Kenali Social Engineering, Teknik Data Breaching yang Manfaatkan Serangan Psikologis

Kenali Social Engineering

Jobnas.com – Salah satu yang menjadi ancaman di tengah situasi pandemi yang belum sepenuhnya hilang ini adalah Social Engineering. Hal ini disebabkan karena jenis Data Breaching yang satu ini tidak mudah untuk dideteksi. Ada banyak upaya manipulatif yang tanpa diketahui keberadaannya sebenarnya sedang mengancam data kita. 

Baca Juga : Pentingnya Pengembangan Pelanggan dalam Strategi Perencanaan Bisnis

Dengan demikian, kamu mesti mengenali apa itu social engineering, jenis-jenis ancamannya, serta cara terbaik untuk mencegahnya. Di artikel ini Jobnas.com akan menjelaskan itu semua untuk kamu. Yuk, simak penjelasannya !

Pengertian  Social Engineering

Social engineering bisa disebut juga sebagai rekayasa sosial. Dikutip dari laman Kaspersky, social engineering merupakan sebuah teknik manipulatif yang memanfaatkan kesalahan manusia untuk mendapatkan akses pada informasi pribadi atau data-data berharga. 

Dalam dunia cyber crime, jenis penipuan human hacking ini dapat memikat pengguna untuk tidak menaruh curiga. Pengguna dapat dengan mudah mengungkapkan data, menyebarkan infeksi malware, dan memberikan akses ke sistem yang terjaga. Serangannya pun beragam. Mulai dari terjadi secara online, langsung, hingga melalui rekayasa lainnya yang muskil diduga. 

Hal tersebut bertujuan untuk menyabotase sekaligus mencuri. Tentunya strategi serangan yang berusaha dikonstruksikan ialah didasarkan pada cara korban berpikir dan bertindak, karena penipuan semacam ini didasarkan pada manipulasi psikologis. Hal ini berguna untuk mengelabui dan mempengaruhi perilaku korban. 

Selanjutnya, penyerang dapat menipu dan memanipulasi korban secara efektif dan tanpa beban setelah memahami apa yang memotivasi setiap tindakan korban. Di titik inilah eksploitasi terkait dunia teknologi dilakukan karena miminya pengetahuan yang dimiliki korban. 

Berkat perkembangan yang pesat, banyak konsumen dan karyawan perusahaan yang tidak menyadari ancaman-ancaman baru, seperti drive-by download. Calon korban juga mungkin tidak menyadari nilai penuh dari data pribadi, seperti nomor telepon dan informasi pada kartu identitas mereka.

Akibatnya, korban kehilangan data pribadi karena tidak memahami mengenai cara terbaik untuk melindungi diri mereka dari serangan-serangan tersebut.

Cara Kerja dan Jenis-Jenis Social Engineering

Tidak cukup bagi kamu hanya mengetahui definisinya, kamu pun juga perlu mengetahui cara kerja social engineering beserta jenis-jenis ancamannya. 

Komunikasi aktual seringkali menjadi andalan serangan rekayasa sosial antara penyerang dan korban. Daripada menggunakan metode dan peralatan canggih untuk membobol cybersecurity mereka, biasanya para penyerang akan memotivasi korban untuk berkompromi. Selain itu, cara kerjanya pun tampak sangat sistematis dan terstruktur. 

Dikutip dari CSO Online, cara kerja social engineering adalah seperti berikut ini : 

Mula-mula penyerang merencanakan strategi dengan mengumpulkan informasi tentang latar belakang dan tempat kerja korban. Hal ini berguna untuk membidik segala identitas korban. Kemudian mereka menyusup dengan menjalin hubungan atau memulai interaksi, dimulai dengan membangun kepercayaan korban. Setelah melakukan penyusupan, mereka kemudian berupaya untuk mengeksploitasi korban setelah kepercayaan terbentuk dan kelemahan mereka terlihat. Dari sinilah kemudian mereka memutuskan hubungan setelah kobran melakukan tindakan yang diinginkan. 

Baca Juga : Mau tau Cara Jualan di Tiktok? Berikut 6 Strategi Marketing yang Efektif Jangkau Pelanggan Tiktok

Proses ini dapat berlangsung dalam satu kali interaksi email atau selama berbulan-bulan dalam serangkaian obrolan di media sosial. Namun, pada akhirnya, serangan akan diakhiri setelah korban melakukan tindakan yang diharapkan penyerang.

Hal itu seperti membagikan informasi pribadi atau memaparkan malware pada sistem device mereka. Serangan social engineering juga datang dalam berbagai bentuk, dan dapat dilakukan di mana saja di mana interaksi manusia terlibat. 

Menurut Imperva, berikut ini adalah lima jenis serangan rekayasa sosial yang paling jamak ditemukan.

1. Baiting

Salah satu serangan social engineering yang paling jamak ditemukan adalah Baiting. Sesuai namanya saja, strategi ini mengandalkan serangan umpan dalam bentuk janji palsu untuk memancing keserakahan atau keingintahuan korban. 

Penyerang akan memikat korban ke dalam perangkap, di mana nantinya mereka akan mencuri informasi pribadi atau menyebabkan sistem device korban untuk terkena malware.

2. Pretexting

Seorang penyerang memperoleh informasi melalui serangkaian kebohongan yang dibuat dengan cerdik dalam serangan pretexting. Pelaku seringkali memprakarsai rekayasa sosial ini dengan cara berpura-pura membutuhkan informasi sensitif dari korban untuk melakukan tugas penting.

Baca juga: Menciptakan Sebuah Versi Virtual Hardware Melalui Virtualization

3. Phishing

Serangan yang paling berbahaya adalah jenis serangan Phishing. Penipuan jenis ini hadir dalam kampanye email dan pesan teks yang bertujuan untuk menciptakan urgensi, keingintahuan, atau ketakutan pada korban. 

Kemudian, penyerang akan mendorong korban untuk mengungkapkan informasi sensitif, mengklik tautan ke situs web berbahaya, atau membuka lampiran yang berisi malware.

4. Spear Phishing

Serangan social engineering yang paling terstruktur adalah Spear Phising. Hal ini disebabkan karena jenis serangan ini akan memilih individu atau perusahaan tertentu. Mereka akan menyesuaikan pesan mereka berdasarkan  karakteristik, posisi pekerjaan, dan kontak milik korban agar serangan mereka tidak terlalu mencolok. Serangan ini membutuhkan lebih banyak upaya, dan mungkin membutuhkan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan untuk melakukannya.

Cara Mencegah Social Engineering

Melansir MDSNY, cara-cara untuk mencegah cara kerja yang terstruktur dari social engineering cukup mudah, di mana pengguna device harus sadar akan bahaya yang mengancam data mereka. Berikut langkah-langkah jelasnya.

  • Jangan mengklik tautan yang mencurigakan.
  • Anggap saja bahwa seluruh tawaran hadiah itu palsu.
  • Hindari percakapan dengan orang asing.
  • Periksa kembali sumber situs yang ingin dibuka.
  • Hindari download dokumen yang tak dikenal.
  • Selalu ingat akan risiko kehilangan informasi penting.
  • Tolak request email atau pesan dari orang yang tak dikenal.

Baca Juga : Apa itu Inflasi? Berikut Penjelasan Lengkap beserta 4 Penyebab Terjadinya Inflasi

Itu dia rangkuman Jobnas.com terkait social engineering yang perlu kamu ketahui. Pada intinya, social engineering merupakan sebuah serangan manipulatif yang kapan pun dapat mengancam keamanan datamu setiap harinya. Menjaga datamu menjadi upaya yang harus dilakukan agar tidak terbongkar oleh siapapun. Oleh karena itu, kenali contoh-contoh serangannya dan ingatlah bahwa informasi pribadimu berada dalam ancaman besar jika kamu tidak sigap.

0
48