Blog Jobnas
Halaman artikel blog terbaru di Jobnas.com.Penerapan Golden Circle dalam Bisnis
Jobnas.com-Suatu bisnis akan membutuhkan the golden circle dalam menjalani strategi dan membedakan diri dari kompetitor. Dilansir dari FourWeekMBA, teori ini digunakan untuk membantu bisnis mengidentifikasi tujuan mereka dan mengomunikasikannya kepada konsumen. Lantas, apa sih sebenarnya golden circle itu ? Yuk, simak penjelasan Jobnas.com berikut ini !
Pengertian Golden Circle
Secara definitif, golden circle merupakan teknik yang digunakan untuk mencari tujuan dari suatu bisnis maupun brand. Di samping itu, golden circle juga bisa digunakan untuk mencari tujuan dan motivasi pribadi.
Baca Juga: Inilah Perbedaan antara Remarketing vs Retargeting!
Dalam bisnis, golden circle akan membantu kamu untuk menemukan keinginan konsumen juga manfaat dan nilai yang kamu tawarkan. Golden circle dideskripsikan dengan 3 lingkaran terfokus, dengan masing-masing lingkaran menggambarkan aspek tertentu dari diferensiasi pasar.
3 Pilar Golden Circle
Dikutip dari HMS, terdapat 3 pilar dalam golden circle yang perlu dipahami antara lain:
-What we do (apa yang kami lakukan): what dalam golden circle merujuk terhadap suatu produk maupun layanan yang ditawarkan oleh sebuah bisnis. Hal ini meliputi apa saja yang diproduksi oleh perusahaan.
-How we do (bagaimana kami melakukannya): how dalam golden circle adalah bagaimana tahapan sebuah bisnis membuat produk atau layanan yang sesuai dengan pasar dan konsumen.
-Why we do (kenapa kami melakukannya): why merupakan pilar utama dari golden circle, di mana pilar ini menjelaskan tujuan, sebab, dan kepercayaan yang ada pada sebuah bisnis. Ini juga menjadi alasan mengapa sebuah bisnis hadir, di samping untuk mendapatkan keuntungan.
Simon Sinek dalam bukunya yang bertajuk Start With Why: How Great Leaders Inspire Everyone to Take Action, menyatakan bahwa banyak yang memulai bisnis dengan membuat produk dulu, baru kemudian menentukan tujuannya. Meski begitu, bagi Simon akan lebih baik untuk menentukan tujuan atau “why” terlebih dahulu dalam suatu bisnis.
Setelahnya bisa menentukan aspek “how” dan “what” dari pembuatan produk. Saat kamu memulai bisnis dengan mengidentifikasi tujuannya terlebih dahulu, ini akan memberi dorongan pada konsumen untuk mendukung tujuan brand. Oleh karena itu, bisnis akan otomatis mendapatkan kepercayaan dan loyalitas dari konsumen.
Golden Circle dalam Perkembangan Bisnis dan Marketing
Golden circle akan membantu proses dan praktik marketing serta perkembangan bisnis sebuah brand berdasarkan karakteristiknya. Berikut ini merupakan contoh implementasi golden circle pada marketing yang perlu diketahui:
1. Brand Mission (why)
Misi sebuah brand menjelaskan alasan mengapa brand tersebut hadir. Hal yang tak boleh dilupakan adalah bahwa dalam brand mission tidak termasuk memperhitungkan finansial dan keuntungan secara umum.
Baca Juga: Mau tau Cara Jualan di Tiktok? Berikut 6 Strategi Marketing yang Efektif Jangkau Pelanggan Tiktok
Secara lebih personal, brand mission harus dirancang dengan baik dan positif untuk sebuah brand dan bisnis yang ingin terhubung dengan konsumennya. Brand mission dapat berupa penyelesaian masalah dan/atau isu yang dialami oleh konsumen secara luas.
2. Brand Character (how)
Selanjutnya kamu harus fokus pada kebiasaan konsumen ketika tujuan dan misi sebuah bisnis sudah ditentukan. Kebiasaan dan strategi suatu brand dikembangkan harus searah dengan tujuan yang akan dicapai agar supaya lebih efektif. Brand dengan misi dan tujuan yang searah sama strategi serta kebiasaannya akan terkesan lebih autentik juga membawa aura positif.
3. Brand Identity (what)
Identitas suatu brand merupakan sebuah bentuk fisik dari misi dan karakter yang ingin dibawa perusahaan. Identitas brand meliputi produk, pelayanan, juga logo perusahaan serta elemen visual lainnya yang merepresentasikan perusahaan.
Baca Juga: Tingkatkan Popularitas Situsmu dengan Guest Blogging, Strategi Menulis di Situs Lain
Itulah penjelasan Jobnas.com mengenai golden circle yang perlu kamu ketahui. Hal yang tak boleh dilupakan adalah bahwa konsep golden circle merupakan salah satu yang mendeskripsikan bagaimana sebuah bisnis dapat menyediakan value yang maksimal bagi konsumen. Karena berkaitan dengan pesan dan cerita di balik adanya sebuah brand, golden circle sangat berguna untuk branding dan mengembangkan suatu bisnis.
Baca SelengkapnyaIngin Tahu Cara Media Menguak Fakta-Fakta Penting? Yuk, Kenalan dengan Jurnalisme Investigasi !
Jobnas.com - Tentu saja hampir setiap hari kamu menyimak berita-berita yang mengejutkan. Di balik itu semua, terdapat ahli jurnalisme investigasi yang berhasil merangkai narasinya. Demi menguak informasi akurat dan penting, jurnalisme investigasi seringkali digunakan oleh para jurnalis.
Sebab itulah, ilmu dan teori metode jurnalisme tersebut sifatnya penting dan harus terus diberdayakan oleh para pewarta. Melalui artikel ini, Jobnas.com akan mendeskripsikan tetek-bengek jurnalisme investigasi khusus untuk kamu. Yuk, simak selengkapnya dalam rangkuman berikuti ini!
Berkenalan Jurnalisme Investigasi
Sebelum kamu mengetahui lebih lanjut tentang manfaat dan cara penulisannya, kita harus terlebih dahulu membahas arti metode jurnalisme tersebut. Tidak jarang orang menganggap bahwa jurnalisme hanyalah cara-cara melaporkan berita sehari-hari. Padahal, anggapan seperti itu tidak memiliki relevansi dengan hakikat dan fungsi jurnalisme investigasi.
Menurut UNESCO, jurnalisme investigasi atau investigative journalism, merupakan teknik riset jurnalistik yang ditujukan untuk mengungkapkan fakta-fakta tersembunyi. Fakta-fakta ini bisa disembunyikan baik secara sengaja oleh seseorang yang memiliki kuasa, atau secara tidak sengaja.
Metode analisis ini dapat menjadi sarana untuk menguak fakta yang relevan kepada masyarakat di balik tumpukan kebenaran dan keadaan yang tidak pasti.
Dengan demikian, sejak awal masa penggunaannya, investigative journalism telah banyak berkontribusi pada kebebasan berekspresi dan perkembangan media. Biasanya, daripada jurnalisme konvensional, investigative journalism terjadi dalam skala yang jauh lebih besar.
Baca Juga: Lakukan Optimasi Website ini Agar Tembus Page One Google
Untuk menghasilkan sebuah cerita, para reporter dan editor investigasi kerap kali membutuhkan waktu selama berbulan-bulan lamanya. Pada hakikatnya, investigative journalism dan jurnalisme konvensional yang membedakan adalah fokusnya yang ditekankan pada satu topik, seperti kejahatan yang bisa merugikan publik.
Metode Riset dan Penulisan Jurnalisme Investigasi
Pada intinya, jurnalisme investigasi melibatkan berbagai pengumpulan, verifikasi dan penilaian data. Meski demikian, seperti yang sudah disinggung sebelumnya, proses kerjanya terjadi dalam skala yang lebih besar daripada jurnalisme konvensional.
Fase penelitian bisa berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun lamanya. Hal ini disebabkan karena investigative journalism akan mendorong fokus jurnalis pada satu topik tertentu, umumnya yang merugikan masyarakat. Dengan melihat teori yang berbeda, lantas seperti apa metode riset dan penulisan terkait jurnalisme investigasi? Dilansir dari Masterclass, berikut penjelasannya:
1. Temukan Cerita
Sebaiknya reporter menemukan cerita atau informasi yang dapat menguntungkan publik terlebih dahulu sebelum mulai menulis. Biasanya, jenis-jenis fakta yang akan digali oleh jurnalis investigasi adalah informasi mengenai penyalahgunaan kekuasaan atau materi. Namun, terkadang, berita-berita tersembunyi yang tak banyak diketahui publik juga dapat menjadi pilihan.
Baca Juga: SEO Audit, Optimalkan Kinerja Website di Halaman Pencarian
2. Memburu Dokumen
Menemukan dokumen pendukung merupakan hal berikutnya yang perlu dilakukan selama melakukan riset jurnalisme investigasi. Hal ini sifatnya cukup penting, yaitu untuk membuat hasil analisismu lebih valid dan terpercaya. Sebagai tips, kamu bisa minta dukungan pihak berwenang untuk informasi atau dokumentasi tersebut.
3. Wawancara Narasumber
Berikutnya, dalam investigative journalism, jurnalis wajib menemukan narasumber yang dapat mendukung narasi mereka. Dengan demikian, tidak boleh sembarangan dalam mewawancarai narasumber. Mereka perlu memiliki pengetahuan serta bukti-bukti yang aktual, seperti seorang saksi mata atau bahkan pelaku kejahatan. Di samping itu, jurnalis juga harus menyediakan pertanyaan yang tidak subjektif dan dapat membantu mereka dalam menggali informasi.
4. Menulis Naskah
Menurut Reuters Agency, jurnalis perlu menulis naskah mereka setiap harinya. Hal ini dikarenakan jurnalisme investigasi akan memakan waktu yang lama. Pasalnya, dengan menulis setiap hari, jurnalis dapat mengulas fakta yang telah mereka muat di dalam naskah. Menulis dengan rutin juga dapat membantu mereka dalam membuat struktur cerita yang lebih matang dan rapi.
Pentingnya Jurnalisme Investigasi
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, jurnalisme investigasi bisa menjadi sarana untuk menguak kebenaran yang tersembunyi. Meski begitu, metode jurnalisme ini mempunyai segudang manfaat lainnya yang dapat menguntungkan masyarakat.
Lalu, seperti apa, sih, manfaat yang ditawarkan oleh investigative journalism? Sesuai ujaran Free Press Unlimited, berikut penjelasannya:
- Memberdayakan hak untuk berpendapat
- Dapat mengungkapkan kegiatan yang merugikan masyarakatM
- Mendorong masyarakat untuk berdiskusi dengan fakta dan bukan opini
- Memberikan transparansi akan aktivitas orang-orang yang memiliki wewenang
Baca Juga: Dampak Perppu Cipta Kerja bagi Pekerja
Demikianlah penjelasan Jobnas.com mengenai jurnalisme investigasi yang perlu kamu ketahui. Intinya, metode jurnalisme ini memiliki signifikansi dalam memberdayakan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, teori investigative journalism harus tetap dipelajari oleh para pegiat media, khususnya dalam era modern ini di mana banyak hoaks bertebaran.
Baca SelengkapnyaKetahui Persentase Kepuasan Penonton dengan Audience Retention
Jobnas.com - Dewasa ini, semakin banyak content creator orang berlomba-lomba untuk mendapat penghasilan dengan membuat konten di YouTube. Namun, masih banyak dari mereka yang tidak memperhatikan audience retention atau retensi penonton yang merupakan salah satu metrik di dalamnya.
Dari sekian banyaknya metrik yang terdapat di YouTube Analytics, audience retention menjadi salah satu hal yang penting untuk diperhatikan.
Sebab, metrik yang satu ini akan menentukan kualitas kontenmu di mata audiens.
Nah, artikel ini akan membahas seputar audience retention mulai dari pengertiannya hingga cara meningkatkan retensi itu sendiri.
Apa Itu Audience Retention?
Dilansir dari Hubspot, audience retention adalah metrik YouTube Analytics yang menunjukkan persentase penonton yang melihat dan meninggalkan konten videomu dalam setiap momen.
Metrik ini sangat penting untuk diperhatikan jika ingin mendapatkan peringkat tertinggi di searcing page YouTube.
Sebagaimana yang dilansir dari Views Reviews, alasan mengapa metrik ini penting adalah karena memberikan gambaran statistik mengenai seberapa besar penonton menikmati videomu.
Sebab, jika persentase retensi penontonnya tinggi menjadi indikasi bahwa videonya diminati oleh penonton.
Semakin tinggi retensi penontonya, maka semakin sering video tersebut akan direkomendasikan oleh youtube.
Sebagai contoh, kamu meng-upload video dengan durasi 20 menit. Rata-rata penonton hanya melihatnya dalam durasi 5 menit.
Dengan demikian, perhitungan tingkat retensi pada video tersebut adalah 25%.
Nah, dari situ kamu dapat mengevaluasinya agar bisa menyajikan konten yang lebih baik kedapannya.
Untuk melihat metrik ini, kamu bisa langsung menuju ke aplikasi YouTube Studio atau di desktop, klik video yang kamu periksa lalu klik di menu “Interaksi”.
Faktor Naik dan Turunnya Audience Retention
Untuk meningkatkan audience retention, kita harus tahu terlebih dahulu faktor apa saja yang menyebabkan tingkat retensi menjadi naik atau turun.
Berikut ini yang harus diperhatikan oleh YouTuber, content creator, maupun marketer saat membuat konten di YouTube:
1. Struktur video
Pada saat proses pembuatan video, kamu harus mengatur alur video dengan matang dari awal hingga akhir beserta isi naskah yang sekiranya tidak monoton.
Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kebosanan penonton yang muncul di awal atau bahkan pertengahan video.
Nah, oleh karena itu struktur video harus dibuat dengan rapi.
Misalnya, di awal disajikan intro video dengan pembukaan yang tidak terlalu panjang. Lalu, di pertengahan dan selanjutnya baru masuk ke inti videonya.
Intro video harus dibuat semenarik mungkin. Jangan terlalu panjang dan bertele-tele. Sebab, penonton terkadang sudah merasa bosan di awal video karena intronya terlalu panjang, terlebih lagi apalagi kontennya adalah konten tutorial.
2. Alat-alat produksi video
Jika ingin membuat konten yang berkualitas dan memanjakan penonton, jangan ragu untuk berinvestasi pada alat-alat produksi video.
Dengan meng-upgrade alat seperti kamera, mic, lighting, dan lain-lain, otomatis kualitas videomu akan bagus dan suara yang dihasilkan akan terdengar jernih.
Hal itu akan membuat penonton semakin puas untuk melihat videomu dan berpotensi menurunkan tingkat audience retention yang rendah.
3. Durasi video
Durasi video sebenarnya bergantung pada struktur video yang telah kamu buat.
Jika strukturnya sudah jelas dari awal hingga akhir, tampaknya tidak masalah apabila durasinya lama. Catatannya struktur video tersebut harus memiliki tujuan yang jelas dan terarah.
Cara Meningkatkan Audience Retention
Jika kamu sudah tahu faktor apa saja yang berpotensi menimbulkan tingkat retensi menjadi naik atau turun, maka selanjutnya kamu harus mempelajari cara untuk meningkatkannya.
Nah, secara umum, ada dua yang bisa dilakukan, yaitu:
1. Rutin analisis
Manfaatkan tool YouTube Analytics sebaik mungkin untuk dijadikan sebagai bahan evaluasi.
Kunjungi dashboard YouTube Studio dan pilih Analytics. Di sana, kamu bisa melihat persentase audience retention dari setiap video.
Dilansir dari Views Reviews, rata-rata rasio retensi relatif tinggi berada di angka 50% ke atas.
Nah, cari tahu mana videomu yang memiliki tingkat retensi rendah. Setelah ketemu, pelajari kira-kira bagian mana dari video tersebut yang membuat penonton merasa bosan.
Dari situ, kamu bisa tahu mana yang perlu diperbaiki, dipertahankan, atau ditingkatkan agar videomu lebih berkualitas ke depannya.
Selain itu, cari juga video dengan tingkat retensi yang tinggi. Pelajari kira-kira apa yang membuat penonton sampai betah menonton videomu.
2. Riset keyword
Sama seperti halnya membuat postingan di blog, kamu juga perlu melakukan riset keyword saat ingin memproduksi konten di YouTube.
Sebab, menggunakan keyword yang tepat dan banyak dicari oleh orang, otomatis videomu akan sering direkomendasikan oleh YouTube.
Jika rekomendasi youtubenya tinggi, besar kemungkinan videomu akan ditonton oleh banyak orang.
Jika videomu adalah tutorial dan berhasil memberikan solusi dari masalah yang sedang dihadapi oleh penonton, ia akan terus melirik channelmu, bahkan bisa langsung berlangganan dengan men-subscribe.
Secara tidak langsung, ini akan meningkatkan audience retention sekaligus menambah jumlah viewers dan subscribers.
Pada dasarnya, membuat konten video di YouTube tidak hanya sekadar memproduksinya lalu di-upload begitu saja.
Kamu juga harus melakukan analisis lebih mendalam agar channel-mu semakin berkembang dan disukai oleh banyak orang.
Baca SelengkapnyaRekomendasi 10 Chrome Extensions Gratis, Optimalkan SEO Situsmu
Jobnas.com - Untuk membantu meningkatkan search engine optimization atau SEO, Google Chrome menawarkan banyak extension yang sangat membantu pekerjaan penggunanya.
Extension tersebut berbayar khususnya yang dengan fitur yang sangat lengkap. Namun, ada banyak extension yang terbilang lengkap dan bisa kamu manfaatkan secara gratis untuk mengetahui ranking sebuah situs, mencari keyword, memaksimalkan on-page SEO, dan lain sebagainya.
Berikut 10 rekomendasi chrome extension SEO gratis yang dibagi berdasarkan fungsinya, antara lain:
Rank Checking
Dalam dunia pemasaran online, peringkat atau ranking situs web di mesin pencari seperti Google memiliki peranan yang sangat penting. Semakin tinggi peringkat situs web Anda dalam hasil pencarian, semakin besar kemungkinan situs Anda ditemukan oleh calon pelanggan.
Melakukan rank checking atau memeriksa peringkat situs web Anda secara teratur adalah langkah yang krusial dalam strategi pemasaran online Anda.
Apa itu Rank Checking?
Rank checking adalah proses memeriksa posisi situs web Anda dalam hasil pencarian mesin pencari untuk kata kunci tertentu. Ini melibatkan memeriksa apakah situs web Anda muncul di halaman pertama, kedua, atau lebih dalam dalam hasil pencarian untuk kata kunci yang relevan dengan bisnis atau industri Anda.
Rank checking juga dapat melibatkan pemantauan perubahan dalam peringkat situs web Anda dari waktu ke waktu.
1. SEO Search Simulator by Nightwatch
SEO Search Simulator adalah chrome extension yang bisa memeriksa apakah URL-mu sudah masuk di 100 peringkat teratas Google.
Tools ini sangat berguna untuk melihat peringkat URL di berbagai belahan dunia sekaligus. Selain itu, kamu juga bisa melihat peringkat situs kompetitor.
2. SERPTrends SEO Extension
Jika ingin melihat dinamika situs di SERP Google, Yahoo, dan Bing, kamu bisa mencoba SERPTrends SEO Extension.
Dengan extension ini, kamu bisa melihat daftar situs yang naik atau turun di sebuah SERP.
Selain itu, kamu juga bisa melihat seberapa naik atau turun peringkat situs-situs tersebut.
Keyword Research
1. Keyword Surfer
Keyword Surfer adalah salah satu chrome extension SEO yang memiliki fitur sangat lengkap.
Dengan tools ini, seperti dikutip dari Neil Patel, kamu bisa melihat berbagai jenis insight di halaman pencarian Google.
Informasi insight tersebut akan muncul ketika kamu mencari suatu hal dengan keyword tertentu.
Rinciannya, kamu bisa melihat perkiraan traffic domain, volume keywords secara lokal maupun global, saran keywords, hingga jumlah backlink domain.
2. Keywords Everywhere
Keywords Everywhere disebut-sebut sebagai chrome extension SEO yang paling populer. Pasalnya, tools yang satu ini telah di-download oleh lebih dari 1 juta pengguna.
Apabila kamu melakukan pencarian di Google, Keywords Everywhere akan menunjukkan berbagai kata kunci yang berhubungan dengan keywords yang kamu cari.
Selain itu, kamu juga bisa mencari, mengekspor, dan melihat tren keyword dengan SEO tools fremium yang satu ini.
On-Page SEO
1. Free Backlink Checker by LRT
SEO tidak melulu tentang penggunaan keyword.
Lebih dari itu, kamu juga perlu memerhatikan hal-hal yang terdapat di dalam halaman situsmu. Hal itu disebut dengan on-page SEO.
Free Backlink Checker by LRT bisa jadi pilihan extension terbaik untuk mengoptimalkan on-page SEO.
Kamu bisa menganalisis hyperlink, memeriksa backlink yang rusak, tidak terverifikasi, dan sebagainya.
Tak hanya itu, kamu juga bisa mengekspor semua link yang ada di dalam suatu halaman ke dokumen CSV atau XLSX.
2. Hreflang Tag Checker
Hreflang adalah atribut HTML yang digunakan untuk menentukan bahasa dan target geografis suatu halaman website, seperti dikutip dari Ahrefs.
Sebagai contoh, kamu memiliki situs yang di dalamnya terdapat banyak halaman. Setiap halaman tersebut menggunakan bahasa yang berbeda.
Nah, Hreflang bertugas memberi tahu Google tentang penggunaan bahasa dan targetmu. Jadi, setiap halaman akan ditemukan oleh target yang sesuai.
Untuk mengoptimalkannya, kamu bisa menggunakan Hreflang Tag Checker.
Chrome extension SEO yang satu ini bisa membaca tag Hreflang dan menilai apakah URL-mu telah terdaftar di Google.
All-In-One
1. MozBar
MozBar merupakan chrome extension yang serba bisa. Tak heran, Search Engine Watch menjulukinya sebagai chrome extension SEO terbaik dibanding semua extension yang ada.
Dengan tools ini, kamu bisa melihat berbagai jenis analisis, mulai dari technical SEO, konten on-site, backlink, hingga engagement media sosial.
Menariknya lagi, kamu bisa mengekspor analisis SERP tersebut ke dokumen CSV.
2. Ahrefs SEO Toolbar
Ahrefs SEO Toolbar juga patut kamu pertimbangkan.
Dilansir dari HubSpot, Ahrefs mampu mengecek berbagai aspek di dalam situsmu, seperti keyword, SEO, link, dan ranking di SERP.
Lebih dari itu, kamu juga bisa melihat metrik halaman, domain, dan kata kunci yang digunakan.
Technical SEO
1. Google Lighthouse
Secara garis besar, Google Lighthouse bisa kamu manfaatkan untuk meningkatkan kinerja, kualitas, dan aksesibilitas aplikasi webmu.
Semua itu termasuk dalam aspek technical SEO.
Jika menggunakan Google Lighthouse untuk mengaudit situsmu, kamu akan mendapat laporan tentang kinerja website-mu.
Jadi, kamu bisa meningkatkan berbagai hal yang dinilai masih belum maksimal.
2. Link Redirect Trace
Link Redirect Trace adalah extension yang bisa menemukan URL dalam redirect chain atau rantai pengalihan, seperti 301, 302, dan JavaScript.
Selain itu, chrome extension yang satu ini bisa menganalisis SEO, SEO on-page, SEO off-page, dan SEO kompetitor.
Sepuluh chrome extension SEO di atas bisa membantumu menganalisis kinerja SEO situsmu. Jadi, kamu bisa memaksimalkan berbagai aspek yang selama ini masih kurang.
Selain menggunakan berbagai tools tersebut, tentu saja kamu tetap memerlukan pengetahuan yang mendalam soal SEO.
Baca Selengkapnya7 Faktor yang Memengaruhi User Experience
Jobnas.com - Untuk kamu yang tertarik berkarir di bidang desain produk, maka ada baiknya jika memperlajari dan memahami faktor-faktor yang bisa memengaruhi User experience (UX) terlebih dahulu. Sebab, hal itu merupakan salah satu kunci keberhasilan dari suatu produk.
Jika suatu produk tidak bisa memberikan pengalaman pengguna yang baik, besar kemunginan ia akan ditinggalkan oleh pelanggannya
Adapun yang dimaksud dengan user experience adalah persepsi, respon, dan emosi pelanggan berdasarkan pengalaman mereka pada suatu produk.
Nah, jika kamu ingin memiliki produk dengan tingkat user experience yang baik, maka mempelajari faktor-faktor yang bisa memengaruhinya adalah hal yang harus kamu lakukan.
Apa Saja Faktor-faktor yang Berpengaruh Terhadap User Experience?
Setidaknya ada tujuh faktor yang dapat memengaruhi user experience sebagaimana yang disampaikan oleh Peter Morville, seorang pionir yang ahli di bidang UX, yaitu:
1. Berguna (useful)
Adapun faktor pertama yang berpengaruh pada user experience adalah brand harus useful.
Ya, siapapun itu orangnya ketika membeli sesuatu contohnya, pastinya kegunaan dari prodak itu yang diinginkan. Jika tak memiliki nilai guna, maka prodak tersebut tidak akan laku.
Namun, perlu dicatat bahwa suatu prodak berguna atau tidak, sifatnya relatif. Setiap orang pasti berbeda dalam menilainya.
Contoh kecilnya adalah patung. Barangkali bagi sebagian orang tidak ada gunanya dan hanya malah menghabiskan space yang ada.
Namun, bagi pecinta seni, patung dinilai berguna karena memiliki daya tarik tersendiri.
2. Dapat Digunakan (usable)
Adapun faktor yang kedua adalah usable atau dapat digunakan.
Selain suatu produk harus memiliki kegunaan, produk itu juga haruslah bisa digunakan. Jika tidak dapat digunakan atau orang yang membeli tidak bisa menggunakannya, maka akan berdampak negatif pada user experience.
Maka dari itu, biasanya suatu produk, khususnya yang bersifat elektronik, pasti disertakan buku panduan bagaimana cara menggunakannya dengan baik dan benar.
3. Mudah Ditemukan (findable)
Faktor selanjutnya adalah setiap produk haruslah mudah ditemukan.
4. Dapat Dipercaya (credible)
Membangun kepercayaan konsumen juga menjadi faktor penting yang berpengaruh terhadap tingkat user experience suatu produk.
Tentunya, perusahaan atau brand akan sulit berkembang jika tidak dipercaya oleh konsumen.
Maka, menjadi niscaya untuk berusaha semaksimal mungkin untuk mendapat kepercayaan tersebut dengan memberikan pelayanan dan kualitas terbaik.
Selain itu, testimony dari konsumen yang sudah memakainya juga dapat membantu meningkatkan kredibilitas produk.
5. Desirable
Faktor kelima yang berpengaruh terhadap tingkat user experience adalah desirable atau diinginkan.
Selain keempat faktor yang telah disebutkan sebelumnya, yaitu produk harus berguna, bisa digunakan, mudah ditemukan, dan memiliki kredibelitas, ia juga harus memiliki daya tarik sehingga orang-orang merasa ingin untuk memilikinya.
Salah satu langkahnya adalah dengan mengikuti trand yang ada.
6. Accessible
Selanjutnya adalah suatu produk harus mudah diakses atau mudah digunakan.
Selain berguna dan bisa digunakan, suatu produk harus mudah digunakan. Karena dapat dipastikan bahwa semua orang tidak akan menyukai sesuatu yang sulit untuk digunakan.
Jadi, sebelum membuat sebuah produk, pastikan untuk selalu memperhatikan faktor yang satu ini agar nantinya, produk tersebut bisa mudah diakses, mudah digunakan hingga dan disukai oleh banyak orang.
7. Valuable
Faktor yang ketujuh sekaligus terakhir yang dapat memengaruhi user experience adalah valuable atau memiliki nilai.
Faktor yang satu ini tak kalah pentingnya dari keenam faktor sebelumnya. Setiap produk yang dibuat harus bisa memberikan nilai tertentu, baik bagi para pelaku bisnis atau bagi para konsumen yang menggunakannya.
Jika suatu produk tidak memiliki nilai, dapat dipastikan produk tersebut tidak akan sukses di pasaran.
Selain itu, nilai produk tersebut harus sepadan dengan harga jualnya.
Nah, itu tadi tujuh faktor yang berpengaruh pada user experience yang harus diperhatikan oleh seorang designer saat mendesain produk tertentu.
Baca SelengkapnyaInilah Brand Association, Penentu Kesuksesan Marketingmu
Jobnas.com - Pada dasarnya, ketika mendengar sebuah nama, di pikiran kita pasti terkonstruk pemikiran tentang tersebut , bukan? Nah, Saat mendengar nama merekmu, kira-kira, apa yang ada di pikiran audiens? Hubungan inilah yang kemudian dalam dunia marketing disebut asosiasi merek atau brand association.
Sepintas, istilah branding itu biasa saja. Namun yang pasti, apa yang dihubungkan dengan merek bisa berpengaruh besar terhadap penjualan.
Berikut penjelasan lengkapnya. Simak sampai habis, ya!
Mengenal Brand Association
Seperti yang sudah disinggung di atas, asosiasi merek adalah koneksi di antara merek dan sebuah konsep. Hal ini dituliskan oleh Brand Marketing Blog.
Jadi, dalam kondisi ini, audiens tak sekadar melakukan brand recall. Mereka benar-benar sudah menghubungkan merekmu dengan sesuatu.
Contohnya adalah sebagai berikut:
- Apple, mahal dan brended
- Xiaomi, terjangkau
- Aqua, air
- Honda, mudah dicari spare part-nya
- RRQ, Windah Basudara
- dan lain-lain
Meski sekilas terlihat remeh tapi itu sangat filosofis, maka dari itu, asosiasi merek adalah hubungan yang harus kamu bangun. Dengan brand association bisa membuat bisnismu makin sukses di pasaran.
Dipertegas oleh Canto, koneksi ini bisa meningkatkan penjualan.
Sayangnya, brand association tak selalu terbangun positif. Sebab, tak jarang, merek dihubungkan dengan sesuatu yang negatif, seperti:
- murah tapi kurang berkualitas
- pernah punya skandal
- banyak versi palsunya
- dan lain-lain
Tentu saja, brand association negatif ini bisa menurunkan penjualan.
Jenis Brand Association
Berangkat dari pembahasan di atas, kamu tentu sudah paham bahwa merek bisa dihubungkan dengan apa saja, mulai dari harga hingga sifati dari jenis produknya, semua bisa diasosiasikan dengan brand.
Nah, selain itu, masih ada beberap yang bisa dihubungkan dengan merek, di antaranya adalah:
1. Hasil branding-mu
Tentukan branding produkmu dengan baik. Apakah yang kamu inginkan menjadikannya produk yang terlihat prestisius? Atau menjadikannya produk yang terjangkau?
Hal ini adalah hal yang bisa memengaruhi asosiasi merek.
Hal sekecil caramu membungkus produk, bagaimana pelayanan konsumenmu, dan hal lain yang kamu lakukan juga bagian darinya.
Salah satu contohnya adalah Xiaomi. Brand ini mencitrakan dirinya sebagai penyedia produk yang terjangkau.
2. Keunggulan merek
Setiap pelanggan tentu ingin mendapat yang terbaik. Meski begitu, kata terbaik itu sifatnya relative dan mereka memiliki standar masing-masing.
Ada yang mencari barang dengan kualitas bagus, ada pula yang mencari harga terjangkau.
Ini juga bisa menjadi entitas brand association. Untuk membangunnya, cobalah pikirkan kira-kira, apa yang akan didapat pelanggan jika membeli produkmu? Mahal atau terjangkau?
3. Sikap brand
Kadang kala, brand punya sikap tertentu atas sebuah isu. Misalnya, perusahaan kosmetik yang menawarkan produk vegan.
Contoh lainnya adalah toko online yang menggunakan plastik singkong, pabrik yang membuang limbah sembarangan, dan lain-lain.
Dari contoh tersebut, kamu sudah tahu jawabannya, bukan, brand association yang akan terbangun seperti apa dan bagaiamana efeknya.
4. Tokoh
Masih ingat dengan contoh brand ambassador tadi? RRQ, salah satu grub pro player game Mobile Legend yang ambasadornya adalah Windah Basudara? Nah, itu merupakan salah satu hal yang bisa dihubungkan dengan merek.
Itulah mengapa, brand yang dimiliki selebriti tertentu punya sebuah keunggulan. Sebab, sudah ada tokoh tertentu yang dihubungkan dengan merek tersebut.
Dari semua pembahasan di atas, yang perlu diingat adalah asosiasi merek adalah hal yang bisa mendongkrak penjualan. Jadi, jangan abaikan hubungan ini.
Baca Selengkapnya5 Mitos soal Work from Home yang Perlu Diluruskan
Jobnas.com-Ada yang menganggap bahwa jika WFH kita bisa mulai kerja kapan saja karena pekerjaanya pasti lebih mudah, ada pula yang menganggapnya tidak demikian. Sehingga, banyak mitos yang berkeliaran tentang tren work from home alias WFH. Nah, di artikel ini Jobnas.com akan mengupas tuntas ihwal kebenaran dari berbagai mitos soal WFH yang ada di luar sana!
Berbagai Mitos tentang WFH yang Sebetulnya Keliru
Memang menguntungkan jika kita bekerja dari rumah. Sebab, untuk bisa naik angkutan umum di pagi buta, kita pun tidak perlu terlalu berjibaku dengan lautan pekerjaan lain.
Selain itu, kita juga tidak perlu mengeluarkan ongkos pulang-pergi yang kadang bisa bikin meringis. Dari sinilah WFH kerap kali disanjung-sanjung. Di satu sisi, tidak jarang orang yang salah paham mengenai budaya kerja yang satu ini.
Hasilnya, timbullah banyak mitos soal work from home yang sebetulnya kurang tepat.
1. WFH bukan jaminan kerja santai
“Jika tidak di kantor, bagaimana kita bisa fokus menyelesaikan pekerjaan?” ketika membicarakan WFH, hal tersebut menjadi kekhawatiran yang ada di benak banyak orang. Meski begitu, hanya karena secara fisik kita tidak ada di kantor, bukan berarti beban pekerjaan jadi lebih ringan dan bisa leha-leha.
Realitanya, ketimbang di kantor, beban kerja saat WFH seringkali malah lebih berat. Hal ini disebabkan karena kita tidak mau dituntut untuk serba mandiri. Pasalnya, kita perlu menciptakan ruang kerja sendiri, mengatur jadwal kerja sendiri, menyediakan teknologi dan sumber daya sendiri, sampai menciptakan dan mematuhi batasan yang dibuat sendiri.
Baca Juga: SEO Audit, Optimalkan Kinerja Website di Halaman Pencarian
Di samping itu, kita masih memiliki tanggung jawab untuk bekerja sesuai dengan standar kinerja yang sama, meski tidak sambil benar-benar diawasi atasan. Karena kita sudah diberi banyak kepercayaan, mungkin atasan bahkan mengharapkan kita menunjukkan performa yang lebih bagus lagi.
Oleh karena itu, adalah salah besar mitos yang bilang pekerjaan work from home pasti santai. Kombinasi antara tuntutan kerja dan tanggung jawab yang makin tinggi justru membuat kita sering lembur di rumah, yang meningkatkan risiko burnout lebih besar.
2. WFH tak Menjamin Work and Life Balance
Ini masih berkaitan dengan mitos work from home yang pertama. Rutinitas kerja di kantor memang dapat menjauhkan kita dari kehidupan pribadi. Tidak jarang, kan, kamu harus membatalkan acara keluarga atau menunda hangout bersama teman karena pekerjaan di kantor terus meneror?
Nah, tidak jarang orang menganggap bahwa ketika sudah kerja di rumah sendiri mengatur dua dunia ini seharusnya jadi lebih mudah. Dari yang tadinya kita selalu absen di rumah, sekarang malah setiap hari di rumah saja. Kamu akan selalu siap siaga buat anggota keluarga yang membutuhkan. Betul?
Padahal tidak selalu demikian adanya. Meski ceritanya kerja di rumah, kamu tetap harus benar-benar bekerja seperti waktu di kantor. Akan tetapi tidak bisa disangkal juga, pasti ada saja gangguan selama kamu kerja di rumah. Bahkan, gangguan ini bisa lebih banyak daripada sewaktu di kantor.
Kamu mungkin harus menghadapi anggota keluarga yang meminta tolong, tumpukan piring kotor yang belum dicuci seminggu, atau peliharaan di rumah yang minta makan. Batasan antara waktu bekerja dan urusan rumah tangga yang menjadi kabur ketika WFH inilah yang membuat mitos tersebut kurang tepat. Kehidupan kantor dan rumah bisa semakin tercampur aduk dan tidak ada bedanya jika tidak dikelola dengan baik, alih-alih seimbang.
3. WFH Tak Selalu Bikin Kesepian
Ketika semua teman di rumah masing-masing tentu akan sulit bagi kamu yang senang mengobrol dengan teman-teman kantor. Akan tetapi, dikutip dari Life Savvy, kerja sendirian di rumah bukan berarti kamu pasti kesepian. Mitos work from home ini bisa kamu patahkan jika kamu tahu caranya.
Baca Juga: Di Balik Suksesnya Penjualan Produk, Ada Profesi Canvasser
Langkah yang bisa kamu lakukan adalah dengan membuat online conference untuk makan siang bersama teman-teman kantor sesekali. Kalian juga bisa saling bertukar kirim makanan untuk dinikmati selama ngobrol santai. Alternatifnya, kamu bisa ikut kelas olahraga online atau kelas hobi-hobi seru lainnya untuk sekaligus menambah kenalan. Ada banyak cara mudah untuk mewarnai hari-hari WFH-mu, jadi jangan percaya mitos ini, ya!
4. WFH Tak Berarti Bisa Mulai Kerja Kapan Saja
Bukan berarti kita bisa seenaknya atur jam kerja sendiri meski work from home. Meski kita di rumah saja, kewajiban untuk masuk kerja tepat waktu sesuai aturan kantor tetap berlaku. Oleh karena itu, bukan berarti kamu bisa bangun jam 11 dan baru buka laptop jam 1 karena ingin makan siang dulu, lho!
Apabila kantor kamu mewajibkan setiap karyawan untuk masuk kantor pukul 9 pagi, jam kerja kamu saat WFH pun mulai di waktu yang sama. Di samping itu, mitos work from home yang satu ini juga tidak mempertimbangkan jadwal rekan kerja yang lain.
Ketika kamu bangun siang atau tiba-tiba menghilang tanpa kabar dan ada rekan yang membutuhkan bantuanmu, mereka bisa sangat kelimpungan. Begitu pun sebaliknya. Kamu masih akan butuh berkomunikasi dengan orang lain selama bekerja. Setiap orang dalam tim memiliki jadwal kerja dan rencananya masing-masing. Oleh karena itu, untuk memudahkan semua pihak, menerapkan jam kerja yang sama seperti waktu di kantor sangat penting dilakukan.
5. Meeting Online Tetaplah Meeting
Meeting tatap muka menjadi entitas tak terpisahkan dari budaya kerja, baik itu meeting intradepartemen, antardepartemen, town hall meeting, atau bahkan meeting dengan klien.
Kamu setidaknya bisa menghadiri 2-3 kali meeting dalam seminggu di kantor. Nah, budaya meeting ini mau tidak mau pasti akan ikut terbawa ketika kita WFH. Bedanya, meeting dilakukan secara online via aplikasi konferensi semisal Zoom, Google Meets, atau Skype.
Meski begitu, tak jarang yang memandang sebelah mata keseriusan dari meeting online ini. Alasannya tak lain karena meeting dianggap tidak pas kalau tidak bertatap muka langsung. Mitos WFH ini tidak sepenuhnya tepat. Menurut Inc, apa pun mediumnya, meeting tetap sah dilakukan jika memang bersifat penting atau genting.Apa pun keputusan yang lahir dari meeting virtual itu tetap berlaku valid, dan wajib di-follow up perkembangannya.
Baca Juga: Dampak Perppu Cipta Kerja bagi Pekerja
Demikianlah penjelasan singkat Jobnas.com mengenai berbagai mitos tentang kerja di rumah yang tidak sepenuhnya benar. Apakah kamu sempat percaya mitos-mitos tersebut?
Baca SelengkapnyaKamu Mahasiswa? Ini Dia 10 Pekerjaan Part Time yang Cocok
Jobnas.com - Waktu ketika kuliah dan sekolah dulu tentu amat lah kontras. Sebab, jadwal kuliah jadi lebih senggang daripada semasa sekolah dulu. Saat ini, tak jarang banyak para mahasiswa yang melakukan part time untuk mendapatkan uang tambahan dengan waktu senggang tersebut. Dengan fleksibilitas waktu yang cukup tinggi. hal tersebut dapat dilakukan sembari menjalankan tugas utama, yaitu kuliah.
Kerja part time, atau bisa disebut kerja paruh waktu, berarti kamu tidak perlu bekerja penuh seperti orang kantor pada umumnya, yaitu delapan jam sehari. Kerja part time hanya dilakukan beberapa jam, bisa juga sesuai dengan acara tertetnu saja, tergantung kebijakan pemberi kerja.
Jika kamu termasuk orang yang berkeinginan kerja part time, di artikel ini Jobnas.com akan memberikan contoh pekerjaannya serta manfaat yang didapatkan dari part time. Yuk, simak selengkapnya di bawah ini !
Manfaat Kerja Part Time untuk Mahasiswa
Kerja paruh waktu sering kali menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman mahasiswa di perguruan tinggi. Meskipun menyeimbangkan antara kuliah dan pekerjaan bisa menantang, ada banyak manfaat yang dapat diperoleh mahasiswa dari pengalaman kerja paruh waktu. Berikut adalah beberapa manfaat utamanya:
1. Melatih keterampilan dunia kerja
Menurut Career Addict, kerja part time memungkinkan mahasiswa mempelajari semua keterampilan yang tidak diajarkan dalam bangku kuliah. Artinya, kamu juga bisa sekaligus belajar keterampilan untuk mempersiapkan diri dalam dunia kerja.
Baca Juga: Agar Strategi Marketing Lebih Efektif, Manfaatkan 5 Cara Social Proof Ini
Hal ini tentu sangat bermanfaat ketika nanti kamu sudah lulus kuliah dan mencari kerja. Ketika sedang menjalani proses interview, kamu dapat menjawab dengan baik dan menceritakan pengalamanmu saat kerja part time kepada recruiter.
2. Menambah network
Dapat memperluas network profesional merupakan hal yang tidak kalah pentingnya dari kerja part time adalah bagi mahasiswa. Saat menjalani part time tersebut, tentunya kamu akan bersua dengan orang-orang baru. Tentu saja hal ini akan membantumu untuk menjalani jenjang karier di masa depan.
Tidak menutup kemungkinan, orang-orang yang kamu temui tersebut akan memberikan lowongan pekerjaan kepadamu di masa mendatang atau bahkan bekerja sama denganmu.
3. Mendapatkan uang tambahan
Memiliki uang tambahan tentu merupakan manfaat lain yang bisa didapatkan mahasiswa dengan bekerja paruh waktu. Dengan uang tambahan, kamu bisa membeli barang-barang yang dapat menunjang studimu. Lebih dari itu, kamu juga tidak perlu meminta uang dari orang tua untuk membeli barang-barang yang diinginkan.
4. Belajar mengatur keuangan
Kamu akan cenderung lebih berhati-hati saat menggunakan uang di saat kamu telah bisa menghasilkan uang sendiri. Kerja part time juga membuatmu sadar akan keuangan sendiri sejak masih muda.
Dari sini, kamu akan memiliki kemampuan budgeting dan mengelola keuangan yang lebih baik di masa depan. Hal ini membuatmu bisa terhindari dari jeratan utang karena pengelolaan keuangan yang buruk.
5. Melatih kemampuan manajemen waktu
Melatih kemampuan manajemen waktu merupakan manfaat lain yang bisa kamu dapatkan dari kerja part time sebagai mahasiswa. Tentunya, kamu memiliki kesibukan seperti kuliah, bersosialisasi dengan teman, berkegiatan dengan himpunan, hingga kerja part time.
Menumpuknya kesibukan tersebut membuatmu harus mengorganisasi waktu sendiri supaya semuanya bisa dijalankan secara efisien. Sehingga, hal tersebut secara langsung dapat meningkatkan kemampuan manajemen waktumu.
Rekomendasi Pekerjaan Part Time untuk Mahasiswa
1. Desainer
Tidak ada salahnya bagi kamu yang berkuliah di jurusan desain atau mahir di bidang desain untuk mencoba menjadi desainer paruh waktu. Misalnya, kamu buka jasa untuk desain CV temanmu, atau desain logo, kartu nama, dan website jika temanmu mau buka bisnis tertentu. Supaya mereka semakin yakin untuk pakai jasamu, kamu bisa mulai dengan buat sendiri logo dan profil diri sendiri sebagai portofolio.
2. Penulis Lepas
Saat ini, tak jarang bisnis yang membuka lowongan penulis paruh waktu atau mungkin freelance writer, baik untuk website maupun media sosial. Untuk bekerja part time, kesempatan ini dapat dimanfaatkan dengan baik untuk menjadi seorang penulis lepas atau freelance writer.
3. Tutor atau Guru Les
Salah satu kerja part time yang banyak diambil oleh mahasiswa, utamanya bagi yang mengenyam kuliah berlatar studi pendidikan adalah dengan menjadi tutor atau guru les.
Untuk tutor, di beberapa kampus ada yang menyediakan layanan untuk menjadi tutor bagi junior yang masih di semester awal. Jika kamu cukup menguasai materi-materi perkuliahan, boleh dicoba untuk menjadi tutor, sekaligus bisa berbagi ilmu dan pengalaman selama kuliah kepada junior.
Biasanya, akan ada bayaran tersendiri, atau berupa beasiswa dan potongan SKS. Selain tutor, kamu juga bisa mencoba untuk menjadi guru les, baik untuk anak-anak SD, SMP ataupun SMA. Kamu bisa mengajari mereka pelajaran-pelajaran sekolah atau bahasa asing jika menguasainya.
4. Barista
Di berbagai kota besar belakangan ini, keberadaan coffee shop sangat menjamur. Hal ini justru menjadi kesempatan yang besar bagi mahasiswa untuk mulai kerja part time sebagai barista. Kamu juga perlu mencoba untuk bertanya kepada salah satu pegawai coffe shop terkait lowongan kerja jika di daerah terdekatmu terdapat coffee shop.
Di samping itu, kamu juga bisa mencari lowongan pekerjaan barista melalui media sosial. Tugas sebagai seorang barista bisa dibilang cukup simpel. Kamu harus membuat makanan dan minuman, menyajikannya, hingga membersihkan kedai kopi.
Umumnya, kerja part-time di coffee shop akan dibayar dengan hitungan per jam, tetapi harinya bisa menyesuaikan dengan jadwal kuliahmu. Untuk penikmat kopi, kerja part time di coffee shop bisa dimanfaatkan untuk curi ilmu dari owner dan barista lainnya. Jadi, hitung-hitung sekalian belajar mengenai kopi dan cara mendirikan kedai sendiri.
5. Virtual Assistant
Tidak ada salahnya untuk mencoba jadi virtual assistant jika kamu mahasiswa yang cenderung tertarik kerja part time secara online. Pada umumnya, virtual assistant hampir sama dengan personal assistant. Hanya saja, untuk pekerjaan ini dapat dilakukan secara online, tanpa perlu ke kantor.
Baca Juga: Di Balik Suksesnya Penjualan Produk, Ada Profesi Canvasser
Dikutip dari Fairy God Boss, biasanya pekerjaan online ini akan melakukan tugas yang bervariasi, seperti mengelola email, menjadi admin media sosial, membuat schedule, dan lain-lain.
Nah, pekerjaan ini sangat cocok untuk diambil jika kamu memiliki banyak waktu senggang Selain karena dapat dikerjakan secara online, kamu akan mendapatkan banyak pengalaman berharga sebelum terjun ke dalam dunia kerja.
6. Fotografer
Setiap momen spesial tentunya ingin diabadikan untuk kenang-kenangan di masa yang akan datang. Terlebih, saat ini semakin banyak orang yang memakai media sosial untuk membagikan sekaligus menyimpan momen-momen pentingnya.
Seiring dengan hal ini, banyak orang yang mulai melirik jasa fotografer untuk mengabadikan momen apa pun, dibanding hanya foto asal saja. Nah, di titik inilah kamu juga bisa mulai kerja part time dengan menjadi seorang fotografer.
Untuk memulainya, mungkin kamu bisa menawarkan hasil fotomu ke platform jual foto atau menaruhnya di media sosial sebagai portofolio. Jika ada komunitas fotografer di daerahmu, jangan sungkan untuk ikut bergabung. Siapa tahu di sana ada informasi seputar pekerjaan fotografer yang bisa kamu ambil.
7. Penerjemah
Bagi kamu yang memiliki kemampuan bahasa asing yang mahir, taka ada salahnya mencoba kerja part time dengan menjadi seorang penerjemah. Sebagai penerjemah, kamu bisa bekerja dengan dosen atau teman kuliahmu yang membutuhkan jasamu menerjemahkan dokumen.
Kamu juga bisa mencari klien secara online di beberapa situs untuk freelancer. Jangan sungkan juga untuk mendaftarkan diri menjadi anggota Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI). Sebab, kamu bisa menambah network dengan para penerjemah bersertifikat Indonesia.
8. Transcriber
Bekerja part time menjadi transcriber juga bisa jadi pilihan . Seorang transcriber akan mendengarkan rekaman audio atau video dan mengetik apa saja yang diucapkan. Pekerjaan ini memang terdengar membosankan. Namun, bayaran yang akan kamu dapatkan terhitung besar, terutama jika fokus di bidang kesehatan atau hukum. Jam kerjanya yang fleksibel juga dapat membantumu dalam mengatur waktu bekerja seefektif mungkin tergantung proyek yang didapat.
9. Asisten Peneliti
Kamu perlu untuk menawarkan diri membantu dosenmu dalam melakukan penelitiannya sebagai asisten peneliti apabila kamu memiliki hubungan yang dekat dengan dosenmu. Sebagai asisten peneliti, kamu akan mengoleksi dan menganalisis data serta menyiapkan bahan-bahan riset bagi peneliti. Kamu juga bisa membantu dosenmu dalam mengelola korespondensi proyek hingga melakukan tugas-tugas administrasi untuk kepentingan penelitian.
10. Staf Perpustakaan
Kamu juga bisa mencoba untuk menjadi staf perpustakaan di kampus atau daerah sekitarmu. Kamu bisa membangun network yang dapat membantu dalam kehidupan perkuliahanmu sebagai staf perpustakaan, terutama di kampus. Lebih dari itu, kamu juga bisa mendapat materi pembelajaran dengan relatif lebih mudah.
Baca Juga: 6 Kunci Sukses Presentasi untuk Menjual dan Memasarkan Produk
Nah, demikianlah penjelasan Jobnas.com mengenai beberapa manfaat kerja part time bagi mahasiswa serta beberapa rekomendasi pekerjaan yang tepat. Intinya, jangan lupa untuk mengelola waktu dengan baik apabila kamu memiliki keinginan untuk menjalaninya agar supaya waktu kuliah dengan kerja mu bisa berjalan teratur.
Baca SelengkapnyaIni Dia 15 Persiapan Interview Kerja agar Kamu Sukses Menjalaninya
Jobnas.com-Sebelum kamu terjun dalam dunia kerja, berbagai persiapan wajib kamu tempuh, salah satunya adalah mempelajari beberapa panduan–panduan interview. Tak cukup bagimu hanya sekadar mempelajari pertanyaan interview yang sering muncul. Masih ada banyak hal lain yang perlu kamu lakukan.
Oleh karena itu, mantapkan lagi dirimu dengan panduan dari Jobnas.com dalam artikel ini. Yuk, simak selengkapnya !
Pahami Perusahaan yang Dilamar
Persiapan pertama yang harus dilakukan adalah mempelajari calon perusahaanmu sebelum wawancara kerja. Oleh karena itu, kamu perlu memahami dulu siapa pihak yang ingin dibuat terkesan untuk bisa melalui interview dengan baik. Di bawah ini merupakan beberapa hal yang perlu dilakukan.
Baca Juga: Waspadai Tanda HRD Tidak Terkesan Denganmu saat Interview
1. Pelajari Profil Perusahaan
Setelah memasukkan lamaran atau menerima panggilan interview, mulai cari informasi terkait perusahaan tersebut, mulai dari latar belakang, visi, misi, hingga budaya kerja. Kamu pun bisa memanfaatkan Google untuk mendapatkan informasi-informasi tersebut. Kemudian, kamu juga bisa bertanya pada orang-orang lewat LinkedIn atau platform lainnya.
2. Sesuaikan Diri dengan Perusahaan
Kini saatnya mengimplementasikan informasi tersebut pada diri sendiri setelah paham tentang seluk-beluk perusahaan. Misalnya, sekarang kamu tahu bahwa perusahaan tersebut punya budaya yang cekatan. Nah, siapkan cara-cara untuk menyampaikan bahwa kamu adalah kandidat yang seperti itu saat interview nanti.
3. Pelajari Calon Interviewer
Dilansir dari The Muse, penting juga untuk mengetahui kira-kira seperti apa orang yang akan mewawancaraimu nanti. Hari ini, kamu bisa dengan mudah menemukan HR perusahaan dari LinkedIn.
Dari profil para HR tersebut, coba pelajari kualitas apa yang kira-kira mereka utamakan atau sukai dalam diri kandidat. Seperti poin nomor 2, kamu harus bisa menonjolkan kualitas tersebut juga nantinya. Agar kamu bisa adaptif dalam menjawab dan menanggapi pewawancara nantinya, tentu persiapan sebelum wawancara kerja yang satu ini sangat bermanfaat bagi mu.
4. Pahami dan Coba Produk Perusahaan
Tentunya sebuah perusahaan menghasilkan produk, baik produk fisik maupun digital. Oleh karena itu, kamu perlu mencoba menggunakan produk tersebut sebagai persiapan sebelum interview kerja. Di sinilah kamu dapat memahami apa kelebihan dan kekurangannya dengan cara ini.
Pasalnya, rekruter mungkin menanyakan pendapat dan pengetahuanmu soal produk perusahaan mereka. Kamu akan dapat menjawabnya dengan baik jika sudah pernah mencobanya sendiri.
5. Pelajari Tipe-tipe Interview
Untuk menyaring kandidat tentunya setiap perusahaan memiliki cara tersendiri. Kamu juga perlu melakukan persiapan untuk menghadapi tipe interview lainnya di samping tipe interview tanya-jawab yang umum.
Contohnya, beberapa perusahaan menggunakan tipe interview behavioral, psikotes, dan masih banyak lagi. Untuk pekerjaan yang teknis seperti IT, kamu bahkan akan diuji kemampuannya dengan tipe wawancara khusus yang lebih teknis. Oleh karena itu, jangan lupa untuk siapkan dirimu untuk menghadapi tipe-tipe interview yang mungkin tak terduga, ya.
Latihan Menjawab Pertanyaan Interview
Terlepas jenis interview-nya, saat wawancara kerja tentu senantiasa terdapat pertanyaan yang perlu dijawab. Oleh karena itu, kamu harus mempersiapkan satu per satu jawaban pertanyaan interview khususnya yang umum agar semakin yakin menghadapi wawancara.
Baca Juga: Kalian Ingin Tahu Waktu Paling Ampuh Menaikkan FYP?
1. Pelajari Pertanyaan Interview
Persiapan wawancara kerja menjadi hal yang sangat penting dalam mempelajari pertanyaan interview. Tips ini mungkin adalah yang paling banyak diketahui. Meski begitu, jangan sampai terlewat atau terlupa.
Langkah yang bisa kamu lakukan adalah mulai dari yang benar-benar umum untuk belajar pertanyaan interview. Setelah itu, jangan lupa juga untuk mempelajari pertanyaan interview yang spesifik unntuk bidang pekerjaan yang dilamar.
Kata The Balance Careers mulai lah berlatih seolah-olah kamu sudah ada di ruangan interview. Jawab pertanyaan dengan lantang dan bayangkan dirimu ada di hadapan rekruter. Jadi, saat nanti benar-benar ada di ruangan interview, kamu sudah memiliki persiapan yang cukup matang.
2. Ketahui Diri Sendiri dengan Baik
Biasanya ketika interview, ada kemungkinan kamu akan ditanyakan tentang kekurangan, kelebihan, pencapaian terbaik, visi dan misi ke depannya, dan masih banyak lagi.
Oleh karena itu, kamu harus mengawalinya dengan memahami diri sendiri terlebih dahulu untuk bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan baik. Jadikan hal ini sebagai bagian dari persiapan interview kerja.
Sambil mempelajari diri sendiri lebih dalam, kamu akan melihat apa kualitas yang paling layak ditonjolkan, kekurangan yang perlu diperbaiki, dan bagaimana kamu bisa jadi kandidat yang memang cocok untuk perusahaan yang dilamar. Salah satu cara termudah untuk menganalisis diri adalah dengan metode SWOT.
3. Lengkapi Jawaban dengan Angka
Menggunakan angka menjadi salah satu cara untuk membuat jawaban interview menjadi lebih menarik bagi rekruter. Angka-angka ini harus dapat menjelaskan pencapaianmu di pekerjaan selama ini. Contohnya, sampaikanlah bahwa kamu berhasil menurunkan 20% pengeluaran dan meningkatkan 30% revenue di Q4 2020.
4. Buat Daftar Pertanyaan untuk Rekruter
Jangan sampai lupa juga untuk bertanya, selain menyiapkan diri untuk menjawab. Dengan demikian, menyiapkan pertanyaan pada rekruter menjadi persiapan interview selanjutnya yang perlu kamu ingat. Pertanyaan ini bisa seputar perusahaan, spesifik mengenai jabatan yang akan kamu isi, dan pertanyaan relevan lainnya.
Baca Juga: Sender Reputation, Sebuah Gambaran atas Kualitas di Mata Pelanggan
Siapkan Pakaian dan Bawaan untuk Interview
Aspek penting yang sangat mempengaruhi penilaian rekruter salah satunya adalah penampilan. Tak jarang seorang HR perusahaan langsung memiliki persepsi negatif terhadap kandidat hanya dari melihat pilihan pakaian yang dikenakan untuk interview. Agar tak terjadi padamu, inilah penjelasan selanjutnya mengenai persiapan wawancara kerja, yaitu tentang mempersiapkan pakaian.
1. Pakaian untuk Interview
Tampil selalu formal saat interview tak ada salahnya. Meskipun perusahaan yang dilamar terlihat cukup kasual, mengenakan pakaian yang benar-benar rapi seperti kemeja dan celana atau rok bahan adalah pilihan yang aman. Disamping itu, jangan lupa kenakan sepatu yang formal dan perhatikan juga kerapihan kukumu. Sebab, ini juga bisa jadi perhatian rekruter.
2. Barang Bawaan untuk Interview
Di samping pakaian, persiapan interview kerja berikutnya adalah tentang barang yang harus dibawa di hari pentingmu. Disarankan untuk membawa beberapa salinan CV-mu.
Kita tidak tahu akan diwawancara oleh berapa orang, oleh karena itu penting untuk selalu siap dengan salinan CV yang cukup banyak. Jangan lupa juga untuk membawa pena dan alat tulis lainnya yang lengkap. Hal ini bertujuan untuk berjaga-jaga apabila harus mengerjakan soal tertulis.
Daripada harus sibuk mencari pinjaman alat tulis, lebih baik siap dengan milik sendiri. Selain membuang waktu, tidak siap dengan alat tulis membuatmu tampil tidak profesional. Kamu peru menggunakan tas yang pantas dan bersih untuk membawa barang-barangmu.
Persiapan Interview Lainnya
1. Cari Tahu Lokasi Interview
Barangkali persiapan yang sering terlupakan adalah mencari tahu di mana lokasi interview setelah mendapat panggilan. Padahal, kamu bisa mengurangi kemungkinan terlambat saat wawancara kerja dengan melakukan ini, lho. Lakukan ini sehari sebelum wawancara jika memang dilakukan secara offline. Akan tetapi, melakukannya jauh hari pun tentu lebih disarankan.
2. Siapkan Perangkat yang Memadai
Apabila interview kerjamu dilakukan secara online, kamu harus memastikan bahwa laptopmu dalam kondisi yang baik, begitu pula koneksi internet. Gunakanlah jaringan yang bisa lebih diandalkan apabila sering terjadi masalah.
Di samping itu, pilih tempat yang tenang sesi penting ini. Pilih area yang jarang dilewati orang, memiliki pencahayaan yang baik, serta latar belakang yang polos. Dengan demikian, kamu dan juga rekruter tidak akan terdistraksi saat sedang interview.
3. Tenangkan Diri
Interview kerja memang menegangkan. Meski demikian, coba untuk tenangkan diri dari malam sebelum interview. Jangan terlalu memikirkan apa yang belum terjadi.
Pastikan saja semuanya sudah siap, sehingga kamu bisa menghindari hal-hal yang tidak diinginkan saat hari wawancara, seperti terlambat, lupa membawa dokumen penting, atau hal lainnya.
4. Istirahat yang Cukup
Tidur lebih awal dan istirahat yang cukup untuk merilekskan dirimu lebih lagi. Seperti yang kita ketahui, disarankan untuk tidur 7-8 jam di malam hari. Dengan demikian, pada pagi hari, kamu akan bangun dengan energi yang cukup dan tepat waktu.
Baca Juga: Loker Jogja, #1 Portal Lowongan Kerja Yogyakarta
Demikianlah informasi dari Jobnas.com ihwal persiapan sebelum interview. Sebagai gambaran umum, tentunya poin-poin di atas ada manfaatnya. Meski begitu, kamu tetap perlu untuk mempelajari tips yang lebih detail terutama yang berkaitan dengan cara menjawab pertanyaan.
Baca Selengkapnya5 Hal Ini Perlu Dihindari di Hari Pertama Kerja Agar Bisa Beri Kesan Positif
Jobnas.com - Pernahkah perasaanmu bercampur aduk ketika mulai bekerja di kantor yang baru ? Perasaan seperti ini banyak dirasakan oleh orang-orang yang hendak memulai petualangan baru di kantornya yang baru. Setidaknya, ada beberapa hal yang perlu kamu hindari di saat baru pertama kali masuk kerja. Sebab, terkadang kita merasa ketakutan karena akan mulai bekerja dengan orang-orang dan lingkungan yang baru.
Seperti, lingkungan kerja yang kurang menyenangkan hingga atasan atau rekan kerja yang toxic. Sebaiknya, hal-hal seperti itu jangan terlalu kamu pikirkan di saat baru pertama masuk kerja. Langkah yang bisa kamu lakukan adalah tunjukkan sisi terbaikmu agar semua orang bisa menyambutmu dengan hangat. Di samping itu, kamu harus mengetahui juga tentang beberapa hal yang harus dihindari di hari pertama kerja seperti berikut ini.
1. Jangan Terlambat
Datang terlambat merupakan hal pertama yang harus dihindari di hari pertama kerja. Hal ini dikarenakan ketika datang terlambat tentunya kamu terkesan tidak semangat dengan pekerjaan barumu.
Baca Juga: Kalian Ingin Tahu Waktu Paling Ampuh Menaikkan FYP?
Sebaiknya kamu jangan pernah terlambat di beberapa minggu pertama. Jadi, tidak hanya di hari pertama saja, ya ! Hal ini dikarenakan agar supaya semua orang dapat memberi kesan yang positif pada kamu.
Jika jarak rumah dan kantor memang cukup jauh, sebaiknya kamu melakukan uji coba untuk mencari rute terbaik Dikutip dari Business Insider, lakukanlah uji coba rute untuk menemukan alternatif terbaik dari rumah ke kantor.
2. Perhatian Pakaian yang Dikenakan
Menggunakan pakaian yang tidak sesuai kebijakan perusahaan merupakan hal selanjutnya yang harus dihindari di hari pertama kerja, selain datang terlambat. Setidaknya terdapat beberapa jenis pakaian yang tetap bisa menimbulkan kesan yang kurang baik, jika perusahaanmu cukup fleksibel dalam hal pakaian.
Jadi, sebaiknya gunakan pakaian yang tetap sopan. Hal ini dilakukan agar supaya kamu merasa aman dari kesan yang negatif dari atasan dan rekan kerja. Sebaiknya kamu memilihi pakaian yang sopan di saat hari-hari pertama kerja, meskipun perusahaan membebaskan karyawannya dalam hal pakaian.
3. Mengeluh Soal Pekerjaan di Kantor Sebelumnya
Mengeluh soal pekerjaan yang kamu lakukan di kantor sebelumnya merupakan hal berikutnya yang harus dihindari di hari pertama kerja. Umumnya rekan kerja ingin lebih mengenalmu dan mencoba bertanya tentang latar belakang dan pengalaman kerja di tempat sebelumnya.
Sebaiknya kamu hati-hati jangan sampai menceritakan keburukan atasan atau rekan kerja di kantor sebelumnya saat berusaha menceritakannya. Pasalnya, seperti dikutip dari The Muse hal itu bisa membuat rekan kerja di kantor barumu memberikan kesan bahwa kamu adalah seorang pengeluh.
Ingatlah bahwa itu adalah hari pertamamu bekerja. Jadi jangan sampai kamu sudah menceritakan keburukan rekan kerja atau atasan di tempat kerjamu sebelumnya. Berhati-hatilah saat menceritakan tentang kantor lamamu dan sebisa mungkin hindari memberikan komentar yang negatif.
4. Jangan Menolak Ajakan Makan Siang
Hal yang harus dihindari di hari pertama kerja berikutnya adalah menolak ajakan makan siang dari rekan kerja di kantor baru. Biasanya di hari pertama kerja beberapa rekan kerja yang mengajakmu makan siang. Hal itu mereka lakukan karena ingin mengenalmu lebih dekat.
Baca Juga: Kenali Website Tempat Jual-Beli Langsung yang Super Mudah Ini
Inilah yang menjadi alasan mengapa sebaiknya jangan sampai menolak ajakan mereka untuk makan siang. Hal ini disebabkan karena mereka sudah berinisiatif untuk membantumu beradaptasi, jadi jangan sia-siakan hal tersebut.
Misalnya kamu membawa bekal makan siang ke kantor, tidak ada salahnya kamu tetap mengikuti ajakan rekan kerja dan makan bersama-sama. Intinya adalah jangan pernah mengabaikan ajakan rekan kerja untuk makan siang atau menolaknya saat mereka ingin memberikan bantuan padamu.
5. Hindari Menggosip di Kantor
Di setiap kantor, pasti ada teman kerja yang suka menggosip. Meski demikian, bukan berarti kamu harus ikutan menggosip demi lebih dekat dekatnya. Misalnya ada seorang rekan kerja yang langsung membicarakan keburukan bos di tempat kerja barumu, janganlah kamu ikut memberikan komentar.
Dikutip dari The Balance Careers, kamu bisa mengabaikan atau hanya mendengarnya saja saat berada di keadaan seperti itu. Di samping itu, karena kamu tidak tahu apakah hal yang dibicarakannya memang sebuah fakta atau hanya rumor belaka, sebaiknya tidak ikut menanggapinya.
Kamu bisa mencoba pergi meninggalkannya dengan alasan ingin fokus mempelajari tugas barumu saat rekan kerja di tempat baru mulai menggosip.
Baca Juga: SEO Audit, Optimalkan Kinerja Website di Halaman Pencarian
Jadi, sebisa mungkin untuk tidak ikut campur dalam gosip kantor karena kamu masih berstatus karyawan baru di sana. Hal yang tak boleh kamu lupakan adalah bahwa hari pertama kerja perlu dipersiapkan dengan baik karena akan mempengaruhi kesan orang lain terhadapmu.
Baca SelengkapnyaMenjanjikannya UX Design melalui 6 Prospek Jenjang Karir Ini
Jobnas.com-Tingkat atau jenjang karir di bidang UX Design pada hakikatnya tidak terbatas. Setelah memulai karir di bidang ini, setidaknya terdapat 6 jalur karir yang nantinya dapat kamu jalani. Jadi, jangan kira UX designer tidak punya prospek karier yang jelas, ya.
Nah, Jobnas.com akan merangkum penjelasan selengkapnya di bawah ini. Yuk, disimak sampai tuntas !
1. Manajemen UX
Pengalamanmu pasti akan bertambah setelah mendalami bidang UX design selama beberapa tahun. Jadi, kamu bisa mulai meningkatkan jenjang karier ke level manager. Dengan kata lain, di saat menjadi UX manager, kamu akan memimpin sebuah tim dan project di dalamnya. Di samping itu, kamu juga akan memiliki tanggung jawab manajerial lain seperti:
-membantu perkembangan karier anggota tim
-mengatur budget dan timeline
-mengatur SDM
-mengevaluasi performance tim
Jadi, tidak menutup kemungkinan akan ada peluang yang lebih besar untukmu apabila kamu terus melanjutkan karier di level manajer ini. Peluang-peluang itu seperti mengisi posisi eksekutif chief design officer atau VP user experience.
2. Posisi Senior UX Design
Posisi-posisi senior UX design, seperti lead UX designer atau senior UX designer merupakan jenjang karir UX design selanjutnya. Kamu akan mendapatkan posisi ini ketika sudah mengumpulkan pengalaman kerja selama beberapa tahun.
Lalu, apa sih yang membedakannya dengan manajemen UX? Ketika kamu menjadi manager, sebagian besar fokusmu adalah memimpin sebuah tim dan tidak terlalu disibukkan dengan pekerjaan desain secara langsung. Sedangkan posisi-posisi senior ini cocok bagi kamu yang ingin memiliki level lebih tinggi namun tetap berpartisipasi dalam pembuatan desain UX.
3. Pekerja Lepas
Salah satu solusi yang pas untukmu jika kamu ingin mempunyai jam kerja yang lebih fleksibel adalah dengan menjadi seorang freelancer. Menjadi seorang freelancer kamu bisa memilih project dan perusahaan mana yang ingin kamu incar. Namun jangan lupa, jalur karier ini tidak akan semudah yang dibayangkan.
Kamu perlu siapkan portofolio UX designer yang mampu menonjolkan kelebihanmu. Selain itu, kamu juga harus tekun mencari client karena tawaranmu belum tentu pasti diterima. Selain menjadi profesi tetap, freelancing ini juga sah-sah saja jika hanya ingin kamu manfaatkan sebagai pekerjaan sampingan.
4. Consulting
Dunia consulting akan sangat mungkin menjadi salah jenjang karier UX design. Baik memulai sendiri maupun bergabung dengan perusahaan consulting desain. Untuk merancang user experience yang lebih baik bagi konsumennya, kamu bisa membantu bisnis-bisnis di luar sana.
Baca Juga: Kenali Website Tempat Jual-Beli Langsung yang Super Mudah Ini
Sebagaimana dilansir dari Coursera berikut gambaran umum terkait tugas seorang konsultan UX:
-Merekomendasikan beberapa action plan untuk memperbaiki keseluruhan user experience pada bisnis klien.
-Melakukan riset untuk memahami konsumen klien.
-Mendesain dan membuat prototype website dan produk lainnya.
-Memberikan pelatihan kepada client mengenai strategi UX terbaik.
5. UX specialist
Specialist yang dimaksud berarti kamu bisa menekuni bidang yang lebih spesifik di area UX design atau sedikit berpindah ke bidang yang masih berhubungan dengan UI/UX design.
Seperti, kamu senang mengajar tentang UX design. Maka, kamu bisa memilih spesialisasi sebagai pengajar atau tutor UX design. Apabila kamu seorang UX designer tetapi memiliki spesialisasi di front end development, mungkin bisa pertimbangkan karier sebagai UX engineer.
Dikutip dari XD Adobe, pilihan ini akan sulit bagi sebagian orang karena salah satu risikonya adalah tidak bisa mengerjakan pekerjaan desain dalam aktivitas sehari-hari.
6. Entrepreneur UX designer
Nah, jenjang karier UX design yang selanjutnya sangat cocok untukmu bagi kamu yang punya jiwa-jiwa wirausaha. Dengan modal pengalaman sebagai UX Designer, terdapat beberapa ide usaha yang bisa kamu mulai, seperti mendirikan agensi atau startup sendiri.
Seseorang yang memiliki latar belakang UX design cenderung mampu memulai bisnisnya sendiri. Hal ini dikarenakan mereka tahu bagaimana caranya memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi konsumen.
Baca Juga: SEO Audit, Optimalkan Kinerja Website di Halaman Pencarian
Di samping itu, UX Mastery juga menyatakan bahwa entrepreneur dan UX designer memiliki kesamaan, yaitu kemampuan untuk benar-benar memahami kebutuhan konsumen. Nah, career path ini patut kamu pertimbangkan jika kamu memiliki banyak inovasi baru yang berkaitan dengan produk digital.
Itulah penjelasan Jobnas.com tentang jenjang karir di bidang UX Design. Lantas, setelah kamu membaca informasi di atas, apakah kamu sudah memutuskan ingin menempuh jalur karier yang mana?
Baca Selengkapnya9 Tips Menghilangkan Bau Mulut yang Paling Efektif untuk Pekerja
Jobnas.com-Masalah bau mulut kerap kali membuat seseorang tidak percaya diri. Untuk itulah mengapa menjaga kesehatan mulut menjadi begitu penting, terutama bagi seorang pekerja. Bagi mereka, bau mulut dapat memberi impresi buruk, terlebih jika harus bertemu tatap muka dengan klien. Itulah mengapa penting bagi para pekerja untuk mengetahui berbagai cara untuk menghilangkan bau mulut.
Baca Juga: Kalian Ingin Tahu Waktu Paling Ampuh Menaikkan FYP?
Agar tidak berlama-lama, di artikel ini Jobnas.com telah merangkum 9 tips yang paling efektif untuk menghilangkan bau mulut. Yuk, simak sampai tuntas !
Tips Menghilangkan Bau Mulut
1. Sikat Gigi dan Lakukan Flossing
Menyikat gigi secara rutin dan melakukan flossing atau benang gigi merupakan cara pertama yang bisa kamu lakukan. Menyikat gigi dapat memberi pengaruh baik terhadap kesehatan mulutmu di samping juga bisa menjaga kebersihan diri.
Menurut Mayo Clinic, penyebab bau mulut disebabkan karena ada sisa makanan yang menempel di gigi sehingga akhirnya bakteri ikut terkumpul. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk menyikat gigi setidaknya 2 kali sehari dan lakukan flossing sekali setiap hari di malam hari. Meski begitu, lakukan hal tersebut dalam batas yang wajar karena hal tersebut membuat gigimu rusak.
2. Menyikat Lidah
Menyikat lidah merupakan cara lain untuk menghilangkan bau mulut. Menurut Fermelia Dental menyikat gigi tidak seluruhnya menghapus partikel makanan dari mulutmu. Serpihan makanan, bakteri, dan sel mati biasanya menempel di lidahmu. Umumnya, lidahmu menjadi terlihat keputihan dari serpihan-serpihan tersebut. Tentu, serpihan-serpihan tersebut dapat menyebabkan bau mulut. Sehingga, sikatlah lidahmu secara perlahan dengan sikat gigi atau pengikis lidah.
3. Berkumur Menggunakan Mouthwash
Dikutip dari NHS, kita disarankan untuk menggunakan mouthwash sebagai cara lain untuk menghilangkan bau mulut. Pada umumnya mouthwash dapat membantu menghilangkan bakteri. Di samping itu, ia juga menyegarkan mulut. Meski demikian, pastikan kamu memilih mouthwash yang berfungsi untuk membunuh bakteri, bukan menghilangkan bau mulut saja. Kamu bisa menggunakan mouthwash setiap hari, idealnya sebelum waktu tidurmu.
Baca Juga: Metode Lihai Dalam Memilih Warna Ketika Mendesain
4. Hindari Makanan Berbau Menyengat
Bawang bombay atau bawang putih merupakan makanan berbau menyengat. Untuk menghindari bau mulut tak sedap, kamu perlu menghindarinya. Hal ini dikarenakan dalam kedua makanan tersebut mengandung zat yang menyebabkan mulutmu menghasilkan bau tidak sedap.
Seorang juru bicara American Dental Hygienists’ Association, Richard Price, menjelaskan bahwa kandungan yang menyebabkan bau tidak sedap dari makanan tersebut masuk ke aliran darah dan menuju paru-paru.
Sedangkan paru berfungsi untuk bernapas. Sehingga, menyikat gigi meski telah memakannya juga bukan solusi. Dengan demikian, kamu perlu menghindari makanan yang mengandung keduanya, terutama sebelum pergi bekerja atau bertemu klien.
5. Berhenti Merokok
Menghentikan kebiasaan merokok merupakan salah satu cara terbaik untuk menghilangkan bau mulut. Di samping itu, selain berdampak pada kesehatan, rokok juga dapat menyebabkan beberapa hal berikut terhadap mulutmu;
-membuatmu berisiko tinggi terkena penyakit gusi
-penumpukan plak dan karang gigi
-membuat kelenjar ludah menjadi meradang
6. Kunyah Permen karet Bebas Gula
Mengunyah permen karet bebas gula sangat disarankan oleh WebMD untuk menghindari bau mulut. Bakteri di mulut sangat menyukai gula. Karena, gula membantu bakteri untuk membuat asam yang dapat merusak gigi dan menyebabkan bau mulut.
Sehingga, jika kamu suka makan permen, gantilah dengan permen karet bebas gula. Hal ini karena permen karet menstimulasi air liur, yang merupakan mekanisme pertahanan alami mulut terhadap plak, yang dapat menyebabkan kerusakan gigi dan bau mulut.
7. Jaga Kesehatan Gusi
Menjaga kesehatan gusi merupakan cara lain yang bisa kamu lakukan untuk menghilangkan bau mulut. Sebab, gusi yang merupakan bagian mulut sangat rentan terkena infeksi. Makanan pun mudah terjebak di sela-sela gigi dan tidak terangkat saat menyikat gigi.
Sehingga, jagalah kesehatan gusimu seperti kamu menjaga kesehatan gigi. Sikat daerah gusimu secara perlahan dengan gerakan melingkar untuk mengeluarkan sisa makanan di sana. Melakukan flossing juga sangat penting untuk menjaga kebersihan gusimu. Sehingga, bau mulut pun akan terhindar.
8. Minum Air
Jika kondisi mulutmu kering, tentu saja bisa mengeluarkan bau tak sedap. Oleh karenanya, kamu perlu mencoba untuk mengonsumsi air setiap hari. Lebih dari itu, menjaga mulut tetap lembab juga dapat mencegah kerusakan gigi selain menghilangkan bau mulut.
9. Kunjungi Dokter Gigi secara Konsisten
Langkah terakhir yang perlu kamu lakukan untuk menghindari bau mulut adalah dengan mengunjungi dokter gigi secara konsisten. Sebab, dengan melakukan hal semacam itu, kamu akan mendapatkan informasi medis yang kamu butuhkan seputar kesehatan mulutmu. Dikutip dari Kementerian Kesehatan Indonesia, setidaknya kamu perlu mengunjungi dokter gigi 6 bulan sekali.
Demikianlah penjelasan Jobnas.com terkait cara menghilangkan bau mulut tak sedap sebagai seorang pekerja. Kamu bisa mencegah bau mulut dengan hal-hal sederhana, seperti menyikat gigi dan mengkonsumsi air minum secara rutin.
Baca Juga: Dampak Perppu Cipta Kerja bagi Pekerja
Selain itu, agar kesehatan gigi dan mulutmu tetap terjaga, kamu juga perlu untuk menghindari kebiasaan yang dapat merusaknya, seperti hindari makanan-makanan dengan kadar gula yang tinggi dan lain sebagianya.
Baca Selengkapnya