Blog Jobnas
Halaman artikel blog terbaru di Jobnas.com.EdTech, Sebuah Harapan, Prospek, dan Alternatif Baru Bagi Calon Guru
Jobnas.com - Tentunya, pertumbuhan startup juga memiliki kontribusi tersendiri bagi perkembangan industri pendidikan. Kontribusi itu ditandai dengan pesatnya pertumbuhan EdTech (teknologi pendidikan) yang makin menjadi.
Selain itu Edtech dapat berperan ganda yaitu dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, dan juga menjadi alternatif karir baru bagi calon guru. Mempunyai karier dalam hal belajar dan mengajar, seseorang seringkali hanya berfokus pada lembaga atau institusi pendidikan tertentu.
Bahkan, sampai saat ini, persaingan semakin sulit dan semkin ketat kamungkinan besar peluangnya pun semakin sedikit. Dengan EdTech, para lulusan pendidikan baru dapat memiliki lebih banyak peluang karir.
Dengan begitu EdTech membuka prospek anyar untuk lulusan pendidikan yang tidak melulu harus mengajar di sekolah, lembaga pendidikan, dan lembaga penelitian.
Memang, apa sih sebenarnya edtech itu? Pada artikel kali ini, Jobnas akan menjelaskannya kepada kalian secar tuntas. Maka, bacalah sampai selesai biar kalian bisa memahaminya!
Definisi EdTech
Edtech sendiri berasal dari gabungan dua kata yaitu “pendidikan” dan “teknologi”. Jika boleh mengutip penjelsan dari Investopedia, EdTech merupakan platform atau wadah untuk memberikan pendidikan berbasis teknologi.
Seperti institusi atau lembaga pendidikan pada umumnya, edtech mensyaratkan guru atau instruktur dapat memberikan materi kepada anak didiknya.Tidak hanya bahan ajar di sekolah, teknologi pendidikan juga mencakup berbagai kursus pelatihan soft skill dan hard skill untuk berbagai bidang.
Jenis Teknologi Pendidikan
1. Pembelajaran Daring atau E-learning
Jenis startup edtech yang pertama adalah e-learning. Artinya, startup ini menyediakan forum untuk menampilkan materi e-learning melalui berbagai konten interaktif, video on demand, dan live tutorial.
Secara umum di negara kita Indonesia tercinta, layanan e-learning paling banyak digunakan oleh masyarakat. Dewasa ini, selain selain pemainnya yang kian memuncak edtech dengan e-learning, tipe ini juga sudah lama hadir di Indonesia dengan Zenius pada tahun 2004.
2. Sistem Manajemen Pembelajaran (LMS)
Pada kategori berikutnya adalah sistem yang berjenis manajemen pembelajaran. (LMS) Learning Management System itu sendiri membantu untuk merencanakan kegiatan pembelajaran. Sistem ini dapat digunakan oleh organisasi atau individu, misalnya digunakan untuk mengelola kegiatan belajar mengajar dan memasarkan materi pembelajaran.
3. Perangkat Lunak sebagai Layanan (SaaS)
Selain jenis yang kedua itu, ada juga startup Edtech yang menawarkan software atau layanan yang menawarkan SaaS. Biasanya, Edtech SaaS di Indonesia lebih menyasar tingkat SD, SMP, dan SMA dengan digitalisasi proses bisnis, seperti absensi, manajemen, dll. Mereka sering bermitra dengan lembaga atau organisasi pendidikan konvensional yang ingin bearanjak ke dunia digital.
4. Massive Open Online Course (MOOC)
Pada jenis yang keterakhir ini disebut dengan MOOC. Massive Open Online Course ialah metode pendidikan gratis dapat diakses oleh siapa saja, dan di mana saja tak terbatas pada kelas social masyarakat dan lainnya. Namun, biasanya metode ini dilakukan secara jarak jauh.
Mereka membantu menawarkan kursus tingkat perguruan tinggi untuk mendapatkan sertifikat dari universitas ternama. Ada beberapa platform teknologi pendidikan semacam itu. Diantaranya adalah Coursera, Udacity, edx, Khan Academy dan Duolingo.
Pertumbuhan Startup Edtech di Indonesia
Dewasa ini, edtech mulai berkembang pertumbuhan startup teknologi pendidikan mulai terasa sekitar tahun 2015. Tentunya dengan perkembangan tersebut terjadi pemerataan akses teknologi informasi di seluruh Indonesia.
Selain itu, keberadaan kartu prakerja juga membuka pemikiran bahwa pendidikan tidak harus diberikan secara langsung. Dengan metode dan sistem yang tepat, akses pendidikan berbasis teknologi dapat sangat membantu peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.
Jika boleh mnegutip berita Liputan 6, ada sekitar 44 edtech di Indonesia yang masih aktif hingga saat ini. Jumlah ini juga disertai dengan tingkat pendanaan yang signifikan untuk masing-masing startup ini.
Hal ini tentunya menjadi pertanda baik bagi pertumbuhan teknologi pendidikan kita, baik dari segi peluang bisnis maupun lapangan kerja.
Peluang Kerja di EdTech
Jika kita menyaksikan secara langsung mengenai pertumbuhan Edtech, startup teknologi pendidikan ini menjadi sinyal yang kuat dan membuka pintu baru bagi calon guru untuk memiliki karir yang lebih baik lagi.
Mengenai pertumbuhan salah satu startup pendidikan di Indonesia, adalah Ruangguru. Dalam artikel tersebut, Ruangguru menyampaikan bahwa perkembangan teknologi pendidikan telah membuka banyak peluang bagi para guru di Indonesia.
Ruangguru sendiri memiliki lebih dari 6 juta pengguna dan telah mengelola lebih dari 150.000 guru yang menyediakan layanan untuk lebih dari 100 mata pelajaran. Ingat bahwa ada banyak startup di bidang pendidikan di Indonesia.
Setiap startup membutuhkan seorang guru untuk dapat memberikan materi bagi pengguna. Artinya, permintaan guru yang bisa mengajar di platform edtech terus meningkat.
Contoh startup EdTech di Indonesia
1. Ruangguru
Technologi pendidikan yang sangat popular di Indonesia saat ini adalah Ruangguru. Startup tersebut dirintis oleh Belva Devara dan Irman Usman ini menawarkan pedagogi yang beragam, baik materi sekolah maupun pengembangan keterampilan dan lain-lain.
2. Pendidikan Zenius
Salah satu pelopor edtech di Indonesia adalah Zenius Education yangsudah berdiri pda tahun 2004. Pendidikan Zenius adalah merupakan platform yang menyediakan pendidikan dan pelatihan online di berbagai bidang perkembangnnya pun sangat pesat sehingga ia menjadi salah satu platfrom pendidikan ternama.
3. Hacktiv8
Kemudian yang ketiga ada Hacktiv8. Startup edtech ini lebih fokus mengembangkan skill di bidang teknologi melalui program pelatihan. Tidak hanya itu, Hacktiv8 juga dapat menghubungkan Anda dengan perusahaan yang bekerjasama dengannya.
4. Arkademi
Lalu ada Arkademi yang menawarkan berbagai kursus pelatihan profesional secara online. Ini memungkinkan Anda untuk mengeluarkan potensi Anda di mana saja dan kapan saja.
Kemudian inilah kesimpulan akhir dari penjelasan Jobnas di atas Mengenai tentang apa itu edtech dan bagaimana edtech dapat meningkatkan peluang karir seorang guru. Singktnya, Platfrom ini membuktikan bahwa seorang calon guru memiliki peluang karir yang seluas profesi lainnya.
Baca juga:
Baca juga: Kuasai 8 Teknik Presentasi Pitching Biar Lebih Efektif dan Kelihatan Memukau di Mata Audiens
Jika kalian tertarik untuk berkarir di luar pendidikan, maka kalian bisa melihat berbagai lowongan kerja dan mendaftar diri di Jobnas.com. di sana juga membuka langganan bulletin. Ayo buruan dapatkan sekarang juga!
Baca SelengkapnyaKuasai 8 Teknik Presentasi Pitching Biar Lebih Efektif dan Kelihatan Memukau di Mata Audiens
Jobnas.com - Presentasi tidak hanya tentang bagaimana cara membuka dan menutup prmbahasan, tetapi juga tentang menyampaikan gagasan secara keseluruhan.
Yang disebut dengan “Presentasi Pitching” ialah peluang untuk "menjual" bisnis kalian dalam jangka pendek kepada calon investor, pelanggan, dan mitra bisnis. Maka dari itu, diperlukan teknik presentasi yang efektif untuk menarik perhatian para calon pembeli.
Jadi, apakah kalian sedang atau bahkan mempersiapkan diri untuk melakukan presentasi? Setelah habis kalian baca artikel tak perlu bingung lagi. Di sini Jobnas akan membagikan tips tentang presentasi supaya bisa memukau di mata audiens.
Teknik Presentasi yang Efektif untuk Mempresentasikan Ide
Factor terpenting supaya bisnis kalian bisa sukses bukan tergantung pada presentasi atau Ficthing.
Teknik presentasi Ficthing ini semacam keterampilan yang wajib dimiliki oleh orang yang sedang merintis bisnis juga pada orang-orang yang bekerja di dalamnya.
1. Jangan Memperpanjang Waktu, 15 Menit Sudah Cukup
Kebanyakan orang sat melkukan presentasi sampai 1 jam. Dan kebanyakan juga orang yang seperti itu saat melakukannya hanya ingin memperpanjang waktu saja, mereka terlalu bertele-tele dalam menyampaikan satu hal. Sedangkan, bertele-tele bukanlah teknik presentasi yang efektif.
Audiens yang mendengarkan merasa bosan sedangkan mereka memiliki rencana atau aktivitas lain yang juga penting.
Oleh karena itu, Jobnas.com menyarankan kepada kalian waktu maksimal 15 menit untuk mempresentasikan ide atau gagasan kalian. Gunakan waktu yang terbatas ini untuk segera memusatkan perhatian mereka pada pokok pembicaraan yang paling penting.
2. Teliti Audiens yang Menjadi Sasaran Kalian
Jadi, agar sesuai dengan semua poin kunci yang ingin kalian sampaikan dalam durasi waktu 15 menit itu, mulailah dengan meneliti siapa target audiensnya. Sedangkan tujuannya agar kalian dapat menyesuaikan teknik presentasi dengan gaya yang mereka sukai.
Pertama, cari tahu demografi mereka; meliputi usia, jenis kelamin, budaya (pengetahuan, sikap, keyakinan dan nilai) dan tingkat pendidikan. Kedua, cari tahu apa yang mereka suka/tidak suka dan apa yang menurut mereka benar atau salah. Terakhir, tentukan tipe orang seperti apa mereka, jika termasuk:
- Kelompok “Penghuni” (Awam):
Tidak ada pengetahuan khusus di bidang ini, juga bukan sekelompok ahli. Mereka sering membutuhkan informasi yang lebih umum.
- Grup “Manajemen":
Memiliki pengetahuan yang cukup di bidang yang relevan. Anda harus memfokuskan presentasi Anda pada informasi latar belakang, fakta, atau statistik yang diperlukan untuk membantu mereka membuat keputusan.
- Kelompok “Ahli” (Experts):
Mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan di bidang ini. Selain itu, mereka mahir dalam presentasi serta grafik dan gambar.
Analisis demografis bertujuan untuk membantu kalian agar bisa memilih kosa kata dan gaya bahasa yang ditargetkan dengan sempurna dalam presentasi kalian berikutnya.
3. Mencari Tahu Siapa Pembuat Keputusannya
Teknik presentasi kalian tidak akan berhasil jika tidak menargetkan pengambil keputusan. Percayalah, kalian tidak ingin membuang waktu dan energi kalian untuk memberikan presentasi di depan orang yang tidak memiliki kekuatan untuk mengambil keputusan.
Jadi, sebelum hari H, buatlah daftar orang-orang yang akan menghadiri pertemuan pitch and inquiry:
- Siapa pembuat keputusan utama dan berhak mengatakan “Lakukan sekarang!
- Apakah kalian mendekati orang ini secara langsung?
- Jika tidak, siapa di antara hadirin yang dapat membantu kalian menghubungi pembuat keputusan?
Jika kalian sudah mengetahui pembuat keputusan (atau seseorang yang terlibat) dalam rapat sangat penting agar promosi 15 menit kalian menjadi lebih efektif dan memukau.
4. Menggunakan Metode 3W untuk Menyempurnakan Ide
Jika kalian mempunyai keinginan misalkan ketika audiens keluar dari ruangan untuk mengingat dan berinteraksi dengan ide kalian. Maka, teknik penyajian formula 3W adalah cara yang paling sederhana namun paling efektif untuk mencapai hal tersebut.
Rumusan 3W di antaranya:
a. Who (Siapa)
Siapa sebenarnya audiens kalian, di sini kalian dapat mengetahuinya ketika kalian sudah menerapkan tips yang nomer dua di atas. Dengan mempelajari sebanyak mungkin tentang orang yang akan kalian temui secara tidak langsung kalian bisa menerka siapa yang akan jadi audiens. Sebagai contoh: Pengusaha dan inovator berusia 25-35 tahun berbasis di Jakarta.
b. Why (Mengapa)
Mengapa mereka harus mendengarkan presentasi kalian? Dengan adanya pertanyaan dasar seperti itu, kalian dari sekarang bisa menuliskan alasan apa pun yang dapat kalian pikirkan yang terkait dengan ide besar presentasi.
Sebagai contoh:
- Masalah atau pertanyaan apa yang dapat kalian hilangkan?
- Risiko atau ketakutan apa yang dapat kalian hindari?
- Bagaimana ide kalian dapat membantu mereka mencapai lebih dari apa yang mereka inginkan?
c. What (Apa)
Apa yang akan kalian katakan untuk membantu mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan? Bagaimana ide kalian bisa bermanfaat bagi mereka?
Para audiens pasti menginginkan apa yang kalian berikan kepada mereka. Jadi untuk menjelaskan ketiganya, kalian dapat menggunakan salah satu konstruksi ini untuk digunakan saat hendak melakukan presentasi nanti:
"Saya akan menunjukkan kepada kalian bagaimana [nama ide] dapat membantu [audiens atua target] mencapai [hasil yang diinginkan]."
“Masalah dengan [solusi saat ini] adalah [masalah spesifik yang dimiliki audiens target]. Itu sebabnya kami punya [ide]."
5. Menggunakan Visualisasi Data Sederhana dalam Presentasi
Jika kalian saat melakukan presentasi sambil menyajikan permainan yang banyak dan informatif tidak akan bisa efektif bila durasi waktu presentasi hanya 15 menit.
Pitching deck terlalu “menyenangkan” bahkan lebih sulit dipahami. Penonton harus menebak informasi mana yang paling berguna bagi mereka dan mana yang tidak. Misalnya, idealnya data kalian harus ditampilkan secara berurutan atau kronologis jika ingin menunjukkan pertumbuhan.
Cara yang kelima ini sangat direkomendasikan agar kalian lebih selektif tentang jenis data yang ingin kalian tampilkan. Cobalah membuat satu slide untuk setiap topik pembicaraan.
Jika metrik cukup penting untuk disampaikan dan kalian ingin audiens mengingatnya, maka metrik tersebut layak mendapatkan slide tersendiri. Jika memungkinkan, buat grafik atau bagan yang mudah dibaca.
Hindari menggunakan poin-poin. kalian dapat menggunakan pemformatan kreatif untuk menyorot angka yang ingin dilihat investor jika tidak ada informasi lain di slide.
6. Tampilkan Poin Paling Menarik dari Awal
Ada yang mengatakan waktu ibarat pedang. Tentunya setiap menit yang kalian lewati itu sangat berarti. Apalagi jika kalian hanya memiliki waktu singkat untuk melakukan penawaran atau presentasi. Jadi, pastikan audiens kalian memiliki 2-3 informasi terpenting tentang ide kalian dalam 30 detik pertama dalam presentasi.
Harus memenangkan fokus dan perhatian penonton dengan segera atau secepatnya. Untuk memastikan mereka tidak kehilangan fokus setelahnya, kalian harus memberikan "peta" tentang bagaimana presentasi akan berlangsung, dan juga memberikan "penanda" sepanjang presentasi untuk menunjukkan aspek yang paling menarik dalam presentasi kalian.
7. Persuasi dengan Mendongeng
Yang perlu diingat oleh kalian saat melakukan presentasi ialah ketika mendikte atau membaca konten di slide tidak cukup dan maksimal. Kalian bisa meyakinkan publik melalui cerita.
Kalian dapat membagikan apa yang membuat kalian ingin memulai ide, cara kerjanya, dan bagaimana ide kalian dapat membuat hidup orang lain lebih mudah. Buat cerita pribadi. Dengan cara ini, presentasi kalian akan menjadi hidup dan para audiens akan lebih tertarik untuk mendengarkan.
Jika kalian berhasil melibatkan setidaknya satu audiens kalian dalam cerita, mereka akan lebih terbuka dan menerima pendapat, saran, dan saran kepada kalian. Untuk memberi kesan bahwa itu bukan "bercerita", sisipkan beberapa fakta faktual yang mungkin menarik perhatian mereka.
8. Berlatih Berbicara dengan Tes Grandma
Biasanya apabila kita melakuka presentasi di depan orang yang sudh lebih pakar dari kita. Kita merasa insecyur, jadi yang perlu dicatat, pastikan presentasi kalian dapat dipahami oleh semua orang.
Taktik “Tes Grandma” ini sangat ampuh untuk membuktikan apakah presentasi kalian bagus atau tidak. Sederhananya, nenek (bahkan cucu) dapat memahami apa yang kalian katakan atau mendapatkan inti dari ide yang kalian sampaikan.
Caranya adalah dengan berlatih terlebih dahulu dengan orang lain yang bukan rekan kerja atau satu departemen. Jika mereka tidak mengerti, itu berarti penjelasan kalian rumit atau idenya tidak cukup jelas untuk dipahami oleh orang banyak.
Jadi sekarang kalian tahu apa saja teknik presentasi yang efektif untuk mempresentasikan bisnis. Cobalah terus berlatih di depan orang lain sampai Anda 100% yakin bahwa bahkan anggota keluarga kalian di rumah pun dapat memahami apa yang kalian katakan.
Baca juga: Pahami Apa Itu Buyback: Agar Sahammu Selamat
Dengan membaca terus konten-konten Jobnas kalian akan menemukan banyak ide dan tips mengenai presentasi. Tunggu apa lagi silakan baca terus konten kami dan bergabunglah. Gratis!
Baca SelengkapnyaContohlah Perjalanan 9 Tokoh Muda Indonesia Inspiratif Ini !
Jobnas.com-Jika semangatmu kian memudar karena kurang motivasi dan inspirasi, barangkali kamu perlu mengidolakan sosok yang inspiratif dan penuh perjuangan ini. Ya, 9 tokoh muda Indonesia yang akan memotivasimu. Siapa saja mereka? Inilah 9 tokoh muda Indonesia inspiratif yang patut kamu contoh.
Tokoh Muda Inspiratif dari Indonesia
1. Founder Sayurbox, Amanda Susanti
Amanda Susanti memutuskan resign dari pekerjaannya dan membangun Sayurbox karena dilatarbelakangi adanya permasalah petani lokal yang kesulitan memasarkan hasil panennya. Melalui Sayurbox, Amanda bertekat untuk memutus rantai distribusi hasil panen petani lokal.
Baca Juga: Sebelum Mulai Investasi Pahami Dulu 5 Perbedaan Reksa Dana Syariah dan Konvensional
Menurut Republika, Amanda merasa bahwa petani sudah sepatutnya mempunyai kesempatan lebih banyak untuk memasarkan hasil panennya.
Sayurbox berdiri pada 2016 dan hingga kini telah membantu masyarakat untuk mendapatkan sayur-mayur dan buah-buahan yang segar langsung dari petaninya. Di samping membantu masyarakat, Amanda dan 80 karyawannya telah membantu para petani untuk memahami kebutuhan pasar.
Atas usahanya, Amanda menjadi salah satu tokoh muda inspiratif “30 under 30” dari Forbes Asia pada tahun 2020.
2. Penyanyi, Maudy Ayunda
Maudy Ayunda masuk dalam jajaran tokoh muda inspiratif berikutnya. Penyanyi berusia 25 tahun ini populer berkat suaranya yang apik serta kepiawaiannya berakting di berbagai film.
Perahu Kertas ini juga dikagumi banyak orang karena keputusannya untuk mengambil double degree di bidang pendidikan dan bisnis tahun lalu juga membuat kagum banyak orang. Sebab itulah Maudy tetap memprioritaskan pendidikan meski telah sukses menjadi penyanyi dan aktris terkenal.
Menurut IDN Times salah satu kunci bagi Maudy untuk bisa membagi waktu antara karir dan pendidikannya adalah dengan adanya sikap positif dan fleksibel.
Lebih dari itu, Maudy juga aktif berkegiatan sosial. Maudy ditunjuk menjadi duta besar yang membagikan pesan untuk melawan perbudakan modern seperti kerja paksa dan kerja berbahaya.
Kepeduliannya terhadap sesama mendorongnya untuk melakukan kampanye bernama Kejar Mimpi. Kampanye ini dilakukan untuk menginspirasi anak muda untuk mengejar cita-citanya.
3. Founder dan CEO Evo & Co, David Christian.
David Christian CEO Evo & Co merupakan tokoh muda yang inspiratif selanjutnya. CEO Evo & Co, David Christian merupakan perusahaan yang memproduksi alternatif plastik berbahan rumput laut.
Kesadarannya terhadap lingkungan diawali saat melihat banyaknya sampah plastik yang tidak terkelola di Indonesia. Melalui latar belakang itulah David kemudian melakukan eksperimen untuk menemukan alternatifnya.
Eksperimen tersebut menghasilkan berbagai barang kebutuhan sehari-hari yang terbuat dari bahan alami. Hal itu mulai dari pembungkus makanan dari rumput laut, hingga berbagai alat makanan berbahan bambu atau kayu.
Di lingkungan industri, David dan timnya juga meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan. Melalui kerja sama, David mengajak berbagai perusahaan terutama industri FMCG untuk melakukan sustainable living.
Kepeduliannya terhadap lingkungan juga menjadi salah satu motivasinya melakukan kampanye bernama Rethink Campaign. Melalui kampanye ini, David mengajak masyarakat untuk mengurangi konsumsi plastik.
4. Seniman visual, Muchlis “Muklay” Fachri
Salah satu seniman visual yang cukup terkenal di Indonesia adalah Muchlis Fachri, atau kerap disapa Muklay. Karyanya telah banyak dikenal melalui kolaborasinya dengan berbagai brand.
Muklay adalah salah satu seniman Indonesia yang berhasil membawa karyanya pada berbagai pameran internasional seperti Korea Selatan dan Jepang. Karya-karyanya pun beberapa di antaranya dapat digunakan, seperti sepatu, tumbler, baju, dan motor.
Karya-karyanya merupakan kombinasi dari seni pop dan surealisme dengan warna-warna yang cerah. Melalui wawancaranya dengan Manual, Muklay menyebut bahwa sosialisasi adalah hal yang penting sebagai seniman. Sebab, kemampuan inilah yang pada akhrinya membantu karirnya menjalin kerja sama dengan banyak pihak.
Berkat kolaborasi, Muklay bisa menjangkau lebih banyak penikmat seni. Selain itu, kolaborasi membantu Muklay untuk menyampaikan berbagai pesan melalui karyanya. Sebagai tokoh muda yang inspiratif, Muklay dinobatkan sebagai salah satu penyandang predikat “30 under 30” oleh Forbes Indonesia.
5. Content Creator, Jerome Polin
Barangkali, nama seorang Jerome Polin sudah sering sudah sering kamu lihat di mana-mana. Ya, dia merupakan seorang YouTuber, yang pernah kuliah di Jepang dengan beasiswa. Ia memulai karirnya dengan berfokus membuat konten tentang tips belajar bahasa Jepang.
Baca Juga: Cara Mendapatkan Bantuan Modal Usaha UMKM 2023
Seiring berjalannya waktu, konten yang ia buat semakin variatif, termasuk konten memperkenalkan budaya dan makanan Indonesia pada teman-temannya di Jepang. Namun, yang membuat banyak orang akhirnya takjub dengannya adalah karena ia sangat pintar matematika.
Saat ini, Jerome sudah berhasil lulus dari Waseda University. Tak hanya fokus membuat konten, Jerome terus mengembangkan diri menjelajahi dunia bisnis dengan kakaknya, Jehian Panangian Sijabat.
6. Content creator TikTok,Vina Muliana
Vina Muliana merupakan tokoh muda inspiratif selanjutnya. Ia merupakan seorang content creator di TikTok. Namanya barangkali sudah tidak asing lagi di telinga Jobseeker. Vina telah membantu banyak orang yang memiliki kesulitan dan kebingungan mengenai pencarian kerja.
Melalui akun TikTok-nya, ia selalu membagikan tips penting seputar wawancara kerja, memaksimalkan LinkedIn, personal branding, dan lain sebagainya.
Berkat jasanya yang sangat besar, banyak orang berbondong-bondong mengikuti Vina di TikTok (@vmuliana). Hingga Oktober 2022, terpantau pengikutnya sudah sampai 4,9 juta. Pada tahun 2022 ini, Vina bahkan berhasil masuk ke dalam Forbes 30 Under 30 bersama tokoh muda Indonesia inspiratif lainnya.
7. Co-founder Greenly, Liana Gonta Widjaja
Liana Gonta Widjaja memulai karirnya karena dilatarbelakangi oleh adannya masyarakat Indonesia yang masih belum bisa menjaga gaya hidup sehat, seperti berkomitmen untuk mengonsumsi minuman dan makanan sehat. Hal ini disebabkan karena salah satu faktornya adanya akses minuman dan makanan sehat yang masih terbatas.
Utuk itulah ia kemudian mendirikan Greenly, sebuah startup F&B ritel yang menyediakan makanan dan minuman dari bahan alami. Liana juga ternyata memiliki latar belakang pendidikan yang sejalan dengan bisnis yang ia kembangkan, yaitu bidang nutritional science, dietetics dari University of California.
Selain menginspirasi anak muda untuk memulai bisnis, Liana juga berkontribusi untuk mengampanyekan pentingnya menjaga pola hidup sehat kepada masyarakat Indonesia.
8. Aktris dan aktivis, Dian Sastrowardoyo
Dian Sastrowardoyo merupakan seorang aktris legendaris pemeran film Ada Apa Dengan Cinta. Selain menjadi seorang aktris, ia juga merangkap menjadi seorang aktivis sosial.
Bersama Hoshizora Foundation dan kitabisa.com, Dian ikut serta dalam pendirian yayasan beasiswa pada tahun 2009. Beasiswa ini diprioritaskan untuk perempuan Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan namun terhalang oleh keterbatasan ekonomi.
Tak hanya di bidang pendidikan, Dian Sastro juga tercatat pernah aktif menyuarakan isu perempuan dan ikut Women’s March beberapa tahun silam. Pada tahun 2017, Dian Sastro pernah berpidato di acara Bali Democracy Students Conference (BDSC).
Dalam pidatonya, ia berpesan pada peserta untuk mewariskan kebebasan (freedom), harapan (hope), dan perdamaian (peace) untuk generasi-generasi selanjutnya.
9. Aktris dan aktivis, Nadine Chandrawinata
Serupa dengan Dian Sastro, aktris Indonesia yang satu ini juga ternyata seorang aktivis, lho. Yang membedakannya dengan Dian Sastro adalah Chandrawinata lebih berfokus pada masalah lingkungan.
Bersama Dinni Septianingrum, ia berkomitmen untuk menjaga lingkungan dengan cara menginisiasi Sea Soldier, sebuah organisasi yang bergerak di bidang pelestarian lingkungan dan laut.
Baca Juga: Tingkatkan Popularitas Situsmu dengan Guest Blogging, Strategi Menulis di Situs Lain
Karena kesadaran ini telah tumbuh sejak Nadine kecil, tak ayal apabila saat ini ia tumbuh sebagai seseorang yang peduli lingkungan. Beberapa kegiatan Sea Soldier di antaranya adalah menanam pohon mangrove di pantai, membersihkan sampah di sekitar pantai, dan menyelenggarakan pelatihan ecobrick (pembuatan blok bangunan dari botol plastik). Hingga kini, Sea Soldier masih beroperasi hingga saat ini di 15 kota di seluruh Indonesia.
Itulah dia 9 tokoh muda yang telah Jobnas.com rangkum untukmu dan bisa dijadikan motivasi dan inspirasimu. Semoga kamu bisa mengikuti jejak-jejak mereka, ya !
Baca SelengkapnyaInilah Perbedaan Harga dan Nilai Saham
Jobnas.com-Jika kamu termasuk orang yang tertarik untuk terjun dalam investasi saham, kini saatnya kamu perlu mengetahui terlebih dahulu terkait perbedaan antara harga dan nilai saham agar supaya kamu tidak kebingungan. Sebagai pemula, kamu perlu mengetahui terkait hal tersebut.
Untuk mempelajarinya pun tentu sangat mudah, sehingga kamu tidak perlu minder. Dengan mempelajarinya, kamu jadi lebih paham mana hal yang perlu kamu pertimbangkan sebelum membeli saham.
Oleh karen itu, di artikel ini Jobnas.com akan menjelaskan mengenai perbedaannya dengan jelas. Tak perlu berlama lagi, yuk baca selengkapnya !
Baca Juga: Perbedaan Aplikasi Native, Hybrid, dan Web yang Perlu Kamu Ketahui
Perbedaan Harga dan Nilai Saham
Tidak sedikit orang yang mengira bahwa nilai suatu saham itu bisa diukur dari harganya. Padahal, jika dilihat lebih jauh, harga saham hanyalah menunjukkan angka yang disetujui oleh penjual dan pembeli. Harga saham menentukan di angka berapa suatu saham dapat diperjualbelikan.
Harganya pun akan naik jika terdapat lebih banyak pembeli dari pada penjual. Sebaliknya, harga saham cenderung akan turun apabila penjual lebih banyak dari pada pembeli.
Di sisi lain, nilai saham merupakan nilai intrinsik suatu perusahaan atau saham yang bisa jadi lebih tinggi maupun lebih rendah dari pada harga sahamnya.
Menurut Corporate Financial Institute, kamu akan dapat mengetahui apakah suatu saham sedang undervalued atau overvalued di pasar saham hanya dengan menganalisis nilai saham.
Barangkali, mengincar saham undervalued bisa menjadi strategi yang baik bagi para investor karena bisa menemukan saham dengan harga rendah namun sebenarnya memiliki nilai tinggi.
Saham undervalued dinilai sebagai investasi yang secara konsisten dapat menghasilkan keuntungan dan bisa menjadi prospek investasi jangka panjang yang bagus.
Selain itu, untuk mengetahui perbedaan harga dan nilai saham juga bisa dilihat dari apa yang mempengaruhi keduanya. Berikut penjelasan lebih lengkapnya.
Beberapa hal yang Mempengaruhi Harga Saham
1. Permintaan investor
Karena nilai saham tidak bisa diukur dari banyaknya permintaan investor, jadi salah satu letak perbedaan antara harga dan nilai saham adalah permintaan investor.
Bukan berarti nilai saham tersebut juga tinggi hanya karena permintaannya tinggi. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, permintaan investor dapat mempengaruhi harga saham di pasaran untuk jangka pendek.
Jadi, tidak hanya berlaku pada transaksi jual beli produk sehari-hari, hukum supply & demand juga berlaku pada produk investasi, salah satunya saham.
2. Fluktuasi kurs mata uang
Alasan mengapa harga saham sangat fluktuatif adalah ditentukan oleh kuat lemahnya kurs rupiah terhadap mata uang asing.
Menurut OJK, perubahan kurs ini bisa menguntungkan maupun merugikan perusahaan. Jika perusahaan memiliki beban utang mata uang asing, kemungkinan besar pelemahan rupiah akan meningkatkan biaya operasional yang juga mengakibatkan menurunnya harga saham.
3. Pemberitaan media
Biasanya investor akan melakukan panic selling ketika perusahaan menghadapi suatu kontroversi atau skandal. Hal tersebut dilakukan karena mereka khawatir harga saham akan semakin turun.Ditambah lagi ketika mulai ada pendapat dari ahli atau seorang analis.
Baca Juga: Kalian Wajib Tahu Ini, 5 Cara Investasi Resmi dan Aman Paling Menguntungkan Hadapi Resesi
Sebaliknya, harga saham bisa jadi akan melonjak naik pula ketika ada pemberitaan baik. Sebagai investor, sebaiknya kamu benar-benar mengevaluasi nilai saham sebelum memutuskan untuk menjual atau membelinya karena mendengar berita tertentu.
4. Kondisi ekonomi
Menurut Advisor Channel, harga saham dipengaruhi oleh setidaknya 6 kondisi ekonomi makro, yaitu suku bunga, pertumbuhan ekonomi, likuiditas, inflasi, emerging market, dan kredit.
Sebanyak 90% perubahan harga saham dapat dijelaskan dengan kondisi 6 komponen di atas. Inilah yang menjadi salah satu perbedaan harga dan nilai saham karena nilai saham biasanya tidak terlalu dipengaruhi oleh kondisi makro ekonomi.
5. Laporan perusahaan
Biasanya ketika perusahaan merilis laporan keuangan selama periode tertentu dapat mempengaruhi permintaan investor. Nah, harga saham pada titik ini akan cenderung naik ketika perusahaan menghasilkan profit melebihi ekspektasi. Jadi, harga saham tidak hanya dipengaruhi oleh faktor eksternal tetapi juga internal perusahaan.
Beberapa Hal yang Mempengaruhi Nilai Saham
1. Profitabilitas perusahaan
Salah satu indikasi utama kesuksesan perusahaan di masa mendatang adalah profitabilitas perusahaan. Jika kamu termasuk investor yang berkenan berinvestasi pada perusahaan yang tidak memiliki prospek baik ke depannya, kamu dapat mempelajari proyeksi potensial keuntungan bisnis untuk mengukur nilai saham perusahaan tersebut.
Inilah yang menjadi alasan mengapa saham undervalued tidak selamanya buruk karena bisa jadi perusahaan pendatang baru ini memiliki profitabilitas yang tinggi.
2. Market share
Perusahaan yang memiliki market share yang tinggi artinya dapat bersaing dengan kompetitornya. Hasilnya, dividen untuk investor akan lebih besar karena keuntungan yang mereka raup juga semakin tinggi.
Baca Juga; Kalian Wajib Tahu Ini, 5 Cara Investasi Resmi dan Aman Paling Menguntungkan Hadapi Resesi
Pertimbangan inilah yang akhirnya menambah nilai saham di mata investor. Kecuali ada pemberitaan positif mengenai perusahaan yang berhasil meningkatkan market share-nya, hal ini merupakan perbedaan harga dan nilai saham karena market share tidak mempengaruhi harga saham secara langsung.
3. P/E ratio
Rasio yang digunakan untuk menilai seberapa besar kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih adalah P/E ratio atau price earning ratio. Untuk mengukur nilai saham, calon investor akan membandingkan dengan P/E ratio saham lain.
Saham tersebut tergolong mahal apabila memiliki P/E ratio yang tinggi pada saham, terutama jika pada periode waktu selanjutnya perusahaan tidak mampu menghasilkan laba bersih yang lebih tinggi.
Itulah penjelasan singkat Jobnas.com mengenai perbedaan harga dan nilai saham. Setelah membaca informasi di atas, diharapkan kamu akan semakin memahami terkait keduanya dan tidak keliru lagi dalam membedakannya.
Baca SelengkapnyaPahami Apa Itu Buyback: Agar Sahammu Selamat
Jobnas.com - Perusahaan biasanya membeli kembali saham yang sudah terlanjur terjual. karena saham tersebut tidak bernilai banyak. Di sini kita akan memahami apa yang disebut dengan Buyback sebelum perusahaan membeli kembali saham. Seperti yang dijelaskan tadi mengeni alsannya, ada faktor lain yang perlu dipertimbangkan sebelum menarik saham yang sudah dijual di pasar.
Berikut ini beberapa alasan dan pertimbangan yang harus diperhatikan perusahaan sebelum melakukan pembelian kembali saham.
Definisi Konkrit Buyback
Telah diketahui bersama tidak semua saham yang ada di pasaran memiliki nilai yang banyak. Terkadang ada yang dianggap tidak menguntungkan bagi investor, masalah ini bisa muncul karena sejumlah alasan.
Yang jelas, jika perusahaan berniat untuk melanjutkan pasar, mereka akan menerima risiko kerugian besar, untuk mengatasi mslah seperti ini perusahaan dapat membeli kembali saham yang telah mereka jual di pasar.
Istilahnya sering dikenal dengan share Buyback. Yaitu, pembelian kembali saham mengenai metode transaksinya adalah perusahaan akan membeli kembali secara langsung sejumlah saham yang telah ditempatkan di pasar.
Tindakan ini akan mengurangi jumlah saham yang beredar, meningkatkan permintaan dengan harga yang jauh lebih rendah. Namun, perusahaan dapat membeli kembali bukan hanya karena harga sahamnya buruk.
Seringkali, perusahaan akan membeli kembali karena alasan lain, seperti mengirim pesan ke pasar bahwa harga saham mereka cenderung naik. Mereka juga dapat melakukannya untuk meningkatkan metrik keuangan yang dinyatakan dengan jumlah saham yang beredar.
Di sisi lain, inisiatif pembelian kembali dapat mencegah jatuhnya harga saham atau hanya karena perusahaan ingin meningkatkan ekuitasnya sendiri.
Metodologi Sebuah Perusahaan Berbagi Pembelian Kembali
Ada dua metode yang sering dipakai oleh perusahaan ketika hendak membeli kembali saham mereka sendiri.
Apakah kalian ingin mengetahuinya? Ayo, dengarkan ini!
1. Penawaran (Tender Offer)
Perusahaan dapat membeli kembali dengan menawarkan saham kepada pemegang saham dengan harga tertentu. Kisaran harga biasanya akan ditentukan oleh perusahaan, dan harga yang dikutip hampir selalu lebih mahal dari harga pasar.
Bagi pemegang saham yang ingin mengikuti proses tersebut, dapat mengajukan diri dan jumlah saham yang ingin dijual berdasarkan harga yang diharapkan.
Pada saat pengambilalihan, perseroan akan membeli saham sesuai dengan jumlah yang direncanakan. Jika jumlah saham yang ditawarkan untuk dijual oleh publik dan investor lebih besar dari jumlah yang diminta, perusahaan biasanya akan mengalah dan lebih memilih untuk membeli saham tersebut dengan harga yang lebih rendah.
2. Pasar Terbuka (Open Market)
Metode selanjutnya yang sering dipakai dan dilakukan oleh banyak perusahaan adalah membeli saham di pasar terbuka dengan harga yang telah disesuaikan pasar. Dengan membeli di pasar terbuka, sebenarnya perusahaan memiliki resiko kerugian yang kecil.
Perusahaan seringkali memiliki kesempatan untuk mendapatkan harga yang tinggi. Kenapa begitu? Rumor dan pengumuman pembelian kembali saham seringkali akan menggandakan permintaan di pasar. Hal ini secara tidak langsung meningkatkan nilai saham dan harganya juga naik.
Alasan-alasan Perusahaan Sebelum Melakukan Pembelian Kembali Saham
Seperti yang dijelaskan Jobnas di atas, pembelian kembali saham sering dilakukan oleh banyak perusahaan karena harganya yang tidak terlalu bernilai.
Namun, ada faktor lain yang harus diperhatikan sebelum melepas saham yang telah mereka jual ke pasar.
Berikut beberapa alasan dan pertimbangan bagi perusahaan sebelum membeli kembali saham.
1. Anti Pengenceran dan Peningkatan Properti
Dari waktu ke waktu, perusahaan cenderung merilis varietas baru. Misalnya, melalui peningkatan modal atau pelaksanaan opsi yang menunjukkan saham terdilusi. Dengan membeli kembali sahamnya, perusahaan dapat mengurangi dampak dilusi saham.
Mereka juga dapat mengurangi jumlah saham yang beredar dan meningkatkan tingkat kepemilikan manajemen dalam perusahaan. Pada hakekatnya, akuisisi dapat menjadi solusi atas masalah kepemilikan pemegang saham dan dilusi modal yang dapat merugikan bisnis.
2. Meningkatkan Indikator Keuangan
Meskipun meningkatkan rasio perusahaan bukan satu-satunya alasan untuk membeli kembali saham, hal itu seringkali merupakan efek samping yang menarik dari transaksi tersebut.
Mengurangi jumlah saham yang beredar dapat memberikan efek positif pada berbagai rasio yang diperhatikan pasar dengan cermat, tetapi rasio mana yang disukai perusahaan?
Berikut penjelasannya:
- Pengembalian Aset (ROA):
ROA dihitung dengan membagi laba bersih perusahaan dengan total asetnya. Penurunan ekuitas secara langsung mengikis total aset perusahaan, yang berdampak positif secara keseluruhan terhadap ROA.
- Pengembalian Ekuitas (ROE):
Pengembalian ekuitas dinyatakan sebagai jumlah laba bersih yang dikembalikan sebagai persentase ekuitas. Oleh karena itu, jika laba perusahaan konstan, penurunan total ekuitas akan meningkatkan ROE perusahaan.
- Laba per saham (EPS):
Rasio ini dihitung dengan menggunakan rumus berikut (laba bersih – dividen per saham preferen)/jumlah rata-rata saham yang beredar. Jika perusahaan membeli kembali saham, mereka secara langsung akan mengurangi jumlah saham yang beredar dan meningkatkan EPS perusahaan.
Manfaat Pembelian Kembali Saham Bagi Pemegang Saham
Pembelian kembali saham adalah strategi pengelolaan modal yang sering dilihat sebagai keuntungan atau penghargaan bagi pemegang saham. Namun, meski investor jelas mendapat keuntungan dari dividen, manfaat pengambilalihan tidak langsung dirasakan oleh pemegang saham.
Mengurangi jumlah saham yang beredar pada akhirnya akan membantu meningkatkan harga saham. Perusahaan kemudian berkewajiban mengembalikan uang kepada pemegang saham dan juga memberi mereka kesempatan untuk mendapatkan keuntungan dari investasi mereka.
Ini adalah jenis-jenis pembelian kembali saham yang perlu kawan-kawan Jobnas ketahui. Singkatnya begini, pembelian kembali saham adalah tindakan yang perlu dilakukan perusahaan untuk menghindari risiko kerugian besar.
Selain dari resiko tersebut, pengambilalihan ini juga dapat menguntungkan pemegang saham dan investor. Jadi tidak selamanya, perusahaan yang melakukan pengambilalihan merugi.
Baca juga: 4 Metode Menghindari Ostrich Effect saat Berinvestasi
Jika kawan-kawan Jobnas ingin lebih banyak lagi tahu informasi lebih lanjut tentang dunia investasi, kalian dapat berlangganan di blog Jobnas dengan mengklik kotak di pojok kanan atas.
Setelah registrasi berhasil, kalian akan menerima notifikasi berita dan tips terbaru dan langsung dikirimkan di inbox kalian. pendaftarannya Gratis, tanpa dipungut biaya!
Baca Selengkapnya4 Metode Menghindari Ostrich Effect saat Berinvestasi
Jobnas.com - Perilaku investasi ini dikenal sebagai ostrich effect. Selama proses investasi, kalian akan menerima banyak informasi, baik positif maupun negatif. Terkadang kalian akan lebih mudah mengabaikan informasi negatif dan belum tentu diterima.
Kalian membuat keputusan investasi yang salah jika kalian menghindari berita keuangan yang negatif. Kecenderungan mengabaikan informasi negatif jelas tidak baik untuk pertumbuhan investasi kalian.
Jadi bagaimana kalian menghindari trem ini? Sekarang, jobnas kan membagikan tips atau metode supaya kalian lebih berhati-hati saat melakukan investasi.
Apa yang disebut dengan Ostrich Effect?
Istilah ini pertama kali diciptakan oleh ekonom Israel Dan Galai dan Orly Sade, dalam makalah tahun 2006 tentang perilaku investor. Dari sudut pandang psikologis, Ostrich Effect ialah hasil dari konflik antara apa yang penting bagi nalar dan apa yang diramalkan oleh pikiran emosional akan menyakitkan.
Jika boleh mengutip pendapat Psychology Today, ostrich effect ialah kecenderungan perilaku untuk mengabaikan informasi keuangan yang negatif.
Galai dan Sade menamainya (ostrich), menurut legenda bahwa burung unta adalah hewan yang tunduk pada bahaya. Metode burung unta untuk mengatasi masalah keuangan adalah dengan mengabaikannya selama mungkin, lalu bereaksi dengan panik dan stres yang ekstrim ketika kalian akhirnya terpaksa bertindak.
Namun, efek burung unta tidak selalu berdampak negatif pada investasi. Efek burung unta ini dapat membantu kalian menghindari perilaku negatif lainnya saat berinvestasi. Misalnya, perilaku tergesa-gesa dalam berinvestasi.
Namun, menghindari kebenaran yang tidak menyenangkan akan menghalangi kalian untuk memecahkan masalah yang kalian hadapi. Sebaliknya, itu hanya akan memperburuk keadaan.
Tips Menghindari Ostrich Effect saat berinvestasi
1. Manfaatkan Pembayaran Otomatis
Pengaturan ini akan menghemat waktu. Sejujurnya, penyiapan ini mungkin tidak akan memakan waktu lebih dari dua jam, meskipun kalian harus menghubungi perusahaan atau bank secara langsung. Setelah semuanya siap, kalian bisa melupakan tanggal jatuh tempo dan fokus pada pekerjaan lain yang lebih penting.
Pembayaran otomatis dapat membantu kalian menghindari efek burung unta saat berinvestasi. Setelah kalian menyiapkan pembayaran otomatis, sisanya akan beres dengan sendirinya. kalian mungkin kesulitan melacak semua nama akun dan sandi serta mengatur tanggal pembayaran untuk setiap tagihan. Maka cara ini lebih efektif.
2. Gunakan Data Nyata
Salah satu masalah yang sering muncul saat mengalami ostrich effect adalah mengetahui kapan memperkirakan biaya dan keuntungan. Kita sering salah menilai mereka karena efek ini. Misalnya, ketika kalian akan berinvestasi saham, sebaiknya pahami jenis-jenis saham yang akan dibeli beserta kelebihan dan kekurangannya. Kalian akan cenderung melebih-lebihkan biaya dan meremehkan manfaatnya.
Akibatnya, terjadi kesalahan perhitungan sehingga menyebabkan keterlambatan. Data aktual dapat membantu Anda menghindari kesalahan ini.
3. Hadiahi Semua Usaha
Kebiasaan menghindari informasi atau isu negatif dapat menghalangi kalian untuk berinvestasi. Kebiasaan ini mungkin sulit dihilangkan, tetapi bukan berarti tidak bisa dihilangkan sama sekali.Berani dan mulailah dari hal-hal sederhana.kalian tahu langkah mana yang tepat untuk membantu investasi.
Metode ini akan memungkinkan kalian untuk lebih fokus pada apa yang perlu kalian lakukan dan mengurangi waktu dan biaya. Agar metode ini berhasil, tentukan sendiri beberapa aturan. Misalnya, "Saya tidak dapat meringkuk dengan buku saya sampai saya mencentang satu hal dari daftar tugas keuangan saya."
Duduk di teras dengan secangkir kopi atau teh sambil melihat-lihat pasar saham bisa menjadi cara menghindari efek burung unta saat berinvestasi. Hadiahi diri kalian sendiri dengan hadiah yang dapat memotivasi kalian untuk berinvestasi. Baik itu buku baru atau menonton episode terbaru serial TV favorit kalian.
4. Pecahkan Masalah Besar dalam Bagian-Bagian Kecil
Memecahkan masalah ini secara perlahan, bahkan sebagian, jauh lebih baik daripada tidak melakukan apa-apa. Metode ini akan menguntungkan Anda karena akan lebih mudah bagi Anda untuk memperbaiki masalah jika Anda tahu apa langkah pertama yang harus dilakukan.
Anda tidak harus menangani semua masalah sekaligus. Sering kali, satu masalah besar dapat menimbulkan masalah lain ketika Anda tidak dapat menanganinya dengan benar. Luangkan sekitar lima menit untuk mencari tahu apa yang paling mendesak dan menyelesaikannya. Jadi Anda bisa terhindar dari efek burung unta saat berinvestasi.
Baca juga: 6 Rekomendasi Buku tentang Saham Agar Wawasanmu Semakin Luas
Apakah kamu tertarik? Ayo, daftar sekarang di Jobnas! Dengan mendaftar di jobnas kalian bisa mulai dengan mendapatkan informasi keuangan melalui bulletin yang setiap minggu akan dikirimkan kepada kalian langsung masuk ke email yang sudah terdaftar.
Baca Selengkapnya6 Rekomendasi Buku tentang Saham Agar Wawasanmu Semakin Luas
Jobnas.com – Jika kalian sangat tertarik di dunia saham, kini banyak sekali para pakar investasi telah merangkum ilmunya agar mudah diakses melalui buku.
Kalau kalian minat dan niat mempelajari seluk beluk dunia investasi pasar saham kalian harus Memiliki buku tentang saham. Dengan buku kita bisa mengetahui ilmu-ilmu tentang saham.
Namun, kali ini ada ribuan buku untuk dibaca, akan tetapi, buku mana yang terbaik untuk kalian sebagai pemula yang ingin belajar saham? Untuk jawabannya di sini Jobnas sudah memilah dan memilih buku terbaik paling recommended buat kalian semua calon pengusaha muda.
6 Rekomendasi Buku Surat Berharga
Jika kalian tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang dunia saham. Ketika mulai baru memasuki pasar modal untuk pertama kalinya bisa menjadi pengalaman dan momok yang menyeramkan. Oleh karena itu, kalian setidaknya harus mengasah pengetahuan kalian terlebih dahulu dengan mempelajari aspek fundamental dari investasi tersebut.
Cara mempelajarinya tidak sulit, kalian bisa mempelajari semuanya dari buku yang paling terpercaya efisien dan sederhana dari sudut pandang ahli, buku saham yang dijamin dapat berkontribusi pada kesuksesan pasar saham.
Berikut di bawah ini adalah enam buku yang direkomendasi Jobnas untuk dibaca. Buku terbaik untuk pemula dalam dunia investasi saham. Catat ingat dan terapkan dengan baik!
1. How to Make Money in Stocks (1988) [Cara Menghasilkan Uang dari Saham]
Yang menjadi rekomendasi deretan kedua adalah karya William O'Neil buku ini sangat laris. How to Make Money in Stocks ini memberikan referensi sebagai panduan tujuh langkah untuk meminimalkan risiko dan memaksimalkan keuntungan di pasar saham.
Buku ini juga berisi strategi-strategi untuk membantu investor menemukan saham-saham yang akan menghasilkan keuntungan terbesar.
2. The Intelligent Investor (1949) [Investor Cerdas]
Buku ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1949 ditulis oleh Benjamin Graham, namun telah diperbarui untuk memenuhi kebutuhan pembaca. Buku ini dianggap sebagai panduan pemula untuk berinvestasi di pasar saham.
Smart Investor berfokus pada dasar-dasar investasi dan bagaimana memanfaatkan nilai dolar. Menariknya, strategi Smart Investor telah digunakan oleh investor dan pengusaha terkenal seperti Warren Buffet. Dengan begitu buku ini menjadi rekomendasi teratas untuk buku saham terbaik.
3. A Random Walk Down Wall Street (1973) [Jalan Acak di Wall Street]
Buku ini memberikan tip bermanfaat bagi pembaca untuk menggabungkan teori dan praktik pasar saham.
Meskipun banyak istilah pasar saham yang dapat membingungkan pembaca, namun buku tentang sekuritas ini disusun dengan bahasa yang mudah dipahami.
Selain itu, ide mengindeks dunia pasar saham, cara mengambil risiko, dan menafsirkan peristiwa yang tidak dapat diprediksi disajikan dengan sangat baik.
4. When to Sell (1977) [Kapan Menjual]
Seperti judulnya, When to Sell memandu investor tentang kapan waktu terbaik untuk menjual saham mereka. Buku saham ini memberikan materi yang sangat spesifik, namun pembahasannya cukup luas. Selain itu, mengutip Wallstreetmojo, buku ini memberikan contoh dan pengetahuan yang komprehensif tentang kondisi pasar saham yang selalu berubah.
5. The Little Book That Beats The Market (2005) [Buku Kecil Yang Mengalahkan Pasar]
The Little Book of Beating the Market mengeksplorasi cara kerja pasar saham. Masih tidak yakin bagaimana memilih portofolio? Buku ini adalah bacaan terbaik untuk masalah ini.
Selain itu, bagian ini menjelaskan prinsip-prinsip yang penting dalam berinvestasi saham untuk menghasilkan keuntungan yang melimpah. Dalam bukunya, Joel Greenblatt juga menjelaskan teorinya yang berfokus pada pembelian saham perusahaan bernilai tinggi dengan harga yang relatif murah.
6. Invested (2018) [Berinvestasi]
Rekomendasi berikut mungkin tidak setua buku lainnya. Di sisi lain, buku ini berangkat dari sudut pandang seorang pemula yang telah menjadi ahli seiring perjalanan karirnya di dunia pasar saham.
Buku ini tidak memuat berbagai analisis perhitungan pasar saham, namun informasi pasar saham dan penggunaannya cukup lengkap. Sudah Berinvestasi adalah salah satu buku investasi saham terbaru.
Baca juga: 10 Macam Investasi Reksa Dana Syariah
Intinya, buku ini kini bisa menjadi sarana pembelajaran bagi kalian yang tertarik dengan dunia investasi saham. Itu saja yang dapat Jobans rekomendasikan kepada kalian mengenai enam buku saham untuk para pemula.
Selain informasi mengenai buku-buku di atas, kalian juga bisa mendapatkan berita saham dengan terus membaca artikel di blog Jobnas. Jangan lewatkan, Gratis, lho!
Baca Selengkapnya10 Macam Investasi Reksa Dana Syariah
Jobnas.com - Bagi investor pemula, reksa dana syariah sangat populer. Pasalnya, kalian tidak membutuhkan banyak modal untuk bisa berinvestasi. Tren syariah yang semakin ramai diperbincangkan juga terdapat pada jenis investasi reksa dana.
Reksa dana syriah saat ini menjadi salah satu pilihan investasi yang paling populer di kalangan milenial, namun kini sudah banyak jenis reksa dana syariah yang bisa kalian pilih untuk berinvestasi.
Makin penasaran dengan reksa dana syariah? Baca penjelasan Jobnas di bawah ini.
Apa itu Investasi Reksa Dana Syariah?
Reksa dana syariah dan reksa dana biasa sangat dekat dengan hal yang sama. Namun pada kategori ini hanya berinvestasi pada instrumen keuangan yang menganut prinsip syariah. Dalam fatwa nomor /20/DSN-MUI/IV/2001, terdapat panduan berinvestasi reksa dana syariah.
Oleh karena itu, jenis investasi ini memang terbukti legal dan sesuai dengan prinsip syariah. Investsi reksa dana syariah merupakan salah satu dana investasi kolektif yang dikelola oleh manajer investasi.
Namun, manajer investasi di sini hanya menginvestasikan dana kelolaannya pada efek syariah. Misalnya, saham syariah, sukuk atau instrumen syariah lainnya, baik dalam maupun luar negeri.
Apa Keuntungannya?
Keunggulan reksa dana syariah yang pertama adalah biayanya yang cukup terjangkau. Inilah mengapa jenis investasi ini tetap menjadi pilihan utama bagi mereka yang sedang belajar cara berinvestasi. Yaitu, harga yang pantas.
Biaya minimum untuk melakukan investasi ini adalah Rp 100.000. Jumlahnya pasti sangat bersahabat bukan? Setelah mengetahui implikasinya, pelajari dulu kelebihannya dibanding instrumen investasi lainnya.
Baca juga: Computer Vision Syndrome, Akibat Sering Menatap Layar Berjam-jam
Kemudahan Basis Investasi
Selain itu, bentuk investasi ini juga cukup hemat waktu karena manajer investasi akan mengawasi seluruh kegiatan investasi.
Selain biaya yang terjangkau, keunggulan reksa dana syariah lainnya adalah kemudahan dalam berinvestasi. Investor tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk melakukan analisis mendalam karena semuanya akan diurus oleh Direktur Investasi.
Jenis yang Perlu kalian Ketahui
Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 19/POJK.04/2015 tentang Penerbitan dan Penagihan Reksa Dana Syariah, terdapat beberapa jenis Reksa Dana Syariah yang dapat digunakan untuk tujuan investasi.
Berikut penjelasan lengkapnya:
1. Terlindungi
Selain itu, investasi juga dapat dilakukan hingga 30% dari nilai aset bersih berupa saham syariah atau sukuk yang diperdagangkan di bursa luar negeri. Jenis reksa dana ini menginvestasikan minimal 70% dari nilai aset bersihnya sebagai efek pendapatan tetap yang sesuai syariah.
2. Berbagi Syariah
Pada investor jenis ini, investor hanya dapat menginvestasikan paling sedikit 80% dari nilai aktiva bersih dalam bentuk efek ekuitas syariah.
3. Penjamin
Pada reksa dana jenis ini, jaminan atas nilai investasi awal akan diberikan oleh mekanisme pengelolaan portofolio pada saat jatuh tempo. Penjamin emisi sendiri bukanlah manajer investasi melainkan melalui pihak ketiga seperti bank, perusahaan asuransi, dll.
4. Pasar Uang
Surat berharga syariah harus bersifat pendapatan tetap yang diterbitkan dengan jangka waktu tidak lebih dari satu tahun atau memiliki sisa jatuh tempo tidak lebih dari satu tahun. Reksa dana pasar uang syariah adalah reksa dana yang hanya berinvestasi pada instrumen pasar uang syariah domestik.
5. Berdasarkan Sukuk
Setelah itu, surat berharga syariah komersial dengan jangka waktu 1 tahun atau lebih dan masuk kategori worth it juga dapat digunakan untuk investasi.
Investasi yang dilakukan dalam reksa dana jenis ini harus mewakili setidaknya 85% dari kekayaan bersih dalam beberapa bentuk sukuk. Misalnya, sukuk ditawarkan untuk dijual di Indonesia melalui penawaran umum Surat Berharga Syariah Negara.
6. Campuran
Jenis reksa dana ini berinvestasi pada efek ekuitas, efek pendapatan tetap, atau instrumen pasar uang domestik lainnya.
Namun, nilai setiap investasi tidak boleh melebihi 79% dari Nilai Aktiva Bersih. Portofolio juga harus mencakup ekuitas yang sesuai dengan syariah dan sekuritas pendapatan tetap.
7. Dana Pertukaran Syariah (ETF Syariah)
Jenis reksa dana yang terakhir adalah Sharia Exchange Traded Fund atau ETF Syariah. Investasi reksa dana ini berbentuk KIK yang sahamnya diperdagangkan di bursa.
8. Pendapatan Tetap
Investasi dalam kategori ini harus mewakili sekurang-kurangnya 80% dari kekayaan bersih dalam bentuk surat berharga Syariah pendapatan tetap.
9. Berdasarkan Judul Syariah Asing
Dalam jenis reksa dana ini, investor harus menginvestasikan setidaknya 51% dari kekayaan bersih mereka di sekuritas syariah asing. Namun, surat berharga asing syariah ini juga harus diterbitkan oleh penerbit daftar surat berharga syariah.
10. Indeks
Bobot masing-masing sekuritas syariah pada reksa dana jenis ini berkisar antara 80 hingga 120% dari bobot masing-masing sekuritas syariah dalam benchmark. Kategori ini mengharuskan investor untuk menginvestasikan setidaknya 80% dari kekayaan bersih mereka pada sekuritas yang merupakan bagian dari indeks Islam.
Likuiditas yang Terjamin
Memang, pencairan dana investasi bisa dilakukan kapan saja. Selain itu, investor juga akan mendapatkan laporan berkala dan dapat mengetahui hasil investasinya setiap saat. Menariknya, investasi ini juga minim risiko karena dana yang terkumpul akan diinvestasikan di berbagai sekuritas.
Berinvestasi dalam reksa dana juga memudahkan investor untuk membawa uang tunai. Oleh karena itu, risikonya tidak terkonsentrasi pada satu jenis efek saja.
Jaminan Legitimasi dan Kepatuhan Syariah
Jenis investasi ini juga sepenuhnya sesuai dengan prinsip syariah. Pasalnya, setiap transaksi investasi selalu dipantau oleh Dewan Pengawas Syariah.
Selain itu, setiap reksa dana juga dikelola oleh manajer investasi yang terjamin karena telah mendapatkan izin dari OJK. Keunggulan terakhir adalah legitimasi yang terjamin karena diawasi oleh OJK.
Baca juga: Perbedaan Reksa Dana vs Saham
Begitulah paparan tentang reksa dana syariah dari pengertian, manfaat dan jenisnya. Semoga saja informasi di atas dapat bermanfaat dan membuat kalian semakin percaya diri untuk mulai berinvestasi di reksa dana jenis ini.
Baca SelengkapnyaComputer Vision Syndrome, Akibat Sering Menatap Layar Berjam-jam
Jobnas.com - Sebut saja Homo-digitalis. Mengapa saya mengatakan begitu, karena saat ini mulai dari karyawan yang bekerja di depan layar berjam-jam hingga anak kecil yang terus menatap layar gadget. Di masa yang serba digital saat ini, Computer Vision Syndrome (CVS) alias ketegangan mata digital menjadi masalah yang bisa menimpa siapa saja.
Tentu saja, menghindari masalah ini sepenuhnya tidak mungkin, karena hampir semua yang kita lakukan saat ini melibatkan perangkat elektronik, mulai dari bermain sampai berbelanja kita bisa melakukannya melalui gaway pintar kita.
Meski kenyatannya sudah begitu, Jobnas.com memiliki beberapa langkah untuk diterapkan supaya hal demikian bisa diatasi. Untuk mengetahuinya kalian bisa membaca terus artikel Jobnas.
Apa Itu Sindrom Penglihatan Komputer?
Jika saya mengutip National Center for Biotechnology Information (NCBI), American Optometric Association (AOA) menjelaskan bahwa computer vision syndrome adalah masalah mata dan penglihatan.
Masalah ini disebabkan oleh aktivitas yang menekan area visual dan sering terjadi saat menggunakan komputer atau perangkat elektronik lainnya. Ini adalah salah satu penyakit akibat kerja yang banyak diderita pekerja.
Bagaimana tidak, mereka harus menghabiskan sebagian besar waktunya menatap layar untuk menyelesaikan pekerjaannya. Anak-anak yang bekerja dari jarak jauh atau rutin menonton video YouTube juga dapat mengalami masalah ini.
Gejala CVS
Beberapa gejala atau efek yang dialami oleh penderita computer vision syndrome adalah ketegangan pada area sekitar mata, iritasi, mata merah, pusing atau bahkan penglihatan kabur secara tiba-tiba.
Bagi yang beruntung, gejala ini bisa hilang saat mereka mematikan perangkat elektroniknya. Selebihnya, dapat mempersepsikan sesuatu dalam jangka waktu yang lebih lama.
Bagaimana Jika Tidak Diselesaikan?
Mengutip AOA kembali, jika tidak ditangani, gejala ini akan terus berlanjut dan bisa berbahaya bagi mata. Belum lagi menatap layar secara terus-menerus.
Bagaimana memperbaikinya?
Meskipun tidak dapat sepenuhnya dihindari, Glints memiliki beberapa saran tentang apa yang dapat dilakukan untuk mengatasinya. Berikut adalah langkah-langkah agar kalian tidak terpengaruh oleh efek jangka panjang dari computer vision syndrome.
1. Sesuaikan Pencahayaan Utilitas
Cara lain yang bisa digunakan untuk mencegah computer vision syndrome atau setidaknya mengurangi dampaknya adalah dengan mengatur pencahayaan perangkat kalian. Jika masih terang, kalian bisa menggunakan pengaturan cahaya tinggi. Namun, saat hari sudah gelap, coba gunakan mode malam.
Sebagian besar utilitas sudah menyediakan pengaturan ini. Warna pada layar akan lebih gelap dan agak kekuningan, sehingga lebih mudah dilihat.
2. Gunakan Teknik 20-20-20
Dengan menggunakan teknik 20-20-20, setidaknya kalian mengistirahatkan mata. Teknik ini menyarankan untuk beristirahat secara teratur selama 20 menit setiap kali Anda menggunakan perangkat elektronik atau fokus pada sesuatu dalam jarak 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik.
3. Pastikan Lokasi Komputer yang Ideal bagi Pengguna
Poin ini sering diabaikan oleh banyak orang, padahal dampaknya cukup besar. Orang dengan CVS sering mengalami tidak hanya area mata tetapi juga merasa pusing dan terkadang sakit punggung.
Hal ini dapat dihindari dengan mengatur posisi komputer, menyesuaikan dengan postur duduk kalian. Yang terbaik adalah menempatkan komputer setinggi mata dan sedikit ke bawah, 50-70 cm dari depan.
4. Pemeriksaan Mata Rutin
Hal terakhir yang dapat Anda lakukan adalah melakukan pemeriksaan mata secara teratur dengan dokter. Jika memang mengganggu penglihatan kalian, dokter biasanya akan merekomendasikan kacamata yang lebih sesuai dengan jenis pekerjaan.
Tak hanya itu, mereka juga kerap menyarankan melakukan senam mata untuk setidaknya mengurangi rasa tegang di sekitar bola mata.
Antisipasi CVS
Dapat disimpulkan bahwa memang computer vision syndrome merupakan kondisi yang agak sulit untuk dihindari sama sekali. Namun, kalian setidaknya harus mengambil tindakan pencegahan agar kalian tidak terpengaruh.
Sekian saja penjelasan Jobnas kali ini mengenai hal tersebut dia atas. kalian bisa sering mendapatkan informasi dan tips seperti ini jika kalian mendaftarkan diri di blog Jobnas.
Selain informasi seperti di atas ada banyak sekali informasi penting terkait dunia kerja akan dikirimkan langsung ke inbox kalian.yuk, daftar sekarang. Gratis!
Baca SelengkapnyaPerbedaan Reksa Dana vs Saham
Jobnas.com – Tanpa terkecuali para investor pemula, cukup bingung untuk membedakan antara reksa dana dan saham. Pada dasarnya, sangat penting sekali memahami sepenuhnya suatu instrumen investasi. Tujuannya untuk menghindari kesalahan saat melakukan berinvestasi.
Lantas apa sebenarnya perbedaan dari kedua nya? Mengap kedua sering dianggap sama?
Ayo pelajari selengkapnya. Di bawah ini adalah pembahasan Jobnas supaya kalian tidak bingung lagi untuk membedakannya. Baca sampai akhir artikel ini ya!
5 Perbedaan Antara Reksa Dana dan Saham
1. Waktu Investasi
Jangka waktu investasi reksadana dan saham juga berbeda. Hal ini misalnya diungkapkan oleh Nerd Wallet. Padahal, tidak semua investasi reksa dana memiliki durasi ideal yang sama.
Misalnya, reksa dana idealnya berjangka panjang, artinya lebih dari tujuh tahun. Sedangkan reksadana pasar uang bisa menjadi alternatif jika Anda menginginkan jangka waktu investasi yang lebih singkat, hanya 2 tahun.
Namun berbeda dengan saham. Investasi saham umumnya merupakan investasi jangka panjang, idealnya lebih dari 10 tahun. Oleh karena itu, penting untuk memahami mana yang tepat untuk tujuan dan rencana keuangan Anda.
2. Formulir Investasi
Reksa dana adalah kumpulan produk investasi yang ditangani oleh manajer investasi. Reksadana sendiri terbagi menjadi empat bentuk yaitu obligasi, deposito, surat utang dan juga saham.
Perbedaan bentuk investasi antara reksa dana dan saham merupakan salah satu yang paling mendasar dan penting untuk dipahami.
Bergantung pada profil risiko investor, tingkat pembelian keempatnya dapat bervariasi. Diversifikasi ini dilakukan untuk meminimalisir kerugian investasi.
Jadi sementara itu, dengan membeli saham, kalian membeli kepemilikan sebuah bisnis. Besar kecilnya kepemilikan kalian bergantung pada persentase saham perusahaan yang kalian miliki.
3. Untung
Keuntungan pertama adalah capital gain. Capital gain diperoleh dengan menjual saham dengan harga lebih tinggi dari harga beli.
Selain itu, pendapatan di dunia saham lainnya berasal dari dividen yang dibagikan oleh perusahaan tempat kita membeli saham tersebut. Dividen dibagikan setahun sekali setelah rapat umum pemegang saham.
Jika kalian memilih untuk berinvestasi saham, ada dua jenis keuntungan yang harus kalian ketahui. Tak perlu khawatir, kedua profit ini otomatis akan ditransfer ke rekening investor. Sedangkan jika kalian berinvestasi dengan reksa dana saham, return yang Anda dapatkan adalah dividen di reksa dana tersebut.
Uang yang diinvestasikan dalam reksa dana akan dikelola oleh manajer investasi untuk menghasilkan keuntungan dan meningkatkan nilai aktiva bersih dari reksa dana saham tersebut. Berinvestasi dalam reksa dana lebih mahal. Alasannya adalah kalian harus membayar staf agen manajemen. Juga, penarikannya tidak gratis.
4. Perantara
Perantara ini bertanggung jawab untuk menghubungkan investor dengan saham investasi yang berbeda. Nah, khusus reksa dana, ada manajer investasi yang seperti disebutkan tadi membantu investor berinvestasi di reksa dana. Perlu diketahui oleh kalian ada perantara dalam berinvestasi di saham dan reksa dana saham.
Memiliki manajer investasi memudahkan investor untuk membeli dan menjual produk investasi melalui agen penjual reksa dana. Ini dilakukan secara otomatis, yang harus Anda lakukan hanyalah mendanai investasi ini.
Sementara itu, investor saham biasanya akrab dengan pialang saham atau perusahaan pialang. Untuk membeli saham, investor harus membuka rekening di perusahaan pialang.
Namun, keputusan tentang bagaimana menangani uang yang diinvestasikan sepenuhnya berada di tangan investor. Oleh karena itu, saat berinvestasi saham, penting untuk dapat mengambil keputusan investasi yang tepat berdasarkan analisis kondisi pasar.
5. Resiko
Saham dianggap jauh lebih berisiko. Sebab, membeli saham, tanggung jawab untuk memutuskan adalah milik kalian. Risiko adalah perbedaan utama antara reksa dana dan saham.
Pemilik saham harus selalu memantau naik turunnya pasar saham dan itu tidak mudah, apalagi bagi pemula. Saham umumnya dianggap sebagai investasi berisiko tinggi dengan pengembalian tinggi, artinya berisiko tinggi dengan imbalan tinggi.
Sedangkan reksa dana dikelola oleh pengelola yang tentunya sudah berpengalaman di bidangnya. Oleh karena itu, reksa dana lebih cocok untuk pemula. Manajer investasi akan mengelola uang yang kita simpan dan beli dan jual saham atau menahannya untuk memaksimalkan keuntungan.
Mungkin sudah jelas penjelasan Jobnas perihal 5 perbedaan antara reksa dana dan investasi saham. Pada dasarnya, investasi reksa dana paling cocok untuk pemula tanpa pengalaman investasi. Sedangkan saham cocok untuk investor yang memahami pasar modal dengan baik.
Tentu saja, kedua alat investasi ini hanyalah sebagian dari alternatif lainnya. Oleh karena itu, jika ingin mempelajari lebih dalam tentang investasi, kalian bisa bertanya kepada orang-orang berpengalaman di bidang keuangan melalui komunitas Jobnas.
Baca juga: Kenali MRR, Metrik Penting Bagi Bisnis SaaS
Bagaimana cara dapat mendiskusikan dan berbagai pengalaman mengenai investasi? Kalian bisa bergabung dan mendaftar diri kalian di jobnas.com. Silakan, daftar dan bergabunglah dengan kami sekarang!
Baca SelengkapnyaKenali MRR, Metrik Penting Bagi Bisnis SaaS
Jobnas.com - Agar perencanaan keuanganmu lancar setiap bulan, metrik jenis ini sangat membantu. Apalagi bisnismu berbasis Saas, yang notabene berbasis pada subscription atau berlangganan.
Selain itu, mengetahui pendapatan secara akurat adalah penting bagi pebisnis untuk dapat dicatatkan pada laporan laba-rugi. Meski demikian, tidak semua perusahaan memiliki MRR ini.
Di artikel ini, Jobnas.com akan mendeskripsikan terkait MRR untukmu supaya kamu tidak semakin penasaran dengannya. Yuk, simak !
Apa itu MRR?
Monthly Recurring Revenue (MRR) adalah total pendapatan (revenue) selama satu bulan, seperti dikutip dari Investopedia. Dengan nilai yang dapat diprediksi, diharapkan pendapatan ini bisa sustainable. Pendapatan (revenue) yang berulang ini terdapat juga pada model bisnis yang melibatkan melakukan kegiatan penjualan kepada seseorang untuk sebuah akses atau produk secara rutin.
Seperti yang disampaikan sebelumnya, bahwa penggunaan MRR biasanya terjadi pada model bisnis yang mengandalkan subscription tahunan. Subscription tahunan membuat industri susah melacak terbentuknya peningkatan ataupun penyusutan konsumen sebab masih ada bermacam aspek yang mempengaruhi pemasukan.
Seperti, konsumen yang melaksanakan transaksi lain di aplikasi, ataupun terbentuknya pembaharuan pada aplikasi yang pasti mempengaruhi bayaran yang dikeluarkan. Oleh karenanya, perhitungan pertumbuhan industri bisa lebih akurat dengan memakai MRR.
Mengapa Penting Melacak MRR?
Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, bahwa mengetahui MRR adalah penting bagi bisnis terutama yang mengandalkan sistem subscription. Dikutip dari HubSpot, terdapat beberapa hal yang perlu diketahui untuk mengetahui mengapa hal ini menjadi penting.
1. Melacak Performa
Ketika kamu sudah mengetahui seberapa besar penghasilanmu setiap bulannya, maka hal ini juga dapat digunakan untuk melacak performa bisnis. Hal ini dikarenakan kamu dapat mengetahui bagaimana penghasilanmu dalam suatu bulan, apakah mengalami perkembangan atau penurunan.
Dengan begitu, maka akan diketahui mengenai performa dari bisnis tersebut. Hal ini juga penting bagi pemegang kebijakan dari perusahaan untuk mengetahui kinerja dari divisi sales itu sendiri.
2. Meramalkan Penjualan
Dalam melakukan penjualan, MRR merupakan hal penting yang dapat melakukan peramalan atau forecasting. Hal ini disebabkan karena nilai MRR cenderung lebih stabil serta mudah diprediksi. Dengan demikian, kamu dapat meramalkan penjualan beberapa waktu ke depan berdasar dari nilai MRR yang dihitung.
3. Penganggaran
Selayaknya pendapatan pada umumnya, mengetahui MRR adalah hal penting untuk dapat melakukan penganggaran atau budgeting.
Dengan mengetahui seberapa banyak hasil yang kamu dapatkan tiap bulannya, serta prediksi pendapatan di beberapa waktu ke depan, maka akan lebih mudah untukmu melakukan penganggaran.
4. Membantu Menentukan Keputusan
Pemilik bisnis atau penentu kebijakan perusahaan akan lebih terbantu dalam mengambil keputusan melalui MRR. Pemilik bisnis akan memiliki gambaran nyata mengenai perkembangan bisnisnya dengan mengetahui seberapa pendapatan sebenarnya di tiap bulannya. Oleh karena itu, pengambilan keputusan akan lebih mudah dan tepat. Hal ini seperti penghentian atau pengembangan suatu layanan, penambahan karyawan, serta keputusan bisnis lainnya.
Rumus Perhitungan
1. Berdasarkan Perhitungan tiap Konsumen
Dengan menghitung pendapatan berdasarkan perhitungan tiap konsumen, hal ini tentu akan memudahkan untuk menghitung MRR. Kamu hanya perlu menghitung berapa pendapatan yang didapat dari tiap konsumen, kemudian dijumlahkan total keseluruhannya.
2. Berdasarkan Rata-rata Pendapatan Tiap User
Cara selanjutnya untuk menghitung monthly recurring revenue adalah berdasarkan rata-rata yang didapatkan dari tiap user. Hal ini juga disebut sebagai ARPU (average revenue per user).
Cara meningkatkan
Selanjutnya, kamu perlu memahami bagaimana cara meningkatkan MRR, setelah mengetahui bagaimana menghitung nilainya. Menurut Baremetrics, kamu perlu melakukan cara-cara di bawah ini untuk meningkatkan nilai MRR-mu.
1. Melakukan Cross-sell dan Upsell
Melakukan cross-sell dan upsell merupakan cara pertama yang dapat kamu lakukan untuk meningkatkan MRR-mu. Konsumen akan cenderung mengeluarkan uang lebih banyak ketika kamu menggunakan cara ini. Hal ini tentu sangat berdampak baik bagi perusahaanmu. Selain itu, mendapatkan keuntungan dari konsumen yang sudah ada cenderung lebih mudah dibandingkan dengan menambah konsumen baru.
2. Melakukan Pilihan Harga yang Lebih Kompetitif
Memberikan pilihan harga atau paket yang lebih kompetitif merupakan cara selanjutnya yang bisa kamu lakukan. Memang tak mudah untuk menarik konsumen baru. Namun, cara ini juga bisa kamu gunakan untuk memaksimalkan datangnya konsumen baru.
3. Terus Mengembangkan Produk
Terus mengembangkan produk merupakan hal terakhir yang tak kalah pentingnya dalam meningkatkan nilai MRR. Tentu pelanggan akan menjadi lebih nyaman dan tertarik untuk terus menggunakannya, dengan produk yang terus memiliki perbaikan. Hal ini juga dapat membuat pelanggan lama merekomendasikan produkmu ke orang lain.
Baca Juga : 5 Tips Menulis Artikel Listicle yang Menarik, Tanpa Clickbait!
Nah, itulah penjelasan singkat dari Jobnas.com mengenai MRR atau monthly recurring revenue. Jika kamu tertarik dengan informasi serupa, kamu dapat membaca artikel-artikel lainnya di Jobnas.com, lho.
Baca Selengkapnya5 Tips Menulis Artikel Listicle yang Menarik, Tanpa Clickbait!
Jobnas.com - Format penulisan artikel mulai bergeser dari narasi ke listicle selama beberapa waktu belakangan. Ada berbagai tips menulis artikel listicle yang akan sangat berguna untukmu sebagai seorang content writer. Seperti dilansir dari ThoughtCo, listicle adalah artikel yang terdiri dari serangkaian fakta, tips, kutipan, dan lainnya yang diatur dalam bentuk tertentu.
Untuk menjelaskan beberapa hal di dalamnya, biasanya artikel listicle menggunakan penomoran atau poin-poin. Artikel jenis ini lazim digunakan di blog, website, atau media online.
Di artikel ini, Jobnas.com akan memberikan lima tips menulis artikel listicle untukmu. Yuk, simak penjelasannya berikut ini!
1. Tentukan Angle yang Spesifik
Ketika kamu membuat sebuah artikel narasi, cobalah untuk menuliskannya dengan lengkap. Mulai dari definisi, tips, hingga cara melakukannya. Akan tetapi, di dalam artikel liticle, semua poin tersebut tidak bisa kamu masukkan sekaligus.
Oleh karena itu, langkah pertama dalam menulis artikel listicle adalah menentukan angle yang spesifik. Pilihlah satu topik khusus yang ingin kamu angkat. Sebagai contoh, kamu bisa fokus pada tips agar semangat belajar, daftar waktu belajar yang tepat, dan sebagainya.
2. Buat Poin yang Tak Terduga
Dalam artikel listicle, umumnya setiap poin ditulis dengan huruf yang lebih besar daripada penjelasannya. Maka, tidak sedikit pembaca yang hanya memperhatikan subjudul tersebut. Pembaca bisa saja merasa cukup dengan kalimat di setiap poin.
Baca Juga : Pentingnya Pengembangan Pelanggan dalam Strategi Perencanaan Bisnis
Jadi, seperti ditulis Compose.ly, buatlah poin-poin yang tidak terduga. Hal ini bisa mendorong pembaca untuk memahami setiap penjelasanmu. Dengan demikian, mereka tidak akan meninggalkan website-mu dalam sekejap dan akan membacanya hingga tuntas.
3. Singkat dan Informatif
Kemas artikelmu dengan singkat merupakan tips selanjutnya menulis artikel listicle. Biasanya pembaca memilih artikel listicle karena mudah dipahami. Setiap paragraf memiliki jumlah kata dan kalimat yang cenderung lebih sedikit daripada artikel narasi. Meskipun singkat, pastikan setiap poin memiliki penjelasan yang informatif. Jadi, pembaca akan membaca setiap deskripsi yang kamu sajikan.
4. Pilih Gambar yang Eye-Catching
Kamu bisa menambahkan gambar di setiap poin yang kamu buat. Ini merupakan salah satu kelebihan artikel listicle. Akan tetapi, kamu harus menyesuaikan juga dengan poinmu. Jika poinmu tidak terlalu banyak, kamu tidak perlu memasukkan gambar di semua poin.
Bahkan, tips menulis artikel listicle yang ditulis oleh Bustle menyebutkan bahwa kamu bisa memasukkan format selain gambar, seperti GIF atau video. Pilihlah gambar atau video yang eye-catching sehingga menarik perhatian pembaca.
5. Semakin Banyak, Semakin Bagus
Kini, format listicle banyak digunakan oleh media, blog, website. Sebabnya, artikel ini dianggap lebih menarik pembaca daripada artikel narasi. Dengan demikian, kamu akan memiliki banyak kompetitor. Satu topik yang kamu tulis bisa saja sudah dimuat oleh media-media lainnya.
Jika ingin memfokuskan artikelmu sebagai bagian dari content marketing, kamu harus memastikan artikelmu lebih menarik daripada artikel orang lain. Bagaimana langkahnya? Salah satu tips menulis artikel listicle dari Jobnas.com adalah masukkan banyak poin di dalam artikelmu. Semakin banyak poin yang kamu gunakan, maka pembaca akan lebih tertarik dengan artikelmu.
Baca Juga : 5 Tips Melakukan Pivot untuk Startup, Agar Bisnismu Semakin Menguntungkan
Itulah 5 tips menulis artikel listicle dari Jobnas.com yang bisa kamu implementasikan di blog atau website-mu. Dengan jenis artikel ini, pembaca akan lebih mudah memahami setiap poin yang kamu sampaikan. Selain itu, artikel listicle juga bisa membuat audiens tidak mudah lelah dalam membacanya.
Baca Selengkapnya