Blog Jobnas
Halaman artikel blog terbaru di Jobnas.com.Sering Merasa Insecure, Awas Jadi Inferiority Complex
Jobnas.com - Perasaan cemas yang sering datang tidak hanya mempengaruhi produktivitas dan kualitas seorang pekerja. Otomastis hal seperi demikian bisa menguras energi hingga akhirnya sampai pada titik kelelahan.
Sehigga banyak sekali karyawan di kantor yang merasakan efek tersebut sehingga banyak yang menyebutnya dengan kompleks inferioritas (Inferiority Complex). Akan tetapi tidak banyak yang menyadari karakteristik dan efeknya.
Jadi kali ini Jobnas akan berbicara tentang rasa rendah diri dan cara terbaik untuk menghadapinya. Kalian penasaran? Maka simak artikel ini sampai selesai.
Apa itu kompleks inferioritas?
Inferiority complex atau kompleks inferioritas adalah kondisi mental yang dihasilkan dari perasaan tidak mampu dan tidak aman. Penyabab datangnya kondisi mental ini bisa dihasilkan dari fisik atau psikologis yang nyata atau yang dibayangkan.
Perasaan seperti itu dapat menyebabkan ekspresi seperti rasa malu dan malu, kompensasi yang berlebihan melalui persaingan dan agresi.
Pada dasarnya, inferiority complex adalah perasaan yang muncul untuk menunjukkan bahwa kualitas seseorang tidak dimainkan secara maksimal atau hilang dari orang lain. Kompleks inferioritas dapat dibandingkan dengan kompleks superioritas dengan pendapat berlebihan tentang kemampuan dan pencapaian seseorang.
Dalam banyak kasus, kompleks inferioritas berkembang karena pengalaman masa kanak-kanak yang negatif atau tumbuh dalam keluarga yang tidak memberikan dukungan yang cukup untuk membuat orang merasa rendah diri atau rendah diri.
Kompleks inferioritas muncul dan berada di alam bawah sadar individu, perasaan ini memanifestasikan dirinya secara berbeda pada individu yang lainnya. Namun, ada beberapa gejala umum yang harus diwaspadai seperti Harga diri rendah dan stres terus-menerus.
Mengapa ada Kompleks Inferioritas di Tempat Kerja?
Seperti yang dijelaskan Jobnas di atas, kompleks inferioritas tampaknya merupakan kondisi psikologis yang telah lama mempengaruhi kesehatan pekerja. Hal ini biasa terjadi di tempat kerja dan sering terjadi pada hari-hari atau minggu-minggu dan lebih rentan pada para pekerja baru saat pertama bergabung dengan perusahaan baru.
Mengapa Kompleks Inferioritas Bekerja?
Hal ini terjadi karena pekerja sering membandingkan kualitas mereka dengan rekan kerja dan atasan mereka.
Faktanya, membandingkan kesuksesan diri sendiri dengan kesuksesan orang lain adalah sangat manusiawi, terutama bagi karyawan yang menghargai diri mereka sendiri di mata rekan kerja dan perusahaan.
Kita juga membutuhkan persaingan yang sehat. Karena itu membuat karyawan bekerja lebih keras dan lebih memenuhi harapan perusahaan. Tapi setelah satu atau dua bulan di perusahaan, masalah bisa muncul ketika kalian tidak bisa menghilangkan rasa rendah diri.
Jika ini terus berlanjut, kompleks inferioritas yang dirasakan bukan lagi sebuah fase, tetapi gangguan mental yang merupakan bagian dari kepribadian.
Karakteristik Mengalami Inferiority Complex
Banyak orang mungkin berpikir tentang harga diri yang rendah ketika mereka mendengar istilah inferiority complex.
Sebenarnya, ada banyak karakteristik lain dari orang yang memiliki rasa rendah diri. Menurut kalian, apa karakteristik lengkap dari seseorang yang menderita gejala kompleks inferioritas?
Jika kalian belum mengetahui Jobnas akan membantu menjawabnya. Jawbannya adalah sebagi berikut:
- Menjauhkan diri dari aktivitas dan situasi sosial.
- Membandingkan diri kalian dengan kemampuan orang lain.
- Daya saing yang membuat Anda merasa mudah tersinggung, gugup, atau agresif.
- Mengembangkan gejala insomnia.
- Ketidakmampuan untuk menyelesaikan tugas.
- Mengembangkan gejala depresi, kecemasan, atau gangguan mental lainnya.
Metode Mengatasi Perasaan Inferioritas
Sekarang setelah kalian mengetahui definisi dan karakteristik gejala tersebut, hal berikutnya yang perlu kalian lakukan adalah mengatasi rasa rendah diri.
Kenapa begitu? Karena kalian bisa merasakan kegelisahan ini di tempat kerja tanpa kalian sadari.
Berikut adalah tips paling ampuh jika kalian merasa rendah diri.
1. Perawatan Diri
Hal pertama yang harus dilakukan ketika kalian merasa rendah diri adalah membangun kebiasaan perawatan diri di tempat kerja dan di rumah.
Caranya sangat mudah. Mulailah menghargai semua pekerjaan yang dilakukan. Selanjutnya, berhenti membandingkan diri kalian dengan keterampilan teman-teman Anda dan mulailah meningkatkan diri kalian dengan mempelajari keterampilan baru.
2. Hindari Rekan Toxic
Kadang-kadang di tempat kerja kalian bertemu orang-orang yang tidak mendukung kalian dan yang terus-menerus menciptakan persaingan tidak sehat.
Hindari rekan kerja yang beracun dan dekati teman kerja yang mendukung agar jiwa kalian tidak terpengaruh.
3. Tidak Memperhatikan Apa yang Orang Lain Pikirkan
Akhirnya, mengabaikan apa yang orang lain pikirkan tentang kalian adalah cara ampuh untuk mengatasi rasa rendah diri.
Pisahkan dirimu dari penilaian orang lain. mengapa demikian? Jika kalian merasa baik tentang diri kalian, orang lain dijamin akan merasa baik tentang kalian.
Begitu saja rasa rendah diri yang bisa dijelaskan oleh Jobnas pada artikel kali ini. Kesimpulannya, perasaan cemas dan frustrasi pada dasarnya wajar dan sangat manusiawi. Tapi jangan biarkan perasaan ini membuatmu gila. Cintai dirimu sendiri dan syukuri semua yang telah kamu capai. Kita harus ingat bahwa kita tidak sendirian.
Baca juga: Mengenal Digital Asset Management (DAM): Alat yang Mampu Menampung Seluruh Aset Digital Perusahaan
Jika Anda masih tertarik dengan artikel yang seperti ini kalian bisa langsung membacanya di blog jobnas.
Baca SelengkapnyaMengenal Digital Asset Management (DAM): Alat yang Mampu Menampung Seluruh Aset Digital Perusahaan
Jobnas.com - Pada era digital saat ini, seiring berjalannya waktu yang semakin canggih. manajemen aset digital akan menjadi alat yang harus diprioritaskan oleh setiap perusahaan. Mengapa harus demikian? Dengan semua kebutuhan pemasaran konten yang berkembang di platform online, bisnis membutuhkan tempat untuk menyimpan semua aset digital mereka.
Tanpa adanya platform ini, konten digital perusahaan dapat hilang atau dicuri oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Jadi seperti apa gambaran lengkap Manajemen Aset Digital? Kalian dapat mempelajarinya melalui artikel Jobnas di bawah ini.
Apa itu Manajemen Aset Digital?
Digital Asset Management (DAM)—selanjutnya DAM—atau Managemen Aset Digital seperti yang sudah disinggung di pragraf pertama di atas adalah perangkat yang dapat menyimpan semua aset digital perusahaan. DAM dikembangkan sebagai alat tata kelola data yang fleksibel, portabel, mudah diakses, dan nyaman untuk melaporkan aset digital di seluruh organisasi, pelanggan, mitra, dan pemasok.
DAM berkomitmen pada cara yang tepat untuk menyampaikan konten digital kepada orang yang tepat. Hal ini berlaku untuk semua perangkat dan sebagian besar siaran konten adalah waktu nyata. Tidak cukup di situ saja DAM juga menyediakan kemampuan untuk melacak dan mengukur keterlibatan pengguna dan potensi jangkauan global untuk aset digital di seluruh perusahaan.
Secara teknis, aset digital lebih dari sekadar file media. Untuk mengetahui nilai file, pengguna memerlukan informasi tambahan tentang aset. Ini dapat ditemukan melalui metadata. Untuk sebagian besar tujuan DAM, aset didefinisikan sebagai konten media bila digabungkan dengan metadata.Metadatanya ini dapat berupa nama file, pembuatnya, tanggal file dibuat, atau hak dan biaya yang terkait dengan penggunaan gambar atau konten digital lainnya. Jika konten dianggap sebagai aset digital yang dapat digunakan, pengguna harus mengaitkan metadatanya.
Cara Kerja Manajemen Aset Digital
Faktanya, Manajemen Aset Digital bisa bekerja dengan tiga jenis penyimpanan yang sudah disederhanakan. Masing-masing jenis retensi ini memiliki fungsinya masing-masing dan pasti akan menguntungkan semua orang di perusahaan.
Bagaimana cara kerja ketiga jenis DAM Berikut penjelasan singkatnya:
1. Penyimpanan Internal
Jenis lain dari penyimpanan manajemen aset digital adalah penyimpanan internal atau internal storage. DAM menggunakan penyimpanan internal untuk membantu perusahaan seperti agensi menyimpan aset digital dari klien hingga siap untuk diserahkan ke media eksternal. DAM juga bisa mengotomatiskan seluruh proses penyimpanan dan pengiriman aset, menghemat waktu dan ruang perusahaan.
2. Sentralisasi Internal
Digital Asset Management adalah sistem yang dapat menginternalisasi dan memusatkan aset untuk meningkatkan efisiensi kebutuhan internal. Proses ini melibatkan penciptaan ruang terintegrasi untuk semua aset digital yang dimiliki oleh perusahaan. Dengan cara ini, semua departemen di perusahaan dapat mengakses jenis file yang sama dan mengirim serta menerima aset dari DAM.
3. Distribusi Eksternal
Distribusi Eksternal memungkinkan perusahaan untuk berbagi aset dengan pihak eksternal seperti freelancer dan vendor. Ini secara langsung menjaga konsistensi merek dengan menggunakan materi digital yang konsisten di seluruh pemangku kepentingan.
Manfaat Memiliki Digital Asset Management
Pada dasarnya, digital asset management merupakan sebuah jaminan bahwa perusahaan akan menerima output aporisma oleh aset yang mereka simpan. Dengan memakai DAM, secara tidak langsung aset perusahaan pula lebih andal di mata para stakeholder dan pihak media.
Selain sebagai perangkat yang bisa dimanfaatkan menjadi content management system, digital asset management pula mempunyai fungsi penting lainnya.
Beraneka ragam macam manfaat yang bisa dituai perusahaan bila memakai digital asset management misalnya sebagai berikut:
- bisa menemukan aset digital menggunakan cepat
- mengakibatkan navigasi aset sebagai proses yang sederhana & intuitif
- membantu perusahaan pada menghindari pembuatan ulang konten digital
- membantu perusahaan buat memakai seluruh aset mereka
- memungkinkan perusahaan buat mengakses & membuatkan arsip kapan pun, pada mana pun, & pada perangkat apa pun
- membantu perusahaan buat menciptakan & mengomunikasikan aset digital menurut satu asal
- memudahkan pendistribusian konten perusahaan ke aneka macam saluran, termasuk media sosial, pasar pihak ketiga, & poly lagi
- menjaga konsistensi merek perusahaan
- mengidentifikasi peluang buat memakai pulang aset digital yg terdapat
- menganalisis kinerja aset, pada mana mereka digunakan, & siapa yg menggunakannya
Begitulah yang dapat Jobnas jelaskan mengenai serba-serbi DAM yang perlu kalian ketahui. Singkatnya, digital asset management adalah sebuah perangkat yang mampu menampung seluruh aset digital milik perusahaan. Tak hanya itu, DAM juga memiliki beragam fungsi lainnya yang dapat berperan bagi kemajuan perusahaan.
Baca juga: 7 Tips Detoks untuk Mengatasi Kecanduan Media Sosial
Untuk informasi menarik lainnya, kalian bisa dapat membacanya di blog Jobnas. Di sana ada beberapa macam informasi mengenai berita dan tips terbaru seputar data management dan career development. Gratis tanpa dipungut biaya.
Baca Selengkapnya7 Tips Detoks untuk Mengatasi Kecanduan Media Sosial
Jobnas.com - Sering kali seseorang lalai akan pekerjaannya dikarenakan terlalu sibuk menikmati media sosial seperti Instagram, Twetter, dan Facebook. Memang menikmati di media sosial itu dampaknya tidak begitu negaitif juga.
Di sana banyak ilmu dan pengetahun baru yang akan di peroleh. Akan tetapi sagat mengganggu akan pekerjaan kita jika terlalu sering menggunakannya. Dan dampaknya pekerjaan kita tidak akan selesai.
Jika begitu? Anda perlu membutuhkan waktu khusus agar tidak terlalu sering melihat media sosial, dan saatnya untuk mencoba menguranginya.
Dikutip dari Declutter The Mind, detoks media sosial adalah upaya untuk mengurangi penggunaan dan konsumsi media sosial dalam jangka waktu tertentu. Jika anda ingin melakukannya, lihat 7 tips dari Jobnas berikut ini!
1. Hindari Media Sosial saat Bangun Tidur
Menurut data dari Survei Konsumen Seluler Global Deloitte 2016, 61% orang membuka ponsel cerdas mereka 5 menit setelah bangun tidur. Salah satu yang paling terbuka adalah media sosial.
Data menunjukkan bahwa banyak orang memulai hari mereka dengan media sosial. Bahkan, rutinitas ini bisa berlanjut sepanjang hari. Oleh karena itu, lakukan detoks sejak pagi. Triknya adalah menghindari membuka media sosial tepat setelah bangun tidur.
Untuk bisa menghidarinya anda dapat melakukan banyak hal lain, seperti berolahraga, mandi, dan sarapan.
2. Lakukan Aktivitas Lain
Detoksifikasi media sosial lebih masuk akal jika anda dapat mengabdikan diri untuk aktivitas lain yang lebih bermakna. Tentu saja, ada banyak hal positif yang dapat anda lakukan tanpa media sosial, seperti berolahraga, mengikuti kursus online, menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman.
3. Matikan Notifikasi
Notifikasi akan sangat mengganggu anda saat sedang bekerja, belajar atau melakukan aktivitas lainnya. Ketika pengumuman media sosial tiba, perhatian anda pasti akan tertuju padanya.
Anda ingin segera membuka jejaring sosial dan mempelajari pembaruan yang terjadi pada akun anda. Secara otommatis anda kehilangan fokus pada pekerjaan. Dari sekarang anda dapat mencoba tips ini dengan menonaktifkan notifikasi.
4. Hapus Aplikasi
Cara paling efektif untuk detoks media sosial adalah dengan menghapus aplikasi yang sering anda gunakan. Jika anda merasa kecanduan Instagram dan TikTok, hapus sementara kedua aplikasi tersebut. Dengan cara ini, anda tidak bisa lagi mencuri kesempatan untuk membuka jejaring sosial.
5. Batasi Waktu Layar
Jika mematikan notifikasi tidak cukup efektif, anda dapat membatasi waktu yang anda habiskan di media sosial. Namun, trik ini membutuhkan komitmen yang kuat dari anda. Misalnya, anda dapat berjanji pada diri sendiri untuk tidak berada di media sosial selama jam kerja. Dengan cara ini, anda dapat fokus pada apa yang perlu anda selesaikan pada saat itu.
6. Berhenti Mengikuti atau Menyembunyikan Banyak Akun
Detoks media sosial bukan hanya tentang mengalahkan kecanduan. Terlebih lagi, detoks dapat membantu anda menjaga kesehatan mental anda. Anda sering melihat orang berdebat di media sosial. Ada juga orang yang secara rutin melampiaskan amarahnya di akunnya.
Namun, Anda harus berhati-hati. Orang yang menggunakan jejaring sosial seperti ini dapat dianggap sebagai orang jahat. Akibatnya, anda dapat berhenti mengikuti atau menyembunyikan beberapa akun yang sering menyebarkan hal negatif di jejaring sosial.
7. Tantang Diri Sendiri
Mirip dengan poin ketiga, tips ini membutuhkan komitmen yang kuat dari dalam. Anda dapat membuat tantangan detoks media sosial versi anda sendiri. Biasanya seseorang mengalami penarikan dalam 100 hari atau 3 bulan.
Selama periode ini, mereka akan mengurangi atau bahkan berhenti menggunakan jejaring sosial. Namun, ini bukan referensi yang tepat. Anda dapat menentukan periode detoks sesuai dengan kebutuhan anda.
Misalnya, anda memiliki proyek besar yang harus diselesaikan dalam waktu satu bulan. Jadi kamu bisa menggunakan waktu ini untuk serius dan fokus.
Begitu tujuh tips detoks media sosial dari Jobnas yang bisa kamu lakukan. Semoga 7 tips di atas dapat membantu dan dapat mengurangi penggunaan media social anda.
Di sisi lain Jobnas telah menyiapkan berbagai informasi penting lainnya. anda dapat membacanya di blog Jobnas di mana pun dan kapan pun anda berada. Menarik kan? Terus ikuti kami pada konten-konten kami selanjutnya.
Baca SelengkapnyaKenali 5 Tools Growth Hacking Supaya Bisnismu Berkembang Pesat
Jobnas.com - Agar strategi growth hacking dapat diadopsi lebih efektif, diperlukan beberapa alat untuk mendukungnya. Growth Hacking sendiri merupakan salah satu strategi pemasaran yang dapat membantu startup berkembang pesat.
Inilah sebabnya mengapa beberapa startup mulai menerapkan strategi ini agar bisnis mereka dapat berkembang pesat. Karena kombinasi pemasaran marketing, data, dan teknologi menjadi alasan bahwa strategi ini bisa emndukung pertumbuhan bisnis secara gesit dapat secara otomatis bisnis akan tumbuh lebih cepat.
Jobnas mencoba merangkum alat peretasan pertumbuhan bisnis menjadi lima kalian dapat mencoba dan menggunakannya. Alasannya setelah kalian melakukan 5 cara ini bisnis kalian akan semakin cepat berkembang. Adapun caranya sebagai berikut
1. Ahrefs
Untuk penulis konten, Ahrefs mungkin dikenal sebagai salah satu alat yang paling akurat untuk penelitian kata kunci. Namun, di sisi lain guna dari Ahrefs sebenarnya dapat digunakan untuk hal lain, seperti penelitian pesaing.
Dengan alat ini kalian dapat mengetahui apa yang membuat peringkat situs web pesaing lewat pencarian Google. Selanjutnya, lat ini pula akan memberikan wawasan tentang bagaimana pesaing membangun backlink mereka.
Jadi jika kalian ingin situs web bisnis kalian mempuyai peringkat tinggi, tentu saja kalian dapat mempelajarinya dari pesaing-pesaing kalian. Dengan melakukan survei setidaknya mengumpulkan banyak pesaing yang sekiranya dianggap sangatbaik oleh kalian.
Setelah itu carilah kekurangan atau kesalahan satu persatu dari mereka untuk digunakan sebagai peluang untuk mengatasinya.
2. Mailchimp
Retasan atau cara berikutnya supaya pertumbuhan bisnis kalian semakin melambung tinggi ada yang perlu kalian ketahui yaitu Mailchimp. Pastinya kalian pernah mendengar tentang alat ini sebelumnya, bukan? Mailchimp adalah salah satu alat pemasaran email yang paling populer dan disukai di kalangan pemasar. Pasalnya, tool ini memiliki banyak fitur canggih yang tentunya berguna untuk proses email marketing.
Adapun Beberapa manfaat Mailchimp termasuk kemampuan untuk mengirim email yang ditargetkan berdasarkan aktivitas pengguna. Selain itu, pemasar juga akan menerima rekomendasi waktu pengiriman yang paling tepat dan berdasarkan kinerja email sebelumnya.
3. Nimble atau Gesit
Salah satu cara untuk mempercepat pertumbuhan bisnis kalian adalah dengan menjalin hubungan yang baik dengan pelanggan sehingga mereka menjadi loyal dengan kita. Hal itu butuh terhadap tools CRM (Customer Relationship Management) dibutuhkan untuk menghubungkan perusahaan dengan pelanggan dengan lebih mudah.
Salah satu alat peretasan pertumbuhan bisnis yang dapat membantu menerapkan strategi CRM secara efektif adalah Nimble. Dengan alat ini kalian dapat menggabungkan semua kontak, email, aktivitas sosial, pengikut yang dapat membantu mengembangkan bisnis kalian.
Adpun beberapa manfaat Nimble, misalnya, kemampuan untuk mengelola banyak kontak sekaligus di beberapa saluran. Selin itu, alat ini juga memberikan pemberitahuan tentang acara penting pelanggan seperti ulang tahun.
4. OptiMonk
Pasti setiap pengusaha ingin websitenya selalu memiliki traffic yang tinggi. Sayangnya, bagaimanapun, para tamu ini sering datang dan pergi. Bahkan cendrung tidak akan ada tamu yang datang kembali jika traffic web bisnis kita jelek. Setelah tahu itu, kebanyakan tamu tidak akan membeli. Tentu saja hal ini tidak akan menguntungkan bagi perusahaan.
Inilah sebabnya mengapa alat itu sangat begitu diperlukan, gunanya untuk mencegah pengunjung situs web pergi. Bahkan jika mereka tidak berkonversi, setidaknya mereka dapat mendaftarkan diri saja.
Untuk mencegah hal di atas para pengusaha dapat melakukan cara OptiMonk ini setidaknya menjadi solusi bagi pengunjung untuk kembali ke website dan melakukan pembelian. Alat penargetan ulang ini akan membantu bisnis mengarahkan pengunjung kembali ke situs web kami.
Jadi ketika pengunjung meninggalkan situs, alat ini membantu memberikan penawaran menarik yang membuat mereka kembali lagi.
OptiMonk dapat mengintegrasikan dua informasi yang sangat penting. Pertama, halaman yang dilihat pengunjung saat mengunjungi website. Lalu ada sumber rujukan mereka seperti Google atau Facebook. Adapun hasilnya, alat ini dapat mengirimkan penawaran yang sangat relevan kepada pengguna yang telah mengunjungi situs tersebut.
5. Typeform
Alat Peretasan pertumbuhan bisnis berikutnya yang harus kalian ketahui dan mencobanya adalah Typeform. Pasalnya, survei online saat ini sangat penting untuk mendapatkan umpan balik pelanggan. Typeform dapat digunakan untuk membuat survei online yang indah, menyenangkan, dan interaktif.
Mengapa demikian? Umpan balik pelanggan penting karena dapat menjadi referensi untuk pengembangan produk atau mencoba strategi bisnis baru. Kebanyakan dari pelanggan, tidak semua pelanggan siap untuk menanggapi ketika mereka menerima formulir survei online, sebabmereka menggapnya begitu rumit.
Menggunakan alat Typeform ini gunanya dapat mempermudah pelanggan dalam mengisi survey karena tampilannya yang menarik. Respon survei online juga akan terintegrasi untuk analisis yang mudah. Selain survei, Typeform juga dapat digunakan untuk membuat konten interaktif seperti kuis yang dapat meningkatkan engagement dengan pengunjung website.
Itulah beberapa tools growth hacking yang yang perlu kalian ketahui dan bisa digunakan untuk meningkatkan performa bisnis supaya bisnis tersebut bisa berkembang dengan cepat. Harapan itu tidak bisa dilakukan dengan memikirkan bagaimana caranya saja. Hal itu bisa selesai perlu membutuhkan tools yang canggih. Selain itu, para pengusaha jangan sampai lupa keterampilan yang mumpuni dari karyawan juga dibutuhkan untuk mendukungnya.
Baca juga: 5 Rekomendasi Podcast Terbaik Work-Life Balance yang Cocok Untukmu
Misalkan kalian tertarik untuk meningkatkan skill di bidang marketing atau bisnis, kamu bisa mengikuti terus artikel Jobnas. Kalian dapat memebacanya langsung dan bisa juga mendaftarkan diri kalian. Jika kalian sudah terdaftar Jobnas akan mengirimkan berupa artikel-artikel penting mengenai marketing dan bisnis ke akun anda. Silakan.
Baca Selengkapnya5 Rekomendasi Podcast Terbaik Work-Life Balance yang Cocok Untukmu
Jobnas.com - Pernahkah anda mendengarkan podcast tentang work-life balance? Jika iya, sekarang banyak sekali podcast yang membahas hal ini. Tentunya agar bisa membantu kondisi keseimbangan kehidupan-kerja. Sedangkan memperhatikan kondisi ini tentunya sangat ideal bagi seluruh pekerja yang sibuk menjalankan tugasnya.
Sayangnya, keseimbangan seperti itu tidak mudah dicapai. Akumulasi tanggung jawab tampaknya terus menyebabkan konflik antara kehidupan pribadi dan profesional kita. Oleh karenanya, di sini jobnas akan merekomendasikan podcast yang tepat di bidang tersebut.
Anda bisa mengambil saran yang tersampaikan di podcast tersebut. Karena pada Podcast Work-Life Balance yang direkomendasikan Jobnas ada banyak menyinggung hal-hal yang harus dilakukan untuk mencapai keseimbangan dalam kehidupan pribadi dan profesional.
Inilah adalah daftar podcast keseimbangan kehidupan kerja yang dapat anda rujuk untuk keseimbangan kehidupan kerja.
1. Linked Local Broadcast Network Podcast
Rekomendasi pertama untuk podcast keseimbangan kehidupan kerja adalah Linked Local Broadcast Network Podcast Atau Jaringan Siaran Lokal Terikat. Podcast ini awalnya merupakan segmen yang diprogram radio. Namun karena adanya permintaan yang sangat tinggi, pihak penyelenggara sepakat untuk menjadikannya podcast.
Topik podcast ini didedikasikan untuk membahas cara unik untuk mencapai keseimbangan kehidupan kerja. Pelatih akan berdiskusi dengan staf nara sumber tentang kiat-kiat untuk pengembangan pribadi, hidup sehat, cara berinteraksi di media sosial, dan cara mengatur jam kerja yang lebih produktif.
2. Smart Passive Income
Pat Flynn dari podcast Smart Passive Income telah berhasil memberikan beberapa saran bagus tentang cara mendapatkan penghasilan tambahan dari rumah. Topik podcast keseimbangan kehidupan kerja ini secara khusus membahas langkah-langkah yang dapat anda ambil untuk memanfaatkan platform blog dan media sosial untuk keuntungan besar. Dengan penghasilan tambahan ini, Flynn berpikir orang akan dapat menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga dan orang-orang terkasih.
3. Quick and Dairy Tips
Dalam podcast keseimbangan kehidupan kerja ini, cara terbaik untuk mencapai keseimbangan dalam pekerjaan dan kehidupan pribadi adalah bekerja mandiri, cerdas, tanpa kerja keras. Setiap minggu, Stever Robbins menawarkan tips produktivitas kreatif serta tip untuk mengatur waktu dan uang.
Baginya, untuk mencapai work-life balance, mereka harus segera mengubah pola pikir, bahwa berbuat baik itu kerja cerdas, bukan kerja keras.
4. Balanced Life
Podcast ini adalah tempat yang tepat untuk mempelajari bagaimana rasanya menemukan keseimbangan di tengah kehidupan yang sibuk. Setiap minggu, pembawa acara akan mewawancarai seorang wanita yang memiliki karier dalam hidupnya sendiri. Bersama-sama mereka mendiskusikan cara-cara efektif untuk mempertahankan kehidupan profesional dan pribadi mereka bahkan ketika tanggung jawab menumpuk.
5. Beyond The To-Do List
Jika anda sering merasa kewalahan dengan daftar tugas, kewajiban, dan semua peran yang anda miliki di kantor dan di rumah, podcast ini sangat layak untuk didengarkan. Pembawa acara Podcast ini adalah Erik Fisher akan berbicara dengan pembicara yang akrab dengan penerapan strategi produktivitas praktis dalam kehidupan pribadi dan profesional mereka.
Bersama-sama mereka akan mengulas kiat-kiat unik sehingga anda dapat merancang strategi yang berhasil dan tidak melelahkan. Pekerjaan tidak bisa dikesampingkan, namun keluarga dan diri sendiri adalah prioritas utama. Sayangnya, menyeimbangkan keduanya tidaklah mudah.
Menurut Fisher, dengan menjaga jadwal kerja anda agar tidak mengganggu waktu keluarga, anda dapat menciptakan sistem yang lebih efisien dan mengurangi stres.
Inilah daftar rekomendasi podcast work-life balance terbaik yang bisa kamu dengarkan. Pada dasarnya, work-life balance adalah kondisi yang diinginkan pekerja. Sayangnya, hal itu cukup sulit untuk dicapai. Untungnya, adanya podcast ini bisa menjadi alat untuk menemukan keseimbangan kehidupan kerja.
Baca juga: 5 Cara Efektif Menjaga Produktivitas Kerja sama Tim saat WFH
Untuk informasi lebih lanjut tentang tips keseimbangan kehidupan kerja, anda dapat mendaftar ke Website Jobnas selain itu juga anda bisa membaca artikel lain yang sudah tayang di kolom blog Jobnas. Di sana sudah banyak tersedia tulisan-tulisan perihal tips tentang wawancara, website, dan lain sebagainya.
Jika anda berkenan langsung daftarkan akun anda di website Jobnas sekarang juga!
Baca Selengkapnya5 Cara Efektif Menjaga Produktivitas Kerja sama Tim saat WFH
Jobnas.com - Selama pandemi covid 19. Semua pekerja tidak disarankan untuk bekerja di kantor. Akan tetapi lebih direkomendasikan untuk bekerja dari rumah. Mengapa dilakukan dengan demikian, karena supaya para karyawan selamat akan penyakit covid-19 yang kasusnya setiap hari terus melambung tinggi.
WFH atau Work From Home menjadi alternatif pilihan perusahaan untuk menjauhkan karyawannya dari virus Covid-19. Akan tetapi bekerja dari rumah dilakukannya dengan jarak jauh mereka tidak begitu kompak dan kadang merasa kurang cocok dengan rekan kerja lainnya.
Selain alasan tadi, banyak para karyawan kantor merasakan tidak adanya kekompakan dalam bekerja satu tim. Dengan adanya semacam alasan tadi, kini ada 5 cara untuk menghindari dis-harmonisasi dan miskomunikasi antar satu tim.
Adapun cara tersebut, Jobnas akan memberi tahu kepada kalian tentunya untuk para karyawan yang mengalami kerja secara jarak jauh. Di antaranya sebagai berikut:
1. Memahami Peran dan Tanggung Jawab
Jika kerja sama tim sama-sama bisa memahami dan tanggung jawab setiap orang. Tentu akan lebih mudah dalam menyelesaikan semua pekerjaan.
Selanjutnya, pengertian peran dan tanggung jawab di sini tidak hanya terfokus pada penyelesaian tugas. Tetapi saya juga menjaga hubungan baik dengan rekan kerja dan manajer.
Selama WFH, jika karyawan sadar dengan peran dan tanggung jawab masing-masing. Maka kekompakan akan tetap selalu terjaga dan bertahan lama. Dengan cara inilah kalian bisa menyelesaikan tugas tanpa memikirkan hal-hal lain.
2. Berkomunikasi lebih proaktif Sesama Tim
Komunikasi yang buruk jelas merupakan masalah besar saat menerapkan pekerjaan jarak jauh. Jadi jika Anda ingin mempertahankan kerja tim yang efektif saat bekerja dari rumah, cobalah untuk fokus pada komunikasi.
Tentunya bekerja di kantor tidak akan menimbulkan masalah dalam berkomunikasi dengan rekan kerja dan manager. Namun, mengomunikasikan alat yang diperlukan untuk mendukungnya saat bekerja di rumah akan lebih rumit.
Namun, komunikasi tetap harus dilakukan jika Anda ingin menyelesaikan pekerjaan dan menjaga hubungan baik dengan rekan kerja.
Berkomunikasi dengan anggota tim bisa tampak seperti tindakan sepele. Tetapi Anda dapat membantu anggota tim lain bekerja lebih keras dan tidak merasa sendirian.
3. Berhati-hatilah Ketika Berbicara saat Rapat Daring
Jika sedang melakukan rapat online sangat disarankan untuk bisa berhati-hati dalam berkomunikasi. Karena sangat beda halnya ketika kita berkomunikasi langsung (luring). Oleh karena itu, kita sangat penting untuk bisa mempertimbangkan dan mengatur suara beserta nada bicara kita biar tidak berdampak negatif.
Seperti contoh, saat melakukan rapat online kita menggunakan nada bicara dengan keras dan tinggi. Bisa jadi rekan kerja ataupun manager berpikir negatif akan kita. Bisa saja mereka semua menganggap kita marah dan kesal.
Maka untuk mencegah hal itu terjadi, kiranya kita harus bisa mengontrol dan memperhatikan kata dari setiap kata yang akan kita ucapkan.
4. Membangun Kepercayaan di antara Rekan Kerja
Kerja dari rumah (WFH) jelas akan lebih efektif jika kita menam rasa saling percaya antara satu tin dan tim lainnya.
Jika kalian ingin terus tetap efektif dalam bekerja satu tim cara ini kiranya bisa membantu kalian. Yaitu dengan menanam terlebih dahulu rasa kepercayaan antara yang satu dengan yang lainnya.
Saya ambil contoh langsung begini, jika kalian diberikan suatu pekerjaan atau tugas yang harus dilakukan sesama tim. Cobalah kalian langsung mengerjakannya tanpa adanya rasa saling iri supaya tugas itu cepat selesai.
Jika kalian saling memperhitungkan tugas tersebut, akan jelas tugas itu tidak cepat selesai. Dengan adanya rasa saling percaya kita akan menyelesaikan tugas tersebut dengan cepat.
Misalkan jika ada salah satu dari rekan kerta tim tersebut tidak dapat mengerjakannya. Maka tanyakanlah dengan baik-baik alasannya mengapa bisa demikian.
5. Berbicara dengan Jujur dan Tidak Curiga
Pada cara yang terakhir ini, mungkin bagi seseorang sangat susah untuk melakukannya. Karena kita sendiri dengan tidak bersama-sama dan ada tempat yang sama rasa curiga pun akan muncul dengan sendirinya.
Misalnya, kalian pada suatu waktu tidak dapat menyelesaikan tugas yang diberikan oleh manager. Rekan kita akan menanyakan alasan kita mengapa tidak bisa menyelesaikannya. Maka dengan banyaknya pertanyaan yang muncul kalian rasa curiga itu akan muncul.
Oleh karena itu, kalian bisa menjawabnya dengan sejujur mungkin. Dan rekan kerja lainnya juga harus melakukan hal sama. Misal jika ada dari rekan satu tim kerja tidak begitu sinkron dengan kita. Maka kita harus bisa mengucapkannya dengan jujur.
Meskipun, jika kita jujur dengan harus mengucapkannya kepada rekan kita menimbulkan rasa sakit hati. Tidak apa-apa karena hal demikian bisa menjaga integritas bagi setiap tim kerja.
Dengan kita berlaku jujur maka akan berdampak serius pada satu tim kerja. Dan cara yang terakhir ini sangat penting untuk diterapkan supaya bisa menjaga keharmonisan tim.
Baca juga: Boleh Tidak, Bercanda saat Sedang Wawancara Kerja? Berikut Jawabannya
Kunci utama dalam menjaga kekompakan dan keharmonisan saat bekerja jarak jauh dalam satu tim. Penting untuk mengaplikasikan lima cara di atas yang telah dijelaskan oleh jobnas tadi. Maka dengan demikian meskipun kita tidak pernah bertemu secara langsung maka kita akan merasakan itu semua dan pekerjaan kita lebih efektif tentunya.
Baca SelengkapnyaBoleh Tidak, Bercanda saat Sedang Wawancara Kerja? Berikut Jawabannya
Jobnas.com - Bercanda saat wawancara kerja adalah hal yang tidak boleh dilakukan. Karena bercanda di momen-momen penting dan formal seperti wawancara kerja biasanya menganggap kita tidak menghargai orang lain atau tidak menganggap serius situasinya.
Bisakah Bercanda saat Wawancara keja? Tentu bisa, asalkan proporsioanl, bagaimana melakukannya dengan benar agar getarannya tetap konsisten namun tetap profesional?
Jobnas menjawab semua pertanyaan Anda di artikel ini. Jadi disimak sampai akhir, ya!
Bercanda Selama Wawancara
Sebuah studi Harvard Business Review menemukan bahwa karyawan yang berkinerja lebih baik daripada rata-rata cenderung memiliki selera humor yang lebih baik daripada mereka yang tidak.
Dan fakta-fakta tersebut memungkinkan kita untuk menyimpulkan bahwa rasa humor dapat dikaitkan dengan kesuksesan dan hal-hal positif lainnya.
Dalam penelitian ini juga disajikan fakta unik lainnya, bahwa seseorang yang memiliki selera humor tahu bagaimana bercanda dengan waktu yang tepat selama wawancara, hal ini menjadi sesuatu yang sama pentingnya dengan menilai etos kerja mereka.
Hal itu disebabkan karena rasa humor merupakan indikator kecerdasan emosional yang mudah dikenali.
Dalam pembicaraan TED Sophie Scott yang diterbitkan di Top Resume, salah satu poin utama yang dibuat adalah bahwa tawa dan humor adalah cara orang berkomunikasi dengan baik satu sama lain.
Sebenarnya, ini adalah salah satu cara paling efektif untuk membangun hubungan sosial dalam waktu yang relatif singkat.
Selain meringankan suasana hati, humor juga bisa membuat Anda lebih berkesan bagi orang lain.
Ini juga berlaku untuk perekrut selama wawancara, dan jika dilakukan dengan baik, itu bisa menjadi sesuatu yang positif.
Namun demikian, bahwa semakin mengesankan seseorang dalam sebuah wawancara, semakin besar kemungkinan mereka akan segera diterima.
Apalagi kesan yang Anda bangun tidak dalam situasi yang tepat, dan mungkin saja ketika Anda malakukan hal demikian, malah akan menjadi bumerang dan memaksa Anda untuk tidak mendapatkan pekerjaan yang Anda inginkan.
Namun ketika Anda melakukan humor diwaktu yang tepat, ada kemungkinan Anda akan semakin mudah diterima oleh tempat kerja tersebut.
Oleh karena itu, beberapa poin-poin penting yang perlu diingat ketika Anda ingin bercanda saat wawancara kerja.
Baca Juga: Kenali Model Pertanyaan dan Jawaban untuk Interview Kenaikan Jabatan
Tips Bercanda Saat Wawancara Kerja
1. Pahami pewawancara
Salah satu hal terpenting untuk diingat adalah tidak semua orang memiliki selera humor yang sama.
Oleh karena itu penting untuk dapat menganalisis hal-hal apa saja yang dapat membuat suasana wawancara menjadi lebih menyenangkan tanpa terlihat tidak profesional.
2. Cari waktu yang tepat
Selama wawancara Anda tidak bisa terus menerus bercanda dari awal sampai akhir. Pasti ada saat yang tepat untuk sebuah lelucon kecil.
Humor yang digunakan dalam wawancara juga harus ditekankan dengan informasi penting, misalnya tentang pengalaman masa lalu terkait dengan posisi yang Anda lamar saat ini.
Dengan begitu poin-poin Anda yang lebih baik dapat tersampaikan dengan cara yang menarik.
3. Hindari lelucon palsu
Selama wawancara bercanda secara jujur berdasarkan pengalaman pribadi, lebih baik daripada mengada-ada.
Pewawancara mungkin juga akan memperhatikan bahwa Anda mencoba membuat cerita yang terdengar lucu, karena lelucon seperti itu biasanya tidak cocok.
Juga, hal semacam ini membuat mereka bertanya-tanya apakah jawaban atas pertanyaan Anda sebelumnya benar-benar jujur.
4. Buatlah Candaan yang Berbobot
Bercanda saat wawancara kerja mungkin terkadang diperlukan, asalkan tidak berlebihan, apalagi candaan yang Anda sajikan berbobot.
Tentu saja hal ini akan memliki kesan tersendiri bagi Anda ketika Anda memberikan candan yang berbobot, dan munkin saja menjadi nailai tambah untuk diri Anda sendiri.
5. Buat Candaan yang Sesuai dengan Konteks
Seperti halnya yang sudah kami bahas di atas, bahwa bercanda saat wawancara kerja diperbolehkan yang pernting tidak berlebihan. Akan tetapi hal penting yang harus Anda ketahui saan membuat joks saat wawancara kerja adalah kesesuaian dengan tema yang sedang Anda bahas.
Mislanya, ketika wawancara Anda ditanya soal kesiapan, bisa Anda selipkan candaan tentang kesiapan, yang sekiranya sesuai dengan pembahasan, dan tidak membuat candaan diluar tema yang sedang dibahas.
Sebab ketika hal itu Anda lakukan, tentu candaan Anda akan sedikit tidak nyambung bahkan malah membuat ilfil si pewawancara.
Itulah dia pembahasan Jobnas tentang boleh atau tidaknya bercanda saat wawancara.
Jadi tidak apa-apa bercanda selama wawancara, asalkan dilakukan dengan tepat dan benar.
Setelah membaca fakta dan tips ini, apakah Anda merasa lebih percaya diri memasukkan humor ke dalam wawancara kerja berikutnya?
Baca juga: Mendalami Seluk-beluk Endorsement dengan Mudah
Selain mempersiapkan hal tersebut, perlu juga membekali diri dengan pengetahuan bagaimana menjawab pertanyaan wawancara dengan baik. Semoga bermanfaat!
Baca SelengkapnyaMendalami Seluk-beluk Endorsement dengan Mudah
Jobnas.com - Endorse atau endorsement adalah suatu pekerjaan yang terlihat sangat ringan akan tetapi mampu menghasilkan banyak uang. setidaknya itulah yang ada di pikiran banyak orang.
Padahal, jika dipahami lebih dalam lagi, ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan sebelum melakukan endorsement, lho. Misalnya saja soal bagaimana popularitas dari orang yang kamu jadikan tokoh endors.
Karena itulah, dalam artikel ini, Jobnas telah menyiapkan beberapa serangkaian informasi terkait pertimbangan memilih endorse.
Namun sebelumnya, pahami definisi endorse terlebih dahulu, yuk!
Apa Itu Endorsement?
Michael Jordan disebut-sebut sebagai atlet dengan bayaran endorse termahal dari Nike.
Bagaimana tidak, Nike sudah pernah membayar Michael Jordan sebesar 1,3 miliar dolar AS atau setara Rp18 triliun sejak meng-endorse-nya pada 1984, seperti ditulis Forbes.
Saat itu, brand asal Amerika Serikat tersebut masih tertinggal jauh dari para kompetitornya. Namun, kini Nike sudah menjadi perusahaan pakaian olahraga nomor satu di dunia.
Manfaat Endorsement
Dilansir dari The Economic Times, endorse atau endorsement adalah bentuk periklanan dengan menggunakan seorang tokoh yang terkenal dan diakui, dipercaya, dan mendapat rasa hormat dari orang-orang.
Tokoh atau selebriti yang terpilih menjadi endorser bertanggung jawab untuk mempromosikan produk atau jasa perusahaan.
Pada umumnya, tujuan dari endorse itu sendiri adalah mendorong masyarakat untuk turut menggunakan produk atau jasa tersebut.
Lalu, mengapa endorsement bisa dianggap sebagai teknik marketing yang sangat ampuh?
Jawabannya adalah karena masyarakat lebih mudah memercayai orang yang mereka anggap ahli atau influencer.
Sebagai contoh, seorang influencer kecantikan mempromosikan suatu produk make up. Ia mengatakan bahwa kualitas produk tersebut sangat baik.
Kemudian, kamu akan langsung tertarik untuk mencobanya bahkan sampai membelinya di karena sudah diakui langi oleh seorang influencer tersebut.
Nah, itu adalah sebagai bukti bahwa endorse sangat berdampak yang cukup besar bagi perusahaan.
Baca Juga: Mau tau Cara Jualan di Tiktok? Berikut 6 Strategi Marketing yang Efektif Jangkau Pelanggan Tiktok
Pertimbangan Memilih Endorser
Meski endorsement telah memiliki segudang nilai positif, kamu juga harus tetap perlu berhati-hati dalam menjalankannya. Salah satunya yaitu dalam melakukan pemilihan terhadap seseorang endorser.
Beberapa pertimbangan kala melakukan endorse adalah sebagai berikut.
1. Komitmen
Untuk pada umumnya endorsement dilakukan dalam jangka panjang, berbeda dengan influencer marketing yang hanya bisa dilakukan hanya sekali.
Oleh karena itu, endorser juga harus mampu berkomitmen dengan brand yang mengontraknya.
Komitmen atau perjanjian ini bisa sangat berbeda antara satu brand dengan brand lainnya.
Namun, satu hal yang sering ada dalam perjanjian endorsement adalah keterikatan brand dengan endorser.
Biasanya, endorser tidak diperkenankan melakukan endorse dari brand kompetitor.
2. Image Endorser
Image endorser memang memiliki peran yang sangatlah besar bagi sebuah brand. Citra endorser yang baik akan turut meningkatkan citra perusahaanmu.
Sedikitnya, ada tiga syarat dasar yang harus dipenuhi oleh seorang endorser.
Tiga syarat tersebut meliputi; menarik, memiliki image positif di mata masyarakat, dan memiliki pengetahuan yang sesuai dengan brand-mu.
Dan haruslah di ingat, endorse adalah gabungan antara image endorser dengan produk atau jasamu, ya.
3. Ketenaran Endorser
Semakin populer dan terkenal seorang endorser yang kamu pilih, maka semakin besar pula peluang brand-mu akan dikenal di dalam masyarakat.
Maka dari itu, pilihlah seseorang yang memang benar-benar dikenal publik. Sehingga nantinya kamu akan semakin mudah untuk mengenalkan produk atau jasamu kepada khalayak umum.
4. Kesesuaian Dengan Brand
Perlu kamu tahu, bahwa tidak semua tokoh populer bisa kamu pilih sebagai endorser.
Bayangkan, kamu memiliki brand sepatu heels. Namun yang kamu pakai untuk menjadi endorser adalah seorang petualang dan sehari-hari menggunakan sneakers.
Hal tersebut tentu saja tidak relevan dengan brand-mu. Dan ketika hal itu terjadi, maka Endorsement tersebut justru akan menjadi sia-sia.
Oleh karena itu, hal yang perlu kamu pertimbagkan sebelum melakukan endorsement selain populer, pilihlah tokoh atau selebriti yang memang sesuai dengan produk atau jasamu juga penting.
5. ROI Endorser
Adapun yang dimaksud dengan Return on investment (ROI) adalah keuntungan yang diperoleh dari hasil investasi, atau dalam bahasa Sederhananya, adalah indikator keberhasilan dari sebuah bisnis. Lalu, apa hubungannya dengan endorsement?
Sebenarnya kamu bisa menganggap endorse sebagai bagian dari investasi, karena dalam tahap ini, kamu mempercayakan sebagian uangmu kepada orang lain untuk mempromosikan bisnis yang sedang kamu lakoni.
Salah satu keuntungan yang nantinya akan kamu dapatkan dari endorsement, yaitu kamu akan memperoleh keuntungan baru lagi, misalnya mulai dari pengunjung, pembeli dan yang pasti penghasilan.
Cara Menghitung ROI?
Dilansir dari The Balance Small Business, rumus ROI adalah total keuntungan dibagi total pengeluaran.
Menghitung ROI endorser memang sangat tidak mudah. Namun, kamu juga bisa mengukurnya dari sisi kuantitatif dan kualitatif mereka.
Baca juga: Kenali Model Pertanyaan dan Jawaban untuk Interview Kenaikan Jabatan
Bagi para marketer, endorse atau endorsement adalah strategi yang amat menarik. Teknik ini memiliki daya pikat yang kuat, seiring dengan popularitas endorser.
Baca SelengkapnyaKenali Model Pertanyaan dan Jawaban untuk Interview Kenaikan Jabatan
Jobnas.com - Salah satu hal yang mesti kamu persiapkan sebelum naik jabatan adalah interview. Memahami daftar pertanyaan atau interview menjadi salah satu trik untuk mempersiapkan diri. Jika memang ingin mendapatkan promosi kerja atau menduduki posisi di departemen baru, kamu tetap membutuhkan persiapan untuk wawancara.
Baca Juga : Apa itu Inflasi? Berikut Penjelasan Lengkap beserta 4 Penyebab Terjadinya Inflasi
Pada artikel ini, Jobnas.com akan menjelaskan terkait apa saja pertanyaan yang mungkin diajukan dan bagaimana cara menjawabnya, yuk!
Mengetahui Interview Promosi Jabatan
Mungkin kamu masih bingung mengenai apa sebenarnya wawancara promosi jabatan itu. Meskipun, ada beberapa orang ketika ingin naik jabatan, hanya perlu dibicarakan saja dengan atasannya. Namun, kamu harus tetap memahami interview untuk naik jabatan agar dianggap sebagai seorang profesional. Sebab, selain itu juga masih ada beberapa perusahaan mewajibkan karyawannya untuk tetap mengikuti wawancara, sama saja dengan kandidat yang berasal dari luar perusahaan.
Seperti dikutip dari The Balance Careers, interview ditujukan untuk pegawai sebuah perusahaan yang ingin menduduki jabatan lebih tinggi atau bisa juga untuk jabatan baru. Kalau dilihat secara sekilas, memang proses ini sepertinya agak merepotkan. Namun, untuk mengetahui apakah kamu benar-benar orang yang tepat untuk posisi tersebut, perusahaan perlu mewawancarai kamu. Lagi pula, kamu memiliki satu keuntungan, yaitu sudah bekerja di perusahaan tersebut dan bisa ‘memamerkan’ kelebihan sebelum dan sesudah interview.
Daftar Pertanyaan Wawancara Promosi Jabatan
Menurut Indeed dan The Balance Careers, berikut ini adalah beberapa daftar pertanyaan interview promosi jabatan yang paling sering ditanyakan. Jobnas.com juga akan memberikan beberapa contoh jawaban yang bisa jadi panduanmu.
Baca Juga : 5 Tips Membuat Instagram Live yang Menarik Banyak Followers
1. “Dari jabatan saat ini, aspek apa yang paling kamu sukai?”
Pertanyaan ini sebenarnya diajukan dalam wawancara promosi jabatan untuk menilai sikapmu di posisi sekarang secara keseluruhan. Dalam konteks ini, kamu akan dipantau apakah akan mengatakan hal-hal yang positif, atau justru cenderung mengeluh dengan apa pun yang dikerjakan sekarang ini.
Oleh karena itu, kamu harus menjawabnya dengan hati-hati. Cobalah jawab, “Saya merasa sangat bersyukur karena berkesempatan untuk bekerja sama dengan tim yang luar biasa. Di posisi sekarang, saya merasa banyak berkembang dan belajar untuk menghadapi berbagai macam tantangan yang ada”.
2. “Mengapa kami harus mempertimbangkan kamu untuk posisi ini?”
Pertanyaan ini biasanya sering kali keluar saat naik jabatan tidak hanya saat interview biasa. Dalam konteks ini, Pihak perusahaan perlu tahu, apakah kamu cukup percaya diri akan mampu mengemban beban yang lebih besar dari sebelumnya.
Cobalah sebutkan pencapaian yang didapat dari posisi saat ini, bagaimana kamu menghadapi sebuah permasalahan, dan lainnya. Kira-kira jawabannya seperti ini, “Saya merasa pantas mendapatkan promosi ini karena di jabatan sekarang, saya sudah melebihi apa yang diharapkan.
Saya bisa bekerja sama dengan baik, tiap permasalahan yang ada pun mampu dilewati dengan baik, tak lupa juga ada banyak campaign yang berhasil dan itu semua menjadi tanggung jawab saya”.
3. “Saat diberikan tugas yang belum pernah dikerjakan, bagaimana caramu menjalankannya?”
Tanggung jawab dan tantangan akan lebih besar saat seseorang berada di jabatan yang lebih tinggi. Oleh karena itu, sangat penting bagimu untuk menunjukkan bahwa dalam situasi apa pun, kamu harus mampu menyelesaikan tugas dengan baik.
Cobalah jawab, “Beberapa bulan lalu, ada tugas yang benar-benar asing bagi saya. Meskipun cukup membingungkan, saya memutuskan untuk mencari tahu lebih dalam mengenai tugas tersebut. Dari situ, saya melakukan riset dan membuat timeline pengerjaan agar tugas diselesaikan tepat waktu”.
4. “Jika ditanyakan, kira-kira bagaimana deskripsi rekan satu tim akan kamu dan pekerjaanmu?”
Kamu harus tanyakan pada mereka apabila kamu belum tahu tentang work ethic dana apa pun itu yang menggambarkan kamu dari segi profesional, cobalah tanyakan. Dengan demikian, ketika pertanyaan ini muncul saat wawancara promosi jabatan, kamu bisa memberikan jawaban yang sesuai.
Baca Juga : Cek Kartu BPJS Kesehatan Aktif Atau Tidak
Berusahalah agar fokus ke hal yang positif dan jangan lupa untuk berkata sejujurnya, ya. Misalnya, “Rekan satu tim selalu bilang bahwa saya memiliki teamwork yang cukup baik. Menurut mereka, bekerja dengan saya cukup santai dan menyenangkan, tanpa melupakan target yang perlu dicapai”.
5. “Jika diterima, apa harapanmu untuk 3-6 bulan pertama?”
Untuk mengetahui kesiapan kamu untuk mendapat promosi jabatan, pertanyaan interview satu ini biasanya sering diajukan, tetapi juga untuk mengetes pengetahuanmu. Kamu akan dianggap sungguh-sungguh mengetahui posisi tersebut mulai dari apa yang harus dikerjakan, apa yang diharapkan dari orang di posisi itu, dan lain-lain.
Oleh karena itu, kamu bisa coba jawab secara spesifik. Misalkan, “Dalam tiga bulan pertama, saya berharap bisa meningkatkan engagement dan menurunkan bounce rate dari blog” atau jawaban lain tergantung dengan bidang yang dilamar.
Baca juga: Cara Tonjolkan Skill UX Designer pada Klien dan Rekruter dengan UX Case Study
Itulah dia lima daftar pertanyaan wawancara promosi jabatan yang paling sering ditanyakan. Jadi, kamu harus menguasai jawaban dari kelima pertanyaan di atas agar persiapanmu bisa lebih matang lagi. Kalau masih ingin menggali lebih dalam seputar proses wawancara promosi, kamu bisa membaca artikel-artikel lain yang serupa di Jobnas.com, lho.
Baca SelengkapnyaCara Tonjolkan Skill UX Designer pada Klien dan Rekruter dengan UX Case Study
Jobnas.com - Dengan melihat UX case study seorang desainer, rekruter atau klien dapat membuat keputusan cepat dalam proses perekrutan. Oleh karena itu, case study yang menarik adalah hal yang sangat penting untuk bisa menampilkan kelebihanmu.
Nah, bagi kamu yang belum pernah membuat case study, yuk, simak penjelasan Jobnas.com seputar case study untuk proyek desain user experience berikut ini.
Baca Juga : Ingin Jadi Sales Representative yang Profesional? Wajib Kuasai 5 Skill Ini
Pengertian UX Case Study
Seperti dikutip dari Interaction Design Foundation, UX case study adalah contoh hasil desain yang sudah pernah dikerjakan seorang desainer semasa karirnya. Jika ingin melamar kerja sebagai UX designer, contoh hasil desain ini perlu dimuat dalam portofolio. Rekruter atau calon klien bisa menilai kemampuan desainer yang akan dipekerjakan, dengan melihat contoh hasil kerja ini.
Case study akan menunjukkan proses pikiran, kapasitas membuat keputusan soal desain, dan kreativitasmu sebagai desainer. Dengan kata lain ia melebihi dari sekadar menampilkan hasil kerjamu.
Pada dasarnya, case study yang bagus dapat meningkatkan kemungkinan kita mendapat kesempatan kerja yang bagus dibanding dengan hanya menampilkan portofolio sederhana.
Aspek Penting dalam UX Case Study
Sebuah UX case study yang ideal memuat kurang lebih 2-3 contoh hasil kerja yang sudah pernah diselesaikan sebelumnya. Dalam UX case study tersebut, elemen yang perlu dimuat menurut Inside Design adalah:
1. Ringkasan
Elemen ini memuat penjelasan singkat mengenai perusahaan atau produk dalam proyek tersebut.
2. Masalah pokok
Dalam bagian ini, jelaskan mengenai alasan mengenai mengapa proyek ini perlu dikerjakan. Kemudian, informasikan juga apa saja tujuan atau hasil akhir yang ingin dicapai.
3. User dan Audiens
Cantumkan user atau pengguna yang akan menggunakan produk dari proyeknya.
4. Tugas dan Tanggung jawab
Jelaskan dengan ringkas apa tugas serta tanggung jawabmu. Agar dapat memberi gambaran skala proyek tersebut, kamu harus mencantumkan orang-orang lain yang terlibat dalam tim proyek.
Baca Juga : 6 Tips Membuat Executive Summary atau Ringkasan Eksekutif
5. Cakupan dan Batasan
Elemen dalam UX case study ini perlu diisi dengan batasan yang dihadapi saat menjalani proyek. Batasan ini bisa jadi uang, waktu, dan lain-lain.
6. Proses Proyek
Paparkan apa saja langkah-langkah yang ditempuh untuk menciptakan hasil yang diinginkan serta alasan mengapa keputusan itu dibuat.
7. Hasil dan pelajaran yang diperoleh
Tentunya penting untuk menampilkan hasil akhir. Jelaskan apakah tujuan awal telah tercapai dan apa saja pelajaran yang bisa kamu petik dari proyek itu.
Inilah contoh template case study yang bisa kamu coba.
Cara Membuatnya
1. Pilih Proyek
Memilih proyek mana yang akan dicantumkan sebagai portofoliomu adalah sebuah langkah utama dalam membuat UX case study. Sangat disarankan untuk memilih sebuah proyek di mana kamu paling banyak memiliki peran di dalamnya.
Meskipun hasil akhirnya mungkin bukan yang paling bagus, ada cerita menarik yang tentunya bisa disampaikan pada rekruter atau calon klien. Dengan demikian, kamu bisa lebih menonjolkan proses pikir dan penanganan masalah saat mengerjakan suatu proyek.
2. Perkenalkan Proyekmu
Proyek yang telah dipilih perlu dipresentasikan secara menarik dalam portofoliomu. Tak hanya secara visual, deskripsikan juga secara jelas segala hal tentang proyek tersebut. Kamu bisa melakukannya dengan cara menyesuaikannya dengan elemen-elemen penting yang perlu dijelaskan mengenai suatu proyek dalam case study yang sudah dijelaskan sebelumnya.
3. Paparkan Hasil Riset
Salah satu kemampuan penting yang harus dimiliki seorang desainer dalam sebuah proyek desain UX adalah research. Oleh karena itu, jangan lupa juga untuk mendeskripsikan langkah-langkah riset dan temuan yang kamu dapatkan.
Baca Juga : Mau tau Cara Jualan di Tiktok? Berikut 6 Strategi Marketing yang Efektif Jangkau Pelanggan Tiktok
4. Tampilkan Sketch
Aspek pendukung yang kuat dalam UX case study adalah Sketch. Tampilkan sketch-sketch yang sudah dibuat bersama hasil riset yang membawamu ke keputusan akhir atau ide solusi untuk proyek tersebut.
5. Tunjukan Hasil Testing
Pada tahap ini, jelaskan tentang prototype dalam UX case study yang kamu miliki dan hasil yang didapatkan dari testing.
Baca juga: Inilah 7 Perbedaan Data Warehouse dan Data Mart yang Hampir Serupa
Itulah penjelasan singkat dari Jobnas.com perihal UX case study dan bagaimana cara membuatnya. Asal kamu bisa memilih proyek yang tepat dan menjelaskannya dengan menarik tentu akan lebih mudah dan sudah tentu para rekruter dan calon klien akan tertarik.
Baca SelengkapnyaInilah 7 Perbedaan Data Warehouse dan Data Mart yang Hampir Serupa
Jobnas.com - Data mart dan data warehouse adalah dua teknologi yang kerap membingungkan. Padahal, keduanya menjadi teknologi penting bagi sebuah perusahaan. Apalagi untuk mengelola dan memelihara data, data warehouse dan data mart sama-sama penting. Meski begitu, keduanya tetap memiliki perbedaan. Jobnas.com telah merangkum perbedaan keduanya di bawah ini :
1. Definisi
Untuk membedakan apa pun itu, hal yang terutama mencolok adalah soal definisi, begitu pula terkait definisi dari keduanya. Salah satu cara agar kita bisa paham sepenuhnya tentang yang membedakan dua teknologi ini, adalah memahami definisi keduanya dengan baik.
Baca Juga : Ingin Jadi Sales Representative yang Profesional? Wajib Kuasai 5 Skill Ini
Dikutip dari Stitch Data, data warehouse adalah sebuah gudang yang menyimpan data historis sebuah perusahaan dari sumber-sumber yang berbeda. Teknologi ini merupakan bagian dari ilmu data analytics. Sedangkan, data mart memang cukup mirip dengan data warehouse. Namun yang membedakan ialah data mart hanya menyimpan data dari departemen spesifik saja dari sebuah perusahaan.
Contohnya, data mart hanya menyimpan data sales saja, finance saja, atau HR saja. Sedangkan data warehouse bisa memasukkan data ke dalam data mart dan juga sebaliknya.
2. Desain
Aspek kerumitan desain data merupakan hal yang membedakan lainnya dari keduanya. Proses desain data warehouse lebih sulit dibanding data mart. Sebabnya, data warehouse mungkin saja menggunakan model dimensional. Sedangkan, data mart menggunakan star schema.
3. Tujuan
Mewujudkan pengelolaan data perusahaan yang terintegrasi serta jelas merupakan tujuan dari data warehouse. Sementara, data mart digunakan hanya untuk sebuah divisi khusus saja. Dengan demikian, data mart tidak dibuat dengan cakupan fokus yang luas.
4. Waktu Implementasi
Proses implementasi data warehouse dan data warehouse adalah salah satu perbedaan yang cukup menonjol juga, karena cakupannya yang berbeda. Data warehouse yang memiliki fokus serta cakupan lebih besar membutuhkan proses implementasi yang lebih lama.
Bahkan, data warehouse bisa membutuhkan waktu mulai beberapa bulan hingga beberapa tahun. Sementara itu, proses implementasi data mart lebih pendek, biasanya hanya beberapa bulan saja.
5. Penggunaan
Perbedaan antara data warehouse dan data mart lainnya adalah penggunaannya. Data warehouse memiliki data yang lebih banyak dan mengintegrasi seluruh data perusahaan. Oleh karena itu, biasanya data warehouse digunakan untuk mengambil keputusan strategis perusahaan. Di sisi lain, data mart yang memiliki data lebih sedikit dan khusus cenderung digunakan untuk membuat keputusan taktis saja.
Baca Juga : 6 Tips Membuat Executive Summary atau Ringkasan Eksekutif
6. Tipe Data
Data yang disimpan dalam data warehouse bersifat lebih lengkap dan rinci. Sedangkan dalam data mart datanya biasanya lebih terbatas dan singkat karena data mart hanya dibuat untuk departemen atau kelompok tertentu.
7. Ukuran
Ukuran menjadi salah satu aspek lainnya yang membedakan antara data warehouse dengan data mart. Secara ukuran, data warehouse lebih besar dari data mart, yaitu 100 GB. Sedangkan data mart biasanya kurang dari 100 GB.
Baca juga: Benarkah Delirium Gejala Awal Virus Corona? Simak Selengkapnya di Sini!
Itulah penjelasan Jobnas.com terkait 7 perbedaan data warehouse dan data mart yang perlu kamu pahami. Setelah membaca ketujuh poin tersebut, diharap kamu lebih mengerti perbedaan dari keduanya. Saat ini, penyimpanan dan pengolahan data adalah hal yang sangat dibutuhkan bisnis apapun.
Baca SelengkapnyaBenarkah Delirium Gejala Awal Virus Corona? Simak Selengkapnya di Sini!
Jobnas.com - Badan kesehatan Internasional, WHO resmi menetapkan delirium sebagai gejala baru pandemi Covid-19, menjelang tahun baru 2021. Delirium umumnya dikaitkan dengan kesehatan mental. Ia tak hanya mengganggu psikis pengidap, tetapi juga kebugaran fisik mereka.
Baca Juga : Apa itu Inflasi? Berikut Penjelasan Lengkap beserta 4 Penyebab Terjadinya Inflasi
Akan tetapi, banyak pengidap yang meremehkannya, karena efeknya yang samar dan tak nampak jelas. Nah, pada artikel ini Jobnas.com akan menjelaskan terkait beberapa hal tentang delirium. Yuk, simak penjelasannya !
Apa Itu Delirium?
Seperti dilansir dari CNN Indonesia, delirium merupakan sebuah kondisi di mana penderita mengalami rasa bingung karena kesadaran yang terus berkurang. Akibatnya, hal ini perlahan akan mengganggu fokus hingga cara berpikir dan berperilaku mereka. Selain itu, penyakit ini juga bisa menyebabkan berbagai permasalahan lainnya, seperti merusak pola tidur hingga gangguan ingatan.
Penelitian di Universitas Oberta de Catalunya, Spanyol, menjelaskan apabila tak segera diperiksa, penyakit ini bisa menyebabkan kerusakan berlanjut pada mental dan otak pasien.
Hubungan Delirium dengan Covid-19
Dilansir dari Detik Health, delirium umumnya terjadi beriringan dengan gejala Covid-19 lainnya, seperti hilangnya indera penciuman dan sesak napas. Selain itu, studi yang diterbitkan Journal of Clinical Immunology and Immunotherapy tersebut juga menekankan hubungan virus Corona dengan otak manusia sebagai sumber utama saraf.
Para pakar dan peneliti memerikan bahwa Covid-19 mengambil andil dalam perubahan neurokognitif dalam otak. Permasalahan inilah pada akhirnya akan menyebabkan sakit kepala dan delirium.
Baca Juga : 5 Tips Membuat Instagram Live yang Menarik Banyak Followers
Pemicu Delirium
Menurut Mayo Clinic, gejala delirium bisa berkembang dengan pesat, dalam waktu beberapa jam atau beberapa hari. Efeknya pun bisa fluktuatif selama sepanjang hari. Tetapi, akan ada periode di mana tak nampak adanya gejala sama sekali. Tentu gejala-gejala yang timbul ini tentunya memiliki beragam pemicu. Mulai dari kondisi psikis hingga kesalahan-kesalahan kecil yang tak luput dilakukan manusia.
Lalu, seperti apa penyebab munculnya delirium pada pasien-pasien Covid-19? Berikut penjelasannya:
1. Hypoxia
Hypoxia adalah pemicu pertama penyakit delirium pada pengidap virus corona. Kondisi semacam ini terjadi saat jaringan otak manusia kekurangan kadar oksigen untuk memproses seluruh tubuh. Hal ini dapat menyebabkan pembengkakan saraf dan edema. Bahkan, bila tak segera dirawat, hypoxia bisa merusak hingga mengubah fungsi otak penderitanya.
2. Peradangan
Peradangan disebut juga dengan badai sitokin, merupakan sebuah kondisi di mana sistem kekebalan tubuh menjadi terlalu aktif. Hal ini bukanlah suatu kondisi yang baik, bila kekebalan tubuh terlalu sibuk, ia bisa merusak atau mengubah fungsi otak.
3. Toksisitas Neural
Toksisitas neural adalah pemicu delirium berikutnya. Kondisi satu ini merupakan komplikasi yang terjadi saat Covid-19 secara langsung menyerang fungsi saraf hingga tingkat sel. Meskipun jarang terjadi, kamu tetap perlu waspada dengan gejala berbahaya ini.
Di samping itu, gejala Covid-19 yang sering mengganggu pekerja dan lanjut usia ini juga memiliki penyebab lainnya. Seperti dilansir dari Kompas, berikut di antaranya :
- Malnutrisi, dehidrasi
- Kurang tidur
- Tekanan emosional yang besar
- Demam atau infeksi akut
- Paparan toksin dalam tubuh, disebabkan oleh obat atau karbon dioksida
- Penyakit parah lainnya
Ciri-Ciri Orang yang Mengalami Delirium
Kamu tentu perlu mengetahui ciri-ciri yang kerap timbul saat seseorang mengalami delirium. Meskipun tidak terlalu tampak pada kesehatan mental seperti dampak Covid-19, kamu harus tetap memahami gejala-gejalanya.
Baca Juga : Pentingnya Pengembangan Pelanggan dalam Strategi Perencanaan Bisnis
Hal ini penting agar jika kamu sebagai pekerja, pekerja, kamu dapat dengan segera mengantisipasinya bila terjadi pada diri sendiri. Dilansir dari Mayo Clinic, berikut ini merupakan ciri-ciri orang dengan gejala delirium :
- Tidak bisa fokus, bahkan pada pekerjaan yang simpel dan praktis
- Disorientasi, kerap merasa bingung dan tersesat
- Konsentrasi dapat teralihkan dengan mudah
- Menarik diri dari interaksi sosial yang terjadi di lingkungan hidup
- Sulit berbicara atau merespon saat sedang berbincang
Itu dia serba-serbi delirium yang telah Jobnas.com rangkum khusus untuk kamu. Pada intinya, penyakit ini telah dinobatkan sebagai gejala awal saat seseorang terpapar virus Corona. Sebagai pekerja, tentunya kamu memiliki berbagai kewajiban yang harus kamu tunaikan.
Tak hanya perihal pekerjaan, namun juga kesehatan yang penting untuk menunjang produktivitas. Oleh karena itu, bila kamu merasa memiliki gejala-gejala di atas, Jobnas.com menyarankanmu untuk beristirahat dan segera melaporkannya pada ahli medis.
Baca Selengkapnya