Pahami Toxic Success: Sikap Memperoleh Kerugian pada Diri Sendiri dan Tim Kerja

Google News
Toxic Success
Toxic Success

Jobnas.com – Semua orang ingin sukses, baik dalam dunia kerja maupun dalam kehidupan pribadinya. Sangat baik jika kalian memiliki ambisi yang tinggi untuk sukses.

Sayangnya, ini dapat membawa kita ke keadaan kesuksesan yang beracun. Namun, jika kalian terlalu terobsesi dengan tujuan kesuksesan kalian, sepertinya hal itu dapat membawa kalian pada sindrom kesuksesan yang beracun dan kinerja yang beracun.

Jika seperti itu maka apa yang harus saya lakukan dan bagaimana cara mengatasinya? Jika kalian ingin tahu jawaban dari Jobnas mengenai permasalahan seperti ini. Maka kalian bisa membaca langsung artikel di bawah ini.

Apa Toxic Succes Itu?

Paul Pearsall ynag membawa istilah ini, dan muncul pertama kalinya sejak tahun 2002. Seorang psikolog itu menulis dan menjadikannya buku dengan tajuk Toxic Success.

Dalam buku tersebut, toxic success syndrome sebenarnya adalah perasaan tidak pernah puas meski telah meraih kesuksesan besar dalam hidup. Selanjutnya, Paul Pearsall juga mengatakan bahwa beberapa orang yang paling sukses telah mencapai kesuksesan ini dengan melakukan pengorbanan yang besar.

Misalnya, ketika kita selalu sibuk bekerja untuk mencapai tujuan kita, tentu kita harus mengorbankan beberapa hal, seperti waktu olahraga atau work-life balance.

Bagaimana cara berhenti berjuang dan mulai berkembang masih diperbincangkan karena isinya masih relevan. Meskipun hampir dua dekade telah berlalu, pemikiran Paul Pearsall tentang kesuksesan beracun masih berlaku hingga saat ini.

Selain itu, banyak juga orang sukses yang mengorbankan kehidupan pribadinya demi memajukan kariernya. Akibatnya, hubungan dengan keluarga akhirnya menjadi rapuh dan tidak bahagia. Tentunya hal-hal yang dijelaskan oleh psikolog tersebut masih sangat relevan hingga saat ini. Hal ini disebabkan karena saat ini kita berada di era informasi yang serba cepat.

Keinginan untuk berhasil dalam pekerjaan sekaligus menjadi orang tua, suami, istri atau anak yang baik di rumah seringkali membuat kita terobsesi dengan kesuksesan.

Belum lagi pengaruh media sosial seringkali membuat banyak orang selalu membandingkan dirinya dengan orang lain. Oleh karena itu, tekanan untuk selalu sukses di zaman sekarang ini tentu semakin meningkat dan tidak mudah dihadapi.

Ciri-ciri Orang Terkena Toxic Succes

Untuk mengetahui siapa yang memiliki sindrom sukses toksik. Alasannya adalah mereka menunjukkan tanda-tanda yang sangat jelas. Tanda-tanda ini bisa sangat terobsesi dengan mengejar kesuksesan sehingga mereka rela mengorbankan kesehatan atau kehidupan pribadinya.

Selain itu, tanda lainnya adalah perasaan tidak pernah puas dengan hasil kerja keras yang telah dilakukan. Meski kerja kerasnya membuahkan hasil, seperti mendapat promosi, tetap saja tidak membuatnya puas. Dia merasa dia harus lebih sukses daripada orang lain. Inilah sebabnya mengapa orang yang mengalami kesuksesan beracun seringkali kesulitan melihat orang lain sukses.

Apa yang Dapat Dilakukan untuk Mengatasinya?

Tentu saja, mengatasi toxic success syndrome tidak akan mudah. Meski begitu, jika ingin mencobanya, selalu ada kemungkinan terhindar dari sindrom ini. Ketika seseorang memiliki ambisi yang tinggi untuk selalu sukses maka tentunya mereka akan selalu berusaha untuk mencapainya dengan cara apapun.

Berikut beberapa cara untuk mengatasinya:

1. Menjaga Hubungan Baik Dengan Orang Lain

Hal yang pertama kali yang da[at kalian lakukan yaitu, menjaga hubungan baik dengan rekan kerja, keluarga dan teman. Pasalnya, saat kalian merasa lelah bekerja, mungkin ada orang yang bisa mendengarkan keluh kesah kalian.

Seseorang yang terlalu terobsesi dengan kesuksesan seringkali tidak tertarik untuk menjaga hubungan baik dengan orang lain.

Mereka akan melakukan apapun untuk mendapatkan kesuksesan yang mereka inginkan. Ini sering menyebabkan hubungan yang tegang dengan orang lain.

2. Definisikan Kembali Arti Kesuksesan

Hal yang kedua, yang dapat kalian lakukan adalah mendefinisikan kembali apa arti kesuksesan bagi kalian.

Apakah kesuksesan di tempat kerja yang kalian inginkan dalam hidup? Apakah kesuksesan ini memuaskan kalian?

Juga, pikirkan tentang apa yang paling penting dalam hidup kalian, kesuksesan atau kebahagiaan? Jika kalian sudah memahami apa arti kesuksesan bagi diri sendiri, maka tentunya akan lebih mudah bagi kalian untuk menentukan sikap.

3. Fokus pada Tujuan Kalian Sendiri, Bukan pada Tujuan Orang Lain

Hal yang keempat yang dapat kalian lakukan yaitu, berhentilah membandingkan diri kalian dengan orang lain dan fokuslah pada tujuan kalian sendiri sekarang.

Orang sukses yang beracun seringkali juga sangat kompetitif. Dia selalu ingin menjadi lebih baik dari yang lain dan biasanya akan mencoba melakukan apapun untuk mengungguli mereka.

Itu sebabnya jika kalian ingin terbebas dari sindrom ini, mulailah menyadari apa tujuan hidup kalian yang sebenarnya.

Begitu saja mengenai penjelasan Toxic Success kali ini dari jobnas, mulailah dari sekarang memahami hingga mengatasinya. Setelah membaca penjelasan di atas, semoga kalian bisa berhasil menghindari semacam penyakit seperti itu.

Yang paing pentig untuk diingat bahwa sukses sebenarnya bisa membuat kita terlihat baik di mata orang lain. Namun, untuk mencapai kesuksesan tersebut, jangan mengorbankan hal-hal yang kalian sayangi.

Selain informasi di atas, kalian juga bisa mendapatkan informasi lain seputar dunia kerja dan jenis masalah yang sering dihadapi banyak karyawan. Caranya gimana? Kalian bisa langsung mendaftarkan akun kalian di Blog Jobnas yang telah tersediakan.

Baca juga: Lebih Penting Manakah Antara Proses dan Hasil?

Setelah kalian berhasil mendaftarkan diri kalian. Setiap minggu jobnas akan selalu mengirimkan informasi-informasi penting mengenai dunia kerja dan lain-lain. Ayo, buruan daftar sekarang. Gratis!