Jobnas

Blog Jobnas

Halaman artikel blog terbaru di Jobnas.com.
Iwan Bisa
1 tahun yang lalu
Pelajari Peran Return on Equity (ROE) dalam Menilai Performa Keuangan

Return on Equity (ROE) Apa Saja Kegunaanya?

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com - Return on Equity (ROE) sangat penting bagi sebuah perusahaan yang ingin mengelola transparansi keuangan.

Dalam dunia keuangan, kita mengenal istilah active income dan passive income. Active income sendiri adalah penghasilan yang bisa kita dapatkan ketika kita bekerja. Dalam artian, untuk dapat penghasilan kita harus bekerja.

Berbeda dengan poin kedua, untuk mendapat pengahasilan kita tidak perlu bekerja. Kita hanya perlu mengeluarkan modal, selanjutnya biarkan sistem yang bekerja untuk kita. Salah satunya adalah dengan cara berinvestasi.

Jika kalian memiliki uang lebih, ada baiknya untuk berinvestasi. Namun, sebelum melakukannya, kalian perlu memperlajari return on equity (ROE) perusahaan yang ingin kita tuju.

Langkah ini perlu dilakukan karena angka tersebut dapat menunjukkan efisiensi perusahaan dalam memanfaatkan ekuitas dan performa keuangannya secara menyeluruh.

Baca artikel ini sampai tuntas ya, agar kalian tidak salah langkah ketika ingin berinvestasi dimulai dari pengertian ROE, cara menghitung hingga apa saja kegunaan dari ROE itu sendiri.

Apa Itu Return on Equity (ROE)?

Langkah pertama kita perlu tahu apa itu ROE terlebih dahulu. Melansir dari Investopedia, return on equity adalah rasio yang menunjukkan seberapa efisien sebuah perusahaan dan bagaimana manajemennya dari aspek keuangannya.

Rasio ini dibutuhkan oleh para investor agar sebelum berinvestasi mereka bisa memutuskan untuk melanjutkan atau tidak, karena performa keuangan sebuah perusahaan akan berpengaruh banyak terhadap kesejahteraan dalam berinvestasi.

Kita pasti tidak mau, niatnya berinvestasi untuk dapat passive income tetapi malah kerugian yang kita dapatkan karena tidak bisa menilai ROE dengan baik dari perusahaan, bukan?

Intinya, ROE itu sangat penting untuk dilihat oleh investor, agar tidak asal berinvestasi. Dengan data ini, setidaknya mereka tahu medan yang akan dihadapi nantinya.

Sederhananya, semakin tinggi rasio ROE, semakin efisien pula manajemen perusahaan dalam mencari pendapatan dan meningkatkan perkembangan dari pembiayaan ekuitas yang ada.

Sampai sini sudah paham tentang dasar dari return on equity, kan?

Cara Menghitung Return on Equity (ROE)

Setelah mengetahui apa itu ROE, maka langkah selanjutnya adalah belajar bagaimana cara menghitungnya dengan benar.  menandakan performa keuangan sebuah perusahaan.

Nah, perhitungan apakah kira-kira yang bisa menentukan performa keuangan sebuah perusahaan berdasarkan objek yang bisa dinalar?

Jawabannya adalah pendapatan bersih dan ekuitas dari para pemegang saham atau yang lebih dikenal dengan istilah shareholder.

Tenang saja, cara menghitung ROE sangat mudah, kok. Kalian hanya perlu membagi jumlah pendapatan bersih perusahaan dengan pendapatan para pemegang saham dikurangi dividen dan pengeluaran lainnya.

Untuk pemegang saham, jumlah yang diperhitungkan dalam return on equity (ROE) adalah semua saham yang dimiliki oleh para investor. Kalian bisa mendapat datanya melalui internet atau bisa langsung meminta data pada pihak perusahaan.

Tolak Ukur Return on Equity (ROE)

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Corporate Finance Institute, return on equity dapat memperlihatkan inti dari suatu perusahaan, untuk mengukur profitabilitas atau kemungkinan mendapatkan keuntungan bagi para pemilik usaha dan investor.

Dalam arti lain, pendapatan yang diterima oleh para stockholder adalah tolak ukur yang menunjukkan seberapa besar uang yang dihasilkan setelah mereka berinvestasi di sana.

Mencari Tahu Masalah dengan Melihat ROE

Selain menjadi tolak ukur keuntungan yang mungkin didapatkan, return on equity (ROE) juga bisa digunakan untuk mencari tahu masalah di perusahaan tidak terlihat dan tidak terpublikasi resmi.

ROE yang tinggi seyogyanya menandakan manajemen keuangan perusahaan yang cukup bagus, meski demikian jika tidak diimbangi dengan performa ekuitas yang baik pula bisa berisiko pada para investor.

Dilansir dari Investopedia, setidaknya ada 2 hal yang bisa dijadikan tool untuk melihat sinergi yang terbangun antar keduanya, yaitu:

1. Profit tidak konsisten

Salah satu masalah utama dari return on equity (ROE) yang terlampau tinggi adalah kemungkinan adanya profit yang tidak konsisten.

Sebagai contoh, ada perusahaan yang sudah beberapa tahun tidak memiliki profit sama sekali.

Namun, pada tahun ini mereka mendapatkan profit yang luar biasa banyak. Setelah dihitung, nilai akhir ROE bisa jadi sangat tinggi bahkan terlampau tinggi. Inilah yang dimaksud dengan profit yang tidak konsisten.

Jika demikian, itu tandanya ROE perusahaan terssebut sedang tidak baik.

2. Utang dalam jumlah besar

Ketika kalian mendapati perusahaan dengan return on equity (ROE) yang sangat tinggi, maka jangan terlalu gegabah untuk segera berinvestasi. Sebab, bisa saja ROE dari perusahaan itu tinggi karena perusahaan tersebut seringkali meminjam uang dalam jumlah besar.

Nominal pinjaman secara instan berpengaruh terhadap tinggi rendahnya ROE.

Hal ini terjadi karena equity yang terdapat dalam perhitungan adalah hasil pengurangan aset dengan utang.

Semakin tinggi utang sebuah perusahaan, semakin rendah pula ekuitasnya.

Nah, sampai di sini apakah kalian sudah bisa memahami ROE dan bagaimana cara kerjanya?

Intinya, ROE merupakan rasio yang membantu investor melihat kemungkinan mendapat keuntungan setelah berinvestasi di perusahaan yang dituju.

Semoga artikel ini bermanfaat!

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Enol Writer
5 bulan yang lalu
5 Perbedaan Process Modelling dan Mapping dalam Bisnis

5 Perbedaan Process Modelling dan Mapping dalam Bisnis

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com - Process modelling dan mapping memiliki kegunaan untuk merampingkan operasi bisnis. Namun demikian, terdapat beberapa perbedaan antara kedua proses tersebut.

Misalnya dari kegunaan, fokus utama, manfaat hingga seterusnya, sehingga dengan mengetahui perbedaan keduanya, Anda bisa mengetahui kapan waktu yang tepat untuk melakukannya.

Artikel kali ini akan memberi Anda beberapa ringkasan seputar Process modelling dan Process mapping. Akan tetapi sebelum masuk ke pembahasan, mari kita pahami pengertian dari kedua proses tersebut.

Pengertian Process Modelling

Pengertian Process Modelling

Process Modelling, dapat diartikan sebagai representasi grafis dari proses bisnis dan berbagai aktivitas yang terkait dengannya. 
Dalam teknik ini, Anda menjelaskan secara detail bagaimana proses bekerja dan siapa yang bertanggung jawab untuk itu.
Process Modelling, menurut Simplicable, juga digunakan sebagai dasar untuk  perbaikan berkelanjutan alur kerja bisnis.

Sebelum mempelajari perbedaan antara process modelling dan mapping, Anda harus terlebih dahulu mengetahui definisinya.

Process Modelling, dapat diartikan sebagai representasi grafis dari proses bisnis dan berbagai aktivitas yang terkait dengannya. 

Dalam teknik ini, Anda menjelaskan secara detail bagaimana proses bekerja dan siapa yang bertanggung jawab untuk itu.

Process Modelling, menurut Simplicable, juga digunakan sebagai dasar untuk  perbaikan berkelanjutan alur kerja bisnis.

Pengertian Process Mapping

Pengertian Process Mapping

rocess Mapping adalah teknik yang digunakan untuk membuat peta yang memvisualisasikan alur kerja atau proses bisnis.
Dari peta yang dihasilkan, Anda dapat secara singkat dan langsung mengomunikasikan cara kerja proses bisnis.

Sebagaimana dilansir dari Appian, Process Mapping adalah teknik yang digunakan untuk membuat peta yang memvisualisasikan alur kerja atau proses bisnis.

Dari peta yang dihasilkan, Anda dapat secara singkat dan langsung mengomunikasikan cara kerja proses bisnis.

Proses ini memungkinkan bisnis untuk melacak dan melaporkan. Tidak hanya itu, melakukan audit bisnis juga akan lebih mudah dilakukan dengan peta proses ini.

Ini adalah perbedaan utama antara pemodelan proses dan pemetaan proses.

Baca Juga: Kenali Inclusive Meeting, Cara Membuat Meeting Efektif dan Hasil Maksimal

Perbedaan Process Modelling dan Mapping

Selain definisi yang telah disebutkan di atas, masih ada perbedaan lain antara process mapping dan process modelling.

Berikut adalah beberapa perbedaan yang mencolok di antara kedua proses tersebut.

1. Kegunaan

Dari segi kegunaan, process modelling dan process mapping memiliki perbedaan masing-masing, misalnya;

Process modelling, digunakan sebagai bagian dari visualisasi proses untuk proyek baru atau merampingkan alur kerja perusahaan.

Dengan cara ini, process modelling dapat membantu Anda menganalisis proses dan mengembangkan cara untuk membuatnya bekerja lebih efisien.

Sementara itu, process mapping digunakan untuk mendokumentasikan proses bisnis yang sedang berlangsung sebagai diagram multi-level. 

Akibatnya, process mapping dapat membantu Anda lebih memahami proses bisnis yang digunakan.

2. Fokus utama

Fokus utama dari process modelling adalah untuk menjelaskan hubungan yang terjadi dalam sebuah proses bisnis.

Beberapa hubungan yang termasuk dalam proses ini antara lain;

  • hubungan antara setiap langkah dalam proses
  • hubungan antara proses bisnis secara keseluruhan dengan lingkungannya
  • hubungan antara proses bisnis dengan perusahaan

Begitu juga dengan informasi seputar waktu dan biaya yang dibutuhkan, menjad fokus utama dari process modelling.

Dengan demikian, anggota tim dapat memakai informasi tersebut untuk mencari kesempatan mengefektifkan proses dalam suatu proyek yang sedang dikerjakan.

Di sisi lain, fokus utama process mapping adalah untuk menggambarkan urutan dan alur yang terjadi dalam suatu proyek. 

Dalam pemetaan proses, tujuannya adalah untuk menggambarkan alur kerja dalam suatu proyek atau bisnis sejelas mungkin.

Sehingga membuatnya tetap fokus untuk menjelaskan kegiatan-kegiatan penting dalam proyek tersebut.

Akibatnya, beberapa faktor bisnis yang mempengaruhi proses bisnis dihilangkan dari process mapping.

3. Manfaat

Salah satu manfaat dari process modelling adalah Anda dapat mengatur alur kerja sesuai keinginan Anda. 

Tentu hal ini akan memberi Anda kesempatan untuk mengatur proses bisnis sekreatif mungkin.

Bahkan ada kemungkinan nantinya akan memberi Anda beberapa ide dan cara untuk merampingkan proses saat ini.

Sedangkan process mapping tidak memberi Anda kemampuan untuk melakukan hal tersebut karena Anda "hanya" menggambarkan apa yang terjadi dalam proses bisnis atau proyek.

4. Informasi yang disampaikan

Dari segi informasi yang disampaikan, process modelling dan pemetaan merupakan perbedaan yang mencolok.

Dalam process modelling, terdapat informasi tentang hubungan antara setiap tindakan dalam proses dan hasilnya.

Process modelling juga dapat mencakup aturan bisnis dan ekonomi dalam proses.

Dengan cara ini, Anda dapat memprediksi kemungkinan hasil penerapan aturan ini.

Sedangkan informasi yang disampaikan dalam process mapping lebih kepada memberikan gambaran yang jelas tentang proses yang berlaku dalam perusahaan.

5. Akomodasi 

Process modelling adalah teknik yang sangat mudah beradaptasi dan dapat dimodifikasi untuk mencerminkan perubahan dalam alur kerja bisnis atau proyek.

Oleh karena itu, process modelling dapat digunakan terus menerus oleh perusahaan.

Ini menjadikannya teknik yang sangat mudah beradaptasi karena merupakan alat visualisasi yang bertahan lama.

Sementara itu, process mapping biasanya hanya digunakan untuk proses yang sedang digunakan.

Jadi saat alur kerja yang berlaku untuk proyek atau bisnis berubah, peta tidak lagi valid.

Memang, process mapping lebih berfokus pada kejelasan proses daripada adaptasinya.

Jadi, inilah yang perlu Anda ketahui tentang perbedaan antara process modelling dam mapping.

Kedua teknik ini dapat membantu proses bisnis berjalan lebih efisien, yang sangat penting untuk pertumbuhan bisnis. 

Selain informasi ini, Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang perkembangan bisnis dengan membaca artikel di Jobnas.

Memahami Lebih Dalam Process Modelling

Process Modelling 

Pemodelan proses merupakan teknik yang digunakan dalam manajemen proses bisnis untuk menggambarkan semua aspek yang terkait dengan proses tersebut.

Melalui pemodelan proses, organisasi dapat memahami dan mengkoordinasikan setiap aktivitas yang terjadi dalam setiap tahapan proses bisnis.

Pemodelan proses juga merupakan langkah awal yang penting dalam perancangan, implementasi, dan pemantauan proses bisnis.

Dengan menggunakan pemodelan proses, organisasi dapat mengidentifikasi hambatan, menemukan peluang perbaikan, serta mengoptimalkan proses bisnis untuk mencapai efisiensi dan efektivitas yang lebih baik.

Salah satu alat yang sering digunakan dalam pemodelan proses adalah diagram aliran proses.

Diagram ini memberikan gambaran visual mengenai urutan aktivitas dalam proses, pergerakan informasi, dan interaksi antara unit-unit organisasi.

Melalui pemodelan proses, juga memungkinkan analisis yang lebih mendalam terkait dengan setiap tahapan proses. Hal ini dapat membantu pemangku kepentingan dalam memahami detail operasional, sumber daya yang terlibat, serta hubungan antara aktivitas-aktivitas yang berbeda.

Dengan demikian, organisasi dapat mengidentifikasi kemungkinan masalah, kelemahan, serta peluang untuk melakukan perubahan yang dibutuhkan.

Selain itu, pemodelan proses juga memfasilitasi pemantauan dan pengukuran kinerja proses.

Dengan menggambarkan kegiatan-kegiatan yang seharusnya dilakukan serta menggunakan metrik yang relevant, organisasi dapat mengukur efisiensi proses dan menemukan area yang perlu diperbaiki.

Dengan adanya pengukuran yang akurat dan sistematis, organisasi dapat mengambil keputusan yang lebih baik.

Selain manfaat tersebut, pemodelan proses juga sangat penting dalam meningkatkan komunikasi dan koordinasi antar unit organisasi.

Dalam sebuah bisnis, terkadang terjadi pemisahan antara unit-unit yang berbeda, yang mengakibatkan kurangnya pemahaman holistik tentang keseluruhan proses.

Dengan menggunakan pemodelan proses, organisasi dapat menggabungkan wawasan dan pemahaman mengenai proses bisnis, yang memudahkan keterlibatan dan kolaborasi antar unit organisasi.

Secara keseluruhan, pemodelan proses merupakan alat penting dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas bisnis.

Di tengah perubahan yang terus menerus, organisasi perlu terus memperbarui dan memperbaiki proses mereka agar tetap relevan dan dapat bersaing.

Pemodelan proses merupakan langkah awal yang penting dalam menghadapi tantangan ini, dan dengan tekad, pemahaman, serta inovasi yang tepat, organisasi dapat merancang dan mengoptimalkan proses bisnis mereka dengan baik.

Mapping Dalam Bisnis: Memetakan Langkah Strategis untuk Keberhasilan

Dalam dunia bisnis yang kompetitif, perencanaan yang baik menjadi kunci untuk mencapai keberhasilan jangka panjang. Salah satu alat yang sangat penting dalam perencanaan tersebut adalah pemetaan atau mapping.

Mapping dalam bisnis adalah teknik yang memetakan langkah-langkah strategis untuk mencapai tujuan dan visi bisnis dengan efektif dan efisien.

Pentingnya mapping dalam bisnis tidak bisa diremehkan. Dengan mapping yang baik, sebuah perusahaan dapat mengenali peluang dan risiko yang ada di pasar, memahami kekuatan dan kelemahan internal perusahaan, serta mengatur sumber daya dengan tepat guna.

Mapping juga membantu perusahaan dalam menentukan arah yang tepat dan mengidentifikasi titik pertumbuhan yang potensial.

Salah satu manfaat utama dari mapping dalam bisnis adalah untuk membantu pemilik atau pengusaha dalam mengambil keputusan yang tepat.

Dengan melihat gambaran besar yang tercakup dalam peta bisnis, para pengambil keputusan dapat melihat hubungan antarbagian, melihat pengaruh satu keputusan terhadap elemen lainnya, dan mengidentifikasi kebutuhan yang harus dipenuhi untuk mencapai tujuan bisnis.

Dalam proses mapping, beberapa langkah penting perlu diperhatikan. Pertama, identifikasi visi dan misi bisnis. Hal ini penting untuk memetakan tujuan jangka panjang yang ingin dicapai.

Kedua, analisis lingkungan bisnis, yaitu mengevaluasi peluang dan ancaman yang ada di pasar serta bagaimana perusahaan harus beradaptasi dengannya.

Ketiga, identifikasi kekuatan dan kelemahan internal perusahaan. Ini akan membantu dalam membangun strategi dan tindakan yang tepat. Keempat, menentukan strategi bisnis yang akan diimplementasikan. Kelima, menentukan tindakan yang harus diambil dalam jangka pendek, menengah, dan jangka panjang.

Dalam proses pemetaan bisnis, penting juga untuk melibatkan tim manajemen dan anggota yang memiliki pengetahuan yang relevan dengan aspek-aspek bisnis.

Diskusi dan kolaborasi bersama akan menghasilkan gambaran yang lebih komprehensif dan ide yang lebih kreatif.

Mapping dalam bisnis bukanlah proses yang statis, melainkan perlu dipantau dan diperbarui secara berkala. Perubahan dalam lingkungan bisnis atau secara internal dalam perusahaan dapat mempengaruhi peta bisnis.

Dengan melakukan pembaruan secara teratur, perusahaan dapat terus meningkatkan dan mengoptimalkan strategi bisnis mereka.

Secara keseluruhan, mapping dalam bisnis adalah alat yang sangat penting bagi perusahaan untuk mencapai keberhasilan jangka panjang.

Dengan memahami lingkungan bisnis, kekuatan dan kelemahan internal, serta merencanakan strategi dan tindakan yang tepat, perusahaan dapat melangkah maju dengan lebih percaya diri. Jadi, jangan remehkan kekuatan dari sebuah peta bisnis.

Mulailah mapping dalam bisnis Anda dan petakan langkah-langkah strategis untuk mencapai tujuan dengan maksimal!

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Ghufron Writer
1 tahun yang lalu
Pengertian, Jenis, dan Manfaat dari Analisis Audiens - Jobnas

Pengertian, Jenis, dan Manfaat dari Analisis Audiens

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com-Salah satu langkah yang dapat membantu kamu sebagai seorang marketer dalam mendapatkan insight penting mengenai basis konsumen dan memahami mereka lebih baik lagi adalah analisis audiens. 

Melalui analisis audiens, kamu dapat membuat konten yang lebih menarik dan bermakna bagi mereka. Selain itu, analisis ini juga akan membantu perusahaan dan kamu untuk mendapatkan pembeli baru dan menjaga loyalitas konsumen. Sehingga, penting bagimu untuk mempelajari hal ini.

Nah, di artikel ini Jobnas..com akan memberi penjelasan singkat seputar audience analysis bagimu. Yuk, simak selengkapnya berikut ini!

Baca Juga: Gunakan Tampilan Lightbox Popup Agar User Bertahan dalam Situs

Pengertian Analisis Audiens

Menurut Indeed, secara definitif, analisis audiens merupakan proses mengoleksi informasi sebanyak mungkin dengan tujuan untuk mengetahui dan memahami mereka lebih baik lagi. 

Untuk mengetahui siapa mereka dan hal apa yang dipedulikan oleh audiens, melakukan audience analysis tentu akan sangat membantumu untuk hal itu.

Selain itu, hal tersebut dapat membantu bisnis, marketer, dan ahli di bidang customer service mengidentifikasi, merencanakan, serta mengimplementasikan marketing campaign juga strateginya. Marketer dapat melakukan segmentasi audiens, riset pasar, dan membuat keputusan yang terarah dengan data yang didapat dari audience analysis.

Beberapa pertanyaan yang lazim ingin dijawab dari analisis ini antara lain:

jenis topik seperti apa yang harus dibahas oleh konten darimu?

nilai apa yang paling penting dan selalu dipegang oleh audiensmu?

jenis campaign seperti apa yang kompetitor luncurkan?

platform dan channel apa yang paling sering audiens gunakan untuk berinteraksi dengan brand-mu?

campaign seperti apa yang paling berhasil di seluruh tipe audiens?

Jenis-Jenis Analisis Audiens

Perlu dipahami bersama bahwa dalam audience analysis dapat dilakukan dalam beragam bentuk sesuai tujuan yang ingin dicapainya.

Saat ini, karena terdapat beragam tools yang bisa digunakan seperti website metric dan audience intelligence, perusahaan dapat melakukan analisis dengan lebih mudah. Dikutip dari Audiense Resources, berikut adalah beberapa jenis dari analisis audiens.

1. Demografis

Umur, gender, dan lokasi geografis merupakan beberapa bagian  dari proses yang mengelompokkan dan menganalisis sebuah audiens berdasarkan kategori demografis.

2. Branded

Proses yang mengidentifikasi dan memahami audiens dari suatu brand tertentu. Baik itu brand milik perusahaan sendiri atau kompetitor yang berasal dari industri serupa.

3. Psikografis

Afinitas, ketertarikan, dan nilai yang dipegangnya merupakan beberapa bagian dari proses mengategorikan dan menganalisis audiens berdasarkan faktor psikografis.

4. Unbranded

Proses memahami audiens dengan sesuatu yang tidak terkait dengan brand yang serupa. Seperti konsumen dari suatu produk yang umum atau pembaca dari suatu publikasi tertentu.

5. Kompetitor

Proses mengidentifikasi dan menganalisis data seputar audiens milik kompetitor.

6. Sosial

Proses menggunakan data dari platform media sosial seputar user aktifnya untuk membantu brand memahami audiensnya lebih baik lagi.

Baca Juga: Debt Stacking, Solusi Paling Tepat Agar Bebas dari Hutang

Pentingnya Analisis Audiens 

Untuk menentukan strategi produk, konten, public relation, brand marketing, dan customer service, suatu perusahaan dapat menggunakan audience analysis. Lebih dari itu, menurut Quintly, terdapat beberapa alasan di balik pentingnya menggunakan analisis audiens.

1. Meningkatkan aksesibilitas

Aksesibilitas bertujuan untuk memberi tahu perusahaan apakah produk atau layanannya dapat ditemukan atau dibeli dengan mudah oleh konsumen.  Misalnya, hal yang terkait dengan aksesibilitas dapat berupa;

apakah iklanmu sudah mencapai audiens yang tepat?

apakah website-mu sudah mobile-friendly atau belum?

2. Mempelajari ekspektasi audiens

Untuk mengatasi pain point milik konsumen, ekspektasi dapat menjadi ukuran dasar dari kemampuan produk atau layanan. Misalnya, dengan harga di kisaran Rp 250 ribu, konsumen akan mengekspektasikan produkmu untuk memilikinya. 

Nah, kamu bisa memberi produkmu harga lebih murah untuk menjadi selling point-nya di mata konsumen.

3. Mengidentifikasi channel yang lebih disukai

Analisis audiens juga dapat membantumu mengetahui channel apa yang paling sering digunakan oleh target audiensmu. Dengan demikian, kamu bisa membuat konten atau pesan di platform media sosial yang lebih disukai audiensmu. Sehingga, tingkat engagement mereka terhadap konten atau pesanmu menjadi lebih tinggi.

4. Melacak tren dari ketertarikan audiens

Dalam setiap waktu, ketertarikan audiens dapat berubah dan mempengaruhi decision making-nya. Di titik inilah kamu bisa memanfaatkannya untuk menghasilkan lebih banyak engagement dan impression dengan melacak ketertarikan audiens dan mengidentifikasi tren sebelum menjadi populer.

Melakukan analisis audiens dapat membantumu memahami penyebab dari perubahan ketertarikan audiens. Sehingga, kamu bisa memanfaatkan tren tersebut untuk kegiatan marketing-mu.

5. Mengidentifikasi topik yang sedang tren

Dengan melakukan audience analysis, kamu juga bisa tahu topik apa yang akan menarik perhatian audiens. Sebab, topik yang baik harus disesuaikan dengan kebutuhan dan minat dari audiens. Kamu juga harus memiliki keahlian dalam membahas topik yang diangkat.

Sehingga, analisis ini membantumu menentukan topik khusus yang memiliki kemungkinan besar akan ditanggapi positif oleh audiensmu. Dengan demikian, kamu bisa membuat pesan dan konten marketing yang sesuai dengan kebutuhan serta ketertarikan mereka.

Baca Juga: Cara Mendapatkan Bantuan Modal Usaha UMKM 2023

Demikianlah penjelasan Jobnas.com terkait beberapa hal yang bisa kamu pelajari seputar analisis audiens. Yang perlu diingat adalah karena dapat membuatmu memahami audiens lebih baik, melakukan hal ini dalam kegiatan marketing-mu menjadi sangat begitu penting. Dari sinilah loyalitas konsumen pun akan meningkat.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Ghufron Writer
1 tahun yang lalu
Inilah Pengertian, Contoh, dan Tips Penting dari High Risk Investment

Inilah Pengertian, Contoh, dan Tips Penting dari High Risk Investment

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com-Dalam dunia investasi, high risk investment merupakan istilah yang kerap kali didengar selain low risk investment. Dalam memilih resiko investasi, masing-masing orang pasti memiliki kemampuan dan keinginan yang tidak sama. 

Kini saatnya, kamu perlu memahami jenis resiko dari investasi high risk agar bisa temukan produk investasi yang paling pas untukmu. Oleh karena itu, di artikel ini Jobnas.com telah merangkum beberapa hal terkait  high risk investment yang perlu kamu ketahui. Yuk, langsung saja simak selengkapnya!

Pengertian High Risk Investment

Menurut Investopedia, secara definitif high risk investment bisa dibilang sebagai investasi yang kemungkinannya lebih besar untuk mengalami kerugian. Bukan berarti dengan adanya resiko yang besar menjadi suatu investasi yang dihindari. 

Namun,  kamu memang perlu memastikan bahwa investasi tersebut cocok untukmu. Kamu harus menyadari konsekuensinya bahwa investasi risiko tinggi bisa berpotensi membuatmu rugi.

Menurut Money Helper,  meskipun beberapa penipuan memang biasanya berkaitan erat dengan high risk investment, investasi risiko tinggi tentu berbeda dengan investasi ilegal atau penipuan. 

Di samping itu, low risk investment tidak memiliki risiko kerugian terlalu besar tetapi juga tidak bernilai tinggi untuk portofoliomu. Jika kamu sering mendengar istilah  high risk high return itu berarti semakin tinggi risiko suatu investasi, biasanya return atau keuntungan yang akan kamu dapatkan juga semakin tinggi. Sebaliknya, jika risikonya rendah, keuntungan yang dihasilkan juga rendah.

Dengan demikian, kamu harus curiga dengan investasi yang low risk tetapi menjanjikan high return karena investasi yang benar hasilnya pasti tidak ada yang instan.

Contoh High Risk Investment

Jika kamu ingin mengetahui seperti apa contoh investasi berisiko tinggi ini, simak penjelasan dari Investopedia berikut ini: 

1. Kontrak Opsi Saham (KOS)

Menurut OJK, Kontrak Opsi Saham (KOS) adalah salah satu produk derivatif dari saham. Produk derivatif merupakan sebuah kontrak atau perjanjian yang keuntungannya terkait dengan kinerja aset lain.

Karena bersifat produk derivatif, harga atau nilai KOS akan tergantung pada nilai saham yang menjadi acuannya. KOS merupakan efek yang memberimu hak untuk membeli (call option) atau atau hak untuk menjual (put option) atas suatu underlying asset, yaitu aset yang menjadi dasar harga derivatif.

KOS adalah instrumen investasi yang kuat karena bisa menjadi nilai besar bagi portofoliomu. Salah satu contoh manfaat KOS adalah bisa berfungsi sebagai hedge atau perlindungan terhadap penurunan nilai stock market untuk meminimalkan kerugian.

2. Initial Public Offering (IPO)

Kamu berkesempatan untuk mendapatkan return yang tinggi ketika sudah mulai ada penyesuaian valuasi jika membeli saham di Initial Public Offering atau IPO saat perusahaannya undervalued.

IPO sendiri adalah proses penawaran saham yang dilakukan oleh perusahaan atau emiten secara terbuka untuk masyarakat umum.

Alasan mengapa mekanisme ini termasuk ke dalam high risk investment adalah karena masih ada kemungkinan perusahaan tersebut gagal menghasilkan return untuk investor.

Jadi, perusahaan yang sudah melakukan IPO bukan berarti bebas dari ketidakpastian apakah manajemen akan mampu memajukan perusahaan atau tidak.

3. Venture capital

Para pendiri startup sudah pasti banyak yang membutuhkan pendanaan. Nah, venture capital adalah jenis investasi di mana kamu memberikan modal untuk startup atau perusahaan rintisan.

Umumnya, pendanaan venture capital memang mempunyai minimum pendanaan yang cukup tinggi. Meski demikian, return-nya juga akan tinggi ketika startup tersebut mampu hasilkan profit. Intinya, kamu harus memerhatikan fakta bahwa startup memiliki risiko tinggi untuk gagal.

Mulai dari manajemen yang masih belum matang, marketing yang belum maksimal, hingga produk yang belum dikembangkan sempurna, ada banyak faktor yang dapat menggagalkan investasimu.

4. Foreign emerging market

High risk investment yang satu ini memungkinkanmu untuk berinvestasi pada negara yang sebelumnya memiliki pertumbuhan ekonomi rendah dan sedang bertumbuh ke level yang lebih tinggi.

Investor bisa membeli berbagai instrumen investasi yang disediakan, mulai dari obligasi pemerintah maupun saham dari sektor-sektor yang sedang mengalami pertumbuhan.

Baca Juga: Cara Mendapatkan Bantuan Modal Usaha UMKM 2023

Resiko terbesar dari investasi ini adalah pertumbuhan ekonomi negara tersebut yang mungkin saja masih belum stabil dan bisa menurun kapan saja.

Selain itu, ditambah lagi ketidakstabilan politik yang turut mempengaruhi kebijakan dan perekonomian suatu negara. Bukan tak mungkin ada perubahan mendadak yang akan berdampak buruk pada investasimu.

5. Real Estate Investment Trust (REIT)

Selanjutnya adalah Real Estate Investment Trust yang merupakan sebuah perusahaan yang memiliki dan mengoperasikan real estate komersial, seperti hotel, perkantoran, pusat perbelanjaan, dan lain-lain.

Kamu akan mendapatkan beberapa keunggulan jika berinvestasi di REIT, seperti mendapatkan perpajakan khusus tetapi menghasilkan dividen yang cukup tinggi.

Meski demikian, REIT rentan terhadap kerugian karena nilainya mudah dipengaruhi oleh kondisi ekonomi suatu negara serta tingkat suku bunga. Real estate juga mengalami depresiasi yang membuat nilainya dapat terus menurun. 

Itulah mengapa REIT termasuk ke dalam salah satu contoh high risk investment namun dapat mendatangkan high return juga, yaitu sekitar 10-15% dividen.

6. Cryptocurrency

Cryptocurrency merujuk terhadap aset atau uang digital yang bisa ditukarkan dengan cara yang mirip seperti mata uang biasa. Bitcoin merupakan salah satu bentuk  cryptocurrency di antara beberapa yang terkenal. 

Berinvestasi di cryptocurrency bisa membawa return yang cukup tinggi. Meskipun demikian, risikonya juga cukup besar, di antaranya adalah harga yang sangat tidak stabil, rentan terhadap serangan cyber dan penipuan, regulasi belum jelas, mengakibatkan sulitnya bagi investor untuk membuat komplain, dan kompleksitas yang tinggi sehingga tidak semua cryptocurrency bisa diubah menjadi uang tunai

Tips Berinvestasi Pada Produk High Risk Investment

Karena mengandung resiko yang tinggi, kamu perlu berhati-hati dalam mengambil keputusan dan tidak perlu takut. Sebelum kamu berinvestasi pada produk yang resikonya tinggi, ada beberapa hal yang perlu kamu lakukan: 

1. Riset mendalam

Barangkali, beberapa jenis investasi memiliki mekanisme kompleks dan istilah yang belum kamu pahami sepenuhnya. Oleh karena itu, apabila kamu masih mempunyai banyak kebingungan, sebaiknya tidak usah memaksakan diri untuk berinvestasi.  Pelajari seluruh risiko dan juga biaya yang perlu kamu keluarkan nantinya.

2. Baca paperwork dengan cermat

Kamu harus membaca dan memahami dengan baik semua paperwork atau dokumen yang ada. Sebaiknya, jangan ragu untuk bertanya terhadap orang lain atau pihak yang bertanggung jawab atas transaksi investasi tersebut apabila terdapat hal yang belum kamu pahami.

3. Jangan terlalu cepat memutuskan

Terakhir, sebaiknya jangan langsung tergiur jika ada yang menawarkan investasi padamu lebih dulu. Langkah yang bisa kamu lakukan adalah bandingkan dengan investasi lain yang lebih masuk akal. Di samping itu, pastikan untuk menerima high risk investment dari perusahaan yang telah diregulasi dan diawasi oleh lembaga keuangan, ya.

Baca Juga: Tingkatkan Popularitas Situsmu dengan Guest Blogging, Strategi Menulis di Situs Lain

Itulah uraian Jobnas.com ihwal pengertian, contoh, dan tips berinvestasi pada produk dengan risiko tinggi. Jika kamu sudah memutuskan mau membeli instrumen investasi yang mana, hal yang perlu lakukan pertama kali adalah mempelajari lebih dalam dunia investasi agar kamu tak salah langkah. Berinvestasi juga harus dibarengi dengan kemampuan mengelola keuangan pribadi dengan baik, lho.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Ghufron Writer
1 tahun yang lalu
Inilah Tips Menulis Email Mengajukan Promosi Jabatan dan Contohnya

Inilah Tips Menulis Email Mengajukan Promosi Jabatan dan Contohnya

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com-Mengajukan promosi jabatan dirasa menjadi sesuatu yang wajar apabila kamu sudah lama bekerja di suatu perusahaan. Dalam mengajukannya pun tidak boleh sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan, salah satunya adalah mengetahui cara menulis email mengajukan promosi jabatan yang benar. Dengan mengetahui hal ini, kesempatanmu mendapatkannya akan semakin besar.

Menurut Indeed, pesan untuk mengajukan promosi jabatan harus memperlihatkan kemampuan saat bekerja dan kontribusi yang sudah berikan ke perusahaan. Untuk itulah, di artikel ini Jobnas.com akan menjelaskan cara dan tips menulis email mengajukan promosi jabatan serta contoh yang bisa kamu jadikan referensi. Tunggu apa lagi, yuk baca sampai tuntas !

Cara Menulis Email Mengajukan Promosi Jabatan

1. Tulis subject email yang tepat

Hal yang pertama dilihat oleh penerima email adalah subject email. Dengan demikian, kamu perlu menulis subject email yang dapat memberikan informasi dengan jelas. Dikutip dari Flowrite, terdapat beberapa cara untuk menulis subject email yang tepat dan informatif.

Pertama, kamu dapat langsung menulis tujuan email seperti “Permintaan untuk mengajukan promosi jabatan” atau dalam bahasa Inggris “Request for a possible job promotion”. Kalimat seperti ini dapat lebih efektif menyampaikan maksud dan tujuanmu ke pembaca. Meski demikian, tidak semua orang suka dengan pesan yang terlalu terus terang.

Selain itu, kamu dapat mengundang atasanmu untuk bertemu atau berdiskusi tentang promosi jabatan. Sebagai contoh, kamu dapat tulis subject seperti “Permintaan pertemuan untuk membahas perkembangan karier” atau “Request for a meeting to discuss career progression”.

2. Buka isi email dengan sopan

Menyusun isi email merupakan langkah terpenting dalam menulis email promosi jabatan setelah kamu menulis subjectnya. Seperti halnya sebuah surat formal, kamu harus buka isi email dengan sapaan yang sopan seperti “Yth. Bpk/Ibu X” atau “Dear Mr./Ms. X”.

Baca Juga: Kenali Lebih Akrab Layanan Microsoft 365 Auto Sukseskan Kinerjamu

Kemudian, kamu dapat jelaskan apa tujuan dari email ini dan alasan mengapa kamu ingin mengajukan promosi jabatan. Kalimat pembuka ini tidak perlu ditulis terlalu panjang, cukup sampaikan tujuan dan alasanmu secara singkat.

3. Ceritakan kemampuan dan kontribusimu

Pada paragraf berikutnya, kamu dapat mulai ceritakan pencapaian dan kontribusimu pada perusahaan sehingga cocok untuk mendapat kenaikan jabatan. Meski demikian, jangan tuliskan seluruh pencapaian atau kontribusimu, cukup sertakan beberapa yang berhubungan langsung dengan posisi yang ingin ditempati.

Secara struktur, kamu dapat menuliskan bagian ini dalam bentuk poin-poin singkat. Jika ada, masukkan juga informasi persentasi angka seperti “meningkatkan profit 40%” agar pencapaianmu terlihat lebih konkret. Di samping itu, kamu juga bisa menyoroti loyalitas dan berapa lama kamu sudah bekerja di perusahaan.

4. Tutup dengan terima kasih

Di mana pun, surat yang formal ataupun email perlu ditutup dengan ucapan terima kasih. Di paragraf terakhir ini, kamu juga bisa masukkan beberapa informasi lainnya. Salah satunya adalah menawarkan bantuan untuk mencari atau melatih orang yang akan menggantikan posisimu saat ini jika kamu akan dipromosikan nanti.

Hal tersebut berguna untuk  memperlihatkan bahwa kamu memiliki skill leadership dan ingin membantu divisimu untuk melewati masa transisi dengan lebih mudah.

Tips Menulis Email Mengajukan Promosi Jabatan

1. Persiapkan diri dengan matang

Ada baiknya kamu persiapkan hal-hal seperti riset tentang pekerjaan yang ingin ditempati, mentalitas, dan introspeksi kontribusimu ke perusahaan sebelum menulis email untuk mengajukan promosi.

Dari ketiga hal ini, yang paling penting adalah mengetahui apakah kamu punya skill untuk posisi yang ingin ditempati dan apakah sanggup melakukan job description-nya. Dengan begitu, kamu tentu tidak akan merasa kewalahan lagi ketika meminta promosi jabatan apabila telah menyiapkan semuanya. 

Namun jika belum, mungkin kamu bisa menunggu terlebih dahulu sambil meningkatkan skill dan berkontribusi lebih banyak lagi ke perusahaan.

2. Kirim pada waktu yang tepat

Mengirim email mengajukan promosi jabatan harus pada waktu yang tepat. Kamu perlu mencoba untuk mengirimkan email permohonan promosi jabatan ke atasanmu apabila ada lowongan yang lebih tinggi yang dibuka dan kamu merasa sudah siap. 

Pastikan juga bahwa atasanmu menerima emailmu pada saat ia sedang bekerja. Jangan kirimkan email pada saat ia sedang sakit ataupun cuti karena hal mendadak.

3. Tulis dengan gaya bahasa formal

Gaya bahasa juga perlu diperhatikan saat menulis email, di samping struktur dan isi. Misalnya, hindari penggunaan kata sapaan sehari-hari “aku-kamu” atau “gue-lo”, tapi gunakan sapaan yang sopan seperti “Bapak-Ibu” atau “Saya-Anda”.

Baca Juga: Ingin Jadi Sales Representative yang Profesional? Wajib Kuasai 5 Skill Ini

Kamu juga harus perhatikan penggunaan huruf kapital pada nama lengkapmu, nama perusahaan, dan nama penerima email. Terakhir, cek juga apakah ada typo atau salah penulisan pada email-mu.

Itulah penjelasan singkat Jobnas.com terkait cara dan tips menulis email mengajukan promosi jabatan. Meski menulis email mengajukan promosi jabatan memang cukup sulit, namun hal itu akan menjadi mudah apabila kamu mengetahui cara dan tipsnya. Demikian juga dalam hal dunia kerja, jika kamu sudah tahu tipsnya tentu akan lebih mudah  mengerjakan apapun.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Ghufron Writer
1 tahun yang lalu
Ingin Tahu Cara Meningkatkan Kepuasan Kerja ? Inilah 10 Hal yang Perlu Kamu Ketahui

Ingin Tahu Cara Meningkatkan Kepuasan Kerja ? Inilah 10 Hal yang Perlu Kamu Ketahui

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com-Dalam bekerja, bisa jadi produktivitasmu akan menurun jika tak puas dalam bekerja. Oleh karena itu, kamu perlu berhati-hati akan hal ini. Nah, untuk mengatasi hal demikian, kamu perlu mengetahui terkait cara meningkatkan kepuasan kerja agar produktivitasmu tidak menurun. 

Berkembangnya perusahaan menumbuhkan ekspektasi lebih bagi karyawannya. Tak ayal apabila kepuasan kerjamu bisa saja berkurang karena semakin banyaknya pekerjaan yang dibebankan kepadamu.  Meskipun pekerjaan tersebut adalah yang kamu impikan, tak menutup kemungkinan terdapat indikator ketidakpuasan kerja yang kamu rasakan.

Untuk itulah di artikel ini Jobnas.com akan menyajikan beberapa cara meningkatkan kepuasan kerja yang telah dikutip dari The Balance Careers, Workawesome, dan WorkIt Daily. Yuk, simak selengkapnya!

Baca Juga: Harus Menghadiri Wawancara Kelompok? Ikuti Tips Suksesnya di Sini!

1.  Lakukan hal yang kamu suka

Melakukan hal yang kamu suka merupakan cara pertama  untuk meningkatkan kepuasan kerja. Hal ini bisa berasal dari pekerjaanmu atau di luar pekerjaanmu. 

Kamu perlu menjadikan sesuatu pekerjaan yang paling kamu suka untuk agenda tiap harinya. Meskipun demikian, kamu masih bisa melakukan hal lain di luar pekerjaanmu. 

Misal, kamu adalah seorang movie-geek, tak ada salahnya jika kamu memutuskan untuk menonton film selepas bekerja. Namun, tetap ingat waktu dan jangan sampai mengganggu pekerjaanmu, ya. 

2. Jalin hubungan dengan teman kerja yang positif

Kepuasan kerja bukan hanya masalah apakah kamu dapat puas terhadap pekerjaanmu, namun juga apakah kamu bisa menikmati bekerja di perusahaan dengan lingkungan tersebut. 

Baca Juga: Agar Keamanan Datamu Terjaga, Pahami Software Keylogger yang Sangat Berbahaya

Dengan demikian, membangun hubungan dengan teman kerja yang positif juga dapat memengaruhi tingkat kepuasan kerjamu. Sebab, lingkungan pertemanan dapat mempengaruhi mood-mu dalam bekerja. Dengan demikian, kamu perlu lebih intensif berkomunikasi dengan teman yang dapat membangkitkan mood-mu. 

Mereka bisa menjadi tempatmu berbagi cerita dan keluh kesah terhadap berbagai masalah yang kamu hadapi. 

3. Tingkatkan hubungan dengan atasan

Selain rekan kerja, hubungan dengan atasan juga dapat memengaruhi kepuasanmu dalam bekerja. Tentu, kamu harus mengetahui terlebih dahulu karakter dari atasanmu. Kamu tentu akan dapat lebih mudah mengakrabkan diri dengan atasanmu dengan mengetahui karakternya.

Perlu dipahami bahwa ini berbeda dengan ‘cari muka’ yang dilakukan pada politik kantor. Jika cari muka adalah mendekatkan diri dengan atasan untuk tujuan tertentu, kali ini kamu menjalin hubungan baik dengan atasan agar dapat saling terbuka mengenai pekerjaan. 

Dengan demikian, kamu menjadi tidak merasa terbebani dan lebih leluasa dalam bekerja. 

4. Organisasikan pekerjaanmu

Mengorganisasikan pekerjaanmu merupakan cara selanjutnya dalam meningkatkan kepuasan kerja. Salah satunya adalah menetapkan tujuan-tujuan kecil dari tiap pekerjaan yang kamu lakukan. Dengan demikian, kamu dapat lebih fokus saat bekerja dan lebih puas kala pekerjaan itu terselesaikan.

5. Lakukan self reward

Memberikan self reward pada dirimu merupakan poin berikutnya dalam cara meningkatkan kepuasan kerja. Pada poin sebelumnya dinyatakan bahwa kamu perlu menetapkan tujuan-tujuan kecil dalam pekerjaan.

Nah, salah satu cara agar kamu lebih semangat mencapainya adalah lakukan self reward. Hal ini dinilai dapat meningkatkan kebahagiaan dan kepuasanmu dalam melakukan pekerjaan.

6. Ambil kesempatan baru

Memiliki hal baru untuk dilakukan dalam bekerja tentu merupakan tantangan tersendiri. Dengan demikian, hal ini dapat meningkatkan kepuasan kerjamu.

Pasalnya ketika seseorang berhasil melewati suatu tantangan, hal tersebut memberikan rasa bahagia dan bangga. Maka, tak perlu ragu menerima tawaran yang diberikan, atau memulai inisiatif meminta kesempatan melakukan hal lain di tempat kerjamu.

7. Mengikuti pelatihan atau kelas perkembangan skill

Salah satu faktor penting untuk meningkatkan kepuasan kerja adalah perkembangan dalam karir.

Riset dari LinkedIn, dikutip dari oleh Hubspot, menyebutkan bahwa apabila kamu memiliki perkembangan karier yang baik, kamu cenderung akan bekerja dalam jangka waktu yang lama di satu perusahaan.

Mengikuti pelatihan maupun kelas pengembangan skill adalah cara meningkatkan kepuasan kerja yang baik sekaligus kesempatan untuk terus tumbuh.

8. Utamakan kesehatan fisik dan mental

Jika pekerjaan membuatmu merasa mudah capek, baik fisik maupun mental, biasanya akan mengakibatkan ketidakpuasan, lho.

Maka, salah satu cara yang bisa kamu lakukan untuk meningkatkan kepuasan dalam pekerjaan adalah dengan memastikan kesehatan fisik dan mental.

Kamu bisa melakukan olahraga ringan di tengah kesibukan dan rutin minum air putih, ini akan membantu kamu menjaga kesehatan fisik.

Untuk menjaga kesehatan mental, kamu bisa mengambil jeda istirahat atau cuti dan memberi waktu untuk diri sendiri.

Baca Juga: Tingkatkan Popularitas Situsmu dengan Guest Blogging, Strategi Menulis di Situs Lain

9. Ambil waktu untuk jalan-jalan

Tingkat kepuasan kerja ternyata juga dipengaruhi oleh lingkungan kerja yang kaku, lho. Jika kamu terus-terusan berada di depan laptop dalam kamar atau kubikel kantor, misalnya, kamu akan cepat merasa lelah dan hasil pekerjaanmu akan tidak baik.

Saat hal ini terjadi, kamu bisa coba keluar sebentar, misalnya ke taman atau rooftop kantor. Istirahat sejenak dengan keluar ruangan seperti ini akan membuat kamu lebih segar juga termotivasi. Pekerjaan yang kamu hasilkan akan lebih baik dan tentunya jadi lebih puas terhadap hasilnya.

10. Minta feedback dari rekan kerja atau atasan

Dikutip dari laman Cleverism, salah satu cara memberikan efek yang baik untuk kamu adalah dengan meminta feedback dari atasan maupun pendapat rekan kerja. Dengan melakukan hal ini, kamu akan merasakan diapresiasi sekaligus bisa belajar hal-hal baru. Selain itu, mendengar dukungan dan masukan dari atasan atau rekan kerja akan membuat kamu merasa berkontribusi pada kemajuan perusahaan.

Demikianlah rangkuman Jobnas.com mengenai beberapa cara meningkatkan kepuasan kerja yang perlu kamu ketahui. Intinya, kepuasan kerja perlu ditingkatkan agar supaya kamu lebih produktif ke depannya. Oleh karena itu, jangan lupakan cara-cara di atas, ya !

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Ghufron Writer
7 bulan yang lalu
Inilah Pengertian, Tips, Cara Membuat, dan Contoh Portofolio Kerja

Inilah Pengertian, Tips, Cara Membuat, dan Contoh Portofolio Kerja

Batas Melamar Pekerjaan ini Career Zone

Jobnas.com-Sekarang ini, mengirimkan portofolio kerja saat melamar pekerjaan penting kamu lakukan untuk dapat bersaing dengan kandidat lainnya. Sebab, dalam beberapa aspek, salah satu syarat utama sebuah lowongan kerja adalah harus menyertakan portofolio,khususnya pada posisi atau bidang kreatif.

Berbicara mengenai portofolio kerja, sebenarnya apa itu portofolio kerja? Simak penjelasan Jobnas.com berikut ini! 

Baca Juga: Definisi dan Jenis-jenis Scripting Language yang Penting Diketahui Web Development

Pengertian Portofolio Kerja

Dikutip dari The Balance Money portofolio kerja bisa diartikan sebagai kumpulan data yang menampilkan kemampuan atau hasil kerja yang dimiliki kandidat pada jenis bidang pekerjaan tertentu. 

Dengan demikian, untuk melamar pekerjaan, portofolio kerja harus dibuat dengan maksimal. Sebab,  portofolio ini berguna bagi para rekruter untuk melihat apakah kemampuan kandidat sesuai dengan yang dibutuhkan.

Suatu perusahaan dapat menimbang kualitas yang dimiliki kandidat portofolio kerja yang dikirimkan dan cara penyajian portofolio itu sendiri.

Cara Membuat Portofolio

Setelah memahami pengertian portofolio kerja dan gunanya saat melamar pekerjaan, berikutnya kamu harus mengetahui cara membuat portofolio yang benar. Berikut adalah cara membuat portofolio yang telah Jobnas.com rangkum khusus untuk kamu.

1. Kumpulkan hasil kerja yang relevan

Mengumpulkan semua hasil kerjamu yang relevan dengan bidang karier yang ingin kamu tempuh merupakan hal pertama yang perlu kamu lakukan.

Contohnya, kumpulkan karya berupa tulisanmu yang pernah kamu buat apabila kamu tertarik meniti karier dalam bidang kepenulisan. Lalu, apa saja yang dapat kamu masukkan ke dalam portofolio?

Terdapat beberapa hal yang bisa menjadi bahan untuk portofoliomu:

hasil karya (desain, artikel, foto, video, dsb.)

pencapaian saat kerja, magang, hingga berorganisasi

studi kasus

tugas kuliah yang relevan

tugas/proyek saat mengikuti pelatihan/kursus

Setelah itu, Canva menjelaskan bahwa sebaiknya pilihlah karya yang terbaik. Caranya adalah dengan melihat respons orang lain terhadap hal tersebut atau biasanya yang memberikan hasil serta dampak yang signifikan.

2. Atur berdasarkan kategori

Setelah memilih yang terbaik untuk ditampilkan dalam portofolio, langkah kedua adalah aturlah dokumen-dokumen tersebut berdasarkan kategori. Misalnya, pengalaman organisasi, pelatihan sertifikasi, dan pengalaman magang. Ini akan membuat portofolio terlihat lebih rapi dan teratur.

Baca Juga: Kunci Menghadapi Wawancara Kerja untuk Posisi Marketing

3. Susun portofolio dengan terstruktur

Berikutnya, susunlah portofolio dengan tepat agar mudah dipahami. Usahakan desainnya tidak terkesan berantakan, meskipun  membuat portofolio dengan sedikit sentuhan desain memang cukup menarik perhatian.

Susunan yang disarankan adalah:

cover

daftar isi

ringkasan diri

ringkasan pengalaman dan skill

isi portofolio

informasi kontak

Di samping itu, gunakan desain serta font yang jelas dan tidak sulit untuk dibaca.

4. Jelaskan peran dan pencapaian

Keempat, jangan lupa untuk menjelaskan peran dan pencapaianmu dalam portofolio kerja ketika menyajikan sebuah karya atau pengalaman. Agar tidak terkesan berbelit-belit, gunakanlah bahasa yang mudah dimengerti. 

Pastikan penjelasanmu menyebutkan kemampuan serta kualifikasi yang relevan dengan posisi yang kamu lamar. Ceritakan mengapa harus kamu yang dipilih perusahaan dibandingkan dengan pelamar lainnya. Jangan sampai penggunaan kata terkesan sombong dan terlalu melebih-lebihkan.

5. Sertakan dokumen pendukung

Terakhir, kamu juga bisa menyertakan dokumen pendukung lain di luar karya atau hasil kerjamu di dalam portofolio kerja.

Dokumen-dokumen ini bisa berupa testimoni dari orang yang pernah bekerja denganmu, surat rekomendasi, sertifikat, dan lain sebagainya.

Tips Membuat Portofolio Kerja

1. Perhatikan apa yang disajikan

Pertama, kamu harus memastikan bahwa kamu telah memberikan informasi yang terbaik dalam menyajikan portofolio kerja. Hindari memberikan informasi palsu hanya untuk menaikkan diri kamu. Kamu bisa memberikan informasi atau hasil portofolio yang dapat kamu banggakan. 

Dalam contoh portofolio kamu, sampaikan juga beberapa foto dan judul yang menarik hasil kinerja kamu sendiri. Jangan dilupakan bahwa khususkan portofoliomu dengan posisi pekerjaan yang akan kamu lamar.

2. Buatlah secara online

Berikutnya, kamu dapat membuat portofolio kerja secara online. Hal ini bertujuan untuk mengakses portofolio di mana pun, kapan pun bisa menjadi mudah. Kamu pun dapat memanfaatkan layanan website portofolio untuk membuatnya. 

Umumnya, website tersebut telah memberikan banyak desain sebagai contoh untuk membuat portofolio. Ketika memberikan link portofolio kepada rekruter, pastikan juga bahwa link tersebut tidak bermasalah dan dapat diakses.

3. Lakukan linking

Jika karya atau hasil kerjamu pernah diterbitkan secara online, jangan lupa untuk melakukan linking ke karya tersebut. Sebab, hal ini akan menguatkan bukti bahwa kamu tidak berbohong dan karyamu dianggap layak untuk dilihat oleh audiens yang lebih luas.

4. Perbarui portofolio secara berkala

Pastikan bahwa hasil kerja yang ada pada portofolio kerja kamu adalah yang terbaru. Idealnya, karya atau hasil kerja portofolio kerja yang disajikan berumur tidak lebih dari 3 tahun.

Informasi portofolio yang terlalu lama meninggalkan kesan kamu tidak mengikuti perubahan tren yang ada.

Usahakan untuk selalu memperbarui portofolio secara berkala. Ini juga penting bagi kamu yang ingin bekerja di bidang industri kreatif.

Contoh Portofolio

Berikut ini merupakan contoh portofolio dari berbagai bidang yang bisa jadi referensimu setelah memahami cara dan tips membuat portofolio kerja.

Portofolio oleh Qin Chen

Portofolio milik seorang reporter dari Shanghai, Qin Chen merupakan contoh pertama. Portofolio ini berisi artikel serta video pemberitaannya yang dapat diakses dengan mudah. Qin Chen membuat domain portofolionya sendiri sehingga terlihat lebih profesional.

Portofolio oleh Dory Younes

Dory Younes merupakan contoh portofolio berikutnya. Portofolio ini berisikan karya fotografi dari Dory Younes yang dikumpulkan dalam satu website berdomain pribadi. Dory Younes membuat kategori berdasarkan jenis-jenis foto yang pernah ia ambil seperti lifestyle, aksesoris perhiasan, interior, dan lain sebagainya di dalam portofolionya itu.

Baca Juga: Kalian Wajib Tahu Ini, 5 Cara Investasi Resmi dan Aman Paling Menguntungkan Hadapi Resesi

Portofolio oleh Terri Lively

Portofolio dari Terri Lively merupakan contoh yang terakhir. Portofolio ini menunjukkan hasil jasanya dalam bidang copywriting. Berbeda dengan dua contoh sebelumnya, portofolio ini justru dibuat dalam Pinterest, salah satu media sosial yang gratis untuk digunakan. Ia juga membuat kategorisasi karyanya ke dalam folder sehingga semakin mudah untuk dilihat.

Demikianlah penjelasan Jobnas.com mengenai cara, tips, serta contoh portofolio kerja yang bisa kamu implementasikan saat membuatnya. Intinya, saat ini kamu sudah bisa mengumpulkan hasil-hasil karyamu. Setelah itu, satukan dan sajikan ke dalam portofolio yang menarik.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Iwan Bisa
1 tahun yang lalu
Selalu Gagal Atau Ketika Berbisnis? Coba Terapkan Strategi Marketing 4P Pemasaran

Selalu Gagal Atau Ketika Berbisnis? Coba Terapkan Strategi Marketing 4P Pemasaran

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com - Pernahkah kalian punya usaha meski kecil-kecilan tapi tak kunjung mapan dan cenderung stagnan? Jika kalian pernah seperti itu, nah, perlu kalian baca dan simak baik-baik artikel ini. Mungkin strategi yang kalian terapkan kurang jos. Ada banyak strategi marketing yang sudah sering digunakan oleh para pengusaha. Namun, semua teknik tersebut tetap mengandalkan dasar strategi marketing 4P.

Secara mendasar, strategi ini menggunakan empat hal sebagai landasannya, yakni product, price, place, dan promotion.

Nah, dalam proses marketing, kamu harus memperhatikan empat hal tersebut. Pasalnya, keberhasilan bisnismu sangat erat kaitannya dengan keempat unsur itu.

Jadi penasaran, bukan? Apa sih sebenarnya 4P itu dan bagaimana pula penerapannya dalam membangun dan menjalankan bisnis? Yuk, cermati penjelasan Glints berikut ini!

Apa Itu Strategi 4P?

Berdasarkan Investopedia, 4P adalah faktor keberhasilan pemasaran barang atau jasa. Istilah tersebut merupakan gabungan antara product (produk), price (harga), place (tempat), dan promotion (promosi).

Biasanya, perusahaan menggunakan 4P untuk mengidentifikasi keinginan dan kepuasan konsumen. Strategi ini juga kerap digunakan untuk melihat posisi perusahaan dibanding kompetitor.

Strategi 4P sebenarnya sudah ada dan berkembang sejak 1960-an. Dilansir dari Neil Patel, strategi ini dikenalkan McCarthy dalam bukunya Basic Marketing: A Managerial Approach.

Tapi, meski sudah ada sejak berapa puluh tahun yang lalu, nyatanya 4P masih digunakan oleh semua marketer sampai saat ini. Pada perkembangannya, beberapa orang menyebut strategi marketing 4P sebagai marketing mix. Bahkan, ada pula pakar yang sudah mengembangkan 4P menjadi 7P. Menarik, bukan?

Nah, jika tertarik untuk mendalami dunia pemasaran, kamu bisa mengikuti berbagai kelas online Glints ExpertClass.

Setiap kelasnya dipandu oleh orang-orang yang profesional di bidang marketing, lho!

Tak perlu ragu, daftarkan dirimu sekarang juga dengan klik banner di bawah ini!

Unsur-unsur Marketing 4P

1. Product

Produk atau jasa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah bisnis. Namun, produk tidak bisa asal dijual mengikuti keinginan pemilik perusahaan.

Lebih dari itu, kamu perlu mempertimbangkan apakah produkmu dibutuhkan atau diinginkan masyarakat.

Kamu harus memastikan agar produk yang kamu jual benar-benar berguna bagi konsumenmu.

Tak berhenti sampai situ, kamu juga perlu membuat produk yang unik, seperti kata Purely Branded. Jangan sampai kamu hanya mengikuti tren dan akhirnya kalah dari kompetitor.

2. Price

Dikutip dari CXL, 94% konsumen online rela menyisihkan waktunya untuk mencari produk komoditas dengan harga terendah.

Hal ini menunjukkan bahwa harga menjadi salah satu faktor terbesar pembelian produk.

Pada dasarnya, harga adalah biaya yang dibayar pelanggan untuk suatu produk. Jadi, pastikan nilai produkmu sebanding dengan biaya yang mereka keluarkan.

Selain itu, kamu juga perlu mempertimbangkan harga kompetitor.

Apabila produkmu serupa dengan kompetitor, tetapi mereka memberikan harga yang lebih murah, kamu bisa kalah saing.

Untuk meningkatkan penjualan, kamu juga bisa memberikan promo dan diskon.

3. Place

Place atau tempat juga menjadi faktor penting dalam strategi marketing 4P. Unsur yang satu ini mempertimbangkan tempat untuk menjual produk atau jasamu, seperti ditulis Business.

Tak hanya itu, kamu juga perlu memikirkan cara pendistribusian produk hingga sampai ke tangan pelanggan.

Tujuan atau prinsip dari place adalah membuat produk semudah-mudahnya ditemukan oleh pelanggan. Jadi, mereka akan mudah dan cepat menemukan produkmu.

Sayangnya, banyak marketer sering keliru dalam menentukan tempat penjualan.

4. Promotion

Apalah artinya sebuah produk jika tidak dikenal oleh masyarakat. Oleh karena itu, diperlukanlah promotion atau promosi.

Dari semua unsur 4P, promotion menjadi tanggung jawab terbesar dari seorang marketer.

Kamu harus bisa mempromosikan dan memasarkan produkmu hingga sampai ke tangan konsumen.

Saat ini, ada banyak strategi marketing yang bisa kamu manfaatkan untuk promosi.

Beberapa di antaranya adalah digital marketing, social media marketing, referral marketing, dan viral marketing.

Semua opsi tersebut bisa kamu pilih sesuai target pasarmu. Jadi, mereka bisa semakin mengenal produkmu hingga akhirnya melakukan pembelian.

Strategi marketing 4P adalah landasan dasar bagi semua praktik pemasaran. Jadi, jangan pernah sepelekan satu antara empat hal tersebut, ya.

Namun, mengetahui dasar marketing saja tidak cukup. Kamu perlu mengetahui tren pemasaran terkini untuk merebut hati target pasarmu.

Jika masing-masing unsur sudah maksimal, besar kemungkinan bisnismu akan berhasil.

Semoga bermanfaat!

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Enol Writer
1 tahun yang lalu
11 Skill yang Dibayar Mahal Tahun 2023, Anda Harus Tahu Ini

11 Skill yang Dibayar Mahal, Anda Harus Tahu Ini

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com - Memiliki skill yang dibayar mahal dalam bekerja tentu menjadi impian setiap orang, namun semua itu tidak semudah yang kita bayangkan.

Karena kerja dengan gaji mahal perlu skiil dan keterampilan khusus yang harus dimiliki.

Apalagi di era teknologi yang semakin berkembang ini, semua jenis pekerjaan juga mengalami perkembangan, termasuk juga dengan skill Anda.

Kerena dunia kerja saat ini, tidak hanya membutuhkan tenaga saja, melainkan juga dengan skill khusus. Untuk itu, jika Anda ingin kerja dengan gaji tinggi, tentu Anda juga harus memiliki skill khusus yang dikuasai.

Skill yang Dibayar Mahal

Namun demikian, setiap masa memiliki trands kerja masing-masing, dan tentunya semua itu tergantung perkembangan zaman dan situasi.

Dan yang paling penting adalah jumlah gaji yang ditawarkan. Berikut ini adalah skill yang diprediksi akan dibayar mahal oleh perusahaan.

Penasaran apa saja skill yang dibayar mahal? Berukut ulasannya!

1. Software engineering

Saat ini sudah banyak perusahaan yang menggunakan teknologi untuk menjalankan dan mengembangkan sistem bisnisnya. 

Oleh karena itu, diperlukan seseorang yang dapat memelihara, mengembangkan dan meningkatkan sistem teknologi.

Inilah sebabnya mengapa keterampilan perangkat lunak sangat penting untuk bisnis dan sangat diminati saat ini.

Software engineer atau full stack developer mendapatkan gaji rata-rata sekitar Rs 11,2 juta hingga Rp 20 juta per bulan.

2. Video editing

Terkait erat dengan digital marketing, video editing juga menjadi skill bergaji tinggi di tahun ini. 

Saat ini, video pendek seperti YouTube Shorts, Tik Tok, dan Instagram Reels menjadi salah satu sarana pemasaran produk yang utama.

Karena tren baru ini, banyak perusahaan membutuhkan editor video untuk membuat video yang menarik dan memikat.

3. Copywriting

Selain video editing, copywriting adalah keterampilan di mana seseorang mencoba mendorong  audiens untuk mengambil tindakan melalui tulisan. Tindakan itu meliputi, seperti membeli produk, memposting iklan atau mengirim email, dll.

Seorang copywriter juga harus bisa menulis pesan singkat seperti tagline, campaign, tagline dan caption.

Selain itu, Copywriting juga dapat menulis teks panjang seperti dialog untuk video pendek atau iklan.

Akibatnya, copywriting adalah pekerjaan yang sangat dicari akhir-akhir ini dan salah satu pekerjaan dengan bayaran tertinggi.

4. Analisis data

Kemampuan analisis data mencakup kemampuan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menafsirkan data dari berbagai sumber, seperti database, spreadsheet, atau aplikasi.

Kemampuan ini sangat dibutuhkan dalam berbagai industri, termasuk keuangan, teknologi, dan manufaktur.

Kemampuan analisis data yang baik akan memungkinkan perusahaan untuk membuat keputusan yang lebih baik dan meningkatkan efisiensi.

5. Kemampuan pemrograman

Kemampuan pemrograman mencakup kemampuan untuk menulis kode yang efektif dan efisien untuk menyelesaikan berbagai tugas yang ditentukan.

Kemampuan pemrograman seperti Java, Python, dan R sangat dibutuhkan dalam industri teknologi, termasuk pengembangan aplikasi, analisis data, dan pembuatan sistem.

6. Kemampuan Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning (ML)

Kemampuan dalam bidang AI dan ML mencakup kemampuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi model AI dan ML, termasuk pembelajaran mesin, deep learning, dan pemrosesan natural language.

Kemampuan ini akan sangat dibutuhkan dalam berbagai industri, termasuk teknologi, keuangan, dan manufaktur.

7. Digital marketing

Kemampuan dalam Digital marketing mencakup kemampuan untuk mengevaluasi dan mengelola kampanye pemasaran melalui media digital, seperti SEO, SEM, PPC, sosial media, dan email marketing.

Kemampuan ini sangat dibutuhkan dalam industri e-commerce dan periklanan, bidang ini akan selalu berkembang dan banyak diminati.

Baca Juga: Cara Tonjolkan Skill UX Designer pada Klien dan Rekruter dengan UX Case Study

8. Kemampuan Cybersecurity

Kemampuan dalam bidang keamanan siber mencakup kemampuan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman keamanan siber.

Kemampuan ini sangat dibutuhkan dalam era digital ini untuk menjaga keamanan sistem dan data.

9. Cloud computing

Kemampuan dalam Cloud computing mencakup kemampuan untuk mengelola, mengoptimalkan, dan menyelesaikan masalah dalam lingkungan cloud computing seperti AWS, Azure, dan Google Cloud. Kemampuan ini sangat dibutuhkan dalam industri teknologi.

10. Project management

Kemampuan dalam project management mencakup kemampuan untuk mengelola proyek dari awal hingga akhir, termasuk perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.

Kemampuan ini sangat dibutuhkan tidak hanya dalam satu bidang industry saja, melainkan juga di dalam berbagai industri.

11. Kemampuan komunikasi

Kemampuan dalam komunikasi efektif dan interkultural mencakup kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik dengan orang lain, baik secara lisan maupun tulisan, serta memahami dan menyesuaikan diri dengan budaya yang berbeda.

Kemampuan ini sangat dibutuhkan dalam era globalisasi, khususnya dalam industri yang melibatkan kerja sama dengan pihak asing atau perusahaan multinasional.

Tidak hanya itu saja, kemampuan ini juga penting dalam mengelola karyawan dan pelanggan dari latar belakang yang berbeda.

Nah, itulah beberapa skill yang dibayar mahal dan sangat dicari. Namun untuk gaji yang diterima untuk setiap skill yang disebutkan tergantung pada beberapa faktor seperti lokasi, industri, tingkat pengalaman dan kualifikasi, dan perusahaan yang bekerja.

Namun, beberapa estimasi gaji yang diterima untuk setiap skill dapat ditemukan dengan melakukan penelitian di situs web lowongan kerja seperti Glassdoor, LinkedIn, atau Indeed.

Namun pada umumnya, Kemampuan analisis data, pemrograman, AI dan ML, digital marketing, Cybersecurity, Cloud computing, Project management, dan komunikasi efektif dan interkultural dapat menghasilkan gaji yang cukup tinggi dibandingkan dengan beberapa skill lainnya.

Namun gaji yang diterima sangat tergantung pada skill yang dikuasai, pengalaman, dan kualifikasi yang dimiliki.

Jika ingin mendapatkan pekerjaan dengan bayaran tinggi, Anda wajib mempelajari salah satu atau lebih dari skill-skill tersebut.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Enol Writer
7 bulan yang lalu
Mengelola Beban Kerja yang Baik dengan 10 Cara Ini!

Kelola Beban Kerja Cukup dengan 10 Cara Ini!

Batas Melamar Pekerjaan ini Career Zone

Jobnas.com - Mengelola beban kerja adalah proses mengatur, mengatur dan mengatur tugas dan kewajiban yang harus diselesaikan dalam waktu yang ditentukan.

Ini meliputi menentukan prioritas, mengelola waktu, mengatur tugas, mengatur diri sendiri dan bekerja dengan rekan kerja untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Mengelola beban kerja dengan baik dapat membantu untuk meningkatkan produktivitas, mengurangi stres, dan mencapai tujuan yang diinginkan.

Cara Mengelola Beban Kerja

1. Buat rencana kerja harian atau mingguan

Membuat rencana kerja harian atau mingguan dapat membantu Anda untuk mengetahui tugas apa saja yang harus diselesaikan dalam sehari atau sepekan, dan urutkan berdasarkan prioritas.

Hal ini akan membantu Anda untuk fokus pada tugas yang paling penting dan memastikan bahwa Anda tidak melupakan tugas apa pun.

2. Fokus pada satu tugas sekaligus

Jangan coba untuk mengerjakan banyak tugas sekaligus, karena ini hanya akan membuat Anda merasa bingung dan kurang produktif.

Ini dikarenakan saat kita fokus pada satu tugas sekaligus, kita dapat memberikan perhatian penuh dan konsentrasi yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas tersebut dengan baik dan cepat.

3. Gunakan teknik pengelolaan waktu

Belajar tentang teknik pengelolaan waktu seperti pomodoro technique dapat membantu Anda untuk menyelesaikan tugas dengan efisien.

Teknik ini menggunakan waktu kerja yang diatur (misalnya 25 menit) diikuti dengan jeda yang sama (misalnya 5 menit).

Dengan cara ini, Anda dapat membuat jadwal yang efektif dan memastikan bahwa Anda tidak kehilangan waktu dalam proses kerja.

4. Buat jadwal istirahat

Jangan terlalu sibuk bekerja tanpa istirahat yang cukup, karena ini akan membuat Anda merasa lelah dan kurang produktif.

Istirahat yang cukup dapat membantu Anda untuk me-refresh otak dan tubuh sehingga dapat bekerja dengan lebih baik setelah istirahat.

5. Buat batasan waktu

Tentukan batas waktu untuk menyelesaikan setiap tugas, dan berusaha untuk menyelesaikannya tepat waktu.

Ini akan membantu Anda untuk membuat jadwal yang efektif dan menghindari terlambat dalam menyelesaikan tugas.

6. Delegasikan tugas

Jika Anda memiliki banyak tugas, Anda dapat men delegasikan tugas kepada rekan kerja yang memang lebih cocok untuk menyelesaikan tugas tersebut.

Ini akan membantu Anda untuk fokus pada tugas yang paling penting dan mengurangi beban kerja Anda.

7. Jangan terlalu keras pada diri sendiri

Ingatlah bahwa Anda hanya manusia dan Anda hanya dapat mengerjakan sejumlah tugas dalam waktu yang terbatas.

Jangan terlalu keras pada diri sendiri jika Anda tidak dapat menyelesaikan semua tugas dalam waktu yang ditentukan.

8. Jangan lupa berdoa

Bagi Anda yang bekerja di bidang perusahaan dengan banyak karyawan, tentu akan mengalami suatu masa dimana Anda akan mengalai beban kerja.

Ketika Anda sedang berada dalam posisi tersebut, selain beberapa cara di atas, maka yang tak kalah penting adalah dengan berdoa.

Berdoa menjadi salah satu cara untuk Anda agar lebih mudah dalam mengelola beban kerja yang baik dan evektif.

Baca Juga: Tingkatkan Kinerja Tim Melalui Strategi Pelatihan Sales Coaching 

Manfaat Mengelola Beban Kerja

Dengan mengelola beban kerja secara baik, maka Anda akan memperoleh manfaat sebagai berikut ini.

1. Meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja

Dengan mengelola beban kerja secara baik, karyawan dapat bekerja dengan lebih efisien dan produktif.

Hal ini dapat diwujudkan dengan memberikan tugas yang sesuai dengan kemampuan dan kompetensi karyawan, serta mengatur jadwal kerja yang efektif.

2. Meminimalkan risiko kesalahan atau kelelahan

Beban kerja yang terlalu berat dapat menyebabkan karyawan kelelahan dan mudah terjadi kesalahan.

Oleh karena itu, dengan mengelola beban kerja secara baik, risiko kesalahan dan kelelahan dapat diminimalkan.

3. Meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan karyawan

Beban kerja yang terlalu berat dapat menyebabkan stres dan tekanan emosional pada karyawan.

Dengan mengelola beban kerja secara baik, karyawan dapat merasa lebih nyaman dan sejahtera, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup mereka.

4. Mempermudah perencanaan dan pengalokasian sumber daya

Dengan mengelola beban kerja secara baik, perusahaan dapat lebih mudah merencanakan dan mengalokasikan sumber daya yang tersedia. Hal ini dapat membantu perusahaan untuk mencapai tujuan dan sasaran yang diinginkan.

5. Membantu meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan

Beban kerja yang terdistribusi dengan baik akan membuat karyawan bekerja dengan lebih efisien dan produktif, sehingga dapat meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan.

Itulah dia beberapa cara mengelola beban kerja yang baik dan benar untuk Anda. Dengan begitu banyak manfaat yang bisa Anda peroleh dengan mengelola beban kerja secara baik.

Tentu cara ini menjadi hal penting bagi Anda yang punya banyak karyawan, atau Anda yang sedang bekerja di suatu perusahaan.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Ghufron Writer
1 tahun yang lalu
Inilah Pengertian, Elemen, Tujuan, dan Jenis-jenis Branding

Inilah Pengertian, Elemen, Tujuan, dan Jenis-jenis Branding

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel

Jobnas.com-Dalam sebuah bisnis, strategi branding menjadi langkah penting yang perlu dilakukan seiring perkembangan zaman yang kian dinamis. Hal ini dikarenakan persaingan usaha semakin ketat. Berbagai usaha termasuk membangun brand dari usaha bisnis yang dijalankan wajib dilakukan sebagai pelaku bisnis. 

Artinya, brand yang distinctive dan unik akan lebih mudah dikenal masyarakat. Ketika masyarakat telah mengenal, apalagi sampai ingat dengan produk atau jasamu. Peluang kamu sebagai pebisnis dalam meraup keuntungan yang besar akan lebih banyak. Tentu kesukesan tersebut datang dengan upaya branding sebagai strategi marketing.

Baca Juga: 3 Cara Mengecek Saldo BPJS Mudah Secara Online

Jika ingin mengetahui lebih lanjut mengenai branding, di artikel ini Jobnas.com telah merangkum terkait pengertian, elemen, tujuan, dan jenis-jenis branding yang perlu kamu ketahui. Yuk, simak !

Pengertian Branding

Istilah branding barangkali sudah tidak asing lagi kamu dengar. Meski demikian,  kamu tetap perlu memahami apa arti dari brand.

Brand adalah karakteristik, simbol, ataupun istilah dari sebuah produk maupun jasa yang bisa dijadikan sebagai pembeda dengan yang lainnya. Dengan demikian,  secara definitif branding merupakan segala aktivitas komunikasi untuk mempertahankan, membangun, dan juga memperkuat sebuah brand.

Branding bertujuan untuk memberikan perspektif pada publik yang melihatnya. Jadi, bagi perusahaan, branding tidak hanya merek atau produk yang biasa kamu kenal, ya. Tetapi, branding adalah suatu image secara keseluruhan atau tentang pandangan publik terhadap suatu perusahaan.

Setiap hal-hal yang kasat mata dalam sebuah merek, mulai dari logo, citra, karakter, kredibilitas, hingga ciri visual itu juga termasuk dalam branding. Dengan demikian, umum nya setiap perusahaan melakukan branding untuk mencapai berbagai tujuan yang ingin dicapai. Untuk mengetahui apa saja tujuan dari branding, simak penjelasan di bawah ini, ya.

Elemen Branding

Menurut J Scott Marketing, kamu perlu merumuskan setidaknya 6 elemen branding, di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Brand voice

Dalam setiap komunikasi, termasuk pada konten media sosial, brand voice merupakan kepribadian brand yang harus kamu wujudkan secara konsisten.

Agar target audiens dapat mengingat brand dengan mudah dan membedakannya dengan kompetitor, hal ini tentu sangat bermanfaat untuk memanusiakan brand kamu.

2. Brand identity

Identitas brand mencakup beberapa aspek yang berfungsi agar konsumen bisa mengenali brand kamu ketika melihat identitas tersebut. Aspek-aspek tersebut di antaranya adalah  logo, fonts, color palette, dan desain kemasan. 

3. Brand value

Nilai, prinsip, visi, dan misi yang berbeda-beda pasti dimiliki oleh setiap brand. Produk atau jasa yang berkualitas saja terkadang tidak cukup.

Konsumen juga mencari brand yang bisa menambahkan nilai pada apa yang ditawarkan. Agar mereka semakin merasa adanya keterikatan dengan brand, nilai tersebut haruslah berarti dan relatable bagi konsumen.

Misalnya dengan melakukan branding bahwa untuk setiap pembelian, konsumen ikut berkontribusi menyelamatkan bumi karena produkmu ramah lingkungan.

4. Brand promise

Nah, langkah lanjutan dari value yang telah dibangun biasanya dikenal sebagai brand promise, yaitu bagaimana cara kamu mengomunikasikannya pada khalayak.

Hal ini juga meliputi mission statement yang pastinya membutuhkan komitmen untuk mewujudkannya. Publik kemudian bisa menilai seberapa besar komitmen brand dalam memenuhi janjinya.

5. Brand targeting

Pada elemen yang satu ini, kamu perlu menentukan segmentasi pasar seperti apa yang akan kamu incar. Kamu perlu tahu kelompok mana yang paling membutuhkan produk atau jasamu. Proses menyusun brand targeting mencakup perumusan demografi, karakteristik, dan persona konsumen lainnya.

6. Brand positioning

Kamu pasti akan menyadari bahwa yang menawarkan barang dan jasa serupa tidak hanya kamu saja setelah mengidentifikasi target pasar, namun terdapat banyak kompetitor lainnya. Nah, yang membedakanmu dengan mereka inilah yang dinamakan brand positioning, yaitu strategi yang kamu jalankan untuk menunjukkan pada publik apa yang membedakanmu dengan kompetior.

Tujuan Branding

Kini saatnya kamu mengetahui tujuan dari branding setelah kamu telah memahami tentang definisi dari branding. Sebab, masing-masing perusahaan umumnya melakukan branding untuk kebermanfaatan bagi perusahaan, yaitu mencapai tujuan yang telah ditargetkan. Berikut ini adalah 4 tujuan dari branding yang sebaiknya kamu ketahui:

1. Untuk promosi dan daya tarik

Promosi akan lebih mudah dilakukan ketika kamu memiliki brand yang kuat, persepsi yang baik dan diingat publik. Konsumen akan cenderung memilih brand yang kuat ataupun yang diingatnya. Di samping  itu, dengan adanya brand yang kuat, adanya kecenderungan untuk mendapatkan konsumen yang baru ataupun repeat buyer.

2. Sebagai pembeda

Pada suatu produk, adanya brand adalah indentitas yang bisa dijadikan pembeda dengan produk yang sejenis lainnya.

Sebab itulah, konsumen dapat memilih produk mana yang akan dibeli atau dikonsumsi dengan adanya brand.

Jadi, konsumen akan cenderung memilihnya dan mudah dibedakan dengan kompetitor apabila semakin kuat suatu brand.

3. Membangun image

Dalam sebuah produk, branding adalah suatu kegiatan yang bisa menciptakan ataupun memperkuat image. Melalui unsur-unsur brandinglah image dapat dibangun.

Contohnya seperti melalui nama merek, logo, tampilan visual, penggunaan juru/influencer/brand ambassador, suara atau jingle, dan juga dari tagline.

Di samping itu, image juga dipengaruhi oleh prestige, dan juga jaminan kualitas dari suatu produk.

4. Pengendali pasar

Suatu brand yang sudah establish atau dikenal secara luas pasti pada kenyataannya akan sering dipilih oleh konsumen.

Jadi, karena konsumen cenderung memilih brand yang sudah dikenalnya, brand yang kuat tentunya bisa mengendalikan pasar.

Baca Juga: 5 Jenis Pekerjaan yang Harus Diiringi dengan Rasa Empati

Sebab itulah seperti yang sudah disinggung sebelumnya bahwa tujuan dari branding yaitu untuk daya tarik konsumen.

Dengan demikian, pasar akan dapat dikendalikan apabila mampu membentuk branding kuat.

Jenis Branding

Jenis-jenis branding yang perlu kamu pelajari di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Personal branding

Personal branding merupakan jenis branding yang pertama. Branding jenis ini merupakan sebuah upaya yang dilakukan oleh individu dalam membentuk citra yang menggambarkan keunikan dirimu.

Sama seperti branding sebuah produk, untuk membuat dirimu lebih menonjol dan unggul dibanding yang lain merupakan salah satu tujuan dari adanya branding ini.Inilah yang menjadi alasan personal branding berperan penting dalam hal mencari pekerjaan.

2. Product branding

Banyak orang pasti sudah mengetahui jenis branding yang satu ini. Product branding terjadi apabila perusahaan sedang berusaha menyampaikan pesan positif mengenai produknya.

Bagi konsumen, produkmu pasti memiliki banyak manfaat. Meski demikian, manfaat tersebut tentunya tidak dapat tersampaikan pada mereka secara optimal jika tanpa strategi branding yang baik.

3. Service branding

Service branding lebih berfokus pada layanan yang kamu tawarkan pada calon konsumen. Tantangannya cukup sulit karena tidak seperti product branding, pelayanan merupakan sesuatu yang tak berwujud.

Jadi, kamu perlu memikirkan taktik lain agar publik tetap bisa memahami keunikan dan pentingnya layanan yang perusahaanmu sediakan.

4. Corporate branding

Jika produk dan layananmu sudah berkualitas dan disukai orang, namun perusahanmu melakukan praktik kurang etis atau memiliki track record yang buruk hal ini akan menyebabkan orang-orang pasti mulai meninggalkan produkmu. Tak hanya itu, mereka juga akan mencari perusahaan lain dengan brand value yang lebih baik.

Jadi, perusahaan juga butuh strategi branding yang menunjukkan bahwa mereka melakukan bisnis dengan etis dan mampu menjaga hubungan baik dengan seluruh publiknya, baik internal maupun eksternal.

5. Retail branding

Di kotamu pasti terdapat banyak sekali jenis cafe. Namun, kamu pasti merasakan hal yang berbeda ketika mampir di cafe D dan cafe A. Pada usaha-usaha retail, hal ini seringkali terjadi. 

Dengan melakukan retail branding setidaknya menjadi salah satu upaya yang harus dilakukan agar pembeli mau berkunjung lagi ke tokomu. Retail branding meliputi berbagai strategi seperti mengatur layout ruangan, memilih interior design, mengatur playlist musik yang akan diputar, menentukan lighting yang sesuai. 

Pentingnya Branding bagi Perusahaan

Terdapat banyak tujuan mengapa branding penting dilakukan bagi sebuah perusahaan. Meski begitu, salah satu tujuan penting dari adanya branding adalah untuk menciptakan kesan yang baik bagi publik. Inilah yang akan berpengaruh terhadap kepopuleran sebuah brand. 

Contohnya, pasti kamu lebih sering mengatakan Indomie ketika ingin membeli mie instan. Padahal Indomie adalah nama brand dari sebuah perusahaan mie instan. Hal ini bisa terjadi karena brand tersebut sudah melakukan branding sejak dahulu dan hasilnya bisa terlihat dalam jangka panjang.

Namun, kamu sudah tahu jika branding juga bertujuan sebagai pembeda antara produk sejenis. Contoh, kamu pasti sudah pernah mencoba atau mendengar Maicih. Maicih adalah suatu brand dari beragam makanan ringan asli Indonesia yang memiliki tingkat level kepedasan berbeda.

Pada awalnya, Maicih hanya dipasarkan dari mulut ke mulut dan hanya dikemas seadanya. Perlahan, nama Maicih terus melambung yang akhirnya melakukan proses branding. Misalnya, mengganti kemasan, membuat logo, membuat akun media sosial, dan juga beriklan di beragam media.

Hingga saat ini Maicih dikenal sebagai brand kerupuk pedas yang memiliki tingkat kepedasan. Padahal di Indonesia banyak sekali bisnis snack serupa, tetapi Maicih-lah yang terkenal sampai sekarang.

Nah, setelah mengetahui 2 contoh di atas, kamu bisa paham, kan, kalau branding adalah kunci untuk menuju kesuksesan dalam sebuah bisnis? Branding yang tepat akan membuat suatu brand menjadi terkenal dan bisa berimbas untuk memudahkan marketing dan menaikkan sales.

Baca Juga: Debt Stacking, Solusi Paling Tepat Agar Bebas dari Hutang

Di samping itu, branding juga akan memberikan bisnis yang kamu jalankan memiliki posisi yang kuat dalam industri yang sama. Contohnya, ketika kamu ingin keripik pedas, kamu pasti langsung teringat Maicih. Dengan terkenalnya Maicih, maka segala usaha pemasaran yang dilakukan pun menjadi lebih mudah.

Kepercayaan terhadap brand juga akan meningkat karena brand Maicih sudah dikenal secara positif dan lebih dipercaya. Nah, dari kedua contoh tersebut membuktikan bahwa branding adalah penting dilakukan dalam suatu perusahaan, ya? Untuk memahami lebih lanjut soal branding, yuk tengok kira-kira brand apa saja yang sukses dalam branding.

Demikianlah penjelasan Jobnas.com mengenai pengertian, tujuan, jenis, dan pentingnya branding yang perlu kamu ketahui. Intinya, branding adalah hal yang penting dilakukan agar bisnis kamu semakin maju dan berkembang.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Ghufron Writer
2 tahun yang lalu
Gunakan 4 Research Panel Provider Ini Jika Butuh Responden Cepat untuk Riset Pasar 

Gunakan 4 Research Panel Provider Ini Jika Butuh Responden Cepat untuk Riset Pasar 

Batas Melamar Pekerjaan ini Technology

Jobnas.com - Research panel provider dapat menjadi alternatif saat kamu kesulitan mendapatkan responden untuk riset pasar di Indonesia.  Untuk mendapatkan responden, tentu saja dengan memanfaatkan panel provider akan memangkas waktu yang dibutuhkan. Di samping efisiensi waktu, kamu juga tidak perlu repot-repot mencari responden sesuai dengan kriteria yang kamu inginkan.

Pasalnya, penyedia layanan akan menyesuaikan kriteria yang kamu butuhkan dengan database responden mereka. Sepertinya, penyedia layanan seperti ini tidak terlalu terkenal. Meski demikian, beberapa research panel provider berikut dapat menjadi alternatif untuk database responden riset pasarmu.

Baca Juga: Optimalkan Local SEO, Agar Kamu Menguasai Bisnis di Area Lokal

1. Jakpat

Bisa dikatakan, salah satu research panel provider terbesar di Indonesia adalah Jakpat. Dikutip dari situs resminya, Jakpat telah mempunyai klien hingga lebih dari 383 perusahaan di seluruh dunia.

Jakpat telah menyelesaikan lebih dari 10.138 proyek riset pasar dengan database yang mencapai lebih dari 738.536 responden. Di samping itu, Jakpat juga menyediakan layanan translasi dari bahasa Indonesia ke berbagai bahasa untuk meningkatkan layanan dan memudahkan periset menjangkau pasar asing.

Layanan translasi yang disediakan mulai dari bahasa Inggris, Korea, Jepang, Mandarin, India, Vietnam, dan Thailand.

2. Populix

Selain Jakpat,salah satu  research panel provider lainnya yang banyak digunakan di Indonesia adalah  Populix. Research panel provider ini berfungsi untuk membantumu melakukan riset pasar baik dengan metode kuantitatif maupun kualitatif.

Di lebih dari 350 kota yang ada di Indonesia, kamu bisa menggunakan layanan Populix untuk menjangkau target pasar. Menurut laman resminya, saat ini Populix telah memiliki lebih dari 100 ribu responden yang dapat membantu riset pasarmu.

Kamu dapat memilih responden yang tepat sesuai dengan kriteria yang kamu inginkan. Selama proses riset berlangsung, kamu juga bisa memantau progres dan hasilnya secara real-time.

3. Nusa Research

Nusa Research bisa dikatakan menawarkan layanan yang cukup lengkap di antara berbagai research panel provider yang ada di Indonesia. Beberapa layanan yang ditawarkan Nusa Research adalah sebagai berikut: .

  • Riset kuantitatif, meliputi riset online, survey omnibus, CLT, wawancara face-to-face, dan survey melalui telepon (CATI)
  • Riset kualitatif, seperti focus group discussion dan mystery shopping
  • Layanan analisis yang meliputi analisis korespondensi, analisis konjoin (ACBC), analisis cluster, dan analisis jawaban terbuka.

Baca Juga: Hal yang Mengasyikkan dan Menguntungkan dari Instagram Story Template

Nusa Research juga menawarkan layanan yang berkaitan dengan B2B, selain layanan di atas. Dikutip dari situs resminya, Nusa Research menyebut bahwa kualitas responden dalam database mereka disusun berdasarkan 25 atribut. Atribut-atribut tersebut meliputi sebagai berikut.

-Faktor dasar, termasuk usia, gender, status penduduk, status pernikahan, dan pendapatan pribadi per bulan.

-Pekerjaan

-Tingkat pendidikan

-Struktur keluarga, meliputi status anak, pendapatan keluarga per bulan, jumlah anggota keluarga, dan tipe rumah.

-Properti yang dimiliki seperti rumah, mobil, gadget, dan sebagainya.

-Penggunaan internet

-Faktor pendukung lainnya seperti hobi, media sosial, dan lainnya.

4. TGM Research

TGM Research merupakan research panel provider di Indonesia yang bisa menjadi alternatif selanjutnya. Untuk menjadi perwakilan nasional dan bebas bias,  TGM Research memiliki panel online opt-in ganda di Indonesia yang direkrut dari berbagai sumber.

Panel riset pasar yang mereka miliki adalah para responden yang sudah setuju untuk ikut serta dalam proyek riset pasar. Termasuk riset kuantitatif atau kualitatif seperti in-depth interview, survei online, FGD, atau board discussion.

Saat ini, di seluruh Indonesia TGM Research memiliki 66.700 responden aktif yang tersebar. Hanya dalam hitungan jam, kamu bisa menjangkau para responden tersebut dan mendapatkan data yang dibutuhkan.

Baca Juga: Dampak Perppu Cipta Kerja bagi Pekerja

Demikianlah penjelasan Jobnas.com mengenai beberapa hal terkait empat research panel provider yang berguna untuk meriset responden. Meski belum populer, empat research panel provider yang tersedia di Indonesia saat ini dapat cukup membantu dalam menyelesaikan riset pasar yang kamu lakukan.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
1 24 25 26 27 28 62

"Setiap pekerjaan yang dilakukan dengan hati, akan kembali menjadi rejeki yang berarti."