Inilah 5 Metode Menyikapi Tidakan Cyberbulliying di Tempat Kerja

Google News
Menyikapi Tidakan Cyberbulliying di Tempat Kerja
Menyikapi Tidakan Cyberbulliying di Tempat Kerja

Jobnas.com – Masih banyak sekali orang-orang menganggap bahwa cyberbullying hanyalah masalah yang terjadi di kalangan remaja. Faktanya, banyak orang dewasa yang bekerja juga diintimidasi oleh rekan-rekan mereka.

Sedangkan semacam tindakan represi ini, baik secara langsung atau melalui Internet, tetap meluas. Bahkan, karyawan di tempat kerja juga sering menjadi korban cyberbullying dari rekan kerja. Menurut Verywell Mind, pelaku intimidasi di tempat kerja sering terlibat dalam cyberbullying untuk mengintimidasi rekan kerja dan mengendalikan lingkungan mereka.

Jadi, apa saja contoh cyberbullying di tempat kerja? Lalu apa yang harus dilakukan untuk menghadapinya?

Sekarang, kalian bisa cari tahu sendiri jawabannya. Di artikel ini Jobnas tidak hanya akan menjawab pertanyaan di atas akan tetapi juga akan membagikan tips-tips dalam menghadapinya.

Contoh Cyberbullying di Tempat Kerja

1. Perundungan di Media Sosial

Pelaku bullying di tempat kerja juga sering menggunakan media sosial untuk menghina karyawan lain. Cyberbullying yang terjadi di media sosial lebih banyak terjadi di kalangan remaja.

Namun, itu juga bisa terjadi pada karyawan di tempat kerja. Menurut Staysafeonline, mereka kerap ingin mempermalukan karyawan dengan memposting pesan memalukan di media sosial.

Sebagian besar yang dia sebarkan adalah gosip yang ditujukan untuk menurunkan harga diri korbannya.

2. Penindasan Email

Salah satu contoh paling umum dari cyberbullying di tempat kerja ialah mengirim email dengan pesan yang mengancam.

Email ini bisa berasal dari rekan kerja atau bahkan atasan di tempat kerja. Menurut Safe Worker, tidak jarang mereka melakukan ancaman seperti pemecatan jika tidak melakukan apa yang diinginkan. Apalagi banyak email yang bertujuan untuk menyinggung seseorang dengan melampirkan foto-foto yang menyinggung.

3. Bullying Melalui Via SMS

Bullying melalui pesan teks adalah contoh lain dari cyberbullying di tempat kerja. Bertukar nomor ponsel dengan rekan kerja memang hal yang wajar. Namun, terlihat jelas bahwa masih ada oknum yang tidak bertanggung jawab yang malah repot-repot lewat SMS.

Sebagai contoh, mereka akan mengirim SMS kasar di tengah malam atau bahkan mengirim pesan kebencian.

Menghadapi Cyberbullying di Tempat Kerja

Di bawah ini adalah beberapa hal yang dapat kalian lakukan untuk menghadapi cyberbullying di tempat kerja, di antara adalah:

1. Simpan Semua Bukti

Hal yang paling utama yang harus dilakukan dalam menyikapi cyberbulliying di kantor adalah menyimpan semua bukti. Misalkan saat kalian menerima email, teks, atau postingan media sosial dengan informasi yang salah, sebaiknya simpan semuanya.

Jadi itu bisa menjadi bukti bahwa kita di-bully secara online oleh orang lain. Tentunya, setelah kalian memiliki bukti, akan lebih mudah bagi kami untuk melaporkannya ke perusahaan.

2. Jangan Langsung Membalas

Kalaupun dia juga menyebarkan kata-kata yang menyakiti hati, sebaiknya jangan terburu-buru menjawab.

Misalkan, ketika seorang kolega atau bahkan bos memposting sesuatu yang menyinggung kita secara online, sebaiknya jangan langsung menanggapi.

Ambil napas dalam-dalam dan tenang. Ini akan menyelamatkan kalian dari tindakan sembrono yang dapat merugikan kalian di tempat kerja.

3. Melaporkan ke Perusahaan

Setelah kalian melakukan tindakan seperti menegurnya dengan benar tetapi cyberbullying di tempat kerja masih terjadi, kalian harus mulai bersiap untuk melaporkannya ke perusahaan.

Tujuan pelaporan bullying ke perusahaan adalah agar pelaku mendapat peringatan resmi. Sehingga pelaku bisa berpikir ulang jika ingin melakukan bully lagi secara online di kemudian hari.

Pastikan untuk menyertakan bukti intimidasi yang kalian terima dan jelaskan setiap kejadian secara detail.

4. Menegur Pelaku Intimidasi Dunia Maya

Ketika kalian sedang diam dan intimidasi online terus berlanjut, sebaiknya segera beri tahu pelaku intimidasi. Memang, sebagian besar korban pasti takut menegurnya secara langsung.

Namun, ingatlah bahwa ini bukanlah hal yang benar untuk dilakukan, jadi kesampingkan ketakutan kalian.

Ajak dia untuk berbicara di tempat yang jauh dari keramaian agar kalian bisa fokus pada pembicaraannya. Kemudian beri tahu kami bagaimana perasaan kalian saat menerima pesan yang dia kirimkan. Tunjukkan jika kalian tersinggung dan ingin dia berhenti melakukannya.

5. Hubungi Pihak Berwenang

Tentu saja, jika perilaku cyberbullying sudah sampai pada tahap mengirimkan ancaman atau kekerasan fisik, sangat berbahaya. Oleh karena itu, opsi melapor ke pihak berwenang dapat dilakukan jika kalian memang menerima ancaman serius dan berpotensi mematikan.

Jika perusahaan atau tempat kerja kalian tidak mengambil tindakan setelah laporan dibuat, opsi untuk segera melaporkannya kepada otoritas yang berwenang dapat dipertimbangkan.

Saat kalian tidak lagi merasa nyaman bekerja di lingkungan kerja yang negatif seperti itu, tidak ada salahnya untuk memulai pencarian kerja baru. Bertahan hidup di lingkungan kerja yang penuh kekerasan sangat berbahaya bagi kesehatan mental dan fisik.

Ketika kalian menjadi korban cyberbullying di tempat kerja, sebaiknya kalian tidak menyimpannya sendiri tetapi carilah seseorang yang dapat membantu. Mungkin teman itu bisa membuatmu semangat dan terus mensuppor kalian dari belakang.

Apakah kalian memiliki pengalaman seperti di atas? silakan kalian bisa membagikan cerita kalian di Jobnas comunity. Di sana kalian tidak hanya berbagi dengan sesame pengguna Jobnas. Kalian bisa menceritakannya langsung dengan orang yang sudah ahli bisa mengatasi hal seperti itu.

Baca juga: Triple Constaint; Project Management yang Perlu Kalian Pelajari

Jika kalian sangat sulit untuk berbagi pengalaman pahit saat menghadapi cyberbullying. Di jobnas lah tempat yang tepat bagi kalian berbagi cerita. siapa tahu dari cerita kalian, akan ada orang lain yang mungkin bisa membantu.