Jobnas

Blog Jobnas

Halaman artikel blog terbaru di Jobnas.com.
yakinpol
2 minggu yang lalu
bertahan atau resign dari pekerjaan.

bertahan atau resign dari pekerjaan.

bertahan atau resign dari pekerjaan.

Bukan soal kuat atau lemah, tapi soal kondisi yang lagi kamu hadapi sekarang.

Bukan soal kuat atau lemah, tapi soal kondisi yang lagi kamu hadapi sekarang.

bertahan atau resign dari pekerjaan.

Kalau istirahat nggak bikin segar lagi, bisa jadi masalahnya lebih dari sekadar lelah.

Kalau istirahat nggak bikin segar lagi, bisa jadi masalahnya lebih dari sekadar lelah.

bertahan atau resign dari pekerjaan.

Skill nggak berkembang, peran stagnan, dan nggak ada arah jelas ke depan.

Skill nggak berkembang, peran stagnan, dan nggak ada arah jelas ke depan.

bertahan atau resign dari pekerjaan.

Baru bangun pagi aja sudah kepikiran kerjaan dan pengin menghindar.

Baru bangun pagi aja sudah kepikiran kerjaan dan pengin menghindar.

bertahan atau resign dari pekerjaan.

Ada capek sementara karena proyek padat atau target naik.

Ada capek sementara karena proyek padat atau target naik.

bertahan atau resign dari pekerjaan.

Tantangan ada, tapi kamu masih merasa belajar dan berkembang.

Tantangan ada, tapi kamu masih merasa belajar dan berkembang.

bertahan atau resign dari pekerjaan.

Siapin dana cadangan, update CV, dan cari opsi sebelum benar-benar keluar.

Siapin dana cadangan, update CV, dan cari opsi sebelum benar-benar keluar.

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel
Bertahan atau Resign? Ini Tanda yang Sering Terjadi di Dunia Kerja
Bukan soal kuat atau lemah, tapi soal kondisi yang lagi kamu hadapi sekarang.

 

Capek sesekali itu wajar, tapi capek terus patut dicek.
Kalau istirahat nggak bikin segar lagi, bisa jadi masalahnya lebih dari sekadar lelah.

 

Kerja bertahun-tahun tapi nggak ke mana-mana.
Skill nggak berkembang, peran stagnan, dan nggak ada arah jelas ke depan.

 

Lingkungan kerja bikin stres sebelum mulai kerja.
Baru bangun pagi aja sudah kepikiran kerjaan dan pengin menghindar.

 

Tapi nggak semua rasa lelah artinya harus resign.
Ada capek sementara karena proyek padat atau target naik.

 

Masih ada peluang naik posisi atau ngerjain hal baru.
Tantangan ada, tapi kamu masih merasa belajar dan berkembang.

 

Jangan ambil keputusan pas emosi lagi tinggi.
Siapin dana cadangan, update CV, dan cari opsi sebelum benar-benar keluar.

 

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
yakinpol
2 minggu yang lalu
Kerja di Startup vs Kantor Konvensional: Soal Stabilitas, Bedanya Kerasa

Kerja di Startup vs Kantor Konvensional: Soal Stabilitas, Bedanya Kerasa

Kerja di Startup vs Kantor Konvensional: Soal Stabilitas, Bedanya Kerasa

Rata-rata masa kerja di startup cuma sekitar 2 tahun. Banyak yang pindah karena arah bisnis berubah atau funding berhenti.

Rata-rata masa kerja di startup cuma sekitar 2 tahun. Banyak yang pindah karena arah bisnis berubah atau funding berhenti.

Kerja di Startup vs Kantor Konvensional: Soal Stabilitas, Bedanya Kerasa

Di perusahaan mapan, masa kerja bisa dua kali lebih panjang. Alurnya lebih jelas, ritmenya lebih stabil.

Di perusahaan mapan, masa kerja bisa dua kali lebih panjang. Alurnya lebih jelas, ritmenya lebih stabil.

Kerja di Startup vs Kantor Konvensional: Soal Stabilitas, Bedanya Kerasa

Kalau funding seret, layoff bisa datang tiba-tiba. Bukan soal performa, tapi kondisi perusahaan.

Kalau funding seret, layoff bisa datang tiba-tiba. Bukan soal performa, tapi kondisi perusahaan.

Kerja di Startup vs Kantor Konvensional: Soal Stabilitas, Bedanya Kerasa

Struktur besar bikin risiko PHK lebih rendah. Gaji dan benefit biasanya lebih konsisten.

Struktur besar bikin risiko PHK lebih rendah. Gaji dan benefit biasanya lebih konsisten.

Kerja di Startup vs Kantor Konvensional: Soal Stabilitas, Bedanya Kerasa

Ilmunya cepat naik, perannya luas, tapi harus siap kalau kondisi berubah.

Ilmunya cepat naik, perannya luas, tapi harus siap kalau kondisi berubah.

Kerja di Startup vs Kantor Konvensional: Soal Stabilitas, Bedanya Kerasa

Karier memang naik pelan, tapi arahnya lebih pasti dan aman jangka panjang.

Karier memang naik pelan, tapi arahnya lebih pasti dan aman jangka panjang.

Kerja di Startup vs Kantor Konvensional: Soal Stabilitas, Bedanya Kerasa

Startup atau konvensional, pilih sesuai kondisi hidup dan toleransi risiko kamu.

Startup atau konvensional, pilih sesuai kondisi hidup dan toleransi risiko kamu.

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel
Di startup, pindah kerja itu sering kejadian.
Rata-rata masa kerja di startup cuma sekitar 2 tahun. Banyak yang pindah karena arah bisnis berubah atau funding berhenti.

 

Di kantor konvensional, orang cenderung lebih lama bertahan.
Di perusahaan mapan, masa kerja bisa dua kali lebih panjang. Alurnya lebih jelas, ritmenya lebih stabil.

 

Startup cepat berkembang, tapi juga cepat goyah.
Kalau funding seret, layoff bisa datang tiba-tiba. Bukan soal performa, tapi kondisi perusahaan.

 

Kantor konvensional jarang “kaget” soal PHK.
Struktur besar bikin risiko PHK lebih rendah. Gaji dan benefit biasanya lebih konsisten.

 

Startup cocok buat yang tahan risiko.
Ilmunya cepat naik, perannya luas, tapi harus siap kalau kondisi berubah.

 

Kantor konvensional cocok buat yang cari napas panjang.
Karier memang naik pelan, tapi arahnya lebih pasti dan aman jangka panjang.

 

Bukan mana yang paling keren, tapi mana yang paling cocok.
Startup atau konvensional, pilih sesuai kondisi hidup dan toleransi risiko kamu.

 

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
yakinpol
2 minggu yang lalu
Gaji Tinggi di Kota Ini, Tapi Banyak yang Tetap Nggak Bisa Nabung

Gaji Tinggi di Kota Ini, Tapi Banyak yang Tetap Nggak Bisa Nabung

Gaji Tinggi di Kota Ini, Tapi Banyak yang Tetap Nggak Bisa Nabung

Tinggal di kota dengan gaji tinggi nggak selalu bikin hidup lebih lega.

Tinggal di kota dengan gaji tinggi nggak selalu bikin hidup lebih lega.

Gaji Tinggi di Kota Ini, Tapi Banyak yang Tetap Nggak Bisa Nabung

Transport ke Jakarta, kos, dan makan harian bikin pengeluaran cepat bocor.

Transport ke Jakarta, kos, dan makan harian bikin pengeluaran cepat bocor.

Gaji Tinggi di Kota Ini, Tapi Banyak yang Tetap Nggak Bisa Nabung

Pusat kota mahal, pinggiran masih bisa napas kalau pintar ngatur.

Pusat kota mahal, pinggiran masih bisa napas kalau pintar ngatur.

Gaji Tinggi di Kota Ini, Tapi Banyak yang Tetap Nggak Bisa Nabung

Banyak yang bisa nabung karena kerja dan tempat tinggal nggak terlalu jauh.

Banyak yang bisa nabung karena kerja dan tempat tinggal nggak terlalu jauh.

Gaji Tinggi di Kota Ini, Tapi Banyak yang Tetap Nggak Bisa Nabung

Transport bulanan bisa ngabisin jutaan kalau tiap hari bolak-balik jauh.

Transport bulanan bisa ngabisin jutaan kalau tiap hari bolak-balik jauh.

Gaji Tinggi di Kota Ini, Tapi Banyak yang Tetap Nggak Bisa Nabung

Hemat sewa sering dibayar dengan waktu dan tenaga.

Hemat sewa sering dibayar dengan waktu dan tenaga.

Gaji Tinggi di Kota Ini, Tapi Banyak yang Tetap Nggak Bisa Nabung

Nabung bukan soal angka gaji, tapi seberapa pintar atur pengeluaran.

Nabung bukan soal angka gaji, tapi seberapa pintar atur pengeluaran.

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel
UMK di atas 5 juta, tapi dompet tetap tipis
Tinggal di kota dengan gaji tinggi nggak selalu bikin hidup lebih lega.

 

Depok gajinya besar, tapi biaya hidupnya ngeri
Transport ke Jakarta, kos, dan makan harian bikin pengeluaran cepat bocor.

 

Bekasi kelihatan aman, tapi tergantung tinggal di mana
Pusat kota mahal, pinggiran masih bisa napas kalau pintar ngatur.

 

Karawang ramai pabrik, biaya hidup relatif lebih ramah
Banyak yang bisa nabung karena kerja dan tempat tinggal nggak terlalu jauh.

 

Gaji besar kalah sama ongkos jalan
Transport bulanan bisa ngabisin jutaan kalau tiap hari bolak-balik jauh.

 

Kos dekat kantor mahal, kos jauh capek di jalan
Hemat sewa sering dibayar dengan waktu dan tenaga.

 

Gaji tinggi itu penting, tapi jarak dan gaya hidup lebih menentukan
Nabung bukan soal angka gaji, tapi seberapa pintar atur pengeluaran.

 

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
yakinpol
2 minggu yang lalu
Negara dengan Jam Kerja Pendek, Tapi Produktivitasnya Tinggi

Negara dengan Jam Kerja Pendek, Tapi Produktivitasnya Tinggi

Negara dengan Jam Kerja Pendek, Tapi Produktivitasnya Tinggi

Rata-rata jam kerja mereka sekitar 1.300–1.400 jam per tahun. Jauh di bawah banyak negara lain.

Rata-rata jam kerja mereka sekitar 1.300–1.400 jam per tahun. Jauh di bawah banyak negara lain.

Negara dengan Jam Kerja Pendek, Tapi Produktivitasnya Tinggi

Waktu kerja dibatasi, tapi fokusnya tinggi. Kerja ya kerja, bukan sekadar lama duduk.

Waktu kerja dibatasi, tapi fokusnya tinggi. Kerja ya kerja, bukan sekadar lama duduk.

Negara dengan Jam Kerja Pendek, Tapi Produktivitasnya Tinggi

Dalam 1 jam kerja, nilai outputnya bisa setara 90–99 dolar.

Dalam 1 jam kerja, nilai outputnya bisa setara 90–99 dolar.

Negara dengan Jam Kerja Pendek, Tapi Produktivitasnya Tinggi

Pakai teknologi, sistem rapi, dan proses yang jelas. Nggak banyak buang waktu.

Pakai teknologi, sistem rapi, dan proses yang jelas. Nggak banyak buang waktu.

Negara dengan Jam Kerja Pendek, Tapi Produktivitasnya Tinggi

Pulang tepat waktu itu normal. Capek berkurang, fokus besok naik.

Pulang tepat waktu itu normal. Capek berkurang, fokus besok naik.

Negara dengan Jam Kerja Pendek, Tapi Produktivitasnya Tinggi

Yang bikin hasil besar itu fokus, sistem, dan energi—bukan lembur terus.

Yang bikin hasil besar itu fokus, sistem, dan energi—bukan lembur terus.

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel
Denmark, Jerman, Belanda kerjanya lebih singkat dari rata-rata dunia
Rata-rata jam kerja mereka sekitar 1.300–1.400 jam per tahun. Jauh di bawah banyak negara lain.

 

Jam kerja pendek bukan berarti santai-santai
Waktu kerja dibatasi, tapi fokusnya tinggi. Kerja ya kerja, bukan sekadar lama duduk.

 

Produktivitas mereka per jam justru sangat tinggi
Dalam 1 jam kerja, nilai outputnya bisa setara 90–99 dolar.

 

Kuncinya ada di cara kerja, bukan lamanya
Pakai teknologi, sistem rapi, dan proses yang jelas. Nggak banyak buang waktu.

 

Waktu istirahat dan hidup pribadi benar-benar dijaga
Pulang tepat waktu itu normal. Capek berkurang, fokus besok naik.

 

Lebih lama kerja belum tentu lebih produktif
Yang bikin hasil besar itu fokus, sistem, dan energi—bukan lembur terus.

 

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
yakinpol
2 minggu yang lalu
Jakarta, Kota dengan Jam Pulang Kerja Paling Malam di Indonesia

Jakarta, Kota dengan Jam Pulang Kerja Paling Malam di Indonesia

Jakarta, Kota dengan Jam Pulang Kerja Paling Malam di Indonesia

Bukan perasaan doang, datanya kelihatan dari macet sore sampai malam.

Bukan perasaan doang, datanya kelihatan dari macet sore sampai malam.

Jakarta, Kota dengan Jam Pulang Kerja Paling Malam di Indonesia

Dari sekitar jam 16.30 sampai lewat jam 19.00, jalanan masih padat.

Dari sekitar jam 16.30 sampai lewat jam 19.00, jalanan masih padat.

Jakarta, Kota dengan Jam Pulang Kerja Paling Malam di Indonesia

Macet pagi ada waktunya, macet sore bisa panjang sampai malam.

Macet pagi ada waktunya, macet sore bisa panjang sampai malam.

Jakarta, Kota dengan Jam Pulang Kerja Paling Malam di Indonesia

Cikarang, Bogor, Depok ada yang pulang larut, tapi skalanya nggak sebesar ibu kota.

Cikarang, Bogor, Depok ada yang pulang larut, tapi skalanya nggak sebesar ibu kota.

Jakarta, Kota dengan Jam Pulang Kerja Paling Malam di Indonesia

Waktu kerja kelar, energi habis di perjalanan pulang.

Waktu kerja kelar, energi habis di perjalanan pulang.

Jakarta, Kota dengan Jam Pulang Kerja Paling Malam di Indonesia

Kenyataannya, sampai rumah bisa jauh lebih malam dari jam kantor.

Kenyataannya, sampai rumah bisa jauh lebih malam dari jam kantor.

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel
Jakarta, Kota dengan Jam Pulang Kerja Paling Malam
Bukan perasaan doang, datanya kelihatan dari macet sore sampai malam.

 

Macet Jakarta bukan cuma jam 5 sore
Dari sekitar jam 16.30 sampai lewat jam 19.00, jalanan masih padat.

 

Pagi ramai, tapi sore jauh lebih parah
Macet pagi ada waktunya, macet sore bisa panjang sampai malam.

 

Kota lain juga pulang malam, tapi nggak segila Jakarta
Cikarang, Bogor, Depok ada yang pulang larut, tapi skalanya nggak sebesar ibu kota.

 

Banyak yang lebih capek di jalan daripada di kantor
Waktu kerja kelar, energi habis di perjalanan pulang.

 

Di Jakarta, jam pulang kerja sering cuma teori
Kenyataannya, sampai rumah bisa jauh lebih malam dari jam kantor.

 

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
yakinpol
2 minggu yang lalu
Jakarta, Kota dengan Jam Pulang Kerja Paling Malam di Indonesia

Jakarta, Kota dengan Jam Pulang Kerja Paling Malam di Indonesia

Jakarta, Kota dengan Jam Pulang Kerja Paling Malam di Indonesia

Jakarta, Kota dengan Jam Pulang Kerja Paling Malam

Bukan perasaan doang, datanya kelihatan dari macet sore sampai malam.

Jakarta, Kota dengan Jam Pulang Kerja Paling Malam di Indonesia

Dari sekitar jam 16.30 sampai lewat jam 19.00, jalanan masih padat.

Jakarta, Kota dengan Jam Pulang Kerja Paling Malam di Indonesia

Macet pagi ada waktunya, macet sore bisa panjang sampai malam.

Jakarta, Kota dengan Jam Pulang Kerja Paling Malam di Indonesia

Cikarang, Bogor, Depok ada yang pulang larut, tapi skalanya nggak sebesar ibu kota.

Jakarta, Kota dengan Jam Pulang Kerja Paling Malam di Indonesia

Waktu kerja kelar, energi habis di perjalanan pulang.

Jakarta, Kota dengan Jam Pulang Kerja Paling Malam di Indonesia

Kenyataannya, sampai rumah bisa jauh lebih malam dari jam kantor.

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel
Jakarta, Kota dengan Jam Pulang Kerja Paling Malam
Bukan perasaan doang, datanya kelihatan dari macet sore sampai malam.

 

Macet Jakarta bukan cuma jam 5 sore
Dari sekitar jam 16.30 sampai lewat jam 19.00, jalanan masih padat.

 

Pagi ramai, tapi sore jauh lebih parah
Macet pagi ada waktunya, macet sore bisa panjang sampai malam.

 

Kota lain juga pulang malam, tapi nggak segila Jakarta
Cikarang, Bogor, Depok ada yang pulang larut, tapi skalanya nggak sebesar ibu kota.

 

Banyak yang lebih capek di jalan daripada di kantor
Waktu kerja kelar, energi habis di perjalanan pulang.

 

Di Jakarta, jam pulang kerja sering cuma teori
Kenyataannya, sampai rumah bisa jauh lebih malam dari jam kantor.

 

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
hai sehat
2 minggu yang lalu
Hidup di Jakarta, Surabaya, atau Jogja: Mana yang Paling Berat di Kantong Pekerja?

Hidup di Jakarta, Surabaya, atau Jogja: Mana yang Paling Berat di Kantong Pekerja?

Hidup di Jakarta, Surabaya, atau Jogja: Mana yang Paling Berat di Kantong Pekerja?

Kebutuhan hidup sebulan bisa tembus hampir 6 juta.

Hidup di Jakarta, Surabaya, atau Jogja: Mana yang Paling Berat di Kantong Pekerja?

Biaya hidup sekitar 5 jutaan, beda tipis sama Jakarta.

Hidup di Jakarta, Surabaya, atau Jogja: Mana yang Paling Berat di Kantong Pekerja?

Hidup bisa di 4 jutaan, tapi upah sering nggak nutup.

Hidup di Jakarta, Surabaya, atau Jogja: Mana yang Paling Berat di Kantong Pekerja?

Di Jakarta, kos kecil bisa setara kos nyaman di Jogja.

Hidup di Jakarta, Surabaya, atau Jogja: Mana yang Paling Berat di Kantong Pekerja?

Sekali lengah, pengeluaran harian langsung membengkak.

Hidup di Jakarta, Surabaya, atau Jogja: Mana yang Paling Berat di Kantong Pekerja?

Banyak pekerja harus cari tambahan atau patungan hidup.

Hidup di Jakarta, Surabaya, atau Jogja: Mana yang Paling Berat di Kantong Pekerja?

Pilih kota bukan cuma soal kerja, tapi soal bertahan.

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel
Jakarta paling mahal buat hidup sendiri.
Kebutuhan hidup sebulan bisa tembus hampir 6 juta.

 

Surabaya sedikit lebih ringan, tapi tetap kerasa.
Biaya hidup sekitar 5 jutaan, beda tipis sama Jakarta.

 

Jogja paling “murah”, tapi gaji juga paling rendah.
Hidup bisa di 4 jutaan, tapi upah sering nggak nutup.

 

Sewa kos jadi pembeda paling terasa.
Di Jakarta, kos kecil bisa setara kos nyaman di Jogja.

 

Ongkos makan & jalan di Jakarta lebih cepat bocor.
Sekali lengah, pengeluaran harian langsung membengkak.

 

Gaji vs biaya hidup masih nggak seimbang.
Banyak pekerja harus cari tambahan atau patungan hidup.

 

Kota beda, strategi hidup juga beda.
Pilih kota bukan cuma soal kerja, tapi soal bertahan.

 

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
yakinpol
2 minggu yang lalu
Tanda Rajin atau Sudah Masuk Eksploitasi?

Tanda Rajin atau Sudah Masuk Eksploitasi?

Tanda Rajin atau Sudah Masuk Eksploitasi?

Pulang malam = kelihatan niat kerja, walau capeknya disimpan sendiri.

Tanda Rajin atau Sudah Masuk Eksploitasi?

Tekanan lingkungan bikin nolak lembur terasa kayak dosa.

Tanda Rajin atau Sudah Masuk Eksploitasi?

Lembur itu ada batas jam, harus sepakat, dan wajib dibayar.

Tanda Rajin atau Sudah Masuk Eksploitasi?

Kejar deadline mendesak, ada kompensasi, dan nggak jadi kebiasaan.

Tanda Rajin atau Sudah Masuk Eksploitasi?

Hampir tiap hari lembur, tapi gaji segitu-gitu aja.

Tanda Rajin atau Sudah Masuk Eksploitasi?

Burnout sering datang diam-diam dari lembur yang terus dinormalisasi.

Tanda Rajin atau Sudah Masuk Eksploitasi?

Kerja keras penting, tapi batas sehat juga perlu dijaga.

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel
Di Indonesia, lembur sering dianggap bukti loyal.
Pulang malam = kelihatan niat kerja, walau capeknya disimpan sendiri.

Banyak yang lembur tanpa bayaran, tapi dianggap normal.
Tekanan lingkungan bikin nolak lembur terasa kayak dosa.

Padahal ada aturan jelas soal lembur.
Lembur itu ada batas jam, harus sepakat, dan wajib dibayar.

Lembur masih wajar kalau sifatnya sesekali.
Kejar deadline mendesak, ada kompensasi, dan nggak jadi kebiasaan.

Mulai bahaya kalau lembur jadi rutinitas.
Hampir tiap hari lembur, tapi gaji segitu-gitu aja.

Tubuh capek, pikiran ikut kena.
Burnout sering datang diam-diam dari lembur yang terus dinormalisasi.

Rajin itu produktif, bukan kerja sampai habis.
Kerja keras penting, tapi batas sehat juga perlu dijaga.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
yakinpol
2 minggu yang lalu
7 Etika Chat Kerja yang Sering Dianggap Sepele (Tapi Dinilai Atasan)

7 Etika Chat Kerja yang Sering Dianggap Sepele (Tapi Dinilai Atasan)

7 Etika Chat Kerja yang Sering Dianggap Sepele (Tapi Dinilai Atasan)

Langsung sampaikan maksudnya biar nggak buang waktu orang.

7 Etika Chat Kerja yang Sering Dianggap Sepele (Tapi Dinilai Atasan)

Chat kepisah-pisah bikin orang harus scroll dan nebak-nebak.

7 Etika Chat Kerja yang Sering Dianggap Sepele (Tapi Dinilai Atasan)

Hindari otw, wkwk, atau bahasa terlalu gaul di chat kerja.

7 Etika Chat Kerja yang Sering Dianggap Sepele (Tapi Dinilai Atasan)

Malam hari atau saat meeting, kecuali urgent, sebaiknya ditahan.

7 Etika Chat Kerja yang Sering Dianggap Sepele (Tapi Dinilai Atasan)

Gosip atau curhat bisa bikin suasana jadi nggak profesional.

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel
Jangan cuma chat “Pagi” lalu hilang
Langsung sampaikan maksudnya biar nggak buang waktu orang.

 

Satu pesan utuh lebih enak dibaca
Chat kepisah-pisah bikin orang harus scroll dan nebak-nebak.

 

Singkatan santai bisa bikin salah paham
Hindari otw, wkwk, atau bahasa terlalu gaul di chat kerja.

 

Kirim chat di jam kerja itu bentuk menghargai
Malam hari atau saat meeting, kecuali urgent, sebaiknya ditahan.

 

Topik pribadi sebaiknya jangan masuk chat kerja
Gosip atau curhat bisa bikin suasana jadi nggak profesional.

 

 

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
yakinpol
2 minggu yang lalu
Datang Tepat Waktu Masih Jadi PR di Banyak Kantor

Datang Tepat Waktu Masih Jadi PR di Banyak Kantor

Datang Tepat Waktu Masih Jadi PR di Banyak Kantor

Karena sering dimaklumi, telat 5–10 menit lama-lama dianggap normal.

Datang Tepat Waktu Masih Jadi PR di Banyak Kantor

Rute sama, jam sama. Ada yang bisa on time, ada yang selalu telat.

Datang Tepat Waktu Masih Jadi PR di Banyak Kantor

Kalau nggak ada konsekuensi, telat terasa “aman-aman saja”.

Datang Tepat Waktu Masih Jadi PR di Banyak Kantor

Titip absen masih kejadian, akhirnya disiplin cuma formalitas.

Datang Tepat Waktu Masih Jadi PR di Banyak Kantor

Scroll HP sampai malam bikin bangun kesiangan keesokan hari.

Datang Tepat Waktu Masih Jadi PR di Banyak Kantor

Berangkat lebih awal dan siap dari malam sebelumnya jauh lebih ngaruh.

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel
Jam karet bikin telat jadi kebiasaan
Karena sering dimaklumi, telat 5–10 menit lama-lama dianggap normal.

 

Macet sering jadi alasan, tapi bukan satu-satunya
Rute sama, jam sama. Ada yang bisa on time, ada yang selalu telat.

 

Aturan jam masuk nggak jelas, orang jadi santai
Kalau nggak ada konsekuensi, telat terasa “aman-aman saja”.

 

Absensi manual bikin pengawasan longgar
Titip absen masih kejadian, akhirnya disiplin cuma formalitas.

 

Kurang tidur & kebanyakan distraksi
Scroll HP sampai malam bikin bangun kesiangan keesokan hari.

 

Datang tepat waktu itu soal kebiasaan, bukan bakat
Berangkat lebih awal dan siap dari malam sebelumnya jauh lebih ngaruh.

 

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
yakinpol
2 minggu yang lalu
Kebiasaan Kantor Indonesia yang Terlihat Aneh di Mata Orang Barat

Kebiasaan Kantor Indonesia yang Terlihat Aneh di Mata Orang Barat

Kebiasaan Kantor Indonesia yang Terlihat Aneh di Mata Orang Barat

Di Indonesia ini sopan, tapi di luar negeri orang lebih nyaman pakai nama depan atau gelar formal.

Kebiasaan Kantor Indonesia yang Terlihat Aneh di Mata Orang Barat

Basa-basi di sini, tapi di AS atau Eropa bisa dianggap terlalu pribadi atau nggak sopan.

Kebiasaan Kantor Indonesia yang Terlihat Aneh di Mata Orang Barat

Ramah di Indonesia, tapi di Jerman atau Rusia bisa bikin orang asing curiga.

Kebiasaan Kantor Indonesia yang Terlihat Aneh di Mata Orang Barat

Bentuk kebersamaan di Indonesia, tapi di Swedia lembur berlebihan dianggap nggak efisien.

Batas Melamar Pekerjaan ini Artikel
Panggilan “Mas” dan “Mbak” bikin dekat cepat.
Di Indonesia ini sopan, tapi di luar negeri orang lebih nyaman pakai nama depan atau gelar formal.

 

Tanya umur, status, atau gaji itu wajar.
Basa-basi di sini, tapi di AS atau Eropa bisa dianggap terlalu pribadi atau nggak sopan.

 

Senyum lebar ke semua orang? Biasa di sini.
Ramah di Indonesia, tapi di Jerman atau Rusia bisa bikin orang asing curiga.

 

Lembur sambil ngobrol santai atau makan bareng.
Bentuk kebersamaan di Indonesia, tapi di Swedia lembur berlebihan dianggap nggak efisien.

 

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Yunisa Sinta Nadia
2 minggu yang lalu
Peluang Pekerja UMR Yogyakarta Miliki Rumah di 2026, Ini Hitungan Nyatanya

Peluang Pekerja UMR Yogyakarta Miliki Rumah di 2026, Ini Hitungan Nyatanya

Peluang Pekerja UMR Yogyakarta Miliki Rumah di 2026, Ini Hitungan Nyatanya

Kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) Yogyakarta tahun 2026 menjadi Rp2.827.593 atau naik 6,5 persen dibanding 2025 membuka peluang lebih besar bagi pekerja berpenghasilan UMR untuk memiliki rumah sendiri.

Batas Melamar Pekerjaan ini News
Kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) Yogyakarta tahun 2026 menjadi Rp2.827.593 atau naik 6,5 persen dibanding 2025 membuka peluang lebih besar bagi pekerja berpenghasilan UMR untuk memiliki rumah sendiri.

Yogyakarta, 10 Januari 2026 – Kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) Yogyakarta tahun 2026 menjadi Rp2.827.593 atau naik 6,5 persen dibanding 2025 membuka peluang lebih besar bagi pekerja berpenghasilan UMR untuk memiliki rumah sendiri. Meski demikian, tingginya harga rumah komersial membuat program rumah subsidi tetap menjadi opsi paling rasional bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Kenaikan UMK dan Daya Beli Pekerja

Dengan UMK Rp2,83 juta per bulan, pendapatan tahunan pekerja UMR di Yogyakarta mencapai sekitar Rp33,9 juta. Jika mengacu pada prinsip keuangan sehat, maksimal 30 persen pendapatan bulanan idealnya dialokasikan untuk cicilan rumah.

Artinya:

 

  • 30% × Rp2.827.593 ≈ Rp848.000 per bulan

Angka ini menunjukkan bahwa rumah komersial di Kota Jogja yang harganya mulai Rp477 juta hingga miliaran rupiah jelas tidak terjangkau, karena cicilan KPR-nya bisa mencapai Rp4–7 juta per bulan, jauh di atas batas aman pekerja UMR.

Rumah Subsidi Jadi Solusi Paling Masuk Akal

Dalam kondisi tersebut, rumah subsidi FLPP menjadi solusi utama. Saat ini, rumah subsidi di wilayah Bantul dan pinggiran Yogyakarta dipasarkan pada kisaran Rp250–300 juta.

Dengan skema umum:

 

  • Harga rumah: Rp280 juta
  • DP 10%: Rp28 juta
  • Plafon KPR: Rp252 juta
  • Tenor: 20 tahun
  • Bunga tetap FLPP: ±5%

Perhitungan cicilan menunjukkan angsuran bulanan berada di kisaran Rp1,3–1,6 juta. Meski sedikit di atas batas ideal 30 persen, cicilan ini masih dianggap layak, terutama bagi:

 

  • Pekerja lajang dengan pengeluaran minim
  • Pasangan suami istri dengan penghasilan gabungan hingga Rp7,5 juta per bulan (batas maksimal FLPP)

Perbandingan UMK dan Lokasi Rumah

Tantangan utama di DIY adalah harga tanah tinggi di Sleman dan Kota Yogyakarta, meski UMK Kota Jogja lebih tinggi dibanding wilayah lain. Sebagai perbandingan:

 

  • UMK Kota Yogyakarta 2026: Rp2,83 juta
  • UMP DIY: Rp2,417 juta

Ironisnya, wilayah dengan UMK lebih rendah seperti Bantul dan Gunungkidul justru menawarkan harga rumah lebih terjangkau, sehingga rasio cicilan terhadap pendapatan menjadi lebih sehat.

Tingginya Minat dan Stok Terbatas

Minat terhadap rumah subsidi di DIY terus meningkat seiring naiknya UMR dan sulitnya akses ke rumah komersial. Namun, stok rumah subsidi sangat terbatas, karena kuota FLPP ditentukan pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR dan cepat habis setiap tahunnya.

Tips Agar Pekerja UMR Bisa Lolos KPR Subsidi

Agar peluang memiliki rumah semakin besar, pekerja UMR disarankan:

 

  1. Prioritaskan lokasi Bantul atau Gunungkidul, meski jarak ke kota lebih jauh.
  2. Siapkan DP lebih besar (10–20%) untuk menurunkan cicilan bulanan.
  3. Gabungkan penghasilan pasangan agar rasio cicilan lebih aman.
  4. Pantau kuota FLPP 2026 sejak awal tahun dan segera ajukan melalui bank penyalur seperti BTN.

Kesimpulan

Kenaikan UMK Yogyakarta 2026 memang belum cukup untuk mengejar harga rumah komersial. Namun, dengan perhitungan yang tepat dan memanfaatkan program rumah subsidi, pekerja UMR kini memiliki peluang yang lebih realistis untuk memiliki rumah sendiri. Kunci utamanya terletak pada pemilihan lokasi, kesiapan DP, dan timing pengajuan KPR.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
1 3 4 5 6 7 62

"Setiap pekerjaan yang dilakukan dengan hati, akan kembali menjadi rejeki yang berarti."