat jati dirimu sebenarnya. Terkadang, kamu ingin tahu apakah sudah berada dalam tujuan karir yang benar-benar kamu inginkan atau belum. Menurut, The Muse, menjadi volunteer adalah salah satu solusinya. Sebab, ini merupakan salah satu program yang tepat untuk mencari tahu lebih banyak mengenai tujuan karirmu sebenarnya.

Tidak ada salahnya untuk mengikuti program volunteer di sekitarmu meskipun selama ini kamu bekerja di perusahaan besar. Hal ini dilakukan untuk mencari tahu tujuan karirmu. Dari situ, pastinya akan banyak sekali perspektif yang kamu dapatkan dan memiliki dampak yang besar terhadap karirmu.

Baca Juga : 5 Tips Membuat Instagram Live yang Menarik Banyak Followers

Mendapatkan Pengalaman

Pengalaman menjadi salah satu hal penting untuk membuatmu menyelesaikan segala masalah yang sedang dihadapi dalam karirmu. Sebagai contoh, di saat menjadi volunteer, kamu memiliki pengalaman bernegosiasi kepada warga setempat ataupun pihak ketiga untuk minta izin menjalankan program di tempat mereka. Pengalaman negosiasi tersebut bisa kamu terapkan dalam dunia kerja.

Selain itu, dilansir dari Resume Coach, pengalaman volunteer juga penting bagi kamu yang sedang mencari kerja. Saat menjawab interview, setidaknya kamu tidak terlihat kaku karena sering berkomunikasi dengan orang asing saat menjadi volunteer.

Memperoleh Referensi Kerja

Secara tidak sadar, manfaat lainnya yang kamu dapatkan ketika jadi volunteer adalah memperoleh referensi kerja. Karena ketika volunteering sedang berlangsung, di sana banyak terdapat rekanmu dari berbagai latar belakang profesi. Untuk itu, volunteering bisa menjadi opsi saat kamu memiliki waktu senggang. 

Itu dia lima manfaat yang akan kamu dapatkan ketika memutuskan untuk jadi volunteer, khususnya bagi kariermu. Dari pada kamu tidak berkegiatan apa pun saat waktu senggang, nikmatilah kegiatan kosongmu dengan hal-hal bermanfaat, salah satunya dengan menjadi voulnteer, supaya skill-mu terus bertambah dari waktu ke waktu.

Baca juga: Kenali Wix, Cara Membuat Website dengan Mudah

Jika ingin mengetahui lebih lengkap tentang volunteering, kamu bisa terus baca artikel-artikel menarik lainnya di Jobnas.com, lho.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Iwan Bisa
3 tahun yang lalu
Kenali Wix, Cara Membuat Website dengan Mudah

Kenali Wix, Cara Membuat Website dengan Mudah

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com - Website menjadi salah satu hal penting dimiliki di era yang serba digital ini.  Memiliki website tidak hanya berguna bagi seorang pebisnis yang ingin memasarkan produknya saja. Hingga kini, website juga bermanfaat bagi seseorang yang ingin memajang hasil karya atau sebagai portofolio-nya. 

Sayangnya, masih banyak orang enggan mencoba membuat website karena merasa tidak memiliki pengetahuan soal web development. Padahal, wix adalah salah satu website builder yang dapat dimanfaatkan, lho. 

Baca Juga : Apa itu Inflasi? Berikut Penjelasan Lengkap beserta 4 Penyebab Terjadinya Inflasi

Nah, jika kamu ingin tahu lebih banyak soal website builder populer yang satu ini, sebaiknya simak penjelasan dari Jobnas.com di bawah ini.

Pengertian Wix

Educba menuturkan bahwa Wix adalah sebuah platform berbasis cloud yang bisa digunakan untuk membuat website. Pengguna website builder ini akan bisa segera mendapatkan website idamannya dengan mudah, sebab tidak perlu harus memahami coding terlebih dahulu. 

Hal ini disebabkan karena Wix memiliki tools yang ramah pengguna karena hanya perlu melakukan drag and drop untuk memodifikasi website seperti yang kita inginkan. Dalam sebuah situs resminya, Wix menyatakan bahwa mereka memiliki teknologi canggih sehingga bisa memungkinkan semua orang untuk mendapatkan website yang profesional dan fungsional.

Jadi, buat kamu yang sebelumnya belum pernah memiliki website tidak perlu khawatir karena membuat website dengan platform tersebut sangatlah mudah. Pengguna hanya perlu mempersiapkan ide untuk konsep website yang diinginkannya. 

Baca Juga : JHT BPJS Ketenagakerjaan: Syarat Lengkap dan Cara Klaim

Setelah itu bisa memilih beberapa contoh template website yang sudah disediakan oleh Wix. Misalnya template website untuk bisnis restoran, akomodasi, toko online, blog, hingga portofolio.

Kelebihan yang Dimiliki

Kecanggihan teknologi yang dimiliki Wix untuk membantu pengguna membuat website memang menjadi salah satu alasan mengapa platform ini sangat populer. Di samping itu, ada beberapa kelebihan lain yang dimiliki Wix di antaranya adalah:

1. Memiliki Koleksi Template Website yang Beragam

Salah satu kelebihan yang dimiliki oleh Wix adalah tersedianya beragam template menarik yang bisa dijadikan pilihan oleh pengguna. Setidaknya, ada 500 pilihan template dengan desain yang bermacam-macam, sesuai dengan kebutuh penggunanya. Hal itu misalnya, pariwisata, kecantikan, kesehatan, toko online, dan masih banyak lainnya. Dari sini pengguna bisa memilih template dengan kategori yang sesuai dengan tujuan dibuatnya website tersebut.

2. Fitur Drag and Drop yang Mudah Digunakan

Salah satu alasan kenapa pengguna menggunakan wix karena memiliki fitur Drag and Drop yang mudah digunakan. Bahkan, bisa dibilang jika fitur drag and drop dari Wix ini menjadi magnet utama untuk menarik pelanggan agar mencoba menggunakannya saat membuat website. Seorang pemula yang baru mulai mencoba untuk membuat website pasti akan sangat dimudahkan dengan fitur yang satu ini.

3. Kecepatan Website yang Sangat Baik

Wix memiliki kecepatan yang sangat baik. Ini menjadi salah satu alasan pula kenapa para pengguna banyak menggunakan Wix. Proses membuat website yang mudah dan cepat tentu saja akan sia-sia jika website berjalan lambat. Namun, untung saja website Wix bisa berjalan cukup cepat menurut review dari Bitcatcha.

4. Dilengkapi tools SEO

Tersedianya beragam tools yang sangat bermanfaat seperti tools SEO adalah kelebihan lain dari Wix. Agar website-mu bisa muncul di halaman pertama Google, tentunya SEO adalah hal yang perlu dipertimbangkan. Dengan membuat website menggunakan Wix nantinya kamu akan dimudahkan saat optimasi SEO konten karena sudah tersedia tools-nya.

Jadi, tidak hanya membuat website saja, platform yang satu ini juga menyediakan beragam tools yang berguna untuk meningkatkan performa website.

Cara Membuat Website di Wix

Kamu tentu semakin penasaran dengan langkah-langkah untuk membuatnya setelah membaca ulasan di atas. Nah, seperti dikutip dari situs resmi Wix, berikut ini adalah cara-caranya : 

1. Daftarkan Akunmu terlebih dahulu

Pertama-tama daftarkan akunmu terlebih dahulu, sebelummulai membuat website yang kamu inginkan. Setelah itu, kamu bisa langsung memilih jenis website diinginkan.

2. Pilih Template

Langkah selanjutnya adalah memilih template berdasarkan kategori yang kamu inginkan. Ada banyak sekali template yang tersedia, jadi kamu bisa memilih yang paling sesuai tujuan dibuatnya website-mu.

Baca Juga : Website BPJS Ketenagakerjaan Resmi, Begini Cara Mengakses dan Fungsinya

3. Mulai proses drag and drop

Membuat website lewat Wix sangat mudah karena kamu hanya perlu melakukan drag and drop. Setelah itu, tambahkan pula teks, video, hingga foto sesuai dengan keinginanmu.

4. Persiapkan untuk Bisnis

Jika kamu membuat website untuk tujuan bisnis, maka ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Misalnya dengan menambahkan sistem pemesanan, info produk, dan sebagainya.

5. Manfaatkan Tools SEO

Salah satu cara untuk meningkatkan traffic website adalah dengan mengoptimasi SEO dengan sebaik mungkin. Kamu juga bisa melakukannya dengan mudah lewat bantuan tools SEO yang sudah disediakan.

Baca juga: Waktu yang Tepat Menggunakan Jasa Business Coach

Demikianlah penjelasan mengenai Wix dari Jobnas.com, salah satu website builder yang paling populer saat ini. Apabila  kamu memang tertarik untuk membuat website dengan tujuan bisnis, maka Wix adalah platform yang tepat untuk dicoba. Jika kamu masih penasaran dengan penggunaan website builder, kamu bisa membaca artikel dengan topik serupa di Jobnas.com, lho.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Iwan Bisa
3 tahun yang lalu
Business Coach

Waktu yang Tepat Menggunakan Jasa Business Coach

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com - Adakah di antara kamu yang tertarik untuk menggunakan jasa business coach saat sedang menjalankan bisnis ?. Bagi sebagian orang business coach atau pelatih bisnis tidak terlalu dibutuhkan atau bahkan sama sekali tidak dibutuhkan. 

Baca Juga : Angular VS AngularJS, Mana yang Terbaik untuk Websitemu

Akan tetapi, ia mampu memberikan solusi yang tepat di setiap masalah bisnis yang sedang dihadapi. Oleh karena itu, kamu harus memahami perannya terlebih dahulu. Di artikel ini Jobnas.com akan memberikan penjelasannya untukmu. 

Pengertian Business Coach

Seperti yang dilansir dari Indeed, business coach adalah seorang mentor profesional yang membimbing klien dalam menjalankan bisnis. Setiap langkah yang diambil oleh klien tersebut dalam suatu bisnis, biasanya ada campur tangan dari business coach yang membantu klien mencapai tujuan. Banyak hal yang bisa diberikan. Mulai dari saran, rekomendasi, hingga kritikan mengenai rencana bisnis dan sales plan dari klien. 

Baca Juga : Cek Kartu BPJS Kesehatan Aktif Atau Tidak

Secara holistik, tujuan dari menyewa business coach ini untuk membantu dalam mencapai bisnis agar dapat sukses. Jadi, agar klien dapat mengembangkan bisnisnya dengan lancar, maka mereka akan memberikan pelayanan yang terbaik. 

Seorang profesional layaknya business coach ini datang untuk membantu dalam mengambil keputusan. Sebab, pada dasarnya tidak semua orang berani mengambil keputusan. 

Oleh karena itu, kamu harus tahu apa sih sebenarnya peran yang dilakukan business coach dalam membimbing bisnis kliennya?

Tugas Business Coach

Secara umum, business coach bertugas untuk memberikan nasihat dan solusi bisnis. Berikut ada beberapa tugas yang biasa dilakukan agar kamu dapat lebih memahaminya:

1. Memberikan Saran untuk Rencana dan Strategi Bisnis

Agar strategi bisnis semakin matang, business coach dapat memberikan saran atas rencana strategis bisnis. Dilansir dari Soult Salt, pelatih bisnis akan memberikan perspektif yang mungkin tidak dipikirkan oleh pemilik bisnis. Jadi ada kemungkinan-kemungkinan lain yang diberikan oleh mereka. Entah itu dari segi strategi, rencana, atau bahkan anggaran keuangan.

2. Memantau Pertumbuhan Bisnis

Memantau pertumbuhan bisnis dari klien atau perusahaan adalah  tugas dari business coach di samping selain memberikan saran. Otomatis business coach akan memberikan strategi yang ampuh untuk diterapkan oleh pemilik bisnis, ketika ada penurunan penjualan.

Pada dasarnya, pantuan dari  business coach mempunyai keuntungan tersendiri bagi pemilik bisnis. Sebab, terkadang ada sebagian pemilik bisnis yang menemui jalan buntu saat bisnisnya mengalami penurunan penjualan.

3. Menganalisis Perjalanan bisnis

Kesalahan terbesar dalam berbisnis biasanya tidak melakukan analisis terhadap bisnis yang sudah dijalankan.

Nah, apabila kamu menggunakan jasa business coach, ia akan menganalisis perjalanan bisnismu.

Kira-kira apa yang membuat permintaan produk meningkat atau menurun, apa yang disukai pelanggan dari produkmu, dan lain-lain, semua akan dianalisis dengan baik oleh pelatih bisnis.

Baca Juga : Call Center BPJS Kesehatan dan Alternatif Lainnya

4. Berkomunikasi dengan Klien

Terus melakukan komunikasi dengan klien merupakan tugas utama dari business coach. Komunikasi dilakukan agar supaya visi dan misi antara pihak pemilik bisnis dengan pelatih bisnis dapat menyatu. Dengan demikian, apabila sudah satu pemikiran, pengembangan bisnis dapat dilakukan dengan lancar.

5. Memahami Kelebihan dan Kekurangan Klien

Business coach biasanya juga bertugas untuk memahami kelebihan dan kekurangan yang dari dalam diri klien. Pertama-tama, ia akan mencari kira-kira apa saja kekurangan yang dialami klien saat sedang menjalankan bisnis. Setelah memahami hal tersebut, pelatih bisnis akan berusaha keras untuk membantu klien.

Perlukah Menggunakan Business Coach?

Pada hakikatnya, semua ini kembali kepada masing-masing pemilik bisnis. Kira-kira, apakah mereka mempunyai cukup uang untuk berinvestasi ke dalam bentuk pelatih bisnis?

Sebab, dilansir dari Forbes, pelatih bisnis biasanya memakan biaya yang tidak murah serta menghabiskan banyak sumber daya.Pertimbangan ini harus dipikirkan secara matang oleh pemilik bisnis dengan melihat budgeting yang telah disusun dengan rapi.

Secara garis besar, klien dari business coach juga beragam, mulai dari pemilik bisnis yang sudah mapan hingga selebritas yang ingin membangun perusahaan mereka.

Dalam tahap awal membangun bisnis, mungkin tak perlu terpaku untuk menggunakan jasa pelatih, melainkan tetap fokus dengan tujuan bisnis serta model bisnis yang akan digunakan.

Hal tersebut akan membantumu untuk tetap berada pada jalur bisnismu sendiri. Jika sudah mapan dan membutuhkan saran dari pihak ketiga alias pelatih bisnis, tidak ada salahnya untuk menggunakan jasanya.

Baca juga: Sebelum Mulai Berinvestasi, Pahami Prinsip Penting Margin of Safety

Demikian penjelasan dari Jobnas.com mengenai business coach beserta tugas-tugasnya. Setiap bisnis memiliki karakteristiknya masing-masing. Tidak semuanya membutuhkan jasa pelatih bisnis dan ada juga yang mengharuskan untuk menggunakan jasa tersebut.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Iwan Bisa
2 tahun yang lalu
Mulai Berinvestasi, Pahami Prinsip Penting Margin of Safety

Sebelum Mulai Berinvestasi, Pahami Prinsip Penting Margin of Safety

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com - Prinsip margin of Safety adalah salah satu prinsip yang paling terkenal sebagai panduan untuk berinvestasi.  Bagi para penggemar investasi dan seseorang yang telah lama terjun dalam dunia ekonomi, istilah ini mungkin sudah tidak asing lagi. Secara definitif,  margin of safety adalah konsep dalam dunia investasi yang sudah ada sejak lama. Meski demikian,  keberadaan prinsip yang satu ini rupanya masih tetap relevan hingga saat ini, lho.

Baca Juga : Memahami Inclusive Design, Konsep Desain untuk Semua Pengguna

Demi mendapatkan keuntungan, banyak investor sukses yang masih memegang konsep ini. Lalu, mengapa konsep ini masih terus dibicarakan hingga kini ?. Simak penjelasan dari Jobnas.com di bawah ini, ya. 

Memahami Margin of Safety

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, margin of safety adalah prinsip investasi di mana investor hanya membeli sekuritas ketiga harga pasarnya jauh di bawah nilai intrinsiknya, menurut Investopedia.

Adalah Benjamin Graham, investor Amerika, dalam bukunya dengan David Dood, The Security Analisis, yang telah mempopulerkan istilah ini. Bukunya yang rilis pada tahun 1934 itu memberikan bahwa  margin of safety adalah perbedaan antara nilai intrinsik yang dimiliki saham dengan harga yang beredar pada saat ini. Prinsip yang diperkenalkan oleh Benjamin Graham tersebut sebenarnya berasal dari konsep yang sederhana.

Contohnya, saat ingin berinvestasi saham dan terdapat saham yang dijual dengan harga Rp5.000 per lembar. Namun, sebenarnya nilai intrinsik saham tersebut diprediksi bisa meningkat hingga Rp10.000 di masa depan. Saat membeli saham tersebut maka seseorang akan mendapatkan margin of safety sebesar 50%. Dengan kata lain, semakin besar jumlahnya maka semakin kecil pula risiko yang bisa kita dapat.

Dua jenis cakupan margin of safety menurut CFI

1. Investasi

Dalam ruang lingkup investasi, margin of safety adalah selisih nilai intrinsik suatu saham dengan harga pasar yang berlaku dalam ruang lingkup investasi. Nilai intrinsik ini adalah nilai sebenarnya dari aset perusahaan.

Baca Juga : 6 Tips Membuat Executive Summary atau Ringkasan Eksekutif

Saat diaplikasikan dalam investasi hal yang satu ini dihitung dengan asumsi. Itu berarti investor membeli sekuritas saat harga pasar secara material ada di bawah nilai intrinsik yang diperkirakan.

Dalam menentukan nilai intrinsik suatu saham sekuritas sangatlah subjektif karena setiap investor memiliki cara yang berbeda dalam menghitungnya.

2. Budgeting

Istilah ini berkaitan dengan budgeting atau penganggaran, jika dilihat dalam ruang lingkup akuntansi. Oleh karena itu, margin of safety adalah sebuah perbedaan antara perkiraan hasil penjualan dengan tingkat penurunan penjualan.

Presentase jumlahnya yang rendah dapat menyebabkan bisnis mengurangi banyak biaya. Di sisi lain, presentase yang tinggi dapat membuat perusahaan yakin bahwa mereka terlindungi dari ketidakpastian nilai penjualan.

Cara Meningkatkannya

Dalam ruang lingkup akuntansi, margin of safety bisa ditingkatkan dengan beberapa cara. Seperti dilansir dari Business Jargons, berikut ini penjelasannya :

Meningkatkan Kontribusi Per unit

Menambah kontribusi per unit dengan cara menaikkan harga jual merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan margin of safety. Akan tetapi, hal yang mesti diperhatikan adalah bahwa biaya produksi per unit produk juga harus dikurangi agar  tidak keuntungan yang didapat bisa lebih besar.

Menurunkan Nilai Break-even atau Titik Impas

Break-even atau titik impas adalah suatu keadaan saat perusahaan tidak mendapatkan keuntungan atau kerugian. Agar margin of safety perusahaan bisa ditingkatkan sehingga tetap memberikan keuntungan, maka kamu mesti menurunkan nilai titik impas.

Baca Juga : Memahami Inclusive Design, Konsep Desain untuk Semua Pengguna

Meningkatkan Volume Penjualan

Meningkatkan volume penjualan merupakan cara selanjutnya yang perlu dilakukan. Tentunya perusahaan bisa terhindar dari kerugian saat perusahaan mampu menjual lebih banyak produk. Baik dalam berinvestasi maupun dalam ruang lingkup akuntansi, margin of safety sangat diperlukan agar bisa terhindarkan dari kerugian.

Seperti contoh,, perusahaan yang memiliki margin of safety yang tinggi, tentunya tidak akan terpengaruh dan merugi saat penjualan menurun. Begitu pula kemungkinan besar akan mendapatkan untung dalam investasi jadi lebih tinggi, apabila saat berinvestasi dengan margin of safety yang tinggi.

Nah, itulah alasan  sebelum melakukan investasi, mengapa margin of safety penting untuk dipahami . Jangan sampai mau merugi, tapi jangan lupa juga untuk lebih jeli dalam menentukan investasinya.

Baca juga: Mengetahui Peran dan Jenis-jenis Prototype dalam UX Design

Selain informasi di atas, kamu pun bisa berbagi dan bertanya soal dunia investasi lainnya di Jobnas.com. Jobnas.com akan memberikan beberapa penjelasan lainnya soal Investasi, lho. 

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Iwan Bisa
3 tahun yang lalu
Peran dan Jenis-jenis Prototype dalam UX Design

Mengetahui Peran dan Jenis-jenis Prototype dalam UX Design

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com - Kamu perlu memahami prototype dalam UX design, jika ingin berkecimpung dalam dunia desain, khususnya untuk user experience. Karena, prototype adalah salah satu langkah esensial dalam proses membentuk desain yang ramah untuk pengguna.

Di artikel ini, Jobnas.com akan merangkum segala hal terkait prototype dalam dunia desain UX yang perlu kamu ketahui. 

Pengertian Prototype dalam UX Design

Menurut Justinmind, prototype UX design adalah sebuah versi primitif dari suatu formulasi yang mempunyai potensi dibentuk hingga menjadi produk akhir. Mulai dari untuk aplikasi smartphone, situs web, hingga peralatan masak yang digunakan di rumah. Jadi, pada dasarnya, semua produk yang dijual sudah melalui proses pembuatan prototipe. 

Baca Juga : Process Mining, Pengertian, Jenis, Manfaat, dan 7 Contoh Penggunaannya

Dari sini, prototipe dapat dianggap sebagai sebuah draf. Draf yang akan disempurnakan sampai dianggap patut untuk diterbitkan. Produk dan layanan akan menjadi suatu hal yang berguna bagi masyarakat apabila telah melalui proses iterasi dan pengembangan. Prototipe, dalam dunia desain, juga dapat digunakan untuk mengetahui serta melihat bagaimana suatu produk atau aplikasi bekerja. 

Untuk menilai kualitas desain, prototipe dirancang membentuk sebuah simulasi. Untuk merancangnya pun juga tidak terlalu mengeluarkan biaya yang mahal dan sangat mudah untuk dibuat. Selain itu, fungsi esensial dari prototipe agar para desainer UX dapat menjelajahi kemungkinan yang belum ditemukan untuk mencapai desain akhir yang kohesif. Prototipe juga berfungsi sebagai penguji kinerja, menghemat uang, serta untuk meningkatkan pengalaman pengguna bagi para desainer. 

Kualitas yang Perlu Dimiliki Prototype UX Design

Ada empat kualitas yang perlu mereka terapkan, ketika seorang desainer hendak merancang prototype UX design. Keempat kualitas ini akan digunakan sebagai pedoman untuk menyelesaikan masalah desain sebelum waktu peluncuran. 

Kualitas-kualitas ini  juga dapat mengungkapkan bagian dari desain yang perlu diperbaiki. Setelah draf kasar dari desain produkmu berada di tangan pengguna, kamu akan melihat bagaimana mereka sebenarnya ingin menggunakan produk tersebut.

Seperti dilansir dari UXpin, inilah keempat kualitas yang perlu dimiliki oleh sebuah prototype UX design:

  1. Representasi – bentuk sebenarnya dari prototipe, yaitu kertas dan seluler, atau HTML dan desktop
  2. Presisi – kesetiaan prototipe, yang berarti detail, polesan, dan realisme pada desain
  3. Interaktivitas – fungsionalitas yang terbuka untuk pengguna, misalnya, berfungsi penuh, berfungsi sebagian, atau hanya dapat dilihat
  4. Evolusi – siklus hidup prototipe, beberapa dibuat dengan cepat, diuji, dibuang, dan kemudian diganti dengan versi yang lebih baik 

Salah satu kesalahpahaman paling umum yang perlu kamu ketahui dalam pembuatan prototype UX design adalah bahwa percobaan hanya perlu dilakukan satu atau dua kali di akhir proses desain. Oleh karena itu, desainer sebaiknya membuat prototipe untuk setiap kemungkinan iterasi desain mereka, sekalipun untuk ide yang paling kasar dan mendasar. Prototipe bukan sekadar beta testing yang memiliki tampilan seperti versi final desain.

Baca Juga : Memahami Inclusive Design, Konsep Desain untuk Semua Pengguna

Selama prototipe dapat memberikan desainer UX wawasan baru tentang pengalaman pengguna saat menggunakan produk mereka, tidak masalah jika prototipe dibentuk dari kertas ataupun HTML.

Jenis-Jenis Prototype untuk UX Design

Ada berbagai metode pembuatan prototype UX design dan semuanya memiliki tujuan dan fungsi yang berbeda-beda. Mereka akan tahu jenis pembuatan prototipe mana yang mesti digunakan apabila  desainer memahami jenis masalah yang harus diselesaikan. 

Melansir UX Planet, inilah jenis-jenis prototipe desain UX yang dapat digunakan oleh para desainer:

1. Sketches

Sketch atau sketsa, adalah sebuah gambar yang dapat dengan mudah dibentuk menggunakan kertas dan pulpen dengan biaya murah. 

Kebanyakan sketsa digunakan pada tahap awal proses desain untuk mendapatkan ide-ide baru.

Sketsa juga biasa digunakan untuk mengidentifikasi kelemahan pada desain yang akan memengaruhi pengalaman pengguna.

Baca Juga : Bagaimana Cara Menjadi MC yang Baik? Perhatikan 5 Skill Ini

Sketsa dengan low-fidelity contohnya. Jenis prototipe itu dapat digunakan untuk mengidentifikasi keluhan pengguna dan mendapatkan ide baru untuk produk meskipun masih tahap awal produksi.

Dengan sketsa, desainer juga dapat dengan cepat mengulang rekayasa desain dengan biaya murah untuk membuat produk lebih bermanfaat.

2. Wireframes

Jenis prototype UX design berikutnya adalah wireframes. 

Wireframes adalah representasi dari tata letak desain dan sebagian besar hanya berfokus pada tata letak konten. 

Kebanyakan wireframes menggunakan skala abu-abu atau hitam putih.

Dalam wireframing low-fidelity, desainer dapat menggunakan tool khusus untuk membuat wireframes skala abu-abu yang merupakan cara lebih baik daripada membuat sketsa di awal proses desain.

3. Mockups

Jenis prototype UX design selanjutnya adalah mockups atau maket.

Mockups sendiri adalah desain yang sepenuhnya dibuat untuk menggambarkan detail warna, tipografi, dan konten dari desain.

Jenis prototipe ini akan lebih terlihat seperti produk akhir dari rancangan desain dan tidak mewakili interaksi dari produk.

Manfaat Menggunakan Prototype untuk UX Design

Seperti yang sudah Glints jelaskan, prototype UX design dapat memainkan peran penting dalam menangkap kebutuhan pengguna.

Sederhananya, prototipe adalah mekanisme yang berguna untuk mendemonstrasikan fungsionalitas desain dan nilainya di mata pengguna.

Penjelasan praktis mengenai fungsi desain memiliki sejumlah manfaat yang bernilai tinggi bagi desainer dan perusahaan. 

Menurut Toptal, inilah beberapa manfaat yang dapat dirasakan bila merancang prototipe desain UX:

  • Desainer dapat merancang desain yang lebih ramah pengguna
  • Prototipe dapat mendeteksi masalah desain yang tak terduga
  • Prototipe berfungsi sebagai representasi dari hasil akhir desain

Desainer dapat merancang strategi terbaik untuk menyelesaikan masalah desain dengan prototipe.

Baca juga: Cara Menambah Views YouTube, Auto Trending!

Itulah beberapa penjelasan deskriptif dari Jobnas.com mengenai prototype UX design yang perlu kamu pahami. Jadi pada intinya, prototipe desain UX dapat menjadi sarana yang baik untuk menyaring kebutuhan pengguna.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
1 45 46 47 48 49 62

"Setiap pekerjaan yang dilakukan dengan hati, akan kembali menjadi rejeki yang berarti."