Menu

Jobans

Iwan Bisa
11 bulan yang lalu
0

Jobnas.com – Tentunya, pertumbuhan startup juga memiliki kontribusi tersendiri bagi perkembangan industri pendidikan. Kontribusi itu ditandai dengan pesatnya pertumbuhan edtech (teknologi pendidikan) yang makin menjadi.

Selain itu Edtech dapat berperan ganda yaitu dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, dan juga menjadi alternatif karir baru bagi calon guru. Mempunyai karier dalam hal belajar dan mengajar, seseorang seringkali hanya berfokus pada lembaga atau institusi pendidikan tertentu.

Bahkan, sampai saat ini, persaingan semakin sulit dan semkin ketat kamungkinan besar peluangnya pun semakin sedikit. Dengan EdTech, para lulusan pendidikan baru dapat memiliki lebih banyak peluang karir.

Dengan begitu EdTech membuka prospek anyar untuk lulusan pendidikan yang tidak melulu harus mengajar di sekolah, lembaga pendidikan, dan lembaga penelitian.

Memang, apa sih sebenarnya edtech itu? Pada artikel kali ini, Jobnas akan menjelaskannya kepada kalian secar tuntas. Maka, bacalah sampai selesai biar kalian bisa memahaminya!

Definisi EdTech

Edtech sendiri berasal dari gabungan dua kata yaitu “pendidikan” dan “teknologi”. Jika boleh mengutip penjelsan dari Investopedia, EdTech merupakan platform atau wadah untuk memberikan pendidikan berbasis teknologi.

Seperti institusi atau lembaga pendidikan pada umumnya, edtech mensyaratkan guru atau instruktur dapat memberikan materi kepada anak didiknya.Tidak hanya bahan ajar di sekolah, teknologi pendidikan juga mencakup berbagai kursus pelatihan soft skill dan hard skill untuk berbagai bidang.

Jenis Teknologi Pendidikan

1. Pembelajaran Daring atau E-learning

Jenis startup edtech yang pertama adalah e-learning. Artinya, startup ini menyediakan forum untuk menampilkan materi e-learning melalui berbagai konten interaktif, video on demand, dan live tutorial.

Secara umum di negara kita Indonesia tercinta, layanan e-learning paling banyak digunakan oleh masyarakat. Dewasa ini, selain selain pemainnya yang kian memuncak edtech dengan e-learning, tipe ini juga sudah lama hadir di Indonesia dengan Zenius pada tahun 2004.

2. Sistem Manajemen Pembelajaran (LMS)

Pada kategori berikutnya adalah sistem yang berjenis manajemen pembelajaran. (LMS) Learning Management System itu sendiri membantu untuk merencanakan kegiatan pembelajaran. Sistem ini dapat digunakan oleh organisasi atau individu, misalnya digunakan untuk mengelola kegiatan belajar mengajar dan memasarkan materi pembelajaran.

3. Perangkat Lunak sebagai Layanan (SaaS)

Selain jenis yang kedua itu, ada juga startup Edtech yang menawarkan software atau layanan yang menawarkan SaaS. Biasanya, Edtech SaaS di Indonesia lebih menyasar tingkat SD, SMP, dan SMA dengan digitalisasi proses bisnis, seperti absensi, manajemen, dll. Mereka sering bermitra dengan lembaga atau organisasi pendidikan konvensional yang ingin bearanjak ke dunia digital.

4. Massive Open Online Course (MOOC)

Pada jenis yang keterakhir ini disebut dengan MOOC. Massive Open Online Course ialah metode pendidikan gratis dapat diakses oleh siapa saja, dan di mana saja tak terbatas pada kelas social masyarakat dan lainnya. Namun, biasanya metode ini dilakukan secara jarak jauh.

Mereka membantu menawarkan kursus tingkat perguruan tinggi untuk mendapatkan sertifikat dari universitas ternama. Ada beberapa platform teknologi pendidikan semacam itu. Diantaranya adalah Coursera, Udacity, edx, Khan Academy dan Duolingo.

Pertumbuhan Startup Edtech di Indonesia

Dewasa ini, edtech mulai berkembang pertumbuhan startup teknologi pendidikan mulai terasa sekitar tahun 2015. Tentunya dengan perkembangan tersebut terjadi pemerataan akses teknologi informasi di seluruh Indonesia.

Selain itu, keberadaan kartu prakerja juga membuka pemikiran bahwa pendidikan tidak harus diberikan secara langsung. Dengan metode dan sistem yang tepat, akses pendidikan berbasis teknologi dapat sangat membantu peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

Jika boleh mnegutip berita Liputan 6, ada sekitar 44 edtech di Indonesia yang masih aktif hingga saat ini. Jumlah ini juga disertai dengan tingkat pendanaan yang signifikan untuk masing-masing startup ini.

Hal ini tentunya menjadi pertanda baik bagi pertumbuhan teknologi pendidikan kita, baik dari segi peluang bisnis maupun lapangan kerja.

Peluang Kerja di EdTech

Jika kita menyaksikan secara langsung mengenai pertumbuhan Edtech, startup teknologi pendidikan ini menjadi sinyal yang kuat dan membuka pintu baru bagi calon guru untuk memiliki karir yang lebih baik lagi.

Mengenai pertumbuhan salah satu startup pendidikan di Indonesia, adalah Ruangguru. Dalam artikel tersebut, Ruangguru menyampaikan bahwa perkembangan teknologi pendidikan telah membuka banyak peluang bagi para guru di Indonesia.

Ruangguru sendiri memiliki lebih dari 6 juta pengguna dan telah mengelola lebih dari 150.000 guru yang menyediakan layanan untuk lebih dari 100 mata pelajaran. Ingat bahwa ada banyak startup di bidang pendidikan di Indonesia.

Setiap startup membutuhkan seorang guru untuk dapat memberikan materi bagi pengguna. Artinya, permintaan guru yang bisa mengajar di platform edtech terus meningkat.

Contoh startup EdTech di Indonesia

1. Ruangguru

Technologi pendidikan yang sangat popular di Indonesia saat ini adalah Ruangguru. Startup tersebut dirintis oleh Belva Devara dan Irman Usman ini menawarkan pedagogi yang beragam, baik materi sekolah maupun pengembangan keterampilan dan lain-lain.

2. Pendidikan Zenius

Salah satu pelopor edtech di Indonesia adalah Zenius Education yangsudah berdiri pda tahun 2004. Pendidikan Zenius adalah merupakan platform yang menyediakan pendidikan dan pelatihan online di berbagai bidang perkembangnnya pun sangat pesat sehingga ia menjadi salah satu platfrom pendidikan ternama.

3. Hacktiv8

Kemudian yang ketiga ada Hacktiv8. Startup edtech ini lebih fokus mengembangkan skill di bidang teknologi melalui program pelatihan. Tidak hanya itu, Hacktiv8 juga dapat menghubungkan Anda dengan perusahaan yang bekerjasama dengannya.

4. Arkademi

Lalu ada Arkademi yang menawarkan berbagai kursus pelatihan profesional secara online. Ini memungkinkan Anda untuk mengeluarkan potensi Anda di mana saja dan kapan saja.

Kemudian inilah kesimpulan akhir dari penjelasan Jobnas di atas Mengenai tentang apa itu edtech dan bagaimana edtech dapat meningkatkan peluang karir seorang guru. Singktnya, Platfrom ini membuktikan bahwa seorang calon guru memiliki peluang karir yang seluas profesi lainnya.

Baca juga:

Baca juga: Kuasai 8 Teknik Presentasi Pitching Biar Lebih Efektif dan Kelihatan Memukau di Mata Audiens

Jika kalian tertarik untuk berkarir di luar pendidikan, maka kalian bisa melihat berbagai Lowongan Kerja dan mendaftar diri di Jobnas.com. di sana juga membuka langganan bulletin. Ayo buruan dapatkan sekarang juga!

Iwan Bisa
11 bulan yang lalu
0

Jobnas.com – Perusahaan biasanya membeli kembali saham yang sudah terlanjur terjual. karena saham tersebut tidak bernilai banyak. Di sini kita akan memahami apa yang disebut dengan buyback sebelum perusahaan membeli kembali saham. Seperti yang dijelaskan tadi mengeni alsannya, ada faktor lain yang perlu dipertimbangkan sebelum  menarik  saham yang sudah dijual di pasar.

Berikut ini beberapa alasan dan pertimbangan yang harus diperhatikan perusahaan sebelum melakukan pembelian kembali saham.

Definisi Konkrit Buyback

Telah diketahui bersama tidak semua saham yang ada di pasaran memiliki nilai yang banyak. Terkadang ada yang dianggap tidak menguntungkan bagi investor, masalah ini bisa muncul karena sejumlah alasan.

Yang jelas, jika perusahaan berniat untuk melanjutkan pasar, mereka akan menerima risiko kerugian besar, untuk mengatasi mslah seperti ini perusahaan dapat membeli kembali saham yang telah mereka jual di pasar.

Istilahnya sering dikenal dengan share Buyback. Yaitu, pembelian kembali saham mengenai metode transaksinya adalah perusahaan akan membeli kembali secara langsung sejumlah saham yang telah ditempatkan di pasar.

Tindakan ini akan mengurangi jumlah saham yang beredar, meningkatkan permintaan dengan harga yang jauh lebih rendah. Namun, perusahaan dapat membeli kembali bukan hanya karena harga sahamnya buruk.

Seringkali, perusahaan akan membeli kembali karena alasan lain, seperti mengirim pesan ke pasar bahwa harga saham mereka cenderung naik. Mereka juga dapat melakukannya untuk meningkatkan metrik keuangan yang dinyatakan dengan jumlah saham yang beredar.

Di sisi lain, inisiatif pembelian kembali dapat mencegah jatuhnya harga saham atau hanya karena perusahaan ingin meningkatkan ekuitasnya sendiri.

Metodologi Sebuah Perusahaan Berbagi Pembelian Kembali

Ada dua metode yang sering dipakai oleh perusahaan ketika hendak membeli kembali saham mereka sendiri.

Apakah kalian ingin mengetahuinya? Ayo, dengarkan ini!

1. Penawaran (Tender Offer)

Perusahaan dapat membeli kembali dengan menawarkan saham kepada pemegang saham dengan harga tertentu. Kisaran harga biasanya akan ditentukan oleh perusahaan, dan harga yang dikutip hampir selalu lebih mahal dari harga pasar.

Bagi pemegang saham yang ingin mengikuti proses tersebut, dapat mengajukan diri dan jumlah saham yang ingin dijual berdasarkan harga yang diharapkan.

Pada saat pengambilalihan, perseroan akan membeli saham sesuai dengan jumlah yang direncanakan. Jika jumlah saham yang ditawarkan untuk dijual oleh publik dan investor lebih besar dari jumlah yang diminta, perusahaan biasanya akan mengalah dan lebih memilih untuk membeli saham tersebut dengan harga yang lebih rendah.

2. Pasar Terbuka (Open Market)

Metode selanjutnya yang sering dipakai dan dilakukan oleh banyak perusahaan adalah membeli saham di pasar terbuka dengan harga yang telah disesuaikan pasar. Dengan membeli di pasar terbuka, sebenarnya perusahaan memiliki resiko kerugian yang kecil.

Perusahaan seringkali memiliki kesempatan untuk mendapatkan harga yang tinggi. Kenapa begitu? Rumor dan pengumuman pembelian kembali saham seringkali akan menggandakan permintaan di pasar. Hal ini secara tidak langsung meningkatkan nilai saham dan harganya juga naik.

Alasan-alasan Perusahaan Sebelum Melakukan Pembelian Kembali Saham

Seperti yang dijelaskan Jobnas di atas, pembelian kembali saham sering dilakukan oleh banyak perusahaan karena harganya yang tidak terlalu bernilai.

Namun, ada faktor lain yang harus diperhatikan sebelum melepas saham yang telah mereka jual ke pasar.

Berikut beberapa alasan dan pertimbangan bagi perusahaan sebelum membeli kembali saham.

1. Anti Pengenceran dan Peningkatan Properti

Dari waktu ke waktu, perusahaan cenderung merilis varietas baru. Misalnya, melalui peningkatan modal atau pelaksanaan opsi yang menunjukkan saham terdilusi. Dengan membeli kembali sahamnya, perusahaan dapat mengurangi dampak dilusi saham.

Mereka juga dapat mengurangi jumlah saham yang beredar dan meningkatkan tingkat kepemilikan manajemen dalam perusahaan. Pada hakekatnya, akuisisi dapat menjadi solusi atas masalah kepemilikan pemegang saham dan dilusi modal yang dapat merugikan bisnis.

2. Meningkatkan Indikator Keuangan

Meskipun meningkatkan rasio perusahaan bukan satu-satunya alasan untuk membeli kembali saham, hal itu seringkali merupakan efek samping yang menarik dari transaksi tersebut.

Mengurangi jumlah saham yang beredar dapat memberikan efek positif pada berbagai rasio yang diperhatikan pasar dengan cermat, tetapi rasio mana yang disukai perusahaan?

Berikut penjelasannya:

  • Pengembalian Aset (ROA):

ROA dihitung dengan membagi laba bersih perusahaan dengan total asetnya. Penurunan ekuitas secara langsung mengikis total aset perusahaan, yang berdampak positif secara keseluruhan terhadap ROA.

  • Pengembalian Ekuitas (ROE):

Pengembalian ekuitas dinyatakan sebagai jumlah laba bersih yang dikembalikan sebagai persentase ekuitas. Oleh karena itu, jika laba perusahaan konstan, penurunan total ekuitas akan meningkatkan ROE perusahaan.

  • Laba per saham (EPS):

Rasio ini dihitung dengan menggunakan rumus berikut (laba bersih – dividen per saham preferen)/jumlah rata-rata saham yang beredar. Jika perusahaan membeli kembali saham, mereka secara langsung akan mengurangi jumlah saham yang beredar dan meningkatkan EPS perusahaan.

Manfaat Pembelian Kembali Saham Bagi Pemegang Saham

Pembelian kembali saham adalah strategi pengelolaan modal yang sering dilihat sebagai keuntungan atau penghargaan bagi pemegang saham. Namun, meski investor jelas mendapat keuntungan dari dividen, manfaat pengambilalihan tidak langsung dirasakan oleh pemegang saham.

Mengurangi jumlah saham yang beredar pada akhirnya akan membantu meningkatkan harga saham. Perusahaan kemudian berkewajiban mengembalikan uang kepada pemegang saham dan juga memberi mereka kesempatan untuk mendapatkan keuntungan dari investasi mereka.

Ini adalah jenis-jenis pembelian kembali saham yang perlu kawan-kawan Jobnas ketahui. Singkatnya begini, pembelian kembali saham adalah tindakan yang perlu dilakukan perusahaan untuk menghindari risiko kerugian besar.

Selain dari resiko tersebut, pengambilalihan ini juga dapat menguntungkan pemegang saham dan investor. Jadi tidak selamanya, perusahaan yang melakukan pengambilalihan merugi.

Baca juga: 4 Metode Menghindari Ostrich Effect saat Berinvestasi

Jika kawan-kawan Jobnas ingin lebih banyak lagi tahu informasi lebih lanjut tentang dunia investasi, kalian dapat berlangganan di blog Jobnas dengan mengklik kotak di pojok kanan atas.

Setelah registrasi berhasil, kalian akan menerima notifikasi berita dan tips terbaru dan langsung dikirimkan di inbox kalian. pendaftarannya Gratis, tanpa dipungut biaya!

Iwan Bisa
1 tahun yang lalu
0

Jobnas.com – Di era yang serba berkemajuan saat ini peradaban yang menuntut kecepatan, banyak orang yang tidak menyempatkan diri dan waktu untuk membaca buku. Ini memicu perdebatan antara membaca dan buku audio.

Dalam sebuah Penelitian sendiri menunjukkan bahwa 20% pembaca di Amerika Serikat mengonsumsi buku melalui buku audio. Selain kenyamanan, buku audio juga dapat dibuat saat bepergian. Jadi, apakah buku audio jauh lebih baik daripada buku?

Dalam artikel ini, jobnas akan menjelaskannya kepada kalian secara tuntas.

Sejarah Perkembangan Buku Audio

Berasal dari Budaya Jaringan, buku audio berkembang cukup pesat. Sebagian besar pembaca buku non-fisik masih lebih menyukai format e-book, ternyata buku audio juga semakin populer dalam beberapa tahun terakhir.

Selain itu, keberadaan buku audio ini telah mengurangi jumlah buku yang dibaca rata-rata orang Amerika. Dikatakan bahwa jumlah buku yang dibaca berkurang 9% dalam setahun.

Hal ini juga didukung oleh fakta bahwa beberapa buku terlaris ada dalam format buku audio. Sedangkan faktor lain yang mempercepat perkembangan audiobook adalah munculnya beragam podcast di berbagai channel youtube atau aplikasi di ponsel pintar.

Ada sebagian penulis seperti Malcolm Galdwell mempunyai niatan untuk mengubah penulisan di bukunya agar lebih nyaman jika dibuat dalam bentuk audiobook. Perubahan penulisan ini disebabkan karena melihat masyarakat sekarang terbiasa mendengarkan podcast yang cenderung komunikatif.

Tentusaja  jika suatu buku diubah secara mentah-mentah dalam bentuk audiobook maka akan menimbulkan hal yang sangat negative yaitu bosan.

Perbedaan Antara Membaca Buku dan Mendengarkan Buku Audio

1. Praktis

Pertama-tama yang begitu cukup membedakan buku dari buku audio adalah kepraktisannya. Seperti yang kalian ketahui, buku memiliki ukuran dan berat bacaan pada kalangan tertentu. Selain itu buku juga memiliki ukuran berat.

Tentu jika sudah begitu akan pasti mengurangi kepraktisannya karena harus dibawa kemana-mana. Karena bentuk fisiknya, buku juga rentan terhadap kerusakan, seperti terkena air, sobek, dll.

Yang membedakannya dengan  buku audio, kalian cukup mengaksesnya melalui smartphone atau perangkat lain. Lebih dari itu kalian juga tidak memerlukan tempat tersendiri untuk menyimpannya. Pasalnya, buku audio seringkali dapat disimpan di smartphone atau di penyimpanan cloud.

Tentu saja, buku audio akan lebih realistis. Tetapi lain dari itu semua di atas kalian juga mendapatkan kerusakan yang lebih parah jika perengakt kalian mengakami kerusakan. Tidak hanya robek dan terkena air yang akan kalian alami. Maka musnah tidak tersisa.

2. Perasaan

Di bagian kedua ini akan meliputi akan perasaan kalian, membaca buku fisik memiliki pasti akn memiliki rasa tersendiri. Alasannya, membaca buku fisik memiliki aktivitas kognitif yang lebih tinggi.

Selain membaca, kalian juga harus memegang buku, membalik setiap halaman, bahkan beberapa orang bahkan merasakan aroma yang dikeluarkan buku itu juga memiliki rasa tersendiri. Aktivitas kognitif ini juga dianggap dapat meningkatkan pemahaman dengan membaca.

Contohnya jika kalian membaca novel yang berbentuk fisik maka akan kalian merasakan apa yang drasakan oleh tokoh dalam cerita tersebut, seperti marah, sedih dan lainnya.

Buku audio, di sisi lain, juag memiliki nuansanya sendiri. Salah satunya adalah inspirasi isi buku.

Dalam sebuah novel tentu saja terdapat banyak tokoh. Berkat buku audio, karakter-karakter ini menjadi hidup karena dibacakan oleh seorang narator dengan banyak aksen dan intonasi yang berbeda.

3. Multitasking

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, tuntutan kecepatan yang semakin meningkat menuntut kita untuk bisa multitasking. Audiobook adalah sarana untuk mendukung hal ini.

Kalian dapat mendengarkan buku audio saat mengemudi, mengantri, dan banyak lagi. Tentu saja, tidak seperti buku, ia membutuhkan tempat yang tenang dan kondisinya sendiri untuk membuatnya lebih nyaman.

Jadi ketika seseorang membaca buku, biasanya saat mereka benar-benar memiliki waktu luang, sementara jika dibandingkan dengan mendengarkan audio book maka kalian dapat mendengarkan buku audio di waktu luang.

Menurut kalian Mana yang Lebih Baik?

Semua orang sangat dianjurkan untuk terus membaca buku tujuannya untuk menambah pengetahuan. Namun, jika murni untuk bersenang-senang, maka keduanya bisa dilakukan secara berdampingan.

Alasannya, otak akan lebih aktif dan memahami isi buku ketika kalian benar-benar melihat isinya, bukan hanya mendengarkan. Namun, jika Anda nyaman mendengarkan buku audio, ini seharusnya tidak menjadi masalah.

Itulah penjelasan Jobnas tentang membaca Buku versus buku audio. Mana yang menurut kalian paling cocok? Kalian bisa menentukannya sendiri. Di atas tadi sudah Jobnas jelaskan perbedaan antara keduanya.

Baca juga: Pahami Konsep Kepemimpinan Perusahaan yang Terdistribusi; dengan Shared Leadership

Jika kalian mempunyai informasi lain mengenai hal di atas tadi, maka jangan ragu untuk menduskusikannya. Di Jobnas.com ada semacam komunitas, di komunitas tersebut kalian bisa bertemu dengan pengguna keduanya. Jika kalian minat untuk mengikutinya maka daftarkan diri kalian sekarang juga. Dengan begitu kalian bisa berkomunikasi dan mendiskusikannya.

Iwan Bisa
1 tahun yang lalu
0

Jobnas.com – Air Conditioning (AC) yang dimaksudkan di sini tidak lain ialah alat pendingin ruangan, tujuannya agar penghuni ruangan dapat merasa nyaman dengan dinginnya udara yang dihembuskan. Namun, berbahaya jika kalian terlalu lama berada di ruangan ber-AC.

Mengapa demikian? Karena udara dingin yang dihasilkan berbeda dengan udara yang kalian rasakan di pegunungan. Karenanya ac terbuat dan mengandung bahan kimia yang mendinginkan udara di sekitarnya.

Keberadaannya mau tidak mau menimbulkan berbagai masalah kesehatan jika terlalu lama terpapar.

Apa bahayanya tinggal terlalu lama di ruangan ber-AC? Simak penjelasan lengkap dari Jobnas pada artikel kali ini.

Bahaya Akan Terlalu Banyak Waktu di Ruangan Ber-AC

1. Menurunkan Sistem Kekebalan Tubuh

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa jika berada di ruang terbuka dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh. Hal ini karena sel darah putih yang bekerja melawan bakteri membutuhkan oksigen yang cukup untuk bekerja secara efektif.

Di sisi lain, jika Anda terus-menerus berada di ruangan ber-AC, tingkat oksigen dalam tubuh kalian akan menurun. Akibatnya, dapat menyebabkan kelemahan pada tubuh, membuat kalian lebih rentan terkena penyakit.

2. Pernapasan Akan Terganggu

Bahaya yang kedua bila kalian terlalu lama berada di ruangan  yang Ber-AC bisa dikatakan pemicu utama yang bisa menyebabkan kalian terkena penyakit asma.

Alasannya adalah karena AC dapat menyumbat sistem pernapasan, dari itu akan menyebabkan tenggorokan mengering dan menyebabkan rinitis, radang hidung yang disebabkan oleh virus.

Sesuai penelitian menunjukkan bahwa 35% orang yang tinggal di ruangan ber-AC mengalami obstruksi jalan napas, dibandingkan dengan 9% orang yang tinggal di gedung berventilasi alami.

3. Mata Kering

Berada di ruangan ber-AC terlalu lama juga dapat menyebabkan mata kering.

Alasan untuk ini adalah bahwa udara yang dihembuskan dari AC ruangan mengurangi kelembaban, mengeringkan mata. Suhu udara yang rendah juga mengurangi kemampuan kelenjar di mata untuk menahan air mata yang menguap.

Tidaklah mengherankan jika kalian merasa gatal atau nyeri setelah terlalu lama berada di ruangan ber-AC.

4. Sakit Kepala

Bahaya yang lain jika kalian tinggal terlalu lama di ruangan ber-AC adalah sakit kepala. Seperti pada biasanya pemicu akan terjadinya sakit kepala terjadi saat udara dingin, pembuluh darah, terutama di kepala, menyempit.

Lain dari itu, akan membuat darah sulit mengalir ke kepala, sehingga dapat menyebabkan sakit kepala.

5. Kerusakan Kulit

Bahaya Selanjutnya, dampak dari tinggal berlama-lama di ruangan ber-AC dapat merusak kulit kalian. Kulit yang terkena dingin langsung dari AC dalam waktu lama akan mengering dan kehilangan elastisitasnya. Memang, pada kenyataannya AC dapat mengurangi kadar air kulit dan selaput lendir kulit.

6. Minim Kapasitas Menghadapi Panas

Bahaya yang terakhir ketika berlama-lama berada di ruangan ber-AC adalah kemampuan kalian untuk menangani panas akan menurun.

Kulit kalian yang sering terkena udara dingin dari AC akan sulit menyerap panas. Hal ini disebabkan oleh stres atau tekanan kuat pada kulit saat berpindah dari udara dingin ke udara yang lebih hangat.

Adapun Pencegahannya Sebagai berikut

Jika kalian sudah tahu akan bahaya terlalu lama tinggal di ruangan ber-ac, tentu kalian juga harus mengetahui apa yang dapat Anda lakukan untuk menghindarinya.

Jika kalian menggunakan AC untuk keperluan pribadi, Anda dapat memeriksa filter dan kebersihannya secara berkala. Sementara itu, pekerja kantoran sering terpapar AC setiap hari, kalian dapat meninggalkan ruangan secara berkala hingga kalian merasa lebih nyaman.

Untungnya, teknologi yang kian canggih saat ini membuat AC lebih ramah akan kesehatan, jadi kalian tidak perlu terlalu khawatir tentang itu. Kalian dapat mencegahnya dengan tetap teratur keluar dari ruangan dingin ber-AC dengan mencari udara bebas supaya badan kalian tetap senantiasa bugar.

Itu dulu penjelasan tentang bahayanya berada di ruangan ber-AC terlalu lama menurut Jobnas.

Jika kalian sudah mengetahui akan bahaya hal tersebut, kalian dapat menjaga kesehatan dengan lebih baik caranya dengan selalu memeriksa kondisi AC kalian dan perbanyaklah menghabiskan waktu di luar ruangan ber-AC.

Baca juga: Jinakkan Tamu Websitemu dengan Responsive Web Design

Jika kalian merasa tertarik dengan jenis informasi seperti ini, kalian dapat membaca artikel lainnya di blog Jobnas.com. dengan mendaftarkan diri kalian terlebih dahulu.

Iwan Bisa
1 tahun yang lalu
0

Jobnas.com – Saat melakukan Interview pernahkah kalian mendapati pertanyaan wawancara yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan tetapi membuat kalian berpikir? Pertanyaan seperti ini adalah permainan asah otak (Brain Teaser).

Biasanya, pertanyaan kuis diajukan oleh pemberi kerja untuk mencairkan suasana selama wawancara. Namun, pertanyaan ini juga memiliki tujuan sendiri.

Apa sebenarnya Teka-teki ini? Apa saja contoh pertanyaan yang umum diajukan oleh pengusaha? Yuk, bacalah artikel ini biar kalian tahu alasannya!

Apa itu Teka-teki? (Brain Teaser)

Majikan terkadang mengajukan pertanyaan seperti ini selama wawancara untuk mendapatkan wawasan tentang pemikiran kritis, logika, kreativitas, dan keterampilan matematika kandidat. Pertanyaan ini juga membantu perekrut melihat bagaimana kandidat bekerja di bawah tekanan.

Brain Teaser adalah pertanyaan kuis yang menguji kemampuan pemecahan masalah. Pertanyaan ini sering kali membutuhkan pemikiran horizontal atau “di luar”. jawaban kuis tidak bisa diperoleh dengan cara konvensional.

Contoh Pertanyaan Kuis

Banyak  sekali jenis kuis yang sering ditanyakan oleh pengusaha dalam wawancara. Berikut adalah contoh.

1. Pertanyaan “Berapa?”

Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang umum tetapi dapat membuat otak kalian bekerja seperti Google. Berikut adalah contoh.

  • “Ada berapa SPBU di Jakarta?”
  • “Tahukah Anda berapa banyak jendela yang dimiliki kantor ini?”
  • “Bisakah Anda memberi tahu ada berapa kafe di sekitar kantor ini?”
  • “Ada berapa kota besar di Indonesia?”

Majikan biasanya tidak mengharapkan kalian memberikan jawaban yang benar. Tujuan dari kuis ini adalah untuk mendengar apa yang kalian pikirkan.

Pertanyaan ini diajukan untuk mengetahui apakah kalian dapat menganalisis masalah dan menemukan perbaikan.

Kecuali kalian adalah ensiklopedia berjalan, kalian harus memperkirakan beberapa fakta yang diperlukan untuk sampai pada sebuah jawaban.

2. Teka-teki

Dalam bentuk kuis, majikan akan menimbulkan situasi aneh dan menanyakan apa yang ingin kalian lakukan. Dengan ini, majikan mengetahui kemampuan pemecahan masalah.

Google adalah perusahaan yang dikenal karena mengajukan pertanyaan yang membingungkan kepada kandidat. beberapa contohnya sebagai berikut.

  • “kalian diciutkan menjadi seukuran uang receh dan dimasukkan ke dalam blender. Massa kalain berkurang sehingga kepadatan kalian sama seperti biasanya. Pisau mulai bergerak setelah 60 detik. Apa yang akan Anda lakukan?”
  • “Bagaimana kalian memindahkan Gunung Fuji?”
  • “Mana yang lebih dulu, ayam atau telur?”

3. Soal Matematika

Permainan asah otak yang dirancang untuk menguji kemampuan matematika kalian. Biasanya pertanyaan ini sering digunakan dalam wawancara untuk posisi keuangan.

  • Berapa angka dari 1 sampai 100?
  • Berapa sudut antara jarum jam dan menit pada 10:15?
  • Jika saya melempar dua dadu, berapa peluang jumlah keseluruhan dadu adalah sembilan?

Jika kalian memulai karier di bidang keuangan atau teknologi, maka kalian harus siap menjawab pertanyaan yang menguji kemampuan matematika kalian. Dengan begitu, kalian dapat melatih keterampilan dengan mencoba menjawab berbagai masalah matematika.

Tips Menjawab Pertanyaan Kuis

Sering kali jika ada pertanyaan seperti kuis dan lainnya, pasti akan membuat kalian bingung dan merasa bodoh. Untuk itu, kalian perlu berhati-hati saat menjawab pertanyaan ini.

Langkah yang bisa kalian lakukan adalah Luangkan waktu sejenak untuk memikirkan baik-baik pertanyaan itu. Kemudian jangan merasa berkewajiban untuk mengatakan jawaban pertama yang terlintas dalam pikiran.

Setelah itu ajukan pertanyaan klarifikasi. Pastikan kalian memahami pertanyaan dan apa yang dicari majikan.

Lalu, jelaskan proses berpikir kalian. Jelaskan langkah-langkah yang akan kalian ikuti untuk menyelesaikan teka-teki dan, jika mungkin, data yang dibutuhkan (perkirakan dan asumsikan jika perlu) kalian harus fokus pada pendekatan, bukan jawaban akhir.

Berikut beberapa tips lain yang dapat Anda ikuti untuk menjawab pertanyaan Brain Teaser

  • Bawa pulpen dan kertas ke wawancara. Sebagian besar majikan akan mengizinkan ini.
  • Respirasi. Ingat bahwa majikan ingin memahami cara berpikir kalian.
  • Dengarkan. Jangan mencoba menjawab pertanyaan ketika ditanya, karena kalian mungkin kehilangan informasi penting. Terkadang jawabannya terletak pada pertanyaan itu sendiri, jadi perhatikan.
  • Praktik keterampilan matematika. Banyak pertanyaan teka-teki menggunakan persamaan untuk menentukan luas, volume, jarak, dan rumus lainnya.

Baca juga: Memahami Mitologi dan Realitas Otak Kiri dan Otak Kanan

Jadi, inilah hal-hal yang perlu kalian ketahui dari pertanyaan kuis di atas. Meskipun terdengar aneh, permainan asah otak adalah salah satu cara bagi pemberi kerja untuk memahami kemampuan berpikir. Dari itu jangan sampai kalian terjebak.

Iwan Bisa
11 bulan yang lalu
0

Jobnas.com – Email Hosting begitu tabu di pendengaran kita, jika kita dapat mengenalnya maka perusahaan yang kita punya akan tampak terlihat lebih profesional.

Mengapa begitu, kesan atau citra perusahaan adalah suatu hal yang harus dijaga dan itu tentu sangatlah berharga. Maka artikel Jobnas kali ini akan memperkenalkan Email hosting kepada kalian supaya layanan sebuah perusahaan akan lebih profesional.

Email hosting ini sudah memiliki domain email sendiri. Jadi hampir seluruh perusahaan sudah banyak menggunakannya sebab layanan ini sangat dapat membantu mengelola sebuah bisnis. Jika kalian masih asing dengan layanan yang satu ini maka Jobnas akan menjelaskan secara detail perihal email hosting, mulai dari apa dan sampai keuntungan yang akan diperoleh perusahaan.  Langsung saja!

Definisi Hosting Email?

Jika kalian sudah pernah mendengar atau menggunakan web hosting, kemungkinan besar kalian sudah tidak asing lagi dengan layanan yang satu ini. Jadi definisi Email Hosting ialah layanan alamat email khusus yang digunakan untuk mengirim dan menerima email.

Perusahaan biasanya menggunakan layanan ini untuk mengatur alamat email yang sama untuk semua karyawan dan menyederhanakan administrasi database. Misalnya, kalian minat untuk bekerja di Jobnas. Maka Nama email kalian secara otomatis akan menjadi yourname@Jobnas.com.

Lain dari itu jika kalian memulai bisnis, kalian harus segera mulai menggunakan layanan email  seperti ini. Supaya bisnis kalian terlihat profesional di mata orang lain. Di negara kita Indonesia kini memiliki banyak penyedia layanan hosting yang dapat kalian gunakan untuk bisnis kalian tentunya. Seperti web hosting,  email hosting yang sudah memiliki atau menggunakan server sendiri.

Manfaat Email Hosting

Banyak orang menggunakan hosting email  untuk tujuan bisnis, tetapi beberapa orang tidak menyadari manfaatnya.

Manfaat apa  yang sebenarnya ditawarkan layanan ini? Haruskah saya menggunakannya untuk mengelola toko saya? Tidak. Manfaat yang akan diperoleh setelah menggunakan ini bisnis kalian akan terlihat lebih profesional juga akan mempertahankan.

1. Meningkatkan Konsistensi Merek

Email adalah salah satu alat yang biasanya digunakan  pelanggan untuk menghubungi pengusaha dan bisnis. Jika kalian sudah memiliki domain email sendiri, pelanggan kalian akan secara otomatis mengingat nama perusahaan kalian.

Secara tidak langsung,  ini juga mengarah pada identitas merek yang kuat. Oleh karena itu, layanan ini sangat penting bagi pemasaran email untuk  menjangkau  lebih banyak pelanggan.

2. Memperluas Ruang Disk

Sama seperti membangun situs web, biasanya selalu kehabisan ruang disk dan kinerja situs web mereka tidak menentu.

Hal ini akan terjadi jika hosting email layanannya tidak kalian gunakan sebaik mungkin. Dengan menggunakan layanan email gratis dapat menyebabkan kotak masuk kalian menjadi sangat besar dan memenuhi ruang disk.

Suka atau tidak suka, agaknya begitu memberatkan jika sampai kalian harus menghapusnya satu per satu, dan saat melakukan penghapusan dat tersebut juga cukup memakan waktu yang sangat lama.

Kejadian ini bisa diatasi salah satunya dengan dengan menggunakan hosting email.

3. Peningkatan Keamanan

Email hosting jauh lebih aman daripada layanan email  gratis. Dengan hosting kalian dapat yakin bahwa semua kotak masuk kalian aman dan bebas dari spam yang berlebihan.

4. Tidak Ada Masalah yang Perlu Dikhawatirkan

Manfaat lainnya adalah kalian tidak perlu lagi khawatir jika email gagal. Alasannya adalah begitu kalian memutuskan untuk menjadi tuan rumah, secara otomatis semua masalah segera diperbaiki oleh  penyedia layanan hosting.

Mereka akan membantu kalian memecahkan masalah dalam waktu 2 jam. Penyedia layanan hosting juga tahu bahwa email sangat penting untuk tujuan bisnis.

Perbedaan Email Hosting dan Web Hosting

Di awal artikel Jobnas, telah menyebutkan Web hosting. Kali ini Jobnas akan memberitahu apa perbedaan antara web hosting dan email hosting.

Perbedaan antara keduanya sebenarnya cukup sederhana. Web hosting adalah layanan yang biasanya menyimpan file  situs web di satu  atau lebih server.

Sedangkan Hosting email, di sisi lain, hanya mengacu pada penyimpanan data email dan bukan untuk menjelajahi situs web. Demikian penjelasan singkat mengenai email hosting beserta manfaat yang didapatkan jika menggunakannya.

Gimana nih? Apa kalian sudah merancang untuk menggunakan Email hosting untuk bisnis?

Apabila kalian sudah memikirnya, pastikan untuk memilih layanan penyedia hosting yang terpercaya dan aman.

Terlebih dahulu kalian lebih baik menelusuri dulu kualitas serta track record penyedia hosting dalam melayani pelanggan.

Sebenarnya, bukan perihal layanan itu saja yang mesti kalian ketahui, masih banyak lagi informasi yang harus kalian ketahui mengenai layanan yang dapat menunjang bisnis kalian.

Baca juga: Jika Ditanya, “Mengapa Tertarik Melamar Pekerjaan Ini?” Begini Cara Jawabnya!

Jobnas menyediakan banyak sekali informasi yang tentunya bisa kalian akses secara gratis. Kalian bisa membaca artikel lainnya di blog Jobnas yang sudah disediakan.

Iwan Bisa
1 tahun yang lalu
0

Jobnas.com – Saat pandemi emosi sering kali tidak terkontrol atau tidak stabil. Bahkan setiap hendak mau melakukan hal-hal yang sudah biasa membuat emosi kita nyaman dan merasa lebih baik. Pekerjaan itu tidak bisa lagi memotivasi kita.

Gejala seperti itu mirip sekali dengan orang yang sedang mengalami depresi. Padahal gejala seperti itu sebenarnya dikatakan dengan corona Blues. Akan tetapi orang-orang sulit membedakannya, sebab gejala tersebut nyaris mirip dengan depresi.

Bagaimana cara membedakan antara depresi dengan corona blues? Supaya orang-orang tidak lagi menyangka gejala tersebut sama halnya dengan depresi. Padahal gejala tersebut patut untuk kita waspadai karena dampaknya besar sekali terhadap kesehatan mental kita.

Jika kalian penasaran perbedaan antara depresi dan corona blues simak artikel sampai habis.

Apa itu Corona Blues?

Istilah corona blues pertama kali populer di Korea Selatan. Istilah ini digunakan oleh pemerintah Korea Selatan untuk menggambarkan masalah kesehatan mental yang disebabkan oleh pandemi COVID-19.

Adapun masalah kesehatan mental ini mencakup unsur depresi, kelelahan, keputusasaan, dan perasaan bahwa pekerjaan tidak lagi menyenangkan. Menurut Vaile Wright, seorang psikolog dari American Psychological Association, gejala-gejala corona blues ini datang dan pergi.

Wright menyebutnya gangguan depresi situasional. Sehingga beda dengan gangguan depresi.

Gejala dan Perbedaan Depresi

Corona Blue memiliki gejala yang hampir sama dengan depresi. Berikut beberapa gejala yang harus diwaspadai.

  • Perasaan sedih, cemas, atau ‘kosong’ yang menetap.
  • Keputusasaan atau pesimisme.
  • Kehilangan minat atau kesenangan dalam hobi atau aktivitas.
  • Sensitif dan emosional.
  • Perasaan bersalah, tidak berharga dan tidak berdaya.
  • Gelisah atau sulit untuk tenang.
  • Merasa lelah.
  • Bergerak atau berbicara lebih lambat dari biasanya.
  • Kesulitan berkonsentrasi, mengingat, atau membuat keputusan.
  • Gangguan tidur, seperti insomnia atau tidur terlalu lama.
  • Perubahan nafsu makan dan/atau berat badan.
  • Pikiran tentang kematian, bunuh diri, atau percobaan bunuh diri.
  • Nyeri, sakit kepala, kram, atau masalah pencernaan yang tidak memiliki penyebab fisik yang jelas dan/atau tidak membaik dengan pengobatan.

Jadi Apa yang Menjadi Perbedaan antara Corona Blue dengan Depresi?

Ada empat pertanyaan yang bisa membantu kalian untuk membedakannya adapun di antaranya di bawah ini:

  1. Bagaimana perasaan kalian sebelum situasi ini? Jika kalian baik-baik saja sebelum pandemi, depresi bisa bersifat situasional.
  2. Apakah kalian sering merasa tertekan saat stres? Jika depresi hilang saat stres mereda, kalian mungkin mengalami depresi situasional.
  3. Apakah pesan harapan mengangkat semangat kalian selama masa-masa sulit Depresi klinis sering kali tidak membuat kalian merasa lebih baik ketika kalian mendengar berita yang penuh harapan.
  4. Bisakah kalian mengatasinya Jika kalian telah mengalami berbagai gejala depresi selama lebih dari 14 hari berturut-turut, saatnya mencari bantuan profesional.

Bagaimana Kita Bisa Mengalahkan Corona Blues ?

Eric Lewandowski, asisten profesor klinis di New York University Langone, mengatakan kebutuhan pertama adalah memahami bahwa masalahnya normal selama pandemi. Kita harus mengakui dan menerima bahwa pandemi telah menjungkirbalikkan sebagian besar aspek kehidupan kita.

Corona Blue dapat diatasi dengan lima cara sebagai berikut:

  1. Menelepon teman dan keluarga, termasuk kontak tatap muka virtual melalui Zoom atau Google Hangouts serta pesan teks dan panggilan telepon.
  2. 19 Pandemi untuk melakukan kegiatan produktif seperti:
  3. Aktivitas fisik.
  4. Terlibat dalam hobi atau kegiatan menyenangkan lainnya untuk membuat diri kalian merasa lebih baik.
  5. Pertahankan rutinitas waktu tidur yang konsisten. Jadwal tidur dan bangun yang teratur akan membantu kalian tetap sehat dan dalam suasana hati yang baik.

Lewadownski juga menyarankan untuk mengidentifikasi aktivitas dan perilaku yang mungkin sedikit meningkatkan mood kalian. Cara lain, menurut

UT Health San Antonio, adalah dengan menjaga pola makan yang sehat.

Diet sehat berarti makan buah dan sayuran, makanan utuh, makanan olahan minimal, menghindari makanan yang digoreng, atau menghindari makanan tinggi gula atau lemak. Tidak menggunakan gadget, berita, atau media sosial untuk sementara waktu juga dapat membantu mengalahkan depresi akibat virus corona.

Cobalah untuk mengurangi penggunaan gadget dan media sosial. Cobalah untuk bersantai. Dengan begitu, kalian lebih mungkin untuk tidur nyenyak. Dengan mengikuti tips di atas, kalian dapat mengatasi atau menghindari gejala gangguan kesehatan mental akibat pandemi salah satunya gejala Corona Blues yang sulit dibedakan dengan depresi.

Baca juga: Sering Merasa Insecure, Awas Jadi Inferiority Complex

Kini artikel Jobnas memiliki banyak informasi berguna. Setiap minggu, Jobnas mengirimkan artikel di kolom blog Jobnas yang sudah tersedia.