Blog Jobnas
Halaman artikel blog terbaru di Jobnas.com.Pengertian, Pengaruh, dan Cara Melindungi Dirimu Dari Blue Light
Jobnas.com-Salah satu dampak buruk blue light dari perangkat elektronikmu adalah ketika kamu merasa mengantuk namun malah nonton series atau scroll media sosial sampai tengah malam. Menurut Harvard Health Publishing terlalu lama kena paparan blue light akan berpengaruh pada kualitas tidur dan berpotensi menimbulkan penyakit.
Hal tersebut terjadi karena pada malam hari, cahaya akan membuat jam internal tubuh (circadian rhythm), yang bertanggung jawab atas waktu tidur, jadi berantakan. Agar supaya kamu terlindungi dari bahaya blue light, sebaiknya kenali lebih jauh dulu soal blue light dan pengaruhnya pada jam tidur kamu di bawah ini!
Pengertian Blue Light
Secara sederhana, blue light dapat diartikan sebagai cahaya yang dihasilkan dari perangkat elektronik. Meskipun cahaya ini bermanfaat pada siang hari, namun akan mengganggu di malam hari.
Baca Juga: Sebelum Mulai Investasi Pahami Dulu 5 Perbedaan Reksa Dana Syariah dan Konvensional
Menurut Sleep Foundation, cahaya terdiri dari radiasi elektromagnetik, di mana radiasi ini merupakan bentuk energi tidak terlihat. Mata kita menafsirkan warna cahaya berdasarkan jumlah kandungan energinya atau radiasi yang ditimbulkan.
Misalnya, cahaya matahari merupakan white light yang merupakan kombinasi dari semua warna spektrum cahaya yang terlihat.
Blue light, seperti yang sudah disinggung sebelumnya, merupakan bagian spektrum cahaya yang memiliki dampak atau efek unik pada rasa waspada, produksi hormon, dan siklus tidur. Blue light sendiri dihasilkan atau dipancarkan dari banyak perangkat elektronik seperti laptop, handphone, dan TV serta lampu LED juga neon.
Intensitas penggunaan perangkat-perangkat di atas membuat paparan terhadap blue light, terutama saat malam hari, terus meningkat.
Pengaruh Blue Light pada Jam Tidur
Dikutip dari Healthline, sebuah riset mengenai blue light dari National Institute of Health menunjukkan bahwa paparannya di malam hari bisa mengganggu siklus tidur-bangun alami.
Tubuh kita memiliki jam internal yang berhubungan dengan circadian rhythm untuk mengatur waktu tidur.
Saat siang dan malam hari, circadian rhythm ini membutuhkan sinyal dari lingkungan luar atau eksternal sebagai penyesuaian diri.
Baca Juga: Inilah Perbedaan antara Remarketing vs Retargeting!
Cahaya matahari mengandung sejumlah paparan blue light yang akan bermanfaat untuk meningkatkan mood dan semangatmu di siang hari.
Namun, di malam hari penggunaan lampu tidur dan perangkat elektronik dengan jumlah besar adalah penyebab jam internal kamu terganggu.
Healthline juga mengutip bahwa saat malam hari, kelenjar pineal akan mengeluarkan hormon melatonin yang membuat kamu lelah dan mengantuk.
Blue light akan menghambat produksi melatonin, sehingga jika kamu terpapar secara terus-menerus akan mengurangi kuantitas dan kualitas tidur.
Cara Mengatasi dan Melindungi Diri dari Blue Light
Menjelang jam tidurmu, kamu bisa coba meredupkan lampu LED serta mematikan perangkat elektronik.
Menurut Harvard Health Publishing,untuk melindungi diri dan siklus tidur dari blue light, berikut adalah hal yang bisa kamu lakukan:
-Gunakan tinted glass yang bisa memblokir blue light sehingga otak tidak mendapatkan sinyal yang membuat kamu terjaga.
-Tingkatkan paparan cahaya terang pada siang hari saja. Hal ini akan membantu kamu cepat mengatuk di malam hari.
-Hindari paparan layar terang dari dua hingga tiga jam sebelum waktu tidur.
-Jika kamu bekerja pada malam hari, pertimbangkan untuk menggunakan kacamata pelindung blue light.
-Gunakan lampu merah redup sebagai lampu tidur. Lampu ini tidak akan memengaruhi circadian rhythm dan produksi melatonin.
-Buat kamar kamu segelap mungkin sebelum tidur atau gunakan masker penutup mata.
-Gunakan aplikasi yang bisa menyesuaikan cahaya layar saat malam hari.
Baca Juga: Perhatikan 7 Hal Ini, Apabila Ingin Menulis Surat Rekomendasi Kerja untuk Temanmu
Demikianlah penjelasan Jobnas.com mengenai blue light dan hubungannya dengan jam tidur. Hal yang perlu kamu ingat adalah bahwa kamu perlu menghindari paparan blue light yang berlebihan. Sebab, hal ini akan berpengaruh signifikan terhadap siklus tidur dan bangunmu, sementara tidur cukup adalah pilar penting untuk kesehatan. Agar tetap memiliki kualitas tidur yang baik, kamu bisa terapkan cara mengatasi paparan blue light di atas.
Baca Selengkapnya3 Cara Menulis Surat Rekomendasi Kerja Bahasa Inggris dan Contohnya
Jobnas.com - Surat rekomendasi kerja adalah dokumen yang ditulis oleh seseorang yang berwenang atau memiliki pengetahuan tentang kinerja seorang individu di tempat kerja.
Surat ini memberikan pandangan positif tentang kemampuan, karakter, dan kontribusi seorang karyawan potensial kepada perusahaan atau organisasi.
Surat rekomendasi tentu tak bisa dianggap remeh, apalagi dalam bahasa Inggris.
Sebab, melalui surat rekomendasi kerja keras dan juga kinerja kita selama bekerja akan ada bukti otentiknya.
Selain itu, surat ini bisa juga berisi rangkuman prestasi atas apa yang sudah diraih dalam periode kerja.
Meski biasanya ditulis dalam Bahasa Indonesia, tapi surat rekomendasi Bahasa Inggris ternyata lebih banyak manfaatnya.
Baca Juga: Suatu Prediksi Cloud Services yang Akan Menjadi Masa Depan Microsoft Azure
Sebab, surat rekomendasi Bahasa Inggris bisa dipakai dalam pencarian kerja ke luar negeri, di samping terlihat lebih kredibel. Lantas, bagaimana sih cara menulis surat rekomendasi dalam Bahasa Inggris yang baik dan benar? Yuk, intip artikel Jobnas.com berikut ini !
Cara Menulis Surat Rekomendasi Bahasa Inggris
Menurut The Balance Career ada beberapa cara jika kamu ingin menulis surat rekomendasi Bahasa Inggris. Di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Tulislah secara spesifik
Bertele-tele dalam menulis surat rekomendasi merupakan suatu hal yang perlu dihindari. Sebaiknya, dalam menulis surat rekomendasi harus secara singkat dan spesifik.
Kamu bisa menulis semua yang dikerjakan oleh mantan anggota tim mulai dari prestasi, periode kerja, attitude, hubungan kerja, serta etika bekerja yang ia miliki.
Kamu pun boleh meminta mereka untuk membantumu apabila kamu sudah lupa dengan apa yang sudah mereka kerjakan.
Kamu bisa memintanya untuk merincikan apa saja yang sudah ia kerjakan. Jika perlu, mintalah CV terbaru mereka untuk membantumu menulis surat rekomendasi.
Kamu bisa meminta nama HRD di tempat mereka bekerja serta deskripsi pekerjaan yang mereka lamar. Surat rekomendasi yang spesifik dan detail akan terlihat lebih personal karena dibuat khusus hanya untuk pemohon bukan sekadar formalitas.
2. Ikuti format yang benar
Biasanya, surat rekomendasi dikirimkan dalam format bisnis dan kamu akan membuka suratmu dengan informasi kontak perusahaan, tanggal, dan juga nama perusahaan atau HRD yang dituju.
Di bagian isi surat, kamu akan menulis secara spesifik bagaimana mantan rekan setimmu bekerja di perusahaan. Kamu bisa menulisnya dengan kelebihan, skill serta pengalaman mereka yang menjelaskan apa yang sudah dikerjakan.
Jangan lupa, highlight juga poin-poin penting sesuai dengan pekerjaan yang akan mereka lamar.
Di bagian penutup, tulislah rekomendasimu kepada perusahaan yang dituju. Tulis keyakinanmu bahwa mantan rekan kerjamu mampu untuk bekerja dengan baik sesuai lowongan yang ia pilih.
Jangan lupa juga untuk berterima kasih kepada pihak yang dituju. Kamu juga bisa menyelipkan kalimat yang menyatakan kesediaan jika ada pertanyaan lebih lanjut.
3. Perhatikan grammar
Grammar, vocabulary, tone, dan punctuation juga mutlak diperhatikan jika kamu menulis surat rekomendasi Bahasa Inggris. Sebab, bisa berakibat fatal jika hal tersebut tidak diperhatikan.
Baca Juga: 5 Cara Ampuh Bikin Deskripsi Produk Berhasil Menggaet Pelanggan
Selain itu, jangan lupa untuk membacanya kembali sebelum dicetak agar tidak adanya typo. Kamu pun dapat memanfaatkan aplikasi seperti Grammarly yang dapat memeriksa tulisanmu dalam bahasa Inggris jika kamu perlu bantuan.
Tips Menulis Surat Rekomendasi Bahasa Inggris
Terdapat dua cara yang harus diperhatikan jika kamu sudah paham dengan cara penulisan sampai dengan format surat rekomendasi. Di antaranya adalah:
1. Pikir secara hati-hati sebelum menyetujui
Kamu boleh menolak untuk menulis surat rekomendasi, meskipun hal tersebut merupakan hak setiap pegawai. Kamu berhak menolaknya apabila kamu tidak begitu mengenal dengan yang bersangkutan. Kamu pun bisa meminta bantuan rekan kerja yang pernah bekerja dengannya jika kamu sungkan untuk menolaknya. Tanyakan dengan jelas bagaimana kinerjanya selama ini dan juga apa saja yang sudah diraihnya.
Kedua, kamu berhak untuk menolaknya, apabila mantan rekan kerjamu memiliki kinerja yang kurang baik. Daripada kamu harus menanggung malu atas rekomendasimu yang tidak jujur, lebih baik menolak untuk menerbitkan surat rekomendasi. Ingat, surat rekomendasi merupakan tanggung jawab yang besar, lho!
2. Gunakan kata-kata yang positif
Jangan ragu untuk membantu mantan rekan kerja dalam mengembangkan karier. Gunakan kata-kata yang positif seperti “I recommend this person without reservation,” atau “I would hire this person again if I could.”
Contoh Surat Rekomendasi Bahasa Inggris
Jika masih belum punya gambaran terkait bagaimana format dan kalimat yang pas dalam menulis surat rekomendasi, barangkali contoh di bawah ini bisa menginsiprasi kamu.
—————
Subject: Recommendation for Eka Setya
Dear Ms. Anggi,
It is my pleasure to recommend Eka Setya for employment with your organization. I have know Eka for over two years during which time she worked as a content writer in my office.
I have been consistently impressed with Eka’s attitude and productivity during the time that she has worked in the office.
Tina is both very bright and quite motivated. I am confident that she will devote herself to a position with your organization with a high degree of diligence. She is a quick learner and has shown the ability to digest large volumes of information. Eka has demonstrated the ability to articulate information and ideas in both verbal and written forms.
Eka has also been effective in her efforts to create a great articles. She has been able to write interesting stories and convince editors to publish those pieces. Tina is willing to take risks. She will reach out to people and involve them with projects. I particularly appreciate Eka’s willingness to take initiative to help the office serve its constituents more fully.
I recommend Eka Setya without reservation. I am confident that she will establish productive relationships with your staff and constituents. Please let me know if you have need for additional information about this outstanding young woman..
Sincerely,
Dhias Andre
Editor-in-Chief
contohMedia
+62-852-1731-7443
andredhias@contoh.com
Baca Juga: Tingkatkan Popularitas Situsmu dengan Guest Blogging, Strategi Menulis di Situs Lain
Nah, itulah penjelasan Jobnas.com terkait 3 cara menulis surat rekomendasi dalam bahasa Inggris beserta contohnya. Intinya, usahakan menulis surat rekomendasi jangan dianggap hal yang sepele jika ingin terlihat profesional. Melalui pemaparan Jobnas.com di atas, diharapkan kamu semakin baik dalam menulis surat rekomendasi dalam bahasa Inggris.
Baca Selengkapnya3 Tips Membuat CV UX Writer yang Baik dan Langsung Diterima Kerja
Jobnas.com - Curriculum Vitae (CV) adalah gambaran singkat tentang riwayat hidup, pengalaman, pendidikan, dan keterampilan seseorang yang disusun secara terstruktur dan sistematis.
CV merupakan dokumen penting dalam proses pencarian pekerjaan, karena memberikan kesempatan bagi calon employer untuk mendapatkan gambaran tentang kualifikasi dan potensi seorang pelamar.
Langkah pertama untuk mendapatkan pekerjaan sebagai UX writer adalah membuat Curoculum Citae (CV) yang menarik.
Sayangnya masih banyak kandidat yang tidak peduli dengan CV yang mereka kirimkan. Mereka hanya mengandalkan portofolio, karena dipercaya langsung membuktikan karyanya.
Benar bahwa perekrut akan memeriksa portofolio Anda untuk melihat pekerjaan Anda sebagai UX writer. Namun, CV tetap penting karena berisi informasi lengkap tentang pengalaman dan keterampilan kerja Anda.
Oleh karena itu, jangan remehkan pentingnya CV Anda jika ingin menarik perhatian perekrut.
Jadi pertama-tama cari tahu apa saja hal penting yang harus disertakan dalam resume UX writer Anda berikutnya.
Struktur CV UX Writer yang Baik
Jika CV yang Anda kirim menarik, tentu Anda memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan wawancara.
Jadi, bagaimana struktur resume UX writer yang baik? Ini penjelasannya.
1. Informasi kontak
Hal terpenting yang harus ada dalam sebuah CV adalah informasi kontak. Tanpa hal ini, tentunya perekrut tidak akan tahu siapa Anda dan bagaimana cara menghubungi Anda.
Oleh karena itu, saat membuat CV, pastikan detail kontak ditulis dengan jelas.
Ada beberapa hal yang perlu dicantumkan, yaitu:
- nama lengkap
- nomor telepon
- kota tempat tinggal
- situs portofolio
- akun LinkedIn (opsional)
Informasi kontak juga akan menjadi bagian pertama yang akan dibaca oleh rekruter karena letaknya yang ada di bagian atas.
Jadi, tulislah dengan jelas agar mereka tidak bingung saat akan menghubungi Anda.
2. Ringkasan
Dalam CV ATS maupun CV lainnya pada umumnya, masih sangat penting untuk menambahkan ringkasan.
Pada bagian ini Anda dapat menjelaskan pengalaman kerja atau pencapaian Anda.
Saat menulis resume Anda, pastikan Anda tidak memberikan terlalu banyak informasi yang tidak perlu.
Tulis tentang diri Anda hanya prestasi atau hal-hal positif yang dapat meyakinkan perekrut.
Dan usahakan bagian ringkasan ini ditulis dalam dua sampai tiga kalimat pendek.
3. Pengalaman Kerja
Bagian terpenting kedua dari CV adalah pengalaman kerja. Jangan lupa untuk mencantumkan pengalaman kerja Anda secara kronologis dari yang terbaru hingga yang terlama.
Saat menulis pengalaman kerja Anda, pastikan untuk menyertakan pengalaman yang relevan dengan pekerjaan yang Anda lamar.
Misalnya, Anda sedang melamar posisi UX writer. Jadi sebaiknya tuliskan pengalaman kerja yang masih relevan dengan pekerjaan tersebut.
Misalnya, Anda bekerja sebagai copywriter dan perekrut bakat. Tentu saja, pekerjaan yang lebih penting untuk dicantumkan dalam CV adalah copywriting.
Juga jelaskan secara singkat tugas apa yang Anda lakukan di tempat kerja.
Karena akan lebih menarik jika Anda bisa menjelaskan hasilnya dengan data kuantitatif (angka).
4. Pendidikan
Saat menulis CV, jangan lupakan pendidikan. Meskipun Anda telah bekerja di banyak perusahaan, perekrut tetap ingin mengetahui pendidikan Anda.
Pada bagian ini, nyatakan dengan jelas universitas yang Anda ikuti dan kemudian jurusan yang Anda ambil. Tulis juga IPK dan waktu belajar Anda.
Kalau kalian juga ikut kursus dan dapat sertifikat, jangan lupa sertakan juga.
Dengan sertifikat, Anda pasti akan lebih menonjol karena keterampilan Anda terbukti.
5. Keterampilan
Salah satu bukti bahwa Anda adalah kandidat UX writer terbaik dengan mencantumkan keahlian yang relevan di cv Anda. Selain hard skill, Anda juga bisa mencatat soft skill yang didapat.
Kemudian Anda juga membaginya menjadi beberapa bagian dalam keterampilan menulis.
Misalnya, kemampuan Anda menulis, menggambar atau meneliti. Kemudian tuliskan alat yang Anda miliki.
Untuk menghindari kebingungan, misalnya:
Menulis
SEO Menulis Konten, Copywriting, Editing, Strategi Konten, Teks UI, Bercerita, Empati
Desain
Prototipe, Wireframe, Desain Interaksi, Alur Pengguna
Riset, Survei
Kemampuan ini meliputi mengetahui Competitive analysis, interview, survey, komunikasi aktif
Tools
Banyak tools yang bisa Anda gunakan, meliputi; Figma, InDesign, InVision, Balsamiq, Adobe CS, Illustrator, Keynote, WordPress, UserTesting.
Baca Juga: Definisi dan Jenis-jenis Scripting Language yang Penting Diketahui Web Development
Tips Menulis Resume UX Writer
Anda sudah mengetahui komponen-komponen resume UX writer, bukan?
Cari tahu sekarang bagaimana menulis CV yang baik dan menarik perekrut. Berikut beberapa tipnya:
1. Pastikan Anda menggunakan tata bahasa yang benar.
Satu hal yang dapat membuat resume Anda terlihat kurang profesional adalah kesalahan tata bahasa, apalagi jika banyak typo atau atau salah eja.
Agar lebih mudah menemukan kesalahan ketik, Anda juga bisa meminta bantuan orang lain untuk memeriksa CV Anda.
Biasanya lebih mudah bagi orang lain untuk menemukan kesalahan tata bahasa atau ejaan daripada Anda mencarinya sendiri.
2. Buat CV yang sesuai dengan pekerjaan yang Anda lamar
Hal ini juga sangat penting untuk diperhatikan. Apalagi jika Anda berencana mengirimkan CV ke beberapa perusahaan sekaligus.
Pastikan untuk membaca deskripsi pekerjaan yang Anda lamar. Kemudian atur dengan resume Anda yang sudah selesai.
Apalagi jika perusahaan mengetahui cara menggunakan mesin ATS untuk menyaring resume. Kata kunci harus dimasukkan sesuai deskripsi pekerjaan CV.
3. Berikan informasi yang jelas dan ringkas
Salah satu cara untuk menarik perekrut adalah dengan menyebutkan prestasi atau keahlian Anda.
Namun, jika Anda menulis semuanya di CV Anda, tentu akan terlalu panjang.
Faktanya, perekrut biasanya hanya mencari resume dan kemudian, jika membutuhkan lebih banyak informasi, mereka akan memintanya selama wawancara.
Sebaiknya Anda tidak perlu menuliskan semua informasi tentang diri Anda di CV Anda dan buktikan dengan portofolio dan wawancara Anda.
Tetapi bagaimana jika Anda harus membuat ringkasan dua halaman karena banyak informasi yang tidak dapat dihapus?
Baca Selengkapnya7 Tips Melakukan Testing A/B, Menguji Strategi Online Marketing yang Efektif
Jobnas.com - Pengujian A/B telah menjadi salah satu metode yang paling diandalkan dalam menguji strategi periklanan dan pemasaran online.
Dalam dunia yang didominasi oleh data dan analisis, memahami cara melakukan pengujian A/B merupakan langkah penting bagi setiap profesional pemasaran digital.
Pengujian A/B adalah salah satu cara terbaik untuk menguji strategi periklanan dan pemasaran online atau digital. Hal itulah mengapa penting untuk mempelajari cara melakukan pengujian A/B pada pemasaran.
Apa Itu Pengujian A/B?
Pengujian A/B adalah metode eksperimen di mana dua versi dari sebuah elemen (misalnya, iklan, halaman web, atau email) dibandingkan secara langsung satu sama lain.
Satu versi adalah versi kontrol (A), sedangkan yang lain adalah versi variasi (B). Tujuannya adalah untuk menentukan mana yang memberikan hasil terbaik dalam mencapai tujuan yang ditetapkan, seperti tingkat konversi yang lebih tinggi atau tingkat klik yang lebih baik.
7 Tips Melakukan Testing A/B
Jika Anda ingin menguji banyak hal, yang terbaik adalah mengujinya satu per satu.
Ini memungkinkan Anda untuk mendapatkan hasil yang berarti dari hal-hal yang Anda uji. Tertarik untuk melakukan pengujian A/B? Yuk simak pernyataan di artikel Jobnas selanjutnya!
1. Penelitian
Sebelum Anda memulai pengujian A/B, Anda harus terlebih dahulu memeriksa bagaimana kinerja situs web Anda saat ini. Saat Anda melaporkan VWO, Anda perlu mengetahui informasi tentang jumlah pengunjung situs, halaman yang paling banyak dikunjungi, dll.
Untuk mendapatkan informasi ini, Anda dapat menggunakan berbagai alat seperti Google Analytics, Mixpanel, dan Omniture. Selain riset kuantitatif, Anda juga harus melakukan riset kualitatif untuk mengetahui perilaku pengunjung Anda. Anda dapat melakukannya dengan berbagai cara, mulai dari survei hingga menggunakan alat perekam sesi. Riset kualitatif ini memungkinkan Anda mengidentifikasi perbedaan pengalaman pengunjung saat menggunakan situs web Anda.
2. Tentukan Tujuan dan Hipotesis
Cara selanjutnya untuk melakukan pengujian A/B adalah menentukan tujuan pengujian. Berdasarkan hasil penelitian kuantitatif dan kualitatif, tugas Anda sekarang adalah menganalisis data. Lihat apa lagi yang menjadi masalah bagi pengunjung website Anda. Kemudian identifikasi variabel untuk difokuskan.
Misalnya, Anda menjalankan pengujian A/B pada header halaman arahan situs web Anda. Jika Anda perlu menguji lebih dari satu variabel, jalankan pengujian terpisah. Setelah itu, tentukan tujuan dan hipotesis pengujian yang Anda lakukan.
3. Ciptakan Keragaman
Dengan pengujian A/B, Anda memerlukan variabel dependen, variabel independen, dan sasaran. Misalnya, Anda memutuskan untuk menguji halaman utama situs web Anda.
Judul saat ini berwarna biru. Kemudian coba header biru. Namun, itu tidak berakhir di sana. Anda juga perlu membuat variasi atau perbandingan. Anda dapat menyembunyikan judul beranda dan melihat mana yang terlihat lebih baik.
4. Berikan Sampel
Setelah Anda menentukan varian, cara selanjutnya untuk melakukan pengujian A/B adalah menentukan sampel. Jika Anda melaporkan dari HubSpot, Anda perlu menentukan jumlah sampel yang seimbang antara variasi yang Anda buat.
Misalnya, Anda juga dapat menguji tajuk beranda biru dengan 100 orang dan tajuk hitam dengan 100 orang. Namun, terkadang jumlah ini ditentukan oleh penguji A/B yang Anda gunakan.
5. Gunakan Alat Pengujian A/B
Empat langkah pertama yang harus Anda lakukan sebelum pengujian A/B. Kemudian, jalankan pengujian A/B sendiri secara langsung. Berbagai alat dapat digunakan untuk pengujian A/B, mis. B. Eksperimen VWO dan Google Analytics secara optimal. Semuanya memiliki fungsi dan cara penggunaan yang berbeda. Anda dapat memilih alat yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.
6. Mintalah Umpan Balik tentang Sampel
Penguji A/B memberi Anda berbagai informasi kuantitatif tentang variabel yang sedang diuji. Namun, itu tidak cukup. Anda perlu mendapatkan data kualitatif untuk mempelajari lebih lanjut tentang alasan pengambilan sampel. Anda dapat meminta umpan balik tentang sampel melalui jajak pendapat atau survei.
Di akhir survei, tanyakan mengapa mereka tidak mengklik ajakan bertindak (CTA), misalnya. Ini akan memberi Anda tampilan yang lebih detail dan mendalam pada hasil pengujian A/B Anda.
7. Analisis Hasil Tes
Cara terakhir untuk melakukan pengujian A/B tentu saja dengan menganalisis hasil pengujian. Hal terpenting untuk diingat saat menganalisis hasil pengujian A/B adalah fokus pada matriks atau variabel yang benar-benar ingin Anda lihat. Misalnya, jika Anda setuju untuk menguji rasio klik-tayang (RKT) sejak awal, Anda tidak perlu melihat item lain.
Kemudian analisis hasil pengujian A/B untuk melihat apa artinya dan apa yang harus Anda lakukan selanjutnya.
Berikut penjelasan Jobnas mengenai tips atau cara menjalankan pengujian A/B. Sekarang Anda siap menguji strategi pemasaran internet Anda! Selain A/B testing, Jobnas sudah menyiapkan berbagai informasi dan tips seputar online marketing dan produk! Kalian bisa membaca atau bergabung mulai dari sekarang!
Baca SelengkapnyaSederhana tapi Memikat, Inilah 4 Contoh Motivation Letter Bahasa Indonesia dan Inggris
Jobnas.com-Salah satu hal yang sering dijadikan syarat mendaftar studi, beasiswa, dan kerja adalah motivation letter. Itulah mengapa memiliki acuan dalam membuat motivation letter menjadi sangat penting. Oleh karena itu, di artikel ini Jobnas.com akan menjelaskan terkait apa itu motivation letter, bagaimana tips membuatnya, dan beberapa contohnya dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Jika penasaran, yuk, simak penjelasannya!
Baca Juga: Inilah Perbedaan antara Remarketing vs Retargeting!
Mengenal Motivation Letter
Kata ‘motivation letter’ barangkali sering kamu temui terutama saat membaca syarat pendaftaran kerja atau beasiswa. Padahal, sebelumnya kamu belum pernah membuat surat tersebut. Lalu, apa sih sebenarnya motivation letter itu? Apakah berbeda dengan cover letter?
Nah, menurut Edunation, motivation letter adalah surat yang menjelaskan mengapa kamu, sebagai pelamar, akan menjadi kandidat yang tepat untuk program atau beasiswa yang kamu lamar.
Biasanya, untuk mendaftar beasiswa, terutama beasiswa studi di luar negeri, motivation letter menjadi syarat wajib yang harus dimiliki. Tidak jarang seseorang gagal meraih beasiswa karena motivation letter-nya kurang maksimal.
Memang, sebagai syarat mendaftar beasiswa atau studi, terdapat banyak tahapan dan berkas yang akan kamu kumpulkan. Namun, motivation letter akan menjadi rangkuman perjalanan dan prestasimu.
Sebab, kesungguhan dan kelayakanmu untuk menerima beasiswa atau pekerjaan dapat dilihat oleh universitas atau perusahaan dengan motivation letter yang menarik. Dengan demikian, dibutuhkan contoh motivation letter agar kamu memiliki panduan yang jelas tentang cara menyusunnya.
Pada umumnya, motivation letter berisi catatan kualifikasi, prestasi, dan alasan mengapa pelamar berhak mendapat kesempatan studi, beasiswa, atau pekerjaan tersebut. Meski demikian, lebih dari itu, kamu juga perlu memahami karakteristik program atau universitas yang kamu lamar.
Jadi, kamu bisa menyesuaikan isi motivation letter dengan apa yang diharapkan oleh pembuat program. Beberapa orang sering tertukar antara motivation letter dengan personal statement. Keduanya memang sekilas serupa. Namun, ada beberapa perbedaan di antara keduanya.
Isi motivation letter lebih fokus pada hal-hal yang bersifat praktis. Kamu perlu mencantumkan pencapaian, kualifikasi, dan cita-cita yang realistis. Sementara itu, personal statement lebih fokus pada hal-hal yang abstrak, seperti kepribadian, ambisi, dan preferensi.
Struktur Motivation Letter
Seperti halnya sebuah surat, ketika akan menyusun motivation letter, terdapat beberapa a struktur tertentu yang perlu kamu perhatikan. Struktur ini juga berlaku pada contoh motivation letter yang akan Jobnas.com sampaikan.
Berikut struktur utama motivation letter.
1. Pembuka
Hal pertama yang perlu kamu tuliskan dalam motivation letter adalah pembuka.
Seperti biasanya, kamu mungkin sering membaca tulisan yang diawali dengan, “Pada hari ini, saya …” Atau barangkali kamu pernah membaca novel yang diawali dengan, “Matahari mulai terbenam dan burung berkicauan.” Nah, di dalam motivation letter, kalimat-kalimat semacam itu tidak bisa kamu masukkan.
Sebab, ada banyak orang yang melamar beasiswa atau program yang sama denganmu. Dengan demikian, jangan sampai universitas berhenti membaca motivation letter-mu karena paragraf pembuka yang tidak menarik.
Hindari membuka motivation letter dengan kalimat-kalimat yang mainstream dan terlalu umum. Dikutip dari European Higher Education Fair, untuk program beasiswa, kamu bisa membuat paragraf pembuka motivation letter dengan latar belakang dan kekurangan bidang yang kamu incar di Indonesia.
Sebagai contoh, kamu hendak mendaftar beasiswa S2 Ilmu Hukum di luar negeri. Kamu bisa menjelaskan kondisi dunia hukum di Indonesia saat ini.
2. Isi
Salah satu bagian penting dalam motivation letter adalah isi. Tentu saja di bagian isi harus lebih panjang dan padat jika dibandingkan dengan bagian pembuka dan penutup. Kamu bisa menulis beberapa hal secara rinci. Namun, jangan mengulang apa yang telah kamu tuliskan dalam curriculum vitae (CV).
Setidaknya ada tiga hal utama yang perlu kamu tulis di bagian isi, yakni pengalaman, motivasi, dan tujuanmu.
Pada bagian pengalaman, kamu bisa menceritakan apa saja yang pernah kamu lakukan dan capai terkait bidang yang kamu lamar. Kamu juga bisa menambahkan beragam prestasi yang relevan.
Selanjutnya, tuliskan motivasi atau alasanmu mendaftar program tersebut. Sampaikan alasan yang kuat dan rinci.
Kemudian, beri tahu pemberi program tentang tujuan yang ingin kamu raih. Sesuaikan tujuan ini dengan isu yang sedang terjadi dan karakteristik pemberi program tersebut.
3. Penutup
Kamu harus mengetahui apa yang perlu kamu tulis pada bagian penutup sebelum masuk ke contoh motivation letter.
Pada bagian pembuka dan isi, kamu telah menjelaskan segala hal tentang dirimu dan tujuanmu melamar. Tugas selanjutnya adalah meyakinkan pemberi program bahwa kamu adalah orang yang tepat.
Bagian ini disebut sebagai closing statement. Sampaikan kembali poin terkuatmu dan mengapa universitas harus memilihmu. Kamu bisa menulisnya secara singkat, jelas, dan tegas untuk menunjukkan kepercayaan dirimu.
Tips Membuat Motivation Letter
Sebelum masuk ke bagian contoh motivation letter, Jobnas.com akan memberikan beberapa tips untuk membuatnya agar supaya kamu bisa menyusun motivation letter dengan baik dan mendapatkan hasil yang terbaik pula.
1. Fokus
Kamu mungkin ingin menuliskan banyak hal dalam motivation letter. Meski demikian, kamu perlu ingat bahwa ada batas jumlah kata yang bisa kamu gunakan. Kamu tidak bisa menuliskan banyak hal sekaligus dalam motivation letter-mu.
Dengan demikian, fokuslah pada poin penting yang ingin kamu sampaikan. Misalnya, kamu bisa fokus pada satu isu yang sedang berkembang di bidang yang kamu lamar.
2. Kenali perusahaan atau universitas yang dilamar
Dalam motivation letter, tidak hanya berisi tentang dirimu. Kamu justru harus menyambungkan dirimu dengan perusahaan atau universitas yang kamu lamar. Kenali mereka dengan baik. Ketahui bagaimana karakteristik dan visi misi yang mereka bangun. Dengan demikian, kamu bisa lebih mudah mencari hubungan antara dirimu dengan mereka.
3. Don’t tell, but show
Istilah ‘don’t tell, but show’ menggambarkan bahwa kamu tidak bisa hanya menyampaikan sesuatu tanpa menunjukkan bukti nyatanya. Kamu bisa menyampaikan hal-hal yang konkret sehingga perusahaan atau universitas bisa benar-benar mengukurmu.
Sebagai contoh, hindari mengatakan, “Saya sudah sukses pada program sarjana yang lalu.” Namun, sampaikan apa hal-hal yang membuatmu dikatakan sukses. “Saya berhasil menyeimbangkan dunia akademis dan nonakademis saya selama program sarjana. Saya mendapat IPK tinggi sekaligus aktif dalam berbagai organisasi.”
4. Baca kembali
Berikutnya, kamu perlu membaca kembali apa yang telah kamu tulis dengan saksama setelah menyelesaikan motivation letter. Sebab, kamu bisa tahu bagian mana yang masih bisa diperbaiki dengan membaca kembali.
Namun, membaca sendiri saja tidak cukup. Kamu bisa minta tolong keluarga, sahabat, dan kerabatmu untuk membaca motivation letter-mu dan memberikan masukan.
Contoh Motivation Letter
Kini, kamu telah mengetahui apa itu motivation letter dan tips membuatnya. Berikut Jobnas.com berikan contoh motivation letter dalam bahasa Indonesia.
1. Contoh motivation letter bahasa Indonesia untuk mendaftar beasiswa
Yth. Panitia Penyelenggara Program Beasiswa
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
Sejak dahulu, saya percaya bahwa setiap kesempatan harus dimanfaatkan dengan menjemputnya. Sehingga, dengan kepercayaan ini, saya ingin menjemput kesempatan untuk meraih beasiswa dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Saya adalah Reyhan Madjid, laki-laki berusia 24 tahun, yang menulis surat motivasi ini untuk mengungkapkan ketertarikan saya pada program beasiswa yang ditawarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Saya baru saja menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Gadjah Mada.
Baca Juga: Kalian Harus Tahu 4 Unsur Penting Sebelum Ganti Pekerjaan Supaya Tidak Menyesal
Sejak awal kuliah, saya menyadari bahwa ada banyak hal yang harus dibangkitkan dari cybersecurity di Tanah Air. Karena itu, saya terus menggali ilmu komputer dan cybersecurity sebanyak-banyaknya dengan tujuan untuk memberi kontribusi terhadap keamanan negara Indonesia di internet.
Meski begitu, saya juga percaya bahwa ilmu saja tidak cukup. Karena itu, saya turut aktif dalam beberapa organisasi seperti AIESEC dan Model United Nations. Dari dua organisasi tersebut, saya mendapatkan banyak ilmu tentang komputer dan cybersecurity.
Dari ilmu yang didapat, saya bisa mengimplementasikannya ketika mendapat kesempatan pada program International Collegiate Programming Contest (ICPC) regional Jakarta tahun 2022 lalu.
Dengan bekal pengalaman tersebut, saya semakin yakin untuk berkontribusi terhadap keamanan negara Indonesia. Saat ini, saya juga tengah memberikan pendidikan seputar penggunaan internet dan komputer ke masyarakat di kota-kota besar di seluruh Indonesia.
Dengan begitu, masyarakat dapat paham tentang pentingnya menjaga keamanan data pribadi dan keluarga di internet serta bagaimana melakukannya.
Oleh karena itu, demi menyempurnakan usaha tersebut, saya ingin terus memperdalam ilmu komputer. Salah satu langkah yang akan saya ambil adalah mengambil Program Master Cybersecurity di Universitas Monash, Australia.
Olah karena itu, saya berharap Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia bisa memercayai saya untuk mendapatkan beasiswa ini.
Apabila saya terpilih untuk program beasiswa ini, saya dapat mengalokasikan dana untuk memberi pelatihan serta pendidikan seputar keamanan di internet. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk turut mengembangkan keamanan masyarakat Indonesia.
Karena itu, saya yakin dapat memanfaatkan beasiswa ini sebaik-baiknya.
Demikian surat motivasi ini saya buat. Terima kasih atas perhatian Anda.
Hormat Saya,
Reyhan Madjid
4. Contoh motivation letter dalam bahasa Inggris untuk melamar kerja
Berikut contoh motivation letter dalam bahasa Inggris yang bisa kamu jadikan acuan.
—————
Dear Mr. John Lennon,
The creativity and enthusiasm of Collabs Agency has sparked my interest to apply and join your team as a copywriter. My passion in copywriting and creative industry combined with working at your company would be a unique and wonderful experience for both parties.
Having more than 3 years of work experience in the creative industry, I have developed strong experitise in copywriting, market research, consumer research, content creation, and social media.
The main achievements I had in my previous position that would be relevant and valuable to what you’re looking for are as follows;
Increased the conversion rate on website by 15% in the span of a year.
Created 4 campaigns which increased the engagement rate of our clients by 300%.
Baca Juga: Dengan Mengetahui Peran Staf Pajak, Kamu akan Jadi Incaran Banyak Perusahaan
Improving the existing strategy through the use of latest technological advancement to help the organization expand the business to the neighbouring countries such as Singapore and Malaysia.
In addition to this, my internship as a market researcher in a tech start-up gave me insight on how to target the perfect audience for the copy that I write.
Thus, through analyzing the target markets and social media platforms such as Twitter, Facebook, and Instagram, I have found 3 new ways of reaching new customers for your company through copywriting on said platforms.
I love to work independently or as a team where I can share creative ideas with each others.
I look forward to hear your follow up on my application for this position and arrange an interview soon.
Sincerely,
Rizal Rahardian
Demikianlah penjelasan Jobnas.com mengenai beberap tips dan contoh motivation letter yang bisa kamu gunakan untuk berbagai keperluanmu. Karena membuat motivation letter tidaklah mudah, kamu perlu memikirkan baik-baik apa yang akan kamu sampaikan pada surat tersebut.
Baca Selengkapnya6 Perbedaan Inventaris (Inventory) dan Persediaan (Supply) dalam Perusahaan
Jobnas.com - Inventaris (inventory) dan persediaan (supply) memiliki perbedaan utamanya dalam tujuan bagi perusahaan. Namun, keduanya bekerja untuk kepentingan perusahaan.
Memahami perbedaan antara keduanya akan membantu Anda menyortir barang dagangan perusahaan Anda.
Selain itu, untuk menyederhanakan akuntansi perusahaan dengan memisahkan keduanya.
Apa Itu Inventaris (Inventory)?
Inventaris (inventory) adalah daftar barang-barang yang dimiliki oleh suatu perusahaan.
Inventaris merupakan bagian dari persediaan yang diperhitungkan secara terpisah, terutama karena perlu diakui sebagai aktiva atau penyusutan.
Inventaris dapat dianggap sebagai bagian dari persediaan, namun tidak seluruh persediaan harus diakui sebagai inventaris.
Namun, menurut Investopedia, nventaris adalah komoditas yang digunakan perusahaan untuk dijual kepada konsumen demi keuntungan.
Apa Itu Persediaan (Supply)?
Persediaan (supply) adalah semua bahan baku, barang jadi, atau barang setengah jadi yang dimiliki oleh suatu perusahaan untuk dijual kepada pelanggan.
Persediaan merupakan aset yang dianggap penting bagi perusahaan karena merupakan sumber penghasilan yang akan dijadikan laba bila terjual kepada pelanggan.
Biasanya, sebuah persediaan akan habis digunakan dan akhirnya menjadi biaya yang dikeluarkan perusahaan.
Dalam konteks akuntansi, persediaan dianggap sebagai aset hingga digunakan. Ketika digunakan, persediaan akan otomatis dianggap sebagai pengeluaran.
Contoh barang yang termasuk persediaan seperti;
- alat tulis
- kertas
- tinta printer
- amplop
- sabun
Inilah perbedaan utama antara inventaris dan persediaan.
Inventaris juga bisa berarti bahan mentah yang digunakan perusahaan untuk membuat produk untuk dijual.
Saat membeli persediaan, perusahaan dapat menjualnya kembali dalam bentuk yang serupa atau mengubahnya terlebih dahulu menjadi produk baru.
Bisnis biasanya tidak ingin menyimpan persediaan terlalu lama. Hal ini dikarenakan gudang dapat menambah biaya penyimpanan atau dapat merusak barang hingga habis masa simpannya.
Contoh persediaan adalah ayam mentah yang dijual di Rumah Makan Geprek.
Secara sederhana, persediaan (supply) merupakan semua barang yang dimiliki oleh suatu perusahaan, sedangkan inventaris (inventory) merupakan bagian dari persediaan yang diakui sebagai aktiva atau penyusutan.
Perbedaan Inventaris dan Persediaan
Ada beberapa perbedaan lain antara persediaan dan inventaris, antara lain:
1. Jangka waktu pemilikan
Persediaan merupakan barang yang dimiliki oleh perusahaan dengan tujuan untuk dijual kembali kepada pelanggan.
Inventaris merupakan barang yang dimiliki oleh perusahaan dengan tujuan untuk digunakan dalam proses produksi atau untuk dijual kembali kepada pelanggan.
2. Cara perhitungan
Persediaan dihitung dengan menggunakan metode FIFO (First In, First Out), yaitu dengan menganggap bahwa barang pertama yang masuk adalah barang pertama yang terjual.
Inventaris dihitung dengan menggunakan metode LIFO (Last In, First Out), yaitu dengan menganggap bahwa barang terakhir yang masuk adalah barang pertama yang terjual.
3. Tujuan
Perusahaan membeli barang-barang yang termasuk dalam kategori persediaan dengan tujuan untuk menjaga dan menjamin kelancaran operasional usahanya.
Sementara inventaris adalah barang yang dibeli atau diproduksi oleh perusahaan dengan maksud untuk dijual kepada konsumen untuk mendapatkan keuntungan.
Misalnya, barang di toko pakaian yang diklasifikasikan sebagai persediaan adalah berbagai jenis pakaian yang dijual kepada konsumen.
Pada saat yang sama, di toko eceran, produk yang tersedia, seperti tas belanja atau tas, diberikan kepada konsumen pada saat pembelian.
Baca Juga: Dengan Mengetahui Peran Staf Pajak, Kamu akan Jadi Incaran Banyak Perusahaan
4. Akuntansi
Dalam istilah akuntansi, ada juga perbedaan mencolok antara inventaris dan persediaan.
Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya bahwa persediaan dianggap sebagai aset sampai digunakan.
Oleh karena itu, perusahaan dapat memasukkan nilai moneter dari persediaan yang tidak terpakai di bagian "aset".
Sementara itu, perusahaan menempatkan persediaan bekas di bawah judul "beban".
Sebaliknya, inventaris diklasifikasikan sebagai "aset" dalam neraca.
Karena merupakan barang-barang milik yang rencananya akan dijual sepanjang tahun.
Perlu Anda ketahui bahwa perusahaan dapat menyimpan berbagai jenis persediaan mulai dari bahan baku, produk setengah jadi hingga produk jadi.
Agar perusahaan mencerminkan nilai persediaan di neraca berdasarkan harga pembelian.
Ketika barang inventaris dijual, biaya perolehan kategori inventaris dihapus.
Ini karena biaya ini dilaporkan dalam kategori "barang yang dijual" dan "pendapatan produksi" dari laporan laba rugi.
5. Pajak penjualan
Perbedaan antara inventaris dan persediaan adalah pajak penjualan.
Sebagaimana kita ketahui, pajak penjualan adalah jumlah pajak yang dikenakan pemerintah atas pembelian barang atau jasa.
Selain itu, pajak biasanya hanya dibayarkan satu kali kepada konsumen akhir dari barang atau jasa yang dibeli.
Oleh karena itu, ketika bisnis membeli barang untuk inventaris mereka, mereka secara otomatis harus membayar pajak penjualan.
Ini berbeda dengan persediaan di mana konsumen dikenai pajak penjualan karena mereka adalah pengguna akhir.
6. Pengeluaran
Perbedaan lain antara inventaris dan persediaan adalah jenis biaya yang terkait dengan item tersebut.
Perusahaan mengeluarkan dua jenis biaya, yaitu biaya tetap dan biaya variabel.
Dalam konteks ini, biaya tetap berarti biaya yang tidak berhubungan langsung dengan pendapatan perusahaan.
Jadi beberapa persediaan dapat dikatakan memiliki biaya tetap.
Misalnya, jika sebuah perusahaan menjual lebih banyak produk, itu tidak berarti perlu membeli lebih banyak alat tulis untuk karyawannya.
Biaya variabel atau biaya variabel adalah biaya yang berkaitan langsung dengan produksi barang atau jasa.
Semakin banyak barang diproduksi, semakin tinggi biaya variabelnya.
Oleh karena itu, biaya bahan baku yang tergolong persediaan juga meningkat ketika perusahaan ingin meningkatkan produksi barang yang dijual kepada konsumen.
Ini adalah beberapa perbedaan antara persediaan dan inventaris yang harus Anda ketahui.
Pada dasarnya kedua jenis barang ini wajib dimiliki oleh perusahaan agar proses bisnisnya berjalan lancar.
Ini menjadikannya bagian dari manajemen produk yang harus Anda pahami.
Baca SelengkapnyaInterview Soal Lingkungan Kerja, Ini Dia 7 Menjawab Pertanyaannya
Jobnas.com-Saat melakukan proses interview, pertanyaan mengenai lingkungan kerja bisa menjadi pertanyaan paling membingungkan. Bisa jadi seseorang yang telah berpengalaman pun dapat terpeleset di sini.
Barangkali, dalam sebuah proses interview, lingkungan kerja mungkin jadi topik terakhir. Akan tetapi, seperti yang kita tahu, soal tersulit akan datang di saat-saat terakhir. Sekali saja kamu salah, pupus sudah harapanmu pindah ke kantor baru.
Sering kali ketika menjawab pertanyaan soal lingkungan kerja dapat membingungkan. Pertanyaan ini sungguh subjektif dan tidak ada jawaban yang terhitung benar. Bisa jadi, seorang yang mendaftar sebagai recruiter bisa tidak lolos di sini.
Oleh karena itu, di artikel ini Jobnas.com akan memberikan beberapa tips dan cara menjawab pertanyaan seputar lingkungan kerja yang perlu kamu ketahui. Yuk, simak sampai tuntas !
Baca Juga: Perbedaan Aplikasi Native, Hybrid, dan Web yang Perlu Kamu Ketahui
Tips Menjawab Pertanyaan Lingkungan Kerja
Jobvite pernah melakukan riset yang menunjukkan bahwa 88% recruiter mengatakan, kecocokan pandangan dalam lingkungan kerja jadi hal yang penting.
Hal ini kemudian membuat pertanyaan mengenai lingkungan kerja perlu dijawab dengan sebaik mungkin. Dengan demikian, penting untuk mengetahui tips dalam menjawab topik ini.
Seperti dilansir dari The Balance Careers, berikut beberapa tips yang dapat membantu kamu agar berhasil melewati tahapan ini:
1. Buat jawaban yang Berkaitan dengan Perusahaan
Kaitkan setiap jawaban yang kamu ucapkan dengan budaya perusahaan yang mewawancarai kamu, jika memungkinkan. Hal ini penting karena secara tidak langsung memposisikan kamu dengan nilai-nilai yang diusung perusahaan.
2. Bersikap Jujur
Kunci dari segala hal adalah jujur, termasuk saat melakukan wawancara dengan perusahaan. Selain akan menjauhkanmu dari pertanyaan lanjutan yang lebih sulit, dengan bersikap jujur akan membikin perusahaan bersikap hormat dan memberikan nilai lebih kepadamu.
3. Riset Bagaimana Lingkungan Kerja di Perusahaan
Ada baiknya kamu melakukan riset budaya di perusahaan tersebut sebelum melakukan interview. Sebab, kamu akan mengetahui nilai dan budaya apa saja yang mereka miliki dengan melakukan riset.
Di samping itu, pengetahuan akan perusahaan selalu diapresiasi oleh recruiter, termasuk saat menjawab pertanyaan tentang lingkungan kerja.
4. Jangan Mengkritik Budaya Perusahaan
Setiap perusahaan selalu punya anggapan bahwa mereka memiliki budaya dan lingkungan kerja terbaik. Dengan demikian, kamu perlu menghindari mengeluarkan kritik saat mengikuti wawancara. Berikan saja jawaban normatif tanpa sedikit pun menyinggung mereka.
5. Hindari Keragu-raguan
Salah satu hal membuat kamu langsung dicoret oleh recruiter adalah bersikap ragu. Oleh karena itu, berikan jawaban yang jelas dan sistematis dalam setiap jawaban yang keluar dari mulut kamu. Hindari memulai jawaban dengan, “kira-kira…” atau “saya tidak yakin dengan…”
6. Ketahui Prioritas Bekerjamu
Dilansir dari The Muse, mengetahui prioritasmu ketika bekerja merupakan tips selanjutnya untuk menjawab pertanyaan seputar lingkungan kerja. Sehingga, lakukan refleksi diri dan cari tahu di lingkungan seperti apa kamu bisa bekerja dengan baik. Hal ini dilakukan agar supaya kamu bisa mencari lingkungan perusahaan yang sesuai denganmu.
7. Jawab Pertanyaan dengan Jujur
Menurut Indeed bahwa salah satu tips untuk menjawab pertanyaan ini adalah dengan menjawabnya secara jujur. Berkaitan dengan tips di poin 5 di atas, jawablah dengan penuh percaya diri dan kejujuran ketika diberikan pertanyaan ini. Dengan demikian, perusahaan tidak akan merasa ragu untuk merekrutmu sebagai karyawannya.
Cara Menjawab Pertanyaan Lingkungan Kerja
Terdapat beberapa pertanyaan mengenai lingkungan kerja yang lumrah ditanyakan dalam wawancara. Berikut beberapa di antaranya dan tips menjawabnya.
1. Pertanyaan Soal Fleksibilitas
Pertanyaan: “Apakah kamu cocok bekerja di lingkungan yang cepat?” atau “Are you suited to work in a fast-paced environment?“
Untuk mengukur kekuatan kamu dalam bekerja, jenis pertanyaan ini mungkin normatif dan hanya akan digunakan. Dengan demikian, recruiter akan menilai kamu pantas dan layak untuk diberi kesempatan. Pasalnya, tidak semua pelamar mampu beradaptasi dengan lingkungan tertentu.
Berikut adalah contoh jawabannya.
Bahasa Indonesia
Saya bisa dengan mudah beradaptasi. Baik itu di lingkungan yang cepat maupun besar. Karena saya orang merasa bahwa lingkungan kerja yang cepat dapat memacu saya untuk terus kreatif, saya sangat yakin dengan hal ini.
Bahasa Inggris
I can adapt easily. Be it in a fast-paced or big environment. Because I am someone who feels that a fast-paced environment encourages me to be creative, I believe in this.
Baca Juga: Harus Menghadiri Wawancara Kelompok? Ikuti Tips Suksesnya di Sini!
2. Pertanyaan Soal Cara Kerja
Pertanyaan: “Mana yang kamu pilih, bekerja dalam tim atau secara individu?” atau “Which do you choose, working in a team or individually?”
Jawaban dari pertanyaan ini akan membuat kamu dilihat sebagai pelamar yang berani dan siap mendalami apapun di lingkungan kerja yang baru oleh recruiter.
Berikut adalah contoh jawabannya.
Bahasa Indonesia
Saya telah berpengalaman dengan banyak budaya kerja, baik secara tim atau individu. Saya merasa tidak punya preferensi tertentu, tapi apabila dihadapkan pada salah satu kondisi, saya siap.
Bahasa Inggris
I have experience with many work cultures, either as a team or individually. I don’t have any particular preferences, but if I am faced with one of the situations, I am ready.
3. Pertanyaan Soal Relasi Antar Karyawan
Pertanyaan: “Bagaimana relasi kamu dengan rekan kerja kamu di perusahaan sebelumnya?” atau “How is your relationship with coworkers in the previous company?”
Bahasa Indonesia
Jika boleh jujur, saya sempat memiliki masalah kecil dengan rekan kerja saya. Akan tetapi, kami sudah saling meminta maaf dan sekarang masalah tersebut sudah selesai. Dari masalah tersebut, saya belajar untuk jadi pribadi yang lebih baik.
Bahasa Inggris
Honestly, I had a little trouble with my coworker. However, we forgave each other and the problem is already solved. From that problem, I learned how to be a better person.
Kondisi ini akan membuat recruiter menganggap kamu sebagai pribadi yang bertanggung jawab dengan pekerjaan. Kamu juga akan selalu tampak sebagai orang yang selalu siap untuk memperbaiki diri dengan meminta maaf dan belajar dari masalah.
4. Pertanyaan Soal Lingkungan Kerja Ideal
Pertanyaan: “Apa lingkungan kerja idealmu?” atau “What is your ideal work environment?”
Untuk mengetahui lingkungan kerja seperti apa yang membuatmu nyaman bekerja, jenis pertanyaan ini umumnya sering ditanyakan.
Berikut adalah contoh jawabannya.
Bahasa Indonesia
Lingkungan kerja yang ideal bagi saya adalah ketika saya bisa bekerja secara individu dan sebagai tim. Saya menemukan bahwa perusahaan ini memiliki keseimbangan dalam hal tersebut ketika saya meriset perusahaan. Sehingga, menurut saya hal ini dapat membantu saya untuk sukses di posisi ini.
Bahasa Inggris
My ideal working environment is when I can work individually and as part of a team. I found out that this company has a balance on this matter when I researched your company,. That is why I think that it will help me to achieve success in this position.
5. Pertanyaan Soal Menghadapi Situasi Sulit
Pertanyaan: “Bagaimana sikapmu ketika berhadapan dengan situasi yang penuh tekanan atau sulit?” atau “How do you deal with pressure or stressful situation?”
Dikutip dari Harvard Business Review, ketika ditanya seputar lingkungan kerja, kamu juga biasanya akan mendapat pertanyaan ini.
Karena, dalam lingkungan kerja seideal apa pun, situasi penuh tekanan atau sulit pasti terjadi. Berikut adalah contoh jawabannya.
Bahasa Indonesia
Ketika saya mengerjakan peluncuran produk baru di perusahaan sebelumnya, beberapa hal tidak berjalan sesuai rencana. Pada saat itu, saya mengambil langkah mundur dan memikirkan strategi untuk menyelesaikan masalah tersebut, ketimbang menyalahkan orang lain.
Bahasa Inggris
When I was working on a new product launch at my last company, things were not going according to plan. During that time, instead of pointing fingers, I took a step back and think about some strategies to solve the problem.
Baca Juga: Tingkatkan Popularitas Situsmu dengan Guest Blogging, Strategi Menulis di Situs Lain
Demikianlah penjelasan Jobnas.com mengenai beberapa tips dan cara menjawab pertanyaan soal lingkungan kerja. Semoga setelah membaca artikel ini kamu tidak kebingungan jika diberi pertanyaan ini saat wawancara. Kini saatnya kamu perlu mencari perusahaan dengan lingkungan kerja terbaik jika kamu sudah siap menjawab pertanyaan tersebut.
Baca Selengkapnya5 Tahapan Memahami Potensi Diri dan Cara Mengasahnya
Jobnas.com - Memahami diri sendiri adalah langkah penting dalam menjadi pribadi yang lebih baik. Ini dapat membantu kita mengetahui apa yang kita sukai, apa yang tidak kita sukai, dan bagaimana kita bereaksi di situasi yang berbeda.
Memahami diri sendiri juga dapat membantu kita membuat keputusan yang tepat dan menemukan tujuan hidup yang sesuai dengan kepribadian kita.
Dengan begitu kita nantinya akan tahu apa saja potensi yang kita miliki, karena bagi Anda yang punya rencan kerja panjang di sebuah perusahaan penitng untuk mengetahui potensi diri.
Memahami potensi diri adalah proses mengenali kemampuan, kekuatan, dan bakat yang dimiliki seseorang.
Ini dapat membantu kita menemukan tujuan hidup yang sesuai dengan kepribadian kita, serta mengidentifikasi cara terbaik untuk mencapai tujuan tersebut.
Tahapan Memahami Potensi diri
Berikut adalah beberapa tahapan yang dapat dilakukan untuk memahami potensi diri:
1. Membuat daftar kekuatan dan kelemahan
Hal Ini dapat membantu kita mengenali apa yang kita lakukan dengan baik, dan di mana kita perlu meningkatkan diri.
2. Mencatat pikiran dan perasaan
Kemudian Anda juga dapat mencatat apa yang kita pikirkan dan bagaimana kita merasa dapat membantu kita memahami reaksi kita terhadap situasi yang berbeda.
3. Mencoba kegiatan yang berbeda
Begitu juga denga cara yang ketiga ini, Anda perlu untuk mencoba kegiatan yang berbeda dapat membantu kita menemukan apa yang kita sukai dan tidak sukai, serta bagaimana kita bereaksi terhadap kegiatan tersebut.
4. Meminta masukan orang lain
Meminta pendapat orang lain tentang diri kita dapat memberikan perspektif yang berbeda dan membantu kita memahami potensi diri kita dengan lebih baik.
5. Bermeditasi atau melakukan terapi
Bermeditasi atau melakukan terapi dapat membantu kita memahami pikiran dan perasaan kita dengan lebih dalam, sehingga kita dapat lebih memahami potensi diri kita.
Dengan melakukan beberapa tahapan di atas, Anda akan lebih mudah mengetahui potensi diri Anda secara pasti dan mendetail.
Baca Juga: Alasan dan Kunci Penting Magang Menuju Sukses
Cara Mengasah Potensi Diri
Adapun upaya yang bisa Anda lakukan dalam mengolah potensi diri Anda secara baik dan efektif adalah sebagai berikut.
1. Membenahi pola hidup
Bermain hingga tengah malam adalah salah satu aktivitas yang harus Anda pikirkan kembali. Mulai dari kecanduan game hingga terjebak dalam duniamu yang tidak bisa dikatakan cocok untuk pengembangan diri.
Cobalah untuk mengurangi aktivitas yang kurang bermanfaat dan mengacaukan jadwal tidur Anda. Pengembangan diri yang baik dimulai dari dalam ke luar, yaitu hal-hal yang pertama kali ada pada diri Anda harus diperbaiki.
Kesehatan adalah salah satunya, ketika tubuh Anda sehat dan bugar, rasa percaya diri dan semangat Anda juga akan meningkat seiring dengan bentuk fisik Anda yang siap beraksi.
Memperbaiki gaya hidup termasuk, selain kesehatan, hal-hal sederhana seperti membersihkan ruang kantor dan area kerja agar lebih nyaman digunakan sebagai tempat aktivitas sehari-hari.
Ini mudah, tetapi jika Anda masih malas untuk menguasainya, Anda mungkin malas dan mencari aktivitas pengembangan diri yang sedikit lebih sulit.
2. Move on dan rancang masa depan
Ini terdengar agak puitis, tetapi tindakan yang perlu Anda lakukan untuk maju dan fokus pada perbaikan diri bukanlah terjebak dalam masa lalu yang tidak menyenangkan.
Anda harus jujur tentang apa yang terjadi, apakah itu baik atau buruk, Anda tidak bisa tetap pada kecepatan yang sama selama Anda hidup.
Jika Anda dapat melepaskan kenangan terlebih dahulu, langkah ke depan akan lebih mudah.
Jika perlu, buatlah stiker di salah satu sisi dinding kamar Anda dengan gambar-gambar momen manis Anda yang akan menambah keseruan setiap kali Anda melihatnya.
Fokus pada masa lalu biasanya menghilangkan harapan, semangat hidup dan tidak lagi peduli dengan tujuan hidup seseorang. Padahal, setiap orang pasti memiliki tujuan masing-masing untuk memenuhi hidupnya.
Inilah cara Anda menyempurnakan perbaikan diri Anda dengan membersihkan "sampah" yang tidak perlu Anda kumpulkan dalam hidup untuk memberi ruang bagi hal-hal yang lebih bermanfaat.
3. Belajar fokus dengan kelebihan Anda
Bagaimana perasaan Anda ketika Anda harus merenungkan diri sendiri? Apakah Anda senang, gembira atau bahkan kecewa? Ketika diminta untuk menggambarkan diri Anda, apa yang membuat Anda menjadi diri Anda?
Harga diri Anda memengaruhi arah perkembangan lebih lanjut. Sebelum memulai aktivitas lain, Anda harus terlebih dahulu mengidentifikasi kekuatan dan kekuatan Anda daripada berfokus pada kelemahan Anda.
Misalnya, kemampuan berkomunikasi dengan anak dalam waktu yang lama dan berkesinambungan juga merupakan salah satu kelebihan yang mungkin tidak dimiliki orang lain.
Anda dapat mengarahkan energi Anda untuk mencari pekerjaan yang akan membentuk perkembangan Anda sesuai dengan karakter Anda.
Jika menjadi guru taman kanak-kanak benar-benar membuat Anda fokus pada kelebihan Anda lebih cepat, Anda tidak perlu repot-repot mencoba pekerjaan lain yang tidak berhubungan dengan kelebihan Anda.
Membiasakan fokus dan meningkatkan kelebihan diri juga akan membantu Anda untuk lebih bersyukur, yang berdampak besar bagi pengembangan diri Anda ke depan.
4. Kualitas hubungan
Orang-orang terdekat Anda adalah elemen penting yang juga memengaruhi pengembangan diri Anda dan bahkan cara berpikir Anda.
Ketika Anda bertemu dan bergabung dengan komunitas, Anda harus memilih teman yang memiliki pengaruh positif pada pengembangan diri Anda, jangan khawatir tentang mereka yang tidak.
Berteman dengan orang-orang yang juga menghargai hidup dan menghargai diri sendiri juga membuat cara pandang Anda lebih terbuka.
Pikiran positif pasti akan menempatkan Anda dalam keadaan yang lebih baik daripada berfokus pada hal-hal yang menyedihkan dan negatif.
Selain teman, dukungan keluarga dan orang-orang tersayang tentunya akan menambah semangat Anda untuk mengembangkan diri.
Dekat dengan sepupu juga bisa menjadi sumber motivasi yang baik, terutama jika prestasi atau prestasi mereka terkait dengan minat Anda.
Jadi memang benar ada yang mengatakan bahwa hubungan dengan keluarga lebih penting daripada mencari persetujuan dari orang lain yang mungkin tidak mencintai atau peduli dengan perkembangan Anda.
Baca SelengkapnyaAwas Salah Paham, 5 Mitos Seputar Content Marketing Ini Tak Perlu Kamu Percayai
Jobnas.com - Saat ini, content marketing tengah menjadi andalan utama setiap perusahaan untuk memasarkan produknya. Imbasnya beragam informasi yang kurang akurat prihal strategi marketing ini menyebar di kalangan marketer.
Bagi kamu yang aktif berkarir di bidang pemasaran pasti sudah tidak asing lagi dengan mitos seputar content marketing ini, bukan?
Nah, untuk kamu yang hendak berkecimpung di dunia marketing, alangkah lebih baiknya untuk terlebih dahulu mengetahui tentang mitos-mitos yang berkaitan dengan content marketing.
Berikut adalah lima contoh dari mitos-mitos tersebut. Yuk, baca selengkapnya dalam artikel berikut ini!
1. Perusahaan perlu produksi konten secara rutin
Berdasarkan informasi yang didapat dari laman Single Grain, mitos yang paling populer seputar content marketing adalah bahwa perusahaan perlu menghasilkan konten setiap harinya.
Mitos ini hadir dan berkembang di kalangan marketer karena adanya opini yang berpendapat bahwa Google akan menghargai perusahaan yang setiap hati membuat dan mempublikasikan konten.
Namun pada kenyataanya, karena mereka cenderung lebih fokus memerhatikan kuantitas konten, justru malah menyebabkan kualitas konten yang disajikan oleh berbagai perusahaan semakin menurun.
Sebaiknya, mitos seperti ini jangan sampai menkonstruk pemikiran seorang ¬marketer. Karena jika kualitas kontennya semakin tidak jelas, maka akan merimbas negatif pada minat pelanggan.
Akibatnya, pengahasilan akan berkurang dan perusahaan besar kemungkinan akan merugi karena kehilangan banyak custumer loyaltynya.
2. Aktif di media sosial dianggap kurang penting
Mitos kedua yang berkembang di dalam dunia content marketing adalah aktif di media sosial bukanlah sesuatu yang penting dan tak perlu untuk jadi prioritas.
Salah satu yang membentuk statement saperti ini adalah karena adanya anggapan bahwa cukup dengan membuat konten yang menarik, pelanggan akan hadir dengan sendirinya.
Selain itu, mitos ini didukung oleh penggunaan traffic search serta keyakinan yang berlebihan terhadap pemanfaatan SEO.
Padahal jika perusahaan ingin sukses dengan strategi content marketingnya, pihak menejemen perlu mempromosikan konten di berbagai media sosial.
3. Content marketing hanya cocok untuk beberapa industri
Pemahaman yang salah hingga menjadi mitos seputar content marketing adalah bahwa strategi tersebut tidak bisa dipakai di semua industri. Ia hanya cocok untuk beberapa industri tertentu saja.
Nah, sebagaimana namanya, statement seperti ini hanyalah mitor yang perlu kamu percayai. Cukup tahu saja agar tidak jatuh ke dalamnya.
Sebab, content marketing - sebagaimana yang dilansir dari Neil Patel - bisa digunakan oleh semua perusahaan dari berbagai industri yang berbeda.
Yang perlu dilakukan itu sebernarnya adalah bagaimana kamu bisa memahami kebutuhan pelanggan dan tetap mengikuti tren yang sedang viral.
4. Semua orang bisa membuat konten yang berkualitas
Mitos keempat adalah pernyataan yang mengatakan bahwa semua orang bisa membuat konten yang berkualitas.
Untuk penyemangat diri, pemikiran tersebut sangat bermanfaat untuk diyakini dan dipercayai agar tidak mudah menyerah atau putus asa. Namun berbeda jika konteknya ingin diterapkan di perusahaan.
Sebab, dengan pemikiran seperti itu, mereka menjadi ceroboh dengan mempekerjakan seseorang yang masih kurang berpengalaman.
5. Content marketing dan advertising itu serupa
Adapun mitos terakhir yang perlu kamu ketahui adalah statmen yang menyatakan content marketing dan advertising itu serupa.
Faktanya, objek kedua bidang tersebut berbeda dan fungsinya pun juga tidak serupa.
Advertising biasa digunakan untuk menyebarkan pesan brand dan menarik minat para pelanggan.
Sedangkan content marketing lebih berfungsi sebagai sebuah cara untuk membangun hubungan jangka panjang dengan para pelanggan.
Berangkat dari perbedaan itu, seorang marketer perlu memisahkan antara dua strategi yang berbeda fungsi tersebut agar tidak saling berbenturan dan mengganggu fungsi masing-masing.
Itulah lima mitos yang berkembang sampai saat ini seputar dunia content marketing yang tak perlu kamu percayai.
Semoga bermanfaat!
Baca SelengkapnyaLebih Menguntungkan Mana, Blog Atau Podcast?
Jobnas.com - Blog dan kegiatan blogging sudah dikenal cukup lama di kalangan marketer yang masih dipakai sampai saat ini sebagai pendukung bisnisnya.
Bahkan, menurut laporan dari HubSpot, blog disebut sebagai strategi content marketing yang lebih efektif untuk meningkatkan ROI (Return on Investment) hingga 13 kali lipat.
Sementara itu, podcast marupakan platform baru dan mulai dikenal dalam beberapa tahun terakhir, namun sudah sangat populer di kalangan pengguna.
Selain itu, kepopuleran podcast tersebut berpengaruh besar terhadap jumlah pendapatan iklan secara global yang tembus 1 miliar dolar AS atau sekitar 14 triliun rupiah.
Jelas terlihat bahwa baik blog ataupun podcast memang sama-sama memiliki banyak kelebihan. Tinggal pilih mana yang lebih mendukung terhdap bisnismu.
Nah, dengan membaca artikel ini mungkin bisa jadi tambahan referansi untuk kamu menentukannya. Baca sampai selesai, ya!
Manfaat Blog dan Podcast untuk Bisnis
Seperti yang dijelaskan di atas, baik blog atau podcast sama-sama memiliki kelebihannya masing-masing untuk bisnis.
Namun, untuk membandingkan blog vs podcast, maka kamu harus tahu apa saja manfaatnya untuk perkembangan bisnis berikut ini:
Manfaat blog untuk bisnis
Manfaat blog yang paling bisa dinikmati dalam dunia bisnis antara lain adalah: Menarik pelanggan dan menambah prospek.
a. Menarik pelanggan baru
Tidak mudah untuk menarik pelanggan baru. Apalagi jika brand tidak mempersiapkan sebuah strategi marketing yang baik.
Namun, dengan konsisten memberikan artikel yang informatif di blog, rupanya bisa menjadi salah satu cara paling ampuh untuk menarik pelanggan baru.
Hal itu juga dikuatkan dengan pernyataan dari Search Engine Journal. Mereka menyebutkan bahwa blog yang memiliki artikel informatif akan lebih mudah mendatangkan audiens baru.
b. Menambah prospek
Manfaat blog untuk bisnis yang selanjutnya adalah untuk menambah prospek atau lead.
Semakin banyak prospek yang potensial, tentunya bisa meningkatkan kemungkinan terjadinya konversi.
Rupanya saat sebuah brand memiliki blog yang konsisten memberikan informasi yang menarik, hal itu juga bisa menjadi cara untuk meningkatkan prospek.
Manfaat podcast untuk bisnis
a. Membantu tingkatkan brand awareness
Manfaat podcast untuk bisnis yang pertama adalah membantu meningkatkan brand awareness.
Bagi sebuah brand yang masih baru tentunya brand awareness adalah hal yang harus diperhatikan.
Podcast bisa menjadi salah satu konten yang bisa dimanfaatkan oleh brand untuk meningkatkan brand awareness.
Jika konten yang disajikan bisa menarik perhatian audiens, maka tidak heran jika mereka akhirnya menjadi lead dan bahkan melakukan konversi.
b. Meningkatkan hubungan dengan pelanggan
Hubungan antara brand dan pelanggan rupanya juga bisa ditingkatkan lewat konten yang disajikan melalui podcast.
Apalagi jika brand berhasil menyajikan konten yang sesuai dengan target audiens, tentunya pelanggan pun bisa lebih terkoneksi.
Jadi setelah pelanggan suka mendengarkan podcast yang disajikan, mereka bisa lebih percaya terhadap brand. Jadi, hubungan yang dekat pun bisa dijalin dengan lebih baik.
Blog vs Podcast, Mana yang Harus Dipilih?
Setelah membaca penjelasan di atas, tentunya kamu sudah tahu bahwa membandingkan blog vs podcast memang cukup sulit jika dilihat dari sisi bisnis.
Pasalnya, kedua hal tersebut memiliki kelebihannya masing-masing yang bisa berdampak baik untuk perkembangan bisnis.
Namun menurut HubSpot ada beberapa pertimbangan sebelum memilih menggunakan blog atau podcast. Berikut ini penjelasannya:
1. Ketahui kemampuan tim pemasaran
Hal pertama yang harus dipertimbangkan untuk memilih blog atau podcast adalah dari sumber daya manusia yang tergabung dalam tim pemasaran.
Membuat konten yang berkualitas untuk blog atau podcast bukanlah hal yang mudah. Selain harus menarik, tentunya konten juga harus selalu konsisten.
Jadi, pertama-tama lihat dahulu seperti apa kemampuan tim yang dimiliki. Jika mereka lebih cenderung suka membuat artikel tertulis, tentu blog lebih cocok.
Namun, jika mereka suka berinteraksi dengan orang lain lewat obrolan, tentunya podcast adalah pilihan yang tepat.
2. Sesuaikan dengan tools yang dimiliki
Sebelum menentukan memilih blog atau podcast, pastinya pastikan dahulu kamu memiliki tools yang diperlukan.
Jika ingin membuat blog, tentunya tools CMS (Content Management System) haruslah dimiliki terlebih dahulu.
Sementara itu, jika ingin memproduksi podcast pastikan sudah siap semua tools yang diperlukan mulai dari proses perekaman hingga pemasarannya.
3. Pahami persaingan konten
Saat ini persaingan konten cukup sengit karena setiap brand akan melakukan apa pun demi membuat konten yang paling unik, kreatif, dan menarik.
Jadi, sebelum memutuskan untuk memilih blog atau podcast, sebaiknya pahami dahulu seperti apa persaingan konten di luar sana.
Dengan memahami seperti apa konten yang sedang tren tentunya akan lebih mudah dalam membuat konten yang engaging bagi audiens.
Itulah penjelasan mengenai blog vs podcast yang sudah Glints persiapkan untukmu.
Sebenarnya baik blog atau podcast sama-sama dapat meningkatkan jangkauan pemasaran dan memelihara hubungan baik dengan pelanggan.
Jadi, kedua hal tersebut memang memiliki dampak positif bagi perkembangan bisnis.
Itulah mengapa saat ini tidak sedikit brand yang menggunakan keduanya sekaligus sebagai bagian dari strategi pemasaran.
Semoga bermanfaat!
Baca Selengkapnya3 Keuntungan Melakukan Sosial Media Audit Untuk Menentukan Strategi Social Media Marketing Yang Efektif
Jobnas.com - Sudahkah kamu mendengar istilah social media audit? Ya, audit memang tidak hanya untuk bidang keuangan, ia juga bisa dilakukan untuk akun media sosial.
Para digital marketer, khususnya yang bergerak di media sosial, setidaknya perlu dan harus untuk melakukan social media audit.
Mengapa harus demikian? Karena saat ini media sosial sudah semakin banyak, sehingga mereka perlu mengauditnya agar bisa menentukan strategi yang perlu dilakukan.
Simak artikel ini sampai selesai agar kamu tahu bagaimana caranya melakukan social media audit secara mandiri.
Apa Itu Social Media Audit?
Social media audit adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengevaluasi aktivitas sebuah bisnis di media sosial. Hal ini sebagaimana yang disarikan dari Sprout Social.
Bagi para marketer, social media audit merupakan hal yang penting. Mereka bisa memantau metrik-metrik penting yang mengindikasikan perkembangan bisnis hingga peluang dan strategi apa yang perlu diambil dengan audit ini.
Selain itu, social media audit juga memastikan sebuah brand untuk tetap unggul dari para kompetitornya dengan membangun social media presence yang cukup bagus.
Social media audit bisa dilakukan kapan saja, namun jika bisa dilakukan perbulan, maka itu lebih baik. Sebab, media sosial kini sering menambahkan fitur-fitur baru yang perlu dievaluasi dan dipahami secara cepat.
Keuntungan Melakukan Social Media Audit
Dalam era digital yang terus berkembang, kehadiran di platform media sosial telah menjadi kunci bagi keberhasilan bisnis. Namun, semakin banyaknya platform yang tersedia dan dinamika yang terus berubah dalam perilaku pengguna membuat manajemen media sosial menjadi tantangan yang semakin kompleks.
Di sinilah pentingnya melakukan social media audit muncul sebagai langkah penting bagi bisnis untuk mengevaluasi dan meningkatkan kinerja online mereka.
1. Evaluasi dengan pakar
Salah satu keuntungan yang bisa diperoleh dengan melakukan social media audit adalah kesempatan untuk mendapat masukan dari seorang pakar terkait langkah dan strategi untuk perkembangan bisnisnya.
Sebab, social media audit tidak bisa dilakukan seorang diri, melainkan butuh pakar sebagai tenaga ahli.
Dengan adanya pakar tersebut, social media audit yang dilakukan bisa berjalan dengan baik dan benar sehingga bisa membuat upaya digital marketing lebih sukses daripada sebelumnya.
2. Mendapat solusi
Dalam hal apapun, pasti akan ada masalah dan rintangan yang harus dicarikan solusi. Jika masalahmu adalah kurangnya tingkat konversi dari marketing lewat media sosial, maka social media audit bisa menyelesaikan kendala ini.
Audit akan membantu kita mengetahui pada bagian mana yang menjadi masalah dan bagaimana memperbaikinya.
3. Mendapat peluang marketing
Sebagai seorang marketer, kamu dituntut untuk mencari peluang yang bisa dijadikan moment penting demi kesuksesan marketing.
Nah, social media audit adalah salah satu cara marketer untuk bisa menganalisis strategi yang paling tepat untuk mendapat hasil yang diinginkan.
Cara Melakukan Social Media Audit
Adapun langkah-langkah yang perlu dilakukan menurut Curatti ketika social media audit, adalah:
1. Kumpulkan semua akun media sosial
Hal yang pertama harus kamu lakukan adalah mengumpulkan semua media sosial brand-mu.
Setelah itu, mulailah menganalisis metrik-metrik yang tercatat oleh akun-akun tersebut.
Adapun metrik yang harus dicatat untuk social media audit adalah jumlah followers, engagement, likes, share, retweet comment, click, views, mentions, dan reach-nya.
Untuk mengetahui metrik-metrik ini, kamu bisa langsung memeriksanya pada platform terkait.
Akan tetapi, saat ini ada tool yang bisa lebih memudahkan kita untuk mengakses semuanya dari satu dashboard yang sama.
Nah, angka-angka ini akan menunjukkan mana yang performanya baik dan mana yang masih kurang.
2. Analisis demografi audiens
Untuk melakukan perbaikan dalam social media audit, penting untuk memahami demografi dan ketertarikan dari audiens di masing-masing platform.
Pasalnya, setiap platform memiliki karakteristik pengguna yang berbeda-beda.
Dengan memahami demografis para pengguna, besar kemungkinan marketingmu akan lebih sukses.
3. Cek kualitas konten
Memastikan kualitas konten di seluruh platform yang bisnismu gunakan juga penting dilakukan saat proses audit.
Yang harus dipastikan adalah konsistensi dari kualitas konten atau produk yang kamu tawarkan dari waktu ke waktu. Hal itu bisa dilihat dari matrik yang ada.
Jika hasilnya menurun, maka harus diperbaiki.
Namun, apabila sudah konsisten dengan kualitas yang sama, langkah selanjutnya adalah memberikan sentuhan baru agar semakin baik ke depannya.
4. Hitung biaya dan ROI
Layanan digital marketing di media sosial tidak semuanya gratis, ada juga layanan yang berbayar, apalagi bagi para marketer. Maka, menjadi sangat penting juga untuk menghitung biaya yang dikeluarkan beserta perhitungan return on investment (ROI).
Banyak digital marketer yang melupakan hal ini.
Sebab, aspek finansial dari penggunaan media sosial adalah hal yang penting untuk dipertimbangkan ketika proses audit.
Hal ini perlu dilakukan agar bisa mengetahui apakah biaya yang dikeluarkan sepadan dengan hasil yang didapat.
Jika tidak sepadan, kamu harus temukan sesuatu yang bisa dioptimalkan, sehingga biaya yang dikeluarkan bisa seminimal mungkin dengan hasil yang memuaskan.
Tenang saja, untuk melakukan social media audit tidak membutuhkan cukup banyak waktu. Prosesnya kurang lebih hanya 30 menit.
Semoga bermanfaat!
Baca SelengkapnyaPentingnya Menjaga Performa Website Perusahaan Dengan Site Audit
Jobnas.com - Untuk memaksimalkan kinerja situs web perusahaan, site audit perlu dilakukan secara rutin.
Sebab, kualitas SEO dan tampilan situs memiliki peran penting dalam kesuksesan perusahaan.
Jika tidak dilakukan secara rutin, eksistensi situs web mereka akan tertinggal dan konten yang disajikan menjadi terabaikan karena SEO dan tampilan situs yang sudah tertinggal.
Sayangnya, masih banyak perusahaan yang tidak melaksanakannya secara rutin.
Berengkat dari fakta tersebut, artikel ini akan membahas seputar site audit, mulai dari definisi hingga manfaatnya untuk perusahaan khusus untukmu. Simak selengkapnya di bawah ini!
Apa Itu Site Audit?
Berdasarkan definisi yang dilansir dari SEO Clarity, site audit atau website audit, adalah proses evaluasi terhadap kualitas performa sebuah situs web perusahaan.
Kegiatan ini bisa dianggap sebagai uji coba komprehensif terhadap keseluruhan performa situs web perusahaan dengan berpedoman pada hasil pencarian situs di dalam search engine’s result page (SERP).
Namun, kini tahap-tahap uji coba telah mengalami perkembangan. Proses audit akan diselesaikan dengan cara melihat segala kekurangan dalam situs yang mungkin masih bisa ditingkatkan.
Pada proses audit, tools yang digunakan akan memberikan semacam laporan bagi para marketer.
Marketer akan menerima informasi lengkap mengenai segala perbaikan yang dapat dilakukan agar kualitas situs meningkat melalui laporan tersebut.
Pada dasarnya,site audit adalah salah satu aspek yang paling sulit untuk dilakukan terkait meningkatkan kualitas SEO di bidang marketing.
Seorang marketer harus memahami secara saksama informasi dalam data yang ia terima. Setelah itu, mereka akan memakan waktu yang lama guna menganalisis keterangan di dalam data tersebut.
Lalu, proses audit akan berlanjut dan menganalisis seluruh detail situs, mulai dari tampilan hingga kualitas user experience.
Maka, agar audit lebih efisien dan tidak memakan banyak waktu, alangkah lebih baik jika dilakukan bersama tim marketing yang lain.
Jenis-Jenis Site Audit
Menurut All Things Web, berikut 3 jenis site audit yang biasa dilakukan oleh suatu perusahaan, yaitu:
1. Technical audit
Jenis site audit pertama yang bisa dilakukan perusahaan adalah technical audit.
Technical audit lebih berfokus pada praktik-praktik terbaik yang dapat meningkatkan visibilitas situs.
Selain itu, jenis audit ini dapat memastikan bahwa situs web perusahaan telah memenuhi semua persyaratan yang dapat memudahkan proses crawling dan indexing.
2. SEO audit
Berikutnya adalah SEO audit. Sesuai judulnya, jenis auditing ini mengukur seberapa baik kualitas SEO yang dimiliki situs web.
Proses evaluasi dapat mencakup analisis penggunaan keyword, link profiles, perilaku traffic dalam situs, target konversi, dan metadata.
Masih banyak aspek teknis lainnya yang akan melewati proses audit.
3. Content audit
Jenis site audit selanjutnya yang perlu kamu ketahui adalah content audit.
Content audit sifatnya penting untuk mengevaluasi konsistensi brand, terutama bagi perusahaan yang sedang melakukan akuisisi atau merger.
Selama proses audit, marketer tidak hanya memastikan bahwa konten sudah mencerminkan identitas brand, tetapi, juga mengidentifikasi konten apa yang bisa mendorong konversi.
Manfaat Site Audit untuk Perusahaan
Setelah melihat definisi dan jenis-jenisnya, kira-kira, seperti apa manfaat yang bisa diraih perusahaan dengan melakukan site audit?
Menurut Exai, berikut penjelasan lengkapnya:
1. Meningkatkan performa situs
Pertama-tama, website audit memiliki peran besar dalam meningkatkan performa situs web milik perusahaan.
Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Sebab, proses website audit secara langsung menganalisis kinerja framework dan infrastruktur situs. Hasilnya, pengalaman pengguna dalam situs meningkat.
2. Kualitas SEO situs meningkat
Berikutnya, site audit juga dapat meningkatkan kualitas dari SEO sebuah situs web.
Hal ini karena proses audit dapat mengidentifikasi isu SEO dalam situs secara efektif tanpa melewatkan satu aspek yang bermasalah.
Selain itu, proses audit juga dapat memberikan solusi atas semua masalah SEO yang dimiliki situs perusahaan. Hal ini secara tidak langsung meringankan tugas marketer.
3. Memperbaiki kualitas conversion rate
Sesungguhnya, cara terbaik untuk mengkonversi audiens menjadi pelanggan tetap adalah dengan memiliki performa situs web yang apik.
Nah, dengan melakukan site audit, performa situs yang meningkat secara tidak langsung juga memengaruhi pengalaman pengguna.
Bila pengalaman pengguna di situs baik, maka, angka conversion rate dalam situs web dapat meningkat secara drastis.
Kesimpulannya, tanpa site audit, strategi pemasaran dan bisnis yang telah mereka terapkan besar kemungkinan tidak bisa menyentuh perhatian pelanggan.
Semoga bermanfaat!
Baca Selengkapnya