Banyak meeting digelar cuma karena “kebiasaan”, bukan karena memang perlu hasil.
Topik melebar, bahas ini-itu, pulang tanpa keputusan jelas.
Tambah cerita, tambah opini, lupa sama batas waktu.
Tanpa catatan dan pembagian tugas, akhirnya rapat ulang.
Diskusi jadi satu arah, ide lain nggak pernah keluar.
Awal rapat molor, tengah rapat nggak benar-benar nyimak.
Waktu habis buat meeting, eksekusi numpuk, lembur jadi biasa.