Jobnas

Blog Jobnas

Halaman artikel blog terbaru di Jobnas.com.
Iwan Bisa
1 tahun yang lalu
Tampilkan Keunggulan Perusahaan dengan Media Kit - Jobnas

Tampilkan Keunggulan Perusahaan dengan Media Kit

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com - Setiap perusahaan pasti memiliki dokomen, baik dokumen yang sifatnya khusus konsumsi internal atau dukomen pendukung untuk dipublikasikan. Media kit adalah salah satunya.

Biasanya, media kit berisi materi-materi untuk diberikan pada media agar dapat dijadikan promosi dalam berbagai bentuk.

Dewasa ini, Media kit juga sering digunakan oleh para influencer.

Penasaran dengan dokumen yang satu ini?

Yuk, simak artikel berikut agar kamu bisa mengetahuinya secara detail.

Apa Itu Media Kit?

Merujuk pada definisi yang disarikan dari CP Communications, media kit adalah sebuah dokumen yang berisi informasi tentang bisnis, produk, atau event yang dimiliki oleh suatu perusahaan.

Mudahnya, Media kit adalah sebuah alat yang biasa digunakan oleh para influencer, sebuah brand, atau suatu perusahaan untuk menjelaskan apa saja yang menjadi nilai tawar dari produk mereka berserta keunggulannya.

Calon partner kerjamu bisa dengan mudah menganalisis cocok tidaknya untuk diajak bekerja sama dengan melihat isi dari dokumen ini.

Oleh sebab itu, isi dari dokumen ini harus dibuat selengkap dan semenarik mungkin.

Perbedaan Media Kit dan Press Kit

Selain media kit, ada juga dokumen yang hampir sama kegunaanya, yaitu press kit. Meski sebenarnya berbeda, tetapi masih banyak orang yang sulit untuk memilahnya bahkan terkadang dianggap sama.

Untuk lebih jelasnya, Learning Hub menjelaskan fungsi dari masing-masing keduanya. Media kit berisi rangkuman umum tentang suatu brand.

Dokumen jenis ini akan diberikan pada calon partner yang ingin berkolaborasi dalam proses marketing. Informasi yang dicantumkan biasanya seputar traffic, rating brand atau perusahaan, dan lain sebagainya.

Berbeda dengan press kit. Ia biasanya diberikan pada suatu media atau jurnalis sebagai bahan agar segera dibuat artikel yang akurat dalam waktu singkat.

Meski begitu, baik media kit atau press kit keduanya merupakan tool yang digunakan untuk kepentingan public relations atau hubungan dengan masyarakat.

Isi dan Cara Membuat Media Kit

Untuk membuat media kit, kamu bebas menggunakan untuk mendesain dengan software apapun yang kamu sukai.

Yang paling penting adalah isinya, yakni harus lengkap dan dapat merepresentasikan brand atau produkmu dengan baik.

Tidak ada ketentuan khusus prihal isi dari dokumen.

Namun, ada beberapa hal yang umum dicantumkan dalam media kit, yaitu:

1. Informasi kontak

Hal yang penting untuk dicantumkan dalam media kit adalah informasi kontak perusahaanbaik berupa email, nomer telephone atau media sosial yang lain. Tujuannya agar mudah dihubungi jika ada seseorang yang tertarik untuk bekerja sama dengan bisnismu atau hanya sekadar ingin bertanya-tanya.

2. Press release

Hal kedua yang penting untuk dicantumkan juga di kit adalah pencapaian perusahaan, seperti informasi produk baru, pendapatan, dapat penghargaan, keberhasilan merekrut seorang eksekutif dan lain sebagainya.

Tujuannya adalah agar orang yang membaca bisa mengetahui hal-hal penting yang sudah dicapai perusahaan.

Ketika mengisi press release usahakan urutannya itu dimulai dari yang paling baru hingga yang paling lama. Andai terlalu banyak, maka pilihlah yang paling berpotensi untuk bisa menarik calon patner.

3. Latar belakang dan profil singkat perusahaan

Latar belakang perusahaan adalah hal yang penting untuk dijelaskan dalam media kit.

Jangan lupa pula untuk mencantumkan profil singkat perusahaan, seperti tahun didirikan, alamat kantor pusat, jumlah karyawan dan status fundraising.

Semuanya harus dijelaskan dengan singkat dan padat.

4. Logo

Poin yang selanjutnya, tampilkan logo brand, bisnis atau perusahaanmu dalam kit. Tujuannya untuk mewujudkan brand awareness yang lebih baik.

Selain itu, kamu juga bisa menyertakan foto yang merepresentasikan produk atau jasamu agar tampak lebih menarik.

5. Audiens harus tepat

Media atau jurnalis yang akan memuat produk atau jasamu harus mengetahui target audiens yang kamu inginkan.

Tujuannya agar informasi yang ingin disampaikan dibaca dan didengar oleh orang yang tepat.

Nah, semoga penjelasan pada artikel ini bisa mudah kamu pahami. Jika masih ada sesuatu yang belum dipahami, tulis di bawah, ya!

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Ghufron Writer
1 tahun yang lalu
SecOps: Gabungan Security dan Operations yang Penting bagi Data Perusahaan - Jobnas

SecOps: Gabungan Security dan Operations yang Penting bagi Data Perusahaan

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com-Dalam sebuah perusahaan, Security (keamanan) dan operations (operasi) adalah dua hal yang tak boleh terlewatkan. Meski demikian, bagaimana jadinya jika kedua tim tersebut digabungkan dalam SecOps? Jawabannya, adalah hasilnya lebih baik dan lebih kuat. Kamu akan menemukan tim yang bisa menjaga keamanan sekaligus operasi sistem perusahaan.

Nah, SecOps bisa masuk dalam daftarmu, apabila kamu sedang mencari pekerjaan IT. Jika kamu tertarik untuk mengetahui lebih lanjut, yuk simak informasi selengkapnya di bawah ini !

Baca Juga: Inilah Perbedaan antara Remarketing vs Retargeting!

Pengertian SecOps

Secara definitif, SecOps merupakan kolaborasi antara tim keamanan IT dan tim operasi perusahaan. Di Indonesia, jumlahnya memang belum sebanyak SecOps jika dibandingkan dengan luar negeri.

Ada saatnya komunikasi antar divisi tidak berjalan baik. Hal itu bisa terjadi karena adanya kemiripan job desc atau sekadar miskomunikasi. Beberapa perusahaan akhirnya memutuskan untuk menggabung divisi-divisi tersebut menjadi satu. Demikian pula yang terjadi pada SecOps.

Dikutip dari VMware, SecOps memiliki tanggung jawab utama untuk mengintegrasikan alat, proses, dan teknologi milik perusahaan.  Kemudian, untuk menjaga keamanan perusahaan sekaligus mengurangi risiko operasional,  ketiga hal tersebut akan dimanfaatkan.

Lalu, mengapa kedua tim tersebut perlu digabung menjadi satu? Jawabannya adalah serupa dengan DevOps. Dalam DevOps, tim development (pengembangan) dan operasi perlu membuat prioritas dan komunikasi yang selaras. 

Keduanya harus bergabung untuk membuat integrated automation agar software yang dihasilkan menjadi lebih baik. SecOps pun juga demikian. Menurut SaltStack, tim keamanan dan operasi perusahaan sering bekerja dengan tidak efektif. Keduanya memiliki beberapa job desc yang bersinggungan.

Misalnya, sebuah perusahaan mengalami serangan siber atau cyber attack. Umumnya, untuk menghentikan serangan tersebut, perusahaan telah mempunyai software keamanan sendiri.

Akan tetapi, software tersebut akan turut menghentikan aplikasi-aplikasi yang digunakan karyawan di jam kerja. Di satu sisi, masalah keamanan memang sudah teratasi. Meski demikian, di sisi lain, sistem operasional perusahaan jadi terhambat. Dengan begitu, lahirlah SecOps di berbagai perusahaan saat ini untuk mengatasi keduanya dengan lebih efisien.

Peran Penting SecOps

Sebelumnya, disebutkan bahwa tanggung jawab utama SecOps adalah menggabungkan alat, proses, dan teknologi perusahaan. Akan tetapi, bagaimana peran SecOps sehari-hari? Berikut Jobnas.com berikan informasinya, seperti dilansir dari TechTarget.

1. Incident Responder

Incident responder berarti kamu harus cepat tanggap dalam menangani masalah di bidang keamanan dan operasi. Nah, kamulah orang pertama yang bertanggung jawab jika ada masalah di dua bidang tersebut.  Beberapa tanggung jawab sebagai incident responden antara lain mengidentifikasi ancaman, memantau alat keamanan, dan mengklasifikasikan ancaman.

2. Security Investigator

Security investigator merupakan peran SecOps lainnya. Dalam fungsi ini, kamu bertanggung jawab untuk memahami seluk-beluk keamanan di perusahaanmu.

Jadi, poin ini berbeda dengan peran sebelumnya yang lebih fokus pada insiden yang sedang terjadi.

Beberapa tanggung jawab sebagai security investigator antara lain membuat dan menyebarkan strategi keamanan, mengevaluasi proses keamanan yang berjalan, mengidentifikasi tools keamanan, hingga menganalisis ancaman.

3. Advanced Security Analyst

Advanced security analyst berarti kamu harus bisa menganalisis berbagai hal terkait keamanan perusahaan. Dibanding poin sebelumnya, tentu saja peran ini lebih besar. Beberapa tanggung jawab sebagai advanced security analyst adalah menilai tools dan vendor keamanan, meninjau ancaman yang pernah terjadi, hingga merekomendasikan perubahan tools ke perusahaan.

Baca Juga: Dampak Perppu Cipta Kerja bagi Pekerja

4. SOC Manager

Menurut BMC, Security Operations Center (SOC) merupakan sekelompok orang yang bergerak di bidang keamanan. Mereka bekerja sama untuk mengidentifikasi dan mencegah risiko keamanan perusahaan.

Umumnya, SOC manager juga menjadi peran besar tim SecOps. Mengelola tim SOC dan berkomunikasi dengan orang-orang terkait merupakan beberapa tanggung jawab SOC manager.

5. Security Engineer/architect

Untuk menjaga keamanan perusahaan, security engineer/architect berarti kamu harus merancang, mengelola, dan menerapkan strategi tertentu. Di samping itu, tanggung jawab security engineer/architect lainnya adalah memastikan sistemmu digunakan dalam pengembangan software.

Setelah mengetahui pentingnya SecOps, kini saatnya kamu mengetahui kelebihan SecOps.  

Kelebihan SecOps

Hampir semua perusahaan telah memiliki tim keamanan dan operasi tersendiri.

Lalu, mengapa mereka tetap memerlukan SecOps? Apa saja sih kelebihan dari SecOps dibandingkan divisi mereka yang terpisah?

Seperti dikutip dari Sumo Logic dan Threat Stack, berikut adalah beberapa kelebihannya:

-meningkatkan kolaborasi antara tim security dan operational perusahaan

-mengurangi risiko-risiko keamanan data dan sistem

-memperkuat sistem keamanan

-mengefisienkan jumlah karyawan

Baca Juga: Tingkatkan Popularitas Situsmu dengan Guest Blogging, Strategi Menulis di Situs Lain

Tak heran apabila banyak perusahaan kini tertarik untuk merekrut SecOps dengan beberapa kelebihan di atas. Dibandingkan dengan pekerjaan IT lainnya, SecOps memang terbilang baru. Meski demikian, saat ini perusahaan semakin mencari karyawan yang memahami security sekaligus operations.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Iwan Bisa
1 tahun yang lalu
5 Hal Yang Membedakan Antara Twitter Fleets dan Instagram Story

5 Hal Yang Membedakan Antara Twitter Fleets dan Instagram Story

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com - Agar tidak ditinggalkan oleh para penggunanya, berbagai platform media sosial berlomba untuk terus memberikan sentuhan baru yang semakin menarik di setiap masanya.

Sebelum dibeli oleh Elon Musk, pada 17 November 2020 lalu, Twitter meluncurkan sebuah fitur baru bernama Fleets. Para pengguna langsung membandingkan Twitter Fleets dengan Instagram Story.

Mereka melakukannya bukan tanpa alasan. Banyak dari mereka yang merasa fitur Fleets di twitter tidak jauh berbeda dengan fitur Instagram Story yang telah rilis 4 tahun sebelumnya.

Vox bahkan tidak segan menyebut Twitter melakukan imitasi fitur terhadap kompetitornya itu agar tetap bisa mengikuti dengan trend yang ada.

Namun demikian, meski dianggap menjiplak, Twitter menawarkan sentuhan yang berbeda lewat fitur fleetsnya. Nah, Seperti apa perbedannya dengan Instagram Story? Simak artikel ini sampai selesai ya! 

namun, sebelum membahas perbedaannya, kita bahas dulu apa itu Twitter Fleets

Twitter Fleets

Berdasarkan informasi dari laman resminya, Twitter menyebut bahwa fitur Fleets diluncurkan untuk memudahkan pengguna berinteraksi pada topik yang bersifat sementara.

Fitur ini diharapkan dapat membantu pengguna merasa lebih nyaman dan lebih privasi ketika ingin berbagi pikiran, opini, dan perasaan pribadi.

Pada fitur Fleets tersebut, kamu bisa berbagi konten berupa foto, video, teks, bahkan postingan tweet-mu.

Setelah dibagikan, teman-temamu bisa memberikan tanggapan mereka terhadap konten Fleets tersebut, baik itu melalui direct message atau sekadar mengirimkan emoji.

Konten yang dibagikan melalui Fleets tersebut bertahan selama 24 jam saja. Ya, sangat mirip dengan Instagram Story, bukan?

Perbedaan Twitter Fleets dengan Instagram Story

Dari beberapa sumber yang relevan, setidaknya ada 6 hal yang membedaakan antara keduanya, yaitu:

1. Format Konten

Hal pertama yang membedakan antara Twitter Fleets dengan Instagram Story adalah format konten yang bisa dishare.

Jika di Instagram Story, kamu bisa mengkombinasikan format foto, video, teks, hingga GIF dalam satu konten yang sama, di Twitter Fleets tidak bisa demkian. Kamu hanya bisa menggunakan satu format saja ketika kamu ingin berbagi melalui Fleets.

Pada perbedaan yang pertama ini, menurutmu fitur mana yang lebih unggul? Jawabannya pasti relatif, tergantung kecendrungan masing-masing.

2. Dapat Berbagi URL

Poin kedua yang membedakan antara keduanya adalah dari segi dapat tidak berbagi URL. Ini menjadi salah satu keunggulan Twitter Fleets daripada Instagram Story.

Berbeda dengan pengguna Instagram story, Pengguna Twitter dapat membagikan link website atau artikel blog mereka dengan mudah melalui Fleets.

Ini akan memudahkan para penggunanya untuk berbagi konten yang ingin dipromosikan dalam waktu singkat.

Meski pada dasarnya, Instagram juga memiliki fitur yang hampir sama, yaitu Swipe Up. Akan tetapi, fitur ini sifatnya terbatas hanya untuk akun bisnis dengan lebih dari 10.000 pengikut atau akun yang telah diverifikasi.

3. Filter Kamera

Salah satu kelebihan dari Instagram Story adalah tersedianya berbagai filter kamera yang unik. Beberapa bahkan sempat menjadi trend di kalangan penggunanya.

Berbanding terbalik dengan Fleets. Fitur tersebut belum menyediakan service semacam ini. Jadi jika para penggunanya ingin meng-upload foto dengan aneka filter di Fleets, mereka perlu menggunakan aplikasi lain untuk mengeditnya terlebih dahulu.

4. Akses Pengguna

Akses pengguna twitter yang terbatas menjadi nilai minus lagi untuk Twitter Fleets. Sampai saat ini, Twitter Fleets hanya bisa diakses melalui aplikasi.

Sementara itu, Instagram Story bisa diakses melalui gadget apa saja, termasuk melalui web browser.

5. Privasi Pengguna

Salah satu perbedaan yang mencolok juga antara Twitter Fleets dengan Instagram Story adalah fitur mute dan hide.

Fitur mute pada Fleets memungkinkanmu untuk lebih privasi, seperti menyembunyikan postingan dari akun-akun yang tidak kamu inginkan.

Sedangkan fitur hide pada Instagram Story membanntumu menyembunyikan postinganmu sendiri dari akun-akun tertentu. Agak berbeda, tetapi sama-sama lebih bisa menjaga privasi.

Sayangnya, kamu tidak bisa mendapatkan kedua fitur ini dalam satu aplikasi.

Fitur mute hanya tersedia di Twitter Fleets, sedangkan fitur hide hanya tersedia di Instagram Story.

6. Optimasi Konten

Perbedaan yang terakhir adalah konten yang dibagikan melalui Instagram Story dapat dioptimasi menjadi sebuah iklan.

Berbeda dengan Twitter Fleets. Untuk saat ini, ia belum memiliki fitur ini. Jadi, para  penggunanya hanya bisa membagikan konten secara organik saja.

Dari penjabaran di atas, antara Twitter Fleets dan Instagram Story mana yang lebih kamu pilih?  Tulis komentarmu di bawah ya!

Semoga artikel ini bermanfaat.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Iwan Bisa
1 tahun yang lalu
Ketahui Performa Halaman Facebookmu dengan Facebook Analytics

Ketahui Performa Halaman Facebookmu dengan Facebook Analytics

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com - Belakangan ini, banyak platform media sosial yang bermunculan dan berhasil memikit banyak pengguna. Salah satunya adalah Facebook. Berdasarkan data yang diperoleh, Facebook merupakan platform dengan dengan jumlah pengguna 1.5 miliar orang setiap harinya.

Sebagian besar digital marketer terus berusaha memaksimalkan potensi platform ini dengan  memanfaatkan tools terkait seperti Facebook Analytics atau Facebook Insights.

Facebook analytics bahkan menawarkan cukup banyak fitur.

Yuk, ketahui apa saja yang dapat kamu manfaaatkan dari tool yang disediakan oleh Facebook ini dengan membaca artikel berikut sampai selesai, ya.

Apa Itu Facebook Analytics?

Facebook Analytics atau yang disebut juga sebagai Facebook Insights adalah sebuah tool yang disediakan oleh Facebook untuk melacak performa konten yang kamu post di platform tersebut. Hal ini sebagaimana yang disarikan dari Learning Hub.

Biasanya, digital marketer menggunakannya untuk mengetahui seberapa efektif prospek bisnisnya dengan memanfatkan platform Facebook.

Pada dasarnya, facebook analytics fungsinya sama dengan Google Analytics, bedanya Cuma tool ini khusus untuk Facebook.

Jika kita bisa mendapatkan informasi tentang engagement yang telah didapatkan dalam rentang 28 hari di Google analytics, kita juga bisa menemukannya di Facebook analytics.

Dari sana, seorang digital marketer bisa melihat berbagai macam data mengenai orang-orang yang mengunjungi halaman bisnis yang dikelola.

Manfaat lain yang bisa didapat dari tool ini, kita juga bisa membandingkan engagement yang diperoleh bulan ini dengan bulan sebelumnya sebagai bentuk evaluasi dari prospek bisnis yang dijalani.

Keunggulan Facebook Analytics

Sebagaimana yang disampaikan oleh Martech Zone, ada 4 keuntungan yang bisa didapat oleh digital marketer dari memanfatkan Facebook Analytics atau Facebook Insights, yaitu:

1. Menghemat waktu

Penggunaan sesuatu yang sulit akan cukup menyita waktu, bukan? Nah, Facebook Analytics sangat mudah digunakan oleh siapapun, apalagi oleh seorang digital marketer.

Meski ada aplikasi khususnya, namun kamu bisa langsung mengaksesnya dari platform Facebook secara langsung tanpa menginstal aplikasi ketiga.

Dengan begitu, kamu bisa lebih hemat space dan waktu dalam memperoleh data dan mengolahnya sebagai bentuk evaluasi bisnis.

2. Fokus pada konten

Keunggulan yang kedua, Facebook Analytics juga bisa memberimu informasi tentang berapa pengguna yang meninggalkan komentar pada konten yang dibuat.

Selain itu, jumlah referral traffic dan jumlah stream stories juga dapat dipantau dari dashboard facebook analytics secara mudah.

Sederhananya, dengan mengetahui konten jenis apa yang paling disukai atau diinginkan pengguna dan konsumen, kita bisa menentukan strategi marketing yang sesuai.

3. Visualisasi data yang menarik

Salah satu hal yang membuat Facebook Analytics atau Facebook Insights sangat disukai oleh para digital marketer adalah fitur visualisasi datanya.

Fitur ini memberikan kemudahan dalam memahami data-data yang sudah dikumpulkan dalam bentuk grafik.

4. Mempermudah memahami audiens

Facebook Analytics juga menyajikan data demografis yang rinci. Dan ini menjadi salah satu keunggulan dari pada platform yang lain.

Dengan data demografis yang rinci tersebut, digital marketer bisa lebih mengenal audiens dengan baik.

Cara Menggunakan Facebook Analytics

Setelah mengetahui keunggulan dari Facebook Analytics, maka kamu juga perlu mengetahui cara mengaksesnya.

Langkah pertama, kamu hanya perlu mengklik menu “Lihat dasbor” di bagian atas halaman profil.

Setelah itu, akan tampil informasi atau data tentang jangkauan postingan, interaksi postingan dan pengikut baru. Untuk mendapat informasi lainnya, kamu bisa mengklik “Lihat Insight Lainnya”, di sana akan kamu temukan data pengikut, seperti usia, jenis kelamin, negara populer dari para penonton, kota populer dan lain sebagainya.

Di sana, kamu juga bisa memantau data Hari ini, 7 hari terakhir, 14 hari terakhir, dan 28 hari terakhir.

Di halaman Overview, kamu bisa melihat informasi tentang total klik yang  dilakukan pengunjung, jumlah page views, likes, dan masih banyak lagi.

Menurut Hootsuite, dari keseluruhan metrik-metrik yang ada, terdapat lima yang paling penting untuk dilacak, yaitu:

•           Reach dan engagement: Menunjukkan data jumlah orang yang melihat post-mu.

•           Actions: Menampilkan data aksi apa yang dilakukan orang di halamanmu, misalnya mengklik call-to-action dan lain-lain.

•           People: Menu ini memberi akses informasi demografis pengunjung.

•           Views: Jumlah keseluruhan orang yang berkunjung ke halamanmu dan bagian apa saja yang mereka lihat.

•           Post: Performa post dari waktu ke waktu.

Nah, sampai di sini, apa kamu sudah paham? Tidak begitu sulit, bukan? Agar digital marketing-mu semakin berhasil dan terukur, alangkah baiknya untuk mencoba manfaatkan fitur ini.

 Semoga bermanfaat!

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Ghufron Writer
7 bulan yang lalu
Inilah Perbedaan antara Specialist dengan Generalist yang Perlu Diketahui

Inilah Perbedaan antara Specialist dengan Generalist yang Perlu Diketahui

Batas Melamar Pekerjaan ini Career Zone

Jobnas.com-Di job portal atau lowongan kerja, istilah specialist dan generalist barangkali sudah familiar di telinga kita. Meski begitu, terkadang perlu pemahaman yang lebih rinci mengenai perbedaan keduanya. 

Jika melihat lebih rinci, umumnya kedua istilah ini digunakan setelah kata posisi pekerjaan, bukan?

Sebagai contoh, ada lowongan pekerjaan seperti social media specialist dan social media generalist. Adapun lowongan seperti HR specialist dan HR generalist.

Nah, jika ingin mengetahui hal-hal seputar perbedaan specialist vs generalist, yuk, cermati ulasan Jobnas.com berikut ini!

Baca Juga: Hal yang Mengasyikkan dan Menguntungkan dari Instagram Story Template

Arti Specialist

Dikutip dari Indeed, secara definitif specialist merupakan seseorang yang sudah ahli dalam satu bidang studi ataupun pekerjaan yang spesifik.

Seorang specialist umumnya dipekerjakan untuk fokus mengerjakan satu hal yang bidang karier yang spesifik.

Dengan demikian, posisi specialist biasanya memerlukan sekolah atau kursus tertentu sehingga bisa mendapatkan skill spesifik dan juga sertifikasinya.

Dikutip dari Insighteurs, keunikan dari posisi specialist adalah posisi yang paling banyak dicari dan berkembang beberapa tahun 2021.

Hal ini terjadi diakibatkan karena orang akan mencari yang sudah ahli pada satu hal saat ada yang ingin ditanyakan seperti specialist. Misal, karier di bidang specialist adalah seorang software engineer yang bekerja di bidang spesifik front-end developer atau spesifik back-end developer.

Arti Generalist

Berkebalikan dengan seorang specialist, seorang generalist biasanya dicirikan terhadap orang yang mempunyai pengetahuan yang holistik mengenai berbagai topik sekaligus tertarik terhadap banyak hal. 

Menurut Cleverism, generalist disebut sebagai “jack of all trades” yang berarti seseorang bisa melakukan banyak hal dan memiliki pengetahuan yang luas. 

Kemampuan untuk mengerjakan tugas yang beragam dan melihat gambaran yang lebih luas menjadi kelebihan tersendiri dari seorang generalist. 

Apabila tertarik terjun dalam bidang ini, kamu harus siap-siap menghadapi kondisi kerja yang dinamis dan mengerjakan banyak tugas sekaligus.

Di samping itu, posisi generalist biasanya hanya memerlukan kemampuan fundamental saja pada suatu bidang sehingga karier yang dapat diambil juga lebih luas. Itulah mengapa banyak posisi generalist adalah posisi pada level manajerial atau pimpinan yang harus mengetahui pengetahuan yang luas dan terus berkomunikasi dengan divisi lain.

Kendati memiliki pengetahuan yang luas, seorang generalist akan sulit untuk masuk pada posisi karier specialist yang memerlukan keahlian yang mendalam pada satu hal saja. Misalnya, posisi generalist pada tech company adalah software engineer yang mengambil posisi full-stack developer.

Baca Juga: Kenali Lebih Akrab Layanan Microsoft 365 Auto Sukseskan Kinerjamu

Perbedaan Specialist dan Generalist

Barangkali, kamu sudah mempunyai gambaran apa perbedaan antara specialist dan generalist apabila sudah paham dengan arti keduanya. Jika belum, tidak apa-apa! Nah, secara umum, perbedaan pada specialist dan generalist terletak pada:

1. Tingkat pengetahuan

Dari segi tingkat pengetahuan, specialist adalah posisi yang membutuhkan pengetahuan mendalam dan sempit pada suatu area dari pada seorang generalist. Sebaliknya, sorang generalist memiliki pengetahuan yang lebih luas di berbagai bidang sehingga mampu memberikan gambaran yang luas.

2. Skill yang dibutuhkan

Secara skill, efektif melakukan pekerjaannya, seorang specialist biasanya memerlukan skill-skill tertentu untuk bisa secara. Biasnya skill-skill ini didapatkan dari berkuliah atau sertifikasi kursus. Sedangkan bagi seorang generalist biasanya membutuhkan skill yang beragam, namun tidak perlu memahaminya secara mendalam karena hanya akan digunakan secara mendasar saja.

3. Prospek karier

Prospek karir yang dimiliki seorang generalist biasanya cenderung lebih fleksibel karena memiliki skill yang beragam. Dengan demikian, jenjang karier yang didapatkan juga beragam dan tidak tetap. Ini beda halnya dengan seorang specialist yang biasanya hanya bisa dilamar oleh job seeker dengan keahlian yang spesifik.  Kemudian, jenjang karier yang akan dijalani juga sudah tetap.

4. Gaji

Dibanding seorang generalist, pekerjaan specialist biasanya memiliki gaji yang relatif lebih tinggi. Sebab, menjadi seorang specialist membutuhkan kualifikasi dan latar belakang yang tinggi. Sebaliknya, pekerjaan generalist memiliki gaji yang relatif lebih rendah karena latar belakang dan kualifikasi yang dibutuhkan lebih rendah.

Baca Juga: 7 Cara Ampuh Memotret Produk Berhasil Memikat Pelanggan

Demikianlah penjelasan Jobnas.com mengenai perbedaan antara sepcialist dengan generalist. Ketika membaca penjelasan di atas, tentunya kamu akan semakin paham bahwa specialist dan generalist memiliki perbedaan utama dalam kedalaman pengetahuan dan skill yang dibutuhkan. Intinya, identifikasi dan temukan jati dirimu mau jadi seorang spesialist atau generalist sejak sekarang, ya !

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Ghufron Writer
5 bulan yang lalu
Tingkatkan Brand Awareness dengan Strategi Efektif Realtime Marketing - Jobnas

Tingkatkan Brand Awareness dengan Strategi Efektif Realtime Marketing

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com - Tak dapat dipungkiri bahwa perkembangan internet yang cukup masif telah memberikan dampak yang signifikan pada kehidupan, karena kita telah dimudahkan dalam berbagai hal. Melebihi itu,  perkembangan internet yang cukup masif itu juga berpengaruh pada jenis pemasaran seperti real time marketing.  

Dengan dukungan teknologi seperti media sosial, membuat jenis strategi marketing yang satu ini akan lebih lancar. Sebabnya, tren yang paling dibicarakan biasanya akan lebih dahulu muncul di media sosial. Hingga kini, karena cukup efektif, real time marketing menjadi salah satu jenis pemasaran yang cukup populer di tengah marketer.  

Baca Juga : 5 Tips Membuat Instagram Live yang Menarik Banyak Followers

Bahkan, lewat laporan dari Monetate and eConsultancy diketahui bahwa marketer yang mengaplikasikan real time marketing mengalami peningkatan konversi hingga 26%. Jadi, apa sebenarnya real time marketing itu dan mengapa jenis pemasaran ini disebut cukup efektif?

Jika penasaran dengan jawabannya, simak penjelasan dari Jobnas.com di bawah ini, ya.

Apa itu Real Time Marketing ? 

Seperti dikutip dari NGData, real time marketing adalah strategi pemasaran yang berfokus pada peristiwa terkini. Dengan demikian, saat ada suatu tren yang sedang diperbincangkan, maka marketer harus bisa memanfaatkan momen tersebut untuk memasarkan produknya.

Jenis pemasaran ini sebenarnya sudah muncul sejak lama, tapi lebih berkembang saat munculnya media sosial. Lewat media sosial tentu saja marketer akan lebih mudah untuk mendapatkan feedback dari audiens saat sedang melakukan strategi yang satu ini.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan saat melakukan realtime marketing, seperti dikutip dari Harvard Business Review, lebih fokus kepada kepuasan  pelanggan dengan memberikan dukungan, bantuan, panduan, dan informasi yang diperlukan agar bisa meningkatkan loyalitas pelanggan. Selain itu, bersedia mempelajari bagaimana teknologi informasi mampu mengubah perilaku pelanggan dan cara pemasarannya.

Dengan demikian, real time marketing memiliki beberapa manfaat untuk meningkatkan perkembangan bisnis. Berikut ini merupakan beberapa manfaat dari real time marketing seperti dilansir dari Thrive Hive yang perlu kamu ketahui. 

Baca Juga : Mencari Sponsorship Online? Berikut Tips, Jenis dan Manfaatnya

Manfaat yang Didapatkan

  1. Meningkatkan Koneksi dengan Target Audiens

Meningkatkan koneksi dengan target audiens adalah manfaat pertama dari melakukan real time marketing. Marketer bisa membuat konten yang memancing target audiens untuk berinteraksi, dengan memanfaatkan tren yang sedang diperbincangkan

Oleh karena itu, selain bisa memasarkan produk dengan memanfaatkan tren, jenis pemasaran ini juga dapat meningkatkan koneksi antara brand dengan target audiens.

  1. Meningkatkan Wawasan Audiens tentang Brand

Menarik pelanggan agar mereka mencoba menggunakan produk atau layanan yang disediakan merupakan salah satu tujuan dari melakukan pemasaran. Di samping itu, tujuan lainnya adalah untuk mengenalkan brand kepada audiens baru sebagai bentuk dari branding. Nah, real time marketing memang dapat menjadi salah satu cara untuk membantu meningkatkan wawasan audiens tentang brand.

  1. Meningkatkan Engagement Audiens

Meningkatkan engagement audiens adalah manfaat selanjutnya dari jenis pemasaran yang satu ini. Agar dapat menarik perhatian lebih banyak audiens, buatlah konten yang masih relevan dengan tren yang sedang diperbincangkan. 

Selain engagement dengan audiens menjadi lebih tinggi, jenis pemasaran ini juga mampu membuat pelanggan merasakan sentimen yang positif terhadap brand.

Contoh Real Time Marketing

Menurut HubSpot, ada beberapa contoh real time marketing yang perlu kamu pahami:

-ALS Ice Bucket Challenge

Di tahun 2014, ALS Ice Bucket Challenge merupakan salah satu hal terpopuler dan paling banyak diperbincangkan. Sebabnya, tren tersebut mampu menarik perhatian banyak orang dari seluruh penjuru dunia. Baik orang biasa hingga selebriti dan brand terkenal ikut meramaikan tren ini.

Baca Juga : Cek Kartu BPJS Kesehatan Aktif Atau Tidak

Melakukan tantangan untuk meningkatkan kesadaran tentang penyakit sistem saraf ALS dan mendapatkan donasi menjadi jenis real time marketing yang paling sukses. Banyak brand mampu mendapatkan sentimen positif dari publik karena ikut berpartisipasi dengan tren ALS Ice Bucket Challenge.

-Taco Bell

Salah satu brand yang paling sering aktif di media sosial adalah Taco Bell. Bahkan, mereka sudah membangun reputasi sebagai salah brand yang paling interaktif dengan pelanggannya. Sebabnya, brand yang satu ini selalu memanfaatkan real time marketing untuk mendekatkan diri dengan para audiensnya.

Hal yang menarik dari Taco Bell adalah ia juga lebih interaktif, karena menyempatkan untuk menanggapi pesan audiens di Twitter hampir dua kali setiap jamnya. Ikut terlibat dalam hal yang sedang tren dan sedang dibicarakan di media sosial memang mampu meningkatkan brand awareness yang lebih efektif.

Baca juga: Perbedaan CRUD dan REST yang Perlu Diketahui

Alasan itulah yang membuat banyak brand kini sedang gencar mencoba melakukan real time marketing karena memiliki banyak manfaat baik bagi perkembangan suatu bisnis. Kamu bisa mempelajari jenis pemasaran yang satu ini di Jobnas.comapabila masih penasaran, lho.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Ghufron Writer
7 bulan yang lalu
Jangan Sampai Lewatkan 10 Contoh Pertanyaan Interview UX Researcher Berikut Ini

Jangan Sampai Lewatkan 10 Contoh Pertanyaan Interview UX Researcher Berikut Ini

Batas Melamar Pekerjaan ini Career Zone

Jobnas.com-Hampir setiap orang akan merasakan cukup banyak emosi saat mendapatkan panggilan untuk interview UX Researcher. Untuk itulah, kamu harus mengetahui pertanyaan interview UX Researcher untuk mengatasi hal semacam itu. 

Jangan khawatir dan merasa takut lagi, jika kamu mendapatkan panggilan interview untuk posisi UX researcher, jangan khawatir dan merasa takut lagi. Sebab, di artikel ini Jobnas.com telah merangkum 10 pertanyaan interview untuk posisi UX researcher yang bisa kamu pelajari. Yuk, pahami sampai tuntas !

Pertanyaan Interview UX Researcher

1. Apa tugas dari UX Researcher yang kamu ketahui? / What are the duties of UX researcher that you know?

Para pewawancara biasanya seringkali menanyakan pertanyaan semacam ini. Meski begitu kamu tidak boleh hanya menjawab sekenanya saja.

Sebab, pewawancara ingin mengetahui apakah kamu mengetahui betul tentang seluk-beluk dari profesi UX researcher. Untuk itulah pertanyaan ini seringkali muncul. 

Meski jenis pertanyaan yang satu ini memang cukup umum, kamu tetap perlu memberikan jawaban yang cukup fokus. Jelaskan apa saja yang kamu ketahui dari tugas seorang UX researcher dengan jelas dan teratur.

Beberapa tugas utama dari UX researcher bisa kamu sebutkan, mulai dari melakukan observasi kepada pengguna, membuat penelitian dengan melakukan beberapa metode seperti wawancara, dan melakukan analisis terhadap data yang sudah didapatkan.

Hasil dari analisis itu akan digunakan untuk membuat produk yang lebih baik lagi yang pastinya bisa memudahkan bagi para pengguna.

Baca Juga: Inilah Perbedaan antara Remarketing vs Retargeting!

2. Jelaskan proses penelitianmu / Explain your research process

Saat interview untuk posisi UX researcher, biasanya pertanyaan satu ini seringkali muncul. Dilansir dari Career Foundry, mereka ingin tahu apakah kamu sudah memiliki ide untuk proses penelitianmu mendatang saat seorang pewawancara bertanya hal ini.

Bisa jadi, kamu akan mengeluarkan jawaban ke mana-mana dan tidak teratur karena pertanyaan ini areanya juga cukup luas. Alangkah lebih baik jika telah mempersiapkan jawaban dengan sistematis dan urutkan tahapan dari UX research-mu kelak.

Pewawancara juga ingin tahu mengenai wawasanmu mengenai jenis-jenis penelitian yang bisa dilakukan oleh UX researcher. Di samping itu, mereka juga penasaran apakah metode penelitianmu nanti bisa cocok diterapkan di perusahaan tersebut atau tidak.

Kamu bisa menjawab pertanyaan semacam ini dengan menjelaskan terlebih dahulu mengenai proyekmu. Setelah itu kamu bisa melanjutkan dengan metode penelitian yang cocok digunakan untuk proyekmu itu.

3. Seperti apa cara kerjamu saat bekerja sama? / How do you work when collaborating with others?

Untuk memahami karakter dan kebutuhan dari para pengguna produknya, sebagai seorang UX researcher memang memiliki tugas utamanya masing-masing.

Meski demikian, bukan berarti kamu harus bekerja sendirian saat sedang melakukan penelitian terhadap pengguna.

Justru karena pewawancara ingin tahu seperti apa gaya bekerjamu saat berada dalam suatu tim, pertanyaan ini bisa muncul.

Memang pada kenyataan praktisnya, untuk membuat produknya lebih baik, seorang UX researcher biasanya akan bekerja sama dengan UX designer hingga product manager.

Jadi, jika kamu ingin mendapatkan posisi ini, kemampuan bekerja sama sangat diperlukan.

Menjawab pertanyaan jenis ini kamu bisa mulai dari penjabaran struktur tim dan apa saja peran dari tiap anggota tim. Setelah melakukan penelitian kepada pengguna, pastinya kamu akan menemukan suatu masalah.

Dari masalah tersebut pewawancara ingin mengetahui seperti apa cara kamu dan tim untuk mencari solusinya dan memperbaiki produk agar lebih sesuai dengan pengguna.

Dalam penjabarannya kamu juga bisa sedikit bercerita tentang kemampuanmu menjadi leader atau sebagai problem solver.

4. Bagaimana caramu meningkatkan kualitas produk kami? / How would you improve our product?

Sebenarnya ketika pewawancara menanyakan pertanyaan ini, ia ingin tahu apakah kamu sudah mengetahui apa saja produk yang ditawarkan di perusahaan tersebut.

Tentu saja trik untuk menjawabnya adalah kamu harus mencari tahu semua hal tentang perusahaan yang sedang kamu lamar itu.

Mulai dari apa saja produknya hingga seperti apa target penggunanya. Bahkan akan lebih baik lagi jika kamu bisa menemukan suatu masalah atau kendala yang dialami oleh pengguna dari produk perusahaan itu.

Kamu bisa mencoba memberikan sebuah analisis pendek mengapa kendala itu bisa dialami oleh pengguna. Setelah itu, kamu bisa mendeskripsikan terkait proses apa yang akan kamu lakukan untuk mencari solusi dari masalah tersebut.

Saat menjawab pertanyaan ini sebaiknya kamu memang sudah mencari info mengenai perusahaan itu ya. Jadi kamu tidak asal menjawab. Sebab, saat kamu memberikan fakta yang keliru dari perusahaan maka bisa membuat pewawancara berpikir jika kamu tidak sungguh-sungguh mengharapkan pekerjaan di tempat tersebut.

5. Ceritakan proyek yang paling membuatmu bangga / Tell us about a project that makes you proud

Menurut Springboard, pertanyaan ini cukup sering ditanyakan. Biasanya pewawancara ingin tahu seperti apa kualitas dari hasil kerjamu saat pertanyaan interview UX researcher ini ditanyakan.

Pewawancara bisa mengajukan pertanyaan lanjutan untuk mencari tahu proses kerjamu saat menggarap suatu proyek. Inilah yang menyebabkan pertanyaan ini cukup unik. 

Mereka bisa bertanya mulai dari proses penggalian ide hingga proses finalisasi proyek. Sebaiknya kamu jangan panik meskipun  harus dicecar dengan sejumlah pertanyaan lanjutan. Jawablah pertanyaan demi pertanyaan dengan tenang dan jelas. Jawablah dengan jujur dan tidak perlu terlalu melebih-lebihkan hasil kerjamu hanya demi mendapatkan kesan baik dari pewawancara.

6. Bagaimana kamu mengaplikasikan penemuan dari riset untuk meningkatkan user experience? / How do you apply research findings to improve user experience?

Dalam menilai kemampuanmu berpikir kritis tentang pendekatan risetmu dan pengaplikasian solusi kreatif supaya tujuan perusahaan tercapai, biasanya pertanyaan ini sering muncul. Kamu pun dapat menjelaskan strategi yang digunakan untuk menganalisis data penelitian dan mengorganisirnya menjadi informasi yang dapat digunakan.

Sehingga, adanya informasi tersebut dapat membantu meningkatkan user experience dari produk perusahaan.

Berikut adalah contoh jawabannya.

Bahasa Indonesia

Di perusahaan saya sebelumnya, saya menggunakan survei untuk mengumpulkan insight dari user. Sebelum membuat rencana peningkatan kualitas, saya menganalisis tren dan feedback yang didapat terlebih dahulu. Kemudian, saya organisir data tersebut berdasarkan sentimen user dan elemen produk. Lalu, saya menyampaikan data tersebut ke tim UX design, di mana kami melakukan mapping seputar user experience dan mencari solusi terbaik. Hasilnya, kami berhasil meningkatkan user engagement terhadap produk tersebut sebesar 30%.

Bahasa Inggris

In my previous company, I used surveys to gather insight from the user. Before creating the improvement plan, I analyzed the trends and feedback I got first. Then, I organized the data based on the user sentiment and product element. After that, I present the data to the UX design team, where we mapped the user experience and look for the best solution. The result is an increase in user engagement with the product by 30%.

Baca Juga: Mulai Saat Ini Marilah Berkenalan dengan Hedge Fund; Investasi yang Paling Diminati

7. Bagaimana kamu menghilangkan bias dalam UX research? / How do you eliminate bias in UX research?

Ketika kamu melamar sebagai UX researcher, biasanya pihak pewawancara biasanya akan memberi pertanyaan interview ini juga.

Di sini, perusahaan ingin mengevaluasi kemampuanmu membuat rencana penelitian yang menghasilkan data akurat dari populasi yang dipelajari.

Agar supaya dapat memastikan penelitianmu tidak bias dan cocok digunakan untuk menyelesaikan proyek, kamu juga bisa menyebutkan 1 atau 2 metode yang digunakan .

Berikut adalah contoh jawabannya.

Bahasa Indonesia

Langkah yang diambil untuk menghilangkan bias dari penelitian saya adalah bekerja sama dengan partisipan yang merupakan perwakilan dari target pasar perusahaan. Kemudian, saya menyiapkan test script yang membahas hal-hal yang ingin dicapai tim UX design, termasuk cakupan, tahapan, dan elemen yang akan dites. Saya juga akan mengumpulkan data kualitatif dan kuantitatif ketika penelitian berlangsung untuk memastikan hasilnya merepresentasikan interaksi dan intensi user secara akurat.

Bahasa Inggris

My approach to eliminating bias in my research is to work with participants that are representative of the company’s target market. Then, I’ll prepare for test script that covers things the UX design team wants to achieve, including the scope, sequence, and elements to test. I will also collect qualitative and quantitative data during research to ensure the results accurately represent the user’s interaction and intent.

8. Apa pentingnya usability testing dalam UX design? / What is the importance of usability testing in UX design?

Pertanyaan interview UX researcher ini membuat perusahaan tahu bagaimana kamu memprioritaskan pekerjaanmu, sebagaimana dilansir dari Indeed.

Lebih dari itu, ketika melakukan penelitian dan testing perusahaan juga bisa tahu langkah yang akan kamu ambil, serta bagaimana kamu mengomunikasikan informasi teknikal ke manajer hingga stakeholder proyek.

Kamu bisa menjelaskan prosesmu mengorganisir dan melakukan usability test dan mengapa pendekatan tersebut begitu penting untuk UX design yang sukses ketika menjawab pertanyaan ini.

Berikut contoh jawabannya.

Bahasa Indonesia

Usability testing begitu penting terhadap kesuksesan produk karena dapat memengaruhi penjualan dan kepuasan konsumen. Saya melakukan usability testing di setiap tahap pengembangan produk, termasuk saat update versi. Hal ini membuat saya bisa mengetahui bagaimana performa sistem. Usability testing juga membantu saya mencari cara meningkatkan kualitas produk yang sudah ada. Tes ini membantu tim UX saya sebelumnya untuk menghidupkan kembali aplikasi lama dan menarik konsumen baru bagi perusahaan.

Bahasa Inggris

Usability testing is important for the success of a product because it can influence overall sales and customer satisfaction. I use usability testing in every development stage, including version updates. It helps me determine how a system is performing. Usability testing also helps me to find ways to improve the quality of existing products. This test helps my previous UX team to revive an outdated application and acquire new customers for the company.

9. Apa saja hasil dari UX research? / What are the UX research deliverables?

Ketika melamar sebagai UX researcher, pertanyaan interview ini juga bisa kamu dapatkan. Dilansir dari Toptal, kamu perlu untuk mengomunikasikan hasil penelitian dan konteks dari proyek yang dikerjakan secara efektif ke berbagai jenis audiens sebagai UX researcher.

Sehingga, penting bagimu untuk mengetahui apa saja bentuk dari hasil UX research-mu. Berikut adalah contoh jawabannya.

Bahasa Indonesia

Beberapa hasil dari UX research termasuk, namun tidak terbatas pada hal-hal seperti;

laporan analisis survei

rencana UX research

laporan analisis wawancara

laporan yang berisi insight dari penelitian observasi user

laporan analisis kompetitor

user persona

laporan usability testing

Bahasa Inggris

Some of UX research deliverables, but not limited to, include;

survey analysis reports

UX research plans

interview analysis reports

insights from user observation research reports

competitor analysis reports

user persona

usability testing reports

10. Apa tools yang kamu gunakan ketika melakukan UX research? / What tools do you use for conducting UX research?

Tools yang digunakan akan bervariasi juga karena teknik UX research begitu beragam. Kamu pun cukup menyebutkan tools yang digunakan untuk beberapa kegiatanmu ketika melakukan penelitian dalam menjawabnya. 

Berikut adalah contoh jawabannya.

Bahasa Indonesia

Ada beberapa tools yang saya gunakan tergantung kegiatan yang dilakukan. Misalkan, untuk melakukan remote user testing, saya biasanya menggunakan aplikasi video konferensi seperti Zoom. Sedangkan, untuk melakukan survei, saya menggunakan Google Form. Untuk melakukan A/B testing, saya biasanya menggunakan Crazy Egg.

Baca Juga: Perhatikan 7 Hal Ini, Apabila Ingin Menulis Surat Rekomendasi Kerja untuk Temanmu

Bahasa Inggris

There are various tools that I use depending on the activities I do. For example, if I want to do remote user testing, I would use a video conferencing application such as Zoom. If I want to conduct survey, I will use Google Form. When I want to do A/B testing, I usually use Crazy Egg.

Demikianlah informasi Jobnas.com mengenai berbagai pertanyaan yang biasanya muncul dalam interview untuk UX researcher. Setelah membaca informasi di atas, diharapkan kamu akan dapat menjawabnya dengan lebih mudah dan tenang, ya !

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Ghufron Writer
1 tahun yang lalu
Inilah 15 Jenis Invoice Berdasarkan Keperluanmu

Inilah 15 Jenis Invoice Berdasarkan Keperluanmu

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com-Ihwal seluk beluk invoice barangkali sudah familier bagi kamu sebagai seorang freelancer. Hal yang perlu diketahui bahwa terdapat beberapa jenis invoice berdasarkan kebutuhannya. Dengan mengetahui berbagai macam jenisnya, hal itu akan membantumu dalam mencatat transaksi penting dan detail pembayaran.

Nah, di artikel ini Jobnas.com telah merangku jenis-jenis invoice yang perlu kamu ketahui. Yuk, simak artikelnya berikut ini!

Jenis-Jenis Invoice

1. Invoice standar

Menurut Freshbook, invoice standar merupakan dokumen yang umum diberikan bisnis ke klien. Di berbagai industri hal ini cocok digunakan karena formatnya yang fleksibel.

Ada pun detail yang terkandung dalam invoice standar adalah sebagai berikut:

nama bisnis dan informasi kontak

nama klien dan informasi kontak

nomor dari invoice

jumlah uang yang klien harus bayar ke bisnis atas produk atau layanannya

Baca Juga: Metode Lihai Dalam Memilih Warna Ketika Mendesain

2. Invoice berulang

Bagi bisnis yang menagih jumlah serupa ke klien secara berkala untuk layanan yang mereka gunakan, jenis invoice ini dapat berguna. Misalnya, untuk menagih biaya yang sama ke klien setiap bulannya,  perusahaan IT yang bisnisnya berbasis langganan dapat menggunakan invoice ini.

Ketika membuat invoice ini, kamu bisa mencantumkan informasi seperti;

tanggal dimulai serta durasinya

berapa lama invoice akan dikirim

opsi pengiriman invoice

3. Invoice proforma

Proforma merupakan invoice yang berisi estimasi jumlah biaya yang kamu kirimkan ke klien sebelum memberi layanan atau barang pada mereka.

Invoice ini adalah semacam penilaian awal untuk mengestimasi pekerjaan apa saja yang perlu dilakukan dan biaya yang harus dikeluarkan. Hal ini dapat membantu klien menyiapkan budget-nya. Jumlah yang tertera dalam invoice proforma biasanya cukup akurat. Namun, jumlah tersebut bisa saja berubah.

Seorang klien bisa saja meminta invoice ini untuk mendapatkan persetujuan sebelum melakukan pembelian.

4. Invoice debit

Memo debit merupakan jenis invoice ini umum dikenal. Kamu dapat melakukan penyesuaian kecil pada tagihan yang sudah ada dalam invoice ini.

Contohnya, kamu mengirimkan klien invoice berdasarkan jumlah jam kerja yang diestimasikan. Akan tetapi, akhirnya kamu bekerja dengan jumlah jam kerja lebih banyak dari hasil estimasi tersebut.

Nah, berdasarkan jumlah jam kerja yang dilakukan, kamu bisa mengirimkan invoice debit untuk menambah total tagihan. Klien juga bisa mengirimkan invoice ini dengan jumlah positif untuk memberi tahu bahwa jumlah tagihanmu kurang.

5. Invoice kredit

Berbeda dengan sebelumnya, jika ada pembayaran berlebih,  invoice kredit ditujukan untuk memberi klien diskon atau refund. Untuk membenarkan kesalahan dari invoice yang dikirimkan sebelumnya, kamu dapat mengirimkan dokumen ini dengan jumlah negatif. 

Kamu juga memberi tahu klien bahwa dirimu berutang sejumlah uang pada mereka. Lebih dari itu, kamu juga dapat mengirim invoice ini untuk beberapa hal berikut;

jika klien membayar untuk barang yang tidak ada

menyelesaikan masalah seputar harga

memverifikasi pengembalian dari barang yang sudah dibeli klien

6. Invoice interim

Untuk menagih klien secara berkala saat mengerjakan proyek besar, tentu jenis invoice ini adalah solusinya. Terlebih saat kamu dan klien telah menyetujui adanya persyaratan yang mencakup adanya beberapa pembayaran.

Tergantung durasi proyek, kamu bisa mengirimkan invoice interim ketika sudah menyelesaikan suatu hal atau menjadwalkan pembayarannya secara mingguan, per 2 minggu, atau bulanan. Invoice interim membantu “memecah” pembayaran proyek besar menjadi beberapa bagian kecil. Hal tersebut tentu dapat menguntungkanmu maupun klien.

7. Invoice timesheet

Dokumen ini bertujuan untuk mencatat jumlah jam yang kamu gunakan untuk mengerjakan pekerjaan serta standar bayaranmu. Invoice timesheet umum digunakan di industri yang membayar pekerjanya berdasarkan jam.

Dalam invoice timesheet, kamu bisa mencantumkan detail proyek, informasi tentang apa yang telah dicapai, dan waktu serta tanggalmu bekerja.

8. Invoice kolektif

Jenis invoice ini cocok digunakan apabila mengerjakan proyek yang membutuhkan waktu lama. Nah, kamu bisa memilih untuk;

mengirim beberapa invoice dengan jumlah kecil yang dikirim seiring proyek berjalan

menyatukan beberapa invoice kecil menjadi sebuah invoice kolektif yang dikirim ke klien setiap bulannya

Menggunakan invoice kolektif dapat mengurangi biaya administrasi dan transaksi juga.

Baca Juga: Kenali Lebih Akrab Layanan Microsoft 365 Auto Sukseskan Kinerjamu

9. Invoice komersial

Menurut Zoho, invoice komersial merupakan bukti transaksi internasional antara bisnis dengan kliennya. Invoice komersial digunakan untuk menjelaskan hal-hal berikut;

tipe produk yang dijual

nilai produk

kuantitas produk

Invoice komersial tidak memiliki format standar. Namun, kamu bisa memasukkan detail seperti nama produk, berat produk, kuantitas barang yang dikirim, jumlah nilai, deskripsi produk, dan format packaging. 

10. Expense invoice

Jenis invoice ini bisa digunakan untuk dikirimkan ke perusahaan yang belum membayar uang yang dijanjikan.

Seorang karyawan juga bisa mengirimkan invoice ini ketika mereka mengeluarkan uang untuk kepentingan perusahaan dan perlu di-reimburse.

Misalkan, kamu membeli bensin untuk kendaraan perusahaan menggunakan uangmu sendiri. Nah, kamu bisa mengirimkan invoice ini supaya uangmu digantikan perusahaan.

11. Invoice utilitas

Untuk meminta pembayaran terhadap utilitas seperti internet, listrik, gas, biaya sewa, dan air, invoice ini sangat membantu bisnis atau pemilik kos. Tipe invoice ini biasanya dikirim untuk mengingatkan orang-orang atas tagihan utilitasnya beserta jumlah yang harus dibayar.

12. Past-due invoice

Kamu juga bisa mengirim invoice ini ketika klien tidak membayar pada waktu yang telah ditentukan. Invoice ini bertujuan untuk mengingatkan ke klien bahwa ada utang yang harus mereka bayar padamu.

Dalam invoice ini, kamu bisa memberi klien denda karena keterlambatan pembayaran sesuai dengan kesepatakan yang telah disetujui bersama.

13. Invoice final

Dokumen ini adalah invoice terakhir yang dikirimkan bisnis ke klien untuk menagih pembayaran. Dibandingkan interim atau proforma,  informasi yang terkandung dalam invoice final lebih detail. Terdapat beberapa informasi ihwal detail yang dibahas, transaksi sebelumnya, dan saldo terutang di dalamnya. Lebih dari itu, invoice final juga mengandung informasi seperti;

nomor invoice

tanggal

kontak penjual dan pembeli

biaya

diskon yang diaplikasikan

metode pembayaran

14. Invoice campuran

Dikutip dari Indeed, jenis invoice ini merupakan campuran dari faktur debit dan kredit. Sehingga, jumlah dalam invoice ini dapat berupa positif atau negatif. Kamu bisa mengecek invoice debit dan kredit untuk mengurangi atau menambah tagihan yang harus dibayar klien padamu.

Baca Juga: 7 Cara Ampuh Memotret Produk Berhasil Memikat Pelanggan

15. E-invoice

E-invoice merupakan setiap jenis invoice yang dikirimkan secara elektronik. Beberapa kelebihan dari jenis invoice ini adalah penggunaannya lebih hemat, cepat, dan mudah. Kamu dapat membuat E-invoice dan mengirimkannya ke klien dalam hitungan menit. Sehingga, hal tersebut menghemat tenaga, waktu, dan sumber daya. Mengirimkan E-invoice juga memastikan bahwa klien menerima resi dari invoice yang mereka bayar.

Demikianlah informasi Jobnas.com mengenai jenis-jenis invoice yang perlu kamu ketahui. Yang perlu diingat, setiap jenis memiliki kegunaan dan fungsinya masing-masing. Sehingga, jangan sampai tertukar lagi saat menggunakannya, ya. Selain informasi ini, kamu bisa tahu lebih banyak seputar keuangan dengan baca kumpulan artikel kategori Finansial dari Jobnas.com, lho.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Ghufron Writer
1 tahun yang lalu
Penting untuk Pemula, Inilah 6 Perbedaan Emas Antam dan UBS

6 Perbedaan Emas Antam dan UBS

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com-Jika kamu termasuk orang yang ingin berinvestasi emas, sebaiknya terlebih dahulu kamu harus memahami perbedaan antara emas antam dan UBS.  Sebab, dua jenis emas ini banyak dicari oleh orang-orang yang mulai berminat untuk investasi emas.

Karena keuntungan investasi emas serta kelebihannya lebih besar, tak jarang orang memilih emas sebagai instrumen investasi, selain reksa dana dan saham. Menurut Investopedia,  nilai investasi emas cenderung akan tetap terlindungi dari inflasi dan deflasi.

Agar kamu semakin memahami dan bisa memutuskan mau beli emas antam atau UBS, sebaiknya simak dulu pembahasan Jobnas.com berikut ini !

Baca Juga: Meninggalkan Kesalahan Demi Meningkatkan Karir

1. Produsen

Produsen menjadikan perbedaan emas antam dan UBS yang pertama. Seperti namanya, emas antam merupakan emas yang diproduksi oleh PT Aneka Tambang Tbk yang kini berubah nama menjadi PT Antam Tbk.

Perusahaan BUMN ini bergerak di bidang pertambangan yang produksi utamanya adalah nikel dan emas. Hingga kini, PT Antam Tbk juga menjadi anggota holding PT Inalum (Persero).

Di Bursa Efek Indonesia, dengan kode saham ANTM, kamu juga bisa membeli saham perusahaan ini. 

Sementara, emas UBS adalah emas yang diproduksi oleh PT Untung Bersama Sejahtera. Perusahaan manufaktur ini telah beroperasi sejak 1981 di Surabaya. Selain emas batangan, PT Untung Bersama Sejahtera juga memiliki berbagai brand perhiasan, seperti Venus, Kasandra, Basic Chain, dan Starshine.

2. Ukuran

Ketika membeli emas, kamu dapat memilih ukuran emas yang relevan dengan seleramu. Emas antam dan UBS menyediakan jenis ukuran emas yang berbeda-beda. Untuk emas antam, terdapat 12 ukuran yang bisa kamu pertimbangkan, di antaranya:

0,5 gram

1 gram

2 gram

2,5

3 gram

5 gram

10 gram

25 gram

50 gram

100 gram

250 gram

1000 gram

Sementara emas UBS memiliki pilihan ukuran yang masih terbatas yaitu sebanyak 10 ukuran, di antaranya:

0,5 gram

1 gram

2 gram

3 gram

4 gram

5 gram

10 gram

25 gram

50 gram

100 gram

3. Sertifikat

Sertifikat menjadi pembeda berikutnya antara emas antam maupun UBS. Keduanya sama-sama memiliki sertifikat keaslian.

Hingga kini, sertifikat keaslian emas antam telah menyatu terlaminating dengan kemasannya. Di pasaran saat ini masih ada emas antam dengan sertifikat lama yang bentuknya adalah kartu hologram terpisah di dalam kemasan. 

Selain melalui sertifikat, melalui aplikasi CertiEye, kamu juga dapat mengecek keaslian emas antam.

Sementara sertifikat keaslian emas UBS terbagi menjadi dua jenis:

Untuk ukuran 5 – 100 gram, sertifikatnya berbentuk kertas hologram yang terpisah.

Untuk ukuran 0,5 – 4 gram, sertifikatnya juga terlaminasi di dalam kemasan yang berbentuk seperti SIM card.

Baca Juga: Debt Stacking, Solusi Paling Tepat Agar Bebas dari Hutang

4. Dimensi

Barangkali, kita akan kesulitan dalam melihat perbedaan dimensi atau bentuk antara emas antam dan UBS jika dilihat secara sekilas. Perbedaan yang sangat jelas hanya pada logo dan kemasannya saja jika melalui indera penglihatan. Meski demikian, ternyata ada sedikit perbedaan dimensi antara keduanya.

Dari segi dimensi, emas antam relatif lebih kecil dan tebal. Sementara, emas UBS dimensinya sedikit lebih lebar. Meskipun begitu, keduanya sama-sama memiliki kandungan emas 99,99%.

5. Harga

Perbedaan emas antam dan UBS berikutnya tentu terletak pada harga masing-masing emas.  Jika ditilik dari segi harga, tentunya harga emas sifatnya fluktuatif alias sering berubah.

Kamu pun bisa mengeceknya di masing-masing website emas antam maupun emas UBS untuk mendapatkan informasi harga terbaru. Lumrahnya, harga emas antam relatif lebih mahal dibandingkan dengan emas UBS.

Sebagai gambaran, per 13 Oktober 2022, berikut adalah daftar harga dasar emas antam. Harga di bawah ini masih harga dasar, belum ditambah pajak bagi kamu para pemegang NPWP maupun non NPWP.

0,5 gram: Rp522.500

1 gram: Rp945.000

2 gram: Rp1.830.000

3 gram: Rp2.720.000

5 gram: Rp4.500.000

10 gram: Rp8.945.000

25 gram: Rp22.237.000

50 gram: Rp44.395.000

100 gram: Rp88.712.000

250 gram: Rp221.515.000

500 gram: Rp442.820.000

1.000 gram: Rp885.600.000

Sementara itu, per 13 Oktober 2022, harga dasar emas UBS ialah sebagai berikut.

0,5 gram: Rp495.000

1 gram: Rp928.000

2 gram: Rp1.841.000

5 gram: Rp4.550.000

10 gram: Rp9.051.000

25 gram: Rp22.583.000

50 gram: Rp45.703.000

100 gram: Rp90.110.000

250 gram: Rp225.206.000

500 gram: Rp449.881.000

6. Cara membeli

Sebenarnya, cara membeli keduanya bisa kamu dapatkan di toko emas, online marketplace maupun tempat pegadaian.

Kalau membeli di toko biasanya salah satu kekurangannya ialah  stok ukurannya terbatas. Namun, terdapat sedikit perbedaan dalam penyediaan stok barang antara emas antam dan UBS. Untuk membeli emas antam, kamu dapat membelinya di Unit Bisnis Antam yang berlokasi di Pulogadung, Jakarta Timur.

Baca Juga: Inilah 9 Aplikasi Cek Grammar Bahasa Inggris Supaya CV Kalian Lebih Profesional

Bagi kamu yang berdomisili di luar Jakarta, kabarnya kini PT. Antam Tbk juga mulai membuka toko di berbagai kota di seluruh Indonesia untuk menjual langsung emas batangannya. Di sisi lain, emas UBS tidak memiliki pusat penjualan khusus seperti emas antam. Jadi, kamu bisa membelinya di tempat yang sudah disebutkan tadi.

Itulah penjelasan Jobnas.com mengenai 6 perbedaan emas antam dan UBS. Sebaiknya, kamu perlu mempertimbangkan pilihanmu dengan cermat sebagai pemula dalam investasi emas. 

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Iwan Bisa
1 tahun yang lalu
Cara Menjadi Podcaster Profesional, 6 Skill yang yang Wajib Dikuasai - Jobnas

Cara Menjadi Podcaster Profesional, 6 Skill yang yang Wajib Dikuasai

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com - Bagaimana cara menjadi Podcaster? Apakah sulit? Jawabanya Tidak. Selama kamu mau berusaha dan belajar semua bisa tercapai.

Pernahkah kamu menonton Close The Door? Ya, konten podcast pada kanal youtube milik Daddy Corbuzier. Konten Podcast milik ayah Azka tersebut menjadi podcast number one di Indonesia.

Seru, bukan? Dan jujur saja seperti mudah saja untuk menjadi podcaster, bukan? Hanya cukup berbicara di depan mic dan memimpin jalannya wawancara. Jika kamu berpikir demikian, maka sejatinya ada beberapa skill penting untuk dikuasai terlebih dahulu oleh para calon podcaster.

Sebab podcaster itu tidak hanya sekadar bercakap di depan mic atau memimpin jalan wawancara bersama seorang narasumber yang diundang. Kamu juga perlu memahami peralatan yang akan digunakan, serta mahir memilah tren yang sedang ramai dibicarakan.

Nah, apa saja sih keahlian yang perlu dan harus dimiliki seorang podcaster? Simak selengkapnya pada artikel berikut ini.

1. Memiliki Kreativitas Tinggi

Disarikan dari Podcastmotor, skill pertama untuk wajib dimiliki oleh para podcaster adalah kreativitas yang tinggi.

Mengapa harus kreatif? Karena podcaster harus menghadirkan konten-konten unik setiap minggunya. Dan itu membutuhkan daya kreativitas yang tinggi. Hal ini itu perlu dilakukan karena memang sejatinya podcast itu adalah media di mana para pendengar ingin mendapatkan infromasi

Podcaster juga harus menetapkan strategi dan jenis konten  tertentu yang akan menjadi ciri khas dari podcast yang mereka adakan.

Pada poin pertama ini, kamu tak harus melakukannya sendiri. Yang perlu kamu lakukan adalah membentuk tim terbaik. 

Sebab, terkadang seorang podcaster dapat menemukan gagasan baru untuk konten berikutnya, namun, butuh tim yang kreatif untuk mengembangkan gagasan tersebut menjadi podcast  yang menarik.

2. Mengikuti Tren yang Ada

Poin yang kedua adalah seorang podcaster harus bisa mengikuti tren yang berkembang dan sedang hangat untuk dibahas dan diperbincangkan.

Sebab, update informasi terbaru adalah salah satu faktor penting jika kamu ingin memiliki acara podcast yang diminati oleh banyak orang.

Maka, sebelum menentukan tema dari sebuah podcast, pastikan kamu rajin mengikuti perkembangan topik yang sedang viral dan patut untuk dijadikan tema podcast.

3. Memiliki Skill Wawancara yang Baik

Tak hanya wartawan yang harus memiliki skill wawancara. Podcaster juga harus memiliki keahlian wawancara yang baik. Sebab, secara esensial, tujuan keduanya adalah mengorek informasi yang valid dari narasumber.

Berdasarkan data yang dasarikan dari radioskillsforpodcasters, faktanya masih banyak podcaster yang belum mengetahui teknik dan etika dasar wawancara.

Menurutnya, sangat jelas terlihat saat para podcaster membawakan acara, sebagian besar terlihat begitu tergesa-gesa dan tidak natural, bahkan podcaster kadang tampak tidak sopan.

Oleh sebab itu, syarat menjadi podcaster yang professional adalah wajib menguasai teknik dasar wawancara agar dapat membuat podcast yang berkualitas.

Baca juga: 7 Cara Ampuh Memotret Produk Berhasil Memikat Pelanggan

4. Fleksibel dalam Memanaj Waktu

Poin yang keempat adalah podcaster harus lihai dan fleksibel dalam memanaj waktu.

Umumnya, podcast itu diadakan setiap minggu di hari dan jam yang sama. Namun, belakangan ini, ada banyak podcaster yang update episodenya bisa lebih dari satu kali dalam seminggu. Tentunya tetap di hari dan jam yang sama.

Saat kamu ingin membuat podcast, kamu akan berkolaborasi dengan orang lain sebagai narasumber, bukan?, Terutama jika podcast kamu berformat wawancara.

Nah, agar kamu dapat bekerja bersama dengan para narasumber yang notabene juga memiliki kesibukan tersendiri, kamu harus belajar menjadi podcaster yang fleksibel dan pintar memanaj waktu.

5. Mendengar dengan Empati

Dalam studi konseling, konselor harus mendengarkan konsolie dengan penuh empati. Begitu dengan podcaster ketika melakukan podcast dengan seorang narasumber yang diundang. Tujuannya adalah agar terbangun kimestri yang baik antar keduanya sehingga acara podcast bisa berjalan natural dan penuh dengan tatakrama.

Selain dituntut haru empati terhadap narasumber, menurut Copymasters, podcaster yang baik juga perlu memiliki empati dengan para pendengar mereka.

Podcaster harus memuat konten yang sesuai dengan aspirasi para pendengar. Hal itu perlu dilakukan agar mereka tetap bertahan untuk terus mengikuti acara podcast-nya.

Baca juga: Inilah 7 Perbedaan Data Warehouse dan Data Mart yang Hampir Serupa

6. Menyajikan Cerita Yang Baik

Tak hanya harus mahir berbicara, seorang podcaster juga perlu menguasai cara menyajikan cerita yang baik. Sebab, pendengar cenderung lebih menyukai podcaster yang dapat menjiwai dalam membawakan materi.

Dalam artian, para pendengar akan lebih menghargai para podcaster yang menyertakan emosinya sendiri.

Nah, bagaimana caranya untuk mengasah kemampuang tersebut? Cobalah berlatih untuk membawakan sebuah materi dengan baik dan tidak tergesa-gesa.

Semoga bermanfaat!

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Enol Writer
7 bulan yang lalu
10 Peluang Kerja Jurusan Multimedia, Kamu Harus Tahu ini!

10 Peluang Kerja Jurusan Multimedia, Kamu Harus Tahu ini!

Batas Melamar Pekerjaan ini Career Zone

Jobnas.com - Mungkin jurusan multimedia tidak semua orang tertarik untuk mengambil kuliah di jurusan ini. Selain karena biaya yang mahal, proses pembelajarannya juga terbilang agak rumit.

Namun demikian, perkembangan teknologi yang semakin pesat juga membawa perubahan pada banyak sektor, dan tidak terkecuali media yang kini hadir dalam berbagai bentuk.

Mulai dari media cetak hingga digital, sehingga dengan demikian butuh kemasan media baru ini menciptakan peluang kerja yang luas bagi alumi jurusan multimedia.

Oleh karena itu, tak heran jika jurusan satu ini memiliki banyak peminat. Selain Karen memiliki peluang kerja yang luas, lulusannya memiliki daya saing yang cukup tinggi saat kelak terjun di dalam dunia kerja.

Akan tetapi, apa, sih, yang dipelajari oleh anak-anak jurusan multimedia? Lalu, apa saja prospek karier yang menunggu lulusan program studi tersebut?

Pengertian Jurusan Multimedia

Jurusan multimedia adalah sebuah bidang yang mencakup berbagai aspek kreatif dan teknis dalam pembuatan produk multimedia seperti film, video, animasi, game, desain grafis, dan aplikasi interaktif.

Jurusan ini mengkombinasikan pengetahuan teknis dengan kreativitas untuk menciptakan konten yang menarik dan menyampaikan pesan yang diinginkan.

Mahasiswa yang mengambil jurusan multimedia akan belajar tentang desain grafis, animasi, ilustrasi, video editing, fotografi, pemrograman, dan banyak lagi.

Tidak hanya itu saja, Anda juga akan belajar menggunakan perangkat lunak yang digunakan dalam proses pembuatan produk multimedia seperti Adobe Creative Suite, Maya, Unity, dan lainnya.

Selain itu, jurusan multimedia juga akan memberikan dasar-dasar komunikasi visual, teori warna, tipografi, dan estetika, serta mempelajari pembuatan konten yang baik dan storytelling.

Jurusan multimedia ini cocok bagi Anda yang memiliki minat dalam bidang seni dan teknologi, kreatif, dan memiliki daya imajinasi yang tinggi.

Karena ini akan membuat Anda dapat berkarier dalam bidang-bidang yang beragam sebagaimana berikut ini.

Bidang ini akan memberikan praktik langsung seperti;

  • membuat website
  • membuat dan mengedit video
  • merancang desain grafis
  • membuat animasi
  • membuat konten lainnya untuk berbagai jenis media

Baca Juga: Yuk Cek! 15 Prospek Kerja Manajemen Keuangan yang Wajib Anda Tahu

Prospek Kerja Jurusan Multimedia

Jurusan multimedia dapat memberikan banyak peluang kerja karena bidang ini sangat luas dan mencakup berbagai aspek kreatif dan teknis. Beberapa di antaranya adalah:

1. Desainer grafis

Bekerja dalam bidang desain grafis, seperti desain logo, brosur, dan materi promosi.

Desainer grafis adalah profesional yang bertanggung jawab untuk menciptakan visual yang menarik dan efektif untuk menyampaikan pesan yang diinginkan.

Mereka menggunakan perangkat lunak seperti Adobe Photoshop, Illustrator, dan InDesign untuk menciptakan desain grafis yang digunakan dalam logo, brosur, poster, dan banyak lagi.

Selain itu, desainer grafis juga harus memiliki kemampuan yang baik dalam merancang layout dan mengejar estetika yang sesuai dengan target audiens yang dituju.

2. Animator

Bekerja dalam bidang animasi, baik 2D maupun 3D, untuk film, video game, atau aplikasi interaktif.

Animator adalah profesional yang bertanggung jawab untuk menciptakan gerakan dalam animasi, baik 2D atau 3D.

Mereka menggunakan perangkat lunak seperti Adobe After Effects, Maya, dan Blender untuk membuat animasi yang digunakan dalam film, video game, aplikasi interaktif, dan banyak lagi.

Seorang animator harus memiliki kemampuan yang baik dalam menggambar dan merancang gerakan, serta menguasai perangkat lunak yang digunakan dalam proses animasi.

3. Ilustrator

Bekerja dalam bidang ilustrasi, baik untuk buku anak-anak, novel grafis, atau produk komersial.

Ilustrator adalah profesional yang bertanggung jawab untuk menciptakan ilustrasi yang digunakan dalam buku anak-anak, novel grafis, komik, dan produk komersial lainnya.

Mereka menggunakan perangkat lunak seperti Adobe Illustrator, Sketchbook, dan Corel Painter untuk membuat ilustrasi yang digunakan dalam proyek mereka.

Seorang Ilustrator yang baik, harus memiliki kemampuan yang baik dalam menggambar, merancang, dan memahami estetika yang sesuai dengan proyek yang dikerjakan.

4. Video editor

Bekerja dalam bidang editing video, baik untuk film, acara televisi, klip musik, atau konten online.

Video editor adalah profesional yang bertanggung jawab untuk mengedit video, baik itu film, acara televisi, klip musik, atau konten online.

Mereka menggunakan perangkat lunak seperti Adobe Premiere Pro, Final Cut Pro, dan Avid Media Composer untuk mengedit video dan menambahkan efek yang diinginkan.

Video editor harus memiliki kemampuan yang baik dalam mengedit, menambahkan efek, dan memahami storytelling untuk menyampaikan pesan yang diinginkan.

5. Fotografer

Bekerja dalam bidang fotografi, baik untuk produk, portraiture, atau foto jurnalistik.

Fotografer adalah profesional yang bertanggung jawab untuk mengambil foto, baik itu produk, portraiture, atau foto jurnalistik.

Mereka menggunakan kamera dan peralatan fotografi lainnya untuk mengambil foto yang digunakan dalam proyek mereka.

Seorang fotografer harus memiliki kemampuan yang baik dalam pengaturan kamera, cahaya, dan komposisi untuk menghasilkan foto yang indah dan berkualitas tinggi.

Selain itu, Seorang fotografer juga harus memiliki kreativitas yang baik dalam menghasilkan ide-ide yang unik dan inovatif untuk proyek yang dikerjakan.

6. Web designer

Bekerja dalam bidang desain website, termasuk layout, navigasi, dan interaksi.

Web designer adalah profesional yang bertanggung jawab untuk merancang dan mengembangkan website.

Mereka menggunakan perangkat lunak seperti Adobe XD, Figma, dan Sketch, serta bahasa pemrograman seperti HTML, CSS, dan JavaScript untuk membuat website yang berkualitas tinggi dan responsif.

Web designer harus memiliki kemampuan yang baik dalam merancang layout, navigasi, dan interaksi website untuk membuat pengalaman pengguna yang baik.

7. Pembuat aplikasi mobile

Bekerja dalam pembuatan aplikasi mobile, baik untuk iOS atau Android. Pembuat aplikasi mobile adalah profesi yang bertanggung jawab untuk mengembangkan aplikasi mobile untuk perangkat seperti iPhone dan Android.

Selain itu juga, mereka menggunakan bahasa pemrograman seperti Java, Swift, dan Kotlin untuk membuat aplikasi yang berkualitas tinggi dan dapat digunakan dengan mudah.

Pembuat aplikasi mobile harus memiliki kemampuan yang baik dalam pemrograman, serta memahami desain dan pengalaman pengguna untuk membuat aplikasi yang baik.

8. Pembuat game

Bekerja dalam bidang pembuatan game, baik untuk PC, konsol, atau perangkat mobile. Pembuat game adalah profesional yang bertanggung jawab untuk mengembangkan game, baik untuk PC, konsol, atau perangkat mobile.

Mereka menggunakan perangkat lunak seperti Unity, Unreal Engine, dan GameMaker Studio untuk membuat game yang menyenangkan dan menantang.

Pembuat game harus memiliki kemampuan yang baik dalam pemrograman, desain, dan storytelling untuk membuat game yang menarik.

9. Media Planer

Peluang kerja lain yang dapat dicoba oleh perusahaan multimedia besar adalah sebagai perancang media.

Anda akan bertanggung jawab untuk merencanakan, menegosiasikan, dan menjalankan kampanye perusahaan secara efektif dan efisien di media digital yang tepat.

Perencana media memastikan bahwa kampanye “menyentuh” hati khalayak. Jadi dia harus memiliki kemampuan analisis pemasaran dan konsumen yang baik.

10. Konsultan multimedia

Berikutnya bekerja sebagai konsultan dalam bidang multimedia, yang bertugas memberikan saran dan solusi kreatif untuk proyek-proyek klien.

Mereka dapat memberikan masukan dalam bidang desain grafis, animasi, video, fotografi, atau produk digital lainnya.

Konsultan multimedia harus memiliki kemampuan yang baik dalam komunikasi, serta memahami perkembangan terbaru dalam bidang multimedia untuk memberikan saran yang inovatif dan efektif.

Itu adalah beberapa contoh peluang kerja dalam bidang multimedia, tapi masih banyak lagi, sesuai dengan minat dan kemampuan anda.

Namun, perlu diingat bahwa bidang ini sangat kompetitif dan berkembang sangat cepat, jadi penting untuk terus meningkatkan keterampilan dan mengejar peluang untuk meningkatkan karier anda.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Ghufron Writer
7 bulan yang lalu
Inilah Pengertian, Tugas, Kualifikasi, Skill, dan Jenjang Karier Reporter

Inilah Pengertian, Tugas, Kualifikasi, Skill, dan Jenjang Karier Reporter

Batas Melamar Pekerjaan ini Career Zone

Jobnas.com-Dalam setiap saat, hampir di antara kita selalu mengkonsumsi berita yang disajikan berbagai media. Salah satu orang yang berperan besar dalam pemberitaan di media massa tidak terlepas dari seorang reporter, sosok yang berkaitan erat dengan dunia jurnalistik yang bertugas menyelidiki, meliput, mengumpulkan, serta menyajikan informasi sebagai berita. 

Sebelum disiarkan kepada publik, hasil liputannya pun akan melalui proses penyuntingan seorang redaktur atau produser berita.  Tanpa mereka, informasi dan berita tidak akan sampai ke pada khalayak. Meskipun tersampaikan, informasi yang diberikan kemungkinan besar takkan valid.

Lantas, apa sih yang dimaksud dengan profesi reporter? Seperti apa daftar tugas beserta kualifikasi yang harus mereka miliki? Nah, di artikel ini Jobnas.com akan menjawab itu semua. Yuk, simak sampai tuntas !

Pengertian Reporter

Dikutip dari Career Explorer, secara definitif reporter adalah mereka yang bekerja untuk mengumpulkan berita dan informasi tertentu. Tujuannya jelas, yaitu agar masyarakat terus mendapatkan informasi tentang kejadian-kejadian penting.

Baca Juga: Inilah Perbedaan antara Remarketing vs Retargeting!

Kerja-kerja seorang reporter di antaranya adalah melakukan wawancara, mencari sumber, dan mengumpulkan semua informasi yang dibutuhkan untuk menulis berita secara komprehensif. Berbagai berita yang disajikannya pun beragam, mulai dari informasi dalam bentuk tertulis, lisan, dokumenter, foto, atau artikel fitur.

Meski umumnya tak ada pembagian khusus, terkadang ada yang membagi pekerjaan ini ke dalam dua jenis. Hal ini dikarenakan ada sedikit perbedaan news reporter pada umumnya dengan TV reporter. Berikut penjelasannya

1. News Reporter

Reporter yang bertugas untuk mengumpulkan berita serta informasi penting atau yang sedang terjadi untuk diberitakan kepada publik merupakan tugas seorang News Reporter. Dari berbagai sumber, mereka mengumpulkan data yang cukup beragam dalam proses pengumpulannya. 

Misalnya dengan melakukan wawancara, kontak secara langsung, wire services (transmisi berita lewat satelit), dan juga sesi tanya jawab. Reporter akan menyusun informasi-informasi ini secara sistematis untuk dibagikan ke media cetak, radio, ataupun media online.

Beberapa media membagi-bagi pekerjaan reporter sesuai dengan jenis beritanya. Misalnya saja hiburan, olahraga, kriminal, teknologi, dan lainnya.

2. TV reporter

Reporter yang serupa dengan news reporter di media cetak atau online adalah TV Reporter. Mereka sama-sama mengumpulkan berita untuk dibagikan kepada publik. Hal yang membedakan adalah seorang TV reporter biasanya akan terlibat dengan live report untuk disiarkan di televisi.

Di samping itu, mereka juga menginvestigasi dan membahas ide baru, meliput berbagai macam peristiwa, bahkan terlibat wawancara dalam format siaran langsung. TV reporter dituntut untuk bisa menguasai penulisan bahkan mencari berita mulai dari skala kecil sampai berita skala nasional.

Selain untuk menyebarkan dan membagikan berita kepada audiens, apa fungsi dan tujuan dari pekerjaan reporter?

-mengungkap aspek mengapa (why) dan siapa (who) dalam berita yang ditulis

-menjelaskan keterkaitan berita satu dengan berita lainnya

-mengungkap latar belakang berita

-menggali persoalan di balik peristiwa dan berita

-membuka pemahaman yang lebih luas dari pembaca/khalayak

Di samping menyajikan berita, tugas seorang reporter pun harus memastikan bahwa berita yang dibagikan pun juga tidak bisa sembarangan dan harus dipastikan bahwa berita bukanlah hoaks. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh reporter saat meliput. Di antaranya adalah:

Kode Etik Jurnalistik

Cover both side/news balance, yakni perlakuan adil terhadap semua pihak yang menjadi objek berita, dengan meliput semua atau kedua belah pihak yang terlibat dalam sebuah peristiwa

Cek dan ricek, yakni meneliti kebenaran sebuah fakta atau data beberapa kali sebelum menuliskannya

Tugas dan Tanggung Jawab Reporter

Setelah kamu mengetahui pengertian dari seorang reporter, kini saatnya kamu harus memahami tugas dan tanggung jawab dari seorang reporter. Berikut di antara beberapa tugas dan tanggung jawab itu. 

1. Proses pembuatan berita

Proses atau  tahap pembuatan berita dimulai dari  mencari informasi tentang awal mula sebuah kejadian penting, memastikan kejadian yang akan diliput, dan mendokumentasikan seluruh informasi yang didapatkan, baik gambar, video, atau berupa tulisan.

2. Menulis berita

Setelah mendapatkan informasi, langkah berikutnya adalah menyusunnya menjadi sebuah berita. Ada tahapan yang perlu diperhatikan untuk menyusun informasi secara sistematis dan membentuk sebuah berita, yaitu:

menetapkan sudut pandang sesuai dengan jenis beritanya, apakah termasuk soft news, hard news, straight, feature atau analysis

Baca Juga: Inilah Penetapan Angka UMP di DKI Jakarta Tahun 2021

menulis seluruh berita dari informasi yang mereka dapat, umumnya mengacu pada 5w+1H (what, why, who, where, when + how)

mengedit berita, walaupun biasanya ada editor yang akan menyunting keseluruhan berita, namun reporter juga wajib untuk ikut membantu dalam prosesnya

Skill dan Kualifikasi Seorang Reporter

Untuk terjun langsung dalam dunia media, ada beberapa keahlian dan kualifikasi yang harus kamu penuhi. Di antaranya adalah:

1. Kemampuan observasi dan bersikap objektif

Untuk mengobservasi keadaan atau lingkungan sekitar, pada dasarnya manusia memiliki kemampuan alami. Untuk itulah  kamu harus mempertajam kemampuan observasi  untuk menjalani pekerjaan ini.

Hal penting lainnya adalah bagaimana di kemudian menjadikan sebuah berita dapat diserap dengan baik oleh para pembaca atau penonton. Namun, hal yang perlu diperhatikan adalah kamu harus dapat berpikir secara analitik untuk membuang subjektivitas dalam membuat berita

Memang, dalam tulisan subjektivitas masih akan terasa dari segi gaya bahasa. Meski demikian, jangan sampai isi berita juga menjadi subjektif dan nantinya terlihat seperti menggiring opini publik. Dengan demikian, agar emosi penulis tak terlibat, riset dan data menjadi sangat penting untuk menjadi dasar dalam pembuatan berita.

2. Rasa ingin tahu yang tinggi

Kamu harus mengasah rasa ingin tahu aagar dapat mengerjakan pekerjaan dengan baik. Keingintahuan yang sangat tinggi sangat dibutuhkan dalam mencari sebuah berita agar bisa mengulik informasi sedetail mungkin.

Hal ini bertujuan untuk memberikan informasi secara lengkap yang dibutuhkan oleh audiens dan bukan hanya sekadar ‘kulitnya’ saja.

Selain itu, rasa ingin tahu juga berguna jika kamu ingin memeriksa kembali sumber berita yang kamu dapatkan. Jangan percaya dengan satu sumber saja, tetapi kamu harus mencari sumber lain untuk kroscek kebenaranya.

3. Kemampuan berkomunikasi

Berikutnya, kemampuan komunikasi sangat diperlukan untuk menjadi seorang reporter. Mulai dari komunikasi secara verbal maupun lewat tulisan.

Dalam pekerjaannya, tak jarang reporter harus melakukan wawancara kepada narasumber atau bahkan live report di televisi.

4. Kemampuan interpersonal

Dalam menjalankan tugasnya mencari berita, seorang reporter wajib memiliki kemampuan interpersonal. Interpersonal adalah kemampuan seseorang secara efektif untuk berinteraksi dengan orang lain maupun dengan rekan kerja.

Misalnya, dengan menjadi pendengar yang baik, menyampaikan pendapat secara jelas dan bekerja dalam satu tim. Hal ini bermanfaat ketika tengah melakukan tugas peliputan. Misalnya kamu harus memiliki empati jika meliput berita musibah.

Di samping itu, kamu juga harus memiliki sikap asertif untuk mengkonfrontasi politikus ketika ada pertanyaan yang sulit dijawab.

Jenjang Karier Reporter

Menurut Rishi Career, perkembangan reporter dapat dijelaskan sesuai dengan bagan di atas.

Menjadi seorang reporter merupakan langkah awal  untuk mengawali karier di media, setelah itu baru naik ke level berikutnya. Umumnya, puncak karier dari reporter adalah pemimpin redaksi.

Akan tetapi, bagan ini bukanlah termasuk acuan dari perkembangan karier menjadi reporter. Dunia media yang luas bisa membawamu ke arah yang lebih luas juga.

Baca Juga: Perhatikan 7 Hal Ini, Apabila Ingin Menulis Surat Rekomendasi Kerja untuk Temanmu

Demikianlah penjelasan singkat Jobnas.com mengenai karir reporter, mulai dari definisi, tanggung jawab, kualifikasi, hingga jenjang kariernya. Intinya, seorang reporter adalah para petugas yang bertanggung jawab untuk menyelidiki, meliput, dan merangkum informasi menjadi sebuah berita. Bagi kamu yang gemar tantangan, pekerjaan di bidang jurnalistik ini sejatinya cocok. Bila tertarik, pastikan kamu sudah menguasai seluruh kualifikasinya dan skill-nya, ya.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
1 23 24 25 26 27 62

"Setiap pekerjaan yang dilakukan dengan hati, akan kembali menjadi rejeki yang berarti."