Jobnas

Blog Jobnas

Halaman artikel blog terbaru di Jobnas.com.
Iwan Bisa
1 tahun yang lalu
Email Marketing

Para Calon Marketer Wajib paham Istilah Paling Urgen dalam Email Marketing

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com - Apakah anda ingin membangun hubungan pelanggan melalui email? Maka pertama-tama kenali berbagai istilah pemasaran email. Ini karena pemasaran email dianggap sebagai teknik pemasaran yang efektif untuk membina hubungan pelanggan jangka panjang.

Selain itu, biaya penerapan strategi pemasaran ini juga lebih murah dibandingkan jenis pemasaran lainnya. Jadi, apakah anda tertarik untuk menjelajahinya? Pahami terlebih dahulu 20 istilah dalam email marketing ala Jobnas berikut ini!

Ketentuan Pemasaran Melalui Email

1. Tingkat Penerimaan

Tingkat penerimaan adalah persentase email yang mencapai server email penerima. Namun, email yang masuk ke server tidak berarti masuk ke kotak surat penerima. Acceptance rate sering disebut dengan delivery rate.

2. Rasio Pentalan

Istilah selanjutnya dalam pemasaran email adalah bouncing. Rasio pentalan didefinisikan sebagai persentase email yang anda kirim yang tidak diterima oleh server email penerima. Rasio pentalan harus kurang dari 5%.

3. Surat Massal

Surat massal adalah pemasaran email yang dikirim ke sejumlah besar orang sekaligus.

4. Klik untuk Pengiriman

 Klik per pengiriman adalah persentase jumlah klik dibagi dengan jumlah email yang dikirim ke kotak masuk penerima.

5. Klik Per Pembukaan

Tidak seperti pemasaran email sebelumnya, klik per buka adalah persentase jumlah klik dibagi dengan jumlah email yang dibuka oleh penerima.

6. Biaya Per Seribu (BPS)

Biaya per seribu (CPM) adalah biaya per seribu tayangan.

7. Rasio Klik Tayang (RKT)

Rasio klik-tayang (CTR) adalah persentase penerima yang mengklik URL email anda. Rasio klik-tayang dihitung sebagai jumlah klik individual dibagi dengan jumlah email yang dibuka.

8. Kursus

Istilah umum lainnya dalam pemasaran email adalah tingkat konversi. Singkatnya, tingkat konversi adalah persentase penerima yang mengikuti ajakan bertindak (CTA) email Anda.

9. Kampanye Email

Kampanye email adalah serangkaian email yang ditujukan untuk mencapai tujuan pemasaran bersama.

10. Filter Email

Filter email adalah teknik untuk memblokir email berdasarkan pengirim, subjek, atau konten tertentu.

11. Email Sponsor

Sponsor email adalah pesan email yang berisi konten bersponsor. Biasanya, perusahaan membeli ruang iklan di buletin email atau mensponsori artikel tertentu.

12. Halaman Arahan

Halaman arahan adalah halaman situs web yang dibuat khusus untuk tujuan pemasaran, kampanye, atau promosi. Banyak situs web menambahkan alamat email ke halaman depan formulir yang anda isi. Jika pengunjung memasukkan alamat email mereka, anda dapat mengirimi mereka email pemasaran.

13. Tingkat Otentikasi

Istilah ini mungkin terdengar cukup asing bagi pemasaran email. Tingkat verifikasi adalah cara untuk menentukan identitas pengirim dan memastikan bahwa pengirim dapat mengirim dari domain tertentu.

14. Segmentasi Daftar

Segmentasi daftar adalah daftar target penerima email yang lebih detail dan relevan. Jika email mencapai tujuan yang tepat, tingkat respons akan lebih tinggi. Selain itu, pasti akan ada lebih sedikit pembatalan pesanan dan pesan spam.

15. Tarif Terbuka

Tarif terbuka adalah persentase email yang dibuka dari jumlah total email yang dikirim.

16. Personalisasi

Personalisasi adalah sesuatu yang sangat disukai pelanggan. Personalisasi membuat pelanggan merasa istimewa. Ini juga dapat diterapkan dalam pemasaran email. Anda dapat menyapa penerima dengan nama atau menambahkan konten khusus untuk setiap penerima.

17. Baca atau Buka Panjang

Durasi baca atau buka mengacu pada waktu yang dibutuhkan seseorang untuk membuka email sebelum menutupnya.

18. Poin Pengirim

Skor Pengirim adalah peringkat reputasi alamat IP email. Reputasi alamat IP dinilai pada skala 0-100. Semakin tinggi skor anda, semakin baik alamat IP.

19. Berlangganan (mendaftar)

Ruang adalah istilah yang sangat umum dalam pemasaran email. Singkatnya, berlangganan dapat diartikan sebagai keinginan untuk menerima email reguler dari perusahaan. Jadi ketika seorang pelanggan berlangganan newsletter email Anda, itu artinya mereka ingin terus mendapatkan informasi atau konten terupdate dari Anda.

20. Batalkan Pesanan (opsi)

Seperti namanya, berhenti berlangganan adalah kebalikan dari berlangganan. Berhenti berlangganan adalah keputusan pelanggan untuk berhenti menerima email dari pengirim.

Berapa banyak kata yang telah anda baca tentang 20 istilah pemasaran email hari ini? Hanya satu kata, 10 kata, atau hampir semuanya? Berapapun istilah yang anda ketahui, semoga penjelasan di atas dapat membantu Anda mempelajari email marketing.

Ada banyak area dalam pemasaran yang jelas merupakan peluang kerja bagi anda. Nah, sebelum mendalami lebih dalam dunia marketing, anda juga perlu mengetahui gaji rata-rata pekerja di bidang ini.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Iwan Bisa
1 tahun yang lalu
Silent Partner

Ketahui Fungis dari Silent Partner, yang Bisa Membantu Bisnismu Secara Diam-diam

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com – Di dunia kemitraan khususnya, istilah Silent Partner sangat begitu popularitas ia adalah seseorang yang secara diam-diam membantu bisnis anda berkembang. Sekali pun mereka tidak menjalankan bisnis sehari-hari, mereka tetap berjasa dan berhak mendapatkan keuntungan dari modal yang dipekerjakan.

Jika Anda ingin menjalankan bisnis dan membutuhkan mitra secara diam-diam, baca artikel ini sampai akhir.

Berkenalan dengan Silent Partner

Silent Partner adalah orang yang terlibat dalam hubungan, tetapi juga tidak sepenuhnya terlibat secara tidak langsung. Karena komitmen mereka terbatas pada investasi dan bukan perdagangan sehari-hari. Sehingga mereka benar-benar harus mempercayai partner utama untuk menjalankan bisnisnya.

Sebagai imbalannya, mitra diam juga menerima bagian dari pendapatan bisnis, yang besarnya tergantung pada kesepakatan yang dibuat di awal. Istilah yang menjelaskan jenis kerjasama ini adalah “kemitraan terbatas”. Mitra diam tidak harus menghadiri pertemuan rutin atau kegiatan lainnya.

Namun, itu baik baginya untuk menasihati dan campur tangan dalam hal-hal ketika tiba-tiba ada masalah antara mitra lainnya. Mereka juga dapat campur tangan ketika mitra merencanakan perubahan radikal dalam struktur atau keuangan perusahaan. Pihak yang diam juga bisa disebut investor karena tujuan utamanya adalah mendapatkan keuntungan dari uang yang diinvestasikan pada awalnya.

Bagaimana Menemukan Partner yang Pendiam

Seperti yang tertulis di Chron, silent partner adalah orang-orang yang fokus untuk mendapatkan penghasilan pasif tanpa melakukan pekerjaan sehari-hari dan mengelola barang. Penghasilan ini masuk ke mereka ketika perusahaan mulai menghasilkan keuntungan. Istilah yang menggambarkan pendapatan ini adalah return on investment (ROI).

Lantas bagaimana cara mendapatkan pasangan yang pendiam? Di mana anda harus mencari orang yang ingin berinvestasi dan memberikan modal untuk bisnis anda?

1. Buat Rencana Bisnis yang Terstruktur

Untuk meminjam uang dari Hubspot, Anda perlu membuat rencana bisnis yang menunjukkan proyeksi pendapatan masa depan perusahaan. Karena fokus mitra diam adalah untuk mencapai ROI, rencana bisnis ini akan membuat mereka tertarik dan percaya diri untuk berinvestasi. Karena jika ingin berinvestasi, setidaknya harus melihat potensi bisnisnya.

2. Pitching ke Orang yang Tepat

Kamu bisa coba mulai dari keluarga dan teman terdekat untuk menjadi silent partner, apalagi kalau ini merupakan bisnis pertamamu. Kalau tidak mau mencampuri keluarga dan bisnis, cobalah cari angel investor. Mereka adalah orang-orang yang akan memberikan dana pada bisnis yang masih ada di tahap pengembangan.

3. “Bergabung” dengan Bisnis Lain

Kamu bisa coba pitching ke bisnis lainnya yang sudah mulai lebih dulu. Perusahaan yang disebutkan di sini jelas masih ada hubungannya dengan perusahaan anda, bukan? Bisa dibilang semacam kemitraan bisnis, tapi sistemnya adalah salah satu perusahaan yang menjadi mitra diam dan memberikan modal bagi perusahaan lain untuk memulai.

Misalnya, Anda ingin memulai perusahaan sound system. Anda dapat mencari kegiatan bersama untuk tempat yang juga mendapat manfaat dari kolaborasi ini. Walaupun mereka partner di perusahaan anda, mereka tetap bisa fokus pada bisnisnya tanpa harus memikirkan keputusan dll.

Ini adalah pernyataan mitra diam dan tips untuk menarik mereka bisa masuk ke bisnis anda. Pada prinsipnya, silent partner adalah orang yang sebagai investor diperbolehkan mengambil keuntungan dari perusahaan anda tanpa harus terlibat dalam urusan operasional.

Seperti ini dulu mungkin anda sudah banyak mengerti dengan istilah yang sudah disebutkan tadi, bukan? Misal jika anda ingin mempelajari lebih lanjut tentang dunia bisnis dan mendapatkan informasi yang lebih berharga dan juga berguna, mulai saat ini anda dapat mencobanya dengan bergabung dengan kami di jobnas.com.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Iwan Bisa
1 tahun yang lalu
Inilah Indikator Utama di Dunia Startup: Traction - Surau

Inilah Indikator Utama di Dunia Startup: Traction

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com - Dalam dunia startup, meskipun sebuah perusahaan memiliki visi yang hebat dan tim yang terdiri dari orang-orang, hal pertama yang menjadi fokus adalah Traction atau dorongan. Tanpa aspek-aspek tersebut, perusahaan startup tidak akan melihat perkembangan apa pun, dan bisnis dijamin akan stagnan.

Jadi apa sebenarnya yang dimaksud dengan mulai menarik? Apa cara terbaik untuk menyimpannya? Yuk lihat artikel Jobnas selengkapnya di bawah ini!

Apa Taruhannya?

Meluncurkan situs Chron berarti startup berada dalam fase pengembangan yang cepat. Jika, terlepas dari upaya terbaik perusahaan, daya tarik tidak digunakan, penjualan dapat menurun dan basis pelanggan menyusut.

Pada dasarnya, taruhan tersebut berlaku untuk hampir semua perusahaan di semua industri, mulai dari perusahaan manufaktur hingga instansi pemerintah. Meskipun tidak ada cara pasti untuk mengukur keberhasilan periode traksi, perusahaan umumnya mengukur keberhasilan dalam hal penjualan dan akuisisi pelanggan baru.

Padahal, perusahaan tidak perlu melihat penjualan sebagai indikator keberhasilan siklus traksi. Lalu mengapa? Alasannya, misalnya, meskipun raksasa seperti Uber dan Amazon memiliki daya tarik yang baik, angka penjualan mereka tidak selalu fluktuatif.

Jadi mengapa strategi pengembangan siklus traksi begitu penting bagi perusahaan? Jawabannya adalah kemajuan bisnis. Ya, dengan mengembangkan daya tarik, perusahaan dapat mencapai tujuan awalnya sambil berkembang pesat. Meskipun mungkin tampak seperti konsep abstrak, daya tarik dapat membantu perusahaan melihat posisinya di pasar. Apakah mereka dalam kondisi baik untuk bersaing di pasar atau tidak, semuanya dapat dibandingkan dengan angka undian perusahaan.

Traksi, Pertimbangan Terpenting Bagi Investor

Sebagai perusahaan yang berkembang, startup membutuhkan uang dari investor. Tapi apa yang memotivasi investor untuk menginvestasikan uangnya di startup? Menurut Pitch Deck Fire, jawabannya adalah taruhan. Ya, pada dasarnya investor membutuhkan badan usaha yang matang dan potensial untuk menghasilkan return yang sebaik mungkin.

Traksi adalah indikator kesuksesan yang dapat ditunjukkan perusahaan kepada investor. Mengapa investor menganggap daya tarik sebagai pertimbangan terpenting mereka? Karena dengan mengamati keberhasilan taruhan, investor mendapatkan gambaran kongkrit tentang pendapatan perusahaan dan jumlah pelanggan.

Jadi, semakin tinggi tingkat keberhasilan daya tarik suatu perusahaan, maka semakin banyak pula investor yang tertarik dengan bisnisnya. Namun, taruhan juga bisa menghadirkan risiko besar jika perusahaan tidak hati-hati. Alasannya adalah ketika investor memiliki daya tarik yang tinggi, mereka mengantisipasi pengembalian investasi dan keuntungan yang lebih tinggi. Jika perusahaan membiarkan hal ini terjadi, mereka berisiko dirugikan karena dana yang mereka gunakan untuk menjalankan bisnis tidak sebanding dengan keuntungan yang mereka pertahankan.

Tunjukkan di Belakangnya

Sebelumnya, Jobnas memaparkan beberapa indikator yang mempengaruhi angka traksi perusahaan. Namun, ada faktor lain yang dapat menunjukkan daya tarik suatu perusahaan. Kira-kira apa saja hal-hal yang menandakan ketertarikan? Berikut penjelasannya, diadaptasi dari situs Small Biz Club:

1. Tingkat Akuisisi Pelanggan

Hal pertama yang menjadi indikator daya tarik perusahaan adalah akuisisi pelanggan. Aspek ini sangat mengesankan, terutama bagi perusahaan yang menggunakan model bisnis freemium. Jika perolehan pelanggan perusahaan masih rendah, strategi untuk meningkatkannya harus segera dicari.

2. Segmentasi Pelanggan

Aspek selanjutnya adalah segmentasi pelanggan. Secara umum, perusahaan yang mampu melakukan segmentasi pelanggan dapat dianggap sebagai unit bisnis yang matang. Selain itu, dengan melakukan segmentasi pelanggan, perusahaan dapat mendistribusikan produknya di pasar yang sesuai dengan visinya. Alhasil, pendapatan perusahaan stabil dan perluasan pasar bisa terjadi dengan cepat.

3. Ulasan Pelanggan

Selain itu, ulasan pelanggan dapat menunjukkan nilai tarik suatu perusahaan. Oleh karena itu, ketika feedback pelanggan mayoritas negatif, perusahaan harus segera meningkatkan kualitas bisnisnya. Sebagai solusinya, mereka dapat membangun loyalitas pelanggan dengan menggunakan media sosial untuk menyebarkan pesan merek yang baik. Selain itu, perusahaan dapat menggunakan jasa analis industri untuk lebih cepat memahami kebutuhan pelanggan.

Bagaimana Menjaga Taruhan yang Baik

Daya tarik adalah kunci terpenting saat ini untuk melihat kesuksesan bisnis di masa depan. Bukan rahasia lagi bahwa nilai pasar yang baik dapat menjadi modal perusahaan untuk masa depan. Namun, menjaga kualitas undian tidaklah mudah. Perusahaan harus melakukan berbagai upaya agar traksinya tetap stabil.

Langkah apa yang dapat diambil perusahaan untuk berfokus pada kualitas? Menurut Forbes, presentasinya terlihat seperti ini:

  • Menerapkan strategi penjualan yang menguntungkan
  • Dapatkan semua peringkat pelanggan dan berikan umpan balik yang akurat
  • Bentuk dan sifat produk perusahaan harus memenuhi persyaratan pelanggan
  • Bisnis harus bekerja sama dengan bisnis lain
  • Bisnis harus memfilter data bisnis dengan benar

Singkatnya, traksi adalah alat pembandingan yang dapat menggambarkan kualitas bisnis startup. Seiring waktu, aspek ini telah menjadi prioritas bagi para pemula. Oleh karena itu, mereka harus mencari strategi terbaik agar kualitas taruhan tidak menurun.

Padahal, ada aspek lain yang bisa mempengaruhi perkembangan bisnis sebuah lembaga start-up. Jika Anda bertanya-tanya, anda dapat menemukan jawabannya dengan cepat dengan berlangganan buletin blog Jobnas.. Menarik, bukan? Jangan sampai ketinggalan. Ayo bergabung dengan Jobnas mulai dari sekarang!

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Iwan Bisa
1 tahun yang lalu
Proses Opt-In

Pentingnya menjaga etika di dalam Email Marketing dengan Proses Opt-In

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com - Apakah anda pernah menerima pesan teks spam? Konten ini pasti akan mengganggu kenyamanan anda. Nah, dalam dunia email marketing, proses yang bisa mencegah hal tersebut adalah opt-in. Sebenarnya, apa definisi dari proses ini? Juga, apakah itu diatur oleh hukum di Indonesia? Jawabannya ada di artikel jobnas ini. Baca selengkapnya Oke!

Pengertian Ikut Serta?

Dengan meluncurkan SendPulse, ikut serta adalah metode pemasaran masuk. Faktanya, pendekatan ini adalah proses "mendapatkan izin" dalam pemasaran email. Misalnya, sebuah merek ingin mengirim email ke audiensnya. Yah, tentu saja konten ini tidak boleh dikirim sembarangan.

Audiens yang relevan harus memberi merek alamat email mereka. Selain itu, audiens juga harus menunjukkan bahwa mereka ingin menerima konten tersebut. Proses ini dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, kata BigCommerce, termasuk:

  • Formulir pop-up di situs web Anda
  • Halaman arahan khusus
  • Widget di situs web Anda
  • dan lain-lain

Nah, sekarang mengapa proses ini harus dilakukan? Apakah Anda melanggar hukum jika tidak? Padahal, di Indonesia belum ada peraturan khusus mengenai email marketing. Meski begitu, menjangkau kontak seseorang tentu saja etis.

Inilah sebabnya mengapa ikut serta adalah proses yang sangat penting. Audiens harus setuju sebelum mengirim konten pemasaran. Tentunya Anda kesal jika ada yang menggunakan kontak Anda untuk apa pun yang mereka inginkan, bukan? Jadi, jangan anggap remeh proses ini, oke?

Di luar proses ini, masih ada panduan email marketing yang harus anda ikuti. Ada juga strategi untuk memaksimalkan pemasaran email anda. Apa yang kamu pikirkan tentang itu? Anda dapat mempelajari semuanya di Jobnas. Anad bisa belajar Seluk-beluk dunia pemasaran adalah bagian darinya.

Tambahkan pengetahuan pemasaran Anda dengan mengklik link Jobnas.com.

Nah, istilah yang sering sejalan dengan opt-in adalah opt-out. Penyisihan adalah pernyataan pelanggan bahwa dia tidak lagi ingin menerima email. Formulir itu sendiri dapat berupa tombol "berhenti berlangganan" di email yang Anda kirim. Walaupun kamu akan “ditinggalkan” oleh mereka dan merugi, kamu tetap harus datang dengan prosesnya lho. Menurut SendPulse, memilih keluar dapat dilakukan:

  • Milis Anda rapi
  • Mengurangi pelaporan spam
  • Menjaga reputasi pengirim

Keikutsertaan Tunggal atau Keikutsertaan Ganda

Ternyata istilah email marketing memiliki dua pilihan teknis. Ada pilihan untuk melakukan single opt-in, ada juga yang double opt-in. Jadi apa perbedaan antara keduanya? Rangkuman OptinMonster dan SendPulse, berikut penjelasannya.

1. Hanya

Pertama, ada proses yang unik. Dalam proses ini, calon penerima email cukup mengirimkan alamat mereka kepada Anda. Kemudian mereka mengimpor milis Anda. Langkah ini sederhana dan cepat.

Meski mudah, prosesnya juga memiliki beberapa kekurangan, lho. Salah satunya adalah pengiriman yang buruk. Sebab, ada kemungkinan masyarakat salah mengetik email saat pendaftaran. Alamat buruk ini langsung masuk ke milis Anda.

Anda kemudian melanjutkan pengiriman konten ke alamat tersebut. Ini pasti membuang-buang waktu, uang, dan energi untuk sesuatu yang tidak berfungsi. Selain itu, "alamat yang salah" ini dapat menyebabkan pesan Anda ditandai sebagai spam. Itu bisa merusak reputasi pengirim kamu lho.

2. Ganda

Nah, alternatif untuk single opt-in adalah double opt-in. Selama proses ini, calon penerima email harus mengonfirmasi langganan mereka. Misalnya, Anda mendaftar email untuk menjadi penerima buletin. Nah, Anda belum tentu mendapatkan konten apa pun dari mereka.

Ada langkah konfirmasi yang perlu Anda lakukan. Setelah memberikan alamat, Anda akan menerima email dengan tautan konfirmasi untuk langganan ini. Memang, langkah ini membuat proses ikut serta menjadi lebih lama. Karena alasan ini, calon pendaftar lebih cenderung menolak persetujuan mereka.

Ini dapat memperlambat penambahan ke milis Anda. Anda pasti harus mempertimbangkan sisi negatif ini. Jumlah milis Anda mungkin berkurang. Meski begitu, kualitasnya benar-benar meningkat. Alamat yang Anda terima sudah tidak valid. Dampak salah ketik yang dibuat penonton bisa dihilangkan.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Iwan Bisa
1 tahun yang lalu
Business Intelligence

Memahami Star Schema: Salah Satu Bagian Terpenting dari Business Intelligence

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com - Menganalisis dan melaporkan data melalui gudang data telah menjadi salah satu bagian terpenting dari Business Intelligence. Skema bintang adalah salah satu cara paling sederhana untuk menangani data untuk tujuan ini. Model ini saat ini paling banyak digunakan untuk pengembangan gudang data serta pasar data pengukuran.

Tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang pendekatan multidimensi untuk komputasi ini? Jobnas memiliki semuajawabannya untuk anda. Jadi bacalah artikel Jobnas berikut dengan seksama.

Apa itu Pola Bintang?

Skema bintang adalah jenis skema yang dibuat untuk memodelkan sistem penyimpanan data. Jenis skema ini dianggap sebagai skema penyimpanan data paling sederhana yang mudah dibuat dan dipahami.

Nama skema ini berasal dari susunan tabel yang membentuk bintang seperti pada contoh di bawah ini. Dalam model ini terdapat tabel fakta di tengah dan tabel ukuran di sekelilingnya. Pasalnya, Pemodel yang menggunakan skema jenis ini di gudang data hanya perlu mengklasifikasikan tabelnya ke dalam dua jenis ini, yaitu dimensi dan fakta.

Komponen Struktur Skema Bintang

1. Tabel Fakta

Tabel fakta atau lembar fakta berisi metrik proses perusahaan. Data dalam tabel ini harus numerik (berupa angka) dan dapat diagregasi. Apapun data yang Anda miliki, pastikan itu kuantitatif. Misalnya jumlah tertentu. Perlu diperhatikan juga bahwa tabel fakta harus memuat hal-hal terpenting yang berhubungan dengan tabel di sekitarnya, yaitu tabel dimensi.

Seperti yang ditunjukkan contoh sebelumnya, skema bintang hanya dapat memiliki satu tabel fakta. Tabel ini biasanya memiliki jumlah baris yang sedikit. Sementara itu, tabel dimensi dapat memuat jumlah baris yang jauh lebih banyak dan dapat ditambahkan dari waktu ke waktu.

2. Meja Ukur

Tabel dimensi atau tabel dimensi berisi informasi tentang kapan, di mana, apa, dll. Tidak seperti tabel fakta, tabel dimensi berisi informasi kualitatif. Skema bintang dapat memiliki beberapa tabel dimensi di sekitar tabel fakta. Namun, harus dipastikan bahwa semua informasi terkait dengan informasi dalam lembar data.

Properti Peta Bintang

Saat membuat peta bintang, kita juga perlu memahami propertinya.

Beberapa fitur utama dari sistem pembentuk bintang ini adalah:

  • Struktur sederhana dan mudah dimengerti.
  • Jumlah mejanya tidak terlalu banyak.
  • Semua dimensi skema bintang diwakili oleh array satu dimensi saja.
  • Dapat digunakan dengan beberapa alat intelijen bisnis.

Keuntungan dari Skema Bintang

1. Pertanyaan Lebih Mudah

Menurut Pusat Manajemen Pengetahuan Global (GKMC) di Sekolah Bisnis Universitas Utah David Eccles, skema bintang adalah model dengan sejumlah kecil tabel dan jalur gabungan yang jelas. Hasilnya, kueri dapat dieksekusi lebih cepat dibandingkan dengan sistem Online Analytical Processing (OLTP).

Dalam hal pertanyaan kecil, prosesnya dapat diselesaikan segera. Sementara itu, kueri besar yang memerlukan pemrosesan beberapa tabel hanya membutuhkan waktu beberapa detik atau menit.

2. Muat Waktu

Karena strukturnya yang sederhana, salah satu keunggulan peta bintang adalah kecepatan pemuatannya. Bahkan jika skema berisi banyak data, anda dapat menghemat banyak waktu dibandingkan menggunakan database lain.

3. Referensi

Skema ini memiliki integritas referensial yaitu akurasi dan konsistensi data yang baik saat dimuat.

4. Mudah Dimengerti

Menavigasi dan memahami dengan bagan bintang tidak lebih sulit dan lebih mudah dibandingkan dengan yang lain. Itulah sebabnya sistem ini banyak digunakan.

Kerugian dari Skema Bintang

1. Integritas Data

Salah satu kelemahan terbesar dari skema bintang adalah integritas data. Banyak yang setuju bahwa sistem ini tidak memiliki integritas data yang buruk karena data yang diproses biasanya tidak dinormalisasi.

2. Kurang Fleksibel

Kerugian lain selain integritas data adalah fleksibilitas. Model ini lebih cocok untuk menampilkan data saja. Oleh karena itu, analisis yang terlalu rumit tidak dapat dilakukan.

Apakah Anda merasa metode ini sulit dipahami? Apakah itu benar-benar sederhana? Jika Anda membutuhkan lebih banyak referensi untuk memahami komputer dan topik terkait lainnya, Anda dapat menemukan banyak artikel terkait di blog Jobnas oke.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Ghufron Writer
1 tahun yang lalu
Jika Ingin Memperluas Lapangan Kerja, Dalami Pekerjaan Entrepreneur Dulu, Yuk ! 

Jika Ingin Memperluas Lapangan Kerja, Dalami Pekerjaan Entrepreneur Dulu, Yuk ! 

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com-Jika kamu merupakan seorang yang memiliki ide-ide cemerlang dan keinginan untuk menghadirkan inovasi, barangkali pekerjaan yang tepat bagi kamu adalah menjadi seorang entrepreneur. Sebab, seringkali entrepreneur dianggap sebagai  seseorang yang berada di posisi tertinggi sebuah bisnis, bisa mengatur banyak hal sekaligus, dan memiliki pendapatan yang tinggi.

Lantas, apa sih sebenarnya hakikat dari entrepreneur itu? Nah, di artikel ini Jobnas.com akan mengupas tuntas mengenai entrepreneur, karakteristik, beserta berbagai macam tipenya. Yuk, simak sampai  tuntas !

Pengertian Entrepreneur

Sangat jarang orang yang mengerti arti sesungguhnya dari sebuah entrepreneur meski istilah ini cukup umum di kalangan masyarakat. Lantas, apakah seorang chief executive officer (CEO) dapat disebut sebagai entrepreneur? Apakah pendiri bisnis UMKM juga dapat disebut sebagai entrepreneur? 

Baca Juga: Optimalkan Local SEO, Agar Kamu Menguasai Bisnis di Area Lokal

Dikutip dari The Balance Small Business, secara definitif entrepreneur merupakan seseorang yang mengembangkan perusahaan dengan berbagai inovasi. Mereka mengelola bisnis sekaligus menanggung risiko kesuksesannya.

Risiko tersebut didapat karena entrepreneur sendirilah yang mengambil keputusan-keputusan besar. Dengan risiko besar tersebut, tak ayal apabila entrepreneur biasanya mendapat keuntungan yang paling besar dari bisnisnya.

Jika kamu menjadi seorang entrepreneur, kamu tidak hanya bekerja untuk dirimu sendiri.  Inilah salah satu hal menarik dari seorang entrepreneur. Di sisi lain, kamu juga berpeluang memperluas lapangan kerja.

Hal ini bisa terjadi karena kamu membutuhkan orang lain untuk menjalankan bisnismu. Dengan begitu, orang lain bisa mendapat pekerjaan dari bisnismu. Meski demikian, menurut Tempo, rasio entrepreneur di Indonesia baru 2% dari total penduduk pada 2019. 

Padahal menurut Dekan Fakultas Bisnis dan Manajemen Teknologi ITS Hal Udisubakti Ciptomulyono, jika rasio entrepreneur Indonesia mencapai 4%, pertumbuhan ekonomi nasional dapat turut terdorong. Jadi, apakah pendiri bisnis UMKM juga dapat disebut sebagai entrepreneur? Ya, tentu saja!

Tipe-tipe Entrepreneur

Setiap entrepreneur tidak dapat disamakan. Untuk mencapai sebuah tujuan, mereka mempunyai motivasi, prinsip, dan caranya masing-masing. Dikutip dari BusinessTown, terdapat empat tipe entrepreneur yang seringkali dijumpai. Tipe-tipe entrepreneur tersebut adalah sebagai berikut. 

1. The world changer

Dalam bahasa Indonesia, The world changer berarti pengubah dunia. Seorang entrepreneur dengan tipe ini membangun bisnis untuk membuat dunia menjadi lebih baik. Mereka percaya bahwa bisnisnya dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.

Mereka memahami konsep masyarakat, keseimbangan, dan empati. Di samping itu, mereka juga tidak terlalu peduli dengan kariernya sendiri. Mereka lebih fokus pada apa yang bisa diberikan kepada masyarakat. Contoh dari the world changer adalah sociopreneur. Mereka menggabungkan ide bisnis dengan isu sosial.

2. The Survivor

Jika kamu pernah mendengar sebuah narasi ihwal seorang karyawan yang resign dari kantornya demi membangun bisnis, itu namanya adalah entrepreneur tipe the survivor.  Mereka merasa jenuh dan tidak cocok dengan pekerjaan 9 to 5. Mereka bisa saja pernah mendapat pengalaman buruk ketika bekerja di sebuah perusahaan.

Dengan demikian, the survivor ingin membangun bisnis dan sistemnya sendiri. Mereka ingin bebas dan mencapai financial freedom-nya.

3. The Visionary

Entrepreneur dengan tipe the visionary adalah seseorang yang selalu memiliki ide-ide inovatif. Mereka mampu berpikir out of the box untuk menciptakan sesuatu yang tidak dipikirkan oleh orang lain. 

Baca Juga: Antara Bullet Journalling atau Digital Journalling, Tentukan Pilihanmu!

The visionary tidak hanya fokus pada permasalahan saat ini. Lebih dari itu, mereka juga berharap bisnisnya dapat bertahan di masa depan.

Steve Jobs merupakan salah satu entrepreneur tipe the visionary ini. Ia mendirikan Apple pada 1976. Tetapi, kini Apple tetap menjadi perusahaan raksasa di bidang teknologi.

4. The Strategist

Ahli di bidang bisnis tidak semua menjadi tipe entrepreneur.  Tidak jarang yang sebenarnya hanya melihat sebuah bisnis sebagai peluang. Meski demikian, mereka tidak benar-benar paham di bidang tersebut.

Nah, entrepreneur dengan tipe the strategist adalah orang yang sangat paham dengan bidang bisnisnya. Mereka tahu semua detail tentang bidang tersebut.

Dengan demikian, segala keputusan yang mereka ambil fokus pada bidang yang sedang dijalaninya. Mereka memiliki perencanaan, strategi, dan analisis yang mendalam. Misalnya, kamu punya pengetahuan yang mendalam tentang dunia kesehatan. Maka, kamu bisa membangun bisnis atau startup di bidang kesehatan.

Karakteristik Entrepreneur

Terdapat banyak karakteristik yang umumnya dimiliki oleh seorang entrepreneur. Karakteristik-karakteristik tersebut bisa membawa entrepreneur pada sebuah kesuksesan. Nah, karakteristik-karakteristik tersebut adalah sebagai berikut: 

1. Optimis

Seorang entrepreneur harus berani bermimpi dan percaya bahwa mimpi tersebut akan terwujud.  Jadi, seorang entrepreneur harus selalu optimis bahwa bisnisnya akan berhasil, meskipun terdapat berbagai tantangan yang mesti dilalui. 

2. Fokus sama Tujuan

Sebuah bisnis pada umumnya mempunyai tujuan tertentu yang sudah ditetapkan sejak awal. Tujuan tersebut sudah disepakati oleh semua pihak yang ada dalam perusahaan tersebut. Nah, sebagai entrepreneur, kamu harus fokus pada tujuan tersebut. Jangan sampai kamu mudah terdistraksi untuk menjalankan hal-hal lain di luar tujuan tersebut.

3. Problem Solver

Tentu sulit untuk menjadi seorang entrepreneur. Sebab, kamu akan menemukan berbagai macam problem yang tak terduga.  Dengan demikian, kamu harus mampu menganalisis dan menyelesaikan setiap masalah yang ada.

4. Berani ambil risiko

Entrepreneur adalah pekerjaan yang penuh dengan risiko. Bukan entrepreneur namanya kalau ingin bekerja dengan aman dan nyaman. Agar supaya dapat bersaing dengan para kompetitor, kamu harus berani mengambil resiko. 

5. Berpikir Terbuka

Kamu tetap perlu berpikiran terbuka, meskipun harus fokus pada tujuan. Sebab, kamu perlu terus berpikir kritis dan rasional. 

Baca Juga: Perbedaan Aplikasi Native, Hybrid, dan Web yang Perlu Kamu Ketahui

Itulah penjelasan Jobnas.com tentang entrepreneur. Hal yang tak boleh dilupakan adalah entrepreneur adalah seseorang yang mengembangkan perusahaan dengan berbagai inovasi dan siap menanggung risikonya.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Ghufron Writer
1 tahun yang lalu
Ketahui Cara dan Etika yang Tepat untuk Meminta Surat Rekomendasi

Ketahui Cara dan Etika yang Tepat untuk Meminta Surat Rekomendasi

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com-Setiap mantan pegawai memiliki hak untuk meminta surat rekomendasi dari perusahaan. Untuk mendapatkannya, kamu bisa memintanya kepada bagian HRD atau atasan yang mengenal kinerjamu.

Surat rekomendasi berisi penjelasan kinerja seseorang dan juga periode masa kerjanya. Di samping itu, umumnya perusahaan akan menuliskan rekomendasinya untuk perusahaan berikutnya yang akan menerima kamu sebagai calon pegawai.

Sebaiknya, kamu tetap perlu menjaga etika saat memintanya, meskipun memang menjadi hak semua pegawai.

Lantas, bagaimana cara meminta surat rekomendasi tanpa terlihat memaksa dan menekan? Ikuti langkah-langkah dari Jobnas.com berikut ini. 

Siapa Saja yang Boleh Menulis Surat Rekomendasi?

Menurut The Balance Careers, terdapat dua tipe yang bisa kamu mintai surat rekomendasi yaitu personal references dan professional references.

Professional references umumnya sudah memiliki template yang sama ketika dimintai surat rekomendasi, sehingga hasilnya akan sama satu sama lain.

Professional references merupakan seseorang yang bertugas atau berwenang dalam menerbitkan surat rekomendasi atau surat-surat formal lainnya.

Tidak ada keistimewaan yang sesuai dengan kinerja atau pekerjaan yang sudah kamu kerjakan secara spesifik merupakan kekurangan untuk meminta surat kepada professional references.

Beda halnya dengan personal references.  Mereka adalah seseorang yang pernah bekerja bersamamu secara langsung. Dapat dikatakan bahwa personal reference merupakan orang yang dipilih secara langsung oleh kamu untuk menulis surat rekomendasi. 

Personal references bisa jadi adalah rekan, manager, mentor, atau siapapun yang kamu anggap kredibel serta tahu semua kinerjamu.

Salah satu keunggulan surat rekomendasi dari personal references adalah kamu akan mendapatkan surat referensi yang baik dan juga lengkap dengan penjelasan apa yang sudah kamu kerjakan selama ini.

Bisa dibilang surat rekomendasi dari personal references akan terbaca secara personal bukan hanya sekadar formalitas.

Tips Minta Surat Rekomendasi

Surat rekomendasi sebenarnya masih menjadi hak kamu, meskipun statusnya kamu sudah menjadi eks pegawai. Akan tetapi, agar tidak terlihat memaksa bahkan menekan, kamu harus memintanya secara sopan. 

Baca Juga: Dengan Mengetahui Peran Staf Pajak, Kamu akan Jadi Incaran Banyak Perusahaan

Jangan sampai perusahaan atau orang yang kamu tunjuk untuk menulis surat rekomendasi pada akhirnya menolak akibat kesalahan kecil. Lantas, bagaimana sih cara yang profesional untuk meminta surat rekomendasi ? Simak langkah-langkahnya berikut ini: 

1. Tanyakan baik-baik

Menurut Monster, biasanya kita dihadapkan dalam keadaan yang canggung saat meminta surat rekomendasi. Terlebih apabila kamu harus menanyakan surat rekomendasi ke atasan yang tidak terlalu akrab.

Sebaiknya, tanyakan saja secara langsung daripada kamu meminta maaf secara tiba-tiba atau melakukan gestur yang aneh. Kamu juga bisa to-the-point tujuan dari surat rekomendasi yang kamu minta beserta deadlinenya (jika diperlukan).

Contoh:

Selamat Siang/Siang, Pak/Bu, saya mendapatkan kesempatan bekerja di perusahaan W dan membutuhkan surat rekomendasi dari perusahaan U sebagai bukti saya pernah bekerja di sana serta ingin mengetahui kinerja saya.

Apakah Ibu/Bapak bersedia untuk menulis surat rekomedasi untuk saya? Saya membutuhkannya paling lambat tanggal xx. Terima kasih.

2. Memberikan poin-poin penting untuk ditulis

Dalam menulis surat rekomendasi, beberapa orang masih kurang berpengalaman. Kadang mereka tidak tahu apa saja isi dari surat rekomendasi atau bahkan tidak mengetahui kinerjamu secara rinci.

Oleh karena itu, kamu diperbolehkan untuk memberikan poin-poin yang sekiranya ingin di-highlight dalam surat rekomendasimu.

Dengan memberikan poin penting seperti pekerjaan spesifik yang sudah dilakukan sebelumnya akan mempermudah kamu saat melamar pekerjaan yang sama di tempat lain. Hal ini bisa termasuk portofolio atau skill yang berkaitan dengan pekerjaan yang kamu lamar.

Contoh:

Terima kasih telah menyetujui untuk menuliskan surat rekomendasi untuk saya. Bolehkah jika tidak keberatan untuk menuliskan bahwa saya telah menjadi bagian dari campaign xx pada tanggal xx?

Selain itu, saya juga meminta izin untuk menggambarkan bagaimana kinerja saya dalam menaikkan jumlah traffic dalam blog xx selama 10  bulan lalu. Saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya.

3. Persiapkan diri untuk menulis sendiri

Tentu memang tidak bisa ditebak peluang untuk minta surat rekomendasi. Bisa ditolak, diterima, atau malah ada perusahaan yang meminta pegawainya menulisnya sendiri. Sebaiknya kamu harus memanfaatkan sebaik-baiknya jika hal tersebut terjadi karena ini merupakan peluang yang baik. 

Hal ini kemungkinan besar terjadi jika kamu sangat dekat dengan bagian HR, Direktur Utama, atau bagian-bagian yang berwenang. Kemungkinan kedua, bisa saja mereka sibuk dan tidak sempat untuk menuliskannya untukmu.

Mereka hanya menawarkan untuk review serta menandatangani surat rekomendasi untuk mempersingkat waktu.

Contoh:

Saya mengerti jika Ibu/Bapak tidak memiliki waktu untuk menuliskan surat rekomendasi ini. Jika Ibu/Bapak tidak keberatan, bolehkah saya menulisnya dan mengirimkannya untuk di-review dan ditanda-tangani?

Baca Juga: Tingkatkan Popularitas Situsmu dengan Guest Blogging, Strategi Menulis di Situs Lain

Demikianlah penjelasan Jobnas.com terkait cara meminta surat rekomendasi ke perusahaan. Meski kelihatannya memang mudah dalam meminta surat rekomendasi ini. Namun, nyatanya banyak pertimbangan yang harus dipikirkan. Oleh karena itu, kamu juga dapat mencoba terlebih dahulu langkah-langkah di atas. Intinya, meminta surat ini harus tetap sopan dan beretika, ya!

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Ghufron Writer
1 tahun yang lalu
Jika WFH Berbulan-bulan, Sebaiknya Waspadai Cabin Fever

Jika WFH Berbulan-bulan, Sebaiknya Waspadai Cabin Fever

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com-Apabila kamu sedang merasa gelisah dan bosan saat harus bekerja dari rumah, barangkali kamu sedang mengalami masalah Cabin Fever. Jadi, Cabin Fever merupakan salah satu problem yang kerap kali mengancam para pekerja di saat WFH, lho. 

Lantas, apa sih sebenaranya Cabin Fever itu? Mengapa masalah semacam ini mesti terjadi ? Di artikel ini Jobnas.com akan menguraikannya untuk mu. Yuk, simak sampai tuntas !

Apa itu Cabin Fever ?

Menurut Healthline, secara definitif cabin fever adalah perasaan-perasaan yang muncul yang diakibatkan karena terlalu lama berada di suatu tempat terisolasi, karena hal-hal tertentu.

Bisa jadi, seseorang dapat mengalami perasaan-perasaan negatif seperti gelisah, sedih, hingga bosan karena berada di rumah terlalu lama

Istilah ini sebelumnya dikaitkan dengan orang-orang yang terkurung di rumah akibat musim dingin membatasi aktivitas di luar rumah. Seperti dilansir dari Kompas,  merasa terputus dari “dunia luar” juga bisa menyebabkan munculnya cabin fever.

Baca Juga: Sender Reputation, Sebuah Gambaran atas Kualitas di Mata Pelanggan

Ciri-ciri Mengalami Cabin Fever

1. Pola tidur tak teratur

Pola tidurmu semakin tidak teratur menjadi salah satu ciri kamu sedang mengalami cabin fever. Kamu akan semakin sulit untuk tidur di malam hari, dan semakin sulit untuk bangun di pagi hari. Bahkan, karena merasa lelah, kamu bisa tertidur di tengah hari. Barangkali kamu sedang mengalami Cabin Fever apabila kamu mengalami ciri-ciri semacam itu. 

2. Sulit Fokus

Pandemi Covid-19 berdampak pada segala hal, dari tata kehidupan, hingga mata pencarian. Berbagai berita yang muncul di media pun sebagian besar adalah berita buruk yang semakin berdampak pada kesehatanmu. 

Kamu pun juga dituntut untuk dapat bekerja dengan baik. Hal ini tentu menjadi beban pikiran tersendiri untuk seseorang sehingga tak heran jika mereka menjadi sulit fokus. Mereka akan selalu terbebani dengan pikiran yang muncul akibat pemberitaan tersebut. 

3. Mudah Lupa

Sering lupa menjadi ciri berikutnya yang muncul apabila kamu mengalami cabin fever. Hal ini disebabkan karena kecemasan dapat mempengaruhi memori. Menurut Calm Clinic, hal ini dikarenakan diproduksinya hormon stres yang mengakibatkan sulit mengingat hal-hal tertentu.

Baca Juga: Cek Kartu BPJS Kesehatan Aktif Atau Tidak

Selanjutnya, berhubungan dengan poin sebelumnya yaitu sulit fokus, ini juga membuatmu jadi lupa akan sesuatu. Pikiranmu menjadi terdistraksi dan sulit mengingat suatu peristiwa, perkataan, dan sebagainya.

4. Emosional

Kamu menjadi lebih emosional menjadi ciri lain kamu sedang mengalami cabin fever. Karena minimnya interaksi, kamu jadi memiliki ekspektasi lebih terhadap sesuatu. Hal inilah yang membuatmu dapat menjadi lebih emosional bahkan mudah tersinggung.

Hal yang Bisa Kamu Lakukan

1. Ke Luar Rumah

‘Ke luar’ rumah menjadi cara pertama yang bisa kamu lakukan untuk menanggulangi cabin fever. Memang, pandemi menuntut kita untuk tetap di rumah agar penyebarannya dapat berkurang.

Dengan kata lain, maksud dari ke luar rumah di sini bukanlah untuk liburan ke objek wisata atau sejenisnya, namun kamu bisa dengan bersantai di teras rumah, bermain di kebun, dan sebagainya.

Bahkan, merawat tanaman juga termasuk salah satu yang disarankan agar kamu bisa merasakan interaksi dengan ‘dunia luar’. 

2. Miliki Rutinitas

Berikutnya, kamu dapat menjalankan suatu rutinitas baru yang selama ini belum sempat kamu lakukan.Nah, kamu pun bisa memanfaatkan waktu yang biasanya kamu luangkan untuk perjalanan ke kantor dan pulang, lho.  Misalnya, setelah bangun pagi kamu dapat berolahraga sejenak, menulis diari atau jurnal, dan sebagainya. 

3. Jaga Hubungan Sosial

Sebagai makhluk sosial, kamu perlu untuk menjaga hubungan sosial agar tidak merasakan jenuh dan cemas kala di rumah saja. Apabila biasanya kamu dapat bertemu dengan teman di suatu tempat, kali ini kamu dapat melakukannya secara virtual, lho. Tak ada salahnya bertelepon atau video call dengan teman lama di luar jam kantor agar interaksi sosial tetap terjaga.

4. Nikmati ‘me time’

Selanjutnya, ‘me time’ menjadi hal yang perlu kamu lakukan. Bisa dibilang me time ini adalah waktu untuk memberikan dirimu kebebasan dari apapun. Banyak hal yang bisa kamu lakukan untuk menikmati me time, mulai dari mematikan notifikasi handphone, membaca buku, atau bahkan bisa menjalankan hobi lainnya.  Hal ini tentu saja dapat membuat perasaan negatif yang kamu rasakan menjadi sedikit terkurangi.

Baca Juga: Agar Kamu Tidak Stres, Ini Dia 5 Tips Menghadapi Atasan Gila Kerja

Nah, demikianlah penjelasan Jobnas.com mengenai beberapa ha tentang cabin fever. Apabila kamu tertarik dengan informasi serupa, kamu bisa membaca artikel Jobnas.com lainnya, lho.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Ghufron Writer
1 tahun yang lalu
Ini Dia Cara Produktif Pasca Pandemi

Ini Dia Cara Produktif Pasca Pandemi

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com-Di saat pandemi melanda, tentu saja ada banyak perubahan yang mempengaruhimu. Perubahan-perubahan itu barangkali bisa menganggu produktivitasmu meskipun sesudah pandemi.  Jika tidak produktif, kamu akan mulai mengalami berbagai masalah kesehatan fisik dan mental. Hal itu tentunya akan menghambat pekerjaan dan keseharianmu

Baca Juga: S&K dan Pricelist Iklan Jobnas

Seorang managing director dari Indika Foundation,  Ayu Kartika Dewi, mengatakan bahwa melakukan kegiatan yang produktif pasca pandemi dapat menjadi tantangan tersendiri.

Lantas, bagaimana sih cara agar kita bisa tetap produktif meski pandemi telah berlalu ? Nah, di artikel ini Jobnas.com akan menguraikan itu semua untukmu. Yuk, simak sampai tuntas !

Pentingnya Produktivitas Pasca Pandemi 

Menurut Ayu, produktif merupakan bekal yang harus ditumbuhkan untuk menghasilkan sesuatu. Ketika terjadi sebuah perubahan, pasti menjadi menantang, karena manusia itu adalah creature of habits.

Dari situlah perlu tips dan trik khusus pandemi untuk tetap produktif di masa setelah pandemi ini. Tips dan trik ini tentunya dapat berbeda sesuai dengan kepribadianmu, baik introvert ataupun extrovert.

Baca Juga: Sering Dianggap Mirip, Ternyata E-Commerce & Marketplace Berbeda, Begini Ulasannya!

Seorang extrovert akan mendapatkan energi ketika bertemu dan berkomunikasi dengan banyak orang. Sedangkan introvert justru akan terkuras energinya bila bertemu dengan banyak orang. Yang menjadi problem adalah bahwa kita semua tahu manusia merupakan makhluk sosial. Secara naluriah, kita itu menginginkan hubungan dengan orang lain dengan baik.

Setidaknya, perlu perubahan untuk dapat membantu kita menjadi lebih produktif. Perubahan itu  dimulai dengan menyadari bahwa apa biasa kamu lakukan tidak berjalan dengan semestinya. Ayu mencontohkannya dengan mengerahkan pekerja yang biasanya membantu membersihkan rumahnya untuk membantu membelikan bahan-bahan makanan.

Dengan demikian, meski pendapatannya berkurang, ia masih memiliki punya cara lain untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Dengan cara itu, ia menemukan cara agar pekerja yang ia kenal tetap produktif saat pandemi.

Di titik inilah penting kiranya mengubah strategi agar tetap bisa survive pasca pandemi. Jika tidak, kamu akan mengalami stres. Nah, bagaimana cara mengatasinya jika hal ini terjadi?

Cara Mengatasi Stress Pasca Pandemi

Ayu menggunakan filosofi ember untuk mengatasi rasa stress di saat pasca pandemi. Anggaplah kapasitas pikiranmu sebagai ember. Semua masalah yang terjadi adalah air yang dimasukan ke dalam ember.

Ketika kamu merasa embermu penuh dengan masalah, air di dalam ember tersebut akan luber. Penting untuk kita memiliki cara untuk menerapkan batasan. Seperti, ada teman di kantor yang ingin curhat. Kamu harus berani bilang tidak. Bilang bahwa kamu sedang tidak memiliki kapasitas untuk mendengarkan curhatnya.

Setiap harinya, kamu akan berhadapan dengan stres. Untuk mengatasinya, Ayu menyarankan untuk membuat sebuah matriks. Langkah yang bisa dilakukan adalah dengan membuat kuadran yang meliputi hal-hal yang paling membuat stres, hal-hal yang tidak begitu membuat stres, sesuatu yang tidak bisa dikendalikan, dan hal-hal yang bisa dikontrol. Buatlah sebuah peta tentang hal-hal ini.

Kemudian, kamu harus  memperhatikan hal-hal yang paling membuat stres dan hal-hal yang bisa dikontrol. Fokuskan pada dua kategori ini saja. Cobalah berdamai dengan hal-hal yang membuatmu stres namun tidak bisa dikontrol. Sementara untuk hal-hal yang tidak terlalu membuatmu stres, dapat kamu lupakan perlahan-lahan.

Baca Juga: Antara Bullet Journalling atau Digital Journalling, Tentukan Pilihanmu!

Dengan menggunakan cara ini, ember yang berisikan masalah tadi akan semakin lama semakin berkurang airnya. Jika kamu mengalami stres, ambillah pena dan kertas, dan tulis hal-hal tersebut.

Demikianlah cara yang dapat kamu lakukan agar supaya tetap produktif pada saat pasca pandemi. Hal-hal yang dianggap bermanfaat mesti kamu lakukan, baik itu berupa hobi atau bahkan kamu bisa mempelajari sesuatu yang baru. 

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Iwan Bisa
7 bulan yang lalu
Inilah Keterampilan atau Skill Penting Bagi Para Pekerja di Semua Industri: “Manajemen Diri” - Surau

Inilah Keterampilan atau Skill Penting Bagi Para Pekerja di Semua Industri: “Manajemen Diri”

Batas Melamar Pekerjaan ini Career Zone

Jobnas.com - Manajemen diri adalah salah satu keterampilan yang paling dibutuhkan di tempat kerja, apa pun di industri lainnya. Keterampilan manajemen diri  juga sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari. Dengan keterampilan ini, perusahaan akan percaya bahwa kalian dapat mengelola berbagai aspek diri sendiri.

Dengan demikian, Jika kalian sudah mempunyai skill tersebut perusahaan tidak perlu terlalu banyak membimbing. Sebenarnya, apa itu manajemen diri dan bagaimana cara memperbaikinya?

Kalian bisa temukan jawabannya di artikel ini!

Definisi Manajemen Diri

Saat bekerja dari rumah (WFH) untuk pertama kalinya, banyak orang yang merasa pekerjaannya berantakan. Ada yang terpaksa lembur, begadang, menumpuk, telat rapat, dll. Padahal, jumlah pekerjaan yang harus mereka lakukan sama dengan saat bekerja di kantor.

Mengapa ini terjadi? seperti yang dikatakan The Complete Leader. Salah satu penyebabnya adalah manajemen diri yang buruk. Manajemen diri adalah kemampuan untuk menetapkan prioritas, memutuskan apa yang perlu dilakukan, dan bertanggung jawab untuk menyelesaikan sesuatu.

Seperti dikutip dari Trello, self-management adalah kemampuan untuk mengembangkan kepribadian dan profesionalisme seseorang secara mandiri tanpa pengaruh dari luar. Dengan kata lain, kalian bertanggung jawab atas diri kalian sendiri. Anggap diri kalian sebagai bos kalian sendiri.

Jadi kalian berurusan dengan banyak hal yang berkaitan dengan berbagai aspek di dalam diri. Secara garis besar, manajemen diri ada dalam empat bentuk, yaitu fisik, mental, sosial, dan spiritual.

Jadi Mengapa Keterampilan Ini Penting?

Saat kalian mengelola diri sendiri, kalian harus memahami apa yang kalian butuhkan dan apa yang tidak kalian butuhkan, logika paling gampangnya seperti itu. Kalian benar-benar perlu mengenal diri sendiri dan bersedia mempertaruhkan setiap keputusan yang kalian buat.

Jadi kalian tidak akan menyalahkan faktor eksternal atas kegagalan. Kalian bisa mengevaluasi diri sendiri dan menentukan solusi terbaik agar tidak terulang kembali. Keahlian ini menjadi lebih berguna saat kalian bekerja lepas atau bekerja dari jarak jauh.

Tidak ada atasan atau rekan kerja yang bisa langsung melihat progres pekerjaan kalian. Jadi tidak ada yang akan memarahi Anda jika kalian tidak fokus dan teralihkan dengan hal lain.

Dengan keterampilan ini, kalian dapat terus melakukan pekerjaan tanpa pengawasan orang lain.

Dimensi-dimensinya

Ada beberapa dimensi self-management yang bisa mulai kalian perhatikan. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Motivasi Pribadi

Motivasi diri adalah kemampuan untuk mendorong diri sendiri. Anda dapat memulai dan menyelesaikan pekerjaan tanpa diminta oleh orang lain. Keinginan untuk melakukan pekerjaan berasal dari dalam diri sendiri.

  1. Tetapkan Tujuan

Sebagai orang dengan keterampilan menetapkan tujuan yang sangat baik, kalian dapat menetapkan tujuan jangka pendek dan jangka panjang dalam hidup kalian. Ini juga berlaku untuk pekerjaan.

Tidak hanya itu, kalian juga dapat memetakan langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.

  1. Manajemen Waktu

Waktu sangat berharga. Bahkan, banyak orang mengatakan, “Waktu adalah uang”. Sebagai orang yang memiliki kemampuan manajemen diri yang baik, kalian tentu memiliki kemampuan manajemen waktu yang baik pula.

kalian tahu bagaimana mengatur waktu dengan baik untuk melakukan berbagai tugas. 24 jam sehari tidak akan membuat kalian merasa kurang.

  1. Manajemen Stres

Menurut Organisasi Stres Dunia, 80% karyawan merasa stres di tempat kerja. Selain itu, hampir setengahnya mengatakan bahwa mereka membutuhkan bantuan untuk mempelajari cara mengelola stres. Hal ini menunjukkan bahwa mengelola stres bukanlah hal yang mudah, apalagi dalam dunia kerja.

Hasilnya, kalian dapat meningkatkan manajemen stres dengan berbagai cara, seperti bermeditasi, menjaga pola makan yang sehat, berolahraga, dan menulis jurnal.

  1. Organisasi

Manajemen diri juga terkait dengan keterampilan organisasi yang baik. Terorganisir yang disebutkan di sini berarti kalian dapat mengatur energi, waktu, kesehatan fisik, kesehatan mental, dan lainnya. Jika kalian mengelola semua ini dengan baik, akan lebih mudah bagi kalian untuk menerapkan poin-poin sebelumnya.

Kiat untuk Meningkatkan Manajemen Diri

Setelah melalui banyak hal yang berkaitan dengan self-management, sekarang bagaimana cara meningkatkannya? Manajemen diri adalah keterampilan yang perlu terus diasah. kalian perlu melatih diri sendiri untuk mencapai manajemen diri yang lebih baik.

Berikut Jobnas akan memberikan beberapa tips untuk memperbaikinya.

  1. Pahami Kekuatan dan Kelemahan

Hal pertama yang perlu kalian lakukan untuk meningkatkan keterampilan manajemen diri adalah memahami kekuatan dan kelemahan kalian. Ketika ketika memahami kekuatan, kalian akan tahu bagaimana memaksimalkannya dalam hidup dan bekerja. Sedangkan dengan memahami kekurangan kalian sendiri, kalian akan tahu cara mengatasinya.

  1. Buat Skala Prioritas

Skala prioritas adalah cara yang efektif untuk mengelola manajemen waktu. Kalian dapat memprioritaskan tugas mendesak daripada yang lain.

  1. Gunakan Teknik Manajemen yang Paling Tepat

Kalian dapat memilih dari berbagai teknik manajemen, seperti Pomodoro, Kanban, Sasaran SMART, dan lainnya. Teknik ini akan sangat membantu kalian meningkatkan manajemen diri, terutama jika kalian baru ingin mulai mempraktikkannya.

  1. Evaluasi Apa yang Anda Lakukan

Setiap kali kalian menyelesaikan sesuatu, kalian dapat mengevaluasi diri sendiri. Bisakah kalian menghindari gangguan sepanjang hari? Apakah semua tenggat waktu kalian terpenuhi hari ini? Ada pekerjaan yang harus diselesaikan besok?

Dengan mengevaluasi diri sendiri, kalian akan belajar mencari solusi dari semua masalah yang ada. Dengan cara ini, manajemen diri kalian akan meningkat dari hari ke hari.

Berdasarkan penjelasan Jobnas yang telah disebutkan di atas, apakah kalian sudah mengelola diri sendiri dengan baik? Jika belum, kalian bisa menerapkan cara-cara di atas untuk lebih melatih self-management. Sehingga kalian dapat menerapkan keterampilan ini dalam pekerjaan.

Selain self-management, masih banyak skill dan aspek lain yang bisa membantu kamu dalam bekerja. Apa saja yang lain itu?

Jika Anda penasaran, kalian dapat berlangganan blog Jobnas untuk mendapatkan jawabannya.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Iwan Bisa
1 tahun yang lalu
Perilaku Korupsi di Kantor

Kamu Harus Tahu, 5 Sifat Ini Dapat Memicu Perilaku Korupsi di Kantor

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com - Secara hukum, korupsi merupakan salah satu tindak pidana yang dapat merugikan banyak pihak.

Dalam mindsite kebanyakan orang, korupsi hanya terbatas pada perilaku penggelapan dana dengan jumlah besar oleh pihak tertentu saja, khususnya oleh pejabat negara. Padahal tidak. Korupsi bisa dilakukan siapa saja dan di mana saja. Dalam segala aspek kehidupan pasti ada yang namanya perilaku korupsi, entah sekecil apapun itu.

Di kantor misalnya, ada banyak sifat buruk yang dapat memicu perilaku korupsi.

Kamu perlu membuang sifat-sifat tersebut agar terhindar dari perilaku yang dapat menimbulkan tindakan korupsi.

Apa saja sifat-sifat buruk yang dimaksud? Yuk, cari tahu selengkapnya dalam artikel berikut.

1. Sering Menunda-nunda Pekerjaan

Sifat pertama yang perlu kamu buang jika ingin terhindar dari perilaku korupsi di kantor adalah menunda-nunda pekerjaan. Procrastination hanya akan membuat produktivitas kinerjamu menurun.

Tak hanya sampai di situ, kebiasaan menunda-nunda pekerjaan tidak hanya akan merugikan dirimu sendiri namun juga rekan-rekan kerjamu.

Iya, jika pekerjaanmu sifatnya personal, namun malah lebih parah jika pekerjaanmu berhubungan dengan yang lain. Menunda pekerjaanmu terus-menerus dapat menghalangi rekan kerjamu melakukan pekerjaan mereka sendiri.

Mereka akan terpaksa bekerja lembur ketika kamu akhirnya bisa melakukan tugasmu karena tenggat waktu mulai semakin dekat.

Sikap seperti ini merupakan penyakit psikologis dan disadari atau tidak, kamu telah melakukan korupsi, yaitu korupsi waktu.

2. Sering Datang Terlambat

Sering datang terlambat juga termasuk sifat yang memicu korupsi di kantor yang harus kamu hindari.

Sering datang terlambat ke kantor atau saat ada rapat menandakan bahwa kamu tidak professional dalam pekerjaan. Dengan demikian, kamu sudah melakukan tindak korupsi. Karena kamu dibayar dengan jam kerja yang telah menjadi kontrak kerja.

3. Tidak terbuka terhadap pekerjaan

Terlalu menjaga privasi terhadap data dan dokumen kerja yang seharusnya terbuka adalah sifat lain yang dapat memicu korupsi di kantor. Sifat seperti ini juga harus kamu buang sesegera mungkin.

Karena menurut All Business, sifat ini adalah salah satu pertanda seseorang tengah atau telah melakukan korupsi di kantor.

Pada kasus tertentu, kamu memang memiliki privasi tersendiri hingga merasa enggan untuk berbagi dengan rekan kerja atau atasan. Kamu juga memang perlu untuk memastikan kerahasiaan dokumen tertentu dan tidak boleh membagikannya kepada orang lain.

Namun, jika kamu terlalu protektif terhadap hasil kerjamu yang seharusnya dipublikasikan dan tidak bersedia berbagi tugas dengan rekan kerja, hal ini dapat menjadi perilaku negatif.

Kamu akan cenderung tamak dan melakukan apa saja untuk memastikan pekerjaanmu tidak diberikan kepada orang lain. Jika demikian, bukankah hal tersebut sudah menjadi sifat yang buruk?

4. Mengikuti gaya hidup yang boros

Sifat selanjutnya yang menurut Whistle Blower Security dapat menjadi pemicu perilaku korupsi adalah gaya hidup yang boros. Bedanya, sikap seperti ini tak hanya berlaku di kantor saja, tetapi ia menjadi masalah umum di tengah-tengah masyarakat dengan berbagai lapisan.

Agar tidak terbiasa dengan gaya hidup boros, maka menjaga pertemanan yang produktif adalah salah satu caranya. Ciptakanlah circle yang baik serta hati-hati dengan beberapa lingkaran pertemanan di kantor yang dapat menjerumuskanmu pada gaya hidup yang boros.

Sebab, jika kamu sudah candu dengan gaya hidup boros, maka candu tersebut akan memaksamu untuk melakukan apa saja untuk bisa memenuhi gaya hidupmu, salah satunya korupsi.

Tentu kamu tidak ingin berakhir melakukan tindakan korupsi hanya demi pemuasan gaya hidup semata, bukan?

5. Memanfaatkan waktu kerja untuk urusan pribadi

Bermain handphone pada saat jam kerja menunjukkan bahwa kamu tidak bisa bersikap professional dalam bekerja. Bahkan bertentangan dengan aturan yang berlaku di beberapa perusahaan tertentu.

Kamu sibuk dengan urusan pribadi pada waktu kerja juga dapat dikategorikan sebagai salah satu sifat korupsi waktu di kantor. Sebaiknya, jika urusan pribadi tersebut sifatnya tidak mendesak, selesaikan di waktu istirahat atau setelah pulang kerja.

Nah, itulah 5 sifat yang tidak baik, yang bisa menjadi sebab kamu melakukan korupsi di kantor. Menurutmu, sifat-sifat lain apa saja yang dapat memicu perilaku korupsi? Yuk, diskusikan pendapatmu di kolom komentar, ya!

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Ghufron Writer
1 tahun yang lalu
Ini Dia PR Crisis yang Bisa Mengancam Kelangsungan Perusahaan

Ini Dia PR Crisis yang Bisa Mengancam Kelangsungan Perusahaan

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com-Jika kamu pernah sesekali mendengar tentang suatu brand yang diboikot, masalah yang tepat untuk menggambarkan ini adalah krisis PR alias PR Crisis. Tentu kamu akan penasaran terkait bagaimana perusahaan di kemudian hari menyikapi problem semacam ini serta apa saja hal-hal yang dapat mereka upayakan apabila mengalaminya. 

Nah, jawabannya ada di artikel Jobnas.com berikut ini. Yuk, simak selengkapnya!

Pengertian Krisis PR

Sebelum kita lebih jauh membahas tentang krisis PR, kita harus mengetahui terlebih dahulu terkait dengan pengertian krisis yang satu ini. Menurut Pushkin PR, PR crisis adalah:

-apa pun yang bisa menghilangkan kepercayaan atas perusahaan

-apa pun yang bisa menodai reputasi perusahaan

-risiko atas kesehatan, keamanan, atau ancaman lain dari klien, pekerja, atau stakeholder perusahaan

Tentu saja, tak semua isu harus disebut sebuah krisis. Seperti dilansir dari Talkwalker, sebelum panik, pastikan dulu hal ini:

Apakah masalah ini memengaruhi alur kerja perusahaan?

Apakah masalah ini membuat petinggi perusahaan kebingungan?

Apakah pekerja lainnya merasa terganggu?

Apakah reputasi brand bisa rusak karena masalah ini?

Apabila memenuhi semuanya, barulah sebuah masalah disebut PR crisis. Kita ambil contoh, komentar kebencian di media sosial. Misalnya, terdapat review negatif atau post media sosial berupa ejekan. Memang, ini adalah sebuah gangguan. Akan tetapi, ia belum tentu sebuah krisis.

Baca Juga: Perhatikan 7 Hal Ini, Apabila Ingin Menulis Surat Rekomendasi Kerja untuk Temanmu

Jika komentar negatif tadi terus membesar, bahkan mengancam nama merek, barulah kamu bisa menyebutnya krisis. Jadi, kamu mesti menghindari kepanikan terlebih dahulu saat terjadi masalah. Di samping itu, pastikan dulu besar dari isu tersebut. Jika sudah, barulah tanggapi sesuai dengan porsinya.

Dampak Krisis PR bagi Perusahaan

Setelah kamu mengetahui tentang definisi dari istilah ini, berikutnya kamu harus memahami dampaknya bagi sebuah perusahaan. Menurut Inc, krisis inis bisa menurunkan atau memperlambat penjualan, menodai brand selama bertahun-tahun, hingga membuat perusahaan bangkrut.

Itulah mengapa, PR crisis menjadi salah isu yang tak bisa kamu sepelekan. Sebab, konsekuensinya sangatlah besar. Nah, apabila krisis ini terjadi, kamu tak boleh menunda-nunda pekerjaan. Pasalnya, dunia PR crisis juga mengindahkan semboyan ini, lho.

Sebaiknya, sebelum sebuah masalah benar-benar terjadi, kamu harus menyiapkan diri terlebih dahulu. Dengan demikian, kamu bisa dengan mudah melaluinya.

Menurut Digital Marketing World Forum, terdapat dua hal yang perlu kamu siapkan. Setelah itu, jika isu benar terjadi, ada tiga pekerjaan yang wajib dilakukan.

Poin-poin dalam PR crisis itu adalah:

1. Bentuk Tim Krisis

Membentuk tim komunikasi krisis menjadi langkah pertama yang harus kamu lakukan. Jangan lupa agar kamu mengisi tim itu dengan orang-orang yang beragam.

Dengan demikian, gagasan-gagasan mereka akan bermacam-macam. Semua itu sempurna di ambang krisis yang penuh ketidakpastian. Kemudian, jangan lupa, buat rencana komunikasi. Masukkan panduan menanggapi krisis PR di sana.  Apabila masalah benar-benar melanda, hal tersebut akan menjaga tim dari kebingungan.

2. Jaga Brand Reputation

Seperti yang sudah disebutkan tadi, tak semua orang mencintai merekmu. Pasti ada saja satu-dua orang yang melemparkan hal negatif tentangmu.

Nah, agar pendapat negatif ini tetap terkendali, kamu harus terus melakukan reputation management. Kamu bisa memantau media sosial, pers, situs review, influencer, kompetitor, dan lain-lain.

3. Katakan Sejujurnya

Apabila krisis benar-benar terjadi,banyak orang yang akan meminta klarifikasi dan penjelasan. Dalam situasi yang demikian, kamu wajib mengambil langkah yang tepat. Ingat, kamu sudah punya rencana komunikasi.

Terus ikuti panduan itu. Jangan lupa, katakanlah sejujurnya. Salah itu biasa, jangan malu untuk meminta maaf. Hindari sikap sibuk menyalahkan pihak lain, atau malah tak mau mengakui adanya isu tertentu. Itu malah bisa jadi bumerang di tengah masalah.

4. Kirim Pesan yang Faktual, Informatif, dan Jelas

Kamu bisa mengirimkan pesan-pesan ke publik berupa apabila krisis PR terjadi berupa:

-apa yang terjadi

-apa yang akan (atau sedang) kamu lakukan untuk menyelesaikannya

-apa yang kamu rencanakan di masa depan

Kemas semuanya dengan jelas dan informatif. Semakin cepat kamu meminta maaf dan menjelaskan, semakin besar kemungkinan brand-mu dimaafkan.

Baca Juga: Agar Keamanan Datamu Terjaga, Pahami Software Keylogger yang Sangat Berbahaya

5. Belajar Dari Krisis PR 

Tentu saja, jika terjadi krisis, ada masalah yang memicunya. Nah, kamu harus mempelajari semua itu agar masalah tak terulang kembali di masa depan.

Di samping itu, ingat, tak ada hal yang sempurna di dunia ini. Tanggapanmu atas PR crisis adalah salah satunya. Evaluasi proses tanggapanmu atas masalah. Siapa tahu, ada yang bisa diperbaiki dan diterapkan di hari esok.

Ingat, mencegah lebih baik daripada mengobati. Hal ini juga berlaku di dunia krisis PR. Oleh karena itu, kamu wajib menjaga reputasi perusahaan.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
1 11 12 13 14 15 62

"Setiap pekerjaan yang dilakukan dengan hati, akan kembali menjadi rejeki yang berarti."