Inilah 7 Perbedaan Data Warehouse dan Data Mart yang Hampir Serupa

Perbedaan Data Warehouse dan Data Mart

Jobnas.com – Data mart dan data warehouse adalah dua teknologi yang kerap membingungkan. Padahal, keduanya menjadi teknologi penting bagi sebuah perusahaan. Apalagi untuk mengelola dan memelihara data, data warehouse dan Data Mart sama-sama penting. Meski begitu, keduanya tetap memiliki perbedaan. Jobnas.com telah merangkum perbedaan keduanya di bawah ini : 

1. Definisi

Untuk membedakan apa pun itu, hal yang terutama mencolok adalah soal definisi, begitu pula terkait definisi dari keduanya. Salah satu cara agar kita bisa paham sepenuhnya tentang yang membedakan dua teknologi ini, adalah memahami  definisi keduanya dengan baik. 

Baca Juga : Ingin Jadi Sales Representative yang Profesional? Wajib Kuasai 5 Skill Ini

Dikutip dari Stitch Data, data warehouse adalah sebuah gudang yang menyimpan data historis sebuah perusahaan dari sumber-sumber yang berbeda. Teknologi ini merupakan bagian dari ilmu data analytics. Sedangkan, data mart memang cukup mirip dengan data warehouse. Namun yang membedakan ialah data mart hanya menyimpan data dari departemen spesifik saja dari sebuah perusahaan.

Contohnya, data mart hanya menyimpan data sales saja, finance saja, atau HR saja. Sedangkan data warehouse bisa memasukkan data ke dalam data mart dan juga sebaliknya.

2. Desain

Aspek kerumitan desain data merupakan hal yang membedakan lainnya dari keduanya. Proses desain data warehouse lebih sulit dibanding data mart. Sebabnya, data warehouse mungkin saja menggunakan model dimensional. Sedangkan, data mart menggunakan star schema.

3. Tujuan

Mewujudkan pengelolaan data perusahaan yang terintegrasi serta jelas merupakan tujuan dari data warehouse. Sementara, data mart digunakan hanya untuk sebuah divisi khusus saja. Dengan demikian, data mart tidak dibuat dengan cakupan fokus yang luas.

4. Waktu Implementasi

Proses implementasi data warehouse dan data warehouse adalah salah satu perbedaan yang cukup menonjol juga, karena cakupannya yang berbeda. Data warehouse yang memiliki fokus serta cakupan lebih besar membutuhkan proses implementasi yang lebih lama.

Bahkan, data warehouse bisa membutuhkan waktu mulai beberapa bulan hingga beberapa tahun. Sementara itu, proses implementasi data mart lebih pendek, biasanya hanya beberapa bulan saja.

5. Penggunaan

Perbedaan antara data warehouse dan data mart lainnya adalah penggunaannya. Data warehouse memiliki data yang lebih banyak dan mengintegrasi seluruh data perusahaan. Oleh karena itu, biasanya data warehouse digunakan untuk mengambil keputusan strategis perusahaan. Di sisi lain, data mart yang memiliki data lebih sedikit dan khusus cenderung digunakan untuk membuat keputusan taktis saja.

Baca Juga : 6 Tips Membuat Executive Summary atau Ringkasan Eksekutif

6. Tipe Data

Data yang disimpan dalam data warehouse bersifat lebih lengkap dan rinci. Sedangkan dalam data mart datanya biasanya lebih terbatas dan singkat karena data mart hanya dibuat untuk departemen atau kelompok tertentu. 

7. Ukuran

Ukuran menjadi salah satu aspek lainnya yang membedakan antara data warehouse dengan data mart. Secara ukuran, data warehouse lebih besar dari data mart, yaitu 100 GB. Sedangkan data mart biasanya kurang dari 100 GB.

Baca juga: Benarkah Delirium Gejala Awal Virus Corona? Simak Selengkapnya di Sini!

Itulah penjelasan Jobnas.com terkait 7 perbedaan data warehouse dan data mart yang perlu kamu pahami. Setelah membaca ketujuh poin tersebut, diharap kamu lebih mengerti perbedaan dari keduanya. Saat ini, penyimpanan dan pengolahan data adalah hal yang sangat dibutuhkan bisnis apapun.

0
63