Blog Jobnas
Halaman artikel blog terbaru di Jobnas.com.Pahami Apa Itu Buyback: Agar Sahammu Selamat
Jobnas.com - Perusahaan biasanya membeli kembali saham yang sudah terlanjur terjual. karena saham tersebut tidak bernilai banyak. Di sini kita akan memahami apa yang disebut dengan Buyback sebelum perusahaan membeli kembali saham. Seperti yang dijelaskan tadi mengeni alsannya, ada faktor lain yang perlu dipertimbangkan sebelum menarik saham yang sudah dijual di pasar.
Berikut ini beberapa alasan dan pertimbangan yang harus diperhatikan perusahaan sebelum melakukan pembelian kembali saham.
Definisi Konkrit Buyback
Telah diketahui bersama tidak semua saham yang ada di pasaran memiliki nilai yang banyak. Terkadang ada yang dianggap tidak menguntungkan bagi investor, masalah ini bisa muncul karena sejumlah alasan.
Yang jelas, jika perusahaan berniat untuk melanjutkan pasar, mereka akan menerima risiko kerugian besar, untuk mengatasi mslah seperti ini perusahaan dapat membeli kembali saham yang telah mereka jual di pasar.
Istilahnya sering dikenal dengan share Buyback. Yaitu, pembelian kembali saham mengenai metode transaksinya adalah perusahaan akan membeli kembali secara langsung sejumlah saham yang telah ditempatkan di pasar.
Tindakan ini akan mengurangi jumlah saham yang beredar, meningkatkan permintaan dengan harga yang jauh lebih rendah. Namun, perusahaan dapat membeli kembali bukan hanya karena harga sahamnya buruk.
Seringkali, perusahaan akan membeli kembali karena alasan lain, seperti mengirim pesan ke pasar bahwa harga saham mereka cenderung naik. Mereka juga dapat melakukannya untuk meningkatkan metrik keuangan yang dinyatakan dengan jumlah saham yang beredar.
Di sisi lain, inisiatif pembelian kembali dapat mencegah jatuhnya harga saham atau hanya karena perusahaan ingin meningkatkan ekuitasnya sendiri.
Metodologi Sebuah Perusahaan Berbagi Pembelian Kembali
Ada dua metode yang sering dipakai oleh perusahaan ketika hendak membeli kembali saham mereka sendiri.
Apakah kalian ingin mengetahuinya? Ayo, dengarkan ini!
1. Penawaran (Tender Offer)
Perusahaan dapat membeli kembali dengan menawarkan saham kepada pemegang saham dengan harga tertentu. Kisaran harga biasanya akan ditentukan oleh perusahaan, dan harga yang dikutip hampir selalu lebih mahal dari harga pasar.
Bagi pemegang saham yang ingin mengikuti proses tersebut, dapat mengajukan diri dan jumlah saham yang ingin dijual berdasarkan harga yang diharapkan.
Pada saat pengambilalihan, perseroan akan membeli saham sesuai dengan jumlah yang direncanakan. Jika jumlah saham yang ditawarkan untuk dijual oleh publik dan investor lebih besar dari jumlah yang diminta, perusahaan biasanya akan mengalah dan lebih memilih untuk membeli saham tersebut dengan harga yang lebih rendah.
2. Pasar Terbuka (Open Market)
Metode selanjutnya yang sering dipakai dan dilakukan oleh banyak perusahaan adalah membeli saham di pasar terbuka dengan harga yang telah disesuaikan pasar. Dengan membeli di pasar terbuka, sebenarnya perusahaan memiliki resiko kerugian yang kecil.
Perusahaan seringkali memiliki kesempatan untuk mendapatkan harga yang tinggi. Kenapa begitu? Rumor dan pengumuman pembelian kembali saham seringkali akan menggandakan permintaan di pasar. Hal ini secara tidak langsung meningkatkan nilai saham dan harganya juga naik.
Alasan-alasan Perusahaan Sebelum Melakukan Pembelian Kembali Saham
Seperti yang dijelaskan Jobnas di atas, pembelian kembali saham sering dilakukan oleh banyak perusahaan karena harganya yang tidak terlalu bernilai.
Namun, ada faktor lain yang harus diperhatikan sebelum melepas saham yang telah mereka jual ke pasar.
Berikut beberapa alasan dan pertimbangan bagi perusahaan sebelum membeli kembali saham.
1. Anti Pengenceran dan Peningkatan Properti
Dari waktu ke waktu, perusahaan cenderung merilis varietas baru. Misalnya, melalui peningkatan modal atau pelaksanaan opsi yang menunjukkan saham terdilusi. Dengan membeli kembali sahamnya, perusahaan dapat mengurangi dampak dilusi saham.
Mereka juga dapat mengurangi jumlah saham yang beredar dan meningkatkan tingkat kepemilikan manajemen dalam perusahaan. Pada hakekatnya, akuisisi dapat menjadi solusi atas masalah kepemilikan pemegang saham dan dilusi modal yang dapat merugikan bisnis.
2. Meningkatkan Indikator Keuangan
Meskipun meningkatkan rasio perusahaan bukan satu-satunya alasan untuk membeli kembali saham, hal itu seringkali merupakan efek samping yang menarik dari transaksi tersebut.
Mengurangi jumlah saham yang beredar dapat memberikan efek positif pada berbagai rasio yang diperhatikan pasar dengan cermat, tetapi rasio mana yang disukai perusahaan?
Berikut penjelasannya:
- Pengembalian Aset (ROA):
ROA dihitung dengan membagi laba bersih perusahaan dengan total asetnya. Penurunan ekuitas secara langsung mengikis total aset perusahaan, yang berdampak positif secara keseluruhan terhadap ROA.
- Pengembalian Ekuitas (ROE):
Pengembalian ekuitas dinyatakan sebagai jumlah laba bersih yang dikembalikan sebagai persentase ekuitas. Oleh karena itu, jika laba perusahaan konstan, penurunan total ekuitas akan meningkatkan ROE perusahaan.
- Laba per saham (EPS):
Rasio ini dihitung dengan menggunakan rumus berikut (laba bersih – dividen per saham preferen)/jumlah rata-rata saham yang beredar. Jika perusahaan membeli kembali saham, mereka secara langsung akan mengurangi jumlah saham yang beredar dan meningkatkan EPS perusahaan.
Manfaat Pembelian Kembali Saham Bagi Pemegang Saham
Pembelian kembali saham adalah strategi pengelolaan modal yang sering dilihat sebagai keuntungan atau penghargaan bagi pemegang saham. Namun, meski investor jelas mendapat keuntungan dari dividen, manfaat pengambilalihan tidak langsung dirasakan oleh pemegang saham.
Mengurangi jumlah saham yang beredar pada akhirnya akan membantu meningkatkan harga saham. Perusahaan kemudian berkewajiban mengembalikan uang kepada pemegang saham dan juga memberi mereka kesempatan untuk mendapatkan keuntungan dari investasi mereka.
Ini adalah jenis-jenis pembelian kembali saham yang perlu kawan-kawan Jobnas ketahui. Singkatnya begini, pembelian kembali saham adalah tindakan yang perlu dilakukan perusahaan untuk menghindari risiko kerugian besar.
Selain dari resiko tersebut, pengambilalihan ini juga dapat menguntungkan pemegang saham dan investor. Jadi tidak selamanya, perusahaan yang melakukan pengambilalihan merugi.
Baca juga: 4 Metode Menghindari Ostrich Effect saat Berinvestasi
Jika kawan-kawan Jobnas ingin lebih banyak lagi tahu informasi lebih lanjut tentang dunia investasi, kalian dapat berlangganan di blog Jobnas dengan mengklik kotak di pojok kanan atas.
Setelah registrasi berhasil, kalian akan menerima notifikasi berita dan tips terbaru dan langsung dikirimkan di inbox kalian. pendaftarannya Gratis, tanpa dipungut biaya!
Baca Selengkapnya4 Metode Menghindari Ostrich Effect saat Berinvestasi
Jobnas.com - Perilaku investasi ini dikenal sebagai ostrich effect. Selama proses investasi, kalian akan menerima banyak informasi, baik positif maupun negatif. Terkadang kalian akan lebih mudah mengabaikan informasi negatif dan belum tentu diterima.
Kalian membuat keputusan investasi yang salah jika kalian menghindari berita keuangan yang negatif. Kecenderungan mengabaikan informasi negatif jelas tidak baik untuk pertumbuhan investasi kalian.
Jadi bagaimana kalian menghindari trem ini? Sekarang, jobnas kan membagikan tips atau metode supaya kalian lebih berhati-hati saat melakukan investasi.
Apa yang disebut dengan Ostrich Effect?
Istilah ini pertama kali diciptakan oleh ekonom Israel Dan Galai dan Orly Sade, dalam makalah tahun 2006 tentang perilaku investor. Dari sudut pandang psikologis, Ostrich Effect ialah hasil dari konflik antara apa yang penting bagi nalar dan apa yang diramalkan oleh pikiran emosional akan menyakitkan.
Jika boleh mengutip pendapat Psychology Today, ostrich effect ialah kecenderungan perilaku untuk mengabaikan informasi keuangan yang negatif.
Galai dan Sade menamainya (ostrich), menurut legenda bahwa burung unta adalah hewan yang tunduk pada bahaya. Metode burung unta untuk mengatasi masalah keuangan adalah dengan mengabaikannya selama mungkin, lalu bereaksi dengan panik dan stres yang ekstrim ketika kalian akhirnya terpaksa bertindak.
Namun, efek burung unta tidak selalu berdampak negatif pada investasi. Efek burung unta ini dapat membantu kalian menghindari perilaku negatif lainnya saat berinvestasi. Misalnya, perilaku tergesa-gesa dalam berinvestasi.
Namun, menghindari kebenaran yang tidak menyenangkan akan menghalangi kalian untuk memecahkan masalah yang kalian hadapi. Sebaliknya, itu hanya akan memperburuk keadaan.
Tips Menghindari Ostrich Effect saat berinvestasi
1. Manfaatkan Pembayaran Otomatis
Pengaturan ini akan menghemat waktu. Sejujurnya, penyiapan ini mungkin tidak akan memakan waktu lebih dari dua jam, meskipun kalian harus menghubungi perusahaan atau bank secara langsung. Setelah semuanya siap, kalian bisa melupakan tanggal jatuh tempo dan fokus pada pekerjaan lain yang lebih penting.
Pembayaran otomatis dapat membantu kalian menghindari efek burung unta saat berinvestasi. Setelah kalian menyiapkan pembayaran otomatis, sisanya akan beres dengan sendirinya. kalian mungkin kesulitan melacak semua nama akun dan sandi serta mengatur tanggal pembayaran untuk setiap tagihan. Maka cara ini lebih efektif.
2. Gunakan Data Nyata
Salah satu masalah yang sering muncul saat mengalami ostrich effect adalah mengetahui kapan memperkirakan biaya dan keuntungan. Kita sering salah menilai mereka karena efek ini. Misalnya, ketika kalian akan berinvestasi saham, sebaiknya pahami jenis-jenis saham yang akan dibeli beserta kelebihan dan kekurangannya. Kalian akan cenderung melebih-lebihkan biaya dan meremehkan manfaatnya.
Akibatnya, terjadi kesalahan perhitungan sehingga menyebabkan keterlambatan. Data aktual dapat membantu Anda menghindari kesalahan ini.
3. Hadiahi Semua Usaha
Kebiasaan menghindari informasi atau isu negatif dapat menghalangi kalian untuk berinvestasi. Kebiasaan ini mungkin sulit dihilangkan, tetapi bukan berarti tidak bisa dihilangkan sama sekali.Berani dan mulailah dari hal-hal sederhana.kalian tahu langkah mana yang tepat untuk membantu investasi.
Metode ini akan memungkinkan kalian untuk lebih fokus pada apa yang perlu kalian lakukan dan mengurangi waktu dan biaya. Agar metode ini berhasil, tentukan sendiri beberapa aturan. Misalnya, "Saya tidak dapat meringkuk dengan buku saya sampai saya mencentang satu hal dari daftar tugas keuangan saya."
Duduk di teras dengan secangkir kopi atau teh sambil melihat-lihat pasar saham bisa menjadi cara menghindari efek burung unta saat berinvestasi. Hadiahi diri kalian sendiri dengan hadiah yang dapat memotivasi kalian untuk berinvestasi. Baik itu buku baru atau menonton episode terbaru serial TV favorit kalian.
4. Pecahkan Masalah Besar dalam Bagian-Bagian Kecil
Memecahkan masalah ini secara perlahan, bahkan sebagian, jauh lebih baik daripada tidak melakukan apa-apa. Metode ini akan menguntungkan Anda karena akan lebih mudah bagi Anda untuk memperbaiki masalah jika Anda tahu apa langkah pertama yang harus dilakukan.
Anda tidak harus menangani semua masalah sekaligus. Sering kali, satu masalah besar dapat menimbulkan masalah lain ketika Anda tidak dapat menanganinya dengan benar. Luangkan sekitar lima menit untuk mencari tahu apa yang paling mendesak dan menyelesaikannya. Jadi Anda bisa terhindar dari efek burung unta saat berinvestasi.
Baca juga: 6 Rekomendasi Buku tentang Saham Agar Wawasanmu Semakin Luas
Apakah kamu tertarik? Ayo, daftar sekarang di Jobnas! Dengan mendaftar di jobnas kalian bisa mulai dengan mendapatkan informasi keuangan melalui bulletin yang setiap minggu akan dikirimkan kepada kalian langsung masuk ke email yang sudah terdaftar.
Baca Selengkapnya6 Rekomendasi Buku tentang Saham Agar Wawasanmu Semakin Luas
Jobnas.com – Jika kalian sangat tertarik di dunia saham, kini banyak sekali para pakar investasi telah merangkum ilmunya agar mudah diakses melalui buku.
Kalau kalian minat dan niat mempelajari seluk beluk dunia investasi pasar saham kalian harus Memiliki buku tentang saham. Dengan buku kita bisa mengetahui ilmu-ilmu tentang saham.
Namun, kali ini ada ribuan buku untuk dibaca, akan tetapi, buku mana yang terbaik untuk kalian sebagai pemula yang ingin belajar saham? Untuk jawabannya di sini Jobnas sudah memilah dan memilih buku terbaik paling recommended buat kalian semua calon pengusaha muda.
6 Rekomendasi Buku Surat Berharga
Jika kalian tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang dunia saham. Ketika mulai baru memasuki pasar modal untuk pertama kalinya bisa menjadi pengalaman dan momok yang menyeramkan. Oleh karena itu, kalian setidaknya harus mengasah pengetahuan kalian terlebih dahulu dengan mempelajari aspek fundamental dari investasi tersebut.
Cara mempelajarinya tidak sulit, kalian bisa mempelajari semuanya dari buku yang paling terpercaya efisien dan sederhana dari sudut pandang ahli, buku saham yang dijamin dapat berkontribusi pada kesuksesan pasar saham.
Berikut di bawah ini adalah enam buku yang direkomendasi Jobnas untuk dibaca. Buku terbaik untuk pemula dalam dunia investasi saham. Catat ingat dan terapkan dengan baik!
1. How to Make Money in Stocks (1988) [Cara Menghasilkan Uang dari Saham]
Yang menjadi rekomendasi deretan kedua adalah karya William O'Neil buku ini sangat laris. How to Make Money in Stocks ini memberikan referensi sebagai panduan tujuh langkah untuk meminimalkan risiko dan memaksimalkan keuntungan di pasar saham.
Buku ini juga berisi strategi-strategi untuk membantu investor menemukan saham-saham yang akan menghasilkan keuntungan terbesar.
2. The Intelligent Investor (1949) [Investor Cerdas]
Buku ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1949 ditulis oleh Benjamin Graham, namun telah diperbarui untuk memenuhi kebutuhan pembaca. Buku ini dianggap sebagai panduan pemula untuk berinvestasi di pasar saham.
Smart Investor berfokus pada dasar-dasar investasi dan bagaimana memanfaatkan nilai dolar. Menariknya, strategi Smart Investor telah digunakan oleh investor dan pengusaha terkenal seperti Warren Buffet. Dengan begitu buku ini menjadi rekomendasi teratas untuk buku saham terbaik.
3. A Random Walk Down Wall Street (1973) [Jalan Acak di Wall Street]
Buku ini memberikan tip bermanfaat bagi pembaca untuk menggabungkan teori dan praktik pasar saham.
Meskipun banyak istilah pasar saham yang dapat membingungkan pembaca, namun buku tentang sekuritas ini disusun dengan bahasa yang mudah dipahami.
Selain itu, ide mengindeks dunia pasar saham, cara mengambil risiko, dan menafsirkan peristiwa yang tidak dapat diprediksi disajikan dengan sangat baik.
4. When to Sell (1977) [Kapan Menjual]
Seperti judulnya, When to Sell memandu investor tentang kapan waktu terbaik untuk menjual saham mereka. Buku saham ini memberikan materi yang sangat spesifik, namun pembahasannya cukup luas. Selain itu, mengutip Wallstreetmojo, buku ini memberikan contoh dan pengetahuan yang komprehensif tentang kondisi pasar saham yang selalu berubah.
5. The Little Book That Beats The Market (2005) [Buku Kecil Yang Mengalahkan Pasar]
The Little Book of Beating the Market mengeksplorasi cara kerja pasar saham. Masih tidak yakin bagaimana memilih portofolio? Buku ini adalah bacaan terbaik untuk masalah ini.
Selain itu, bagian ini menjelaskan prinsip-prinsip yang penting dalam berinvestasi saham untuk menghasilkan keuntungan yang melimpah. Dalam bukunya, Joel Greenblatt juga menjelaskan teorinya yang berfokus pada pembelian saham perusahaan bernilai tinggi dengan harga yang relatif murah.
6. Invested (2018) [Berinvestasi]
Rekomendasi berikut mungkin tidak setua buku lainnya. Di sisi lain, buku ini berangkat dari sudut pandang seorang pemula yang telah menjadi ahli seiring perjalanan karirnya di dunia pasar saham.
Buku ini tidak memuat berbagai analisis perhitungan pasar saham, namun informasi pasar saham dan penggunaannya cukup lengkap. Sudah Berinvestasi adalah salah satu buku investasi saham terbaru.
Baca juga: 10 Macam Investasi Reksa Dana Syariah
Intinya, buku ini kini bisa menjadi sarana pembelajaran bagi kalian yang tertarik dengan dunia investasi saham. Itu saja yang dapat Jobans rekomendasikan kepada kalian mengenai enam buku saham untuk para pemula.
Selain informasi mengenai buku-buku di atas, kalian juga bisa mendapatkan berita saham dengan terus membaca artikel di blog Jobnas. Jangan lewatkan, Gratis, lho!
Baca Selengkapnya10 Macam Investasi Reksa Dana Syariah
Jobnas.com - Bagi investor pemula, reksa dana syariah sangat populer. Pasalnya, kalian tidak membutuhkan banyak modal untuk bisa berinvestasi. Tren syariah yang semakin ramai diperbincangkan juga terdapat pada jenis investasi reksa dana.
Reksa dana syriah saat ini menjadi salah satu pilihan investasi yang paling populer di kalangan milenial, namun kini sudah banyak jenis reksa dana syariah yang bisa kalian pilih untuk berinvestasi.
Makin penasaran dengan reksa dana syariah? Baca penjelasan Jobnas di bawah ini.
Apa itu Investasi Reksa Dana Syariah?
Reksa dana syariah dan reksa dana biasa sangat dekat dengan hal yang sama. Namun pada kategori ini hanya berinvestasi pada instrumen keuangan yang menganut prinsip syariah. Dalam fatwa nomor /20/DSN-MUI/IV/2001, terdapat panduan berinvestasi reksa dana syariah.
Oleh karena itu, jenis investasi ini memang terbukti legal dan sesuai dengan prinsip syariah. Investsi reksa dana syariah merupakan salah satu dana investasi kolektif yang dikelola oleh manajer investasi.
Namun, manajer investasi di sini hanya menginvestasikan dana kelolaannya pada efek syariah. Misalnya, saham syariah, sukuk atau instrumen syariah lainnya, baik dalam maupun luar negeri.
Apa Keuntungannya?
Keunggulan reksa dana syariah yang pertama adalah biayanya yang cukup terjangkau. Inilah mengapa jenis investasi ini tetap menjadi pilihan utama bagi mereka yang sedang belajar cara berinvestasi. Yaitu, harga yang pantas.
Biaya minimum untuk melakukan investasi ini adalah Rp 100.000. Jumlahnya pasti sangat bersahabat bukan? Setelah mengetahui implikasinya, pelajari dulu kelebihannya dibanding instrumen investasi lainnya.
Baca juga: Computer Vision Syndrome, Akibat Sering Menatap Layar Berjam-jam
Kemudahan Basis Investasi
Selain itu, bentuk investasi ini juga cukup hemat waktu karena manajer investasi akan mengawasi seluruh kegiatan investasi.
Selain biaya yang terjangkau, keunggulan reksa dana syariah lainnya adalah kemudahan dalam berinvestasi. Investor tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk melakukan analisis mendalam karena semuanya akan diurus oleh Direktur Investasi.
Jenis yang Perlu kalian Ketahui
Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 19/POJK.04/2015 tentang Penerbitan dan Penagihan Reksa Dana Syariah, terdapat beberapa jenis Reksa Dana Syariah yang dapat digunakan untuk tujuan investasi.
Berikut penjelasan lengkapnya:
1. Terlindungi
Selain itu, investasi juga dapat dilakukan hingga 30% dari nilai aset bersih berupa saham syariah atau sukuk yang diperdagangkan di bursa luar negeri. Jenis reksa dana ini menginvestasikan minimal 70% dari nilai aset bersihnya sebagai efek pendapatan tetap yang sesuai syariah.
2. Berbagi Syariah
Pada investor jenis ini, investor hanya dapat menginvestasikan paling sedikit 80% dari nilai aktiva bersih dalam bentuk efek ekuitas syariah.
3. Penjamin
Pada reksa dana jenis ini, jaminan atas nilai investasi awal akan diberikan oleh mekanisme pengelolaan portofolio pada saat jatuh tempo. Penjamin emisi sendiri bukanlah manajer investasi melainkan melalui pihak ketiga seperti bank, perusahaan asuransi, dll.
4. Pasar Uang
Surat berharga syariah harus bersifat pendapatan tetap yang diterbitkan dengan jangka waktu tidak lebih dari satu tahun atau memiliki sisa jatuh tempo tidak lebih dari satu tahun. Reksa dana pasar uang syariah adalah reksa dana yang hanya berinvestasi pada instrumen pasar uang syariah domestik.
5. Berdasarkan Sukuk
Setelah itu, surat berharga syariah komersial dengan jangka waktu 1 tahun atau lebih dan masuk kategori worth it juga dapat digunakan untuk investasi.
Investasi yang dilakukan dalam reksa dana jenis ini harus mewakili setidaknya 85% dari kekayaan bersih dalam beberapa bentuk sukuk. Misalnya, sukuk ditawarkan untuk dijual di Indonesia melalui penawaran umum Surat Berharga Syariah Negara.
6. Campuran
Jenis reksa dana ini berinvestasi pada efek ekuitas, efek pendapatan tetap, atau instrumen pasar uang domestik lainnya.
Namun, nilai setiap investasi tidak boleh melebihi 79% dari Nilai Aktiva Bersih. Portofolio juga harus mencakup ekuitas yang sesuai dengan syariah dan sekuritas pendapatan tetap.
7. Dana Pertukaran Syariah (ETF Syariah)
Jenis reksa dana yang terakhir adalah Sharia Exchange Traded Fund atau ETF Syariah. Investasi reksa dana ini berbentuk KIK yang sahamnya diperdagangkan di bursa.
8. Pendapatan Tetap
Investasi dalam kategori ini harus mewakili sekurang-kurangnya 80% dari kekayaan bersih dalam bentuk surat berharga Syariah pendapatan tetap.
9. Berdasarkan Judul Syariah Asing
Dalam jenis reksa dana ini, investor harus menginvestasikan setidaknya 51% dari kekayaan bersih mereka di sekuritas syariah asing. Namun, surat berharga asing syariah ini juga harus diterbitkan oleh penerbit daftar surat berharga syariah.
10. Indeks
Bobot masing-masing sekuritas syariah pada reksa dana jenis ini berkisar antara 80 hingga 120% dari bobot masing-masing sekuritas syariah dalam benchmark. Kategori ini mengharuskan investor untuk menginvestasikan setidaknya 80% dari kekayaan bersih mereka pada sekuritas yang merupakan bagian dari indeks Islam.
Likuiditas yang Terjamin
Memang, pencairan dana investasi bisa dilakukan kapan saja. Selain itu, investor juga akan mendapatkan laporan berkala dan dapat mengetahui hasil investasinya setiap saat. Menariknya, investasi ini juga minim risiko karena dana yang terkumpul akan diinvestasikan di berbagai sekuritas.
Berinvestasi dalam reksa dana juga memudahkan investor untuk membawa uang tunai. Oleh karena itu, risikonya tidak terkonsentrasi pada satu jenis efek saja.
Jaminan Legitimasi dan Kepatuhan Syariah
Jenis investasi ini juga sepenuhnya sesuai dengan prinsip syariah. Pasalnya, setiap transaksi investasi selalu dipantau oleh Dewan Pengawas Syariah.
Selain itu, setiap reksa dana juga dikelola oleh manajer investasi yang terjamin karena telah mendapatkan izin dari OJK. Keunggulan terakhir adalah legitimasi yang terjamin karena diawasi oleh OJK.
Baca juga: Perbedaan Reksa Dana vs Saham
Begitulah paparan tentang reksa dana syariah dari pengertian, manfaat dan jenisnya. Semoga saja informasi di atas dapat bermanfaat dan membuat kalian semakin percaya diri untuk mulai berinvestasi di reksa dana jenis ini.
Baca SelengkapnyaComputer Vision Syndrome, Akibat Sering Menatap Layar Berjam-jam
Jobnas.com - Sebut saja Homo-digitalis. Mengapa saya mengatakan begitu, karena saat ini mulai dari karyawan yang bekerja di depan layar berjam-jam hingga anak kecil yang terus menatap layar gadget. Di masa yang serba digital saat ini, Computer Vision Syndrome (CVS) alias ketegangan mata digital menjadi masalah yang bisa menimpa siapa saja.
Tentu saja, menghindari masalah ini sepenuhnya tidak mungkin, karena hampir semua yang kita lakukan saat ini melibatkan perangkat elektronik, mulai dari bermain sampai berbelanja kita bisa melakukannya melalui gaway pintar kita.
Meski kenyatannya sudah begitu, Jobnas.com memiliki beberapa langkah untuk diterapkan supaya hal demikian bisa diatasi. Untuk mengetahuinya kalian bisa membaca terus artikel Jobnas.
Apa Itu Sindrom Penglihatan Komputer?
Jika saya mengutip National Center for Biotechnology Information (NCBI), American Optometric Association (AOA) menjelaskan bahwa computer vision syndrome adalah masalah mata dan penglihatan.
Masalah ini disebabkan oleh aktivitas yang menekan area visual dan sering terjadi saat menggunakan komputer atau perangkat elektronik lainnya. Ini adalah salah satu penyakit akibat kerja yang banyak diderita pekerja.
Bagaimana tidak, mereka harus menghabiskan sebagian besar waktunya menatap layar untuk menyelesaikan pekerjaannya. Anak-anak yang bekerja dari jarak jauh atau rutin menonton video YouTube juga dapat mengalami masalah ini.
Gejala CVS
Beberapa gejala atau efek yang dialami oleh penderita computer vision syndrome adalah ketegangan pada area sekitar mata, iritasi, mata merah, pusing atau bahkan penglihatan kabur secara tiba-tiba.
Bagi yang beruntung, gejala ini bisa hilang saat mereka mematikan perangkat elektroniknya. Selebihnya, dapat mempersepsikan sesuatu dalam jangka waktu yang lebih lama.
Bagaimana Jika Tidak Diselesaikan?
Mengutip AOA kembali, jika tidak ditangani, gejala ini akan terus berlanjut dan bisa berbahaya bagi mata. Belum lagi menatap layar secara terus-menerus.
Bagaimana memperbaikinya?
Meskipun tidak dapat sepenuhnya dihindari, Glints memiliki beberapa saran tentang apa yang dapat dilakukan untuk mengatasinya. Berikut adalah langkah-langkah agar kalian tidak terpengaruh oleh efek jangka panjang dari computer vision syndrome.
1. Sesuaikan Pencahayaan Utilitas
Cara lain yang bisa digunakan untuk mencegah computer vision syndrome atau setidaknya mengurangi dampaknya adalah dengan mengatur pencahayaan perangkat kalian. Jika masih terang, kalian bisa menggunakan pengaturan cahaya tinggi. Namun, saat hari sudah gelap, coba gunakan mode malam.
Sebagian besar utilitas sudah menyediakan pengaturan ini. Warna pada layar akan lebih gelap dan agak kekuningan, sehingga lebih mudah dilihat.
2. Gunakan Teknik 20-20-20
Dengan menggunakan teknik 20-20-20, setidaknya kalian mengistirahatkan mata. Teknik ini menyarankan untuk beristirahat secara teratur selama 20 menit setiap kali Anda menggunakan perangkat elektronik atau fokus pada sesuatu dalam jarak 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik.
3. Pastikan Lokasi Komputer yang Ideal bagi Pengguna
Poin ini sering diabaikan oleh banyak orang, padahal dampaknya cukup besar. Orang dengan CVS sering mengalami tidak hanya area mata tetapi juga merasa pusing dan terkadang sakit punggung.
Hal ini dapat dihindari dengan mengatur posisi komputer, menyesuaikan dengan postur duduk kalian. Yang terbaik adalah menempatkan komputer setinggi mata dan sedikit ke bawah, 50-70 cm dari depan.
4. Pemeriksaan Mata Rutin
Hal terakhir yang dapat Anda lakukan adalah melakukan pemeriksaan mata secara teratur dengan dokter. Jika memang mengganggu penglihatan kalian, dokter biasanya akan merekomendasikan kacamata yang lebih sesuai dengan jenis pekerjaan.
Tak hanya itu, mereka juga kerap menyarankan melakukan senam mata untuk setidaknya mengurangi rasa tegang di sekitar bola mata.
Antisipasi CVS
Dapat disimpulkan bahwa memang computer vision syndrome merupakan kondisi yang agak sulit untuk dihindari sama sekali. Namun, kalian setidaknya harus mengambil tindakan pencegahan agar kalian tidak terpengaruh.
Sekian saja penjelasan Jobnas kali ini mengenai hal tersebut dia atas. kalian bisa sering mendapatkan informasi dan tips seperti ini jika kalian mendaftarkan diri di blog Jobnas.
Selain informasi seperti di atas ada banyak sekali informasi penting terkait dunia kerja akan dikirimkan langsung ke inbox kalian.yuk, daftar sekarang. Gratis!
Baca SelengkapnyaPerbedaan Reksa Dana vs Saham
Jobnas.com – Tanpa terkecuali para investor pemula, cukup bingung untuk membedakan antara reksa dana dan saham. Pada dasarnya, sangat penting sekali memahami sepenuhnya suatu instrumen investasi. Tujuannya untuk menghindari kesalahan saat melakukan berinvestasi.
Lantas apa sebenarnya perbedaan dari kedua nya? Mengap kedua sering dianggap sama?
Ayo pelajari selengkapnya. Di bawah ini adalah pembahasan Jobnas supaya kalian tidak bingung lagi untuk membedakannya. Baca sampai akhir artikel ini ya!
5 Perbedaan Antara Reksa Dana dan Saham
1. Waktu Investasi
Jangka waktu investasi reksadana dan saham juga berbeda. Hal ini misalnya diungkapkan oleh Nerd Wallet. Padahal, tidak semua investasi reksa dana memiliki durasi ideal yang sama.
Misalnya, reksa dana idealnya berjangka panjang, artinya lebih dari tujuh tahun. Sedangkan reksadana pasar uang bisa menjadi alternatif jika Anda menginginkan jangka waktu investasi yang lebih singkat, hanya 2 tahun.
Namun berbeda dengan saham. Investasi saham umumnya merupakan investasi jangka panjang, idealnya lebih dari 10 tahun. Oleh karena itu, penting untuk memahami mana yang tepat untuk tujuan dan rencana keuangan Anda.
2. Formulir Investasi
Reksa dana adalah kumpulan produk investasi yang ditangani oleh manajer investasi. Reksadana sendiri terbagi menjadi empat bentuk yaitu obligasi, deposito, surat utang dan juga saham.
Perbedaan bentuk investasi antara reksa dana dan saham merupakan salah satu yang paling mendasar dan penting untuk dipahami.
Bergantung pada profil risiko investor, tingkat pembelian keempatnya dapat bervariasi. Diversifikasi ini dilakukan untuk meminimalisir kerugian investasi.
Jadi sementara itu, dengan membeli saham, kalian membeli kepemilikan sebuah bisnis. Besar kecilnya kepemilikan kalian bergantung pada persentase saham perusahaan yang kalian miliki.
3. Untung
Keuntungan pertama adalah capital gain. Capital gain diperoleh dengan menjual saham dengan harga lebih tinggi dari harga beli.
Selain itu, pendapatan di dunia saham lainnya berasal dari dividen yang dibagikan oleh perusahaan tempat kita membeli saham tersebut. Dividen dibagikan setahun sekali setelah rapat umum pemegang saham.
Jika kalian memilih untuk berinvestasi saham, ada dua jenis keuntungan yang harus kalian ketahui. Tak perlu khawatir, kedua profit ini otomatis akan ditransfer ke rekening investor. Sedangkan jika kalian berinvestasi dengan reksa dana saham, return yang Anda dapatkan adalah dividen di reksa dana tersebut.
Uang yang diinvestasikan dalam reksa dana akan dikelola oleh manajer investasi untuk menghasilkan keuntungan dan meningkatkan nilai aktiva bersih dari reksa dana saham tersebut. Berinvestasi dalam reksa dana lebih mahal. Alasannya adalah kalian harus membayar staf agen manajemen. Juga, penarikannya tidak gratis.
4. Perantara
Perantara ini bertanggung jawab untuk menghubungkan investor dengan saham investasi yang berbeda. Nah, khusus reksa dana, ada manajer investasi yang seperti disebutkan tadi membantu investor berinvestasi di reksa dana. Perlu diketahui oleh kalian ada perantara dalam berinvestasi di saham dan reksa dana saham.
Memiliki manajer investasi memudahkan investor untuk membeli dan menjual produk investasi melalui agen penjual reksa dana. Ini dilakukan secara otomatis, yang harus Anda lakukan hanyalah mendanai investasi ini.
Sementara itu, investor saham biasanya akrab dengan pialang saham atau perusahaan pialang. Untuk membeli saham, investor harus membuka rekening di perusahaan pialang.
Namun, keputusan tentang bagaimana menangani uang yang diinvestasikan sepenuhnya berada di tangan investor. Oleh karena itu, saat berinvestasi saham, penting untuk dapat mengambil keputusan investasi yang tepat berdasarkan analisis kondisi pasar.
5. Resiko
Saham dianggap jauh lebih berisiko. Sebab, membeli saham, tanggung jawab untuk memutuskan adalah milik kalian. Risiko adalah perbedaan utama antara reksa dana dan saham.
Pemilik saham harus selalu memantau naik turunnya pasar saham dan itu tidak mudah, apalagi bagi pemula. Saham umumnya dianggap sebagai investasi berisiko tinggi dengan pengembalian tinggi, artinya berisiko tinggi dengan imbalan tinggi.
Sedangkan reksa dana dikelola oleh pengelola yang tentunya sudah berpengalaman di bidangnya. Oleh karena itu, reksa dana lebih cocok untuk pemula. Manajer investasi akan mengelola uang yang kita simpan dan beli dan jual saham atau menahannya untuk memaksimalkan keuntungan.
Mungkin sudah jelas penjelasan Jobnas perihal 5 perbedaan antara reksa dana dan investasi saham. Pada dasarnya, investasi reksa dana paling cocok untuk pemula tanpa pengalaman investasi. Sedangkan saham cocok untuk investor yang memahami pasar modal dengan baik.
Tentu saja, kedua alat investasi ini hanyalah sebagian dari alternatif lainnya. Oleh karena itu, jika ingin mempelajari lebih dalam tentang investasi, kalian bisa bertanya kepada orang-orang berpengalaman di bidang keuangan melalui komunitas Jobnas.
Baca juga: Kenali MRR, Metrik Penting Bagi Bisnis SaaS
Bagaimana cara dapat mendiskusikan dan berbagai pengalaman mengenai investasi? Kalian bisa bergabung dan mendaftar diri kalian di jobnas.com. Silakan, daftar dan bergabunglah dengan kami sekarang!
Baca SelengkapnyaKenali MRR, Metrik Penting Bagi Bisnis SaaS
Jobnas.com - Agar perencanaan keuanganmu lancar setiap bulan, metrik jenis ini sangat membantu. Apalagi bisnismu berbasis Saas, yang notabene berbasis pada subscription atau berlangganan.
Selain itu, mengetahui pendapatan secara akurat adalah penting bagi pebisnis untuk dapat dicatatkan pada laporan laba-rugi. Meski demikian, tidak semua perusahaan memiliki MRR ini.
Di artikel ini, Jobnas.com akan mendeskripsikan terkait MRR untukmu supaya kamu tidak semakin penasaran dengannya. Yuk, simak !
Apa itu MRR?
Monthly Recurring Revenue (MRR) adalah total pendapatan (revenue) selama satu bulan, seperti dikutip dari Investopedia. Dengan nilai yang dapat diprediksi, diharapkan pendapatan ini bisa sustainable. Pendapatan (revenue) yang berulang ini terdapat juga pada model bisnis yang melibatkan melakukan kegiatan penjualan kepada seseorang untuk sebuah akses atau produk secara rutin.
Seperti yang disampaikan sebelumnya, bahwa penggunaan MRR biasanya terjadi pada model bisnis yang mengandalkan subscription tahunan. Subscription tahunan membuat industri susah melacak terbentuknya peningkatan ataupun penyusutan konsumen sebab masih ada bermacam aspek yang mempengaruhi pemasukan.
Seperti, konsumen yang melaksanakan transaksi lain di aplikasi, ataupun terbentuknya pembaharuan pada aplikasi yang pasti mempengaruhi bayaran yang dikeluarkan. Oleh karenanya, perhitungan pertumbuhan industri bisa lebih akurat dengan memakai MRR.
Mengapa Penting Melacak MRR?
Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, bahwa mengetahui MRR adalah penting bagi bisnis terutama yang mengandalkan sistem subscription. Dikutip dari HubSpot, terdapat beberapa hal yang perlu diketahui untuk mengetahui mengapa hal ini menjadi penting.
1. Melacak Performa
Ketika kamu sudah mengetahui seberapa besar penghasilanmu setiap bulannya, maka hal ini juga dapat digunakan untuk melacak performa bisnis. Hal ini dikarenakan kamu dapat mengetahui bagaimana penghasilanmu dalam suatu bulan, apakah mengalami perkembangan atau penurunan.
Dengan begitu, maka akan diketahui mengenai performa dari bisnis tersebut. Hal ini juga penting bagi pemegang kebijakan dari perusahaan untuk mengetahui kinerja dari divisi sales itu sendiri.
2. Meramalkan Penjualan
Dalam melakukan penjualan, MRR merupakan hal penting yang dapat melakukan peramalan atau forecasting. Hal ini disebabkan karena nilai MRR cenderung lebih stabil serta mudah diprediksi. Dengan demikian, kamu dapat meramalkan penjualan beberapa waktu ke depan berdasar dari nilai MRR yang dihitung.
3. Penganggaran
Selayaknya pendapatan pada umumnya, mengetahui MRR adalah hal penting untuk dapat melakukan penganggaran atau budgeting.
Dengan mengetahui seberapa banyak hasil yang kamu dapatkan tiap bulannya, serta prediksi pendapatan di beberapa waktu ke depan, maka akan lebih mudah untukmu melakukan penganggaran.
4. Membantu Menentukan Keputusan
Pemilik bisnis atau penentu kebijakan perusahaan akan lebih terbantu dalam mengambil keputusan melalui MRR. Pemilik bisnis akan memiliki gambaran nyata mengenai perkembangan bisnisnya dengan mengetahui seberapa pendapatan sebenarnya di tiap bulannya. Oleh karena itu, pengambilan keputusan akan lebih mudah dan tepat. Hal ini seperti penghentian atau pengembangan suatu layanan, penambahan karyawan, serta keputusan bisnis lainnya.
Rumus Perhitungan
1. Berdasarkan Perhitungan tiap Konsumen
Dengan menghitung pendapatan berdasarkan perhitungan tiap konsumen, hal ini tentu akan memudahkan untuk menghitung MRR. Kamu hanya perlu menghitung berapa pendapatan yang didapat dari tiap konsumen, kemudian dijumlahkan total keseluruhannya.
2. Berdasarkan Rata-rata Pendapatan Tiap User
Cara selanjutnya untuk menghitung monthly recurring revenue adalah berdasarkan rata-rata yang didapatkan dari tiap user. Hal ini juga disebut sebagai ARPU (average revenue per user).
Cara meningkatkan
Selanjutnya, kamu perlu memahami bagaimana cara meningkatkan MRR, setelah mengetahui bagaimana menghitung nilainya. Menurut Baremetrics, kamu perlu melakukan cara-cara di bawah ini untuk meningkatkan nilai MRR-mu.
1. Melakukan Cross-sell dan Upsell
Melakukan cross-sell dan upsell merupakan cara pertama yang dapat kamu lakukan untuk meningkatkan MRR-mu. Konsumen akan cenderung mengeluarkan uang lebih banyak ketika kamu menggunakan cara ini. Hal ini tentu sangat berdampak baik bagi perusahaanmu. Selain itu, mendapatkan keuntungan dari konsumen yang sudah ada cenderung lebih mudah dibandingkan dengan menambah konsumen baru.
2. Melakukan Pilihan Harga yang Lebih Kompetitif
Memberikan pilihan harga atau paket yang lebih kompetitif merupakan cara selanjutnya yang bisa kamu lakukan. Memang tak mudah untuk menarik konsumen baru. Namun, cara ini juga bisa kamu gunakan untuk memaksimalkan datangnya konsumen baru.
3. Terus Mengembangkan Produk
Terus mengembangkan produk merupakan hal terakhir yang tak kalah pentingnya dalam meningkatkan nilai MRR. Tentu pelanggan akan menjadi lebih nyaman dan tertarik untuk terus menggunakannya, dengan produk yang terus memiliki perbaikan. Hal ini juga dapat membuat pelanggan lama merekomendasikan produkmu ke orang lain.
Baca Juga : 5 Tips Menulis Artikel Listicle yang Menarik, Tanpa Clickbait!
Nah, itulah penjelasan singkat dari Jobnas.com mengenai MRR atau monthly recurring revenue. Jika kamu tertarik dengan informasi serupa, kamu dapat membaca artikel-artikel lainnya di Jobnas.com, lho.
Baca Selengkapnya5 Tips Menulis Artikel Listicle yang Menarik, Tanpa Clickbait!
Jobnas.com - Format penulisan artikel mulai bergeser dari narasi ke listicle selama beberapa waktu belakangan. Ada berbagai tips menulis artikel listicle yang akan sangat berguna untukmu sebagai seorang content writer. Seperti dilansir dari ThoughtCo, listicle adalah artikel yang terdiri dari serangkaian fakta, tips, kutipan, dan lainnya yang diatur dalam bentuk tertentu.
Untuk menjelaskan beberapa hal di dalamnya, biasanya artikel listicle menggunakan penomoran atau poin-poin. Artikel jenis ini lazim digunakan di blog, website, atau media online.
Di artikel ini, Jobnas.com akan memberikan lima tips menulis artikel listicle untukmu. Yuk, simak penjelasannya berikut ini!
1. Tentukan Angle yang Spesifik
Ketika kamu membuat sebuah artikel narasi, cobalah untuk menuliskannya dengan lengkap. Mulai dari definisi, tips, hingga cara melakukannya. Akan tetapi, di dalam artikel liticle, semua poin tersebut tidak bisa kamu masukkan sekaligus.
Oleh karena itu, langkah pertama dalam menulis artikel listicle adalah menentukan angle yang spesifik. Pilihlah satu topik khusus yang ingin kamu angkat. Sebagai contoh, kamu bisa fokus pada tips agar semangat belajar, daftar waktu belajar yang tepat, dan sebagainya.
2. Buat Poin yang Tak Terduga
Dalam artikel listicle, umumnya setiap poin ditulis dengan huruf yang lebih besar daripada penjelasannya. Maka, tidak sedikit pembaca yang hanya memperhatikan subjudul tersebut. Pembaca bisa saja merasa cukup dengan kalimat di setiap poin.
Baca Juga : Pentingnya Pengembangan Pelanggan dalam Strategi Perencanaan Bisnis
Jadi, seperti ditulis Compose.ly, buatlah poin-poin yang tidak terduga. Hal ini bisa mendorong pembaca untuk memahami setiap penjelasanmu. Dengan demikian, mereka tidak akan meninggalkan website-mu dalam sekejap dan akan membacanya hingga tuntas.
3. Singkat dan Informatif
Kemas artikelmu dengan singkat merupakan tips selanjutnya menulis artikel listicle. Biasanya pembaca memilih artikel listicle karena mudah dipahami. Setiap paragraf memiliki jumlah kata dan kalimat yang cenderung lebih sedikit daripada artikel narasi. Meskipun singkat, pastikan setiap poin memiliki penjelasan yang informatif. Jadi, pembaca akan membaca setiap deskripsi yang kamu sajikan.
4. Pilih Gambar yang Eye-Catching
Kamu bisa menambahkan gambar di setiap poin yang kamu buat. Ini merupakan salah satu kelebihan artikel listicle. Akan tetapi, kamu harus menyesuaikan juga dengan poinmu. Jika poinmu tidak terlalu banyak, kamu tidak perlu memasukkan gambar di semua poin.
Bahkan, tips menulis artikel listicle yang ditulis oleh Bustle menyebutkan bahwa kamu bisa memasukkan format selain gambar, seperti GIF atau video. Pilihlah gambar atau video yang eye-catching sehingga menarik perhatian pembaca.
5. Semakin Banyak, Semakin Bagus
Kini, format listicle banyak digunakan oleh media, blog, website. Sebabnya, artikel ini dianggap lebih menarik pembaca daripada artikel narasi. Dengan demikian, kamu akan memiliki banyak kompetitor. Satu topik yang kamu tulis bisa saja sudah dimuat oleh media-media lainnya.
Jika ingin memfokuskan artikelmu sebagai bagian dari content marketing, kamu harus memastikan artikelmu lebih menarik daripada artikel orang lain. Bagaimana langkahnya? Salah satu tips menulis artikel listicle dari Jobnas.com adalah masukkan banyak poin di dalam artikelmu. Semakin banyak poin yang kamu gunakan, maka pembaca akan lebih tertarik dengan artikelmu.
Baca Juga : 5 Tips Melakukan Pivot untuk Startup, Agar Bisnismu Semakin Menguntungkan
Itulah 5 tips menulis artikel listicle dari Jobnas.com yang bisa kamu implementasikan di blog atau website-mu. Dengan jenis artikel ini, pembaca akan lebih mudah memahami setiap poin yang kamu sampaikan. Selain itu, artikel listicle juga bisa membuat audiens tidak mudah lelah dalam membacanya.
Baca Selengkapnya5 Tips Melakukan Pivot untuk Startup, Agar Bisnismu Semakin Menguntungkan
Jobnas.com - Dalam startup, pivot juga bisa dibilang sebagai suatu keputusan yang berani karena harus mulai melakukan hal yang baru demi kesuksesan bisnis. Tidak mudah melakukan perubahan dalam suatu bisnis tertentu. Akan tetapi, biar bagaimana pun kalau sebuah bisnis ingin berkembang, mau tidak mau ia harus melakukan sebuah perubahan. Ada beberapa perusahaan yang berani melakukan perubahan secara drastis. Memang cukup berisiko tapi ternyata ada banyak yang berhasil.
Dalam konteks dunia startup perubahan tersebut dinamakan dengan proses pivoting. Secara definitif, pivot sendiri merupakan perubahan taktik bisnis untuk menjawab adanya perubahan dalam industri, preferensi pelanggan, atau faktor lain yang mempengaruhi keuntungannya.
Misalnya saja Instagram, Slack, hingga Netflix yang akhirnya kini sukses besar dan berhasil menjadi perusahaan populer di dunia.
Lalu, kapan waktunya startup harus melakukan pivot? Bagaimana juga caranya agar bisa berdampak baik untuk perusahaan?
Kapan Startup Harus Melakukan Pivot?
Ketika sudah merasa bisnis stagnan dan tidak ada perkembangan, maka hal tersebut merupakan waktu yang tepat untuk melakukan Pivot. Bagi HubSpot, setidaknya ada beberapa faktor lain yang membikin startup mesti melakukan pivot, yaitu :
- Keadaan keuangan perusahaan memburuk
- Terdapat masalah internal di perusahaan
- Ingin mencoba suatu hal yang baru agar perusahaan lebih berkembang
- Performa selalu berada di bawah kompetitor
- Produk kurang diterima baik di pasar.
Pivot bisa menjadi pilihan ketika semua perusahaan sedang mengalami kondisi seperti di atas. Oleh karena itu, Jobnas.com akan memberikan lima tips agar bisnismu bisa melakukan Pivoting.
Tips Melakukan Pivot dalam Startup
Startup Guide menjelaskan bahwa perencanaan yang matang adalah hal terpenting sebelum melakukan proses pivoting. Berikut ini beberapa cara efektif untuk melakukan pivot agar perubahan yang dilakukan bisa berhasil sesuai dengan ekspektasi.
Baca Juga : Mencari Sponsorship Online? Berikut Tips, Jenis dan Manfaatnya
1. Solutif dalam Menghadapi Masalah
Tentunya kamu harus tahu apa permasalahan terbesar yang sedang dihadapi oleh perusahaan sebelum mulai pivot dalam startup. Contohnya, problem utama yang dihadapi adalah produk yang tidak relevan dengan kebutuhan pelanggan. Oleh karena itu, kamu harus melakukan riset yang mendalam mengenai apa saja yang mereka inginkan.
Kamu perlu mengerti bahwa kebutuhan pelanggan tidak akan selalu sama. Jadi, riset secara berkala perlu dilakukan agar bisa selalu paham dengan apa yang mereka inginkan. Pasti proses pivoting bisa berhasil dan membawa keuntungan bagi perusahaan. Saat kamu bisa selalu tahu seperti apa produk yang diinginkan oleh konsumen.
2. Pilih Segmentasi Pasar yang Tepat
Memilih segmentasi pasar yang tepat adalah hal selanjutnya yang harus dilakukan agar pivot dalam startup bisa efektif dan berhasil. Ada beberapa alasan mengapa produk bisa kurang laku. Selain karena produk tidak sesuai keinginan pelanggan, bisa saja produkmu dijual ke pasar yang salah.
Menurut Business, jika ada kesalahan dalam pemilihan segmentasi pasar maka tidak perlu mengubah produk. Namun, tinggal mencari tahu segmen pelanggan yang tepat untuk menjual produk tersebut.
3. Ciptakan Produk yang Lebih Baik dari Kompetitor
Bukanlah hal yang mudah untuk menciptakan produk yang lebih baik dari kompetitor. Namun, mengertilah bahwa produk yang terbaik di industrinya pasti akan lebih menjual. Mereka akan kecewa jika menemukan produk yang kurang baik. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam terhadap produk yang dimilikinya sangat diperlukan dalam proses pivoting. Dengan demikian, proses pivoting tidak akan berjalan sesuai keinginan jika produk memiliki kualitas yang kurang baik.
4. Ajak Konsumen yang Loyal untuk Menggunakan Produk yang Baru
Kamu bisa segera menyiapkan strategi untuk memasarkannya setelah menyiapkan suatu produk baru. Untuk branding produk baru tersebut kamu bisa mencoba menggunakan strategi digital marketing. Di samping itu, kamu juga dapat memanfaatkan konsumen yang sudah loyal untuk mencoba produk baru itu lebih dahulu.
Tawarkan beberapa keuntungan bagi pelanggan loyal yang mau mencoba produk baru. Namun, jangan lupa mintalah feedback dari produk tersebut. Jika misalnya feedback yang diberikan sudah cukup baik, maka produk baru itu pastinya bisa diterima dengan baik oleh target pelanggan.
5. Selalu Berikan Informasi kepada Investor
Saat melakukan proses pivoting jangan sampai tidak memberikan informasi apa pun kepada para investor. Dikutip dari Inc, saat ada perubahan pada strategi bisnis perusahaan sebaiknya informasikan hal itu kepada seluruh tim, dewan direksi, dan pemegang saham setidaknya 3-6 bulan sebelumnya.
Jadi, tidak akan ada informasi mendadak yang bisa membuat mereka terkejut atau bahkan panik. Pivot dalam startup merupakan langkah yang besar sehingga diperlukan juga pertimbangan dari para investor. Jadi supaya tidak ada penolakan dari mereka, selalu persiapkan rencana yang detail serta ide-ide revolusioner yang dapat membuat proses tersebut berhasil.
Baca Juga : Kenali Swift, Bahasa Pemrograman Apple
Itulah penjelasan Jobnas.com mengenai pentingnya pivot dalam startup dan bagaimana cara melakukannya agar hasilnya memuaskan. Masih penasaran dengan pembahasan seputar pivot dalam perusahaan startup? Kamu bisa mencoba menambah ilmu dengan membaca artikel lainnya di Jobnas.com.
Baca SelengkapnyaRahasia Sukses Kerja di Kapal Pesiar, Simak Sampai Akhir!
Jobnas.com - Kerja di kapal pesiar memang menjadi pilihan yang menarik bagi banyak orang. Tak hanya memberikan pengalaman baru, bekerja di kapal juga dapat memberikan gaji yang cukup besar.
Namun, untuk sukses bekerja di kapal pesiar, bukanlah hal yang mudah, banyak hal yang perlu diperhatikan, mulai dari mental dan fisik hingga keterampilan dan pengalaman.
Untuk itu, berikut adalah beberapa rahasia sukses kerja di kapal pesiar yang mungkin bisa Anda praktekkan.
Pertama, kondisi fisik yang prima. Bekerja di kapal pesiar membutuhkan kondisi fisik yang baik karena pekerjaan yang harus dilakukan cukup berat.
Kondisi fisik yang prima akan membantu pekerja untuk menjalani tugas dengan lebih mudah dan menghindari cepat lelah.
Kedua, memahami tugas dan tanggung jawab. Setiap pekerja di kapal memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda.
Oleh karena itu, penting untuk memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing sehingga dapat bekerja dengan efisien dan efektif.
Ketiga, keterampilan dan pengalaman. Bekerja di kapal pesiar membutuhkan keterampilan dan pengalaman yang cukup.
Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan keterampilan dan pengalaman melalui pelatihan dan pengalaman kerja sebelumnya.
Keempat, mental dan emosi yang stabil. Bekerja di kapal pesiar membutuhkan mental dan emosi yang stabil karena pekerja harus mampu mengatasi tekanan dan tantangan yang ada.
Mental dan emosi yang stabil akan membantu pekerja untuk bekerja dengan efisien dan efektif.
Kelima, memahami lingkungan kerja. Bekerja di kapal pesiar berbeda dengan bekerja di lingkungan kerja lain.
Oleh karena itu, penting untuk memahami lingkungan kerja dan lingkungan sekitar kapal untuk dapat bekerja dengan nyaman dan aman.
Keenam, memiliki sikap kerja yang baik. Bekerja di kapal pesiar membutuhkan sikap kerja yang baik, seperti kerja sama tim, kedisiplinan, dan tanggung jawab.
Oleh karena itu, penting untuk memiliki sikap kerja yang baik untuk dapat bekerja dengan efisien dan efektif.
Baca Juga: Cara Kerja Online Tanpa Modal untuk Menghasilkan Uang, Lengkap dari A-Z
Keuntungan Kerja di Kapal Pesiar
Bekerja di kapal pesiar memiliki beberapa keuntungan, di antaranya:
1. Pernapasan dunia
Bekerja di kapal pesiar memungkinkan Anda untuk melihat dunia dan berkeliling ke berbagai negara dan kota, yang dapat memberikan pengalaman yang luar biasa dan tak terlupakan.
2. Peluang Pembelajaran
Bekerja di kapal pesiar dapat membantu Anda memperluas pengetahuan Anda tentang dunia dan budaya yang berbeda, serta memberikan peluang untuk belajar bahasa baru dan memperkaya diri.
3. Pemasukan yang baik
Bekerja di kapal pesiar dapat memberikan penghasilan yang baik, terutama bagi mereka yang bekerja dalam posisi yang lebih senior seperti koki atau asisten purser.
4. Lingkungan kerja yang unik
Kapal pesiar memberikan lingkungan kerja yang unik dan berbeda dari apa yang Anda alami di kantor atau tempat kerja lain.
5. Peluang berkembang
Bekerja di kapal pesiar dapat membantu Anda berkembang secara profesional dan meningkatkan keterampilan Anda dalam berbagai bidang.
Meskipun ada keuntungan dari bekerja di kapal pesiar, ada juga beberapa kendala, seperti jarak jauh dari keluarga dan teman, stres akibat pekerjaan yang padat, dan masalah kesehatan yang mungkin timbul dari lingkungan kerja yang berbeda.
Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan semua aspek sebelum memutuskan untuk bekerja di kapal pesiar.
Persyaratan dan Proses Rekrutmen
Berikut adalah beberapa persyaratan dan proses rekrutmen umum yang biasa diterapkan oleh perusahaan kapal pesiar:
Persyaratan:
1. Usia minimal 21 tahun
2. Memiliki paspor yang masih berlaku
3. Berkendara dan berenang dapat
4. Sehat jasmani dan rohani
5. Berpengalaman dalam bidang yang sesuai
6. Memiliki pengalaman dalam pelayanan pelanggan
7. Mampu berbahasa Inggris dengan baik
8. Memiliki sertifikat STCW (Standards of Training, Certification and Watchkeeping) untuk bekerja di laut
Proses Rekrutmen:
1. Mengirimkan Lamaran: Anda dapat mengirimkan lamaran melalui situs web perusahaan kapal pesiar atau melalui agen perjalanan wisata yang bekerjasama dengan perusahaan.
2. Seleksi Wawancara: Setelah mengirimkan lamaran, Anda akan diundang untuk melakukan wawancara. Ini biasanya dilakukan secara langsung atau melalui video call.
3. Tes Kesehatan: Jika Anda lolos tahap seleksi wawancara, Anda akan diundang untuk melakukan tes kesehatan untuk memastikan bahwa Anda sehat untuk bekerja di kapal pesiar.
4. Tes Kemampuan: Tes kemampuan biasanya meliputi tes bahasa Inggris dan tes keterampilan dalam bidang yang sesuai.
5. Kontrak Kerja: Jika Anda lolos tahap seleksi dan tes, perusahaan kapal pesiar akan menawarkan kontrak kerja dan mempersiapkan Anda untuk bekerja di kapal pesiar.
Proses rekrutmen bisa berbeda-beda tergantung pada perusahaan kapal pesiar, oleh karena itu, pastikan untuk membaca dengan seksama informasi yang diberikan oleh perusahaan dan mengikuti prosedur yang ditentukan.
Tanggung Jawab dan Tugas Kerja di Kapal Pesiar
Tanggung jawab dan tugas kerja di kapal pesiar bervariasi tergantung pada posisi yang diambil. Berikut adalah beberapa tanggung jawab dan tugas umum yang dapat ditemukan di kapal pesiar:
1. Crew Kapal
Tanggung jawab utama crew kapal adalah memastikan keselamatan para penumpang dan kapal.
Tugasnya termasuk menjaga peralatan kapal, memastikan peralatan kapal berfungsi dengan baik, dan melakukan tugas-tugas lain seperti menjaga alat pelampung, membantu pemandu tur, dan memberikan informasi tentang rute perjalanan.
2. Staf Pelayanan
Staf pelayanan bertanggung jawab untuk memastikan pengalaman pelanggan yang memuaskan selama perjalanan.
Tugasnya termasuk menyambut penumpang, membantu mereka dengan bagasi, memastikan kamar mereka bersih dan nyaman, dan memberikan informasi tentang aktivitas dan fasilitas kapal.
3. Chef
Chef bertanggung jawab untuk menyediakan makanan dan minuman berkualitas bagi para penumpang.
Tugasnya termasuk membuat menu, membeli bahan-bahan, dan memastikan bahwa makanan disajikan dengan baik.
4. Staf Keamanan
Staf keamanan bertanggung jawab untuk memastikan keselamatan penumpang dan kapal.
Tugasnya termasuk melakukan patroli, memantau aktivitas di kapal, dan menangani situasi darurat.
5. Staf Entertaiment
Staf entertainment bertanggung jawab untuk menyediakan hiburan bagi para penumpang selama perjalanan.
Tugasnya termasuk menyiapkan acara hiburan, menyediakan musik live, dan membantu dengan acara-acara lain seperti karaoke dan permainan.
Tanggung jawab dan tugas spesifik mungkin berbeda-beda tergantung pada perusahaan kapal pesiar dan posisi yang diambil.
Oleh karena itu penting untuk membaca dengan seksama deskripsi pekerjaan dan memastikan bahwa Anda memahami tanggung jawab dan tugas Anda sebelum menerima pekerjaan.
Peluang Karir dan Pertumbuhan di Kapal Pesiar
Bekerja di kapal pesiar dapat menawarkan peluang karir dan pertumbuhan yang menarik bagi banyak orang.
Berikut adalah beberapa poin yang dapat membantu menjelaskan peluang karir dan pertumbuhan di industri ini:
1. Berkendara di Dunia
Bekerja di kapal pesiar dapat memberikan kesempatan untuk melakukan perjalanan ke berbagai negara dan menjelajahi dunia.
Ini dapat menjadi pengalaman hidup yang sangat berharga bagi banyak orang.
2. Peluang Pertumbuhan
Banyak posisi di kapal pesiar memiliki peluang untuk pertumbuhan karir. Misalnya, seorang staf pelayanan dapat naik pangkat menjadi supervisor atau manajer pelayanan, atau seorang chef dapat naik pangkat menjadi sous chef atau kepala chef.
3. Pelatihan dan Pengembangan
Banyak perusahaan kapal pesiar menawarkan pelatihan dan pengembangan untuk staf mereka.
Ini dapat termasuk pelatihan lingkungan, keselamatan, atau keterampilan teknis seperti memasak.
4. Pembayaran yang Baik
Banyak posisi di kapal pesiar membayar gaji yang baik dan memasukkan fasilitas seperti makan dan tempat tinggal.
Beberapa posisi juga menawarkan insentif seperti gratifikasi atau uang saku.
5. Diversifikasi Karir
Bekerja di kapal pesiar dapat memberikan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan pengalaman baru.
Hal ini dapat membantu Anda mengejar karir baru di bidang lain, seperti perhotelan atau pariwisata.
Itu penting untuk diingat bahwa bekerja di kapal pesiar bukanlah pekerjaan yang cocok untuk setiap orang.
Bekerja di lingkungan yang terbatas dan tinggal dengan staf lain selama perjalanan dapat menjadi tantangan bagi beberapa orang.
Namun, bagi orang yang menikmati perjalanan dan mencari kesempatan untuk belajar dan tumbuh, bekerja di kapal pesiar dapat menjadi pilihan yang menarik.
Tips dan Trik Sukses Bekerja di Kapal Pesiar
Untuk sukses bekerja di kapal pesiar, berikut adalah beberapa tips dan trik yang dapat membantu:
1. Pahami Budaya Perusahaan
Banyak perusahaan kapal pesiar memiliki budaya kerja yang unik dan berbeda dari budaya kerja di darat.
Ini bisa termasuk lingkungan kerja yang terbatas atau peraturan gaji yang berbeda.
Memahami budaya perusahaan sebelum menerima pekerjaan dapat membantu memastikan Anda merasa nyaman dan cocok dengan lingkungan kerja.
2. Jadilah Fleksibel
Bekerja di kapal pesiar dapat berarti bekerja pada jadwal yang berubah-ubah dan harus siap untuk melakukan tugas yang berbeda dari hari ke hari.
Jadi, penting untuk bersikap fleksibel dan siap untuk mengatasi tantangan baru.
3. Berkonsentrasi pada Pelanggan
Banyak posisi di kapal pesiar membutuhkan interaksi dengan pelanggan. Memastikan bahwa Anda memiliki sikap positif dan fokus pada pelanggan dapat membantu membuat perjalanan mereka lebih menyenangkan dan meningkatkan kesempatan Anda untuk mendapatkan gratifikasi atau tip.
4. Jaga Kesehatan dan Kebugaran
Bekerja di kapal pesiar bisa membutuhkan banyak aktivitas fisik dan harus siap untuk bekerja pada jadwal yang berubah-ubah.
Jadi, penting untuk mempertahankan kesehatan dan kebugaran dengan melakukan olahraga dan mematuhi diet sehat.
5. Pelajari dan Diversifikasi Keterampilan
Bekerja di kapal pesiar dapat memberikan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan baru.
Pelajari keterampilan baru, seperti memasak atau berbicara bahasa asing, dapat membantu meningkatkan karir Anda di masa depan.
6. Jangan Terlalu Merasa Sendiri
Bekerja dan tinggal dengan staf lain selama perjalanan dapat menjadi tantangan bagi beberapa orang.
Penting untuk membangun hubungan dengan rekan kerja dan mencari waktu untuk bersosialisasi dan meresapi lingkungan sekitar.
Dengan memperhatikan tips dan trik ini, Anda dapat mempersiapkan diri untuk sukses bekerja di kapal pesiar dan memanfaatkan semua kesempatan yang tersedia.
Baca Juga: Cara Mendapatkan Uang dari Kerja Online yang Dibayar, 100% Ampuh
Mitos dan Fakta tentang Kerja di Kapal Pesiar
Berikut adalah beberapa mitos dan fakta tentang kerja di kapal pesiar:
Mitos:
1. Banyak waktu libur
Banyak orang berpikir bahwa bekerja di kapal pesiar berarti memiliki banyak waktu libur. Namun, ini seringkali tidak benar karena banyak posisi yang membutuhkan pekerja untuk bekerja selama perjalanan, termasuk hari libur.
2. Gaji yang sangat tinggi
Beberapa orang berpikir bahwa gaji bekerja di kapal pesiar sangat tinggi. Namun, ini bergantung pada posisi dan perusahaan, dan beberapa posisi mungkin tidak membayar gaji yang tinggi.
3. Pekerjaan yang mudah
Banyak orang berpikir bahwa bekerja di kapal pesiar adalah pekerjaan yang mudah dan santai. Namun, ini seringkali tidak benar karena banyak posisi yang membutuhkan pekerja untuk bekerja secara intensif dan harus siap untuk mengatasi tantangan baru setiap hari.
Fakta:
1. Pekerjaan yang Menyenangkan
Bekerja di kapal pesiar bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan dan menyegarkan. Ini memberikan kesempatan untuk melihat dunia dan bertemu orang baru dari seluruh dunia.
2. Lingkungan Kerja yang Internasional
Bekerja di kapal pesiar dapat memberikan kesempatan untuk bekerja dengan staf dan pelanggan dari seluruh dunia, memperluas pengetahuan dan pemahaman tentang budaya berbeda.
3. Peluang untuk Mengembangkan Keterampilan
Bekerja di kapal pesiar dapat memberikan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan baru, seperti memasak atau berbicara bahasa asing, dan membantu mempersiapkan Anda untuk karir yang lebih baik di masa depan.
4. Pendapatan yang Layak
Beberapa posisi di kapal pesiar dapat membayar gaji yang layak, termasuk insentif dan gratifikasi. Ini bergantung pada posisi dan perusahaan, namun beberapa pekerja dapat menghasilkan pendapatan yang baik.
5. Lingkungan Kerja yang Unik
Bekerja di kapal pesiar menawarkan lingkungan kerja yang unik dan berbeda dari lingkungan kerja di darat.
Ini bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan dan menyegarkan bagi pekerja yang siap untuk mengatasi tantangan baru.
Namun, juga perlu diingat bahwa lingkungan kerja di kapal pesiar juga dapat menjadi sulit, terutama jika pekerja harus bekerja dengan jarak jauh dari keluarga dan teman-teman mereka.
6. Kesempatan untuk Belajar dan Berkembang
Bekerja di kapal pesiar memberikan kesempatan untuk belajar dan berkembang dalam hal teknologi, manajemen, dan pelayanan pelanggan.
Ini juga dapat membantu pekerja untuk memahami bagaimana industri pariwisata bekerja.
7. Kemampuan untuk Menjelajahi Dunia secara GRATIS
Bekerja di kapal pesiar memberikan kesempatan untuk menjelajahi dunia dan melihat tempat-tempat yang mungkin tidak akan dapat dikunjungi jika bekerja di darat. Ini dapat memberikan pengalaman hidup yang tidak terlupakan.
Namun, perlu diingat bahwa kerja di kapal pesiar juga memiliki beberapa tantangan, seperti lingkungan kerja yang berubah-ubah, kesulitan untuk berkomunikasi dengan keluarga dan teman-teman, dan stres yang berhubungan dengan bekerja pada skala yang besar dan dengan jarak jauh dari rumah.
Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan segala sisi dan memastikan bahwa kerja di kapal pesiar adalah pilihan yang tepat bagi Anda. Semoga bermanfaat!
Baca SelengkapnyaKenali Swift, Bahasa Pemrograman Apple
Jobnas.com - Jika kamu ingin menjadi iOS developer, kamu harus menguasai bahasa pemrograman Swift. Menurut sebagian ahli, bahasa ini merupakan masa depan dari pemrograman untuk OS Apple. Jobnas.com akan mendeskripsikan terkait bahasa pemrograman swift ini. Yuk, simak informasinya.
Berkenalan dengan Bahasa Pemrograman Swift
Dikutip dari G2 Learning Hub, swift dibangun untuk produk dari Apple. Ia merupakan salah satu bahasa pemrograman object–oriented. Bahasa ini pada dasarnya didesain untuk berjalan beriringan bersama framework Cocoa dari Apple. Objective-C merupakan dasar dari bahasa ini.
Alasan inilah yang membuat C, Objective-C, dan C++ bisa berjalan dengan Swift di program yang sama. Adalah Chris Lattner yang mencoba mengembangkan bahasa pemrograman Swift ini. Tujuan penciptaannya adalah menyelesaikan kesulitan yang ada di bahasa Objective-C.
2014 merupakan tahun di mana versi pertamanya lahir. Ia diumumkan di Worldwide Developers Conference (WWDC) milik Apple. Di tahun yang sama, versi 1.2 muncul. Edisi keduanya muncul setahun kemudian. Hingga Kini, Swift telah mencapai versi kelimanya.
Contoh penulisannya adalah sebagai berikut:
// Basic Swift Program
import UIKit
var str1 = "Selamat Datang di Jobnas.com!"
var str2 = "Career Discovery Without Limits"
print (str1)
print (str2)
Hasil kode tersebut adalah:
Selamat Datang di Jobnas.com !
Career Discovery Without Limits
Kamu tak bisa meremehkan bahasa ini, lho. Menurut Career Karma, Swift ada di balik banyak aplikasi besar. Aplikasi-aplikasi itu di antaranya Spotify, Instagram, dan YouTube versi iOS. Tentu, hal tersebut menandakan bahwa bahasa pemrograman Swift memiliki beberapa keunggulan. Apa saja keunggulannya ? Yuk, simak informasi di bawah ini!
Keunggulan Bahasa Pemrograman Swift
Seperti dikutip dari situs resminya, kelebihan dari Swift di antaranya:
1. Modern
Swift merupakan bahasa yang bisa dibilang termutakhir. Alasan ini membuat ia bersifat kekinian, modern, dan clean. Bahkan, kamu tak perlu menggunakan titik koma (;) layaknya di bahasa pemrograman lainnya. Ini membuatnya mudah dibaca dan dijaga kualitasnya. Selain itu, hal tersebut juga meminimalisir terjadinya kesalahan menulis, lho.
2. Aman
Bahasa pemrograman Swift ternyata tak punya kelompok kode yang berpeluang dirusak orang tak bertanggung jawab. Alasan inilah yang membuat ia juga diklaim lebih aman.
3. Cepat
Nama compiling barangkali sudah tidak asing lagi di telingamu. Ia merupakan sebuah proses pembacaan bahasa pemrograman oleh komputer. Nantinya, bahasa itu kemudian diubah menjadi sederet perintah. Nah, compiling LLVM digunakan dalam Swift. Hal inilah yang membuat Swift mudah cepat terbaca. Dengan demikian, program bisa dijalankan dengan kilat.
4. Mudah
Bahasa Pemrograman Swift pada awalnya memang dirancang untuk mempermudah kemampuan programming. Apple mengklaim bahwa Swift dirancang untuk jadi bahasa pertama siapa saja. Bahkan, Apple juga membuat kurikulum khusus untuk mengajarkan bahasa ini. Ada pula aplikasi iPad bernama Swift Playground untuk bermain sambil belajar Swift.
5.Open Source
Bahasa pemrograman Swift dibuat secara bersama-sama. Ada source code, bug tracker, hingga ruang obrolan, dari dan untuk developer sendiri. Semua ini ada di forum yang bernama ‘Swift.org’. Komunitas ini punya kontributor dari dalam dan luar Apple. Lebih-lebih, ada sederet blog, podcast, konferensi, hingga pertemuan khusus developer Swift.
6. Mendukung Objective-C
Jobnas.com sudah menyinggung kelebihan yang satu ini di atas, bahwa Swift bisa berjalan bersama-sama bahasa dan API Objective-C.
Kekurangan Bahasa Pemrograman Swift
Meskipun Swift mempunyai beberapa kelebihan, namun ia juga memiliki kekurangan. Biar bagaimanapun, bahasa pemrograman ini merupakan ciptaan manusia. Menurut Prototypr, bahasa ini masih sangat muda. Ia tidak punya terlalu banyak perpustakaan, serta masih berlubang di sana-sini. Alasan inilah yang membuat ia bersifat sangat cair. Kala versi terbarunya dirilis, ada banyak perubahan besar-besaran.
Baca Juga : Pilih 5 Jenis Google Ads yang Cocok untuk Iklankan Bisnismu
Ini membuat program berbahasa Swift harus terus disesuaikan dengan versi barunya. Proses ini tentu memakan waktu yang tak sebentar dan tenaga yang tak sedikit. Itulah rangkuman Jobnas.com terkait bahasa pemrograman Swift. Apakah kamu tertarik untuk mempelajarinya setelah mengetahui plus-minusnya ?
Baca SelengkapnyaPilih 5 Jenis Google Ads yang Cocok untuk Iklankan Bisnismu
Jobnas.com - Banyak orang meyakini bahwa Google Ads merupakan salah satu iklan online yang paling menjanjikan. Ada lima jenis Google Ads yang bisa kamu pilih untuk iklankan bisnismu.
Kelima jenis iklan tersebut memiliki format yang berbeda. Selain itu, tujuannya pun bisa saja berbeda. Oleh karena itu, kamu perlu mengetahui jenis iklan mana yang paling sesuai dengan kebutuhanmu, sebelum kamu memasang Google Ads. Di artikel ini, Jobnas.com akan menjelaskan lima jenis Google Ads untukmu :
1. Search Ads
Kebanyakan para pengguna internet, menggunakan search engine dalam kehidupan sehari-hari, seperti digunakan untuk mencari barang atau jasa yang ingin digunakan. Tak ayal, Search Ads menjadi salah satu jenis Google Ads yang paling diburu marketer.
Singkatnya, Search Ads adalah iklan berbentuk teks yang ditampilkan pada search engine results page (SERP). Kamu bisa membikin teks untuk iklanmu. Kemudian, iklan tersebut akan muncul dengan tulisan “Ads” atau “Iklan” di samping URL. Jika keyword yang kamu gunakan relevan dan banyak dicari, besar kemungkinan produkmu akan langsung dilihat oleh pengguna Google.
2. Shopping Ads
Shopping Ads merupakan jenis Google Ads lainnya. Seperti jenis sebelumnya, Shopping Ads juga ditampilkan pada SERP. Namun, iklan ini berisi informasi detail produk, seperti nama produk, harga, dan gambar.
Seperti ditulis HubSpot, jika kamu merasa lebih perlu mengiklankan produk daripada brand-mu secara keseluruhan, Shopping Ads bisa menjadi pilihan yang tepat. Sebab, Shopping Ads memang dikhususkan untuk memasarkan produk atau jasa tertentu.
Jenis iklan yang satu ini akan sangat menguntungkan jika kamu memiliki produk yang banyak dicari orang. Sebagai contoh, kamu menjual skuter. Jika orang mencari “skuter” di Google, mereka bisa langsung menemukan informasi produkmu.
3. Video Ads
Semua orang pasti pernah mengalami ketika memutar sebuah video di YouTube, tetapi ada iklan yang muncul sebelum video itu dimulai. Itulah salah satu bentuk Video Ads yang bisa kamu pilih. Seperti dikutip dari Google, Video Ads memungkinkanmu menampilkan iklan di video sendiri atau video lainnya yang ada di YouTube dan seluruh Display Network.
Baca Juga : Gratis Pasang Iklan Lowongan Kerja
Secara garis besar, jenis Google Ads yang satu ini dapat disebut juga sebagai YouTube Ads. Setidaknya ada beberapa bentuk Video Ads yang bisa bisa kamu pilih, antara lain:
- Outstream ads: iklan ditampilkan di situs lain, tetapi hanya bisa dilihat di smartphone dan tablet
- Non-skippable in-stream ads: iklan berdurasi 15 detik atau kurang yang tidak bisa di-skip
- Skippable in-stream ads: iklan ditampilkan sebelum, di tengah, atau sesudah video diputar. Setelah iklan ditampilkan selama 5 detik, penonton bisa skip video tersebut
- Video discovery ads: iklan hanya muncul di bagian discovery YouTube
- Bumper ads: iklan berdurasi 6 detik atau kurang dan dapat di-skip
4. Display Ads
Kamu bisa memilih jenis Google Ads yang satu ini, jika ingin menjangkau lebih banyak orang dengan target yang lebih spesifik. Dilansir dari Shopify, Display Ads memungkinkan kamu menampilkan iklan di luar SERP, yakni di lebih dari dua juta situs yang ada.
Selain itu, ketika membuka sebuah website, pengguna bisa saja melihat iklanmu, aplikasi, atau menonton video. Sebagai gambaran, pernahkah kamu mencari suatu produk di e-commerce, lalu iklan produk tersebut terus muncul ketika kamu membuka situs lainnya?
Nah, itulah Display Ads. Jenis ini menampilkan iklan sesuai dengan topik dan minat pengguna. Sebagai imbalan, situs yang menampilkan iklanmu akan mendapat bayaran dengan sistem pay-per-click (PPC).
5. App Ads
Jenis Google Ads yang terakhir ini lebih ditujukan pada sebuah bisnis yang memiliki aplikasi. Melalui iklan yang ditampilkan di SERP, YouTube, Google Play, Google Display Network, dan sebagainya, App Ads akan mempromosikan aplikasimu. Jadi, kamu bisa mendorong audiens untuk mengunduh aplikasimu.
Baca Juga : Proses Menyaring Insight yang Penting bagi Kemajuan Bisnis
Itulah penjelasan Jobnas.com terkait lima jenis Google Ads. Dari pemaparan di atas, kira-kira jenis Google Ads yang mana yang sangat cocok untuk bisnismu ? Apabila kamu sudah menentukan salah satu di antanya, kamu bisa segera membuka laman Google untuk membuat iklanmu sendiri.
Baca Selengkapnya