Jobnas
Maniac Harum Indonesia

Maniac Harum Indonesia

Maniac Harum Indonesia merupakan bagian dari rangkaian produk label Maniac Harum Indonesia yang digawangi oleh Maestro Parfum, sebuah perusahaan wewangian yang telah beroperasi sejak 2007. Lewat label ini, Maestro Parfum menawarkan parfum refill yang kualitasnya mencapai sekitar 90% menyerupai parfum impor Eropa dengan harga lebih terjangkau, menyasar remaja hingga eksekutif.

Label ini secara geografis berlokasi di Gedongan, Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55288. Algoritme pencarian Google Maps juga mengonfirmasi keberadaan alamat tersebut di Sleman ini adalah satu-satunya informasi alamat lengkap yang tersedia.

Maniac Harum Indonesia Sleman memfokuskan diri pada refill parfum yang meniru aroma parfum internasional terkenal, diproduksi melalui kemitraan dengan beberapa perusahaan luar negeri seperti Argevilee, Parfek, Luzzi, Charaboth, dan Essence. Koleksi produk mencakup lebih dari 500 varian aroma yang meliputi lini unisex, wanita, pria, best seller, dan baru hadir.

Secara operasional, label ini merupakan bagian dari CV. Cipta Arta Aroma yang mengelola Maestro Parfum secara keseluruhan. Berbagai metode pembayaran disediakan termasuk transfer bank (BNI, BRI, BCA, Mandiri, CIMB, Permata), e-wallet lokal (OVO, Gopay, ShopeePay, LinkAja, Dana, QRIS), bahkan layanan Kredivo untuk konsumen di Indonesia.

Maniac Harum Indonesia Sleman juga membuka peluang kemitraan seperti reseller dan paket usaha parfum, serta pernah mengumumkan lowongan untuk tim audit dan SPG dengan penempatan di Sleman.

Jika Anda ingin menjangkau pasar parfum lokal di Sleman atau Yogyakarta dengan konsep refill berkualitas, Maniac Harum Indonesia Sleman melalui Maestro Parfum memberikan pilihan hemat dengan kualitas mendekati parfum original Eropa. Untuk alamat lengkap: Gedongan, Sinduadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55288.

No content found

"Setiap pekerjaan yang dilakukan dengan hati, akan kembali menjadi rejeki yang berarti."