Blog Jobnas
Halaman artikel blog terbaru di Jobnas.com.5 Tools yang Bantu Maksimalkan Konten & SEO Tingkatkan Traffic Website
Jobnas.com - Dikutip dari Operation Technology, website menjadi tempat paling penting untuk meningkatkan brand awareness hingga mendapatkan leads yang potensial. Tak mengherankan membutuhkan tools khusus untuk meningkatkan jumlah pengunjung atau traffic. Bagaimana tidak, untuk meningkatkan traffic website memang bukanlah hal yang mudah.
Konten yang berkualitas hingga pengaplikasian SEO yang tepat pada akhirnya akan membuat website lebih cepat berkembang. Nah, pada artikel ini Jobnas.com akan menjelaskan terkait lima tools untuk meningkatkan traffic yang bisa kamu gunakan.
Baca Juga: Ingin Jadi Sales Representative yang Profesional? Wajib Kuasai 5 Skill Ini
1. SEMrush
SEMrush adalah tools yang bisa membantu meningkatkan traffic yang pertama. Melalui tools yang satu ini kamu dapat menggunakannya untuk menganalisis pesaing sehingga dapat membantu pembuatan strategi konten yang tepat. Di samping itu, tools ini juga memiliki beberapa fitur yang menarik lainnya, selain mampu menganalisis para kompetitor. Seperti ketika kamu ingin melakukan riset keyword, site auditing, hingga backlink sourcing. Nah, fitur riset keyword merupakan salah satu yang paling sering dimanfaatkan oleh banyak marketer.
Selain tools ini bisa menunjukkan keyword yang sedang ramai diperbincangkan saja, di samping itu juga bisa mengarahkan ke keyword yang mampu mendatangkan keuntungan bagi bisnis.
2. Buzzsumo
Untuk meningkatkan traffic website melalui media sosial, buzzsumo juga bisa dimanfaatkan menjadi tools. Hal ini dikarenakan media sosial adalah faktor yang sangat berperan signifikan yang bisa mengarahkan pengunjung ke website.
Search Engine Journal memerikan bahwa Buzzsumo sebagai tools yang paling terkenal untuk mengetahui konten apa yang populer menurut topik atau keyword. Dengan demikian, setelah menganalisis tren, kamu bisa segera membikin konten di website dan membagikannya lewat media sosial.
Menariknya, tools ini juga sangat memungkinkan penggunanya untuk melihat kinerja kompetitor dan memonitor kinerja dari konten yang sudah dibagikan.
3. QuickSprout
QuickSprout adalah tools untuk meningkatkan traffic yang selanjutnya. Bagi Neil Patel, tools ini dapat memberi tahu kita apa yang kurang dari website. Selain memberikan info mengenai apa yang kurang dari website, tools ini juga dapat memberikan saran tentang cara memperbaikinya.
Baca Juga: 5 Tips Membuat Instagram Live yang Menarik Banyak Followers
Performa website mulai dari kecepatan hingga sisi SEO bisa dianalisis dengan mudah lewat tools yang satu ini. Sehingga, kamu akan segera tahu apa sebenarnya kelemahan dari website yang berpengaruh pada jumlah traffic. Selain itu, tools ini juga mampu mendeteksi saat ada gambar yang tidak memiliki alt attribute yang tentunya hal itu bisa berpengaruh pada SEO.
4. Ahrefs
Tools yang satu ini pastinya sudah tidak asing lagi bagi para marketer. Ahrefs memang memiliki banyak fitur canggih yang mampu membantu meningkatkan traffic website. Melalui tools ini, pengguna bisa dengan sangat mudah menganalisis para kompetitor dengan mudah. Namun, salah satu spesialisasi dari Ahrefs adalah dalam hal backlink.
Tools ini memiliki jumlah backlink yang telah diindeks hingga lebih dari 12 triliun. Backlink adalah hal penting yang tidak boleh dilupakan, jika ingin website bisa mendapatkan traffic yang tinggi. Selain itu, Ahrefs juga menyediakan fitur untuk riset keyword yang sarat akan informasi seperti tingkat kesulitan hingga volumenya.
Baca juga: Inventory Management: Membantu Inventaris Bisnis Terencana dengan Baik
5. Google Analytics
Untuk meningkatkan traffic, Google Analytics bisa disebut sebagai salah satu tools terpenting. Jika ingin website-nya sukses, semua marketer sangat membutuhkan tools yang satu ini. Akan menjadi sia-sia jika sebuah website tidak dipantau performanya, meskipun konten tersebut bisa dibilang bagus.
Pasalnya, tidak melacak hasil performa merupakan salah satu kesalahan yang harus dihindari jika ingin traffic bisa meningkat. Melalui Google Analytics, kamu bisa tahu mana saja konten yang paling menarik audiens. Selain itu, kamu juga bisa tahu darimana audiens tersebut bisa menemukan konten tersebut.
Baca Juga: Hati-hati dengan Penggunaan False Advertising, Bisa Berdampak Buruk
Ada hal menarik lainnya yang disajikan dari Google Analytics misalnya informasi soal jenis kelamin, lokasi, hingga usia pengunjung website.
Itulah penjelasan Jobnas.com terkait lima tools untuk meningkatkan traffic website yang bisa segera kamu coba gunakan. Tidak mudah memang membuat website agar bisa memiliki traffic yang tinggi dan stabil, tapi bukan berarti kamu tidak perlu mencoba untuk berusaha.
Baca SelengkapnyaInventory Management: Membantu Inventaris Bisnis Terencana dengan Baik
Jobnas.com - Inventory management adalah hal yang sangat perlu kamu perhatikan, jika ingin bisnis terus bisa memenuhi kebutuhan dan permintaan konsumen. Akan sangat sulit bagi bisnis bisa bertahan dan mendapatkan benefit tanpa inventory management yang terencana dan terstruktur. Namun, hal ini memang menantang.
Baca Juga: Sama-Sama Mudahkan Transaksi, Apa Perbedaan Digital Banking, Mobile Banking dan Internet Banking?
Bahkan, 43% retailer sepakat bahwa inventory management merupakan tantangan utama bagi operasi bisnis sehari-harinya. Jika kamu masih kebingungan terkait inventory management, yuk simak penjelasan Jobnas.com berikut ini !
Pengertian Inventory Management
Dikutip dari Investopedia, inventory management adalah proses memesan, menyimpan, dan menggunakan inventory atau inventaris sebuah bisnis atau perusahaan. Untuk mewujudkan inventory management yang tidak hanya baik tetapi juga efektif, ada banyak hal yang perlu diperhatikan. Nah, pada hakikatnya, kegiatan inti dalam inventory management adalah penanganan bahan baku, komponen, dan juga produk akhir.
Selain itu, inventory management juga mencakup pengaturan mengenai seberapa banyak barang harus dipesan, disimpan di gudang, dan distribusinya sekaligus biayanya. Jadi, inventory management merupakan serangkaian proses mulai dari hulu ke hilir dalam sebuah rantai pasok dan proses manufaktur dengan mengusahakan resiko minim.
Tujuan dari inventory management adalah untuk mengetahui di mana inventarismu berada saat ini. Selain itu, kita pun bisa mengetahui berapa banyak barang yang perlu dipesan untuk menjaga ketersediaan barang untuk bisnis yang berkelanjutan.
Baca juga: Cara Produktif Untukmu yang Sering Menunda Pekerjaan Melalui 5 Second Rule
Pentingnya Inventory Management
Karena kegiatan ini memastikan keberlanjutan bisnis, maka investory management tidak bisa dipandang sebelah mata. Jika inventaris bisnismu diatur dengan baik, manajemen rantai pasoknya akan juga teratur.
Tanpa inventory management, penyediaan barang akan mengalami banyak kendala, seperti salah memesan jumlah, kekurangan atau kelebihan persediaan, dan masih banyak lagi. Di samping itu, bisnismu akan mengalami kerugian yang besar, apalagi jika berlanjut untuk waktu yang begitu lama.
Tidak hanya biaya, tenaga pun terbuang sia-sia tanpa mendapat keuntungan yang sesuai. Menurut Chron, inventory management yang kurang baik menyebabkan pelayanan pelanggan yang buruk. Hal inilah yang pada akhirnya akan membuat reputasi sebuah bisnis bisa negatif sehingga perkembangannya akan menjadi sulit.
Metode/Teknik Inventory Management
1. Economic Order Quantity (EOQ)
Dalam inventory management, EOQ adalah salah satu strategi yang menggunakan formula untuk menemukan jumlah pembelian ideal yang perlu dilakukan sebuah perusahaan. Formula ini mempertimbangkan beberapa variabel seperti total biaya produksi, tingkat permintaan, dan lain-lain. Tujuannya adalah untuk mengurangi biaya dengan mengetahui berapa banyak unit maksimal produk yang dibutuhkan.
2. Minimum Order Quantity (MOQ)
Minimum order quantity merupakan jumlah terkecil yang bisa dijual oleh supplier pada perusahaan yang membutuhkan suatu unit barang. Jika perusahaan tidak dapat membeli jumlah minimum tersebut, supplier tidak akan menjualnya sama sekali.
Baca Juga: Pentingnya Pengembangan Pelanggan dalam Strategi Perencanaan Bisnis
3. Just-in-Time (JIT)
Secara definitif, Just-in-Time inventory management adalah metode yang mengatur pemesanan bahan baku dari supplier sesuai dengan jadwal produksi. Metode ini bisa mengurangi biaya penyimpanan akibat pemesanan terlalu awal atau tidak tepat waktu.
Untuk mengetahui biaya penyimpanan, metode dalam inventory control merupakan cara yang bisa dilakukan. Sistem FIFO adalah sistem di mana barang yang lebih lama dijual duluan untuk menjaga kebaruan inventaris. Sementara, LIFO memiliki sistem barang baru justru dijual lebih awal untuk menjaga inventaris kehilangan kualitasnya.
4. First in, first out (FIFO) dan last in, first out (LIFO)
5. Safety Stock Inventory
Perusahaan harus memesan bahan baku atau barang dengan jumlah yang lebih banyak dari permintaan yang ada, jika menggunakan safety stock inventory. Hal ini dilakukan agar bisa mengatasi kekurangan maupun kehabisan barang ketika ada permintaan lebih.
Biasanya, tidak akuratnya perkiraan jumlah permintaan dalam inventory management adalah akibat forecasting yang kurang tepat dan perubahan yang tidak terduga di pasar.
Baca Juga: Memahami Inclusive Design, Konsep Desain untuk Semua Pengguna
Demikianlah penjelasan Jobnas.com terkait inventory management dalam bisnis. Jika kamu ingin mendalami istilah lain dalam dunia bisnis, kamu bisa membaca artikel lainnya dengan topik serupa dari Jobnas.com.
Baca SelengkapnyaCara Produktif Untukmu yang Sering Menunda Pekerjaan Melalui 5 Second Rule
Jobnas.com - Ketika kamu sering menunda pekerjaan, kamu bisa memanfaatkan metode 5 second rule untuk meminimalisirnya. Metode semacam ini sudah terbukti secara ilmiah serta dapat dipercaya mendongkrak kreativitas.
Baca Juga: Ingin Jadi Sales Representative yang Profesional? Wajib Kuasai 5 Skill Ini
Tentu kamu semakin penasaran, kan ? Nah, di artikel ini Jobnas.com akan menjelaskan terkait metode 5 second rule yang bisa kamu terapkan. Yuk, baca selengkapnya !
Pengertian 5 Second Rule
Adalah Mel Robbins yang mencetuskan metode ini melalui bukunya yang bertajuk The 5 Second Rule. Baginya, hal ini dapat dilakukan dengan sangat mudah. Pada dasarnya, yang perlu kamu ingat soal aturan lima detik ini adalah jika kamu memiliki insting atau keinginan untuk melakukan sesuatu, kamu harus langsung melakukan tindakan dalam 5 detik.
Jika tidak, otak kita akan mengesampingkan keinginan tersebut atau malah melupakannya sama sekali. Inilah sebuah tesis yang berusaha dibangun oleh metode ini. Cara kerja metode ini yaitu kamu harus menghitung mundur dari 5 hingga 1 ketika kamu merasa malas namun tahu harus mengerjakan suatu hal, sehingga dengan metode seperti itu, kamu langsung dapat bergerak dan melakukannya.
baca juga: Atasi Typo dalam Menulis Melalui 5 Cara Ini
Menurut Elle Kaplan, teknik ini membuat otak kita tidak lagi memikirkan keraguan atau perasaan yang bisa mengganggu pengambilan tindakan. Hal ini selaras dengan apa yang disampaikan oleh Mel Robbins yang juga menyampaikan bahwa 5 second rule merupakan bentuk dari metacognition, yaitu cara mengelabui otak kita untuk mencapai suatu tujuan.
Kita bisa mengatur kebiasaan baik untuk otak kita sehingga tidak berfungsi secara autopilot atau otomatis dengan melakukan 5 second rule. Fungsi otak yang disebut prefrontal cortex akan terganggu, ketika otak kita bekerja tanpa kendali. Padahal, menurut seorang peneliti di Yale, Amy Arnstern, bagian otak ini sangat penting untuk membuat keputusan, rencana, dan tindakan untuk mencapai suatu tujuan.
Tips Melakukan 5 Second Rule
Metode 5 second rule adalah teknik yang sederhana. Akan tetapi, terkadang masih banyak orang melakukan kesalahan saat mencoba melakukannya. Beberapa tips di bawah ini bisa kamu coba dengan baik untuk melakukan 5 second rule.
Baca Juga: Mencari Sponsorship Online? Berikut Tips, Jenis dan Manfaatnya
1. Pahami Insting
Ketika kita merasakan dorongan sebuah insting, metode 5 second rule adalah teknik yang perlu langsung diaplikasikan. Namun, bagaimana cara mengetahui itulah insting yang perlu ditindaklanjuti? Secara sederhana, insting merupakan dorongan yang hanya bisa dirasakan diri kita masing-masing.
Biasanya, insting yang perlu langsung ditindaklanjuti adalah hal yang kamu tahu perlu dilakukan dan sebenarnya tidak punya pilihan untuk menundanya, meski tidak ingin melakukan hal tersebut. Insting untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan adalah salah satu insting yang tentunya sering kita rasakan.
2. Paksa Diri
Sulit rasanya untuk mengimplementasikan metode 5 rule ini apabila tidak dipaksakan. Tidak ada kenyamanan di zona nyaman, dan tidak ada zona nyaman dalam kenyamanan. Konteksnya, ketika sudah yakin bahwa kamu merasakan sebuah insting yang penting untuk suatu tujuan, langsung berikan dirimu dorongan untuk melakukannya meskipun nyaman bermalas-malasan.
Memang sulit melawan perasaan ini, karena secara alami otak kita cenderung mengajak kita untuk malas. Namun, kontrol atau berusaha untuk mengendalikan diri adalah aspek terpenting dalam 5 second rule.
Akan sulit untuk memiliki kendali lebih akan fungsi otak kita, tanpa kesadaran khusus untuk melakukannya. Pada saat inilah kamu harus langsung menghitung mundur dari angka 5 hingga 1 dan beranjak dari kemalasan.
Baca Juga: What the Meaning of Email?
Ketika memutuskan untuk meninggalkan zona nyamanmu, tidak apa-apa untuk tidak langsung melakukan hal yang semestinya dilakukan. Yang penting, ada tindakan fisik yang dikerjakan menuju hal tersebut. Tentunya, jangan melakukan hal yang terlalu tidak terkait dengan tujuan awalmu.
Itulah penjelasan Jobnas.com terkait 5 second rule yang perlu kamu pahami. Bagaimana? Secara teoritis, 5 second rule adalah teknik yang cukup mudah, kan? Setelah mengetahuinya, yuk, coba melakukannya agar semakin produktif!
Baca SelengkapnyaAtasi Typo dalam Menulis Melalui 5 Cara Ini
Jobnas.com - Supaya tulisanmu memiliki kredibilitas di mata orang lain, kamu harus memahami tips mengatasi typo. Bagi seorang penulis, sudah menjadi fakta umum bahwa typo memang telah menjadi problem besar. Selain itu, typo akan membuat tulisanmu tidak enak dibaca oleh orang lain. Di sinilah pada akhirnya typo akan berakibat fatal bagi kualitas tulisanmu.
Baca Juga: Cek Kartu BPJS Kesehatan Aktif Atau Tidak
Apabila kamu ingin mengirim tulisan ke sebuah media, sedangkan tulisanmu banyak typonya maka ada kemungkinan besar akan ditolak oleh editor. Nah, bagaimana sih cara mengatasi sebuah typo dalam tulisan ? Pada artikel ini, Jobnas.com akan mendeskripsikan tips untuk mengatasi tulisan typo-mu.
1. Baca Ulang
Membaca ulang setiap tulisan yang sudah jadi, merupakan langkah awal untuk mengatasi typo-mu. Menurut NPR Training, langkahnya bisa dimulai dari baca ulang keseluruhan tulisanmu, lalu beri tanda di bagian mana terdapat typo, salah menempatkan tanda baca, atau bahkan salah ejaan.
Untuk itu, perbaiki kesalahan tersebut dengan hati-hati. Jangan sampai kamu malah menimbulkan kesalahan yang lain dalam tulisan. Soalnya kebanyakan rata-rata penulis terkadang malas untuk melakukan kegiatan ini. Dengan demikian, buang rasa malasmu supaya menghasilkan tulisan yang berkualitas sehingga renyah dibaca oleh orang.
2. Minta Koreksi Teman
Ketika kamu dan temanmu misalnya menjadi seorang content writer, tips yang sangat mujarab untuk mengatasi tulisan typo-mu ialah memeriksa tulisanmu dengan mereka. Dengan kata lain, kamu bisa bekerja sama untuk saling mengoreksi.
Baca juga: 5 Aplikasi Gratis untuk Tracking Mengayuh Sepeda
Seperti dikutip dari Crypt Life, berikan kesempatan kepada temanmu untuk memperbaiki tulisanmu. Pasalnya, sudut pandang dari orang lain akan membuat tulisanmu menjadi lebih berwarna. Selain mencari typo ataupun kesalahan tanda baca, mungkin temanmu juga bisa memberikan diksi yang tepat dari beberapa kalimat dalam tulisanmu.
3. Gunakan Fitur Auto Correct
Sebaiknya kamu menggunakan fitur autocorrect apabila kamu sering menulis di Google Docs atau Microsoft Word. Fitur ini akan membantumu untuk membuat tulisan menjadi benar jika kamu secara tidak sengaja melakukan typo satu huruf saja.
Baca Juga: Sama-Sama Mudahkan Transaksi, Apa Perbedaan Digital Banking, Mobile Banking dan Internet Banking?
Sebagai contoh, kamu secara tidak sengaja menulis “menmbak”. Dengan fitur auto correct, otomatis itu dapat diubah menjadi “menembak”. Kendati demikian, kamu jangan terlalu mengandalkan fitur ini. Sebab, auto correct terkadang tidak menyajikan prediksi kata yang sesuai dengan apa yang ingin kamu tulis.
4. Istirahat Sejenak
Sebelum melakukan proofreading, ada kalanya kamu istirahat sejenak. Ha ini sangat penting dilakukan mengingat kamu telah memakan banyak waktu untuk menulis sehingga seringkali kamu akan merasa lelah. Oleh karena itu, beri waktu sekitar 5-10 menit untuk mengistirahatkan otak dan badan. Setelah itu, baru baca ulang tulisanmu. Setelah istirahat, ada kemungkinan kamu mempunyai ide segar untuk memperbaiki tulisan yang sekiranya dapat dikembangkan serta memperbaiki kesalahan-kesalahan.
5. Cetak Tulisanmu
Tidak ada salahnya untuk mencetak tulisanmu terlebih dahulu sebelum dibaca ulang apabila kamu mempunyai mesin printer di kantor atau rumah. Hal ini dikarenakan tulisan dalam versi cetak akan memberikan suasana segar bagimu untuk mencari setiap typo dalam menulis.
Baca Juga: Yuk, Ketahui 5 Fitur Android 13 yang Berfungsi Meningkatkan Produktifitas Kalian
Dikutip dari Quicky and Dirty Tips, kebanyakan orang bahkan lebih banyak menemukan kesalahan dalam tulisan saat membacanya dari versi cetak daripada membacanya dari layar monitor. Namun, jika kamu tidak memiliki mesin cetak, kamu dapat memanfaatkan preview blog untuk membaca tulisanmu. Jadi, intinya cari wadah baru agar kamu tidak suntuk saat membaca ulang tulisanmu.
Itulah lima tips dari Jobnas.com yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi typo dalam tulisan. Hal yang perlu kamu ingat adalah bahwa ketika tulisanmu banyak typo-nya, maka tulisanmu perlahan akan tidak enak dibaca. Lewat tips di atas, diharapkan kamu dapat meminimalisir terjadinya typo dalam tulisanmu itu.
Baca Selengkapnya5 Aplikasi Gratis untuk Tracking Mengayuh Sepeda
Jobnas.com - Ketika pandemi melanda, apakah kamu jadi hobi bersepeda ? Kalau iya, ada banyak aplikasi yang bisa menambah semangatmu dalam mengayuh sepeda, lho! Nah, aplikasi-aplikasi ini bisa digunakan secara gratis. Jangan diremehkan meskipun aplikasi-aplikasi ini bisa digunakan secara gratis.
Pasalnya, di aplikasi-aplikasi ini kamu bisa melihat jarak tempuh, durasi, elevation gain, hingga kalorimu yang terbakar. Menarik, bukan?
Baca Juga: Sama-Sama Mudahkan Transaksi, Apa Perbedaan Digital Banking, Mobile Banking dan Internet Banking?
Langsung saja, yuk, rasakan manfaat bersepeda dengan lima aplikasi rekomendasi dari Jobnas.com berikut ini!
1. Strava
Hampir semua pesepeda menggunakan aplikasi ini. Ya, aplikasi strava memiliki performa yang tidak diragukan lagi. Pasalnya, aplikasi ini bisa merekam sekaligus mencatat rute sepedamu sehari-hari. Mulai dari bersepeda ke kantor, sekolah, pasar, dan lain sebagainya. Di samping itu, menurut Android Authority, kamu juga bisa melihat jarak tempuh, kecepatan, kalori terbakar, hingga elevation gain.
Aplikasi ini rilis pada 2009 dan telah menyediakan berbagai macam fitur yang bisa mendekatkanmu dengan para pesepeda lainnya. Oleh karena itu, kamu juga bisa bergabung dengan berbagai club, membuat club sendiri, dan saling bertukar pengalaman terkait olahraga sepeda.
2. Komoot
Salah satu aplikasi yang relatif berbeda dari aplikasi-aplikasi lain adalah komoot. Menurut BikeRadar, komoot menggunakan database OpenStreetMap yang bersifat open source. Kamu juga bisa memberikan masukan terkait jalur terbaik yang pernah kamu tapaki. Jadi, pengguna lainnya bisa mendapat info darimu terlebih dahulu. Begitu pula sebaliknya, kamu akan mendapatkan info dari mereka.
Selain itu, kamu bisa menentukan start dan finish untuk bersepeda. Kemudian, Komoot akan memberi tahu tingkat kesulitan, medan yang akan kamu hadapi, hingga elevation gain yang akan kamu lalui.
Baca Juga: Yuk, Ketahui 5 Fitur Android 13 yang Berfungsi Meningkatkan Produktifitas Kalian
3. Map My Ride
Map My Ride merupakan aplikasi yang lebih sederhana dan ringan daripada sebagian besar aplikasi sepeda lainnya. Kendati ringan, Map My Ride tidak bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya, aplikasi ini tetap bisa mencatat rute secara akurat. Lebih dari itu, aplikasi ini juga cepat membenarkan pencatatan rute yang error akibat koneksi, seperti ulasan Lifewire.
4. Zwift
Kamu bisa menggunakan aplikasi Zwift apabila kamu seolah-olah merasa tidak aman untuk berolahraga di luar rumah. Hal inilah yang membedakan Zwift dengan aplikasi sepeda lainnya. Jadi, kamu bisa bersepeda di dalam rumah, kemudian menyambungkannya dengan Zwfit.
Baca juga: Ini 5 Manfaat Podcast untuk Bisnis Independen hingga Perusahaan
Seperti ditulis Cycling Weekly, kamu akan melihat penampakan jalur dan lingkungan virtual, serta pengendara sepeda lainnya. Jadi, kamu tidak akan bosan bersepeda di dalam rumah karena akan bertemu dengan pesepeda lainnya secara virtual. Akan tetapi, aplikasi yang satu ini tetap memiliki kekurangan, yaitu tidak dapat digunakan secara gratis. Jadi, kamu harus membayar setidaknya 12 euro atau sekitar 290 ribu rupiah per bulannya.
5. Trailforks
Seperti namanya, Trailforks sangat cocok bagi kamu yang menyukai bersepeda di gunung atau tempat terjal. Aplikasi ini mengandalkan sistem crowd-sourced information atau informasi dari banyak sumber. Menurut BikeRadar, kamu bisa menemukan lebih dari 161.000 jalur di seluruh dunia yang meliputi laporan kondisi jalan, live tracking, dan tempat-tempat penting seperti toko sepeda. Jadi, meskipun bersepeda di tempat terpencil, kamu bisa tetap menemukan jalan untuk pulang.
Baca Juga: Bagaimana Cara Menggadaikan Barang di Pegadaian?
Itulah lima aplikasi sepeda rekomendasi Jobnas.com yang patut kamu coba. Lima aplikasi sepeda di atas bukanlah platform untuk adu kehebatan dengan para pesepeda lainnya. Kamu bisa memanfaatkan aplikasi-aplikasi itu untuk memacu semangat olahragamu.
Baca SelengkapnyaIni 5 Manfaat Podcast untuk Bisnis Independen hingga Perusahaan
Jobnas.com - Sekitar 2-3 tahun yang lalu, kehadiran podcast mendapat sambutan istimewa di relung masyarakat kita. Hal ini ditandai karena di samping podcast memberikan audio yang menarik, ia juga memiliki ragam manfaat yang bagus, terutama untuk bisnis.
Beragam topik dibikin di dalam podcast, mulai dari membagikan tips, pengalaman, hingga membuka diskusi dengan narasumber. Di samping itu, podcast menjadi medium yang sangat bermanfaat untuk memperkuat brand dan bisnis seseorang. Lalu, apa saja manfaat podcast dalam konteks dunia bisnis ? Yuk, simak penjelasan Jobnas.com di bawah ini !
1. Meningkatkan Brand Awareness
Karena podcast memiliki banyak manfaat, maka ia bisa dipergunakan untuk membuat konten apa saja. Bagi seorang pebisnis, konten yang bisa dibuat yaitu untuk meningkatkan brand awareness. Seperti dilansir dari Cyberclick, podcast bisa menjadi salah satu platform yang menghadirkan siklus baru bagi bisnismu.
Baca Juga: 6 Tips Membuat Executive Summary atau Ringkasan Eksekutif
Audiens akan menemukan dan mendengarkan podcast-mu, mengetahui brand-mu, mengikuti akun media sosial, mengklik link situsmu, menjadi lead, hingga menjadi pelanggan baru. Bagi sebuah bisnis, siklus semacam ini akan terus berlanjut.
2. Terhubung dengan Audiens
Podcast sebagai salah satu media berbasis audio memiliki berbagai keunggulan, salah satunya adalah rasa personal yang ditimbulkan. Baik podcast maupun radio menghadirkan rasa kedekatan yang lebih tinggi antara penyiar dengan audiensnya. Hal ini juga berlaku untuk diterapkan ketika kamu memiliki sebuah bisnis. Dalam hal ini untuk membangun hubungan atau koneksi dengan para audiensmu. Di titik inilah kamu harus membuat mereka merasa seolah-olah kamu sedang berbicara langsung kepada mereka.
Baca juga: Mengetahui Conversational Commerce untuk Mendapatkan Tingkat Kepuasan Pelanggan
Hal itu dikarenakan seseorang akan mendengarkan podcast yang relevan dengan keinginan mereka. Misalnya, seorang generasi milenial memiliki kecenderungan untuk mendengarkan podcast mengenai kondisi psikologis remaja saat ini. Nah, kamu bisa menyesuaikan konten podcast dengan target audiensmu. Dengan begitu, mereka akan merasa terkoneksi dengan brand-mu.
3. Unggul Dibandingkan Kompetitor
Kamu bisa memanfaatkan podcast untuk membuat bisnismu lebih baik daripada kompetitormu, sebab belum banyak perusahaan yang menyadari manfaat podcast untuk bisnis. Alih-alih membuat podcast, banyak perusahaan lebih memilih video atau bentuk content marketing lainnya. Langkah yang perlu kamu ambil adalah bikinlah podcast yang sangat informatif yang relevan dengan industri yang kamu jalani. Jika dikemas dengan informatif, audiens akan menganggap brand-mu lebih ahli daripada brand lainnya.
Baca Juga: Hati-hati! 6 Hal Ini Tidak Boleh Dikatakan kepada Atasanmu
4. Belajar dari Narasumber
Kamu bisa memanfaatkan podcast untuk berbincang dengan para profesional. Ajaklah mereka untuk berkolaborasi denganmu. Undang mereka ke podcast-mu. Di sana, kalian bisa membahas berbagai hal yang sedang terjadi di industri yang kamu jalani. Sebagai contoh, kamu bekerja di industri marketing. Kamu bisa mengundang seorang pakar di bidang tersebut. Kalian bisa membahas berbagai hal terkait marketing di masa sekarang, misalnya.
5. Pendapatan Tambahan
Dilansir dari Entrepreneur, kamu juga bisa memiliki pendapatan tambahan dari podcast. Jadi, manfaat podcast untuk bisnis tidak hanya berhenti pada sisi konten dan branding. Dikutip dari, data US Podcast Advertising Revenue Study, estimasi pendapatan dari podcast pada 2019 meningkat 48% menjadi 708,1 juta dolar AS.
Pada tahun sebelumnya, pendapatan dari podcast diestimasikan sebesar 479,1 juta dolar AS.
Baca Juga: Hati-hati dengan Penggunaan False Advertising, Bisa Berdampak Buruk
Dari data tersebut, kamu bisa menarik sebuah konklusi bahwa kesempatan memiliki pendapatan tambahan dari podcast terus berkembang. Jika podcast-mu sudah berkembang, kamu bisa memonetisasi podcast dengan konten sponsor, kerja sama dengan brand lain, dan sebagainya.
Itulah penjelasan Jobnas.com mengenai 5 manfaat podcast untuk bisnis. Menarik, bukan? Kini, kamu bisa mulai membuat podcast untuk menikmati manfaat-manfaat tersebut. Jika kamu tertarik dengan dunia podcast, Jobnas.com telah menyiapkan berbagai informasi menarik yang bisa kamu baca, lho!
Baca SelengkapnyaMengetahui Conversational Commerce untuk Mendapatkan Tingkat Kepuasan Pelanggan
Jobnas.com - Sudah semakin banyak brand yang mulai mengimplementasikan conversational commerce sejak beberapa tahun terakhir. Alasannya karena hal itu disebut mampu meningkatkan kepuasan pelanggan. Dikutip dari Republika, menurut hasil survei Facebook di tahun 2019 lalu diketahui bahwa sebanyak 91% masyarakat Indonesia berminat untuk terus belanja online.
Bahkan, mereka juga diketahui ingin terus meningkatkan nilai transaksi melalui conversational commerce. Jadi, apa sebetulnya conversational commerce itu dan apa benar bisa sangat bermanfaat bagi brand? Yuk, simak informasi dari Jobnas.com berikut ini.
Baca Juga: Sama-Sama Mudahkan Transaksi, Apa Perbedaan Digital Banking, Mobile Banking dan Internet Banking?
Pengertian Conversational Commerce
Saat sedang berbelanja online, mungkin kamu sering menemukan istilah conversational commerce. Realitasnya kamu pasti bertanya kepada si penjual saat kamu hendak membeli suatu barang keperluanmu di sebuah toko online, kan ?. Nah, conversational commerce bisa dikatakan demikian, yaitu kegiatan bertanya dahulu kepada penjual mengenai ketersediaan barang atau meminta rekomendasi.
Adalah Chris Messina yang pertama kali menciptakan istilah ini. Dia merupakan seorang mantan karyawan Uber pada tahun 2015 lalu. Pada tahun itu, ia menduga bahwa aplikasi perpesanan seperti Facebook Messenger dan WhatsApp akan digunakan untuk memfasilitasi penjualan online. Sehingga, secara real time calon pembeli dapat berinteraksi langsung dengan si penjual.
Ia juga mengatakan bahwa conversational commerce adalah tentang memberikan kenyamanan, personalisasi, dan dukungan untuk membuat keputusan. Contohnya, biasanya pelanggan akan disambut oleh sales associate saat berbelanja langsung ke sebuah toko. Pelanggan pun bisa bertanya soal produk atau meminta rekomendasi barang dari sales associate yang bertugas.
Namun, saat berbelanja secara online tentu tidak ada seorang petugas yang akan menemani kita untuk menjelaskan produk. Ini setidaknya menjadi alasan mengapa hingga sekarang mulai banyak brand yang mulai mengimplementasikan conversational commerce yang dapat memudahkan interaksi dengan pelanggan.
Baca Juga: Yuk, Ketahui 5 Fitur Android 13 yang Berfungsi Meningkatkan Produktifitas Kalian
Menggunakan live chat adalah salah satu cara agar pelanggan bisa terhubung dengan pihak brand atau penjual dengan mudah. Setiap brand pasti memiliki fitur live chat. Fungsinya, fitur itu dapat mempermudah pelanggan yang ingin bertanya tentang produk atau meminta rekomendasi bisa dilayani secara real time.
Menurut Shopify, calon pembeli yang memanfaatkan live chat memiliki tingkat kepuasan hingga 73% lebih tinggi dibandingkan saat menggunakan email dan telepon.
Manfaat dari Conversational Commerce
Karena conversational commerce banyak manfaatnya untuk brand, maka hal ini bukan dibilang tren belaka. Menurut Optinmonster, setidaknya conversational commerce memiliki 3 manfaat :
1. Membangun Relasi Lebih Dekat dengan Pelanggan
Kemudahan berinteraksi dengan pelanggan menjadi tujuan utama dari hal yang satu ini, seperti yang sudah disinggung di atas. Selain itu, conversational commerce juga akan meningkatkan relasi antara brand dengan pelanggan. Jadi, conversational commerce tidak hanya membantu pelanggan menemukan produk yang tepat saja.
Tentu pelanggan akan memiliki pengalaman belanja yang lebih menyenangkan ketika brand bisa memberikan respon yang bisa memuaskan kepada mereka. Dengan demikian, interaksi ini tidak hanya berfokus pada kemudahan saat berbelanja saja. Namun juga bisa dijadikan cara yang efektif untuk membangun relasi emosional dengan pelanggan.
2. Lebih Hemat Waktu
Pelanggan akan lebih mudah ketika ingin bertanya saat brand-mu sudah memiliki live chat. Pelanggan pun akan tetap merasa senang karena pertanyaannya bisa dijawab dengan cepat, meskipun live chat tersebut menggunakan chatbot. Misal bandingkan saja dengan saat pelanggan harus mengirim email terlebih dahulu.
Tentunya, mereka harus menunggu beberapa lama sampai akhirnya emailnya dibalas. Dengan demikian, pilihan menggunakan chatbot sangat direkomendasikan untuk melakukan conversational commerce karena lebih hemat waktu.
Baca Juga: Bagaimana Cara Menjadi MC yang Baik? Perhatikan 5 Skill Ini
Selain itu, chatbot juga bisa aktif menjawab pertanyaan pelanggan selama 24 jam non stop. Jadi, kapan pun pelanggan ingin bertanya tentunya bisa langsung dijawab.
3. Menawarkan Bantuan yang Spesifik untuk Pelanggan
Untuk memberikan pelayanan yang lebih dipersonalisasi bagi setiap pelanggan conversational commerce juga memiliki manfaat. Misalnya, ada pelanggan yang membutuhkan rekomendasi baju anak-anak. Mereka hanya perlu menuliskan di chatbot mengenai keinginannya tersebut.
Kemudian, chatbot akan menampilkan katalog dan memberikan rekomendasi produk sesuai dengan keinginan pelanggan. Saat pelanggan mengajukan pertanyaan, hal itu bisa dijawab langsung oleh penjual atau pun chatbot.
Baca juga: Pahami Open Door Policy Bisa Menciptakan Lingkungan Kerja Positif
Jadi, respon yang diberikan kepada pelanggan hasilnya bisa selalu spesifik dan lebih fokus seperti yang diharapkannya. Demikianlah penjelasan Jobnas.com mengenai conversational commerce serta apa saja manfaatnya untuk brand. Nah, apakah kamu tertarik untuk menerapkannya dalam bisnismu ?
Selain informasi seperti di atas, kamu juga bisa mendapatkan informasi seputar bidang sales atau marketing lainnya dengan membaca artikel-artikel serupa di Jobnas.com
Baca SelengkapnyaPahami Open Door Policy Bisa Menciptakan Lingkungan Kerja Positif
Jobnas.com - Banyak perusahaan memiliki peraturan yang memfasilitasi komunikasi antara karyawan dan atasannya. Kebijakan pintu terbuka merupakan salah satu kebijakan yang paling sering diterapkan.
“Open Door Policy” jika di translate ke bahasa Indonesia, memiliki arti kebijakan pintu terbuka fungsinya bisa memudahkan karyawan perusahaan untuk berkomunikasi dengan manajer. Dari sisi karyawan atau dari sisi perusahaan, kebijakan ini menguntungkan
Pasalnya, setiap permasalahan yang timbul antara karyawan dengan perusahaan dapat segera dicarikan solusinya melalui komunikasi. Apakah kalian ingin tahu lebih banyak tentang apa itu kebijakan pintu terbuka dan apa manfaatnya bagi karyawan? Yuk, pelajari selengkapnya di artikel Jobnas kali ini.
Definisi Kebijakan Pintu Terbuka
Di atas telah disinggung sedikit tentang pengertian open door policy. Namun, untuk lebih jelasnya, Verum mendefinisikannya sebagai kebijakan yang memungkinkan karyawan untuk berbicara dengan manajer di mana saja dan kapan saja.
Jadi, secara sederhana, kebijakan pintu terbuka adalah peraturan yang dibuat oleh perusahaan untuk mempermudah komunikasi antara karyawan dan manajer. Pemimpin yang bijak adalah pemimpin yang selalu mendengarkan bawahannya. Sayangnya, tidak semua bos cukup peduli dengan pendapat karyawan.
Hal ini sering memberi kesan kepada para pemimpin bahwa mereka mandiri dan tidak dapat menerima pendapat orang lain. Gaya kepemimpinan seperti itu tentu bisa membuat karyawan merasa tidak dihargai.
Hal ini juga yang menjadi penyebab masalah antara atasan dan bawahan karena kurangnya komunikasi. Situasi ini dapat dihindari jika perusahaan menerapkan kebijakan pintu terbuka. Memang, setiap karyawan memiliki hak untuk menyampaikan pendapatnya secara langsung kepada atasan dalam kerangka dialog terbuka.
Untuk mengetahui apakah perusahaan tempat Anda bekerja menerapkan kebijakan ini, Anda harus memastikannya terlebih dahulu dengan mengajukan pertanyaan HRD. Namun, kebijakan ini biasanya akan diteruskan kepada karyawan baru dan didokumentasikan dalam kebijakan perusahaan.
Fungsi Kebijakan Pintu Terbuka Bagi Karyawan
Setelah mengetahui apa yang dimaksud dengan open door policy, pelajari dulu manfaatnya bagi karyawan, sebagai berikut:
1. Masalah Pekerjaan Dapat Segera Diselesaikan
Manfaat yang pertama, Setiap karyawan pasti pernah mengalami masalah di tempat kerja. Jika suatu masalah di tempat kerja tidak diselesaikan, maka dapat membuat karyawan merasa tidak nyaman dalam bekerja. Namun, ketika sebuah perusahaan menerapkan open door policy, tentunya setiap permasalahan yang dihadapi karyawan segera diatasi.
Misalnya, kalian memiliki masalah dengan atasan langsung karena dia selalu menangani berbagai hal secara mikroskopis. Dengan kebijakan ini, kalian dapat menghubungi supervisor kalian secara langsung dan melaporkan keluhan kalian.
Biasanya manajer berpangkat lebih tinggi akan membuat dialog terbuka antara kalian dan atasan.
2. Berkomunikasi Lebih Terbuka
Manfaat yang kedua, dari penerapan kebijakan pintu terbuka adalah komunikasi yang lebih terbuka antara karyawan dan atasannya. Menurut Forbes, seorang manajer yang memiliki sedikit komunikasi dengan bawahannya tidak mungkin mengetahui apa yang sedang terjadi di departemennya.
Hal ini tentu saja dapat membuat hubungan antar karyawan menjadi kurang erat. Bahkan, masalah komunikasi sering muncul. Namun dengan penerapan open door policy, karyawan tentunya memiliki kesempatan untuk berdiskusi dengan atasannya, atau manajer yang menduduki jabatan lebih tinggi.
Kalian dapat menggunakan kesempatan ini untuk meminta nasihat, membicarakan masalah Anda, atau berbagi ide.
3. Bekerja di Lingkungan yang Baik
Manfaat yang terakhir, yang dapat diterima oleh karyawan kebijakan pintu terbuka adalah kesempatan untuk bekerja di lingkungan yang baik. Mendefinisikan kebijakan pintu terbuka tidak terbatas pada memfasilitasi komunikasi antara karyawan dan bawahan.
Namun, hal tersebut juga dapat mempengaruhi budaya kerja yang lebih baik di kantor. Sebagaimana dijelaskan BSM Consulting, kebijakan pintu terbuka dapat mendorong budaya kerja yang lebih jujur dan ramah.
Ketika karyawan selalu didengarkan oleh atasannya, hal ini tentu saja dapat menumbuhkan loyalitas. Bahkan, kepercayaan terhadap perusahaan juga meningkat. Perusahaan dengan budaya kerja yang baik tentunya akan meningkatkan produktivitas karyawan.
Karyawan juga akan mendapatkan keuntungan karena mereka dapat bekerja di lingkungan kantor yang sehat untuk memajukan karier mereka.
Baca juga: Carpal Tunnel Syndrome, Gejala dan Tips Mencegahnya
Melalui dialog ini, semoga ada secercah harapan dari masalah yang kalian hadapi dengan atasan. Dapat disimpulkan bahwa kebijakan pintu terbuka merupakan salah satu yang dapat memberikan dampak positif baik bagi perusahaan maupun karyawan.
Jika kalian masih penasaran dengan manfaat dari kebijakan ini, kalian dapat mendiskusikannya dengan pengguna Jobnas lainnya Blog Jobnas. Kaian bisa bergabung saat ini juga!
Baca SelengkapnyaCarpal Tunnel Syndrome, Gejala dan Tips Mencegahnya
Jobnas.com - Carpal tunnel syndrome merupakan masalah kesehatan yang sering datang tiba-tiba. Dengan begitu tentu akan mengancam pekerja dan sangat perlu untuk diwaspadai, terutama di waktu WFH semua pekerjaan terfokus pada laptop.
Lantas, kira-kira apa sih yang dimaksud dengan carpal tunnel syndrome? Apa saja gejalanya dan bagaimana cara terbaik untuk mencegahnya? Jangan terlalu panik, Jobnas sudah menyiapkan semuanya untuk kalian baik tips maupun solusi!
Definisi Carpal Tunnel Syndrome
Diadaptasi dari Healthline, carpal tunnel syndrome (CTS), atau sindrom lorong karpal dalam bahasa indonesianya, adalah kondisi di mana saraf median tertekan saat melewati tangan. Saraf median terletak di satu sisi telapak tangan kalian, itulah yang disebut dengan terowongan karpal.
Saraf median memberikan sensasi atau kemampuan untuk meraba ibu jari, jari telunjuk, jari tengah, dan bagian jari manis. Segmen ini memberikan impuls pada otot yang mengarah ke ibu jari.
Nah, carpal tunnel syndrome bisa terjadi pada satu atau kedua tangan. Pembengkakan di dalam pergelangan tangan menyebabkan kompresi pada carpal tunnel syndrome. Efek kompresi ini dapat menyebabkan mati rasa, nyeri, dan kesemutan pada salah satu sisi tangan di dekat ibu jari.
Nyeri terowongan karpal dapat disebabkan oleh terlalu banyak tekanan pada pergelangan tangan dan saraf median sehingga menyebabkan peradangan.
Penyebab peradangan yang paling umum adalah kondisi medis mendasar yang menyebabkan pembengkakan pada pergelangan tangan dan terkadang membatasi aliran darah. Namun, menurut NCBI, beberapa penelitian menunjukkan bahwa faktor pekerjaan mungkin berperan dalam menyebabkan sindrom carpal tunnel.
Melihat fakta tersebut, CTS dapat digolongkan sebagai masalah kesehatan yang umum terjadi selama bekerja jarak jauh. Gejala CTS bisa muncul karena kalian terlalu banyak mengetik dan bekerja dalam jangka waktu lama dengan laptop. Pergelangan tangan akan terasa lelah dan akhirnya terasa kesemutan atau mati rasa.
Gejala Sindrom Terowongan Karpal
Di atas, Jobnas Telah menjelaskan definisinya, di bagian ini Jobnas akan menjelaskan secara detai gejala carpal tunnel syndrome merupakan masalah kesehatan yang perlu diwaspadai oleh karyawan, terutama saat bekerja dari jarak jauh.
Seperti apa gejala CTS?
Gejala carpal tunnel syndrome adalah sebagai berikut:
- tangan terasa lemah dan kesulitan menggenggam benda
- sensasi syok yang ditransmisikan dari satu jari ke jari lainnya
- terbakar, kesemutan, gatal, atau mati rasa di telapak tangan, ibu jari, telunjuk dan jari tengah
- kesemutan di lengan
Gejala pertama carpal tunnel syndrome yang akan kalian alami adalah "mengantuk" dan jari-jari mati rasa di malam hari. Hal ini biasanya terjadi karena kalian sering bergandengan tangan saat tidur malam.
Kemudian, di pagi hari, kalian mungkin terbangun dengan sensasi kesemutan di tangan dan bahu. Di kemudian hari, gejala CTS dapat muncul kembali saat kalian memegang sesuatu dengan pergelangan tangan tertekuk, seperti saat mengemudi atau membaca.
Pada awalnya, menggoyangkan lengan kalian mungkin bisa membantu. Namun, setelah beberapa saat, hal ini tidak akan membuat tangan kalian mati rasa. Saat carpal tunnel syndrome semakin parah, cengkeraman kalian akan berkurang saat otot tangan kalian berkontraksi. Kalian juga akan merasakan lebih banyak rasa sakit dan kaku di pergelangan tangan.
Bagaimana Cara Mencegah Carpal Tunnel Syndrome?
Pda bagian ini Jobnas akan menjelaskan tentang solusi atau tips mencegahnya, carpal tunnel syndrome merupakan masalah kesehatan yang sangat sulit dicegah. Kondisi ini dapat disebabkan oleh begitu banyak aktivitas berbeda dalam kehidupan sehari-hari seseorang sehingga pencegahannya dapat menjadi tantangan.
Namun, tahukah kalian, masih ada cara efektif untuk mencegah CTS. Seperti mengubah postur duduk yang benar atau cara pergelangan tangan yang tidak sering ditekuk. Semua ini dapat membantu mengurangi beberapa faktor yang dapat menyebabkan CSC pada pekerja.
Jadi, menurut My Cleveland Clinic, metode lain untuk mencegah carpal tunnel syndrome meliputi:
- Pergelangan tangan meregang saat tidur
- jaga agar pergelangan tangan Anda tetap lurus saat bekerja
- Hindari metode pembengkokan dan peregangan pergelangan tangan yang berulang
- mengurangi cengkeraman dan pengulangan dengan posisi pergelangan tangan tertekuk
- istirahat yang nyaman dari aktivitas berulang
Begitulah mengenai penjelas perihal Gejala Carpal Tunnel Syndrome di artikel lain Jobnas menyediakan pula informasi yang berkaitan dengan tema di atas untuk kalian. Pada dasarnya, carpal tunnel syndrome merupakan masalah kesehatan yang kerap mengancam pekerja, terutama saat bekerja jarak jauh.
Baca juga: Pahami Jawaban 7 Pertanyaan Interview UI Designer Ini Agar Lancar Wawancara
Memang benar mencegah CSC bukanlah tugas yang mudah. Namun, dengan langkah dan pencegahan yang tepat, dijamin kesehatan dan produktivitas kerja kalian tidak terpengaruh oleh kondisi ini.
Baca SelengkapnyaPahami Jawaban 7 Pertanyaan Interview UI Designer Ini Agar Lancar Wawancara
Jobnas.com - Kamu harus memahami beberapa hal saat diwawancara. Terutama memikirkan pertanyaan dari UI designer dan jawaban yang tepat agar proses wawancaramu lancar. Tidak ada hasil yang baik tanpa melalui upaya sungguh-sungguh. Oleh karena itu, kamu harus mempersiapkan baik-baik supaya wawancaramu bisa menjadi lancar. Hal ini tentu akan berimplikasi pada peluangmu untuk mendapatkan pekerjaan tentu akan semakin besar.
Baca Juga: 3 Hal Penting dalam UU Ketenagakerjaan, Hak dan Kewajiban bagi Pekerja
Dikutip dari Career Foundry, Mockplus, dan Toptal, berikut ini merupakan daftar pertanyaan interview dari UI designer.
Pertanyaan Interview UI Designer
1. Mempertanyakan “Mengapa Kamu Ingin Menjadi UI designer?”
Apa yang membuatmu memilih menjadi UI design?. Pertanyaan-pertanyaan semacam ini biasanya sering muncul. Hal ini biasanya ditanyakan saat pertama kali kamu melakukan interview UI designer. Nah, bagaimana cara menjawabnya ?
Langkah pertama yang mesti kamu sampaikan adalah jelaskan beragam alasanmu mengenai kenapa kamu memilih menjadi UI designer. Agar tidak lupa, kamu bisa membuat daftar list alasanmu terlebih dahulu. Selain itu, jangan lupa untuk menceritakan dirimu di dunia desain UI.
2. Di antara sekian banyak jenis produk, mana yang jadi keahlianmu?
Aplikasi HP dan website merupakan jenis produk digital. Aplikasi HP terbagi menjadi dua macam. Ada yang dibuat khusus untuk HP Android dan ada juga yang khusus untuk iOS.
Selain itu, website juga bisa dibagi menjadi dua. Ada tampilan website untuk komputer, ada pula untuk mobile. Mengingat ada berbagai macam aplikasi tersebut, kamu harus menentukan yang mana yang menjadi keahlianmu. Jika kamu masih kebingungan, kamu bisa memikirkan apa yang paling kamu sukai.
Baca juga: Pahami Perbedaan PRD dan MRD dalam Desain Produk
3. Pertanyaan Soal Portofolio
Pertanyaan interview UI designer selanjutnya berkaitan dengan portofoliomu. Pertanyaan semacam ini biasanya sering merujuk pada pertanyaan soal proyek terbaik atau terburuk. Ada pula yang bertanya tentang proyek yang paling diminati dan sebaliknya. Dalam konteks inilah kamu harus menyiapkan portofoliomu dengan baik sebelum diwawancara. Di antara banyak proyek di sana, pilih satu saja untuk kamu ceritakan.
Di samping itu, kamu harus menjelaskan semua alasannya. Dalam menyampaikan alasan, jelaskan lah secara logis. Misalnya, karena kamu belajar hal baru. Kamu juga bisa punya alasan terkait proses kerja sama tim yang baik.
Tidak menjadi problem pula untuk membicarakan soal proyek gagalmu. Namun, yang perlu diingat adalah kamu harus memberikan alasan akar masalahnya. Kemudian, kamu bisa menceritakan apa yang menjadi solusi masalah itu.
Jangan lupa, sampaikan pula pelajaran berharga di balik kejatuhanmu. Ini akan jadi nilai plus, alih-alih minus. Ingat, semua orang pasti pernah gagal. Oleh karena itu, tetap katakan semua dengan jujur dan percaya diri.
4. Bagaimana ciri produk yang UI design-nya baik?
Tentu yang perlu diingat adalah pertanyaan interview UI designer ini ingin menguak satu hal yang lebih spesifik. Mereka ingin mengetahui apa yang jadi nilai desainmu. Saat menjawabnya, jangan lupa, kaitkan semuanya dengan pengguna. Hal ini penting diketahui oleh HR atau user.
Hal yang perlu diingat adalah bahwa UI design bukan hanya soal membuat produk cantik. Ia juga tentang membuatnya ramah pengguna. Di titik inilah ilmu soal desain inklusif juga bisa jadi modalmu di sini. Jika perlu, kamu juga bisa menjelaskan contoh produk. Pastikan berbagai ciri UI design baik yang sudah kamu sebutkan ada di sana.
Baca Juga: Sama-Sama Mudahkan Transaksi, Apa Perbedaan Digital Banking, Mobile Banking dan Internet Banking?
5. Apa saja kesalahan umum dalam UI design?
Ini merupakan pertanyaan yang bisa dibilang berkebalikan dari pertanyaan sebelumnya. Dengan demikian, jawabannya juga mesti selaras. Seperti, kamu tadi memilih jawaban soal mengutamakan usability. Nah, kamu wajib menjawab, kesalahan umumnya adalah menomorduakan usability.
Kamu juga bisa membuatnya lebih spesifik. Misalnya, lebih mengorbankan usability demi estetika semata. Jelaskan juga apa yang jadi alasannya. Misalnya, jelaskan bahwa usability adalah salah satu aspek penting dalam user experience.
6. Apa produk terkenal yang UI design-nya ingin kamu ubah?
Pertanyaan ini hanyalah permainan kata-kata saja. Pada umumnya, pertanyaan interview UI designer masih berkutat pada soal kesalahan dalam UI design. Meski demikian, kamu akan diminta memberi contoh langsung. Jangan khawatir, Jobnas.com akan memberikan triknya khusus buat kamu.
Pilih produk yang menurutmu cocok diubah UI-nya. Setelah itu, pikirkan tiap elemen yang akan didesain ulang. Elemen itu di antaranya adalah bentuk, ukuran, warna, penempatan, dan lain-lain. Tentukan prioritas mana yang ingin kamu ubah dan sampaikan alasannya sekaligus.
7. Apa pendapatmu soal UI design produk perusahaan kami?
Inilah pertanyaan yang bisa dibilang cukup menjebak. Hal ini disebabkan karena kamu diminta menilai produk dari recruiter secara langsung. Namun, hal yang perlu kamu pahami adalah pertanyaan ini justru bisa menunjukkan bahwa kamu telah meriset perusahaan dengan baik.
Ini juga jadi kesempatanmu punya nilai plus di mata HR atau user. Jangan-jangan, masukanmu adalah hal yang mereka cari-cari selama ini? Oleh karena itu, pilih beberapa kelebihan produk perusahaan. Sampaikan ini di awal sebagai pujian.
Baca Juga: Yuk, Ketahui 5 Fitur Android 13 yang Berfungsi Meningkatkan Produktifitas Kalian
Kemudian, katakan beberapa kekurangan produk perusahaan dengan sopan. Tawarkan berbagai perbaikan. Jangan lupa, sampaikan alasan di baliknya, ya!
Demikian daftar pertanyaan interview yang telah dirangkum Jobnas.com khusus untuk calon UI designer. Kamu harus mempelajarinya satu per satu agar kamu bisa menjawabnya dengan baik.
Baca SelengkapnyaPahami Perbedaan PRD dan MRD dalam Desain Produk
Jobnas.com - Hal yang penting bagimu ketika berada dalam proses desain produk adalah mengetahui perbedaan antara Product Requirement Document (PRD) dan Marketing Requirement Document (MRD).
Bisa dibilang, PRD dan MRD merupakan titik awal dari rangkaian proses yang ada. Pendesainan produk tidak akan terarah dan tak memiliki dasar yang jelas, apabila tanpa dokumen tersebut. Keuda dokumen ini pada hakikatnya memiliki tujuan yang berbeda, meskipun sering digunakan untuk menggantikan satu sama lain. Di artikel ini, Jobnas.com akan menjelaskan terkait perbedaan keduanya. Yuk, Simak selengkapnya !
Pengertian PRD dan MRD
Jobnas.com akan memberikan sebuah penjelasan terlebih dahulu terkait pengertian PRD dan MRD dalam sebuah desain produk, sebelum kamu mengetahui perbedaannya.
Baca Juga: Angular VS AngularJS, Mana yang Terbaik untuk Websitemu
1. Product Requirement Document (PRD)
Jadi, secara definitif, Product requirement document (PRD) adalah dokumen yang berisikan apa saja kebutuhan dalam desain produk. Hal itu mulai dari fungsinya, persyaratan teknis yang wajib diketahui hingga hasil yang ingin dicapai. Produk belum bisa masuk ke tahap uji coba dan akan menghambat perilisan ke user, apabila melewati proses ini.
Baca Juga: Mencari Sponsorship Online? Berikut Tips, Jenis dan Manfaatnya
2. Marketing Requirement Document (MRD)
Menurut Aha.io, marketing requirement document (MRD) adalah dokumen yang berisikan apa saja kebutuhan dan keinginan pelanggan dalam sebuah produk atau layanan. jadi singkatnya, MRD akan menunjukkan peluang yang ada di pasaran dan bisa menjadi tolak ukur sebelum membuat PRD nantinya.
Tim juga dapat memahami pasar secara lebih cepat dan efektif, jika MRD semakin singkat dan padat. Jadi, tidak perlu terlalu bertele-tele dalam penyampaiannya.
Baca juga: Macam-macam Shortcut Photoshop
Perbedaan PRD dan MRD
Dari Segi Tujuan
Dikutip dari Actuation Consulting, tujuan pembuatan dokumen merupakan perbedaan paling fundamental dari PRD dan MRD.
Tujuan pembuatan MRD adalah untuk menentukan target pasar utama, profil calon pembeli atau pengguna, serta apa yang mereka inginkan dan butuhkan. Sedangkan PRD dibuat untuk memberikan informasi kepada tim product development mengenai fungsionalitas produk serta fitur yang sudah dijelaskan dalam MRD. Oleh karena itu, MRD dan PRD pada hakikatnya sama-sama saling melengkapi.
Urutan Pembuatan Dokumen
Pembuatan PRD dan MRD tidak dilakukan secara bersamaan, meskipun bersifat saling melengkapi atau komplementer. Poin di atas setidaknya menunjukkan bahwa MRD harus dibuat terlebih dahulu sebelum tim bisa menyusun PRD.
Tanpa MRD, PRD yang dibuat hanya berisikan fungsionalitas produk tapi tidak spesifik untuk siapa dan apa yang sebenarnya dibutuhkan. Tanpa PRD, data yang dibutuhkan bisa saja tidak lengkap karena tercecer atau bahkan tidak disiapkan sama sekali.
Oleh karena itu, urutannya tidak bisa diotak-atik sama sekali. Saat membikin PRD, tim membutuhkan MRD sebagai acuan yang jelas untuk menentukan fitur-fitur apa saja yang harus ada.
Panjang Dokumen
Panjang masing-masing dokumen merupakan perbedaan terakhir antara PRD dan MRD. Seperti yang telah dijelaskan di atas, semakin singkat MRD, akan semakin efektif juga bagi tim untuk memahami apa yang diinginkan oleh pelanggan dalam target pasar.
Di sisi lain, PRD memang cenderung lebih panjang, karena berisi semua data yang dibutuhkan dan harus dipenuhi sebelum sebuah produk bisa mengikuti tahap uji coba. PRD tidak perlu jadi berbelit-belit, tetapi harus mendetail dan memenuhi semua checklist data yang dibutuhkan.
Baca Juga: Sama-Sama Mudahkan Transaksi, Apa Perbedaan Digital Banking, Mobile Banking dan Internet Banking?
Itulah penjelasan Jobnas.com terkait apa itu PRD dan MRD, beserta perbedaan di antara keduanya. Diharapkan setelah membaca artikel ini, kamu akan semakin paham dan tidak tertukar lagi. Hal yang perlu kamu ingat adalah MRD dibuat untuk menentukan target pasar dan apa yang mereka butuhkan dalam sebuah produk, sedangkan PRD disusun untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut.
Baca SelengkapnyaMacam-macam Shortcut Photoshop
Jobnas.com – Supaya cepat menyelesaikan proses edit foto, ada baiknya kamu mengetahui shortcut photoshop ini. Pengolahan gambar atau grafik terserah kreativitas, tetapi dalam prosesnya perlu diambil langkah-langkah tertentu.
Misalnya mengubah ukuran gambar. Tentunya akan lebih cepat jika mengetahui shortcut keyboard. Jadi, dalam artikel ini, Jobnas akan memberi tahu kalian berbagai pintasan keyboard Photoshop supaya kalian lebih cepat dan akrab.
Shortcut Photoshop
dari situs web resmi tombol pintas digunakan untuk mempersingkat proses kerja. Jadi, inilah pintasan Photoshop yang perlu kalian ketahui.
1. Manajemen Lembar Kerja
Hal yang paling utama perlu kalian konfigurasikan biasanya adalah spreadsheet. Seperti ukuran gambar, maupun ukuran spreadsheet itu sendiri. Tentunya akan memakan waktu lebih lama jika melakukan instalasi manual.
Oleh karena itu, berikut adalah shortcut keyboard photoshop yang bisa kalian gunakan.
- CTRL + Alt + i (Command + Option + i ) = Ubah Ukuran Gambar
- CTRL+ Alt + c (Command + Option + c ) = Mengubah ukuran kanvas
- CTRL + + (Command + + ) = Perbesar.
- CTRL+ – (Perintah + – ) = Perkecil.
- CTRL + ' (Command + ' ) = Tampilkan atau sembunyikan kisi
2. Pilih Alat
Saat menggunakan Photoshop, kalian akan sering menggunakan banyak alat yang tersedia di bilah alat. Berbagai alat ini memiliki fungsinya masing-masing yang dapat membantu kalian dengan mudah mewujudkan kreativitas.
Padahal, mengakses tools dari toolbar cukup mudah. Jika kalian hanya menggunakan beberapa alat, beralih antar alat cukup merepotkan. Dengan pintasan Photoshop ini, kalian akan menggunakan alat yang tersedia lebih cepat.
- v = penunjuk atau alat gerak
- w = tongkat ajaib
- m = persegi panjang atau alat seleksi
- l = Jerat
- i = Alat tetes mata
- c = Pangkas
- e = Penghapus
- u = Persegi panjang
- t = tipe horizontal
- b = Kuas
- y = kuas sejarah
- j = Kuas koreksi titik
- g = Kemiringan
- a = Pemilihan jalur
- h = Tangan
- r = Memutar sudut pandang
- p = bulu
- s = penyangga klon
- o = menghindar
- z = Alat perbesaran
- x = mengubah warna background dan foreground
- q = Edit dalam mode topeng cepat
- x = Ubah mode layar
3. Sesuaikan Alat Kuas
Tentu saja, menggunakan alat kuas itu penting, terutama jika kalian tidak hanya melakukan rekayasa foto tetapi juga ilustrasi. Nah untuk mempercepat, berikut adalah shortcut Photoshop yang bisa kalian gunakan.
- ,or. = pilih sebelum atau sesudah gaya kuas
- Caps Lock atau Shift + Caps Lock (Caps Lock) = Tampilkan sebagai kuas
- Shift + Alt + p (Shift + Option + p) = tampilkan tampilan airbrush
4. Manajemen Lapisan dan Objek
Salah satu fitur yang membuat Photoshop unik adalah adanya layer. Lapisan tentu memudahkan desainer atau editor foto untuk memodifikasi elemen gambar apa pun.
Berikut adalah pintasan keyboard Photoshop yang dapat kalian gunakan untuk mengelolanya:
- CTRL + a (Command + a ) = pilih semua objek
- CTRL + d (Command + d ) = batal memilih objek
- Shift + Control + i (Shift + Command + i ) = memilih objek di luar pilihan saat ini (mundur)
- CTRL + Alt + a (Command + Option + a) = pilih semua layer
- CTRL + Shift + E (Command + Shift + e) = menggabungkan semua layer
- Shift + Control + n (Shift + Command + n) = Buat layer baru
- CTRL + g (Command + g) = grup lapisan
- CTRL + Shift + g (Command + Shift + g) = ungroup layer
- CTRL + e (Command + e) = Menggabungkan layer yang dipilih
- CTRL + Shift + Alt + e (Command + Shift + Option + e) = Menggabungkan semua layer menjadi layer baru
- CTRL + t (Command + t) = mengubah rotasi dan ukuran objek
- CTRL + Shift + s (Command + Shift + s) = menyimpan pekerjaan dengan nama yang berbeda
Baca juga: Kacamata Anti Radiasi Sebagai Solusi Bekerja di Depan Layar
Begitulah berbagai jenis shortcut keyboard di photoshop yang bisa kamu gunakan. Setelah kalian mengetahui hal ini, Anda akan lebih produktif saat mengerjakan proyek. Dan tidak cukup di situ, kalian juga bisa melatih diri dalam bidang desain grafis atau editing foto.
Bagi kalian yang ingin mengembangkan karir sebagai desainer grafis, kalian bisa melamar berbagai lowongan kerja yang sesusi dengan keinginannmu di Blog Jobnas.
Baca Selengkapnya