Jobnas
Ikan Bakar Jimbaran

Ikan Bakar Jimbaran

Ikan Bakar Jimbaran Surabaya muncul sebagai salah satu destinasi kuliner seafood favorit di Kota Pahlawan. Dikenal menyajikan cita rasa khas Jimbaran, Bali, tempat ini mendapat ulasan tinggi dari para pengunjung.

Salah satu cabangnya berlokasi di Dukuh Pakis, beralamat lengkap di Jl. Mayjen Sungkono No. 151, Dukuh Pakis, Surabaya. Berdasarkan ulasan pada PergiKuliner, restoran ini buka setiap hari pukul 12.00-22.00 WIB dan mematok harga sekitar Rp 50.000-100.000 per orang. Menu andalan meliputi ikan bakar dan kerang bakar dengan bumbu khas Jimbaran yang dianggap otentik. Seorang pengunjung menyebut, suasananya mirip Bali, dengan “ikan dan kerang bumbunya enak banget. Mirip yang di Jimbaran Bali… Tidak rugi untuk mencoba ke sini.”

Selain itu, terdapat cabang lain dikenal sebagai “221 Lane Merr” dengan alamat Jl. Ir. Soekarno Hatta No. 221 (Lane Merr), Surabaya Barat. Akun Instagram restoran ini memuat informasi bahwa mereka beroperasi setiap hari mulai pukul 11.00-22.00 WIB, melayani seafood dengan rentang harga Rp 10.000-265.000.

Ulasan dari TikTok menyebut hidangannya “premium, empuk, gak ada yang amis, dan bumbunya meresap banget” dengan harga yang masih terjangkau.

Gambaran Umum dan Keunggulan

Ikan Bakar Jimbaran Surabaya mengusung konsep grilled seafood ala Jimbaran, Bali, yang dipadukan dengan cita rasa lokal. Bumbu meresap sempurna dan tekstur ikan yang empuk menjadi daya tarik utama. Dua lokasi berbeda memungkinkan memperluas jangkauan pelanggan di kawasan barat maupun selatan kota.

Informasi Alamat & Jam Operasional

* Dukuh Pakis: Jl. Mayjen Sungkono No. 151, buka setiap hari 12.00-22.00 WIB

* Lane Merr: Jl. Ir. Soekarno Hatta No. 221, buka setiap hari 11.00-22.00 WIB

Harga & Metode Pembayaran

* Kisaran per orang: Rp 50.000-Rp 100.000 (Dukuh Pakis)

* Rentang harga menu hingga Rp 265.000 (Lane Merr)

* Dikonfirmasi mendukung pembayaran non-tunai seperti Go-pay, OVO, dan Dana.

No content found

"Setiap pekerjaan yang dilakukan dengan hati, akan kembali menjadi rejeki yang berarti."