7 Tips Kembali Masuk Kerja Setelah Melahirkan Agar Tidak Kelelahan

Tips Kerja Setelah Melahirkan Agar Tidak Kelelahan

Jobnas.com – Ketika kembali masuk kerja setelah melahirkan bukanlah suatu hal yang mudah. Ada berbagai macam hal yang perlu kamu siapkan agar bisa kembali menyesuaikan diri dengan rutinitas kantor.

Bahkan, sampai kali ini kamu tidak hanya menjadi seorang karyawan. Kamu juga harus menjalankan tugas yang mulia sebagai seorang ibu.

Tentu saja ada berbaga hal yang perlu kamu pikirkan diluar pekerjaan.

Jika kamu hendak kembali masuk kerja setelah melahirkan, Jobnas telah menyiapkan beberapa tips berikut ini untukmu!

Tips Masuk kerja Setelah Melahirkan Agar Tidak Kelelahan

1. Siapkan dirimu sebelum masuk kerja lagi

Menurut UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, seorang pekerja perempuan berhak menerima cuti hamil selama 1,5 bulan.

Adapun hak cuti melahirkan yang diberikan yaitu 1,5 bulan.

Kamu juga akam menghadapi sibuk mempersiapkan berbagai hal dam periode tersebut, muali dari persiapan kelahiran, adaptasi menjadi seorang ibu, dan sebagainya.

Maka dari itu, tidak perlu khawatir jika kamu akan merasa grogi untuk kembali masuk kerja setelah melahirkan.

Pasalnya, kamu juga perlu beradaptasi dengan situasi barumu tersebut.

Jika kamu yang telah memutuskan untuk kembali bekerja, ada hal yang paling utama yang perlu kamu perhatikan adalah menyiapkan dirimu sendiri.

Yakinkanlah dalam dirimu bahwa kamu bisa bekerja sambil menjalankan tugas sebagai seorang ibu.

Selain itu, kamu juga harus memberi tahu kepada tim dan atasanmu bahwa kamu akan kembali memulai bekerja.

Dan, kamu juga bisa meminta bantuan mereka untuk mendukung keputusan tersebut.

2. Beri waktu untuk adaptasi

Pada saat hari-hari pertama masuk kerja setelah melahirkan, kamu akan merasa berat secara fisik maupun emosi, seperti ditulis The Balance Careers.

Kamu akan merasa kelelahan, memikirkan apa yang sedang dilakukan bayimu, pekerjaan rumah, dan sebagainya.

Namun, kamu tidak perlu merasa khawatir. Hal tersebut sangatlah wajar terjadi.

Jangan terlalu mendorongkan dirimu untuk melakukan berbagai hal dengan sempurna pada saat hari pertama. Dan selain itu, hindari rapat rapat yang terlalu berat.

Kamu juga perlu memerlukan adaptasi dari keseharian di rumah dengan kembali bekerja di kantor.

3. Percaya pada babysitter

Babysitter bisa jadi pilihan terakhir bagi banyak ibu. Namun jika kamu memutuskan untuk masuk kerja setelah melahirkan, babysitter bisa jadi pilihan yang tepat.

Kamu juga bisa memanfaatkan waktu cutimu untuk mencari seorang babysitter yang bisa kamu percayai. Dengan hal begitu, ketika kamu kembali bekerja atau masuk kantor, kamu tidak perlu terllu banyak hal yang mencemaskan.

Setidaknya seorang babysitter juga bisa mengurus berbagai hal dasar yang tidak bisa kamu lakukan selama bekerja. Di saat jam luar kerja, kamu juga bisa bertemu dengan bayimu.

4. Komunikasikan dengan tim

Komunikasi juga merupakan suatu hal terpenting dalam dunia karier, termasuk ketika kamu kembali masuk kerja setelah melahirkan.

Sebagian dari anggota timmu mungkin yang belum pernah merasakan bagaimana menjadi seorang ibu dan bekerja untuk pertama kalinya.

Mungkin mereka tidak benar-benar paham kondisi dan perasaanmu.

Oleh karena itu, kamu tidak perlu ragu untuk menyampaikan harapanmu pada mereka.

Sebagai contoh, kamu bisa mengatakan kepada mereka bahwa kamu tidak dapat menjawab pesan atau telepon di luar jam kerja.

Alasannya, kamu perlu memperhatikan bayimu.

Kemudian, seperti dikutip dari The Muse, kamu bisa memanfaatkan waktu perjalanan dari kantor ke rumah untuk menjawab setiap pesan yang masuk.

Dengan begitu, kamu bisa fokus pada bayi dan keluarga ketika sudah sampai rumah.

Baca Juga: Enam Makanan Paling Recommended yang Berhasil Meningkatkan Produktovitas di Kantor

5. Sediakan waktu pompa ASI

ASI merupakan hal penting bagi seorang bayi. Oleh karena itu, kamu juga perlu memberikan perhatian lebih pada hal tersebut.

Pada dasarnya, pemerintah telah menjamin hakmu untuk memompa asi di tempat kerja.

Hal ini diatur dalam Permenkes Nomor 15 Tahun 2013 yang mewajibkan perusahaan mendukung program asi eksklusif, seperti ditulis Mother and Baby.

Setelah itu, kamu perlu memberi tahu atasanmu bahwa kamu perlu memompa asi 2-3 kali sehari.

Alternatif lainnya, kamu bisa mulai memompa ASI seminggu sebelum mulai bekerja. Kemudian, simpan ASI di freezer.

6. Manfaatkan waktu istirahat

Setelah menjadi seorang karyawan dan ibu tentu saja cukup melelahkan. Kamu harus memikirkan dua hal yang amat berbeda.

Oleh karena itu, ketika kamu masuk kerja setelah melahirkan, manfaatkan waktu istirahatmu sebaik mungkin.

Ketika jam istirahat di kantor, hindari mengurusi pekerjaan. Lepaskan dirimu dari hadapan laptop atau komputer dan nikmati makan siangmu.

Dengan begitu, kamu tidak akan terlalu lelah ketika selesai bekerja atau pulang dari kantor.

7. Tetap punya me time

Usai proses adaptasi masuk kerja setelah melahirkan, berikan sedikit waktumu untuk me time.

Buatlah jadwal bergantian dengan pasanganmu agar kalian masih bisa menikmati waktu untuk diri sendiri.

Pasalnya, waktu yang kamu habiskan sendiri bisa membangkitkan semangatmu kembali dalam menjalani hari.

Baca juga: SEO Audit, Optimalkan Kinerja Website di Halaman Pencarian

Itulah beberapa tips yang bisa kamu lakukan jika hendak masuk kerja setelah melahirkan. Intinya, kamu tidak perlu khawatir dan membebani dirimu dengan banyak pekerjaan sekaligus.

Kamu membutuhkan waktu untuk adaptasi menjadi karyawan sekaligus ibu seorang bayi.

Namun jika masih membutuhkan ruang untuk berdiskusi tentang ibu bekerja, kamu bisa menanyakannya semua di Jobnas!

0
96