Contextual Marketing: Strategi Pemasaran yang Murah dan Mujarab

Contextual Marketing Strategi Pemasaran yang Murah dan Mujarab

Jobnas.com – Ketika kamu mencari sebuah barang melalui Google, tiba-tiba semua iklan digitalmu menampilkan barang yang ingin kamu cari tersebut. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi ? Contextual Marketing adalah jawabannya. Strategi inilah yang membuat perusahaan bisa menekan biaya pemasaran. Alih-alih gagal total, tujuan mereka malah tercapai. 

Baca Juga: 5 Tips Membuat Instagram Live yang Menarik Banyak Followers

Di artikel ini, Jobnas.com akan mendeskripsikan terkait Contextual Marketing yang perlu kamu kenali. Yuk, simak selengkapnya !

Pengertian Contextual Marketing

Angga sedang mencari parfum di e-commerce. Namun, ia belum menemukan produk yang kurang tepat. Tak lama kemudian, ia memutuskan untuk mengalihkan perhatiannya terlebih dahulu. Angga pun memutuskan untuk membaca sebuah artikel informatif di media online. Seiring dengan hal tersebut, ia tersentak.  Pasalnya, ada banyak iklan parfum di sana.

Padahal, tidak  ada yang memberitahu siapa pun soal pencarian e-commerce-nya. Entah bagaimana, iklan tersebut bisa sangat sesuai dengan apa yang tengah ia cari-cari. Nah, kenapa hal yang demikian mesti terjadi ? Contextual Marketing adalah jawaban yang tepat. Menurut, New Breed Marketing, pada dasarnya jenis pemasaran ini berorientasi mengikuti keadaan audiens.  

Bagaimana perilaku mereka? Seperti apa kondisi mereka sekarang? Kapan audiens mengakses sebuah informasi?. Nah, iklan sendiri adalah satu dari banyak penerapan contextual marketing. Menurut Harvard Business Review, masih ada contoh lainnya. Dalam laporan tersebut, digambarkan contoh campaign milik perusahaan FCMG, Johnson & Johnson. Lebih spesifik lagi, milik salah satu merek perawatan kulit mereka, Clean & Clear.

Clean & Clear punya target pasar remaja perempuan. Kaum muda ini punya kebiasaan mengobrol secara online seperti kebanyakan. Melalui peluang inilah Clean & Clear masuk. Jadi, mereka memiliki program kartu pos. Dalam konteks ini, kartu pos tidak sembarangan dibuat. Pasalnya, melalui kartu pos inilah kamu akan mendapatkan analisis kulit dan mendapat sampel produk. Campaign ini disesuaikan dengan konteks audiens. Ia tidak asal-asalan dibuat. Ini merupakan salah satu alasan di balik suksesnya strategi ini.

Pentingnya Contextual Marketing

Setelah kamu menilik contoh pengaplikasiannya dan suksesnya pemasaran kontekstual. Kamu juga perlu memahami pentingnya strategi contextual marketing ini. Menurut Marketing Insider Group, inilah alasannya kenapa kamu harus memilih strategi tersebut:

1. Hemat Biaya

Kamu tak perlu banyak mengeluarkan uang dengan pemasaran kontekstual. Akan tetapi, data menjadi sangat penting. Melalui data, kamu dapat mengetahui audiens. Hal inilah yang membuat kamu mudah menciptakan konteks dengan presisi. Kamu bisa membuat buyer pesona sebagai alat bantu. CRM juga bisa menolongmu memahami audiens.

2. Pengalaman dan Kepuasan Pelanggan

Setiap orang pasti senang saat menemukan solusi dari masalah. Apalagi bagi pelanggan, tentu mereka menyukai hal tersebut. Contextual Marketing dapat memberikan jalan keluar bagi masalah audiens. Jadi mereka tidak perlu lama-lama, mereka akan langsung mendapatkan solusinya. 

3. Customer Engagement

Harvard Business Review telah memberikan contoh soal campaign. Dalam contoh tersebut, pelanggan ikut mempromosikan produk. Ini merupakan salah satu kelebihan pemasaran kontekstual. Melaluinya, hubungan relasional antara kamu dan audiens bisa tercipta. Dengan begitu, kamu mendapat promosi gratis dari mereka.

4. Peluang Penjualan Produk

Conversion rate juga akan meninggi, lewat pemasaran kontekstual. Hal ini disebabkan karena iklan disesuaikan dengan keadaan audiens. Tentu hal ini terbilang lebih efektif dari pada hanya sekadar marketing biasa. 

Pro dan Kontra Soal Contextual Marketing

Meski pemasaran kontekstual memiliki berbagai macam kelebihan, kamu harus tetap berhati-hati. Hal ini disebabkan karena contextual marketing adalah strategi yang cukup sensitif. Oleh karenanya tidak semua orang menyukainya. 

Kita kembali ke cerita Angga. Saat harus membuat iklan yang sesuai dengannya, kamu membutuhkan data soal Angga. Lalu, produk apa yang baru ia lihat di e-commerce? Lewat mana iklan bisa dipasang?. Banyak orang yang kurang setuju terhadap penggunaan data ini. Bagi mereka, ini dianggap melanggar privasi. Sehingga dari sinilah kemudian strategi ini banyak memicu pro-kontra. 

Baca Juga: Pertimbangan Membuat Studi Kasus Untuk Marketing

Demikian informasi dari Jobnas.com tentang pemasaran kontekstual. Jangan lupakan trik murah namun mujarab ini, ya! Masih ada banyak strategi dalam dunia marketing, lho. Semua wajib kamu pahami demi kesuksesan perusahaan dengan membaca artikel-artikel serupa di Jobnas.com. 

0
10