Kuasai 8 Teknik Presentasi Pitching Biar Lebih Efektif dan Kelihatan Memukau di Mata Audiens

Google News
Teknik Presentasi Pitching
Teknik Presentasi Pitching

Jobnas.com – Presentasi tidak hanya tentang bagaimana cara membuka dan menutup prmbahasan, tetapi juga tentang menyampaikan gagasan secara keseluruhan.

Yang disebut dengan “Presentasi Pitching” ialah peluang untuk “menjual” bisnis kalian dalam jangka pendek kepada calon investor, pelanggan, dan mitra bisnis. Maka dari itu, diperlukan teknik presentasi yang efektif untuk menarik perhatian para calon pembeli.

Jadi, apakah kalian sedang atau bahkan mempersiapkan diri untuk melakukan presentasi? Setelah habis kalian baca artikel tak perlu bingung lagi. Di sini Jobnas akan membagikan tips tentang presentasi supaya bisa memukau di mata audiens.

Teknik Presentasi yang Efektif untuk Mempresentasikan Ide

Factor terpenting supaya bisnis kalian bisa sukses bukan tergantung pada presentasi atau Ficthing.

Teknik presentasi Ficthing ini semacam keterampilan yang wajib dimiliki oleh orang yang sedang merintis bisnis juga pada orang-orang yang bekerja di dalamnya.

1. Jangan Memperpanjang Waktu, 15 Menit Sudah Cukup

Kebanyakan orang sat melkukan presentasi sampai 1 jam. Dan kebanyakan juga orang yang seperti itu saat melakukannya hanya ingin memperpanjang waktu saja, mereka terlalu bertele-tele dalam menyampaikan satu hal. Sedangkan, bertele-tele bukanlah teknik presentasi yang efektif.

Audiens yang mendengarkan merasa bosan sedangkan mereka memiliki rencana atau aktivitas lain yang juga penting.

Oleh karena itu, Jobnas.com menyarankan kepada kalian waktu maksimal 15 menit untuk mempresentasikan ide atau gagasan kalian. Gunakan waktu yang terbatas ini untuk segera memusatkan perhatian mereka pada pokok pembicaraan yang paling penting.

2. Teliti Audiens yang Menjadi Sasaran Kalian

Jadi, agar sesuai dengan semua poin kunci yang ingin kalian sampaikan dalam durasi waktu 15 menit itu, mulailah dengan meneliti siapa target audiensnya. Sedangkan tujuannya agar kalian dapat menyesuaikan teknik presentasi dengan gaya yang mereka sukai.

Pertama, cari tahu demografi mereka; meliputi usia, jenis kelamin, budaya (pengetahuan, sikap, keyakinan dan nilai) dan tingkat pendidikan. Kedua, cari tahu apa yang mereka suka/tidak suka dan apa yang menurut mereka benar atau salah. Terakhir, tentukan tipe orang seperti apa mereka, jika termasuk:

  • Kelompok “Penghuni” (Awam):

Tidak ada pengetahuan khusus di bidang ini, juga bukan sekelompok ahli. Mereka sering membutuhkan informasi yang lebih umum.

  • Grup “Manajemen”:

Memiliki pengetahuan yang cukup di bidang yang relevan. Anda harus memfokuskan presentasi Anda pada informasi latar belakang, fakta, atau statistik yang diperlukan untuk membantu mereka membuat keputusan.

  • Kelompok “Ahli” (Experts):

Mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan di bidang ini. Selain itu, mereka mahir dalam presentasi serta grafik dan gambar.

Analisis demografis bertujuan untuk membantu kalian agar bisa memilih kosa kata dan gaya bahasa yang ditargetkan dengan sempurna dalam presentasi kalian berikutnya.

3. Mencari Tahu Siapa Pembuat Keputusannya

Teknik presentasi kalian tidak akan berhasil jika tidak menargetkan pengambil keputusan. Percayalah, kalian tidak ingin membuang waktu dan energi kalian untuk memberikan presentasi di depan orang yang tidak memiliki kekuatan untuk mengambil keputusan.

Jadi, sebelum hari H, buatlah daftar orang-orang yang akan menghadiri pertemuan pitch and inquiry:

  • Siapa pembuat keputusan utama dan berhak mengatakan “Lakukan sekarang!
  • Apakah kalian mendekati orang ini secara langsung?
  • Jika tidak, siapa di antara hadirin yang dapat membantu kalian menghubungi pembuat keputusan?

Jika kalian sudah mengetahui pembuat keputusan (atau seseorang yang terlibat) dalam rapat sangat penting agar promosi 15 menit kalian menjadi lebih efektif dan memukau.

4. Menggunakan Metode 3W untuk Menyempurnakan Ide

Jika kalian mempunyai keinginan misalkan ketika audiens keluar dari ruangan untuk mengingat dan berinteraksi dengan ide kalian. Maka, teknik penyajian formula 3W adalah cara yang paling sederhana namun paling efektif untuk mencapai hal tersebut.

Rumusan 3W di antaranya:

a. Who (Siapa)

Siapa sebenarnya audiens kalian, di sini kalian dapat mengetahuinya ketika kalian sudah menerapkan tips yang nomer dua di atas. Dengan mempelajari sebanyak mungkin tentang orang yang akan kalian temui secara tidak langsung kalian bisa menerka siapa yang akan jadi audiens. Sebagai contoh: Pengusaha dan inovator berusia 25-35 tahun berbasis di Jakarta.

b. Why (Mengapa)

Mengapa mereka harus mendengarkan presentasi kalian? Dengan adanya pertanyaan dasar seperti itu, kalian dari sekarang bisa menuliskan alasan apa pun yang dapat kalian pikirkan yang terkait dengan ide besar presentasi.

Sebagai contoh:

  • Masalah atau pertanyaan apa yang dapat kalian hilangkan?
  • Risiko atau ketakutan apa yang dapat kalian hindari?
  • Bagaimana ide kalian dapat membantu mereka mencapai lebih dari apa yang mereka inginkan?

c. What (Apa)

Apa yang akan kalian katakan untuk membantu mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan? Bagaimana ide kalian bisa bermanfaat bagi mereka?

Para audiens pasti menginginkan apa yang kalian berikan kepada mereka. Jadi untuk menjelaskan ketiganya, kalian dapat menggunakan salah satu konstruksi ini untuk digunakan saat hendak melakukan presentasi nanti:

“Saya akan menunjukkan kepada kalian bagaimana [nama ide] dapat membantu [audiens atua target] mencapai [hasil yang diinginkan].”

“Masalah dengan [solusi saat ini] adalah [masalah spesifik yang dimiliki audiens target]. Itu sebabnya kami punya [ide].”

5. Menggunakan Visualisasi Data Sederhana dalam Presentasi

Jika kalian saat melakukan presentasi sambil menyajikan permainan yang banyak dan informatif tidak akan bisa efektif bila durasi waktu presentasi hanya 15 menit.

Pitching deck terlalu “menyenangkan” bahkan lebih sulit dipahami. Penonton harus menebak informasi mana yang paling berguna bagi mereka dan mana yang tidak. Misalnya, idealnya data kalian harus ditampilkan secara berurutan atau kronologis jika ingin menunjukkan pertumbuhan.

Cara yang kelima ini sangat direkomendasikan agar kalian lebih selektif tentang jenis data yang ingin kalian tampilkan. Cobalah membuat satu slide untuk setiap topik pembicaraan.

Jika metrik cukup penting untuk disampaikan dan kalian ingin audiens mengingatnya, maka metrik tersebut layak mendapatkan slide tersendiri. Jika memungkinkan, buat grafik atau bagan yang mudah dibaca.

Hindari menggunakan poin-poin. kalian dapat menggunakan pemformatan kreatif untuk menyorot angka yang ingin dilihat investor jika tidak ada informasi lain di slide.

6. Tampilkan Poin Paling Menarik dari Awal

Ada yang mengatakan waktu ibarat pedang. Tentunya setiap menit yang kalian lewati itu sangat  berarti. Apalagi jika kalian hanya memiliki waktu singkat untuk melakukan penawaran atau presentasi. Jadi, pastikan audiens kalian memiliki 2-3 informasi terpenting tentang ide kalian dalam 30 detik pertama dalam presentasi.

Harus memenangkan fokus dan perhatian penonton dengan segera atau secepatnya. Untuk memastikan mereka tidak kehilangan fokus setelahnya, kalian harus memberikan “peta” tentang bagaimana presentasi akan berlangsung, dan juga memberikan “penanda” sepanjang presentasi untuk menunjukkan aspek yang paling menarik dalam presentasi kalian.

7. Persuasi dengan Mendongeng

Yang perlu diingat oleh kalian saat melakukan presentasi ialah ketika mendikte atau membaca konten di slide tidak cukup dan maksimal. Kalian bisa meyakinkan publik melalui cerita.

Kalian dapat membagikan apa yang membuat kalian ingin memulai ide, cara kerjanya, dan bagaimana ide kalian dapat membuat hidup orang lain lebih mudah. Buat cerita pribadi. Dengan cara ini, presentasi kalian akan menjadi hidup dan para audiens akan lebih tertarik untuk mendengarkan.

Jika kalian berhasil melibatkan setidaknya satu audiens kalian dalam cerita, mereka akan lebih terbuka dan menerima pendapat, saran, dan saran kepada kalian. Untuk memberi kesan bahwa itu bukan “bercerita”, sisipkan beberapa fakta faktual yang mungkin menarik perhatian mereka.

8. Berlatih Berbicara dengan Tes Grandma

Biasanya apabila kita melakuka presentasi di depan orang yang sudh lebih pakar dari kita. Kita merasa insecyur, jadi yang perlu dicatat, pastikan presentasi kalian dapat dipahami oleh semua orang.

Taktik “Tes Grandma” ini sangat ampuh untuk membuktikan apakah presentasi kalian bagus atau tidak. Sederhananya, nenek (bahkan cucu) dapat memahami apa yang kalian katakan atau mendapatkan inti dari ide yang kalian sampaikan.

Caranya adalah dengan berlatih terlebih dahulu dengan orang lain yang bukan rekan kerja atau satu departemen. Jika mereka tidak mengerti, itu berarti penjelasan kalian rumit atau idenya tidak cukup jelas untuk dipahami oleh orang banyak.

Jadi sekarang kalian tahu apa saja teknik presentasi yang efektif untuk mempresentasikan bisnis. Cobalah terus berlatih di depan orang lain sampai Anda 100% yakin bahwa bahkan anggota keluarga kalian di rumah pun dapat memahami apa yang kalian katakan.

Baca juga: Pahami Apa Itu Buyback: Agar Sahammu Selamat

Dengan membaca terus konten-konten Jobnas kalian akan menemukan banyak ide dan tips mengenai presentasi. Tunggu apa lagi silakan baca terus konten kami dan bergabunglah. Gratis!