Blog Jobnas
Halaman artikel blog terbaru di Jobnas.com.Memahami Star Schema: Salah Satu Bagian Terpenting dari Business Intelligence
Jobnas.com - Menganalisis dan melaporkan data melalui gudang data telah menjadi salah satu bagian terpenting dari Business Intelligence. Skema bintang adalah salah satu cara paling sederhana untuk menangani data untuk tujuan ini. Model ini saat ini paling banyak digunakan untuk pengembangan gudang data serta pasar data pengukuran.
Tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang pendekatan multidimensi untuk komputasi ini? Jobnas memiliki semuajawabannya untuk anda. Jadi bacalah artikel Jobnas berikut dengan seksama.
Apa itu Pola Bintang?
Skema bintang adalah jenis skema yang dibuat untuk memodelkan sistem penyimpanan data. Jenis skema ini dianggap sebagai skema penyimpanan data paling sederhana yang mudah dibuat dan dipahami.
Nama skema ini berasal dari susunan tabel yang membentuk bintang seperti pada contoh di bawah ini. Dalam model ini terdapat tabel fakta di tengah dan tabel ukuran di sekelilingnya. Pasalnya, Pemodel yang menggunakan skema jenis ini di gudang data hanya perlu mengklasifikasikan tabelnya ke dalam dua jenis ini, yaitu dimensi dan fakta.
Komponen Struktur Skema Bintang
1. Tabel Fakta
Tabel fakta atau lembar fakta berisi metrik proses perusahaan. Data dalam tabel ini harus numerik (berupa angka) dan dapat diagregasi. Apapun data yang Anda miliki, pastikan itu kuantitatif. Misalnya jumlah tertentu. Perlu diperhatikan juga bahwa tabel fakta harus memuat hal-hal terpenting yang berhubungan dengan tabel di sekitarnya, yaitu tabel dimensi.
Seperti yang ditunjukkan contoh sebelumnya, skema bintang hanya dapat memiliki satu tabel fakta. Tabel ini biasanya memiliki jumlah baris yang sedikit. Sementara itu, tabel dimensi dapat memuat jumlah baris yang jauh lebih banyak dan dapat ditambahkan dari waktu ke waktu.
2. Meja Ukur
Tabel dimensi atau tabel dimensi berisi informasi tentang kapan, di mana, apa, dll. Tidak seperti tabel fakta, tabel dimensi berisi informasi kualitatif. Skema bintang dapat memiliki beberapa tabel dimensi di sekitar tabel fakta. Namun, harus dipastikan bahwa semua informasi terkait dengan informasi dalam lembar data.
Properti Peta Bintang
Saat membuat peta bintang, kita juga perlu memahami propertinya.
Beberapa fitur utama dari sistem pembentuk bintang ini adalah:
- Struktur sederhana dan mudah dimengerti.
- Jumlah mejanya tidak terlalu banyak.
- Semua dimensi skema bintang diwakili oleh array satu dimensi saja.
- Dapat digunakan dengan beberapa alat intelijen bisnis.
Keuntungan dari Skema Bintang
1. Pertanyaan Lebih Mudah
Menurut Pusat Manajemen Pengetahuan Global (GKMC) di Sekolah Bisnis Universitas Utah David Eccles, skema bintang adalah model dengan sejumlah kecil tabel dan jalur gabungan yang jelas. Hasilnya, kueri dapat dieksekusi lebih cepat dibandingkan dengan sistem Online Analytical Processing (OLTP).
Dalam hal pertanyaan kecil, prosesnya dapat diselesaikan segera. Sementara itu, kueri besar yang memerlukan pemrosesan beberapa tabel hanya membutuhkan waktu beberapa detik atau menit.
2. Muat Waktu
Karena strukturnya yang sederhana, salah satu keunggulan peta bintang adalah kecepatan pemuatannya. Bahkan jika skema berisi banyak data, anda dapat menghemat banyak waktu dibandingkan menggunakan database lain.
3. Referensi
Skema ini memiliki integritas referensial yaitu akurasi dan konsistensi data yang baik saat dimuat.
4. Mudah Dimengerti
Menavigasi dan memahami dengan bagan bintang tidak lebih sulit dan lebih mudah dibandingkan dengan yang lain. Itulah sebabnya sistem ini banyak digunakan.
Kerugian dari Skema Bintang
1. Integritas Data
Salah satu kelemahan terbesar dari skema bintang adalah integritas data. Banyak yang setuju bahwa sistem ini tidak memiliki integritas data yang buruk karena data yang diproses biasanya tidak dinormalisasi.
2. Kurang Fleksibel
Kerugian lain selain integritas data adalah fleksibilitas. Model ini lebih cocok untuk menampilkan data saja. Oleh karena itu, analisis yang terlalu rumit tidak dapat dilakukan.
Apakah Anda merasa metode ini sulit dipahami? Apakah itu benar-benar sederhana? Jika Anda membutuhkan lebih banyak referensi untuk memahami komputer dan topik terkait lainnya, Anda dapat menemukan banyak artikel terkait di blog Jobnas oke.
Baca SelengkapnyaJika Ingin Memperluas Lapangan Kerja, Dalami Pekerjaan Entrepreneur Dulu, Yuk !
Jobnas.com-Jika kamu merupakan seorang yang memiliki ide-ide cemerlang dan keinginan untuk menghadirkan inovasi, barangkali pekerjaan yang tepat bagi kamu adalah menjadi seorang entrepreneur. Sebab, seringkali entrepreneur dianggap sebagai seseorang yang berada di posisi tertinggi sebuah bisnis, bisa mengatur banyak hal sekaligus, dan memiliki pendapatan yang tinggi.
Lantas, apa sih sebenarnya hakikat dari entrepreneur itu? Nah, di artikel ini Jobnas.com akan mengupas tuntas mengenai entrepreneur, karakteristik, beserta berbagai macam tipenya. Yuk, simak sampai tuntas !
Pengertian Entrepreneur
Sangat jarang orang yang mengerti arti sesungguhnya dari sebuah entrepreneur meski istilah ini cukup umum di kalangan masyarakat. Lantas, apakah seorang chief executive officer (CEO) dapat disebut sebagai entrepreneur? Apakah pendiri bisnis UMKM juga dapat disebut sebagai entrepreneur?
Baca Juga: Optimalkan Local SEO, Agar Kamu Menguasai Bisnis di Area Lokal
Dikutip dari The Balance Small Business, secara definitif entrepreneur merupakan seseorang yang mengembangkan perusahaan dengan berbagai inovasi. Mereka mengelola bisnis sekaligus menanggung risiko kesuksesannya.
Risiko tersebut didapat karena entrepreneur sendirilah yang mengambil keputusan-keputusan besar. Dengan risiko besar tersebut, tak ayal apabila entrepreneur biasanya mendapat keuntungan yang paling besar dari bisnisnya.
Jika kamu menjadi seorang entrepreneur, kamu tidak hanya bekerja untuk dirimu sendiri. Inilah salah satu hal menarik dari seorang entrepreneur. Di sisi lain, kamu juga berpeluang memperluas lapangan kerja.
Hal ini bisa terjadi karena kamu membutuhkan orang lain untuk menjalankan bisnismu. Dengan begitu, orang lain bisa mendapat pekerjaan dari bisnismu. Meski demikian, menurut Tempo, rasio entrepreneur di Indonesia baru 2% dari total penduduk pada 2019.
Padahal menurut Dekan Fakultas Bisnis dan Manajemen Teknologi ITS Hal Udisubakti Ciptomulyono, jika rasio entrepreneur Indonesia mencapai 4%, pertumbuhan ekonomi nasional dapat turut terdorong. Jadi, apakah pendiri bisnis UMKM juga dapat disebut sebagai entrepreneur? Ya, tentu saja!
Tipe-tipe Entrepreneur
Setiap entrepreneur tidak dapat disamakan. Untuk mencapai sebuah tujuan, mereka mempunyai motivasi, prinsip, dan caranya masing-masing. Dikutip dari BusinessTown, terdapat empat tipe entrepreneur yang seringkali dijumpai. Tipe-tipe entrepreneur tersebut adalah sebagai berikut.
1. The world changer
Dalam bahasa Indonesia, The world changer berarti pengubah dunia. Seorang entrepreneur dengan tipe ini membangun bisnis untuk membuat dunia menjadi lebih baik. Mereka percaya bahwa bisnisnya dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Mereka memahami konsep masyarakat, keseimbangan, dan empati. Di samping itu, mereka juga tidak terlalu peduli dengan kariernya sendiri. Mereka lebih fokus pada apa yang bisa diberikan kepada masyarakat. Contoh dari the world changer adalah sociopreneur. Mereka menggabungkan ide bisnis dengan isu sosial.
2. The Survivor
Jika kamu pernah mendengar sebuah narasi ihwal seorang karyawan yang resign dari kantornya demi membangun bisnis, itu namanya adalah entrepreneur tipe the survivor. Mereka merasa jenuh dan tidak cocok dengan pekerjaan 9 to 5. Mereka bisa saja pernah mendapat pengalaman buruk ketika bekerja di sebuah perusahaan.
Dengan demikian, the survivor ingin membangun bisnis dan sistemnya sendiri. Mereka ingin bebas dan mencapai financial freedom-nya.
3. The Visionary
Entrepreneur dengan tipe the visionary adalah seseorang yang selalu memiliki ide-ide inovatif. Mereka mampu berpikir out of the box untuk menciptakan sesuatu yang tidak dipikirkan oleh orang lain.
Baca Juga: Antara Bullet Journalling atau Digital Journalling, Tentukan Pilihanmu!
The visionary tidak hanya fokus pada permasalahan saat ini. Lebih dari itu, mereka juga berharap bisnisnya dapat bertahan di masa depan.
Steve Jobs merupakan salah satu entrepreneur tipe the visionary ini. Ia mendirikan Apple pada 1976. Tetapi, kini Apple tetap menjadi perusahaan raksasa di bidang teknologi.
4. The Strategist
Ahli di bidang bisnis tidak semua menjadi tipe entrepreneur. Tidak jarang yang sebenarnya hanya melihat sebuah bisnis sebagai peluang. Meski demikian, mereka tidak benar-benar paham di bidang tersebut.
Nah, entrepreneur dengan tipe the strategist adalah orang yang sangat paham dengan bidang bisnisnya. Mereka tahu semua detail tentang bidang tersebut.
Dengan demikian, segala keputusan yang mereka ambil fokus pada bidang yang sedang dijalaninya. Mereka memiliki perencanaan, strategi, dan analisis yang mendalam. Misalnya, kamu punya pengetahuan yang mendalam tentang dunia kesehatan. Maka, kamu bisa membangun bisnis atau startup di bidang kesehatan.
Karakteristik Entrepreneur
Terdapat banyak karakteristik yang umumnya dimiliki oleh seorang entrepreneur. Karakteristik-karakteristik tersebut bisa membawa entrepreneur pada sebuah kesuksesan. Nah, karakteristik-karakteristik tersebut adalah sebagai berikut:
1. Optimis
Seorang entrepreneur harus berani bermimpi dan percaya bahwa mimpi tersebut akan terwujud. Jadi, seorang entrepreneur harus selalu optimis bahwa bisnisnya akan berhasil, meskipun terdapat berbagai tantangan yang mesti dilalui.
2. Fokus sama Tujuan
Sebuah bisnis pada umumnya mempunyai tujuan tertentu yang sudah ditetapkan sejak awal. Tujuan tersebut sudah disepakati oleh semua pihak yang ada dalam perusahaan tersebut. Nah, sebagai entrepreneur, kamu harus fokus pada tujuan tersebut. Jangan sampai kamu mudah terdistraksi untuk menjalankan hal-hal lain di luar tujuan tersebut.
3. Problem Solver
Tentu sulit untuk menjadi seorang entrepreneur. Sebab, kamu akan menemukan berbagai macam problem yang tak terduga. Dengan demikian, kamu harus mampu menganalisis dan menyelesaikan setiap masalah yang ada.
4. Berani ambil risiko
Entrepreneur adalah pekerjaan yang penuh dengan risiko. Bukan entrepreneur namanya kalau ingin bekerja dengan aman dan nyaman. Agar supaya dapat bersaing dengan para kompetitor, kamu harus berani mengambil resiko.
5. Berpikir Terbuka
Kamu tetap perlu berpikiran terbuka, meskipun harus fokus pada tujuan. Sebab, kamu perlu terus berpikir kritis dan rasional.
Baca Juga: Perbedaan Aplikasi Native, Hybrid, dan Web yang Perlu Kamu Ketahui
Itulah penjelasan Jobnas.com tentang entrepreneur. Hal yang tak boleh dilupakan adalah entrepreneur adalah seseorang yang mengembangkan perusahaan dengan berbagai inovasi dan siap menanggung risikonya.
Baca SelengkapnyaKetahui Cara dan Etika yang Tepat untuk Meminta Surat Rekomendasi
Jobnas.com-Setiap mantan pegawai memiliki hak untuk meminta surat rekomendasi dari perusahaan. Untuk mendapatkannya, kamu bisa memintanya kepada bagian HRD atau atasan yang mengenal kinerjamu.
Surat rekomendasi berisi penjelasan kinerja seseorang dan juga periode masa kerjanya. Di samping itu, umumnya perusahaan akan menuliskan rekomendasinya untuk perusahaan berikutnya yang akan menerima kamu sebagai calon pegawai.
Sebaiknya, kamu tetap perlu menjaga etika saat memintanya, meskipun memang menjadi hak semua pegawai.
Lantas, bagaimana cara meminta surat rekomendasi tanpa terlihat memaksa dan menekan? Ikuti langkah-langkah dari Jobnas.com berikut ini.
Siapa Saja yang Boleh Menulis Surat Rekomendasi?
Menurut The Balance Careers, terdapat dua tipe yang bisa kamu mintai surat rekomendasi yaitu personal references dan professional references.
Professional references umumnya sudah memiliki template yang sama ketika dimintai surat rekomendasi, sehingga hasilnya akan sama satu sama lain.
Professional references merupakan seseorang yang bertugas atau berwenang dalam menerbitkan surat rekomendasi atau surat-surat formal lainnya.
Tidak ada keistimewaan yang sesuai dengan kinerja atau pekerjaan yang sudah kamu kerjakan secara spesifik merupakan kekurangan untuk meminta surat kepada professional references.
Beda halnya dengan personal references. Mereka adalah seseorang yang pernah bekerja bersamamu secara langsung. Dapat dikatakan bahwa personal reference merupakan orang yang dipilih secara langsung oleh kamu untuk menulis surat rekomendasi.
Personal references bisa jadi adalah rekan, manager, mentor, atau siapapun yang kamu anggap kredibel serta tahu semua kinerjamu.
Salah satu keunggulan surat rekomendasi dari personal references adalah kamu akan mendapatkan surat referensi yang baik dan juga lengkap dengan penjelasan apa yang sudah kamu kerjakan selama ini.
Bisa dibilang surat rekomendasi dari personal references akan terbaca secara personal bukan hanya sekadar formalitas.
Tips Minta Surat Rekomendasi
Surat rekomendasi sebenarnya masih menjadi hak kamu, meskipun statusnya kamu sudah menjadi eks pegawai. Akan tetapi, agar tidak terlihat memaksa bahkan menekan, kamu harus memintanya secara sopan.
Baca Juga: Dengan Mengetahui Peran Staf Pajak, Kamu akan Jadi Incaran Banyak Perusahaan
Jangan sampai perusahaan atau orang yang kamu tunjuk untuk menulis surat rekomendasi pada akhirnya menolak akibat kesalahan kecil. Lantas, bagaimana sih cara yang profesional untuk meminta surat rekomendasi ? Simak langkah-langkahnya berikut ini:
1. Tanyakan baik-baik
Menurut Monster, biasanya kita dihadapkan dalam keadaan yang canggung saat meminta surat rekomendasi. Terlebih apabila kamu harus menanyakan surat rekomendasi ke atasan yang tidak terlalu akrab.
Sebaiknya, tanyakan saja secara langsung daripada kamu meminta maaf secara tiba-tiba atau melakukan gestur yang aneh. Kamu juga bisa to-the-point tujuan dari surat rekomendasi yang kamu minta beserta deadlinenya (jika diperlukan).
Contoh:
Selamat Siang/Siang, Pak/Bu, saya mendapatkan kesempatan bekerja di perusahaan W dan membutuhkan surat rekomendasi dari perusahaan U sebagai bukti saya pernah bekerja di sana serta ingin mengetahui kinerja saya.
Apakah Ibu/Bapak bersedia untuk menulis surat rekomedasi untuk saya? Saya membutuhkannya paling lambat tanggal xx. Terima kasih.
2. Memberikan poin-poin penting untuk ditulis
Dalam menulis surat rekomendasi, beberapa orang masih kurang berpengalaman. Kadang mereka tidak tahu apa saja isi dari surat rekomendasi atau bahkan tidak mengetahui kinerjamu secara rinci.
Oleh karena itu, kamu diperbolehkan untuk memberikan poin-poin yang sekiranya ingin di-highlight dalam surat rekomendasimu.
Dengan memberikan poin penting seperti pekerjaan spesifik yang sudah dilakukan sebelumnya akan mempermudah kamu saat melamar pekerjaan yang sama di tempat lain. Hal ini bisa termasuk portofolio atau skill yang berkaitan dengan pekerjaan yang kamu lamar.
Contoh:
Terima kasih telah menyetujui untuk menuliskan surat rekomendasi untuk saya. Bolehkah jika tidak keberatan untuk menuliskan bahwa saya telah menjadi bagian dari campaign xx pada tanggal xx?
Selain itu, saya juga meminta izin untuk menggambarkan bagaimana kinerja saya dalam menaikkan jumlah traffic dalam blog xx selama 10 bulan lalu. Saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya.
3. Persiapkan diri untuk menulis sendiri
Tentu memang tidak bisa ditebak peluang untuk minta surat rekomendasi. Bisa ditolak, diterima, atau malah ada perusahaan yang meminta pegawainya menulisnya sendiri. Sebaiknya kamu harus memanfaatkan sebaik-baiknya jika hal tersebut terjadi karena ini merupakan peluang yang baik.
Hal ini kemungkinan besar terjadi jika kamu sangat dekat dengan bagian HR, Direktur Utama, atau bagian-bagian yang berwenang. Kemungkinan kedua, bisa saja mereka sibuk dan tidak sempat untuk menuliskannya untukmu.
Mereka hanya menawarkan untuk review serta menandatangani surat rekomendasi untuk mempersingkat waktu.
Contoh:
Saya mengerti jika Ibu/Bapak tidak memiliki waktu untuk menuliskan surat rekomendasi ini. Jika Ibu/Bapak tidak keberatan, bolehkah saya menulisnya dan mengirimkannya untuk di-review dan ditanda-tangani?
Baca Juga: Tingkatkan Popularitas Situsmu dengan Guest Blogging, Strategi Menulis di Situs Lain
Demikianlah penjelasan Jobnas.com terkait cara meminta surat rekomendasi ke perusahaan. Meski kelihatannya memang mudah dalam meminta surat rekomendasi ini. Namun, nyatanya banyak pertimbangan yang harus dipikirkan. Oleh karena itu, kamu juga dapat mencoba terlebih dahulu langkah-langkah di atas. Intinya, meminta surat ini harus tetap sopan dan beretika, ya!
Baca SelengkapnyaJika WFH Berbulan-bulan, Sebaiknya Waspadai Cabin Fever
Jobnas.com-Apabila kamu sedang merasa gelisah dan bosan saat harus bekerja dari rumah, barangkali kamu sedang mengalami masalah Cabin Fever. Jadi, Cabin Fever merupakan salah satu problem yang kerap kali mengancam para pekerja di saat WFH, lho.
Lantas, apa sih sebenaranya Cabin Fever itu? Mengapa masalah semacam ini mesti terjadi ? Di artikel ini Jobnas.com akan menguraikannya untuk mu. Yuk, simak sampai tuntas !
Apa itu Cabin Fever ?
Menurut Healthline, secara definitif cabin fever adalah perasaan-perasaan yang muncul yang diakibatkan karena terlalu lama berada di suatu tempat terisolasi, karena hal-hal tertentu.
Bisa jadi, seseorang dapat mengalami perasaan-perasaan negatif seperti gelisah, sedih, hingga bosan karena berada di rumah terlalu lama
Istilah ini sebelumnya dikaitkan dengan orang-orang yang terkurung di rumah akibat musim dingin membatasi aktivitas di luar rumah. Seperti dilansir dari Kompas, merasa terputus dari “dunia luar” juga bisa menyebabkan munculnya cabin fever.
Baca Juga: Sender Reputation, Sebuah Gambaran atas Kualitas di Mata Pelanggan
Ciri-ciri Mengalami Cabin Fever
1. Pola tidur tak teratur
Pola tidurmu semakin tidak teratur menjadi salah satu ciri kamu sedang mengalami cabin fever. Kamu akan semakin sulit untuk tidur di malam hari, dan semakin sulit untuk bangun di pagi hari. Bahkan, karena merasa lelah, kamu bisa tertidur di tengah hari. Barangkali kamu sedang mengalami Cabin Fever apabila kamu mengalami ciri-ciri semacam itu.
2. Sulit Fokus
Pandemi Covid-19 berdampak pada segala hal, dari tata kehidupan, hingga mata pencarian. Berbagai berita yang muncul di media pun sebagian besar adalah berita buruk yang semakin berdampak pada kesehatanmu.
Kamu pun juga dituntut untuk dapat bekerja dengan baik. Hal ini tentu menjadi beban pikiran tersendiri untuk seseorang sehingga tak heran jika mereka menjadi sulit fokus. Mereka akan selalu terbebani dengan pikiran yang muncul akibat pemberitaan tersebut.
3. Mudah Lupa
Sering lupa menjadi ciri berikutnya yang muncul apabila kamu mengalami cabin fever. Hal ini disebabkan karena kecemasan dapat mempengaruhi memori. Menurut Calm Clinic, hal ini dikarenakan diproduksinya hormon stres yang mengakibatkan sulit mengingat hal-hal tertentu.
Baca Juga: Cek Kartu BPJS Kesehatan Aktif Atau Tidak
Selanjutnya, berhubungan dengan poin sebelumnya yaitu sulit fokus, ini juga membuatmu jadi lupa akan sesuatu. Pikiranmu menjadi terdistraksi dan sulit mengingat suatu peristiwa, perkataan, dan sebagainya.
4. Emosional
Kamu menjadi lebih emosional menjadi ciri lain kamu sedang mengalami cabin fever. Karena minimnya interaksi, kamu jadi memiliki ekspektasi lebih terhadap sesuatu. Hal inilah yang membuatmu dapat menjadi lebih emosional bahkan mudah tersinggung.
Hal yang Bisa Kamu Lakukan
1. Ke Luar Rumah
‘Ke luar’ rumah menjadi cara pertama yang bisa kamu lakukan untuk menanggulangi cabin fever. Memang, pandemi menuntut kita untuk tetap di rumah agar penyebarannya dapat berkurang.
Dengan kata lain, maksud dari ke luar rumah di sini bukanlah untuk liburan ke objek wisata atau sejenisnya, namun kamu bisa dengan bersantai di teras rumah, bermain di kebun, dan sebagainya.
Bahkan, merawat tanaman juga termasuk salah satu yang disarankan agar kamu bisa merasakan interaksi dengan ‘dunia luar’.
2. Miliki Rutinitas
Berikutnya, kamu dapat menjalankan suatu rutinitas baru yang selama ini belum sempat kamu lakukan.Nah, kamu pun bisa memanfaatkan waktu yang biasanya kamu luangkan untuk perjalanan ke kantor dan pulang, lho. Misalnya, setelah bangun pagi kamu dapat berolahraga sejenak, menulis diari atau jurnal, dan sebagainya.
3. Jaga Hubungan Sosial
Sebagai makhluk sosial, kamu perlu untuk menjaga hubungan sosial agar tidak merasakan jenuh dan cemas kala di rumah saja. Apabila biasanya kamu dapat bertemu dengan teman di suatu tempat, kali ini kamu dapat melakukannya secara virtual, lho. Tak ada salahnya bertelepon atau video call dengan teman lama di luar jam kantor agar interaksi sosial tetap terjaga.
4. Nikmati ‘me time’
Selanjutnya, ‘me time’ menjadi hal yang perlu kamu lakukan. Bisa dibilang me time ini adalah waktu untuk memberikan dirimu kebebasan dari apapun. Banyak hal yang bisa kamu lakukan untuk menikmati me time, mulai dari mematikan notifikasi handphone, membaca buku, atau bahkan bisa menjalankan hobi lainnya. Hal ini tentu saja dapat membuat perasaan negatif yang kamu rasakan menjadi sedikit terkurangi.
Baca Juga: Agar Kamu Tidak Stres, Ini Dia 5 Tips Menghadapi Atasan Gila Kerja
Nah, demikianlah penjelasan Jobnas.com mengenai beberapa ha tentang cabin fever. Apabila kamu tertarik dengan informasi serupa, kamu bisa membaca artikel Jobnas.com lainnya, lho.
Baca SelengkapnyaIni Dia Cara Produktif Pasca Pandemi
Jobnas.com-Di saat pandemi melanda, tentu saja ada banyak perubahan yang mempengaruhimu. Perubahan-perubahan itu barangkali bisa menganggu produktivitasmu meskipun sesudah pandemi. Jika tidak produktif, kamu akan mulai mengalami berbagai masalah kesehatan fisik dan mental. Hal itu tentunya akan menghambat pekerjaan dan keseharianmu
Baca Juga: S&K dan Pricelist Iklan Jobnas
Seorang managing director dari Indika Foundation, Ayu Kartika Dewi, mengatakan bahwa melakukan kegiatan yang produktif pasca pandemi dapat menjadi tantangan tersendiri.
Lantas, bagaimana sih cara agar kita bisa tetap produktif meski pandemi telah berlalu ? Nah, di artikel ini Jobnas.com akan menguraikan itu semua untukmu. Yuk, simak sampai tuntas !
Pentingnya Produktivitas Pasca Pandemi
Menurut Ayu, produktif merupakan bekal yang harus ditumbuhkan untuk menghasilkan sesuatu. Ketika terjadi sebuah perubahan, pasti menjadi menantang, karena manusia itu adalah creature of habits.
Dari situlah perlu tips dan trik khusus pandemi untuk tetap produktif di masa setelah pandemi ini. Tips dan trik ini tentunya dapat berbeda sesuai dengan kepribadianmu, baik introvert ataupun extrovert.
Baca Juga: Sering Dianggap Mirip, Ternyata E-Commerce & Marketplace Berbeda, Begini Ulasannya!
Seorang extrovert akan mendapatkan energi ketika bertemu dan berkomunikasi dengan banyak orang. Sedangkan introvert justru akan terkuras energinya bila bertemu dengan banyak orang. Yang menjadi problem adalah bahwa kita semua tahu manusia merupakan makhluk sosial. Secara naluriah, kita itu menginginkan hubungan dengan orang lain dengan baik.
Setidaknya, perlu perubahan untuk dapat membantu kita menjadi lebih produktif. Perubahan itu dimulai dengan menyadari bahwa apa biasa kamu lakukan tidak berjalan dengan semestinya. Ayu mencontohkannya dengan mengerahkan pekerja yang biasanya membantu membersihkan rumahnya untuk membantu membelikan bahan-bahan makanan.
Dengan demikian, meski pendapatannya berkurang, ia masih memiliki punya cara lain untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Dengan cara itu, ia menemukan cara agar pekerja yang ia kenal tetap produktif saat pandemi.
Di titik inilah penting kiranya mengubah strategi agar tetap bisa survive pasca pandemi. Jika tidak, kamu akan mengalami stres. Nah, bagaimana cara mengatasinya jika hal ini terjadi?
Cara Mengatasi Stress Pasca Pandemi
Ayu menggunakan filosofi ember untuk mengatasi rasa stress di saat pasca pandemi. Anggaplah kapasitas pikiranmu sebagai ember. Semua masalah yang terjadi adalah air yang dimasukan ke dalam ember.
Ketika kamu merasa embermu penuh dengan masalah, air di dalam ember tersebut akan luber. Penting untuk kita memiliki cara untuk menerapkan batasan. Seperti, ada teman di kantor yang ingin curhat. Kamu harus berani bilang tidak. Bilang bahwa kamu sedang tidak memiliki kapasitas untuk mendengarkan curhatnya.
Setiap harinya, kamu akan berhadapan dengan stres. Untuk mengatasinya, Ayu menyarankan untuk membuat sebuah matriks. Langkah yang bisa dilakukan adalah dengan membuat kuadran yang meliputi hal-hal yang paling membuat stres, hal-hal yang tidak begitu membuat stres, sesuatu yang tidak bisa dikendalikan, dan hal-hal yang bisa dikontrol. Buatlah sebuah peta tentang hal-hal ini.
Kemudian, kamu harus memperhatikan hal-hal yang paling membuat stres dan hal-hal yang bisa dikontrol. Fokuskan pada dua kategori ini saja. Cobalah berdamai dengan hal-hal yang membuatmu stres namun tidak bisa dikontrol. Sementara untuk hal-hal yang tidak terlalu membuatmu stres, dapat kamu lupakan perlahan-lahan.
Baca Juga: Antara Bullet Journalling atau Digital Journalling, Tentukan Pilihanmu!
Dengan menggunakan cara ini, ember yang berisikan masalah tadi akan semakin lama semakin berkurang airnya. Jika kamu mengalami stres, ambillah pena dan kertas, dan tulis hal-hal tersebut.
Demikianlah cara yang dapat kamu lakukan agar supaya tetap produktif pada saat pasca pandemi. Hal-hal yang dianggap bermanfaat mesti kamu lakukan, baik itu berupa hobi atau bahkan kamu bisa mempelajari sesuatu yang baru.
Baca SelengkapnyaInilah Keterampilan atau Skill Penting Bagi Para Pekerja di Semua Industri: “Manajemen Diri”
Jobnas.com - Manajemen diri adalah salah satu keterampilan yang paling dibutuhkan di tempat kerja, apa pun di industri lainnya. Keterampilan manajemen diri juga sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari. Dengan keterampilan ini, perusahaan akan percaya bahwa kalian dapat mengelola berbagai aspek diri sendiri.
Dengan demikian, Jika kalian sudah mempunyai skill tersebut perusahaan tidak perlu terlalu banyak membimbing. Sebenarnya, apa itu manajemen diri dan bagaimana cara memperbaikinya?
Kalian bisa temukan jawabannya di artikel ini!
Definisi Manajemen Diri
Saat bekerja dari rumah (WFH) untuk pertama kalinya, banyak orang yang merasa pekerjaannya berantakan. Ada yang terpaksa lembur, begadang, menumpuk, telat rapat, dll. Padahal, jumlah pekerjaan yang harus mereka lakukan sama dengan saat bekerja di kantor.
Mengapa ini terjadi? seperti yang dikatakan The Complete Leader. Salah satu penyebabnya adalah manajemen diri yang buruk. Manajemen diri adalah kemampuan untuk menetapkan prioritas, memutuskan apa yang perlu dilakukan, dan bertanggung jawab untuk menyelesaikan sesuatu.
Seperti dikutip dari Trello, self-management adalah kemampuan untuk mengembangkan kepribadian dan profesionalisme seseorang secara mandiri tanpa pengaruh dari luar. Dengan kata lain, kalian bertanggung jawab atas diri kalian sendiri. Anggap diri kalian sebagai bos kalian sendiri.
Jadi kalian berurusan dengan banyak hal yang berkaitan dengan berbagai aspek di dalam diri. Secara garis besar, manajemen diri ada dalam empat bentuk, yaitu fisik, mental, sosial, dan spiritual.
Jadi Mengapa Keterampilan Ini Penting?
Saat kalian mengelola diri sendiri, kalian harus memahami apa yang kalian butuhkan dan apa yang tidak kalian butuhkan, logika paling gampangnya seperti itu. Kalian benar-benar perlu mengenal diri sendiri dan bersedia mempertaruhkan setiap keputusan yang kalian buat.
Jadi kalian tidak akan menyalahkan faktor eksternal atas kegagalan. Kalian bisa mengevaluasi diri sendiri dan menentukan solusi terbaik agar tidak terulang kembali. Keahlian ini menjadi lebih berguna saat kalian bekerja lepas atau bekerja dari jarak jauh.
Tidak ada atasan atau rekan kerja yang bisa langsung melihat progres pekerjaan kalian. Jadi tidak ada yang akan memarahi Anda jika kalian tidak fokus dan teralihkan dengan hal lain.
Dengan keterampilan ini, kalian dapat terus melakukan pekerjaan tanpa pengawasan orang lain.
Dimensi-dimensinya
Ada beberapa dimensi self-management yang bisa mulai kalian perhatikan. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:
- Motivasi Pribadi
Motivasi diri adalah kemampuan untuk mendorong diri sendiri. Anda dapat memulai dan menyelesaikan pekerjaan tanpa diminta oleh orang lain. Keinginan untuk melakukan pekerjaan berasal dari dalam diri sendiri.
- Tetapkan Tujuan
Sebagai orang dengan keterampilan menetapkan tujuan yang sangat baik, kalian dapat menetapkan tujuan jangka pendek dan jangka panjang dalam hidup kalian. Ini juga berlaku untuk pekerjaan.
Tidak hanya itu, kalian juga dapat memetakan langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.
- Manajemen Waktu
Waktu sangat berharga. Bahkan, banyak orang mengatakan, “Waktu adalah uang”. Sebagai orang yang memiliki kemampuan manajemen diri yang baik, kalian tentu memiliki kemampuan manajemen waktu yang baik pula.
kalian tahu bagaimana mengatur waktu dengan baik untuk melakukan berbagai tugas. 24 jam sehari tidak akan membuat kalian merasa kurang.
- Manajemen Stres
Menurut Organisasi Stres Dunia, 80% karyawan merasa stres di tempat kerja. Selain itu, hampir setengahnya mengatakan bahwa mereka membutuhkan bantuan untuk mempelajari cara mengelola stres. Hal ini menunjukkan bahwa mengelola stres bukanlah hal yang mudah, apalagi dalam dunia kerja.
Hasilnya, kalian dapat meningkatkan manajemen stres dengan berbagai cara, seperti bermeditasi, menjaga pola makan yang sehat, berolahraga, dan menulis jurnal.
- Organisasi
Manajemen diri juga terkait dengan keterampilan organisasi yang baik. Terorganisir yang disebutkan di sini berarti kalian dapat mengatur energi, waktu, kesehatan fisik, kesehatan mental, dan lainnya. Jika kalian mengelola semua ini dengan baik, akan lebih mudah bagi kalian untuk menerapkan poin-poin sebelumnya.
Kiat untuk Meningkatkan Manajemen Diri
Setelah melalui banyak hal yang berkaitan dengan self-management, sekarang bagaimana cara meningkatkannya? Manajemen diri adalah keterampilan yang perlu terus diasah. kalian perlu melatih diri sendiri untuk mencapai manajemen diri yang lebih baik.
Berikut Jobnas akan memberikan beberapa tips untuk memperbaikinya.
- Pahami Kekuatan dan Kelemahan
Hal pertama yang perlu kalian lakukan untuk meningkatkan keterampilan manajemen diri adalah memahami kekuatan dan kelemahan kalian. Ketika ketika memahami kekuatan, kalian akan tahu bagaimana memaksimalkannya dalam hidup dan bekerja. Sedangkan dengan memahami kekurangan kalian sendiri, kalian akan tahu cara mengatasinya.
- Buat Skala Prioritas
Skala prioritas adalah cara yang efektif untuk mengelola manajemen waktu. Kalian dapat memprioritaskan tugas mendesak daripada yang lain.
- Gunakan Teknik Manajemen yang Paling Tepat
Kalian dapat memilih dari berbagai teknik manajemen, seperti Pomodoro, Kanban, Sasaran SMART, dan lainnya. Teknik ini akan sangat membantu kalian meningkatkan manajemen diri, terutama jika kalian baru ingin mulai mempraktikkannya.
- Evaluasi Apa yang Anda Lakukan
Setiap kali kalian menyelesaikan sesuatu, kalian dapat mengevaluasi diri sendiri. Bisakah kalian menghindari gangguan sepanjang hari? Apakah semua tenggat waktu kalian terpenuhi hari ini? Ada pekerjaan yang harus diselesaikan besok?
Dengan mengevaluasi diri sendiri, kalian akan belajar mencari solusi dari semua masalah yang ada. Dengan cara ini, manajemen diri kalian akan meningkat dari hari ke hari.
Berdasarkan penjelasan Jobnas yang telah disebutkan di atas, apakah kalian sudah mengelola diri sendiri dengan baik? Jika belum, kalian bisa menerapkan cara-cara di atas untuk lebih melatih self-management. Sehingga kalian dapat menerapkan keterampilan ini dalam pekerjaan.
Selain self-management, masih banyak skill dan aspek lain yang bisa membantu kamu dalam bekerja. Apa saja yang lain itu?
Jika Anda penasaran, kalian dapat berlangganan blog Jobnas untuk mendapatkan jawabannya.
Baca SelengkapnyaKamu Harus Tahu, 5 Sifat Ini Dapat Memicu Perilaku Korupsi di Kantor
Jobnas.com - Secara hukum, korupsi merupakan salah satu tindak pidana yang dapat merugikan banyak pihak.
Dalam mindsite kebanyakan orang, korupsi hanya terbatas pada perilaku penggelapan dana dengan jumlah besar oleh pihak tertentu saja, khususnya oleh pejabat negara. Padahal tidak. Korupsi bisa dilakukan siapa saja dan di mana saja. Dalam segala aspek kehidupan pasti ada yang namanya perilaku korupsi, entah sekecil apapun itu.
Di kantor misalnya, ada banyak sifat buruk yang dapat memicu perilaku korupsi.
Kamu perlu membuang sifat-sifat tersebut agar terhindar dari perilaku yang dapat menimbulkan tindakan korupsi.
Apa saja sifat-sifat buruk yang dimaksud? Yuk, cari tahu selengkapnya dalam artikel berikut.
1. Sering Menunda-nunda Pekerjaan
Sifat pertama yang perlu kamu buang jika ingin terhindar dari perilaku korupsi di kantor adalah menunda-nunda pekerjaan. Procrastination hanya akan membuat produktivitas kinerjamu menurun.
Tak hanya sampai di situ, kebiasaan menunda-nunda pekerjaan tidak hanya akan merugikan dirimu sendiri namun juga rekan-rekan kerjamu.
Iya, jika pekerjaanmu sifatnya personal, namun malah lebih parah jika pekerjaanmu berhubungan dengan yang lain. Menunda pekerjaanmu terus-menerus dapat menghalangi rekan kerjamu melakukan pekerjaan mereka sendiri.
Mereka akan terpaksa bekerja lembur ketika kamu akhirnya bisa melakukan tugasmu karena tenggat waktu mulai semakin dekat.
Sikap seperti ini merupakan penyakit psikologis dan disadari atau tidak, kamu telah melakukan korupsi, yaitu korupsi waktu.
2. Sering Datang Terlambat
Sering datang terlambat juga termasuk sifat yang memicu korupsi di kantor yang harus kamu hindari.
Sering datang terlambat ke kantor atau saat ada rapat menandakan bahwa kamu tidak professional dalam pekerjaan. Dengan demikian, kamu sudah melakukan tindak korupsi. Karena kamu dibayar dengan jam kerja yang telah menjadi kontrak kerja.
3. Tidak terbuka terhadap pekerjaan
Terlalu menjaga privasi terhadap data dan dokumen kerja yang seharusnya terbuka adalah sifat lain yang dapat memicu korupsi di kantor. Sifat seperti ini juga harus kamu buang sesegera mungkin.
Karena menurut All Business, sifat ini adalah salah satu pertanda seseorang tengah atau telah melakukan korupsi di kantor.
Pada kasus tertentu, kamu memang memiliki privasi tersendiri hingga merasa enggan untuk berbagi dengan rekan kerja atau atasan. Kamu juga memang perlu untuk memastikan kerahasiaan dokumen tertentu dan tidak boleh membagikannya kepada orang lain.
Namun, jika kamu terlalu protektif terhadap hasil kerjamu yang seharusnya dipublikasikan dan tidak bersedia berbagi tugas dengan rekan kerja, hal ini dapat menjadi perilaku negatif.
Kamu akan cenderung tamak dan melakukan apa saja untuk memastikan pekerjaanmu tidak diberikan kepada orang lain. Jika demikian, bukankah hal tersebut sudah menjadi sifat yang buruk?
4. Mengikuti gaya hidup yang boros
Sifat selanjutnya yang menurut Whistle Blower Security dapat menjadi pemicu perilaku korupsi adalah gaya hidup yang boros. Bedanya, sikap seperti ini tak hanya berlaku di kantor saja, tetapi ia menjadi masalah umum di tengah-tengah masyarakat dengan berbagai lapisan.
Agar tidak terbiasa dengan gaya hidup boros, maka menjaga pertemanan yang produktif adalah salah satu caranya. Ciptakanlah circle yang baik serta hati-hati dengan beberapa lingkaran pertemanan di kantor yang dapat menjerumuskanmu pada gaya hidup yang boros.
Sebab, jika kamu sudah candu dengan gaya hidup boros, maka candu tersebut akan memaksamu untuk melakukan apa saja untuk bisa memenuhi gaya hidupmu, salah satunya korupsi.
Tentu kamu tidak ingin berakhir melakukan tindakan korupsi hanya demi pemuasan gaya hidup semata, bukan?
5. Memanfaatkan waktu kerja untuk urusan pribadi
Bermain handphone pada saat jam kerja menunjukkan bahwa kamu tidak bisa bersikap professional dalam bekerja. Bahkan bertentangan dengan aturan yang berlaku di beberapa perusahaan tertentu.
Kamu sibuk dengan urusan pribadi pada waktu kerja juga dapat dikategorikan sebagai salah satu sifat korupsi waktu di kantor. Sebaiknya, jika urusan pribadi tersebut sifatnya tidak mendesak, selesaikan di waktu istirahat atau setelah pulang kerja.
Nah, itulah 5 sifat yang tidak baik, yang bisa menjadi sebab kamu melakukan korupsi di kantor. Menurutmu, sifat-sifat lain apa saja yang dapat memicu perilaku korupsi? Yuk, diskusikan pendapatmu di kolom komentar, ya!
Baca SelengkapnyaIni Dia PR Crisis yang Bisa Mengancam Kelangsungan Perusahaan
Jobnas.com-Jika kamu pernah sesekali mendengar tentang suatu brand yang diboikot, masalah yang tepat untuk menggambarkan ini adalah krisis PR alias PR Crisis. Tentu kamu akan penasaran terkait bagaimana perusahaan di kemudian hari menyikapi problem semacam ini serta apa saja hal-hal yang dapat mereka upayakan apabila mengalaminya.
Nah, jawabannya ada di artikel Jobnas.com berikut ini. Yuk, simak selengkapnya!
Pengertian Krisis PR
Sebelum kita lebih jauh membahas tentang krisis PR, kita harus mengetahui terlebih dahulu terkait dengan pengertian krisis yang satu ini. Menurut Pushkin PR, PR crisis adalah:
-apa pun yang bisa menghilangkan kepercayaan atas perusahaan
-apa pun yang bisa menodai reputasi perusahaan
-risiko atas kesehatan, keamanan, atau ancaman lain dari klien, pekerja, atau stakeholder perusahaan
Tentu saja, tak semua isu harus disebut sebuah krisis. Seperti dilansir dari Talkwalker, sebelum panik, pastikan dulu hal ini:
Apakah masalah ini memengaruhi alur kerja perusahaan?
Apakah masalah ini membuat petinggi perusahaan kebingungan?
Apakah pekerja lainnya merasa terganggu?
Apakah reputasi brand bisa rusak karena masalah ini?
Apabila memenuhi semuanya, barulah sebuah masalah disebut PR crisis. Kita ambil contoh, komentar kebencian di media sosial. Misalnya, terdapat review negatif atau post media sosial berupa ejekan. Memang, ini adalah sebuah gangguan. Akan tetapi, ia belum tentu sebuah krisis.
Baca Juga: Perhatikan 7 Hal Ini, Apabila Ingin Menulis Surat Rekomendasi Kerja untuk Temanmu
Jika komentar negatif tadi terus membesar, bahkan mengancam nama merek, barulah kamu bisa menyebutnya krisis. Jadi, kamu mesti menghindari kepanikan terlebih dahulu saat terjadi masalah. Di samping itu, pastikan dulu besar dari isu tersebut. Jika sudah, barulah tanggapi sesuai dengan porsinya.
Dampak Krisis PR bagi Perusahaan
Setelah kamu mengetahui tentang definisi dari istilah ini, berikutnya kamu harus memahami dampaknya bagi sebuah perusahaan. Menurut Inc, krisis inis bisa menurunkan atau memperlambat penjualan, menodai brand selama bertahun-tahun, hingga membuat perusahaan bangkrut.
Itulah mengapa, PR crisis menjadi salah isu yang tak bisa kamu sepelekan. Sebab, konsekuensinya sangatlah besar. Nah, apabila krisis ini terjadi, kamu tak boleh menunda-nunda pekerjaan. Pasalnya, dunia PR crisis juga mengindahkan semboyan ini, lho.
Sebaiknya, sebelum sebuah masalah benar-benar terjadi, kamu harus menyiapkan diri terlebih dahulu. Dengan demikian, kamu bisa dengan mudah melaluinya.
Menurut Digital Marketing World Forum, terdapat dua hal yang perlu kamu siapkan. Setelah itu, jika isu benar terjadi, ada tiga pekerjaan yang wajib dilakukan.
Poin-poin dalam PR crisis itu adalah:
1. Bentuk Tim Krisis
Membentuk tim komunikasi krisis menjadi langkah pertama yang harus kamu lakukan. Jangan lupa agar kamu mengisi tim itu dengan orang-orang yang beragam.
Dengan demikian, gagasan-gagasan mereka akan bermacam-macam. Semua itu sempurna di ambang krisis yang penuh ketidakpastian. Kemudian, jangan lupa, buat rencana komunikasi. Masukkan panduan menanggapi krisis PR di sana. Apabila masalah benar-benar melanda, hal tersebut akan menjaga tim dari kebingungan.
2. Jaga Brand Reputation
Seperti yang sudah disebutkan tadi, tak semua orang mencintai merekmu. Pasti ada saja satu-dua orang yang melemparkan hal negatif tentangmu.
Nah, agar pendapat negatif ini tetap terkendali, kamu harus terus melakukan reputation management. Kamu bisa memantau media sosial, pers, situs review, influencer, kompetitor, dan lain-lain.
3. Katakan Sejujurnya
Apabila krisis benar-benar terjadi,banyak orang yang akan meminta klarifikasi dan penjelasan. Dalam situasi yang demikian, kamu wajib mengambil langkah yang tepat. Ingat, kamu sudah punya rencana komunikasi.
Terus ikuti panduan itu. Jangan lupa, katakanlah sejujurnya. Salah itu biasa, jangan malu untuk meminta maaf. Hindari sikap sibuk menyalahkan pihak lain, atau malah tak mau mengakui adanya isu tertentu. Itu malah bisa jadi bumerang di tengah masalah.
4. Kirim Pesan yang Faktual, Informatif, dan Jelas
Kamu bisa mengirimkan pesan-pesan ke publik berupa apabila krisis PR terjadi berupa:
-apa yang terjadi
-apa yang akan (atau sedang) kamu lakukan untuk menyelesaikannya
-apa yang kamu rencanakan di masa depan
Kemas semuanya dengan jelas dan informatif. Semakin cepat kamu meminta maaf dan menjelaskan, semakin besar kemungkinan brand-mu dimaafkan.
Baca Juga: Agar Keamanan Datamu Terjaga, Pahami Software Keylogger yang Sangat Berbahaya
5. Belajar Dari Krisis PR
Tentu saja, jika terjadi krisis, ada masalah yang memicunya. Nah, kamu harus mempelajari semua itu agar masalah tak terulang kembali di masa depan.
Di samping itu, ingat, tak ada hal yang sempurna di dunia ini. Tanggapanmu atas PR crisis adalah salah satunya. Evaluasi proses tanggapanmu atas masalah. Siapa tahu, ada yang bisa diperbaiki dan diterapkan di hari esok.
Ingat, mencegah lebih baik daripada mengobati. Hal ini juga berlaku di dunia krisis PR. Oleh karena itu, kamu wajib menjaga reputasi perusahaan.
Baca SelengkapnyaIni Dia Cara Cegah Burnout di Tempat Kerja
Jobnas.com-Salah satu hal yang penting dilakukan setiap pekerja adalah mencari cara dan mengatasi burnout di tempat kerja. Burnout merupakan suatu kondisi mental yang kalau tidak dicegah akan sangat mengganggu setiap pekerja.
Seorang psikolog cum penulis, Samanta Ananta, M.Psi, mengatakan bagaimana cara mengatasi burnout di tempat kerja. Lebih dari itu, ia juga mendeskripsikan bagaimana ciri-cirinya serta cara mengatasinya ketika sedang work from home (WFH).
Perbedaan antara Stress dan Burnout
Sebelum kita lebih jauh mengetahui apa itu burnout, hal yang perlu kita pahami pertama kali adalah mengetahui perbedaan antara stress dan burnout. Masih menurut psikolog Samanta, ia menjelaskan bahwa stres lebih cenderung mengarah pada hal-hal umum. Hal itu berbeda dengan burnout yang sering kali dikaitkan dengan situasi pekerjaan.
Baca Juga: Agar Keamanan Datamu Terjaga, Pahami Software Keylogger yang Sangat Berbahaya
Lebih dari itu, ia juga menjelaskan bahwa ciri-ciri orang yang mengalami burnout adalah merasa lelah secara terus-menerus, baik secara fisik maupun emosional. Ada juga ciri-ciri orang yang mengalami burnout mempunyai pandangan negatif terhadap pekerjaannya. Misalnya, baru mengetik sebentar di depan laptop langsung malas dan ada juga yang mengasingkan diri dari tugas-tugasnya.
Cara Mengatasi Burnout di Tempat Kerja
Tentu kamu semakin penasaran dong bagaimana sih sebenarnya mengatasi burnout di tempat kerja ? Hal yang harus kamu lakukan pertama kali adalah tidak mencampur urusan kantor dengan rumah.
Artinya, seseorang harus pandai dalam mengatur batasan antara kedua hal tersebut. Jadi, alangkah lebih baiknya selama di kantor tak perlu membawa urusan pribadi. Begitu juga saat di rumah, usahakan untuk tidak membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan.
Di samping itu, ia juga menyarankan untuk berolahraga dalam mengatasi burnout. Sebab, olahraga adalah siasat yang paling mudah untuk membuat otak kita aktif serta tubuh menjadi sehat.
Psikolog Samanta juga memberikan perihal tips mengatasi burnout saat WFH. Ia menyarankan untuk bergabung ke komunitas sesuai dengan hobi atau minat seseorang secara virtual dan berbagi cerita di sana saat waktu luang.
Lebih lanjut lagi, ia juga menganjurkan untuk tetap mengkonsumsi makanan bergizi serta menjaga pola tidur secara teratur. Sebab, kesehatan fisik dan kesehatan mental saling mempengaruhi satu sama lain. Agar supaya tubuh dan otak berfungsi dengan benar, seseorang harus makan makanan bergizi.
Baca Juga: Dengan Mengetahui Peran Staf Pajak, Kamu akan Jadi Incaran Banyak Perusahaan
Terakhir, Samanta juga memberikan saran bagaimana memberi dukungan kepada rekan kerja yang sedang mengalami burnout. Ia menyarankan untuk menghibur rekan kerja tersebut supaya tertawa dan bahagia. Bagi Samanta, terapi tertawa menjadi salah satu terapi yang gratis dan paling mudah untuk dilakukan.
Nah, demikianlah penjelasan Jobnas.com mengenai cara mengatasi burnout di tempat kerja. Hal yang tak boleh dilupakan adalah kamu harus mencintai dirimu dengan mengupayakan work-life balance yang baik. Jangan sampai, kita hanya cinta kerja saja, tetapi tidak cinta kepada diri sendiri.
Baca SelengkapnyaIngin Tahu Gaya Manajemen Kepemimpinan yang Lebih Disukai oleh Karyawan ? Ini Dia Macromanagement
Jobnas.com-Tentu kalian penasaran mengenai kepemimpinan yang dapat membangkitkan produktivitas para pekerja. Nah, untuk menuntaskan rasa penasaranmu, kamu perlu mengetahui gaya manajemen kepemimpinan macro management. Ya, gaya kepemimpinan ini dapat meningkatkan produktivitas para pekerja, lho.
Dengan atasan yang enggan campur tangan serta ruang untuk bekerja secara mandiri, umumnya karyawan lebih menghargai atasan yang menjunjung sistem manajemen satu ini.
Lantas, apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan macromanagement itu? Seperti apa sih ciri-ciri seorang macromanager? Nah, di artikel ini Jobnas.com akan menjelaskan itu semua untuk mu. Yuk, simak selengkapnya !
Berkenalan dengan Macromanagement
Menurut Inc, secara definitif macromanagement merupakan sebuah gaya manajemen kepemimpinan di mana atasan lebih berfokus pada ide pokok tugas dan bukan pada detail cara kerja bawahannya.
Baca Juga: Sender Reputation, Sebuah Gambaran atas Kualitas di Mata Pelanggan
Biasanya, seorang macromanager akan memberikan instruksi mengenai tugas-tugas yang lebih kecil sekaligus berusaha untuk mengantisipasi risiko yang lebih besar. Di samping itu, agar pemimpin lain bisa segera mengambil langkah-langkah yang bisa diambil agar tim mereka bisa bekerja dengan lebih efektif, mereka bahkan tak segan untuk menginstuksikannya.
Macromanagement pada umumnya akan membiasakan budaya berpikir kreatif dan kritis. Selain itu, fokus utama dari karakter kepemimpinan ini juga pemantapan teknik problem solving sebelum memulai segala pekerjaan.
Seorang macromanager akan mementingkan visi di balik semua pekerjaan yang akan dilakukan. Mereka bahkan enggan menanam fokus berlebih pada detail pekerjaan bawahannya. Sebaliknya, micromanager akan memberikan perhatian lebih terhadap rincian pekerjaan dan jumlah tugas yang akan dilimpahkan pada bawahannya.
Hal ini menyebabkan tingkat angka ketidakpuasan karyawan serta employee turnover rate yang tinggi. Hal ini disebabkan karena pada umumnya karyawan yang telah matang dan akan merasa terganggu apabila seluruh pekerjaan mereka harus diganggu oleh atasan.
Hal ini tentu saja berbeda dengan micromanagement, jika diterapkan pada sebuah perusahaan besar, macromanagement akan menjadi sebuah metode yang efektif. Dalam sebuah wawancara dengan Experthub, Christina Bielaszka-Duvernay memerikan bahwa metode kepemimpinan baru yang akan menggantikan micromanagement.
Hal ini tentunya dipengaruhi oleh prinsip macromanaging yang dirasa lebih efektif, serta memiliki dampak yang lebih baik terhadap produktivitas serta psikis para karyawan. Nah, bukan berarti atasan melepas tanggung jawab begitu saja terhadap karyawannya meskipun pendekatan seorang macro manager cenderung lebih bebas dan longgar.
Sebaliknya, gaya kepemimpinan satu ini bisa menyatukan sebuah tim karena adanya kesepakatan untuk menomorsatukan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi.
Kelebihan Macromanagement
Tentunya membutuhkan komparasi atau perbandingan jika membahas hal-ihwal metode manajemen. Apabila digunakan pada semua situasi, tidak semua metode yang dianggap baik akan efektif, lho. Oleh sebab itu, penting untuk menelisik kelebihan juga kekurangan macromanagement.
Pertama, Jobnas.com akan menguraikan terlebih dahulu mengenai keunggulan metode macromanage.
1. Efektif untuk Pemegang Jabatan Tinggi
Menurut Investopedia, macromanagement akan sangat bermanfaat bagi atasan yang berada di pucuk struktur kepemimpinan dalam sebuah organisasi. Metode ini cocok untuk pemuncak hierarki karena fokus mereka akan terbagi dengan baik dengan prinsip kerja macromanaging.
Misal, pekerjaan seorang eksekutif akan lebih rapi bila ia mampu untuk memerintahkan staf tanpa harus berfokus pada rincian terkecil dalam proses pelaksanaan tugas. Justru, atasan harus mengalihkan fokus utama pada cara-cara menerapkan visi untuk setiap perintah yang mereka berikan agar pekerjaan karyawan lebih efisien.
Dengan menjadikan visi perusahaan sebagai fokus utama, kinerja karyawan akan menjadi lebih baik karena adanya sebuah tujuan yang harus ia capai.
2. Lebih Dihargai Oleh Bawahan
Metode macromanagement juga lebih dihargai oleh para bawahan. Jadi, tidak hanya berguna untuk para pemimpin dan organisator. Dikutip dari Corporate Finance Institute, penerapan metode berpikir kritis, serta teknik problem solving yang rutin akan mendorong karyawan untuk bekerja secara mandiri dan tanggap ketika ada masalah baru.
Di samping itu, selama mereka sedang melaksanakan tugas, kualitas kerja karyawan juga akan meningkat karena tidak adanya gangguan dari atasan. Hal inilah yang pada akhirnya dapat memotivasi karyawan untuk bekerja santai namun dengan hasil yang diharapkan, karena tidak adanya tekanan dan tuntutan yang tidak berat.
Baca Juga: Cek Kartu BPJS Kesehatan Aktif Atau Tidak
Penanaman tujuan baik perusahaan yang sudah dilakukan sejak awal bergabung membuat karyawan bersemangat dalam tiap tugas.
Kekurangan Macromanagement
Macromanagement juga tidak luput dari kekurangan. Hal ini seperti halnya metode manajemen yang lain. Berikut adalah uraiannya.
1. Bisa Membingungkan Karyawan
Dilansir dari Innovation Management, bekerja dengan seorang macromanager dapat terasa membingungkan. Hal ini timbul karena pengawasan dari atasan yang terasa longgar. Bahkan, macromanaging seakan memberikan jarak terhadap bos dan bawahannya. Atasan akan terlihat jauh dan tak akrab bersama bawahannya karena minimnya informasi terkait detail pekerjaan serta isu dalam tim. Tak jarang macromanager membutuhkan waktu yang relatif lama guna meredakan sebuah masalah dalam tim.
2. Membatasi Relasi Atasan dengan Karyawan
Di samping itu, macromanaging bisa menjadi sebuah pembatas yang memisahkan hubungan atasan dengan bawahannya. Minimnya perhatian dan keterlibatan langsung terhadap aktivitas karyawan bisa membuat macromanager tampak tidak paham bahkan kurang peka terhadap pekerjaan serta kebutuhan bawahannya. Problem semacam ini akan mempengaruhi efektivitas pekerjaan tim. Kinerja karyawan akan terhambat dan divisi terancam tidak memenuhi target yang telah ditetapkan sebelumnya.
Baca Juga: Dengan Mengetahui Peran Staf Pajak, Kamu akan Jadi Incaran Banyak Perusahaan
Cara Menjadi Macromanager yang Baik
Tentu kamu akan penasaran terkait bagaimana sih cara seorang atasan bisa memaksimalkan metode macromanagement setelah mengetahui kelebihan serta kekurangannya.
Nah, berikutnya Jobnas.com akan menguraikan bagaimana caranya agar permasalahan-permasalahan yang sudah dipaparkan sebelumnya tidak terjadi ketika perusahaan sepakat untuk menerapkan gaya manajemen macromanage. Yuk, simak penjelasannya.
1. Selaraskan pekerjaan dengan tujuan utama perusahaan
Menurut Forbes, seorang macromanager sebaiknya terus mengingatkan bawahannya agar bekerja sesuai dengan visi perusahaan. Dengan melakukan hal ini, jika terus memberdayakan misi tempat kerja mereka, maka gairah semangat dan gairah karyawan untuk bekerja akan terpicu.
2. Beri Karyawan Ruang untuk Bekerja Mandiri
Sebaiknya seorang atasan membiarkan karyawannya untuk menentukan cara kerja mereka secara mandiri dengan menerapkan macromanagement. Hal ini tentu saja akan berguna untuk mendorong bawahan agar bekerja dengan lebih kreatif, serta lebih apresiatif terhadap hasil kerjanya sendiri.
Selain itu, metode ini mendorong karyawan untuk lebih sigap terhadap kekurangan yang ia miliki bila kinerja karyawan justru tidak berkembang. Peran macromanager dalam konteks seperti ini juga cukup mudah. Mereka cukup memberikan kritik dan saran membangun untuk membantu bawahannya.
3. Tentukan Waktu Terbaik untuk Melakukan Intervensi
Terus memastikan bahwa karyawan sadar akan pencapaian mereka merupakan tips terakhir untuk menjadi macromanager yang baik. Pasalnya, seorang macromanager yang baik tidak akan segan untuk menunjukkan kepuasan terhadap kinerja timnya. Tidak ada salahnya untuk menampilkan perasaan bangga dan suportif dalam tiap kesempatan yang ada.
Nah, atasan harus mengetahui waktu terbaik untuk melakukan intervensi pada kinerja karyawannya agar supaya metode macromanagement dapat berjalan dengan lancar.
Ketika telah melakukan intervensi,agar karyawan dapat menuntaskan pekerjaan mereka, atasan juga harus memberikan ide solutif.
Baca Juga: Aplikasi Pluang, Review Aplikasi Investasi, Kelebihan dan Kekurangan
Demikianlah penjelasan Jobnas.com tentang macromanagement yang perlu kamu ketahui. Hal yang tak boleh dilupakan adalah bahwa macromanagement merupakan gaya kepemimpinan demokratis di mana karyawan berhak untuk bekerja tanpa campur tangan berlebih dari atasan.
Baca SelengkapnyaPelajari Seluk-beluk Product Knowledge yang Dipercaya Dapat Tingkatkan Penjualan
Jobnas.com-Salah satu fundamen paling penting dalam dunia penjualan atau sales adalah product knowledge. Tanpa product knowledge, kamu seakan dapat menjalankan pitching hanya dengan membaca skrip saja. Tak ada pengetahuan mendalam seputar produk yang sedang dijual ke calon pelanggan.
Baca Juga: Kenali Website Tempat Jual-Beli Langsung yang Super Mudah Ini
Kalau begitu caranya, bagaimana mereka bisa jadi tertarik untuk membeli produkmu? Untuk mengatasi hal yang seperti itu, Jobnas.com akan mendeskripsikan lebih lanjut ihwal apa sih sebenarnya product knowledge itu, manfaatnya, serta juga cara untuk meningkatkannya. Yuk, simak selengkapnya !
Apa itu Product Knowledge ?
Menurut Hubspot, secara definitif product knowledge merupakan sebuah situasi di saat sales representative benar-benar memahami produk yang ia jual. Nah, pengetahuan semacam ini sangat penting untuk dimiliki, terutama apabila sales rep tersebut ingin perbincangan dengan calon pelanggan berjalan dengan lancar.
Bagaimana yang terjadi apabila tiba-tiba mereka menanyakan detail produk tersebut, tapi kamu tidak bisa menjawab karena tidak benar-benar mempelajarinya?
Dengan kata lain, kalau kamu saja tidak yakin dengan apa yang dijual, mengapa pelanggan harus percaya dan jadi ingin membeli produkmu?
Nah, agar proses penjualan berjalan dengan lebih mulus, sebaiknya usahakan untuk memberikan informasi sedetail mungkin, jawab pertanyaan pelanggan dengan lancar.
Manfaat Product Knowledge bagi Bisnis
Nah, ternyata masih ada, lho, manfaat lain dari product knowledge selain melancarkan proses penjualan. Dikutip dari The Balance Small Business, berikut ini merupakan beberapa rinciannya:
1. Kemampuan Komunikasi Lebih Kuat
Meningkatkan kemampuan komunikasi sales representative merupakan manfaat utama yang paling jelas dari sebuah product knowledge.
Katakanlah pengetahuanmu akan sebuah produk tidak begitu baik. Mungkin kamu mungkin akan kesulitan menjual barang saat dipertemukan dengan pelanggan yang berbeda dari biasanya. Nah, melalui product knowledge yang baik, kamu tidak perlu mengkhawatirkan hal tersebut.
2. Meningkatkan Kepercayaan Diri
Manfaat lain adalah meningkatkan kepercayaan diri, yang dapat berujung pada peningkatan penjualan secara keseluruhan. Kepercayaan diri yang dimaksud di sini berlaku untuk para sales dan juga calon pelanggannya. Nah, kamu bisa membuat pelanggan lebih yakin dan percaya diri untuk membelinya dengan pengetahuan yang mumpuni atas sebuah produk.
3. Memiliki Aset Tak Ternilai
Kamu jadi benar-benar yakin dengan produk yang dijual merupakan manfaat selanjutnya dari product knowledge. Baik untuk perusahaan maupun pelanggan yang sedang ditawarkan produk, hal tersebut merupakan aset tak ternilai.
Kalau kamu terlihat tahu betul apa yang dijual dan yakin dengan produk tersebut, orang yang membelinya akan merasakan hal serupa. Hafal produk di luar kepala? Di akhir pitching, kamu bisa coba menawarkan produk lain yang bersifat sebagai pelengkap apa yang ingin dibeli oleh pelanggan.
Dengan demikian, secara otomatis kamu berhasil meningkatkan penjualan tanpa perlu mengulang dari awal lagi.
4. Lebih Meyakinkan Pelanggan
Cara meyakinkan pelanggan jika pertanyaannya tidak bisa dijawab adalah dengan menunjukkan bahwa pengetahuan akan produk dapat sangat membantu proses penjualanmu.
Misal, saat melakukan penjualan, kamu harus tahu apa yang membuat barang tersebut berharga jika dibandingkan dengan produk kompetitor.
Kalau pelanggan mengajukan pertanyaan, kamu juga akan lebih mudah menjawabnya dan meyakinkan mereka bahwa produkmu lah yang terbaik.
5. Menciptakan Brand yang Lebih Pakem
Mayoritas orang pasti memahami bahwa perusahaan dan image sebuah brand butuh waktu untuk dibangun sampai akhirnya sukses. Tim sales dengan product knowledge yang mumpuni dapat mempermudah jalan perusahaanmu menuju kesuksesan.
Secara otomatis kamu juga akan mencari tahu seputar produk kompetitor hanya dengan mengetahui produkmu sendiri.
Kemudian, agar produk milikmu mencapai bentuk terbaiknya, akan dilakukan pengembangan dan usaha lain. Tanpa pengetahuan akan detail produk, mungkin hal ini masih terlewat begitu saja dan tidak akan ada ruang untuk pengembangan.
Bagaimana Cara Meningkatkan Product Knowledge ?
Tentu, kamu akan penasaran bagaimana sih cara meningkatkan product knowledge secara merata setelah tahu pengertian dan manfaatnya.
Nah, jawaban pertama tentu saja adalah mengasosiasikan seputar product knowledge kepada tim sales melalui pelatihan secara rutin. Dengan demikian, mereka akan terbiasa dan tahu apa yang harus dijadikan acuan saat melakukan penjualan.
Menurut Marketing91, jenis-jenis product knowledge antara lain adalah pelanggan, industri, kompetisi, spesifikasi produk, misi dan visi perusahaan saat membuat produk, dan yang terpenting, customer experience. Di samping itu, sebenarnya masih ada beberapa lagi jenis-jenisnya.
Intinya adalah sales rep harus mengetahui tentang perusahaan tempat ia bekerja, industrinya, siapa saja kompetitornya, dan tak lupa produk itu sendiri. Jadi, mereka pada dasarnya dituntut untuk wajib mengetahui bahwa di balik sebuah produk, terdapat produksi yang mesti dilewati, nilai-nilai di luar harga pasaran, dan tujuan pembuatannya.
Pelajari cara mencari solusi, terutama dalam situasi yang kurang mengenakkan untuk para salesperson dan perwakilan perusahaan lainnya. Hal ini dikarenakan pengetahuan akan produk seharusnya mempermudah proses problem solving dan bukan sebaliknya.
Baca Juga: Agar Keamanan Datamu Terjaga, Pahami Software Keylogger yang Sangat Berbahaya
Demikianlah penjelasan Jobnas.com mengenai serba-serbi product knowledge dan cara meningkatkannya. Diharapkan, setelah membaca artikel ini kamu langsung bisa mengaplikasikannya dalam pekerjaanmu sehari-hari.
Baca SelengkapnyaInilah 7 Tips WFH Bagi Seorang Ibu, Supaya Pekerjaan Makin Seimbang!
Jobnas.com - (WFH) bekerja di rumah dengan anak memang tidak mudah. Jika Anda seorang ibu pekerja WFH, di sini Jobnas punya beberapa tips untuk Anda. Kondisi ini bisa membuat Anda bingung ketika harus membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga. Meskipun Anda memiliki jam kerja, Anda tetap bertanggung jawab untuk memasak, membersihkan rumah, dan mengurus anak. Untuk mengimbanginya, baca beberapa tips dari Jobnas di bawah ini!
1. Bangun Lebih Awal
Jam berapa Anda bangun setiap pagi? Pukul berapa kamu mulai bekerja? Jika Anda berdua pendek, pertimbangkan untuk bangun lebih awal. Bangunlah jika anak belum bangun. Anda dapat menggunakan waktu ini untuk memasak dan menyiapkan kebutuhan hari itu. Tips dari WFH ini bisa membantu ibu lebih fokus bekerja saat jam kantor.
2. Berkomunikasi dengan Anak dan Rekan Kerja
Menyeimbangkan pekerjaan kantor dan pekerjaan rumah memang tidak mudah. Namun, Anda tidak harus menyimpannya sendiri. Kiat gemerlapnya Anda dapat memberi tahu rekan kantor Anda bahwa Anda melakukan WFH sebagai ibu yang bekerja. Oleh karena itu, terkadang Anda tidak dapat segera membalas pesan mereka. Selain itu, Anda juga perlu menjelaskan kepada anak Anda bahwa Anda punya waktu untuk bekerja.
3. Gunakan dengan Baik Saat Anak Tidur Siang
Selama jam kerja, anak mungkin membutuhkan bantuan Anda. Jadi mungkin Anda tidak 100% fokus pada pekerjaan Anda. Oleh karena itu, tips WFH untuk ibu bekerja selanjutnya adalah memanfaatkan waktu tidur anak sesuai anjuran orang tua. Saat anak sedang tidur, Anda bisa lebih fokus pada tugas kantor. Jadi gunakan waktu ini untuk menyelesaikan semua pekerjaan Anda, bukan?
4. Belanja Mingguan
Setiap hari berbelanja di pasar atau supermarket menyita banyak waktu. Jika Anda lebih pintar, Anda bisa membeli kebutuhan rumah tangga mingguan atau bulanan. Rencanakan apa yang akan Anda masak selama seminggu. Kemudian berbelanja untuk semua hal penting selama akhir pekan. Jadi Anda tidak perlu menyempatkan waktu setiap hari untuk pergi ke pasar atau supermarket.
5. Siapkan Mainan atau Hiburan
Tips lain bagi ibu bekerja yang melakukan WFH adalah dengan membuat mainan. Tentunya hal ini juga berlaku bagi ibu yang memiliki anak kecil atau bayi. Dipinjam dari PowerToFly, tips ini akan membuat anak-anak sibuk dan terhibur selama berjam-jam. Dengan cara ini Anda bisa lebih fokus pada pekerjaan tanpa mengkhawatirkan anak Anda. Namun, jika anak Anda sudah cukup besar, Anda dapat menyarankan atau menawarkan bentuk hiburan lain. Anda bisa mengajaknya membuat kerajinan tangan, berkreasi, atau belajar hal baru.
6. Beristirahat Sejenak
YourStory menawarkan tips untuk ibu WFH yang bekerja. Salah satunya istirahat sejenak. Itu berarti Anda harus memecah pekerjaan Anda menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Di antara tugas-tugas kecil ini, Anda dapat meluangkan waktu untuk memperhatikan anak Anda.
Anda bisa memasak, melihat apa yang mereka lakukan, bertanya tentang tugas sekolah mereka, dll. Setelah menyelesaikan berbagai aktivitas tersebut, Anda bisa fokus pada tugas selanjutnya.
7. Sesuaikan Jam Kerja dengan Keluarga
Setiap keluarga memiliki jam buka sendiri. Itu sebabnya Anda harus menyesuaikannya dengan jam kerja Anda. Contoh: Anak Anda pergi ke sekolah dari jam 7:00 pagi. sampai jam 1 siang. Ini memungkinkan Anda untuk fokus pada pekerjaan sementara anak belajar.
Di akhir tahun ajaran, Anda bisa meluangkan waktu untuk menyiapkan makan siang untuknya dan rekannya. Bahkan, Anda bisa makan siang bersama mereka.Selalu rencanakan pekerjaan Anda di sekitar aktivitas keluarga. Dan sebaliknya. Jadi tips ini akan bekerja dengan baik untuk ibu yang bekerja seperti Anda.
Dengan bantuan tujuh tips di atas, kini Anda dapat menyeimbangkan waktu dan energi antara pekerjaan dan rumah. Jadi tidak ada satupun yang luput dari perhatian Anda. Namun, jika kamu masih memiliki kekhawatiran untuk bekerja di rumah, kamu bisa menanyakannya di channel komunitas WFH Jobnas! Yuk mulai dari sekarang Juga!
Baca Selengkapnya