Jakarta Termahal, Ini 10 Kota dengan Biaya Hidup Tertinggi di Indonesia

Jakarta, 10 Januari 2026 – Jakarta kembali menempati posisi teratas sebagai kota dengan biaya hidup tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata biaya hidup rumah tangga di Ibu Kota mencapai Rp14,88 juta per bulan, jauh melampaui upah minimum yang berlaku.
Selain Jakarta, sejumlah kota penyangga di wilayah Jabodetabek serta pusat-pusat ekonomi nasional turut masuk dalam daftar 10 kota termahal. Tingginya biaya hidup ini mencakup pengeluaran bulanan untuk kebutuhan dasar seperti makanan, perumahan, transportasi, pendidikan, dan layanan kesehatan.
Di posisi kedua, Kota Bekasi mencatat biaya hidup sekitar Rp14,33–Rp14,34 juta per bulan, dengan upah minimum berkisar Rp5,69 juta.
Selanjutnya Surabaya berada di peringkat ketiga dengan biaya hidup Rp13,36 juta, sementara upah minimumnya sekitar Rp4,96 juta.
Depok menempati urutan keempat dengan rata-rata biaya hidup Rp12,35 juta, disusul Makassar di posisi kelima sebesar Rp11,5 juta per bulan dengan UMP sekitar Rp3,8 juta. Kota-kota lain yang masuk daftar adalah Tangerang, Bogor, Kendari, Batam, dan Balikpapan.
Data BPS menunjukkan, biaya hidup di sebagian besar kota tersebut jauh melebihi upah minimum regional (UMK/UMP) yang berlaku pada periode 2025–2026. Kondisi ini memperlihatkan adanya kesenjangan signifikan antara pendapatan pekerja dan kebutuhan hidup layak.
Tingginya harga properti di pusat bisnis, biaya transportasi yang terus meningkat, serta harga bahan makanan menjadi faktor utama mahalnya biaya hidup, khususnya di Jakarta dan kota-kota penyangga. Selain itu, tekanan inflasi sepanjang 2025–2026 serta penyesuaian upah minimum dinilai belum cukup untuk menutup lonjakan pengeluaran rumah tangga.
Pengamat ketenagakerjaan menilai, situasi ini menjadi tantangan serius bagi pekerja urban, terutama buruh dan pekerja sektor informal. Tanpa kebijakan pengendalian harga dan peningkatan pendapatan yang seimbang, tekanan biaya hidup dikhawatirkan akan terus menggerus daya beli masyarakat perkotaan.