Blog Jobnas
Halaman artikel blog terbaru di Jobnas.com.Graphic Designer dan UI Designer, Sama Tapi Beda!
Jobnas.com - Bisnis online yang semakin menggurita, menjadi berkah tersendiri bagi orang-orang dengan keahlian mendesin. Banyak lowongan untuk bekerja sebagai graphic designer dan UI designer suatu produk.
Nah, apakah kamu sudah tahu persamaan dan perbedaan antara keduanya? Jika belum, maka artikel ini akan menjadi penjawabnya. Jadi, baca dan simak penjelasannya berikut ini, ya.
Graphic Designer dan UI Designer
Sebelum kita membahas lebih jauh, alangkah baiknya untuk memahami dulu pekerjaan masing-masing pofesi secara spesifik agar nantinya kamu bisa lebih mudah memetakan kesamaan dan perbedaan keduanya.
1. Graphic designer
Ternyata untuk menyampaikan pesan tak harus dengan kata-kata, bisa juga menggunakan media gambar.
Graphic designer adalah orang bisa membuatnya. Mereka adalah orang-orang yang memiliki keahlian dalam menginterpretasikan pesan melalui gambar, seperti foto, ilustrasi dan lain sebagainya.
Itulah juga yang menjadi tugas desainer grafis. Mereka biasanya membuat gambar dengan memanfaatkan elemen visual dengan menyisipkan berbagai pesan.
Nah, pesan ini bisa dimanfaatkan untuk sebuah pemasaran hingga customer service.
2. UI designer
UI design merupakan salah satu pekerjaan untuk mendesain produk. Tugas UI designer adalah merancang semua layar tampat pengguna akan bergerak dengan membuat elemen visual dan sifat interaktif untuk mendukung pergerakan ini.
Pada intinya, seperti yang dikatakan CareerFoundry, UI design sangat berkaitan dengan pengalaman pengguna suatu aplikasi.
UI merupakan singkatan dari user interface yang memiliki arti antarmuka pengguna. Sebagaimana fungsinya, tampilan ini berpengaruh terhadap kualitas interaksi antara pengguna dan aplikasi.
Kenyamanan pengguna dengan layanan yang baik menjadi tanggung jawab UI designer.
UI Designer vs Graphic Designer
Selanjutnya kita akan membahas perbedaan antara desainer grafis dan desainer UI dari segi peran mereka masing-masing.
Kedua pekerjaan ini sama-sama merancang antarmuka dari suatu brand. Namun yang membedakan adalah lokasi desain dan perannya.
Peran UI designer berfokus pada tampilan aplikasi atau suatu produk. Merujuk pada CareerFoundry, membantu pengguna menyelesaikan tujuannya di aplikasi merupakan tugas dari UI designer.
Berbeda dengan graphic designer. Fokus mereka adalah menyampaikan pesan sebagai bentuk komunikasi antara brand atau perusahaan dengan audiens mereka.
Keduanya juga berbeda dari segi alat yang digunakan. Melansir UX Planet, biasanya tools yang oleh UI designer antara lain:
Adobe XD
Figma
Zeplin dan lain-lain
Sementara itu, alat desain yang biasa digunakan oleh desainer grafis di antaranya seperti:
Adobe Photoshop
Adobe Illustrator
Procreate dan lain-lain
Pada intinya, baik UI designer maupun graphic designer, keduanya sama-sama bertanggung jawab untuk memaksimalkan pengalaman dan respons pengguna. Yang membedakan hanyalah tools yang mereka gunakan untuk mendesain.
Sampai di sini, cukup jelas, bukan?
Jenis Bidang-bidang Desainer yang Lain
Ternyata selain UI designer dan graphic designer, ada banyak bidang di dunia desain , lho. Semuanya punya tanggung jawab masing-masing tergantung dari spesifikasinya.
Salah satunya seperti visual designer, web design, desainer interior, desainer fashion, dan lain-lain.
Untuk kamu yang ingin berkarir di dunia desain, ada baiknya untuk mengetahui semuanya. Namun, dari semua bidang tersebut harus ada yang bisa menjadi spesialisasi dan skill khusus yang kamu kuasai.
Usahakan pilih yang sesuai dengan minatmu.
Itulah informasi yang bisa dibagikan dalam artikel ini. Semoga setelah membaca artikel ini, pengatahuanmu seputar dunia desain bisa bertambah dan bisa membantumu untuk menentukan bidang yang terbaik untuk kamu pilih.
Baca SelengkapnyaIngin Dilirik Recruiter ? Yuk, Ketahui Contoh dan Panduan Membuat CV Marketing Berikut ini
Jobnas.com - Salah satu cara agar supaya dilirik oleh recruiter adalah membuat CV yang baik dan benar ketika masuk dalam dunia kerja. Dengan demikian, agar kamu lebih mudah dilirik, kamu bisa mengikuti contoh CV yang baik, termasuk untuk dunia marketing.
Dengan mengikuti contoh CV yang baik, kamu dapat memamerkan skill marketing yang dibutuhkan oleh perusahaan. Hal ini bisa meningkatkan peluangmu mendapatkan karier impian. Lantas, bagaimana sih cara agar kita bisa membuat CV yang baik dan menarik ? Yuk, simak terus penjelasan Jobnas.com berikut ini !
Baca Juga: Definisi dan Jenis-jenis Scripting Language yang Penting Diketahui Web Development
Membuat CV Marketing yang Menarik
Menurut Hubspot, agar bisa berkarir di bidang marketing, terdapat beberapa cara dan tips yang perlu kamu contoh agar CV milikmu terlihat menarik dan membuka kesempatan untuk diterima. Di antaranya adalah:
1. Mengetahui Target
Jika kamu tidak mengetahui siapa saja target yang ingin dituju, kamu tidak bisa membuat campaign marketing. Sebab, di saat kamu telah mengetahuinya, kamu akan dengan sangat mudah bisa membuat isi campaign, mulai dari isi sampai juga bahasa yang digunakan. Hal ini ternyata juga berlaku dalam membuat CV marketing, lho!
Kamu akan dengan mudah membentuk pesan yang ingin disampaikan di dalam CV, jika kamu mengetahui siapa pembaca CV-mu saat melamar. Sebaiknya, buatlah daftar pertanyaan terkait kantor dan pekerjaan yang akan kamu lamar sebelum membuat CV.
Contoh pertanyaan sebelum membuat CV itu misalnya adalah, apakah perusahaan lebih membutuhkan marketing media sosial dibandingkan sales marketing?
Contoh lainnya, apakah perusahaan membutuhkan tim marketing dalam skala besar? Hal serupa berlaku untuk pertanyaan penting lainnya mengenai perusahaan yang akan kamu lamar.
Selanjutnya, kamu sudah bisa mulai dengan membuat CV yang menargetkan pesan yang ingin kamu sampaikan jika semua pertanyaanmu sudah terjawab.
Kamu bisa membuat highlight dari skill mu yang sekiranya dibutuhkan oleh perusahaan, bahkan background atau pengalamanmu di bidang terkait.
2. Mendefinisikan keunikan dirimu
Masing-masing orang tentu memiliki keunikan yang berbeda. Sebab, mereka memiliki berbagai macam skill, karakter serta pengalaman yang berbeda. Kamu pun bisa menuangkannya lewat CV marketing untuk menujukkan hal tersebut.
Untuk menampilkan keunikan dan nilai yang kamu miliki, kamu harus mengenal diri sendiri secara lebih dalam.
Baca Juga: Sebelum Mulai Investasi Pahami Dulu 5 Perbedaan Reksa Dana Syariah dan Konvensional
Apakah kamu memiliki skill dengan tools untuk marketing? Apakah kamu memiliki keahlian dalam analitik marketing? Dengan segala keahlian yang kamu miliki, jangan malu untuk menonjolkannya dalam CV.
Akan tetapi, perlu diingat bahwa semua kemampuanmu tak bisa dimasukkan ke dalam 1 lembar CV. Mengapa? Hal ini bertujuan agar HR yang membaca CV-mu langsung menemukan apa yang mereka butuhkan.
Dalam CV, gambarkan skill dan pengalaman yang sesuai. Jangan sampai CV terlihat bertele-tele dan tidak to-the-point karena bisa berujung dilewati tanpa dibaca.
3. Pastikan CV Marketing-mu Dibaca
Tahukah kamu jika CV yang sama tidak efektif untuk diaplikasikan ke setiap perusahaan? Artinya, karena mereka memiliki kriteria serta keyword yang berbeda, maka kamu harus menyesuaikan CV untuk setiap perusahaan.
Seiring perkembangan era digital, memasukkan CV ke perusahaan pun juga semakin mudah. Banyak sekali portal pekerjaan yang menyediakan layanan untuk melamar. Bahkan beberapa perusahaan juga sudah memiliki website yang dapat digunakan untuk melamar.
Kemudian, bagaimana kita bisa tahu CV kita dibaca sedangkan yang kita lakukan hanyalah submit secara online? untuk menyaring CV yang akan sampai ke bagian terkait, website atau portal pekerjaan ternyata memiliki sistem tersendiri.
Sistem akan melakukan scanning dari keyword-keyword yang sudah ditentukan. Misalnya, apabila ada perusahaan yang membutuhkan staf marketing dengan pengalaman 1 tahun, mereka akan mengeliminasi CV yang masuk tanpa keyword tersebut.
Jadi, pastikan CV yang kamu buat memiliki keyword yang dibutuhkan. Sebagai pelamar, kita tidak pernah tahu secara spesifik keyword yang dicari. Meski demikian, kamu bisa mencarinya di dalam bagian persyaratan atau deskripsi dari perusahaan atau lowongan pekerjaan yang dikirm perusahaan.
Apa yang Dicari dari CV Marketing?
Bukan berarti CV yang tak lolos tidak dapat sampai ke bagian HR, terlepas dari ada yang mengandalkan komputer untuk menyaring CV. Sentuhan tangan manusia masih dibutuhkan dalam pemilahan dan pembacaan CV. Lantas, apa sih sebetulnya yang dicari dalam CV marketing yang sudah kamu buat?
1. Jumlah Lembar CV
Secara efektif, kamu bisa membuat CV marketing hanya dalam 1 lembar saja. Hal ini penting karena biasanya hanya dalam waktu 6 detik bagian HR menentukan apakah mereka menyukai CV-mu atau hanya dilewatkan begitu saja.
Mereka pastinya akan terus membaca CV sampai habis dan menentukan lebih lanjut apakah kamu kandidat yang layak untuk interview apabila mereka tertarik dengan CV yang sudah kamu submit.
Dalam kasus tertentu, CV bisa dijadikan lebih dari 1 halaman namun tak lebih dari 2 halaman. Oleh sebab itu, isi CV-mu dengan hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan yang kamu lamar.
2. Format
Format yang mudah untuk dibaca mutlak kamu gunakan dalam penulisan sebuah CV. Agar menarik untuk dibaca, kamu perlu untuk memperhatikan struktur terbaik dari CV-mu.
Jika diibaratkan dengan contoh, CV marketing adalah iklan bagi dirimu kepada perusahaan. Oleh karena itu, mereka harus mendapatkan gambaran jelas dari CV yang kamu kirim.
Sebenarnya, kamu bisa mengikuti beragam template yang ada di internet. Pastikan pilih template yang paling menarik karena menurut Wordstream hal tersebut adalah hal yang penting. Di samping itu, kamu juga perlu untuk memastikan apa yang kamu tulis tidak memiliki typo sama sekali. Kesalahan minor seperti ini dapat membuat penilaianmu dari HR langsung menurun.
3. Pengalaman
Kolom pengalaman para kandidat menjadi salah satu hal yang dicari oleh HR dalam membaca CV marketing. Umumnya, di dalam CV kolom ini hanya diberikan nama pekerjaannya tanpa menjelaskan sama sekali pekerjaan yang sudah dikerjakan sebelumnya.
Kebiasaan ini harus dihilangkan dan mulai sekarang kamu harus menjelaskannya secara singkat dan penghargaan yang didapat jika ada. Dengan demikian, HR akan mengetahui apakah kandidat mampu dan sesuai untuk bekerja di perusahaannya dari pekerjaan yang sebelumnya sudah mereka lakukan.
4. Pendidikan
Salah satu hal yang masih relevan dan dibutuhkan oleh para HR dalam CV adalah pendidikan.. Meski begitu, tidak semua jenjang pendidikan yang harus kamu tulis, cukup pendidikan terakhir saja.
Tak hanya nama dari sekolah atau universitas, sebaiknya 5 Cara Ampuh Bikin Deskripsi Produk Berhasil Menggaet Pelanggankamu juga mencantumkan nilai IPK yang kamu miliki jika lebih dari 3. Jika kamu memiliki IPK dibawah 3, pikir kembali untuk dicantumkan di dalam CV.
Baca Juga:
Itulah penjelasan Jobnas.com terkait contoh dan panduan dalam membuat CV marketing. Intinya, diharapkan kamu sudah siap membuat CV marketing sesuai setelah membaca tips dan contoh di atas.
Baca SelengkapnyaCara Mudah Membuat Hashtag di Judul dan Deskripsi Video YouTube
Jobnas.com - Kamu punya channael youtube tetapi tidak pernah menggunakan hashtag setiap kali uploud video? Jika belum pernah dan ingin ingin tahu caranya, alangkah baiknya kamu perlu membaca artikel ini sampai tuntas terlebih dahulu.
Salah satu kegunaan dari hashtag itu sendiri adalah dalam rangka mengoptimasi channel kita.
Pasalnya, sebagaimana yang ditulis oleh MerchDope, terdapat 300 video lebih yang di-upload setiap menitnya di YouTube, kamu tidak pernah kepikiran, bukan?
Salah satu cara yang bisa kamu lakukan agar bisa bersaing dengan banyak video lainnya untuk mendapat jumlah penonton yang tinggi.adalah dengan menggunakan hashtag di video yang diuploud.
Bagaimana caranya? Simak sampai selesai penjelasan berikut ini, ya!
Apa Itu Hashtag YouTube?
Berdasarkan definisi yang dilansir dari Backlinko, hashtag YouTube (sering juga disebut dengan simbol ‘#’) adalah tag yang ditambahkan ke judul dan deskripsi untuk menunjukkan topik atau kategori video.
Jumlah pengguna YouTube yang terus bertambah dari waktu ke waktu menarik banyak orang berusaha untuk meraih keuntungan dari platform media sosial terpopuler kedua tersebut, baik secara pribadi maupun organisasi. Jenis kontennya pun bermacam-macan, dari mulai konten yang khusus untuk anak-anak, tips kesehatan, tutorial, podcast, daily vlog dan lain sebagainya.
Pengguna youtube tak hanya dari kalangan melenial, mereka dari berbagai usia dan latar belakang, baik orang tua, dewasa dan anak-anak, baik kalangan menangah ke atas atau menengah ke bawah.
Dari fakta itu, kamu bisa mendapatkan penghasilan dan berkarir di YouTube. Namun, tentunya kamu harus bersaing dengan banyak content creator lainnya.
Ada banyak strategi yang bisa kamu pakai untuk mengoptimasi channelmu. Tujuannya adalah agar video yang kamu uploud mendapatkan rekomendasi dari youtube sehingga memiliki kesempatan lebih banyak ditonton oleh pengguna YouTube.
Salah satu cara yang bisa kamu terapkan adalah menyematkan hashtag di setiap video.
Hashtag ini menjadi salah satu cara untuk mengoptimasi channel youtubemu. Dengan menggunakan hashtag, videomu akan lebih mudah ditemukan oleh para pengguna YouTube.
Meski pada dasarnya, hashtag di YouTube tidak jauh berbeda dengan hashtag di media sosial lainnya. Ia juga menjadi tools marketing dari youtube itu sendiri.
Nah, pertanyaannya, apakah ada syarat khusus untuk bisa menyematkan atau menggunakan hashtag? Jawabannya adalah tidak ada syarat. Siapa pun bisa menambahkan hashtag di videonya meski statusnya masih sebagai content creator pemula sekalipun.
Cara Membuat Hashtag di YouTube
Selanjutnya adalah bagaimana cara membuat hashtag di youtube. Membuat hashtag di YouTube sangatlah mudah. Kamu tidak memerlukan bantuan tools atau situs lain untuk menambahkannya di videomu.
Ketika meng-upload video, kamu memiliki pilihan untuk menambah hashtag ke judul atau pada kolom deskripsi video. Tinggal tekan tanda pagar lalu pilih tag sesuai dengan judul da nisi videomu.
1. Hashtag di judul
Menggunakan hashtag pada judul adalah salah satu cara untuk meningkatkan rating video.
Dengan hashtag tersebut, penonton bisa mengeksplor pilihan video lain dengan topik yang sama.
Namun, dalam praktiknya, tak banyak orang yang menggunakan hashtag pada judul karena dimungkinkan akan sulit untuk ditemukan oleh pengguna youtube.
Jika masih ingin menggunakannya pada judul, terlebih dahulu kamu harus menggunakan judul yang tepat, termasuk pilihan kata kunci yang sesuai. Barulah kamu bisa menambahkan hashtag pada judul video.
Untuk cara membuat hashtag di judul video YouTube sangat mudah.
Yang perlu kamu lakukan adalah tinggal menambahkan hashtag di awal atau akhir judul ketika hendak meng-upload videonya.
2. Hashtag di kolom deskripsi
Opsi kedua adalah membuat hashtag di kolom deskripsi. Cara yang kedua inilah yang lebih banyak dipakai oleh para creator di youtube. Penempatannya bebas, namun umumnya, hashtag diletakkan di akhir deskripsi video.
Kamu tinggal menambahkan beberapa hashtag yang berkaitan dengan videomu.
Contoh sederhanya, Taylor Swift menggunakan hashtag #TaylorSwift, #thelakes, dan #folklore dalam video lirik lagu the lakes.
Ketiga hashtag tersebut merupakan nama penyanyi dan pemilik channel, judul lagu, serta judul album.
Nah, bagaimana cara membuat hashtag di kolom deskripsi video? Caranya sama seperti ketika menambahkan hashtag di judul.
Bedanya, hashtag yang kamu sematkan di kolom deskripsi oleh youtube akan ditampilkan di atas judul videomu.
Sudah paham, bukan? Demikianlah cara membuat hashtag di YouTube yang bisa saya share. Dengan menerapkan cara tersebut diharapkan pengguna akan lebih mudah menemukan videomu.
Baca SelengkapnyaMulailah dengan Kick Off Meeting, Maka Proyekmu Jelas dan Lancar!
Jobnas.com - Bagi pengusaha property, baik tendor maupun mandor, pasti sangat mengenal istilah kick off. Sebab, ia sendiri adalah salah satu langkah awal yang berpotensi untuk menjadi penentu sukses tidaknya suatu proyek yang ingin digarap.
Nah, artikel ini akan membahas kick off meeting itu rapat seperti apa, sih? Apa saja yang harus dibahas dalam kick off meeting?
Apa Itu Kick Off Meeting?
Dilansir dari The Digital Project Manager, kick off meeting adalah rapat yang terjadi di awal sebuah proyek.
Nah, anggota rapatnya sendiri bukan hanya dari timmu saja. Melainkan juga harus melibatkan klien, sponsor, atau pihak eksternal lainnya yang berhubungan dengan proyek tersebut.
Namun meski demikian, rapat ini bisa saja dan memungkinkan hanya dihadiri anggota proyek dan para stakeholder internal saja tergantung dari kesekapatan dan kontrak kerja.
Sebelum mengadakan kick off meeting ini yang perlu direncanakan terlebih dahulu adalah proyek yang ingin dilaksanakan. Sebab, rencana proyek itulah yang didiskusikan di dalam rapat.
Selain itu, ada beberapa hal teknis yang juga bisa dijadikan sebagai pembahasan. Mengutip KnowledgeHut, hal-hal itu di antaranya:
1. Perkenalan dengan anggota proyek
Hal ini perlu dilakukan dalam rangka membangun kimestri dan kesepahaman antar banyak pihak terkait.
2. Latar belakang proyek
3. Tujuan proyek
4. Hasil yang ingin dicapai
5. Teknis komunikasi
Teknis komunikasi juga perlu untuk dibahas agar proyek berjalan dengan baik
Sebenarnya di jaman yang semakin canggih seperti saat ini, ada berbagai sarana komunikasi untuk menyampaikan pesan-pesan di atas tanpa perlu mengadakan kick off meeting ini secara langsung.
Akan tetapi, alangkah lebih baiknya, kamu tetap memilih rapat sebagai sarana komunikasi. Sebagaimana alasan yang dikemukanan oleh Lucidchart:
Dengan rapat ini, stakeholder serta anggota tim tahu seluk-beluk proyek. Jika ada pertanyaan, diskusi juga bisa berlangsung saat itu juga dengan lancar tanpa ada gangguan signal semisal rapat secara online.
Dengan berbagai alasan di atas, kick off meeting adalah rapat yang penting dalam proses manajemen proyek. Kamu tak bisa semudah itu menggantikannya dengan email, atau bahkan chat, zoom meeting dan lain sebagainya.
Cara Menggelar Kick Off Meeting
Setiap hal harus ditata dan digelar dengan baik. Nah, agar rapat ini maksimal dan proyek bisa sukses dan efektif, ada beberapa langkah yang bisa kamu terapkan. Dirangkum dari Forbes dan Atlassian, cara melaksanakan kick off meeting itu adalah:
1. Mulai dengan kenalan
Dalam proyek baru, sering kali, tak semua orang kenal satu sama lain. Mungkin, mereka sekadar saling tahu nama saja.
Ternyata, ini saja tidak cukup. Kamu butuh berkenalan secara formal agar bisa percaya dengan orang lain.
Itulah kenapa, jenis rapat ini sebaiknya diawali dengan sesi kenalan. Agar tak kaku, coba gunakan berbagai pertanyaan ice breaking.
2. Tetapkan tujuan
Dalam pembahasan tadi, Glints sudah menyampaikan bahwa kick off meeting punya banyak sekali tujuan. Nah, di antara sederet tujuan tadi, mana yang akan jadi fokus rapatmu?
Tentu saja, ini tak hanya berlaku dalam rapat kick off. Semua jenis rapat harus punya tujuan yang jelas.
Dengan begitu, agenda kumpul bersama ini jauh lebih terarah. Tak ada lagi orang yang merasa jam kerjanya terbuang sia-sia.
3. Siapkan pesan
Artikel ini sudah menyinggung soal rapat yang berujung buang waktu saja. Nah, sebagai tambahan pencegah hal ini, kamu juga bisa menyiapkan pesan jauh-jauh hari.
Tak semua informasi harus diberikan pada saat meeting. Kadang kala, ada dokumen yang bisa kamu bagikan sebelumnya.
Dengan begitu, durasi rapat bisa terpangkas. Jika anggota rapat harus mengisi suatu informasi, informasinya juga sudah tertulis dengan jelas.
4. Akhiri dengan kesimpulan
Di akhir kick off meeting, coba cek kembali, apakah tujuan rapat sudah tercapai?
Siapa yang bertanggung jawab atas pekerjaan apa? Selain itu, apa langkah follow-up yang akan terjadi setelah sebuah pekerjaan selesai?
Tentukan semuanya sebelum rapat diakhiri, ya! Dengan begitu, semua pihak tahu apa yang harus dilakukan setelah meeting.
Itulah penjelasan dalam artikel ini prihal kick off meeting. Jangan lupa, rapat ini harus dilakukan sebelum proyekmu dimulai, ya!
Nah, kick off meeting adalah satu di antara banyak agenda yang bisa meningkatkan kinerja timmu.
Baca SelengkapnyaTampilkan Keunggulan Perusahaan dengan Media Kit
Jobnas.com - Setiap perusahaan pasti memiliki dokomen, baik dokumen yang sifatnya khusus konsumsi internal atau dukomen pendukung untuk dipublikasikan. Media kit adalah salah satunya.
Biasanya, media kit berisi materi-materi untuk diberikan pada media agar dapat dijadikan promosi dalam berbagai bentuk.
Dewasa ini, Media kit juga sering digunakan oleh para influencer.
Penasaran dengan dokumen yang satu ini?
Yuk, simak artikel berikut agar kamu bisa mengetahuinya secara detail.
Apa Itu Media Kit?
Merujuk pada definisi yang disarikan dari CP Communications, media kit adalah sebuah dokumen yang berisi informasi tentang bisnis, produk, atau event yang dimiliki oleh suatu perusahaan.
Mudahnya, Media kit adalah sebuah alat yang biasa digunakan oleh para influencer, sebuah brand, atau suatu perusahaan untuk menjelaskan apa saja yang menjadi nilai tawar dari produk mereka berserta keunggulannya.
Calon partner kerjamu bisa dengan mudah menganalisis cocok tidaknya untuk diajak bekerja sama dengan melihat isi dari dokumen ini.
Oleh sebab itu, isi dari dokumen ini harus dibuat selengkap dan semenarik mungkin.
Perbedaan Media Kit dan Press Kit
Selain media kit, ada juga dokumen yang hampir sama kegunaanya, yaitu press kit. Meski sebenarnya berbeda, tetapi masih banyak orang yang sulit untuk memilahnya bahkan terkadang dianggap sama.
Untuk lebih jelasnya, Learning Hub menjelaskan fungsi dari masing-masing keduanya. Media kit berisi rangkuman umum tentang suatu brand.
Dokumen jenis ini akan diberikan pada calon partner yang ingin berkolaborasi dalam proses marketing. Informasi yang dicantumkan biasanya seputar traffic, rating brand atau perusahaan, dan lain sebagainya.
Berbeda dengan press kit. Ia biasanya diberikan pada suatu media atau jurnalis sebagai bahan agar segera dibuat artikel yang akurat dalam waktu singkat.
Meski begitu, baik media kit atau press kit keduanya merupakan tool yang digunakan untuk kepentingan public relations atau hubungan dengan masyarakat.
Isi dan Cara Membuat Media Kit
Untuk membuat media kit, kamu bebas menggunakan untuk mendesain dengan software apapun yang kamu sukai.
Yang paling penting adalah isinya, yakni harus lengkap dan dapat merepresentasikan brand atau produkmu dengan baik.
Tidak ada ketentuan khusus prihal isi dari dokumen.
Namun, ada beberapa hal yang umum dicantumkan dalam media kit, yaitu:
1. Informasi kontak
Hal yang penting untuk dicantumkan dalam media kit adalah informasi kontak perusahaanbaik berupa email, nomer telephone atau media sosial yang lain. Tujuannya agar mudah dihubungi jika ada seseorang yang tertarik untuk bekerja sama dengan bisnismu atau hanya sekadar ingin bertanya-tanya.
2. Press release
Hal kedua yang penting untuk dicantumkan juga di kit adalah pencapaian perusahaan, seperti informasi produk baru, pendapatan, dapat penghargaan, keberhasilan merekrut seorang eksekutif dan lain sebagainya.
Tujuannya adalah agar orang yang membaca bisa mengetahui hal-hal penting yang sudah dicapai perusahaan.
Ketika mengisi press release usahakan urutannya itu dimulai dari yang paling baru hingga yang paling lama. Andai terlalu banyak, maka pilihlah yang paling berpotensi untuk bisa menarik calon patner.
3. Latar belakang dan profil singkat perusahaan
Latar belakang perusahaan adalah hal yang penting untuk dijelaskan dalam media kit.
Jangan lupa pula untuk mencantumkan profil singkat perusahaan, seperti tahun didirikan, alamat kantor pusat, jumlah karyawan dan status fundraising.
Semuanya harus dijelaskan dengan singkat dan padat.
4. Logo
Poin yang selanjutnya, tampilkan logo brand, bisnis atau perusahaanmu dalam kit. Tujuannya untuk mewujudkan brand awareness yang lebih baik.
Selain itu, kamu juga bisa menyertakan foto yang merepresentasikan produk atau jasamu agar tampak lebih menarik.
5. Audiens harus tepat
Media atau jurnalis yang akan memuat produk atau jasamu harus mengetahui target audiens yang kamu inginkan.
Tujuannya agar informasi yang ingin disampaikan dibaca dan didengar oleh orang yang tepat.
Nah, semoga penjelasan pada artikel ini bisa mudah kamu pahami. Jika masih ada sesuatu yang belum dipahami, tulis di bawah, ya!
Baca SelengkapnyaSecOps: Gabungan Security dan Operations yang Penting bagi Data Perusahaan
Jobnas.com-Dalam sebuah perusahaan, Security (keamanan) dan operations (operasi) adalah dua hal yang tak boleh terlewatkan. Meski demikian, bagaimana jadinya jika kedua tim tersebut digabungkan dalam SecOps? Jawabannya, adalah hasilnya lebih baik dan lebih kuat. Kamu akan menemukan tim yang bisa menjaga keamanan sekaligus operasi sistem perusahaan.
Nah, SecOps bisa masuk dalam daftarmu, apabila kamu sedang mencari pekerjaan IT. Jika kamu tertarik untuk mengetahui lebih lanjut, yuk simak informasi selengkapnya di bawah ini !
Baca Juga: Inilah Perbedaan antara Remarketing vs Retargeting!
Pengertian SecOps
Secara definitif, SecOps merupakan kolaborasi antara tim keamanan IT dan tim operasi perusahaan. Di Indonesia, jumlahnya memang belum sebanyak SecOps jika dibandingkan dengan luar negeri.
Ada saatnya komunikasi antar divisi tidak berjalan baik. Hal itu bisa terjadi karena adanya kemiripan job desc atau sekadar miskomunikasi. Beberapa perusahaan akhirnya memutuskan untuk menggabung divisi-divisi tersebut menjadi satu. Demikian pula yang terjadi pada SecOps.
Dikutip dari VMware, SecOps memiliki tanggung jawab utama untuk mengintegrasikan alat, proses, dan teknologi milik perusahaan. Kemudian, untuk menjaga keamanan perusahaan sekaligus mengurangi risiko operasional, ketiga hal tersebut akan dimanfaatkan.
Lalu, mengapa kedua tim tersebut perlu digabung menjadi satu? Jawabannya adalah serupa dengan DevOps. Dalam DevOps, tim development (pengembangan) dan operasi perlu membuat prioritas dan komunikasi yang selaras.
Keduanya harus bergabung untuk membuat integrated automation agar software yang dihasilkan menjadi lebih baik. SecOps pun juga demikian. Menurut SaltStack, tim keamanan dan operasi perusahaan sering bekerja dengan tidak efektif. Keduanya memiliki beberapa job desc yang bersinggungan.
Misalnya, sebuah perusahaan mengalami serangan siber atau cyber attack. Umumnya, untuk menghentikan serangan tersebut, perusahaan telah mempunyai software keamanan sendiri.
Akan tetapi, software tersebut akan turut menghentikan aplikasi-aplikasi yang digunakan karyawan di jam kerja. Di satu sisi, masalah keamanan memang sudah teratasi. Meski demikian, di sisi lain, sistem operasional perusahaan jadi terhambat. Dengan begitu, lahirlah SecOps di berbagai perusahaan saat ini untuk mengatasi keduanya dengan lebih efisien.
Peran Penting SecOps
Sebelumnya, disebutkan bahwa tanggung jawab utama SecOps adalah menggabungkan alat, proses, dan teknologi perusahaan. Akan tetapi, bagaimana peran SecOps sehari-hari? Berikut Jobnas.com berikan informasinya, seperti dilansir dari TechTarget.
1. Incident Responder
Incident responder berarti kamu harus cepat tanggap dalam menangani masalah di bidang keamanan dan operasi. Nah, kamulah orang pertama yang bertanggung jawab jika ada masalah di dua bidang tersebut. Beberapa tanggung jawab sebagai incident responden antara lain mengidentifikasi ancaman, memantau alat keamanan, dan mengklasifikasikan ancaman.
2. Security Investigator
Security investigator merupakan peran SecOps lainnya. Dalam fungsi ini, kamu bertanggung jawab untuk memahami seluk-beluk keamanan di perusahaanmu.
Jadi, poin ini berbeda dengan peran sebelumnya yang lebih fokus pada insiden yang sedang terjadi.
Beberapa tanggung jawab sebagai security investigator antara lain membuat dan menyebarkan strategi keamanan, mengevaluasi proses keamanan yang berjalan, mengidentifikasi tools keamanan, hingga menganalisis ancaman.
3. Advanced Security Analyst
Advanced security analyst berarti kamu harus bisa menganalisis berbagai hal terkait keamanan perusahaan. Dibanding poin sebelumnya, tentu saja peran ini lebih besar. Beberapa tanggung jawab sebagai advanced security analyst adalah menilai tools dan vendor keamanan, meninjau ancaman yang pernah terjadi, hingga merekomendasikan perubahan tools ke perusahaan.
Baca Juga: Dampak Perppu Cipta Kerja bagi Pekerja
4. SOC Manager
Menurut BMC, Security Operations Center (SOC) merupakan sekelompok orang yang bergerak di bidang keamanan. Mereka bekerja sama untuk mengidentifikasi dan mencegah risiko keamanan perusahaan.
Umumnya, SOC manager juga menjadi peran besar tim SecOps. Mengelola tim SOC dan berkomunikasi dengan orang-orang terkait merupakan beberapa tanggung jawab SOC manager.
5. Security Engineer/architect
Untuk menjaga keamanan perusahaan, security engineer/architect berarti kamu harus merancang, mengelola, dan menerapkan strategi tertentu. Di samping itu, tanggung jawab security engineer/architect lainnya adalah memastikan sistemmu digunakan dalam pengembangan software.
Setelah mengetahui pentingnya SecOps, kini saatnya kamu mengetahui kelebihan SecOps.
Kelebihan SecOps
Hampir semua perusahaan telah memiliki tim keamanan dan operasi tersendiri.
Lalu, mengapa mereka tetap memerlukan SecOps? Apa saja sih kelebihan dari SecOps dibandingkan divisi mereka yang terpisah?
Seperti dikutip dari Sumo Logic dan Threat Stack, berikut adalah beberapa kelebihannya:
-meningkatkan kolaborasi antara tim security dan operational perusahaan
-mengurangi risiko-risiko keamanan data dan sistem
-memperkuat sistem keamanan
-mengefisienkan jumlah karyawan
Baca Juga: Tingkatkan Popularitas Situsmu dengan Guest Blogging, Strategi Menulis di Situs Lain
Tak heran apabila banyak perusahaan kini tertarik untuk merekrut SecOps dengan beberapa kelebihan di atas. Dibandingkan dengan pekerjaan IT lainnya, SecOps memang terbilang baru. Meski demikian, saat ini perusahaan semakin mencari karyawan yang memahami security sekaligus operations.
Baca Selengkapnya5 Hal Yang Membedakan Antara Twitter Fleets dan Instagram Story
Jobnas.com - Agar tidak ditinggalkan oleh para penggunanya, berbagai platform media sosial berlomba untuk terus memberikan sentuhan baru yang semakin menarik di setiap masanya.
Sebelum dibeli oleh Elon Musk, pada 17 November 2020 lalu, Twitter meluncurkan sebuah fitur baru bernama Fleets. Para pengguna langsung membandingkan Twitter Fleets dengan Instagram Story.
Mereka melakukannya bukan tanpa alasan. Banyak dari mereka yang merasa fitur Fleets di twitter tidak jauh berbeda dengan fitur Instagram Story yang telah rilis 4 tahun sebelumnya.
Vox bahkan tidak segan menyebut Twitter melakukan imitasi fitur terhadap kompetitornya itu agar tetap bisa mengikuti dengan trend yang ada.
Namun demikian, meski dianggap menjiplak, Twitter menawarkan sentuhan yang berbeda lewat fitur fleetsnya. Nah, Seperti apa perbedannya dengan Instagram Story? Simak artikel ini sampai selesai ya!
namun, sebelum membahas perbedaannya, kita bahas dulu apa itu Twitter Fleets
Twitter Fleets
Berdasarkan informasi dari laman resminya, Twitter menyebut bahwa fitur Fleets diluncurkan untuk memudahkan pengguna berinteraksi pada topik yang bersifat sementara.
Fitur ini diharapkan dapat membantu pengguna merasa lebih nyaman dan lebih privasi ketika ingin berbagi pikiran, opini, dan perasaan pribadi.
Pada fitur Fleets tersebut, kamu bisa berbagi konten berupa foto, video, teks, bahkan postingan tweet-mu.
Setelah dibagikan, teman-temamu bisa memberikan tanggapan mereka terhadap konten Fleets tersebut, baik itu melalui direct message atau sekadar mengirimkan emoji.
Konten yang dibagikan melalui Fleets tersebut bertahan selama 24 jam saja. Ya, sangat mirip dengan Instagram Story, bukan?
Perbedaan Twitter Fleets dengan Instagram Story
Dari beberapa sumber yang relevan, setidaknya ada 6 hal yang membedaakan antara keduanya, yaitu:
1. Format Konten
Hal pertama yang membedakan antara Twitter Fleets dengan Instagram Story adalah format konten yang bisa dishare.
Jika di Instagram Story, kamu bisa mengkombinasikan format foto, video, teks, hingga GIF dalam satu konten yang sama, di Twitter Fleets tidak bisa demkian. Kamu hanya bisa menggunakan satu format saja ketika kamu ingin berbagi melalui Fleets.
Pada perbedaan yang pertama ini, menurutmu fitur mana yang lebih unggul? Jawabannya pasti relatif, tergantung kecendrungan masing-masing.
2. Dapat Berbagi URL
Poin kedua yang membedakan antara keduanya adalah dari segi dapat tidak berbagi URL. Ini menjadi salah satu keunggulan Twitter Fleets daripada Instagram Story.
Berbeda dengan pengguna Instagram story, Pengguna Twitter dapat membagikan link website atau artikel blog mereka dengan mudah melalui Fleets.
Ini akan memudahkan para penggunanya untuk berbagi konten yang ingin dipromosikan dalam waktu singkat.
Meski pada dasarnya, Instagram juga memiliki fitur yang hampir sama, yaitu Swipe Up. Akan tetapi, fitur ini sifatnya terbatas hanya untuk akun bisnis dengan lebih dari 10.000 pengikut atau akun yang telah diverifikasi.
3. Filter Kamera
Salah satu kelebihan dari Instagram Story adalah tersedianya berbagai filter kamera yang unik. Beberapa bahkan sempat menjadi trend di kalangan penggunanya.
Berbanding terbalik dengan Fleets. Fitur tersebut belum menyediakan service semacam ini. Jadi jika para penggunanya ingin meng-upload foto dengan aneka filter di Fleets, mereka perlu menggunakan aplikasi lain untuk mengeditnya terlebih dahulu.
4. Akses Pengguna
Akses pengguna twitter yang terbatas menjadi nilai minus lagi untuk Twitter Fleets. Sampai saat ini, Twitter Fleets hanya bisa diakses melalui aplikasi.
Sementara itu, Instagram Story bisa diakses melalui gadget apa saja, termasuk melalui web browser.
5. Privasi Pengguna
Salah satu perbedaan yang mencolok juga antara Twitter Fleets dengan Instagram Story adalah fitur mute dan hide.
Fitur mute pada Fleets memungkinkanmu untuk lebih privasi, seperti menyembunyikan postingan dari akun-akun yang tidak kamu inginkan.
Sedangkan fitur hide pada Instagram Story membanntumu menyembunyikan postinganmu sendiri dari akun-akun tertentu. Agak berbeda, tetapi sama-sama lebih bisa menjaga privasi.
Sayangnya, kamu tidak bisa mendapatkan kedua fitur ini dalam satu aplikasi.
Fitur mute hanya tersedia di Twitter Fleets, sedangkan fitur hide hanya tersedia di Instagram Story.
6. Optimasi Konten
Perbedaan yang terakhir adalah konten yang dibagikan melalui Instagram Story dapat dioptimasi menjadi sebuah iklan.
Berbeda dengan Twitter Fleets. Untuk saat ini, ia belum memiliki fitur ini. Jadi, para penggunanya hanya bisa membagikan konten secara organik saja.
Dari penjabaran di atas, antara Twitter Fleets dan Instagram Story mana yang lebih kamu pilih? Tulis komentarmu di bawah ya!
Semoga artikel ini bermanfaat.
Baca SelengkapnyaKetahui Performa Halaman Facebookmu dengan Facebook Analytics
Jobnas.com - Belakangan ini, banyak platform media sosial yang bermunculan dan berhasil memikit banyak pengguna. Salah satunya adalah Facebook. Berdasarkan data yang diperoleh, Facebook merupakan platform dengan dengan jumlah pengguna 1.5 miliar orang setiap harinya.
Sebagian besar digital marketer terus berusaha memaksimalkan potensi platform ini dengan memanfaatkan tools terkait seperti Facebook Analytics atau Facebook Insights.
Facebook analytics bahkan menawarkan cukup banyak fitur.
Yuk, ketahui apa saja yang dapat kamu manfaaatkan dari tool yang disediakan oleh Facebook ini dengan membaca artikel berikut sampai selesai, ya.
Apa Itu Facebook Analytics?
Facebook Analytics atau yang disebut juga sebagai Facebook Insights adalah sebuah tool yang disediakan oleh Facebook untuk melacak performa konten yang kamu post di platform tersebut. Hal ini sebagaimana yang disarikan dari Learning Hub.
Biasanya, digital marketer menggunakannya untuk mengetahui seberapa efektif prospek bisnisnya dengan memanfatkan platform Facebook.
Pada dasarnya, facebook analytics fungsinya sama dengan Google Analytics, bedanya Cuma tool ini khusus untuk Facebook.
Jika kita bisa mendapatkan informasi tentang engagement yang telah didapatkan dalam rentang 28 hari di Google analytics, kita juga bisa menemukannya di Facebook analytics.
Dari sana, seorang digital marketer bisa melihat berbagai macam data mengenai orang-orang yang mengunjungi halaman bisnis yang dikelola.
Manfaat lain yang bisa didapat dari tool ini, kita juga bisa membandingkan engagement yang diperoleh bulan ini dengan bulan sebelumnya sebagai bentuk evaluasi dari prospek bisnis yang dijalani.
Keunggulan Facebook Analytics
Sebagaimana yang disampaikan oleh Martech Zone, ada 4 keuntungan yang bisa didapat oleh digital marketer dari memanfatkan Facebook Analytics atau Facebook Insights, yaitu:
1. Menghemat waktu
Penggunaan sesuatu yang sulit akan cukup menyita waktu, bukan? Nah, Facebook Analytics sangat mudah digunakan oleh siapapun, apalagi oleh seorang digital marketer.
Meski ada aplikasi khususnya, namun kamu bisa langsung mengaksesnya dari platform Facebook secara langsung tanpa menginstal aplikasi ketiga.
Dengan begitu, kamu bisa lebih hemat space dan waktu dalam memperoleh data dan mengolahnya sebagai bentuk evaluasi bisnis.
2. Fokus pada konten
Keunggulan yang kedua, Facebook Analytics juga bisa memberimu informasi tentang berapa pengguna yang meninggalkan komentar pada konten yang dibuat.
Selain itu, jumlah referral traffic dan jumlah stream stories juga dapat dipantau dari dashboard facebook analytics secara mudah.
Sederhananya, dengan mengetahui konten jenis apa yang paling disukai atau diinginkan pengguna dan konsumen, kita bisa menentukan strategi marketing yang sesuai.
3. Visualisasi data yang menarik
Salah satu hal yang membuat Facebook Analytics atau Facebook Insights sangat disukai oleh para digital marketer adalah fitur visualisasi datanya.
Fitur ini memberikan kemudahan dalam memahami data-data yang sudah dikumpulkan dalam bentuk grafik.
4. Mempermudah memahami audiens
Facebook Analytics juga menyajikan data demografis yang rinci. Dan ini menjadi salah satu keunggulan dari pada platform yang lain.
Dengan data demografis yang rinci tersebut, digital marketer bisa lebih mengenal audiens dengan baik.
Cara Menggunakan Facebook Analytics
Setelah mengetahui keunggulan dari Facebook Analytics, maka kamu juga perlu mengetahui cara mengaksesnya.
Langkah pertama, kamu hanya perlu mengklik menu “Lihat dasbor” di bagian atas halaman profil.
Setelah itu, akan tampil informasi atau data tentang jangkauan postingan, interaksi postingan dan pengikut baru. Untuk mendapat informasi lainnya, kamu bisa mengklik “Lihat Insight Lainnya”, di sana akan kamu temukan data pengikut, seperti usia, jenis kelamin, negara populer dari para penonton, kota populer dan lain sebagainya.
Di sana, kamu juga bisa memantau data Hari ini, 7 hari terakhir, 14 hari terakhir, dan 28 hari terakhir.
Di halaman Overview, kamu bisa melihat informasi tentang total klik yang dilakukan pengunjung, jumlah page views, likes, dan masih banyak lagi.
Menurut Hootsuite, dari keseluruhan metrik-metrik yang ada, terdapat lima yang paling penting untuk dilacak, yaitu:
• Reach dan engagement: Menunjukkan data jumlah orang yang melihat post-mu.
• Actions: Menampilkan data aksi apa yang dilakukan orang di halamanmu, misalnya mengklik call-to-action dan lain-lain.
• People: Menu ini memberi akses informasi demografis pengunjung.
• Views: Jumlah keseluruhan orang yang berkunjung ke halamanmu dan bagian apa saja yang mereka lihat.
• Post: Performa post dari waktu ke waktu.
Nah, sampai di sini, apa kamu sudah paham? Tidak begitu sulit, bukan? Agar digital marketing-mu semakin berhasil dan terukur, alangkah baiknya untuk mencoba manfaatkan fitur ini.
Semoga bermanfaat!
Baca SelengkapnyaInilah Perbedaan antara Specialist dengan Generalist yang Perlu Diketahui
Jobnas.com-Di job portal atau lowongan kerja, istilah specialist dan generalist barangkali sudah familiar di telinga kita. Meski begitu, terkadang perlu pemahaman yang lebih rinci mengenai perbedaan keduanya.
Jika melihat lebih rinci, umumnya kedua istilah ini digunakan setelah kata posisi pekerjaan, bukan?
Sebagai contoh, ada lowongan pekerjaan seperti social media specialist dan social media generalist. Adapun lowongan seperti HR specialist dan HR generalist.
Nah, jika ingin mengetahui hal-hal seputar perbedaan specialist vs generalist, yuk, cermati ulasan Jobnas.com berikut ini!
Baca Juga: Hal yang Mengasyikkan dan Menguntungkan dari Instagram Story Template
Arti Specialist
Dikutip dari Indeed, secara definitif specialist merupakan seseorang yang sudah ahli dalam satu bidang studi ataupun pekerjaan yang spesifik.
Seorang specialist umumnya dipekerjakan untuk fokus mengerjakan satu hal yang bidang karier yang spesifik.
Dengan demikian, posisi specialist biasanya memerlukan sekolah atau kursus tertentu sehingga bisa mendapatkan skill spesifik dan juga sertifikasinya.
Dikutip dari Insighteurs, keunikan dari posisi specialist adalah posisi yang paling banyak dicari dan berkembang beberapa tahun 2021.
Hal ini terjadi diakibatkan karena orang akan mencari yang sudah ahli pada satu hal saat ada yang ingin ditanyakan seperti specialist. Misal, karier di bidang specialist adalah seorang software engineer yang bekerja di bidang spesifik front-end developer atau spesifik back-end developer.
Arti Generalist
Berkebalikan dengan seorang specialist, seorang generalist biasanya dicirikan terhadap orang yang mempunyai pengetahuan yang holistik mengenai berbagai topik sekaligus tertarik terhadap banyak hal.
Menurut Cleverism, generalist disebut sebagai “jack of all trades” yang berarti seseorang bisa melakukan banyak hal dan memiliki pengetahuan yang luas.
Kemampuan untuk mengerjakan tugas yang beragam dan melihat gambaran yang lebih luas menjadi kelebihan tersendiri dari seorang generalist.
Apabila tertarik terjun dalam bidang ini, kamu harus siap-siap menghadapi kondisi kerja yang dinamis dan mengerjakan banyak tugas sekaligus.
Di samping itu, posisi generalist biasanya hanya memerlukan kemampuan fundamental saja pada suatu bidang sehingga karier yang dapat diambil juga lebih luas. Itulah mengapa banyak posisi generalist adalah posisi pada level manajerial atau pimpinan yang harus mengetahui pengetahuan yang luas dan terus berkomunikasi dengan divisi lain.
Kendati memiliki pengetahuan yang luas, seorang generalist akan sulit untuk masuk pada posisi karier specialist yang memerlukan keahlian yang mendalam pada satu hal saja. Misalnya, posisi generalist pada tech company adalah software engineer yang mengambil posisi full-stack developer.
Baca Juga: Kenali Lebih Akrab Layanan Microsoft 365 Auto Sukseskan Kinerjamu
Perbedaan Specialist dan Generalist
Barangkali, kamu sudah mempunyai gambaran apa perbedaan antara specialist dan generalist apabila sudah paham dengan arti keduanya. Jika belum, tidak apa-apa! Nah, secara umum, perbedaan pada specialist dan generalist terletak pada:
1. Tingkat pengetahuan
Dari segi tingkat pengetahuan, specialist adalah posisi yang membutuhkan pengetahuan mendalam dan sempit pada suatu area dari pada seorang generalist. Sebaliknya, sorang generalist memiliki pengetahuan yang lebih luas di berbagai bidang sehingga mampu memberikan gambaran yang luas.
2. Skill yang dibutuhkan
Secara skill, efektif melakukan pekerjaannya, seorang specialist biasanya memerlukan skill-skill tertentu untuk bisa secara. Biasnya skill-skill ini didapatkan dari berkuliah atau sertifikasi kursus. Sedangkan bagi seorang generalist biasanya membutuhkan skill yang beragam, namun tidak perlu memahaminya secara mendalam karena hanya akan digunakan secara mendasar saja.
3. Prospek karier
Prospek karir yang dimiliki seorang generalist biasanya cenderung lebih fleksibel karena memiliki skill yang beragam. Dengan demikian, jenjang karier yang didapatkan juga beragam dan tidak tetap. Ini beda halnya dengan seorang specialist yang biasanya hanya bisa dilamar oleh job seeker dengan keahlian yang spesifik. Kemudian, jenjang karier yang akan dijalani juga sudah tetap.
4. Gaji
Dibanding seorang generalist, pekerjaan specialist biasanya memiliki gaji yang relatif lebih tinggi. Sebab, menjadi seorang specialist membutuhkan kualifikasi dan latar belakang yang tinggi. Sebaliknya, pekerjaan generalist memiliki gaji yang relatif lebih rendah karena latar belakang dan kualifikasi yang dibutuhkan lebih rendah.
Baca Juga: 7 Cara Ampuh Memotret Produk Berhasil Memikat Pelanggan
Demikianlah penjelasan Jobnas.com mengenai perbedaan antara sepcialist dengan generalist. Ketika membaca penjelasan di atas, tentunya kamu akan semakin paham bahwa specialist dan generalist memiliki perbedaan utama dalam kedalaman pengetahuan dan skill yang dibutuhkan. Intinya, identifikasi dan temukan jati dirimu mau jadi seorang spesialist atau generalist sejak sekarang, ya !
Baca SelengkapnyaTingkatkan Brand Awareness dengan Strategi Efektif Realtime Marketing
Jobnas.com - Tak dapat dipungkiri bahwa perkembangan internet yang cukup masif telah memberikan dampak yang signifikan pada kehidupan, karena kita telah dimudahkan dalam berbagai hal. Melebihi itu, perkembangan internet yang cukup masif itu juga berpengaruh pada jenis pemasaran seperti real time marketing.
Dengan dukungan teknologi seperti media sosial, membuat jenis strategi marketing yang satu ini akan lebih lancar. Sebabnya, tren yang paling dibicarakan biasanya akan lebih dahulu muncul di media sosial. Hingga kini, karena cukup efektif, real time marketing menjadi salah satu jenis pemasaran yang cukup populer di tengah marketer.
Baca Juga : 5 Tips Membuat Instagram Live yang Menarik Banyak Followers
Bahkan, lewat laporan dari Monetate and eConsultancy diketahui bahwa marketer yang mengaplikasikan real time marketing mengalami peningkatan konversi hingga 26%. Jadi, apa sebenarnya real time marketing itu dan mengapa jenis pemasaran ini disebut cukup efektif?
Jika penasaran dengan jawabannya, simak penjelasan dari Jobnas.com di bawah ini, ya.
Apa itu Real Time Marketing ?
Seperti dikutip dari NGData, real time marketing adalah strategi pemasaran yang berfokus pada peristiwa terkini. Dengan demikian, saat ada suatu tren yang sedang diperbincangkan, maka marketer harus bisa memanfaatkan momen tersebut untuk memasarkan produknya.
Jenis pemasaran ini sebenarnya sudah muncul sejak lama, tapi lebih berkembang saat munculnya media sosial. Lewat media sosial tentu saja marketer akan lebih mudah untuk mendapatkan feedback dari audiens saat sedang melakukan strategi yang satu ini.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan saat melakukan realtime marketing, seperti dikutip dari Harvard Business Review, lebih fokus kepada kepuasan pelanggan dengan memberikan dukungan, bantuan, panduan, dan informasi yang diperlukan agar bisa meningkatkan loyalitas pelanggan. Selain itu, bersedia mempelajari bagaimana teknologi informasi mampu mengubah perilaku pelanggan dan cara pemasarannya.
Dengan demikian, real time marketing memiliki beberapa manfaat untuk meningkatkan perkembangan bisnis. Berikut ini merupakan beberapa manfaat dari real time marketing seperti dilansir dari Thrive Hive yang perlu kamu ketahui.
Baca Juga : Mencari Sponsorship Online? Berikut Tips, Jenis dan Manfaatnya
Manfaat yang Didapatkan
- Meningkatkan Koneksi dengan Target Audiens
Meningkatkan koneksi dengan target audiens adalah manfaat pertama dari melakukan real time marketing. Marketer bisa membuat konten yang memancing target audiens untuk berinteraksi, dengan memanfaatkan tren yang sedang diperbincangkan
Oleh karena itu, selain bisa memasarkan produk dengan memanfaatkan tren, jenis pemasaran ini juga dapat meningkatkan koneksi antara brand dengan target audiens.
- Meningkatkan Wawasan Audiens tentang Brand
Menarik pelanggan agar mereka mencoba menggunakan produk atau layanan yang disediakan merupakan salah satu tujuan dari melakukan pemasaran. Di samping itu, tujuan lainnya adalah untuk mengenalkan brand kepada audiens baru sebagai bentuk dari branding. Nah, real time marketing memang dapat menjadi salah satu cara untuk membantu meningkatkan wawasan audiens tentang brand.
- Meningkatkan Engagement Audiens
Meningkatkan engagement audiens adalah manfaat selanjutnya dari jenis pemasaran yang satu ini. Agar dapat menarik perhatian lebih banyak audiens, buatlah konten yang masih relevan dengan tren yang sedang diperbincangkan.
Selain engagement dengan audiens menjadi lebih tinggi, jenis pemasaran ini juga mampu membuat pelanggan merasakan sentimen yang positif terhadap brand.
Contoh Real Time Marketing
Menurut HubSpot, ada beberapa contoh real time marketing yang perlu kamu pahami:
-ALS Ice Bucket Challenge
Di tahun 2014, ALS Ice Bucket Challenge merupakan salah satu hal terpopuler dan paling banyak diperbincangkan. Sebabnya, tren tersebut mampu menarik perhatian banyak orang dari seluruh penjuru dunia. Baik orang biasa hingga selebriti dan brand terkenal ikut meramaikan tren ini.
Baca Juga : Cek Kartu BPJS Kesehatan Aktif Atau Tidak
Melakukan tantangan untuk meningkatkan kesadaran tentang penyakit sistem saraf ALS dan mendapatkan donasi menjadi jenis real time marketing yang paling sukses. Banyak brand mampu mendapatkan sentimen positif dari publik karena ikut berpartisipasi dengan tren ALS Ice Bucket Challenge.
-Taco Bell
Salah satu brand yang paling sering aktif di media sosial adalah Taco Bell. Bahkan, mereka sudah membangun reputasi sebagai salah brand yang paling interaktif dengan pelanggannya. Sebabnya, brand yang satu ini selalu memanfaatkan real time marketing untuk mendekatkan diri dengan para audiensnya.
Hal yang menarik dari Taco Bell adalah ia juga lebih interaktif, karena menyempatkan untuk menanggapi pesan audiens di Twitter hampir dua kali setiap jamnya. Ikut terlibat dalam hal yang sedang tren dan sedang dibicarakan di media sosial memang mampu meningkatkan brand awareness yang lebih efektif.
Baca juga: Perbedaan CRUD dan REST yang Perlu Diketahui
Alasan itulah yang membuat banyak brand kini sedang gencar mencoba melakukan real time marketing karena memiliki banyak manfaat baik bagi perkembangan suatu bisnis. Kamu bisa mempelajari jenis pemasaran yang satu ini di Jobnas.comapabila masih penasaran, lho.
Baca SelengkapnyaJangan Sampai Lewatkan 10 Contoh Pertanyaan Interview UX Researcher Berikut Ini
Jobnas.com-Hampir setiap orang akan merasakan cukup banyak emosi saat mendapatkan panggilan untuk interview UX Researcher. Untuk itulah, kamu harus mengetahui pertanyaan interview UX Researcher untuk mengatasi hal semacam itu.
Jangan khawatir dan merasa takut lagi, jika kamu mendapatkan panggilan interview untuk posisi UX researcher, jangan khawatir dan merasa takut lagi. Sebab, di artikel ini Jobnas.com telah merangkum 10 pertanyaan interview untuk posisi UX researcher yang bisa kamu pelajari. Yuk, pahami sampai tuntas !
Pertanyaan Interview UX Researcher
1. Apa tugas dari UX Researcher yang kamu ketahui? / What are the duties of UX researcher that you know?
Para pewawancara biasanya seringkali menanyakan pertanyaan semacam ini. Meski begitu kamu tidak boleh hanya menjawab sekenanya saja.
Sebab, pewawancara ingin mengetahui apakah kamu mengetahui betul tentang seluk-beluk dari profesi UX researcher. Untuk itulah pertanyaan ini seringkali muncul.
Meski jenis pertanyaan yang satu ini memang cukup umum, kamu tetap perlu memberikan jawaban yang cukup fokus. Jelaskan apa saja yang kamu ketahui dari tugas seorang UX researcher dengan jelas dan teratur.
Beberapa tugas utama dari UX researcher bisa kamu sebutkan, mulai dari melakukan observasi kepada pengguna, membuat penelitian dengan melakukan beberapa metode seperti wawancara, dan melakukan analisis terhadap data yang sudah didapatkan.
Hasil dari analisis itu akan digunakan untuk membuat produk yang lebih baik lagi yang pastinya bisa memudahkan bagi para pengguna.
Baca Juga: Inilah Perbedaan antara Remarketing vs Retargeting!
2. Jelaskan proses penelitianmu / Explain your research process
Saat interview untuk posisi UX researcher, biasanya pertanyaan satu ini seringkali muncul. Dilansir dari Career Foundry, mereka ingin tahu apakah kamu sudah memiliki ide untuk proses penelitianmu mendatang saat seorang pewawancara bertanya hal ini.
Bisa jadi, kamu akan mengeluarkan jawaban ke mana-mana dan tidak teratur karena pertanyaan ini areanya juga cukup luas. Alangkah lebih baik jika telah mempersiapkan jawaban dengan sistematis dan urutkan tahapan dari UX research-mu kelak.
Pewawancara juga ingin tahu mengenai wawasanmu mengenai jenis-jenis penelitian yang bisa dilakukan oleh UX researcher. Di samping itu, mereka juga penasaran apakah metode penelitianmu nanti bisa cocok diterapkan di perusahaan tersebut atau tidak.
Kamu bisa menjawab pertanyaan semacam ini dengan menjelaskan terlebih dahulu mengenai proyekmu. Setelah itu kamu bisa melanjutkan dengan metode penelitian yang cocok digunakan untuk proyekmu itu.
3. Seperti apa cara kerjamu saat bekerja sama? / How do you work when collaborating with others?
Untuk memahami karakter dan kebutuhan dari para pengguna produknya, sebagai seorang UX researcher memang memiliki tugas utamanya masing-masing.
Meski demikian, bukan berarti kamu harus bekerja sendirian saat sedang melakukan penelitian terhadap pengguna.
Justru karena pewawancara ingin tahu seperti apa gaya bekerjamu saat berada dalam suatu tim, pertanyaan ini bisa muncul.
Memang pada kenyataan praktisnya, untuk membuat produknya lebih baik, seorang UX researcher biasanya akan bekerja sama dengan UX designer hingga product manager.
Jadi, jika kamu ingin mendapatkan posisi ini, kemampuan bekerja sama sangat diperlukan.
Menjawab pertanyaan jenis ini kamu bisa mulai dari penjabaran struktur tim dan apa saja peran dari tiap anggota tim. Setelah melakukan penelitian kepada pengguna, pastinya kamu akan menemukan suatu masalah.
Dari masalah tersebut pewawancara ingin mengetahui seperti apa cara kamu dan tim untuk mencari solusinya dan memperbaiki produk agar lebih sesuai dengan pengguna.
Dalam penjabarannya kamu juga bisa sedikit bercerita tentang kemampuanmu menjadi leader atau sebagai problem solver.
4. Bagaimana caramu meningkatkan kualitas produk kami? / How would you improve our product?
Sebenarnya ketika pewawancara menanyakan pertanyaan ini, ia ingin tahu apakah kamu sudah mengetahui apa saja produk yang ditawarkan di perusahaan tersebut.
Tentu saja trik untuk menjawabnya adalah kamu harus mencari tahu semua hal tentang perusahaan yang sedang kamu lamar itu.
Mulai dari apa saja produknya hingga seperti apa target penggunanya. Bahkan akan lebih baik lagi jika kamu bisa menemukan suatu masalah atau kendala yang dialami oleh pengguna dari produk perusahaan itu.
Kamu bisa mencoba memberikan sebuah analisis pendek mengapa kendala itu bisa dialami oleh pengguna. Setelah itu, kamu bisa mendeskripsikan terkait proses apa yang akan kamu lakukan untuk mencari solusi dari masalah tersebut.
Saat menjawab pertanyaan ini sebaiknya kamu memang sudah mencari info mengenai perusahaan itu ya. Jadi kamu tidak asal menjawab. Sebab, saat kamu memberikan fakta yang keliru dari perusahaan maka bisa membuat pewawancara berpikir jika kamu tidak sungguh-sungguh mengharapkan pekerjaan di tempat tersebut.
5. Ceritakan proyek yang paling membuatmu bangga / Tell us about a project that makes you proud
Menurut Springboard, pertanyaan ini cukup sering ditanyakan. Biasanya pewawancara ingin tahu seperti apa kualitas dari hasil kerjamu saat pertanyaan interview UX researcher ini ditanyakan.
Pewawancara bisa mengajukan pertanyaan lanjutan untuk mencari tahu proses kerjamu saat menggarap suatu proyek. Inilah yang menyebabkan pertanyaan ini cukup unik.
Mereka bisa bertanya mulai dari proses penggalian ide hingga proses finalisasi proyek. Sebaiknya kamu jangan panik meskipun harus dicecar dengan sejumlah pertanyaan lanjutan. Jawablah pertanyaan demi pertanyaan dengan tenang dan jelas. Jawablah dengan jujur dan tidak perlu terlalu melebih-lebihkan hasil kerjamu hanya demi mendapatkan kesan baik dari pewawancara.
6. Bagaimana kamu mengaplikasikan penemuan dari riset untuk meningkatkan user experience? / How do you apply research findings to improve user experience?
Dalam menilai kemampuanmu berpikir kritis tentang pendekatan risetmu dan pengaplikasian solusi kreatif supaya tujuan perusahaan tercapai, biasanya pertanyaan ini sering muncul. Kamu pun dapat menjelaskan strategi yang digunakan untuk menganalisis data penelitian dan mengorganisirnya menjadi informasi yang dapat digunakan.
Sehingga, adanya informasi tersebut dapat membantu meningkatkan user experience dari produk perusahaan.
Berikut adalah contoh jawabannya.
Bahasa Indonesia
Di perusahaan saya sebelumnya, saya menggunakan survei untuk mengumpulkan insight dari user. Sebelum membuat rencana peningkatan kualitas, saya menganalisis tren dan feedback yang didapat terlebih dahulu. Kemudian, saya organisir data tersebut berdasarkan sentimen user dan elemen produk. Lalu, saya menyampaikan data tersebut ke tim UX design, di mana kami melakukan mapping seputar user experience dan mencari solusi terbaik. Hasilnya, kami berhasil meningkatkan user engagement terhadap produk tersebut sebesar 30%.
Bahasa Inggris
In my previous company, I used surveys to gather insight from the user. Before creating the improvement plan, I analyzed the trends and feedback I got first. Then, I organized the data based on the user sentiment and product element. After that, I present the data to the UX design team, where we mapped the user experience and look for the best solution. The result is an increase in user engagement with the product by 30%.
Baca Juga: Mulai Saat Ini Marilah Berkenalan dengan Hedge Fund; Investasi yang Paling Diminati
7. Bagaimana kamu menghilangkan bias dalam UX research? / How do you eliminate bias in UX research?
Ketika kamu melamar sebagai UX researcher, biasanya pihak pewawancara biasanya akan memberi pertanyaan interview ini juga.
Di sini, perusahaan ingin mengevaluasi kemampuanmu membuat rencana penelitian yang menghasilkan data akurat dari populasi yang dipelajari.
Agar supaya dapat memastikan penelitianmu tidak bias dan cocok digunakan untuk menyelesaikan proyek, kamu juga bisa menyebutkan 1 atau 2 metode yang digunakan .
Berikut adalah contoh jawabannya.
Bahasa Indonesia
Langkah yang diambil untuk menghilangkan bias dari penelitian saya adalah bekerja sama dengan partisipan yang merupakan perwakilan dari target pasar perusahaan. Kemudian, saya menyiapkan test script yang membahas hal-hal yang ingin dicapai tim UX design, termasuk cakupan, tahapan, dan elemen yang akan dites. Saya juga akan mengumpulkan data kualitatif dan kuantitatif ketika penelitian berlangsung untuk memastikan hasilnya merepresentasikan interaksi dan intensi user secara akurat.
Bahasa Inggris
My approach to eliminating bias in my research is to work with participants that are representative of the company’s target market. Then, I’ll prepare for test script that covers things the UX design team wants to achieve, including the scope, sequence, and elements to test. I will also collect qualitative and quantitative data during research to ensure the results accurately represent the user’s interaction and intent.
8. Apa pentingnya usability testing dalam UX design? / What is the importance of usability testing in UX design?
Pertanyaan interview UX researcher ini membuat perusahaan tahu bagaimana kamu memprioritaskan pekerjaanmu, sebagaimana dilansir dari Indeed.
Lebih dari itu, ketika melakukan penelitian dan testing perusahaan juga bisa tahu langkah yang akan kamu ambil, serta bagaimana kamu mengomunikasikan informasi teknikal ke manajer hingga stakeholder proyek.
Kamu bisa menjelaskan prosesmu mengorganisir dan melakukan usability test dan mengapa pendekatan tersebut begitu penting untuk UX design yang sukses ketika menjawab pertanyaan ini.
Berikut contoh jawabannya.
Bahasa Indonesia
Usability testing begitu penting terhadap kesuksesan produk karena dapat memengaruhi penjualan dan kepuasan konsumen. Saya melakukan usability testing di setiap tahap pengembangan produk, termasuk saat update versi. Hal ini membuat saya bisa mengetahui bagaimana performa sistem. Usability testing juga membantu saya mencari cara meningkatkan kualitas produk yang sudah ada. Tes ini membantu tim UX saya sebelumnya untuk menghidupkan kembali aplikasi lama dan menarik konsumen baru bagi perusahaan.
Bahasa Inggris
Usability testing is important for the success of a product because it can influence overall sales and customer satisfaction. I use usability testing in every development stage, including version updates. It helps me determine how a system is performing. Usability testing also helps me to find ways to improve the quality of existing products. This test helps my previous UX team to revive an outdated application and acquire new customers for the company.
9. Apa saja hasil dari UX research? / What are the UX research deliverables?
Ketika melamar sebagai UX researcher, pertanyaan interview ini juga bisa kamu dapatkan. Dilansir dari Toptal, kamu perlu untuk mengomunikasikan hasil penelitian dan konteks dari proyek yang dikerjakan secara efektif ke berbagai jenis audiens sebagai UX researcher.
Sehingga, penting bagimu untuk mengetahui apa saja bentuk dari hasil UX research-mu. Berikut adalah contoh jawabannya.
Bahasa Indonesia
Beberapa hasil dari UX research termasuk, namun tidak terbatas pada hal-hal seperti;
laporan analisis survei
rencana UX research
laporan analisis wawancara
laporan yang berisi insight dari penelitian observasi user
laporan analisis kompetitor
user persona
laporan usability testing
Bahasa Inggris
Some of UX research deliverables, but not limited to, include;
survey analysis reports
UX research plans
interview analysis reports
insights from user observation research reports
competitor analysis reports
user persona
usability testing reports
10. Apa tools yang kamu gunakan ketika melakukan UX research? / What tools do you use for conducting UX research?
Tools yang digunakan akan bervariasi juga karena teknik UX research begitu beragam. Kamu pun cukup menyebutkan tools yang digunakan untuk beberapa kegiatanmu ketika melakukan penelitian dalam menjawabnya.
Berikut adalah contoh jawabannya.
Bahasa Indonesia
Ada beberapa tools yang saya gunakan tergantung kegiatan yang dilakukan. Misalkan, untuk melakukan remote user testing, saya biasanya menggunakan aplikasi video konferensi seperti Zoom. Sedangkan, untuk melakukan survei, saya menggunakan Google Form. Untuk melakukan A/B testing, saya biasanya menggunakan Crazy Egg.
Baca Juga: Perhatikan 7 Hal Ini, Apabila Ingin Menulis Surat Rekomendasi Kerja untuk Temanmu
Bahasa Inggris
There are various tools that I use depending on the activities I do. For example, if I want to do remote user testing, I would use a video conferencing application such as Zoom. If I want to conduct survey, I will use Google Form. When I want to do A/B testing, I usually use Crazy Egg.
Demikianlah informasi Jobnas.com mengenai berbagai pertanyaan yang biasanya muncul dalam interview untuk UX researcher. Setelah membaca informasi di atas, diharapkan kamu akan dapat menjawabnya dengan lebih mudah dan tenang, ya !
Baca SelengkapnyaInilah 15 Jenis Invoice Berdasarkan Keperluanmu
Jobnas.com-Ihwal seluk beluk invoice barangkali sudah familier bagi kamu sebagai seorang freelancer. Hal yang perlu diketahui bahwa terdapat beberapa jenis invoice berdasarkan kebutuhannya. Dengan mengetahui berbagai macam jenisnya, hal itu akan membantumu dalam mencatat transaksi penting dan detail pembayaran.
Nah, di artikel ini Jobnas.com telah merangku jenis-jenis invoice yang perlu kamu ketahui. Yuk, simak artikelnya berikut ini!
Jenis-Jenis Invoice
1. Invoice standar
Menurut Freshbook, invoice standar merupakan dokumen yang umum diberikan bisnis ke klien. Di berbagai industri hal ini cocok digunakan karena formatnya yang fleksibel.
Ada pun detail yang terkandung dalam invoice standar adalah sebagai berikut:
nama bisnis dan informasi kontak
nama klien dan informasi kontak
nomor dari invoice
jumlah uang yang klien harus bayar ke bisnis atas produk atau layanannya
Baca Juga: Metode Lihai Dalam Memilih Warna Ketika Mendesain
2. Invoice berulang
Bagi bisnis yang menagih jumlah serupa ke klien secara berkala untuk layanan yang mereka gunakan, jenis invoice ini dapat berguna. Misalnya, untuk menagih biaya yang sama ke klien setiap bulannya, perusahaan IT yang bisnisnya berbasis langganan dapat menggunakan invoice ini.
Ketika membuat invoice ini, kamu bisa mencantumkan informasi seperti;
tanggal dimulai serta durasinya
berapa lama invoice akan dikirim
opsi pengiriman invoice
3. Invoice proforma
Proforma merupakan invoice yang berisi estimasi jumlah biaya yang kamu kirimkan ke klien sebelum memberi layanan atau barang pada mereka.
Invoice ini adalah semacam penilaian awal untuk mengestimasi pekerjaan apa saja yang perlu dilakukan dan biaya yang harus dikeluarkan. Hal ini dapat membantu klien menyiapkan budget-nya. Jumlah yang tertera dalam invoice proforma biasanya cukup akurat. Namun, jumlah tersebut bisa saja berubah.
Seorang klien bisa saja meminta invoice ini untuk mendapatkan persetujuan sebelum melakukan pembelian.
4. Invoice debit
Memo debit merupakan jenis invoice ini umum dikenal. Kamu dapat melakukan penyesuaian kecil pada tagihan yang sudah ada dalam invoice ini.
Contohnya, kamu mengirimkan klien invoice berdasarkan jumlah jam kerja yang diestimasikan. Akan tetapi, akhirnya kamu bekerja dengan jumlah jam kerja lebih banyak dari hasil estimasi tersebut.
Nah, berdasarkan jumlah jam kerja yang dilakukan, kamu bisa mengirimkan invoice debit untuk menambah total tagihan. Klien juga bisa mengirimkan invoice ini dengan jumlah positif untuk memberi tahu bahwa jumlah tagihanmu kurang.
5. Invoice kredit
Berbeda dengan sebelumnya, jika ada pembayaran berlebih, invoice kredit ditujukan untuk memberi klien diskon atau refund. Untuk membenarkan kesalahan dari invoice yang dikirimkan sebelumnya, kamu dapat mengirimkan dokumen ini dengan jumlah negatif.
Kamu juga memberi tahu klien bahwa dirimu berutang sejumlah uang pada mereka. Lebih dari itu, kamu juga dapat mengirim invoice ini untuk beberapa hal berikut;
jika klien membayar untuk barang yang tidak ada
menyelesaikan masalah seputar harga
memverifikasi pengembalian dari barang yang sudah dibeli klien
6. Invoice interim
Untuk menagih klien secara berkala saat mengerjakan proyek besar, tentu jenis invoice ini adalah solusinya. Terlebih saat kamu dan klien telah menyetujui adanya persyaratan yang mencakup adanya beberapa pembayaran.
Tergantung durasi proyek, kamu bisa mengirimkan invoice interim ketika sudah menyelesaikan suatu hal atau menjadwalkan pembayarannya secara mingguan, per 2 minggu, atau bulanan. Invoice interim membantu “memecah” pembayaran proyek besar menjadi beberapa bagian kecil. Hal tersebut tentu dapat menguntungkanmu maupun klien.
7. Invoice timesheet
Dokumen ini bertujuan untuk mencatat jumlah jam yang kamu gunakan untuk mengerjakan pekerjaan serta standar bayaranmu. Invoice timesheet umum digunakan di industri yang membayar pekerjanya berdasarkan jam.
Dalam invoice timesheet, kamu bisa mencantumkan detail proyek, informasi tentang apa yang telah dicapai, dan waktu serta tanggalmu bekerja.
8. Invoice kolektif
Jenis invoice ini cocok digunakan apabila mengerjakan proyek yang membutuhkan waktu lama. Nah, kamu bisa memilih untuk;
mengirim beberapa invoice dengan jumlah kecil yang dikirim seiring proyek berjalan
menyatukan beberapa invoice kecil menjadi sebuah invoice kolektif yang dikirim ke klien setiap bulannya
Menggunakan invoice kolektif dapat mengurangi biaya administrasi dan transaksi juga.
Baca Juga: Kenali Lebih Akrab Layanan Microsoft 365 Auto Sukseskan Kinerjamu
9. Invoice komersial
Menurut Zoho, invoice komersial merupakan bukti transaksi internasional antara bisnis dengan kliennya. Invoice komersial digunakan untuk menjelaskan hal-hal berikut;
tipe produk yang dijual
nilai produk
kuantitas produk
Invoice komersial tidak memiliki format standar. Namun, kamu bisa memasukkan detail seperti nama produk, berat produk, kuantitas barang yang dikirim, jumlah nilai, deskripsi produk, dan format packaging.
10. Expense invoice
Jenis invoice ini bisa digunakan untuk dikirimkan ke perusahaan yang belum membayar uang yang dijanjikan.
Seorang karyawan juga bisa mengirimkan invoice ini ketika mereka mengeluarkan uang untuk kepentingan perusahaan dan perlu di-reimburse.
Misalkan, kamu membeli bensin untuk kendaraan perusahaan menggunakan uangmu sendiri. Nah, kamu bisa mengirimkan invoice ini supaya uangmu digantikan perusahaan.
11. Invoice utilitas
Untuk meminta pembayaran terhadap utilitas seperti internet, listrik, gas, biaya sewa, dan air, invoice ini sangat membantu bisnis atau pemilik kos. Tipe invoice ini biasanya dikirim untuk mengingatkan orang-orang atas tagihan utilitasnya beserta jumlah yang harus dibayar.
12. Past-due invoice
Kamu juga bisa mengirim invoice ini ketika klien tidak membayar pada waktu yang telah ditentukan. Invoice ini bertujuan untuk mengingatkan ke klien bahwa ada utang yang harus mereka bayar padamu.
Dalam invoice ini, kamu bisa memberi klien denda karena keterlambatan pembayaran sesuai dengan kesepatakan yang telah disetujui bersama.
13. Invoice final
Dokumen ini adalah invoice terakhir yang dikirimkan bisnis ke klien untuk menagih pembayaran. Dibandingkan interim atau proforma, informasi yang terkandung dalam invoice final lebih detail. Terdapat beberapa informasi ihwal detail yang dibahas, transaksi sebelumnya, dan saldo terutang di dalamnya. Lebih dari itu, invoice final juga mengandung informasi seperti;
nomor invoice
tanggal
kontak penjual dan pembeli
biaya
diskon yang diaplikasikan
metode pembayaran
14. Invoice campuran
Dikutip dari Indeed, jenis invoice ini merupakan campuran dari faktur debit dan kredit. Sehingga, jumlah dalam invoice ini dapat berupa positif atau negatif. Kamu bisa mengecek invoice debit dan kredit untuk mengurangi atau menambah tagihan yang harus dibayar klien padamu.
Baca Juga: 7 Cara Ampuh Memotret Produk Berhasil Memikat Pelanggan
15. E-invoice
E-invoice merupakan setiap jenis invoice yang dikirimkan secara elektronik. Beberapa kelebihan dari jenis invoice ini adalah penggunaannya lebih hemat, cepat, dan mudah. Kamu dapat membuat E-invoice dan mengirimkannya ke klien dalam hitungan menit. Sehingga, hal tersebut menghemat tenaga, waktu, dan sumber daya. Mengirimkan E-invoice juga memastikan bahwa klien menerima resi dari invoice yang mereka bayar.
Demikianlah informasi Jobnas.com mengenai jenis-jenis invoice yang perlu kamu ketahui. Yang perlu diingat, setiap jenis memiliki kegunaan dan fungsinya masing-masing. Sehingga, jangan sampai tertukar lagi saat menggunakannya, ya. Selain informasi ini, kamu bisa tahu lebih banyak seputar keuangan dengan baca kumpulan artikel kategori Finansial dari Jobnas.com, lho.
Baca Selengkapnya