Blog Jobnas
Halaman artikel blog terbaru di Jobnas.com.What is recession? and why recession can happen?
Jobnas.com - What is recession? A recession is a period of economic downturn, typically characterized by a decline in gross domestic product (GDP), an increase in unemployment, and a decrease in the availability of credit. A recession is generally considered to be a more severe and prolonged downturn in economic activity than a slowdown or a recessionary gap, and it typically lasts for several months or more.
Is recession dangerous?

Recessions can be dangerous because they can lead to a variety of negative outcomes, such as increased unemployment, reduced economic activity, and a decline in living standards. In severe cases, recessions can also lead to financial crises, which can have far-reaching consequences.
Read also: What is Inflation, and Why Inflation Can Happen?
Why recession can happen?

There are many different factors that can contribute to a recession. Some of the most common include:
- Slowdowns in economic growth: Economic growth can slow for a variety of reasons, such as a decline in consumer demand, a decrease in business investment, or a reduction in exports. If economic growth slows for an extended period of time, it can eventually lead to a recession.
- Tight monetary policy: Central banks can use a variety of tools to influence the economy, including setting interest rates. If central banks raise interest rates too quickly or too aggressively, it can make borrowing more expensive and slow down economic activity. This can contribute to a recession.
- Inflationary pressures: Inflation can cause a recession if it leads to higher interest rates and slower economic growth. If inflation gets out of control, central banks may need to raise interest rates aggressively in order to bring it back under control. This can slow down economic activity and contribute to a recession.
- Credit bubbles: A credit bubble occurs when there is a rapid expansion of credit and borrowing, followed by a sharp contraction. This can lead to a recession if the bubble bursts and borrowers are unable to repay their loans.
- Geopolitical events: Geopolitical events, such as wars, natural disasters, or political instability, can also contribute to a recession. These events can disrupt trade, damage infrastructure, and reduce consumer confidence, all of which can lead to a decline in economic activity.
What is the best action if recession occurs?

The best action to take if a recession occurs will depend on the specific circumstances and the underlying causes of the recession. Some possible actions that governments and central banks can take to address a recession include:
- Using monetary policy to stimulate the economy: Central banks can use a variety of tools, such as lowering interest rates, to stimulate economic growth and help to prevent a recession from becoming worse.
- Implementing fiscal measures: Governments can also use fiscal measures, such as increasing government spending or cutting taxes, to boost economic activity and help to prevent a recession.
- Providing support to businesses and households: Governments and central banks can provide support to businesses and households that are struggling during a recession. This may include measures such as providing loans or loan guarantees, or offering unemployment insurance or other forms of assistance.
- Supporting the financial system: A recession can put strain on the financial system, and it may be necessary to provide support to banks, investors, and other financial institutions in order to prevent a financial crisis. This may involve measures such as providing liquidity to the financial system, or implementing regulations to promote stability.
- Addressing underlying problems: In some cases, it may be necessary to address the underlying problems that are contributing to the recession. This could involve implementing structural reforms, such as improving the education system or reforming the tax code, to improve the long-term health of the economy.
Beberapa Trik dan Tips Penting Magang untuk Para Mahasiswa
Jobnas.com Sesuai dengan banyak fakta yang pernah dialamai oleh banyak para mahasiswa sebelum mereka melakukan magang, biasanya mereka selalu merasa bingung harus memulainya dari apa dan bagaimana? Dan juga merasa akan takut salah pilih? pertanyaan-pertanyan seperti itu yang sering kali muncul di benak kita. Padahal pertanyaan seperti itu dianggap sangat mendasar.
Magang merupakan kegiatan yang sangat diimpikan oleh banyak mahasiswa di suatu perguruan tinggi. Kita ketahui bersama bahwa pembelajaran kurang maksimal jika hanya di dalam kelas, maka dari itu, untuk memakasimalkan suatu keilmuan maka kalian harus ikut dalam kegiatan magang. Kegiatan magang akan memberikan ilmu secara langsung seperti praktik kesehatan bagi mahasiswa kedokteran, dan praktik peradilan bagi mahasiswa hukum serta banyak jalan lainnya bagi kalian untuk melakukan magang sesuai jurusan kalian masing-masing.
Adapun cara mengatasinya kita dituntut terlebih dahulu untuk mengetahui beberapa langkah-langkah awal sebelum melakukan magang supaya kita bisa menentukan keputusan besar di jauh hari. Adapun trik dan tipsnya sebagai berikut:
1. Menentukan dan Mempertimbangkan Tujuan
Jauh hari sebelum kita melakukan magang perlu kiranya untuk terus memikirkan dan mempertimbangkan akan tujuan kita. Karena sebelumnya kitak tidak tahu mau mencoba kesempatan magang yang seperti apa? Selain memikirkan dan mempertimbangkannnya kita juga bisa memulainya dengan membuat daftar hal-hal yang ingin dituju dan didapat saat kita melakukan magang. Jadi langkah awal kita mulailah dari sekarang untuk memikirkannya supaya kita tidak merasa terjebak.
2. Mencari Tahu tentang Industri yang Berkaitan
Bagaimana caranya supaya kita bisa tahu? Cara itu bisa kita peroleh dengan melakukan browsing terlebih dahulu. Pada tips dan trik ke dua ini jika kita lakukan di jauh hari sebelum kita melakukan magang kita akan lebih kaya mendapatkan informasi terlengkap perusahaan yang akan kita tuju. Dengan tips inilah kita akan mengetahui terlebih dahulu bagaimana pekerjaan kita dan juga kita bisa bisa mengetahui apa yang diharapkan oleh seorang intern dan juga kita akan bisa memenuhi ekspektasi yang diharapkan oleh perusahaan yang kita tuju. Karena tidak sedikit kandidat yang telah gagal dan kurang antusias, padahal mereka juga mempunyai kapasitas, pengalaman serta prestasi yang luar biasa. Setelah semaunya selesai kita ketahui, kita bisa memulai membuat CV yang menarik dan mencantumkan poin-poin hasil riset sebelumnya yang kita dapat.
Dari hasil browsing kita juga bisa mengetahui ada banyak perusahaan yang membuka kesempatan yang tentunya sesuai dengan kapasitas yang kita miliki. Sangat disayangkan jika kita melewatkan informasi bagus tersebut dengan alasan kita sendiri sangat malas untuk mencari tahu tentang info tersebut. Sedagkan pada kenyatannya info yang bagus itu kurang menyebar luas akan tetapi tidak ada salahnya jika bekerja keras terlebih dahulu mencarinya.
3. Memanfaatkan Situs Pekerjaan
Sebenarnya ada banyak sekali macam-macam situs pekerjaan dan yang terpenting kebanyakan gratis! Pada trik dan tips ini yang perlu kita ketahui sebelum melakukan magang terlebih dahulu kita memahami dunia magang terlebih dahulu, kemudian kita melakukan survey kecil-kecilan atas jenis kesempatan yang sudah tersedia. Selanjutnya, sembari memikirkan apa yang bisa membuat kita tertarik. Maka dengan tips ini kita bisa menemukan kesempatan magang sesuai dengan apa yang sudah kita impikan.
4. Career Center
Apa itu career center? Ialah pusat sistem pendidikan dan pelatihan yang diperuntukkan pada alumni di perguruan tinggi. Sedangkan teracer center adalah studi jejak pendataan alumni yang dilakukan setelah dua tahun lulus. Pada tips yang terakhir ini, kita bisa membayangkan karir yang seperti apa dan bagaimana cara mencapainya dan yang pasti sesuai dengan pilihan kalian sendiri.
Baca juga: Definisi dan tips Menghidari Pengangguran Terselubung
Akhirnya, dari sekarang mulailah kebiasaan di atas supaya tidak terus terjebak dalam pertanyaan-pertanyaan yang mendasar. Karena pada proses itu semua siapa tahu kita akan mendapatkan kesempatan magang yang keren. Jika sudah bisa menetukan dan mempertimbangkan tips dan trik ini kita akan dengan sendirinya kita bisa menentukan tujuan setelah hendak melaksanakan magang.
Baca SelengkapnyaWhat is Inflation, and Why Inflation Can Happen?
Jobnas.com - What is Inflation? Inflation is an increase in the general level of prices of goods and services in an economy over a period of time. When the general price level rises, each unit of currency buys fewer goods and services; consequently, inflation reflects a reduction in the purchasing power of money. Central banks attempt to limit inflation, and avoid deflation, in order to keep the economy running smoothly.
Why Inflation Can Happen?
Inflation can happen for a variety of reasons, but some of the most common include an increase in the money supply, a decrease in the supply of goods and services, or an increase in production costs.
An increase in the money supply can lead to inflation if the supply of goods and services does not increase at the same rate. This can happen when a central bank prints more money, or when there is a significant increase in lending and borrowing. This can lead to more money chasing the same number of goods, driving up prices.
A decrease in the supply of goods and services can also lead to inflation. For example, if there is a drought that reduces the supply of crops, the prices of food may rise. Similarly, if there is a disruption in the supply chain for a particular good or service, the price may increase.
Inflation can also be caused by an increase in production costs. If the cost of labor, raw materials, or other factors of production increases, businesses may need to raise prices in order to maintain their profit margins. This can lead to an overall increase in prices across the economy.
What is the Best Action if Inflation Occurs
There is no one-size-fits-all answer to this question, as the best action to take if inflation occurs will depend on the specific circumstances. In general, however, there are a few steps that governments and central banks can take to address inflation.
One common approach is for the central bank to raise interest rates. This can help to reduce demand for goods and services, which can in turn help to slow the rate of inflation. Higher interest rates can also make it more expensive for businesses and consumers to borrow money, which can reduce spending and help to keep prices from rising too quickly.
Another approach is for the government to implement policies that increase the supply of goods and services. For example, the government could invest in infrastructure or support the development of new technologies that increase productivity and improve the supply of goods and services. This can help to keep prices from rising too quickly.
In some cases, the government may also need to implement measures to reduce the money supply. This can be done by selling government bonds or other assets, which can help to remove some of the excess money from circulation and reduce the rate of inflation.
Ultimately, the best action to take if inflation occurs will depend on the specific circumstances and the underlying causes of the inflation. It may be necessary to use a combination of different approaches to address the problem effectively.
Read also: Fintech Trends and Types
What are the necessary actions to prevent inflation

There are a few different actions that can be taken to prevent inflation. Some of the most common include:
- Maintaining a stable money supply: One of the key factors that can contribute to inflation is an increase in the money supply. Central banks can help to prevent inflation by carefully managing the money supply and ensuring that it grows at a steady, sustainable rate.
- Controlling the growth of government debt: Government borrowing can also contribute to inflation, as it increases the amount of money in circulation. Governments can help to prevent inflation by controlling the growth of their debt and limiting their borrowing.
- Maintaining low and stable inflation expectations: Inflation can become a self-fulfilling prophecy if people expect prices to rise and adjust their behavior accordingly. Central banks can help to prevent this by communicating clearly about their inflation goals and working to maintain low and stable inflation expectations.
- Supporting a strong and flexible economy: A strong and flexible economy is less likely to experience inflationary pressures. Governments and central banks can help to prevent inflation by supporting economic growth and stability through a range of measures, such as promoting trade, investing in infrastructure, and supporting the development of new technologies.
- Monitoring and responding to economic conditions: Inflation can be difficult to predict, and sometimes it can arise unexpectedly. Governments and central banks can help to prevent inflation by closely monitoring economic conditions and being prepared to respond quickly if inflationary pressures arise. This may involve using a range of policy tools, such as adjusting interest rates, implementing fiscal measures, or taking other steps to address the problem.
Fintech Trends and Types
Jobnas.com - Fintech, or financial technology, is the use of technology to improve and automate financial services. This can include things like mobile banking apps, online investment platforms, and other forms of technology used to make financial services more accessible and efficient. Fintech has become increasingly popular in recent years, as more and more people are using technology to manage their financial lives.
History of Fintech
The term "fintech" was first used in the early 21st century, but the use of technology to improve financial services has a much longer history. Some of the earliest examples of fintech include the use of ledgers and double-entry bookkeeping to track financial transactions, as well as the development of stock markets and other financial institutions.
In recent years, the rise of the internet and mobile technology has led to the rapid growth of fintech. This has included the development of online banking and other financial services, as well as the rise of digital currencies like Bitcoin. Today, fintech is a rapidly growing industry, with new developments and innovations happening all the time.
Fintech Trends
It is difficult to say which fintech company is the biggest, as there are many different ways to measure size and success in the industry. Some of the biggest fintech companies in the world include established players like PayPal and Square, as well as newer companies like Robinhood and Revolut. These companies have made a big impact on the financial services industry and have achieved significant growth and success.
Read also: Advertising Online to Get Benefits for Small Business
How Many Types of Fintech
There are many different types of fintech, as the term encompasses a wide range of financial services and technology. Some of the main types of fintech include:
- Payments and money transfer: This includes companies that provide online and mobile payment services, as well as those that facilitate the transfer of money between individuals and businesses.
- Lending and borrowing: This includes fintech companies that provide online lending and borrowing services, as well as those that help individuals and businesses access credit.
- Personal finance management: This includes fintech companies that offer tools and services to help individuals manage their finances, such as budgeting and savings apps.
- Wealth management: This includes fintech companies that provide online investment platforms and other tools to help individuals and businesses manage their wealth.
- Insurance: This includes fintech companies that provide online insurance services, such as comparison websites and digital insurance providers.
- Blockchain and cryptocurrency: This includes fintech companies that use blockchain technology and digital currencies like Bitcoin.
These are just a few examples of the many different types of fintech. As the industry continues to evolve, new types of fintech are likely to emerge.
Baca SelengkapnyaContoh Info Lowongan Kerja yang Baik & Benar
Lowongan kerja yang Jobnas.com maksud adalah posisi pekerjaan yang tersedia di suatu perusahaan atau organisasi. Biasanya perusahaan akan memposting lowongan kerja untuk mencari calon karyawan yang sesuai dengan kualifikasi dan kemampuan yang dibutuhkan. Orang yang mencari pekerjaan dapat memperhatikan lowongan kerja yang tersedia dan melamar jika sesuai dengan kualifikasi dan kemampuan mereka.
Contoh Format Lowongan Pekerjaan
Jobnas.com akan menjelaskan Informasi lowongan kerja secara detail, berikut adalah contoh lowongan kerja yang baik.
Pertama-tama perusahaan atau organisasi perlu menentukan posisi pekerjaan yang tersedia dan kualifikasi yang dibutuhkan untuk posisi tersebut. Kemudian, perusahaan dapat menuliskan informasi lowongan kerja secara jelas dan terperinci, termasuk tanggung jawab pekerjaan, gaji, dan batas waktu pengiriman lamaran. Perusahaan juga dapat menyertakan informasi kontak seperti alamat email atau nomor telepon untuk memudahkan calon karyawan yang ingin melamar.
Selain itu, perusahaan dapat menyertakan informasi lain yang dianggap penting dan relevan, seperti benefit atau fasilitas yang ditawarkan kepada karyawan. Dengan demikian, informasi lowongan kerja akan lebih menarik bagi calon karyawan dan dapat meningkatkan peluang mereka untuk melamar pekerjaan tersebut.
Berikut contoh format info loker yang lengkap:
Deskripsi Perusahaan
"PT. Jobnas Fashion adalah perusahaan yang bergerak di bidang retail fashion. Saat ini kami sedang mencari calon karyawan yang dinamis dan kreatif untuk mengisi posisi sebagai Asisten Desainer.
Posisi Pekerjaan
Asisten Desainer
Kualifikasi yang dibutuhkan:
- Pendidikan minimal D3 Desain Mode
- Memiliki pengalaman kerja minimal 1 tahun di bidang desain mode
- Mampu menggunakan software desain seperti Adobe Illustrator dan Photoshop
- Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik dan mampu bekerja dalam tim
Tanggung jawab pekerjaan:
- Mendesain koleksi fashion sesuai dengan trend dan permintaan pelanggan
- Mengembangkan ide-ide kreatif untuk desain koleksi
- Mengkoordinasikan tim desain dalam proses produksi
- Melakukan riset pasar dan kompetitor untuk mengembangkan desain yang inovatif
Benefits
- Gaji yang ditawarkan: Rp. 4.000.000,- per bulan
- Bonus
- Fasilitas jaminan kesehatan
- Tempat tinggal
Cara Melamar
Jika Anda memenuhi kualifikasi tersebut, silakan kirimkan surat lamaran, CV, dan portofolio desain Anda ke alamat email kami: recruitment@jobnas.com.
Deadline
Batas waktu pengiriman lamaran: 15 Desember 2022
Alamat Perusahaan
Jl. Timoho No.985a, Baciro, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55225
Terima kasih."
Tidak semua informasi lowongan kerja akan di publikasikan di Jobnas.com. Info lowongan yang Jobnas.com terima haruslah lengkap, jelas dan tidak membingungkan.
admin jobnas.com
Untuk membuat info lowongan, Jobnas.com menyediakan formulir otomatis yang dapat membantu perwakilan perusahaan mumbuat informasi lowongan kerja Silahkan buka Form Lowongan Kerja di Jobnas.
Download Contoh Lowongan Kerja
How to Advertising With Google Ads? Here are The Steps
Jobnas.com Advertising with Google is an efficient strategy to grow your internet business. As a result, you must learn how to develop Google Ads in order to attract a large number of customers. Google, the world's largest search engine, has 98% of Indonesian users.
Google is the place to find a lot of information about what you want to know. The huge market reach of Google makes this digital giant one of the most effective advertising platforms for a business.
You can design ads that will appear in Google search results by using the Google Ads advertising platform. Isn't it cool?
12 Tips to Advertise with Google Ads
Getting the most out of every ad dollar spent is a crucial aspect of using Google Ads. Here are some useful suggestions for using Google to create great advertising with Google Ads:
- Concentrate on your advertising objectives
- Budget allocation should be based on performance
- Recognize your target market
- When possible, use location targeting
- Prevent your adverts from being overexposed
- Relevance as a goal
- Keep an eye out for ways to improve
- Simplify
- Make use of campaign strategically
- Purposeful bidding
- Monitor conversions for quality
- Always testing
How to Use Google Ads
Google changed the name of its advertising platform from Google AdWords to Google Ads on July 24, 2018. However, in general, the usage is nearly identical. The style and features of Google Ads have changed.
This article will show you how to create simple Google Ads. Hopefully, it will assist you in growing your company. See how to use Google Ads below!
1. Create a Google Ads account
You must first create an account on Google before you can begin advertising. If you don't already have a Google Ads account, go to the Google Ads website. Then, proceed with the Google Ads account creation process. You can also use an existing Google account to sign in.
However, if you want complete control over the advertising that will be created, it is recommended that you switch to Expert Mode by clicking the 'Switch to Expert Mode' button.
2. Determining Ad Goals
The second step is to ascertain the advertiser's goals or objectives. Your adverts will be organized in such a way that they will assist you in achieving your desired results.
3. Choose an Ad Display Type
The campaign type is the format in which the advertising with google will be shown. For each campaign's goal. When you put ads on Google, you can select from numerous sorts of campaigns, including:
- Search engine marketing campaign
- Campaign for display
- Campaign for retail sales
- Campaign for Video
- Campaign for App
- Clever advertising campaign
- Campaign at the local level
4. Complete the Ad Basic Settings
To show advertising, you must first complete basic ad settings such as ad type, ad name, and network selection.
5. Determine the Duration of The Ad
The next step in generating Google Ads is determining the duration of the ads. To access the settings, first select 'Show more settings'. Following that, you will have many options for determining how long Google will serve your advertisements for.
6. Select Location and Language Range
To be more specific, you can limit the range to the province or city you want to reach. Determine your target audience's language. Google will choose to show advertisements to those who have those language options.
7. Determine the Target Audience
You can choose the audience that perfectly suited your target market so that adverts can be shown to them specifically. Determine the target audience, for example, by looking at demographics, age, and interests.
8. Set a Daily Budget for Ads
You can choose how much money Google can spend each day on ad placement for each campaign. To properly post ads on Google, you must first establish a budget for the ad. Google offers a budget limit option that will automatically stop ads when the cost limit is reached.
When you are first getting started with ads, start with the smallest budget. Then you can gradually begin measuring ad success and attempting to optimize them.
9. Specify Bidding for Ads
Bidding is the amount of money you will spend on each ad purpose or the cost of one ad click. You can configure it to track conversions, clicks, or impressions. Click 'Save and Continue' after you are finished.
10. Define Keywords for Ad Group Ads
Then, in ad groups, adjust the keyword settings. Multiple ad groups can be found in a single campaign. Each campaign allows you to build one or more ad groups. If you are making more than one group ad, give each one a different name in the spaces provided.
This will help you determine which ad performs best. Next, input keywords related to the advertising you have produced. The goal is for your ad to appear in the search results when users enter the keyword in a Google search.
After you have completed the keyword, do not forget to click 'Save and continue' to proceed to the next step.
11. Create an advertisement/Ad copy
After you have completed the above settings, the next step in creating advertising with Google Ads is to construct an ad display form. For paid search, Google limits the character count of the text so that the complete ad text can be displayed in the search results.
To entice your viewers to click on your ad, write short and informative sentences. Then, click 'Save and Continue' to save the settings.
12. Conduct a review
When you are through configuring your ads, you will be transferred to the review page before you can upload them to Google. If you still need to make changes, do so before releasing advertisements.
13. Complete payment details
The final step in designing and creating advertising on Google is to complete the payment details for ad serving. Fill in the essential information, such as billing country, time zone, client information, payment method, and so on.
Read also: Best Advertising Website to Free Ads and Boost Your Marketing
Once everything is completed, check for approval and click the 'Submit' button. Then you will be taken to the billing information. Complete the payment in accordance with the amount billed. If so, your ad will appear on Google if it is authorized. That was a tutorial on how to build advertising with Google Ads. Hopefully, this article will assist you in expanding your business by creating advertising with Google Ads. Best of luck!
Baca Selengkapnya3 Cara Mengecek Saldo BPJS Mudah Secara Online
Jobnas.com Asuransi jaminan kesehatan merupakan instrumen penting yang harus dimiliki oleh setiap manusia. Di Indonesia asuransi kesehatan telah dijamin dengan program BPJS. Perlu anda ketahui bahwa ada setidaknya 3 cara mengecek saldo BPJS dengan mudah secara online.
Bagaimana cara melihat BPJS Ketenagakerjaan aktif atau tidak? Berikut langkah-langkah penjelasan cek saldo BPJS Ketenagakerjaan online 2021-2022.
1. Cara Mengecek Saldo BPJS via Aplikasi JMO
Cara cek BPJS Ketenagakerjaan yang pertama anda bisa lakukan melalui aplikasi Jamsostek Mobile (JMO). Sedikit informasi bahwa dulu aplikasi ini bernama BPJSTKU dan BPJS Ketenagakerjaan, namun diubah dengan maksud rebranding menjadi JMO.
Adapun bagaimana cara cek saldo di JMO adalah sebagai berikut.
- Silakan unduh dan instal terlebih dahulu aplikasi JMO pada smartphone anda. Android melalui playstore, dan iOS melalui App store.
- Setelah berhasil menginstal, buka aplikasi JMO dan pilih menu “Buat Akun”.
- Kemudian pilih “Kewarganegaraan”, yakni WNI.
- Setting jenis kepesertaan, apakah anda seorang “Penerima Upah”, “Bukan Penerima Upah”, atau “Pekerja Migran Indonesia”.
- Lalu masukan data diri lengkap terkait anda, seperti nama lengkap dan tanggal lahir, KTP, NIK, serta nomor kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan.
- Pilih menu halaman “Jaminan Hari Tua”, lalu pilih opsi “Saldo”.
- Nah, setelah itu akan ditampilkan informasi detail terkait akun BPJS Ketenagakerjaan anda beserta saldonya.
Ini adalah tutorial bagaimana cara cek saldo di JMO jika anda belum memiliki akun di aplikasi JMO. Namun jika anda sudah memiliki akun, anda hanya perlu masukan password dan username/email anda, lalu langsung klik menu “Jaminan Hari Tua”, lalu pilih “Saldo”.
2. Cara Mengecek Saldo BPJS via Website
Selain melalui aplikasi JMO, anda juga bisa cek saldo BPJS Ketenagakerjaan onlinevia website resmi BPJS. Cara ini juga mudah dan bisa dilakukan melalui PC maupun HP.
Berikut langkah-langkah cara mengecek saldo BPJS melalui website.
- Buka browser (Chrome atau Firefox) pada perangkat anda, lalu pada tab pencarian ketik alamat url berikut: sso.bpjsketenagakerjaan.go.id.
- Kemudian pilih menu “Buat Akun”, ikuti instruksi yang disampaikan sampai akun anda selesai dibuat.
- Setelah akun anda aktif dan berhasil terverifikasi, silakan lakukan login kembali.
- Lalu pilih menu “Lihat Saldo JHT”, untuk cek saldo JHT milik anda.
- Pada layar akan ditampilkan saldo JHT anda sekaligus informasi detail pelengkap lainnya terkait JHT anda, seperti kapan Jamsostek bisa cair.
Jika anda sudah memiliki akun, anda cukup login akun anda kemudian pilih menu “Lihat Saldo JHT”. Anda dapat langsung melihat dan cek saldo JHT milik anda.
3. Cara Mengecek Saldo BPJS via SMS
Yang terakhir adalah cara cek saldo BPJS Ketenagakerjaan tanpa aplikasi, yakni melalui layanan SMS. Cara ini juga sangat mudah dan praktis saat anda sedang di luar jaringan (offline).
Karena metode cara mengecek saldo BPJS menggunakan SMS anda perlu sediakan pulsa, sedikitnya Rp. 2.000,-. Berikut ini bagaimana cara cek saldo BPJS via layanan SMS.
- Buka apps SMS pada smartphone anda. Lalu ketik format registrasi: Daftar (spasi) SALDO #NO_KTP #TGL_LAHIR (DD-MM-YYYY) #NO_PESERTA #EMAIL. Kirimkan ke 2757.
- Setelah menyelesaikan proses registrasi, selanjutnya kirim SMS dengan format cek saldo JHT: SALDO (spasi) NOMOR PESERTA. Kirim SMS ke 2757.
- Secara otomatis anda akan menerima SMS balasan berisi informasi mengenai saldo akun BPJS JHT anda.
Jika anda sudah pernah melakukan registrasi via layanan SMS, anda cukup langsung mengirimkan SMS format cek saldo saja. Lalu kirim SMS tersebut ke nomor 2757.
Itulah 3 cara mengecek saldo BPJS dengan mudah secara online dan offline (via SMS) yang bisa anda coba untuk cek saldo JHT (Jaminan Hari Tua).
Keuntungan Memiliki BPJS Ketenagakerjaan
Walaupun tidak ada seorang individu yang ingin sakit, namun memiliki BPJS sangatlah penting. Karena asuransi kesehatan BPJS akan sangat membantu di saat genting. BPJS juga berguna sebagai antisipasi jika terjadi hal-hal yang di luar dugaan atau prediksi manusia.
Berikut 6 keuntungan memiliki BPJS Ketenagakerjaan bagi pemiliknya.
1. Layanan Kesehatan Tingkat Pertama
Pelayanan kesehatan tingkat pertama merupakan pelayanan kesehatan perorangan yang bersifat primer atau non-spesialistik. Layanan kesehatan tingkat pertama ini mencangkupi RJTP dan RITP.
RJTP dan RITP diberikan atas rujukan puskesmas, praktik mandiri dokter dan praktik mandiri dokter gigi. Fasilitas kesehatan lainnya berupa apotik dan laboratorium.
2. Rawat Jalan Tingkat Pertama (RJTP)
RJTP atau Rawat Jalan Tingkat Pertama adalah penanganan pertama yang bertujuan untuk pencegahan dan pengobatan pada pasien BPJS Ketenagakerjaan. Dengan fasilitas ini pasien dapat melakukan penyuluhan kesehatan dan imunisasi rutin.
Fasilitas ini juga mencangkupi program keluarga berencana (konseling dan pelayanan kontrasepsi). Selain itu dengan layanan ini anda juga bisa melakukan screening dan check up kesehatan.
Layanan ini dapat memberikan anda pencegahan awal penyakit dengan mendeteksi resiko penyakit dengan metode tertentu. Peserta juga dapat menikmati pelayanan kesehatan dalam rangka meningkatkan kesehatan bagi peserta BPJS penderita penyakit kronis.
3. Rawat Inap Tingkat Pertama (RITP)
Ketika seorang pasien peserta BPJS harus melakukan tindakan Rawat Inap Tingkat Pertama (RITP), maka biaya administrasi dan lain sebagainya akan ditanggung oleh pihak BPJS.
Hal yang ditanggung berupa, akomodasi rawat inap, obat yang harus dikonsumsi, pemeriksaan, dan konsultasi medis baik operatif maupun non-operatif.
RITP juga mencangkupi layanan kebidanan, ibu dan bayi, seperti persalinan varginam (bukan resiko tinggi), persalinan dengan komplikasi, dan pertolongan neonatal dengan komplikasi.
4. Pelayanan Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan
Pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjut merupakan layanan kesehatan yang bersifat sekunder atau spesialistik dan sub-spesialistik. Biasanya menangani penyakit yang masuk ke dalam kategori berat.
Layanan ini diberikan oleh klinik utama atau yang setara, seperti rumah sakit umum, rumah sakit khusus, atau fasilitas kesehatan penunjang (apotik, optik, dan laboratorium).
5. Rawat Jalan Tingkat Lanjutan (RJTL)
Rawat Jalan Tingkat Lanjutan atau RJTL sama seperti RJTP, namun bedanya adalah RJTL menangani penyakit kategori spesialistik dan sub-spesialistik.
Layanan ini mencangkup administrasi, pemeriksaan, pengobatan, konsultasi medis yang dilakukan di Ruang Gawat Darurat. Selain itu juga tindakan bedah medis maupun non-bedah dengan indikasi medis.
Terdapat juga fasilitas penunjang diagnostik lanjutan, seperti cek laboratorium dan radiologi,
6. Rawat Inap Tingkat Lanjutan (RITL)
Rawat Inap Tingkat Lanjutan (RITL) merupakan layanan kesehatan dari BPJS untuk pasien yang harus dirawat di ruangan khusus, seperti perawatan inap intensif (ICU, ICCU, NICU, dan PICU).
Baca juga: BLT BPJS Ketenagakerjaan: Cara Daftar dan Persyaratannya
Memiliki BPJS Ketenagakerjaan sangat menguntungkan, karena kesehatan anda selama dalam keadaan sehat maupun sakit akan terjamin dengan adanya BPJS. Pastikan akun anda selalu aktif agar BPJS selalu siap sedia ketika diperlukan. Sekian pembahasan mengenai 3 cara mengecek saldo BPJS dengan mudah secara online serta keuntungan memiliki BPJS Ketenagakerjaan bagi para peserta BPJS. Semoga artikel ini bermanfaat!
Baca SelengkapnyaInilah 6 Keterampilan yang Wajib Dimiliki oleh Sekretaris
Jobnas.com - Hingga saat ini, masih banyak orang yang menyepelekan profesi kesekretariatan. Memang, menjadi seorang sekretaris profesional tidaklah mudah. Tidak hanya harus tahu cara mengadakan rapat, sekretaris yang handal juga harus menguasai sejumlah keterampilan penting yang dapat membantu pekerjaannya.
Ada beberapa keahlian yang harus dikuasai karena peran profesi ini sangat menentukan kelangsungan operasional perusahaan. Jika kalian tertarik untuk mencoba berkarir sebagai sekretaris, kalian harus mengetahui terlebih dahulu keterampilan-keterampilan yang harus dikuasai di bawah ini.
Keterampilan Sekretaris untuk Dikuasai
1. Komunikasi
Setiap jenis pekerjaan membutuhkan keterampilan komunikasi. Namun, bagi seorang sekretaris, jenis keterampilan ini harus dikuasai. Komunikasi baik lisan maupun tulisan harus dikuasai oleh sekretaris. Pasalnya, pekerjaan mereka tidak akan jauh dari berkomunikasi dengan orang lain. Mereka akan sering berinteraksi dengan karyawan atau pelanggan lain secara langsung atau melalui telepon.
Menurut Career Builder, hampir semua pekerjaan sekretaris melibatkan pemberian umpan balik tertulis atau lisan. Dengan demikian, keterampilan komunikasi sangat perlu dikuasai agar tidak mengalami kesulitan dalam melaksanakan tugasnya.
2. Kemampuan Mengatur Banyak Hal
Salah satu keterampilan utama yang harus dimiliki seorang sekretaris adalah kemampuan mengatur berbagai hal. Seperti yang dijelaskan oleh The Balance Careers, sekretaris perlu memiliki keterampilan organisasi yang baik.
Ini diperlukan karena mereka harus menangani banyak tugas administratif seperti menjawab email, menjadwalkan janji temu, dll. Tentunya tanpa kemampuan berorganisasi yang baik, seorang sekretaris akan kebingungan dalam menjalankan tugasnya.
3. Paham Tentang Dunia Teknologi
Pegawai juga harus mengikuti perkembangan teknologi. Pasalnya, pekerjaan mereka juga sangat bergantung pada teknologi. Beberapa perangkat seperti ponsel pintar, tablet, dan komputer adalah perangkat teknologi yang akan digunakan sekretaris setiap hari.
Tentunya dengan perangkat tersebut akan memudahkan mereka dalam menyelesaikan tugas-tugasnya, seperti menjadwalkan rapat atau memesan tiket untuk atasannya. Selain itu, mereka juga membutuhkan beberapa program pengolah dokumen dan kata seperti Microsoft Word, Microsoft Excel, email, dll.
Jadi, setelah kalian memiliki pemahaman dasar tentang teknologi dan software yang dibutuhkan untuk pekerjaan tersebut, tentunya tidak akan sulit untuk menjalankan tugas tersebut.
4. Pemecahan Masalah
Keterampilan selanjutnya yang harus dikuasai seorang sekretaris adalah pemecahan masalah. Seorang sekretaris tentunya akan menghadapi banyak tantangan dalam pekerjaannya. Misalnya, menghadapi atasan yang rumit atau masalah administrasi lainnya di kantor.
Memang, banyak atasan terkadang berkonsultasi dengan sekretaris sebelum mengambil keputusan. Oleh karena itu, kalian harus memiliki keterampilan pemecahan masalah agar ketika menerima pertanyaan, kalian dapat menjawabnya dengan benar dan logis. Dalam pemecahan masalah tentunya diperlukan juga kemampuan berpikir kritis. Jadi selalu banyak membaca dan mencari ilmu baru agar bisa terus mengasah kemampuan tersebut.
5. Fleksibel dan Dapat Diandalkan
Menjadi seorang sekretaris juga harus ulet dan bisa tetap fleksibel. Biasanya, jam kerja sekretaris bisa lebih panjang karena harus selalu mengikuti kecepatan kerja atasannya. Jadi, saat bos sibuk rapat dan lembur, sekretaris juga akan lembur.
Namun, hal ini tentunya tidak bisa bersifat umum karena bergantung pada kebijakan masing-masing perusahaan. Seperti yang dijelaskan Chron, sekretaris harus dapat diandalkan dan selalu fleksibel dalam menjalankan tugasnya. Mengapa fleksibilitas diperlukan? Tentunya karena sekretaris harus mampu menghadapi perubahan dan masalah yang tidak terduga.
Baca juga: Agar Kamu Tidak Stres, Ini Dia 5 Tips Menghadapi Atasan Gila Kerja
6. Bisa Lebih Proaktif
Tetap proaktif dan mampu melakukan pendekatan secara proaktif adalah keterampilan yang juga harus dimiliki seorang sekretaris. Ketika seorang sekretaris hanya menunggu perintah, tentu dia tidak akan berkembang. Padahal, untuk sukses dalam bisnis ini, kalian harus selalu proaktif dan fleksibel.
Padahal, kemampuan ini merupakan salah satu kunci sukses seorang sekretaris karena tentunya sangat membantu dalam mengurangi beban kerja. Bersikap proaktif berarti mampu mengantisipasi setiap masalah yang muncul dan mencari solusinya.
Itu saja dulu penjelasan dari Jobnas mengenai skill yang harus dikuasai seorang sekretaris.
Jika kalian ingin berkarir di profesi ini, maka kalian perlu mempersiapkan dan mengasah beberapa keterampilan yang disebutkan di atas tanpa mengurangi satu pun darinya.
Baca SelengkapnyaMulai Saat Ini Marilah Berkenalan dengan Hedge Fund; Investasi yang Paling Diminati
Jobnas.com - Hedge Fund untuk saat ini, masih dianggap sebagai instrumen investasi yang sangat diminati oleh investor dan pemegang saham karena masih sangat dianggap paling aman. Selain itu juga sangat berpotensi berpotensi menguntungkan, opsi investasi ini tidak kalah terkenalnya dengan opsi instrumen lainnya.
Pada artikel kali ini Jobnas akan memberitahu kalian apa yang dimaksud dengan Hedge Fund fungsi, manfaat dan kegunaan lainnya. Yuk simak selengkapnya di bawah ini.
Definisi Hedge Fund
Dana lindung nilai atau hedge fund, pada dasarnya adalah kumpulan investasi yang dikontribusikan oleh sejumlah mitra investor. Uang yang terkumpul kemudian akan dikelola oleh manajer investasi profesional untuk tujuan manajemen risiko.
Meski tidak eksklusif, institusi, investor yang memiliki hubungan dengan manajer, dan bahkan manajer itu sendiri sering berinvestasi di hedge fund. Tujuan utama penggalangan dana lindung nilai adalah untuk memaksimalkan keuntungan dan meminimalkan risiko kerugian.
Selain itu, setiap dana lindung nilai gabungan dirancang untuk memanfaatkan peluang pasar tertentu yang telah diidentifikasi oleh analis. Hedge fund menggunakan strategi investasi yang berbeda dan dengan demikian, instrumen jenis ini sering diklasifikasikan menurut gaya investasi yang berbeda.
Dalam masing-masing gaya investasi ini terdapat atribut risiko dan opsi investasi yang berbeda. Di mata hukum, dana lindung nilai umumnya dianggap sebagai kemitraan investasi swasta untuk sejumlah kecil investor terakreditasi, di mana mereka membebankan biaya awal minimum yang substansial.
Investasi dana lindung nilai pada dasarnya tidak likuid karena biasanya mengharuskan investor untuk menyimpan uang mereka di dana tersebut setidaknya selama satu tahun. Periode penyimpanan ini disebut waktu kunci. Penarikan juga hanya dapat dilakukan pada interval tertentu, seperti triwulanan atau setengah tahunan.
Fitur Dana Hedge Fund
Seperti jenis instrumen investasi lainnya, dana lindung nilai memiliki sejumlah karakteristik yang harus dianalisis oleh investor. Karakteristik ini nantinya akan membantu investor menentukan apakah akan memprioritaskan dana lindung nilai.
Berikut adalah penjelasan tentang karakteristik hedge fund yang harus diketahui oleh kalian:
1. Hanya untuk Investor yang Memenuhi Syarat
Di subbab sebelumnya Jobnas sudah menjelaskan mengenai fitur-fitur Hedge Fund saat ini Jobnas akan menjelaskan mengenai karaktersitik Hedge Fund ialah berinvestasi dalam dana lindung nilai hanya diperbolehkan untuk sejumlah investor terpilih yang memenuhi syarat.
Menurut Investopedia, Investor Terakreditasi adalah mereka yang memiliki pendapatan lebih dari $200.000 dalam dua tahun terakhir atau kekayaan bersih lebih dari $1 juta. Aturan ini dikeluarkan oleh Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat. Mereka menganggap investor yang memenuhi persyaratan ini berpengalaman dalam mengelola potensi risiko mandat investasi yang lebih luas.
2. Memberikan Fleksibilitas Investasi
Cakupan investasi dana lindung nilai hanya dibatasi oleh mandatnya. Hedge fund dapat berinvestasi dalam berbagai hal, seperti tanah, perumahan, saham, derivatif, dan mata uang. Sebaliknya, reksa dana harus diinvestasikan dalam bentuk saham atau obligasi dan biasanya hanya untuk jangka panjang.
3. Biasanya Membutuhkan Pinjaman
Hedge fund sering menggunakan dana pinjaman untuk meningkatkan keuntungan mereka. Namun, seperti yang terjadi pada krisis keuangan tahun 2008, dana pinjaman juga dapat menghapus nilai dana lindung nilai.
4. Struktur Biaya
Struktur biaya ini dikenal sebagai "Dua Puluh Dua Puluh", di mana biaya manajemen aset 2% akan dipotong dari 20% dari setiap laba yang dihasilkan. Alih-alih hanya membebankan rasio biaya, dana lindung nilai membebankan persentase biaya serta biaya kinerja kepada investor. Bahkan, ada karakteristik yang lebih spesifik untuk menggambarkan dana lindung nilai.
Namun, karena mereka pada dasarnya adalah kendaraan investasi swasta yang hanya memungkinkan individu kaya untuk berinvestasi, pemilik dana lindung nilai dapat melakukan yang terbaik jika pemilik dana mengungkapkan strategi mereka kepada investor swasta. Keuntungan dan kerugian dana lindung nilai
Setelah membahas definisi dan karakteristiknya, sekarang kita harus mempertimbangkan semua pro dan kontra berinvestasi di hedge fund. Nah, menurut Info Untuk Investor, berikut kelebihan hedge fund:
Fleksibel
Strategi investasi aktif Cocok untuk penjualan panjang atau pendek Produktivitas tinggi Tingkatkan peluang untuk mendiversifikasi portofolio investasi kalian saran ahli dan transparansi Sementara itu, kerugian berinvestasi di hedge fund adalah: Biayanya cukup besar Kualifikasi terbatas pada investor dengan banyak aset Risiko kegagalan tinggi.
Kurang lebih begitulah penjelasan Jobnas pada artikel kali ini tentang apa itu hedge fund. Jenis instrumen investasi ini digunakan sebagai salah satu cara bagi investor untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar dan mengurangi risiko kerugian.
Baca Juga: Sebelum Mulai Investasi Pahami Dulu 5 Perbedaan Reksa Dana Syariah dan Konvensional
Namun sayangnya, bentuk investasi ini hanya diperbolehkan bagi investor yang memenuhi syarat karena jumlah biaya yang harus dikeluarkan cukup besar.
Baca SelengkapnyaBLT BPJS Ketenagakerjaan: Cara Daftar dan Persyaratannya
Jobnas.com BLT BPJS Ketenagakerjaan merupakan Bantuan Subsidi Upah atau BSU yang disalurkan pemerintah kepada warga dengan ketentuan berlaku. Dampak pandemi memang belum usai dalam menetralkan perekonomian seperti semua sehingga bantuan masih terus dikucurkan.
Buat yang belum tahu BLT adalah Bantuan Langsung Tunai yang diberikan pada warga dengan kriteria tertentu pada masing-masing bantuan tersebut. Apa syaratnya dan bagaimana cara daftar BSU, dapat cek dalam artikel ini.
Syarat BLT BPJS Ketenagakerjaan
BSU BPJS ketenagakerjaan 2022 akan menargetkan jumlah penerima BSU 2022 sebanyak 8,8 juta pekerja. Perlu diketahui bahwa di tahun 2022 merupakan yang ketika sejak adanya pandemi.
Agar mengetahui bagaimana syarat penerima BSU 2022, perlu dilihat syaratnya di bawah ini, yaitu:
1. Warga Negara Indonesia
Penerima adalah Warga Negara Indonesia yang dibuktikan dengan KTP dan adanya NIK. WNI merupakan syarat utama yang harus dipenuhi.
2. Aktif Program BPJS
Adapun orang yang bersangkutan aktif dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan BLT BPJS Ketenagakerjaan. Jika tidak lebih baik urungkan untuk mendaftar.
3. Jumlah Gaji atau Upah
Gaji yang diterima per bulan harus di bawah 3,5 juta rupiah per bulan. Artinya jika lebih dari itu sebaiknya tidak perlu mendaftar. Wajar jika tertarik dengan banyaknya hal tentang BSU BPJS ketenagakerjaan kapan cair, maka gaji di bawah 3,5 juta dapat mendaftar.
4. Pekerja yang Diutamakan
Calon penerima lebih diutamakan pekerja yang kerja dalam beberapa sektor, antara lain:
- Industri barang transportasi
- Properti
- Real estate dan aneka industri
- Perdagangan dan jasa kecuali bidang pendidikan dan kesehatan yang sesuai klasifikasi sektoral BPJSTK.
Syarat tersebut harus dipenuhi agar BLT BPJS ketenagakerjaan dapat diterima. Selanjutnya perlu melakukan cek BLT BPJS ketenagakerjaan apakah sudah masuk dalam daftar BSU sebagai penerima.
Adapun jika ingin mengecek cek BSU penerimanya di tahun 2022 juga mudah dan cepat, yaitu:
1. Buka situs resminya kemnaker.go.id
2. Mendaftar akun dengan melengkapi data di form yang disediakan.
3. Melakukan aktivasi dengan OTP.
4. Segera masuk ke akun yang telah dibuat.
5. Melengkapi profil dengan benar dan lengkap jangan ada yang keliru. Sebelumnya cek dengan baik apakah sudah benar isiannya.
6 Mendapatkan notifikasi verifikasi dan validasi.
Dengan begitu akun telah dapat dibuat dan BLT BPJS ketenagakerjaan kemungkinan didapatkan. Namun, perlu mengetahui langkah berikutnya untuk cara mendaftarnya. Tidak sulit dan dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja karena semua serba online.
Cara Daftar BSU BLT BPJS Ketenagakerjaan
Cara daftar BSU BPJS ketenagakerjaan tidak rumit dan cepat dilakukan. Seperti halnya sistem BLT lain yang memudahkan penerima. BLT BPJS ketenagakerjaan begitu juga dan tidak membingungkan calon pendaftar atau penerima.
Jika masih bingung bagaimana caranya, akan dijelaskan dengan langkah praktis dan mudah dalam artikel ini. Berikut cara daftar BSU di tahun 2022, tidak rumit dan langkahnya cepat sekali.
1. Pastikan Koneksi Lancar
Sebelum mulai melakukan pendaftaran, pastikan koneksi provider atau WiFi yang digunakan aman. Jangan sampai di tengah melakukan pendaftaran malah lemot sehingga tidak lancar hingga selesai.
2. Masuk ke kemnaker.go.id
Silakan cari di mesin pencarian guna masuk ke kemnaker.go.id untuk mulai mengakses situs yang dibutuhkan.
3. Masuk atau Daftar
Selanjutnya untuk daftar BLT BPJS ketenagakerjaan dengan masuk akun. Jika sudah memiliki akun, dapat langsung masuk tapi jika belum melakukan pendaftaran terlebih dahulu. Cara mendaftar cukup mudah dan cepat mengikuti setiap tahapan dengan baik.
4. Mengisi Data
Jika belum mempunyai akun yang dibutuhkan daftar dengan menyiapkan KTP. KTP menjadi identitas yang dibutuhkan ketika akan membuat akun. Data yang dibutuhkan adalah nomor KTP, nama lengkap sesuai KTP dan nama ibu kandung.
5. Mengisi Biodata Lengkap
Di sini saatnya untuk melakukan isian data lengkap dan benar untuk syarat BLT BPJS ketenagakerjaan. Jangan sampai salah isi dan menggunakan data yang tidak sesuai KTP karena akan merugikan di kemudian hari.
Isian ini di antaranya meliputi tanggal lahir, alamat yang sesuai dengan KTP dan yang tak kalah pentingnya adalah nomor HP. Nomor digunakan sebagai verifikasi OTP yang penting untuk kodenya.
5. Aktivasi
Jika sudah diisi semuanya maka tunggu beberapa saat terlebih dahulu. Jika sudah akan muncul notifikasi kode OTP. Aktivasi akun tersebut dengan memasukkan kode OTP yang telah dikirimkan ke nomor HP yang tadi dimasukkan saat mengisi data.
6. Kelengkapan Data
Apabila sudah, maka tinggal melengkapi data yang dibutuhkan. Lengkapi dengan baik dan benar sehingga tidak ada kekeliruan. Jangan lupa untuk cek lagi dengan teliti sampai selesai melakukan pengisian data.
Jika menanyakan BSU kapan cair tentunya dibutuhkan syarat lengkap dan memang diterima sebagai penerima. Sebelum itu ada baiknya mengetahui bagaimana status dalam situs yang tadi telah dibuat.
3 Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Situs Kemnaker
Terdapat 3 hal dalam situs kemnaker BSU go id secara lengkap dan jangan salah situs biar tidak bingung perlu memahami apa artinya secara lengkap. Dengan begitu tidak penasaran lagi ketika menunggu kapan cair dari tahap awal hingga penyaluran.
1. Status Sebagai Calon
Ada dua poin dalam status calon ini sebagai terdaftar atau tidak terdaftar. Arti dari kedua poin tersebut adalah:
- Terdaftar, yang artinya menerima tanda notifikasi apabila sudah terdaftar calon penerima BSU dengan tahapan penyerahan data colon yang bersangkutan. Data dari BPJS Ketenagakerjaan yang kemudian dilanjutkan ke Kementerian Ketenagakerjaan.
- Tidak terdaftar yang artinya mendapatkan notifikasi tidak terdaftar sebagai calon penerima BSU. Hal ini disebabkan ada persyaratan yang tidak terpenuhi.
2. Penetapan
Terdapat dua poin dalam status penetapan yaitu:
- Ditetapkan yang artinya mendapatkan notifikasi telah ditetapkan sebagai penerima dari BSU atau Bantuan Subsidi Upah.
- Belum memenuhi syarat, artinya notifikasi yang didapatkan dengan keterangan belum memenuhi syarat.
3. Penyaluran
Status ketiga adalah penyaluran yang artinya tersalurkan ke rekening. Pencairan BLT tentang BPJS ketenagakerjaan. Dengan adanya notifikasi yang memberitahukan dana BSU telah masuk ke rekening.
Rekening yang dimaksud adalah Bank Himbara yang terdiri dari Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN yang dimiliki oleh penerima. Pencairan BPJS ketenagakerjaan dengan BSU dengan cek bantuan lebih mudah karena dapat dilakukan secara online.
Bantuan segera dikirimkan ke rekening Himbara, itupun jika penerima sudah memilikinya. Dengan demikian dana langsung diterima melalui rekening yang bersangkutan.
Baca juga: Cek Kartu BPJS Kesehatan Aktif Atau Tidak
Apabila belum memiliki rekening Himbara, maka dapat dibuatkan rekening oleh Kemnaker secara kolektif. Pembuatan rekening akan dilakukan dengan kerjasama pihak dari perusahaan dari penerima tersebut. Dengan demikian tidak perlu bingung jika tidak memiliki tabungan di rekening yang masuk ke bank Himbara tersebut karena akan dibantu instansi terkait. BSU BLT BPJS ketenagakerjaan dapat dengan lancar masuk ke rekening tanpa ada kendala sama sekali.
Baca SelengkapnyaHow to Advertising on Twitter
Jobnas.com - Twitter is a popular social media platform with millions of users worldwide. It offers businesses a unique opportunity to reach out to potential customers and promote their products or services. With its simple, straightforward interface and the ability to target specific audiences, advertising on Twitter can be an effective way to grow your business.
To create an effective ad on Twitter, you'll need to first determine your target audience. This could be based on demographics such as age, gender, location, or interests. You can then use Twitter's targeting tools to ensure your ad is seen by the right people.
Once you've defined your audience, it's time to create your ad. Twitter allows you to create several different types of ads, including promoted tweets, promoted accounts, and promoted trends. Promoted tweets allow you to promote a specific tweet to a wider audience, while promoted accounts and promoted trends can help increase your overall visibility on the platform.
When creating your ad, be sure to use compelling language and visuals to grab the attention of your audience. Twitter's character limit means you'll need to be concise, but that can also make your ad more impactful. Use hashtags and mention relevant accounts to increase the reach of your ad.
Once your ad is created, you can use Twitter's ad analytics to track its performance and see how well it's reaching your target audience. This can help you refine your ad and make it more effective over time.
In conclusion, advertising on Twitter can be a powerful tool for businesses looking to reach new customers. With its ability to target specific audiences and track performance, Twitter offers a unique opportunity to promote your business and drive growth.
Read also: Advertising Media: Advertising types and Characteristic
To advertise on Twitter, follow these steps:
1. Determine your target audience
Identify the demographics, interests, and other factors that define the group of people you want to reach with your ad.
2. Use Twitter's targeting tools
Use the platform's targeting options to ensure your ad is seen by the right people.
3. Create your ad
Choose the type of ad that best fits your goals and use compelling language and visuals to grab the attention of your audience.
4. Use hashtags and mentions
Include relevant hashtags and mention other accounts to increase the reach of your ad.
5. Track your ad's performance
Use Twitter's ad analytics to monitor how well your ad is reaching your target audience and make adjustments as needed.
By following these steps, you can effectively advertise on Twitter and reach a wider audience for your business.
Benefits from advertising on Twitter, including:
- Large audience: Twitter has millions of users worldwide, providing a large potential audience for your ads.
- Targeted advertising: Twitter's targeting tools allow you to reach specific groups of people based on demographics, interests, and other factors.
- Real-time updates: Twitter's platform is built for real-time communication, allowing you to quickly and easily update your ads as needed.
- Measurable results: Twitter's ad analytics allow you to track the performance of your ads and see how well they're reaching your target audience.
- Cost-effective: Advertising on Twitter can be more cost-effective compared to other forms of advertising, such as television or print.
Overall, advertising on Twitter can be an effective way to reach a large, targeted audience and promote your business.
Baca SelengkapnyaAgar Kamu Tidak Stres, Ini Dia 5 Tips Menghadapi Atasan Gila Kerja
Jobnas.com - Tentu menjadi hal yang cukup menantang apabila di dalam dunia kerja, seseorang harus menghadapi atasan yang gila kerja. Hal ini bisa jadi akan menyebabkan rasa stres terhadap karyawan.
Pasalnya, atasan yang gila kerja akan selalu menuntut bawahannya untuk mengikuti ritme kerjanya, tidak jarang karyawan juga harus mengorbankan waktunya untuk bekerja tanpa henti.
Baca Juga: Ingin Jadi Sales Representative yang Profesional? Wajib Kuasai 5 Skill Ini
Akan tetapi, bukan berarti kamu harus menyerah menghadapi atasan yang workaholic itu. Kamu bisa menghadapi atasan mu yang gila kerja itu melalui beberapa langkah. Hal ini sebagai salah satu bentuk menjaga mental dan fisik, serta mencapai work life balance.
Untuk itulah, Jobnas.com akan memberikan lima tips untuk menghadapi atasanmu yang gila kerja itu agar dirimu tidak stres. Yuk, simak tips-tipsnya!
Tips Menghadapi Atasan

1. Jangan Tunjukkan Kepanikan
Menunjukkan sikap yang panik jangan pernah ditunjukkan dalam bekerja. Hal ini dikarenakan nanti hasil kerjamu tidak akan maksimal. Hal yang bisa kamu lakukan saat menghadapi atasan yang workaholic adalah dengan jangan panik dan takut bahwa kamu tidak akan bisa menyelesaikan pekerjaan yang diberikannya.
Inc menyatakan bahwa rasa panik akibat pekerjaan yang banyak memang bisa muncul, tapi kamu harus bisa menyesuaikan diri agar lebih produktif. Kamu bisa membuat to do list yang dapat membantumu menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jadwal. Dengan demikian, kamu bisa bekerja dengan tenang sehingga pasti akan lebih mudah mengikuti ritme kerja dari bos yang workaholic.
2. Ketahui Batas Kemampuanmu
Menurut The Muse, saat menghadapi atasan yang gila kerja, mengetahui batas kemampuan diri juga mesti dilakukan oleh kamu. Kamu bisa mencoba berhenti sejenak dan mulai memikirkan apakah pengorbananmu sudah sesuai dengan hasil yang didapatkan saat sudah merasa kewalahan dengan pekerjaan.
Baca Juga: Hati-hati dengan Penggunaan False Advertising, Bisa Berdampak Buruk
Jangan sampai kamu memiliki beban kerja yang sangat banyak, tapi atasan tidak pernah memberikan feedback yang baik. Salah sati ciri pemimpin yang toxic adalah tidak mau memberikan pujian ke anak buahnya dan mengambil credit dari kerja keras mereka. Oleh karena itu, sebaiknya segera bicarakan langsung dengannya.
3. Tetapkan Batasan Kerja yang Jelas
Tentu saja, menghadapi atasan yang gila kerja sangat sulit dilakukan. Hal ini mengingat apabila kita melakukan sesuatu yang menyinggung dirinya, maka bisa saja akan mempengaruhi penilaian kinerjamu. Akan tetapi, tidak ada salahnya kamu menetapkan batasan yang jelas terkait pekerjaan mu saat kamu merasa pekerjaan yang dilakukan sudah sangat berlebihan.
Kamu bisa membicarakan kepada atasan soal batasan pada pekerjaan yang sudah kamu buat. Jujur saja kamu mengatakan bahwa pekerjaan yang sudah kamu lakukan terlalu banyak sehingga membuatmu merasa kewalahan dan meningkatkan risiko stres.
Seorang bos workaholic kerap kali tidak sadar apa yang mereka lakukan bisa merugikan orang lain. Menurut mereka, pekerjaan tersebut sedikit tapi hal itu berbeda dengan pendapat karyawannya. Dengan demikian, sebaiknya kamu segera berbicara langsung dengan atasan soal jumlah pekerjaan yang ditugaskan kepada mu itu.
4. Tunjukkan Pengorbananmu
Meskipun kita sudah membicarakan langsung kepada atasan yang gila kerja, terkadang atasan yang gila kerja tidak akan berhenti memberikan pekerjaan. Padahal kita berharap bahwa dengan bernegosiasi kepada mereka, mereka akan bisa memaklumi bahwa bawahannya tidak akan mampu bekerja sesuai dengan keinginannya.
Akan tetapi, apabila masih tetap ngotot memberikan banyak pekerjaan, maka kamu bisa menunjukkan apa saja pengorbanan yang pernah dilakukan selama bekerja. Hal yang bisa kamu lakukan adalah dengan menyebutkan bahwa kamu sering bekerja di akhir pekan demi menyelesaikan pekerjaan yang ditugaskannya.
Di samping itu, ceritakan juga bahwa kamu tidak memiliki work life balance. Tentu atasan akan mulai mencari keputusan yang paling bijaksana untuk kalian berdua, setelah mendengarkan penjelasanmu.
5. Tunjukkan Kemampuan Terbaikmu
Hampir rata-rata setiap atasan pastinya menginginkan karyawannya agar selalu bekerja keras. Meskipun kamu memiliki bos yang gila kerja, pastinya ia tetap ingin kamu bisa menunjukan kemampuan terbaikmu saat bekerja.
Memang ia akan memberikan jumlah pekerjaan yang lebih banyak dan tidak peduli dengan kehidupan pribadi anak buahnya. Akan tetapi, pekerjaan yang selesai dengan baik tetaplah menjadi fokus utama dari atasanmu.
Inilah yang menjadi alasan mengapa kamu perlu untuk terus menunjukkan kemampuan terbaikmu. Dengan demikian, pasti atasanmu bisa mempercayaimu dan membangun koneksi yang baik denganmu. Dari sinilah kamu bisa membicarakan baik-baik ketika mereka memberimu banyak pekerjaan, karena ia telah percaya denganmu.
Baca Juga: Sama-Sama Mudahkan Transaksi, Apa Perbedaan Digital Banking, Mobile Banking dan Internet Banking?
Demikianlah penjelasan Jobnas.com mengenai tips-tips menghadapi atasan yang gila kerja. Hal yang perlu diingat adalah komunikasi yang baik akan terjalin lancar apabila memiliki hubungan yang baik dengan atasan yang gila kerja.
Baca Selengkapnya