EdTech, Sebuah Harapan, Prospek, dan Alternatif Baru Bagi Calon Guru

Google News
EdTech, Sebuah Harapan, Prospek, dan Alternatif Baru Bagi Calon Guru
EdTech, Sebuah Harapan, Prospek, dan Alternatif Baru Bagi Calon Guru

Jobnas.com – Tentunya, pertumbuhan startup juga memiliki kontribusi tersendiri bagi perkembangan industri pendidikan. Kontribusi itu ditandai dengan pesatnya pertumbuhan edtech (teknologi pendidikan) yang makin menjadi.

Selain itu Edtech dapat berperan ganda yaitu dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, dan juga menjadi alternatif karir baru bagi calon guru. Mempunyai karier dalam hal belajar dan mengajar, seseorang seringkali hanya berfokus pada lembaga atau institusi pendidikan tertentu.

Bahkan, sampai saat ini, persaingan semakin sulit dan semkin ketat kamungkinan besar peluangnya pun semakin sedikit. Dengan EdTech, para lulusan pendidikan baru dapat memiliki lebih banyak peluang karir.

Dengan begitu EdTech membuka prospek anyar untuk lulusan pendidikan yang tidak melulu harus mengajar di sekolah, lembaga pendidikan, dan lembaga penelitian.

Memang, apa sih sebenarnya edtech itu? Pada artikel kali ini, Jobnas akan menjelaskannya kepada kalian secar tuntas. Maka, bacalah sampai selesai biar kalian bisa memahaminya!

Definisi EdTech

Edtech sendiri berasal dari gabungan dua kata yaitu “pendidikan” dan “teknologi”. Jika boleh mengutip penjelsan dari Investopedia, EdTech merupakan platform atau wadah untuk memberikan pendidikan berbasis teknologi.

Seperti institusi atau lembaga pendidikan pada umumnya, edtech mensyaratkan guru atau instruktur dapat memberikan materi kepada anak didiknya.Tidak hanya bahan ajar di sekolah, teknologi pendidikan juga mencakup berbagai kursus pelatihan soft skill dan hard skill untuk berbagai bidang.

Jenis Teknologi Pendidikan

1. Pembelajaran Daring atau E-learning

Jenis startup edtech yang pertama adalah e-learning. Artinya, startup ini menyediakan forum untuk menampilkan materi e-learning melalui berbagai konten interaktif, video on demand, dan live tutorial.

Secara umum di negara kita Indonesia tercinta, layanan e-learning paling banyak digunakan oleh masyarakat. Dewasa ini, selain selain pemainnya yang kian memuncak edtech dengan e-learning, tipe ini juga sudah lama hadir di Indonesia dengan Zenius pada tahun 2004.

2. Sistem Manajemen Pembelajaran (LMS)

Pada kategori berikutnya adalah sistem yang berjenis manajemen pembelajaran. (LMS) Learning Management System itu sendiri membantu untuk merencanakan kegiatan pembelajaran. Sistem ini dapat digunakan oleh organisasi atau individu, misalnya digunakan untuk mengelola kegiatan belajar mengajar dan memasarkan materi pembelajaran.

3. Perangkat Lunak sebagai Layanan (SaaS)

Selain jenis yang kedua itu, ada juga startup Edtech yang menawarkan software atau layanan yang menawarkan SaaS. Biasanya, Edtech SaaS di Indonesia lebih menyasar tingkat SD, SMP, dan SMA dengan digitalisasi proses bisnis, seperti absensi, manajemen, dll. Mereka sering bermitra dengan lembaga atau organisasi pendidikan konvensional yang ingin bearanjak ke dunia digital.

4. Massive Open Online Course (MOOC)

Pada jenis yang keterakhir ini disebut dengan MOOC. Massive Open Online Course ialah metode pendidikan gratis dapat diakses oleh siapa saja, dan di mana saja tak terbatas pada kelas social masyarakat dan lainnya. Namun, biasanya metode ini dilakukan secara jarak jauh.

Mereka membantu menawarkan kursus tingkat perguruan tinggi untuk mendapatkan sertifikat dari universitas ternama. Ada beberapa platform teknologi pendidikan semacam itu. Diantaranya adalah Coursera, Udacity, edx, Khan Academy dan Duolingo.

Pertumbuhan Startup Edtech di Indonesia

Dewasa ini, edtech mulai berkembang pertumbuhan startup teknologi pendidikan mulai terasa sekitar tahun 2015. Tentunya dengan perkembangan tersebut terjadi pemerataan akses teknologi informasi di seluruh Indonesia.

Selain itu, keberadaan kartu prakerja juga membuka pemikiran bahwa pendidikan tidak harus diberikan secara langsung. Dengan metode dan sistem yang tepat, akses pendidikan berbasis teknologi dapat sangat membantu peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

Jika boleh mnegutip berita Liputan 6, ada sekitar 44 edtech di Indonesia yang masih aktif hingga saat ini. Jumlah ini juga disertai dengan tingkat pendanaan yang signifikan untuk masing-masing startup ini.

Hal ini tentunya menjadi pertanda baik bagi pertumbuhan teknologi pendidikan kita, baik dari segi peluang bisnis maupun lapangan kerja.

Peluang Kerja di EdTech

Jika kita menyaksikan secara langsung mengenai pertumbuhan Edtech, startup teknologi pendidikan ini menjadi sinyal yang kuat dan membuka pintu baru bagi calon guru untuk memiliki karir yang lebih baik lagi.

Mengenai pertumbuhan salah satu startup pendidikan di Indonesia, adalah Ruangguru. Dalam artikel tersebut, Ruangguru menyampaikan bahwa perkembangan teknologi pendidikan telah membuka banyak peluang bagi para guru di Indonesia.

Ruangguru sendiri memiliki lebih dari 6 juta pengguna dan telah mengelola lebih dari 150.000 guru yang menyediakan layanan untuk lebih dari 100 mata pelajaran. Ingat bahwa ada banyak startup di bidang pendidikan di Indonesia.

Setiap startup membutuhkan seorang guru untuk dapat memberikan materi bagi pengguna. Artinya, permintaan guru yang bisa mengajar di platform edtech terus meningkat.

Contoh startup EdTech di Indonesia

1. Ruangguru

Technologi pendidikan yang sangat popular di Indonesia saat ini adalah Ruangguru. Startup tersebut dirintis oleh Belva Devara dan Irman Usman ini menawarkan pedagogi yang beragam, baik materi sekolah maupun pengembangan keterampilan dan lain-lain.

2. Pendidikan Zenius

Salah satu pelopor edtech di Indonesia adalah Zenius Education yangsudah berdiri pda tahun 2004. Pendidikan Zenius adalah merupakan platform yang menyediakan pendidikan dan pelatihan online di berbagai bidang perkembangnnya pun sangat pesat sehingga ia menjadi salah satu platfrom pendidikan ternama.

3. Hacktiv8

Kemudian yang ketiga ada Hacktiv8. Startup edtech ini lebih fokus mengembangkan skill di bidang teknologi melalui program pelatihan. Tidak hanya itu, Hacktiv8 juga dapat menghubungkan Anda dengan perusahaan yang bekerjasama dengannya.

4. Arkademi

Lalu ada Arkademi yang menawarkan berbagai kursus pelatihan profesional secara online. Ini memungkinkan Anda untuk mengeluarkan potensi Anda di mana saja dan kapan saja.

Kemudian inilah kesimpulan akhir dari penjelasan Jobnas di atas Mengenai tentang apa itu edtech dan bagaimana edtech dapat meningkatkan peluang karir seorang guru. Singktnya, Platfrom ini membuktikan bahwa seorang calon guru memiliki peluang karir yang seluas profesi lainnya.

Baca juga:

Baca juga: Kuasai 8 Teknik Presentasi Pitching Biar Lebih Efektif dan Kelihatan Memukau di Mata Audiens

Jika kalian tertarik untuk berkarir di luar pendidikan, maka kalian bisa melihat berbagai Lowongan Kerja dan mendaftar diri di Jobnas.com. di sana juga membuka langganan bulletin. Ayo buruan dapatkan sekarang juga!