<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>keuangan &#8211; Jobnas</title>
	<atom:link href="https://jobnas.com/tag/keuangan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jobnas.com</link>
	<description>Jobnas.com Portal Lowongan Kerja Update Loker Jogja, Semarang, Jakarta dan Surabaya</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Apr 2026 12:42:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://jobnas.com/wp-content/uploads/2025/05/cropped-favicon-32x32.png</url>
	<title>keuangan &#8211; Jobnas</title>
	<link>https://jobnas.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>3 Bagian Penting Neraca untuk Memantau Keuangan Perusahaan yang Perlu Diketahui</title>
		<link>https://jobnas.com/artikel/3-bagian-penting-neraca-untuk-memantau-keuangan-perusahaan-yang-perlu-diketahui/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ghufron Writer]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Apr 2026 12:42:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Jobnas]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Loker]]></category>
		<category><![CDATA[Lowongan Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[neraca]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jobnas.com/?p=8115</guid>

					<description><![CDATA[Jobnas.com-Neraca berperan penting bagi setiap pebisnis untuk mengetahui bagaimana kondisi keuangan sebuah perusahaan atau bisnis yang sedang dijalankan. Data-data yang dapat digunakan untuk menyimpulkan&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400;"><strong>Jobnas.com</strong>-Neraca berperan penting bagi setiap pebisnis untuk mengetahui bagaimana kondisi keuangan sebuah perusahaan atau bisnis yang sedang dijalankan. Data-data yang dapat digunakan untuk menyimpulkan kondisi keuangan dari perusahaan dapat diketahui dari neraca keuangan.   </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Jadi saat suatu bisnis tidak memiliki neraca keuangan pastinya akan sulit untuk tahu apa yang sedang terjadi di perusahaan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Jobnas.com akan memberikan mengenai beberapa hal dari neraca agar kamu bisa lebih memahaminya. </span></p>
<p><b>Memahami Neraca</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Seperti dijelaskan dari Investopedia, neraca adalah laporan keuangan yang melaporkan aset, utang, dan ekuitas pemegang saham perusahaan pada titik waktu tertentu. Oleh karena itu, neraca laporan berfungsi memberikan gambaran tentang apa yang dimiliki dan dihutang oleh perusahaan serta jumlah yang diinvestasikan oleh pemegang saham. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Seperti laporan laba rugi dan arus kas untuk menghitung rasio keuangan, neraca juga digunakan bersama dengan laporan keuangan penting lainnya. Jadi keberadaan neraca di mata pebisnis berfungsi agar mudah memahami kondisi kesehatan bisnisnya dengan melakukan analisis pada data yang tercatat dalam neraca. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dengan demikian, saat stakeholder akan melakukan evaluasi keuangan perusahaan untuk memahami kemampuan bisnis saat beroperasi, maka mengetahui neraca sangat penting dilakukan. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Selain itu, untuk menyimpulkan kondisi suatu bisnis, neraca sangat bisa dijadikan acuan. Karena, neraca akan  mencatat rincian dari tahun-tahun sebelumnya sehingga bisa dengan mudah dibandingkan. Untuk memantau kinerja perusahaan apakah meningkat atau justru menurun serta membangun keuangan perusahaan yang lebih baik lagi, data neraca akan sangat membantu. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Akan tetapi, neraca hanya sebagai potret yang mewakili keadaan keuangan perusahaan pada saat itu saja. Karena itu, neraca tidak bisa memberikan gambaran tentang apa yang sebenarnya terjadi dalam periode yang lama. </span></p>
<p><b>Bagian dari Neraca</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sebenarnya variasi item dalam neraca bergantung pada industrinya. Akan tetapi, menurut The Balance, isi neraca secara umum dapat dikategorikan menjadi tiga bagian, yaitu aset, liabilitas, dan ekuitas : </span></p>
<ol>
<li style="font-weight: 400;"><span style="font-weight: 400;">Aset</span></li>
</ol>
<p><span style="font-weight: 400;">Aset dibagi menjadi aset lancar yang kemudian dapat dikonversi menjadi uang tunai dalam satu tahun atau kurang. Aset biasanya akan dibuat daftar yang relevan dengan ukuran likuiditasnya. Hal ini memungkinkan dikonversi menjadi uang tunai. Selain itu, ada juga aset tidak lancar yang membutuhkan waktu relatif lama ketika dikonversi menjadi uang tunai. Aset yang terakhir adalah aset yang tidak bisa dicairkan sama sekali. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berikut ini merupakan daftar termasuk ke dalam kategori aset, antara lain:</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">-Kas: aset yang paling likuid dan mencakup tagihan, sertifikat deposito jangka pendek, hingga mata uang asing.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">-Sekuritas: bentuk sekuritas yang dapat dipasarkan seperti ekuitas dan sekuritas utang yang memiliki pasar yang likuid.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">-Piutang: mengacu pada uang yang harus dibayarkan pelanggan kepada perusahaan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">-Persediaan: barang yang tersedia untuk dijual.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">-Biaya yang dibayar di muka: mewakili nilai yang telah dibayar seperti asuransi, kontrak iklan, atau sewa.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sementara untuk contoh aset jangka panjang di antaranya adalah:</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">-Investasi jangka panjang: sekuritas yang tidak dapat dilikuidasi pada tahun berikutnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Untuk aset tetap misalnya bangunan, peralatan, tanah, mesin, dan aset tahan lama lainnya yang umumnya padat modal.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Terakhir adalah aset tidak berwujud yang termasuk aset non fisik seperti hak cipta dan paten.</span></p>
<ol>
<li style="font-weight: 400;"><span style="font-weight: 400;">Liabilitas</span></li>
</ol>
<p><span style="font-weight: 400;">Liabilitas adalah hutang yang dimiliki perusahaan yang mesti dibayarkan dalam jangka waktu pendek atau panjang. Ada dua jenis kategori liabilitas, yaitu utang lancar dan utang dalam jangka waktu panjang. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pertama, hutang lancar. Cirinya adalah dengan kewajiban untuk membayar utang yang jatuh tempo dalam satu tahun. Seperti, utang bank, gaji yang harus dibayarkan, kontribusi program pensiun, bunga utang, sewa gedung dan peralatan, serta pembayaran rencana kesehatan. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kedua, utang jangka panjang. Cirinya adalah utang yang jatuh temponya setelah periode satu tahun. Seperti, kewajiban pajak tangguhan, kewajiban dana pensiun, dan utang jangka panjang seperti bunga dan pokok obligasi. </span></p>
<ol>
<li style="font-weight: 400;"><span style="font-weight: 400;">Ekuitas</span></li>
</ol>
<p><span style="font-weight: 400;">Salah satu bagian penting dari neraca adalah ekuitas. Ekuitas bisa disebut juga sebagai </span><i><span style="font-weight: 400;">owner’s equit</span></i><span style="font-weight: 400;">y atau </span><i><span style="font-weight: 400;">shareholder’s equity</span></i><span style="font-weight: 400;">. Ekuitas adalah jumlah selisih dari utang dan aset. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Untuk mencari ekuitas digunakan rumus aset dikurangi utang atau bisa ditulis dengan Aset – Utang = Ekuitas.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Terdapat istilah laba ditahan atau </span><i><span style="font-weight: 400;">retained earnings</span></i><span style="font-weight: 400;"> yaitu laba bersih perusahaan yang diinvestasikan kembali dalam bisnis atau digunakan untuk melunasi utang.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">laba ditahan digunakan untuk mendanai ekspansi daripada dibayarkan sebagai dividen kepada pemegang saham, saat bisnis dalam fase pertumbuhan. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Selain itu, terdapat istilah lain yaitu saham treasury atau treasury stock yaitu saham yang dibeli kembali oleh perusahaan. Untuk mengumpulkan uang tunai bagi perusahaan, kedua saham tersebut dapat dijual. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Itulah penjelasan mengenai pengertian dan bagian yang ada di dalam neraca. Kini, kamu pasti sudah sedikit paham dengan istilah yang satu ini, kan?</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Saat ini neraca adalah kunci untuk mengetahui bagaimana kondisi keuangan dari perusahaan. Bagi seorang pengusaha tentunya neraca adalah hal terpenting untuk melihat pertumbuhan dari bisnis yang dimilikinya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Itulah mengapa penting untuk memiliki neraca keuangan bagi setiap bisnis baik yang baru rilis atau pun yang sudah berkembang. Selain informasi tentang neraca keuangan, di Jobnas.com ada banyak informasi lain sepiutar dunia keuangan, marketing, hingga soal dunia kerja. </span></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
