Menu

Interview

Ghufron Writer
4 bulan yang lalu
0

Jobnas.com-Sebelum kamu terjun dalam dunia kerja, berbagai persiapan wajib kamu tempuh, salah satunya adalah mempelajari beberapa panduan–panduan Interview. Tak cukup bagimu hanya sekadar mempelajari pertanyaan interview yang sering muncul. Masih ada banyak hal lain yang perlu kamu lakukan. 

Oleh karena itu, mantapkan lagi dirimu dengan panduan dari Jobnas.com dalam artikel ini. Yuk, simak selengkapnya !

Pahami Perusahaan yang Dilamar

Persiapan pertama yang harus dilakukan adalah mempelajari calon perusahaanmu sebelum wawancara kerja. Oleh karena itu, kamu perlu memahami dulu siapa pihak yang ingin dibuat terkesan untuk bisa melalui interview dengan baik. Di bawah ini merupakan beberapa hal yang perlu dilakukan.

Baca Juga: Waspadai Tanda HRD Tidak Terkesan Denganmu saat Interview

1. Pelajari Profil Perusahaan

Setelah memasukkan lamaran atau menerima panggilan interview, mulai cari informasi terkait perusahaan tersebut, mulai dari latar belakang, visi, misi, hingga budaya kerja. Kamu pun bisa memanfaatkan Google untuk mendapatkan informasi-informasi tersebut.  Kemudian, kamu juga bisa bertanya pada orang-orang lewat LinkedIn atau platform lainnya.

2. Sesuaikan Diri dengan Perusahaan

Kini saatnya mengimplementasikan informasi tersebut pada diri sendiri setelah paham tentang seluk-beluk perusahaan. Misalnya, sekarang kamu tahu bahwa perusahaan tersebut punya budaya yang cekatan. Nah, siapkan cara-cara untuk menyampaikan bahwa kamu adalah kandidat yang seperti itu saat interview nanti.

3. Pelajari Calon Interviewer

Dilansir dari The Muse, penting juga untuk mengetahui kira-kira seperti apa orang yang akan mewawancaraimu nanti. Hari ini, kamu bisa dengan mudah menemukan HR perusahaan dari LinkedIn.

Dari profil para HR tersebut, coba pelajari kualitas apa yang kira-kira mereka utamakan atau sukai dalam diri kandidat. Seperti poin nomor 2, kamu harus bisa menonjolkan kualitas tersebut juga nantinya. Agar kamu bisa adaptif dalam menjawab dan menanggapi pewawancara nantinya, tentu persiapan sebelum wawancara kerja yang satu ini sangat bermanfaat bagi mu. 

4. Pahami dan Coba Produk Perusahaan

Tentunya sebuah perusahaan menghasilkan produk, baik produk fisik maupun digital. Oleh karena itu, kamu perlu mencoba menggunakan produk tersebut sebagai persiapan sebelum interview kerja. Di sinilah kamu dapat memahami apa kelebihan dan kekurangannya dengan cara ini.

Pasalnya, rekruter mungkin menanyakan pendapat dan pengetahuanmu soal produk perusahaan mereka. Kamu akan dapat menjawabnya dengan baik jika sudah pernah mencobanya sendiri.

5. Pelajari Tipe-tipe Interview

Untuk menyaring kandidat tentunya setiap perusahaan memiliki cara tersendiri. Kamu juga perlu melakukan persiapan untuk menghadapi tipe interview lainnya di samping tipe interview tanya-jawab yang umum. 

Contohnya, beberapa perusahaan menggunakan tipe interview behavioral, psikotes, dan masih banyak lagi.  Untuk pekerjaan yang teknis seperti IT, kamu bahkan akan diuji kemampuannya dengan tipe wawancara khusus yang lebih teknis. Oleh karena itu, jangan lupa untuk siapkan dirimu untuk menghadapi tipe-tipe interview yang mungkin tak terduga, ya.

Latihan Menjawab Pertanyaan Interview

Terlepas jenis interview-nya, saat wawancara kerja tentu senantiasa terdapat pertanyaan yang perlu dijawab. Oleh karena itu, kamu harus mempersiapkan satu per satu jawaban pertanyaan interview khususnya yang umum agar semakin yakin menghadapi wawancara. 

Baca Juga: Kalian Ingin Tahu Waktu Paling Ampuh Menaikkan FYP?

1. Pelajari Pertanyaan Interview

Persiapan wawancara kerja menjadi hal yang sangat penting dalam mempelajari pertanyaan interview. Tips ini mungkin adalah yang paling banyak diketahui. Meski begitu, jangan sampai terlewat atau terlupa.

Langkah yang bisa kamu lakukan adalah mulai dari yang benar-benar umum untuk belajar pertanyaan interview. Setelah itu, jangan lupa juga untuk mempelajari pertanyaan interview yang spesifik unntuk bidang pekerjaan yang dilamar.

Kata The Balance Careers mulai lah berlatih seolah-olah kamu sudah ada di ruangan interview. Jawab pertanyaan dengan lantang dan bayangkan dirimu ada di hadapan rekruter. Jadi, saat nanti benar-benar ada di ruangan interview, kamu sudah memiliki persiapan yang cukup matang.

2. Ketahui Diri Sendiri dengan Baik

Biasanya ketika interview, ada kemungkinan kamu akan ditanyakan tentang kekurangan, kelebihan, pencapaian terbaik, visi dan misi ke depannya, dan masih banyak lagi.

Oleh karena itu, kamu harus mengawalinya dengan memahami diri sendiri terlebih dahulu untuk bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan baik. Jadikan hal ini sebagai bagian dari persiapan interview kerja.

Sambil mempelajari diri sendiri lebih dalam, kamu akan melihat apa kualitas yang paling layak ditonjolkan, kekurangan yang perlu diperbaiki, dan bagaimana kamu bisa jadi kandidat yang memang cocok untuk perusahaan yang dilamar. Salah satu cara termudah untuk menganalisis diri adalah dengan metode SWOT.

3. Lengkapi Jawaban dengan Angka

Menggunakan angka menjadi salah satu cara untuk membuat jawaban interview menjadi lebih menarik bagi rekruter. Angka-angka ini harus dapat menjelaskan pencapaianmu di pekerjaan selama ini. Contohnya, sampaikanlah bahwa kamu berhasil menurunkan 20% pengeluaran dan meningkatkan 30% revenue di Q4 2020.

4. Buat Daftar Pertanyaan untuk Rekruter

Jangan sampai lupa juga untuk bertanya, selain menyiapkan diri untuk menjawab. Dengan demikian, menyiapkan pertanyaan pada rekruter menjadi persiapan interview selanjutnya yang perlu kamu ingat.  Pertanyaan ini bisa seputar perusahaan, spesifik mengenai jabatan yang akan kamu isi, dan pertanyaan relevan lainnya.

Baca Juga: Sender Reputation, Sebuah Gambaran atas Kualitas di Mata Pelanggan

Siapkan Pakaian dan Bawaan untuk Interview

Aspek penting yang sangat mempengaruhi penilaian rekruter salah satunya adalah penampilan. Tak jarang seorang HR perusahaan langsung memiliki persepsi negatif terhadap kandidat hanya dari melihat pilihan pakaian yang dikenakan untuk interview. Agar tak terjadi padamu, inilah penjelasan selanjutnya mengenai persiapan wawancara kerja, yaitu tentang mempersiapkan pakaian.

1. Pakaian untuk Interview

Tampil selalu formal saat interview tak ada salahnya. Meskipun perusahaan yang dilamar terlihat cukup kasual, mengenakan pakaian yang benar-benar rapi seperti kemeja dan celana atau rok bahan adalah pilihan yang aman. Disamping itu, jangan lupa kenakan sepatu yang formal dan perhatikan juga kerapihan kukumu. Sebab, ini juga bisa jadi perhatian rekruter.

2. Barang Bawaan untuk Interview

Di samping pakaian, persiapan interview kerja berikutnya adalah tentang barang yang harus dibawa di hari pentingmu. Disarankan untuk membawa beberapa salinan CV-mu.

Kita tidak tahu akan diwawancara oleh berapa orang, oleh karena itu penting untuk selalu siap dengan salinan CV yang cukup banyak. Jangan lupa juga untuk membawa pena dan alat tulis lainnya yang lengkap. Hal ini bertujuan untuk  berjaga-jaga apabila harus mengerjakan soal tertulis.

Daripada harus sibuk mencari pinjaman alat tulis, lebih baik siap dengan milik sendiri. Selain membuang waktu, tidak siap dengan alat tulis membuatmu tampil tidak profesional. Kamu peru menggunakan tas yang pantas dan bersih untuk membawa barang-barangmu.

Persiapan Interview Lainnya

1. Cari Tahu Lokasi Interview

Barangkali persiapan yang sering terlupakan adalah mencari tahu di mana lokasi interview setelah mendapat panggilan. Padahal, kamu bisa mengurangi kemungkinan terlambat saat wawancara kerja dengan melakukan ini, lho. Lakukan ini sehari sebelum wawancara jika memang dilakukan secara offline. Akan tetapi, melakukannya jauh hari pun tentu lebih disarankan.

2. Siapkan Perangkat yang Memadai

Apabila interview kerjamu dilakukan secara online, kamu harus memastikan bahwa laptopmu dalam kondisi yang baik, begitu pula koneksi internet. Gunakanlah jaringan yang bisa lebih diandalkan apabila sering terjadi masalah.

Di samping itu, pilih tempat yang tenang sesi penting ini. Pilih area yang jarang dilewati orang, memiliki pencahayaan yang baik, serta latar belakang yang polos. Dengan demikian, kamu dan juga rekruter tidak akan terdistraksi saat sedang interview.

3. Tenangkan Diri

Interview kerja memang menegangkan. Meski demikian, coba untuk tenangkan diri dari malam sebelum interview. Jangan terlalu memikirkan apa yang belum terjadi.

Pastikan saja semuanya sudah siap, sehingga kamu bisa menghindari hal-hal yang tidak diinginkan saat hari wawancara, seperti terlambat, lupa membawa dokumen penting, atau hal lainnya.

4. Istirahat yang Cukup

Tidur lebih awal dan istirahat yang cukup untuk merilekskan dirimu lebih lagi. Seperti yang kita ketahui, disarankan untuk tidur 7-8 jam di malam hari. Dengan demikian, pada pagi hari, kamu akan bangun dengan energi yang cukup dan tepat waktu.

Baca Juga: Loker Jogja, #1 Portal Lowongan Kerja Yogyakarta

Demikianlah informasi dari Jobnas.com ihwal  persiapan sebelum interview. Sebagai gambaran umum, tentunya poin-poin di atas ada manfaatnya. Meski begitu, kamu tetap perlu untuk mempelajari tips yang lebih detail terutama yang berkaitan dengan cara menjawab pertanyaan.

Ghufron Writer
4 bulan yang lalu
0

Jobnas.com – Salah satu tahap penting untuk kamu lalui adalah tahap wawancara. Sebab, diterima atau tidaknya kamu di sebuah perusahaan sangat ditentukan oleh tahap ini. Menurut Indeed, salah satu kemampuan yang membutuhkan latihan  agar lebih baik adalah melakukan Interview

Latihan ini termasuk menjawab pertanyaan dan mempelajari posisi yang kamu lamar. Saat menghadapi tahap wawancara, terdapat beberapa hal yang patut kamu persiapkan. Beberapa di antaranya adalah seperti mempersiapkan mental, Memakai pakaian rapi, dan membawa persyaratan dari perusahaan (misal: CV dan portofolio terbaru).

Di samping itu, apa saja yang tidak boleh dilakukan saat melakukan interview perlu juga diperhatikan. Sebab,  melakukan sejumlah hal tersebut bisa membuat pewawancara (dalam hal ini HRD perusahaan) enggan melihat dirimu.

Hal itu tentu akan membuat peluangmu untuk diterima semakin kecil, dan bahkan kandas begitu saja. Setidaknya ada sepuluh hal yang sebaiknya tidak boleh kamu lakukan saat tahap wawancara berlangsung. Adapun sepuluh hal tersebut adalah sebagai berikut ini!

Baca Juga: Aplikasi Pluang, Review Aplikasi Investasi, Kelebihan dan Kekurangan

Hal yang Tidak Boleh Dilakukan saat Wawancara

Berikut adalah sepuluh hal yang sebaiknya tidak boleh kamu lakukan saat tahap wawancara berlangsung:

1. Datang Terlambat dan Tak Memberi Kabar

Saat tahap wawancara akan berlangsung, datang terlambat sebenarnya tidak sepenuhnya salah. Terlebih jika lokasi perusahaan dan tempat tinggalmu berada di kota besar yang hampir selalu terjadi kemacetan.

Meski demikian, kalau kamu datang terlambat dan tidak mengabari hal tersebut ke pihak pewawancara, maka hal tersebut akan menjadi sangat fatal. Dengan begitu, jika kamu terpaksa datang terlambat ke tahap wawancara nanti, alangkah lebih baik jika kamu mengabari pihak pewawancara terlebih dahulu. 

Contohnya: “Pak/ Bu, maaf saya nanti datang agak terlambat. Saya masih terjebak macet di (sebutkan daerah atau nama jalannya). Sekitar 10 menit lagi saya akan sampai di sana.”

Alangkah lebih baik lagi, kalau kamu bisa datang tepat waktu sesuai permintaan pewawancara. Caranya, kamu berangkat lebih pagi dari rumah atau indekosmu.

Kata The Balance Career, agar supaya terhindar dari keterlambatan di hari interview, sebaiknya kamu mempersiapkan pakaian lebih awal sehingga tidak perlu memikirkannya lagi saat bersiap-siap. 

Dengan begitu, kamu pun bisa datang tepat waktu, bahkan datang sebelum waktu wawancara dimulai.

2. Menceritakan Tentang Dirimu secara Berlebihan

Kamu pasti akan diminta untuk menceritakan dirimu dalam setiap tahap wawancara di perusahaan mana pun. Untuk memperkenalkan diri sekaligus memberi impresi positif ke pihak perusahaan, hal ini justru merupakan kesempatan yang baik.

Semakin baik kamu menceritakan segala tentang dirimu, maka semakin positif pula impresi perusahaan kepadamu. Tidak menutup kemungkinan, peluangmu untuk diterima semakin besar.

Hal sebaliknya akan terjadi jika kamu terlalu berlebihan dalam menceritakan dirimu. Misal menceritakan hal-hal tidak penting seperti makanan favoritmu; melebih-lebihkan prestasimu selama kuliah atau bekerja di perusahaan sebelumnya; terlalu membanggakan apa yang menjadi kelebihanmu; dan hal-hal lain yang sejenis.

Justru perusahaan akan ilfeel kepadamu, jika dirimu menceritakan secara berlebihan serta membuat tahap wawancara berjalan tidak efektif. Sebab, dalam tahap wawancara, kamu harus bersikap positif bukan arogan.

Sebaiknya, saat tahap wawancara nanti, kamu ceritakan saja hal-hal penting tentang dirimu. Misalkan: skill yang kamu kuasai, kelebihan dan kekuranganmu, pengalaman kerja dan organisasi, dan beberapa hal penting lainnya.

3. Menanyakan Informasi yang Terlalu Umum

Lazimnya kamu akan diberi kesempatan untuk bertanya ke pihak pewawancara atau perusahaan pada tahap wawancara. Untuk menanyakan hal-hal penting,  ini bisa menjadi kesempatan yang tepat untukmu, terutama yang berkaitan dengan pekerjaan atau perusahaanmu nanti.

Sebaiknya kamu jangan menanyakan informasi umum tentang perusahaan, jika kamu mendapatkan kesempatan bertanya pada tahap wawancara nanti. Misalnya: kapan perusahaan itu berdiri, di bidang apa perusahaan itu bergerak, serta siapakah CEO perusahaan tersebut.

Kamu juga jangan sampai menanyakan informasi umum soal pekerjaanmu nanti. Misalnya: di posisi manakah kamu bekerja nanti, dan apa saja deskripsi pekerjaan dari posisi tersebut.

Menanyakan hal tersebut akan membuatmu dianggap sebagai orang yang tak tahu menahu soal perusahaan dan pekerjaanmu nanti. Ini bisa membuat peluangmu lolos dari tahap wawancara akan sangat kecil, dan bahkan tak ada sama sekali.

Lagipula, hal-hal tersebut sebetulnya bisa kamu ketahui sendiri tanpa perlu menanyai pewawancara atau pihak perusahaan. Kamu bisa mencari hal-hal tersebut di situs resmi dari pihak perusahaan, kok.

Adapun hal-hal yang sebaiknya kamu tanyakan saat tahap wawancara nanti bisa adalah hal-hal yang berkaitan dengan detail pekerjaanmu nanti. Misalnya: fasilitas dan tunjangan apa saja yang akan kamu dapatkan bila nanti kamu bekerja di sana; pelatihan apa saja yang mungkin bisa kamu dapatkan; seperti apa budaya kerja di dalam tim; dan lain sebagainya.

4. Menanyakan Hal-hal Personal kepada Pihak Pewawancara

Kamu juga tidak perlu menanyakan hal-hal personal kepada pihak pewawancara saat menjalani tahap wawancara nanti.

Misalnya: Di manakah alamat rumah Bapak/Ibu; sudah berapa lama Bapak/Ibu bekerja di perusahaan tersebut; Apakah Bapak/Ibu sudah menikah; dan lain sebagainya.

Pihak pewawancara akan menganggapmu sebagai orang yang tidak sopan, ketika kamu menanyakan hal-hal tersebut. Lagipula, hal-hal tersebut merupakan hal-hal tak penting yang memang sebaiknya jangan kamu tanyakan ke pewawancara.

Sebaiknya, kamu tanyakan saja hal-hal penting yang berkaitan dengan perusahaan dan pekerjaanmu nanti. Persis seperti yang telah disebutkan di poin sebelumnya.

5. Bersikap Seenaknya atau Cuek

Bersikap buruk atau terlalu cuek merupakan hal selanjutnya yang tidak boleh kamu lakukan pada tahap wawancara. Kamu harus meninggalkan kesan positif kepada recruiter. 

Terdapat beberapa sikap yang tergolong buruk dilakukan, terutama saat menghadapi tahap wawancara. Salah satunya adalah mengangkat telepon saat tengah menghadapi tahap wawancara.

Sikap seperti ini sangatlah buruk, karena akan menunjukkan attitude negatifmu di hadapan pewawancara. Alangkah baiknya jika kamu meminta izin ke pihak pewawancara untuk mengangkat telepon, dan mengangkatnya di luar ruangan tempat tahap wawancara berlangsung.

Baca Juga: 6 Kunci Sukses Presentasi untuk Menjual dan Memasarkan Produk

Menceritakan keburukan atasanmu sebelumnya adalah sikap buruk lainnya. Walaupun atasanmu sebelumnya memang memiliki sikap yang buruk (dan itu menjadi alasanmu resign), kamu sebaiknya tak menceritakannya ke pewawancara saat menjalani tahap wawancara nanti.

6. Menghindari Kontak Mata

Menghindari kontak mata dengan pewawancara dan selalu menunduk saat berbicara merupakan salah satu hal yang dianggap tidak sopan saat melakukan wawancara.

Bisa diartikan dengan menghindari kontak mata dan menunduk sebagai tanda kelemahan dan kemungkinan kamu berbohong saat menjawab pertanyaan. Oleh karena itu, lakukan kontak mata dengan pewawancara saat berbicara. Ini akan membantu kamu meningkatkan kepercayaan diri dan menghilangkan gugup.

7. Berbohong

Apa yang tertulis di dalam CV tidak bisa dibuktikan oleh kandidat. Hal ini justru sering terjadi saat wawancara. Berbohong mengenai pengalaman, latar belakang pendidikan, dan kemampuan adalah hal yang harus kamu hindari saat melakukan wawancara.

Kamu akan merasakan dampaknya seperti langsung ditolak hingga masuk blacklist saat kamu ketahuan berbohong mengenai hal-hal krusial di atas.

Jika kamu diterima, maka harapan perusahaan akan sangat besar, menyesuaikan dengan apa yang kamu tulis. Jika ketahuan kamu bisa diberhentikan atau kontrak ditahan.

8. Datang Tanpa Persiapan

Kata Indeed jangan datang wawancara dengan tangan kosong. Dengan kata lain, kamu harus datang dengan persiapan seperti menguasai pertanyaan interview hingga menyiapkan dokumen-dokumen pentingmu seperti CV dan referensi kerja. Siapkan juga kertas atau buku untuk mencatat poin-poin penting saat wawancara.

9. Menjawab Telepon Di Tengah Wawancara

Jangan sampai handphone-mu berbunyi dan kamu malah mengangkat telpon di tengah-tengah wawancara. Sebab, kamu akan dianggap sebagai kandidat yang tidak profesional dan fokusmu akan buyar. Kamu perlu untuk memastikan bahwa mode silent sudah diaktifkan dan menyimpan handphone di tas sebelum wawancara.

10. Defensif

Salah satu hal wajib dalam tahap wawancara adalah menjaga sikap dan etika. Penerapannya salah satunya dengan menghindari kata-kata yang terlalu agresif dan defensif.

Penggunaan kata yang defensif dapat memicu perdebatan antara kandidat dan pewawancara. Jawab secara perlahan dan ambil waktu untuk berpikir terlebih dahulu, apabila pewawancara memberikan pertanyaan yang sulit. Jawablah pertanyaan yang sulit dengan sabar dan tetap sopan. Menjadi defensif tidak akan menambah nilai dalam wawancara yang kamu lakukan.

Hal yang Bisa Kamu Lakukan Saat Wawancara

Kamu juga bisa melakukan beberapa hal selain menghindari sepuluh hal di atas, terutama saat menghadapi tahap wawancara nanti. Adapun hal-hal tersebut adalah:

-Datang tepat waktu dan menghubungi pewawancara kalau akan terlambat.

-Bersikap baik dan sopan kepada pihak pewawancara.

-Menjawab pertanyaan dengan jujur dan efektif.

-Mengetahui segala hal tentang perusahaan sebelum menjalani tahap wawancara nanti.

-Memanfaatkan kesempatan bertanya, dengan menanyakan hal-hal penting soal pekerjaanmu di perusahaan tersebut.

Baca Juga: Definisi dan Jenis-jenis Scripting Language yang Penting Diketahui Web Development

Demikianlah lima hal-hal yang harus kamu perhatikan saat mempersiapkan tahapan wawancara. Kalau sudah tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, tandanya kamu sudah siap untuk menghadiri wawancara kerja yang akan datang nantinya.

Iwan Bisa
4 bulan yang lalu
0

Jobnas.com – Dalam wawancara kerja, ada banyak hal yang perlu Anda persiapkan. Selain informasi tentang perusahaan, kita juga perlu mengetahui cara mempresentasikan diri kita dalam wawancara. Wawancara adalah langkah yang sangat penting dan menentukan dalam pencarian kerja.

Oleh karena itu, setiap kandidat harus mempersiapkan diri sebaik mungkin, karena kesempatan untuk bekerja di perusahaan impian tinggal selangkah lagi. Apakah Anda sedang mewawancarai pengguna atau HRD, kandidat harus menyiapkan jawaban atas pertanyaan yang sering mereka ajukan. Selain itu, keterampilan pemasaran diri yang menarik diperlukan untuk menarik perhatian perekrut.

Jadi, apakah Anda bertanya-tanya bagaimana cara menampilkan diri Anda saat wawancara kerja? Inilah penjelasan Jobnas yang sudah disediakan jauh-jauh hari untuk anda tentunya.

1. Tunjukkan Kepercayaan Diri Anda

Cara untuk menampilkan diri Anda dalam wawancara pertama adalah dengan menunjukkan rasa percaya diri Anda. Masalah ini sangat penting karena kandidat yang mampu menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang tinggi pasti akan menarik perhatian para perekrut.

Agar Anda selalu percaya diri menjawab pertanyaan rekrutmen, diperlukan persiapan yang matang. Baik itu karena kesiapan mental atau pengetahuan perusahaan.

Oleh karena itu, sebelum wawancara, cari tahu informasi sebanyak mungkin tentang perusahaan dan tugas posisi yang diiklankan.

2. Perhatikan Bahasa Tubuh dan Pilihan Kata

Bahasa tubuh adalah bagian dari komunikasi non-verbal yang sering dihargai oleh perekrut. Pasalnya, keraguan atau ketidakpercayaan terhadap kandidat dapat dikenali dari bahasa tubuh.

Jika Anda menghindari kontak mata atau membuat gerakan tubuh yang canggung, perekrut akan mengetahui saat Anda gugup.

Selain bahasa tubuh, pemilihan kata yang diucapkan juga harus diperhatikan dengan cermat. Jangan biarkan mereka memilih kata-kata yang kasar atau bermakna ganda. Menurut The Balance Careers, ada cara untuk memilih kata yang tepat saat wawancara.

Misalnya, berlatih wawancara dan merekamnya terlebih dahulu.

3. Adaptasi dengan Kebutuhan Perusahaan

Promosi diri terpenting kedua dalam wawancara adalah mencocokkan kebutuhan perusahaan.

Kandidat tidak menarik bagi perekrut jika mereka tidak memiliki kualifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan. Sebelum Anda datang ke wawancara, ingatlah untuk membaca deskripsi pekerjaan dan penelitian tentang perusahaan dengan cermat.

Memang mengatakan bahwa ketika seorang kandidat tahu apa yang dibutuhkan perusahaan, mudah bagi mereka untuk menunjukkan kemampuannya menjawab pertanyaan.

4. Pamerkan Kekuatan Anda

Menunjukkan kelebihan Anda juga merupakan cara selanjutnya untuk menampilkan diri Anda saat wawancara.

Tentu saja, begitu Anda memahami kualifikasi apa yang diinginkan perusahaan, Anda sudah tahu kekuatan apa yang ingin Anda tekankan dalam wawancara.

Karena itu, jangan ragu untuk menonjolkan kelebihan Anda saat wawancara. Namun, ingatlah untuk tidak terlihat mencolok dan mencolok. Anda dapat menyebutkan prestasi dengan komentar yang ditinggalkan oleh orang lain. Contohnya seperti berikut ini:

Dalam evaluasi tahunan, penyelia selalu memuji keterampilan organisasi saya.

Selama dua tahun berturut-turut, rekan-rekan saya di kantor memilih saya sebagai pemain tim terbaik.

5. Jadilah Pendongeng yang Baik

Cara memperkenalkan diri saat wawancara penutup adalah dengan menjadi pendongeng yang baik. Seperti yang disebutkan oleh Business Insider, mendongeng juga penting dalam wawancara kerja.

Sehingga para kandidat tidak perlu ragu lagi untuk mencoba menjadi “pendongeng” yang baik bagi para perekrut. Kandidat yang menjadi pendongeng yang baik pasti bisa menarik minat perekrut dengan cerita mereka.

Namun, ingatlah bahwa cerita ini tentang kekuatan dan pengalaman kerja Anda yang relevan dengan posisi yang Anda lamar. Jika Anda dapat membagikan pengalaman Anda dengan antusias dan tulus, perekrut pasti akan mengingat Anda.

Ini adalah cara Anda dapat menampilkan diri Anda selama wawancara yang telah disiapkan Jobnas buat Anda. Anda harus ingat bahwa selama wawancara Anda harus menunjukkan semua keterampilan yang Anda miliki. Alasannya adalah pada tahap ini Anda berhadapan langsung dengan perekrut, sehingga lebih mudah untuk menunjukkan keahlian Anda.

Ghufron Writer
4 bulan yang lalu
0

Jobnas.com-Saat orang ditanya ihwal bos yang ideal ketika Interview, tentu akan sedikit mengalami kebingungan, bahkan kesusahan. Dalam beragam variasi pertanyaan, pihak HRD bisa saja seringkali menanyakan ihwal hal ini seperti, “Apa yang kamu cari dari seorang atasan? Bagaimana kamu ingin diatur oleh atasan? Jelaskan bagaimana bos yang ideal menurutmu”, dan sebagainya. 

Jika diberi pertanyaan ini, tidak perlu bingung.  Jobnas.com telah merangkum 10 cara menjawabnya  agar wawancara kerjamu jadi lebih lancar. Yuk, simak lebih lanjut untuk mengetahui apa saja caranya!

Baca Juga: Kenali Lebih Akrab Layanan Microsoft 365 Auto Sukseskan Kinerjamu

1. Cari tahu tentang struktur perusahaan

Sebelum menjawab pertanyaan mengenai kriteria bos ideal, riset dan cari tahu bagaimana relasi antara bos dan karyawan di perusahaan tersebut merupakan  hal pertama yang harus kamu lakukan.

Kamu bisa menelusuri seperti apa company culture dari perusahaan tersebut.  bagaimana strukturnya, apakah posisi yang kamu lamar membutuhkanmu untuk bekerja sendiri atau tidak, dan lainnya.

Jika posisi yang dilamar mengharuskanmu untuk kerja secara mandiri, kamu perlu mencoba untuk menjawab bahwa kriteria bos ideal menurutmu adalah yang tidak me-micromanage setiap pekerjaan karyawannya.

Selain itu, kamu juga bisa menjawab kriteria bos yang ideal adalah yang memiliki kemampuan leadership, komunikasi, dan organisasi yang baik jika memang pekerjaannya membutuhkan kerja sama tim.

Kedua jawaban di atas cukup aman, karena memang sesuai dengan ketentuan posisi yang kamu lamar.

2. Jawab dengan singkat, padat, dan jelas

Usahakan untuk menjawab dengan singkat, padat, dan jelas merupakan cara menjawab pertanyaan interview mengenai kriteria bos ideal berikutnya. 

Misalnya, kriteria bos ideal menurutmu adalah orang yang selalu memperhatikan kerja 24/7, memberikan perhatian penuh pada semua karyawannya, dan bisa dihubungi setiap saat.

Kriteria ini cukup tidak realistis, karena bos juga memiliki job desc lain selain mengurus bawahannya saja.  Intinya, coba jawab sepadat mungkin agar kamu tidak jadi meracau.

3. Beri jawaban yang seimbang

Kamu perlu menyeimbangkan antara kemampuanmu bekerja sendiri dan juga di bawah pengawasan atasan untuk menjawab pertanyaan interview seputar kriteria bos ideal. 

Menurut The Balance Careers, tentu kamu tidak ingin terlihat seperti butuh terlalu banyak perhatian atau tidak butuh atasan sama sekali.

Kamu bisa coba menjawab seperti ini;

Bahasa Indonesia

Saya bisa bekerja secara mandiri dan tidak membutuhkan pengawasan ekstra. Meskipun begitu, saya tetap membutuhkan atasan yang komunikatif agar pekerjaan jadi lebih lancar.

Bahasa Inggris

I can work independently and I don’t need extra supervision. However, I still need a communicative supervisor so I can work smoothly.

Jawaban ini menunjukkan bahwa kamu adalah karyawan yang mandiri, tetapi tetap nyaman mendapatkan arahan dari atasan.

Ingat, sesuaikan dengan kemampuanmu dan kira-kira bos seperti apa yang dibutuhkan untuk posisi yang sedang kamu lamar.

4. Tunjukkan fleksibilitas

Dikutip dari The Muse, beri contoh mengenai pengalamanmu dengan bos di kantor sebelumnya.

Deskripsikan apa yang kamu suka, bagaimana gaya kepemimpinan mereka, dan bagaimana kamu bekerja dengan bos tersebut. 

Coba jawab dengan contoh sebagai berikut.

Bahasa Indonesia

Saya pernah bekerja di bawah bos dengan gaya kepemimpinan berbeda. Ada yang hands on memberikan instruksi langsung, ada yang hanya mengawasi saja. Saya bisa bekerja dengan baik di bawah dua tipe kepemimpinan tersebut.

Bahasa Inggris

I have worked with bosses who have different leadership styles. Some use hands-on approach to give instruction directly, some only supervise. I can work well under those two leadership styles.

Kamu secara tidak langsung telah menunjukkan kemampuanmu beradaptasi dengan berbagai macam tipe bos ketika menjawab seperti itu. 

HRD yang mewawancaraimu juga akan melihat bahwa kamu cukup fleksibel untuk bekerja di bawah bos dengan tipe kepemimpinan yang berbeda.

Baca Juga: Debt Stacking, Solusi Paling Tepat Agar Bebas dari Hutang

5. Berkaca pada pengalaman sebelumnya

Berkaca pada pengalamanmu sebelumnya merupakan cara lain untuk menjawab pertanyaan interview ini. Hal ini juga berkaitan dengan bagaimana kamu harus melakukan evaluasi diri untuk mencari tahu apakah gaya kepemimpinan dan manajemen mereka berperan efektif terhadap kesuksesanmu. Beri tahu hal-hal positif dari atasanmu sebelumnya dan apa saja yang bisa ditingkatkan darinya.

6. Fokus pada satu atau dua orang atasan saja

Berikutnya, kamu harus memastikan untuk fokus hanya pada satu atau dua orang atasan saja ketika kamu sedang berkaca pada pengalamanmu sebelumnya.

Jika kamu terlalu banyak menyebutkan mantan atasan dalam jawabanmu, hal tersebut membuatmu terlihat seperti “kutu loncat”. Tentunya, hal tersebut membuat pihak pewawancara memiliki pandangan negatif terhadapmu.

7. Tetap jawab serealistis mungkin

Salah satu cara menjawab pertanyaan interview tentang bos ideal adalah menjawabnya serealistis mungkin, sebagaimana dikutip dari Indeed.

Sehingga, beri tahu pihak pewawancara ekspektasimu yang masuk akal seputar bos idealmu. Intinya, tidak ada manusia yang sempurna. Sebaiknya kamu perlu mengingat beberapa hal ketika menjawab pertanyaan ini, di antaranya; 

bahwa kamu paham atasanmu memiliki banyak hal yang harus dikerjakan

bahwa kamu paham atasanmu mencoba menyeimbangkan pekerjaannya dengan tugas kepemimpinannya

8. Jawab dengan jujur

Menjawab secara jujur ketika ditanya ihwal bos ideal merupakan langkah berikutnya yang harus kamu lakukan. Sebab, rekruter atau interviewer bisa tahu apakah kamu menjawab pertanyaan mereka dengan jujur atau tidak. Tentu, ketika mereka mengetahui bahwa dirimu berbohong, bukan tidak mungkin kamu akan dicoret dan tidak lolos ke tahap selanjutnya.

9. Jangan berlebihan ketika menjawabnya

Dengan tidak berlebihan ketika menjawabnya merupakan cara lain untuk menjawab pertanyaan interview tentang bos ideal. Kamu perlu menghindari menjawab dengan bertele-tele. Sebab, hal ini mengurangi risiko kamu menyebutkan hal yang tidak-tidak.

Selain itu, sebaiknya kamu juga tidak menjawab pertanyaan ini dengan singkat, seperti sepatah atau dua patah kata saja. Karena, hal tersebut memberi kesan bahwa kamu tidak tertarik mengikuti interview kerja. Tentu, kamu pun akan langsung dicoret dari calon karyawan mereka.

10. Jangan kritisi atasan sebelumnya

Menjawab pertanyaan tentang bos ideal terkadang membuatmu secara tidak langsung ingin mengkritik atasan-atasan sebelumnya. Akan tetapi, hal tersebut bukanlah hal yang bijak.

Hal tersebut membuatmu terlihat sebagai seorang pekerja yang bermasalah jika kamu memberi kritikan seputar atasan ketika menjawab pertanyaan ini. Kamu perlu memastikan bahwa jawabanmu  fokus pada bagaimana kamu bisa mencapai kesuksesan di lingkungan kerja yang sulit atau saat bekerja di bawah gaya kepemimpinan yang berbeda-beda.

Tekankan juga jawabanmu pada kualitas yang kamu cari dari seorang bos ideal, bukan hal-hal yang tidak disukai olehmu.

Baca Juga: Perhatikan 7 Hal Ini, Apabila Ingin Menulis Surat Rekomendasi Kerja untuk Temanmu

Demikianlah rangkuman 10 cara menjawab pertanyaan mengenai bos yang ideal saat wawancara yang telah Jobnas.com suguhkan untukmu. Mulai saat ini kamu harus mempelajari dan memikirkan bagaimana cara menjawabnya melalui tips-tips di atas. Semoga berguna untuk interview-mu di masa depan, ya!

Ghufron Writer
4 bulan yang lalu
0

Jobnas.com-Saat melakukan proses Interview, pertanyaan mengenai Lingkungan Kerja bisa menjadi pertanyaan paling membingungkan. Bisa jadi seseorang yang telah berpengalaman pun dapat terpeleset di sini.

Barangkali, dalam sebuah proses interview, lingkungan kerja mungkin jadi topik terakhir. Akan tetapi, seperti yang kita tahu, soal tersulit akan datang di saat-saat terakhir. Sekali saja kamu salah, pupus sudah harapanmu pindah ke kantor baru.

Sering kali ketika menjawab pertanyaan soal lingkungan kerja dapat membingungkan. Pertanyaan ini sungguh subjektif dan tidak ada jawaban yang terhitung benar. Bisa jadi,  seorang yang mendaftar sebagai recruiter bisa tidak lolos di sini.

Oleh karena itu, di artikel ini Jobnas.com akan memberikan beberapa tips dan cara menjawab pertanyaan seputar lingkungan kerja yang perlu kamu ketahui. Yuk, simak sampai tuntas !

Baca Juga: Perbedaan Aplikasi Native, Hybrid, dan Web yang Perlu Kamu Ketahui

Tips Menjawab Pertanyaan Lingkungan Kerja

Jobvite pernah melakukan riset yang menunjukkan bahwa 88% recruiter mengatakan, kecocokan pandangan dalam lingkungan kerja jadi hal yang penting.

Hal ini kemudian membuat pertanyaan mengenai lingkungan kerja perlu dijawab dengan sebaik mungkin. Dengan demikian, penting untuk mengetahui tips dalam menjawab topik ini.

Seperti dilansir dari The Balance Careers, berikut beberapa tips yang dapat membantu kamu agar berhasil melewati tahapan ini:

1. Buat jawaban yang Berkaitan dengan Perusahaan

Kaitkan setiap jawaban yang kamu ucapkan dengan budaya perusahaan yang mewawancarai kamu, jika memungkinkan. Hal ini penting karena secara tidak langsung memposisikan kamu dengan nilai-nilai yang diusung perusahaan.

2. Bersikap Jujur

Kunci dari segala hal adalah jujur, termasuk saat melakukan wawancara dengan perusahaan. Selain akan menjauhkanmu dari pertanyaan lanjutan yang lebih sulit, dengan bersikap jujur akan membikin perusahaan bersikap hormat dan memberikan nilai lebih kepadamu.

3. Riset Bagaimana Lingkungan Kerja di Perusahaan

Ada baiknya kamu melakukan riset budaya di perusahaan tersebut sebelum melakukan interview. Sebab, kamu akan mengetahui nilai dan budaya apa saja yang mereka miliki dengan melakukan riset.

Di samping itu, pengetahuan akan perusahaan selalu diapresiasi oleh recruiter, termasuk saat menjawab pertanyaan tentang lingkungan kerja.

4. Jangan Mengkritik Budaya Perusahaan

Setiap perusahaan selalu punya anggapan bahwa mereka memiliki budaya dan lingkungan kerja terbaik. Dengan demikian, kamu perlu menghindari mengeluarkan kritik saat mengikuti wawancara. Berikan saja jawaban normatif tanpa sedikit pun menyinggung mereka.

5. Hindari Keragu-raguan

Salah satu hal membuat kamu langsung dicoret oleh recruiter adalah bersikap ragu. Oleh karena itu, berikan jawaban yang jelas dan sistematis dalam setiap jawaban yang keluar dari mulut kamu. Hindari memulai jawaban dengan, “kira-kira…” atau “saya tidak yakin dengan…”

6. Ketahui Prioritas Bekerjamu

Dilansir dari The Muse, mengetahui prioritasmu ketika bekerja merupakan tips selanjutnya untuk menjawab pertanyaan seputar lingkungan kerja. Sehingga, lakukan refleksi diri dan cari tahu di lingkungan seperti apa kamu bisa bekerja dengan baik. Hal ini dilakukan agar supaya kamu bisa mencari lingkungan perusahaan yang sesuai denganmu.

7. Jawab Pertanyaan dengan Jujur

Menurut Indeed bahwa salah satu tips untuk menjawab pertanyaan ini adalah dengan menjawabnya secara jujur. Berkaitan dengan tips di poin 5 di atas, jawablah dengan penuh percaya diri dan kejujuran ketika diberikan pertanyaan ini. Dengan demikian, perusahaan tidak akan merasa ragu untuk merekrutmu sebagai karyawannya.

Cara Menjawab Pertanyaan Lingkungan Kerja

Terdapat beberapa pertanyaan mengenai lingkungan kerja yang lumrah ditanyakan dalam wawancara. Berikut beberapa di antaranya dan tips menjawabnya.

1. Pertanyaan Soal Fleksibilitas

Pertanyaan: “Apakah kamu cocok bekerja di lingkungan yang cepat?” atau “Are you suited to work in a fast-paced environment?“

Untuk mengukur kekuatan kamu dalam bekerja, jenis pertanyaan ini mungkin normatif dan hanya akan digunakan. Dengan demikian, recruiter akan menilai kamu pantas dan layak untuk diberi kesempatan. Pasalnya, tidak semua pelamar mampu beradaptasi dengan lingkungan tertentu. 

Berikut adalah contoh jawabannya.

Bahasa Indonesia

Saya bisa dengan mudah beradaptasi. Baik itu di lingkungan yang cepat maupun besar. Karena saya orang merasa bahwa lingkungan kerja yang cepat dapat memacu saya untuk terus kreatif, saya sangat yakin dengan hal ini.

Bahasa Inggris

I can adapt easily. Be it in a fast-paced or big environment. Because I am someone who feels that a fast-paced environment encourages me to be creative, I believe in this.

Baca Juga: Harus Menghadiri Wawancara Kelompok? Ikuti Tips Suksesnya di Sini!

2. Pertanyaan Soal Cara Kerja

Pertanyaan: “Mana yang kamu pilih, bekerja dalam tim atau secara individu?” atau “Which do you choose, working in a team or individually?”

Jawaban dari pertanyaan ini akan membuat kamu dilihat sebagai pelamar yang berani dan siap mendalami apapun di lingkungan kerja yang baru oleh recruiter. 

Berikut adalah contoh jawabannya.

Bahasa Indonesia

Saya telah berpengalaman dengan banyak budaya kerja, baik secara tim atau individu. Saya merasa tidak punya preferensi tertentu, tapi apabila dihadapkan pada salah satu kondisi, saya siap.

Bahasa Inggris

I have experience with many work cultures, either as a team or individually. I don’t have any particular preferences, but if I am faced with one of the situations, I am ready. 

3. Pertanyaan Soal Relasi Antar Karyawan

Pertanyaan: “Bagaimana relasi kamu dengan rekan kerja kamu di perusahaan sebelumnya?” atau “How is your relationship with coworkers in the previous company?”

Bahasa Indonesia

Jika boleh jujur, saya sempat memiliki masalah kecil dengan rekan kerja saya. Akan tetapi, kami sudah saling meminta maaf dan sekarang masalah tersebut sudah selesai. Dari masalah tersebut, saya belajar untuk jadi pribadi yang lebih baik.

Bahasa Inggris

Honestly, I had a little trouble with my coworker. However, we forgave each other and the problem is already solved. From that problem, I learned how to be a better person.

Kondisi ini akan membuat recruiter menganggap kamu sebagai pribadi yang bertanggung jawab dengan pekerjaan. Kamu juga akan selalu tampak sebagai orang yang selalu siap untuk memperbaiki diri dengan meminta maaf dan belajar dari masalah. 

4. Pertanyaan Soal Lingkungan Kerja Ideal

Pertanyaan: “Apa lingkungan kerja idealmu?” atau “What is your ideal work environment?”

Untuk mengetahui lingkungan kerja seperti apa yang membuatmu nyaman bekerja, jenis pertanyaan ini umumnya sering ditanyakan.

Berikut adalah contoh jawabannya.

Bahasa Indonesia

Lingkungan kerja yang ideal bagi saya adalah ketika saya bisa bekerja secara individu dan sebagai tim. Saya menemukan bahwa perusahaan ini memiliki keseimbangan dalam hal tersebut ketika saya meriset perusahaan. Sehingga, menurut saya hal ini dapat membantu saya untuk sukses di posisi ini.

Bahasa Inggris

My ideal working environment is when I can work individually and as part of a team. I found out that this company has a balance on this matter when I researched your company,. That is why I think that it will help me to achieve success in this position.

5. Pertanyaan Soal Menghadapi Situasi Sulit

Pertanyaan: “Bagaimana sikapmu ketika berhadapan dengan situasi yang penuh tekanan atau sulit?” atau “How do you deal with pressure or stressful situation?”

Dikutip dari Harvard Business Review, ketika ditanya seputar lingkungan kerja, kamu juga biasanya akan mendapat pertanyaan ini.

Karena, dalam lingkungan kerja seideal apa pun, situasi penuh tekanan atau sulit pasti terjadi. Berikut adalah contoh jawabannya.

Bahasa Indonesia

Ketika saya mengerjakan peluncuran produk baru di perusahaan sebelumnya, beberapa hal tidak berjalan sesuai rencana. Pada saat itu, saya mengambil langkah mundur dan memikirkan strategi untuk menyelesaikan masalah tersebut, ketimbang menyalahkan orang lain.

Bahasa Inggris

When I was working on a new product launch at my last company, things were not going according to plan. During that time, instead of pointing fingers, I took a step back and think about some strategies to solve the problem.

Baca Juga: Tingkatkan Popularitas Situsmu dengan Guest Blogging, Strategi Menulis di Situs Lain

Demikianlah penjelasan Jobnas.com mengenai beberapa tips dan cara menjawab pertanyaan soal lingkungan kerja.  Semoga setelah membaca artikel ini kamu tidak kebingungan jika diberi pertanyaan ini saat wawancara. Kini saatnya kamu perlu mencari perusahaan dengan lingkungan kerja terbaik jika kamu sudah siap menjawab pertanyaan tersebut. 

Erni Yati
1 tahun yang lalu
0

Want to ace your job interviews? Read these 5 Job Tips from HR experts to discover the secret sauce to Interview success and land your dream job!

The job interview process can be daunting and overwhelming, especially if you are a first-time job seeker. The good news is that there are some simple yet effective job tips that you can follow to ace your interview and increase your chances of landing the job of your dreams.

To help you out, we reached out to HR experts and asked them to share their best job interview tips. Here are the top 5 tips they recommend for interview success.

Read also: How to Nail Your Next Interview: 7 Job Tips for Impressing Your Interviewer

Tip #1: Do Your Research

Before heading to your job interview, it’s crucial to do your research on the company and the position you are applying for. This will not only help you answer questions with confidence but also show the interviewer that you are genuinely interested in the job. Here’s how to research effectively:

  • Visit the company’s website and learn about their history, mission, values, and products/services.
  • Check out the company’s social media profiles to see what they are currently up to.
  • Read recent news articles and press releases to stay up-to-date with the company’s latest developments.
  • Look up the interviewer on LinkedIn to learn more about their background and interests.

Tip #2: Dress for Success

First impressions matter, and what you wear to your job interview can significantly impact the interviewer’s perception of you. To make a great first impression, dress professionally and conservatively. Here are some tips to keep in mind:

  • Wear a suit or a dress with a blazer.
  • Avoid bright colors or loud patterns.
  • Keep your hair and makeup neat and natural.
  • Wear minimal jewelry and accessories.

Tip #3: Be Confident and Authentic

Confidence is key when it comes to interview success. It’s essential to showcase your skills and accomplishments with confidence while also being authentic and honest. Here are some tips to help you exude confidence:

  • Practice answering common interview questions with a friend or family member.
  • Use positive body language, such as making eye contact and sitting up straight.
  • Be honest about your strengths and weaknesses.
  • Emphasize your accomplishments and how they can add value to the company.

Tip #4: Ask Relevant Questions

Asking relevant questions during an interview can show the interviewer that you are genuinely interested in the position and the company. It can also help you gain a better understanding of the company culture and your potential role. Here are some tips for asking relevant questions:

  • Ask about the company culture and work environment.
  • Inquire about the company’s goals and how your role fits into them.
  • Ask about growth opportunities within the company.
  • Inquire about any upcoming projects or initiatives you could potentially work on.

Tip #5: Follow Up

After your job interview, it’s essential to follow up with a thank-you email or letter. This not only shows your appreciation for the interviewer’s time but also keeps you top of mind. Here are some tips to follow up effectively:

  • Send a thank-you email or letter within 24 hours of the interview.
  • Express your appreciation for the opportunity to interview and learn more about the company.
  • Reiterate your interest in the position and why you are a good fit.
  • Keep it short and sweet.

FAQs:

Q: Should I bring a copy of my resume to the interview?
A: Yes, it’s always a good idea to bring a copy of your resume and any other relevant documents.

Q: How early should I arrive for my interview?
A: It’s best to arrive 10-15 minutes early to allow time for any unexpected delays.

Q: Is it okay to ask about the salary during the interview?
A: It’s best to wait until the employer brings up the salary and benefits package. If they do not bring it up, it’s appropriate to ask about it in a follow-up email or after an offer has been extended.

The secret sauce to interview success lies in doing your research, dressing for success, being confident and authentic, asking relevant questions, and following up. By following these job tips from HR experts, you can increase your chances of acing your next job interview and landing your dream job. Remember, preparation and confidence are key to interview success, so take the time to prepare and showcase your skills and accomplishments with pride. Best of luck on your job search!

Erni Yati
1 tahun yang lalu
0

If you want to impress your interviewer and land your dream job, there are a few key things you need to do before, during, and after the Interview.

In this article, we’ll share 7 job tips to help you nail your next interview and show your interviewer that you’re the best candidate for the job.

Research the company and position

Before your interview, take the time to research the company and the position you’re applying for. This will help you better understand the company’s mission, values, and goals, and will allow you to tailor your responses to the interviewer’s questions.

You can also use this knowledge to ask informed questions about the company during the interview.

Prepare for common interview questions

There are a few common interview questions that most interviewers will ask, such as “Tell me about yourself” and “Why do you want this job?”.

It’s important to prepare thoughtful, concise responses to these questions in advance. This will help you avoid stumbling over your words during the interview and ensure that you come across as confident and well-prepared.

Dress professionally

First impressions are important, and the way you dress can say a lot about you. Make sure you dress professionally for your interview, even if you’re interviewing for a more casual company or position.

This will show your interviewer that you take the interview seriously and that you’re willing to put in the effort to make a good impression.

Arrive early

Arriving early to your interview shows that you’re punctual and reliable. It also gives you time to relax and mentally prepare for the interview.

Aim to arrive at least 10-15 minutes early, and use this time to review your notes or practice your responses to common interview questions.

Make eye contact and be engaged

During the interview, make sure you make eye contact with your interviewer and actively listen to their questions.

Show that you’re engaged and interested in the position by asking thoughtful follow-up questions or sharing your own ideas and experiences. This will help you stand out from other candidates and show that you’re passionate about the job.

Follow up with a thank-you note

After the interview, take the time to send a thank-you note to your interviewer. This can be a handwritten note or an email, but either way, it should express your gratitude for the opportunity to interview and reiterate your interest in the position. This simple gesture can help you stand out from other candidates and leave a positive impression with the interviewer.

Be confident, but humble

Finally, it’s important to be confident during the interview, but also humble. Show your interviewer that you’re proud of your accomplishments and skills, but also that you’re willing to learn and grow in the position. This will help you come across as a strong candidate who is also a team player.

By following these job tips, you can impress your interviewer and increase your chances of landing your dream job. Remember to prepare in advance, show up early and professionally, engage with your interviewer, and follow up with a thank-you note. With a little effort and preparation, you can confidently nail your next interview and take the first step towards a rewarding career.

Iwan Bisa
1 tahun yang lalu
0

Jobnas.com – Menurut The Conversation, berbohong dalam wawancara kerja sebenarnya meningkatkan peluang untuk kita lebih kesulitan mencari pekerjaan lagi.

Kalau dipikir ulang, apa salahnya berbohong saat wawancara kerja? Lagi pula, bukankah persyaratan perusahaan terkadang memaksa kandidat untuk melakukan ini? .

Pikiran atau pertanyaan semacam di atas kadang kali sering muncul di kepala kita. Karena pada kenyataannya jika kita tidak mengikuti alur, kita khawatir takut untuk ditolak. Dan terpaksa kita mengikuti alurnya.

Jika memang begitu, perlu kalian ketahui apa konsekuensi yang akan kita hadapi dan bagaimana tips menghindari kebohongan dalam wawancara kerja? Di artikel kali ini Jobnas menyediakan dua opsi; jawaban sekaligus solusi.

Jika kalian penasaran maka bacalah artikel ini sampai tuntas dan ketahui kedua-duanya!

Konsekuensi Berbohong saat Wawancara

1. Bingung saat Menjawab Pertanyaan Lanjutan

Berbohong dalam wawancara disebabkan kerena tidak bisa menjawab pertanyaan lanjutan yang diajukan. Misalnya, HRD membutuhkan keahlian kalian. Alih-alih jujur, kalian hanya memberikan jawaban yang terdengar lebih profesional daripada yang sebenarnya.

Ketika kalian ditanya lebih banyak pertanyaan, kalian bahkan lebih bingung. Wawancara yang seharusnya berjalan mulus dan ternyata gagal karena kebingungan terus saling membohongi. Alhasil, alih-alih terlihat profesional, justru menjadi senjata makan tuan.

2. Langkah Verifikasi Gagal

Konsekuensi yang kedua, Selama proses perekrutan, perusahaan harus melakukan pemeriksaan latar belakang pada setiap karyawannya. Misalnya, dalam wawancara, kalian berbohong tentang gaji kantor kalian sebelumnya.

Alasannya mungkin karena perusahaan baru ini menawarkan gaji yang lebih tinggi dari angka tersebut. Menurut US News, kebohongan ini justru bisa membuat tawaran gaji kalian lebih rendah atau bahkan tidak turun sama sekali.

3. Tawaran Pekerjaan Dibatalkan

Konsekuensi selanjutnya Jika kebohongan kalian terungkap selama wawancara, tawaran pekerjaan dapat dibatalkan secara otomatis.

Apakah kalian merasa aman karena kalian menandatangani surat penawaran? tunggu sebentar. Meskipun kalian sudah menandatangani surat penawaran itu, jika kalian ketahuan melakukan kebohongan maka bisa jadi tawaran itu dibatalkan.

Alasannya, perusahaan pasti ingin mempekerjakan karyawan yang jujur ​​dan profesional. Jika kalian berbohong saat wawancara, apa yang akan terjadi saat kalian bekerja sama nanti? Begitu analogi simpelnya.

4. Tidak Bisa Menjelaskan Kebohongan

Jika kalian berbohong selama wawancara, kalian masih memiliki kesempatan untuk melewati semua putaran rekrutmen tanpa ketahuan. Namun, bagaimana jika kalian ditanya untuk mempertanggung jawabkan tindakan kalian tersebut?

Contoh sederhananya adalah kalian mengatakan bahwa kalian sangat berpengalaman dalam memberikan presentasi kepada klien, padahal kalian tidak memiliki pengalaman sama sekali. Ketika diminta untuk memberikan presentasi, kalian menjadi bingung dan bahkan menjelek-jelekkan perusahaan.

Pada akhirnya ada kemungkinan perusahaan masih menawarkan kesempatan, atau jika kesalahannya lebih serius, kalian akan langsung kehilangan pekerjaan.

Tips untuk Tidak Melakukan Kebohongan

Jadi pada subbab ini Jobnas sudah menyediakan tips agar kalian tidak perlu berbohong saat wawancara. Dari poin-poin di atas, jelas bahwa berbohong dalam wawancara hanya akan membawa kerugian. Baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Salah satu alasan seseorang berbohong dalam wawancara kerja adalah karena kurangnya rasa percaya diri terhadap kemampuannya atau mungkin kepribadiannya.

Menurut Undercover Recruiter, yakinlah dan yakinlah pada kemampuan Anda sendiri. Lagi pula, jika perusahaan memanggil kalian untuk wawancara, itu berarti mereka tertarik dengan keahlian dan pengalaman yang kalian punya.

Berikut berbagai akibat berbohong dalam wawancara dan tips agar tidak berbohong.

1. Tingkatkan Keterampilan

Ingatlah bahwa tindakan ini hanya akan merugikan kalian. Sebaiknya terus tingkatkan keterampilan dan pengetahuan kalian, agar tidak perlu berbohong nantinya.

2. Belajar untuk Tenang

Miasalnya jika kalian bingung saat menjawab pertanyaan, belajarlah untuk tenang. Jangan panik, jika kalian melakukan kebohongan, pasti akan merugikan diri sendiri.

Baca juga: 4 Manfaat Kualitas Pencahayaan di Tempat Kerja pada Karyawan

Begitulah kiranya penjelasa jobnas kali ini. Salah satu aktivitas yang dapat membantu kalian dalam proses ini kalian bisa bergabung dengan Kelas Jobnas. Jobnas menyediakan kelas yang akan diajarkan oleh para ahli di bidangnya masing-masing, dengan pengalaman yang tidak diragukan lagi.

Jika kalian minat dengan tawaran ini. Jangan lewatkan kesempatan untuk berkembang. Oke!

Iwan Bisa
1 tahun yang lalu
0

Jobnas.com – Saat melakukan Interview pernahkah kalian mendapati pertanyaan wawancara yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan tetapi membuat kalian berpikir? Pertanyaan seperti ini adalah permainan asah otak (Brain Teaser).

Biasanya, pertanyaan kuis diajukan oleh pemberi kerja untuk mencairkan suasana selama wawancara. Namun, pertanyaan ini juga memiliki tujuan sendiri.

Apa sebenarnya Teka-teki ini? Apa saja contoh pertanyaan yang umum diajukan oleh pengusaha? Yuk, bacalah artikel ini biar kalian tahu alasannya!

Apa itu Teka-teki? (Brain Teaser)

Majikan terkadang mengajukan pertanyaan seperti ini selama wawancara untuk mendapatkan wawasan tentang pemikiran kritis, logika, kreativitas, dan keterampilan matematika kandidat. Pertanyaan ini juga membantu perekrut melihat bagaimana kandidat bekerja di bawah tekanan.

Brain Teaser adalah pertanyaan kuis yang menguji kemampuan pemecahan masalah. Pertanyaan ini sering kali membutuhkan pemikiran horizontal atau “di luar”. jawaban kuis tidak bisa diperoleh dengan cara konvensional.

Contoh Pertanyaan Kuis

Banyak  sekali jenis kuis yang sering ditanyakan oleh pengusaha dalam wawancara. Berikut adalah contoh.

1. Pertanyaan “Berapa?”

Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang umum tetapi dapat membuat otak kalian bekerja seperti Google. Berikut adalah contoh.

  • “Ada berapa SPBU di Jakarta?”
  • “Tahukah Anda berapa banyak jendela yang dimiliki kantor ini?”
  • “Bisakah Anda memberi tahu ada berapa kafe di sekitar kantor ini?”
  • “Ada berapa kota besar di Indonesia?”

Majikan biasanya tidak mengharapkan kalian memberikan jawaban yang benar. Tujuan dari kuis ini adalah untuk mendengar apa yang kalian pikirkan.

Pertanyaan ini diajukan untuk mengetahui apakah kalian dapat menganalisis masalah dan menemukan perbaikan.

Kecuali kalian adalah ensiklopedia berjalan, kalian harus memperkirakan beberapa fakta yang diperlukan untuk sampai pada sebuah jawaban.

2. Teka-teki

Dalam bentuk kuis, majikan akan menimbulkan situasi aneh dan menanyakan apa yang ingin kalian lakukan. Dengan ini, majikan mengetahui kemampuan pemecahan masalah.

Google adalah perusahaan yang dikenal karena mengajukan pertanyaan yang membingungkan kepada kandidat. beberapa contohnya sebagai berikut.

  • “kalian diciutkan menjadi seukuran uang receh dan dimasukkan ke dalam blender. Massa kalain berkurang sehingga kepadatan kalian sama seperti biasanya. Pisau mulai bergerak setelah 60 detik. Apa yang akan Anda lakukan?”
  • “Bagaimana kalian memindahkan Gunung Fuji?”
  • “Mana yang lebih dulu, ayam atau telur?”

3. Soal Matematika

Permainan asah otak yang dirancang untuk menguji kemampuan matematika kalian. Biasanya pertanyaan ini sering digunakan dalam wawancara untuk posisi keuangan.

  • Berapa angka dari 1 sampai 100?
  • Berapa sudut antara jarum jam dan menit pada 10:15?
  • Jika saya melempar dua dadu, berapa peluang jumlah keseluruhan dadu adalah sembilan?

Jika kalian memulai karier di bidang keuangan atau teknologi, maka kalian harus siap menjawab pertanyaan yang menguji kemampuan matematika kalian. Dengan begitu, kalian dapat melatih keterampilan dengan mencoba menjawab berbagai masalah matematika.

Tips Menjawab Pertanyaan Kuis

Sering kali jika ada pertanyaan seperti kuis dan lainnya, pasti akan membuat kalian bingung dan merasa bodoh. Untuk itu, kalian perlu berhati-hati saat menjawab pertanyaan ini.

Langkah yang bisa kalian lakukan adalah Luangkan waktu sejenak untuk memikirkan baik-baik pertanyaan itu. Kemudian jangan merasa berkewajiban untuk mengatakan jawaban pertama yang terlintas dalam pikiran.

Setelah itu ajukan pertanyaan klarifikasi. Pastikan kalian memahami pertanyaan dan apa yang dicari majikan.

Lalu, jelaskan proses berpikir kalian. Jelaskan langkah-langkah yang akan kalian ikuti untuk menyelesaikan teka-teki dan, jika mungkin, data yang dibutuhkan (perkirakan dan asumsikan jika perlu) kalian harus fokus pada pendekatan, bukan jawaban akhir.

Berikut beberapa tips lain yang dapat Anda ikuti untuk menjawab pertanyaan Brain Teaser

  • Bawa pulpen dan kertas ke wawancara. Sebagian besar majikan akan mengizinkan ini.
  • Respirasi. Ingat bahwa majikan ingin memahami cara berpikir kalian.
  • Dengarkan. Jangan mencoba menjawab pertanyaan ketika ditanya, karena kalian mungkin kehilangan informasi penting. Terkadang jawabannya terletak pada pertanyaan itu sendiri, jadi perhatikan.
  • Praktik keterampilan matematika. Banyak pertanyaan teka-teki menggunakan persamaan untuk menentukan luas, volume, jarak, dan rumus lainnya.

Baca juga: Memahami Mitologi dan Realitas Otak Kiri dan Otak Kanan

Jadi, inilah hal-hal yang perlu kalian ketahui dari pertanyaan kuis di atas. Meskipun terdengar aneh, permainan asah otak adalah salah satu cara bagi pemberi kerja untuk memahami kemampuan berpikir. Dari itu jangan sampai kalian terjebak.

Iwan Bisa
1 tahun yang lalu
0

Jobnas.com – Selama wawancara kerja, manajer perekrutan akan selalu bertanya, “Mengapa anda tertarik melamar pekerjaan ini?”.  Alasnnya manager atau perekrut inigin tahu asalan anda melamar pekerjaan tersebut.

Apakah alasan yang anda berikan cukup kuat dan memuaskan? Atau apakah pertanyaan itu sebagian dari norma saja dari perusahaan? Jika kalian bisa meyakinkan dan bisa menguatkan akan alasan anda maka seorang perekrut akan benar-benar tertarik dengan posisi yang anda lamar. Maka persiapkan jawaban anda dengan cermat untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Dalam artikel ini, Jobnas akan membagikan motode dan tips bagaimana anda bisa menjawab pertanyaan ini.

Apa yang Ingin Diketahui Perekrut dari Anda?

Sebelum memikirkan bagaimana menjawab pertanyaan yang diajukan oleh seorang recruiter, “Mengapa Anda ingin melamar pekerjaan ini?” perlu anda terlebih dahulu mengetahui alasan dari pertanyaan itu.

Biasanya mereka ingin tahu alasan anda dan hanya ingin memastikan bahwa anda mempunyai keahlian  dan benar-benar mampu memahami pekerjaan yang anda lamar.  Selain itu, perekrut ingin tahu tentang pengalaman anda sebelumnya di posisi ini.

Oleh karena itu, anda harus menjawab pertanyaan ini  sebaik mungkin. Pada dasarnya, perekrut juga ingin memastikan keterampilan mereka sesuai dengan struktur kerja  perusahaan.

Bagaimana Cara Menjawabnya?

1. Teliti Pekerjaan yang Anda Lamar

Untuk menjawab pertanyaan, “Mengapa anda ingin melamar pekerjaan ini?”, anda perlu melakukan semacam riset terlebih dahulu akan pekerjaan yang anda lamar. Lalu, biasakan diri anda dengan tanggung jawab dan atau pahami terlebih dahulu deskripsi pekerjaan dari posisi tersebut.

Anda dapat mengetahuinya dengan membaca deskripsi pekerjaan dan persyaratan perekrut di posting pekerjaan. Jika itu tidak cukup, anda dapat mencarinya di internet. Karena dari situ kamu bisa dengan lancar menjawab pertanyaan ini.

Sebagai contoh: anda sedang melamar pekerjaan penulis konten perusahaan.

Biasanya tanggung jawab apa saja yang harus dipatuhi dan deskripsi apa saja yang harus dipahami. Biasanya untuk posisi pekerjaan sebagai penulis conten perusahaan adalah:

  • Memahami SEO
  • Menulis Konten
  • Menyarankan Ide Artikel
  • Mengelola Konten Media Sosial
  • Dan lainnya

Dari sana, Anda dapat menjawab pertanyaan perekrut seperti: “Saya yakin keterampilan yang saya miliki saat ini dapat membantu bisnis membuat konten berkualitas untuk situs web dan media sosial mereka”.

2. Riset Perusahaan

Selain membaca sekaligus memahami tanggung jawab dan deskripsi pekerjaan untuk posisi yang anda lamar, pastikan untuk melakukan riset tentang perusahaan yang bersangkutan. Ini bisa jadi nilai tambah kepada anda. Perekrut senang ketika calon karyawan benar-benar mengenal perusahaan mereka.

Dengan melakukan penelitian terlebih dahulu akan bisa menyelaraskan keterampilan anda dengan tujuan perusahaan. Dengan begitu and banyak paham akan perusahaan tersebut. Bagaimana cara mengetahuinya? Anda dapat mengunjungi situs web perusahaan, media sosial, atau berita perusahaan untuk melakukan riset.

3. Atur Tanggapan Anda

Setelah anda menerima banyak informasi yang diperoleh dengan melakukan riset di mwia sosial, web, dll. Cara selanjutnya untuk menjawab pertanyaan wawancara seperti: “Mengapa anda ingin melamar pekerjaan ini?” anda Bisa melakukannya dengan mengatur tanggapan.

Seperti pada lazimnya yang anda ketahui, perekrut biasanya memberi sedikit waktu  untuk menjawab pertanyaan kepada anda. Oleh karena itu penting untuk menjaga jawaban yang singkat dan padat tanpa harus mengulang-ngulang.

Ingatlah untuk menyelipkan kata-kata yang mengandung unsur semangat dengan posisi yang anda lamar. Karena perusahaan bisa mengetahui gerakan tubuh anda saat wawancara.  Juga, yang perlu anda selipkan yakinkan  perusahaan bahwa kualifikasi anda akan menguntungkan mereka di masa depan.

Hal yang Harus Dihindari

Saat menjawab pertanyaan, “Mengapa Anda tertarik dengan pekerjaan ini?”. Kaitkan tanggapan anda dengan visi dan misi perusahaan sebisa mungkin agar tidak bersifat pribadi. Karena sangat penting untuk tidak mendahulukan kepentingan pribadi di atas kepentingan perusahaan. Hal itu patut kiranya untuk dihindari oleh seorang pelamar.

1. Hindari Jawaban Tidak Berharga

Ketika ditanya, “Mengapa Anda ingin melamar posisi ini?” jangan katakan itu adalah tempat yang bagus untuk bekerja. Jika anda menjawab dengan demikian maka jawaban anda tidak dianggap berharga di mata perekrut.

2. Jangan Gagap

Jawablah dengan jelas dan antusias dan atur kejelasan anda, meskipun waktunya sangat singkat. Jangan sampai terdengar seperti orang gagap sehingga perekrut tidak dapat mencerna jawaban anda dengan baik.

Untuk menghindari kedua hal di atas anda bisa meminum air dan berusaha tenang sebelum wawancara.

Inilah ringkasan jawaban dari pertanyaan wawancara, “Mengapa Anda ingin melamar pekerjaan ini?” Berhati-hatilah dan berlatihlah dengan baik. Dalam kebanyakan kasus, perekrut akan puas dengan tanggapan anda dan akan menganggap anda sebagai salah satu karyawan mereka.

Baca juga: Inilah 6 Manfaat yang Ditawarkan LinkedIn

Bagaimana? Apakah Anda siap untuk wawancara kerja berikutnya? Untuk lebih mengasah keterampilan wawancara anda, Jobnas membimbing anda dan bisa berbagai tips menjawab pertanyaan wawancara, dan informasi lain tentang pertanyaan. Kalian bisa membaca rtikel semacam ini di Blog Jobnas.com.