Jobnas

Gaji Tinggi, Tapi Waktu Hidup Habis di Kantor?

Gaji Tinggi, Tapi Waktu Hidup Habis di Kantor?
Gajinya besar, jam kerjanya juga nggak kecil.
Lebih dari seperempat pekerja Indonesia kerja di atas 49 jam per minggu. Hampir 10 jam sehari.

 

Sektor gaji tinggi justru banyak yang burnout.
Di sektor keuangan, 6 dari 10 pekerja alami gejala burnout meski gajinya di atas rata-rata.

 

Lembur nambah uang, tapi nggak selalu nambah hidup.
Lembur bikin penghasilan naik sementara, tapi capek dan stresnya numpuk jangka panjang.

 

Kerja lama ≠ hidup lebih sejahtera.
68% karyawan kerja di atas 50 jam seminggu, tapi banyak tetap hidup dari gaji ke gaji.

 

Masalahnya bukan cuma kerja, tapi gaya hidup.
Gaji naik, biaya tetap ikut naik. Tanpa sadar tetap kejebak paycheck-to-paycheck.

 

Dampaknya ke badan dan mental serius.
Overwork bisa naikkan risiko burnout sampai 3 kali lipat dan ganggu kesehatan jantung.

 

Makanya, banyak yang mulai mikir ulang.
43% pekerja Indonesia lebih milih work-life balance dibanding gaji tinggi.

 

Rp10 juta tenang vs Rp100 juta tapi stres?
Buat banyak orang sekarang, waktu hidup lebih mahal dari angka di slip gaji.

 

"Setiap pekerjaan yang dilakukan dengan hati, akan kembali menjadi rejeki yang berarti."