Blog Jobnas
Halaman artikel blog terbaru di Jobnas.com.Ketahui Batas Konsumsi Gula Per Hari dan Akibat Konsumsi Berlebihan
Jobnas.com - Mengkonsumsi gula secara berlebihan memang tidak baik. Banyak resiko yang ditimbulkan. Itulah mengapa Kemenkes melalui Permenkes No. 30 Tahun 2013 mengatur anjuran konsumsi gula, lemah, dan garam per hari untuk mengurangi resiko tersebut.
Menurut Healthline, jika dibandingkan dengan gula alami dalam sayur dan buah, gula yang ada dalam kandungan makanan instan lebih berbahaya bagi kesehatan. Dengan demikian, penting untuk kamu mengetahui berapa banyak batas konsumsi gula per hari yang aman untuk kesehatan. Yuk, simak penjelasan Jobnas.com berikut ini !
Kebiasaan Konsumsi Gula
Dua faktor utama ini akan menentukan konsumsi gula per hari, yaitu total asupan kalori dan tingkat aktivitas. Setiap makanan yang kita konsumsi sehari-hari, hampir mengandung banyak gula. Penting untuk diketahui bahwa ada perbedaan mendasar antara gula tambahan dan gula alami dalam sayur serta buah-buahan.
Gula alami yang ada pada sayur dan buah mengandung air, serat, dan nutrisi lainnya, sehingga konsumsinya tidak akan membahayakan. Meski demikian, saat ini konsumsi gula harian lebih banyak didapatkan dari makanan dan minuman olahan dengan gula tambahan.
Baca Juga: Kenali Lebih Akrab Layanan Microsoft 365 Auto Sukseskan Kinerjamu
Saat membeli soft drink dan camilan misalnya, kamu bisa melihat berapa banyak kandungan gula dalam setiap sajian makanan atau minuman tersebut. Gula jenis itulah justru membahayakan apabila terus-menerus dikonsumsi dalam takaran yang berlebihan.
Batas Konsumsi Gula Per Hari
Makanya, menurut Permenkes No. 13 Tahun 2013 tentang Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam dan Lemak Serta Pesan Kesehatan Pada Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji, anjuran konsumsi gula per hari adalah 50 gram per orang.
50 gram gula ini setara dengan 10% dari total energi sebesar 200 kkal (kilokalori) atau setara dengan 4 sendok makan. Sementara American Heart Association menganjurkan konsumsi gula per hari, yaitu:
-Laki-laki: tidak lebih dari 9 sendok teh (36 gram gula atau 150 kkal)
-Perempuan: 6 sendok teh (25 gram gula atau 100 kkal)
Sebagai contoh, satu botol kopi kemasan yang biasa kamu beli di minimarket mengandung 130 kkal gula. Nah, dengan mengkonsumsi satu botol, kamu sudah melebihi batas konsumsi gula per hari. Sebaiknya kamu perlu memperhatikan terlebih dahulu kandungannya di belakang kemasan jika membeli makanan olahan atau minuman. Hal ini dilakukan untuk memastikan kamu tidak melebihi batas konsumsi gula per hari.
Namun, tentunya akan lebih baik lagi jika kamu membatasi konsumsi gula tambahan dari produk makanan serta minuman olahan. Mulailah menggantinya dengan konsumsi gula alami dari buah-buahan dan sayur.
Akibat Konsumsi Gula Berlebihan
Menurut Healthline, konsumsi gula yang berlebihan bisa menyebabkan banyak penyakit serius, di antaranya:
1. Kenaikan Berat Badan hingga Obesitas
Perlu diketahui bahwa sumber utama gula fruktosa berasal dari minuman olahan dengan pemanis buatan seperti soda, jus kemasan, dan teh dengan berbagai macam rasa. Fruktosa merupakan salah satu jenis simple sugar atau karbohidrat. Terlalu banyak mengkonsumsi fruktosa akan meningkatkan nafsu makan kamu.
Jadi, semakin banyak kamu mengonsumsi minuman atau makanan manis, kamu justru tidak akan merasa kenyang, malah ingin makan terus. Hasilnya berat bandan pun naik dan berpotensi jadi obesitas.
Baca Juga: Optimalkan Local SEO, Agar Kamu Menguasai Bisnis di Area Lokal
2. Risiko Penyakit Jantung
Meningkatnya risiko penyakit jantung juga sering dikaitkan dengan mengonsumsi gula yang tinggi perhari. Sebuah studi yang dirilis oleh Frontiers, masih mengutip Healthline, ditemukan bahwa peserta yang mengonsumsi gula tambahan memiliki risiko penyakit jantung lebih besar dan berisiko mengalami komplikasi. Makanan dan minuman manis akan membuat konsumsi gula per harimu menjadi lebih tinggi dan menyebabkan risiko penyakit yang lebih parah.
3. Timbulnya Jerawat
Sebagaimana dikutip dari Healthline, sebuah studi dari National Institutes of Health di Amerika Serikat menunjukkan bahwa mengkonsumsi makanan manis dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah dan insulin.
Adanya lonjakan ini mengakibatkan peningkatan sekresi androgen, produksi minyak, hingga peradangan. Ketiga hal tersebut berperan besar dalam tumbuhnya jerawat. Saat konsumsi gula per hari kamu berlebihan, ini akan terus terakumulasi dan menjadi salah satu penyebab munculnya jerawat.
4. Diabetes Tipe 2
Konsumsi gula jumlah tinggi yang berkepanjangan akan mendorong resistensi terhadap insulin, hormon yang diproduksi oleh pankreas dan mengatur kadar gula darah. Resistensi insulin akan menyebabkan kadar gula darah tinggi dan meningkatkan risiko diabetes.
Itulah mengapa, konsumsi gula dalam jumlah yang besar akan secara langsung meningkatkan risiko diabetes. Hal ini juga berkontribusi besar terhadap kenaikan berat badan yang juga merupakan salah satu faktor penyebab diabetes.
Baca Juga: SEO Audit, Optimalkan Kinerja Website di Halaman Pencarian
Nah, demikianlah informasi Jobnas.com terkait r batas konsumsi kopi per hari yang perlu kamu ketahui. Hal yang peru kamu pahami adalah kamu perlu mencoba perlahan mengganti makanan atau minuman manis dengan buah-buahan. Sebab, kandungan gula alami yang ada dalam buah lebih sehat dibandingkan gula tambahan.
Baca SelengkapnyaIni Dia 5 Tips Membuat Portofolio Content Writer
Jobnas.com - Contoh serta tips untuk membuat sebuah content writer dewasa ini banyak dicari oleh para pencari kerja. Bagi orang-orang yang ingin terjun dalam bidang content writing, hal ini sangat cocok karena dokumen tersebut menjadi bagian yang begitu penting. Problemnya, terkadang masih ada calon content writer yang merasa skeptis akan portofolio yang telah mereka buat.
Keraguan itu muncul saat mereka biasanya sering mempertanyakan kualitas dari tulisan yang dicantumkan. Padahal, pada kenyataannya membuat portofolio content writer tidak sesulit yang dibayangkan, lho.
Baca Juga: Aplikasi Pluang, Review Aplikasi Investasi, Kelebihan dan Kekurangan
Di artikel kali ini, Jobnas.com akan memaparkan terkait bagaimana cara menyusun portofolio content writer yang menarik serta contohnya yang dapat membuat perusahaan terkesan. Yuk, simak selengkapnya sampai tuntas !
Hal yang Perlu Dicantumkan dalam Portofolio
Apa saja hal-hal dan kriteria yang perlu dicantumkan dalam portofolio content writer ? Apakah hanya rangkuman tulisan? Apakah harus disertakan ilustrasi? Apa saja kira-kira faktor yang perlu kamu letakkan di dalamnya?
Dilansir dari Clippings, terdapat tiga hal yang harus kamu pertimbangkan untuk dimasukkan ke dalam portofolio content writer. Berikut di antaranya.
1. Objective dari Portofolio
Langkah pertama, kamu harus menjelaskan apa yang kamu lakukan dengan portofolio tersebut jika ingin memastikan portofolio tulisan mencapai tujuannya.
Jelaskan bahwa portofolio tersebut berisi daftar tulisan kamu yang sudah pernah dipublikasikan. Umumnya, content writer terkenal membagi objektif dalam tiga hal, yaitu:
-untuk mendapatkan perhatian pihak luar
-untuk mendapatkan pekerjaan
-untuk menjual apa yang sudah ia buat
Tiga hal ini penting karena menjadi kerangka penulisan portofolio. Hal tersebut akan membantu kamu membuat objektif. Objektif bisa dimulai dengan bagaimana kamu melakukan riset untuk menjadi bahan tulisan, membuat tulisan, hingga menulis sesuai deadline yang sudah ditetapkan.
Baca Juga: Inilah Perbedaan antara Remarketing vs Retargeting!
2. Contoh Tulisan yang Sudah Diterbitkan
Contoh tulisan merupakan hal selanjutnya yang wajib kamu cantumkan di dalam portofolio content writing. Beberapa orang umumnya menyarankan untuk memasukkan sekitar 10-20 karya ke dalam portofolio.
Hal tersebut bertujuan untuk memberikan gambaran tentang apa yang dapat dilakukan oleh penulis secara umum. Namun, masih menurut Clippings untuk memilih sampel tulisan yang paling sesuai dengan objektif portofolio.
Di samping itu, jangan lupa untuk masukkan karya tulis dengan laras bahasa yang berbeda. Hal ini penting untuk menunjukkan fleksibilitasmu sebagai penulis ulung.
3. Biografi Penulis
Dalam portofolio content writer, biasanya bagian biografi sering kali dilupakan. Hal ini biasanya terjadi karena content writer cenderung merasa bahwa biografi cukup dimasukkan dalam CV atau lamaran kerja.
Nah, apa saja yang perlu dimasukkan dalam biografi? Untuk penulis yang sudah berpengalaman, masukkan jabatan terakhir dan peranmu di dalamnya. Sementara, untuk fresh graduate, masukkan peran di kampus yang mendukung portofolio content writer tersebut.
4. Pencapaian atau Kontribusi
Jangan lupa untuk mencantumkan pencapaian dan kontribusimu di portofolio jika kamu pernah terlibat dalam proyek menulis dan dapat mengukur hasil dari hasil tulisanmu.
Pencapaian atau kontribusi tersebut dapat berupa jumlah tulisan yang dihasilkan, testimoni dari rekan kerja, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai target, dan sebagainya.
5. Informasi Kontak
Terakhir, jangan lupa untuk mencantumkan informasi kontak seperti email, nomor telepon, atau media sosial. Bagian ini akan memudahkan pembaca yang tertarik untuk menghubungimu dan menawarkan pekerjaan maupun proyek.
Tips Menyusun Portofolio Content Writer
Agar tulisanmu bisa terlihat menarik, langkah selanjutnya adalah menyajikannya apabila kamu telah memilah apa yang dimasukkan ke dalam portofolio. Penyajian ini bahkan cukup penting karena menentukan nasibmu selanjutnya. Jika kamu penasaran terkait bagaimana cara menyajikannya, yuk simak penjelasan berikut !
1. Buat secara Online
Perlu diketahui bahwa portofolio fisik sudah dianggap ketinggalan zaman, meski belum sepenuhnya punah. Pasalnya, seiring kemajuan teknologi kamu dapat membuat dan menayangkan portofolio content writer secara online.
Nah, peluang kamu untuk dilihat lebih banyak orang lebih besar dengan tampil secara online. Ini juga membuat kamu memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mendapatkan tawaran pekerjaan, baik itu permanen atau freelance.
Baca Juga: Antara Bullet Journalling atau Digital Journalling, Tentukan Pilihanmu!
Meski demikian, menurut Smart Blogger, saat menayangkan portofolio secara online ada hal yang patut kamu perhatikan. Salah satunya dan yang termasuk penting adalah memastikan bahwa domain yang kamu buat kontekstual dengan portofolio.
2. Manfaatkan Jasa Pembuatan Portofolio
Seorang content writer terkadang terkendala untuk menampilkan portofolio yang menarik. Pasalnya, pekerjaan mereka berkaitan dengan tulisan, sehingga kadang luput dengan aspek visual tulisannya. Nah, kamu bisa menggunakan jasa pembuatan portofolio content writer yang menyediakan contoh karya mereka, seperti Clippings, Contently, dan Muckrack.
3. Tampilkan Isi dengan Jelas dan Terstruktur
Salah satu contoh jenis portofolio yang teknik pembuatannya rumit adalah portofolio untuk peran content writer. Bukan persoalan apa saja yang perlu ditampilkan, namun juga bagaimana cara membuat isi yang akan seluruhnya dibaca.
Oleh karena itu, kamu harus memastikan agar isi dari portofolio kamu jelas dan terstruktur. Di samping itu, gunakan ukuran font judul 16pt dan ukuran isi 14pt. Tips lainnya adalah perbesar ukuran spasi tiap kalimat agar lebih baik. Terakhir, sebaiknya tidak menggunakan font dengan warna merah muda atau hijau karena jelas akan mengganggu pembaca.
4. Hindari Kesalahan Tata Bahasa
Salah satu hal yang tak bisa ditoleransi adalah kesalahan tata bahasa dalam menyusun portofolio. Sudah saatnya kesalahan tata bahasa yang fundamental tidak terjadi sebagai content writer. Kamu pun bisa mengatasi hal tersebut dengan memeriksa kembali portofolio kamu sebelum ditayangkan. Apabila kesalahan terjadi saat penayangan, beri keterangan ada kesalahan. Jika kamu abaikan, justru akan memicu masalah ke depannya.
5. Link Menuju Karya yang Diterbitkan
Jangan lupa untuk selalu menggunakan link menuju karyamu jika pernah diterbitkan di website atau media online lainnya. Nah, ini merupakan salah satu cara dan menjadi bukti bahwa kamu tidak berbohong dan tulisanmu sudah cukup bagus untuk dapat diterbitkan dan dibaca oleh orang banyak.
Baca Juga: SEO Audit, Optimalkan Kinerja Website di Halaman Pencarian
Demikianlah penjelasan Jobnas.com mengenai hal-hal penting yang harus kamu perhatikan sebelum membuat portofolio untuk posisi content writer. Diharapkan setelah membaca informasi ini, kamu akan lebih siap untuk mendaftar kerja sebagai content writer.
Baca SelengkapnyaDefinisi Bisnis B2B dan Bedanya dengan B2C, serta Contoh Implementasinya
Jobnas.com - Tak jarang orang seringkali akan bertanya-tanya mengenai apa sih sebenarnya B2B itu ? Jadi, B2B itu merupakan singkatan dari Business to Business yang merupakan salah satu praktik penjualan yang dilakukan oleh sebuah perusahaan.
Lantas, apakah istilah B2B mendeskripsikan suatu perusahaan, atau hanya salah satu jenis praktik di dalam marketing saja?
Di artikel ini Jobnas.com akan menjelaskan itu semua untuk mu. Yuk, simak penjelasannya !
Pengertian B2B
Barangkali, istilah B2B masih tidak terlalu familiar di telinga orang awam. Hal ini dikarenakan mayoritas orang hanya mengetahui perusahaan yang menjalankan praktik B2C atau Business to Customer saja.
Baca Juga: 5 Tips Memberikan Hadiah Kepada Bos yang Perlu Kalian Pertimbangkan
Menurut Business News Daily, secara definitif B2B adalah proses penjualan yang dilakukan oleh satu bisnis atau perusahaan ke perusahaan lainnya. Jadi, beda dengan B2C yang hanya menerapkan sistem penjualan produk atau jasa kepada konsumen.
Sebagai contoh, terdapat sebuah perusahaan otomotif. Untuk membuat sebuah mobil, perusahaan otomotif ini membutuhkan bahan seperti kaca, aluminium, karet, dan lain-lain. Nah, perusahaan ini akan membeli bahan-bahan tersebut dari perusahaan lain yang menjualnya.
Contoh lainnya adalah B2B dalam bentuk jasa adalah misalnya terdapat sebuah perusahaan yang menyediakan jasa fotografi dan videografi. Alih-alih menawarkan jasanya langsung ke konsumen, mereka menawarkan jasanya ke perusahaan lain.
Kerja sama ini juga merupakan salah satu contoh praktik B2B yang bisa dilakukan oleh perusahaan.
Perbedaan B2B dan B2C
B2C merupakan jenis praktik bisnis lainnya yang biasanya sering digunakan. Nah, seperti dikutip dari Word Steam, bedanya dengan B2B adalah sebagai berikut:
1. Konsumen
Perbedaan B2B dan B2C terletak pada konsumennya. Dari singkatannya saja sebenarnya sudah terlihat. Bisnis B2B menjual barang atau jasa pada bisnis atau perusahaan lain. Jadi, target konsumen mereka biasanya merupakan pemegang keputusan di suatu perusahaan, seperti manager. Sedangkan bisnis B2C, target konsumen mereka adalah para end user, yaitu pengguna yang tahu cara menggunakan suatu produk.
2. Hubungan dengan Konsumen
Hubungan dengan konsumen atau customer relationship merupakan perbedaan kedua antara B2B dengan B2C. Berhubung konsumen dalam B2B adalah sebuah bisnis atau perusahaan, maka hubungan yang perlu dibangun cenderung bersifat personal.
Untuk menarik minat calon leads agar mau berbisnis denganmu secara berulang dalam jangka waktu yang panjang, kamu perlu fokus memikirkan strategi.
Sedangkan customer relationship pada B2C lebih berpusat terhadap hubungan yang sifatnya transaksional. Tujuan utamamu adalah mendapatkan sebanyak-banyaknya konsumen yang mau membeli produk.
3. Strategi Branding
Strategi branding merupakan perbedaan B2C dan B2B selanjutnya. Perusahaan B2B lebih berfokus untuk positioning, sedangkan perusahaan B2C biasanya fokus kepada messaging. Bisnis B2B harus secara konsisten menunjukkan apa hal spesial yang mereka tawarkan untuk target audiens melalui relationship building.
Dikarenakan interaksi antara brand dan konsumen sangatlah minim pada B2C, maka strategi branding sangat bergantung pada hal lain yang harus mengesankan. Hal itu adalah pesan atau copywriting yang sangat kuat.
4. Target Audiens
Pada bisnis B2B, biasanya target audiens bersifat lebih spesifik dan niche. Sedangkan target audiens bisnis B2C terdapat pada pasar yang lebih luas.Dengan demikian, untuk memahami demografi dan kebutuhan target audiens, diperlukan strategi yang berbeda.
Pada strategi marketing, B2B memiliki tujuan utama untuk mendapatkan lead generation. Jadi, taktik yang banyak digunakan ialah menganalisis data melalui Google Analytics dan keyword research. Sementara untuk B2C, mereka akan memaksimalkan strategi marketing di seluruh funneling, mulai dari tahap awareness hingga conversion.
5. Copywriting Iklan
Perbedaan B2C dan B2B yang terakhir adalah strategi pada copywriting iklan. Target konsumen B2B kemungkinan besar hanya akan membeli produk atau jasa dari perusahaan yang paham mengenai istilah, proses, hingga keputusan bisnis yang harus diambil.
Dengan demikian, copywriting yang dibuat haruslah terdengar profesional. Di sisi lain, copywriting iklan pada usaha B2C biasanya lebih terdengar emosional dan trendy yang menyesuaikan dengan demografi target konsumennya.
Cara Kerja Perusahaan B2B
Marketing, bisnis, sales, dan supply chain merupakan beberapa komponen di dalam transaksi B2B. Selain komponen-komponen itu, masih ada banyak lagi komponen lainnya. Nah, perbedaan mencolok antara praktik B2C B2B adalah jenis konsumennya.
Menurut The Balance Careers, konsumen dari B2B biasanya adalah eksekutif kelas atas dan juga para pembeli profesional. Oleh karena itu, para pelaku di bisnis ini dituntut untuk memiliki etika bisnis dan profesionalitas yang tinggi.
Baca Juga: Kalian Ingin Tahu Waktu Paling Ampuh Menaikkan FYP?
Beberapa di antaranya adalah menggunakan bahasa bisnis, datang ke meeting tepat waktu, berpakaian formal, dan etiket lain yang harus diperhatikan. Dikutip dari laman Investopedia, agar dapat berhasil, transaksi B2B membutuhkan perencanaan yang sangat terperinci.
Jadi, sebelum melangsungkan penjualan, perusahaan perlu menjalin hubungan profesional dengan perusahaan lain agar meningkatkan probabilitas keberhasilan transaksi.
Lebih dari itu, agar kamu dapat mengetahui apa saja yang dibutuhkan dan apa saja yang bisa mereka tawarkan, riset secara komprehensif terkait perusahaan yang hendak dituju sangat dibutuhkan.
Contoh Implementasi B2B dalam Perusahaan
Nah, kini saatnya kamu untuk mengetahui contoh perusahaan yang mengimplementasikan konsep B2B setelah mengetahui definisi serta cara kerjanya.
Berdasarkan industrinya masing-masing, mulai dari manufaktur hingga retail, beberapa contoh perusahaan B2B di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Industri Otomotif
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, perusahaan otomotif merupakan salah satu contoh perusahaan B2B. Untuk membuat mobil dan motor, tentu perusahaan membutuhkan berbagai macam jenis komponen dan juga spare part.
Sangat jarang ada perusahaan otomotif yang memproduksi komponen seperti ban, kaca, atau bahkan aluminium untuk mobil itu sendiri. Lumrahnya, perusahaan-perusahaan tersebut bekerja sama dengan puluhan atau bahkan ratusan perusahaan manufaktur yang menjadi supplier.
2. Industri Cleaning Service
Industri yang menawarkan jasa merupakan contoh dari implementasi B2B selanjutnya. Salah satunya adalah cleaning service. Industri cleaning service juga menawarkan jasanya secara B2B. Umumnya, jasa cleaning service digunakan oleh manajemen gedung, mal, dan tempat publik lainnya.
3. Industri Kreatif
Terdapat banyak juga transaksi B2B yang dilakukan di dalam industri kreatif. Agency, startup kreatif, dan production house merupakan contoh utamanya. Transaksi yang dijalankan perusahaan ini mayoritas berbasis B2B.
Semisal, terdapat startup fotografi yang menawarkan jasa foto dan video untuk konsumennya (berbasis B2C). Meskipun demikian, beberapa startup ini juga melakukan transaksi B2B dengan cara menawarkan jasanya untuk memotret atau membuat video perusahaan lain.
Baca Juga: Suatu Prediksi Cloud Services yang Akan Menjadi Masa Depan Microsoft Azure
Demikianlah penjelasan Jobnas.com tentang apa itu B2B, cara kerjanya, dan beberapa contoh perusahaannya. Hal yang sangat penting dilakukan adalah mengetahui dasar-dasar dari B2B, terutama apabila kamu ingin mulai terjun ke dalam industri yang memungkinkan transaksi ini untuk terjadi.
Baca Selengkapnya7 Makanan Sebelum Tidur yang Baik Dikonsumsi
Jobnas.com - Dalam beberapa studi, makan sebelum tidur sangat tidak dianjurkan karena tidak baik bagi kesehatan.
Menurut Sleep Foundation, makan terlalu malam dekat dengan jam tidur memang sangat tidak direkomendasikan.
Selain dapat mengurangi kualitas tidur, makan sebelum tidur juga bisa meningkatkan resiko.
Meski demikian, terdapat pula beberapa studi yang menunjukkan bahwa ada makanan tertentu yang baik dikonsumsi 1 sampai 2 jam sebelum tidur. Berikut ini merupakan ketujuh makanan tersebut yang telah Jobnas.com rangkun untuk mu. Yuk, simak sampai tuntas !
1. Kacang-kacangan
Kacang-kacangan menjadi makanan yang baik dikonsumsi sebelum tidur yang pertama, terutama kacang kenari dan almond. Karena berfungsi sebagai salah satu sumber melatonin, kacang-kacangan membantu meningkatkan kualitas tidur.
Baca Juga: Waspadai Tanda HRD Tidak Terkesan Denganmu saat Interview
Melatonin adalah hormon dalam tubuh yang berperan penting dalam mengatur jam tidur, terutama dalam memberi sinyal pada tubuhmu mengenai kapan harus tidur.
Kacang almon mengandung banyak sekali magnesium yang mampu meningkatkan kualitas tidur karena kemampuannya dalam mengurangi inflamasi dan hormon kortisol yang biasanya mengganggu tidurmu.
Selain itu, kacang kenari juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh, seperti mengurangi peradangan dan menurunkan tekanan darah.
2. Buah-buahan
Jika kamu merupakan orang yang kekurangan nutrisi, sebaiknya mengonsumsi buah-buahan menjadi langkah yang tepat untukmu. Pasalnya, buah-buahan mengandung banyak nutrisi dan rendah kalori yang bermanfaat untuk tubuh.
Nah, buah kiwi menjadi salah satu buah yang baik untuk dimakan sebelum tidur. Menurut Healthline, mengonsumsi 1-2 kiwi sebelum tidur bisa membantumu lebih cepat tidur dan membuat tidur menjadi lebih lama.
Hal tersebut dikarenakan kiwi merupakan salah satu sumber antioksidan dan vitamin C yang sering kali mempengaruhi level serotonin dalam tubuh. Serotonin sendiri adalah zat dalam otak yang mampu membantu mengatur pola tidur dengan baik. Jadi, apabila kamu ingin memperbaiki pola tidur, jangan lupa untuk konsumsi buah-buahan sebelum tidur terutama buah kiwi.
3. Ikan
Ikan merupakan makanan yang baik dikonsumsi sebelum tidur selanjutnya, terutama ikan yang mengandung cukup lemak, di antaranya adalah seperti ikan kembung, tuna, salmon, dan forel. Ikan-ikan jenis ini mengandung vitamin D dan omega 3 yang sangat banyak.
Perpaduan antara vitamin D dan omega 3 inilah yang bisa membantu memperbaiki kualitas tidur karena mampu meningkatkan produksi serotonin. Sebaiknya kamu juga perlu untuk memperhatikan cara pengolahannya agar supaya maksimal dalam memanfaatkannya.
Hindari mengonsumsi ikan yang digoreng dalam minyak panas yang banyak karena justru akan membuatmu mengonsumsi lemak berlebih. Kamu bisa mengukus atau mengolah ikan tersebut menjadi hidangan sup.
4. Yoghurt
Berbagai olahan susu seperti keju dan yoghurt mengandung zat bernama triptofan. Triptofan ini merupakan salah satu asam amino yang mempengaruhi tingkat produksi serotonin dan melatonin dalam tubuh.
Seperti yang telah disinggung di atas, serotonin dan melatonin sangat berperan penting dalam mengatur pola tidur. Di samping bermanfaat untuk menjaga kualitas tidur, yoghurt juga memiliki banyak manfaat lainnya. Seperti mampu menjaga kepadatan tulang, melancarkan pencernaan, dan mengontrol berat badan.
Baca Juga: Cara Menonaktifkan BPJS Kesehatan dengan Mudah
Jadi, mengonsumsi yoghurt sebelum tidur ini pas sekali untuk kamu yang memang sedang menjalani program diet. Namun, sebaiknya kamu memilih yoghurt plain karena beberapa jenis yoghurt mengandung gula yang cukup tinggi.
5. Nasi
Dikutip dari Health Essentials, makanan yang baik dikonsumsi sebelum tidur selanjutnya adalah makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, seperti roti gandum, crackers, nasi. Sebaliknya, hindari mengonsumsi karbohidrat sederhana, seperti pasta, kue, cookies.
Karbohidrat kompleks mengandung lebih banyak serat dan nutrisi yang mengenyangkan. Jadi, bisa mencegah rasa lapar saat tengah malam. Di samping itu, karbohidrat sederhana justru bisa mengurangi produksi serotonin dan berdampak negatif pada pola tidur.
6. Sayuran Hijau
Selain kacang almon, sayuran hijau merupakan bahan makanan lain yang mengandung magnesium tinggi , seperti kacang panjang, bayam, sawi hijau, dan selada. Agar supaya lebih nikmat dalam mengonsumsinya, kamu bisa mengolahnya menjadi salad sehat.
Di samping itu, kamu juga bisa mengolahnya menjadi jus yang dicampur dengan buah-buahan, seperti pisang dan kiwi yang juga mengandung magnesium. Sayuran hijau juga dikenal karena manfaatnya dalam menjaga kesehatan mata, di samping berdampak baik bagi kualitas tidur.
Hal ini tentunya sangat cocok bagi pekerja yang mayoritas menghabiskan waktu di depan layar komputer. Ayo jaga kesehatan matamu dengan banyak mengonsumsi sayur hijau!
7. Oatmeal
Oatmeal merupakan makanan yang baik dikonsumsi sebelum tidur yang terakhir. Serupa dengan nasi,oatmeal merupakan makanan yang mengandung karbohidrat tetapi dengan serat yang lebih tinggi.
Di samping itu, oatmeal juga ternyata merupakan salah satu sumber melatonin.
Salah satu penyebab insomnia adalah rasa stres dan cemas yang berlebihan. Seorang perawat Eli Ben Yehuda, seperti dikutip dari Resperate menyatakan bahwa mengonsumsi oatmeal secara rutin mampu menetralkan hormon yang berhubungan dengan stres.
Kamu dapat menyeimbangkan level kortisol dan sistem saraf berkat kandungan vitamin B kompleks yang terdapat pada oatmeal.
Baca Juga: Dampak Perppu Cipta Kerja bagi Pekerja
Nah, itulah penjelasan Jobnas.com mengenai 7 makanan yang baik dimakan beberapa jam sebelum tidur yang perlu kamu ketahui.
Meski demikian, hal yang tak boleh kamu lupakan adalah kamu harus memperhatikan cara mengolah, porsi, dan jadwal makanmu.
Jika kamu merupakan seorang pekerja, sebaiknya jangan sepelekan asupan makanan dan kesehatan tubuh karena ketika kamu sakit, kamu pasti akan kesulitan untuk berikan kinerja yang terbaik.
Baca Selengkapnya8 Cara Membuat Deskripsi Produk yang Menarik
Jobnas.com - Membuat deskripsi yang menarik adalah salah satu cara untuk bisa menarik perhatian konsumen.
Karena, secara umum, deskripsi produk seringkali menjadi hal kedua yang dilihat setelah tampilan luarnya. Jika tampilannya bagus, didukung dengan deskripsinya yang jelas dan menarik, para konsumen akan semakin yakin untuk membeli produkmu.
Oleh karena itu, menjadi penting untuk mengetahui cara membuat deskripsi produk yang jelas dan menarik.
Nah, bagaimana cara dan langkah-langkahnya? Yuk, simak penjelasan berikut ini!
1. Ketahui siapa calon pelangganmu
Bagi para pelaku bisnis, mengetahui siapa yang menjadi target pasar terlebih dahulu merupakan sesuatu yang wajib. Hal ini dilakukan agar mereka bisa memilih dan mempertimbang strategi marketing apa yang cocok untuk digunakan. Langkah ini disebut dengan buyer persona.
Dengan memahami calon pelanggan ketika ingin membuat deskripsi, akan membuatmu paham gaya bahasa seperti apa yang tepat untuk digunakan.
Ada beberapa hal yang perlu kamu identifikasi dari calon pelangganmu berdasarkan penjelasan dari Neil Patel, yaitu:
- lokasi
- usia
- gender
- minat
- level pendidikan
- level pendapatan
- bahasa
2. Bangun brand personality dengan tone of voice
Salah satu aspek yang tidak boleh diabaikan dalam membuat semua jenis tulisan, mulai dari copy, konten, caption, hingga deskripsi produk adalah tone of voice.
Sederhananya, tone of voice itu adalah pilihan kata yang kamu gunakan di semua platform bisnismu.
Jadi, dengan pilihan kata ini, kamu bisa menselaraskan deskripsi produknya dengan tulisan di platform-platform lainnya untuk membangun brand personality dan value perusahaanmu.
3. Pilih kata yang persuasif
Adapun cara ketiga untuk membuat deskripsi produk yang menarik adalah memilih kata-kata yang menggugah dengan kalimat-kalimat yang persuasif.
Intinya, ketika membuat deskripsi, pemilihan kata tidak boleh sembarangan.
Sebagaimana yang disampaikan oleh David Ogilvy dan dikutip oleh Buffer, setidaknya ada 20 kata yang potensial cukup berpengaruh bagi para konsumen, yaitu:
Suddenly (tiba-tiba), now (sekarang), announcing (mengagumkan), introducing (memperkenalkan), improvement (kemajuan), amazing (luar biasa), sensational (menggemparkan), remarkable (luar biasa), revolutionary (perubahan) startling (mengagetkan), miracle (keajaiban), magic (sulap), offer (menawarkan), quick (cepat), easy (mudah), wanted (diinginkan), challenge (tantangan) compare (membandingkan), bargain (menawar), dan hurry (mempercepat).
4. Buat kalimat yang mudah dipahami
Langkah selanjutnya adalah pastika kamu membuat deskripsi produk dengan kalimat yang mudah dipahami.
Usahakan jangan terlalu bertele-tele. Tuliskan dengan singkat, padat dan mudah dipahami. Jika diperlukan, kamu juga bisa memanfaatkan bullet atau poin-poin untuk memberikan penjelasan yang lebih detail.
5. Sertakan informasi produk secara detail
Deskripsi itu gunanya adalah untuk memberikan gambaran awal tentang suatu produk. Maka, menyertakan informasi produk tersebut secara detail merupakan suatu keharusan.
Semisal deskripsi tentang pakaian, maka yang harus disertakan adalah seperti ukuran, bahan yang digunakan, warna, model dan lain sebagainya.
6. Sampaikan kelebihan dan manfaat produk
Selain harus menyertakan fitur, spesifikasi, dan ciri-ciri produk di deskripsi, kamu juga perlu menyampaikan kelebihan dan manfaat yang ditawarkan dari produkmu.
Jika produk kecantikan, maka cara untuk membuat deskripsi produk yang menarik adalah dengan mengatakan bahwa produk tersebut tahan lama, tidak mengandung bahan berbahaya dan lain sebagainya.
Dengan begitu, besar kemungkinan pelanggan akan lebih memilih produkmu ketimbang brand lainnya.
7. Perhatikan SEO Google
Jika produkmu dijual secara online, maka kamu harus memerhatikan search engine optimization (SEO). Hal ini perlu dilakukan agar produkmu mudah ditemukan di search engine sehingga bisa menjangkau konsumen yang lebih luas. Dengan begitu, penjualan produkmu akan terus meningkat.
8. Analisis Kebutuhan Pasar
Sebelum meluncurkan produk baru atau mengembangkan deskripsi produk yang menarik, adalah penting untuk melakukan analisis menyeluruh tentang kebutuhan dan preferensi pasar.
Analisis ini memungkinkan Anda untuk memahami dengan lebih baik apa yang dicari oleh pelanggan potensial Anda dan bagaimana produk Anda dapat memenuhi kebutuhan mereka dengan cara yang paling baik.
Mengapa Analisis Kebutuhan Pasar Penting?
-
Memahami Target Audiens: Analisis kebutuhan pasar membantu Anda memahami siapa target audiens Anda dan apa yang mereka cari dalam produk. Ini melibatkan pemahaman tentang demografi, preferensi, gaya hidup, dan tantangan yang dihadapi oleh pelanggan potensial Anda.
-
Menyempurnakan Fitur dan Manfaat Produk: Dengan memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan, Anda dapat menyempurnakan fitur dan manfaat produk Anda. Ini membantu Anda mengkomunikasikan nilai produk secara lebih efektif kepada pelanggan potensial Anda.
-
Mengidentifikasi Peluang Pasar: Analisis kebutuhan pasar membantu Anda mengidentifikasi peluang pasar yang belum terpenuhi atau kekosongan dalam pasar. Ini memungkinkan Anda untuk mengembangkan produk yang inovatif dan memenuhi kebutuhan yang belum terpenuhi.
-
Mengurangi Risiko: Dengan memahami pasar dengan baik, Anda dapat mengurangi risiko kegagalan produk dan meminimalkan kerugian investasi Anda. Memiliki pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan pasar membantu Anda mengambil keputusan yang lebih baik tentang pengembangan produk dan pemasaran.
Dengan menerapkan delapan cara di atas, kamu akan bisa membuat deskripsi yang baik sehingga pelanggan akan semakin yakin untuk memilih produkmu.
Baca SelengkapnyaWajib Tahu, 5 Langkah Penting untuk Memulai Bisnis Online
Jobnas.com - Semenjak tahun 2019, aplikasi jual beli mulai marak diminati oleh masyarakat luas. hal ini tidak terlepas dari kemajuan jaman yang semakin kesini semakin dipermudah. Untuk melakukan sesuatu dalam segala aspek kehidupan, baik kegiatan keseharian seperti interaksi sosial, belanja dan lainnya bisa dilakukan secara online. Bahkan membangun bisnis pun bisa dilakukan secara online.
Sebagai contoh, banyak dari kalangan remaja yang kreatif dan jeli memanfaatkan situasi dengan berjualan di berbagai platform marketplace. Nah, apakah kamu juga tertarik membangun bisnis secara online? Jika iya, maka berarti kamu perlu untuk mengetahui terlebih dahulu beberapa tips untuk memulai bisnis online.
Membangun bisnis kecil secara online kini sepertinya sedang menjadi tren tersendiri. Sebab, dengan bisnis semacam ini, meski hanya rumah, kalian tetap bisa mendapat penghasilan.
Apa saja langkah-langkah yang perlu diperhatikan? Atau bagaimana langkah awal untuk memulainya? Simak selengkapnya artikel berikut yang sengaja disediakan khusus untuk kamu.
1. Kelola situs web dan akun marketplace dengan baik
Tips pertama untuk memulai bisnis online adalah menyediakan strategi untuk pengelolaan situs web dan marketplace dengan baik.
Hal ini lebih dari sekadar mengatur rencana bisnis yang sudah kamu persiapkan. Sebab, keduanya adalah aspek terbesar dalam bisnis online.
Semuanya perlu dikelola, baik situs yang mereka gunakan untuk bisnis, profil resmi media sosial bisnis, hingga akun hosting yang mereka gunakan.
Hal tersebut harus dioptimalkan demi perkembangan brand yang dimiliki. Dalam arti lain, kita selaku pebisnis online harus pintar mengoptimalisasi media online kita.
Misalnya, konten yang tertera pada media sosial dan halaman web harus memiliki keyword yang relevan dan sering dicari publik. Kalian bisa menemukan keyword dan memilih yang paling banyak diminati di google search.
Selain itu, kita juga harus memahami algoritme yang berlaku di internet agar produk kita mendapat rekomendasi tinggi.
2. Lindungi informasi customer
Tips yang kedua adalah harus menjaga privasi custumer. Sebab, kesalahan yang sering terjadi adalah pengelolaan informasi customer yang kurang memadai dari pihak manajemen bisnis.
Sebagai seorang pebisnis, kamu memiliki kewajiban untuk melindungi seluruh informasi pelanggan yang diperoleh secara online.
Semisal kita menjual produk yang sifatnya tabu di tengah masyarakat. Maka, kerahasiaan barang tersebut ketika ingin dikirim ke alamat custumer harus dijaga dengan baik. Hal ini dalam rangka menjaga privasi dan kenyamanan customer.
3. Ketahui dan pahami aktivitas kompetitor
Tips berikutnya untuk memulai bisnis online yang baik adalah untuk selalu mengetahui dan memahami aktivitas competitor kita. Kalau fukus di Tiktok, semisal jualan secara live, maka kalian harus tahu jadwal live dan bagaimana system promosi kompetitor itu.
Hal ini juga perlu dilakukan agar dapat menganalisis keunggulan dan kelemahan sistem promosi dan optimasi yang kita terapkan.
Caranya bagaimana? Mudah saja. Kalian tinggal langsung memantau platform media sosial yang digunakan kompetitor lalu menganalisisnya demi kemajuan bisnis online yang kita geluti.
Selain itu, untuk mengoptimasi media online, kita harus dapat melihat kata kunci dan tren konten yang tengah banyak digunakan oleh competitor lain dengan menggunakan tools yang disediakan oleh Google. Meski demikian, tetap junjung asas persaingan secara sehat.
4. Bangun mindset bisnis yang baik
Nah, langkah keempat sekaligus terakhir untuk memulai bisnis online adalah bangun mindset yang baik. Bahwa segala apapun yang kita lakukan, kita harus memiliki prasangka baik, optimis dengan usaha yang kita lakukan serta komitmen untuk bertanggung jawab penuh dengan langkah yang kita mulai.
Bisnis sekecil apapun pasti memiliki ujiannya tersendiri. Maka, sangat disarankan untuk mengatur strategi awal, pertengahan dan akhir. Pada bulan-bulan pertama penjualan, kalian sebaiknya jangan mematok ekpektasi penjualan yang berlebihan dengan mengharap keuntungan yang berlimpah.
Sebaiknya pada masa awal penjualan adalah kesempatan kita untuk memanfaatkan waktu mengatur strategi pemasaran yang jitu hingga berpotensi untuk menarik perhatian banyak orang yang menjadi target penjualan kita.
5. Manfaatkan Media Sosial
Dalam era digital saat ini, media sosial telah menjadi salah satu alat pemasaran paling kuat dan efektif untuk bisnis online. Dengan jutaan pengguna aktif setiap hari, platform media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan LinkedIn menawarkan peluang besar bagi bisnis untuk terhubung dengan pelanggan potensial, memperluas jangkauan mereka, dan memperkuat merek mereka. Dalam artikel ini, kita akan membahas pentingnya media sosial untuk bisnis online dan bagaimana memanfaatkannya secara efektif.
Mengapa Media Sosial Penting untuk Bisnis Online?
-
Membangun Kehadiran Online: Media sosial memberikan platform untuk memperkenalkan bisnis Anda kepada jutaan orang di seluruh dunia. Dengan membuat profil yang menarik dan berbagi konten berkualitas, Anda dapat membangun kehadiran online yang kuat dan menarik perhatian calon pelanggan.
-
Interaksi dengan Pelanggan: Media sosial memungkinkan Anda untuk berinteraksi secara langsung dengan pelanggan Anda. Anda dapat menjawab pertanyaan, memberikan layanan pelanggan, dan merespons umpan balik dengan cepat dan efisien, yang membantu membangun hubungan yang lebih dekat dengan pelanggan.
-
Meningkatkan Kesadaran Merek: Dengan konten yang kreatif dan konsisten, Anda dapat meningkatkan kesadaran merek Anda di kalangan target audiens Anda. Posting konten yang relevan dan menarik secara teratur membantu membangun identitas merek yang kuat dan mudah dikenali.
-
Meningkatkan Lalu Lintas Situs Web: Media sosial dapat menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan lalu lintas situs web Anda. Dengan membagikan tautan ke posting blog, produk, atau halaman penjualan, Anda dapat mengarahkan pengikut Anda ke situs web Anda untuk mempelajari lebih lanjut atau melakukan pembelian.
-
Analisis Kinerja: Platform media sosial menyediakan alat analisis yang memungkinkan Anda untuk melacak kinerja posting Anda. Anda dapat melihat metrik seperti jumlah tampilan, interaksi, dan konversi, yang membantu Anda memahami apa yang berhasil dan apa yang perlu diperbaiki dalam strategi pemasaran Anda.
Untuk saat ini, bisnis terbaik adalah bisnis yang mengikuti tren yang sedang banyak digemari. Kalian bisa mengetahuinya dari berbagai media sosial, khusunya Twitter atau tiktok. Namun demikian, cara bagaimana kita memahami tren itu sendiri juga sangat berpengarauh terhadap langkah-langkah yang akan kita ambil.
Jika kalian berminat untuk memulai bisnis, maka mulailah dengan bisnis online, karena kini sedang menjadi tren yang digemari banyak orang.
Setelah memulainya, agar bisnis kita bisa sukses, tugas kita selanjutnya adalah untuk menerapkan strategi dan pola pikir yang terbaik sebagaimana yang sedikit dibahas dalam artikel ini.
Nah, gimana? Sudah paham, tidak? Itulah 4 langkah penting untuk memulai bisnis online agar sukses.
Baca Selengkapnya5 Cara Ampuh Google My Business Dongkrak Keuntungan
Jobnas.com - Di era digital saat ini, keberadaan online menjadi kunci dalam kesuksesan bisnis. Salah satu alat yang paling penting dalam membangun kehadiran online yang kuat adalah Google My Business. Google Bisnisku ini adalah platform gratis yang disediakan oleh Google yang memungkinkan bisnis untuk mengelola dan meningkatkan penampilan mereka dalam hasil pencarian Google dan Google Maps.
Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan mengapa Google My Business penting dan bagaimana memanfaatkannya secara optimal untuk bisnis Anda.
Mengapa Google My Business Penting?
-
Meningkatkan Visibilitas Online: Dengan mendaftarkan bisnis Anda di Google My Business, Anda dapat memastikan bahwa informasi bisnis Anda muncul dalam hasil pencarian lokal dan Google Maps, meningkatkan visibilitas dan kemungkinan ditemukan oleh calon pelanggan.
-
Memberikan Informasi yang Relevan: Platform ini memungkinkan Anda untuk menyertakan informasi penting tentang bisnis Anda, seperti alamat, nomor telepon, jam operasional, dan situs web. Ini membantu calon pelanggan menemukan dan menghubungi bisnis Anda dengan mudah.
-
Interaksi dengan Pelanggan: Google My Business memungkinkan pelanggan untuk meninggalkan ulasan dan memberi peringkat bisnis Anda. Anda juga dapat berinteraksi dengan pelanggan dengan menjawab pertanyaan, merespons ulasan, dan berbagi pembaruan tentang bisnis Anda.
-
Analisis Kinerja: Platform ini menyediakan berbagai alat analisis yang memungkinkan Anda untuk melacak kinerja bisnis Anda, termasuk jumlah tampilan, klik, dan interaksi pengguna dengan profil bisnis Anda.
-
Gratis dan Mudah Digunakan: Google My Business adalah layanan gratis yang mudah digunakan. Proses pendaftarannya sederhana dan cepat, dan Anda dapat mengelola profil bisnis Anda dari komputer atau perangkat seluler kapan saja.
Salah satu tool yang menjanjikan di era digital untuk mendukung kesuksesan bisnismu adalah Google My Business.
Dengan catatan, kamu harus tahu bagaimana cara optimasi tool tersebut dengan baik.
Sebab, dapat dipastikan sebagian besar praktisi SEO profesional pasti memanfatkan tool gratis dari Google ini untuk melicikan strategi bisnis local mereka.
Dengan Google My Business, kamu mampu mendorong kegiatan local SEO agar lebih baik dari competitor bisnismu.
Mengingat potensi dan manfaat yang ditawarkan ini, yang perlu kamu lakukan adalah mengetahui cara optimasi Google My Business terlebih dahulu.
5 Cara Ampuh untuk Mengoptimasi Google My Business (Google Bisnisku)
Nah, dalam artikel ini, sudah mimin rangkum 5 cara ampuh untuk mengoptimasinya. Baca dan simak sampai selesai, ya!
1. Lengkapi informasi profil bisnis
Langkah pertama tentu saja adalah melengkapi profil Google My Business. Hal-hal penting yang harus dilengkapi adalah seperti nama bisnis, kategori, alamat, website, hingga deskripsi bisnis.
Pasalnya, informasi tersebut nantinya akan diindeks oleh Google Search dan Google Maps.
Jadi, pastikan alamat diisi dengan tepat. Sebab, dari situ user dapat menemukan lokasi bisnismu melalui Maps.
Jika ada pembaharuan terkait informasi bisnismu, maka profil tersebut harus di update secara berkala, semisal alamat, nomor telepon, ataupun deskripsi.
2. Deskripsikan bisnis dengan baik
Membuat deskripsi bisnis marupakan syarat yang harus dipenuhi.
Pasalnya, deskripsi tersebut akan memberi gambaran kepada para pengguna terkait produk atau layanan dari bisnismu.
Buatlah deskripsi semenarik mungkin dan terdiri dari kalimat-kalimat persuasive. Pastika pula pemilihan katanya harus singkat dan padat. Jangan cenderung bertele-tele.
Meskipun menurut Bright Local, kamu dapat menambahkan deskripsi bisnis sebanyak 750 karakter di Google My Business.
Sederhananya, deskripsi ini menjadi pintu utama bagi user untuk mempertimbangkan apakah ingin memperhatikan bisnismu atau sebaliknya.
3. Manfaatkan postingan lokal
Adapun cara yang ketika untuk optimasi Google My Business adalah dengan memanfaatkan postingan lokal.
Jangan ragu untuk mempublikasikan postingan lokal di daerahmu. Yang penting postingan tersebut harus berkaitan dengan bisnismu.
Sebagai contoh, bisnismu adalah bisnis food vloger, maka kamu bisa membuat postingan mengenai rekomendasi tempat makan di daerahmu.
Dilansir dari Search Engine Journal, kegiatan tersebut sangat berguna untuk tetap terhubung dengan audiens.
4. Upload foto
Selain harus melengkapi informasi bisnis sebagaimana langkah atau cara yang pertama di atas, kamu juga perlu menambahkan foto di dalam Google My Business.
Sebab, menambahkan foto di Google My Business merupakan salah satu cara yang harus dilakukan untuk mengoptimasinya dengan sempurna.
Di dashboard Google My Business sudah tersedia tab yang bisa digunakan untuk meng-upload foto.
Untuk fotonya sendiri, berdasarkan Bright Local, foto-foto yang di uploud adalah yang terkait dengan produkmu atau suasana kantormu.
Jika ada, tambahkan juga foto kegiatan seputar bisnismu, seperti saat tengah presentasi, testimony konsumen dan lain sebagainya.
Jangan lupa pula, tambahkan minimal tiga foto katalog produk atau layananmu agar dapat diketahui oleh user.
5. Tanggapi review user
Sebagaimana platform lainya, dalam Google My Business, user atau pelanggan juga dapat memberikan ulasan atau review terkait produk atau bisnismu.
Karena itu, jika ada user yang berkomentar atau mengulas bisnismu, maka tanggapi dengan baik. Jika reviewnya positif, maka jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih.
Hal seperti itu akan memperlihatkan bahwa kamu sangat menghargai dan mengutamakan para pelanggan.
Jika ada review negatif, tanggapi juga dengan kalimat yang baik. Jadikan komentar atau ulasan yang negatif tersebut sebagai bahan evaluasi agar lebih baik kedepannya.
Terlepas dari semua itu, dorong pelanggan untuk memberikan review mengenai produkmu, entah itu lewat media sosial terkait ataupun melalui website.
Sebab, ulasan dari pelanggan memiliki perang penting untuk kemajuan bisnismu ke depannya.
Nah, itulah lima cara ampuh yang bisa kamu praktikkan untuk optimasi Google My Business agar semakin sukses dan memenangkan bisnis lokal.
Baca SelengkapnyaTingkatkan Customer Loyalty Bisnismu dengan 5 Langkah Ini Untuk Raup Penghasilan Tinggi
Jobnas.com - Customer loyalty, atau loyalitas pelanggan, merupakan salah satu elemen kunci dalam kesuksesan bisnis. Hal ini tidak hanya tentang mempertahankan pelanggan yang sudah ada, tetapi juga tentang menciptakan hubungan yang kuat dan berkelanjutan dengan mereka. Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan mengapa customer loyalty penting dan bagaimana membangunnya.
Mengapa Customer Loyalty Penting?
-
Pendapatan yang Konsisten: Pelanggan yang loyal cenderung melakukan pembelian berulang, memberikan pendapatan yang stabil bagi bisnis Anda.
-
Mengurangi Biaya Pemasaran: Mempertahankan pelanggan yang sudah ada biasanya lebih murah daripada menarik pelanggan baru. Pelanggan yang loyal juga cenderung memberikan referensi kepada orang lain, mengurangi biaya pemasaran secara keseluruhan.
-
Umpan Balik yang Berharga: Pelanggan yang loyal cenderung memberikan umpan balik yang jujur dan berharga tentang produk atau layanan Anda, membantu Anda meningkatkan kualitas dan memenuhi kebutuhan pelanggan.
-
Mengatasi Persaingan: Dalam pasar yang kompetitif, memiliki pelanggan yang loyal dapat menjadi keunggulan yang signifikan. Mereka lebih cenderung tetap setia meskipun pesaing menawarkan alternatif yang serupa.
Pernahkah kamu mendengar pepatah yang mengatakan, pembeli adalah raja? Pasti sudah mendengar, bukan? Sebab, suatu bisnis, khusunya yang bergerak di bidang penjualan, takkan bisa berjalan tanpa adanya pembeli. Dari yang awalnya berstatus pembeli, jika ia membeli produk kita berkali-kali, maka statusnya berubah menjadi pelanggan.
Dewasa ini pelanggan dibagi menjadi dua: pelanggan biasa dan pelanggan setia (custumer loyalty).
Tak bisa dipungkiri, setiap pelaku bisnis tentu menginginkan pendapatan yang besar dari produknya. Menjadi niscaya jika mereka saling berlomba-lomba dalam meningkatkan customer loyalty mereka masing-masing..
Sebab, sebagaimana yang disampaikan Hubspot, customer loyalty adalah aset yang paling berharga bagi kemajuan suatu bisnis. Merekalah yang lebih sering membeli produkmu daripada pelanggan yang lain.
Nah, pertanyaannya adalah bagaimana untuk meningkatkannya? Baca dan pahami artikel jobnas berikut ini, ya, agar kamu tahu bagaimana meningkatkan custumer loyalty dari bisnismu.
5 Tips Membangun Customer Loyalty
Setidaknya ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan, yaitu:
1. Memberi customer penghargaan
Disadur dari Customer Think, memberi penghargaan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan performa customer loyalty bagi suatu produk.
Makanya kemudian, banyak pelaku bisnis, baik yang ¬online maupun offline yang memberikan penghargaan pada custumer, baik berupa diskon harga, voucher gratis ongkir, cashback, dan lain sebagainya. Pelanggan tentu senang, bukan, jika dikasih begituan.
Dengan cara demikian, kemungkinan besar custumer loyalty akan semakin meningkat.
2. Bangun komunikasi yang baik dengan pelanggan
Jika kamu sudah mendapatkan pelanggan yang setia, maka langkah selajutnya adalah membangun komunikasi yang baik dengan mereka.
Untuk membangun komunikasi tersebut, kamu bisa melakukannya dengan menghubungi mereka secara personal, baik lewat email, media sosial atau alat komunikasi lainnya.
Tujuannya adalah untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan customer loyalty agar tetap membeli produkmu.
Selain itu, kamu juga perlu sesekali minta feedback kepada pelanggan terkait pengalamannya menggunakan produk atau layananmu. Hal itu juga bisa dijadikan bahan bahan testimoni bagi yang lain.
Langkah selanjutnya adalah mengembangkan produkmu agar lebih baik lagi agar para pelanggan tetap puas dengan produkmu.
3. Berikan layanan terbaik
Memberikan pelayanan terbaik adalah hal yang niscaya harus dilakukan oleh pelaku bisnis. Jika customer service-nya bagus, besar kemungkinan pelanggan akan tetap setia berlangganan di tempatmu.
Contoh kecilnya seperti dikolom ulasan pembeli di berbagai aplikasi marketplace. Setelah membeli produkmu secara online, mereka akan memberikan penilaian dengan memberikan bintang dan mengulasnya di kolom ulasan. Jika mereka puas dengan layananmu dan memberikan ulasan yang positif, besar kemungkinan rating tokomu akan naik sehingga bisa menjangkau pembeli baru yang lebih banyak.
4. Membuat komunitas
Langkah keempat yang bisa kamu lakukan adalah membuat komunitas khusus pelanggan setiamu di platform media sosial, baik di Facebook, Instagram, Twitter, Youtube dan lain sebagainya.
Setidaknya langkah keempat ini berkaitan dengan langkah kedua tadi. Bedanya, selain komunitas ini bisa kamu jadikan untuk membangun komunikasi yang lebih efektif, kamu juga bisa mempromosikan produkmu lewat customer. Ibaratnya, sekali melangkah, dua gunung terlampaui.
Sebagai contoh, kamu bisa mengadakan giveaway secara live kepada pelanggan dengan syarat harus membagikan link live streamingmu ke media sosial mereka serta wajib menfollow semua akun media sosial yang mau miliki.
Strategi ini sudah banyak diterapkan oleh pelaku bisnis di era digital sekarang ini. Dan terbukti sangat ampuh untuk meningkatkan customer loyalty.
5. Penuhi ekspektasi pelanggan
Jika langkah keempat tadi berhubungan dengan langkah kedua, maka langkah kelima ini sangat erat kaitannya dengan langkah ketiga.
Faktanya, dua hal yang sering kali membuat pelanggan merasa kecewa terhadap suatu produk, yaitu pelayanan yang kurang baik atau barangnya tidak sesuai dengan yang diespektasikan sebagaimana di deskripsi produk.
Maka jangan pernah kecewakan pelanggan dengan dua hal tersebut, karena sekecil apapun itu akan berefek negative pada rating penjualanmu.
Kesimpulannya, kamu selaku pelaku bisnis harus semaksimal mungkin untuk terus bisa memenuhi ekspektasi dari pelanggan, agar mereka tidak beralih pada produk yang lain.
Pada dasarnya, untuk meningkatkan custumer loyalty tidak terlalu sulit dengan syarat kamu menjalankan bisnismu dengan konsisten profesional supaya pelangganmu tetap setia dengan produk-produk yang kamu tawarkan.
Baca SelengkapnyaPenerapan Golden Circle dalam Bisnis
Jobnas.com-Suatu bisnis akan membutuhkan the golden circle dalam menjalani strategi dan membedakan diri dari kompetitor. Dilansir dari FourWeekMBA, teori ini digunakan untuk membantu bisnis mengidentifikasi tujuan mereka dan mengomunikasikannya kepada konsumen. Lantas, apa sih sebenarnya golden circle itu ? Yuk, simak penjelasan Jobnas.com berikut ini !
Pengertian Golden Circle
Secara definitif, golden circle merupakan teknik yang digunakan untuk mencari tujuan dari suatu bisnis maupun brand. Di samping itu, golden circle juga bisa digunakan untuk mencari tujuan dan motivasi pribadi.
Baca Juga: Inilah Perbedaan antara Remarketing vs Retargeting!
Dalam bisnis, golden circle akan membantu kamu untuk menemukan keinginan konsumen juga manfaat dan nilai yang kamu tawarkan. Golden circle dideskripsikan dengan 3 lingkaran terfokus, dengan masing-masing lingkaran menggambarkan aspek tertentu dari diferensiasi pasar.
3 Pilar Golden Circle
Dikutip dari HMS, terdapat 3 pilar dalam golden circle yang perlu dipahami antara lain:
-What we do (apa yang kami lakukan): what dalam golden circle merujuk terhadap suatu produk maupun layanan yang ditawarkan oleh sebuah bisnis. Hal ini meliputi apa saja yang diproduksi oleh perusahaan.
-How we do (bagaimana kami melakukannya): how dalam golden circle adalah bagaimana tahapan sebuah bisnis membuat produk atau layanan yang sesuai dengan pasar dan konsumen.
-Why we do (kenapa kami melakukannya): why merupakan pilar utama dari golden circle, di mana pilar ini menjelaskan tujuan, sebab, dan kepercayaan yang ada pada sebuah bisnis. Ini juga menjadi alasan mengapa sebuah bisnis hadir, di samping untuk mendapatkan keuntungan.
Simon Sinek dalam bukunya yang bertajuk Start With Why: How Great Leaders Inspire Everyone to Take Action, menyatakan bahwa banyak yang memulai bisnis dengan membuat produk dulu, baru kemudian menentukan tujuannya. Meski begitu, bagi Simon akan lebih baik untuk menentukan tujuan atau “why” terlebih dahulu dalam suatu bisnis.
Setelahnya bisa menentukan aspek “how” dan “what” dari pembuatan produk. Saat kamu memulai bisnis dengan mengidentifikasi tujuannya terlebih dahulu, ini akan memberi dorongan pada konsumen untuk mendukung tujuan brand. Oleh karena itu, bisnis akan otomatis mendapatkan kepercayaan dan loyalitas dari konsumen.
Golden Circle dalam Perkembangan Bisnis dan Marketing
Golden circle akan membantu proses dan praktik marketing serta perkembangan bisnis sebuah brand berdasarkan karakteristiknya. Berikut ini merupakan contoh implementasi golden circle pada marketing yang perlu diketahui:
1. Brand Mission (why)
Misi sebuah brand menjelaskan alasan mengapa brand tersebut hadir. Hal yang tak boleh dilupakan adalah bahwa dalam brand mission tidak termasuk memperhitungkan finansial dan keuntungan secara umum.
Baca Juga: Mau tau Cara Jualan di Tiktok? Berikut 6 Strategi Marketing yang Efektif Jangkau Pelanggan Tiktok
Secara lebih personal, brand mission harus dirancang dengan baik dan positif untuk sebuah brand dan bisnis yang ingin terhubung dengan konsumennya. Brand mission dapat berupa penyelesaian masalah dan/atau isu yang dialami oleh konsumen secara luas.
2. Brand Character (how)
Selanjutnya kamu harus fokus pada kebiasaan konsumen ketika tujuan dan misi sebuah bisnis sudah ditentukan. Kebiasaan dan strategi suatu brand dikembangkan harus searah dengan tujuan yang akan dicapai agar supaya lebih efektif. Brand dengan misi dan tujuan yang searah sama strategi serta kebiasaannya akan terkesan lebih autentik juga membawa aura positif.
3. Brand Identity (what)
Identitas suatu brand merupakan sebuah bentuk fisik dari misi dan karakter yang ingin dibawa perusahaan. Identitas brand meliputi produk, pelayanan, juga logo perusahaan serta elemen visual lainnya yang merepresentasikan perusahaan.
Baca Juga: Tingkatkan Popularitas Situsmu dengan Guest Blogging, Strategi Menulis di Situs Lain
Itulah penjelasan Jobnas.com mengenai golden circle yang perlu kamu ketahui. Hal yang tak boleh dilupakan adalah bahwa konsep golden circle merupakan salah satu yang mendeskripsikan bagaimana sebuah bisnis dapat menyediakan value yang maksimal bagi konsumen. Karena berkaitan dengan pesan dan cerita di balik adanya sebuah brand, golden circle sangat berguna untuk branding dan mengembangkan suatu bisnis.
Baca SelengkapnyaIngin Tahu Cara Media Menguak Fakta-Fakta Penting? Yuk, Kenalan dengan Jurnalisme Investigasi !
Jobnas.com - Tentu saja hampir setiap hari kamu menyimak berita-berita yang mengejutkan. Di balik itu semua, terdapat ahli jurnalisme investigasi yang berhasil merangkai narasinya. Demi menguak informasi akurat dan penting, jurnalisme investigasi seringkali digunakan oleh para jurnalis.
Sebab itulah, ilmu dan teori metode jurnalisme tersebut sifatnya penting dan harus terus diberdayakan oleh para pewarta. Melalui artikel ini, Jobnas.com akan mendeskripsikan tetek-bengek jurnalisme investigasi khusus untuk kamu. Yuk, simak selengkapnya dalam rangkuman berikuti ini!
Berkenalan Jurnalisme Investigasi
Sebelum kamu mengetahui lebih lanjut tentang manfaat dan cara penulisannya, kita harus terlebih dahulu membahas arti metode jurnalisme tersebut. Tidak jarang orang menganggap bahwa jurnalisme hanyalah cara-cara melaporkan berita sehari-hari. Padahal, anggapan seperti itu tidak memiliki relevansi dengan hakikat dan fungsi jurnalisme investigasi.
Menurut UNESCO, jurnalisme investigasi atau investigative journalism, merupakan teknik riset jurnalistik yang ditujukan untuk mengungkapkan fakta-fakta tersembunyi. Fakta-fakta ini bisa disembunyikan baik secara sengaja oleh seseorang yang memiliki kuasa, atau secara tidak sengaja.
Metode analisis ini dapat menjadi sarana untuk menguak fakta yang relevan kepada masyarakat di balik tumpukan kebenaran dan keadaan yang tidak pasti.
Dengan demikian, sejak awal masa penggunaannya, investigative journalism telah banyak berkontribusi pada kebebasan berekspresi dan perkembangan media. Biasanya, daripada jurnalisme konvensional, investigative journalism terjadi dalam skala yang jauh lebih besar.
Baca Juga: Lakukan Optimasi Website ini Agar Tembus Page One Google
Untuk menghasilkan sebuah cerita, para reporter dan editor investigasi kerap kali membutuhkan waktu selama berbulan-bulan lamanya. Pada hakikatnya, investigative journalism dan jurnalisme konvensional yang membedakan adalah fokusnya yang ditekankan pada satu topik, seperti kejahatan yang bisa merugikan publik.
Metode Riset dan Penulisan Jurnalisme Investigasi
Pada intinya, jurnalisme investigasi melibatkan berbagai pengumpulan, verifikasi dan penilaian data. Meski demikian, seperti yang sudah disinggung sebelumnya, proses kerjanya terjadi dalam skala yang lebih besar daripada jurnalisme konvensional.
Fase penelitian bisa berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun lamanya. Hal ini disebabkan karena investigative journalism akan mendorong fokus jurnalis pada satu topik tertentu, umumnya yang merugikan masyarakat. Dengan melihat teori yang berbeda, lantas seperti apa metode riset dan penulisan terkait jurnalisme investigasi? Dilansir dari Masterclass, berikut penjelasannya:
1. Temukan Cerita
Sebaiknya reporter menemukan cerita atau informasi yang dapat menguntungkan publik terlebih dahulu sebelum mulai menulis. Biasanya, jenis-jenis fakta yang akan digali oleh jurnalis investigasi adalah informasi mengenai penyalahgunaan kekuasaan atau materi. Namun, terkadang, berita-berita tersembunyi yang tak banyak diketahui publik juga dapat menjadi pilihan.
Baca Juga: SEO Audit, Optimalkan Kinerja Website di Halaman Pencarian
2. Memburu Dokumen
Menemukan dokumen pendukung merupakan hal berikutnya yang perlu dilakukan selama melakukan riset jurnalisme investigasi. Hal ini sifatnya cukup penting, yaitu untuk membuat hasil analisismu lebih valid dan terpercaya. Sebagai tips, kamu bisa minta dukungan pihak berwenang untuk informasi atau dokumentasi tersebut.
3. Wawancara Narasumber
Berikutnya, dalam investigative journalism, jurnalis wajib menemukan narasumber yang dapat mendukung narasi mereka. Dengan demikian, tidak boleh sembarangan dalam mewawancarai narasumber. Mereka perlu memiliki pengetahuan serta bukti-bukti yang aktual, seperti seorang saksi mata atau bahkan pelaku kejahatan. Di samping itu, jurnalis juga harus menyediakan pertanyaan yang tidak subjektif dan dapat membantu mereka dalam menggali informasi.
4. Menulis Naskah
Menurut Reuters Agency, jurnalis perlu menulis naskah mereka setiap harinya. Hal ini dikarenakan jurnalisme investigasi akan memakan waktu yang lama. Pasalnya, dengan menulis setiap hari, jurnalis dapat mengulas fakta yang telah mereka muat di dalam naskah. Menulis dengan rutin juga dapat membantu mereka dalam membuat struktur cerita yang lebih matang dan rapi.
Pentingnya Jurnalisme Investigasi
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, jurnalisme investigasi bisa menjadi sarana untuk menguak kebenaran yang tersembunyi. Meski begitu, metode jurnalisme ini mempunyai segudang manfaat lainnya yang dapat menguntungkan masyarakat.
Lalu, seperti apa, sih, manfaat yang ditawarkan oleh investigative journalism? Sesuai ujaran Free Press Unlimited, berikut penjelasannya:
- Memberdayakan hak untuk berpendapat
- Dapat mengungkapkan kegiatan yang merugikan masyarakatM
- Mendorong masyarakat untuk berdiskusi dengan fakta dan bukan opini
- Memberikan transparansi akan aktivitas orang-orang yang memiliki wewenang
Baca Juga: Dampak Perppu Cipta Kerja bagi Pekerja
Demikianlah penjelasan Jobnas.com mengenai jurnalisme investigasi yang perlu kamu ketahui. Intinya, metode jurnalisme ini memiliki signifikansi dalam memberdayakan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, teori investigative journalism harus tetap dipelajari oleh para pegiat media, khususnya dalam era modern ini di mana banyak hoaks bertebaran.
Baca SelengkapnyaKetahui Persentase Kepuasan Penonton dengan Audience Retention
Jobnas.com - Dewasa ini, semakin banyak content creator orang berlomba-lomba untuk mendapat penghasilan dengan membuat konten di YouTube. Namun, masih banyak dari mereka yang tidak memperhatikan audience retention atau retensi penonton yang merupakan salah satu metrik di dalamnya.
Dari sekian banyaknya metrik yang terdapat di YouTube Analytics, audience retention menjadi salah satu hal yang penting untuk diperhatikan.
Sebab, metrik yang satu ini akan menentukan kualitas kontenmu di mata audiens.
Nah, artikel ini akan membahas seputar audience retention mulai dari pengertiannya hingga cara meningkatkan retensi itu sendiri.
Apa Itu Audience Retention?
Dilansir dari Hubspot, audience retention adalah metrik YouTube Analytics yang menunjukkan persentase penonton yang melihat dan meninggalkan konten videomu dalam setiap momen.
Metrik ini sangat penting untuk diperhatikan jika ingin mendapatkan peringkat tertinggi di searcing page YouTube.
Sebagaimana yang dilansir dari Views Reviews, alasan mengapa metrik ini penting adalah karena memberikan gambaran statistik mengenai seberapa besar penonton menikmati videomu.
Sebab, jika persentase retensi penontonnya tinggi menjadi indikasi bahwa videonya diminati oleh penonton.
Semakin tinggi retensi penontonya, maka semakin sering video tersebut akan direkomendasikan oleh youtube.
Sebagai contoh, kamu meng-upload video dengan durasi 20 menit. Rata-rata penonton hanya melihatnya dalam durasi 5 menit.
Dengan demikian, perhitungan tingkat retensi pada video tersebut adalah 25%.
Nah, dari situ kamu dapat mengevaluasinya agar bisa menyajikan konten yang lebih baik kedapannya.
Untuk melihat metrik ini, kamu bisa langsung menuju ke aplikasi YouTube Studio atau di desktop, klik video yang kamu periksa lalu klik di menu “Interaksi”.
Faktor Naik dan Turunnya Audience Retention
Untuk meningkatkan audience retention, kita harus tahu terlebih dahulu faktor apa saja yang menyebabkan tingkat retensi menjadi naik atau turun.
Berikut ini yang harus diperhatikan oleh YouTuber, content creator, maupun marketer saat membuat konten di YouTube:
1. Struktur video
Pada saat proses pembuatan video, kamu harus mengatur alur video dengan matang dari awal hingga akhir beserta isi naskah yang sekiranya tidak monoton.
Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kebosanan penonton yang muncul di awal atau bahkan pertengahan video.
Nah, oleh karena itu struktur video harus dibuat dengan rapi.
Misalnya, di awal disajikan intro video dengan pembukaan yang tidak terlalu panjang. Lalu, di pertengahan dan selanjutnya baru masuk ke inti videonya.
Intro video harus dibuat semenarik mungkin. Jangan terlalu panjang dan bertele-tele. Sebab, penonton terkadang sudah merasa bosan di awal video karena intronya terlalu panjang, terlebih lagi apalagi kontennya adalah konten tutorial.
2. Alat-alat produksi video
Jika ingin membuat konten yang berkualitas dan memanjakan penonton, jangan ragu untuk berinvestasi pada alat-alat produksi video.
Dengan meng-upgrade alat seperti kamera, mic, lighting, dan lain-lain, otomatis kualitas videomu akan bagus dan suara yang dihasilkan akan terdengar jernih.
Hal itu akan membuat penonton semakin puas untuk melihat videomu dan berpotensi menurunkan tingkat audience retention yang rendah.
3. Durasi video
Durasi video sebenarnya bergantung pada struktur video yang telah kamu buat.
Jika strukturnya sudah jelas dari awal hingga akhir, tampaknya tidak masalah apabila durasinya lama. Catatannya struktur video tersebut harus memiliki tujuan yang jelas dan terarah.
Cara Meningkatkan Audience Retention
Jika kamu sudah tahu faktor apa saja yang berpotensi menimbulkan tingkat retensi menjadi naik atau turun, maka selanjutnya kamu harus mempelajari cara untuk meningkatkannya.
Nah, secara umum, ada dua yang bisa dilakukan, yaitu:
1. Rutin analisis
Manfaatkan tool YouTube Analytics sebaik mungkin untuk dijadikan sebagai bahan evaluasi.
Kunjungi dashboard YouTube Studio dan pilih Analytics. Di sana, kamu bisa melihat persentase audience retention dari setiap video.
Dilansir dari Views Reviews, rata-rata rasio retensi relatif tinggi berada di angka 50% ke atas.
Nah, cari tahu mana videomu yang memiliki tingkat retensi rendah. Setelah ketemu, pelajari kira-kira bagian mana dari video tersebut yang membuat penonton merasa bosan.
Dari situ, kamu bisa tahu mana yang perlu diperbaiki, dipertahankan, atau ditingkatkan agar videomu lebih berkualitas ke depannya.
Selain itu, cari juga video dengan tingkat retensi yang tinggi. Pelajari kira-kira apa yang membuat penonton sampai betah menonton videomu.
2. Riset keyword
Sama seperti halnya membuat postingan di blog, kamu juga perlu melakukan riset keyword saat ingin memproduksi konten di YouTube.
Sebab, menggunakan keyword yang tepat dan banyak dicari oleh orang, otomatis videomu akan sering direkomendasikan oleh YouTube.
Jika rekomendasi youtubenya tinggi, besar kemungkinan videomu akan ditonton oleh banyak orang.
Jika videomu adalah tutorial dan berhasil memberikan solusi dari masalah yang sedang dihadapi oleh penonton, ia akan terus melirik channelmu, bahkan bisa langsung berlangganan dengan men-subscribe.
Secara tidak langsung, ini akan meningkatkan audience retention sekaligus menambah jumlah viewers dan subscribers.
Pada dasarnya, membuat konten video di YouTube tidak hanya sekadar memproduksinya lalu di-upload begitu saja.
Kamu juga harus melakukan analisis lebih mendalam agar channel-mu semakin berkembang dan disukai oleh banyak orang.
Baca SelengkapnyaRekomendasi 10 Chrome Extensions Gratis, Optimalkan SEO Situsmu
Jobnas.com - Untuk membantu meningkatkan search engine optimization atau SEO, Google Chrome menawarkan banyak extension yang sangat membantu pekerjaan penggunanya.
Extension tersebut berbayar khususnya yang dengan fitur yang sangat lengkap. Namun, ada banyak extension yang terbilang lengkap dan bisa kamu manfaatkan secara gratis untuk mengetahui ranking sebuah situs, mencari keyword, memaksimalkan on-page SEO, dan lain sebagainya.
Berikut 10 rekomendasi chrome extension SEO gratis yang dibagi berdasarkan fungsinya, antara lain:
Rank Checking
Dalam dunia pemasaran online, peringkat atau ranking situs web di mesin pencari seperti Google memiliki peranan yang sangat penting. Semakin tinggi peringkat situs web Anda dalam hasil pencarian, semakin besar kemungkinan situs Anda ditemukan oleh calon pelanggan.
Melakukan rank checking atau memeriksa peringkat situs web Anda secara teratur adalah langkah yang krusial dalam strategi pemasaran online Anda.
Apa itu Rank Checking?
Rank checking adalah proses memeriksa posisi situs web Anda dalam hasil pencarian mesin pencari untuk kata kunci tertentu. Ini melibatkan memeriksa apakah situs web Anda muncul di halaman pertama, kedua, atau lebih dalam dalam hasil pencarian untuk kata kunci yang relevan dengan bisnis atau industri Anda.
Rank checking juga dapat melibatkan pemantauan perubahan dalam peringkat situs web Anda dari waktu ke waktu.
1. SEO Search Simulator by Nightwatch
SEO Search Simulator adalah chrome extension yang bisa memeriksa apakah URL-mu sudah masuk di 100 peringkat teratas Google.
Tools ini sangat berguna untuk melihat peringkat URL di berbagai belahan dunia sekaligus. Selain itu, kamu juga bisa melihat peringkat situs kompetitor.
2. SERPTrends SEO Extension
Jika ingin melihat dinamika situs di SERP Google, Yahoo, dan Bing, kamu bisa mencoba SERPTrends SEO Extension.
Dengan extension ini, kamu bisa melihat daftar situs yang naik atau turun di sebuah SERP.
Selain itu, kamu juga bisa melihat seberapa naik atau turun peringkat situs-situs tersebut.
Keyword Research
1. Keyword Surfer
Keyword Surfer adalah salah satu chrome extension SEO yang memiliki fitur sangat lengkap.
Dengan tools ini, seperti dikutip dari Neil Patel, kamu bisa melihat berbagai jenis insight di halaman pencarian Google.
Informasi insight tersebut akan muncul ketika kamu mencari suatu hal dengan keyword tertentu.
Rinciannya, kamu bisa melihat perkiraan traffic domain, volume keywords secara lokal maupun global, saran keywords, hingga jumlah backlink domain.
2. Keywords Everywhere
Keywords Everywhere disebut-sebut sebagai chrome extension SEO yang paling populer. Pasalnya, tools yang satu ini telah di-download oleh lebih dari 1 juta pengguna.
Apabila kamu melakukan pencarian di Google, Keywords Everywhere akan menunjukkan berbagai kata kunci yang berhubungan dengan keywords yang kamu cari.
Selain itu, kamu juga bisa mencari, mengekspor, dan melihat tren keyword dengan SEO tools fremium yang satu ini.
On-Page SEO
1. Free Backlink Checker by LRT
SEO tidak melulu tentang penggunaan keyword.
Lebih dari itu, kamu juga perlu memerhatikan hal-hal yang terdapat di dalam halaman situsmu. Hal itu disebut dengan on-page SEO.
Free Backlink Checker by LRT bisa jadi pilihan extension terbaik untuk mengoptimalkan on-page SEO.
Kamu bisa menganalisis hyperlink, memeriksa backlink yang rusak, tidak terverifikasi, dan sebagainya.
Tak hanya itu, kamu juga bisa mengekspor semua link yang ada di dalam suatu halaman ke dokumen CSV atau XLSX.
2. Hreflang Tag Checker
Hreflang adalah atribut HTML yang digunakan untuk menentukan bahasa dan target geografis suatu halaman website, seperti dikutip dari Ahrefs.
Sebagai contoh, kamu memiliki situs yang di dalamnya terdapat banyak halaman. Setiap halaman tersebut menggunakan bahasa yang berbeda.
Nah, Hreflang bertugas memberi tahu Google tentang penggunaan bahasa dan targetmu. Jadi, setiap halaman akan ditemukan oleh target yang sesuai.
Untuk mengoptimalkannya, kamu bisa menggunakan Hreflang Tag Checker.
Chrome extension SEO yang satu ini bisa membaca tag Hreflang dan menilai apakah URL-mu telah terdaftar di Google.
All-In-One
1. MozBar
MozBar merupakan chrome extension yang serba bisa. Tak heran, Search Engine Watch menjulukinya sebagai chrome extension SEO terbaik dibanding semua extension yang ada.
Dengan tools ini, kamu bisa melihat berbagai jenis analisis, mulai dari technical SEO, konten on-site, backlink, hingga engagement media sosial.
Menariknya lagi, kamu bisa mengekspor analisis SERP tersebut ke dokumen CSV.
2. Ahrefs SEO Toolbar
Ahrefs SEO Toolbar juga patut kamu pertimbangkan.
Dilansir dari HubSpot, Ahrefs mampu mengecek berbagai aspek di dalam situsmu, seperti keyword, SEO, link, dan ranking di SERP.
Lebih dari itu, kamu juga bisa melihat metrik halaman, domain, dan kata kunci yang digunakan.
Technical SEO
1. Google Lighthouse
Secara garis besar, Google Lighthouse bisa kamu manfaatkan untuk meningkatkan kinerja, kualitas, dan aksesibilitas aplikasi webmu.
Semua itu termasuk dalam aspek technical SEO.
Jika menggunakan Google Lighthouse untuk mengaudit situsmu, kamu akan mendapat laporan tentang kinerja website-mu.
Jadi, kamu bisa meningkatkan berbagai hal yang dinilai masih belum maksimal.
2. Link Redirect Trace
Link Redirect Trace adalah extension yang bisa menemukan URL dalam redirect chain atau rantai pengalihan, seperti 301, 302, dan JavaScript.
Selain itu, chrome extension yang satu ini bisa menganalisis SEO, SEO on-page, SEO off-page, dan SEO kompetitor.
Sepuluh chrome extension SEO di atas bisa membantumu menganalisis kinerja SEO situsmu. Jadi, kamu bisa memaksimalkan berbagai aspek yang selama ini masih kurang.
Selain menggunakan berbagai tools tersebut, tentu saja kamu tetap memerlukan pengetahuan yang mendalam soal SEO.
Baca Selengkapnya