Jobnas

Blog Jobnas

Halaman artikel blog terbaru di Jobnas.com.
Ghufron Writer
2 tahun yang lalu
5 Hal Penting yang Harus Diketahui, Sebelum Membuat Portofolio UX Writer

5 Hal Penting yang Harus Diketahui, Sebelum Membuat Portofolio UX Writer

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com - Jika kamu sedang mengincar pekerjaan desain produk, terutama penulis copy-nya, kamu perlu terlebih dahulu membuat portofolio khusus untuk UX Writer. Dokumen ini dapat membantumu akan dilirik oleh calon recruiter. Lebih dari itu, dokumen ini juga bisa mendeskripsikan seberapa jauh kamu menjalani karirmu. 

Setelah kamu memahami pentingnya portofolio, Jobnas.com akan memberikan terkait bagaimana kamu memulai agar kamu tidak salah langkah. Yuk, simak selengkapnya ! 

Taktik Portofolio untuk UX Writer

1. Buat Gambaran Kasar

Tak dapat dibayangkan jika seandainya ada seorang arsitek yang hendak merancang rumah dengan melakukan penumpukan bata terlebih dahulu dan kemudian memasang ubin. Tentu hal tersebut akan sangat menguras tenaga. Di samping itu, dikhawatirkan takut terjadi kesalahan di tengah-tengah proses. Oleh karena itu, untuk mengatasi hal-hal yang demikian, ia harus membuat sketsa atau menggambar terlebih dahulu. 

Dengan demikian, sebelum membuat portofolio, ia harus membuat gambaran umum secara kasar dulu. Hal ini bisa dirancang dari apa bentuk portofolio yang cocok,  seperti apa desain dan tata letaknya, serta bagaimana mengemas berbagai informasi yang ada. 

2. Kumpulkan Proyek Sebelum-sebelumnya 

Hal yang wajib ada dalam sebuah portofolio UX Writer adalah proyek yang sudah kamu selesaikan. Kamu bisa memilih beberapa proyek saja. Dengan kata lain, jangan masukkan semua pekerjaan dan pengalamanmu. Justru hal ini akan membuatnya terlalu tebal. Pilihlah proyek yang presisi dan bisa menunjukkan skillmu. Ingat, tujuan dari portofolio adalah memamerkan kualifikasimu. 

3. Ceritakan Proses

Hal yang penting dilakukan adalah memberikan penjelasan di samping menunjukkan karya produk. Hal ini dilakukan agar recruiter tidak kebingungan saat membaca portofoliomu. Kamu bisa memulainya dengan memberikan penjelasan sekaligus uraian yang memudahkan. Seperti, apa masalah yang ada? Bagaimana solusi yang kamu buat?

Baca Juga: Apa itu Inflasi? Berikut Penjelasan Lengkap beserta 4 Penyebab Terjadinya Inflasi

4. Cari Inspirasi dari Portofolio yang Sudah Ada

Mengintip portofolio UX writer yang sudah beredar adalah solusi ketika kamu masih kebingungungan mau menulis apa. Misalnya, intip penilaian portofolio dan hasil kurasi dari UX Collective. Kamu juga bisa mengintip dan mencari situs-situs lainnya.

5. Jangan Lupakan Informasi Penting

Jangan lupa, ada berbagai hal penting yang wajib ada di dalam portofolio. Salah satunya adalah kontakmu. Kamu punya testimoni dari rekan kerja atau atasan? Jangan lupa sisipkan juga di dalamnya, ya!

Belum Pernah Punya Proyek UX Writing?

Perlu diketahui bahwa UX writer memang pekerjaan yang belum lama hadir. Tak pelak, banyak orang yang belum berpengalaman ingin masuk ke dalamnya. Jika kamu salah satunya, bagaimana caranya membuat portofolio UX writer?. Menurut UX Writers Collective, kamu bisa mengkreasikan tulisan yang sudah kamu miliki. Seperti, kamu mungkin merupakan seorang penulis di majalah musik. Kamu pernah meliput soal musisi independen baru.

Bagaimana kamu mengemas tulisan agar pembaca memahami musik yang belum pernah ia dengar? Kamu tentu harus membuat tulisan agar pembaca bisa mudah mengerti. Hal itu merupakan tujuan dasar dari UX writing. Dengan demikian, kamu bisa memasukkannya ke dalam portofoliomu. Di samping itu, menurut UX Booth kamu juga bisa membuat contoh dari kehidupan sehari-sehari. Seperti, ada produk yang menurutmu kurang baik copy-nya. Coba buat perbaikannya, lengkap dengan alasan serta penjelasan lainnya.

Baca Juga: 5 Hal ini Bisa Bikin Kamu Gagal Mendapatkan Promosi Jabatan

Demikian tips dan trik dari Jobnas.com dalam membuat portofolio untuk UX writer. Implementasikan satu per satu agar daftar proyekmu ini makin menarik. 

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Ghufron Writer
2 tahun yang lalu
5 Hal ini Bisa Bikin Kamu Gagal Dapatkan Promosi Jabatan

5 Hal ini Bisa Bikin Kamu Gagal Mendapatkan Promosi Jabatan

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com - Gagal mendapatkan promosi jabatan merupakan salah satu hal yang paling ditakuti hampir sebagian besar karyawan. Hal ini tentu dapat memunculkan kesan yang amat traumatis. Selain itu, rasa kecewa yang begitu mendalam akan menubuh dalam diri karyawan. Terlebih ketika selama ini kamu sudah merasa melakukan yang terbaik demi pekerjaan. 

Padahal mendapatkan promosi kerja tidak selalu berdampak positif pada kita. Seperti dikutip dari BBC, misalnya saja promosi jabatan yang dilakukan di waktu yang kurang tepat malah akan berpotensi merusak karier. Tentunya kamu harus mempersiapkan mentalmu terlebih dahulu dan asah skillmu semaksimal mungkin agar kamu bisa naik jabatan ke posisi yang diidamkan. 

Dengan demikian, kamu harus menghindari lima hal di bawah ini yang bisa membuat kamu gagal mendapatkan promosi jabatan. Jobnas.com telah merangkum apa saja yang bisa menghambatmu dalam mendapatkan kenaikan jabatan, seperti berikut ini.

1. Masih Memiliki Sifat yang Egois

Seseorang ketika memiliki sifat egoistik yang terlalu tinggi pasti akan dijauhi oleh teman-temannya. Begitu pula yang berlaku dalam dunia kerja. Sifat egoistik yang tinggi hanya akan menyusahkanmu mendapatkan kenaikan jabatan. 

Menurut Business Insider, saat kamu masih memiliki sifat egois maka akan membuatmu terlihat tidak profesional dan susah meningkatan karier. Tanggung jawab tentunya akan semakin tinggi seiring dengan naiknya jabatan seseorang. 

Jika pemimpin memiliki sifat yang egois, pasti tidak akan mampu memimpin tim untuk mengembangkan bisnis. Dengan demikian, jika kamu tidak mau gagal mendapatkan promosi jabatan sebaiknya jadilah karyawan yang selalu loyal.

2. Tidak Memiliki Tujuan yang Jelas

Kamu akan dianggap tidak layak untuk naik jabatan apabila masih belum memiliki tujuan yang jelas. Baik itu tujuan untuk bisnis perusahaan atau tujuan karier-mu. Seperti, saat kamu ingin mempromosikan diri sebagai manager marketing, namun kamu belum memiliki strategi yang baik untuk meningkatkan penjualan, maka kamu akan dianggap tidak layak untuk menempati posisi tersebut. Dengan demikian, menurut The Globe and Mail kamu mesti membuat rencana yang jelas untuk perusahaan yang bisa membuat atasanmu merasa terkesan.

3. Kurang Mampu Bersikap Dewasa

Sikap kedewasaan menjadi hal yang penting ketika berusaha mencoba promosi jabatan. Oleh karena itu, tidak semua pemimpin harus lebih tua dari bawahannya. Jadi, usia bukanlah patokan yang membuat kita bisa sukses menjadi seorang pemimpin. Namun, sifat kedewasaan dan mampu bertanggung jawablah yang merupakan kunci suksesnya.

Kamu tentu akan selalu gagal mendapatkan promosi jabatan, saat kamu masih belum bisa bersikap dewasa. Pasalnya, pemimpin harus mampu bersikap bijaksana, dan kebijaksanaan akan diperoleh apabila kamu mampu bersikap dewasa. Seorang pemimpin harus mampu mengetahui kapan waktunya profesional di tempat kerja dan kapan harus bercanda dengan rekan kerja.

4. Tidak Konsisten dalam Bekerja

Kurangnya konsistensi saat bekerja merupakan faktor selanjutnya yang bisa membuatmu gagal mendapatkan promosi jabatan. Corporate Staffing menjelaskan bahwa dibutuhkan tingkat kesabaran yang matang untuk bisa bekerja secara konsisten. Inilah mengapa masih banyak karyawan yang gagal karena mereka kurang sabar dalam menjalani proses pekerjaan. 

Bahkan, ada pula yang menyerah saat tidak bisa menghasilkan output yang baik. Tentu jika tidak konsisten tidak akan mampu membuat atasanmu berkesan meskipun hasil kerjamu baik. Inilah alasan mengapa melatih konsistensi sangat diperlukan saat mengerjakan tugasmu demi mendapatkan hasil yang baik. 

5. Percaya Diri yang Berlebihan

Setiap karyawan harus memiliki sikap percaya diri. Akan  sangat sulit dalam melakukan pekerjaan apabila tidak memiliki rasa percaya diri. Meski demikian, percaya diri dibutuhkan hanya sekadarnya saja. Jika kamu terlalu percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki juga dapat menjadi penghambat saat ingin mendapatkan kenaikan jabatan.

Hal tersebut selaras dengan apa yang dikatakan The Job Network bahwa terlalu percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki dapat membuat kita malas untuk belajar hal baru. Padahal, jika ingin sukses menjadi seorang pemimpin haruslah mau belajar hal baru demi mengembangkan bisnis perusahaan. Intinya jangan terlalu percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki serta jangan takut untuk belajar hal baru dan selalu terbuka dengan kritik membangun dari orang lain.

Baca Juga: Contextual Marketing: Strategi Pemasaran yang Murah dan Mujarab

Itulah penjelasan Jobnas.com mengenai beberapa hal yang bisa membuat kita gagal mendapatkan promosi jabatan. Oleh karena itu, kamu dituntut untuk bisa memahami hal tersebut supaya kamu bisa lolos saat promosi jabatan. 

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Ghufron Writer
2 tahun yang lalu
Contextual Marketing Strategi Pemasaran yang Murah dan Mujarab

Contextual Marketing: Strategi Pemasaran yang Murah dan Mujarab

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com - Ketika kamu mencari sebuah barang melalui Google, tiba-tiba semua iklan digitalmu menampilkan barang yang ingin kamu cari tersebut. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi ? Contextual Marketing adalah jawabannya. Strategi inilah yang membuat perusahaan bisa menekan biaya pemasaran. Alih-alih gagal total, tujuan mereka malah tercapai. 

Baca Juga: 5 Tips Membuat Instagram Live yang Menarik Banyak Followers

Di artikel ini, Jobnas.com akan mendeskripsikan terkait contextual marketing yang perlu kamu kenali. Yuk, simak selengkapnya !

Pengertian Contextual Marketing

Angga sedang mencari parfum di e-commerce. Namun, ia belum menemukan produk yang kurang tepat. Tak lama kemudian, ia memutuskan untuk mengalihkan perhatiannya terlebih dahulu. Angga pun memutuskan untuk membaca sebuah artikel informatif di media online. Seiring dengan hal tersebut, ia tersentak.  Pasalnya, ada banyak iklan parfum di sana.

Padahal, tidak  ada yang memberitahu siapa pun soal pencarian e-commerce-nya. Entah bagaimana, iklan tersebut bisa sangat sesuai dengan apa yang tengah ia cari-cari. Nah, kenapa hal yang demikian mesti terjadi ? Contextual Marketing adalah jawaban yang tepat. Menurut, New Breed Marketing, pada dasarnya jenis pemasaran ini berorientasi mengikuti keadaan audiens.  

Bagaimana perilaku mereka? Seperti apa kondisi mereka sekarang? Kapan audiens mengakses sebuah informasi?. Nah, iklan sendiri adalah satu dari banyak penerapan contextual marketing. Menurut Harvard Business Review, masih ada contoh lainnya. Dalam laporan tersebut, digambarkan contoh campaign milik perusahaan FCMG, Johnson & Johnson. Lebih spesifik lagi, milik salah satu merek perawatan kulit mereka, Clean & Clear.

Clean & Clear punya target pasar remaja perempuan. Kaum muda ini punya kebiasaan mengobrol secara online seperti kebanyakan. Melalui peluang inilah Clean & Clear masuk. Jadi, mereka memiliki program kartu pos. Dalam konteks ini, kartu pos tidak sembarangan dibuat. Pasalnya, melalui kartu pos inilah kamu akan mendapatkan analisis kulit dan mendapat sampel produk. Campaign ini disesuaikan dengan konteks audiens. Ia tidak asal-asalan dibuat. Ini merupakan salah satu alasan di balik suksesnya strategi ini.

Pentingnya Contextual Marketing

Setelah kamu menilik contoh pengaplikasiannya dan suksesnya pemasaran kontekstual. Kamu juga perlu memahami pentingnya strategi contextual marketing ini. Menurut Marketing Insider Group, inilah alasannya kenapa kamu harus memilih strategi tersebut:

1. Hemat Biaya

Kamu tak perlu banyak mengeluarkan uang dengan pemasaran kontekstual. Akan tetapi, data menjadi sangat penting. Melalui data, kamu dapat mengetahui audiens. Hal inilah yang membuat kamu mudah menciptakan konteks dengan presisi. Kamu bisa membuat buyer pesona sebagai alat bantu. CRM juga bisa menolongmu memahami audiens.

2. Pengalaman dan Kepuasan Pelanggan

Setiap orang pasti senang saat menemukan solusi dari masalah. Apalagi bagi pelanggan, tentu mereka menyukai hal tersebut. Contextual Marketing dapat memberikan jalan keluar bagi masalah audiens. Jadi mereka tidak perlu lama-lama, mereka akan langsung mendapatkan solusinya. 

3. Customer Engagement

Harvard Business Review telah memberikan contoh soal campaign. Dalam contoh tersebut, pelanggan ikut mempromosikan produk. Ini merupakan salah satu kelebihan pemasaran kontekstual. Melaluinya, hubungan relasional antara kamu dan audiens bisa tercipta. Dengan begitu, kamu mendapat promosi gratis dari mereka.

4. Peluang Penjualan Produk

Conversion rate juga akan meninggi, lewat pemasaran kontekstual. Hal ini disebabkan karena iklan disesuaikan dengan keadaan audiens. Tentu hal ini terbilang lebih efektif dari pada hanya sekadar marketing biasa. 

Pro dan Kontra Soal Contextual Marketing

Meski pemasaran kontekstual memiliki berbagai macam kelebihan, kamu harus tetap berhati-hati. Hal ini disebabkan karena contextual marketing adalah strategi yang cukup sensitif. Oleh karenanya tidak semua orang menyukainya. 

Kita kembali ke cerita Angga. Saat harus membuat iklan yang sesuai dengannya, kamu membutuhkan data soal Angga. Lalu, produk apa yang baru ia lihat di e-commerce? Lewat mana iklan bisa dipasang?. Banyak orang yang kurang setuju terhadap penggunaan data ini. Bagi mereka, ini dianggap melanggar privasi. Sehingga dari sinilah kemudian strategi ini banyak memicu pro-kontra. 

Baca Juga: Pertimbangan Membuat Studi Kasus Untuk Marketing

Demikian informasi dari Jobnas.com tentang pemasaran kontekstual. Jangan lupakan trik murah namun mujarab ini, ya! Masih ada banyak strategi dalam dunia marketing, lho. Semua wajib kamu pahami demi kesuksesan perusahaan dengan membaca artikel-artikel serupa di Jobnas.com. 

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Ghufron Writer
2 tahun yang lalu
Pertimbangan Membuat Studi Kasus Untuk Marketing 

Pertimbangan Membuat Studi Kasus Untuk Marketing 

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com - Menurut Hubspot, sekitar 82% konsumen akan mencari ulasan online di internet saat mencari produk atau layanan. Dengan demikian, studi kasus untuk marketing jadi sangat penting untuk diperhatikan oleh marketer atau pebisnis. Hal ini dikarenakan ketika membuat studi kasus yang tepat tentu akan membuat konsumen percaya bahwa brand-mu dapat mengatasi masalah mereka. 

Di artikel ini, Jobnas.com akan mendeskripsikan terkait pengertian dan pentingnya studi kasus, dan mengapa kita mesti menggunakannya dalam sebuah kegiatan marketing. 

Pengertian Studi Kasus Marketing

Studi kasus dalam marketing adalah salah satu cara terbaik untuk menunjukkan kualitas produk atau jasa, seperti dikutip dari Alexa. Pasalnya, kebanyakan konsumen akan melihat ulasan online saat akan memutuskan untuk membeli suatu produk atau layanan.

Kamu dapat meyakinkan mereka dengan melakukan analisis yang dapat membantu memecahkan masalah pelanggan hanya dengan melakukan studi kasus. Pasalnya, studi kasus dapat memberikanmu gambaran mengenai seberapa banyak prospek pelanggan yang bisa didapatkan.

Studi kasus, menurut HubSpot, memang dibuat pada dasarnya untuk meyakinkan bahwa suatu produk atau jasa dapat memberikan solusi bagi para pelanggan. Tidak jarang para marketer atau pebisnis mengorbankan waktunya untuk membuat studi kasus dengan baik.

Pentingnya Studi Kasus

Berikut ini Jobnas.com akan memberikan pentingnya sebuah studi kasus untuk kamu implementasikan dalam memaksimalkan pemasaran. Setidaknya 13 % marketer menyebut studi kasus adalah salah satu media yang digunakan dalam strategi konten mereka. Hal ini seperti diungkap oleh marketing HubSpot. 

Studi kasus hanya tertinggal dari konten-konten seperti konten visual, blog, dan e-book. Ia bahkan menempati posisi urutan kelima sebagai salah satu konten terpopuler. Statistik tersebut menandakan bahwa studi kasus memiliki peran yang signifikan untuk marketing. 

Cara yang Tepat untuk Memaksimalkan Studi Kasus

Setelah mengetahui pengertian dan manfaatnya untuk marketing, kamu juga perlu memahami tentang pemaksimalan dari sebuah studi kasus ini. Oleh karena itu, Jobnas.com akan menjelaskan bagaimana cara membuatnya supaya terlihat meyakinkan dan mampu membuat pelanggan maupun investor tertarik dengan hal tersebut. Inilah beberapa langkah yang harus kamu lakukan: 

1. Membuatnya dalam bentuk PDF

Membuatnya dalam bentuk PDF merupakan salah satu cara yang tepat membuat studi kasus untuk memaksimalkan marketing.  Hal ini dapat membuat marketer mudah dalam melakukan penjualan dan pemasaran. Selain itu, ini harus dilakukan supaya membuat para marketer mudah mendownloadnya di situs web maupun melalui email marketing agar terlihat oleh user.

2. Membuat Halaman Khusus di Website

Membuat halaman khusus di situs web yang berisikan analisis studi kasus yang telah kamu buat merupakan cara lain dari pemaksimalan studi kasus. Dengan demikian, orang-orang akan tahu seberapa meyakinkan produkmu dalam menangani masalah mereka. Pastikan copy-nya terlihat terstruktur serta rangkuman analisisnya dibuat semaksimal mungkin, untuk membuatnya lebih menarik.

3. Membuat Video

Tentu kamu pasti memahami bahwa di era sekarang ini, kebanyakan orang lebih suka membuat video dari pada harus membaca artikel yang banyak di sebuah situs web. Jika kamu memiliki pendanaan yang cukup baik, kamu bisa membuat sebuah video terkait studi kasus untuk marketing. Semisal, kamu dan rekanmu di sebuah perusahaan membuat video mengenai bagaimana produkmu menyelesaikan masalah pelanggan atau berdampak besar terhadap mereka. Dari sinilah kemudian orang-orang yang melihatnya akan percaya bahwa produkmu memiliki kualitas yang bagus.

4. Sebar di Media Sosial

Untuk memaksimalkan marketing, kamu jangan ragu untuk membagikan studi kasus yang telah kamu buat di media sosial. Hal ini dilakukan supaya banyak followers-mu yang melihat sekaligus mempelajarinya.

Berbagai platform media sosial seperti LinkedIn, Twitter, Instagram, dan lain-lain dengan format yang berbeda, dapat kamu manfaatkan untuk menyebarkan sebuah studi kasus. Secara tidak langsung, kamu juga memaksimalkan studi kasus melalui social media marketing. Misalnya, di Instagram menggunakan format video, lalu di LinkedIn menggunakan format artikel, dan sebagainya.

Baca Juga: Alasan Astroturfing dalam Marketing Kerap Tidak Disarankan

Itu dia penjelasan Jobnas.com mengenai studi kasus untuk marketing beserta cara membingkainya agar dapat dinikmati oleh pelanggan. Hal yang perlu diingat adalah komponen ini memiliki peran penting dalam memaksimalkan pemasaranmu. Jadi, sebisa mungkin dapat dimaksimalkan dengan baik.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Ghufron Writer
2 tahun yang lalu
Alasan Astroturfing dalam Marketing Kerap Tidak Disarankan

Alasan Astroturfing dalam Marketing Kerap Tidak Disarankan

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com - Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin masif, semakin banyak pula strategi marketing yang digunakan perusahaan. Nah, salah satunya adalah astroturfing, atau kepanjangan dari ‘Astroturf Marketing’. 

Meskipun tak jarang berhasil, astroturf marketing dinilai sebagai strategi marketing yang dinilai berisiko dan bisa membahayakan brand itu sendiri.

Baca Juga: Pentingnya Pengembangan Pelanggan dalam Strategi Perencanaan Bisnis

Mengapa demikian? Yuk, temukan jawabannya dan pelajari lebih lanjut tentang hal tersebut dalam artikel Jobnas.com berikut ini!

Pengertian Astroturfing

Secara definitif, astroturfing adalah usaha perusahaan atau brand membuat kesan dukungan dari berbagai kalangan yang tersebar luas terhadap suatu hal, misalnya kebijakan, pemerintahan, dan lain-lain. Nah kerap kali hal ini juga diterapakn dalam strategi marketing. 

Menurut Big Commerce, astroturf marketing merupakan kampanye yang dilakukan untuk membuat kesan sebuah produk atau jasa dicari banyak orang atas keinginannya sendiri. Akan tetapi, sebenarnya hal ini didorong oleh sebuah perusahaan atau brand dan tidaklah jauh berbeda dari konten bersponsor.

Untuk membuat sebuah gerakan terlihat tampak organik, perusahaan biasanya menyembunyikan partisipasi atau sponsorship-nya. Astroturfing kini hal yang cukup lumrah dalam internet marketing. Untuk menyampaikan pesan bersponsor atau konten secara meyakinkan lewat kanal-kanal tertentu seperti media sosial, blog, dan lain-lain,  hal ini dilakukan dengan mengerahkan sekelompok orang.

Tidak hanya untuk mempromosikan produk atau jasa, astroturf marketing adalah salah satu cara untuk menciptakan kesan atau citra brand tertentu.

Strategi Umum Astroturfing

Meninggalkan komentar menggunakan identitas yang berbeda-beda merupakan hal yang paling sering dilakukan untuk upaya astroturfing dalam marketing. Kamu dapat memanfaatkan berbagai platform media sosial untuk merealisasikan strategi ini. 

Di samping itu, respons yang diberikan biasanya sangat cepat, misalnya untuk membangun  sebuah trending topic di Twitter dan membuat orang-orang merasa ini adalah hal yang penting dan patut disimak. Dalam hal-hal politis sekalipun, upaya astroturfing ini kerap sering digunakan. 

Baca Juga: Mencari Sponsorship Online? Berikut Tips, Jenis dan Manfaatnya

Dalam hal ini seperti mengundang orang dengan latar belakang relevan dan kredibel untuk menyampaikan opininya mengenai suatu topik yang sedang berusaha digencarkan, dan lain-lain. Untuk marketing, biasanya astroturfing akan kelihatan lebih santai, meskipun tujuannya juga untuk menciptakan perbincangan yang viral sehingga awareness atau kesadaran calon konsumen bisa ditingkatkan.

Dilansir dari Study.com, astroturfing merupakan salah satu taktik marketing yang kurang disarankan untuk dilakukan. Hal ini tentu membuat pesan kampanye yang disebarkan terasa lebih kredibel dan otentik dibanding menggunakan iklan, jika tidak disadari oleh para konsumen. 

Untuk meningkatkan brand image dan keuntungan perusahaan, astroturf marketing biasanya selalu sering digunakan. Namun, jika kenyataannya terkuak, hal ini bisa berbalik menjadi hal yang merugikan bisnis.

Bentuk Astroturfing

Untuk mempromosikan suatu barang atau jasa ada beberapa bentuk astroturfing di internet yang sering ditemukan hingga sekarang, yaitu:

  • Blogger membuat artikel tentang review produk. Post ini seakan-akan jujur dan -tidak memihak brand tersebut.
  • Menciptakan persona palsu di internet untuk membagikan post serupa sehingga menimbulkan kesan ide populis.
  • Pemasangan iklan di situs-situs khusus yang mengarahkan pengunjung pada situs brand atau produk.
  • Membayar sebuah akun media sosial di Facebook, Twitter, Instagram, dan lain-lain untuk fokus pada suatu brand atau produk tertentu.

Jika hal-hal ini dilakukan untuk mengalahkan perusahaan saingan, hal itu pun dianggap sebagai astroturfing.

Kenapa Umumnya Tidak Disarankan?

Praktik ini adalah strategi marketing yang kurang disarankan, seperti yang telah disebutkan di atas. Langkah ini mungkin memiliki garis pembeda tipis dengan langkah lain untuk beberapa kasus di internet.

Baca Juga: Terapkan White Noise untuk Meningkatkan Produktivitas

Tentu akan menjadi sebuah resiko besar bagi perusahaan apabila praktik ini terbongkar. Salah satu resikonya adalah munculnya public relations crisis bagi perusahaan, di samping menimbulkan malu. Di beberapa negara, praktik ini bahkan bisa menimbulkan jerat hukum bagi para pelakunya.

Itulah penjelasan Jobnas.com terkait Astrotourfing. Nah, sudah lebih paham, kan, mengenai astroturfing? Apakah menurutmu strategi marketing ini baik? Atau justru tidak?

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Ghufron Writer
2 tahun yang lalu
Terapkan White Noise untuk Meningkatkan Produktivitas

Terapkan White Noise untuk Meningkatkan Produktivitas

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com - White noise adalah salah satu hal yang dapat membantumu meningkatkan produktivitas mu jika kamu merasa kurang produktif. Tidak jarang ada orang yang tetap bisa bekerja meskipun sambil mendengarkan musik, atau suara-suara keras lainnya. Supaya kamu lebih konsentrasi dan produktivitasmu semakin baik, White Noise merupakan hal yang bisa kamu terapkan. 

Baca Juga: Bagaimana Cara Menjadi MC yang Baik? Perhatikan 5 Skill Ini

Tentu kamu semakin penasaran kan terkait dengan white noise ini dan mengapa  hal ini dapat meningkatkan produktivitas?

Jobnas.com akan memberikan penjelasannya untuk kamu untuk menjawab pertanyaan tersebut. Yuk, simak selengkapnya!

Apa itu White Noise ?

Tidak sedikit orang yang menganggap bahwa white noise adalah suara-suara alamiah yang sering didengar manusia. Suara-suara alamiah itu misalnya seperti suara dosen ketika mengajar mahasiswanya, suara burung berkicau, suara derap langkah kaki, dan sebagainya. 

Melebih itu, ternyata white noise adalah sebuah suara yang berasal dari berbagai jenis suara yang memiliki gelombang cenderung stabil dan merata, seperti dilansir dari Livescience. Nah, yang dimaksud stabil dan merata dalam hal ini yaitu suara yang berada pada frekuensi 20-20.000 Hz. Frekuensi ini merupakan frekuensi yang masih dapat dijangkau oleh telinga manusia. 

Itulah mengapa suara-suara tersebut dibilang sebagai white noise karena serupa dengan konsep cahaya putih (white light), yaitu penggabungan antar berbagai jenis warna yang menjadi satu. 

Cara Bekerja White Noise 

Kamu akan terhindar dari distraksi saat mendengar kombinasi dari berbagai jenis suara ini. Bayangkan jika kamu berada di suatu ruangan yang hanya terdiri dari tiga hingga empat orang dan cukup senyap. Tentu, setiap orang termasuk kamu sangat mudah untuk membedakan tiap-tiap orang yang berbicara. Selain itu, jika terdengar suara lain seperti barang yang terjatuh, maka perhatianmu akan teralihkan padanya.

Hal ini tentu berbeda jika kamu sedang berada di kerumunan, karena banyaknya suara yang muncul maka suara-suara tersebut akan menjadi samar dan menutupi berbagai suara yang dapat mengganggu. Sudah bertahun-tahun white noise digunakan untuk membantu seseorang untuk tertidur lebih cepat, terutama bayi. Selain manfaat-manfaat itu, white noise juga memiliki beberapa manfaat lain, di antaranya : 

Pengaruh yang Diberikan White Noise

1. Menjadi Lebih Fokus

Seperti yang dijelaskan sebelumnya cara kerja white noise adalah dengan menutupi berbagai suara yang mengganggu. Hal inilah yang membuatmu dapat melakukan sesuatu dengan lebih fokus. Tentu kamu bisa tetap terfokus pada apa yang kamu kerjakan, tanpa adanya gangguan dari suara-suara tertentu. Itulah mengapa white noise ini merupakan solusi apabila kamu sedang ingin berfokus mengerjakan sesuatu. Tentu ini akan menambah kualitas pekerjaanmu juga.

2. Meningkatkan Kreativitas

Kreativitas juga dapat meningkat jika tak banyak gangguan yang muncul, sejalan dengan fokus. Hal ini seperti diungkap oleh penelitian yang dilakukan oleh Universitas Illinois yang menyatakan bahwa frekuensi yang paling meningkatkan kreativitas adalah suara pada frekuensi 70Hz. Penelitian tersebut juga mengungkap bahwa 85 Hz adalah frekuensi yang cukup mengganggu, sehingga menjadi lebih sulit berfikir dan menurunkan kreativitas.

Baca Juga: Sama-Sama Mudahkan Transaksi, Apa Perbedaan Digital Banking, Mobile Banking dan Internet Banking?

Selain itu, white noise adalah salah satu hal yang dapat mempermudah tidur. Hal ini tentu sangat bermanfaat bagi seorang yang mengalami insomnia atau kesulitan tidur. Hal ini secara tak langsung mempengaruhi kreativitas. Dengan tidur yang cukup dan berkualitas, maka tentu kamu akan lebih mudah untuk memunculkan ide-ide kreatif.

3. Membuat Rileks

Pekerjaan yang menumpuk atau jadwal meeting yang padat tentu membuat jenuh. Hal ini akan berdampak pada performa ke depannya. Kamu mungkin tidak bisa begitu saja menghilangkan beban kerja, tapi kamu bisa menyiasatinya dengan membuat dirimu lebih rileks.

Penelitian menyebutkan mendengarkan suara alam seperti gemericik air, deru ombak, suara burung, hingga hujan dapat menimbulkan perasaan positif dan meningkatkan performa kerja. Suara-suara tersebut tentu merupakan white noise karena berisi kombinasi dari berbagai suara yang stabil dan merata.

Baca juga: Data-Driven atau Data-Informed, Pilih Mana yang Pas untuk Keputusan Bisnismu

Pengaruhnya pada Produktivitas

Sebelumnya telah disebutkan berbagai pengaruh yang diberikan dari adanya white noise. Berbagai hal tersebut tentu secara tidak langsung dapat membuatmu lebih produktif dalam pekerjaanmu. Tentu, ketika kamu memiliki konsentrasi yang maksimal, daya pikir kreatif yang meningkat, serta perasaan rileks, maka dengan sendirinya kamu dapat bekerja dengan lebih baik secara kuantitas dan kualitas.

Dengan mengetahui white noise adalah hal yang dapat membantu kinerjamu serta pengaruhnya pada produktivitas, maka kamu dapat mulai menerapkannya di aktivitas sehari-seharimu. Tak perlu harus berada di kerumunan ataupun alam, kamu bisa mendapatkannya melalui berbagai aplikasi, atau bahkan tayangan youtube dan mendengarkan audio di podcast.

Baca Juga: 6 Tips Membuat Executive Summary atau Ringkasan Eksekutif

Itulah penjelasan Jobnas.com terkait white noise. Selain white noise, banyak hal lain yang tentu memengaruhi produktivitasmu. Kamu dapat mengetahui berbagai hal tersebut dengan membaca berbagai artikel di Jobnas.com

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Ghufron Writer
2 tahun yang lalu
Data-Driven atau Data-Informed, Pilih Mana yang Pas untuk Keputusan Bisnismu 

Data-Driven atau Data-Informed, Pilih Mana yang Pas untuk Keputusan Bisnismu 

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com - Saat ingin mengambil keputusan bisnis, mana metode yang tepat untuk kamu pilih antara data-informed dengan data-driven. Sebetulnya, di era data analytics ini kamu bisa menggunakan keduanya. Namun, dari masing-masing keduanya tentu memiliki kekurangan sekaligus kelebihan masing-masing. Selain itu, konteks penggunaannya juga bisa berbeda-beda.

Baca Juga: Cek Kartu BPJS Kesehatan Aktif Atau Tidak

Kira-kira, apa saja yang harus dipertimbangkan sebelum memilih salah satu di antara metode ini? 

Di artikel ini, Jobnas.com akan menjawab pertanyaan itu. Sebelum itu, kamu harus memahami dulu terkait definisi dari keduanya. Yuk, simak selengkapnya di bawah ini !

Pengertian Keduanya

Nah, tentu kamu harus berkenalan dulu dengan  data-driven dan data-informed sebelum masuk pada inti pembahasan artikel ini. 

1. Data-Driven

Data-driven adalah sebuah proses pengambilan keputusan. Keputusan ini ditentukan atas dasar data. Oleh karena itu, tak sembarang mengambil data ini. Pengambilan keputusan akan melenceng jika tanpa data. Hal ini terjadi karena manusia punya banyak bias dan asumsi. 

Di samping itu, data ini menawarkan ukuran objektif atas suatu fenomena. Dengan alasan ini, data bisa membantu manusia. Metode ini sedang banyak diterapkan di berbagai industri, seperti ditulis oleh Northeastern University.

2. Data-Informed

Seperti data-informed, data-driven merupakan proses pengambilan keputusan berbasis bantuan data. Namun, kamu tak hanya mengandalkan data saja. Menurut Segment, ada pula pertimbangan pengalaman lalu, riset pengguna, dan informasi penting lainnya. Hal ini menandakan bahwa data yang kamu miliki akan diperkaya oleh berbagai konteks. Kamu tak semata-mata mengambil keputusan atas dasar data saja.

Baca Juga: Process Mining, Pengertian, Jenis, Manfaat, dan 7 Contoh Penggunaannya

Data-Driven vs Data-Informed

Pembahasan inti pada artikel ini sebetulnya mengerucut pada persoalan mana yang lebih baik antara data–driven atau data–informed. Pada hakikatnya, setiap manusia tentu memiliki semacam bias-bias. Menurut Cleverism, data–driven merupakan metode yang minim akan hal ini.

Di samping itu, tidak butuh waktu yang lama untuk melakukannya.  Kamu tak perlu memperkaya data dengan informasi lainnya. Kendati demikian, kamu akan membutuhkan banyak sekali data untuk menggunakan metode ini. Hal ini disebabkan karena data yang sedikit bisa jadi punya outlier atau nilai ekstrim yang besar. Oleh karena itu, hal ini akan membuat datamu tidak akurat. Sehingga, pada akhirnya keputusan yang diambil kurang presisi. 

Baca Juga: Sama-Sama Mudahkan Transaksi, Apa Perbedaan Digital Banking, Mobile Banking dan Internet Banking?

Untuk data–informed, sebenarnya metode ini kekurangan data berupa nilai ekstrim.  Sebab, dalam teknik data–informed, data akan dianalisis lebih lanjut dengan beragam informasi. Proses ini bisa menghasilkan fakta sebenarnya, tanpa nilai ekstrem apa pun. Di samping itu pula, metode ini akan memudahkanmu menekan dampak kesalahan teknis. Misalnya, adanya error dalam ekstraksi data dan lain sebagainya. Sayangnya, faktor manusia jadi kekurangannya. Glints sudah sempat menyinggung hal ini di atas.

Sang analis harus teliti dan hati-hati dalam menggunakan metode ini, karena sekali lagi masing-masing manusia memiliki bias. 

Nah, setelah kamu mengetahui keduanya, kamu pasti akan bertanya-tanya teknik apa yang mesti kamu pilih ?. Seperti dikutip dari Techsauce, ada beberapa pertimbangan yang bisa kamu pikirkan. Pertimbangan itu di antaranya:

  • Pilih data–informed, jika data kurang lengkap.
  • Pilih data–informed, jika ada banyak faktor eksternal dalam pengambilan keputusan. 
  • Pilih data–driven, jika belum punya banyak tenaga atau perusahaan masih kecil.

Baca juga: Kenali 4 Tanda Bekerja Secara Remote yang Tidak Efektif

Demikian informasi dari Jobnas.com tentang data-driven vs data-informed. Jadi, bagaimana? Metode apa yang ingin kamu terapkan?

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Ghufron Writer
10 bulan yang lalu
Kenali 4 Tanda Bekerja Secara Remote yang Tidak Efektif

Kenali 4 Tanda Bekerja Secara Remote yang Tidak Efektif

Batas Melamar Pekerjaan ini Career Zone

Jobnas.com - Kira-kira apa saja, sih, tanda bahwa flow bekerja secara remote tidak efektif? Apakah dari diri sendiri atau mungkin juga dinamika tim yang tidak terjaga? Kamu harus mengenali kira-kira apa saja tanda bahwa flow bekerja secara remote tidak efektif. Apakah hal tersebut karena berangkat dari diri sendiri atau bahkan ada dinamika tim yang tidak terjaga ? Di artikel ini, Jobnas.com akan mendeskripsikan mengenai 4 tanda yang harus kamu kenali serta bagaimana cara mengatasinya. Yuk, baca selengkapnya !

Tanda-Tanda Bekerja Remote Tidak Efektif

1. Tim Mengadakan Terlalu Banyak Meeting

Pasti kamu pernah mengalami momen ada meeting non-stop, terutama saat pandemi melanda. Ada berbagai macam alasan yang menganggap bahwa hal ini merupakan ganti dari pertemuan langsung. Padahal, ternyata terlalu banyak meeting merupakan tanda bekerja remote tidak berlangsung dengan efektif.

Baca Juga: Mencari Sponsorship Online? Berikut Tips, Jenis dan Manfaatnya

Menurut Hubspot, ada banyak pembahasan dalam meeting yang seharusnya cukup jelas jika didiskusikan hanya melalui email atau chat. Alhasil, waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk fokus bekerja jadi terbuang begitu saja.

2. Tidak Ada Kontribusi Langsung saat Meeting

Tak begitu banyak orang yang berbicara dalam sebuah meeting merupakan tanda lain bekerja dengan tim secara remote tidak efektif. Dalam setiap meeting, yang dibicarakan hanya yang itu-itu saja yang bicara. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengajukan pertanyaan ke semua anggota tim, atau mungkin menggunakan metode lain untuk diskusi. Hal ini disebabkan karena tidak semua orang merasa nyaman jika harus bicara di depan orang banyak, meskipun hanya melalui layar saja.

3. Komunikasi Tidak Lancar

Komunikasi yang tidak lancar seringkali terjadi dalam sebuah meeting atau pertemuan. Selain sudah disibukkan dengan pekerjaan sendiri, tidak ada pertemuan langsung, alhasil tidak ada komunikasi antara satu sama lain. Hal ini juga lah yang menyebabkan terjadinya miskomunikasi di sela-sela pekerjaan.

4. Manajer Mengerjakan Ulang Tugas Anggota Tim

Manajer sampai turun tangan dan mengerjakan tugas anggota tim merupakan tanda selanjutnya. Hal ini disebabkan karena pekerjaan yang dikumpulkan terlambat, tidak sesuai dengan arahan, atau masih banyak alasan lainnya. Semua ini kembali lagi ke cara berkomunikasi antar anggota tim yang tidak lancar karena bekerja secara remote. Dalam konteks ini, manajer harus bisa membuat sesi diskusi bersama untuk membicarakan permasalahan yang sedang terjadi.

Cara Mengatasinya

Nah, tentu setelah kamu mengetahui tanda-tanda penyebab flow bekerja tidak efektif, kamu juga harus memahami bagaimana cara mengatasinya. Dilansir dari Business.com, membuat framework yang jelas merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Mulai dari jam kerja, apa saja yang harus dikerjakan, sampai jadwal yang rapi.

Pastikan pula jika kamu ingin mengadakan sebuah meeting untuk mengetahui pertemuan tersebut benar-benar diperlukan atau justru membuang-buang waktu saja. Untuk itu, agar meeting lebih terstruktur dan waktu bekerja lebih optimal, kamu harus membuat agenda yang jelas. Hal ini dilakukan agar bisa meminimalisir terjadinya meeting yang bertele-tele dan melelahkan itu. 

Baca Juga: Untuk Menjaga Perusahaan dari Kerugian, Kenali Proses Manajemen Krisis

Nah, itu dia penjelasan Jobnas.com mengenai berbagai macam tanda yang menunjukkan flow pekerjaan tim secara remote tidak efektif. Kamu dan tim diharapkan bisa bekerja sama secara lebih baik lagi meskipun tidak berada dalam satu atap.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Ghufron Writer
2 tahun yang lalu
Untuk Menjaga Perusahaan dari Kerugian, Kenali Proses Manajemen Krisis

Untuk Menjaga Perusahaan dari Kerugian, Kenali Proses Manajemen Krisis

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com - Manajemen krisis adalah sebuah hal yang harus diimplementasikan untuk menjaga jalannya bisnis bagi sebuah perusahaan. Hal ini disebabkan karena krisis dapat datang kapan saja dan dalam wujud apa saja, termasuk munculnya virus Covid-19 di tahun 2020 lalu.

Tentu dalam berbagai bentuknya, krisis akan berpotensi memperlambat perkembangan bisnis bahkan menghancurkan bisnis itu sendiri. Krisis akan menjadi musuh besar bagi sebuah perusahaan tanpa adanya sebuah manajemen yang baik. Untuk itulah kamu harus memahami tentang manajemen krisis serta bagaimana cara mengatasinya secara efektif. 

Baca Juga: What the Meaning of Email?

Pengertian  Manajemen Krisis

Menurut Hubspot, manajemen krisis adalah proses mempersiapkan dan mengelola krisis yang datang secara tidak terduga dan berpotensi mempengaruhi jalannya bisnis. Langkah ini akan membuat perusahaan dapat mengurangi kerugian atau kerusakan yang terjadi dalam bisnisnya serta berusaha untuk memulihkannya dengan cepat.

Pasti dalam berbagai hal, krisis itu selalu ada. Terutama ketika saat menjalankan bisnis. Mulai dari krisis ekonomi, datangnya pandemi Covid-19, maupun krisis dalam bentuknya yang lain. 

Secara garis besar, dalam mengimplementasikannya kamu harus mengidentifikasi ancaman yang datang, memahaminya, lalu mencari cara untuk mengatasinya dengan efektif. Sebagai contoh, tiba-tiba datang sebuah pandemi Covid-19 yang mempengaruhi jalannya bisnis perusahaan.

Dari situlah, kamu penting untuk mengidentifikasi ancaman dengan baik. Mulai ancaman menurunnya penjualan, kurangnya produksi, atau bahkan kurangnya dana untuk menggaji karyawan. Selain itu, kamu harus memahami ancaman tersebut satu per satu dan mencari cara untuk mengatasinya dengan baik. Oleh karena itu, untuk menjaga relasi antara perusahaan dengan masyarakat sekitarnya, maka menangani krisis secara tepat menjadi suatu hal yang penting untuk dilakukan. 

Langkah-Langkah Manajemen Krisis

Seperti yang telah diketahui bahwa manajemen krisis adalah proses mengelola krisis yang berpotensi mengganggu jalannya bisnis. Menurut Hubspot, pada dasarnya menangani krisis tidak hanya sekadar mengelolanya saja. Tentu ada beberapa langkah yang bisa kamu implementasikan dengan baik : 

1. Pra Krisis

Cara terbaik untuk mengatasi krisis adalah mempersiapkan berbagai macam hal sebelum benar-benar terjadi krisis, atau pra krisis. Oleh karena itu, menyiapkan rencana manajemen bisnis dengan maksimal merupakan hal yang harus kamu lakukan ketika terjadi suatu krisis. Beberapa langkah yang bisa kamu lakukan sebelum krisis yaitu di antara adalah membuat manajemen krisis, membentuk tim khusus, serta mengadakan pelatihan kepada tim dalam menangani krisis. 

2. Respons Krisis

Nah, setelah menyusun rencana dengan baik, kamu dapat merespons krisis yang datang secara tidak terduga dengan penuh percaya diri.

Pada tahapan ini, kamu dapat melakukan proses manajemen krisis melalui rencana-rencana yang telah dibuat sebelumnya.

3. Pasca Krisis

Nah, tugasmu tidak hanya berhenti saat ketika krisis mereda. Setelah itu, kamu juga harus rutin mengadakan evaluasi penanganan krisis dengan meminta feedback kepada orang-orang yang telah bersinggungan denganmu, khususnya dalam ranah bisnis. Baik itu karyawan, pelanggan, stakeholder, dan lain-lain. Manfaatkan mereka untuk diminta pendapatnya terkait pengalaman penanganan krisis di masa sebelumnya, setelah itu ketahui apakah sudah cukup berhasil dalam menstabilkan bisnis atau masih kurang. Sehingga dari situ kamu dapat menyiapkan rencana yang lebih maksimal lagi untuk mengatasi krisis di kemudian hari. 

Tips Melakukan Manajemen Krisis dengan Efektif

Setelah kamu mengetahui terkait pengertian dari manajemen krisis serta langkah-langkah untuk mengimplementasikannya, Jobnas.com akan memberikan beberapa tips untukmu dalam melakukannya supaya dapat berjalan dengan efektif:

1. Bentuk Tim Manajemen Krisis

Membentuk tim terlebih dahulu merupakan tips pertama dalam menjalankan manajemen krisis. Pasalnya, dengan tim khusus perusahaan akan sangat terbantu kalau misalnya terjadi suatu krisis. Jangan lupa pula untuk melakukan pelatihan penanganan krisis agar mereka mendapatkan bekal yang diperlukan setelah membentuk tim manajemen krisis. 

2. Bersikap Konsisten

Menurut RH Strategis,  salah satu hal yang penting dilakukan oleh perusahaan adalah tetap konsisten di masa krisis, terutama konsisten dalam menyampaikan pesan. Kamu bisa mengatur satu platform media sosial yang sering kali didengar oleh audiens, setelah itu sampaikan pesan terkait apa yang terjadi di dalam bisnismu sekarang. Dalam menyampaikan pesan, usahakan disampaikan oleh satu juru bicara agar audiens dapat fokus mengikuti perkembangan bisnismu dengan baik.

3. Tetap Tenang dan Profesional

Sikap tenang dan profesional merupakan hal yang penting dilakukan saat terjadi krisis.  Jangan sampai mengeluarkan pernyataan yang mengakibatkan bisnismu semakin hancur. Hal ini hanya akan menyebabkan audiens merekam pernyataan tersebut dan menyebarkannya di media sosial. Dengan demikian, langkah yang harus kamu lakukan adalah tenangkan pikiran terlebih dahulu, jangan terburu-buru dalam menangani krisis. Selain itu, menjadi profesional sangat penting supaya perusahaanmu dapat keluar dari krisis dengan cepat.

Baca Juga: Apakah SEO Bisa Melakukan Google Autocomplete? Simak Lengkapnya di Sini!

Itulah penjelasan singkat Jobnas.com mengenai manajamen krisis beserta tips dalam menanganinya dengan efektif. Tentu masih banyak informasi yang dapat kamu ketahui terkait dunia bisnis, marketing, hingga dunia kerja dengan membaca artikel-artikel yang tersedia di Jobnas.com. 

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Ghufron Writer
8 bulan yang lalu
Apakah SEO Bisa Melakukan Google Autocomplete Simak Lengkapnya di Sini!

Apakah SEO Bisa Melakukan Google Autocomplete? Simak Lengkapnya di Sini!

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com - Dalam proses SEO ini, kamu bisa menggunakan Google Autocomplete untuk meriset keyword untuk sebuah konten. Selain itu, fitur ini juga tersedia secara gratis dan kamu bisa menggunakannya dengan sangat mudah. Tentu kamu semakin penasaran setelah mengetahui fakta itu. Nah, di artikel ini Jobnas.com akan mendeskripsikan terkait hal tersebut melalui penjelasan di bawah ini.

Pengertian Google Autocomplete

Secara definitif, Google Autocomplete merupakan merupakan fitur milik mesin pencari bernama ‘Google’. Cara kerjanya adalah mencoba “menebak” apa yang sedang ingin kamu cari di internet. Seperti kamu mengetik “din-f”, nah, di tengah-tengah ketikanmu akan muncul saran pencarian. Supaya lebih memahami terkait hal tersebut urutannya.

Lalu, mengapa kamu harus mengetahui fitur ini? Dilansir dari Search Engine Journal, Google Autocomplete bisa dimanfaatkan untuk SEO. Lebih tepatnya, ia bisa dimanfaatkan untuk riset keyword. 

Cara Kerja Google Autocomplete

Tentu kamu harus mengetahui terlebih dahulu terkait cara penggunaan fitur yang satu ini. Nah, dalam konteks ini, menurut Keyword Tool, setidaknya ada 4 cara untuk mengetahui cara kerjanya:

Baca juga: Tingkatkan Penjualan dengan Metode Lead Scoring & Prioritas yang Tepat

1. Lokasi dan Bahasa

Ternyata, tempatmu mencari informasi akan mempengaruhi hasil pencarian. Bahkan, hal ini juga terjadi saat kamu mencari dengan browser dengan fitur Incognito. Selain itu, bahasa yang kamu gunakan juga punya pengaruh, lho. Jika kamu memilih bahasa tertentu, saran dari Google juga akan berbeda.

2. Search History-mu

Ketika Google menyimpan deretan sejarah pencarianmu,  hal ini bisa memicu bias dalam Google Autocomplete. Dengan demikian, hapus dulu semua informasi itu, ya!

3. Topik Tren

Sebelum menggunakan Google Autocomplete untuk SEO, kamu wajib mengetahui kata kunci yang tengah banyak dicari bisa ada di saran Google bagian atas. Jika artikel yang ingin kamu gunakan bersifat evergreen, tentu keyword tersebut kurang tepat. Hal yang sebaliknya berlaku jika kamu tengah merancang konten seasonal.

Baca Juga: Bagaimana Cara Menjadi MC yang Baik? Perhatikan 5 Skill Ini

4. Banyaknya Pencari Keyword

Biasanya, Google juga menaruhnya di bagian atas saran pencarian. Biasanya, Google akan menaruh informasi yang ingin orang ketahui di bagian atas saran pencarian. Ternyata fakta ini membuat Google Autocomplete bisa dimanfaatkan untuk pencarian keyword. 

Ketik saja satu sampai dua kata yang ingin kamu tulis. Google akan memberikan berbagai kata kunci yang banyak digunakan orang.

Yang Tak Mungkin Masuk Autocomplete

Demi menjaga kualitas pencariannya, Google “membuang” beberapa keyword dari sarannya. Hal ini tentu harus kamu ketahui sebelum menggunakan Google Autocomplete untuk SEO. Melansir situs resmi Google hal-hal tersebut, di antaranya adalah:

  • Mengandung unsur pornografi (di luar pencarian fakta medis)
  • Mengandung kegiatan berbahaya
  • Mengandung kebencian pada suku, agama, ras, atau antargolongan
  • Mengandung kekerasan

Tips Memanfaatkan Google Autocomplete untuk SEO

Setelah kamu memahami cara kerja dari Google Autocomplete. Saatnya sekarang membahas implementasinya dalam SEO. Nah, Neil Patel setidaknya memiliki tiga tips untuk melakukannya, yaitu : 

1. Keluar Dari Akun Google

Tentu sudah tidak asing lagi bagi kamu ketika pergi ke Google akan menemukan search history. Nah, ternyata Search History juga bisa mempengaruhi hasil pencarian. Keluar saja dari akunmu, jika kamu tak ingin repot menghapus sejarah ini. Kamu bisa menyalakan fitur Incognito apabila dirasa terlalu repot.  Meskipun demikian, trik ini tidak mengubah pengaruh lokasi.

2. Gunakan VPN

Ingat, tempat pencarian bisa memengaruhi Google Autocomplete. Apalagi audiensmu misalnya ada di belahan dunia. Oleh karena itu, kamu dapat menggunakan VPN sebagai solusi. Jika sasaran kontenmu ada di Korea Selatan, pilih saja lokasi itu sebagai tujuan VPN-mu. Setelah itu, barulah gunakan Google Autocomplete untuk SEO.

3. Sesuaikan Bahasa

Ubah dulu bahasa akunmu ke bahasa audiens. Hal ini disebabkan karena bahasa juga dapat memengaruhi rekomendasi pencarian Google. 

Baca Juga: Yuk, Ketahui 5 Fitur Android 13 yang Berfungsi Meningkatkan Produktifitas Kalian

Itulah informasi dari Jobnas.com mengenai pemanfaatan fitur ini. Bagaimana, apakah kamu tertarik menggunakan Google Autocomplete untuk SEO? Apabila demikian, selamat, kamu selangkah lebih baik daripada kompetitor. Akan tetapi, kamu tetap wajib menerapkan trik content marketing lainnya.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Ghufron Writer
2 tahun yang lalu
Tingkatkan Penjualan dengan Metode Lead Scoring & Prioritas yang Tepat

Tingkatkan Penjualan dengan Metode Lead Scoring & Prioritas yang Tepat

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com - Sekitar 75 % diperkirakan lead tidak terkonversi menjadi penjualan atau pelanggan. Melalui lead scoring setidaknya menjadi salah satu cara untuk melancarkan sales dan marketing. Untuk meningkatkan konversi lead menjadi pelanggan, tak jarang para marketer menggunakan metode semacam ini. 

Nah, jika kamu ingin mencobanya, Jobnas.com akan menjelaskan bagaimana metode lead scoring itu. Yuk, simak selengkapnya ! 

Pengertian Lead Scoring

Metode lead scoring merupakan suatu metode yang seringkali dilakukan dalam bidang sales dan marketing. Dalam metode ini, terdapat aktivitas pemberian nilai atau ranking untuk menentukan seberapa tertarik seorang lead terhadap bisnismu. Selain itu, pemberian nilai pada lead juga menunjukkan posisi mereka saat ini di buying cycle ataupun sales funnel.

Baca Juga: 5 Tips Membuat Instagram Live yang Menarik Banyak Followers

Ada berbagai cara untuk melakukan penilaian terhadap prioritas lead ini. Mulai dari memberikan nilai maupun ranking dengan huruf seperti A, B, C, D hingga dengan mengelompokkan para lead ke dalam kelompok hot (panas; cepat melakukan pembelian), warm (hangat), atau cold (proses menuju pembelian lama).

Dikutip dari HubSpot,  untuk memprioritaskan lead proses ini harus dilakukan, merespons pada mereka dengan sesuai, dan meningkatkan jumlah lead yang menjadi pelanggan.

Secara sederhana, untuk mengetahui prospek manakah yang layak diusahakan agar bisa menjadi pelanggan dan mana yang tidak berdasarkan tingkat ketertarikan dan kecocokan mereka dengan produkmu kita bisa melakukan cara ini.

Manfaat Lead Scoring

Setelah mengetahui definisi lead di atas, tentu kamu harus memahami terkait manfaat lead scoring ini. Pasalnya, lead scoring adalah strategi marketing yang bisa merubah bisnis menjadi lebih efektif. Dengan memberikan penilaian terhadap lead, kerja sama antar tim dalam perusahaan bisa lebih teratur. 

Beberapa keuntungan lainnya dari penerapan strategi ini yaitu :

1. Marketing Campaign yang Lebih Efektif

Manfaat lead scoring yang pertama adalah membuat kita bisa mengetahui campaign dan kanal apa yang sebetulnya dapat menghasilkan lead paling berkualitas. Untuk menyusun strategi marketing yang lebih tepat dan terarah, pengetahuan seperti ini dapat digunakan. Hal ini disebabkan karena untuk mendapatkan lead-lead yang lebih baik lagi di waktu yang akan datang.

2. Sinkronisasi Sales dan Marketing

Kerjasama antar departemen marketing dan sales dapat menjadi kurang apik, tanpa melakukan strategi penilaian lead ini. Pada akhirnya proses kerja akan menjadi rumit dan menghasilkan performa yang kurang baik pula ketika kekompakkan itu perlahan mulai tereduksi. Selain itu, ketika kamu menggunakan metode lead scoring setidaknya hal ini akan membantumu memiliki keyakinan bahwa setiap lead yang diinformasikan oleh marketing pada sales adalah lead yang berkualitas baik dan akan mampu dikonversi menjadi pelanggan.

3. Peningkatan Keuntungan

Manfaat lead scoring yang terakhir adalah memudahkan sebuah tim menentukan memprioritaskan mana lead yang paling penting untuk di-follow-up. Hal ini mampu terbukti ampuh untuk meningkatkan keuntungan secara signifikan. Seperti dilansir dari Zoominfo, 35%-50% sales diperoleh para vendor yang merespons paling pertama.

Jenis-Jenis Lead Scoring

Setelah mengetahui berbagai macam manfaatnya, tentunya kamu semakin penasaran terhadap jenis-jenis dari lead scoring ini. Nah, setidaknya ada beberapa jenis atau model lead scoring yang harus kamu ketahui. Model-model ini dikelompokkan berdasarkan data yang dikumpulkan dari para lead.

1. Informasi Demografis

Menggunakan informasi demografis tertentu biasanya sering digunakan dalam lead scoring model ini. Seperti halnya, jika bisnismu hanya menjual pada pegawai kantor saja, berikan pertanyaan pada lead-lead-mu di landing page untuk mengetahui seberapa cocok orang yang datang dengan target audiens yang sudah ditentukan.

2. Informasi Perusahaan

Kamu bisa menggunakan lead scoring model company information untuk mencari mana lead yang cocok dengan bisnismu, jika bisnismu adalah organisasi B2B.

3. Online Behavior

Untuk mengetahui ketertarikan lead terhadap produk yang kamu tawarkan bisa dilihat dari cara mereka berinteraksi dengan situsmu. Kamu bisa menggunakan cara dengan melacak apa saja yang mereka download, berapa banyak, dan laman-laman apa saja yang dikunjungi saat berselancar di web yang bisnismu punya.

4. Email Engagement

Salah satu alternatif yang juga dapat kamu pilih adalah lead scoring berdasarkan informasi email engagement. Kamu mesti melacak open rate dan click through rate untuk mendapatkan data yang diinginkan. Hal ini pada muaranya membuatmu akan mengetahui tingkat ketertarikan lead yang ada. Hanya dengan cara seperti ini, tim marketing dan sales bisa berfokus pada lead-lead yang tampaknya paling tertarik.

5. Social Engagement

Model social engagement juga merupakan jenis lead scoring yang bisa mengetahui tingkat ketertarikan pelanggan. Lead scoring model ini adalah metode yang memanfaatkan data dari media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan lain-lain.

Baca Juga: Data Migration dan 5 Strategi untuk Mempersiapkannya

Kamu bisa melacak berapa kali mereka mengklik post yang dibuat dan berapa kali mereka membagikannya. Nilai tertinggi tentunya diberikan pada lead yang aktif berinteraksi dengan media sosialmu dan mereka dapat diprioritaskan agar menjadi pelanggan.

Itulah pemaparan Jobnas.com mengenai metode lead scoring untuk marketing dan sales yang lebih sukses. Nah, meskipun terbilang sederhana, dampaknya bisa cukup besar bagi operasi bisnismu, lho. Jadi, catat dan cobalah jika belum, ya!

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Ghufron Writer
2 tahun yang lalu
Data Migration dan 5 Strategi untuk Mempersiapkannya

Data Migration dan 5 Strategi untuk Mempersiapkannya

Batas Melamar Pekerjaan ini Technology

Jobnas.com - Big data menjadi salah satu hal terpenting bagi bisnis di era modern ini. Hal ini dikarenakan proses data integration dan data migration merupakan dua hal yang mesti dilakukan dengan baik. Nah, data integration merupakan tahapan pertama dalam proses pengolahan data. Sesuai namanya, dalam tahapan ini dilakukan proses penggabungan data dari berbagai sumber.

Setelah digabungkan, data pun dipindahkan ke lokasi penyimpanan baru, yang membutuhkan tahapan data migration dengan rencana mata. Nah, apa saja yang perlu diperhatikan dalam salah satu proses penting ini? Yuk simak penjelasan Jobnas.com.

Pengertian Data Migration

Menurut IBM data migration adalah proses mentransfer data dari satu sistem penyimpanan ke yang lainnya. Perusahaan perlu melakukan data migration ketika mereka hendak mengganti server atau perangkat penyimpanan data. Selain itu, alasan lain mengapa dilakukannya data migration adalah untuk merombak sistem dan meng-upgrade database menjadi lebih canggih.

Untuk saat ini, data migration biasanya dilakukan saat perusahaan ingin berpindah dari aplikasi lokal penyimpanan data menjadi aplikasi berbasis cloud. Kamu tetap memerlukan rencana yang jelas agar metode yang dilakukan bisa berjalan dengan aman apapu alasan untuk melakukan data migration. Selain itu, biaya untuk melakukan proses migrasi data juga perlu dipertimbangkan agar bisa lebih hemat dan efisien.

Beberapa tahapan akan dilibatkan dalam proses ETL atau extract/transform/load seperti transformasi dan pemuatan data. Jadi, data yang diekstrak harus melalui serangkaian persiapan dan baru akan dimuat ke lokasi penyimpanan yang baru.

Jenis-Jenis Data Migration

Kamu perlu mengetahui juga apa saja jenis-jenis data migration setelah mengetahui definisinya. Menurut NetApp, berikut ini beberapa jenis data migration di antaranya adalah:

Storage Migration

Migrasi penyimpanan atau storage migration merupakan jenis data migration yang pertama. Dalam jenis ini data akan dipindahkan dari tempat penyimpanan yang lama ke tempat penyimpanan baru yang lebih canggih. Pada umumnya, perusahaan akan melakukan jenis migrasi data yang satu ini karena ingin pusat datanya bisa diakses lebih cepat dan tentunya lebih aman. Di samping itu, data yang disimpan juga akan lebih mudah dicadangkan saat terjadi suatu masalah.

Cloud Migration

Secara definitif, Cloud migration adalah pemindahan data, aplikasi, atau elemen bisnis lainnya dari pusat data lokal ke database yang berbasis cloud. Ketika data sudah disimpan dalam suatu cloud dan ingin dipindahkan ke cloud yang lain, rupanya juga tetap menjadi bagian dari jenis yang satu ini.

Application Migration

Dalam jenis data migration ini terjadi proses pemindahan program aplikasi dari satu lingkungan database ke yang lainnya.

Jadi, bisa termasuk pemindahan seluruh aplikasi dari pusat penyimpanan lokal ke cloud, perpindahan antar cloud, atau pemindahan aplikasi data ke bentuk baru lainnya.

Strategi Data Migration

Hal yang terpenting dari data migration adalah harus direncanakan dengan baik. Jika perencanaannya kurang baik, tentu saja bisa menyebabkan kerugian seperti kehilangan beberapa bagian data yang diperlukan.

Baca Juga: 6 Tips Membuat Executive Summary atau Ringkasan Eksekutif

Menurut Talend, berikut ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat strategi data migration, yaitu :

1. Pahami Data yang Akan Dipindahkan

Perusahaan harus paham terlebih dahulu apa sebenarnya data yang perlu dipindahkan sebelum melakukan data migration. Di samping itu, perusahaan juga harus mengoreksi apakah semua data tersebut memang layak dipindahkan atau ada yang perlu dibuang. Semua hal itu harus dipahami terlebih dahulu sebelum melakukan proses yang satu ini. Tentu saja hal itu akan membuang waktu jika tidak paham apa tujuan dari dipindahkannya data.

2. Membuat Rencana Proses Migrasi Data

Membuat rancangan proses pemindahan data merupakan tahapan selanjutnya dalam melakukan strategi data migration. Dalam konteks ini, ada beberapa aspek yang harus dipikirkan. Seperti jumlah data yang akan dipindahkan serta model kapasitas penyimpanan data tujuan dan jadwal pemindahannya. 

Nah, segi keamanan dari data sangat penting dipertimbangkan selama proses perencanaan. Pasalnya, keamanan setiap data harus tetap dilindungi selama proses pemindahan.

3. Persiapkan solusi yang diperlukan

Selain merencanakan proses pemindahan data dengan detail, ada beberapa hal lain yang perlu dipersiapkan seperti solusi saat terjadinya masalah.

Misalnya, perusahaan ingin memindahkan data yang bervolume sangat besar, sebaiknya persiapkan cara yang tepat agar tidak ada kesalahan yang terjadi. 

Salah satu caranya yaitu dengan memecah data dengan membuat beberapa bagian kecilnya terlebih dahulu.

4. Lakukan uji coba

Proses uji coba merupakan hal yang sangat penting dilakukan setelah membuat rencana proses pemindahan data. Dalam konteks ini, yang terpenting adalah menguji rencana data migration dan memastikan semua berjalan dengan baik sesuai dengan rencana awal. 

5. Audit

Dalam hal ini, untuk memastikan kelancaran proses pemindahan data, audit menjadi penting untuk dilakukan. Oleh karena itu, tidak mudah memang melakukan audit. Hal ini dikarenakan ketika melakukan suatu audit harus membutuhkan strategi yang tepat dan ketelitian agar data tetap aman saat dipindahkan. Kamu harus hati-hati dalam melakukan proses ini. Selain itu, jumlah data, pusat penyimpanan data yang baru, hingga para stakeholder-nya harus diperhatikan baik-baik pula. 

Baca Juga: 5 Tools yang Bantu Maksimalkan Konten & SEO Tingkatkan Traffic Website

Itulah penjelasan Jobnas.com mengenai Big Data Migration yang perlu kamu ketahui. Jika kamu tertarik dengan hal ini, informasi seputar big data seperti data migration adalah hal yang penting untuk diketahui. 

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
1 26 27 28 29 30 62

"Setiap pekerjaan yang dilakukan dengan hati, akan kembali menjadi rejeki yang berarti."