Menu

Jobnas

Ghufron Writer
3 bulan yang lalu
0

Jobnas.com-Dalam banyak hal, menumbuhkan dan menjaga motivasi memang bukan perkara yang mudah untuk dilakukan. Terutama ketika kamu sedang meniti karir. Nah, dengan memberikan Self Reward, setidaknya bisa menjadi salah satu cara untuk membangkitkan semangat dalam diri. Dengan self reward, kamu juga akan merasakan banyak dampak positif yang nantinya akan melekat pada diri mu. 

Baca Juga: Kenali Lebih Akrab Layanan Microsoft 365 Auto Sukseskan Kinerjamu

Lantas, apa saja hal baik dari self reward dan bagaimana melakukannya? Yuk, baca artikel Jobnas.com berikut ini !

Seberapa Penting Self Reward ?

1. Membuat Senang dan Termotivasi

Dikutip dari Stunning Motivation, agar supaya kita bisa melakukan lebih banyak hal, self reward adalah satu cara untuk dilakukan. Kamu bisa melakukannya dengan cara memberi kita hadiah atau imbalan atas apa yang sudah dicapai.

Pemberian hadiah pada diri sendiri terbukti mampu membuat mood menjadi lebih baik dan menjaganya tetap positif selama bekerja atau berusaha mencapai suatu tujuan. Hal ini dikarenakan kamu akan menerima hal yang disukai bisa memicu dopamine, yaitu zat kimia dalam tubuh yang membuat perasaan menjadi lebih senang.

2. Positive Reinforcement

Terbentuknya positive reinforcement merupakan salah satu dampak lainnya dari menerima self reward. Positive reinforcement merupakan sebuah pengulangan suatu perilaku sesudah mendapat imbalan atau hadiah atas hal tersebut. Apabila manusia tahu akan mendapat suatu hal baik, pada akhirnya mereka akan cenderung untuk melakukan sesuatu. Inilah cara membangun kebiasaan yang baik dan meningkatkan produktivitas.

3. Dibutuhkan Setiap Orang

Jangan lupa bahwa dirimu penting sesibuk apa pun atau setinggi apa pun planning mu dalam hidup. Dengan demikian, memberikan penghargaan bagi diri sendiri karena sudah berjuang dan mencapai hidup sejauh ini.

Kamu akan mengalami burn out terus menerus atau kehilangan motivasi bekerja, apabila tanpa pemberian self reward dan terus bekerja saja. Dikutip dari Jean Hailes, pemberian penghargaan pada diri sendiri adalah hal yang perlu untuk menjaga kesehatan mental yang baik.

Bagaimana Cara Memberi Self Reward ?

Kamu bisa melakukan pemberian penghargaan untuk diri sendiri dengan berbagai macam cara. Tentunya, masing-masing orang mempunyai definisi reward atau penghargaan yang berbeda-beda.

Baca Juga: Optimalkan Local SEO, Agar Kamu Menguasai Bisnis di Area Lokal

Dengan demikian, dirimu sendirilah yang paling mengetahui apa yang membuatmu merasa dihargai atas jerih payah yang sudah dilakukan. Setidaknya ada beberapa hal yang penting untuk diingat ketika kamu memberikan self reward apa pun bentuknya, yaitu: 

1. Relevansi

Pastikan penghargaan yang diberikan pada dirimu sendiri relevan dan tidak bertolak belakang dengan tujuanmu.

Seperti, kamu memiliki tujuan untuk menghemat lebih banyak uang hasil gaji. Dengan demikian, jangan memberi self reward dengan membeli barang mahal meskipun kamu sangat menginginkannya.

Pasalnya, dengan begitu, justru kamu akan semakin boros setiap menerima gaji.

2. Batasi Diri

Berdasarkan poin sebelumnya, bukan berarti kamu tidak boleh membeli barang apa pun. Tentunya kamu tetap bisa membelikan dirimu sesuatu yang disukai. Meski demikian, batasi diri, misalnya dengan menetapkan budget. Jangan sampai, misalnya, malah berutang atau menambah cicilan karena membeli barang tersebut.

3. Cari Reward yang Memotivasi

Tentu penting untuk memilih sesuatu yang membuatmu termotivasi, karena tujuan self reward umumnya adalah untuk meningkatkan semangat.

4. Mudah Didapat

Reward yang diberikan baiknya mudah didapat. Setidaknya, self reward cepat diberikan setelah kamu mencapai suatu tujuan yang sudah ditetapkan. Sebab, dengan cara seperti itu, kamu bisa mensugesti otak dan meyakinkan diri bahwa kamu sudah mendapat penghargaan atau hadiah setelah apa yang diraih.

Baca Juga: Dampak Perppu Cipta Kerja bagi Pekerja

Nah, itulah penjelasan Jobnas.com mengenai beberapa hal yang penting untuk melakukan self-reward. Jadi, jangan lupa berikan dirimu self reward, ya.

Ghufron Writer
3 bulan yang lalu
0

Jobnas.com – Dalam mencari kerja, salah satu dokumen yang perlu dimiliki adalah Cover Letter, terutama bagi kalangan fresh graduate. Hal ini dikarenakan apakah lamaran seorang job seeker akan dipelajrai lebih lanjut atau tidak oleh perusahaan tujuan sangat ditentukan oleh dokumen yang satu ini. 

Tentu, fresh graduate akan mempunyai fokus baru, yakni mencari kerja setelah menyelesaikan pendidikannya. Dengan demikian, mereka membutuhkan informasi yang jelas dan benar tentang cara membuat cover letter yang bagus.

Oleh karena itu, di artikel ini Jobnas.com akan membagikan seputar informasi dalam membuat cover letter fresh graduate. Lalu, seperti apa sih cara paling baik bagi fresh gradeuat untuk menyusun cover letter ? Nah, penjelasannya ada di bawah ini. Yuk, simak sampai tuntas !

Pengertian Cover Letter

Secara definitif, cover letter adalah surat lamaran kerja atau keterangan singkat seputar profil kamu sebagai pelamar kerja. Ia kerap dijadikan sampul atau kata pengantar dari dokumen lamaran kerja lainnya, seperti portofolio dan CV. 

Baca Juga: Yuk, Buat Slide Presentasi Lebih Menarik dengan Tips-Tips Berikut Ini!

Agar pihak perusahaan berminat untuk mempelajari lebih dalam lamaranmu, sebaiknya kalimat yang dirangkai  dalam cover letter harus benar-benar singkat, efektif, dan memiliki daya tarik. 

Menurut The Balance Careers, cover letter harus bersifat melengkapi CV, bukan mengulanginya. Dokumen ini harus menafsirkan isi CV yang bersifat data detail menjadi sesuatu yang lebih menyentuh pribadi.

Ciri-Ciri dan Fungsi Cover Letter

Pengertian cover letter akan semakin jelas saat kamu mengetahui ciri-ciri dan fungsinya. Berikut adalah ciri-ciri cover letter: 

1. Konten Cover Letter

Cover letter terdiri dari serangkaian kalimat singkat yang memuat latar belakang diri, pendidikan, keahlian, pengalaman, prestasi serta informasi lain yang bisa menunjukkan kualitas pelamar kerja. Isinya pun tidak bertele-tele, namun harus padat dan singkat, dan tidak lebih dari satu halaman. 

2. Kerangka Cover Letter

Secara umum, cover letter diawali dengan kalimat pembuka, kemudian dilanjutkan dengan rangkaian alasan mengapa cover letter ditulis. Kerangka dilanjutkan dengan pengenalan diri secara singkat dan paparan tentang latar belakang pendidikan dan keahlian yang dimiliki pelamar kerja. Pada cover letter, kamu juga perlu menuliskan alasan mengapa kamu layak diterima di perusahaan tujuan dalam posisi tertentu, dilanjutkan dengan penutup.

4. Karakteristik Kalimat Cover Letter

Dalam cover letter, kalimat yang dirangkai menggambarkan kondisi dan kualitas pelamar kerja, serta bersifat eksklusif. Dengan demikian, mengetahui ihwal langkah-langkah dalam membuat cover letter  fresh graduate secara efektif dan ideal sangat penting dipelajari bagi para pelamar kerja. 

Baca Juga: Optimalkan Local SEO, Agar Kamu Menguasai Bisnis di Area Lokal

Dengan mengetahui ciri-cirinya, kamu pasti sudah bisa menggambarkan fungsi utama dari cover letter. Singkatnya, fungsi cover letter yakni adalah pemikat awal seorang pelamar kerja terkait kualitas diri dan kinerjanya.

Dikutip dari Reed, cover letter memberikan sesuatu yang lebih dari lamaranmu. Perekrut akan lebih mudah mengenal diri, kepribadian, apa yang kamu inginkan, dan mengapa kamu melamar pekerjaan.

Langkah-langkah Membuat Cover Letter Fresh Graduate

Agar menarik dan efektif, kita harus bisa menguraikan cara merangkai kata dan kalimat di dalamnya dengan mengacu pada kerangka umum cover letter. Nah, Jobnas.com sudah merangkum beberapa tipsnya untuk mu agar supaya lebih mudah dalam membuatnya. Berikut adalah beberapa langkah-langkahnya: 

1. Tunjukkan Kreativitasmu

Kamu mungkin mendapatkan sejumlah rekomendasi atau contoh cover letter dari internet atau para senior. Hal ini tentu saja bagus untuk referensi. Meski demikian, kamu tetap harus membuat cover letter yang eksklusif dan benar-benar mewakili karaktermu sendiri. Jadi, kreatif dan percaya dirilah! Jangan mudah menjadi peniru, lantas kreativitasmu jadi tidak terasah.

2. Jangan Mengulang Informasi di CV

Meringkas dan apa yang sudah disebutkan di curriculum vitae (CV) merupakan salah satu kesalahan yang kerap kali dilakukan para pembuat cover letter. Dari pada melakukan hal ini, lebih baik kamu berfokus pada hal detail yang mewakili kualitas kepribadianmu.

3. Mulailah dengan Kualifikasi

Selama menjalani pendidikan, kamu bisa menuliskan hal-hal yang berkaitan dengan kualitas karakter serta pencapaianmu. Tentu saja apa yang diceritakan harus sesuai dengan posisi yang ingin didapatkan.

Selain itu, kamu juga jangan sampai mengabaikan riset terkait visi misi perusahaan. Ketika pemaparan kualifikasimu sesuai dengan selera perusahaan, maka cover letter-mu akan semakin menarik.

4. Menulislah dengan Singkat

Membuat cover letter jangan lebih dari satu halaman. Idealnya, kamu menuliskannya hanya dalam tiga paragraf saja, atau setengah halaman. Jangan sampai kamu membuat rekruter merasa bosan sehingga mengabaikan lamaran kerjamu.

Contoh Kalimat-Kalimat Ideal untuk Cover Letter

Nah, pada poin berikut ini Jobnas.com akan memberikan beberapa contoh rangkaian kalimat dari paragraf yang diharapkan bisa menyulut kreativitasmu dalam menuliskan cover letter. 

1. Paragraf Pertama

Kamu bisa mengawalinya dengan menyebutkan nama atau pihak yang akan menerima suratmu. Kemudian, kamu bisa langsung mengemukakan alasan, mengapa kamu tertarik melamar di perusahaan tujuan dengan posisi tertentu.

Selain itu, kamu juga bisa dengan singkat menceritakan dari mana kamu mendapatkan info tentang Lowongan Kerja tersebut, dan seberapa antusias kamu menyambutnya.

Contoh kalimat awal untuk paragraf pertama cover letter:

Kepada Kepala HRD …

Surat lamaran ini saya tulis setelah merespons informasi lowongan kerja yang saya terima dari …

2. Paragraf Kedua

Pada paragraf kedua, kamu bisa langsung memaparkan kualitasmu secara padat dan singkat. Hal yang tak boleh kamu lupakan adalah kamu tidak perlu lagi memperkenalkan diri tapi langsung menceritakan poin spesial yang menjadi keunggulanmu.

Ini bukan tindakan arogan, namun merupakan ekspresi rasa percaya diri dan optimisme atas niatmu bekerja di perusahaan tujuan.

Agar efektif dan menarik perhatian perusahaan, poin spesial yang kamu ceritakan sebaiknya disesuaikan dengan bidang kerja yang ingin kamu dapatkan. Selain itu, selaraskan pula dengan budaya kerja dan visi misi perusahaan.

Nah, kamu pun bisa menceritakan tentang pengalamanmu selama belajar di lembaga pendidikan, meski statusmu masih fresh graduate. Selain itu, kamu dapat menceritakan  bagaimana hasil pendidikan itu sangat menunjang untuk kamu terjun di dunia kerja.

Ketika kesesuaian itu terangkai luwes tanpa dibuat-buat, maka cover letter-mu berpeluang membantu memuluskan jalan mendapatkan pekerjaan yang diinginkan.

Contoh kalimat awal untuk paragraf kedua cover letter:

Setelah lulus dari … saya melanjutkan kesibukan sebagai …

Sebagaimana informasi yang tertera di CV, saya sangat tertarik di bidang …

Saya memiliki sejumlah kemampuan yang bisa mendukung pekerjaan ini di antaranya …

3. Paragraf  Terakhir

Beranjak pada paragraf ketiga di mana ini merupakan paragraf terakhir. Nah, di paragraf ini kamu bisa langsung menegaskan tentang keinginanmu yang benar-benar merasa pantas dan layak bekerja perusahaan tujuan. Setelah itu, segera tutup dengan salam penutup.

Contoh kalimat awal untuk paragraf akhir cover letter:

Dengan kualifikasi yang saya miliki, saya percaya bahwa posisi … sangat cocok dan diharapkan bisa mendukung kemajuan perusahaan.

Demikianlah surat lamaran ini saya buat dengan harapan mendapatkan balasan berupa kabar baik dari pihak perusahaan.

Begitulah pemaparan singkat Jobnas.com mengenai definisi dan tips jitu membuat cover letter untuk kamu yang masih fresh graduate. Satu hal yang penting dicatat adalah berhentilah menganggap bahwa cover letter sebagai sekadar instrumen pelengkap dalam agenda melamar kerja.

Baca Juga: Optimalkan Local SEO, Agar Kamu Menguasai Bisnis di Area Lokal

 Justru ia serupa surat lamaran kerja yang bisa diandalkan untuk mempromosikan diri sehingga peluangmu diterima kerja semakin besar. Kamu pun perlu menjaga sikap percaya diri dan berani menunjukkan kualitas dirimu meski statusmu masih lulusan baru yang minim pengalaman. 

Ghufron Writer
3 bulan yang lalu
0

Jobnas.com-Peran seorang yang berpengalaman di dunia kerja tentu sangatlah dibutuhkan. Ia bisa menjadi seorang konsultan di mana seseorang dapat bertanya untuk menentukan karirnya ke depan.  Oleh karena itu, kamu harus ketahui cara meminta saran karier lewat email. 

Dilansir dari Indeed, email menjadi sarana yang paling banyak digunakan untuk komunikasi secara profesional seperti  menanyakan saran karier. Umumnya, saran untuk karier ini bisa kamu tanyakan pada atasan ataupun career mentor jika ada.

Baca Juga: Antara Bullet Journalling atau Digital Journalling, Tentukan Pilihanmu!

Jika saat ini kamu masih kebingungan terkait bagaimana cara meminta saran karier lewat email secara profesional dan benar, yuk, simak penjelasan di bawah ini!

Pentingnya Meminta Saran Karier

Kamu tentu membutuhkan saran karir sama orang yang telah berpengalaman. Seperti yang sudah disinggung di atas, hal ini dilakukan untuk menentukan karirmu ke depan, terutama dalam dunia kerja. 

Menanyakan saran karier bertujuan membantu seseorang untuk memperjelas dan mengatur jenjang karier yang cocok untuknya. Barangkali agak sedikit merasa kebingungan apa yang mesti dilakukan ke depannya jika tidak mempunya tujuan karir yang jelas. 

Di samping itu, kamu juga akan tidak bisa menyusun target-target dalam karier yang harus dicapai. Dengan demikian, coba cari seseorang yang sudah berpengalaman atau profesional di bidang yang ingin kamu geluti dan hubungi mereka untuk mendapat saran karier.

Orang yang bisa aku hubungi contohnya seperti dosen yang kamu kenal, carer mentor, pembicara saat mengikuti webinar, ataupun koneksi di LinkedIn. Seperti peribahasa “malu bertanya, sesat di jalan”, jika enggan bertanya, kamu akan terus bingung dengan tujuan dan target karier yang ingin dicapai.

Tutorial Meminta Saran Karier Lewat Email

Dikutip dari University of Washington, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum meminta saran karier. Terlebih lagi apabila ingin menanyakannya pada orang yang belum dikenal. Dengan demikian, simak 5 cara meminta saran karier lewat email di bawah ini!

1. Riset Karir yang Ingin Ditanyakan

Meneliti industri atau posisi pekerjaan yang diminati merupakan hal pertama yang harus kamu lakukan. Melalui cara ini, kamu sudah tahu secara umum informasi seperti gaji, tanggung jawab, skill atau tantangan yang akan dihadapi ketika bekerja.

Baca Juga: Metode Lihai Dalam Memilih Warna Ketika Mendesain

Di samping itu, penelitian sederhana ini juga bisa membantumu mencari ide topik yang menarik untuk didiskusikan. Dikutip dari Indeed, topik yang ditanyakan bukan hal-hal dasar yang bisa dijawab di internet, namun hal-hal yang hanya diketahui saat sudah berpengalaman. 

Dengan demikian, luangkan waktu untuk mencari tahu seluk-beluk bidang yang digeluti dahulu dan barulah mulai susun topik-topik yang ingin ditanyakan.

2. Mulai dengan Menulis Subject yang Jelas

Apabila kamu sudah melakukan riset, langkah berikutnya adalah mulai lah dengan menulis email saran karir. Nah, dalam hal ini kamu perlu memulai dengan subject yang jelas. 

Menurut Drexel University, subject dari email harus selaras dengan isi email. Apabila tidak, penerima email akan kebingungan saat membuka email tersebut. Tolok ukur subject email yang efektif terletak pada kalimatnya yang dapat memberikan informasi yang cukup dan dapat dipahami pembaca. 

Untuk email saran karier, kamu bisa menulis subject seperti:

Saran karier pada bidang digital marketing – Jonathan P.

Recent graduate respectfully requesting career advice – Amelia R. 

3. Perkenalkan Diri dan Jelaskan Tujuan Email

Memperkenalkan diri dan menjelaskan tujuan email merupakan paragraf pertama dari email saran karir. Dalam hal ini perkenalan diri menjadi sangat penting, terutama jika kamu mengirim email ke orang yang belum pernah bertemu sebelumnya, perkenalan diri dengan menulis nama lengkap dan latar belakangmu. 

Sebagai contoh, kamu bisa memperkenalkan diri dengan kalimat:

Perkenalkan nama saya Indi Irawan, lulusan sarjana Teknik Industri di Universitas ABC. Saya bertemu dengan Bapak pada semester ke-5 pada mata kuliah Artificial Intelligence Engineering di mana Bapak menjadi narasumber seminar…

My name is Indi Irawan, a recent graduate from ABC University majoring in Computer Science. In my fifth semester, I attended a seminar entitled Artificial Intelligence Engineering in which you were one of the guests…

Kemudian, ceritakan tujuanmu mengirim email ini. Kamu bisa jelaskan alasan seperti ingin mencari informasi tentang posisi atau karier tertentu.

4. Berikan Pertanyaan yang Spesifik 

Pertanyaan yang kamu tanyakan pada email harus ditulis secara singkat, tepat, dan spesifik agar tidak membuang waktu pembaca.

Meski demikian, ada baiknya kamu jelaskan sedikit informasi seberapa banyak kamu mengetahui kamu tentang bidang yang diminati sebelum bertanya.

Mungkin kamu harus menjelaskan pengalamanmu dengan kalimat yang cukup panjang, tapi usahakan untuk menjelaskannya sesingkat mungkin.

Dikutip dari The Balance Career, kamu harus bisa memilah bagian yang relevan saja pada pengalamanmu. Kamu tidak perlu menceritakan keseluruhan riwayat pekerjaan. 

5. Ucapkan Terima Kasih

Terakhir, cantumkan ucapan terima kasih atas waktu yang diluangkan dan berikan sapaan sopan sebagai penutup. Seperti halnya surat formal, kamu juga perlu menunjukkan profesionalisme dan etika yang baik saat menulis email.

Baca Juga: SEO Audit, Optimalkan Kinerja Website di Halaman Pencarian

Demikianlah penjelasan Jobnas.com tentang tutorial meminta saran karir via email dengan cara profesional yang perlu kamu ketahui. Ingat, saran karier juga merupakan hal penting yang bisa kamu minta dari seorang profesional yang sudah dikenal sebelumnya maupun belum. Dengan begitu, kamu bisa lebih tahu gambaran kariermu di masa depan.

Ghufron Writer
3 bulan yang lalu
0

Jobnas.com-Agar menarik perhatian penerimanya, menulis Cold Email membutuhkan tips dan langkah tersendiri, lho. Biasanya, cold email ditulis sebagai penarik perhatian pelanggan potensial terhadap sebuah bisnis atau brand. Meski demikian, mengirimkan cold email untuk melamar pekerjaan yang diinginkan adalah hal yang lumrah.

Baca Juga: Hal yang Mengasyikkan dan Menguntungkan dari Instagram Story Template

Masalahnya,  dari pada komunikasi lainnya, menulis cold email jauh lebih sulit. Meski demikian, tenang saja. Di artikel ini Jobnas.com akan membagikan tips-tips menulis cold email beserta contohnya yang dapat kamu terapkan !

5 Tips Menulis Cold Email

Tentu saja tak mudah memang menulis cold email untuk mencari kerja. Sebab, sebelumnya kamu belum menjalin hubungan dengan si penerima email. Selain itu, kamu juga kekurangan masukan non-verbal dari mereka, sehingga kamu tidak dapat mengubah pendekatanmu secara real-time. Inilah yang menyebabkan kebanyakan cold email gagal.

Lantas, bagaimana caranya menulis cold email yang dapat menarik rekruter? berikut adalah langkah-langkahnya !

1. Sesuaikan Pesan untuk Penerima

Kamu boleh saja mengirimkan cold email kepada banyak penerima. Meski demikian, tips yang perlu kamu ingat adalah menulis cold email yang sesuai untuk masing-masing penerima atau dipersonalisasi.

Personalisasi yang dimaksud di sini berarti kamu telah memikirkan tentang siapa yang menjadi penerima, apa yang menarik bagi mereka, dan apa yang mereka inginkan. Kamu telah mengembangkan gambaran mengenai penerima. Ini menunjukkan kepada mereka bahwa kamu telah berupaya untuk memahaminya.

Kamu juga perlu menjelaskan mengapa cold email tersebut dikirimkan kepada mereka dan bukan kepada orang lain. Dikutip dari Harvard Business Review, orang jauh lebih termotivasi untuk membantu orang lain ketika mereka merasa secara unik memenuhi syarat untuk melakukannya. Pada akhirnya kamu akan dapat menceritakan sebuah kisah yang masuk akal bagi mereka dengan menguraikan secara tepat di mana mereka cocok.

Baca Juga: Website BPJS Ketenagakerjaan Resmi, Begini Cara Mengakses dan Fungsinya

2. Menulislah Seperti Kamu Berbicara

Tulisan yang “berbicara” adalah salah satu jenis tulisan yang akan menarik pembaca. Dikutip dari Net Hunt, tips ini juga berlaku ketika kamu menulis cold email.

Langkah yang bisa kamu lakukan adalah tulislah cold email seolah-olah kamu sedang berbicara dengan teman atau rekan kerja, bukan dengan banyak orang. 

Selain itu, perhatikan bahwa pesan singkat memiliki peluang lebih besar untuk dibuka dan dibaca. Jadi, tulislah emailmu dengan ringkas dan ramah.

3. Jelaskan Siapa Dirimu

Ketika menulis cold email, hal yang tak boleh kamu lupakan adalah penerima belum mengenal siapa dirimu.

Kamu telah melakukan banyak riset mengenai orang yang kamu kirimi email, tetapi mereka tidak tahu apa-apa tentangmu. Oleh sebab itu, kamu perlu menunjukkan kredibilitasmu kepada mereka dan bahwa mereka dapat mempercayaimu.

Beri tahu mereka siapa dirimu, di mana kamu bekerja, apa skill yang kamu miliki, bagaimana kamu mendapatkan informasi tentang mereka, dan mengapa kamu tertarik dengan perusahaan tersebut.

Jika kamu memiliki koneksi langsung, kamu bisa menyebutkannya. Hal ini tentu saja akan menarik perhatian mereka karena kamu bukanlah benar-benar orang asing.

4. Sebutkan Tujuanmu dengan Ringkas

Selanjutnya, kamu pun bisa menyatakan apa tujuanmu mengirimkan cold email setelah menjelaskan siapa dirimu.  Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan spesifik. Meski demikian, mulailah dengan permintaan yang sederhana

Daripada meminta pekerjaan di muka melalui email, mintalah kesediaan mereka untuk menerima email follow-up atau meminta kesediaan untuk bertemu atau berdiskusi. Meminta terlalu banyak dapat terlihat memaksa. Jadi, mulailah perlahan, kemudian bangun hubungan baik.

5. Bersikaplah Apresiatif

Mengirimkan cold email artinya meminta bantuan kepada seseorang yang tidak mengenalmu. Secara tidak langsung, kamu akan memberi mereka perasaan bahwa mereka adalah orang yang baik apabila mereka memilih untuk membantumu dengan mengungkapkan rasa syukur dan rendah hati. 

Bahkan, hanya dengan mengucapkan terima kasih atas permintaan yang kamu ajukan akan memberikan kesan yang baik. Kemudian, hal yang tak boleh kamu lupakan adalah bahwa  kamu memahami kesibukan mereka dan tidak menuntut untuk segera dibalas.  Memberi mereka pilihan sebenarnya membuat mereka lebih cenderung membantumu.

Baca Juga: Dampak Perppu Cipta Kerja bagi Pekerja

Demikianlah penjelasan Jobnas.com mengenai 5 langkah menulis cold email yang perlu kamu pahami. Ingat, mengirimkan cold email tidak sama dengan menanyakan Lowongan Kerja lewat email. Fungsi cold email hanya sebatas memperkenalkan dirimu dengan harapan penerima akan tertarik dan menawarkan kerja sama kepadamu. Jadi, sampaikanlah sebaik mungkin, ya !

Ghufron Writer
3 bulan yang lalu
0

Jobnas.com – Mengkonsumsi Gula secara berlebihan memang tidak baik. Banyak resiko yang ditimbulkan. Itulah mengapa Kemenkes melalui Permenkes No. 30 Tahun 2013 mengatur anjuran konsumsi gula, lemah, dan garam per hari untuk mengurangi resiko tersebut. 

Menurut Healthline, jika dibandingkan dengan gula alami dalam sayur dan buah, gula yang ada dalam kandungan makanan instan lebih berbahaya bagi kesehatan. Dengan demikian, penting untuk kamu mengetahui berapa banyak batas konsumsi gula per hari yang aman untuk kesehatan. Yuk, simak penjelasan Jobnas.com berikut ini !

Kebiasaan Konsumsi Gula

Dua faktor utama ini akan menentukan konsumsi gula per hari, yaitu total asupan kalori dan tingkat aktivitas. Setiap makanan yang kita konsumsi sehari-hari, hampir mengandung banyak gula.  Penting untuk diketahui bahwa ada perbedaan mendasar antara gula tambahan dan gula alami dalam sayur serta buah-buahan. 

Gula alami yang ada pada sayur dan buah mengandung air, serat, dan nutrisi lainnya, sehingga konsumsinya tidak akan membahayakan.  Meski demikian, saat ini konsumsi gula harian lebih banyak didapatkan dari makanan dan minuman olahan dengan gula tambahan. 

Baca Juga: Kenali Lebih Akrab Layanan Microsoft 365 Auto Sukseskan Kinerjamu

Saat membeli soft drink dan camilan misalnya, kamu bisa melihat berapa banyak kandungan gula dalam setiap sajian makanan atau minuman tersebut.  Gula jenis itulah justru membahayakan apabila terus-menerus dikonsumsi dalam takaran yang berlebihan. 

Batas Konsumsi Gula Per Hari

Makanya, menurut Permenkes No. 13 Tahun 2013 tentang Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam dan Lemak Serta Pesan Kesehatan Pada Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji, anjuran konsumsi gula per hari adalah 50 gram per orang.

50 gram gula ini setara dengan 10% dari total energi sebesar 200 kkal (kilokalori) atau setara dengan 4 sendok makan. Sementara American Heart Association menganjurkan konsumsi gula per hari, yaitu: 

-Laki-laki: tidak lebih dari 9 sendok teh (36 gram gula atau 150 kkal) 

-Perempuan: 6 sendok teh (25 gram gula atau 100 kkal)

Sebagai contoh, satu botol kopi kemasan yang biasa kamu beli di minimarket mengandung 130 kkal gula. Nah, dengan mengkonsumsi satu botol, kamu sudah melebihi batas konsumsi gula per hari. Sebaiknya kamu perlu memperhatikan terlebih dahulu kandungannya di belakang kemasan jika membeli makanan olahan atau minuman. Hal ini dilakukan untuk memastikan kamu tidak melebihi batas konsumsi gula per hari. 

Namun, tentunya akan lebih baik lagi jika kamu membatasi konsumsi gula tambahan dari produk makanan serta minuman olahan. Mulailah menggantinya dengan konsumsi gula alami dari buah-buahan dan sayur.

Akibat Konsumsi Gula Berlebihan 

Menurut Healthline, konsumsi gula yang berlebihan bisa menyebabkan banyak Penyakit serius, di antaranya:

1. Kenaikan Berat Badan hingga Obesitas

Perlu diketahui bahwa sumber utama gula fruktosa berasal dari minuman olahan  dengan pemanis buatan seperti soda, jus kemasan, dan teh dengan berbagai macam rasa. Fruktosa merupakan salah satu jenis simple sugar atau karbohidrat. Terlalu banyak mengkonsumsi fruktosa akan meningkatkan nafsu makan kamu. 

Jadi, semakin banyak kamu mengonsumsi minuman atau makanan manis, kamu justru tidak akan merasa kenyang, malah ingin makan terus. Hasilnya berat bandan pun naik dan berpotensi jadi obesitas.

Baca Juga: Optimalkan Local SEO, Agar Kamu Menguasai Bisnis di Area Lokal

2. Risiko Penyakit Jantung

Meningkatnya risiko penyakit jantung juga sering dikaitkan dengan mengonsumsi gula yang tinggi perhari.  Sebuah studi yang dirilis oleh Frontiers, masih mengutip Healthline, ditemukan bahwa peserta yang mengonsumsi gula tambahan memiliki risiko penyakit jantung lebih besar dan berisiko mengalami komplikasi. Makanan dan minuman manis akan membuat konsumsi gula per harimu menjadi lebih tinggi dan menyebabkan risiko penyakit yang lebih parah.

3. Timbulnya Jerawat

Sebagaimana dikutip dari Healthline, sebuah studi dari National Institutes of Health di Amerika Serikat menunjukkan bahwa mengkonsumsi makanan manis dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah dan insulin.

Adanya lonjakan ini mengakibatkan peningkatan sekresi androgen, produksi minyak, hingga peradangan. Ketiga hal tersebut berperan besar dalam tumbuhnya jerawat. Saat konsumsi gula per hari kamu berlebihan, ini akan terus terakumulasi dan menjadi salah satu penyebab munculnya jerawat.

4. Diabetes Tipe 2

Konsumsi gula jumlah tinggi yang berkepanjangan akan mendorong resistensi terhadap insulin, hormon yang diproduksi oleh pankreas dan mengatur kadar gula darah. Resistensi insulin akan menyebabkan kadar gula darah tinggi dan meningkatkan risiko diabetes. 

Itulah mengapa, konsumsi gula dalam jumlah yang besar akan secara langsung meningkatkan risiko diabetes. Hal ini juga berkontribusi besar terhadap kenaikan berat badan yang juga merupakan salah satu faktor penyebab diabetes.

Baca Juga: SEO Audit, Optimalkan Kinerja Website di Halaman Pencarian

Nah, demikianlah informasi Jobnas.com terkait r batas konsumsi kopi per hari yang perlu kamu ketahui. Hal yang peru kamu pahami adalah kamu perlu mencoba perlahan mengganti makanan atau minuman manis dengan buah-buahan. Sebab, kandungan gula alami yang ada dalam buah lebih sehat dibandingkan gula tambahan. 

Ghufron Writer
3 bulan yang lalu
0

Jobnas.com – Contoh serta tips untuk membuat sebuah Content Writer dewasa ini banyak dicari oleh para pencari kerja. Bagi orang-orang yang ingin terjun dalam bidang content writing, hal ini sangat cocok karena dokumen tersebut menjadi bagian yang begitu penting. Problemnya, terkadang masih ada calon content writer yang merasa skeptis akan portofolio yang telah mereka buat.

Keraguan itu muncul saat mereka biasanya sering  mempertanyakan kualitas dari tulisan yang dicantumkan. Padahal, pada kenyataannya membuat portofolio content writer tidak sesulit yang dibayangkan, lho.

Baca Juga: Aplikasi Pluang, Review Aplikasi Investasi, Kelebihan dan Kekurangan

Di artikel kali ini, Jobnas.com akan memaparkan terkait bagaimana cara menyusun portofolio content writer yang menarik serta contohnya yang dapat membuat perusahaan terkesan. Yuk, simak selengkapnya sampai tuntas !

Hal yang Perlu Dicantumkan dalam Portofolio

Apa saja hal-hal dan kriteria yang perlu dicantumkan dalam portofolio content writer ?  Apakah hanya rangkuman tulisan? Apakah harus disertakan ilustrasi? Apa saja kira-kira faktor yang perlu kamu letakkan di dalamnya?

Dilansir dari Clippings, terdapat tiga hal yang harus kamu pertimbangkan untuk dimasukkan ke dalam portofolio content writer. Berikut di antaranya.

1. Objective dari Portofolio

Langkah pertama, kamu harus menjelaskan apa yang kamu lakukan dengan portofolio tersebut jika ingin memastikan portofolio tulisan mencapai tujuannya.

Jelaskan bahwa portofolio tersebut berisi daftar tulisan kamu yang sudah pernah dipublikasikan. Umumnya, content writer terkenal membagi objektif dalam tiga hal, yaitu: 

-untuk mendapatkan perhatian pihak luar

-untuk mendapatkan pekerjaan

-untuk menjual apa yang sudah ia buat

Tiga hal ini penting karena menjadi kerangka penulisan portofolio. Hal tersebut akan membantu kamu membuat objektif. Objektif bisa dimulai dengan bagaimana kamu melakukan riset untuk menjadi bahan tulisan, membuat tulisan, hingga menulis sesuai deadline yang sudah ditetapkan. 

Baca Juga: Inilah Perbedaan antara Remarketing vs Retargeting!

2. Contoh Tulisan yang Sudah Diterbitkan

Contoh tulisan merupakan hal selanjutnya yang wajib kamu cantumkan di dalam portofolio content writing. Beberapa orang umumnya menyarankan untuk memasukkan sekitar 10-20 karya ke dalam portofolio.

Hal tersebut bertujuan untuk memberikan gambaran tentang apa yang dapat dilakukan oleh penulis secara umum. Namun, masih menurut Clippings untuk memilih sampel tulisan yang paling sesuai dengan objektif portofolio.

Di samping itu, jangan lupa untuk masukkan karya tulis dengan laras bahasa yang berbeda. Hal ini penting untuk menunjukkan fleksibilitasmu sebagai penulis ulung.

3. Biografi Penulis

Dalam portofolio content writer, biasanya bagian biografi sering kali dilupakan. Hal ini biasanya terjadi karena content writer cenderung merasa bahwa biografi cukup dimasukkan dalam CV atau lamaran kerja. 

Nah, apa saja yang perlu dimasukkan dalam biografi? Untuk penulis yang sudah berpengalaman, masukkan jabatan terakhir dan peranmu di dalamnya. Sementara, untuk fresh graduate, masukkan peran di kampus yang mendukung portofolio content writer tersebut.

4. Pencapaian atau Kontribusi

Jangan lupa untuk mencantumkan pencapaian dan kontribusimu di portofolio jika kamu pernah terlibat dalam proyek menulis dan dapat mengukur hasil dari hasil tulisanmu.

Pencapaian atau kontribusi tersebut dapat berupa jumlah tulisan yang dihasilkan, testimoni dari rekan kerja, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai target, dan sebagainya. 

5. Informasi Kontak

Terakhir, jangan lupa untuk mencantumkan informasi kontak seperti email, nomor telepon, atau media sosial. Bagian ini akan memudahkan pembaca yang tertarik untuk menghubungimu dan menawarkan pekerjaan maupun proyek.

Tips Menyusun Portofolio Content Writer

Agar tulisanmu bisa terlihat menarik, langkah selanjutnya adalah menyajikannya apabila kamu telah memilah apa yang dimasukkan ke dalam portofolio. Penyajian ini bahkan cukup penting karena menentukan nasibmu selanjutnya. Jika kamu penasaran terkait bagaimana cara menyajikannya, yuk simak penjelasan berikut !

1. Buat secara Online

Perlu diketahui bahwa portofolio fisik sudah dianggap ketinggalan zaman, meski belum sepenuhnya punah. Pasalnya, seiring kemajuan teknologi kamu dapat membuat dan menayangkan portofolio content writer secara online.

Nah, peluang kamu untuk dilihat lebih banyak orang lebih besar dengan tampil secara online. Ini juga membuat kamu memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mendapatkan tawaran pekerjaan, baik itu permanen atau freelance.

Baca Juga: Antara Bullet Journalling atau Digital Journalling, Tentukan Pilihanmu!

Meski demikian, menurut Smart Blogger, saat menayangkan portofolio secara online ada hal yang patut kamu perhatikan. Salah satunya dan yang termasuk penting adalah memastikan bahwa domain yang kamu buat kontekstual dengan portofolio.

2. Manfaatkan Jasa Pembuatan Portofolio 

Seorang content writer terkadang terkendala untuk menampilkan portofolio yang menarik. Pasalnya, pekerjaan mereka berkaitan dengan tulisan, sehingga kadang luput dengan aspek visual tulisannya. Nah, kamu bisa menggunakan jasa pembuatan portofolio content writer yang menyediakan contoh karya mereka, seperti Clippings, Contently, dan Muckrack. 

3. Tampilkan Isi dengan Jelas dan Terstruktur

Salah satu contoh jenis portofolio yang teknik pembuatannya rumit adalah portofolio untuk peran content writer. Bukan persoalan apa saja yang perlu ditampilkan, namun juga bagaimana cara membuat isi yang akan seluruhnya dibaca.

Oleh karena itu, kamu harus memastikan agar isi dari portofolio kamu jelas dan terstruktur. Di samping itu, gunakan ukuran font judul 16pt dan ukuran isi 14pt. Tips lainnya adalah perbesar ukuran spasi tiap kalimat agar lebih baik. Terakhir, sebaiknya tidak menggunakan  font dengan warna merah muda atau hijau karena jelas akan mengganggu pembaca.

4. Hindari Kesalahan Tata Bahasa

Salah satu hal yang tak bisa ditoleransi adalah kesalahan tata bahasa dalam menyusun portofolio. Sudah saatnya kesalahan tata bahasa yang fundamental tidak terjadi sebagai content writer. Kamu pun bisa mengatasi hal tersebut dengan memeriksa  kembali portofolio kamu sebelum ditayangkan. Apabila kesalahan terjadi saat penayangan, beri keterangan ada kesalahan. Jika kamu abaikan, justru akan memicu masalah ke depannya.

5. Link Menuju Karya yang Diterbitkan

Jangan lupa untuk selalu menggunakan link menuju karyamu jika pernah diterbitkan di website atau media online lainnya. Nah, ini merupakan salah satu cara dan menjadi bukti  bahwa kamu tidak berbohong dan tulisanmu sudah cukup bagus untuk dapat diterbitkan dan dibaca oleh orang banyak.

Baca Juga: SEO Audit, Optimalkan Kinerja Website di Halaman Pencarian

Demikianlah penjelasan Jobnas.com mengenai hal-hal penting yang harus kamu perhatikan sebelum membuat portofolio untuk posisi content writer. Diharapkan setelah membaca informasi ini, kamu akan lebih siap untuk mendaftar kerja sebagai content writer. 

Ghufron Writer
3 bulan yang lalu
0

Jobnas.com – Tak jarang orang seringkali akan bertanya-tanya mengenai apa sih sebenarnya B2B itu ? Jadi, B2B itu merupakan singkatan dari Business to Business yang merupakan salah satu praktik penjualan yang dilakukan oleh sebuah perusahaan.

Lantas, apakah istilah B2B mendeskripsikan suatu perusahaan, atau hanya salah satu jenis praktik di dalam marketing saja?

Di artikel ini Jobnas.com akan menjelaskan itu semua untuk mu. Yuk, simak penjelasannya !

Pengertian B2B

Barangkali, istilah B2B masih tidak terlalu familiar di telinga orang awam. Hal ini dikarenakan mayoritas orang hanya mengetahui perusahaan yang menjalankan praktik B2C atau Business to Customer saja. 

Baca Juga: 5 Tips Memberikan Hadiah Kepada Bos yang Perlu Kalian Pertimbangkan

Menurut Business News Daily, secara definitif B2B adalah proses penjualan yang dilakukan oleh satu bisnis atau perusahaan ke perusahaan lainnya. Jadi, beda dengan B2C yang hanya menerapkan sistem penjualan produk atau jasa kepada konsumen. 

Sebagai contoh, terdapat sebuah perusahaan otomotif. Untuk membuat sebuah mobil, perusahaan otomotif ini membutuhkan bahan seperti kaca, aluminium, karet, dan lain-lain. Nah, perusahaan ini akan membeli bahan-bahan tersebut dari perusahaan lain yang menjualnya. 

Contoh lainnya adalah B2B dalam bentuk jasa adalah misalnya terdapat sebuah perusahaan yang menyediakan jasa fotografi dan videografi. Alih-alih menawarkan jasanya langsung ke konsumen, mereka menawarkan jasanya ke perusahaan lain. 

Kerja sama ini juga merupakan salah satu contoh praktik B2B yang bisa dilakukan oleh perusahaan. 

Perbedaan B2B dan B2C

B2C merupakan jenis praktik bisnis lainnya yang biasanya sering digunakan. Nah, seperti dikutip dari Word Steam, bedanya dengan B2B adalah sebagai berikut: 

1. Konsumen

Perbedaan B2B dan B2C terletak pada konsumennya. Dari singkatannya saja sebenarnya sudah terlihat. Bisnis B2B menjual barang atau jasa pada bisnis atau perusahaan lain. Jadi, target konsumen mereka biasanya merupakan pemegang keputusan di suatu perusahaan, seperti manager. Sedangkan bisnis B2C, target konsumen mereka adalah para end user, yaitu pengguna yang tahu cara menggunakan suatu produk.

2. Hubungan dengan Konsumen

Hubungan dengan konsumen atau customer relationship merupakan perbedaan kedua antara B2B dengan B2C. Berhubung konsumen dalam B2B adalah sebuah bisnis atau perusahaan, maka hubungan yang perlu dibangun cenderung bersifat personal.

Untuk menarik minat calon leads agar mau berbisnis denganmu secara berulang dalam jangka waktu yang panjang, kamu perlu fokus memikirkan strategi.

Sedangkan customer relationship pada B2C lebih berpusat terhadap hubungan yang sifatnya transaksional. Tujuan utamamu adalah mendapatkan sebanyak-banyaknya konsumen yang mau membeli produk.

3. Strategi Branding

Strategi branding merupakan perbedaan B2C dan B2B selanjutnya.  Perusahaan B2B lebih berfokus untuk positioning, sedangkan perusahaan B2C biasanya fokus kepada messaging. Bisnis B2B harus secara konsisten menunjukkan apa hal spesial yang mereka tawarkan untuk target audiens melalui relationship building.

Dikarenakan interaksi antara brand dan konsumen sangatlah minim pada B2C, maka strategi branding sangat bergantung pada hal lain yang harus mengesankan. Hal itu adalah pesan atau Copywriting yang sangat kuat.

4. Target Audiens

Pada bisnis B2B, biasanya target audiens bersifat lebih spesifik dan niche. Sedangkan target audiens bisnis B2C terdapat pada pasar yang lebih luas.Dengan demikian, untuk memahami demografi dan kebutuhan target audiens, diperlukan strategi yang berbeda.

Pada strategi marketing, B2B memiliki tujuan utama untuk mendapatkan lead generation. Jadi, taktik yang banyak digunakan ialah menganalisis data melalui Google Analytics dan keyword research. Sementara untuk B2C, mereka akan memaksimalkan strategi marketing di seluruh funneling, mulai dari tahap awareness hingga conversion.

5. Copywriting Iklan

Perbedaan B2C dan B2B yang terakhir adalah strategi pada Copywriting Iklan. Target konsumen B2B kemungkinan besar hanya akan membeli produk atau jasa dari perusahaan yang paham mengenai istilah, proses, hingga keputusan bisnis yang harus diambil.

Dengan demikian, copywriting yang dibuat haruslah terdengar profesional. Di sisi lain, copywriting iklan pada usaha B2C biasanya lebih terdengar emosional dan trendy yang menyesuaikan dengan demografi target konsumennya.

Cara Kerja Perusahaan B2B

Marketing, bisnis, sales, dan supply chain merupakan beberapa komponen di dalam transaksi B2B. Selain komponen-komponen itu, masih ada banyak lagi komponen lainnya. Nah, perbedaan mencolok antara praktik B2C B2B adalah jenis konsumennya.

Menurut The Balance Careers, konsumen dari B2B biasanya adalah eksekutif kelas atas dan juga para pembeli profesional.  Oleh karena itu, para pelaku di bisnis ini dituntut untuk memiliki etika bisnis dan profesionalitas yang tinggi. 

Baca Juga: Kalian Ingin Tahu Waktu Paling Ampuh Menaikkan FYP?

Beberapa di antaranya adalah menggunakan bahasa bisnis, datang ke meeting tepat waktu, berpakaian formal, dan etiket lain yang harus diperhatikan. Dikutip dari laman Investopedia, agar dapat berhasil, transaksi B2B membutuhkan perencanaan yang sangat terperinci.

Jadi, sebelum melangsungkan penjualan, perusahaan perlu menjalin hubungan profesional dengan perusahaan lain  agar meningkatkan probabilitas keberhasilan transaksi.

Lebih dari itu,  agar kamu dapat mengetahui apa saja yang dibutuhkan dan apa saja yang bisa mereka tawarkan, riset secara komprehensif terkait perusahaan yang hendak dituju sangat dibutuhkan. 

Contoh Implementasi B2B dalam Perusahaan

Nah, kini saatnya kamu untuk mengetahui contoh perusahaan yang mengimplementasikan konsep B2B setelah mengetahui definisi serta cara kerjanya. 

Berdasarkan industrinya masing-masing, mulai dari manufaktur hingga retail, beberapa contoh perusahaan B2B di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Industri Otomotif

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, perusahaan otomotif merupakan salah satu contoh perusahaan B2B.  Untuk membuat mobil dan motor, tentu perusahaan membutuhkan berbagai macam jenis komponen dan juga spare part. 

Sangat jarang ada perusahaan otomotif yang memproduksi komponen seperti ban, kaca, atau bahkan aluminium untuk mobil itu sendiri.  Lumrahnya, perusahaan-perusahaan tersebut bekerja sama dengan puluhan atau bahkan ratusan perusahaan manufaktur yang menjadi supplier. 

2. Industri Cleaning Service

Industri yang menawarkan jasa merupakan contoh dari implementasi B2B selanjutnya. Salah satunya adalah cleaning service. Industri cleaning service juga menawarkan jasanya secara B2B. Umumnya, jasa cleaning service digunakan oleh manajemen gedung, mal, dan tempat publik lainnya.

3. Industri Kreatif

Terdapat banyak juga transaksi B2B yang dilakukan di dalam industri kreatif. Agency, startup kreatif, dan production house merupakan contoh utamanya. Transaksi yang dijalankan perusahaan ini mayoritas berbasis B2B.

Semisal, terdapat startup fotografi yang menawarkan jasa foto dan video untuk konsumennya (berbasis B2C). Meskipun demikian, beberapa startup ini juga melakukan transaksi B2B dengan cara menawarkan jasanya untuk memotret atau membuat video perusahaan lain.

Baca Juga: Suatu Prediksi Cloud Services yang Akan Menjadi Masa Depan Microsoft Azure

Demikianlah penjelasan Jobnas.com tentang apa itu B2B, cara kerjanya, dan beberapa contoh perusahaannya. Hal yang sangat penting dilakukan adalah mengetahui dasar-dasar dari B2B,  terutama apabila kamu ingin mulai terjun ke dalam industri yang memungkinkan transaksi ini untuk terjadi. 

Ghufron Writer
3 bulan yang lalu
0

Jobnas.com – Dalam beberapa studi, makan sebelum tidur sangat tidak dianjurkan karena tidak baik bagi kesehatan.

Menurut Sleep Foundation, makan terlalu malam dekat dengan jam tidur memang sangat tidak direkomendasikan. 

Selain dapat mengurangi kualitas tidur, makan sebelum tidur juga bisa meningkatkan resiko.

Meski demikian, terdapat pula beberapa studi yang menunjukkan bahwa ada Makanan tertentu yang baik dikonsumsi 1 sampai 2 jam sebelum tidur. Berikut ini merupakan ketujuh makanan tersebut yang telah Jobnas.com rangkun untuk mu. Yuk, simak sampai tuntas !

1. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan menjadi makanan yang baik dikonsumsi sebelum tidur yang pertama, terutama kacang kenari dan almond. Karena berfungsi sebagai salah satu sumber melatonin, kacang-kacangan membantu meningkatkan kualitas tidur.

Baca Juga: Waspadai Tanda HRD Tidak Terkesan Denganmu saat Interview

Melatonin adalah hormon dalam tubuh yang berperan penting dalam mengatur jam tidur, terutama dalam memberi sinyal pada tubuhmu mengenai kapan harus tidur.

Kacang almon mengandung banyak sekali magnesium yang mampu meningkatkan kualitas tidur karena kemampuannya dalam mengurangi inflamasi dan hormon kortisol yang biasanya mengganggu tidurmu.

Selain itu, kacang kenari juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh, seperti mengurangi peradangan dan menurunkan tekanan darah.

2. Buah-buahan

Jika kamu merupakan orang yang kekurangan nutrisi, sebaiknya mengonsumsi buah-buahan menjadi langkah yang tepat untukmu. Pasalnya, buah-buahan mengandung banyak nutrisi dan rendah kalori yang bermanfaat untuk tubuh. 

Nah, buah kiwi  menjadi salah satu buah yang baik untuk dimakan sebelum tidur. Menurut Healthline, mengonsumsi 1-2 kiwi sebelum tidur bisa membantumu lebih cepat tidur dan membuat tidur menjadi lebih lama.

Hal tersebut dikarenakan kiwi merupakan salah satu sumber antioksidan dan vitamin C yang sering kali mempengaruhi level serotonin dalam tubuh. Serotonin sendiri adalah zat dalam otak yang mampu membantu mengatur pola tidur dengan baik. Jadi, apabila kamu ingin memperbaiki pola tidur, jangan lupa untuk konsumsi buah-buahan sebelum tidur terutama buah kiwi.

3. Ikan

Ikan merupakan makanan yang baik dikonsumsi sebelum tidur selanjutnya, terutama ikan yang mengandung cukup lemak, di antaranya adalah seperti ikan kembung, tuna, salmon, dan forel.  Ikan-ikan jenis ini mengandung vitamin D dan omega 3 yang sangat banyak.

Perpaduan antara vitamin D dan omega 3 inilah yang bisa membantu memperbaiki kualitas tidur karena mampu meningkatkan produksi serotonin. Sebaiknya kamu juga perlu untuk memperhatikan cara pengolahannya agar supaya maksimal dalam memanfaatkannya. 

Hindari mengonsumsi ikan yang digoreng dalam minyak panas yang banyak karena justru akan membuatmu mengonsumsi lemak berlebih. Kamu bisa mengukus atau mengolah ikan tersebut menjadi hidangan sup.

4. Yoghurt

Berbagai olahan susu seperti keju dan yoghurt mengandung zat bernama triptofan. Triptofan ini merupakan salah satu asam amino yang mempengaruhi tingkat produksi serotonin dan melatonin dalam tubuh.

Seperti yang telah disinggung di atas, serotonin dan melatonin sangat berperan penting dalam mengatur pola tidur. Di samping bermanfaat untuk menjaga kualitas tidur, yoghurt juga memiliki banyak manfaat lainnya. Seperti mampu menjaga kepadatan tulang, melancarkan pencernaan, dan mengontrol berat badan.

Baca Juga: Cara Menonaktifkan BPJS Kesehatan dengan Mudah

Jadi, mengonsumsi yoghurt sebelum tidur ini pas sekali untuk kamu yang memang sedang menjalani program diet. Namun, sebaiknya kamu memilih yoghurt plain karena beberapa jenis yoghurt mengandung gula yang cukup tinggi.

5. Nasi

Dikutip dari Health Essentials, makanan yang baik dikonsumsi sebelum tidur selanjutnya adalah makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, seperti roti gandum, crackers, nasi.  Sebaliknya, hindari mengonsumsi karbohidrat sederhana, seperti pasta, kue, cookies. 

Karbohidrat kompleks mengandung lebih banyak serat dan nutrisi yang mengenyangkan. Jadi, bisa mencegah rasa lapar saat tengah malam. Di samping itu, karbohidrat sederhana justru bisa mengurangi produksi serotonin dan berdampak negatif pada pola tidur.

6. Sayuran Hijau

Selain kacang almon, sayuran hijau merupakan  bahan makanan lain yang mengandung magnesium tinggi , seperti kacang panjang, bayam, sawi hijau, dan selada. Agar supaya lebih nikmat dalam mengonsumsinya, kamu bisa mengolahnya menjadi salad sehat. 

Di samping itu, kamu juga bisa mengolahnya menjadi jus yang dicampur dengan buah-buahan, seperti pisang dan kiwi yang juga mengandung magnesium. Sayuran hijau juga dikenal karena manfaatnya dalam menjaga kesehatan mata, di samping berdampak baik bagi kualitas tidur. 

Hal ini tentunya sangat cocok bagi pekerja yang mayoritas menghabiskan waktu di depan layar komputer. Ayo jaga kesehatan matamu dengan banyak mengonsumsi sayur hijau!

7. Oatmeal

Oatmeal merupakan makanan yang baik dikonsumsi sebelum tidur yang terakhir. Serupa dengan nasi,oatmeal merupakan makanan yang mengandung karbohidrat tetapi dengan serat yang lebih tinggi.

Di samping itu, oatmeal juga ternyata merupakan salah satu sumber melatonin.

Salah satu penyebab insomnia adalah rasa stres dan cemas yang berlebihan. Seorang perawat Eli Ben Yehuda, seperti dikutip dari Resperate menyatakan bahwa mengonsumsi oatmeal secara rutin mampu menetralkan hormon yang berhubungan dengan stres.

Kamu dapat menyeimbangkan level kortisol dan sistem saraf berkat kandungan vitamin B kompleks yang terdapat pada oatmeal.

Baca Juga: Dampak Perppu Cipta Kerja bagi Pekerja

Nah, itulah penjelasan Jobnas.com mengenai 7 makanan yang baik dimakan beberapa jam sebelum tidur yang perlu kamu ketahui.

Meski demikian, hal yang tak boleh kamu lupakan adalah kamu harus memperhatikan cara mengolah, porsi, dan jadwal makanmu.

Jika kamu merupakan seorang pekerja, sebaiknya jangan sepelekan asupan makanan dan kesehatan tubuh karena ketika kamu sakit, kamu pasti akan kesulitan untuk berikan kinerja yang terbaik.

Iwan Bisa
3 bulan yang lalu
0

Jobnas.com – Membuat deskripsi yang menarik adalah salah satu cara untuk bisa menarik perhatian konsumen.

Karena, secara umum, deskripsi produk seringkali menjadi hal kedua yang dilihat setelah tampilan luarnya. Jika tampilannya bagus, didukung dengan deskripsinya yang jelas dan menarik, para konsumen akan semakin yakin untuk membeli produkmu.

Oleh karena itu, menjadi penting untuk mengetahui cara membuat deskripsi produk yang jelas dan menarik.

Nah, bagaimana cara dan langkah-langkahnya? Yuk, simak penjelasan berikut ini!

1. Ketahui siapa calon pelangganmu

Bagi para pelaku bisnis, mengetahui siapa yang menjadi target pasar terlebih dahulu merupakan sesuatu yang wajib. Hal ini dilakukan agar mereka bisa memilih dan mempertimbang strategi marketing apa yang cocok untuk digunakan. Langkah ini disebut dengan buyer persona.

Dengan memahami calon pelanggan ketika ingin membuat deskripsi, akan membuatmu paham gaya bahasa seperti apa yang tepat untuk digunakan.

Ada beberapa hal yang perlu kamu identifikasi dari calon pelangganmu berdasarkan penjelasan dari Neil Patel, yaitu:

  • lokasi
  • usia
  • gender
  • minat
  • level pendidikan
  • level pendapatan
  • bahasa

2. Bangun brand personality dengan tone of voice

Salah satu aspek yang tidak boleh diabaikan dalam membuat semua jenis tulisan, mulai dari copy, konten, caption, hingga deskripsi produk adalah tone of voice.

Sederhananya, tone of voice itu adalah pilihan kata yang kamu gunakan di semua platform bisnismu.

Jadi, dengan pilihan kata ini, kamu bisa menselaraskan deskripsi produknya dengan tulisan di platform-platform lainnya untuk membangun brand personality dan value perusahaanmu.

3. Pilih kata yang persuasif

Adapun cara ketiga untuk membuat deskripsi produk yang menarik adalah memilih kata-kata yang menggugah dengan kalimat-kalimat yang persuasif.

Intinya, ketika membuat deskripsi, pemilihan kata tidak boleh sembarangan.

Sebagaimana yang disampaikan oleh David Ogilvy dan dikutip oleh Buffer, setidaknya ada 20 kata yang potensial cukup berpengaruh bagi para konsumen, yaitu:

Suddenly (tiba-tiba), now (sekarang), announcing (mengagumkan), introducing (memperkenalkan), improvement (kemajuan), amazing (luar biasa), sensational (menggemparkan), remarkable (luar biasa), revolutionary (perubahan) startling (mengagetkan), miracle (keajaiban), magic (sulap), offer (menawarkan), quick (cepat), easy (mudah), wanted (diinginkan), challenge (tantangan) compare (membandingkan), bargain (menawar), dan hurry (mempercepat).

4. Buat kalimat yang mudah dipahami

Langkah selanjutnya adalah pastika kamu membuat deskripsi produk dengan kalimat yang mudah dipahami.

Usahakan jangan terlalu bertele-tele. Tuliskan dengan singkat, padat dan mudah dipahami. Jika diperlukan, kamu juga bisa memanfaatkan bullet atau poin-poin untuk memberikan penjelasan yang lebih detail.

5. Sertakan informasi produk secara detail

Deskripsi itu gunanya adalah untuk memberikan gambaran awal tentang suatu produk. Maka, menyertakan informasi produk tersebut secara detail merupakan suatu keharusan.

Semisal deskripsi tentang pakaian, maka yang harus disertakan adalah seperti ukuran, bahan yang digunakan, warna, model dan lain sebagainya.

6. Sampaikan kelebihan dan manfaat produk

Selain harus menyertakan fitur, spesifikasi, dan ciri-ciri produk di deskripsi, kamu juga perlu menyampaikan kelebihan dan manfaat yang ditawarkan dari produkmu.

Jika produk kecantikan, maka cara untuk membuat deskripsi produk yang menarik adalah dengan mengatakan bahwa produk tersebut tahan lama, tidak mengandung bahan berbahaya dan lain sebagainya.

Dengan begitu, besar kemungkinan pelanggan akan lebih memilih produkmu ketimbang brand lainnya.

7. Perhatikan SEO Google

Jika produkmu dijual secara online, maka kamu harus memerhatikan search engine optimization (SEO). Hal ini perlu dilakukan agar produkmu mudah ditemukan di search engine sehingga bisa menjangkau konsumen yang lebih luas. Dengan begitu, penjualan produkmu akan terus meningkat.

8. Analisis Kebutuhan Pasar

Sebelum meluncurkan produk baru atau mengembangkan deskripsi produk yang menarik, adalah penting untuk melakukan analisis menyeluruh tentang kebutuhan dan preferensi pasar.

Analisis ini memungkinkan Anda untuk memahami dengan lebih baik apa yang dicari oleh pelanggan potensial Anda dan bagaimana produk Anda dapat memenuhi kebutuhan mereka dengan cara yang paling baik.

Mengapa Analisis Kebutuhan Pasar Penting?

  1. Memahami Target Audiens: Analisis kebutuhan pasar membantu Anda memahami siapa target audiens Anda dan apa yang mereka cari dalam produk. Ini melibatkan pemahaman tentang demografi, preferensi, gaya hidup, dan tantangan yang dihadapi oleh pelanggan potensial Anda.

  2. Menyempurnakan Fitur dan Manfaat Produk: Dengan memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan, Anda dapat menyempurnakan fitur dan manfaat produk Anda. Ini membantu Anda mengkomunikasikan nilai produk secara lebih efektif kepada pelanggan potensial Anda.

  3. Mengidentifikasi Peluang Pasar: Analisis kebutuhan pasar membantu Anda mengidentifikasi peluang pasar yang belum terpenuhi atau kekosongan dalam pasar. Ini memungkinkan Anda untuk mengembangkan produk yang inovatif dan memenuhi kebutuhan yang belum terpenuhi.

  4. Mengurangi Risiko: Dengan memahami pasar dengan baik, Anda dapat mengurangi risiko kegagalan produk dan meminimalkan kerugian investasi Anda. Memiliki pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan pasar membantu Anda mengambil keputusan yang lebih baik tentang pengembangan produk dan pemasaran.

Dengan menerapkan delapan cara di atas, kamu akan bisa membuat deskripsi yang baik sehingga pelanggan akan semakin yakin untuk memilih produkmu.

Iwan Bisa
3 bulan yang lalu
0

Jobnas.com – Semenjak tahun 2019, aplikasi jual beli mulai marak diminati oleh masyarakat luas. hal ini tidak terlepas dari kemajuan jaman yang semakin kesini semakin dipermudah. Untuk melakukan sesuatu dalam segala aspek kehidupan, baik kegiatan keseharian seperti interaksi sosial, belanja dan lainnya bisa dilakukan secara online. Bahkan membangun bisnis pun bisa dilakukan secara online.

Sebagai contoh, banyak dari kalangan remaja yang kreatif dan jeli memanfaatkan situasi dengan berjualan di berbagai platform marketplace. Nah, apakah kamu juga tertarik membangun bisnis secara online? Jika iya, maka berarti kamu perlu untuk mengetahui terlebih dahulu beberapa tips untuk memulai bisnis online.

Membangun bisnis kecil secara online kini sepertinya sedang menjadi tren tersendiri. Sebab, dengan bisnis semacam ini, meski hanya rumah, kalian tetap bisa mendapat penghasilan.

Apa saja langkah-langkah yang perlu diperhatikan? Atau bagaimana langkah awal untuk memulainya? Simak selengkapnya artikel berikut yang sengaja disediakan khusus untuk kamu.

1. Kelola situs web dan akun marketplace dengan baik

Tips pertama untuk memulai bisnis online adalah menyediakan strategi untuk pengelolaan situs web dan marketplace dengan baik.

Hal ini lebih dari sekadar mengatur rencana bisnis yang sudah kamu persiapkan. Sebab, keduanya adalah aspek terbesar dalam bisnis online.

Semuanya perlu dikelola, baik situs yang  mereka gunakan untuk bisnis, profil resmi media sosial bisnis, hingga akun hosting yang mereka gunakan.

Hal tersebut harus dioptimalkan demi perkembangan brand yang dimiliki. Dalam arti lain, kita selaku pebisnis online harus pintar mengoptimalisasi media online kita.

Misalnya, konten yang tertera pada media sosial dan halaman web harus memiliki keyword yang relevan dan sering dicari publik. Kalian bisa menemukan keyword dan memilih yang paling banyak diminati di google search.  

Selain itu, kita juga harus memahami algoritme yang berlaku di internet agar produk kita mendapat rekomendasi tinggi.

2. Lindungi informasi Customer

Tips yang kedua adalah harus menjaga privasi custumer. Sebab, kesalahan yang sering terjadi adalah pengelolaan informasi customer yang kurang memadai dari pihak manajemen bisnis.

Sebagai seorang pebisnis, kamu memiliki kewajiban untuk melindungi seluruh informasi pelanggan yang diperoleh secara online.

Semisal kita menjual produk yang sifatnya tabu di tengah masyarakat. Maka, kerahasiaan barang tersebut ketika ingin dikirim ke alamat custumer harus dijaga dengan baik. Hal ini dalam rangka menjaga privasi dan kenyamanan customer.

3. Ketahui dan pahami aktivitas kompetitor

Tips berikutnya untuk memulai bisnis online yang baik adalah untuk selalu mengetahui dan memahami aktivitas competitor kita. Kalau fukus di Tiktok, semisal jualan secara live, maka kalian harus tahu jadwal live dan bagaimana system promosi kompetitor itu.

Hal ini juga perlu dilakukan agar dapat menganalisis keunggulan dan kelemahan sistem promosi dan optimasi yang kita terapkan.

Caranya bagaimana? Mudah saja. Kalian tinggal langsung memantau platform media sosial yang digunakan kompetitor lalu menganalisisnya demi kemajuan bisnis online yang kita geluti.

Selain itu, untuk mengoptimasi media online, kita harus dapat melihat kata kunci dan tren konten yang tengah banyak digunakan oleh competitor lain dengan menggunakan tools yang disediakan oleh Google. Meski demikian, tetap junjung asas persaingan secara sehat.

4. Bangun mindset bisnis yang baik

Nah, langkah keempat sekaligus terakhir untuk memulai bisnis online adalah bangun mindset yang baik. Bahwa segala apapun yang kita lakukan, kita harus memiliki prasangka baik, optimis dengan usaha yang kita lakukan serta komitmen untuk bertanggung jawab penuh dengan langkah yang kita mulai.

Bisnis sekecil apapun pasti memiliki ujiannya tersendiri. Maka, sangat disarankan untuk mengatur strategi awal, pertengahan dan akhir. Pada bulan-bulan pertama penjualan, kalian sebaiknya jangan mematok ekpektasi penjualan yang berlebihan dengan mengharap  keuntungan yang berlimpah.

Sebaiknya pada masa awal penjualan adalah kesempatan kita untuk memanfaatkan waktu mengatur strategi pemasaran yang jitu hingga berpotensi untuk menarik perhatian banyak orang yang menjadi target penjualan kita.

5. Manfaatkan Media Sosial

Dalam era digital saat ini, media sosial telah menjadi salah satu alat pemasaran paling kuat dan efektif untuk bisnis online. Dengan jutaan pengguna aktif setiap hari, platform media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan LinkedIn menawarkan peluang besar bagi bisnis untuk terhubung dengan pelanggan potensial, memperluas jangkauan mereka, dan memperkuat merek mereka. Dalam artikel ini, kita akan membahas pentingnya media sosial untuk bisnis online dan bagaimana memanfaatkannya secara efektif.

Mengapa Media Sosial Penting untuk Bisnis Online?

  1. Membangun Kehadiran Online: Media sosial memberikan platform untuk memperkenalkan bisnis Anda kepada jutaan orang di seluruh dunia. Dengan membuat profil yang menarik dan berbagi konten berkualitas, Anda dapat membangun kehadiran online yang kuat dan menarik perhatian calon pelanggan.

  2. Interaksi dengan Pelanggan: Media sosial memungkinkan Anda untuk berinteraksi secara langsung dengan pelanggan Anda. Anda dapat menjawab pertanyaan, memberikan layanan pelanggan, dan merespons umpan balik dengan cepat dan efisien, yang membantu membangun hubungan yang lebih dekat dengan pelanggan.

  3. Meningkatkan Kesadaran Merek: Dengan konten yang kreatif dan konsisten, Anda dapat meningkatkan kesadaran merek Anda di kalangan target audiens Anda. Posting konten yang relevan dan menarik secara teratur membantu membangun identitas merek yang kuat dan mudah dikenali.

  4. Meningkatkan Lalu Lintas Situs Web: Media sosial dapat menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan lalu lintas situs web Anda. Dengan membagikan tautan ke posting blog, produk, atau halaman penjualan, Anda dapat mengarahkan pengikut Anda ke situs web Anda untuk mempelajari lebih lanjut atau melakukan pembelian.

  5. Analisis Kinerja: Platform media sosial menyediakan alat analisis yang memungkinkan Anda untuk melacak kinerja posting Anda. Anda dapat melihat metrik seperti jumlah tampilan, interaksi, dan konversi, yang membantu Anda memahami apa yang berhasil dan apa yang perlu diperbaiki dalam strategi pemasaran Anda.

Untuk saat ini, bisnis terbaik adalah bisnis yang mengikuti tren yang sedang banyak digemari. Kalian bisa mengetahuinya dari berbagai media sosial, khusunya Twitter atau tiktok. Namun demikian, cara bagaimana kita memahami tren itu sendiri juga sangat berpengarauh terhadap langkah-langkah yang akan kita ambil.

Jika kalian berminat untuk memulai bisnis, maka mulailah dengan bisnis online, karena kini sedang menjadi tren yang digemari banyak orang.

Setelah memulainya, agar bisnis kita bisa sukses, tugas kita selanjutnya adalah untuk menerapkan strategi dan pola pikir yang terbaik sebagaimana yang sedikit dibahas dalam artikel ini.

Nah, gimana? Sudah paham, tidak? Itulah 4 langkah penting untuk memulai bisnis online agar sukses.