Jobnas

Blog Jobnas

Halaman artikel blog terbaru di Jobnas.com.
yakinpol
1 minggu yang lalu
Gaji Tinggi, Tapi Waktu Hidup Habis di Kantor?

Gaji Tinggi, Tapi Waktu Hidup Habis di Kantor?

Gaji Tinggi, Tapi Waktu Hidup Habis di Kantor?

Gajinya besar, jam kerjanya juga nggak kecil.

Lebih dari seperempat pekerja Indonesia kerja di atas 49 jam per minggu. Hampir 10 jam sehari.

Gaji Tinggi, Tapi Waktu Hidup Habis di Kantor?

Sektor gaji tinggi justru banyak yang burnout.

Di sektor keuangan, 6 dari 10 pekerja alami gejala burnout meski gajinya di atas rata-rata.

Gaji Tinggi, Tapi Waktu Hidup Habis di Kantor?

Lembur nambah uang, tapi nggak selalu nambah hidup.

Lembur bikin penghasilan naik sementara, tapi capek dan stresnya numpuk jangka panjang.

Gaji Tinggi, Tapi Waktu Hidup Habis di Kantor?

Kerja lama ≠ hidup lebih sejahtera.

68% karyawan kerja di atas 50 jam seminggu, tapi banyak tetap hidup dari gaji ke gaji.

Gaji Tinggi, Tapi Waktu Hidup Habis di Kantor?

Masalahnya bukan cuma kerja, tapi gaya hidup.

Gaji naik, biaya tetap ikut naik. Tanpa sadar tetap kejebak paycheck-to-paycheck.

Gaji Tinggi, Tapi Waktu Hidup Habis di Kantor?

Dampaknya ke badan dan mental serius.

Overwork bisa naikkan risiko burnout sampai 3 kali lipat dan ganggu kesehatan jantung.

Gaji Tinggi, Tapi Waktu Hidup Habis di Kantor?

Makanya, banyak yang mulai mikir ulang.

43% pekerja Indonesia lebih milih work-life balance dibanding gaji tinggi.

Gaji Tinggi, Tapi Waktu Hidup Habis di Kantor?

Rp10 juta tenang vs Rp100 juta tapi stres?

Buat banyak orang sekarang, waktu hidup lebih mahal dari angka di slip gaji.

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel
Gajinya besar, jam kerjanya juga nggak kecil.
Lebih dari seperempat pekerja Indonesia kerja di atas 49 jam per minggu. Hampir 10 jam sehari.

 

Sektor gaji tinggi justru banyak yang burnout.
Di sektor keuangan, 6 dari 10 pekerja alami gejala burnout meski gajinya di atas rata-rata.

 

Lembur nambah uang, tapi nggak selalu nambah hidup.
Lembur bikin penghasilan naik sementara, tapi capek dan stresnya numpuk jangka panjang.

 

Kerja lama ≠ hidup lebih sejahtera.
68% karyawan kerja di atas 50 jam seminggu, tapi banyak tetap hidup dari gaji ke gaji.

 

Masalahnya bukan cuma kerja, tapi gaya hidup.
Gaji naik, biaya tetap ikut naik. Tanpa sadar tetap kejebak paycheck-to-paycheck.

 

Dampaknya ke badan dan mental serius.
Overwork bisa naikkan risiko burnout sampai 3 kali lipat dan ganggu kesehatan jantung.

 

Makanya, banyak yang mulai mikir ulang.
43% pekerja Indonesia lebih milih work-life balance dibanding gaji tinggi.

 

Rp10 juta tenang vs Rp100 juta tapi stres?
Buat banyak orang sekarang, waktu hidup lebih mahal dari angka di slip gaji.

 

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
yakinpol
1 minggu yang lalu
Pekerjaan yang Kelihatan Santai, Tapi Diam-Diam Bikin Capek Mental

Pekerjaan yang Kelihatan Santai, Tapi Diam-Diam Bikin Capek Mental

Pekerjaan yang Kelihatan Santai, Tapi Diam-Diam Bikin Capek Mental

Jam fleksibel nggak selalu berarti beban ringan

Banyak kerjaan kelihatan bebas karena nggak pakai jam kaku, tapi tuntutannya jalan terus di kepala.

Pekerjaan yang Kelihatan Santai, Tapi Diam-Diam Bikin Capek Mental

Content creator nggak cuma soal posting

Harus mikir ide terus, edit konten, ngejar algoritma, plus hadapi komentar yang nggak selalu ramah.

Pekerjaan yang Kelihatan Santai, Tapi Diam-Diam Bikin Capek Mental

Customer service capeknya di emosi

Senyum wajib, suara harus tenang, meski tiap hari ketemu orang lagi marah atau kecewa.

Pekerjaan yang Kelihatan Santai, Tapi Diam-Diam Bikin Capek Mental

Guru TK kelihatannya main, padahal fokus nonstop

Ngurus anak aktif, tantrum, sambil tanggung jawab ke orang tua dan sekolah.

Pekerjaan yang Kelihatan Santai, Tapi Diam-Diam Bikin Capek Mental

Barista santai di luar, padat di jam ramai

Hafal menu, salah sedikit bisa panjang urusannya, apalagi saat antrean penuh.

Pekerjaan yang Kelihatan Santai, Tapi Diam-Diam Bikin Capek Mental

Tekanan terbesar justru yang nggak kelihatan

Deadline tersembunyi, target nggak jelas, dan pikiran yang susah benar-benar istirahat.

Pekerjaan yang Kelihatan Santai, Tapi Diam-Diam Bikin Capek Mental

Dampaknya sering dianggap sepele

Cepat lelah, susah fokus, emosi naik turun—tanda overwork yang sering telat disadari.

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel
Jam fleksibel nggak selalu berarti beban ringan
Banyak kerjaan kelihatan bebas karena nggak pakai jam kaku, tapi tuntutannya jalan terus di kepala.

 

Content creator nggak cuma soal posting
Harus mikir ide terus, edit konten, ngejar algoritma, plus hadapi komentar yang nggak selalu ramah.

 

Customer service capeknya di emosi
Senyum wajib, suara harus tenang, meski tiap hari ketemu orang lagi marah atau kecewa.

 

Guru TK kelihatannya main, padahal fokus nonstop
Ngurus anak aktif, tantrum, sambil tanggung jawab ke orang tua dan sekolah.

 

Barista santai di luar, padat di jam ramai
Hafal menu, salah sedikit bisa panjang urusannya, apalagi saat antrean penuh.

 

Tekanan terbesar justru yang nggak kelihatan
Deadline tersembunyi, target nggak jelas, dan pikiran yang susah benar-benar istirahat.

 

Dampaknya sering dianggap sepele
Cepat lelah, susah fokus, emosi naik turun—tanda overwork yang sering telat disadari.

 

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
yakinpol
1 minggu yang lalu
Fresh Graduate Kaget Masuk Dunia Kerja? Ini Penyebab yang Paling Sering Terjadi

Fresh Graduate Kaget Masuk Dunia Kerja? Ini Penyebab yang Paling Sering Terjadi

Fresh Graduate Kaget Masuk Dunia Kerja? Ini Penyebab yang Paling Sering Terjadi

Kuliah Terasa Fleksibel, Kerja Serba Deadline

Di kampus masih bisa nego waktu. Di kantor, telat sedikit langsung kelihatan dampaknya.

Fresh Graduate Kaget Masuk Dunia Kerja? Ini Penyebab yang Paling Sering Terjadi

Nilai Bagus di Kampus ≠ Siap Kerja

Dunia kerja nggak pakai IPK, tapi lihat hasil, sikap, dan konsistensi.

Fresh Graduate Kaget Masuk Dunia Kerja? Ini Penyebab yang Paling Sering Terjadi

Kerja Itu Banyak yang Berulang dan Spesifik

Bukan selalu hal baru. Justru rutinitas yang harus rapi dan minim salah.

Fresh Graduate Kaget Masuk Dunia Kerja? Ini Penyebab yang Paling Sering Terjadi

Ilmu Ada, Tapi Pengalaman Masih Tipis

Banyak fresh graduate baru sadar pentingnya magang dan jam terbang.

Fresh Graduate Kaget Masuk Dunia Kerja? Ini Penyebab yang Paling Sering Terjadi

Aturan Tak Tertulis Bikin Culture Shock

Cara ngomong ke atasan, etika chat, sampai urusan jam pulang.

Fresh Graduate Kaget Masuk Dunia Kerja? Ini Penyebab yang Paling Sering Terjadi

Tekanan Datang Bukan Cuma dari Kantor

Ekspektasi keluarga dan lingkungan sering bikin mental cepat capek.

Fresh Graduate Kaget Masuk Dunia Kerja? Ini Penyebab yang Paling Sering Terjadi

Persaingan Ketat, Skill Harus Relevan

IPK tinggi kalah cepat sama yang punya skill praktis dan koneksi.

Fresh Graduate Kaget Masuk Dunia Kerja? Ini Penyebab yang Paling Sering Terjadi

Masalahnya Umum, Bukan Kamu Sendiri Caption:

Yang bertahan bukan paling pintar, tapi yang cepat adaptasi.

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel
Kuliah Terasa Fleksibel, Kerja Serba Deadline
Di kampus masih bisa nego waktu. Di kantor, telat sedikit langsung kelihatan dampaknya.

 

Nilai Bagus di Kampus ≠ Siap Kerja
Dunia kerja nggak pakai IPK, tapi lihat hasil, sikap, dan konsistensi.

 

Kerja Itu Banyak yang Berulang dan Spesifik
Bukan selalu hal baru. Justru rutinitas yang harus rapi dan minim salah.

 

Ilmu Ada, Tapi Pengalaman Masih Tipis
Banyak fresh graduate baru sadar pentingnya magang dan jam terbang.

 

Aturan Tak Tertulis Bikin Culture Shock
Cara ngomong ke atasan, etika chat, sampai urusan jam pulang.

 

Tekanan Datang Bukan Cuma dari Kantor
Ekspektasi keluarga dan lingkungan sering bikin mental cepat capek.

 

Persaingan Ketat, Skill Harus Relevan
IPK tinggi kalah cepat sama yang punya skill praktis dan koneksi.

 

Masalahnya Umum, Bukan Kamu Sendiri Caption:
Yang bertahan bukan paling pintar, tapi yang cepat adaptasi.

 

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
yakinpol
1 minggu yang lalu
Cara Kerja Generasi 90-an vs Gen Z di Kantor, Bedanya Kerasa Banget

Cara Kerja Generasi 90-an vs Gen Z di Kantor, Bedanya Kerasa Banget

Cara Kerja Generasi 90-an vs Gen Z di Kantor, Bedanya Kerasa Banget

Generasi 90-an Lebih Nyaman Kerja Bareng

Diskusi tim, ngobrol langsung, dan brainstorming rame-rame masih jadi andalan.

Cara Kerja Generasi 90-an vs Gen Z di Kantor, Bedanya Kerasa Banget

Gen Z Lebih Suka Kerja Mandiri

Fokus ke hasil, kerja sendiri, nggak harus banyak diskusi.

Cara Kerja Generasi 90-an vs Gen Z di Kantor, Bedanya Kerasa Banget

Jam Kerja 9–5 Masih Oke Buat Generasi 90-an

Fleksibel iya, tapi jam kantor tetap dianggap wajar.

Cara Kerja Generasi 90-an vs Gen Z di Kantor, Bedanya Kerasa Banget

Gen Z Lebih Fleksibel Soal Waktu

Kerja remote, hybrid, sambil side hustle juga jalan.

Cara Kerja Generasi 90-an vs Gen Z di Kantor, Bedanya Kerasa Banget

Generasi 90-an Suka Meeting & Email Panjang

Ngobrol lama nggak masalah, yang penting semua sepakat.

Cara Kerja Generasi 90-an vs Gen Z di Kantor, Bedanya Kerasa Banget

Gen Z Lebih Suka Chat Cepat & Feedback Langsung

Nggak perlu nunggu meeting, yang penting jelas dan cepat.

Cara Kerja Generasi 90-an vs Gen Z di Kantor, Bedanya Kerasa Banget

Bukan Siapa Lebih Benar, Tapi Cara Kerjanya Beda

Kantor yang adaptif biasanya gabungin dua gaya ini.

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel
Generasi 90-an Lebih Nyaman Kerja Bareng
Diskusi tim, ngobrol langsung, dan brainstorming rame-rame masih jadi andalan.

 

Gen Z Lebih Suka Kerja Mandiri
Fokus ke hasil, kerja sendiri, nggak harus banyak diskusi.

 

Jam Kerja 9–5 Masih Oke Buat Generasi 90-an
Fleksibel iya, tapi jam kantor tetap dianggap wajar.

 

Gen Z Lebih Fleksibel Soal Waktu
Kerja remote, hybrid, sambil side hustle juga jalan.

 

Generasi 90-an Suka Meeting & Email Panjang
Ngobrol lama nggak masalah, yang penting semua sepakat.

 

Gen Z Lebih Suka Chat Cepat & Feedback Langsung
Nggak perlu nunggu meeting, yang penting jelas dan cepat.

 

Bukan Siapa Lebih Benar, Tapi Cara Kerjanya Beda
Kantor yang adaptif biasanya gabungin dua gaya ini.

 

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
yakinpol
1 minggu yang lalu
Cara Kerja Generasi 90-an vs Gen Z di Kantor, Bedanya Kerasa Banget

Cara Kerja Generasi 90-an vs Gen Z di Kantor, Bedanya Kerasa Banget

Cara Kerja Generasi 90-an vs Gen Z di Kantor, Bedanya Kerasa Banget

Generasi 90-an Lebih Nyaman Kerja Bareng

Diskusi tim, ngobrol langsung, dan brainstorming rame-rame masih jadi andalan.

Cara Kerja Generasi 90-an vs Gen Z di Kantor, Bedanya Kerasa Banget

Gen Z Lebih Suka Kerja Mandiri

Fokus ke hasil, kerja sendiri, nggak harus banyak diskusi.

Cara Kerja Generasi 90-an vs Gen Z di Kantor, Bedanya Kerasa Banget

Jam Kerja 9–5 Masih Oke Buat Generasi 90-an

Fleksibel iya, tapi jam kantor tetap dianggap wajar.

Cara Kerja Generasi 90-an vs Gen Z di Kantor, Bedanya Kerasa Banget

Gen Z Lebih Fleksibel Soal Waktu

Kerja remote, hybrid, sambil side hustle juga jalan.

Cara Kerja Generasi 90-an vs Gen Z di Kantor, Bedanya Kerasa Banget

Generasi 90-an Suka Meeting & Email Panjang

Ngobrol lama nggak masalah, yang penting semua sepakat.

Cara Kerja Generasi 90-an vs Gen Z di Kantor, Bedanya Kerasa Banget

Gen Z Lebih Suka Chat Cepat & Feedback Langsung

Nggak perlu nunggu meeting, yang penting jelas dan cepat.

Cara Kerja Generasi 90-an vs Gen Z di Kantor, Bedanya Kerasa Banget

Bukan Siapa Lebih Benar, Tapi Cara Kerjanya Beda

Kantor yang adaptif biasanya gabungin dua gaya ini.

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel
Generasi 90-an Lebih Nyaman Kerja Bareng
Diskusi tim, ngobrol langsung, dan brainstorming rame-rame masih jadi andalan.

 

Gen Z Lebih Suka Kerja Mandiri
Fokus ke hasil, kerja sendiri, nggak harus banyak diskusi.

 

Jam Kerja 9–5 Masih Oke Buat Generasi 90-an
Fleksibel iya, tapi jam kantor tetap dianggap wajar.

 

Gen Z Lebih Fleksibel Soal Waktu
Kerja remote, hybrid, sambil side hustle juga jalan.

 

Generasi 90-an Suka Meeting & Email Panjang
Ngobrol lama nggak masalah, yang penting semua sepakat.

 

Gen Z Lebih Suka Chat Cepat & Feedback Langsung
Nggak perlu nunggu meeting, yang penting jelas dan cepat.

 

Bukan Siapa Lebih Benar, Tapi Cara Kerjanya Beda
Kantor yang adaptif biasanya gabungin dua gaya ini.

 

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
yakinpol
1 minggu yang lalu
Kerja Remote vs WFO di Jogja: Mana yang Lebih Hemat per Bulan?

Kerja Remote vs WFO di Jogja: Mana yang Lebih Hemat per Bulan?

Kerja Remote vs WFO di Jogja: Mana yang Lebih Hemat per Bulan?

Kerja remote itu bukan cuma soal nyaman.

Banyak yang pindah ke remote karena biaya bulanan bisa ditekan cukup besar.

Kerja Remote vs WFO di Jogja: Mana yang Lebih Hemat per Bulan?

Biaya WFO di Jogja kelihatannya kecil, tapi numpuk.

Transport, makan siang, parkir, sampai ojek malam sering nggak terasa.

Kerja Remote vs WFO di Jogja: Mana yang Lebih Hemat per Bulan?

Transport dan makan jadi pengeluaran terbesar WFO.

Sekali jalan murah, tapi dikali 22 hari kerja hasilnya lumayan.

Kerja Remote vs WFO di Jogja: Mana yang Lebih Hemat per Bulan?

Remote tetap keluar biaya, tapi beda pos.

Internet dan listrik naik, tapi transport bisa nol.

Kerja Remote vs WFO di Jogja: Mana yang Lebih Hemat per Bulan?

Kalau dihitung total, remote masih lebih hemat.

Selisihnya bisa ratusan ribu sampai hampir sejuta per bulan.

Kerja Remote vs WFO di Jogja: Mana yang Lebih Hemat per Bulan?

Faktor Jogja bikin WFO makin mahal.

Macet, jarak kos–kantor, dan ojek malam bikin biaya bocor.

Kerja Remote vs WFO di Jogja: Mana yang Lebih Hemat per Bulan?

Hybrid sering jadi jalan tengah paling masuk akal.

Tetap kolaborasi, tapi biaya nggak jebol tiap bulan.

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel
Kerja remote itu bukan cuma soal nyaman.
Banyak yang pindah ke remote karena biaya bulanan bisa ditekan cukup besar.

 

Biaya WFO di Jogja kelihatannya kecil, tapi numpuk.
Transport, makan siang, parkir, sampai ojek malam sering nggak terasa.

 

Transport dan makan jadi pengeluaran terbesar WFO.
Sekali jalan murah, tapi dikali 22 hari kerja hasilnya lumayan.

 

Remote tetap keluar biaya, tapi beda pos.
Internet dan listrik naik, tapi transport bisa nol.

 

Kalau dihitung total, remote masih lebih hemat.
Selisihnya bisa ratusan ribu sampai hampir sejuta per bulan.

 

Faktor Jogja bikin WFO makin mahal.
Macet, jarak kos–kantor, dan ojek malam bikin biaya bocor.

 

Hybrid sering jadi jalan tengah paling masuk akal.
Tetap kolaborasi, tapi biaya nggak jebol tiap bulan.

 

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
yakinpol
1 minggu yang lalu
Ngopi & Nongkrong di Kantor: Kelihatan Sepele, Diam-Diam Bikin Boros

Ngopi & Nongkrong di Kantor: Kelihatan Sepele, Diam-Diam Bikin Boros

Ngopi & Nongkrong di Kantor: Kelihatan Sepele, Diam-Diam Bikin Boros

Ngopi sekali kelihatan murah, kalau tiap hari beda cerita.

Rp50–100 ribu sekali break, kalau rutin bisa tembus jutaan sebulan.

Ngopi & Nongkrong di Kantor: Kelihatan Sepele, Diam-Diam Bikin Boros

Ikut nongkrong karena nggak enak nolak.

Awalnya cuma ikut duduk, ujungnya ikut pesan menu mahal.

Ngopi & Nongkrong di Kantor: Kelihatan Sepele, Diam-Diam Bikin Boros

“Work from cafe” sering kebablasan.

Niat kerja, tapi nambah snack, kopi kedua, sampai WiFi tambahan.

Ngopi & Nongkrong di Kantor: Kelihatan Sepele, Diam-Diam Bikin Boros

FOMO bikin dompet bocor.

Pesan minuman mahal demi gengsi, padahal rasanya mirip kopi biasa.

Ngopi & Nongkrong di Kantor: Kelihatan Sepele, Diam-Diam Bikin Boros

Uang ngopi bisa ngalahin tabungan.

Rp1–2 juta per bulan bisa kepotong, setara 20–30% gaji entry level.

Ngopi & Nongkrong di Kantor: Kelihatan Sepele, Diam-Diam Bikin Boros

Solusi realistis, bukan stop total.

Bikin kopi sendiri, batasi nongkrong, dan catat total pengeluarannya.

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel
Ngopi sekali kelihatan murah, kalau tiap hari beda cerita.
Rp50–100 ribu sekali break, kalau rutin bisa tembus jutaan sebulan.

 

Ikut nongkrong karena nggak enak nolak.
Awalnya cuma ikut duduk, ujungnya ikut pesan menu mahal.

 

“Work from cafe” sering kebablasan.
Niat kerja, tapi nambah snack, kopi kedua, sampai WiFi tambahan.

 

FOMO bikin dompet bocor.
Pesan minuman mahal demi gengsi, padahal rasanya mirip kopi biasa.

 

Uang ngopi bisa ngalahin tabungan.
Rp1–2 juta per bulan bisa kepotong, setara 20–30% gaji entry level.

 

Solusi realistis, bukan stop total.
Bikin kopi sendiri, batasi nongkrong, dan catat total pengeluarannya.

 

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
yakinpol
1 minggu yang lalu
Kesalahan Kecil di Kantor yang Bisa Membebani Nilai Kinerja

Kesalahan Kecil di Kantor yang Bisa Membebani Nilai Kinerja

Kesalahan Kecil di Kantor yang Bisa Membebani Nilai Kinerja

Telat sekali bisa kebawa terus.

Satu laporan telat sering bikin atasan langsung ragu soal kedisiplinan.

Kesalahan Kecil di Kantor yang Bisa Membebani Nilai Kinerja

Satu minus bisa nutup semua plus.

Kesalahan kecil kadang lebih diingat daripada hasil kerja setahun penuh.

Kesalahan Kecil di Kantor yang Bisa Membebani Nilai Kinerja

Akhir tahun sering lebih menentukan.

Kerja menurun di bulan terakhir bikin performa sebelumnya terlupakan.

Kesalahan Kecil di Kantor yang Bisa Membebani Nilai Kinerja

Hal sepele bisa bikin kesan “baik”.

Sikap ramah kadang dianggap rajin, meski hasil kerja biasa saja.

Kesalahan Kecil di Kantor yang Bisa Membebani Nilai Kinerja

Masalahnya bukan di kerjaan, tapi di penilaian.

Persepsi atasan bisa bias kalau cuma lihat potongan kecil.

Kesalahan Kecil di Kantor yang Bisa Membebani Nilai Kinerja

Biar nggak kejebak kesalahan kecil.

Catat hasil kerja rutin dan jaga konsistensi sampai akhir tahun.

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel
Telat sekali bisa kebawa terus.
Satu laporan telat sering bikin atasan langsung ragu soal kedisiplinan.

 

Satu minus bisa nutup semua plus.
Kesalahan kecil kadang lebih diingat daripada hasil kerja setahun penuh.

 

Akhir tahun sering lebih menentukan.
Kerja menurun di bulan terakhir bikin performa sebelumnya terlupakan.

 

Hal sepele bisa bikin kesan “baik”.
Sikap ramah kadang dianggap rajin, meski hasil kerja biasa saja.

 

Masalahnya bukan di kerjaan, tapi di penilaian.
Persepsi atasan bisa bias kalau cuma lihat potongan kecil.

 

Biar nggak kejebak kesalahan kecil.
Catat hasil kerja rutin dan jaga konsistensi sampai akhir tahun.

 

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
yakinpol
1 minggu yang lalu
Kesalahan Kecil di Kantor yang Bisa Membebani Nilai Kinerja

Kesalahan Kecil di Kantor yang Bisa Membebani Nilai Kinerja

Kesalahan Kecil di Kantor yang Bisa Membebani Nilai Kinerja

Telat sekali bisa kebawa terus.

Satu laporan telat sering bikin atasan langsung ragu soal kedisiplinan.

Kesalahan Kecil di Kantor yang Bisa Membebani Nilai Kinerja

Satu minus bisa nutup semua plus.

Kesalahan kecil kadang lebih diingat daripada hasil kerja setahun penuh.

Kesalahan Kecil di Kantor yang Bisa Membebani Nilai Kinerja

Akhir tahun sering lebih menentukan.

Kerja menurun di bulan terakhir bikin performa sebelumnya terlupakan.

Kesalahan Kecil di Kantor yang Bisa Membebani Nilai Kinerja

Hal sepele bisa bikin kesan “baik”.

Sikap ramah kadang dianggap rajin, meski hasil kerja biasa saja.

Kesalahan Kecil di Kantor yang Bisa Membebani Nilai Kinerja

Masalahnya bukan di kerjaan, tapi di penilaian.

Persepsi atasan bisa bias kalau cuma lihat potongan kecil.

Kesalahan Kecil di Kantor yang Bisa Membebani Nilai Kinerja

Biar nggak kejebak kesalahan kecil.

Catat hasil kerja rutin dan jaga konsistensi sampai akhir tahun.

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel
Telat sekali bisa kebawa terus.
Satu laporan telat sering bikin atasan langsung ragu soal kedisiplinan.

 

Satu minus bisa nutup semua plus.
Kesalahan kecil kadang lebih diingat daripada hasil kerja setahun penuh.

 

Akhir tahun sering lebih menentukan.
Kerja menurun di bulan terakhir bikin performa sebelumnya terlupakan.

 

Hal sepele bisa bikin kesan “baik”.
Sikap ramah kadang dianggap rajin, meski hasil kerja biasa saja.

 

Masalahnya bukan di kerjaan, tapi di penilaian.
Persepsi atasan bisa bias kalau cuma lihat potongan kecil.

 

Biar nggak kejebak kesalahan kecil.
Catat hasil kerja rutin dan jaga konsistensi sampai akhir tahun.

 

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
yakinpol
1 minggu yang lalu
Cara Menolak Tugas Tambahan di Kantor Tanpa Dicap Nggak Kooperatif

Cara Menolak Tugas Tambahan di Kantor Tanpa Dicap Nggak Kooperatif

Cara Menolak Tugas Tambahan di Kantor Tanpa Dicap Nggak Kooperatif

Menolak tugas itu boleh, asal alasannya jelas.

Yang bikin dinilai buruk bukan nolaknya, tapi nggak bisa jelasin kondisi kerja saat ini.

Cara Menolak Tugas Tambahan di Kantor Tanpa Dicap Nggak Kooperatif

Sebutkan beban kerja, bukan alasan pribadi.

Deadline dan prioritas lebih mudah dipahami atasan dibanding cerita personal.

Cara Menolak Tugas Tambahan di Kantor Tanpa Dicap Nggak Kooperatif

Tunjukkan niat kerja, bukan menghindar.

Awali dengan apresiasi sebelum menyampaikan penolakan.

Cara Menolak Tugas Tambahan di Kantor Tanpa Dicap Nggak Kooperatif

Tawarkan opsi, jangan cuma bilang nggak bisa.

Delegasi, penjadwalan ulang, atau bantu sebagian tetap dihitung kontribusi.

Cara Menolak Tugas Tambahan di Kantor Tanpa Dicap Nggak Kooperatif

Fokus ke kualitas, bukan sekadar nurut.

Menolak demi hasil kerja tetap rapi justru tanda profesional.

Cara Menolak Tugas Tambahan di Kantor Tanpa Dicap Nggak Kooperatif

Kalimat penolakan yang sopan itu ada polanya.

Singkat, jujur, dan tetap ngajak diskusi.

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel
Menolak tugas itu boleh, asal alasannya jelas.
Yang bikin dinilai buruk bukan nolaknya, tapi nggak bisa jelasin kondisi kerja saat ini.

 

Sebutkan beban kerja, bukan alasan pribadi.
Deadline dan prioritas lebih mudah dipahami atasan dibanding cerita personal.

 

Tunjukkan niat kerja, bukan menghindar.
Awali dengan apresiasi sebelum menyampaikan penolakan.

 

Tawarkan opsi, jangan cuma bilang nggak bisa.
Delegasi, penjadwalan ulang, atau bantu sebagian tetap dihitung kontribusi.

 

Fokus ke kualitas, bukan sekadar nurut.
Menolak demi hasil kerja tetap rapi justru tanda profesional.

 

Kalimat penolakan yang sopan itu ada polanya.
Singkat, jujur, dan tetap ngajak diskusi.

 

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
yakinpol
1 minggu yang lalu
Kenapa Banyak Karyawan Takut Ambil Cuti, Padahal Hak

Kenapa Banyak Karyawan Takut Ambil Cuti, Padahal Hak

Kenapa Banyak Karyawan Takut Ambil Cuti, Padahal Hak

Takut dicap malas masih jadi alasan paling umum

Di banyak kantor, loyalitas sering diukur dari sering hadir, bukan dari hasil kerja.

Kenapa Banyak Karyawan Takut Ambil Cuti, Padahal Hak

Rasa nggak enak sama atasan dan tim

Banyak karyawan merasa bersalah ninggalin kerjaan, walau cuti itu hak.

Kenapa Banyak Karyawan Takut Ambil Cuti, Padahal Hak

Takut ketinggalan proyek penting

FOMO bikin karyawan tetap masuk meski sudah capek atau butuh istirahat.

Kenapa Banyak Karyawan Takut Ambil Cuti, Padahal Hak

Habis cuti, kerjaan malah numpuk

Backlog tugas bikin orang mikir dua kali buat ambil cuti.

Kenapa Banyak Karyawan Takut Ambil Cuti, Padahal Hak

Penilaian kerja sering terasa nggak netral

Ada kekhawatiran cuti bikin bonus atau promosi jadi berkurang.

Kenapa Banyak Karyawan Takut Ambil Cuti, Padahal Hak

Budaya “selalu siap” bikin orang minder

Saat kantor lagi sibuk, ambil cuti sering dianggap nggak pengertian.

Kenapa Banyak Karyawan Takut Ambil Cuti, Padahal Hak

Cuti bukan malas, tapi biar tetap produktif

Dengan sistem backup jelas dan aturan transparan, cuti justru bantu kinerja jangka panjang.

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel
Takut dicap malas masih jadi alasan paling umum
Di banyak kantor, loyalitas sering diukur dari sering hadir, bukan dari hasil kerja.

 

Rasa nggak enak sama atasan dan tim
Banyak karyawan merasa bersalah ninggalin kerjaan, walau cuti itu hak.

 

Takut ketinggalan proyek penting
FOMO bikin karyawan tetap masuk meski sudah capek atau butuh istirahat.

 

Habis cuti, kerjaan malah numpuk
Backlog tugas bikin orang mikir dua kali buat ambil cuti.

 

Penilaian kerja sering terasa nggak netral
Ada kekhawatiran cuti bikin bonus atau promosi jadi berkurang.

 

Budaya “selalu siap” bikin orang minder
Saat kantor lagi sibuk, ambil cuti sering dianggap nggak pengertian.

 

Cuti bukan malas, tapi biar tetap produktif
Dengan sistem backup jelas dan aturan transparan, cuti justru bantu kinerja jangka panjang.

 

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
yakinpol
1 minggu yang lalu
Rapat di Kantor Indonesia: Kenapa Banyak Waktu Habis, Hasilnya Minim?

Rapat di Kantor Indonesia: Kenapa Banyak Waktu Habis, Hasilnya Minim?

Rapat di Kantor Indonesia: Kenapa Banyak Waktu Habis, Hasilnya Minim?

Rapat sering jadi kegiatan, bukan solusi.

Banyak meeting digelar cuma karena “kebiasaan”, bukan karena memang perlu hasil.

Rapat di Kantor Indonesia: Kenapa Banyak Waktu Habis, Hasilnya Minim?

Rapat tanpa agenda itu undangan buang waktu.

Topik melebar, bahas ini-itu, pulang tanpa keputusan jelas.

Rapat di Kantor Indonesia: Kenapa Banyak Waktu Habis, Hasilnya Minim?

30 menit di kalender, realitanya bisa sejam lebih.

Tambah cerita, tambah opini, lupa sama batas waktu.

Rapat di Kantor Indonesia: Kenapa Banyak Waktu Habis, Hasilnya Minim?

Habis rapat, tapi nggak tahu siapa ngerjain apa.

Tanpa catatan dan pembagian tugas, akhirnya rapat ulang.

Rapat di Kantor Indonesia: Kenapa Banyak Waktu Habis, Hasilnya Minim?

Yang ngomong itu-itu aja, yang lain cuma dengar.

Diskusi jadi satu arah, ide lain nggak pernah keluar.

Rapat di Kantor Indonesia: Kenapa Banyak Waktu Habis, Hasilnya Minim?

Basa-basi kepanjangan + main HP = fokus turun.

Awal rapat molor, tengah rapat nggak benar-benar nyimak.

Rapat di Kantor Indonesia: Kenapa Banyak Waktu Habis, Hasilnya Minim?

Kerjaan inti malah dikerjain di luar jam kantor.

Waktu habis buat meeting, eksekusi numpuk, lembur jadi biasa.

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel
Rapat sering jadi kegiatan, bukan solusi.
Banyak meeting digelar cuma karena “kebiasaan”, bukan karena memang perlu hasil.

 

Rapat tanpa agenda itu undangan buang waktu.
Topik melebar, bahas ini-itu, pulang tanpa keputusan jelas.

 

30 menit di kalender, realitanya bisa sejam lebih.
Tambah cerita, tambah opini, lupa sama batas waktu.

 

Habis rapat, tapi nggak tahu siapa ngerjain apa.
Tanpa catatan dan pembagian tugas, akhirnya rapat ulang.

 

Yang ngomong itu-itu aja, yang lain cuma dengar.
Diskusi jadi satu arah, ide lain nggak pernah keluar.

 

Basa-basi kepanjangan + main HP = fokus turun.
Awal rapat molor, tengah rapat nggak benar-benar nyimak.

 

Kerjaan inti malah dikerjain di luar jam kantor.
Waktu habis buat meeting, eksekusi numpuk, lembur jadi biasa.

 

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
1 2 3 4 62

"Setiap pekerjaan yang dilakukan dengan hati, akan kembali menjadi rejeki yang berarti."