Jobnas

Brand Lebih Diingat Dengan Brand Personality yang Kuat!

Brand Personality

Jobnas.com - Salah satu tugas marketer adalah memikirkan bagaimana caranya agar brand yang dibuat perusahaannya lekat di ingatan konsumen. Ternyata, salah satu cara melakukannya adalah dengan merancang brand dengan personality yang kuat.

Brand personality merupakan sesuatu yang dapat membuat konsumen merasa lebih dekat dengan brand, membuatnya mudah diingat, dan tentunya ketika brand tersebut diingatan pelanggan, besar kemungkinan mereka akan memilih brand mu daripada kompetitor lainnya.

Nah, kali ini mimin akan membahas seputar brand personality serta pengaruhnya dalam bisnis.

Baca dan simak artikel ini sampai selesai, ya!

Apa Itu Brand Personality?

Secara umum, brand personality dapat dipahami sebagai karakteristik yang melekat dengan sebuah nama brand.

Brand personality ini menurut Investopedia merupakan salah satu hal yang bisa meningkatkan brand equity.

Alasannya, karena dengan hal ini membuat brand lebih dekat dengan konsumen karena sesuai dengan segmen targetnya.

Brand yang tidak memiliki personality yang sesuai dengan target pasar, akan sulit bagimu untuk meyakinkan calon konsumen bahwa brand-mu lah yang harus mereka pilih.

Lebih lanjut, brand personality merupakan salah satu jenis value added atau nilai tambah bersifat kualitatif. Hal itu bisa menjadi nilai tawar kepada para pelanggan dibanding para pesaing.

Untuk mengaplikasikan brand personality, melansir dari Endeavor Creative, dapat disampaikan lewat visual, tone of voice, maupun kebijakan layanan pelanggan bisnismu.

Pada dasarnya, ada 5 tipe utama brand personality yang sering digunakan brand-brand, yaitu:

•           Excitement: Bersifat bebas, semangat, dan biasanya cocok untuk generasi muda.

•           Sincerity: Bersifat positif, membawa kebaikan, dan arahnya cenderung pada nilai-nilai kekeluargaan.

•           Ruggedness: Tangguh, atletik, aktif.

•           Competence: Sukses, berpengaruh, dan berkesan kepemimpinan.

•           Sophistication: Elegan, mahal, bergengsi

Cara Menentukan Brand Personality

1. Benar-benar pahami brand-mu

Untuk menentukan brand personality, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memahami brand dengan baik.

Untuk bisa mengerti pesan apa yang perlu disampaikan brand-mu dan membangun personality nya, kamu bisa mendapatnya dari pertanyaan berikut:

•           Adakah hal unik yang brand-mu tawarkan?

•           Apa saja core value atau nilai inti brand-mu?

•           Misi apa yang ingin dicapai?

•           Aspek apa yang menjadi kekhususan brand-mu?

•           Siapa saja target pelanggannya?

2. Pertimbangkan tone and voice dari brand

Nilai utama perusahaanmu seharusnya tercermin dalam brand tone dan brand voice.

Kedua hal ini adalah cara penting untuk berkomunikasi dengan pelanggan juga bisa membantu menemukan brand personality.

Dengan mengidentifikasi atribut-atribut yang terkait dengan brand tone dan brand voice-nya, akan lebih mudah untuk mengetahui jenis brand personality yang sesuai.

3. Ketahui pesan yang ingin disampaikan

Pesan yang perlu disampaikan pada konsumen harus didasarkan pada brand voice dan brand tone perusahaan serta pesan tersebut harus mampu mencerminkan personality yang tepat.

Evaluasi lagi pesan brand-mu dan cocokkan dengan atribut-atribut yang telah ditemukan setelah menentukan brand tone dan brand voice.

Kemudian, cobalah pilih salah satu dari 5 tipe brand personality umum yang ada yang paling cocok.

Pentingnya Brand Personality

1. Pembeda dari kompetitor

Persaingan bisnis tidak mudah. Brand personality adalah salah satu strategi efektif yang bisa membuatmu berbeda dibanding yang lain.

Jika brand-mu memiliki kepribadian atau gaya yang konsisten dan jelas, orang-orang akan lebih mudah mengetahui, mengingat, dan bahkan memperhatikan brand-mu.

Mereka akan dapat menemukan nilai unggul yang mereka sukai dibanding lainnya dan memutuskan untuk memilih produk yang kita tawarkan.

2. Memperkuat brand story

Brand story juga merupakan salah satu alasan mengapa orang bisa tertarik untuk memilih produk yang kita tawarkan dibanding yang lain.

Saat ini, konsumen mudah tergerak dengan brand story yang sesuai dengan nilai-nilai yang mereka percayai.

Jika bisa tersampaikan dengan tepat, orang akan tersentuh secara emosional dan lebih mudah terdorong untuk mendukung dengan melakukan pembelian.

So, jika ingin membangun sebuah brand, jangan lupa pula untuk membangun personalitynya.

"Setiap pekerjaan yang dilakukan dengan hati, akan kembali menjadi rejeki yang berarti."