Jobnas

Blog Jobnas

Halaman artikel blog terbaru di Jobnas.com.
Iwan Bisa
2 tahun yang lalu
7 Cara Membuat Deskripsi Produk

8 Cara Membuat Deskripsi Produk yang Menarik

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com - Membuat deskripsi yang menarik adalah salah satu cara untuk bisa menarik perhatian konsumen.

Karena, secara umum, deskripsi produk seringkali menjadi hal kedua yang dilihat setelah tampilan luarnya. Jika tampilannya bagus, didukung dengan deskripsinya yang jelas dan menarik, para konsumen akan semakin yakin untuk membeli produkmu.

Oleh karena itu, menjadi penting untuk mengetahui cara membuat deskripsi produk yang jelas dan menarik.

Nah, bagaimana cara dan langkah-langkahnya? Yuk, simak penjelasan berikut ini!

1. Ketahui siapa calon pelangganmu

Bagi para pelaku bisnis, mengetahui siapa yang menjadi target pasar terlebih dahulu merupakan sesuatu yang wajib. Hal ini dilakukan agar mereka bisa memilih dan mempertimbang strategi marketing apa yang cocok untuk digunakan. Langkah ini disebut dengan buyer persona.

Dengan memahami calon pelanggan ketika ingin membuat deskripsi, akan membuatmu paham gaya bahasa seperti apa yang tepat untuk digunakan.

Ada beberapa hal yang perlu kamu identifikasi dari calon pelangganmu berdasarkan penjelasan dari Neil Patel, yaitu:

  • lokasi
  • usia
  • gender
  • minat
  • level pendidikan
  • level pendapatan
  • bahasa

2. Bangun brand personality dengan tone of voice

Salah satu aspek yang tidak boleh diabaikan dalam membuat semua jenis tulisan, mulai dari copy, konten, caption, hingga deskripsi produk adalah tone of voice.

Sederhananya, tone of voice itu adalah pilihan kata yang kamu gunakan di semua platform bisnismu.

Jadi, dengan pilihan kata ini, kamu bisa menselaraskan deskripsi produknya dengan tulisan di platform-platform lainnya untuk membangun brand personality dan value perusahaanmu.

3. Pilih kata yang persuasif

Adapun cara ketiga untuk membuat deskripsi produk yang menarik adalah memilih kata-kata yang menggugah dengan kalimat-kalimat yang persuasif.

Intinya, ketika membuat deskripsi, pemilihan kata tidak boleh sembarangan.

Sebagaimana yang disampaikan oleh David Ogilvy dan dikutip oleh Buffer, setidaknya ada 20 kata yang potensial cukup berpengaruh bagi para konsumen, yaitu:

Suddenly (tiba-tiba), now (sekarang), announcing (mengagumkan), introducing (memperkenalkan), improvement (kemajuan), amazing (luar biasa), sensational (menggemparkan), remarkable (luar biasa), revolutionary (perubahan) startling (mengagetkan), miracle (keajaiban), magic (sulap), offer (menawarkan), quick (cepat), easy (mudah), wanted (diinginkan), challenge (tantangan) compare (membandingkan), bargain (menawar), dan hurry (mempercepat).

4. Buat kalimat yang mudah dipahami

Langkah selanjutnya adalah pastika kamu membuat deskripsi produk dengan kalimat yang mudah dipahami.

Usahakan jangan terlalu bertele-tele. Tuliskan dengan singkat, padat dan mudah dipahami. Jika diperlukan, kamu juga bisa memanfaatkan bullet atau poin-poin untuk memberikan penjelasan yang lebih detail.

5. Sertakan informasi produk secara detail

Deskripsi itu gunanya adalah untuk memberikan gambaran awal tentang suatu produk. Maka, menyertakan informasi produk tersebut secara detail merupakan suatu keharusan.

Semisal deskripsi tentang pakaian, maka yang harus disertakan adalah seperti ukuran, bahan yang digunakan, warna, model dan lain sebagainya.

6. Sampaikan kelebihan dan manfaat produk

Selain harus menyertakan fitur, spesifikasi, dan ciri-ciri produk di deskripsi, kamu juga perlu menyampaikan kelebihan dan manfaat yang ditawarkan dari produkmu.

Jika produk kecantikan, maka cara untuk membuat deskripsi produk yang menarik adalah dengan mengatakan bahwa produk tersebut tahan lama, tidak mengandung bahan berbahaya dan lain sebagainya.

Dengan begitu, besar kemungkinan pelanggan akan lebih memilih produkmu ketimbang brand lainnya.

7. Perhatikan SEO Google

Jika produkmu dijual secara online, maka kamu harus memerhatikan search engine optimization (SEO). Hal ini perlu dilakukan agar produkmu mudah ditemukan di search engine sehingga bisa menjangkau konsumen yang lebih luas. Dengan begitu, penjualan produkmu akan terus meningkat.

8. Analisis Kebutuhan Pasar

Sebelum meluncurkan produk baru atau mengembangkan deskripsi produk yang menarik, adalah penting untuk melakukan analisis menyeluruh tentang kebutuhan dan preferensi pasar.

Analisis ini memungkinkan Anda untuk memahami dengan lebih baik apa yang dicari oleh pelanggan potensial Anda dan bagaimana produk Anda dapat memenuhi kebutuhan mereka dengan cara yang paling baik.

Mengapa Analisis Kebutuhan Pasar Penting?

  1. Memahami Target Audiens: Analisis kebutuhan pasar membantu Anda memahami siapa target audiens Anda dan apa yang mereka cari dalam produk. Ini melibatkan pemahaman tentang demografi, preferensi, gaya hidup, dan tantangan yang dihadapi oleh pelanggan potensial Anda.

  2. Menyempurnakan Fitur dan Manfaat Produk: Dengan memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan, Anda dapat menyempurnakan fitur dan manfaat produk Anda. Ini membantu Anda mengkomunikasikan nilai produk secara lebih efektif kepada pelanggan potensial Anda.

  3. Mengidentifikasi Peluang Pasar: Analisis kebutuhan pasar membantu Anda mengidentifikasi peluang pasar yang belum terpenuhi atau kekosongan dalam pasar. Ini memungkinkan Anda untuk mengembangkan produk yang inovatif dan memenuhi kebutuhan yang belum terpenuhi.

  4. Mengurangi Risiko: Dengan memahami pasar dengan baik, Anda dapat mengurangi risiko kegagalan produk dan meminimalkan kerugian investasi Anda. Memiliki pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan pasar membantu Anda mengambil keputusan yang lebih baik tentang pengembangan produk dan pemasaran.

Dengan menerapkan delapan cara di atas, kamu akan bisa membuat deskripsi yang baik sehingga pelanggan akan semakin yakin untuk memilih produkmu.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Iwan Bisa
2 tahun yang lalu
Memulai Bisnis Online

Wajib Tahu, 5 Langkah Penting untuk Memulai Bisnis Online

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com - Semenjak tahun 2019, aplikasi jual beli mulai marak diminati oleh masyarakat luas. hal ini tidak terlepas dari kemajuan jaman yang semakin kesini semakin dipermudah. Untuk melakukan sesuatu dalam segala aspek kehidupan, baik kegiatan keseharian seperti interaksi sosial, belanja dan lainnya bisa dilakukan secara online. Bahkan membangun bisnis pun bisa dilakukan secara online.

Sebagai contoh, banyak dari kalangan remaja yang kreatif dan jeli memanfaatkan situasi dengan berjualan di berbagai platform marketplace. Nah, apakah kamu juga tertarik membangun bisnis secara online? Jika iya, maka berarti kamu perlu untuk mengetahui terlebih dahulu beberapa tips untuk memulai bisnis online.

Membangun bisnis kecil secara online kini sepertinya sedang menjadi tren tersendiri. Sebab, dengan bisnis semacam ini, meski hanya rumah, kalian tetap bisa mendapat penghasilan.

Apa saja langkah-langkah yang perlu diperhatikan? Atau bagaimana langkah awal untuk memulainya? Simak selengkapnya artikel berikut yang sengaja disediakan khusus untuk kamu.

1. Kelola situs web dan akun marketplace dengan baik

Tips pertama untuk memulai bisnis online adalah menyediakan strategi untuk pengelolaan situs web dan marketplace dengan baik.

Hal ini lebih dari sekadar mengatur rencana bisnis yang sudah kamu persiapkan. Sebab, keduanya adalah aspek terbesar dalam bisnis online.

Semuanya perlu dikelola, baik situs yang  mereka gunakan untuk bisnis, profil resmi media sosial bisnis, hingga akun hosting yang mereka gunakan.

Hal tersebut harus dioptimalkan demi perkembangan brand yang dimiliki. Dalam arti lain, kita selaku pebisnis online harus pintar mengoptimalisasi media online kita.

Misalnya, konten yang tertera pada media sosial dan halaman web harus memiliki keyword yang relevan dan sering dicari publik. Kalian bisa menemukan keyword dan memilih yang paling banyak diminati di google search.  

Selain itu, kita juga harus memahami algoritme yang berlaku di internet agar produk kita mendapat rekomendasi tinggi.

2. Lindungi informasi customer

Tips yang kedua adalah harus menjaga privasi custumer. Sebab, kesalahan yang sering terjadi adalah pengelolaan informasi customer yang kurang memadai dari pihak manajemen bisnis.

Sebagai seorang pebisnis, kamu memiliki kewajiban untuk melindungi seluruh informasi pelanggan yang diperoleh secara online.

Semisal kita menjual produk yang sifatnya tabu di tengah masyarakat. Maka, kerahasiaan barang tersebut ketika ingin dikirim ke alamat custumer harus dijaga dengan baik. Hal ini dalam rangka menjaga privasi dan kenyamanan customer.

3. Ketahui dan pahami aktivitas kompetitor

Tips berikutnya untuk memulai bisnis online yang baik adalah untuk selalu mengetahui dan memahami aktivitas competitor kita. Kalau fukus di Tiktok, semisal jualan secara live, maka kalian harus tahu jadwal live dan bagaimana system promosi kompetitor itu.

Hal ini juga perlu dilakukan agar dapat menganalisis keunggulan dan kelemahan sistem promosi dan optimasi yang kita terapkan.

Caranya bagaimana? Mudah saja. Kalian tinggal langsung memantau platform media sosial yang digunakan kompetitor lalu menganalisisnya demi kemajuan bisnis online yang kita geluti.

Selain itu, untuk mengoptimasi media online, kita harus dapat melihat kata kunci dan tren konten yang tengah banyak digunakan oleh competitor lain dengan menggunakan tools yang disediakan oleh Google. Meski demikian, tetap junjung asas persaingan secara sehat.

4. Bangun mindset bisnis yang baik

Nah, langkah keempat sekaligus terakhir untuk memulai bisnis online adalah bangun mindset yang baik. Bahwa segala apapun yang kita lakukan, kita harus memiliki prasangka baik, optimis dengan usaha yang kita lakukan serta komitmen untuk bertanggung jawab penuh dengan langkah yang kita mulai.

Bisnis sekecil apapun pasti memiliki ujiannya tersendiri. Maka, sangat disarankan untuk mengatur strategi awal, pertengahan dan akhir. Pada bulan-bulan pertama penjualan, kalian sebaiknya jangan mematok ekpektasi penjualan yang berlebihan dengan mengharap  keuntungan yang berlimpah.

Sebaiknya pada masa awal penjualan adalah kesempatan kita untuk memanfaatkan waktu mengatur strategi pemasaran yang jitu hingga berpotensi untuk menarik perhatian banyak orang yang menjadi target penjualan kita.

5. Manfaatkan Media Sosial

Dalam era digital saat ini, media sosial telah menjadi salah satu alat pemasaran paling kuat dan efektif untuk bisnis online. Dengan jutaan pengguna aktif setiap hari, platform media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan LinkedIn menawarkan peluang besar bagi bisnis untuk terhubung dengan pelanggan potensial, memperluas jangkauan mereka, dan memperkuat merek mereka. Dalam artikel ini, kita akan membahas pentingnya media sosial untuk bisnis online dan bagaimana memanfaatkannya secara efektif.

Mengapa Media Sosial Penting untuk Bisnis Online?

  1. Membangun Kehadiran Online: Media sosial memberikan platform untuk memperkenalkan bisnis Anda kepada jutaan orang di seluruh dunia. Dengan membuat profil yang menarik dan berbagi konten berkualitas, Anda dapat membangun kehadiran online yang kuat dan menarik perhatian calon pelanggan.

  2. Interaksi dengan Pelanggan: Media sosial memungkinkan Anda untuk berinteraksi secara langsung dengan pelanggan Anda. Anda dapat menjawab pertanyaan, memberikan layanan pelanggan, dan merespons umpan balik dengan cepat dan efisien, yang membantu membangun hubungan yang lebih dekat dengan pelanggan.

  3. Meningkatkan Kesadaran Merek: Dengan konten yang kreatif dan konsisten, Anda dapat meningkatkan kesadaran merek Anda di kalangan target audiens Anda. Posting konten yang relevan dan menarik secara teratur membantu membangun identitas merek yang kuat dan mudah dikenali.

  4. Meningkatkan Lalu Lintas Situs Web: Media sosial dapat menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan lalu lintas situs web Anda. Dengan membagikan tautan ke posting blog, produk, atau halaman penjualan, Anda dapat mengarahkan pengikut Anda ke situs web Anda untuk mempelajari lebih lanjut atau melakukan pembelian.

  5. Analisis Kinerja: Platform media sosial menyediakan alat analisis yang memungkinkan Anda untuk melacak kinerja posting Anda. Anda dapat melihat metrik seperti jumlah tampilan, interaksi, dan konversi, yang membantu Anda memahami apa yang berhasil dan apa yang perlu diperbaiki dalam strategi pemasaran Anda.

Untuk saat ini, bisnis terbaik adalah bisnis yang mengikuti tren yang sedang banyak digemari. Kalian bisa mengetahuinya dari berbagai media sosial, khusunya Twitter atau tiktok. Namun demikian, cara bagaimana kita memahami tren itu sendiri juga sangat berpengarauh terhadap langkah-langkah yang akan kita ambil.

Jika kalian berminat untuk memulai bisnis, maka mulailah dengan bisnis online, karena kini sedang menjadi tren yang digemari banyak orang.

Setelah memulainya, agar bisnis kita bisa sukses, tugas kita selanjutnya adalah untuk menerapkan strategi dan pola pikir yang terbaik sebagaimana yang sedikit dibahas dalam artikel ini.

Nah, gimana? Sudah paham, tidak? Itulah 4 langkah penting untuk memulai bisnis online agar sukses.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Iwan Bisa
2 tahun yang lalu
-1.png

5 Cara Ampuh Google My Business Dongkrak Keuntungan

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com - Di era digital saat ini, keberadaan online menjadi kunci dalam kesuksesan bisnis. Salah satu alat yang paling penting dalam membangun kehadiran online yang kuat adalah Google My Business. Google Bisnisku ini adalah platform gratis yang disediakan oleh Google yang memungkinkan bisnis untuk mengelola dan meningkatkan penampilan mereka dalam hasil pencarian Google dan Google Maps.

Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan mengapa Google My Business penting dan bagaimana memanfaatkannya secara optimal untuk bisnis Anda.

Mengapa Google My Business Penting?

  1. Meningkatkan Visibilitas Online: Dengan mendaftarkan bisnis Anda di Google My Business, Anda dapat memastikan bahwa informasi bisnis Anda muncul dalam hasil pencarian lokal dan Google Maps, meningkatkan visibilitas dan kemungkinan ditemukan oleh calon pelanggan.

  2. Memberikan Informasi yang Relevan: Platform ini memungkinkan Anda untuk menyertakan informasi penting tentang bisnis Anda, seperti alamat, nomor telepon, jam operasional, dan situs web. Ini membantu calon pelanggan menemukan dan menghubungi bisnis Anda dengan mudah.

  3. Interaksi dengan Pelanggan: Google My Business memungkinkan pelanggan untuk meninggalkan ulasan dan memberi peringkat bisnis Anda. Anda juga dapat berinteraksi dengan pelanggan dengan menjawab pertanyaan, merespons ulasan, dan berbagi pembaruan tentang bisnis Anda.

  4. Analisis Kinerja: Platform ini menyediakan berbagai alat analisis yang memungkinkan Anda untuk melacak kinerja bisnis Anda, termasuk jumlah tampilan, klik, dan interaksi pengguna dengan profil bisnis Anda.

  5. Gratis dan Mudah Digunakan: Google My Business adalah layanan gratis yang mudah digunakan. Proses pendaftarannya sederhana dan cepat, dan Anda dapat mengelola profil bisnis Anda dari komputer atau perangkat seluler kapan saja.

Salah satu tool yang menjanjikan di era digital untuk mendukung kesuksesan bisnismu adalah Google My Business.

Dengan catatan, kamu harus tahu bagaimana cara optimasi tool tersebut dengan baik.

Sebab, dapat dipastikan sebagian besar praktisi SEO profesional pasti memanfatkan tool gratis dari Google ini untuk melicikan strategi bisnis local mereka.

Dengan Google My Business, kamu mampu mendorong kegiatan local SEO agar lebih baik dari competitor bisnismu.

Mengingat potensi dan manfaat yang ditawarkan ini, yang perlu kamu lakukan adalah mengetahui cara optimasi Google My Business terlebih dahulu.

5 Cara Ampuh untuk Mengoptimasi Google My Business (Google Bisnisku)

Nah, dalam artikel ini, sudah mimin rangkum 5 cara ampuh untuk mengoptimasinya. Baca dan simak sampai selesai, ya!

1. Lengkapi informasi profil bisnis

Langkah pertama tentu saja adalah melengkapi profil Google My Business. Hal-hal penting yang harus dilengkapi adalah seperti nama bisnis, kategori, alamat, website, hingga deskripsi bisnis.

Pasalnya, informasi tersebut nantinya akan diindeks oleh Google Search dan Google Maps.

Jadi, pastikan alamat diisi dengan tepat. Sebab, dari situ user dapat menemukan lokasi bisnismu melalui Maps.

Jika ada pembaharuan terkait informasi bisnismu, maka profil tersebut harus di update secara berkala, semisal alamat, nomor telepon, ataupun deskripsi.

2. Deskripsikan bisnis dengan baik

Membuat deskripsi bisnis marupakan syarat yang harus dipenuhi.

Pasalnya, deskripsi tersebut akan memberi gambaran kepada para pengguna terkait produk atau layanan dari bisnismu.

Buatlah deskripsi semenarik mungkin dan terdiri dari kalimat-kalimat persuasive. Pastika pula pemilihan katanya harus singkat dan padat. Jangan cenderung bertele-tele.

Meskipun menurut Bright Local, kamu dapat menambahkan deskripsi bisnis sebanyak 750 karakter di Google My Business.

Sederhananya, deskripsi ini menjadi pintu utama bagi user untuk mempertimbangkan apakah ingin memperhatikan bisnismu atau sebaliknya.

3. Manfaatkan postingan lokal

Adapun cara yang ketika untuk optimasi Google My Business adalah dengan memanfaatkan postingan lokal.

Jangan ragu untuk mempublikasikan postingan lokal di daerahmu. Yang penting postingan tersebut harus berkaitan dengan bisnismu.

Sebagai contoh, bisnismu adalah bisnis food vloger, maka kamu bisa membuat postingan mengenai rekomendasi tempat makan di daerahmu.

Dilansir dari Search Engine Journal, kegiatan tersebut sangat berguna untuk tetap terhubung dengan audiens.

4. Upload foto

Selain harus melengkapi informasi bisnis sebagaimana langkah atau cara yang pertama di atas, kamu juga perlu menambahkan foto di dalam Google My Business.

Sebab, menambahkan foto di Google My Business merupakan salah satu cara yang harus dilakukan untuk mengoptimasinya dengan sempurna.

Di dashboard Google My Business sudah tersedia tab yang bisa digunakan untuk meng-upload foto.

Untuk fotonya sendiri, berdasarkan Bright Local, foto-foto yang di uploud adalah yang terkait dengan produkmu atau suasana kantormu.

Jika ada, tambahkan juga foto kegiatan seputar bisnismu, seperti saat tengah presentasi, testimony konsumen dan lain sebagainya.

Jangan lupa pula, tambahkan minimal tiga foto katalog produk atau layananmu agar dapat diketahui oleh user.

5. Tanggapi review user

Sebagaimana platform lainya, dalam Google My Business, user atau pelanggan juga dapat memberikan ulasan atau review terkait produk atau bisnismu.

Karena itu, jika ada user yang berkomentar atau mengulas bisnismu, maka tanggapi dengan baik. Jika reviewnya positif, maka jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih.

Hal seperti itu akan memperlihatkan bahwa kamu sangat menghargai dan mengutamakan para pelanggan.

Jika ada review negatif, tanggapi juga dengan kalimat yang baik. Jadikan komentar atau ulasan yang negatif tersebut sebagai bahan evaluasi agar lebih baik kedepannya.

Terlepas dari semua itu, dorong pelanggan untuk memberikan review mengenai produkmu, entah itu lewat media sosial terkait ataupun melalui website.

Sebab, ulasan dari pelanggan memiliki perang penting untuk kemajuan bisnismu ke depannya.

Nah, itulah lima cara ampuh yang bisa kamu praktikkan untuk optimasi Google My Business agar semakin sukses dan memenangkan bisnis lokal.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Iwan Bisa
2 tahun yang lalu
Customer Loyalty

Tingkatkan Customer Loyalty Bisnismu dengan 5 Langkah Ini Untuk Raup Penghasilan Tinggi

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com - Customer loyalty, atau loyalitas pelanggan, merupakan salah satu elemen kunci dalam kesuksesan bisnis. Hal ini tidak hanya tentang mempertahankan pelanggan yang sudah ada, tetapi juga tentang menciptakan hubungan yang kuat dan berkelanjutan dengan mereka. Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan mengapa customer loyalty penting dan bagaimana membangunnya.

Mengapa Customer Loyalty Penting?

  1. Pendapatan yang Konsisten: Pelanggan yang loyal cenderung melakukan pembelian berulang, memberikan pendapatan yang stabil bagi bisnis Anda.

  2. Mengurangi Biaya Pemasaran: Mempertahankan pelanggan yang sudah ada biasanya lebih murah daripada menarik pelanggan baru. Pelanggan yang loyal juga cenderung memberikan referensi kepada orang lain, mengurangi biaya pemasaran secara keseluruhan.

  3. Umpan Balik yang Berharga: Pelanggan yang loyal cenderung memberikan umpan balik yang jujur dan berharga tentang produk atau layanan Anda, membantu Anda meningkatkan kualitas dan memenuhi kebutuhan pelanggan.

  4. Mengatasi Persaingan: Dalam pasar yang kompetitif, memiliki pelanggan yang loyal dapat menjadi keunggulan yang signifikan. Mereka lebih cenderung tetap setia meskipun pesaing menawarkan alternatif yang serupa.

Pernahkah kamu mendengar pepatah yang mengatakan, pembeli adalah raja? Pasti sudah mendengar, bukan? Sebab, suatu bisnis, khusunya yang bergerak di bidang penjualan, takkan bisa berjalan tanpa adanya pembeli. Dari yang awalnya berstatus pembeli, jika ia membeli produk kita berkali-kali, maka statusnya berubah menjadi pelanggan.

Dewasa ini pelanggan dibagi menjadi dua: pelanggan biasa dan pelanggan setia (custumer loyalty).

Tak bisa dipungkiri, setiap pelaku bisnis tentu menginginkan pendapatan yang besar dari produknya. Menjadi niscaya jika mereka saling berlomba-lomba dalam meningkatkan customer loyalty mereka masing-masing..

Sebab, sebagaimana yang disampaikan Hubspot, customer loyalty adalah aset yang paling berharga bagi kemajuan suatu bisnis. Merekalah yang lebih sering membeli produkmu daripada pelanggan yang lain.

Nah, pertanyaannya adalah bagaimana untuk meningkatkannya? Baca dan pahami artikel jobnas berikut ini, ya, agar kamu tahu bagaimana meningkatkan custumer loyalty dari bisnismu.

5 Tips Membangun Customer Loyalty

Setidaknya ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan, yaitu:

1. Memberi customer penghargaan

Disadur dari Customer Think, memberi penghargaan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan performa customer loyalty bagi suatu produk.

Makanya kemudian, banyak pelaku bisnis, baik yang ¬online maupun offline yang memberikan penghargaan pada custumer, baik berupa diskon harga, voucher gratis ongkir, cashback, dan lain sebagainya. Pelanggan tentu senang, bukan, jika dikasih begituan.

Dengan cara demikian, kemungkinan besar custumer loyalty akan semakin meningkat.

2. Bangun komunikasi yang baik dengan pelanggan

Jika kamu sudah mendapatkan pelanggan yang setia, maka langkah selajutnya adalah membangun komunikasi yang baik dengan mereka.

Untuk membangun komunikasi tersebut, kamu bisa melakukannya dengan menghubungi mereka secara personal, baik lewat email, media sosial atau alat komunikasi lainnya.

Tujuannya adalah untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan customer loyalty agar tetap membeli produkmu.

Selain itu, kamu juga perlu sesekali minta feedback kepada pelanggan terkait pengalamannya menggunakan produk atau layananmu. Hal itu juga bisa dijadikan bahan bahan testimoni bagi yang lain.

Langkah selanjutnya adalah mengembangkan produkmu agar lebih baik lagi agar para pelanggan tetap puas dengan produkmu.

3. Berikan layanan terbaik

Memberikan pelayanan terbaik adalah hal yang niscaya harus dilakukan oleh pelaku bisnis. Jika customer service-nya bagus, besar kemungkinan pelanggan akan tetap setia berlangganan di tempatmu.

Contoh kecilnya seperti dikolom ulasan pembeli di berbagai aplikasi marketplace. Setelah membeli produkmu secara online, mereka akan memberikan penilaian dengan memberikan bintang dan mengulasnya di kolom ulasan. Jika mereka puas dengan layananmu dan memberikan ulasan yang positif, besar kemungkinan rating tokomu akan naik sehingga bisa menjangkau pembeli baru yang lebih banyak. 

4. Membuat komunitas

Langkah keempat yang bisa kamu lakukan adalah membuat komunitas khusus pelanggan setiamu di platform media sosial, baik di Facebook, Instagram, Twitter, Youtube dan lain sebagainya.

Setidaknya langkah keempat ini berkaitan dengan langkah kedua tadi. Bedanya, selain komunitas ini bisa kamu jadikan untuk membangun komunikasi yang lebih efektif, kamu juga bisa mempromosikan produkmu lewat customer. Ibaratnya, sekali melangkah, dua gunung terlampaui.

Sebagai contoh, kamu bisa mengadakan giveaway secara live kepada pelanggan dengan syarat harus membagikan link live streamingmu ke media sosial mereka serta wajib menfollow semua akun media sosial yang mau miliki.

Strategi ini sudah banyak diterapkan oleh pelaku bisnis di era digital sekarang ini. Dan terbukti sangat ampuh untuk meningkatkan customer loyalty.

5. Penuhi ekspektasi pelanggan

Jika langkah keempat tadi berhubungan dengan langkah kedua, maka langkah kelima ini sangat erat kaitannya dengan langkah ketiga.

Faktanya, dua hal yang sering kali membuat pelanggan merasa kecewa terhadap suatu produk, yaitu pelayanan yang kurang baik atau barangnya tidak sesuai dengan yang diespektasikan sebagaimana di deskripsi produk.

Maka jangan pernah kecewakan pelanggan dengan dua hal tersebut, karena sekecil apapun itu akan berefek negative pada rating penjualanmu.

Kesimpulannya, kamu selaku pelaku bisnis harus semaksimal mungkin untuk terus bisa memenuhi ekspektasi dari pelanggan, agar mereka tidak beralih pada produk yang lain.

Pada dasarnya, untuk meningkatkan custumer loyalty tidak terlalu sulit dengan syarat kamu menjalankan bisnismu dengan konsisten profesional supaya pelangganmu tetap setia dengan produk-produk yang kamu tawarkan.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Ghufron Writer
2 tahun yang lalu
Ini Dia Pengertian, 3 Pilar, dan Penerapan Golden Circle dalam Bisnis

Penerapan Golden Circle dalam Bisnis

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com-Suatu bisnis akan membutuhkan the golden circle dalam menjalani strategi dan membedakan diri dari kompetitor. Dilansir dari FourWeekMBA, teori ini digunakan untuk membantu bisnis mengidentifikasi tujuan mereka dan mengomunikasikannya kepada konsumen. Lantas, apa sih sebenarnya golden circle itu ? Yuk, simak penjelasan Jobnas.com berikut ini !

Pengertian Golden Circle

Secara definitif, golden circle merupakan teknik yang digunakan untuk mencari tujuan dari suatu bisnis maupun brand. Di samping itu, golden circle juga bisa digunakan untuk mencari tujuan dan motivasi pribadi.

Baca Juga: Inilah Perbedaan antara Remarketing vs Retargeting!

Dalam bisnis, golden circle akan membantu kamu untuk menemukan keinginan konsumen juga manfaat dan nilai yang kamu tawarkan.  Golden circle dideskripsikan dengan 3 lingkaran terfokus, dengan masing-masing lingkaran menggambarkan aspek tertentu dari diferensiasi pasar.

3 Pilar Golden Circle

Dikutip dari HMS, terdapat 3 pilar dalam golden circle yang perlu dipahami antara lain:

-What we do (apa yang kami lakukan): what dalam golden circle merujuk terhadap suatu produk maupun layanan yang ditawarkan oleh sebuah bisnis. Hal ini meliputi apa saja yang diproduksi oleh perusahaan.

-How we do (bagaimana kami melakukannya): how dalam golden circle adalah bagaimana tahapan sebuah bisnis membuat produk atau layanan yang sesuai dengan pasar dan konsumen.

-Why we do (kenapa kami melakukannya): why merupakan pilar utama dari golden circle, di mana pilar ini menjelaskan tujuan, sebab, dan kepercayaan yang ada pada sebuah bisnis. Ini juga menjadi alasan mengapa sebuah bisnis hadir, di samping untuk mendapatkan keuntungan. 

Simon Sinek dalam bukunya yang bertajuk Start With Why: How Great Leaders Inspire Everyone to Take Action, menyatakan bahwa banyak yang memulai bisnis dengan membuat produk dulu, baru kemudian menentukan tujuannya. Meski begitu, bagi Simon akan lebih baik untuk menentukan tujuan atau “why” terlebih dahulu dalam suatu bisnis.

Setelahnya bisa menentukan aspek “how” dan “what” dari pembuatan produk. Saat kamu memulai bisnis dengan mengidentifikasi tujuannya terlebih dahulu, ini akan memberi dorongan pada konsumen untuk mendukung tujuan brand. Oleh karena itu, bisnis akan otomatis  mendapatkan kepercayaan dan loyalitas dari konsumen.

Golden Circle dalam Perkembangan Bisnis dan Marketing

Golden circle akan membantu proses dan praktik marketing serta perkembangan bisnis sebuah brand berdasarkan karakteristiknya. Berikut ini merupakan contoh implementasi golden circle pada marketing yang perlu diketahui: 

1. Brand Mission (why)

Misi sebuah brand menjelaskan alasan mengapa brand tersebut hadir. Hal yang tak boleh dilupakan adalah bahwa dalam brand mission tidak termasuk memperhitungkan finansial dan keuntungan secara umum. 

Baca Juga: Mau tau Cara Jualan di Tiktok? Berikut 6 Strategi Marketing yang Efektif Jangkau Pelanggan Tiktok

Secara lebih personal, brand mission harus dirancang dengan baik dan positif untuk sebuah brand dan bisnis yang ingin terhubung dengan konsumennya. Brand mission dapat berupa penyelesaian masalah dan/atau isu yang dialami oleh konsumen secara luas. 

2. Brand Character (how)

Selanjutnya kamu harus fokus pada kebiasaan konsumen ketika tujuan dan misi sebuah bisnis sudah ditentukan.  Kebiasaan dan strategi suatu brand dikembangkan harus searah dengan tujuan yang akan dicapai agar supaya lebih efektif.  Brand dengan misi dan tujuan yang searah sama strategi serta kebiasaannya akan terkesan lebih autentik juga membawa aura positif. 

3. Brand Identity (what)

Identitas suatu brand merupakan sebuah bentuk fisik dari misi dan karakter yang ingin dibawa perusahaan.  Identitas brand meliputi produk, pelayanan, juga logo perusahaan serta elemen visual lainnya yang merepresentasikan perusahaan.

Baca Juga: Tingkatkan Popularitas Situsmu dengan Guest Blogging, Strategi Menulis di Situs Lain

Itulah penjelasan Jobnas.com mengenai golden circle yang perlu kamu ketahui. Hal yang tak boleh dilupakan adalah bahwa konsep golden circle merupakan salah satu yang mendeskripsikan bagaimana sebuah bisnis dapat menyediakan value yang maksimal bagi konsumen. Karena berkaitan dengan pesan dan cerita di balik adanya sebuah brand, golden circle sangat berguna untuk branding dan mengembangkan suatu bisnis. 

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Ghufron Writer
2 tahun yang lalu
Ingin Tahu Cara Media Menguak Fakta-Fakta Penting ? Yuk, Kenalan dengan Jurnalisme Investigasi !

Ingin Tahu Cara Media Menguak Fakta-Fakta Penting? Yuk, Kenalan dengan Jurnalisme Investigasi !

Batas Melamar Pekerjaan ini News

Jobnas.com - Tentu saja hampir setiap hari kamu menyimak berita-berita yang mengejutkan. Di balik itu semua, terdapat ahli jurnalisme investigasi yang berhasil merangkai narasinya. Demi menguak informasi akurat dan penting, jurnalisme investigasi seringkali digunakan oleh para jurnalis. 

Sebab itulah, ilmu dan teori metode jurnalisme tersebut sifatnya penting dan harus terus diberdayakan oleh para pewarta. Melalui artikel ini, Jobnas.com akan mendeskripsikan tetek-bengek jurnalisme investigasi khusus untuk kamu. Yuk, simak selengkapnya dalam rangkuman berikuti ini!

Berkenalan Jurnalisme Investigasi

Sebelum kamu mengetahui lebih lanjut tentang manfaat dan cara penulisannya, kita harus terlebih dahulu membahas arti metode jurnalisme tersebut. Tidak jarang orang menganggap bahwa jurnalisme hanyalah cara-cara melaporkan berita sehari-hari. Padahal, anggapan seperti itu tidak memiliki relevansi dengan hakikat dan fungsi jurnalisme investigasi.

Menurut UNESCO, jurnalisme investigasi atau investigative journalism, merupakan teknik riset jurnalistik yang ditujukan untuk mengungkapkan fakta-fakta tersembunyi. Fakta-fakta ini bisa disembunyikan baik secara sengaja oleh seseorang yang memiliki kuasa, atau secara tidak sengaja.

Metode analisis ini dapat menjadi sarana untuk menguak fakta yang relevan kepada masyarakat di balik tumpukan kebenaran dan keadaan yang tidak pasti.

Dengan demikian, sejak awal masa penggunaannya, investigative journalism telah banyak berkontribusi pada kebebasan berekspresi dan perkembangan media. Biasanya, daripada jurnalisme konvensional, investigative journalism terjadi dalam skala yang jauh lebih besar. 

Baca Juga: Lakukan Optimasi Website ini Agar Tembus Page One Google

Untuk menghasilkan sebuah cerita, para reporter dan editor investigasi kerap kali membutuhkan waktu selama berbulan-bulan lamanya. Pada hakikatnya, investigative journalism dan jurnalisme konvensional yang membedakan adalah fokusnya yang ditekankan pada satu topik, seperti kejahatan yang bisa merugikan publik.

Metode Riset dan Penulisan Jurnalisme Investigasi

Pada intinya, jurnalisme investigasi melibatkan berbagai pengumpulan, verifikasi dan penilaian data. Meski demikian, seperti yang sudah disinggung sebelumnya, proses kerjanya terjadi dalam skala yang lebih besar daripada jurnalisme konvensional. 

Fase penelitian bisa berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun lamanya. Hal ini disebabkan karena investigative journalism akan mendorong fokus jurnalis  pada satu topik tertentu, umumnya yang merugikan masyarakat. Dengan melihat teori yang berbeda, lantas seperti apa metode riset dan penulisan terkait jurnalisme investigasi? Dilansir dari Masterclass, berikut penjelasannya:

1. Temukan Cerita

Sebaiknya reporter menemukan cerita atau informasi yang dapat menguntungkan publik terlebih dahulu sebelum mulai menulis. Biasanya, jenis-jenis fakta yang akan digali oleh jurnalis investigasi adalah informasi mengenai penyalahgunaan kekuasaan atau materi. Namun, terkadang, berita-berita tersembunyi yang tak banyak diketahui publik juga dapat menjadi pilihan.

Baca Juga: SEO Audit, Optimalkan Kinerja Website di Halaman Pencarian

2. Memburu Dokumen

Menemukan dokumen pendukung merupakan hal berikutnya yang perlu dilakukan selama melakukan riset jurnalisme investigasi. Hal ini sifatnya cukup penting, yaitu untuk membuat hasil analisismu lebih valid dan terpercaya. Sebagai tips, kamu bisa minta dukungan pihak berwenang untuk informasi atau dokumentasi tersebut.

3. Wawancara Narasumber

Berikutnya, dalam investigative journalism, jurnalis wajib menemukan narasumber yang dapat mendukung narasi mereka. Dengan demikian, tidak boleh sembarangan dalam mewawancarai narasumber. Mereka perlu memiliki pengetahuan serta bukti-bukti yang aktual, seperti seorang saksi mata atau bahkan pelaku kejahatan. Di samping itu, jurnalis juga harus menyediakan pertanyaan yang tidak subjektif dan dapat membantu mereka dalam menggali informasi.

4. Menulis Naskah

Menurut Reuters Agency, jurnalis perlu menulis naskah mereka setiap harinya. Hal ini dikarenakan jurnalisme investigasi akan memakan waktu yang lama. Pasalnya, dengan menulis setiap hari, jurnalis dapat mengulas fakta yang telah mereka muat di dalam naskah. Menulis dengan rutin juga dapat membantu mereka dalam membuat struktur cerita yang lebih matang dan rapi.

Pentingnya Jurnalisme Investigasi 

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, jurnalisme investigasi bisa menjadi sarana untuk menguak kebenaran yang tersembunyi. Meski begitu, metode jurnalisme ini mempunyai segudang manfaat lainnya yang dapat menguntungkan masyarakat.

Lalu, seperti apa, sih, manfaat yang ditawarkan oleh investigative journalism? Sesuai ujaran Free Press Unlimited, berikut penjelasannya:

  • Memberdayakan hak untuk berpendapat
  • Dapat mengungkapkan kegiatan yang merugikan masyarakatM
  • Mendorong masyarakat untuk berdiskusi dengan fakta dan bukan opini
  • Memberikan transparansi akan aktivitas orang-orang yang memiliki wewenang

Baca Juga: Dampak Perppu Cipta Kerja bagi Pekerja

Demikianlah penjelasan Jobnas.com mengenai jurnalisme investigasi yang perlu kamu ketahui. Intinya, metode jurnalisme ini memiliki signifikansi dalam memberdayakan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, teori investigative journalism harus tetap dipelajari oleh para pegiat media, khususnya dalam era modern ini di mana banyak hoaks bertebaran.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Iwan Bisa
2 tahun yang lalu
Audience Retention

Ketahui Persentase Kepuasan Penonton dengan Audience Retention

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com - Dewasa ini, semakin banyak content creator orang berlomba-lomba untuk mendapat penghasilan dengan membuat konten di YouTube. Namun, masih banyak dari mereka yang tidak memperhatikan audience retention atau retensi penonton yang merupakan salah satu metrik di dalamnya.

Dari sekian banyaknya metrik yang terdapat di YouTube Analytics, audience retention menjadi salah satu hal yang penting untuk diperhatikan.

Sebab, metrik yang satu ini akan menentukan kualitas kontenmu di mata audiens.

Nah, artikel ini akan membahas seputar audience retention mulai dari pengertiannya hingga cara meningkatkan retensi itu sendiri.

Apa Itu Audience Retention?

Dilansir dari Hubspot, audience retention adalah metrik YouTube Analytics yang menunjukkan persentase penonton yang melihat dan meninggalkan konten videomu dalam setiap momen.

Metrik ini sangat penting untuk diperhatikan jika ingin mendapatkan peringkat tertinggi di searcing page YouTube.

Sebagaimana yang dilansir dari Views Reviews, alasan mengapa metrik ini penting adalah karena memberikan gambaran statistik mengenai seberapa besar penonton menikmati videomu.

Sebab, jika persentase retensi penontonnya tinggi menjadi indikasi bahwa videonya diminati oleh penonton.

Semakin tinggi retensi penontonya, maka semakin sering video tersebut akan direkomendasikan oleh youtube.

Sebagai contoh, kamu meng-upload video dengan durasi 20 menit. Rata-rata penonton hanya melihatnya dalam durasi 5 menit.

Dengan demikian, perhitungan tingkat retensi pada video tersebut adalah 25%.

Nah, dari situ kamu dapat mengevaluasinya agar bisa menyajikan konten yang lebih baik kedapannya.

Untuk melihat metrik ini, kamu bisa langsung menuju ke aplikasi YouTube Studio atau di desktop, klik video yang kamu periksa lalu klik di menu “Interaksi”.

Faktor Naik dan Turunnya Audience Retention

Untuk meningkatkan audience retention, kita harus tahu terlebih dahulu faktor apa saja yang menyebabkan tingkat retensi menjadi naik atau turun.

Berikut ini yang harus diperhatikan oleh YouTuber, content creator, maupun marketer saat membuat konten di YouTube:

1. Struktur video

Pada saat proses pembuatan video, kamu harus mengatur alur video dengan matang dari awal hingga akhir beserta isi naskah yang sekiranya tidak monoton.

Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kebosanan penonton yang muncul di awal atau bahkan pertengahan video.

Nah, oleh karena itu struktur video harus dibuat dengan rapi.

Misalnya, di awal disajikan intro video dengan pembukaan yang tidak terlalu panjang. Lalu, di pertengahan dan selanjutnya baru masuk ke inti videonya.

Intro video harus dibuat semenarik mungkin. Jangan terlalu panjang dan bertele-tele. Sebab, penonton terkadang sudah merasa bosan di awal video karena intronya terlalu panjang, terlebih lagi apalagi kontennya adalah konten tutorial.

2. Alat-alat produksi video

Jika ingin membuat konten yang berkualitas dan memanjakan penonton, jangan ragu untuk berinvestasi pada alat-alat produksi video.

Dengan meng-upgrade alat seperti kamera, mic, lighting, dan lain-lain, otomatis kualitas videomu akan bagus dan suara yang dihasilkan akan terdengar jernih.

Hal itu akan membuat penonton semakin puas untuk melihat videomu dan berpotensi menurunkan tingkat audience retention yang rendah.

3. Durasi video

Durasi video sebenarnya bergantung pada struktur video yang telah kamu buat.

Jika strukturnya sudah jelas dari awal hingga akhir, tampaknya tidak masalah apabila durasinya lama. Catatannya struktur video tersebut harus memiliki tujuan yang jelas dan terarah.

Cara Meningkatkan Audience Retention

Jika kamu sudah tahu faktor apa saja yang berpotensi menimbulkan tingkat retensi menjadi naik atau turun, maka selanjutnya kamu harus mempelajari cara untuk meningkatkannya.

Nah, secara umum, ada dua yang bisa dilakukan, yaitu:

1. Rutin analisis

Manfaatkan tool YouTube Analytics sebaik mungkin untuk dijadikan sebagai bahan evaluasi.

Kunjungi dashboard YouTube Studio dan pilih Analytics. Di sana, kamu bisa melihat persentase audience retention dari setiap video.

Dilansir dari Views Reviews, rata-rata rasio retensi relatif tinggi berada di angka 50% ke atas.

Nah, cari tahu mana videomu yang memiliki tingkat retensi rendah. Setelah ketemu, pelajari kira-kira bagian mana dari video tersebut yang membuat penonton merasa bosan.

Dari situ, kamu bisa tahu mana yang perlu diperbaiki, dipertahankan, atau ditingkatkan agar videomu lebih berkualitas ke depannya.

Selain itu, cari juga video dengan tingkat retensi yang tinggi. Pelajari kira-kira apa yang membuat penonton sampai betah menonton videomu.

2. Riset keyword

Sama seperti halnya membuat postingan di blog, kamu juga perlu melakukan riset keyword saat ingin memproduksi konten di YouTube.

Sebab, menggunakan keyword yang tepat dan banyak dicari oleh orang, otomatis videomu akan sering direkomendasikan oleh YouTube.

Jika rekomendasi youtubenya tinggi, besar kemungkinan videomu akan ditonton oleh banyak orang.

Jika videomu adalah tutorial dan berhasil memberikan solusi dari masalah yang sedang dihadapi oleh penonton, ia akan terus melirik channelmu, bahkan bisa langsung berlangganan dengan men-subscribe.

Secara tidak langsung, ini akan meningkatkan audience retention sekaligus menambah jumlah viewers dan subscribers.

Pada dasarnya, membuat konten video di YouTube tidak hanya sekadar memproduksinya lalu di-upload begitu saja.

Kamu juga harus melakukan analisis lebih mendalam agar channel-mu semakin berkembang dan disukai oleh banyak orang.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Iwan Bisa
2 tahun yang lalu
10 Chrome Extensions Gratis

Rekomendasi 10 Chrome Extensions Gratis, Optimalkan SEO Situsmu

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com - Untuk membantu meningkatkan search engine optimization atau SEO, Google Chrome menawarkan banyak extension yang sangat membantu pekerjaan penggunanya.

Extension tersebut berbayar khususnya yang dengan fitur yang sangat lengkap. Namun, ada banyak extension yang terbilang lengkap dan bisa kamu manfaatkan secara gratis untuk mengetahui ranking sebuah situs, mencari keyword, memaksimalkan on-page SEO, dan lain sebagainya.

Berikut 10 rekomendasi chrome extension SEO gratis yang dibagi berdasarkan fungsinya, antara lain:

Rank Checking

Dalam dunia pemasaran online, peringkat atau ranking situs web di mesin pencari seperti Google memiliki peranan yang sangat penting. Semakin tinggi peringkat situs web Anda dalam hasil pencarian, semakin besar kemungkinan situs Anda ditemukan oleh calon pelanggan.

Melakukan rank checking atau memeriksa peringkat situs web Anda secara teratur adalah langkah yang krusial dalam strategi pemasaran online Anda.

Apa itu Rank Checking?

Rank checking adalah proses memeriksa posisi situs web Anda dalam hasil pencarian mesin pencari untuk kata kunci tertentu. Ini melibatkan memeriksa apakah situs web Anda muncul di halaman pertama, kedua, atau lebih dalam dalam hasil pencarian untuk kata kunci yang relevan dengan bisnis atau industri Anda.

Rank checking juga dapat melibatkan pemantauan perubahan dalam peringkat situs web Anda dari waktu ke waktu.

1. SEO Search Simulator by Nightwatch

SEO Search Simulator adalah chrome extension yang bisa memeriksa apakah URL-mu sudah masuk di 100 peringkat teratas Google.

Tools ini sangat berguna untuk melihat peringkat URL di berbagai belahan dunia sekaligus. Selain itu, kamu juga bisa melihat peringkat situs kompetitor.

2. SERPTrends SEO Extension

Jika ingin melihat dinamika situs di SERP Google, Yahoo, dan Bing, kamu bisa mencoba SERPTrends SEO Extension.

Dengan extension ini, kamu bisa melihat daftar situs yang naik atau turun di sebuah SERP.

Selain itu, kamu juga bisa melihat seberapa naik atau turun peringkat situs-situs tersebut.

Keyword Research

1. Keyword Surfer

Keyword Surfer adalah salah satu chrome extension SEO yang memiliki fitur sangat lengkap.

Dengan tools ini, seperti dikutip dari Neil Patel, kamu bisa melihat berbagai jenis insight di halaman pencarian Google.

Informasi insight tersebut akan muncul ketika kamu mencari suatu hal dengan keyword tertentu.

Rinciannya, kamu bisa melihat perkiraan traffic domain, volume keywords secara lokal maupun global, saran keywords, hingga jumlah backlink domain.

2. Keywords Everywhere

Keywords Everywhere disebut-sebut sebagai chrome extension SEO yang paling populer. Pasalnya, tools yang satu ini telah di-download oleh lebih dari 1 juta pengguna.

Apabila kamu melakukan pencarian di Google, Keywords Everywhere akan menunjukkan berbagai kata kunci yang berhubungan dengan keywords yang kamu cari.

Selain itu, kamu juga bisa mencari, mengekspor, dan melihat tren keyword dengan SEO tools fremium yang satu ini.

On-Page SEO

1. Free Backlink Checker by LRT

SEO tidak melulu tentang penggunaan keyword.

Lebih dari itu, kamu juga perlu memerhatikan hal-hal yang terdapat di dalam halaman situsmu. Hal itu disebut dengan on-page SEO.

Free Backlink Checker by LRT bisa jadi pilihan extension terbaik untuk mengoptimalkan on-page SEO.

Kamu bisa menganalisis hyperlink, memeriksa backlink yang rusak, tidak terverifikasi, dan sebagainya.

Tak hanya itu, kamu juga bisa mengekspor semua link yang ada di dalam suatu halaman ke dokumen CSV atau XLSX.

2. Hreflang Tag Checker

Hreflang adalah atribut HTML yang digunakan untuk menentukan bahasa dan target geografis suatu halaman website, seperti dikutip dari Ahrefs.

Sebagai contoh, kamu memiliki situs yang di dalamnya terdapat banyak halaman. Setiap halaman tersebut menggunakan bahasa yang berbeda.

Nah, Hreflang bertugas memberi tahu Google tentang penggunaan bahasa dan targetmu. Jadi, setiap halaman akan ditemukan oleh target yang sesuai.

Untuk mengoptimalkannya, kamu bisa menggunakan Hreflang Tag Checker.

Chrome extension SEO yang satu ini bisa membaca tag Hreflang dan menilai apakah URL-mu telah terdaftar di Google.

All-In-One

1. MozBar

MozBar merupakan chrome extension yang serba bisa. Tak heran, Search Engine Watch menjulukinya sebagai chrome extension SEO terbaik dibanding semua extension yang ada.

Dengan tools ini, kamu bisa melihat berbagai jenis analisis, mulai dari technical SEO, konten on-site, backlink, hingga engagement media sosial.

Menariknya lagi, kamu bisa mengekspor analisis SERP tersebut ke dokumen CSV.

2. Ahrefs SEO Toolbar

Ahrefs SEO Toolbar juga patut kamu pertimbangkan.

Dilansir dari HubSpot, Ahrefs mampu mengecek berbagai aspek di dalam situsmu, seperti keyword, SEO, link, dan ranking di SERP.

Lebih dari itu, kamu juga bisa melihat metrik halaman, domain, dan kata kunci yang digunakan.

Technical SEO

1. Google Lighthouse

Secara garis besar, Google Lighthouse bisa kamu manfaatkan untuk meningkatkan kinerja, kualitas, dan aksesibilitas aplikasi webmu.

Semua itu termasuk dalam aspek technical SEO.

Jika menggunakan Google Lighthouse untuk mengaudit situsmu, kamu akan mendapat laporan tentang kinerja website-mu.

Jadi, kamu bisa meningkatkan berbagai hal yang dinilai masih belum maksimal.

2. Link Redirect Trace

Link Redirect Trace adalah extension yang bisa menemukan URL dalam redirect chain atau rantai pengalihan, seperti 301, 302, dan JavaScript.

Selain itu, chrome extension yang satu ini bisa menganalisis SEO, SEO on-page, SEO off-page, dan SEO kompetitor.

Sepuluh chrome extension SEO di atas bisa membantumu menganalisis kinerja SEO situsmu. Jadi, kamu bisa memaksimalkan berbagai aspek yang selama ini masih kurang.

Selain menggunakan berbagai tools tersebut, tentu saja kamu tetap memerlukan pengetahuan yang mendalam soal SEO.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Iwan Bisa
2 tahun yang lalu
User Experience

7 Faktor yang Memengaruhi User Experience

Batas Melamar Pekerjaan ini Technology

Jobnas.com - Untuk kamu yang tertarik berkarir di bidang desain produk, maka ada baiknya jika memperlajari dan memahami faktor-faktor yang bisa memengaruhi  User experience (UX) terlebih dahulu. Sebab, hal itu merupakan salah satu kunci keberhasilan dari suatu produk.

Jika suatu produk tidak bisa memberikan pengalaman pengguna yang baik, besar kemunginan ia akan ditinggalkan oleh pelanggannya

Adapun yang dimaksud dengan user experience adalah persepsi, respon, dan emosi pelanggan berdasarkan pengalaman mereka pada suatu produk.

Nah, jika kamu ingin memiliki produk dengan tingkat user experience yang baik, maka mempelajari faktor-faktor yang bisa memengaruhinya adalah hal yang harus kamu lakukan.

Apa Saja Faktor-faktor yang Berpengaruh Terhadap User Experience?

Setidaknya ada tujuh faktor yang dapat memengaruhi user experience sebagaimana yang disampaikan oleh Peter Morville, seorang pionir yang ahli di bidang UX, yaitu:

1. Berguna (useful)

Adapun faktor pertama yang berpengaruh pada user experience adalah brand harus useful.

Ya, siapapun itu orangnya ketika membeli sesuatu contohnya, pastinya kegunaan dari prodak itu yang diinginkan. Jika tak memiliki nilai guna, maka prodak tersebut tidak akan laku.

Namun, perlu dicatat bahwa suatu prodak berguna atau tidak, sifatnya relatif. Setiap orang pasti berbeda dalam menilainya.

Contoh kecilnya adalah patung. Barangkali bagi sebagian orang tidak ada gunanya dan hanya malah menghabiskan space yang ada.

Namun, bagi pecinta seni, patung dinilai berguna karena memiliki daya tarik tersendiri.

2. Dapat Digunakan (usable)

Adapun faktor yang kedua adalah usable atau dapat digunakan.

Selain suatu produk harus memiliki kegunaan, produk itu juga haruslah bisa digunakan. Jika tidak dapat digunakan atau orang yang membeli tidak bisa menggunakannya, maka akan berdampak negatif pada user experience.

Maka dari itu, biasanya suatu produk, khususnya yang bersifat elektronik, pasti disertakan buku panduan bagaimana cara menggunakannya dengan baik dan benar.

3. Mudah Ditemukan (findable)

Faktor selanjutnya adalah setiap produk haruslah mudah ditemukan.

4. Dapat Dipercaya (credible)

Membangun kepercayaan konsumen juga menjadi faktor penting yang berpengaruh terhadap tingkat user experience suatu produk.

Tentunya, perusahaan atau brand akan sulit berkembang jika tidak dipercaya oleh konsumen.

Maka, menjadi niscaya untuk berusaha semaksimal mungkin untuk mendapat kepercayaan tersebut dengan memberikan pelayanan dan kualitas terbaik.

Selain itu, testimony dari konsumen yang sudah memakainya juga dapat membantu meningkatkan kredibilitas produk.

5. Desirable

Faktor kelima yang berpengaruh terhadap tingkat user experience adalah desirable atau diinginkan.

Selain keempat faktor yang telah disebutkan sebelumnya, yaitu produk harus berguna, bisa digunakan, mudah ditemukan, dan memiliki kredibelitas, ia juga harus memiliki daya tarik sehingga orang-orang merasa ingin untuk memilikinya.

Salah satu langkahnya adalah dengan mengikuti trand yang ada.

6. Accessible

Selanjutnya adalah suatu produk harus mudah diakses atau mudah digunakan.

Selain berguna dan bisa digunakan, suatu produk harus mudah digunakan. Karena dapat dipastikan bahwa semua orang tidak akan menyukai sesuatu yang sulit untuk digunakan.

Jadi, sebelum membuat sebuah produk, pastikan untuk selalu memperhatikan faktor yang satu ini agar nantinya, produk tersebut bisa mudah diakses, mudah digunakan hingga dan disukai oleh banyak orang.

7. Valuable

Faktor yang ketujuh sekaligus terakhir yang dapat memengaruhi user experience adalah valuable atau memiliki nilai.

Faktor yang satu ini tak kalah pentingnya dari keenam faktor sebelumnya. Setiap produk yang dibuat harus bisa memberikan nilai tertentu, baik bagi para pelaku bisnis atau bagi para konsumen yang menggunakannya.

Jika suatu produk tidak memiliki nilai, dapat dipastikan produk tersebut tidak akan sukses di  pasaran.

Selain itu, nilai produk tersebut harus sepadan dengan harga jualnya.

Nah, itu tadi tujuh faktor yang berpengaruh pada user experience yang harus diperhatikan oleh seorang designer saat mendesain produk tertentu.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Iwan Bisa
2 tahun yang lalu
Brand Association

Inilah Brand Association, Penentu Kesuksesan Marketingmu

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com - Pada dasarnya, ketika mendengar sebuah nama, di pikiran kita pasti terkonstruk pemikiran tentang tersebut , bukan? Nah, Saat mendengar nama merekmu, kira-kira, apa yang ada di pikiran audiens? Hubungan inilah yang kemudian dalam dunia marketing disebut asosiasi merek atau brand association.

Sepintas, istilah branding itu biasa saja. Namun yang pasti, apa yang dihubungkan dengan merek bisa berpengaruh besar terhadap penjualan.

Berikut penjelasan lengkapnya. Simak sampai habis, ya!

Mengenal Brand Association

Seperti yang sudah disinggung di atas, asosiasi merek adalah koneksi di antara merek dan sebuah konsep. Hal ini dituliskan oleh Brand Marketing Blog.

Jadi, dalam kondisi ini, audiens tak sekadar melakukan brand recall. Mereka benar-benar sudah menghubungkan merekmu dengan sesuatu.

Contohnya adalah sebagai berikut:

  • Apple, mahal dan brended
  • Xiaomi, terjangkau
  • Aqua, air
  • Honda, mudah dicari spare part-nya
  • RRQ, Windah Basudara
  • dan lain-lain

Meski sekilas terlihat remeh tapi itu sangat filosofis, maka dari itu, asosiasi merek adalah hubungan yang harus kamu bangun. Dengan brand association bisa membuat bisnismu makin sukses di pasaran.

Dipertegas oleh Canto, koneksi ini bisa meningkatkan penjualan.

Sayangnya, brand association tak selalu terbangun positif. Sebab, tak jarang, merek dihubungkan dengan sesuatu yang negatif, seperti:

  • murah tapi kurang berkualitas
  • pernah punya skandal
  • banyak versi palsunya
  • dan lain-lain

Tentu saja, brand association negatif ini bisa menurunkan penjualan.

Jenis Brand Association

Berangkat dari pembahasan di atas, kamu tentu sudah paham bahwa merek bisa dihubungkan dengan apa saja, mulai dari harga hingga sifati dari jenis produknya, semua bisa diasosiasikan dengan brand.

Nah, selain itu, masih ada beberap yang bisa dihubungkan dengan merek, di antaranya adalah:

1. Hasil branding-mu

Tentukan branding produkmu dengan baik. Apakah yang kamu inginkan menjadikannya produk yang terlihat prestisius? Atau menjadikannya produk yang terjangkau?

Hal ini adalah hal yang bisa memengaruhi asosiasi merek.

Hal sekecil caramu membungkus produk, bagaimana pelayanan konsumenmu, dan hal lain yang kamu lakukan juga bagian darinya.

Salah satu contohnya adalah Xiaomi. Brand ini mencitrakan dirinya sebagai penyedia produk yang terjangkau.

2. Keunggulan merek

Setiap pelanggan tentu ingin mendapat yang terbaik. Meski begitu, kata terbaik itu sifatnya relative dan mereka memiliki standar masing-masing.

Ada yang mencari barang dengan kualitas bagus, ada pula yang mencari harga terjangkau.

Ini juga bisa menjadi entitas brand association. Untuk membangunnya, cobalah pikirkan kira-kira, apa yang akan didapat pelanggan jika membeli produkmu? Mahal atau terjangkau?

3. Sikap brand

Kadang kala, brand punya sikap tertentu atas sebuah isu. Misalnya, perusahaan kosmetik yang menawarkan produk vegan.

Contoh lainnya adalah toko online yang menggunakan plastik singkong, pabrik yang membuang limbah sembarangan, dan lain-lain.

Dari contoh tersebut, kamu sudah tahu jawabannya, bukan, brand association yang akan terbangun seperti apa dan bagaiamana efeknya.

4. Tokoh

Masih ingat dengan contoh brand ambassador tadi? RRQ, salah satu grub pro player game Mobile Legend yang ambasadornya adalah Windah Basudara? Nah, itu merupakan salah satu hal yang bisa dihubungkan dengan merek.

Itulah mengapa, brand yang dimiliki selebriti tertentu punya sebuah keunggulan. Sebab, sudah ada tokoh tertentu yang dihubungkan dengan merek tersebut.

Dari semua pembahasan di atas, yang perlu diingat adalah asosiasi merek adalah hal yang bisa mendongkrak penjualan. Jadi, jangan abaikan hubungan ini.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Ghufron Writer
2 tahun yang lalu
5 Mitos soal Work from Home yang Perlu Diluruskan

5 Mitos soal Work from Home yang Perlu Diluruskan

Batas Melamar Pekerjaan ini News

Jobnas.com-Ada yang menganggap bahwa jika WFH kita bisa mulai kerja kapan saja karena pekerjaanya pasti lebih mudah, ada pula yang menganggapnya tidak demikian. Sehingga, banyak mitos yang berkeliaran tentang tren work from home alias WFH. Nah, di artikel ini Jobnas.com akan mengupas tuntas ihwal kebenaran dari berbagai mitos soal WFH yang ada di luar sana!

Berbagai Mitos tentang WFH yang Sebetulnya Keliru

Memang menguntungkan jika kita bekerja dari rumah. Sebab, untuk bisa naik angkutan umum di pagi buta, kita pun tidak perlu terlalu berjibaku dengan lautan pekerjaan lain. 

Selain itu, kita juga tidak perlu mengeluarkan ongkos pulang-pergi yang kadang bisa bikin meringis. Dari sinilah WFH kerap kali disanjung-sanjung. Di satu sisi, tidak jarang orang yang salah paham mengenai budaya kerja yang satu ini. 

Hasilnya, timbullah banyak mitos soal work from home yang sebetulnya kurang tepat.

1. WFH bukan jaminan kerja santai

“Jika tidak di kantor, bagaimana kita bisa fokus menyelesaikan pekerjaan?” ketika membicarakan WFH,  hal tersebut menjadi kekhawatiran yang ada di benak banyak orang. Meski begitu, hanya karena secara fisik kita tidak ada di kantor, bukan berarti beban pekerjaan jadi lebih ringan dan bisa leha-leha.

Realitanya, ketimbang di kantor,  beban kerja saat WFH seringkali malah lebih berat. Hal ini disebabkan karena kita tidak mau dituntut untuk serba mandiri. Pasalnya, kita perlu menciptakan ruang kerja sendiri, mengatur jadwal kerja sendiri, menyediakan teknologi dan sumber daya sendiri, sampai menciptakan dan mematuhi batasan yang dibuat sendiri.

Baca Juga: SEO Audit, Optimalkan Kinerja Website di Halaman Pencarian

Di samping itu, kita masih memiliki tanggung jawab untuk bekerja sesuai dengan standar kinerja yang sama, meski tidak sambil benar-benar diawasi atasan. Karena kita sudah diberi banyak kepercayaan, mungkin  atasan bahkan mengharapkan kita menunjukkan performa yang lebih bagus lagi.

Oleh karena itu, adalah salah besar mitos yang bilang pekerjaan work from home pasti santai. Kombinasi antara tuntutan kerja dan tanggung jawab yang makin tinggi justru membuat kita sering lembur di rumah, yang meningkatkan risiko burnout lebih besar.

2. WFH tak Menjamin Work and Life Balance

Ini masih berkaitan dengan mitos work from home yang pertama. Rutinitas kerja di kantor memang dapat menjauhkan kita dari kehidupan pribadi. Tidak jarang, kan, kamu harus membatalkan acara keluarga atau menunda hangout bersama teman karena pekerjaan di kantor terus meneror?

Nah, tidak jarang orang menganggap bahwa ketika sudah kerja di rumah sendiri mengatur dua dunia ini seharusnya jadi lebih mudah. Dari yang tadinya kita selalu absen di rumah, sekarang malah setiap hari di rumah saja. Kamu akan selalu siap siaga buat anggota keluarga yang membutuhkan. Betul?

Padahal tidak selalu demikian adanya.  Meski ceritanya kerja di rumah, kamu tetap harus benar-benar bekerja seperti waktu di kantor. Akan tetapi tidak bisa disangkal juga, pasti ada saja gangguan selama kamu kerja di rumah. Bahkan, gangguan ini bisa lebih banyak daripada sewaktu di kantor.

Kamu mungkin harus menghadapi anggota keluarga yang meminta tolong, tumpukan piring kotor yang belum dicuci seminggu, atau peliharaan di rumah yang minta makan. Batasan antara waktu bekerja dan urusan rumah tangga yang menjadi kabur ketika WFH inilah yang membuat mitos tersebut kurang tepat. Kehidupan kantor dan rumah bisa semakin tercampur aduk dan tidak ada bedanya jika tidak dikelola dengan baik, alih-alih seimbang.

3. WFH Tak Selalu Bikin Kesepian

Ketika semua teman di rumah masing-masing tentu akan sulit bagi kamu yang senang mengobrol dengan teman-teman kantor. Akan tetapi, dikutip dari Life Savvy, kerja sendirian di rumah bukan berarti kamu pasti kesepian. Mitos work from home ini bisa kamu patahkan jika kamu tahu caranya.

Baca Juga: Di Balik Suksesnya Penjualan Produk, Ada Profesi Canvasser

Langkah yang bisa kamu lakukan adalah dengan membuat online conference untuk makan siang bersama teman-teman kantor sesekali. Kalian juga bisa saling bertukar kirim makanan untuk dinikmati selama ngobrol santai. Alternatifnya, kamu bisa ikut kelas olahraga online atau kelas hobi-hobi seru lainnya untuk sekaligus menambah kenalan. Ada banyak cara mudah untuk mewarnai hari-hari WFH-mu, jadi jangan percaya mitos ini, ya!

4. WFH Tak Berarti Bisa Mulai Kerja Kapan Saja

Bukan berarti kita bisa seenaknya atur jam kerja sendiri meski work from home. Meski kita di rumah saja, kewajiban untuk masuk kerja tepat waktu sesuai aturan kantor tetap berlaku. Oleh karena itu, bukan berarti kamu bisa bangun jam 11 dan baru buka laptop jam 1 karena ingin makan siang dulu, lho! 

Apabila kantor kamu mewajibkan setiap karyawan untuk masuk kantor pukul 9 pagi, jam kerja kamu saat WFH pun mulai di waktu yang sama.  Di samping itu, mitos work from home yang satu ini juga tidak mempertimbangkan jadwal rekan kerja yang lain.

Ketika kamu bangun siang atau tiba-tiba menghilang tanpa kabar dan ada rekan yang membutuhkan bantuanmu, mereka bisa sangat kelimpungan. Begitu pun sebaliknya. Kamu masih akan butuh berkomunikasi dengan orang lain selama bekerja. Setiap orang dalam tim memiliki jadwal kerja dan rencananya masing-masing. Oleh karena itu, untuk memudahkan semua pihak, menerapkan jam kerja yang sama seperti waktu di kantor sangat penting dilakukan.

5. Meeting Online Tetaplah Meeting

Meeting tatap muka menjadi entitas tak terpisahkan dari budaya kerja, baik itu meeting intradepartemen, antardepartemen, town hall meeting, atau bahkan meeting dengan klien.

Kamu setidaknya bisa menghadiri 2-3 kali meeting dalam seminggu di kantor. Nah, budaya meeting ini mau tidak mau pasti akan ikut terbawa ketika kita WFH. Bedanya, meeting dilakukan secara online via aplikasi konferensi semisal Zoom, Google Meets, atau Skype.

Meski begitu, tak jarang yang memandang sebelah mata keseriusan dari meeting online ini. Alasannya tak lain karena meeting dianggap tidak pas kalau tidak bertatap muka langsung. Mitos WFH ini tidak sepenuhnya tepat. Menurut Inc, apa pun mediumnya, meeting tetap sah dilakukan jika memang bersifat penting atau genting.Apa pun keputusan yang lahir dari meeting virtual itu tetap berlaku valid, dan wajib di-follow up perkembangannya. 

Baca Juga: Dampak Perppu Cipta Kerja bagi Pekerja

Demikianlah penjelasan singkat Jobnas.com mengenai berbagai mitos tentang kerja di rumah yang tidak sepenuhnya benar. Apakah kamu sempat percaya mitos-mitos tersebut?

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Ghufron Writer
10 bulan yang lalu
Jika Kamu Termasuk Mahasiswa, Ini Dia 10 Kerja Part Time yang Cocok Untuk mu

Kamu Mahasiswa? Ini Dia 10 Pekerjaan Part Time yang Cocok

Batas Melamar Pekerjaan ini Career Zone

Jobnas.com - Waktu ketika kuliah dan sekolah dulu tentu amat lah kontras. Sebab, jadwal kuliah jadi lebih senggang daripada semasa sekolah dulu. Saat ini, tak jarang banyak para mahasiswa yang melakukan part time untuk mendapatkan uang tambahan dengan waktu senggang tersebut.  Dengan fleksibilitas waktu yang cukup tinggi. hal tersebut dapat dilakukan sembari menjalankan tugas utama, yaitu kuliah.

Kerja part time, atau bisa disebut kerja paruh waktu, berarti kamu tidak perlu bekerja penuh seperti orang kantor pada umumnya, yaitu delapan jam sehari. Kerja part time hanya dilakukan beberapa jam, bisa juga sesuai dengan acara tertetnu saja,  tergantung kebijakan pemberi kerja.

Jika kamu termasuk orang yang berkeinginan kerja part time, di artikel ini Jobnas.com akan memberikan contoh pekerjaannya serta manfaat yang didapatkan dari part time. Yuk, simak selengkapnya di bawah ini !

Manfaat Kerja Part Time untuk Mahasiswa

Kerja paruh waktu sering kali menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman mahasiswa di perguruan tinggi. Meskipun menyeimbangkan antara kuliah dan pekerjaan bisa menantang, ada banyak manfaat yang dapat diperoleh mahasiswa dari pengalaman kerja paruh waktu. Berikut adalah beberapa manfaat utamanya:

1. Melatih keterampilan dunia kerja

Menurut Career Addict, kerja part time memungkinkan mahasiswa mempelajari semua keterampilan yang tidak diajarkan dalam bangku kuliah. Artinya, kamu juga bisa sekaligus belajar keterampilan untuk mempersiapkan diri dalam dunia kerja.

Baca Juga: Agar Strategi Marketing Lebih Efektif, Manfaatkan 5 Cara Social Proof Ini

Hal ini tentu sangat bermanfaat ketika nanti kamu sudah lulus kuliah dan mencari kerja. Ketika sedang menjalani proses interview, kamu dapat menjawab dengan baik dan menceritakan pengalamanmu saat kerja part time kepada recruiter.

2. Menambah network

Dapat memperluas network profesional merupakan hal yang tidak kalah pentingnya dari kerja part time adalah bagi mahasiswa. Saat menjalani part time tersebut, tentunya kamu akan bersua dengan orang-orang baru. Tentu saja hal ini akan membantumu untuk menjalani jenjang karier di masa depan.

Tidak menutup kemungkinan, orang-orang yang kamu temui tersebut akan memberikan lowongan pekerjaan kepadamu di masa mendatang atau bahkan bekerja sama denganmu.

3. Mendapatkan uang tambahan

Memiliki uang tambahan tentu merupakan manfaat lain yang bisa didapatkan mahasiswa dengan bekerja paruh waktu. Dengan uang tambahan, kamu bisa membeli barang-barang yang dapat menunjang studimu. Lebih dari itu, kamu juga tidak perlu meminta uang dari orang tua untuk membeli barang-barang yang diinginkan.

4. Belajar mengatur keuangan

Kamu akan cenderung lebih berhati-hati saat menggunakan uang di saat kamu telah bisa menghasilkan uang sendiri.  Kerja part time juga membuatmu sadar akan keuangan sendiri sejak masih muda. 

Dari sini, kamu akan memiliki kemampuan budgeting dan mengelola keuangan yang lebih baik di masa depan. Hal ini membuatmu bisa terhindari dari jeratan utang karena pengelolaan keuangan yang buruk.

5. Melatih kemampuan manajemen waktu

Melatih kemampuan manajemen waktu merupakan manfaat lain yang bisa kamu dapatkan dari kerja part time sebagai mahasiswa. Tentunya, kamu memiliki kesibukan seperti kuliah, bersosialisasi dengan teman, berkegiatan dengan himpunan, hingga kerja part time.

Menumpuknya kesibukan tersebut membuatmu harus mengorganisasi waktu sendiri supaya semuanya bisa dijalankan secara efisien. Sehingga, hal tersebut secara langsung dapat meningkatkan kemampuan manajemen waktumu.

Rekomendasi Pekerjaan Part Time untuk Mahasiswa

1. Desainer

Tidak ada salahnya bagi kamu yang berkuliah di jurusan desain atau mahir di bidang  desain untuk mencoba menjadi desainer paruh waktu. Misalnya, kamu buka jasa untuk desain CV temanmu, atau desain logo, kartu nama, dan website jika temanmu mau buka bisnis tertentu. Supaya mereka semakin yakin untuk pakai jasamu, kamu bisa mulai dengan buat sendiri logo dan profil diri sendiri sebagai portofolio.

2. Penulis Lepas

Saat ini, tak jarang bisnis yang membuka lowongan penulis paruh waktu atau mungkin freelance writer, baik untuk website maupun media sosial. Untuk bekerja part time, kesempatan ini dapat dimanfaatkan dengan baik untuk menjadi seorang penulis lepas  atau freelance writer.

3. Tutor atau Guru Les

Salah satu kerja part time yang banyak diambil oleh mahasiswa, utamanya bagi yang mengenyam kuliah berlatar studi pendidikan adalah dengan menjadi tutor atau guru les.

Untuk tutor, di beberapa kampus ada yang menyediakan layanan untuk menjadi tutor bagi junior yang masih di semester awal. Jika kamu cukup menguasai materi-materi perkuliahan, boleh dicoba untuk menjadi tutor, sekaligus bisa berbagi ilmu dan pengalaman selama kuliah kepada junior.

Biasanya, akan ada bayaran tersendiri, atau berupa beasiswa dan potongan SKS. Selain tutor, kamu juga bisa mencoba untuk menjadi guru les, baik untuk anak-anak SD, SMP ataupun SMA. Kamu bisa mengajari mereka pelajaran-pelajaran sekolah atau bahasa asing jika menguasainya.

4. Barista

Di berbagai kota besar belakangan ini, keberadaan coffee shop sangat menjamur. Hal ini justru menjadi kesempatan yang besar bagi mahasiswa untuk mulai kerja part time sebagai barista. Kamu juga perlu mencoba untuk bertanya kepada salah satu pegawai coffe shop terkait lowongan kerja jika di daerah terdekatmu terdapat coffee shop. 

Di samping itu, kamu juga bisa mencari lowongan pekerjaan barista melalui media sosial. Tugas sebagai seorang barista bisa dibilang cukup simpel. Kamu harus membuat makanan dan minuman, menyajikannya, hingga membersihkan kedai kopi.

Umumnya, kerja part-time di coffee shop akan dibayar dengan hitungan per jam, tetapi harinya bisa menyesuaikan dengan jadwal kuliahmu. Untuk penikmat kopi, kerja part time di coffee shop bisa dimanfaatkan untuk curi ilmu dari owner dan barista lainnya. Jadi, hitung-hitung sekalian belajar mengenai kopi dan cara mendirikan kedai sendiri.

5. Virtual Assistant

Tidak ada salahnya untuk mencoba jadi virtual assistant jika kamu mahasiswa yang cenderung tertarik kerja part time secara online. Pada umumnya, virtual assistant hampir sama dengan personal assistant. Hanya saja, untuk pekerjaan ini dapat dilakukan secara online, tanpa perlu ke kantor.

Baca Juga: Di Balik Suksesnya Penjualan Produk, Ada Profesi Canvasser

Dikutip dari Fairy God Boss, biasanya pekerjaan online ini akan melakukan tugas yang bervariasi, seperti mengelola email, menjadi admin media sosial, membuat schedule, dan lain-lain.

Nah, pekerjaan ini sangat cocok untuk diambil jika kamu memiliki banyak waktu senggang Selain karena dapat dikerjakan secara online, kamu akan mendapatkan banyak pengalaman berharga sebelum terjun ke dalam dunia kerja.

6. Fotografer

Setiap momen spesial tentunya ingin diabadikan untuk kenang-kenangan di masa yang akan datang. Terlebih, saat ini semakin banyak orang yang memakai media sosial untuk membagikan sekaligus menyimpan momen-momen pentingnya.

Seiring dengan hal ini, banyak orang yang mulai melirik jasa fotografer untuk mengabadikan momen apa pun, dibanding hanya foto asal saja. Nah, di titik inilah kamu juga bisa mulai kerja part time dengan menjadi seorang fotografer.

Untuk memulainya, mungkin kamu bisa menawarkan hasil fotomu ke platform jual foto atau menaruhnya di media sosial sebagai portofolio. Jika ada komunitas fotografer di daerahmu, jangan sungkan untuk ikut bergabung. Siapa tahu di sana ada informasi seputar pekerjaan fotografer yang bisa kamu ambil.

7. Penerjemah

Bagi kamu yang memiliki kemampuan bahasa asing yang mahir, taka ada salahnya mencoba kerja part time dengan menjadi seorang penerjemah.  Sebagai penerjemah, kamu bisa bekerja dengan dosen atau teman kuliahmu yang membutuhkan jasamu menerjemahkan dokumen.

Kamu juga bisa mencari klien secara online di beberapa situs untuk freelancer. Jangan sungkan juga untuk mendaftarkan diri menjadi anggota Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI). Sebab, kamu bisa menambah network dengan para penerjemah bersertifikat Indonesia. 

8. Transcriber

Bekerja part time menjadi transcriber juga bisa jadi pilihan . Seorang transcriber akan mendengarkan rekaman audio atau video dan mengetik apa saja yang diucapkan. Pekerjaan ini memang terdengar membosankan. Namun, bayaran yang akan kamu dapatkan terhitung besar, terutama jika fokus di bidang kesehatan atau hukum. Jam kerjanya yang fleksibel juga dapat membantumu dalam mengatur waktu bekerja seefektif mungkin tergantung proyek yang didapat.

9. Asisten Peneliti

Kamu perlu untuk menawarkan diri membantu dosenmu dalam melakukan penelitiannya sebagai asisten peneliti apabila kamu memiliki hubungan yang dekat dengan dosenmu. Sebagai asisten peneliti, kamu akan mengoleksi dan menganalisis data serta menyiapkan bahan-bahan riset bagi peneliti. Kamu juga bisa membantu dosenmu dalam mengelola korespondensi proyek hingga melakukan tugas-tugas administrasi untuk kepentingan penelitian.

10. Staf Perpustakaan

Kamu juga bisa mencoba untuk menjadi staf perpustakaan di kampus atau daerah sekitarmu. Kamu bisa membangun network yang dapat membantu dalam kehidupan perkuliahanmu sebagai staf perpustakaan, terutama di kampus. Lebih dari itu, kamu juga bisa mendapat materi pembelajaran dengan relatif lebih mudah.

Baca Juga: 6 Kunci Sukses Presentasi untuk Menjual dan Memasarkan Produk

Nah, demikianlah penjelasan Jobnas.com mengenai beberapa manfaat kerja part time bagi mahasiswa serta beberapa rekomendasi pekerjaan yang tepat. Intinya, jangan lupa untuk mengelola waktu dengan baik apabila kamu memiliki keinginan untuk menjalaninya agar supaya waktu kuliah dengan kerja mu bisa berjalan teratur. 

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
1 14 15 16 17 18 62

"Setiap pekerjaan yang dilakukan dengan hati, akan kembali menjadi rejeki yang berarti."