Blog Jobnas
Halaman artikel blog terbaru di Jobnas.com.Ini Dia Cara Cegah Burnout di Tempat Kerja
Jobnas.com-Salah satu hal yang penting dilakukan setiap pekerja adalah mencari cara dan mengatasi burnout di tempat kerja. Burnout merupakan suatu kondisi mental yang kalau tidak dicegah akan sangat mengganggu setiap pekerja.
Seorang psikolog cum penulis, Samanta Ananta, M.Psi, mengatakan bagaimana cara mengatasi burnout di tempat kerja. Lebih dari itu, ia juga mendeskripsikan bagaimana ciri-cirinya serta cara mengatasinya ketika sedang work from home (WFH).
Perbedaan antara Stress dan Burnout
Sebelum kita lebih jauh mengetahui apa itu burnout, hal yang perlu kita pahami pertama kali adalah mengetahui perbedaan antara stress dan burnout. Masih menurut psikolog Samanta, ia menjelaskan bahwa stres lebih cenderung mengarah pada hal-hal umum. Hal itu berbeda dengan burnout yang sering kali dikaitkan dengan situasi pekerjaan.
Baca Juga: Agar Keamanan Datamu Terjaga, Pahami Software Keylogger yang Sangat Berbahaya
Lebih dari itu, ia juga menjelaskan bahwa ciri-ciri orang yang mengalami burnout adalah merasa lelah secara terus-menerus, baik secara fisik maupun emosional. Ada juga ciri-ciri orang yang mengalami burnout mempunyai pandangan negatif terhadap pekerjaannya. Misalnya, baru mengetik sebentar di depan laptop langsung malas dan ada juga yang mengasingkan diri dari tugas-tugasnya.
Cara Mengatasi Burnout di Tempat Kerja
Tentu kamu semakin penasaran dong bagaimana sih sebenarnya mengatasi burnout di tempat kerja ? Hal yang harus kamu lakukan pertama kali adalah tidak mencampur urusan kantor dengan rumah.
Artinya, seseorang harus pandai dalam mengatur batasan antara kedua hal tersebut. Jadi, alangkah lebih baiknya selama di kantor tak perlu membawa urusan pribadi. Begitu juga saat di rumah, usahakan untuk tidak membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan.
Di samping itu, ia juga menyarankan untuk berolahraga dalam mengatasi burnout. Sebab, olahraga adalah siasat yang paling mudah untuk membuat otak kita aktif serta tubuh menjadi sehat.
Psikolog Samanta juga memberikan perihal tips mengatasi burnout saat WFH. Ia menyarankan untuk bergabung ke komunitas sesuai dengan hobi atau minat seseorang secara virtual dan berbagi cerita di sana saat waktu luang.
Lebih lanjut lagi, ia juga menganjurkan untuk tetap mengkonsumsi makanan bergizi serta menjaga pola tidur secara teratur. Sebab, kesehatan fisik dan kesehatan mental saling mempengaruhi satu sama lain. Agar supaya tubuh dan otak berfungsi dengan benar, seseorang harus makan makanan bergizi.
Baca Juga: Dengan Mengetahui Peran Staf Pajak, Kamu akan Jadi Incaran Banyak Perusahaan
Terakhir, Samanta juga memberikan saran bagaimana memberi dukungan kepada rekan kerja yang sedang mengalami burnout. Ia menyarankan untuk menghibur rekan kerja tersebut supaya tertawa dan bahagia. Bagi Samanta, terapi tertawa menjadi salah satu terapi yang gratis dan paling mudah untuk dilakukan.
Nah, demikianlah penjelasan Jobnas.com mengenai cara mengatasi burnout di tempat kerja. Hal yang tak boleh dilupakan adalah kamu harus mencintai dirimu dengan mengupayakan work-life balance yang baik. Jangan sampai, kita hanya cinta kerja saja, tetapi tidak cinta kepada diri sendiri.
Baca SelengkapnyaIngin Tahu Gaya Manajemen Kepemimpinan yang Lebih Disukai oleh Karyawan ? Ini Dia Macromanagement
Jobnas.com-Tentu kalian penasaran mengenai kepemimpinan yang dapat membangkitkan produktivitas para pekerja. Nah, untuk menuntaskan rasa penasaranmu, kamu perlu mengetahui gaya manajemen kepemimpinan macro management. Ya, gaya kepemimpinan ini dapat meningkatkan produktivitas para pekerja, lho.
Dengan atasan yang enggan campur tangan serta ruang untuk bekerja secara mandiri, umumnya karyawan lebih menghargai atasan yang menjunjung sistem manajemen satu ini.
Lantas, apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan macromanagement itu? Seperti apa sih ciri-ciri seorang macromanager? Nah, di artikel ini Jobnas.com akan menjelaskan itu semua untuk mu. Yuk, simak selengkapnya !
Berkenalan dengan Macromanagement
Menurut Inc, secara definitif macromanagement merupakan sebuah gaya manajemen kepemimpinan di mana atasan lebih berfokus pada ide pokok tugas dan bukan pada detail cara kerja bawahannya.
Baca Juga: Sender Reputation, Sebuah Gambaran atas Kualitas di Mata Pelanggan
Biasanya, seorang macromanager akan memberikan instruksi mengenai tugas-tugas yang lebih kecil sekaligus berusaha untuk mengantisipasi risiko yang lebih besar. Di samping itu, agar pemimpin lain bisa segera mengambil langkah-langkah yang bisa diambil agar tim mereka bisa bekerja dengan lebih efektif, mereka bahkan tak segan untuk menginstuksikannya.
Macromanagement pada umumnya akan membiasakan budaya berpikir kreatif dan kritis. Selain itu, fokus utama dari karakter kepemimpinan ini juga pemantapan teknik problem solving sebelum memulai segala pekerjaan.
Seorang macromanager akan mementingkan visi di balik semua pekerjaan yang akan dilakukan. Mereka bahkan enggan menanam fokus berlebih pada detail pekerjaan bawahannya. Sebaliknya, micromanager akan memberikan perhatian lebih terhadap rincian pekerjaan dan jumlah tugas yang akan dilimpahkan pada bawahannya.
Hal ini menyebabkan tingkat angka ketidakpuasan karyawan serta employee turnover rate yang tinggi. Hal ini disebabkan karena pada umumnya karyawan yang telah matang dan akan merasa terganggu apabila seluruh pekerjaan mereka harus diganggu oleh atasan.
Hal ini tentu saja berbeda dengan micromanagement, jika diterapkan pada sebuah perusahaan besar, macromanagement akan menjadi sebuah metode yang efektif. Dalam sebuah wawancara dengan Experthub, Christina Bielaszka-Duvernay memerikan bahwa metode kepemimpinan baru yang akan menggantikan micromanagement.
Hal ini tentunya dipengaruhi oleh prinsip macromanaging yang dirasa lebih efektif, serta memiliki dampak yang lebih baik terhadap produktivitas serta psikis para karyawan. Nah, bukan berarti atasan melepas tanggung jawab begitu saja terhadap karyawannya meskipun pendekatan seorang macro manager cenderung lebih bebas dan longgar.
Sebaliknya, gaya kepemimpinan satu ini bisa menyatukan sebuah tim karena adanya kesepakatan untuk menomorsatukan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi.
Kelebihan Macromanagement
Tentunya membutuhkan komparasi atau perbandingan jika membahas hal-ihwal metode manajemen. Apabila digunakan pada semua situasi, tidak semua metode yang dianggap baik akan efektif, lho. Oleh sebab itu, penting untuk menelisik kelebihan juga kekurangan macromanagement.
Pertama, Jobnas.com akan menguraikan terlebih dahulu mengenai keunggulan metode macromanage.
1. Efektif untuk Pemegang Jabatan Tinggi
Menurut Investopedia, macromanagement akan sangat bermanfaat bagi atasan yang berada di pucuk struktur kepemimpinan dalam sebuah organisasi. Metode ini cocok untuk pemuncak hierarki karena fokus mereka akan terbagi dengan baik dengan prinsip kerja macromanaging.
Misal, pekerjaan seorang eksekutif akan lebih rapi bila ia mampu untuk memerintahkan staf tanpa harus berfokus pada rincian terkecil dalam proses pelaksanaan tugas. Justru, atasan harus mengalihkan fokus utama pada cara-cara menerapkan visi untuk setiap perintah yang mereka berikan agar pekerjaan karyawan lebih efisien.
Dengan menjadikan visi perusahaan sebagai fokus utama, kinerja karyawan akan menjadi lebih baik karena adanya sebuah tujuan yang harus ia capai.
2. Lebih Dihargai Oleh Bawahan
Metode macromanagement juga lebih dihargai oleh para bawahan. Jadi, tidak hanya berguna untuk para pemimpin dan organisator. Dikutip dari Corporate Finance Institute, penerapan metode berpikir kritis, serta teknik problem solving yang rutin akan mendorong karyawan untuk bekerja secara mandiri dan tanggap ketika ada masalah baru.
Di samping itu, selama mereka sedang melaksanakan tugas, kualitas kerja karyawan juga akan meningkat karena tidak adanya gangguan dari atasan. Hal inilah yang pada akhirnya dapat memotivasi karyawan untuk bekerja santai namun dengan hasil yang diharapkan, karena tidak adanya tekanan dan tuntutan yang tidak berat.
Baca Juga: Cek Kartu BPJS Kesehatan Aktif Atau Tidak
Penanaman tujuan baik perusahaan yang sudah dilakukan sejak awal bergabung membuat karyawan bersemangat dalam tiap tugas.
Kekurangan Macromanagement
Macromanagement juga tidak luput dari kekurangan. Hal ini seperti halnya metode manajemen yang lain. Berikut adalah uraiannya.
1. Bisa Membingungkan Karyawan
Dilansir dari Innovation Management, bekerja dengan seorang macromanager dapat terasa membingungkan. Hal ini timbul karena pengawasan dari atasan yang terasa longgar. Bahkan, macromanaging seakan memberikan jarak terhadap bos dan bawahannya. Atasan akan terlihat jauh dan tak akrab bersama bawahannya karena minimnya informasi terkait detail pekerjaan serta isu dalam tim. Tak jarang macromanager membutuhkan waktu yang relatif lama guna meredakan sebuah masalah dalam tim.
2. Membatasi Relasi Atasan dengan Karyawan
Di samping itu, macromanaging bisa menjadi sebuah pembatas yang memisahkan hubungan atasan dengan bawahannya. Minimnya perhatian dan keterlibatan langsung terhadap aktivitas karyawan bisa membuat macromanager tampak tidak paham bahkan kurang peka terhadap pekerjaan serta kebutuhan bawahannya. Problem semacam ini akan mempengaruhi efektivitas pekerjaan tim. Kinerja karyawan akan terhambat dan divisi terancam tidak memenuhi target yang telah ditetapkan sebelumnya.
Baca Juga: Dengan Mengetahui Peran Staf Pajak, Kamu akan Jadi Incaran Banyak Perusahaan
Cara Menjadi Macromanager yang Baik
Tentu kamu akan penasaran terkait bagaimana sih cara seorang atasan bisa memaksimalkan metode macromanagement setelah mengetahui kelebihan serta kekurangannya.
Nah, berikutnya Jobnas.com akan menguraikan bagaimana caranya agar permasalahan-permasalahan yang sudah dipaparkan sebelumnya tidak terjadi ketika perusahaan sepakat untuk menerapkan gaya manajemen macromanage. Yuk, simak penjelasannya.
1. Selaraskan pekerjaan dengan tujuan utama perusahaan
Menurut Forbes, seorang macromanager sebaiknya terus mengingatkan bawahannya agar bekerja sesuai dengan visi perusahaan. Dengan melakukan hal ini, jika terus memberdayakan misi tempat kerja mereka, maka gairah semangat dan gairah karyawan untuk bekerja akan terpicu.
2. Beri Karyawan Ruang untuk Bekerja Mandiri
Sebaiknya seorang atasan membiarkan karyawannya untuk menentukan cara kerja mereka secara mandiri dengan menerapkan macromanagement. Hal ini tentu saja akan berguna untuk mendorong bawahan agar bekerja dengan lebih kreatif, serta lebih apresiatif terhadap hasil kerjanya sendiri.
Selain itu, metode ini mendorong karyawan untuk lebih sigap terhadap kekurangan yang ia miliki bila kinerja karyawan justru tidak berkembang. Peran macromanager dalam konteks seperti ini juga cukup mudah. Mereka cukup memberikan kritik dan saran membangun untuk membantu bawahannya.
3. Tentukan Waktu Terbaik untuk Melakukan Intervensi
Terus memastikan bahwa karyawan sadar akan pencapaian mereka merupakan tips terakhir untuk menjadi macromanager yang baik. Pasalnya, seorang macromanager yang baik tidak akan segan untuk menunjukkan kepuasan terhadap kinerja timnya. Tidak ada salahnya untuk menampilkan perasaan bangga dan suportif dalam tiap kesempatan yang ada.
Nah, atasan harus mengetahui waktu terbaik untuk melakukan intervensi pada kinerja karyawannya agar supaya metode macromanagement dapat berjalan dengan lancar.
Ketika telah melakukan intervensi,agar karyawan dapat menuntaskan pekerjaan mereka, atasan juga harus memberikan ide solutif.
Baca Juga: Aplikasi Pluang, Review Aplikasi Investasi, Kelebihan dan Kekurangan
Demikianlah penjelasan Jobnas.com tentang macromanagement yang perlu kamu ketahui. Hal yang tak boleh dilupakan adalah bahwa macromanagement merupakan gaya kepemimpinan demokratis di mana karyawan berhak untuk bekerja tanpa campur tangan berlebih dari atasan.
Baca SelengkapnyaPelajari Seluk-beluk Product Knowledge yang Dipercaya Dapat Tingkatkan Penjualan
Jobnas.com-Salah satu fundamen paling penting dalam dunia penjualan atau sales adalah product knowledge. Tanpa product knowledge, kamu seakan dapat menjalankan pitching hanya dengan membaca skrip saja. Tak ada pengetahuan mendalam seputar produk yang sedang dijual ke calon pelanggan.
Baca Juga: Kenali Website Tempat Jual-Beli Langsung yang Super Mudah Ini
Kalau begitu caranya, bagaimana mereka bisa jadi tertarik untuk membeli produkmu? Untuk mengatasi hal yang seperti itu, Jobnas.com akan mendeskripsikan lebih lanjut ihwal apa sih sebenarnya product knowledge itu, manfaatnya, serta juga cara untuk meningkatkannya. Yuk, simak selengkapnya !
Apa itu Product Knowledge ?
Menurut Hubspot, secara definitif product knowledge merupakan sebuah situasi di saat sales representative benar-benar memahami produk yang ia jual. Nah, pengetahuan semacam ini sangat penting untuk dimiliki, terutama apabila sales rep tersebut ingin perbincangan dengan calon pelanggan berjalan dengan lancar.
Bagaimana yang terjadi apabila tiba-tiba mereka menanyakan detail produk tersebut, tapi kamu tidak bisa menjawab karena tidak benar-benar mempelajarinya?
Dengan kata lain, kalau kamu saja tidak yakin dengan apa yang dijual, mengapa pelanggan harus percaya dan jadi ingin membeli produkmu?
Nah, agar proses penjualan berjalan dengan lebih mulus, sebaiknya usahakan untuk memberikan informasi sedetail mungkin, jawab pertanyaan pelanggan dengan lancar.
Manfaat Product Knowledge bagi Bisnis
Nah, ternyata masih ada, lho, manfaat lain dari product knowledge selain melancarkan proses penjualan. Dikutip dari The Balance Small Business, berikut ini merupakan beberapa rinciannya:
1. Kemampuan Komunikasi Lebih Kuat
Meningkatkan kemampuan komunikasi sales representative merupakan manfaat utama yang paling jelas dari sebuah product knowledge.
Katakanlah pengetahuanmu akan sebuah produk tidak begitu baik. Mungkin kamu mungkin akan kesulitan menjual barang saat dipertemukan dengan pelanggan yang berbeda dari biasanya. Nah, melalui product knowledge yang baik, kamu tidak perlu mengkhawatirkan hal tersebut.
2. Meningkatkan Kepercayaan Diri
Manfaat lain adalah meningkatkan kepercayaan diri, yang dapat berujung pada peningkatan penjualan secara keseluruhan. Kepercayaan diri yang dimaksud di sini berlaku untuk para sales dan juga calon pelanggannya. Nah, kamu bisa membuat pelanggan lebih yakin dan percaya diri untuk membelinya dengan pengetahuan yang mumpuni atas sebuah produk.
3. Memiliki Aset Tak Ternilai
Kamu jadi benar-benar yakin dengan produk yang dijual merupakan manfaat selanjutnya dari product knowledge. Baik untuk perusahaan maupun pelanggan yang sedang ditawarkan produk, hal tersebut merupakan aset tak ternilai.
Kalau kamu terlihat tahu betul apa yang dijual dan yakin dengan produk tersebut, orang yang membelinya akan merasakan hal serupa. Hafal produk di luar kepala? Di akhir pitching, kamu bisa coba menawarkan produk lain yang bersifat sebagai pelengkap apa yang ingin dibeli oleh pelanggan.
Dengan demikian, secara otomatis kamu berhasil meningkatkan penjualan tanpa perlu mengulang dari awal lagi.
4. Lebih Meyakinkan Pelanggan
Cara meyakinkan pelanggan jika pertanyaannya tidak bisa dijawab adalah dengan menunjukkan bahwa pengetahuan akan produk dapat sangat membantu proses penjualanmu.
Misal, saat melakukan penjualan, kamu harus tahu apa yang membuat barang tersebut berharga jika dibandingkan dengan produk kompetitor.
Kalau pelanggan mengajukan pertanyaan, kamu juga akan lebih mudah menjawabnya dan meyakinkan mereka bahwa produkmu lah yang terbaik.
5. Menciptakan Brand yang Lebih Pakem
Mayoritas orang pasti memahami bahwa perusahaan dan image sebuah brand butuh waktu untuk dibangun sampai akhirnya sukses. Tim sales dengan product knowledge yang mumpuni dapat mempermudah jalan perusahaanmu menuju kesuksesan.
Secara otomatis kamu juga akan mencari tahu seputar produk kompetitor hanya dengan mengetahui produkmu sendiri.
Kemudian, agar produk milikmu mencapai bentuk terbaiknya, akan dilakukan pengembangan dan usaha lain. Tanpa pengetahuan akan detail produk, mungkin hal ini masih terlewat begitu saja dan tidak akan ada ruang untuk pengembangan.
Bagaimana Cara Meningkatkan Product Knowledge ?
Tentu, kamu akan penasaran bagaimana sih cara meningkatkan product knowledge secara merata setelah tahu pengertian dan manfaatnya.
Nah, jawaban pertama tentu saja adalah mengasosiasikan seputar product knowledge kepada tim sales melalui pelatihan secara rutin. Dengan demikian, mereka akan terbiasa dan tahu apa yang harus dijadikan acuan saat melakukan penjualan.
Menurut Marketing91, jenis-jenis product knowledge antara lain adalah pelanggan, industri, kompetisi, spesifikasi produk, misi dan visi perusahaan saat membuat produk, dan yang terpenting, customer experience. Di samping itu, sebenarnya masih ada beberapa lagi jenis-jenisnya.
Intinya adalah sales rep harus mengetahui tentang perusahaan tempat ia bekerja, industrinya, siapa saja kompetitornya, dan tak lupa produk itu sendiri. Jadi, mereka pada dasarnya dituntut untuk wajib mengetahui bahwa di balik sebuah produk, terdapat produksi yang mesti dilewati, nilai-nilai di luar harga pasaran, dan tujuan pembuatannya.
Pelajari cara mencari solusi, terutama dalam situasi yang kurang mengenakkan untuk para salesperson dan perwakilan perusahaan lainnya. Hal ini dikarenakan pengetahuan akan produk seharusnya mempermudah proses problem solving dan bukan sebaliknya.
Baca Juga: Agar Keamanan Datamu Terjaga, Pahami Software Keylogger yang Sangat Berbahaya
Demikianlah penjelasan Jobnas.com mengenai serba-serbi product knowledge dan cara meningkatkannya. Diharapkan, setelah membaca artikel ini kamu langsung bisa mengaplikasikannya dalam pekerjaanmu sehari-hari.
Baca SelengkapnyaInilah 7 Tips WFH Bagi Seorang Ibu, Supaya Pekerjaan Makin Seimbang!
Jobnas.com - (WFH) bekerja di rumah dengan anak memang tidak mudah. Jika Anda seorang ibu pekerja WFH, di sini Jobnas punya beberapa tips untuk Anda. Kondisi ini bisa membuat Anda bingung ketika harus membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga. Meskipun Anda memiliki jam kerja, Anda tetap bertanggung jawab untuk memasak, membersihkan rumah, dan mengurus anak. Untuk mengimbanginya, baca beberapa tips dari Jobnas di bawah ini!
1. Bangun Lebih Awal
Jam berapa Anda bangun setiap pagi? Pukul berapa kamu mulai bekerja? Jika Anda berdua pendek, pertimbangkan untuk bangun lebih awal. Bangunlah jika anak belum bangun. Anda dapat menggunakan waktu ini untuk memasak dan menyiapkan kebutuhan hari itu. Tips dari WFH ini bisa membantu ibu lebih fokus bekerja saat jam kantor.
2. Berkomunikasi dengan Anak dan Rekan Kerja
Menyeimbangkan pekerjaan kantor dan pekerjaan rumah memang tidak mudah. Namun, Anda tidak harus menyimpannya sendiri. Kiat gemerlapnya Anda dapat memberi tahu rekan kantor Anda bahwa Anda melakukan WFH sebagai ibu yang bekerja. Oleh karena itu, terkadang Anda tidak dapat segera membalas pesan mereka. Selain itu, Anda juga perlu menjelaskan kepada anak Anda bahwa Anda punya waktu untuk bekerja.
3. Gunakan dengan Baik Saat Anak Tidur Siang
Selama jam kerja, anak mungkin membutuhkan bantuan Anda. Jadi mungkin Anda tidak 100% fokus pada pekerjaan Anda. Oleh karena itu, tips WFH untuk ibu bekerja selanjutnya adalah memanfaatkan waktu tidur anak sesuai anjuran orang tua. Saat anak sedang tidur, Anda bisa lebih fokus pada tugas kantor. Jadi gunakan waktu ini untuk menyelesaikan semua pekerjaan Anda, bukan?
4. Belanja Mingguan
Setiap hari berbelanja di pasar atau supermarket menyita banyak waktu. Jika Anda lebih pintar, Anda bisa membeli kebutuhan rumah tangga mingguan atau bulanan. Rencanakan apa yang akan Anda masak selama seminggu. Kemudian berbelanja untuk semua hal penting selama akhir pekan. Jadi Anda tidak perlu menyempatkan waktu setiap hari untuk pergi ke pasar atau supermarket.
5. Siapkan Mainan atau Hiburan
Tips lain bagi ibu bekerja yang melakukan WFH adalah dengan membuat mainan. Tentunya hal ini juga berlaku bagi ibu yang memiliki anak kecil atau bayi. Dipinjam dari PowerToFly, tips ini akan membuat anak-anak sibuk dan terhibur selama berjam-jam. Dengan cara ini Anda bisa lebih fokus pada pekerjaan tanpa mengkhawatirkan anak Anda. Namun, jika anak Anda sudah cukup besar, Anda dapat menyarankan atau menawarkan bentuk hiburan lain. Anda bisa mengajaknya membuat kerajinan tangan, berkreasi, atau belajar hal baru.
6. Beristirahat Sejenak
YourStory menawarkan tips untuk ibu WFH yang bekerja. Salah satunya istirahat sejenak. Itu berarti Anda harus memecah pekerjaan Anda menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Di antara tugas-tugas kecil ini, Anda dapat meluangkan waktu untuk memperhatikan anak Anda.
Anda bisa memasak, melihat apa yang mereka lakukan, bertanya tentang tugas sekolah mereka, dll. Setelah menyelesaikan berbagai aktivitas tersebut, Anda bisa fokus pada tugas selanjutnya.
7. Sesuaikan Jam Kerja dengan Keluarga
Setiap keluarga memiliki jam buka sendiri. Itu sebabnya Anda harus menyesuaikannya dengan jam kerja Anda. Contoh: Anak Anda pergi ke sekolah dari jam 7:00 pagi. sampai jam 1 siang. Ini memungkinkan Anda untuk fokus pada pekerjaan sementara anak belajar.
Di akhir tahun ajaran, Anda bisa meluangkan waktu untuk menyiapkan makan siang untuknya dan rekannya. Bahkan, Anda bisa makan siang bersama mereka.Selalu rencanakan pekerjaan Anda di sekitar aktivitas keluarga. Dan sebaliknya. Jadi tips ini akan bekerja dengan baik untuk ibu yang bekerja seperti Anda.
Dengan bantuan tujuh tips di atas, kini Anda dapat menyeimbangkan waktu dan energi antara pekerjaan dan rumah. Jadi tidak ada satupun yang luput dari perhatian Anda. Namun, jika kamu masih memiliki kekhawatiran untuk bekerja di rumah, kamu bisa menanyakannya di channel komunitas WFH Jobnas! Yuk mulai dari sekarang Juga!
Baca SelengkapnyaAgar Tampilan Website Tak Itu-itu Saja, Yuk Ketahui Cara Mengganti Tema WordPress !
Jobnas.com-Jika kamu sudah bosan dengan tampilan WordPress yang itu-itu saja, kini saatnya kamu mengetahui cara mengganti tema WordPress agar tampilannya lebih menarik.
Untuk mengoptimalkan salah satu aplikasi content management system ini, user experience menjadi salah satu faktor penting. Bahkan, seperti dikutip dari Giga Press, user experience menjadi salah satu unsur penting yang harus dipertimbangkan untuk perkembangan SEO.
Nah, dengan mengubah tema WordPress tentu menjadi salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut. Lantas, bagaimana sih cara mengubahnya ? Di artikel ini Jobnas.com akan mendeskripsikannya untuk mu. Yuk, simak sampai tuntas !
Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Ganti Tema
Pada hakikatnya, tidak sulit untuk mengubah tema WordPress. Meski demikian, kamu harus berhati-hati saat mengubahnya. Seperti dikutip dari WP Engine, jika kamu memilih tema yang tidak relevan atau bahkan melakukan langkah yang salah, hal itu akan berakibat terhadap kinerja website mu.
Baca Juga: Perhatikan 7 Hal Ini, Apabila Ingin Menulis Surat Rekomendasi Kerja untuk Temanmu
Bisa dibilang bahwa ada beberapa plugin dan halaman yang tidak aktif atau justru kecepatan website jadi semakin lambat. Bahkan, ada kemungkinan performa SEO-mu jadi menurun di halaman pencarian.
Dengan demikian, sebelum memutuskan untuk mengganti tema pada WordPress, sebaiknya kamu melakukan hal-hal di bawah ini terlebih dahulu.
1. Backup data Website
Menurut Theme Isle, salah satu langkah yang tepat saat ingin memperbarui tema adalah dengan membuat cadangan data website. Pasalnya, hal tersebut akan membantumu untuk memulihkan kinerja website kembali ke performa terakhirnya sebelum temanya diganti dengan yang baru. Untungnya, untuk melakukan backup data website secara mudah, kini WordPress menyediakan plugin bernama UpdraftPlus yang memungkinkan penggunanya.
2. Periksa Kode Dari Pihak Ketiga
Berikutnya, cara yang tepat untuk dilakukan sebelum mengganti tema WordPress adalah dengan memeriksa kode dari pihak ketiga. Kamu harus memperhatikan salin kode-kode tersebut agar nantinya kamu tinggal menempelnya saat pemasangan tema sudah selesai setelah semua diperiksa. Google Analytics, Google Search Console, Google Adsense, dan lain-lain merupakan aplikasi pihak ketiga yang dimaksud.
Bagaimana Cara Mengganti Tema WordPress ?
Nah, kini saatnya untuk beralih ke pembahasan bagaimana cara mengganti tema WordPress apabila telah melakukan langkah-langkah di atas.
Seperti yang sudah Jobnas.com singgung sebelumnya, mengubah tema WordPress tidak sesulit seperti yang kamu bayangkan. Meski begitu, kamu harus pandai dalam memilih tema yang kira-kira sesuai dengan kebutuhan website dan juga audiens.
Secara umum, kamu bisa mengganti tema dengan berbagai pilihan yang sudah disediakan oleh WordPress. Di samping itu, kamu juga bisa men-download temanya terlebih dahulu di berbagai situs download tema WordPress, baik yang gratis atau berbayar.
1. Instal tema WordPress
Langkah pertama yang harus dilakukan untuk menginstal tema WordPress adalah klik “Appearance”, lalu pilih “Theme” dan klik “Add New”. Kemudian, kamu dapat memilih tema-tema yang sudah disajikan oleh WordPress. Bahkan, kamu bisa memilih tema sesuka hatimu dengan memanfaatkan fitur kotak penelusuran yang terletak di kanan atas. Nah, kamu pun tinggal klik instal dan tunggu beberapa detik setelah menemukan tema yang tepat.
2. Aktifkan Tema
Apabila kamu sudah menginstalnya, langkah selanjutnya yaitu dengan mengaktifkan tema tersebut. Sebelum diaktifkan, dengan mengklik “Live Preview” kamu bisa melihat preview-nya terlebih dahulu.
Baca Juga: SEO Audit, Optimalkan Kinerja Website di Halaman Pencarian
Jika sudah puas dengan hasilnya, kemudian tekan “Activate” agar temanya segera terpasang di website-mu. Nah, itulah tutorial cara mengganti tema yang sudah disediakan oleh WordPress.
Lalu, bagaimana caranya jika ingin menggunakan tema yang sudah di-download dari situs-situs penyedia tema WordPress?
Langkah pertama sudah jelas, kamu harus mencari temanya terlebih dahulu dan di-download. Kemudian, file download tersebut akan berbentuk Zip.
Apabila sudah, saatnya meng-upload tema ke WordPress. Caranya juga sama seperti di atas, yaitu pilih “Appearance”, lalu “Theme”, kemudian “Add New”. Bedanya, setelah itu kamu tinggal klik tombol “Upload Theme” yang berada di atas. Pilih tema yang akan di-upload, kemudian sesudah itu tinggal tekan tombol “Install Now”. Mudah, bukan?
Baca Juga: Sebelum Mulai Investasi Pahami Dulu 5 Perbedaan Reksa Dana Syariah dan Konvensional
Itulah uraian singkat Jobnas.com tentang cara mengganti tema WordPress tanpa merusak website. Kini saatnya kamu memastikan semua data website sudah di-backup terlebih dahulu agar penggantian tema berjalan dengan lancar.
Baca SelengkapnyaKenali Dulu Executive Presence, Jika Ingin Menjadi Pemimpin yang Andal
Jobnas.com-Jika kamu ingin menjadi pemimpin yang andal, kamu harus memahami suatu kemampuan khusus, yakni executive presence. Executive presence menjadi salah satu bentuk kemampuan manajemen kepemimpinan ini dapat memberikan efek kepercayaan diri, lho.
Lalu, apa sih sebenarnya kemampuan executive presence itu? Seperti apa karakteristik pemimpin yang memiliki kemampuan tersebut? Simak selengkapnya dalam rangkuman Jobnas.com berikut ini.
Pengertian Executive Presence
Seperti dikutip dari Forbes, executive presence merupakan kemampuan seseorang untuk menginspirasi kepercayaan kepada bawahannya. Kemampuan semacam ini akan membuktikan bahwa kamu adalah seorang pemimpin yang patut diikuti oleh semua orang.
Baca Juga: Tingkatkan Popularitas Situsmu dengan Guest Blogging, Strategi Menulis di Situs Lain
Mereka akan percaya bahwa kamu itu mampu bekerja dan dapat diandalkan ketika kepercayaan dan wibawa yang kamu tunjukkan dapat menginspirasi bawahan serta rekan-rekan kerja.
Meski demikian, aspek terpenting dari keahlian ini adalah bahwa kamu mampu menginspirasi kepercayaan di antara para pemimpin senior, hingga mereka melihat potensi pencapaian besar dari kepimimpinanmu.
Untuk mendapatkan akses kepada peluang-peluang penting, memiliki executive presence akan menentukan apakah kamu berhak mendapatkannya.
Pendapatmu mengenai beberapa keputusan yang akan diambil perusahaan, seperti promosi karyawan, atau tugas proyek dengan visibilitas tinggi, akan menjadi sangat penting.
Selain itu, peluang yang aksesnya akan kamu dapatkan bergantung pada tingkat kepercayaan dan inspirasi yang telah kamu tuangkan kepada para pembuat keputusan. Executive presence yang kamu miliki akan semakin besar apabila semakin signifikan peluang dan kepercayaan yang kamu raih.
Skill executive presence juga menggambarkan seorang pemimpin yang mampu bertahan di bawah tekanan yang besar. Di saat keadaan sedang tidak baik, keahlian decision making yang mereka tampilkan selalu sesuai dengan kepentingan bersama.
Pemimpin dengan executive presence mampu melihat situasi dan memberikan jawaban yang solutif dengan sifat yang tenang dan kepala dingin.
Karakteristik Penting Executive Presence
Executive presence merupakan sebuah kemampuan yang perlu diasah dalam jangka waktu yang relatif lama. Dengan kata lain, seorang pemimpin tak bisa secara sekejap memiliki skill satu ini.
Meski begitu, kamu bisa mulai melatih diri dengan mengaplikasikan tujuh karakteristik penting dari kemampuan executive presence. Dikutip dari Business Insider, berikut adalah kelima karakteristik executive presence yang perlu dimiliki seorang pemimpin.
Baca Juga: 5 Cara Ampuh Bikin Deskripsi Produk Berhasil Menggaet Pelanggan
1. Composure/ketenangan
Composure atau ketenangan menjadi karakteristik utama dari executive presence. Dalam komponen executive presence, kesadaran diri dan pemahaman terhadap kebutuhan orang lain menjadi komponen yang sangat penting.
Dengan kata lain, kunci untuk menjadi seseorang yang memiliki executive presence adalah kemampuan untuk mengendalikan emosi, mengenali emosi orang lain, dan mengelola respons terhadap seluruh pendapat.
2. Communicative/komunikatif
Sebagai pemimpin yang baik, sangatlah penting bagimu untuk melibatkan pendapat orang lain saat berkomunikasi dan membuat mereka merasa nyaman. Nah, langkah yang bisa kamu lakukan adalah dengan memahami tantangan gaya komunikasimu dan mengetahui bagaimana cara mengatasinya.
Lebih dari itu, kamu juga harus bisa melakukan komunikasi nonverbal. Pemimpin dengan skill komunikasi nonverbal yang mumpuni dianggap lebih baik dalam menyaring perasaan bawahannya.
3. Charisma/karisma
Karisma menjadi karakteristik berikutnya dari executive presence. Pemimpin yang mampu mewujudkan executive presence memiliki kemampuan untuk menarik perhatian orang lain kepada mereka.
Untuk mencapai ini, kamu harus selalu mengasah keterampilan mendengarkan yang kuat dan kemampuan untuk tetap fokus, sehingga orang yang sedang diajak berkomunikasi mengerti bahwa kamu hanya fokus pada percakapan, dan tidak teralihkan oleh hal-hal lainnya.
Baca Juga : Inilah Perbedaan antara Remarketing vs Retargeting!
4. Confidence/kepercayaan diri
Kemampuan untuk mengomunikasikan kepercayaan, baik pada apa yang diucapkan dan bagaimana cara kamu menyampaikannya menjadi salah satu aspek kunci dari executive presence.
Untuk tampil percaya diri, postur tubuh yang baik juga sangat penting. Selanjutnya, fokus mata sifatnya juga krusial. Kamu harus memastikan untuk melakukan kontak mata dan mengatur fokus dengan tepat saat sedang berkomunikasi dengan lebih dari satu orang. Sesungguhnya, pemimpin yang andal adalah pemimpin yang percaya diri.
5. Credibility/kredibilitas
Kredibilitas merupakan karakteristik terakhir dari executive presence. Sebenarnya, yang penting bukan hanya konten dari apa yang kamu sampaikan. Namun lebih terhadap bahasa yang dipilih untuk menyampaikannya akan memengaruhi kredibilitasmu sebagai pemimpin.
Pasalnya, orang lain akan memerhatikan dan tidak akan merasa ragu tentang fakta di pernyataannya ketika seseorang dengan kehadiran yang kuat berbicara. Dengan demikian, kamu harus menyampaikan pesanmu dengan tegas, dan pastikan bahwa fakta yang kamu ucapkan itu valid saat akan berbicara.
Baca Juga: Cara Daftar Kartu Prakerja Tahun 2023, Perhatikan Informasi Berikut!
Demikianlah informasi ringkas dari Jobnas.com ihwal skill executive presence. Perlu diingat bahwa executive presence adalah sebuah keahlian yang harus dimiliki seorang pemimpin untuk menunjukkan wibawanya. Hal ini penting untuk diasah agar supaya keputusan dan pendapat yang mereka sampaikan tidak akan terlalu berdampak di mata bawahannya.
Baca Selengkapnya9 Tips Mengatasi Stress Agar Kinerja Tak Terganggu Jika Mengalami Masalah Keluarga
Jobnas.com - Terkadang permasalahan dalam keluarga bisa membuat orang merasa jenuh, bahkan stress. Sebab, biar bagaimana pun, masalah keluarga bukan tak mungkin menjadi beban pikiran yang mengganggu fokus dan kinerjamu di kantor. Jika kamu berada di posisi tersebut, barangkali kamu perlu membaca artikel ini.
Jika diabaikan terus menerus, tentu akan menimbulkan masalah baru di tempat kerja. Terutama jika kamu sampai melakukan kesalahan karena masih memikirkan masalah keluarga. Nah, di artikel ini Jobnas.com akan memberikan 9 tips yang bisa kamu terapkan untuk meminimalisasi rasa stressmu. Yuk, simak sampai tuntas !
Baca Juga: Lebih Dekat dengan Chartered Financial Analyst (CFA)
1. Jangan Menyangkal Apa yang Kamu Rasakan
Jangan berusaha menahan atau mengabaikan apa yang kamu rasakan merupakan cara menghilangkan stres karena masalah keluarga yang paling pertama. Perasaan sedih, marah, kecewa, dan stress tidak akan bisa selesai jika kamu tidak mengakui bahwa kamu memang sedang mengalaminya saat ini.
Pada akhirnya, kamu hanya akan melupakannya sesaat saja tapi rasa itu akan datang kembali nantinya jika denial atau bersikap menyangkal terus-terusan. Sebaiknya, terimalah keadaan bahwa saat ini kamu memang sedang tidak baik-baik saja. Kemudian, baru kamu rencanakan cara selanjutnya untuk membuat perasaanmu menjadi lebih baik.
2. Luangkan Waktu untuk Melakukan Hal yang Kamu Suka
Nah, melakukan hal yang kamu sukai merupakan cara kedua yang mesti kamu lakukan, mulai dari:
-pergi ke restoran favorit
-menonton film atau variety show
-masak makanan favorit
-olahraga
-hobi lainnya
Sebab dengan melakukan aktivitas kesukaanmu, tentu saja menjadi sumber bahagiamu yang boleh kamu lakukan ketika merasa stres. Setidaknya dengan cara ini kamu bisa memperbaiki mood dan tidak terlalu terpuruk lagi meskipun tidak bisa mengatasi akar masalahnya.
3. Cerita pada Orang Terpercaya
Bercerita pada orang terpercaya merupakan cara menghilangkan stres karena masalah keluarga selanjutnya. Meski demikian, apabila kamu merasa masalah keluarga ini terlalu private, kamu bisa menumpahkan apa yang ada di pikiranmu melalui tulisan.
Setidaknya, kamu tidak memendamnya yang hanya akan membuatmu merasa sendiri. Perasaan inilah yang justru memperparah stres yang kamu alami. Apabila diperlukan, kamu bahkan boleh, lho, bercerita pada tenaga profesional sekaligus berkonsultasi. Apalagi jika kamu benar-benar sudah kewalahan. Jangan dipendam sendiri dan mulai cari pertolongan, ya.
4. Coba Praktikkan Meditasi & Relaksasi
Pasti pikiranmu sedang ribut dan berkecamuk pada saat kamu merasa stres. Oleh karena itu, kamu bisa melakukan meditasi dan relaksasi agar supaya pikiranmu tenang sejenak. Dengan melakukan meditasi,, kamu akan berusaha mengatur nafas secara teratur.
Itulah saat di mana kamu mengalihkan 100% fokus pada nafasmu, yang akhirnya membantumu untuk menenangkan pikiran. Menurut Michigan State University, semakin rutin kamu mempraktikkan meditasi, semakin mudah kamu meraup manfaat dari teknik ini ketika kamu sangat membutuhkannya.
5. Rekrut Orang yang Bisa Membantumu di Rumah
Salah satu cara menghilangkan stres karena masalah keluarga berikutnya adalah dengan merekrut asisten rumah tangga. Jika kamu adalah orang tua baru, tak heran jika terkadang ada saja masalah baru di keluarga terutama yang berkaitan dengan tumbuh kembang anak.
Baca Juga: Hal yang Mengasyikkan dan Menguntungkan dari Instagram Story Template
Sementara di sisi lain, kamu masih harus bekerja secara profesional di tempat kerja. Kamu perlu jujur kepada dirimu sendiri jika memang bebannya sudah di luar kemampuan. Jadi, tak apa untuk merekrut suster atau orang lain yang bisa membantu meringankan bebanmu di rumah. Dengan begitu, beban dan sumber stresmu jadi berkurang.
6. Temukan Hobi Baru
Adakalanya kamu perlu mencoba menemukan hobi baru jika hobi yang selama ini kamu lakukan bahkan tidak cukup untuk bisa membuatmu merasa lebih baik. Menurut Psychology Today, orang dewasa yang memiliki hobi nonkomersial cenderung lebih bahagia di bandingkan mereka yang tidak memiliki hobi.
Jadi, silakan eksplorasi minatmu dan temukan hal baru yang bisa membuatmu excited dan bersemangat! Hobi baru ini juga bisa jadi cara andalan manajemen stres kamu ke depannya.
7. Fokuskan Energi pada Hal yang Bisa Kamu Kendalikan
Jangan berfokus pada hal-hal di luar kendalimu merupakan cara menghilangkan stres karena masalah keluarga selanjutnya. Sebab yang justru mengganggu dan menjadi beban pikiran adalah hal-hal yang tidak bisa kamu lakukan.
Padahal, hal tersebut hanya akan melelahkanmu saja karena pada akhirnya kamu tidak bisa mengontrol atau mengubahnya. Jadi, alokasikan energimu pada hal yang ada di dalam kendalimu saja.
8. Coba Komunikasikan dengan Anggota Keluarga
Dikutip dari Psych Central, membicarakan apa yang menjadi masalah bagimu menjadi salah satu cara yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi stres karena keluarga. Jika memungkinkan, kamu perlu mencoba untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka dan sehat dengan anggota keluargamu.
Jadi, coba tuntaskan masalah tersebut sesuai dengan kemampuanmu. Tak hanya bermanfaat untuk saat ini, komunikasi yang sehat juga akan berguna di masa depan ketika ada masalah baru.
9. Jaga Pola Makan dan Tidur
Menjaga pola makan dan tidur merupakan cara menghilangkan stres karena masalah keluarga yang terakhir. Ini merupakan upaya minimum agar stresmu tidak bertambah. Pola makan yang tidak teratur bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan dan konsentrasi yang hanya akan menimbulkan stres tambahan.
Begitu juga dengan pola tidur. Tidur adalah cara utama untuk memulihkan energimu yang terserap setelah lelah bekerja. Jika tidurmu kurang berkualitas, jangan heran jika esok harinya kamu merasa semakin berat menghadapi masalah dan tuntutan di tempat kerja.
Baca Juga: Cara Daftar Kartu Prakerja Tahun 2023, Perhatikan Informasi Berikut!
Begitulah informasi dari Jobnas.com mengenai beberapa langkah dalam menghilangkan stres akibat family issue atau masalah keluarga. Menjaga kesehatan mental dan memelihara ketenangan batin menjadi hal begitu signifikan dalam mempengaruhi performa di tempat kerja. Semoga setelah membaca tips di atas, kamu dapat bekerja secara lebih efektif lagi, ya.
Baca SelengkapnyaJangan Lupakan Self Reward yang Penting untuk Kesehatan Mental
Jobnas.com-Dalam banyak hal, menumbuhkan dan menjaga motivasi memang bukan perkara yang mudah untuk dilakukan. Terutama ketika kamu sedang meniti karir. Nah, dengan memberikan self reward, setidaknya bisa menjadi salah satu cara untuk membangkitkan semangat dalam diri. Dengan self reward, kamu juga akan merasakan banyak dampak positif yang nantinya akan melekat pada diri mu.
Baca Juga: Kenali Lebih Akrab Layanan Microsoft 365 Auto Sukseskan Kinerjamu
Lantas, apa saja hal baik dari self reward dan bagaimana melakukannya? Yuk, baca artikel Jobnas.com berikut ini !
Seberapa Penting Self Reward ?
1. Membuat Senang dan Termotivasi
Dikutip dari Stunning Motivation, agar supaya kita bisa melakukan lebih banyak hal, self reward adalah satu cara untuk dilakukan. Kamu bisa melakukannya dengan cara memberi kita hadiah atau imbalan atas apa yang sudah dicapai.
Pemberian hadiah pada diri sendiri terbukti mampu membuat mood menjadi lebih baik dan menjaganya tetap positif selama bekerja atau berusaha mencapai suatu tujuan. Hal ini dikarenakan kamu akan menerima hal yang disukai bisa memicu dopamine, yaitu zat kimia dalam tubuh yang membuat perasaan menjadi lebih senang.
2. Positive Reinforcement
Terbentuknya positive reinforcement merupakan salah satu dampak lainnya dari menerima self reward. Positive reinforcement merupakan sebuah pengulangan suatu perilaku sesudah mendapat imbalan atau hadiah atas hal tersebut. Apabila manusia tahu akan mendapat suatu hal baik, pada akhirnya mereka akan cenderung untuk melakukan sesuatu. Inilah cara membangun kebiasaan yang baik dan meningkatkan produktivitas.
3. Dibutuhkan Setiap Orang
Jangan lupa bahwa dirimu penting sesibuk apa pun atau setinggi apa pun planning mu dalam hidup. Dengan demikian, memberikan penghargaan bagi diri sendiri karena sudah berjuang dan mencapai hidup sejauh ini.
Kamu akan mengalami burn out terus menerus atau kehilangan motivasi bekerja, apabila tanpa pemberian self reward dan terus bekerja saja. Dikutip dari Jean Hailes, pemberian penghargaan pada diri sendiri adalah hal yang perlu untuk menjaga kesehatan mental yang baik.
Bagaimana Cara Memberi Self Reward ?
Kamu bisa melakukan pemberian penghargaan untuk diri sendiri dengan berbagai macam cara. Tentunya, masing-masing orang mempunyai definisi reward atau penghargaan yang berbeda-beda.
Baca Juga: Optimalkan Local SEO, Agar Kamu Menguasai Bisnis di Area Lokal
Dengan demikian, dirimu sendirilah yang paling mengetahui apa yang membuatmu merasa dihargai atas jerih payah yang sudah dilakukan. Setidaknya ada beberapa hal yang penting untuk diingat ketika kamu memberikan self reward apa pun bentuknya, yaitu:
1. Relevansi
Pastikan penghargaan yang diberikan pada dirimu sendiri relevan dan tidak bertolak belakang dengan tujuanmu.
Seperti, kamu memiliki tujuan untuk menghemat lebih banyak uang hasil gaji. Dengan demikian, jangan memberi self reward dengan membeli barang mahal meskipun kamu sangat menginginkannya.
Pasalnya, dengan begitu, justru kamu akan semakin boros setiap menerima gaji.
2. Batasi Diri
Berdasarkan poin sebelumnya, bukan berarti kamu tidak boleh membeli barang apa pun. Tentunya kamu tetap bisa membelikan dirimu sesuatu yang disukai. Meski demikian, batasi diri, misalnya dengan menetapkan budget. Jangan sampai, misalnya, malah berutang atau menambah cicilan karena membeli barang tersebut.
3. Cari Reward yang Memotivasi
Tentu penting untuk memilih sesuatu yang membuatmu termotivasi, karena tujuan self reward umumnya adalah untuk meningkatkan semangat.
4. Mudah Didapat
Reward yang diberikan baiknya mudah didapat. Setidaknya, self reward cepat diberikan setelah kamu mencapai suatu tujuan yang sudah ditetapkan. Sebab, dengan cara seperti itu, kamu bisa mensugesti otak dan meyakinkan diri bahwa kamu sudah mendapat penghargaan atau hadiah setelah apa yang diraih.
Baca Juga: Dampak Perppu Cipta Kerja bagi Pekerja
Nah, itulah penjelasan Jobnas.com mengenai beberapa hal yang penting untuk melakukan self-reward. Jadi, jangan lupa berikan dirimu self reward, ya.
Baca SelengkapnyaSebaiknya Pelajari Panduan Membuat Cover Letter yang Ciamik ini Bagi Para Fresh Graduate
Jobnas.com - Dalam mencari kerja, salah satu dokumen yang perlu dimiliki adalah cover letter, terutama bagi kalangan fresh graduate. Hal ini dikarenakan apakah lamaran seorang job seeker akan dipelajrai lebih lanjut atau tidak oleh perusahaan tujuan sangat ditentukan oleh dokumen yang satu ini.
Tentu, fresh graduate akan mempunyai fokus baru, yakni mencari kerja setelah menyelesaikan pendidikannya. Dengan demikian, mereka membutuhkan informasi yang jelas dan benar tentang cara membuat cover letter yang bagus.
Oleh karena itu, di artikel ini Jobnas.com akan membagikan seputar informasi dalam membuat cover letter fresh graduate. Lalu, seperti apa sih cara paling baik bagi fresh gradeuat untuk menyusun cover letter ? Nah, penjelasannya ada di bawah ini. Yuk, simak sampai tuntas !
Pengertian Cover Letter
Secara definitif, cover letter adalah surat lamaran kerja atau keterangan singkat seputar profil kamu sebagai pelamar kerja. Ia kerap dijadikan sampul atau kata pengantar dari dokumen lamaran kerja lainnya, seperti portofolio dan CV.
Agar pihak perusahaan berminat untuk mempelajari lebih dalam lamaranmu, sebaiknya kalimat yang dirangkai dalam cover letter harus benar-benar singkat, efektif, dan memiliki daya tarik.
Menurut The Balance Careers, cover letter harus bersifat melengkapi CV, bukan mengulanginya. Dokumen ini harus menafsirkan isi CV yang bersifat data detail menjadi sesuatu yang lebih menyentuh pribadi.
Ciri-Ciri dan Fungsi Cover Letter
Pengertian cover letter akan semakin jelas saat kamu mengetahui ciri-ciri dan fungsinya. Berikut adalah ciri-ciri cover letter:
1. Konten Cover Letter
Cover letter terdiri dari serangkaian kalimat singkat yang memuat latar belakang diri, pendidikan, keahlian, pengalaman, prestasi serta informasi lain yang bisa menunjukkan kualitas pelamar kerja. Isinya pun tidak bertele-tele, namun harus padat dan singkat, dan tidak lebih dari satu halaman.
2. Kerangka Cover Letter
Secara umum, cover letter diawali dengan kalimat pembuka, kemudian dilanjutkan dengan rangkaian alasan mengapa cover letter ditulis. Kerangka dilanjutkan dengan pengenalan diri secara singkat dan paparan tentang latar belakang pendidikan dan keahlian yang dimiliki pelamar kerja. Pada cover letter, kamu juga perlu menuliskan alasan mengapa kamu layak diterima di perusahaan tujuan dalam posisi tertentu, dilanjutkan dengan penutup.
4. Karakteristik Kalimat Cover Letter
Dalam cover letter, kalimat yang dirangkai menggambarkan kondisi dan kualitas pelamar kerja, serta bersifat eksklusif. Dengan demikian, mengetahui ihwal langkah-langkah dalam membuat cover letter fresh graduate secara efektif dan ideal sangat penting dipelajari bagi para pelamar kerja.
Dengan mengetahui ciri-cirinya, kamu pasti sudah bisa menggambarkan fungsi utama dari cover letter. Singkatnya, fungsi cover letter yakni adalah pemikat awal seorang pelamar kerja terkait kualitas diri dan kinerjanya.
Dikutip dari Reed, cover letter memberikan sesuatu yang lebih dari lamaranmu. Perekrut akan lebih mudah mengenal diri, kepribadian, apa yang kamu inginkan, dan mengapa kamu melamar pekerjaan.
Langkah-langkah Membuat Cover Letter Fresh Graduate
Agar menarik dan efektif, kita harus bisa menguraikan cara merangkai kata dan kalimat di dalamnya dengan mengacu pada kerangka umum cover letter. Nah, Jobnas.com sudah merangkum beberapa tipsnya untuk mu agar supaya lebih mudah dalam membuatnya. Berikut adalah beberapa langkah-langkahnya:
1. Tunjukkan Kreativitasmu
Kamu mungkin mendapatkan sejumlah rekomendasi atau contoh cover letter dari internet atau para senior. Hal ini tentu saja bagus untuk referensi. Meski demikian, kamu tetap harus membuat cover letter yang eksklusif dan benar-benar mewakili karaktermu sendiri. Jadi, kreatif dan percaya dirilah! Jangan mudah menjadi peniru, lantas kreativitasmu jadi tidak terasah.
2. Jangan Mengulang Informasi di CV
Meringkas dan apa yang sudah disebutkan di curriculum vitae (CV) merupakan salah satu kesalahan yang kerap kali dilakukan para pembuat cover letter. Dari pada melakukan hal ini, lebih baik kamu berfokus pada hal detail yang mewakili kualitas kepribadianmu.
3. Mulailah dengan Kualifikasi
Selama menjalani pendidikan, kamu bisa menuliskan hal-hal yang berkaitan dengan kualitas karakter serta pencapaianmu. Tentu saja apa yang diceritakan harus sesuai dengan posisi yang ingin didapatkan.
Selain itu, kamu juga jangan sampai mengabaikan riset terkait visi misi perusahaan. Ketika pemaparan kualifikasimu sesuai dengan selera perusahaan, maka cover letter-mu akan semakin menarik.
4. Menulislah dengan Singkat
Membuat cover letter jangan lebih dari satu halaman. Idealnya, kamu menuliskannya hanya dalam tiga paragraf saja, atau setengah halaman. Jangan sampai kamu membuat rekruter merasa bosan sehingga mengabaikan lamaran kerjamu.
Contoh Kalimat-Kalimat Ideal untuk Cover Letter
Nah, pada poin berikut ini Jobnas.com akan memberikan beberapa contoh rangkaian kalimat dari paragraf yang diharapkan bisa menyulut kreativitasmu dalam menuliskan cover letter.
1. Paragraf Pertama
Kamu bisa mengawalinya dengan menyebutkan nama atau pihak yang akan menerima suratmu. Kemudian, kamu bisa langsung mengemukakan alasan, mengapa kamu tertarik melamar di perusahaan tujuan dengan posisi tertentu.
Selain itu, kamu juga bisa dengan singkat menceritakan dari mana kamu mendapatkan info tentang lowongan kerja tersebut, dan seberapa antusias kamu menyambutnya.
Contoh kalimat awal untuk paragraf pertama cover letter:
Kepada Kepala HRD …
Surat lamaran ini saya tulis setelah merespons informasi lowongan kerja yang saya terima dari …
2. Paragraf Kedua
Pada paragraf kedua, kamu bisa langsung memaparkan kualitasmu secara padat dan singkat. Hal yang tak boleh kamu lupakan adalah kamu tidak perlu lagi memperkenalkan diri tapi langsung menceritakan poin spesial yang menjadi keunggulanmu.
Ini bukan tindakan arogan, namun merupakan ekspresi rasa percaya diri dan optimisme atas niatmu bekerja di perusahaan tujuan.
Agar efektif dan menarik perhatian perusahaan, poin spesial yang kamu ceritakan sebaiknya disesuaikan dengan bidang kerja yang ingin kamu dapatkan. Selain itu, selaraskan pula dengan budaya kerja dan visi misi perusahaan.
Nah, kamu pun bisa menceritakan tentang pengalamanmu selama belajar di lembaga pendidikan, meski statusmu masih fresh graduate. Selain itu, kamu dapat menceritakan bagaimana hasil pendidikan itu sangat menunjang untuk kamu terjun di dunia kerja.
Ketika kesesuaian itu terangkai luwes tanpa dibuat-buat, maka cover letter-mu berpeluang membantu memuluskan jalan mendapatkan pekerjaan yang diinginkan.
Contoh kalimat awal untuk paragraf kedua cover letter:
Setelah lulus dari … saya melanjutkan kesibukan sebagai …
Sebagaimana informasi yang tertera di CV, saya sangat tertarik di bidang …
Saya memiliki sejumlah kemampuan yang bisa mendukung pekerjaan ini di antaranya …
3. Paragraf Terakhir
Beranjak pada paragraf ketiga di mana ini merupakan paragraf terakhir. Nah, di paragraf ini kamu bisa langsung menegaskan tentang keinginanmu yang benar-benar merasa pantas dan layak bekerja perusahaan tujuan. Setelah itu, segera tutup dengan salam penutup.
Contoh kalimat awal untuk paragraf akhir cover letter:
Dengan kualifikasi yang saya miliki, saya percaya bahwa posisi … sangat cocok dan diharapkan bisa mendukung kemajuan perusahaan.
Demikianlah surat lamaran ini saya buat dengan harapan mendapatkan balasan berupa kabar baik dari pihak perusahaan.
Begitulah pemaparan singkat Jobnas.com mengenai definisi dan tips jitu membuat cover letter untuk kamu yang masih fresh graduate. Satu hal yang penting dicatat adalah berhentilah menganggap bahwa cover letter sebagai sekadar instrumen pelengkap dalam agenda melamar kerja.
Baca Juga: Optimalkan Local SEO, Agar Kamu Menguasai Bisnis di Area Lokal
Justru ia serupa surat lamaran kerja yang bisa diandalkan untuk mempromosikan diri sehingga peluangmu diterima kerja semakin besar. Kamu pun perlu menjaga sikap percaya diri dan berani menunjukkan kualitas dirimu meski statusmu masih lulusan baru yang minim pengalaman.
Baca SelengkapnyaIni Dia Tutorial Minta Saran Karier Via Email dan Contohnya
Jobnas.com-Peran seorang yang berpengalaman di dunia kerja tentu sangatlah dibutuhkan. Ia bisa menjadi seorang konsultan di mana seseorang dapat bertanya untuk menentukan karirnya ke depan. Oleh karena itu, kamu harus ketahui cara meminta saran karier lewat email.
Dilansir dari Indeed, email menjadi sarana yang paling banyak digunakan untuk komunikasi secara profesional seperti menanyakan saran karier. Umumnya, saran untuk karier ini bisa kamu tanyakan pada atasan ataupun career mentor jika ada.
Baca Juga: Antara Bullet Journalling atau Digital Journalling, Tentukan Pilihanmu!
Jika saat ini kamu masih kebingungan terkait bagaimana cara meminta saran karier lewat email secara profesional dan benar, yuk, simak penjelasan di bawah ini!
Pentingnya Meminta Saran Karier
Kamu tentu membutuhkan saran karir sama orang yang telah berpengalaman. Seperti yang sudah disinggung di atas, hal ini dilakukan untuk menentukan karirmu ke depan, terutama dalam dunia kerja.
Menanyakan saran karier bertujuan membantu seseorang untuk memperjelas dan mengatur jenjang karier yang cocok untuknya. Barangkali agak sedikit merasa kebingungan apa yang mesti dilakukan ke depannya jika tidak mempunya tujuan karir yang jelas.
Di samping itu, kamu juga akan tidak bisa menyusun target-target dalam karier yang harus dicapai. Dengan demikian, coba cari seseorang yang sudah berpengalaman atau profesional di bidang yang ingin kamu geluti dan hubungi mereka untuk mendapat saran karier.
Orang yang bisa aku hubungi contohnya seperti dosen yang kamu kenal, carer mentor, pembicara saat mengikuti webinar, ataupun koneksi di LinkedIn. Seperti peribahasa “malu bertanya, sesat di jalan”, jika enggan bertanya, kamu akan terus bingung dengan tujuan dan target karier yang ingin dicapai.
Tutorial Meminta Saran Karier Lewat Email
Dikutip dari University of Washington, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum meminta saran karier. Terlebih lagi apabila ingin menanyakannya pada orang yang belum dikenal. Dengan demikian, simak 5 cara meminta saran karier lewat email di bawah ini!
1. Riset Karir yang Ingin Ditanyakan
Meneliti industri atau posisi pekerjaan yang diminati merupakan hal pertama yang harus kamu lakukan. Melalui cara ini, kamu sudah tahu secara umum informasi seperti gaji, tanggung jawab, skill atau tantangan yang akan dihadapi ketika bekerja.
Baca Juga: Metode Lihai Dalam Memilih Warna Ketika Mendesain
Di samping itu, penelitian sederhana ini juga bisa membantumu mencari ide topik yang menarik untuk didiskusikan. Dikutip dari Indeed, topik yang ditanyakan bukan hal-hal dasar yang bisa dijawab di internet, namun hal-hal yang hanya diketahui saat sudah berpengalaman.
Dengan demikian, luangkan waktu untuk mencari tahu seluk-beluk bidang yang digeluti dahulu dan barulah mulai susun topik-topik yang ingin ditanyakan.
2. Mulai dengan Menulis Subject yang Jelas
Apabila kamu sudah melakukan riset, langkah berikutnya adalah mulai lah dengan menulis email saran karir. Nah, dalam hal ini kamu perlu memulai dengan subject yang jelas.
Menurut Drexel University, subject dari email harus selaras dengan isi email. Apabila tidak, penerima email akan kebingungan saat membuka email tersebut. Tolok ukur subject email yang efektif terletak pada kalimatnya yang dapat memberikan informasi yang cukup dan dapat dipahami pembaca.
Untuk email saran karier, kamu bisa menulis subject seperti:
Saran karier pada bidang digital marketing – Jonathan P.
Recent graduate respectfully requesting career advice – Amelia R.
3. Perkenalkan Diri dan Jelaskan Tujuan Email
Memperkenalkan diri dan menjelaskan tujuan email merupakan paragraf pertama dari email saran karir. Dalam hal ini perkenalan diri menjadi sangat penting, terutama jika kamu mengirim email ke orang yang belum pernah bertemu sebelumnya, perkenalan diri dengan menulis nama lengkap dan latar belakangmu.
Sebagai contoh, kamu bisa memperkenalkan diri dengan kalimat:
Perkenalkan nama saya Indi Irawan, lulusan sarjana Teknik Industri di Universitas ABC. Saya bertemu dengan Bapak pada semester ke-5 pada mata kuliah Artificial Intelligence Engineering di mana Bapak menjadi narasumber seminar…
My name is Indi Irawan, a recent graduate from ABC University majoring in Computer Science. In my fifth semester, I attended a seminar entitled Artificial Intelligence Engineering in which you were one of the guests…
Kemudian, ceritakan tujuanmu mengirim email ini. Kamu bisa jelaskan alasan seperti ingin mencari informasi tentang posisi atau karier tertentu.
4. Berikan Pertanyaan yang Spesifik
Pertanyaan yang kamu tanyakan pada email harus ditulis secara singkat, tepat, dan spesifik agar tidak membuang waktu pembaca.
Meski demikian, ada baiknya kamu jelaskan sedikit informasi seberapa banyak kamu mengetahui kamu tentang bidang yang diminati sebelum bertanya.
Mungkin kamu harus menjelaskan pengalamanmu dengan kalimat yang cukup panjang, tapi usahakan untuk menjelaskannya sesingkat mungkin.
Dikutip dari The Balance Career, kamu harus bisa memilah bagian yang relevan saja pada pengalamanmu. Kamu tidak perlu menceritakan keseluruhan riwayat pekerjaan.
5. Ucapkan Terima Kasih
Terakhir, cantumkan ucapan terima kasih atas waktu yang diluangkan dan berikan sapaan sopan sebagai penutup. Seperti halnya surat formal, kamu juga perlu menunjukkan profesionalisme dan etika yang baik saat menulis email.
Baca Juga: SEO Audit, Optimalkan Kinerja Website di Halaman Pencarian
Demikianlah penjelasan Jobnas.com tentang tutorial meminta saran karir via email dengan cara profesional yang perlu kamu ketahui. Ingat, saran karier juga merupakan hal penting yang bisa kamu minta dari seorang profesional yang sudah dikenal sebelumnya maupun belum. Dengan begitu, kamu bisa lebih tahu gambaran kariermu di masa depan.
Baca SelengkapnyaPahami Dulu Arti Rekening Dana Nasabah Sebelum Investasi Saham
Jobnas.com-Apabila kamu sedang mendalami dunia investasi saham, hal yang harus kamu pahami adalah RDN atau Rekening Dana Nasabah. Lantas, mengapa rekening ini menjadi begitu penting ? Kemudian, apa yang membedakan dengan rekening lainnya ?
Nah, di artikel ini Jobnas.com akan menjawab itu semua. Simak selengkapnya, yuk!
Pengertian RDN
Secara definitif, RDN merupakan salah satu bentuk rekening dana. Bukan sembarang rekening, ia hanya boleh diadministrasikan oleh bank khusus yang sudah ditunjuk.
Baca Juga: Inilah Perbedaan antara Remarketing vs Retargeting!
Definisi ini dirangkum dari Pedoman Pembukaan Rekening Efek Nasabah dan Rekening Dana Nasabah Secara Elektronik yang dibuat oleh OJK. Ia juga sering disebut dengan rekening dana investor atau RDI.
Lantas, untuk apa mereka membuat rekening ini? RDN diciptakan untuk melakukan transaksi saham. Dengan kata lain, ia digunakan untuk membeli surat berharga yang satu ini.
Misalnya, lewat mana kamu membayarnya ketika kamu ingin membeli saham lewat sekuritas X? Jawabannya adalah RDN. Langkah yang bisa kamu lakukan adalah tinggal memasukkan uang ke dalam rekening dana nasabah milikmu. Jangan lupa, RDN-mu juga harus terkoneksi dengan sekuritas terkait.
Dapat disimpulkan, RDN sangatlah penting di dunia investasi saham. Tanpanya, kamu tak bisa bertransaksi. Nah, pada zaman dulu, pembukaan RDN memakan waktu hingga dua pekan. Waktu yang sangat lama, kan?
Meski demikian, kamu tak perlu khawatir. Dunia digital telah membantu percepatan proses ini. Dikutip dari Bisnis, per hari Kamis, tanggal 28 Maret 2019, kamu bisa membuka RDN secara elektronik. Waktu yang dibutuhkan untuknya paling cepat 30 menit. Jadi, kamu tak perlu membuang waktu lama-lama lagi.
RDN vs SID
Tak jarang ada yang masih kebingungan terkait perbedaan antara RDN dan SID. SID merupakan singkatan dari single investor identification. SID menunjukkan identitasmu, hal ini seperti layaknya Kartu Tanda Penduduk.
Baca Juga: Dampak Perppu Cipta Kerja bagi Pekerja
Sementara itu, menurut Riska Afriani, seorang Analis Pasar Modal seperti dikutip dari CNN Indonesia mengatakan bahwa RDN adalah sebuah rekening bank. Ia digunakan untuk membeli saham. Satu orang juga hanya perlu memiliki satu SID. Ini berbeda dengan kepemilikan rekening dana nasabah yang bisa lebih dari satu per orang.
Bank Administrator RDN
Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, RDN adalah rekening yang punya sifat khusus. Bank yang membukanya harus ditunjuk dan diberi mandat itu. Menurut Kustodian Sentral Efek Indonesia, Indonesia punya 17 bank yang berhak membuka rekening dana nasabah. Bank-bank itu adalah:
PT Bank BCA Syariah
PT Bank Pan Indonesia Tbk
PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Nationalnobu Tbk
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Permata Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
PT Bank Sinarmas Tbk
PT Bank Syariah Mandiri
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk
PT Bank BNI Syariah
PT Bank Mayapada Internasional Tbk
PT Bank KEB Hana Indonesia
PT Bank OCBC NISP Tbk
Baca Juga: SEO Audit, Optimalkan Kinerja Website di Halaman Pencarian
Itulah penjelasan Jobnas.com mengenai RDN. Hal yang tak boleh kamu lupakan adalah bahwa RDN adalah istilah investasi yang bisa kamu gunakan jika ingin segera jual-beli saham.
Baca SelengkapnyaCari Tahu Mengapa Investasi Low Risk Dibutuhkan Investor di 2023
Jobnas.com - Untuk mendapatkan passive income yang stabil, investasi low risk dapat menjadi alternatif pilihan para investor di tahun 2023. Hal ini disebabkan karena jenis investasi yang satu ini mempunyai risiko kegagalan yang relatif kecil. Bahkan, hampir pasti sang investor akan menerima sejumlah imbalan.
Lantas, apa sih sebenarnya investasi low risk itu? Apa saja jenis-jenisnya? Yuk, pelajari selengkapnya di artikel Jobnas.com berikut ini.
Apa itu Investasi Low Risk ?
Menurut Davemanuel, secara definitif, investasi low risk merupakan sebuah prinsip di mana hanya terdapat risiko kecil bagi para investor untuk kehilangan sebagian atau seluruh uangnya.
Baca Juga: Sebelum Mulai Investasi Pahami Dulu 5 Perbedaan Reksa Dana Syariah dan Konvensional
Dalam mengatasi fluktuasi di pasar, membangun portofolio investasi yang memiliki setidaknya beberapa aset berisiko rendah dapat berguna dalam membantu investor, khususnya di tengah kondisi yang serba tidak pasti.
Meski begitu, kemungkinan investor untuk mendapatkan keuntungan juga akan ikut menurun dengan menurunkan kecenderungan risiko, apalagi dalam investasi jangka panjang.
Hal tersebut mungkin akan berguna jika tujuan investor adalah untuk menjaga modal dan mempertahankan aliran pendapatan bunga yang stabil. Namun, mereka harus mempertimbangkan strategi investasi yang sesuai untuk tujuan jangka panjang, apabila investor mengharapkan pertumbuhan secara finansial.
Rekomendasi Investasi Low Risk Terbaik
Hal yang tak boleh dilupakan adalah bahwa meskipun investasi low risk bisa mengurangi risiko kerugian dalam skala yang besar, tidak ada yang namanya investasi tanpa risiko. Ketika risiko kerugian benar-benar terjadi, investasi bukanlah sebuah rekening bank yang dapat digantikan nilainya.
Kamu bisa sewaktu-waktu kehilangan modal yang banyak dalam dunia investasi. Nah, berikut ini adalah rekomendasi jenis-jenis instrumen investasi berisiko rendah yang dapat menjadi pilihan untukmu.
1. Saham Preferen
Menurut Forbes, saham preferen mempunyai risiko yang rendah, tetapi berpotensi untuk menghadirkan dana pengembalian yang cukup besar. Di samping dividen, kamu mungkin dapat merasakan pertumbuhan investasi yang cepat melalui pembelian kembali.
Akhir-akhir ini, banyak perusahaan yang telah membeli kembali saham preferen, biasanya dengan harga yang sedikit lebih tinggi daripada harga jualnya. Pasalnya, saham preferen membayar dividen yang lebih tinggi , dan oleh karena itu , ia menjadi beban perusahaan yang lebih mahal daripada hutang.
2. Saham Perusahaan Utilitas
Menurut Moneycrashers, saham dari perusahaan utilitas memiliki nilai yang sama dengan saham preferen.
Melihat tren finansial dan investasi, nilai saham utilitas cenderung relatif stabil melihat aspek harga, dan diperkirakan akan menghasilkan dividen sekitar 2% hingga 3% di atas instrumen lain.
Baca Juga: SEO Audit, Optimalkan Kinerja Website di Halaman Pencarian
Melalui situs broker online, jenis saham satu ini juga mudah untuk diakses dan dapat dibeli.
3. Obligasi Perusahaan
Obligasi dari perusahaan merupakan investasi low risk berikutnya yang dapat menjadi pilihan. Investor dapat memilih obligasi yang jatuh tempo dalam beberapa tahun mendatang untuk memitigasi risiko suku bunga.
Obligasi sendiri memiliki jangka waktu tempo yang panjang dan lebih sensitif terhadap perubahan suku bunga. Dengan demikian, investor dapat memilih obligasi berkualitas tinggi dari perusahaan terkemuka untuk menurunkan risiko gagal bayar, atau membeli dana yang diinvestasikan pada obligasi tersebut.
4. Sertifikat Deposito
Dikutip dari Bankrate, jika mereka membiarkan seritifikat tetap utuh hingga jangka waktu tersebut berakhir,perbankan wajib membayar sejumlah bunga kepada pemilik sertifikat deposito selama jangka waktu tertentu.
Beberapa rekening tabungan membayar tingkat bunga yang lebih tinggi daripada beberapa sertifikat deposito, tapi yang disebut rekening dengan hasil tinggi mungkin memerlukan setoran yang besar. Karena tingkat risiko yang cukup rendah, instrumen ini merupakan salah satu instrumen investasi low risk yang paling dicari investor.
Nah, demikianlah penjelasan Jobnas.com mengenai serba-serbi investasi low risk dan jenis-jenis instrumennya yang bisa menjadi pilihan untukmu. Hal yang perlu kamu ingat adalah bahwa , tingkat risiko sebuah investasi akan memengaruhi jumlah dana pengembalian yang akan diterima.
Baca Juga: Antara Bullet Journalling atau Digital Journalling, Tentukan Pilihanmu!
Meski begitu, masih terdapat beberapa investasi berisiko rendah yang cukup menjanjikan. Yang perlu kamu lakukan adalah untuk mengatur strategi sesuai kebutuhan.
Baca Selengkapnya