Jobnas

Blog Jobnas

Halaman artikel blog terbaru di Jobnas.com.
Iwan Bisa
3 tahun yang lalu
Brand Recall vs Brand Recognition vs Brand Awareness

Brand Recall vs Brand Recognition vs Brand Awareness, Mana yang Terbaik

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com - Brand recall, brand recognition dan brand awareness adalah “makanan sehari-hari” pekerja bidang marketing, tapi apa saja perbedaan ketiganya? Tahukah kamu apa perbedaan brand recall brand recognition, dan brand awareness yang merupakan “makanan sehari hari”. Tentu saja ketiga istilah ini berbeda, kendati sama-sama penting untuk keberlanjutan sebuah brand. 

Di artikel ini, Jobnas.com akan mendeskripsikan apa saja yang menjadi perbedaan ketiga istilah marketing ini. Yuk, pahami !

Definisi

1. Brand Recall

Dikutip dari Business Dictionary, brand recall merupakan ukuran kualitatif tentang seberapa baik nama brand dikaitkan dengan jenis produk atau kelas produk oleh konsumen. Biasanya, pengukuruan brand recall dilakukan melalui survei. Pertanyaan yang sering diajukan di antaranya “sebutkan model handphone sebanyak mungkin”

Ada dua bentuk brand recall yang harus kamu ketahui : 

  1. Aided brand recall, melibatkan penyajian daftar brand bersaing kepada responden survei. Pengukuran dilakukan dengan mengajukan pertanyaan kepada mereka yang menguji seberapa baik mereka dapat mengidentifikasi brand kamu dan komponen iklannya.
  2. Unaided brand recall, melibatkan pemberian kategori produk kepada responden surveimu, dan mendorongnya untuk membuat daftar brand yang muncul dalam pikiran mereka.

Ada kemungkinan bahwa saat membeli konsumen akan lebih sering mengingatnya, jika sebuah brand memiliki brand recall yang tinggi. Dengan demikian, brand akan mendapatkan konsumen yang setia. Selain itu, brand recall juga dapat meningkatkan penjualan produk serta dapat dimanfaatkan untuk menghadapi persaingan dalam industri.

Baca Juga : What the Meaning of Email?

Ada tiga cara untuk meningkatkan brand recall : 

  1. Narrative marketing, yakni dengan membuat iklan dalam bentuk naratif atau cerita.
  2. Remarketing, yaitu dengan melakukan pemasaran ulang.
  3. Melakukan optimasi SEO.

2. Brand Recognition

Ketika sebuah brand dapat diidentifikasi oleh konsumen, maka itu artinya  brand tersebut telah memiliki brand recognition yang baik. Dikutip dari Investopedia, istilah brand recognition adalah konsep yang digunakan dalam periklanan dan pemasaran yang mengacu pada kemampuan konsumen untuk mengidentifikasi brand tertentu dari atributnya.

Indikator brand recognition dianggap berhasil ketika orang mampu mengenali merek melalui isyarat visual atau pendengaran seperti logo, slogan, kemasan, warna, atau jingle daripada secara eksplisit diekspos ke nama perusahaan.

Pengukuran untuk mengetahui apakah brand telah memiliki brand recognition yang baik dilakukan melalui riset pasar. Ini dilakukan untuk menentukan keberhasilan strategi brand recognition yang dijalankan.

Brand recognition juga penting agar brand dapat terlihat beda di mata konsumen dari kompetitor. Dengan demikian, brand dapat tetap unggul dari kompetitornya. Ada empat cara untuk meningkatkan brand recognition : 

  1. Bagikan konten sesering mungkin.
  2. Berinteraksi dan terlibat aktif dengan konsumen.
  3. Ikut serta menjadi bagian dari event atau campaign yang skalanya lebih besar.
  4. Bentuk komunitas dengan konsumen.

3. Brand Awareness

Salah satu istilah marketing yang cukup terkenal adalah brand awareness. Hal ini disebabkan karena ketika sebuah brand memiliki brand awareness yang kuat dapat dikatakan telah mengungguli kompetitornya. Dikutip dari Investopedia, brand awareness adalah istilah marketing yang menggambarkan tingkat pengenalan konsumen terhadap suatu produk dengan namanya.

Selain itu, untuk mempromosikan produk baru atau menghidupkan kembali brand lama, membangun brand awareness adalah langkah kuncinya. Ada empat cara untuk mengukur apakah sebuah brand telah memiliki brand awareness yang baik: 

  1. Traffic dari situs brand.
  2. Social engagement dari media sosial brand.
  3. Social listening yang didapatkan dari tag pengguna media sosial terhadap brand.
  4. Pencarian brand di search engine seperti Google.

Perbedaan Brand Recall, Brand Recognition dan Brand Awareness

Brand recall, brand recognition, dan brand awareness memiliki peran signifikan bagi sebuah brand. Akan tetapi, ketiganya memiliki perbedaan masing-masing. Strategi brand recall umumnya dilakukan ketika brand baru berkembang. Tujuan dari brand recall ini supaya konsumen dapat mengetahui brand serta produk atau layanan yang ditawarkan.

Baca Juga : Pahami Deep Web beserta Fungsinya yang Dianggap Berbahaya untuk Para User

Sementara itu, brand recognition seringkali dilakukan bersamaan dengan brand recall. Ini dikarenakan tujuan kedua strategi ini hampir sama. Setelah kedua strategi ini berhasil dijalankan, barulah strategi brand awareness diluncurkan. Ketika strategi ini diluncurkan, tujuannya adalah agar brand dapat mempertahan citranya di mata konsumen.

Itulah deskripsi dari Jobnas.com terkait perbedaan ketiganya. Kamu harus memahami tujuan dari strategi marketing tersebut, ketika menentukan strategi marketing yang tepat untuk brand ataupun produkmu.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Iwan Bisa
3 tahun yang lalu
Deep Web Dianggap Berbahaya untuk Para User

Pahami Deep Web beserta Fungsinya yang Dianggap Berbahaya untuk Para User

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com - Deep web adalah sebuah misteri yang tak banyak dikunjungi orang. Hal ini seringkali dianggap berbahaya. Meskipun kerap dicap ilegal dan risiko data breaching terlihat sangat besar, sebenarnya, deep web memiliki manfaat serta fungsi positif lainnya, lho.

Tidak semua aktivitas di dalamnya dilakukan oleh para kriminal dan cyber attacker. Nah, oleh karena itu, kali ini Jobnas.com akan merangkum serba-serbi deep web khusus untuk kamu. Yuk, disimak!

Pengertian Deep Web

Dikutip dari Kaspersky, deep web adalah kumpulan situs web yang tidak dapat diakses secara langsung melalui search engine konvensional seperti Google atau Yahoo. Search engine menjelajahi internet dengan cara mengunjungi tautan pada sebuah halaman web, kemudian mencari tautan pada halaman berikutnya dengan konten yang serupa. Tidak adanya index tautan pada situs-situs web menjadikan search engine tidak dapat menemukan data deep web. 

Deep web berada di bawah permukaan internet umum dan diperkirakan menyumbang sekitar 90% dari semua situs web yang ada. Analoginya internet sebagai gunung es. Yang selama ini dilihat oleh user merupakan bagian dari gunung yang terletak di atas air.

Sementara itu, deep web adalah bagian dari gunung yang tidak muncul di permukaan, sehingga user tidak bisa melihatnya secara langsung. Faktanya, deep web itu sangatlah besar, sehingga tidak mungkin untuk menemukan dengan tepat berapa banyak halaman atau situs web yang aktif pada satu periode tertentu.

Meskipun masih banyak user yang menganggap bahwa deep web dan dark web itu serupa, nyatanya tidak demikian. Sebagian besar situs di dalam deep web secara keseluruhan dianggap legal dan aman. Beberapa bagian terbesar dari deep web meliputi database atau kumpulan file publik serta pribadi yang tidak terkoneksi ke area lain dari web dan hanya untuk dicari di dalam database itu sendiri, dan intranet.

Intranet sendiri merupakan jaringan internal milik perusahaan, pemerintah, dan fasilitas pendidikan yang digunakan untuk mengomunikasikan dan mengontrol kepentingan mereka secara pribadi.

Yang Tersimpan di Dalam Deep Web

Deep web adalah sebuah tempat di mana beberapa data terproteksi tidak dapat ditemukan oleh user awam. Untuk mencegah penyalahgunaan serta akses tanpa otorisasi beberapa data tersebut dirasa lebih aman untuk disimpan dalam deep web. 

Menurut Britannica, ini merupakan bentuk konten yang seringkali ditemukan dalam deep web:

  • Konten dalam akun email pribadi user
  • Konten akun media sosial pribadi user
  • Dokumen legal, serta data-data milik lembaga pemerintahan
  • Jejak rekam medis yang dimiliki instansi kesehatan
  • Konten akun perbankan online user
  • Data yang disimpan perusahaan dalam database pribadi mereka
  • Konten yang terkandung dalam database ilmiah dan akademis

Di dalam deep web, selain ketujuh jenis konten tersebut, biasanya tersedia juga informasi yang mungkin tidak patut dimunculkan dalam penelusuran web umum. Hal itu seperti informasi rekening user yang bisa disalahgunakan oleh hacker dan penjahat lainnya.

Jika seseorang ingin melihat konten-konten tersebut, mereka harus masuk ke salah satu akun dengan memberikan nama pengguna, kata sandi, atau jenis otentikasi lainnya. Proses otentikasi seperti ini merupakan hal yang baik, sehingga aktivitas kriminal seperti penipuan serta penyalahgunaan data dan identitas dapat berkurang. 

Cara Mengakses Deep Web

Menurut Norton, jika user ingin mengaksesnya mereka harus download Tor browser. Search engine tersebut akan berfungsi seperti browser biasa setelah menginstal Tor browser untuk device. User hanya perlu mengetik URL dan browser akan mencari halaman tersebut. Akan lebih sulit menemukan materi yang dicari dalam deep web daripada menggunakan search engine konvensional seperti Google. Deep web tidak memiliki index atau sistem peringkat untuk membantu browser menemukan apa yang dibutuhkan user dengan cepat.

Hal yang Perlu Dihindari dalam Deep Web

User harus tetap berhati-hati bila ingin mengunjunginya, meskipun deep web adalah bagian dari internet yang masih relatif aman. Bila tidak waspada, penjahat dapat mendapatkan identitas dan data-data penting di device-mu. Sebab bukan hanya kamu lho yang sedang mengunjunginya.

Untuk mengantisipasi hal itu, menurut Hackernoon, berikut adalah beberapa hal yang perlu kamu hindari saat mengunjungi deep web : 

  • Jauhi tautan berbahaya
  • Hindari melakukan transaksi pembayaran di deep web
  • Hindari percakapan dengan orang asing
  • Tetap waspada pada tiap jenis konten yang kamu cari
  • Sembunyikan identitasmu

Baca juga: Ubah Instagram Jadi Portofolio Pribadi, Ikuti 5 Langkah ini

Itulah penjelasan Jobnas.com terkait serba-serbi deep web yang perlu kalian ketahui. Intinya, deep web adalah sebuah tempat di mana user dan perusahaan menyimpan data-data penting mereka. Tidak perlu khawatir, deep web bukanlah suatu hal yang selalu berbahaya. Kamu juga dapat mengaksesnya dengan mudah kok. Yang perlu diingat adalah untuk berhati-hati, dan lindungi identitas serta data-data pentingmu bila hendak mengunjunginya.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Iwan Bisa
3 tahun yang lalu
Ubah Instagram Jadi Portofolio Pribadi, Ikuti 5 Langkah ini

Ubah Instagram Jadi Portofolio Pribadi, Ikuti 5 Langkah ini

Batas Melamar Pekerjaan ini Technology

Jobnas.com - Selama proses interview, sekitar 44 % rekruter memantau konten media sosialmu. Dengan demikian, kamu bisa menggunakan Instagram sebagai portofolio pribadimu. Hal ini dikarenakan media sosial ini sangat populer. Bagi kamu yang masih pemula, memanfaatkan media sosial sebagai media portofolio akan jauh lebih mudah. Dari segi biaya, kamu tidak perlu mengeluarkan dana khusus untuk membuat website portofolio.

Di artikel ini, Jobnas.com akan mendeskripsikan bagaimana cara mengubah akun Instagram kamu menjadi portofolio yang menarik? Yuk, simak selengkapnya!

1. Buatlah Bio Instagram Kamu Selayaknya Cover Letter

Audiens akan melihat bio Instagram untuk melihat profilmu, termasuk calon klien atau rekruter yang akan merekrutmu. Sosok dirimu dan siapa kamu akan diketahui lewat bio. Oleh karena itu, kamu perlu bio profil yang menarik selayaknya cover letter.

Setidaknya ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan ketika menulis bio profil Instagram kamu untuk portofolio. Seperti dilansir dari Shutterstock, berikut ini merupakan hal-hal penting yang perlu kamu perhatikan ketika menulis bio di Instagrammu.  

  • Nama; klien atau rekruter akan mencari tahu kamu lebih lanjut melalui platform lain seperti LinkedIn. Oleh karena itu, pastikan kamu mencantumkan nama lengkap di bio kamu. 
  • Lokasi; lokasi menjadi salah satu faktor penentu apakah mereka akan merekrutmu, terutama bagi sebagian klien atau rekruter. Apalagi jika pekerjaan tersebut mengharuskanmu berada di lokasi yang sama dengan klien.
  • Link in bio; jika kamu juga memiliki portofolio di platform tersebut,  kamu bisa mencantumkan link dari platform lainnya.
  • Bio; kamu bisa menjelaskan hal-hal lain yang masih berkaitan dengan pekerjaanmu. Misalnya, apakah kamu bergabung di sebuah komunitas atau minat apa saja yang kamu miliki seputar pekerjaanmu. Buatlah bio kamu sejelas mungkin sehingga klien atau rekruter dapat memahami siapa dirimu dan apa pekerjaanmu. Kamu juga bisa menambahkan emoji agar bio terlihat menarik, namun jangan berlebihan.

2. Manfaatkan Feeds sebagai Portofolio

Feeds adalah hal kedua yang akan dilihat oleh klien atau rekruter ketika kamu menggunakan akun Instagram sebagai portofolio. Dengan demikian, perlakukan feeds Instagram kamu sebagai ruang portofolio. Tanyakan kepada dirimu, konten seperti apa yang ingin kamu perlihatkan kepada klienmu.

Pilih konten yang akan kamu tampilkan di feeds Instagram kamu. Beberapa pertanyaan ini mungkin dapat membantumu dalam memilih konten yang tepat untuk portofolio Instagram kamu.

“Apa yang ingin saya lihat jika saya adalah klien impian?”

“Apakah saya menunjukkan kepada klien apa bakat saya dan bahwa saya akan menjadi orang yang baik untuk diajak bekerja sama (profesional terhadap orang lain dan merek lain yang pernah saya tangani)?”

“Bagaimana saya menonjol dari orang lain dalam industri saya?”

“Apakah ada konsistensi dalam feeds Instagram saya?”

Baca juga: Rencanakan Revenue Model yang Matang Agar Pemasukan Bisnismu Lancar

3. Manfaatkan Fitur Instagram Story

Kamu juga bisa memperlihatkan proses pembuatan karya, selain memperlihatkan karya yang telah jadi. Digital Surgeons memerikan bahwa untuk menarik klien adalah membagikan proses pembuatan karyamu.

Ini akan membuat akun Instagram yang kamu khususkan untuk portofolio terasa lebih interaktif. Kamu bisa memanfaatkan fitur Instagram Story untuk membagikan proses pembuatan karyamu tanpa merusak feeds yang telah kamu susun.

4. Gunakan Hashtag untuk Berinteraksi dengan Komunitas dan Klien

Hal yang paling penting untuk dilakukan  adalah jangan biarkan portofolio kamu di Instagram berdiam begitu saja. Kamu tetap harus berinteraksi dengan sesama pengguna Instagram lainnya. Agar dapat meraih audiens yang tepat, kamu bisa menggunakan hashtag agar konten-konten yang kamu bagikan. Sehingga, kamu dapat terkoneksi dengan komunitas dan klien yang relevan dengan keahlianmu.

5. Konsisten Berkomunikasi dengan Klien Melalui Instagram

Pastikan kamu terus menjalin interaksi dengan klien, meski telah memanfaatkan akun Instagram kamu untuk portofolio. Hal ini dilakukan agar  kamu tetap menjadi salah satu kandidat potensial untuk kerja sama mereka berikutnya.

Berikut langkah-langkah yang bisa kamu lakukan untuk menjalin interaksi dengan klien.

  • Gunakan branded hashtag yang terasosiasi dengan klien di caption kamu. Misalnya #CareerDiscoveryWithoutLimits #Jobnas.comSharing.
  • Berinteraksi dengan klien dengan menandai mereka di postingan kamu atau dengan mengomentari kiriman mereka.

Baca Juga : 5 Tips Membuat Instagram Live yang Menarik Banyak Followers

Itulah penjelasn Jobnas.com mengenai 5 langkah mengubah Instagram menjadi portofolio pribadi. Bagi kamu yang sering mengisi waktu senggang dengan Instagram, kamu bisa mencoba memanfaatkan langkah di atas untuk mengubahnya menjadi portofolio. 

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Iwan Bisa
3 tahun yang lalu
Revenue Model

Rencanakan Revenue Model yang Matang Agar Pemasukan Bisnismu Lancar

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com - Revenue model adalah hal yang perlu kamu pikirkan matang-matang ketika kamu sedang berencana membangun bisnis atau start-up. Untuk memastikan rencana bisnis kita bisa menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan, revenue model merupakan modal yang begitu penting.

Hal ini juga bisa jadi pertimbangan para investor yang akan berinvestasi dalam bisnismu. Nah, untuk mengetahui lebih lengkap terkait revenue model, yuk, baca penjelasan Jobnas.com dalam artikel berikut ini.

Pengertian Revenue Model

Dilansir dari Tech Target, revenue model merupakan sebuah konsep yang menjelaskan bagaimana rencana bisnismu bisa menghasilkan uang. Dalam konteks ini, untuk mendatangkan revenue atau keuntungan,  kita juga harus menjelaskan produk atau jasa apa yang ditawarkan selain metode apa yang digunakan. 

Berikut merupakan beberapa contoh revenue model:

1. Advertising

Revenue model advertising adalah dengan menampilkan iklan. Untuk menaruh iklan di produk yang kita miliki, marketer y tentunya harus membayar terlebih dahulu. 

2. Manufaktur

Ketika kita memproduksi barang dan menjualnya untuk mendapatkan keuntungan revenue model ini harus kita pilih. 

3. Markup

Kita mendapat keuntungan dari menjual produk yang sudah dibeli dengan harga yang lebih tinggi dalam markup revenue model.

4. Freemium

Freemium menawarkan produk standar secara gratis. Namun, jika pengguna ingin mendapatkan fasilitas yang lebih lengkap, mereka harus membayar.

5. Donasi

Keuntungan juga bisa didapatkan dari donasi sukarela para pengguna produk. Organisasi nirlaba atau profit seringkali menggunakan revenue model ini. Selain kelima contoh tersebut, tentunya masih banyak jenis revenue model lainnya yang bisa digunakan.

Perbedaan Revenue Model dan Business Model

Perbedaan antara business model dan revenue model harus bisa dipahami dengan baik, meskipun mungkin dianggap memiliki definisi mirip. Dalam konteks business model, ada banyak aspek yang perlu dicantumkan. Salah satunya adalah revenue stream atau revenue model.

Di lain sisi, menurut Lead Innovation, revenue model merupakan komponen  yang memiliki peranan penting di dalam business model. Kita bisa mencontoh dari produk transportasi online, untuk memahami konsep ini lebih baik. Business model transportasi online adalah menawarkan jasa kendaraan umum mobil maupun motor yang bisa dipesan lewat aplikasinya.

Sementara revenue model bisnis ini adalah tarif per kilometer, surge pricing (peningkatan tarif saat jam sibuk), dan model harga yang berbeda (ojek online, taksi online, taksi online premium, dll).

Cara Membuat Revenue Model

1. Pilih Revenue Model yang Sesuai

Langkah pertama dalam membuat revenue model adalah memilih satu yang paling relevan dengan perusahaanmu dan latar belakangnya. Hal ini harus mempertimbangkan minimasi risiko dalam jangka panjang. Di samping itu, revenue model yang dipilih juga harus bisa mengarahkan perkembangan bisnismu ke arah yang sesuai dan tepat serta harus bisa mengomunikasikan nilai-nilai bisnismu yang unik pada para penggunanya.

2. Identifikasi Investor

Menentukan investor yang potensial merupakan  tahap selanjutnya dalam menyusun revenue model. Pilihan investor ini harus relevan dengan revenue model yang sudah ditentukan pada tahap pertama. Oleh karena itu, investor harus memiliki pengetahuan sesuai dengan jenis produk atau jasa yang ditawarkan sehingga ROI bisa tercapai dan bisnis terus untung.

3. Menyusun Rencana Jangka Panjang

Kita harus menentukan rencana jangka panjang mengenai keuangan bisnis untuk meyakinkan investor lebih jauh lagi. Oleh karena itu, mengetahui kapan kita bisa mulai mendapatkan keuntungan merupakan hal yang harus dilakukan. Pertimbangkan pula burn rate dan hal lainnya untuk waktu paling tidak 12 hingga 24 bulan ke depan. Revenue model bisa saja berubah pada waktu tertentu. Jadi, persiapkan dirimu untuk hal ini juga.

4. Ketahui Variabel Bisnis yang Penting

Variabel bisnis adalah hal yang penting untuk diidentifikasi dalam revenue model. Variabel-variabel ini harus dilacak untuk mengetahui apakah bisnismu berada dalam kondisi yang baik.

Hal-hal yang perlu diidentifikasi bisa berbeda, tergantung tahapan bisnismu saat ini. Risiko-risiko yang mungkin terjadi pada bisnismu pun termasuk variabel yang perlu dicatat. Setelah itu, kita harus merencanakan tahapan mitigasi atau cara meminimalkan risiko-risiko tersebut agar keuntungan bisa tetap diraih dengan baik.

Baca Juga : Karakteristik Animasi dan Motion Graphic

Nah, itu dia rangkuman Jobnas.com terkait revenue model. Revenue model adalah hal yang perlu dibuat serinci mungkin dengan pertimbangan yang baik. Dengan demikian, kamu jangan terburu-buru membuatnya. 

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Iwan Bisa
3 tahun yang lalu
Karakteristik Animasi dan Motion Graphic

Karakteristik Animasi dan Motion Graphic

Batas Melamar Pekerjaan ini Technology

Jobnas.com - Kamu perlu mengetahui perbedaan animasi dan motion graphic, sebelum menggunakan video untuk keperluan bisnismu. Definisi dari keduanya sama, sama-sama gambar yang bergerak. Akan tetapi, kendati demikian keduanya memiliki karakteristik dan tujuan yang berbeda, lho.

Perbedaan ini bisa menjadi pertimbanganmu dalam memilih format apa yang lebih sesuai dengan kebutuhanmu. Jika penasaran, yuk, baca penjelasan dari Jobnas.com berikut ini!

Perbedaan Animasi dan Motion Graphic

1. Definisi

Dalam hal cakupan, animasi adalah istilah yang lebih luas daripada motion graphic. Hal ini seperti dikutip dari 99designs, segala objek atau gambar statis yang bergerak dapat disebut sebagai animasi.

Sebenarnya,  istilah ini sudah ada sejak awal tahun 1900-an, seperti ditulis VMG Studios. Oleh karena itu, animasi memiliki banyak bentuk, mulai dari CGI, anime, claymation, hingga motion graphic. 

Sementara itu, motion graphic adalah persimpangan antara animasi dan desain grafis, seperti ditulis Lifewire. Biasanya, terdapat teks dan voice over untuk menceritakan apa yang digambarkan oleh animasi yang ada.

2. Tujuan

Perbedaan mendasar antara animasi dan motion graphic adalah dari segi tujuan.

Animasi adalah sebuah media yang dibuat untuk bercerita. Tujuan utama dari animasi adalah storytelling.

Dalam video animasi, biasanya terdapat masalah yang harus diselesaikan, perjuangan untuk mengatasinya, dan seterusnya.

Di sisi lain, motion graphic biasanya dimanfaatkan untuk keperluan edukasi. Kamu tidak membutuhkan narasi yang rumit, tokoh utama, konteks, dan berbagai pelengkap lainnya.

3. Fokus Konten

Fokus konten yang dimiliki animasi dan motion graphic tentu berbeda. Animasi biasanya berfokus pada sebuah karakter utama. Sebagai contoh, jika kamu menggunakan animasi sebagai bagian dari video marketing, kamu bisa menciptakan satu tokoh yang sesuai dengan target pasarmu.

Buatlah tokoh tersebut berperilaku layaknya target pasarmu. Dengan begitu, mereka bisa merasakan emosional cerita di dalam video animasimu. Sedangkan, motion graphic lebih fokus pada proses yang dijalani. Kamu bisa menceritakan proses membeli produkmu, proses memanfaatkan promo, dan sebagainya. Jadi, kamu tidak memerlukan narasi yang rumit dalam karya motion graphic-mu.

4. B2B & B2C Marketing

Apakah kalian pernah mendengar istilah B2B dan B2C?

Secara definitif, B2B (business to business) adalah strategi penjualan yang dilakukan sebuah perusahaan ke perusahaan lainnya. Sedangkan B2C (business to consumer) adalah proses penjualan yang dilakukan perusahaan langsung ke konsumen.

Selain itu, animasi dan motion graphic juga bisa dimanfaatkan sebagai media marketing keduanya. Animasi biasanya lebih banyak digunakan untuk keperluan B2C karena memiliki kekuatan untuk membangun emosi konsumen. Sedangkan motion graphic lebih tepat dimanfaatkan untuk B2B karena praktis dan bisa lebih menjelaskan proses di dalam sebuah bisnis, seperti ditulis The Draw Shop.

Itulah perbedaan animasi dan motion graphic. Tentu kamu akan bertanya-tanya, mana yang Lebih Baik?

Tidak ada media yang lebih baik maupun lebih buruk. Keduanya memiliki karakteristik dan tujuan yang berbeda. Jika kamu ingin menambah narasi dan emosi dalam videomu, gunakanlah animasi dan tokoh yang menonjol. Namun jika ingin fokus pada proses suatu bisnis, produk, atau jasa, kamu bisa memilih motion graphic.

Baca juga: Terapkan Golden Ratio dalam Desain Agar Karyamu Lebih "Hidup"

Itulah penjelasan dari Jobnas.com tentang perbedaan animasi dan motion graphic. Kamu bisa memilih mana format yang lebih sesuai dengan keperluanmu. Jadi kesimpulannya, tidak ada yang lebih baik di antara keduanya. 

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Iwan Bisa
3 tahun yang lalu
Terapkan Golden Ratio dalam Desain Agar Karyamu Lebih "Hidup"

Terapkan Golden Ratio dalam Desain Agar Karyamu Lebih "Hidup"

Batas Melamar Pekerjaan ini Technology

Jobnas.com - Agar karyamu lebih hidup dan menarik, kamu harus mengetahui bagaimana penerapan golden ratio dalam sebuah desain. Meskipun seni adalah hal yang subjektif, namun ia menuruti Interaction Design merupakan salah satu satu faktor yang menjadikan suatu karya terlihat menarik adalah karena karya tersebut menggunakan golden ratio.

Terlepas dari hal tersebut, hal ini juga sering menjadi bukti bahwa keindahan wajah manusia juga dikarenakan komposisi wajah yang sesuai dengan golden ratio. Lalu, apa sebenarnya golden ratio pada suatu desain? Jobnas.com akan memberikan penjelasan selengkapnya. 

Apa itu Golden Ratio?

Kamu harus memahami terlebih dahulu apa itu golden ratio sebelum membahas lebih jauh memahami mengenai pengaplikasiannya. Disarikan dari 99design, golden ratio adalah nilai matematis dari dua objek yang rasionya sama dengan ketika kedua objek tersebut digabungkan. 

Perhitungan ini didasarkan dari deret Fibonnaci, dimana merupakan suatu deret angka yang nilai setelahnya, adalah penjumlahan dari angka sebelumnya. Deret fibonacchi sendiri adalah 0,1,1,2,3,5,8, dan seterusnya. Setelah dilakukan perhitungan, ditemukanlah nilai 1,618.

Golden ratio sering ditemukan di alam, oleh karenanya, banyak juga yang mengatakan bahwa rasio ini adalah rasio alami. Oleh karenanya, cukup banyak benda yang menerapkan golden ratio. Dengan begitu, sebagai desainer, untuk dapat membuat sesuatu yang lebih menarik dan hidup, maka kamu perlu menerapkan golden ratio dalam desain yang kamu buat.

Baca juga: Tingkatkan Kualitas Bisnis dengan Data Governance

Cara Mengaplikasinya

Akan menjadi lebih mudah untukmu menerapkan golden ratio dalam sebuah desain setelah mengetahui penjelasan di atas. Kamu hanya perlu mengkalikan ukuran suatu elemen senilai 1,618. Kemudian kamu akan mendapatkan komposisi yang relevan dengan golden ratio dalam desainmu.

Berikut adalah beberapa penerapan golden ratio dalam desain yang bersumber dari Invisionapp. 

1. Hierarki Penulisan

Salah satu penerapan yang dapat kamu lakukan adalah pada hierarki penulisan. Seperti yang telah diketahui, salah satu prinsip dalam membuat suatu desain, khususnya UX adalah adanya hierarki penulisan. Hal ini untuk membedakan antara tulisan untuk judul, isi, atau tulisan mana yang menjadi pesan utama. Dengan menggunakan golden ratio, maka kamu dapat lebih mudah menentukan hierarkinya. 

Contoh sederhananya adalah, jika ukuran font untuk body text berukuran 12pt, maka ukuran untuk header adalah nilai golden ratio, 1,618 x 12 = 19, 416, atau dibulatkan menjadi 20pt.

2. Meletakkan Elemen pada Desain

Penerapan golden ratio dalam desain berikutnya adalah pada saat meletakkan elemen pada suatu desain. Tentu, untuk membuat tampilan desain yang menarik, kamu tak bisa asal dalam meletakkan tiap elemen-elemennya. Golden ratio merupakan cara termudah untuk melakukannya. 

Kamu dapat membagi lembar kerjamu ke dalam beberapa bagian yang sesuai dengan nilai golden ratio. Mudahnya, kamu cukup meletakkan spiral golden ratio pada lembar kerjamu, dan letakkanlah elemen sesuai dengan golden ratio tersebut.

3. Komposisi pada Layout

Dalam pembuatan layout kamu bisa juga menerapkan golden ratio. Hal ini dapat bermacam-macam, seperti untuk keperluan desain web, majalah, buku, bahkan poster. Melalui penerapan golden ratio ini, pengguna akan lebih nyaman dalam melihat konten yang ditampilkan.

Hal ini karena adanya proporsi yang jelas antara suatu konten utama, dengan konten pendukung. Cara melakukannya hampir serupa dengan menentukan hirarki font, kamu cukup menghitung ukuran konten utama terhadap konten pendukung berdasarkan rasio tersebut. Hal lain, kamu juga bisa menggunakan spiral golden ratio untuk menentukannya.

Baca Juga : Pentingnya Pengembangan Pelanggan dalam Strategi Perencanaan Bisnis

4. Pembuatan Logo

Pada kali ini kamu perlu menentukan bentuk dasar dari logo yang kamu buat, hal ini cukup berbeda dengan yang sebelumnya. Apakah lingkaran, persegi, atau segitiga. Setelah menentukan, kemudian kamu dapat meng-copy bentuk tersebut sebanyak-banyaknya, namun dengan ukuran berdasarkan golden ratio tersebut.

Selanjutnya, kamu dapat meletakkan berbagai bentuk dasar tersebut, sesuai dengan bentuk logo yang diinginkan. Langkah terakhir adalah membuat kembali logo berdasarkan bentuk dasar yang telah sesuai dengan golden ratio.

Nah, itulah beberapa penjelasan dari Jobnas.com mengenai golden ratio dalam desain yang perlu kamu ketahui.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Iwan Bisa
2 tahun yang lalu
Tingkatkan Kualitas Bisnis dengan Data Governance

Tingkatkan Kualitas Bisnis dengan Data Governance

Batas Melamar Pekerjaan ini Technology

Jobnas.com - Setiap perusahaan dewasa ini perlu memiliki sebuah data governance seiring lingkungan industri yang bergerak cepat dengan tingkat persaingan yang tinggi. Sistem satu ini mampu mengelola data-data perusahaan, sehingga mereka dapat menyimpan dan menggunakannya seefektif mungkin.

Lalu, apa, sih, yang sebenarnya dimaksud dengan data governance? Apa saja elemen yang menjadi fokus utamanya? Yuk, simak selengkapnya penjelasan Jobnas.com berikut ini.

Pengertian Data Governance

Disadur dari CIO, data governance adalah sebuah sistem yang dirancang untuk menentukan personel di dalam perusahaan yang memiliki otoritas dan kendali atas aset data dan bagaimana aset-aset tersebut dapat digunakan. 

Sistem ini menentukan individu, proses, dan teknologi yang diperlukan untuk mengelola dan melindungi aset data milik perusahaan.

Sistem juga akan secara otomatis menjelaskan cara terbaik agar perusahaan dapat meraih untung dari proses dan tanggung jawab yang konsisten dan umum. 

Di dalam dunia yang kini sudah serba digital, strategi data governance yang dibuat dengan baik sifatnya sangat penting bagi setiap perusahaan, terutama yang bekerja dengan big data.

Dengan sistem tersebut penggerak bisnis dapat menyoroti data apa yang perlu dikontrol dengan cermat dan manfaat seperti apa yang mereka dapat harapkan. 

Sebagai contoh, tujuan bisnis yang akan diimplementasikan dalam strategi data governance adalah untuk memastikan privasi data yang terkait dengan perawatan kesehatan.

Maka, perusahaan perlu mengelola data pasien dengan aman saat memasuki sistem mereka.

Persyaratan penyimpanan data, misalnya riwayat personel yang mengubah informasi serta waktu inputnya, akan ditentukan untuk memastikan kepatuhan atas peraturan dari pemerintah.

Sejatinya, data governance hanyalah salah satu bagian dari keseluruhan disiplin manajemen data.

Kendati demikian, data governance merupakan proses yang penting dalam data management.

Data governance menjelaskan peran, tanggung jawab, dan proses untuk memastikan akuntabilitas dan kepemilikan aset data.

Sementara itu, data management menjelaskan proses yang digunakan untuk merencanakan, menentukan, mengaktifkan, membuat, memperoleh, memelihara, menggunakan, dan membersihkan data.

Manajemen data telah menjadi istilah umum untuk disiplin, kadang-kadang disebut sebagai manajemen sumber daya data atau manajemen informasi perusahaan.

Pada sebagian besar organisasi, berbagai orang terlibat dalam proses data governance. 

Orang-orang ini termasuk eksekutif bisnis, tim profesional manajemen data, beberapa staf IT terpilih, serta pengguna yang akrab dengan domain data yang relevan dalam sistem organisasi. 

Implementasi dan Elemen Dalam Data Governance

Dalam mengimplementasikan kerangka data governance langkah awal yang dilakukan adalah untuk mengidentifikasi pemilik atau penjaga aset data yang berbeda di seluruh perusahaan.  Kemudian, pengelola sistem akan mendeskripsikan tanggung jawab mereka dan para pengganti yang ditunjuk dalam program data governance. 

Setelah itu, CDO, sponsor eksekutif, atau manajer data governance kemudian akan memimpin dalam proses pembuatan struktur sistem. Mereka juga akan bekerja sebagai staf tim tata kelola data governance, mengidentifikasi pengelola data, dan meresmikan komite pengurus data governance. Barulah setelah struktur selesai dibentuk, pekerjaan data governance dimulai.

Kebijakan data governing dan standar penggunaan data harus diciptakan, bersama dengan aturan yang menentukan bagaimana data dapat digunakan oleh personel yang berwenang. Selain itu, serangkaian prosedur kontrol dan audit diperlukan untuk memastikan kepatuhan terhadap kebijakan internal dan eksternal.

Tak hanya itu, hal tersebut juga diperlukan sebagai penjamin bahwa data digunakan secara konsisten di seluruh bagian perusahaan. Tugas tim data governance adalah mendokumentasikan dari mana data berasal, di mana data tersebut disimpan, dan bagaimana data dilindungi dari ancaman keamanan, seperti data breaching.

Seperti yang telah Jobnas.com jelaskan, data governance adalah sebuah sistem yang akan mengelola data perusahaan beserta fungsi-fungsinya. Akan tetapi, pada tataran praktisnya, terdapat beberapa elemen utama yang akan dikelola secara langsung oleh sistem dan dikontrol oleh pihak penanggung jawab. 

Berikut adalah elemen-elemen tersebut yang kamu perlu ketahui:

1. Data Mapping dan Classification

Data mapping dan classification adalah elemen pertama yang akan dikelola sistem data governance. Pemetaan data dalam sistem membantu perusahaan untuk mendokumentasikan aset data dan memberikan gambaran mengenai bagaimana data masuk ke dalam sistem organisasi.

Selanjutnya, kumpulan data yang berbeda kemudian dapat diklasifikasikan berdasarkan faktor-faktor seperti informasi pribadi atau data sensitif lainnya. Klasifikasi data akan mempengaruhi bagaimana kebijakan data governance diterapkan pada kumpulan data milik karyawan.

2. Business Glossary

Business glossary berisi definisi dari istilah dan konsep bisnis yang akan digunakan dalam organisasi. Misalnya, definisi dari pelanggan yang aktif. Pengelolaan business glossary dapat membantu upaya data governance untuk meningkatkan kualitas bisnis perusahaan dengan membantu membangun kosakata umum untuk data bisnis.

3. Data Catalog

Data catalog adalah elemen berikutnya dalam data governance. Dalam data catalog, pengelolaannya mencakup mengumpulkan metadata dari sistem dan menggunakannya untuk membuat inventaris terindeks dari aset data yang tersedia.

Data-data dalam katalog mencakup informasi tentang fungsi pencarian dan alat kolaborasi yang digunakan perusahaan. Lebih dari itu, informasi tentang kebijakan data governance dan mekanisme otomatis untuk menegakkannya juga dapat dimasukkan ke dalam data catalog.

Manfaat Data Governance

Data governance merupakan solusi perusahaan untuk tetap relevan dengan pesaingnya seiring dengan semakin ketatnya tingkat kompetisi dalam pasar. Dilansir Talend, manfaat yang ditawarkan sistem data governance adalah sebagai berikut ini:

  • Pemahaman umum tentang data
  • Peningkatan kualitas data
  • Kualitas manajemen data yang lebih baik
  • Sistem pengelolaan kepatuhan dan risk management yang konsisten
  • Memberikan perspektif baru dari setiap pelanggan dan entitas bisnis lainnya

Baca juga: Kenali Strategi Evangelism Marketing yang Banyak Digunakan Banyak Brand Sukses

Itulah pemaparan mengenai data governance yang telah Jobnas.com rangkum untukmu. Intinya, data governance adalah sebuah sistem yang memberikan program terintegrasi guna mengelola data perusahaan beserta fungsi-fungsinya.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Iwan Bisa
2 tahun yang lalu
Stretegi Evangelism Marketing

Kenali Strategi Evangelism Marketing yang Banyak Digunakan Banyak Brand Sukses

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com - Istilah “evangelism marketing”, merupakan hal yang sangat menguntungkan bagi sebuah brand tanpa perlu mengeluarkan begitu banyak usaha. Banyak tim marketing di luar sana yang mendambakan strategi ini. Hal ini dikarenakan perusahaan tempat mereka bekerja hanya perlu membuat produk berkualitas tinggi, lalu membiarkan orang lain menyebarkan kabar baik seputar produk tersebut.

Reputasi produk dan brand diasosiasikan dengan hal-hal baik, lalu mereka bisa mengarahkan fokus ke hal lain yang mungkin lebih penting. Untuk memahami lebih dalam, Jobnas.com telah menyediakan seputar strategi ini untukmu. Yuk, simak !

Pengertian Evangelism Marketing

Evangelism marketing biasa disamakan dengan pemasaran word of mouth (dari mulut ke mulut), yang memanfaatkan pelanggan sebagai “agen pembawa kabar baik”. Dilansir dari Marketing Schools, evangelism marketing bergantung pada pelanggan setia yang menyebarkan pesan-pesan pemasaran ke calon pelanggan lainnya. 

Semisal begini, ada perempuan bernama Nadia yang pergi ke restoran “Mantap Jiwa”. Ia menyukai makanan yang disajikan dan juga pelayanan yang diberikan di sana. Syahdan, ia merekomendasikannya ke Rukmini yang merupakan kerabat dekatnya atau bahkan meng-upload di media sosial mengenai restoran tersebut.

Nah, dalam konteks ini, Nadia termasuk orang-orang yang menjalankan teknik pemasaran ini disebut sebagai brand evangelist. Mereka merupakan pelanggan setia yang memiliki hubungan spesial dengan sebuah brand, sehingga rela melakukan sebuah usaha untuk mempromosikan produknya. 

Baca Juga : Bagaimana Cara Menggadaikan Barang di Pegadaian?

Berbeda dengan influencer yang diberi reward untuk melakukan promosi, brand evangelist ini melakukannya secara sukarela karena puas dengan apa yang mereka dapatkan. Meskipun sering disamakan dengan word of mouth marketing, teknik ini sebenarnya sedikit berbeda.

Dengan kata lain, orang-orang yang menjalankannya memiliki keterkaitan yang lebih dalam dengan brand yang sedang disebarluaskan. Evangelism marketing dijalankan oleh orang-orang yang memiliki asosiasi dari level emosional, sehingga tidak akan berpaling ke produk lain meskipun harganya lebih murah. Bisa dikatakan brand loyalty-nya cukup tinggi, karena sudah percaya dengan produk-produk yang ditawarkan oleh brand tersebut.

Contoh Brand yang Menggunakannya

Setelah mempelajari pengertiannya, kali ini Glints ingin memberikan contoh brand yang menggunakan strategi ini, disarikan dari Study.com.

Terdapat sebuah brand celana pendek dan celana renang khusus untuk pria, Chubbies. Mereka menawarkan produk menarik dengan kualitas tinggi, lalu menjadikan pelanggannya sebagai brand evangelist.

Hal ini dilakukan dengan meminta para pelanggan untuk foto menggunakan produk mereka, lalu mengunggahnya di media sosial. 

Lalu, apa untungnya bagi pelanggan Chubbies? Tentu saja mendapatkan produk berkualitas tinggi, dengan layanan yang sangat baik juga. 

Jadi, hubungan ini bisa dibilang merupakan simbiosis mutualisme. Pelanggan senang, calon pelanggan lainnya pun akan terus-menerus datang. 

Sebenarnya ada dua tipe brand evangelist, yaitu eksternal seperti contoh sebelumnya, dan juga dari pihak dalam perusahaan. 

Contohnya adalah Guy Kawasaki yang mengurus pemasaran Macintosh pada tahun 1984. 

Ia disebut sebagai “Bapak evangelism marketing” karena mencetuskan istilah evangelist pada pelanggan setia yang percaya terhadap kualitas produk Apple.

Tentu kamu membutuhkan para evangelist untuk menjalankan evangelism marketing. Para evangelist akan datang tentu saja kalau produk dan layanan yang ditawarkan memang sudah baik dari sananya. 

Jadi, terus dengarkan feedback dari pelanggan dan utamakan kepuasannya. Alhasil, brand loyalty akan meningkat dan mereka pasti secara otomatis menyebarkan kesan-kesan baik kepada calon pelanggan lainnya. 

Baca Juga : 6 Kesalahan dalam Mengatur Keuangan Pribadi

Kalau ingin cara mudah, kamu juga bisa meminta teman satu tim atau karyawan lain di perusahaan untuk menjadi brand evangelist dan mempromosikan produk ke khalayak ramai. Bagaimana, apakah kamu jadi lebih paham tentang evangelism marketing dan tertarik untuk menggunakannya dalam strategi pemasaran produkmu?

Kalau ingin belajar lebih banyak seputar marketing dan mendapatkan tips bermanfaat seputar pengaplikasiannya, kamu bisa membaca artikel dari Jobnas.com lainnya, lho. 

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Iwan Bisa
3 tahun yang lalu
Kesalahan dalam Mengatur Keuangan Pribadi

6 Kesalahan dalam Mengatur Keuangan Pribadi

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com - Seringkali banyak orang yang tidak menyadari beberapa kesalahan yang sering dilakukan ketika sedang mengatur keuangan pribadi. Mungkin, hal-hal kecil yang dilakukan tidak terlihat seperti suatu hal yang berbahaya. Namun jangan salah, dampak yang akan muncul bisa merugikanmu di kemudian hari, lho. Lalu, apa kira-kira kesalahan yang lumrah dilakukan saat merencanakan budget untuk diri sendiri?

Yuk, simak selengkapnya dalam artikel Jobnas.com berikut ini.

1. Tidak Menabung untuk Dana Darurat

Kesalahan umum yang biasa dilakukan ketika mengatur keuangan pribadi adalah tidak menabung untuk dana darurat, seperti dilansir dari Forbes. Pada umumnya, seorang individu cenderung tidak menghiraukan pentingnya tabungan darurat. Mereka justru memilih untuk menyediakan biaya pengeluaran bulanan sebagai sebuah prioritas. 

Sayangnya, hal tersebut cukup berbahaya untuk keamanan finansial. Mengapa demikian? Karena risiko sakit dan hal yang tak terduga bisa saja terjadi. Karena dana darurat tidak tersedia, kita terpaksa untuk merogoh biaya bulanan dan hidup dari sisa gaji untuk sebulan ke depan. Agar terhindar dari permasalahan ini, sebaiknya tabungan dana darurat dijadikan prioritas ketika hendak mengatur keuangan pribadi. 

Baca Juga : Mau tau Cara Jualan di Tiktok? Berikut 6 Strategi Marketing yang Efektif Jangkau Pelanggan Tiktok

2. Menebak Jumlah Pengeluaran

Permasalahan menebak jumlah psetiaengeluaran tidak akan jadi permasalahan apabila kamu adalah seseorang yang menerapkan literasi keuangan setiap harinya. Namun, masih banyak orang yang menerka total pengeluaran mereka untuk kurun waktu satu bulan. Dampaknya akan sangat buruk untuk kestabilan keuangan pribadi mereka, jika hal ini terus berlanjut.

Sebaiknya kalian mulai menghitung total pengeluaran selama satu bulan untuk menangani masalah ini. Pikirkan biaya yang akan kalian keluarkan untuk keperluan penting seperti harga sewa kamar kos, biaya makan per harinya, hingga total pengeluaran untuk bensin kendaraan.

3. Tidak Melacak Pengeluaran

Tidak melacak pengeluaran sehari-hari merupakan  kesalahan yang umumnya kita lakukan saat mengatur keuangan pribadi. Menurut sebagian ahli, kamu berisiko untuk mengeluarkan uang dengan berlebihan dan menghabiskan seluruh anggaran sebelum waktunya, jika kamu tidak melacak pengeluaran. Hal ini tentu akan memiliki implikasi pada risiko yang lebih besar, seperti meminjam uang dan wajib membayar utang. Yang terpenting, saat kamu tidak tahu jumlah uang yang telah dibelanjakan, maka kalian harus bersiap-bersiap untuk menghadapi risiko kerugian yang jauh lebih besar.

4. Menghitung Anggaran Secara Terpisah

Pastikan anggaran yang dibentuk sudah kalian rundingkan bersama pasangan, apabila sudah berpasangan. Untuk mengelolanya, kamu dan pasangan harus secara terbuka mendiskusikan keadaan finansial dan bagaimana strategi terbaik. Hal ini dikarenakan kerjasama akan mencegah kalian dari risiko pengeluaran berlebihan dan tetap berpegang teguh pada anggaran keuangan bersama.

Baca Juga : Kenali Digital Gold Currency dan Kelebihannya di Dunia Investasi

5. Tidak Menyediakan Dana untuk Rekreasi

Tidak menyediakan dana untuk rekreasi merupakan kesalahan lainnya yang sering terjadi. Padahal dikutip dari Kasasa, dana ini mesti disediakan agar kalian tidak perlu lagi mengambil uang dari tabungan untuk keperluan berlibur.

6. Melupakan Pengeluaran untuk Pajak

Kecenderungan melupakan total pengeluaran untuk kewajiban bayar pajak merupakan hal terakhir yang sering terjadi  saat mengatur keuangan pribadi. Banyak orang tidak menyadari dan kerap melupakan untuk menghitung jumlah biaya yang akan dikeluarkan untuk bayar pajak setiap bulannya.

Oleh karena itu, hal-hal yang akan dikenakan pajak sebaiknya mulai di perhatikan mulai dari sekarang. Jangan lupa untuk memperkirakan total pajak tahunan kendaraan dan penghasilan. Kamu bisa menyisihkan uang sebagai tabungan membayar pajak untuk mengantisipasinya.

Baca Juga : Apa itu Inflasi? Berikut Penjelasan Lengkap beserta 4 Penyebab Terjadinya Inflasi

Itulah deskripsi dari Jobnas.com mengenai enam kesalahan yang sering kita lakukan saat sedang mengatur keuangan pribadi. Agar kondisi finansial tetap stabil, sebaiknya kamu wajib menghindari kekeliruan di atas dan lebih teliti ketika hendak membuat anggaran pribadi.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Iwan Bisa
2 tahun yang lalu
Gold Currency

Kenali Digital Gold Currency dan Kelebihannya di Dunia Investasi

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com - Banyak para investor, khususnya untuk para peminat investasi emas, mencari digital gold currency dewasa ini. Instrumen investasi tersebut  menjadi solusi agar para investor tak perlu lagi repot-repot membeli emas batangan.

Kamu perlu memahami seluk-beluk mata uang digital ini, mengingat nilainya yang tinggi dan hasil yang cenderung menguntungkan. Simak selengkapnya di artikel Jobnas.com berikut ini.

Pengertian Digital Gold Currency

Seperti dikutip dari Investopedia, digital gold currency adalah sebuah mata uang elektronik dalam bentuk sekumpulan cadangan emas yang disimpan dalam brankas oleh berbagai lembaga keuangan swasta. DGC juga dipercayakan kepada beberapa bank kustodian ternama, selain disimpan oleh lembaga swasta, dan dapat diperdagangkan dengan pemegang koin lainnya.

Konsep fundamental dari mata uang ini lumayan menarik. Suatu token ataupun koin yang dikeluarkan mewakili nilai emas pada periode tertentu.

Misalnya 1 gr emas sama dengan 1 koin, serta nilai koin hendak disesuaikan dengan nilai emas yang lagi berlaku.

Kemudian, bila cryptocurrency lagi naik jumlah permintaannya, hingga harga koin juga berpotensi bertambah nilainya, apalagi dapat lebih besar dari nilai emas pada dikala tertentu. Tetapi, apabila nilai dari cryptocurrency lagi hadapi penyusutan, hingga nilai koin senantiasa disesuaikan dengan nilai gr emas.

Pemegang DGC bisa membayar satu sama lain dalam wujud emas batangan, ataupun unit mata duit yang mewakili emas yang ditaruh dalam wujud raga oleh industri penerbit. Tiap- tiap industri ataupun bursa penerbit, mempunyai emas cadangan dalam wujud raga yang mencerminkan jumlah dari nilai akun klien mereka.

Risiko Digital Gold Currency

Sudah tentu digital gold currency tidak bebas risiko, layaknya mata uang digital dan instrumen investasi lain. DGC menghadirkan lapisan risiko tambahan bagi pembeli. Hal ini dikarenakan DGC sebagai jaringan longgar mata uang elektronik yang dijalankan oleh lembaga swasta independen. Terutama menyangkut manajemen risiko pada pasar yang tidak teratur, tentu hal ini telah menjadi ancaman bagi para individu yang memegang sejumlah DGC. 

Resiko manajemen berasal dari administrasi yang tidak efisien serta berkinerja kurang baik. Minimnya transparansi, pengawasan yang kurang baik, serta aplikasi keamanan yang lamban, mempermudah kemampuan pencurian yang mengecam kepemilikan emas digital.

Latar Belakang Munculnya Digital Gold Currency

Disadur dari hasil penelitian Carl Mullan pada tahun 2014, ahli ekonomi Dr. Douglas Jackson dan James Turk sukses membuat sistem mata uang emas digital online pertama pada tahun 1990-an. Awalnya, digital gold currency adalah sebuah gagasan yang diprakarsai oleh para ahli keuangan untuk memudahkan investasi emas batangan.

Mata uang emas digital ini disesuaikan dengan nilai asli sebagian logam mulia semacam emas serta perak. Pengetahuan mereka seolah jadi proposal buat ahli ekonomi yang lain agar bekerja sama serta menghasilkan sistem mata uang digital yang berorientasi dengan nilai emas.

Baca Juga : Memahami Inclusive Design, Konsep Desain untuk Semua Pengguna

Begitulah latar belakang kemunculan sistem DGC, yaitu untuk memungkinkan masyarakat untuk melakukan transaksi emas secara langsung, mudah dan sangat bermanfaat, khususnya bagi masyarakat modern. Pada tahun periode 1990-an, emas merupakan alat transaksi yang diyakini paling tinggi nilainya.

Dengan menggunakan platform e-gold pada tahun 1996, transaksi keuangan global yang tidak kompleks dan instan dapat diselesaikan melalui internet. Lembaga perbankan dan produk dari bank tidak lagi diperlukan untuk mengirim atau menerima nilai yang didukung oleh emas dan bullion.

Kelebihan Digital Gold Currency

Di samping memiliki beberapa kelemahan, digital gold currency juga memiliki beberapa kelebihan. Di antaranya praktis, mudah untuk diakses, dan nilainya pun cukup tinggi. Selain manfaat tersebut, mata uang emas digital ini juga memiliki beberapa aspek lain yang menjadikan mereka begitu fungsional dan bermanfaat.

Berikut adalah penjelasan mengenai kelebihan digital gold currency yang perlu kamu ketahui:

1. Perlindungan Aset

Digital gold currency adalah salah satu mata uang digital yang memiliki perlindungan aset terbaik, seperti dilansir dari Goldmint.  Mata uang emas digital memegang 100 persen kepemilikan pengguna dalam unit emas yang dapat mereka tebus dengan sertifikat digital. Mayoritas mata uang digital hampir tidak mendukung perlindungan aset sama sekali. 

2. Universal

Menjadi alat transaksi yang dapat diakses oleh semua individu dari berbagai lapisan masyarakat menjadi visi dari digital gold mercury. Visi ini merupakan visi universal. Hal ini pun terbukti seiring berjalannya waktu dan berkembangnya teknologi. Serupa Bitcoin, DGC sudah menjadi sistem mata uang global mandiri yang dapat dijadikan nilai tukar pada semua situasi politik dan ekonomi.

3. Non-Reversibilitas

Transaksi digital gold currency sifatnya adalah final dan tidak dapat dibalikkan seperti transaksi pada kartu kredit dan debit. Hal ini memungkinkan terjadinya transaksi non-reversibilitas dalam banyak situasi. Karakteristik ini memungkinkan platform mata uang emas digital berjalan tanpa harus mengeluarkan anggaran yang besar untuk penyelesaian sengketa.

4. Dapat Dipertukarkan

Mudahnya aset untuk dipertukarkan merupakan keunggulan terakhir dari digital gold currency. Mata uang emas digital dapat ditukar melalui penukar mata uang digital lain yang dapat dibeli dan dijual. Akan tetapi, apabila perlu, pemilik dapat menebus unit emas tersebut dan menggunakannya untuk keperluan transaksi.

Pada intinya, digital gold currency adalah sebuah solusi yang diciptakan oleh para pakar untuk memudahkan pertukaran dan transaksi yang berorientasi dengan emas batangan.

Baca Juga : 6 Tools dalam Sales Performance Management

Setelah berjalannya waktu, mata uang digital ini pun ikut berkembang. Menjadi salah satu cryptocurrency terbaik dan dijadikan aset investasi oleh banyak pihak. Itulah penjelasan Jobnas.com terkait sistem Digital Gold Mercury. 

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Iwan Bisa
3 tahun yang lalu
Tools dalam Sales Performance Management

6 Tools dalam Sales Performance Management

Batas Melamar Pekerjaan ini Technology

Jobnas.com - Ada berbagai tools yang digunakan untuk membantu tim sales mendukung performa manajemen sales atau performance sales management. Sebab ia memiliki target yang harus dipenuhi, baik itu mingguan, bulanan, bahkan tahunan. Untuk mengetahui bagaimana performa penjualan produk, sales manager mesti menggunakan tools tersebut. Selain itu, tools ini juga dapat digunakan untuk memastikan penjualan produk telah mencapai target atau tidak.

Nah, di artikel ini, Jobnas.com akan mendeskripsikan apa itu sales performance management? Tools apa saja yang bisa digunakan? Yuk, baca selengkapnya.

Pengertian Sales Performance Management

Dilansir dari Forbes, sales performance management merupakan manajemen berbasis data untuk merencanakan, mengelola, memberi kompensasi, menganalisis, dan meningkatkan kinerja sales. Untuk  mendorong pendapatan dan mempertahankan pertumbuhan perusahaan, manajemen ini mesti dilakukan dalam skala besar. 

Ada beberapa fungsi sales performance management menurut HubSpot, yaitu : 

  • Memprediksi tren sales di masa depan
  • Menentukan kompensasi untuk tim sales berdasarkan performa
  • Membantu tim sales meningkatkan skills yang dibutuhkan
  • Membangun jalur sales representative yang lebih kuat.

Dengan demikian, tools sales performance management mengandalkan informasi real-time, otomatisasi, dan artificial inteligence. Dari sinilah para sales manager dapat menyesuaikan strategi mereka dengan cepat dan fleksibel saat dinamika pasar bergeser. 

Setelah mengetahui tentang definisi performance sales management, kamu harus mengetahui beberapa rekomendasi dari Jobnas.com tentang tools sales performance management. Berikut rekomendasinya. 

6 Rekomendasi Tools Sales Performance Management

1. Xactly

Salah satu tools sales performance management yang populer digunakan adalah Xactly. Tools ini memiliki klaim akurasi hingga 99 persen. Tools ini menawarkan beberapa keunggulan , antara lain : 

  • Memiliki sistem keamanan
  • Mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk administrasi
  • Menganalisa performa melalui perbandingan dengan kompetitor
  • Meningkatkan performa dengan akses melalui perangkat mobile.

Banyak perusahaan yang menggunakan tools ini, seperti DocuSign, Data Bricks, Hyatt, dan Western Union.

2. Anaplan

Tools sales performance management populer lainnya adalah Anaplan. Del Monte, Pandora, hingga Brussels Airline merupakan brand terkenal pengguna setia tools ini. Berbagai fitur coba ditawarkan tools ini. Mulai dari perencanaan, analisis, hingga penentuan insentif atau kompensasi bagi tim. Selain itu, keunggulan-keunggulan dari tools ini di antaranya : 

  • Mengintegrasikan data-data perencanaan dan manajemen sales dalam satu platform
  • Mengelola strategi sales untuk masa mendatang
  • Memberikan insight dan prediksi sales yang lebih akurat.

3. Oracle

Oracle merupakan tools lainnya yang sering digunakan. Berfokus pada fungsi sales representative merupakan keunggulan dari tools yang satu ini. Mulai dari akuntabilitas, pengembangan skills, hingga mempersiapkan modul training yang dibutuhkan. Fitur yang coba ditawarkan tools ini adalah analisis white space. Sebuah fitur yang dapat membantu tim sales untuk berfokus pada akun dengan potensi pendapatan tertinggi untuk mencapai target sales yang diharapkan.

Baca Juga : 5 Tips Membuat Instagram Live yang Menarik Banyak Followers

4. Optymyze

Optymyze merupakan tools yang dapat digunakan sales manager untuk memantau dan menganalisis performa timnya. Fitur-fitur untuk meningkatkan performa sales seperti manajemen kompensasi yang terintegrasi, tools kuota penjualan yang dapat memastikan sales representative tetap terlibat, serta fitur manajemen wilayah yang berfungsi untuk memaksimalkan potensi pendapatan, merupakan fitur yang ditawarkan tools ini. 

5. SAP CallidusCloud Sales Performance Manager

Tools SAP CallidusCloud Sales Performance Manager berfokus pada produktivitas tim sales untuk mencapai target yang diinginkan. Beragam fitur ditawarkan. Mulai dari pelatihan karyawan, pelacakan KPI, dan penilaian perwakilan penjualan. Fitur-fitur ini akan membantu sales representative. 

6. IBM SPM Solutions

IBM SPM Solutions adalah tools sales performance management yang diluncurkan oleh perusahaan teknologi terkenal IBM. Tools ini berfungsi untuk membantu tim sales meningkatkan kinerja dan efisiensi operasional. Beberapa fitur ditawarkan tools ini. Mulai dari perencanaan kompensasi dan pengelolaan wilayah yang menjadi target sales.

Baca Juga : Kuasai Bahasa Pemrograman dengan TypeScript

Itulah penjelasan Jobnas.com tentang 6 tools untuk melakukan Performance sales. management  keenam tools di atas dapat menjadi opsi bagi tim sales dan sales manager sendiri dalam performance sales management mereka. Dengan mempelajari enam tools ini pun dapat membantu kamu yang sedang berkarier sebagai sales ke level berikutnya.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Iwan Bisa
3 tahun yang lalu
Kuasai Bahasa Pemrograman dengan TypeScript

Kuasai Bahasa Pemrograman dengan TypeScript

Batas Melamar Pekerjaan ini Technology

Jobnas.com - Salah satu produk yang didesain oleh Microsoft sebagai perusahaan teknologi multinasional adalah TypeScript. Secara fungsional, untuk membuat sebuah website atau aplikasi typescript adalah satu dari beragam jenis bahasa pemrograman yang sering digunakan. Selain itu, TypeScript menjadi salah satu yang populer. Lantas, kenapa TypeScript ini cukup populer di kalangan developer website dan aplikasi ? Di artikel ini, Jobnas.com akan menjelaskannya dengan lengkap. 

Baca Juga : Hati-hati dengan Penggunaan False Advertising, Bisa Berdampak Buruk

Pengertian TypeScript

Seperti dikutip dari laman resminya, TypeScript adalah bahasa pemrograman open source yang dibangun di atas JavaScript. Bahasa pemrograman ini dirancang oleh Anders Hejlsberg dari Microsoft, yang juga desainer dari bahasa pemrograman C#. Selain itu, jenis bahasa pemrograman ini paling banyak digunakan. 

Selain bahasa pemrograman, TypeScript juga sebuah tools. TypeScript merangkum bahasa pemrograman yang telah ada dari JavaScript. Dengan kata lain, TypeScript adalah JavaScript dengan beberapa fitur tambahan. Dalam hal ini, TypeScript menggunakan dua modul ; internal dan eksternal. 

Modul internal TypeScript mirip dengan namespace seperti yang tersedia di C#. Ini memungkinkan penetapan simbol (variabel, fungsi, kelas) di luar cakupan global. Deklarasi modul internal dapat dipecah menjadi beberapa file. Ini mendorong tim pengembangan untuk memiliki proyek yang terstruktur dengan baik dengan file kecil tujuan tunggal.

Baca Juga : Bagaimana Cara Menggadaikan Barang di Pegadaian?

Sedangkan modul eksternal adalah cara TypeScript untuk mendefinisikan modul yang dimuat secara asinkron baik untuk sistem pemuatan modul node.js (commonjs) atau require.js (AMD). Untuk mendeklarasikan API yang diekspos oleh pihak ketiga, TypeScript juga menggunakan modul melalui ” ambien modul internal atau eksternal,” yang hanya berisi kode dan interface.

Cara ini dimungkinkan untuk memberikan level yang sama dari IDE/type checker dukungan untuk kode yang tersedia dalam JavaScript murni seolah-olah itu ditulis dalam TypeScript. Deklarasi ambient seperti itu disimpan dalam file “.d.ts”. Typescript memiliki beberapa komponen. Bahasa pemrograman, terdiri sintaks, keywords, dan type anotations.

Keunggulan TypeScript

1. Fitur Pemrograman Berbasis Objek

TypeScript menyertakan serangkaian fitur Object Oriented Programming (OOP) yang sangat bagus dan kompleks untuk diterapkan. Kecuali, jika kamu sebelumnya telah menggunakan JavaScript.

Kamu dapat membandingkan kode yang dihasilkan JavaScript dengan Typescript. Fitur OOP ini membuat kode TypeScript sangat rapi dan teratur.

2. Tidak Membutuhkan Runtime Plugin

Semua teknologi web modern mutakhir ini telah mengaktualisasikan dirinya ke dalam bentuk standar yang dapat dipahami dan dijalankan oleh semua browser utama.

Nah, TypeScript merupakan salah satunya. Selain itu, masih ada banyak lagi seperti  CoffeeScript, bahasa Markup, seperti Haml atau Markdown, dan bahasa Styling seperti Sass atau Less.

Dalam konteks TypeScript, semua skrip modern yang kamu tulis berusaha  diterjemahkan ke JavaScript biasa. Hal ini dilakukan agar mudah dijalankan oleh browser.

3. Meningkatkan Performa Tim

Agar kinerja secara keseluruhan dapat meningkat, maka menggunakan TypeScript merupakan solusinya. Baik itu berlaku saat kamu bekerja secara individual maupun kolektif dengan tim. Tentunya, kinerja yang lebih tinggi menghasilkan keuntungan yang lebih baik.

TypeScript memungkinkanmu memperkenalkan developer mengenai proyek dengan lebih cepat. Struktur data dan tipe anotasi yang didefinisikan secara eksplisit membuatnya jauh lebih mudah untuk memahami keputusan yang dibuat oleh teknisi yang awalnya menulis kode.

4. TypeScript adalah bahasa pemrograman yang populer

Menurut hasil survei StackOverFlow tahun 2019 yang dilansir dari STXNext, TypeScript merupakan salah satu bahasa pemrograman terpopuler setelah Phyton. Bahasa ini banyak digunakan dalam produk perangkat lunak seperti Slack, Asana, atau Visual Studio Code. Banyak tools JavaScript yang juga ditulis dalam TypeScript, termasuk kerangka kerja seperti Angular, Aurelia, atau Ionic.

Baca Juga : Pentingnya Pengembangan Pelanggan dalam Strategi Perencanaan Bisnis

Kekurangan TypeScript

1. Kurva Pembelajaran

Front-end development sangat jenuh dengan semua jenis kerangka kerja dan teknologi, dan biasanya sulit untuk mengikutinya. Tidak semua developer JavaScript memahami TypeScript, meskipun TypeScript kini menjadi sangat populer. 

Kurva pembelajaran ini juga akan membuat kerja tim lebih keras. Kamu perlu memastikan bahwa setiap orang memiliki pemahaman yang baik mengenai TypeScript,  jika timmu ingin melakukan cara ini

2. Membutuhkan Tools

Kamu tetap harus membutuhkan tools khusus untuk editor atau IDE untuk mentranspilasi TypeScript, meskipun browser pengunjung tidak memerlukan plugin apa pun untuk menjalankan TypeScript.

Ini juga termasuk penyempurnaan editor untuk menyorot dan memformat kata kunci TypeScript untukmu. Jika kamu adalah pengguna Windows atau Mac, tools yang direkomendasikan adalah Visual Studio. Namun apabila kamu menggunakan Linux, Visual Studio Code adalah tools yang direkomendasikan.

Baca juga: Yuk, Ketahui 6 Pertanyaan Interview Finance Manager

3. Sulit diedit menggunakan Content Management System (CMS)

Kamu bisa mengedit file css dan file skrip .js di portal admin, jika menggunakan CMS untuk mengembangkan website. Namun, ketika kamu menggunakan TypeScript, tentu tidak akan mudah untuk mengeditnya di portal admin. Beberapa CMS memiliki plugin untuk memungkinkanmu mengedit TypeScript di portal, tetapi beberapa tidak.

Bayangkan seorang developer membuka dan mengedit file JavaScript yang ditranspilasi di portal admin karena dia mungkin tidak melihat file TypeScript. Kemudian, developer lain membatalkan semua pembaruannya dengan mengubah yang sebenarnya TypeScript file dan menimpa konten file JavaScript tersebut.

4. Sistem Pengetikan yang Terlalu Rumit

Sistem pengetikan TypeScript, meskipun merupakan tools yang bagus dalam banyak hal, terkadang bisa terlalu rumit untuk digunakan dengan benar. Ini tidak sepenuhnya merugikan TypeScript. Ini hanyalah sisi negatif yang berasal dari pengoperasian penuh dengan JavaScript, yang dengan sendirinya menyisakan lebih banyak ruang untuk komplikasi.

Baca Juga : Finance, Accounting, & Tax Staff (FAA)

Itulah penjelasan Jobnas.com terkait bahasa pemrograman TypeScript yang perlu kamu ketahui. Selain TypeScript, masih ada banyak bahasa pemrograman lainnya. Setelah memahami bahasa pemrograman, kamu bisa memulai karier sebagai developer.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
1 39 40 41 42 43 62

"Setiap pekerjaan yang dilakukan dengan hati, akan kembali menjadi rejeki yang berarti."