Jobnas

Blog Jobnas

Halaman artikel blog terbaru di Jobnas.com.
Erni Yati
3 tahun yang lalu
Kenapa hp sering restart sendiri

Kenapa HP Sering Restart Sendiri? Ini Cara Mengatasi HP Eror

Batas Melamar Pekerjaan ini Technology

Jobnas.com - Kenapa HP Sering Restart Sendiri? Banyak faktor yang menyebabkan HP Restart Sendiri. Untuk memperbaikinya, kita harus ketahui terlebih dahulu penyebab eror pada HP.

Beberapa masalah yang sering menyebabkan HP Sering Restart Sendiri antara lain adalah; eror pada sistem operasi, aplikasi yang terinstal, hardware yang mengalami kerusakan.

Namun, jangan khawatir, semua ada solusinya. Permasalahan HP eror memang cukup mengganggu. Untuk itu, berikut adalah penjelasan bagaimana mengatasi eror HP Sering Restart Sendiri.

Penyebab HP Sering Restart Sendiri?

Seringnya HP restart sendiri biasanya disebabkan oleh beberapa hal, seperti:

  1. Ada masalah dengan sistem operasi ponsel. Jika ponsel Anda mengalami masalah dengan sistem operasi, maka hal tersebut dapat menyebabkan ponsel restart secara tak terduga.
  2. Ada masalah dengan aplikasi yang terinstal di ponsel. Jika ada aplikasi yang mengalami masalah atau berjalan secara tidak normal, maka hal tersebut dapat menyebabkan ponsel restart secara tak terduga.
  3. Ada masalah dengan baterai ponsel. Jika baterai ponsel Anda mulai mengalami masalah, misalnya baterai yang cepat habis atau tidak bisa diisi ulang, maka hal tersebut dapat menyebabkan ponsel restart secara tak terduga.

Cara Perbaiki HP yang Sering Restart Sendiri

Untuk mengatasi masalah ini, pertama-tama coba periksa apakah ada aplikasi yang mengalami masalah atau tidak. Jika ada, coba hapus aplikasi tersebut dan lihat apakah masalah tersebut sudah teratasi atau belum.

Jika masalahnya masih belum teratasi, coba periksa baterai ponsel Anda dan pastikan bahwa baterai tersebut masih dalam kondisi baik. Jika masih ada masalah, maka Anda mungkin perlu menghubungi pemasok ponsel atau pihak ketiga yang bertanggung jawab untuk memperbaiki ponsel Anda.

Baca juga: Jika Kalian Mengalami Kabel USB Tidak Terdeteksi di Laptop Windows 10, Inilah 7 tips untuk Mengatasinya

MAsalah yang Sering Muncul di HP

Ada berbagai masalah yang sering muncul di ponsel, seperti:

  1. Masalah dengan sistem operasi, seperti ponsel yang sering hang, lemot, atau restart secara tak terduga.
  2. Masalah dengan aplikasi, seperti aplikasi yang tidak bisa diinstal, tidak bisa dibuka, atau berjalan secara tidak normal.
  3. Masalah dengan baterai, seperti baterai yang cepat habis atau tidak bisa diisi ulang.
  4. Masalah dengan jaringan, seperti ponsel yang tidak bisa terhubung ke jaringan internet atau tidak bisa menerima atau mengirim pesan.
  5. Masalah dengan hardware, seperti layar yang pecah, tombol yang tidak berfungsi, atau kamera yang tidak bisa digunakan.

Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, pertama-tama coba periksa apakah ada aplikasi atau sistem operasi yang mengalami masalah. Jika ada, coba hapus aplikasi tersebut atau lakukan restart pada ponsel Anda. Jika masalahnya masih belum teratasi, coba periksa kondisi baterai ponsel Anda dan pastikan bahwa baterai tersebut masih dalam kondisi baik. Jika masih ada masalah, maka Anda mungkin perlu menghubungi pemasok ponsel atau pihak ketiga yang bertanggung jawab untuk memperbaiki ponsel Anda.

Cara Merawat HP agar Awet

Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk menjaga agar ponsel Anda tetap awet, seperti:

  1. Gunakan case atau cover untuk melindungi ponsel Anda dari benturan atau goresan.
  2. Jangan membiarkan ponsel Anda terkena air atau kondisi basah. Jika terkena air, segera keringkan ponsel Anda dengan menggunakan kain kering atau tisu.
  3. Jangan menggunakan ponsel Anda di tempat yang berdebu atau kotor, karena debu dapat masuk ke dalam ponsel dan menyebabkan kerusakan.
  4. Jangan menggunakan ponsel Anda di tempat yang panas atau terlalu dingin, karena kondisi tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada ponsel Anda.
  5. Jangan menggunakan ponsel Anda saat sedang mengemudi atau berada di tempat yang tidak aman. Ini dapat menyebabkan kecelakaan dan kerusakan pada ponsel Anda.
  6. Pastikan untuk selalu melakukan update pada sistem operasi ponsel Anda, karena update tersebut biasanya berisi perbaikan bug atau masalah yang mungkin muncul pada sistem operasi ponsel.
  7. Gunakan ponsel dengan hati-hati dan jangan menggunakan ponsel secara berlebihan, karena hal tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada ponsel Anda.
Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Erni Yati
3 tahun yang lalu
Cara Screenshoot Laptop, Komputer dan HP

Cara Screenshoot Laptop, Komputer, dan HP Android atau Iphopne

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com - Cara screenshoot laptop atau tangkapan layar pada laptop, Anda bisa menggunakan tombol "Print Screen" atau "PrtScn" yang biasanya terletak di bagian atas keyboard. Setelah menekan tombol tersebut, screenshoot akan tersimpan di clipboard. Anda bisa membuka program seperti Paint atau Photoshop untuk menempelkan dan menyimpan gambar tersebut.

Selain menggunakan tombol "Print Screen", Anda juga bisa mengambil screenshoot hanya dari jendela yang sedang aktif dengan menekan tombol "Alt" + "Print Screen". Ini akan menyimpan screenshoot dari jendela yang sedang aktif saja, tidak seluruh layar.

Jika Anda ingin mengambil screenshoot dari sebagian layar saja, Anda bisa menggunakan fitur snipping tool yang tersedia di sistem operasi Windows. Caranya, buka Snipping Tool melalui Start Menu, lalu pilih New untuk memilih area yang ingin Anda screenshoot. Setelah itu, screenshoot akan tersimpan di folder Screenshots di folder Pictures.

Anda juga bisa menggunakan beberapa aplikasi pihak ketiga untuk mengambil screenshoot pada laptop. Aplikasi tersebut biasanya menawarkan fitur yang lebih lengkap dan mudah digunakan dibandingkan dengan cara-cara di atas.

Baca juga: Para Pemula Wajib Tahu Tips-tips Penting Mengedit Video

Screenshoot Layar Laptop atau Komputer Windows

Cara screenshoot pada laptop/Komputer Windows, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini:

Screenshoot Laptop
Screenshoot Laptop
  1. Pastikan Anda sudah menemukan layar yang ingin di-screenshoot.
  2. Tekan tombol "Print Screen" atau "PrtScn" yang terletak di bagian atas keyboard. Tombol ini biasanya digunakan untuk mengambil screenshoot dari seluruh layar.
  3. Buka program seperti Paint atau Photoshop, lalu tempelkan screenshoot yang tadi Anda ambil dari clipboard ke dalam program tersebut.
  4. Simpan screenshoot yang telah ditempelkan tersebut dengan mengklik File > Save. Pilih lokasi dan nama file yang Anda inginkan.

Jika Anda ingin mengambil screenshoot dari jendela yang sedang aktif saja, tekan tombol "Alt" + "Print Screen" pada keyboard. Ini akan menyimpan screenshoot dari jendela aktif saja, tidak seluruh layar.

Jika Anda ingin mengambil screenshoot dari sebagian layar saja, Anda bisa menggunakan fitur Snipping Tool yang tersedia di sistem operasi Windows. Caranya, buka Snipping Tool melalui Start Menu, lalu pilih New untuk memilih area yang ingin Anda screenshoot. Setelah itu, screenshoot akan tersimpan di folder Screenshots di folder Pictures.

Anda juga bisa menggunakan aplikasi pihak ketiga untuk mengambil screenshoot pada laptop. Aplikasi tersebut biasanya menawarkan fitur yang lebih lengkap dan mudah digunakan dibandingkan dengan cara-cara di atas.

Cara Screenshoot Layar HP Android

Untuk mengambil screenshoot atau tangkapan layar pada perangkat Android, Anda bisa menggunakan tombol kombinasi yang terdiri dari tombol power dan volume down secara bersamaan. Tombol power biasanya terletak di sisi kanan perangkat, sedangkan tombol volume terletak di sisi kiri.

Setelah menekan tombol kombinasi tersebut, perangkat akan menampilkan animasi yang menandakan bahwa screenshoot telah berhasil diambil. Screenshoot tersebut akan disimpan di folder Screenshots di galeri foto.

Jika Anda tidak dapat mengambil screenshoot dengan tombol kombinasi di atas, Anda bisa mencoba menggunakan aplikasi pihak ketiga yang tersedia di Play Store. Aplikasi tersebut biasanya menawarkan fitur yang lebih lengkap dan mudah digunakan dibandingkan dengan cara di atas.

Catatan: Cara di atas mungkin berbeda tergantung pada jenis dan merek perangkat Android yang Anda gunakan. Jika cara di atas tidak berhasil, Anda bisa mencoba mencari informasi lebih lanjut tentang cara mengambil screenshoot pada perangkat Android Anda di internet atau di dokumentasi perangkat.

Cara Screenshoot Layar HP Iphone

Cara screenshoot atau tangkapan layar pada iPhone, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini:

  1. Pastikan layar iPhone yang ingin Anda screenshoot sudah ditampilkan sesuai dengan yang Anda inginkan.
  2. Tekan dan tahan tombol Sleep/Wake (atau Side Button) di sisi kanan iPhone.
  3. Seketika itu juga, tekan tombol Home di bagian bawah layar iPhone.
  4. Anda akan mendengar suara kamera yang mengambil foto, yang menandakan bahwa screenshoot telah berhasil diambil.
  5. Screenshoot akan tersimpan di album Foto iPhone Anda. Anda bisa membuka aplikasi Foto, lalu pilih album Screenshots untuk melihat screenshoot yang telah Anda ambil.

Untuk iPhone X atau yang lebih baru, cara mengambil screenshootnya sedikit berbeda. Anda perlu menekan tombol Volume Up dan tombol Sleep/Wake (atau Side Button) secara bersamaan, bukan hanya menekan tombol Sleep/Wake saja.

Jika Anda ingin mengambil screenshoot hanya dari sebagian layar saja, Anda bisa menggunakan fitur snipping tool yang tersedia di iOS. Caranya, buka Control Center dengan menggeser layar dari bagian bawah ke atas, lalu tekan tombol Screenshot (tombol dengan simbol kotak dan panah ke atas). Kemudian, Anda bisa memilih area yang ingin Anda screenshoot dengan menggeser kotak merah yang muncul ke area yang diinginkan. Setelah itu, screenshoot akan tersimpan di album Foto iPhone Anda.

Anda juga bisa menggunakan aplikasi pihak ketiga untuk mengambil screenshoot pada iPhone. Aplikasi tersebut biasanya menawarkan fitur yang lebih lengkap dan mudah digunakan dibandingkan dengan cara-cara di atas.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Iwan Bisa
3 tahun yang lalu
Kunci Penting Magang

Alasan dan Kunci Penting Magang Menuju Sukses

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com Sebagian oknum banyak yang menganggap dan bilang bahwa magang hanya saja buang-buang waktu dan tidak ada gunanya. Anggapan seperti itu sangat salah, justru magang sangat penting untuk mahasiswa dan sampai saat ini juga banyak perusahaan-perusahaan masih tetap terbuka menerima dan menawarkan kesempatan untuk para mahasiswa juga para lulusan baru untuk melakukan magang.

Adapun alasan-alasan bahwa magang atau internship itu penting dan bisa membuat kita sukses setidaknya ada lima alasan. Di antaranya:

1. Mempunyai Pengalaman

Karena pada dasarnya para perekrut kerja cenderung memilih kandidat yang sudah mempunyai pengalaman yang relevan. Dengan mempunyai pengalaman magang tentu sangat besar peluang bagi kita untuk diterima kerja setelah lulus kuliah.

2. Menambah Relasi

Dengan bertambahnya relasi secara tidak sadar kita akan menemukan orang baru dari berbagai macam latar belakang. Di saat kita melakukan intrenship atau magang kita akan bertemu dengan orang baru dan kita tidak tahu siapa orang baru yang kita temui. bisa saja kita bertemu dengan orang yang akan menawarkan pekerjaan full-time dan lain semacamnya. Bisa juga secara tidak sadar kita bertemu dengan orang yang bisa menjadi mentor atau bahkan calon co-founder start-up sukses kaya lazada yang sangat mendukung bagi kita.

Dengan banyaknya relasi pula sewaktu-waktu kita bisa jadi dibutuhkan dan akan membutuhkan orang yang mempunyai profesi yang sama dengan kita. Dan kita bisa temukan jalan itu dengan melakukan magang. Itulah alasan mengapa magang dianggap begitu penting.

3. Menguasai keterampilan baru

Sebenarnya banyak sekali jalan agar kita memperoleh keterampilan baru. Salah satu peluang untuk bisa mengaplisakan keterampilan kita yang sudah diperoleh bisa ditemukan saat kita melakukan magang. Misal pada suatu kesempatan Bos kita menawarkan pekerjaan kepada karyawannya perihal editing video. Dengan mempunyai skil atau keterampilan di bidang itu yang kita miliki justru akan membuka jalan pekerjaan baru.

4. Pengalaman Magang

Dengan modal pengalaman pernah melakukan magang kita akan mudah mendapatkan pekerjaan dan menambah penghasilan yang lebih besar. Dengan magang kita akan mempunyai nilai plus karena di CV pekerjaan yang kita setorkan dengan menyertakan pengalaman-pengalaman yang pernah kita jalani sangat besar peluang untuk kita mudah diterima saat melamar pekerjaan. Karena magang termasuk pada pengalaman profesional dan tak heran jika orang yang pernah melakukan magang jauh lebih gampang diterima dibandingkan dengan pencari kerja lain yang sama sekali belum pernah mempunyai pengalaman magang.

5. Mudah Beradaptasi

Biasanya ketika melakukan magang kita berada di suatu perusahaan tempat kita magang kurang lebih satu bulan penuh. Maka maksimalkanlah waktu tersebut sebaik mungkin, karena pada saat kita hendak meninggalkan tempat tersebut kita bisa meninggalkan kesan positif di mata perusahaan ketika magang. Dengan demikian sangat berpotensi kita untuk diterima setelah lulus dan menjadi pertimbangan. Sebab perusahaan tersebut sudah banyak mengetahui kompetensi dan etos kerja kita dan pasti perusahaan itu setidaknya menyimpan ketertarikan atas kerja kita. Secara otomatis kita akan menjadi pertimbangan saat hendak melamar kerja di tempat atau perusahaan tersebut.

Menurut fakta banyak perekrut kerja lebih condong menerima orang yang pernah magang di perusahaan yang pernah kita singgahi. Alasannya selain mereka sudah mengenali kinerja kita saat magang poin plusnya lagi kita bisa dengan mudah beradaptasi dengan lingkungan kerja tanpa perlu memakan banyak waktu pastinya dengan begitu kita lebih maksimal dalam mengerjakan pekerjaan apapun.

Baca juga: Beberapa Trik dan Tips Penting Magang untuk Para Mahasiswa

Memang tidak bisa kita pungkiri saat kita melakukan magang kita akan terasa sangat berat dan lain semacamnya. Maka di situlah diri kita akan dilatih untuk bersabar dalam menjalani segala hal untuk mampu mengatasinya. Maka pernyataan atas tidak pentingnya magang bisa kita bantah dan kita bisa membuktikan kepada mereka bahwa kita bisa. Mari manfaatkan waktu kita sebaik mungkin.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Erni Yati
7 bulan yang lalu
Contoh Surat Lamaran Kerja

Contoh Surat Lamaran Kerja yang Benar Beserta Cara Menulisnya

Batas Melamar Pekerjaan ini Career Zone

Jobans.com - Contoh surat lamaran kerja yang akan Jobnas berikan, merupakan contoh umum yang paling sering digunakan. Surat lamaran kerja tidaklah terpaku pada satu format saja, beberapa jenis dan cara menulisnya akan kami jelaskan pada artikel ini.

Surat lamaran kerja adalah sebuah surat yang ditulis oleh seseorang yang ingin melamar pekerjaan di suatu perusahaan atau institusi. Surat ini biasanya berisi informasi tentang latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, dan alasan mengapa seseorang ingin bekerja di perusahaan tersebut. Tujuan dari lamaran kerja adalah untuk memberikan informasi yang cukup kepada perusahaan tentang calon pelamar, sehingga perusahaan dapat memutuskan apakah pelamar tersebut sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan untuk pekerjaan tersebut.

Contoh Surat Lamaran Kerja Simple

Kepada HRD Jobnas.com,

Saya yang bertanda tangan di bawah ini, ingin melamar pekerjaan di perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin.

Saya adalah lulusan Universitas X, tahun 20XX, dengan gelar Sarjana di bidang Manajemen Bisnis. Selama menempuh pendidikan, saya telah mengikuti berbagai macam kegiatan ekstrakurikuler, seperti organisasi kemahasiswaan dan kegiatan volunteer.

Setelah lulus, saya telah bekerja selama 2 tahun di perusahaan Y sebagai Staff Administrasi. Selama bekerja di perusahaan tersebut, saya telah memperoleh banyak pengalaman dalam bidang administrasi, seperti menangani surat menyurat, mengatur dokumen, dan mengatur jadwal rapat.

Saya tertarik untuk bergabung di Jobnas.com karena perusahaan ini merupakan perusahaan teknologi terkemuka di Indonesia, dan saya ingin berkontribusi dalam pengembangan teknologi di negara ini.

Demikian surat lamaran kerja ini saya sampaikan. Saya bersedia untuk mengikuti seleksi dan wawancara yang diadakan oleh perusahaan.

Hormat saya, [Nama Lengkap]

Baca juga: Beberapa Trik dan Tips Penting Magang untuk Para Mahasiswa

Cara Menulis Surat Lamaran Kerja yang Benar

Untuk menulis surat lamaran kerja, pertama-tama Anda perlu mencari informasi tentang perusahaan yang akan Anda lamar dan posisi yang ingin Anda lamar. Setelah itu, tulislah surat lamaran dengan mengikuti struktur berikut:

  1. Mulai dengan menuliskan tanggal dan alamat Anda di bagian atas surat.
  2. Tuliskan alamat perusahaan di bawah tanggal dan alamat Anda.
  3. Setelah itu, tuliskan salam pembuka seperti "Dear Sir/Madam," atau "To Whom It May Concern,".
  4. Dalam paragraf pertama, jelaskan mengapa Anda tertarik untuk bekerja di perusahaan tersebut dan posisi yang ingin Anda lamar.
  5. Dalam paragraf kedua, sebutkan latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja yang relevan dengan posisi yang ingin Anda lamar. Jelaskan juga mengapa Anda merasa cocok untuk posisi tersebut.
  6. Dalam paragraf ketiga, sampaikan bahwa Anda akan senang jika diundang untuk wawancara dan bahwa Anda siap memberikan informasi lebih lanjut tentang diri Anda.
  7. Tutup surat dengan menuliskan salam penutup seperti "Sincerely," dan tanda tangan Anda.

Point Penting dalam Menulis Surat Lamaran Kerja

Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh surat lamaran kerja yang baik, di antaranya:

  1. Surat lamaran kerja harus ditulis dengan bahasa yang formal dan rapi. Penggunaan bahasa yang sopan dan tidak menggurui sangat penting untuk menunjukkan sikap sopan santun pelamar.
  2. Surat lamaran kerja harus menyertakan informasi tentang latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja pelamar. Pelamar harus menyebutkan nama perguruan tinggi yang ditamatkan, jurusan, dan prestasi-prestasi yang pernah diraih. Selain itu, pelamar juga harus menyebutkan nama perusahaan yang pernah ditempati, jabatan yang dipegang, dan tanggung jawab yang diemban.
  3. Surat lamaran kerja harus mengandung alasan yang kuat mengapa pelamar tertarik untuk bekerja di perusahaan tersebut. Pelamar harus menyebutkan visi dan misi perusahaan yang sesuai dengan nilai-nilai yang dijunjung tinggi, serta mengapa pelamar yakin bahwa dia dapat berkontribusi positif bagi perusahaan.
  4. Surat lamaran kerja harus menyertakan tanda tangan asli pelamar. Tanda tangan asli menunjukkan keseriusan pelamar dalam melamar pekerjaan.
  5. Surat lamaran kerja harus disertai dengan CV (Curriculum Vitae) yang menyertakan informasi tentang latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja secara lebih lengkap. CV juga harus ditulis dengan rapi dan menarik agar perusahaan tertarik untuk mempelajari lebih lanjut.

Hal yang Tidak Diperlukan dalam Membuat Surat Lamaran Kerja

Tidak ada aturan yang pasti tentang apa yang tidak diperlukan dalam membuat lamaran kerja, karena setiap pekerjaan dan perusahaan mungkin memiliki kebutuhan yang berbeda. Namun, beberapa hal yang mungkin tidak diperlukan dalam surat lamaran adalah informasi pribadi yang terlalu mendetail seperti nomor telepon, alamat rumah, atau informasi keluarga. Juga, jangan mencantumkan informasi yang tidak relevan dengan pekerjaan yang dilamar, seperti riwayat pekerjaan yang tidak terkait dengan posisi yang dilamar. Selain itu, hindari menggunakan bahasa yang tidak profesional atau mencantumkan alasan yang tidak sesuai untuk melamar pekerjaan tersebut.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Erni Yati
3 tahun yang lalu
Recession

What is recession? and why recession can happen?

Batas Melamar Pekerjaan ini Finance

Jobnas.com - What is recession? A recession is a period of economic downturn, typically characterized by a decline in gross domestic product (GDP), an increase in unemployment, and a decrease in the availability of credit. A recession is generally considered to be a more severe and prolonged downturn in economic activity than a slowdown or a recessionary gap, and it typically lasts for several months or more.

Is recession dangerous?

What is Recession?
What is Recession?

Recessions can be dangerous because they can lead to a variety of negative outcomes, such as increased unemployment, reduced economic activity, and a decline in living standards. In severe cases, recessions can also lead to financial crises, which can have far-reaching consequences.

Read also: What is Inflation, and Why Inflation Can Happen?

Why recession can happen?

Recession ilustration
Recession ilustration

There are many different factors that can contribute to a recession. Some of the most common include:

  1. Slowdowns in economic growth: Economic growth can slow for a variety of reasons, such as a decline in consumer demand, a decrease in business investment, or a reduction in exports. If economic growth slows for an extended period of time, it can eventually lead to a recession.
  2. Tight monetary policy: Central banks can use a variety of tools to influence the economy, including setting interest rates. If central banks raise interest rates too quickly or too aggressively, it can make borrowing more expensive and slow down economic activity. This can contribute to a recession.
  3. Inflationary pressures: Inflation can cause a recession if it leads to higher interest rates and slower economic growth. If inflation gets out of control, central banks may need to raise interest rates aggressively in order to bring it back under control. This can slow down economic activity and contribute to a recession.
  4. Credit bubbles: A credit bubble occurs when there is a rapid expansion of credit and borrowing, followed by a sharp contraction. This can lead to a recession if the bubble bursts and borrowers are unable to repay their loans.
  5. Geopolitical events: Geopolitical events, such as wars, natural disasters, or political instability, can also contribute to a recession. These events can disrupt trade, damage infrastructure, and reduce consumer confidence, all of which can lead to a decline in economic activity.

What is the best action if recession occurs?

Recession is comming
Recession is comming

The best action to take if a recession occurs will depend on the specific circumstances and the underlying causes of the recession. Some possible actions that governments and central banks can take to address a recession include:

  1. Using monetary policy to stimulate the economy: Central banks can use a variety of tools, such as lowering interest rates, to stimulate economic growth and help to prevent a recession from becoming worse.
  2. Implementing fiscal measures: Governments can also use fiscal measures, such as increasing government spending or cutting taxes, to boost economic activity and help to prevent a recession.
  3. Providing support to businesses and households: Governments and central banks can provide support to businesses and households that are struggling during a recession. This may include measures such as providing loans or loan guarantees, or offering unemployment insurance or other forms of assistance.
  4. Supporting the financial system: A recession can put strain on the financial system, and it may be necessary to provide support to banks, investors, and other financial institutions in order to prevent a financial crisis. This may involve measures such as providing liquidity to the financial system, or implementing regulations to promote stability.
  5. Addressing underlying problems: In some cases, it may be necessary to address the underlying problems that are contributing to the recession. This could involve implementing structural reforms, such as improving the education system or reforming the tax code, to improve the long-term health of the economy.
Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Iwan Bisa
3 tahun yang lalu
Trik dan Tips Penting Magang untuk Mahasiswa

Beberapa Trik dan Tips Penting Magang untuk Para Mahasiswa

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com Sesuai dengan banyak fakta yang pernah dialamai oleh banyak para mahasiswa sebelum mereka melakukan magang, biasanya mereka selalu merasa bingung harus memulainya dari apa dan bagaimana? Dan juga merasa akan takut salah pilih? pertanyaan-pertanyan seperti itu yang sering kali muncul di benak kita. Padahal pertanyaan seperti itu dianggap sangat mendasar.

Magang merupakan kegiatan yang sangat diimpikan oleh banyak mahasiswa di suatu perguruan tinggi.  Kita ketahui bersama bahwa pembelajaran kurang maksimal jika hanya di dalam kelas, maka dari itu, untuk memakasimalkan suatu keilmuan maka kalian harus ikut dalam kegiatan magang.  Kegiatan magang akan memberikan ilmu secara langsung seperti praktik kesehatan bagi mahasiswa kedokteran, dan praktik peradilan bagi mahasiswa hukum serta banyak jalan lainnya bagi kalian untuk melakukan magang sesuai jurusan kalian masing-masing.

Adapun cara mengatasinya kita dituntut terlebih dahulu untuk mengetahui beberapa langkah-langkah awal sebelum melakukan magang supaya kita bisa menentukan keputusan besar di jauh hari. Adapun trik dan tipsnya sebagai berikut:

1. Menentukan dan Mempertimbangkan Tujuan

Jauh hari sebelum kita melakukan magang perlu kiranya untuk terus memikirkan dan mempertimbangkan akan tujuan kita. Karena sebelumnya kitak tidak tahu mau mencoba kesempatan magang yang seperti apa?  Selain memikirkan dan mempertimbangkannnya kita juga bisa memulainya dengan membuat daftar hal-hal yang ingin dituju dan didapat saat kita melakukan magang. Jadi langkah awal kita mulailah dari sekarang untuk memikirkannya supaya kita tidak merasa terjebak.

2. Mencari Tahu tentang Industri yang Berkaitan

Bagaimana caranya supaya kita bisa tahu? Cara itu bisa kita peroleh dengan melakukan browsing terlebih dahulu. Pada tips dan trik ke dua ini jika kita lakukan di jauh hari sebelum kita melakukan magang kita akan lebih kaya mendapatkan informasi terlengkap perusahaan yang akan kita tuju. Dengan tips inilah kita akan mengetahui terlebih dahulu bagaimana pekerjaan kita dan juga kita bisa bisa mengetahui apa yang diharapkan oleh seorang intern dan juga kita akan bisa memenuhi ekspektasi yang diharapkan oleh perusahaan yang kita tuju. Karena tidak sedikit kandidat yang telah gagal dan kurang antusias, padahal mereka juga mempunyai kapasitas, pengalaman serta prestasi yang luar biasa. Setelah semaunya selesai kita ketahui, kita bisa memulai membuat CV yang menarik dan mencantumkan poin-poin hasil riset sebelumnya yang kita dapat.

Dari hasil browsing kita juga bisa mengetahui ada banyak perusahaan yang membuka kesempatan yang tentunya sesuai dengan kapasitas yang kita miliki. Sangat disayangkan jika kita melewatkan informasi bagus tersebut dengan alasan kita sendiri sangat malas untuk mencari tahu tentang info tersebut. Sedagkan pada kenyatannya info yang bagus itu kurang menyebar luas akan tetapi tidak ada salahnya jika bekerja keras terlebih dahulu mencarinya.

3. Memanfaatkan Situs Pekerjaan

Sebenarnya ada banyak sekali macam-macam situs pekerjaan dan yang terpenting kebanyakan gratis! Pada trik dan tips ini yang perlu kita ketahui sebelum melakukan magang terlebih dahulu kita memahami dunia magang terlebih dahulu, kemudian kita melakukan survey kecil-kecilan atas jenis kesempatan yang sudah tersedia. Selanjutnya, sembari memikirkan apa yang bisa membuat kita tertarik. Maka dengan tips ini kita bisa menemukan kesempatan magang sesuai dengan apa yang sudah kita impikan.

4. Career Center

Apa itu career center? Ialah pusat sistem pendidikan dan pelatihan yang diperuntukkan pada alumni di perguruan tinggi. Sedangkan teracer center adalah studi jejak pendataan alumni yang dilakukan setelah dua tahun lulus. Pada tips yang terakhir ini, kita bisa membayangkan karir yang seperti apa dan bagaimana cara mencapainya dan yang pasti sesuai dengan pilihan kalian sendiri.

Baca juga: Definisi dan tips Menghidari Pengangguran Terselubung

Akhirnya, dari sekarang mulailah kebiasaan di atas supaya tidak terus terjebak dalam pertanyaan-pertanyaan yang mendasar. Karena pada proses itu semua siapa tahu kita akan  mendapatkan kesempatan magang yang keren. Jika sudah bisa menetukan dan mempertimbangkan tips dan trik ini kita akan dengan sendirinya kita bisa menentukan tujuan setelah hendak melaksanakan magang.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Erni Yati
3 tahun yang lalu
Ilustration Country Become Inflation

What is Inflation, and Why Inflation Can Happen?

Batas Melamar Pekerjaan ini Finance

Jobnas.com - What is Inflation? Inflation is an increase in the general level of prices of goods and services in an economy over a period of time. When the general price level rises, each unit of currency buys fewer goods and services; consequently, inflation reflects a reduction in the purchasing power of money. Central banks attempt to limit inflation, and avoid deflation, in order to keep the economy running smoothly.

Why Inflation Can Happen?

Inflation can happen for a variety of reasons, but some of the most common include an increase in the money supply, a decrease in the supply of goods and services, or an increase in production costs.

An increase in the money supply can lead to inflation if the supply of goods and services does not increase at the same rate. This can happen when a central bank prints more money, or when there is a significant increase in lending and borrowing. This can lead to more money chasing the same number of goods, driving up prices.

A decrease in the supply of goods and services can also lead to inflation. For example, if there is a drought that reduces the supply of crops, the prices of food may rise. Similarly, if there is a disruption in the supply chain for a particular good or service, the price may increase.

Inflation can also be caused by an increase in production costs. If the cost of labor, raw materials, or other factors of production increases, businesses may need to raise prices in order to maintain their profit margins. This can lead to an overall increase in prices across the economy.

What is the Best Action if Inflation Occurs

There is no one-size-fits-all answer to this question, as the best action to take if inflation occurs will depend on the specific circumstances. In general, however, there are a few steps that governments and central banks can take to address inflation.

One common approach is for the central bank to raise interest rates. This can help to reduce demand for goods and services, which can in turn help to slow the rate of inflation. Higher interest rates can also make it more expensive for businesses and consumers to borrow money, which can reduce spending and help to keep prices from rising too quickly.

Another approach is for the government to implement policies that increase the supply of goods and services. For example, the government could invest in infrastructure or support the development of new technologies that increase productivity and improve the supply of goods and services. This can help to keep prices from rising too quickly.

In some cases, the government may also need to implement measures to reduce the money supply. This can be done by selling government bonds or other assets, which can help to remove some of the excess money from circulation and reduce the rate of inflation.

Ultimately, the best action to take if inflation occurs will depend on the specific circumstances and the underlying causes of the inflation. It may be necessary to use a combination of different approaches to address the problem effectively.

Read also: Fintech Trends and Types

What are the necessary actions to prevent inflation

Ilustration of Inflation in The Another Country
Ilustration of Inflation in The Another Country

There are a few different actions that can be taken to prevent inflation. Some of the most common include:

  1. Maintaining a stable money supply: One of the key factors that can contribute to inflation is an increase in the money supply. Central banks can help to prevent inflation by carefully managing the money supply and ensuring that it grows at a steady, sustainable rate.
  2. Controlling the growth of government debt: Government borrowing can also contribute to inflation, as it increases the amount of money in circulation. Governments can help to prevent inflation by controlling the growth of their debt and limiting their borrowing.
  3. Maintaining low and stable inflation expectations: Inflation can become a self-fulfilling prophecy if people expect prices to rise and adjust their behavior accordingly. Central banks can help to prevent this by communicating clearly about their inflation goals and working to maintain low and stable inflation expectations.
  4. Supporting a strong and flexible economy: A strong and flexible economy is less likely to experience inflationary pressures. Governments and central banks can help to prevent inflation by supporting economic growth and stability through a range of measures, such as promoting trade, investing in infrastructure, and supporting the development of new technologies.
  5. Monitoring and responding to economic conditions: Inflation can be difficult to predict, and sometimes it can arise unexpectedly. Governments and central banks can help to prevent inflation by closely monitoring economic conditions and being prepared to respond quickly if inflationary pressures arise. This may involve using a range of policy tools, such as adjusting interest rates, implementing fiscal measures, or taking other steps to address the problem.
Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Erni Yati
3 tahun yang lalu
Fintech Trends

Fintech Trends and Types

Batas Melamar Pekerjaan ini Finance

Jobnas.com - Fintech, or financial technology, is the use of technology to improve and automate financial services. This can include things like mobile banking apps, online investment platforms, and other forms of technology used to make financial services more accessible and efficient. Fintech has become increasingly popular in recent years, as more and more people are using technology to manage their financial lives.

History of Fintech

The term "fintech" was first used in the early 21st century, but the use of technology to improve financial services has a much longer history. Some of the earliest examples of fintech include the use of ledgers and double-entry bookkeeping to track financial transactions, as well as the development of stock markets and other financial institutions.

In recent years, the rise of the internet and mobile technology has led to the rapid growth of fintech. This has included the development of online banking and other financial services, as well as the rise of digital currencies like Bitcoin. Today, fintech is a rapidly growing industry, with new developments and innovations happening all the time.

Fintech Trends

It is difficult to say which fintech company is the biggest, as there are many different ways to measure size and success in the industry. Some of the biggest fintech companies in the world include established players like PayPal and Square, as well as newer companies like Robinhood and Revolut. These companies have made a big impact on the financial services industry and have achieved significant growth and success.

Read also: Advertising Online to Get Benefits for Small Business

How Many Types of Fintech

There are many different types of fintech, as the term encompasses a wide range of financial services and technology. Some of the main types of fintech include:

  1. Payments and money transfer: This includes companies that provide online and mobile payment services, as well as those that facilitate the transfer of money between individuals and businesses.
  2. Lending and borrowing: This includes fintech companies that provide online lending and borrowing services, as well as those that help individuals and businesses access credit.
  3. Personal finance management: This includes fintech companies that offer tools and services to help individuals manage their finances, such as budgeting and savings apps.
  4. Wealth management: This includes fintech companies that provide online investment platforms and other tools to help individuals and businesses manage their wealth.
  5. Insurance: This includes fintech companies that provide online insurance services, such as comparison websites and digital insurance providers.
  6. Blockchain and cryptocurrency: This includes fintech companies that use blockchain technology and digital currencies like Bitcoin.

These are just a few examples of the many different types of fintech. As the industry continues to evolve, new types of fintech are likely to emerge.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Enol Writer
7 bulan yang lalu
Contoh info lowongan kerja yang baik & benar

Contoh Info Lowongan Kerja yang Baik & Benar

Batas Melamar Pekerjaan ini Career Zone

Lowongan kerja yang Jobnas.com maksud adalah posisi pekerjaan yang tersedia di suatu perusahaan atau organisasi. Biasanya perusahaan akan memposting lowongan kerja untuk mencari calon karyawan yang sesuai dengan kualifikasi dan kemampuan yang dibutuhkan. Orang yang mencari pekerjaan dapat memperhatikan lowongan kerja yang tersedia dan melamar jika sesuai dengan kualifikasi dan kemampuan mereka.

Contoh Format Lowongan Pekerjaan

Jobnas.com akan menjelaskan Informasi lowongan kerja secara detail, berikut adalah contoh lowongan kerja yang baik.

Pertama-tama perusahaan atau organisasi perlu menentukan posisi pekerjaan yang tersedia dan kualifikasi yang dibutuhkan untuk posisi tersebut. Kemudian, perusahaan dapat menuliskan informasi lowongan kerja secara jelas dan terperinci, termasuk tanggung jawab pekerjaan, gaji, dan batas waktu pengiriman lamaran. Perusahaan juga dapat menyertakan informasi kontak seperti alamat email atau nomor telepon untuk memudahkan calon karyawan yang ingin melamar.

Selain itu, perusahaan dapat menyertakan informasi lain yang dianggap penting dan relevan, seperti benefit atau fasilitas yang ditawarkan kepada karyawan. Dengan demikian, informasi lowongan kerja akan lebih menarik bagi calon karyawan dan dapat meningkatkan peluang mereka untuk melamar pekerjaan tersebut.

Berikut contoh format info loker yang lengkap:

Deskripsi Perusahaan

"PT. Jobnas Fashion adalah perusahaan yang bergerak di bidang retail fashion. Saat ini kami sedang mencari calon karyawan yang dinamis dan kreatif untuk mengisi posisi sebagai Asisten Desainer.

Posisi Pekerjaan

Asisten Desainer

Kualifikasi yang dibutuhkan:

  • Pendidikan minimal D3 Desain Mode
  • Memiliki pengalaman kerja minimal 1 tahun di bidang desain mode
  • Mampu menggunakan software desain seperti Adobe Illustrator dan Photoshop
  • Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik dan mampu bekerja dalam tim

Tanggung jawab pekerjaan:

  • Mendesain koleksi fashion sesuai dengan trend dan permintaan pelanggan
  • Mengembangkan ide-ide kreatif untuk desain koleksi
  • Mengkoordinasikan tim desain dalam proses produksi
  • Melakukan riset pasar dan kompetitor untuk mengembangkan desain yang inovatif

Benefits

  • Gaji yang ditawarkan: Rp. 4.000.000,- per bulan
  • Bonus
  • Fasilitas jaminan kesehatan
  • Tempat tinggal

Cara Melamar

Jika Anda memenuhi kualifikasi tersebut, silakan kirimkan surat lamaran, CV, dan portofolio desain Anda ke alamat email kami: recruitment@jobnas.com.

Deadline

Batas waktu pengiriman lamaran: 15 Desember 2022

Alamat Perusahaan

Jl. Timoho No.985a, Baciro, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55225

Terima kasih."

Tidak semua informasi lowongan kerja akan di publikasikan di Jobnas.com. Info lowongan yang Jobnas.com terima haruslah lengkap, jelas dan tidak membingungkan.

admin jobnas.com

Untuk membuat info lowongan, Jobnas.com menyediakan formulir otomatis yang dapat membantu perwakilan perusahaan mumbuat informasi lowongan kerja Silahkan buka Form Lowongan Kerja di Jobnas.

Download Contoh Lowongan Kerja

Kamu bisa download contoh informasi lowongan kerja dalam format Ms. Word pada link berikut
Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Iwan Bisa
3 tahun yang lalu
Advertising With Google Ads

How to Advertising With Google Ads? Here are The Steps

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com Advertising with Google is an efficient strategy to grow your internet business. As a result, you must learn how to develop Google Ads in order to attract a large number of customers. Google, the world's largest search engine, has 98% of Indonesian users.

Google is the place to find a lot of information about what you want to know. The huge market reach of Google makes this digital giant one of the most effective advertising platforms for a business.

You can design ads that will appear in Google search results by using the Google Ads advertising platform. Isn't it cool?

12 Tips to Advertise with Google Ads

Getting the most out of every ad dollar spent is a crucial aspect of using Google Ads. Here are some useful suggestions for using Google to create great advertising with Google Ads:

  1. Concentrate on your advertising objectives
  2. Budget allocation should be based on performance
  3. Recognize your target market
  4. When possible, use location targeting
  5. Prevent your adverts from being overexposed
  6. Relevance as a goal
  7. Keep an eye out for ways to improve
  8. Simplify
  9. Make use of campaign strategically
  10. Purposeful bidding
  11. Monitor conversions for quality
  12. Always testing

How to Use Google Ads

Google changed the name of its advertising platform from Google AdWords to Google Ads on July 24, 2018. However, in general, the usage is nearly identical. The style and features of Google Ads have changed.

This article will show you how to create simple Google Ads. Hopefully, it will assist you in growing your company. See how to use Google Ads below!

1. Create a Google Ads account

You must first create an account on Google before you can begin advertising. If you don't already have a Google Ads account, go to the Google Ads website. Then, proceed with the Google Ads account creation process. You can also use an existing Google account to sign in.

However, if you want complete control over the advertising that will be created, it is recommended that you switch to Expert Mode by clicking the 'Switch to Expert Mode' button.

2. Determining Ad Goals

The second step is to ascertain the advertiser's goals or objectives. Your adverts will be organized in such a way that they will assist you in achieving your desired results.

3. Choose an Ad Display Type

The campaign type is the format in which the advertising with google will be shown. For each campaign's goal. When you put ads on Google, you can select from numerous sorts of campaigns, including:

  • Search engine marketing campaign
  • Campaign for display
  • Campaign for retail sales
  • Campaign for Video
  • Campaign for App
  • Clever advertising campaign
  • Campaign at the local level

4. Complete the Ad Basic Settings

To show advertising, you must first complete basic ad settings such as ad type, ad name, and network selection.

5. Determine the Duration of The Ad

The next step in generating Google Ads is determining the duration of the ads. To access the settings, first select 'Show more settings'. Following that, you will have many options for determining how long Google will serve your advertisements for.

6. Select Location and Language Range

To be more specific, you can limit the range to the province or city you want to reach. Determine your target audience's language. Google will choose to show advertisements to those who have those language options.

7. Determine the Target Audience

You can choose the audience that perfectly suited your target market so that adverts can be shown to them specifically. Determine the target audience, for example, by looking at demographics, age, and interests.

8. Set a Daily Budget for Ads

You can choose how much money Google can spend each day on ad placement for each campaign. To properly post ads on Google, you must first establish a budget for the ad. Google offers a budget limit option that will automatically stop ads when the cost limit is reached.

When you are first getting started with ads, start with the smallest budget. Then you can gradually begin measuring ad success and attempting to optimize them.

9. Specify Bidding for Ads

Bidding is the amount of money you will spend on each ad purpose or the cost of one ad click. You can configure it to track conversions, clicks, or impressions. Click 'Save and Continue' after you are finished.

10. Define Keywords for Ad Group Ads

Then, in ad groups, adjust the keyword settings. Multiple ad groups can be found in a single campaign. Each campaign allows you to build one or more ad groups. If you are making more than one group ad, give each one a different name in the spaces provided.

This will help you determine which ad performs best. Next, input keywords related to the advertising you have produced. The goal is for your ad to appear in the search results when users enter the keyword in a Google search.

After you have completed the keyword, do not forget to click 'Save and continue' to proceed to the next step.

11. Create an advertisement/Ad copy

After you have completed the above settings, the next step in creating advertising with Google Ads is to construct an ad display form. For paid search, Google limits the character count of the text so that the complete ad text can be displayed in the search results.

To entice your viewers to click on your ad, write short and informative sentences. Then, click 'Save and Continue' to save the settings.

12. Conduct a review

When you are through configuring your ads, you will be transferred to the review page before you can upload them to Google. If you still need to make changes, do so before releasing advertisements.

13. Complete payment details

The final step in designing and creating advertising on Google is to complete the payment details for ad serving. Fill in the essential information, such as billing country, time zone, client information, payment method, and so on.

Read also: Best Advertising Website to Free Ads and Boost Your Marketing

Once everything is completed, check for approval and click the 'Submit' button. Then you will be taken to the billing information. Complete the payment in accordance with the amount billed. If so, your ad will appear on Google if it is authorized. That was a tutorial on how to build advertising with Google Ads. Hopefully, this article will assist you in expanding your business by creating advertising with Google Ads. Best of luck!

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Iwan Bisa
3 tahun yang lalu
Cek Saldo BPJS Mudah Secara Online

3 Cara Mengecek Saldo BPJS Mudah Secara Online

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com Asuransi jaminan kesehatan merupakan instrumen penting yang harus dimiliki oleh setiap manusia. Di Indonesia asuransi kesehatan telah dijamin dengan program BPJS. Perlu anda ketahui bahwa ada setidaknya 3 cara mengecek saldo BPJS dengan mudah secara online.

Bagaimana cara melihat BPJS Ketenagakerjaan aktif atau tidak? Berikut langkah-langkah penjelasan cek saldo BPJS Ketenagakerjaan online 2021-2022.

1. Cara Mengecek Saldo BPJS via Aplikasi JMO

Cara cek BPJS Ketenagakerjaan yang pertama anda bisa lakukan melalui aplikasi Jamsostek Mobile (JMO). Sedikit informasi bahwa dulu aplikasi ini bernama BPJSTKU dan BPJS Ketenagakerjaan, namun diubah dengan maksud rebranding menjadi JMO.

Adapun bagaimana cara cek saldo di JMO adalah sebagai berikut.

  1. Silakan unduh dan instal terlebih dahulu aplikasi JMO pada smartphone anda. Android melalui playstore, dan iOS melalui App store.
  2. Setelah berhasil menginstal, buka aplikasi JMO dan pilih menu “Buat Akun”.
  3. Kemudian pilih “Kewarganegaraan”, yakni WNI.
  4. Setting jenis kepesertaan, apakah anda seorang “Penerima Upah”, “Bukan Penerima Upah”, atau “Pekerja Migran Indonesia”.
  5. Lalu masukan data diri lengkap terkait anda, seperti nama lengkap dan tanggal lahir, KTP, NIK, serta nomor kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan.
  6. Pilih menu halaman “Jaminan Hari Tua”, lalu pilih opsi “Saldo”.
  7. Nah, setelah itu akan ditampilkan informasi detail terkait akun BPJS Ketenagakerjaan anda beserta saldonya.

Ini adalah tutorial bagaimana cara cek saldo di JMO jika anda belum memiliki akun di aplikasi JMO. Namun jika anda sudah memiliki akun, anda hanya perlu masukan password dan username/email anda, lalu langsung klik menu “Jaminan Hari Tua”, lalu pilih “Saldo”.

2. Cara Mengecek Saldo BPJS via Website

Selain melalui aplikasi JMO, anda juga bisa cek saldo BPJS Ketenagakerjaan onlinevia website resmi BPJS. Cara ini juga mudah dan bisa dilakukan melalui PC maupun HP.

Berikut langkah-langkah cara mengecek saldo BPJS melalui website.

  1. Buka browser (Chrome atau Firefox) pada perangkat anda, lalu pada tab pencarian ketik alamat url berikut: sso.bpjsketenagakerjaan.go.id.
  2. Kemudian pilih menu “Buat Akun”, ikuti instruksi yang disampaikan sampai akun anda selesai dibuat.
  3. Setelah akun anda aktif dan berhasil terverifikasi, silakan lakukan login kembali.
  4. Lalu pilih menu “Lihat Saldo JHT”, untuk cek saldo JHT milik anda.
  5. Pada layar akan ditampilkan saldo JHT anda sekaligus informasi detail pelengkap lainnya terkait JHT anda, seperti kapan Jamsostek bisa cair.

Jika anda sudah memiliki akun, anda cukup login akun anda kemudian pilih menu “Lihat Saldo JHT”. Anda dapat langsung melihat dan cek saldo JHT milik anda.

3. Cara Mengecek Saldo BPJS via SMS

Yang terakhir adalah cara cek saldo BPJS Ketenagakerjaan tanpa aplikasi, yakni melalui layanan SMS. Cara ini juga sangat mudah dan praktis saat anda sedang di luar jaringan (offline).

Karena metode cara mengecek saldo BPJS menggunakan SMS anda perlu sediakan pulsa, sedikitnya Rp. 2.000,-. Berikut ini bagaimana cara cek saldo BPJS via layanan SMS.

  1. Buka apps SMS pada smartphone anda. Lalu ketik format registrasi: Daftar (spasi) SALDO #NO_KTP #TGL_LAHIR (DD-MM-YYYY) #NO_PESERTA #EMAIL. Kirimkan ke 2757.
  2. Setelah menyelesaikan proses registrasi, selanjutnya kirim SMS dengan format cek saldo JHT: SALDO (spasi) NOMOR PESERTA. Kirim SMS ke 2757.
  3. Secara otomatis anda akan menerima SMS balasan berisi informasi mengenai saldo akun BPJS JHT anda.

Jika anda sudah pernah melakukan registrasi via layanan SMS, anda cukup langsung mengirimkan SMS format cek saldo saja. Lalu kirim SMS tersebut ke nomor 2757.

Itulah 3 cara mengecek saldo BPJS dengan mudah secara online dan offline (via SMS) yang bisa anda coba untuk cek saldo JHT (Jaminan Hari Tua).

Keuntungan Memiliki BPJS Ketenagakerjaan

Walaupun tidak ada seorang individu yang ingin sakit, namun memiliki BPJS sangatlah penting. Karena asuransi kesehatan BPJS akan sangat membantu di saat genting. BPJS juga berguna sebagai antisipasi jika terjadi hal-hal yang di luar dugaan atau prediksi manusia.

Berikut 6 keuntungan memiliki BPJS Ketenagakerjaan bagi pemiliknya.

1. Layanan Kesehatan Tingkat Pertama

Pelayanan kesehatan tingkat pertama merupakan pelayanan kesehatan perorangan yang bersifat primer atau non-spesialistik. Layanan kesehatan tingkat pertama ini mencangkupi RJTP dan RITP.

RJTP dan RITP diberikan atas rujukan puskesmas, praktik mandiri dokter dan praktik mandiri dokter gigi. Fasilitas kesehatan lainnya berupa apotik dan laboratorium.

2. Rawat Jalan Tingkat Pertama (RJTP)

RJTP atau Rawat Jalan Tingkat Pertama adalah penanganan pertama yang bertujuan untuk pencegahan dan pengobatan pada pasien BPJS Ketenagakerjaan. Dengan fasilitas ini pasien dapat melakukan penyuluhan kesehatan dan imunisasi rutin.

Fasilitas ini juga mencangkupi program keluarga berencana (konseling dan pelayanan kontrasepsi). Selain itu dengan layanan ini anda juga bisa melakukan screening dan check up kesehatan.

Layanan ini dapat memberikan anda pencegahan awal penyakit dengan mendeteksi resiko penyakit dengan metode tertentu. Peserta juga dapat menikmati pelayanan kesehatan dalam rangka meningkatkan kesehatan bagi peserta BPJS penderita penyakit kronis.

3. Rawat Inap Tingkat Pertama (RITP)

Ketika seorang pasien peserta BPJS harus melakukan tindakan Rawat Inap Tingkat Pertama (RITP), maka biaya administrasi dan lain sebagainya akan ditanggung oleh pihak BPJS.

Hal yang ditanggung berupa, akomodasi rawat inap, obat yang harus dikonsumsi, pemeriksaan, dan konsultasi medis baik operatif maupun non-operatif.

RITP juga mencangkupi layanan kebidanan, ibu dan bayi, seperti persalinan varginam (bukan resiko tinggi), persalinan dengan komplikasi, dan pertolongan neonatal dengan komplikasi.

4. Pelayanan Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan

Pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjut merupakan layanan kesehatan yang bersifat sekunder atau spesialistik dan sub-spesialistik. Biasanya menangani penyakit yang masuk ke dalam kategori berat.

Layanan ini diberikan oleh klinik utama atau yang setara, seperti rumah sakit umum, rumah sakit khusus, atau fasilitas kesehatan penunjang (apotik, optik, dan laboratorium).

5. Rawat Jalan Tingkat Lanjutan (RJTL)

Rawat Jalan Tingkat Lanjutan atau RJTL sama seperti RJTP, namun bedanya adalah RJTL menangani penyakit kategori spesialistik dan sub-spesialistik.

Layanan ini mencangkup administrasi, pemeriksaan, pengobatan, konsultasi medis yang dilakukan di Ruang Gawat Darurat. Selain itu juga tindakan bedah medis maupun non-bedah dengan indikasi medis.

Terdapat juga fasilitas penunjang diagnostik lanjutan, seperti cek laboratorium dan radiologi,

6. Rawat Inap Tingkat Lanjutan (RITL)

Rawat Inap Tingkat Lanjutan (RITL) merupakan layanan kesehatan dari BPJS untuk pasien yang harus dirawat di ruangan khusus, seperti perawatan inap intensif (ICU, ICCU, NICU, dan PICU).

Baca juga: BLT BPJS Ketenagakerjaan: Cara Daftar dan Persyaratannya

Memiliki BPJS Ketenagakerjaan sangat menguntungkan, karena kesehatan anda selama dalam keadaan sehat maupun sakit akan terjamin dengan adanya BPJS. Pastikan akun anda selalu aktif agar BPJS selalu siap sedia ketika diperlukan. Sekian pembahasan mengenai 3 cara mengecek saldo BPJS dengan mudah secara online serta keuntungan memiliki BPJS Ketenagakerjaan bagi para peserta BPJS. Semoga artikel ini bermanfaat!

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Iwan Bisa
7 bulan yang lalu
Keterampilan yang Wajib Dimiliki oleh Sekretaris

Inilah 6 Keterampilan yang Wajib Dimiliki oleh Sekretaris

Batas Melamar Pekerjaan ini Career Zone

Jobnas.com - Hingga saat ini, masih banyak orang yang menyepelekan profesi kesekretariatan. Memang, menjadi seorang sekretaris profesional tidaklah mudah. Tidak hanya harus tahu cara mengadakan rapat, sekretaris yang handal juga harus menguasai sejumlah keterampilan penting yang dapat membantu pekerjaannya.

Ada beberapa keahlian yang harus dikuasai karena peran profesi ini sangat menentukan kelangsungan operasional perusahaan. Jika kalian tertarik untuk mencoba berkarir sebagai sekretaris, kalian harus mengetahui terlebih dahulu keterampilan-keterampilan yang harus dikuasai di bawah ini.

Keterampilan Sekretaris untuk Dikuasai

1. Komunikasi

Setiap jenis pekerjaan membutuhkan keterampilan komunikasi. Namun, bagi seorang sekretaris, jenis keterampilan ini harus dikuasai. Komunikasi baik lisan maupun tulisan harus dikuasai oleh sekretaris. Pasalnya, pekerjaan mereka tidak akan jauh dari berkomunikasi dengan orang lain. Mereka akan sering berinteraksi dengan karyawan atau pelanggan lain secara langsung atau melalui telepon.

Menurut Career Builder, hampir semua pekerjaan sekretaris melibatkan pemberian umpan balik tertulis atau lisan. Dengan demikian, keterampilan komunikasi sangat perlu dikuasai agar tidak mengalami kesulitan dalam melaksanakan tugasnya.

2. Kemampuan Mengatur Banyak Hal

Salah satu keterampilan utama yang harus dimiliki seorang sekretaris adalah kemampuan mengatur berbagai hal. Seperti yang dijelaskan oleh The Balance Careers, sekretaris perlu memiliki keterampilan organisasi yang baik.

Ini diperlukan karena mereka harus menangani banyak tugas administratif seperti menjawab email, menjadwalkan janji temu, dll. Tentunya tanpa kemampuan berorganisasi yang baik, seorang sekretaris akan kebingungan dalam menjalankan tugasnya.

3. Paham Tentang Dunia Teknologi

Pegawai juga harus mengikuti perkembangan teknologi. Pasalnya, pekerjaan mereka juga sangat bergantung pada teknologi. Beberapa perangkat seperti ponsel pintar, tablet, dan komputer adalah perangkat teknologi yang akan digunakan sekretaris setiap hari.

Tentunya dengan perangkat tersebut akan memudahkan mereka dalam menyelesaikan tugas-tugasnya, seperti menjadwalkan rapat atau memesan tiket untuk atasannya. Selain itu, mereka juga membutuhkan beberapa program pengolah dokumen dan kata seperti Microsoft Word, Microsoft Excel, email, dll.

Jadi, setelah kalian memiliki pemahaman dasar tentang teknologi dan software yang dibutuhkan untuk pekerjaan tersebut, tentunya tidak akan sulit untuk menjalankan tugas tersebut.

4. Pemecahan Masalah

Keterampilan selanjutnya yang harus dikuasai seorang sekretaris adalah pemecahan masalah. Seorang sekretaris tentunya akan menghadapi banyak tantangan dalam pekerjaannya. Misalnya, menghadapi atasan yang rumit atau masalah administrasi lainnya di kantor.

Memang, banyak atasan terkadang berkonsultasi dengan sekretaris sebelum mengambil keputusan. Oleh karena itu, kalian harus memiliki keterampilan pemecahan masalah agar ketika menerima pertanyaan, kalian dapat menjawabnya dengan benar dan logis. Dalam pemecahan masalah tentunya diperlukan juga kemampuan berpikir kritis. Jadi selalu banyak membaca dan mencari ilmu baru agar bisa terus mengasah kemampuan tersebut.

5. Fleksibel dan Dapat Diandalkan

Menjadi seorang sekretaris juga harus ulet dan bisa tetap fleksibel. Biasanya, jam kerja sekretaris bisa lebih panjang karena harus selalu mengikuti kecepatan kerja atasannya. Jadi, saat bos sibuk rapat dan lembur, sekretaris juga akan lembur.

Namun, hal ini tentunya tidak bisa bersifat umum karena bergantung pada kebijakan masing-masing perusahaan. Seperti yang dijelaskan Chron, sekretaris harus dapat diandalkan dan selalu fleksibel dalam menjalankan tugasnya. Mengapa fleksibilitas diperlukan? Tentunya karena sekretaris harus mampu menghadapi perubahan dan masalah yang tidak terduga.

Baca juga: Agar Kamu Tidak Stres, Ini Dia 5 Tips Menghadapi Atasan Gila Kerja

6. Bisa Lebih Proaktif

Tetap proaktif dan mampu melakukan pendekatan secara proaktif adalah keterampilan yang juga harus dimiliki seorang sekretaris. Ketika seorang sekretaris hanya menunggu perintah, tentu dia tidak akan berkembang. Padahal, untuk sukses dalam bisnis ini, kalian harus selalu proaktif dan fleksibel.

Padahal, kemampuan ini merupakan salah satu kunci sukses seorang sekretaris karena tentunya sangat membantu dalam mengurangi beban kerja. Bersikap proaktif berarti mampu mengantisipasi setiap masalah yang muncul dan mencari solusinya.

Itu saja dulu penjelasan dari Jobnas mengenai skill yang harus dikuasai seorang sekretaris.

Jika kalian ingin berkarir di profesi ini, maka kalian perlu mempersiapkan dan mengasah beberapa keterampilan yang disebutkan di atas tanpa mengurangi satu pun darinya.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
1 55 56 57 58 59 62

"Setiap pekerjaan yang dilakukan dengan hati, akan kembali menjadi rejeki yang berarti."