Menu

Health

Ghufron Writer
4 bulan yang lalu
0

Jobnas.com – White noise adalah salah satu hal yang dapat membantumu meningkatkan produktivitas mu jika kamu merasa kurang produktif. Tidak jarang ada orang yang tetap bisa bekerja meskipun sambil mendengarkan musik, atau suara-suara keras lainnya. Supaya kamu lebih konsentrasi dan produktivitasmu semakin baik, White Noise merupakan hal yang bisa kamu terapkan. 

Baca Juga: Bagaimana Cara Menjadi MC yang Baik? Perhatikan 5 Skill Ini

Tentu kamu semakin penasaran kan terkait dengan White Noise ini dan mengapa  hal ini dapat meningkatkan produktivitas?

Jobnas.com akan memberikan penjelasannya untuk kamu untuk menjawab pertanyaan tersebut. Yuk, simak selengkapnya!

Apa itu White Noise ?

Tidak sedikit orang yang menganggap bahwa white noise adalah suara-suara alamiah yang sering didengar manusia. Suara-suara alamiah itu misalnya seperti suara dosen ketika mengajar mahasiswanya, suara burung berkicau, suara derap langkah kaki, dan sebagainya. 

Melebih itu, ternyata white noise adalah sebuah suara yang berasal dari berbagai jenis suara yang memiliki gelombang cenderung stabil dan merata, seperti dilansir dari Livescience. Nah, yang dimaksud stabil dan merata dalam hal ini yaitu suara yang berada pada frekuensi 20-20.000 Hz. Frekuensi ini merupakan frekuensi yang masih dapat dijangkau oleh telinga manusia. 

Itulah mengapa suara-suara tersebut dibilang sebagai white noise karena serupa dengan konsep cahaya putih (white light), yaitu penggabungan antar berbagai jenis warna yang menjadi satu. 

Cara Bekerja White Noise 

Kamu akan terhindar dari distraksi saat mendengar kombinasi dari berbagai jenis suara ini. Bayangkan jika kamu berada di suatu ruangan yang hanya terdiri dari tiga hingga empat orang dan cukup senyap. Tentu, setiap orang termasuk kamu sangat mudah untuk membedakan tiap-tiap orang yang berbicara. Selain itu, jika terdengar suara lain seperti barang yang terjatuh, maka perhatianmu akan teralihkan padanya.

Hal ini tentu berbeda jika kamu sedang berada di kerumunan, karena banyaknya suara yang muncul maka suara-suara tersebut akan menjadi samar dan menutupi berbagai suara yang dapat mengganggu. Sudah bertahun-tahun white noise digunakan untuk membantu seseorang untuk tertidur lebih cepat, terutama bayi. Selain manfaat-manfaat itu, white noise juga memiliki beberapa manfaat lain, di antaranya : 

Pengaruh yang Diberikan White Noise

1. Menjadi Lebih Fokus

Seperti yang dijelaskan sebelumnya cara kerja white noise adalah dengan menutupi berbagai suara yang mengganggu. Hal inilah yang membuatmu dapat melakukan sesuatu dengan lebih fokus. Tentu kamu bisa tetap terfokus pada apa yang kamu kerjakan, tanpa adanya gangguan dari suara-suara tertentu. Itulah mengapa white noise ini merupakan solusi apabila kamu sedang ingin berfokus mengerjakan sesuatu. Tentu ini akan menambah kualitas pekerjaanmu juga.

2. Meningkatkan Kreativitas

Kreativitas juga dapat meningkat jika tak banyak gangguan yang muncul, sejalan dengan fokus. Hal ini seperti diungkap oleh penelitian yang dilakukan oleh Universitas Illinois yang menyatakan bahwa frekuensi yang paling meningkatkan kreativitas adalah suara pada frekuensi 70Hz. Penelitian tersebut juga mengungkap bahwa 85 Hz adalah frekuensi yang cukup mengganggu, sehingga menjadi lebih sulit berfikir dan menurunkan kreativitas.

Baca Juga: Sama-Sama Mudahkan Transaksi, Apa Perbedaan Digital Banking, Mobile Banking dan Internet Banking?

Selain itu, white noise adalah salah satu hal yang dapat mempermudah tidur. Hal ini tentu sangat bermanfaat bagi seorang yang mengalami insomnia atau kesulitan tidur. Hal ini secara tak langsung mempengaruhi kreativitas. Dengan tidur yang cukup dan berkualitas, maka tentu kamu akan lebih mudah untuk memunculkan ide-ide kreatif.

3. Membuat Rileks

Pekerjaan yang menumpuk atau jadwal meeting yang padat tentu membuat jenuh. Hal ini akan berdampak pada performa ke depannya. Kamu mungkin tidak bisa begitu saja menghilangkan beban kerja, tapi kamu bisa menyiasatinya dengan membuat dirimu lebih rileks.

Penelitian menyebutkan mendengarkan suara alam seperti gemericik air, deru ombak, suara burung, hingga hujan dapat menimbulkan perasaan positif dan meningkatkan performa kerja. Suara-suara tersebut tentu merupakan white noise karena berisi kombinasi dari berbagai suara yang stabil dan merata.

Baca juga: Data-Driven atau Data-Informed, Pilih Mana yang Pas untuk Keputusan Bisnismu

Pengaruhnya pada Produktivitas

Sebelumnya telah disebutkan berbagai pengaruh yang diberikan dari adanya white noise. Berbagai hal tersebut tentu secara tidak langsung dapat membuatmu lebih produktif dalam pekerjaanmu. Tentu, ketika kamu memiliki konsentrasi yang maksimal, daya pikir kreatif yang meningkat, serta perasaan rileks, maka dengan sendirinya kamu dapat bekerja dengan lebih baik secara kuantitas dan kualitas.

Dengan mengetahui white noise adalah hal yang dapat membantu kinerjamu serta pengaruhnya pada produktivitas, maka kamu dapat mulai menerapkannya di aktivitas sehari-seharimu. Tak perlu harus berada di kerumunan ataupun alam, kamu bisa mendapatkannya melalui berbagai aplikasi, atau bahkan tayangan youtube dan mendengarkan audio di podcast.

Baca Juga: 6 Tips Membuat Executive Summary atau Ringkasan Eksekutif

Itulah penjelasan Jobnas.com terkait white noise. Selain white noise, banyak hal lain yang tentu memengaruhi produktivitasmu. Kamu dapat mengetahui berbagai hal tersebut dengan membaca berbagai artikel di Jobnas.com

Iwan Bisa
1 tahun yang lalu
0

Jobnas.com – Mayoritas orang telah mngamiini bahwa Yoga adalah Olahraga yang dapat membantu menjaga Kesehatan fisik dan mental. Apakah kalian sudah tahu bahwa yoga juga memiliki banyak manfaat produktivitas?

Ini sejak 3000 SM. Olahraga yang dikenal dari abad ke-3 SM. kini menjadi olahraga favorit banyak orang. Beberapa praktisi tidak hanya mengklaim dapat meningkatkan metabolisme dan kelenturan tubuh, tetapi juga mengklaim bahwa latihan ini dapat meningkatkan produktivitas.

Kalian ingin tahu apa manfaat olahraga ini untuk produktivitas? Ayo baca artikel Jobnas kali ini sampai selesai.

Di bawah ini Adalah 6 Manfaat Yoga yang Dapat Meningkatkan Produktivitas

1. Mengurangi Stres dan Kecemasan

Dalam sebuah penelitian ilmiah, Yoga meningkatkan produksi hormon kortisol yang dapat mengurangi stres. Seperti yang telah lumrah diketahui banyak orang, bahwa Yoga dapat membantu mengurangi stres.

Berlatih Yoga dan meditasi dapat membantu mengurangi stres, yang tentunya akan meningkatkan produktivitas. Uniknya kalian juga bisa melakukan yoga sederhana bersamaan dengan pekerjaan kalian untuk menghilangkan stres dan kecemasan.

2. Meningkatkan Kualitas Tidur

Yoga diakui secara luas sebagai cara untuk meningkatkan kualitas tidur. Yoga membuat kalian merasa rileks, yang dapat meningkatkan kualitas tidur Anda. Jika saya mengutip pernyataan para ahli yang tersiar di India Times mereka mengatakan bahwa Yoga dapat membuat pola tidur kalian teratur kembali.

Karena pada kenyatannya, kualitas tidur yang teratur adalah salah satu faktor penunjang yang menentukan tingkat produktivitas kalian.

3. Mendukung Metabolisme Tubuh

Pada manfaat yang ketiga ini,Selain kesehatan mental, kesehatan fisik juga memiliki dampak yang signifikan terhadap produktivitas. Analoginya seperti ini, misalkan kondisi fisik kalian sedang tidak stabil atau tidak dalam keadaan baik maka produktifitas kalian jelas akan terganggu.

Yoga diklaim sama seperti olahraga lainnya, Yoga dapat membantu menjaga kekebalan dan metabolisme tubuh. Metabolisme tubuh yang baik memastikan fisik kalian tetap fit sehingga dapat melakukan aktivitas dengan sempurna. Untuk merasakan manfaat Yoga bagi produktivitas, cobalah kalian saat berlatih Yoga gabungkan dengan latihan pernapasan.

4. Meningkatkan Kebahagiaan

Beberapa ahli telah membuktikan bahwa Yoga dapat meningkatkan perasaan bahagia. Bahkan, Yoga direkomendasikan sebagai terapi bagi penderita depresi.

Dengan melakukan Yoga minimal seminggu sekali akan membuat kalian merasa lebih tenang dan bahagia. Sebab, Kebahagiaan adalah salah satu faktor terpenting dalam produktivitas. Perasaan bahagia juga menimbulkan kepuasan kerja.

5. Lebih Fokus

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa latihan yoga secara teratur meningkatkan koordinasi, waktu reaksi, memori, dan bahkan IQ.

Yoga teratur membantu kalian mengatur pikiran, yang seringkali bisa kacau. Yoga membantu kalian mengalihkan diri dari pikiran kalian sendiri, menjaga konsentrasi, dan tentunya meningkatkan produktivitas kerja.

Nah, Inti dari Yoga ini yaitu fokus pada saat ini. Yoga adalah bentuk perhatian yang sangat praktis.

6. Meningkatkan Rasa percaya diri

Yoga erat kaitannya dengan mindfulness, banyak ahli percaya bahwa yoga juga dapat membantu memulihkan rasa percaya diri. Percaya diri yang rendah dapat meredam motivasi, hal ini akan berdampak dan bisa memengaruhi produktivitas kalian.

Jika kalian melakukan Yoga dengan tujuan mengenal diri sendiri, kalian akan memiliki persepsi yang berbeda tentang diri kalian dengan orng lain. Kalia akan lebih bersyukur, lebih berempati, dan mampu memaafkan diri sendiri.

Dengan begitu akan membuat kalian merasa percaya diri dan menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar dan juga akan meningkatkan motivasi kalian dalam hidup. Dan tentunya Yoga merupakan manfaat besar bagi produktivitas.

itulah enam manfaat yang disajikan Jobnas untuk kalian, selain enam manfaat Yoga di atas ada banyak manfaat lainnya yang bisa kalian rasakan.

Dan tidak hanya Yoga saja yang bisa meningkatkan produktifitas, kalia juga bisa melakukan olahraga lain untuk meningkatkan produktivitas. Kalau Jobnas boleh tahu apa olahraga favorit kalian?

Baca juga: Dehidrasi Mempengaruhi Kerjaan di Kantor? Begini Pencegahannya!

Kalian bisa menjawabnya dan membagikan pengalaman kalian di kolom komentar Jobnas! Selain di kolom komentar Jobnas menyediakan juga forum tanya jawab sebagai tempat kalian untuk berbagi pengalaman kerja dan lainnya. Caranya kalian bisa daftar di sini sekarang untuk bergabung dengan Jobnas.

Iwan Bisa
1 tahun yang lalu
0

Jobnas.comsering kali saya melihat anak muda hari ini sering menggunakan earphone saat main game. Dan masih banyak lagi seperti ketika sedang mendengarkan musik anak muda saat ini sering menggunakan earphone.

Tahukah kalian berbagai bahaya yang bisa muncul dan akan datang saat kalian mendengarkan musik atau suara lain terlalu lama melalui headphone?

Mendengarkan musik sambil bekerja memang menyenangkan. Beberapa ahli bahkan sepakat bahwa mendengarkan musik sambil bekerja dapat meningkatkan produktivitas.

Akan tetapi, mendengarkan musik melalui headphone bisa berbahaya bagi kesehatan pendengaran. Banyak ahli bahkan mengeluarkan peringatan tentang penggunaan headphone terlalu lama.

Setelah kalian mengetaahui itu apa yang harus kalian perhatikan? Pelajari lebih lanjut di artikel Jobnas kali ini sebagai berikut.

Mengapa Bisa Berbahaya Menggunakan Earphone dan Headset Terlalu Lama

Bahaya menggunakan headphone dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan sel-sel rambut akhirnya kehilangan kepekaan terhadap getaran. Terkadang musik yang keras juga menyebabkan sel-sel membengkok atau bengkok, menyebabkan rasa kehilangan pendengaran sementara.

Earphone menghasilkan gelombang suara yang mencapai telinga kita, menyebabkan gendang telinga bergetar. Getaran ini ditransmisikan ke telinga bagian dalam melalui tulang kecil dan ke koklea, ruang berisi cairan di telinga bagian dalam yang terdiri dari ribuan “rambut” kecil.

Saat getaran ini mencapai koklea, cairan bergetar, menyebabkan rambut ikut bergerak. Semakin keras suaranya, semakin kuat getarannya dan semakin banyak bulunya bergerak.

Berikut beberapa masalah pendengaran yang bisa terjadi jika terlalu lama mendengarkan headphone.

  • Kotoran telinga yang berlebihan.
  • Tinnitus, yaitu kerusakan pada sel-sel rambut di koklea yang dapat menyebabkan telinga atau kepala berdenging atau berdengung.
  • Hiperakusis, kepekaan yang meningkat terhadap suara sekitar yang normal. Lebih dari 50% penderita tinnitus juga cenderung mengalami gangguan ini.
  • Kehilangan pendengaran karena suara. Juga dikenal sebagai gangguan pendengaran akibat kebisingan (NHL).
  • Infeksi telinga yang disebabkan karena menempatkan headset langsung ke liang telinga. Headphone memblokir aliran udara, meningkatkan risiko infeksi di telinga. Penggunaan headphone secara teratur dan dalam jangka panjang juga meningkatkan pertumbuhan bakteri. Bakteri ini hidup di dalam earphone dan dengan penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan infeksi telinga.

Selain ketidaknyamanan di atas, bahaya lain saat menggunakan headphone dalam waktu lama adalah sakit telinga. Rasa sakit ini juga bisa disebabkan oleh penggunaan headphone yang tidak tepat.

Jika tidak diobati, nyeri ini dapat menjalar ke telinga bagian dalam dan menyebabkan nyeri di sekitar telinga, mulai dari nyeri di area rahang hingga sakit kepala.

Cara Penggunaan Earphone yang Sehat

Jika saya mengutip pendapat Harvard Health Publishing di sana dicantumkan delapan jam sebagai durasi maksimal. Untuk menghindari berbagai bahaya penggunaan headphone terlalu lama.

Menggunakan headphone dengan volume sedikit lebih tinggi dapat menyebabkan kerusakan dalam waktu kurang dari satu jam. Karena itu kalian harus mempertimbangkan untuk menggunakan headphone karena perangkat mendengarkan pribadi kalian diatur ke volume maksimum sekitar 105 hingga 110 dB.

Sebagai referensi, paparan terhadap tingkat suara di atas 85 dB (seperti mesin pemotong rumput atau alat peniup daun) dapat menyebabkan kerusakan telinga bila terpapar lebih dari dua jam. Sedangkan paparan suara antara 105 dan 110 dB dapat menyebabkan kerusakan dalam lima menit. Suara di bawah 70 dB tidak mungkin menyebabkan kerusakan telinga yang signifikan.

Namun, kalian harus menyeimbangkan durasi dengan volume eksposur untuk menghindari bahaya memakai headphone. Kalian harus dapat mendengar pada tingkat yang nyaman agar aman untuk waktu yang tidak terbatas.

Salah satu cara untuk menghindari berbagai risiko kesehatan, berikut yang bisa kalian lakukan untuk menggunakan headphone dengan cara yang sehat.

  • Beristirahatlah setelah menggunakan headset untuk waktu yang lama.
  • Jangan ragu untuk berbicara dengan audiolog atau otolaryngologist jika Anda memiliki pertanyaan tentang penggunaan headphone atau tingkat suara yang aman.
  • Ketahui sudah berapa lama Anda memakai headphone dan volumenya.

Perlu diperhatikan kesehatan pendengaran itu penting dan kompleks. Untuk melakukan ini, kalian perlu mengambil tindakan khusus untuk melindungi telinga kalian saat menggunakan headphone.

Baca juga: Jangan Menyerah! Yuk, Cari tahu Alasan dan Solusi Kenapa Tawaran kerja bisa Dibatalkan

Bukankah menyenangkan jika kalian terlalu lama mendengarkan musik dengan earphone tanpa hars ada bahaya yang datang? Terus ikuti Jobnas setiap hari. Di sana akan terus memberikan informasi tips seperti ini dan juga kalian bisa dapatkan melalui daftarkan akunmu terlebih dahulu di blog Jobnas.

Biasanya setiap minggu sekali, Jobnas akan mengirimkan artikel pilihan langsung kepada kalian.

Iwan Bisa
1 tahun yang lalu
0

Jobnas.com – Sebut saja Homo-digitalis. Mengapa saya mengatakan begitu, karena saat ini mulai dari karyawan yang bekerja di depan layar berjam-jam hingga anak kecil yang terus menatap layar gadget. Di masa yang serba digital saat ini, Computer Vision Syndrome (CVS) alias ketegangan mata digital menjadi masalah yang bisa menimpa siapa saja.

Tentu saja, menghindari masalah ini sepenuhnya tidak mungkin, karena hampir semua yang kita lakukan saat ini melibatkan perangkat elektronik, mulai dari bermain sampai berbelanja kita bisa melakukannya melalui gaway pintar kita.

Meski kenyatannya sudah begitu, Jobnas.com memiliki beberapa langkah untuk diterapkan supaya hal demikian bisa diatasi. Untuk mengetahuinya kalian bisa membaca terus artikel Jobnas.

Apa Itu Sindrom Penglihatan Komputer?

Jika saya mengutip National Center for Biotechnology Information (NCBI), American Optometric Association (AOA) menjelaskan bahwa Computer Vision Syndrome adalah masalah mata dan penglihatan.

Masalah ini disebabkan oleh aktivitas yang menekan area visual dan sering terjadi saat menggunakan komputer atau perangkat elektronik lainnya. Ini adalah salah satu penyakit akibat kerja yang banyak diderita pekerja.

Bagaimana tidak, mereka harus menghabiskan sebagian besar waktunya menatap layar untuk menyelesaikan pekerjaannya. Anak-anak yang bekerja dari jarak jauh atau rutin menonton video YouTube juga dapat mengalami masalah ini.

Gejala CVS

Beberapa gejala atau efek yang dialami oleh penderita computer vision syndrome adalah ketegangan pada area sekitar mata, iritasi, mata merah, pusing atau bahkan penglihatan kabur secara tiba-tiba.

Bagi yang beruntung, gejala ini bisa hilang saat mereka mematikan perangkat elektroniknya. Selebihnya, dapat mempersepsikan sesuatu dalam jangka waktu yang lebih lama.

Bagaimana Jika Tidak Diselesaikan?

Mengutip AOA kembali, jika tidak ditangani, gejala ini akan terus berlanjut dan bisa berbahaya bagi mata. Belum lagi menatap layar secara terus-menerus.

Bagaimana memperbaikinya?

Meskipun tidak dapat sepenuhnya dihindari, Glints memiliki beberapa saran tentang apa yang dapat dilakukan untuk mengatasinya. Berikut adalah langkah-langkah agar kalian tidak terpengaruh oleh efek jangka panjang dari computer vision syndrome.

1. Sesuaikan Pencahayaan Utilitas

Cara lain yang bisa digunakan untuk mencegah computer vision syndrome atau setidaknya mengurangi dampaknya adalah dengan mengatur pencahayaan perangkat kalian. Jika masih terang, kalian bisa menggunakan pengaturan cahaya tinggi. Namun, saat hari sudah gelap, coba gunakan mode malam.

Sebagian besar utilitas sudah menyediakan pengaturan ini. Warna pada layar akan lebih gelap dan agak kekuningan, sehingga lebih mudah dilihat.

2. Gunakan Teknik 20-20-20

Dengan menggunakan teknik 20-20-20, setidaknya kalian mengistirahatkan mata. Teknik ini menyarankan untuk beristirahat secara teratur selama 20 menit setiap kali Anda menggunakan perangkat elektronik atau fokus pada sesuatu dalam jarak 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik.

3. Pastikan Lokasi Komputer yang Ideal bagi Pengguna

Poin ini sering diabaikan oleh banyak orang, padahal dampaknya cukup besar. Orang dengan CVS sering mengalami tidak hanya area mata tetapi juga merasa pusing dan terkadang sakit punggung.

Hal ini dapat dihindari dengan mengatur posisi komputer, menyesuaikan dengan postur duduk kalian. Yang terbaik adalah menempatkan komputer setinggi mata dan sedikit ke bawah, 50-70 cm dari depan.

4. Pemeriksaan Mata Rutin

Hal terakhir yang dapat Anda lakukan adalah melakukan pemeriksaan mata secara teratur dengan dokter. Jika memang mengganggu penglihatan kalian, dokter biasanya akan merekomendasikan kacamata yang lebih sesuai dengan jenis pekerjaan.

Tak hanya itu, mereka juga kerap menyarankan melakukan senam mata untuk setidaknya mengurangi rasa tegang di sekitar bola mata.

Antisipasi CVS

Dapat disimpulkan bahwa memang computer vision syndrome merupakan kondisi yang agak sulit untuk dihindari sama sekali. Namun, kalian setidaknya harus mengambil tindakan pencegahan agar kalian tidak terpengaruh.

Sekian saja penjelasan Jobnas kali ini mengenai hal tersebut dia atas. kalian bisa sering mendapatkan informasi dan tips seperti ini jika kalian mendaftarkan diri di blog Jobnas.

Selain informasi seperti di atas ada banyak sekali informasi penting terkait dunia kerja akan dikirimkan langsung ke inbox kalian.yuk, daftar sekarang. Gratis!

Iwan Bisa
1 tahun yang lalu
0

Jobnas.com – Air Conditioning (AC) yang dimaksudkan di sini tidak lain ialah alat pendingin ruangan, tujuannya agar penghuni ruangan dapat merasa nyaman dengan dinginnya udara yang dihembuskan. Namun, berbahaya jika kalian terlalu lama berada di ruangan ber-AC.

Mengapa demikian? Karena udara dingin yang dihasilkan berbeda dengan udara yang kalian rasakan di pegunungan. Karenanya ac terbuat dan mengandung bahan kimia yang mendinginkan udara di sekitarnya.

Keberadaannya mau tidak mau menimbulkan berbagai masalah kesehatan jika terlalu lama terpapar.

Apa bahayanya tinggal terlalu lama di ruangan ber-AC? Simak penjelasan lengkap dari Jobnas pada artikel kali ini.

Bahaya Akan Terlalu Banyak Waktu di Ruangan Ber-AC

1. Menurunkan Sistem Kekebalan Tubuh

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa jika berada di ruang terbuka dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh. Hal ini karena sel darah putih yang bekerja melawan bakteri membutuhkan oksigen yang cukup untuk bekerja secara efektif.

Di sisi lain, jika Anda terus-menerus berada di ruangan ber-AC, tingkat oksigen dalam tubuh kalian akan menurun. Akibatnya, dapat menyebabkan kelemahan pada tubuh, membuat kalian lebih rentan terkena penyakit.

2. Pernapasan Akan Terganggu

Bahaya yang kedua bila kalian terlalu lama berada di ruangan  yang Ber-AC bisa dikatakan pemicu utama yang bisa menyebabkan kalian terkena penyakit asma.

Alasannya adalah karena AC dapat menyumbat sistem pernapasan, dari itu akan menyebabkan tenggorokan mengering dan menyebabkan rinitis, radang hidung yang disebabkan oleh virus.

Sesuai penelitian menunjukkan bahwa 35% orang yang tinggal di ruangan ber-AC mengalami obstruksi jalan napas, dibandingkan dengan 9% orang yang tinggal di gedung berventilasi alami.

3. Mata Kering

Berada di ruangan ber-AC terlalu lama juga dapat menyebabkan mata kering.

Alasan untuk ini adalah bahwa udara yang dihembuskan dari AC ruangan mengurangi kelembaban, mengeringkan mata. Suhu udara yang rendah juga mengurangi kemampuan kelenjar di mata untuk menahan air mata yang menguap.

Tidaklah mengherankan jika kalian merasa gatal atau nyeri setelah terlalu lama berada di ruangan ber-AC.

4. Sakit Kepala

Bahaya yang lain jika kalian tinggal terlalu lama di ruangan ber-AC adalah sakit kepala. Seperti pada biasanya pemicu akan terjadinya sakit kepala terjadi saat udara dingin, pembuluh darah, terutama di kepala, menyempit.

Lain dari itu, akan membuat darah sulit mengalir ke kepala, sehingga dapat menyebabkan sakit kepala.

5. Kerusakan Kulit

Bahaya Selanjutnya, dampak dari tinggal berlama-lama di ruangan ber-AC dapat merusak kulit kalian. Kulit yang terkena dingin langsung dari AC dalam waktu lama akan mengering dan kehilangan elastisitasnya. Memang, pada kenyataannya AC dapat mengurangi kadar air kulit dan selaput lendir kulit.

6. Minim Kapasitas Menghadapi Panas

Bahaya yang terakhir ketika berlama-lama berada di ruangan ber-AC adalah kemampuan kalian untuk menangani panas akan menurun.

Kulit kalian yang sering terkena udara dingin dari AC akan sulit menyerap panas. Hal ini disebabkan oleh stres atau tekanan kuat pada kulit saat berpindah dari udara dingin ke udara yang lebih hangat.

Adapun Pencegahannya Sebagai berikut

Jika kalian sudah tahu akan bahaya terlalu lama tinggal di ruangan ber-ac, tentu kalian juga harus mengetahui apa yang dapat Anda lakukan untuk menghindarinya.

Jika kalian menggunakan AC untuk keperluan pribadi, Anda dapat memeriksa filter dan kebersihannya secara berkala. Sementara itu, pekerja kantoran sering terpapar AC setiap hari, kalian dapat meninggalkan ruangan secara berkala hingga kalian merasa lebih nyaman.

Untungnya, teknologi yang kian canggih saat ini membuat AC lebih ramah akan kesehatan, jadi kalian tidak perlu terlalu khawatir tentang itu. Kalian dapat mencegahnya dengan tetap teratur keluar dari ruangan dingin ber-AC dengan mencari udara bebas supaya badan kalian tetap senantiasa bugar.

Itu dulu penjelasan tentang bahayanya berada di ruangan ber-AC terlalu lama menurut Jobnas.

Jika kalian sudah mengetahui akan bahaya hal tersebut, kalian dapat menjaga kesehatan dengan lebih baik caranya dengan selalu memeriksa kondisi AC kalian dan perbanyaklah menghabiskan waktu di luar ruangan ber-AC.

Baca juga: Jinakkan Tamu Websitemu dengan Responsive Web Design

Jika kalian merasa tertarik dengan jenis informasi seperti ini, kalian dapat membaca artikel lainnya di blog Jobnas.com. dengan mendaftarkan diri kalian terlebih dahulu.

Iwan Bisa
1 tahun yang lalu
0

Jobnas.com – apakah kalian masih ingat kapan terakhir kali kalian minum air hari ini? Banyak orang tidak bisa menjawab. Padahal, dehidrasi atau kekurangan air bersih akan mengganggu produktivitas.

Memang, apa hubungan antara Dehidrasi dengan produktivitas kita? Bagaimana cara menghindari kekurangan air? Mungkin inilah pertanyaan dasar yang perlu kalian tahu jawabannya.

Kali ini Jobnas akan menjawabnya dalam artikel ini. Pelajari lebih lanjut, dan lanjutkan untuk membaca sampai tuntas!

Mengenali Dehidrasi

Dehidrasi adalah kondisi tubuh. dehidrasi ini bisa terjadi ketika kalian mengeluarkan lebih banyak cairan yang dikeluarkan daripada cairn yang kalian dapatkan.

Cairan tubuh dapat mengalir dengan cara yang berbeda-beda. Melnsir dari Healthline, jalur ini meliputi:

  • Keringat
  • Urin
  • Penyakit (misalnya diare atau muntah yang banyak)

Sementara itu, cairan juga bisa masuk melalui jalur yang berbeda. Ini termasuk cairan dan minuman atau makanan.

Bagaimanapun, Jobnas kali ini akan fokus pada dehidrasi yang disebabkan oleh keringat atau urin. Pasalnya, penyebab ini lebih relevan ketika kita membahas bahaya dehidrasi terhadap produktivitas.

Perampasan cairan yang akan kita bahas kali ini juga menyangkut minuman atau makanan. Dengan begitu sudah sangat jelas bahwa asupan air tidak hanya berasal dari air minum. Minuman lain juga bisa menjadi solusinya.

Juga, hampir semua makanan mengandung air. Karena itu, meski tidak diminum, makanan bisa membawa cairan. Hal itu juga dikonfirmasi. Cairan tidak hanya berasal dari air. Dehidrasi sendiri memiliki banyak tanda yang berbeda. Gejalanya meliputi:

  • Mulut kering
  • Kelelahan
  • Kelemahan otot
  • Pusing
  • Sakit kepala

Rasa haus sendiri merupakan tanda dehidrasi. Jadi jangan tunda minum air putih jika tenggorokan kalian kering. Urin gelap dan keluaran urin rendah juga bisa menjadi tanda.

Sebagai pekerja kantoran, Anda mungkin tidak menyadari dehidrasi Anda. WebMD mengatakan ini bisa terjadi karena:

  • Kalian terlalu sibuk untuk minum
  • Kalian tidak menyadari bahwa Anda haus

Padahal, pekerja kantoran lebih sensitif terhadap dehidrasi.

Menurut Kementerian Kesehatan Indonesia, bekerja di ruangan ber-AC dapat menyebabkan Anda mengabaikan kebutuhan untuk minum air. Karena alasan ini, Anda bisa mengalami dehidrasi tanpa disadari.

Selain itu, dikatakan bahwa AC dapat mengurangi kelembaban udara. Ini juga dapat menyebabkan kekurangan cairan.

Belum lagi orang kantoran identik dengan minum kopi. Kafein dalam minuman tersebut memiliki sifat diuretik. Sifat ini bisa menyebabkan kalian sering buang air kecil. Hal inilah yang dapat menyebabkan kurang lancarnya para pekerja kantoran.

Apakah Bahaya Dehidrasi Terhadap Produktivitas?

Dari pemaparan di atas otomatis kalian telah belajar tentang dehidrasi. Jadi, kurangnya minum air bisa berbahaya bagi produktivitas kerja kalian?

Dehidrasi ringan pun dapat menghambat aliran darah. Padahal, aliran ini sangat penting untuk kerja saraf. Ini juga menghalangi pembuluh darah yang menuju ke otak. Akhirnya, kemampuan berpikir atau kognitif kalian mungkin juga ikut menurun.

Untuk itu dapat disimpulkan bahwa dehidrasi dapat menurunkan produktivitas tenaga kerja. Bahwa air minum dapat meningkatkan kinerja otak. Hal-hal yang dipengaruhi oleh air antara lain:

  • Kemampuan berkonsentrasi dan berpikir
  • Suasana hati dan emosi
  • Memori
  • Aliran darah dan oksigen ke otak
  • Sakit kepala (berkurang)
  • Ketegangan lurus (berkurang)

Jadi, ingatlah untuk tetap menjauhi dehidrasi, berkat tubuh yang sehat, karir kalian pasti bisa semakin bersinar. Karena berkat itu, kinerja kalian dalam bekerja akan lebih maksimal. Pusing, bad mood bahkan stres pun bisa dihindari.

Metode Mencegah Dehidrasi

Setelah mengetahui bahaya dehidrasi terhadap produktivitas kerja, maka hindarilah akan kekurangan air, kami juga memiliki saran tentang cara melakukan pencegahan terhadap dehidrasi.

Pertama, selalu bawa botol air minum kemanapun, termasuk di tempat kerja. Jika kantor kalian memiliki liter air minum, isi saja dan minumlah dari sana. Semuanya bisa dilakukan secara gratis.

Alternatifnya, kalian mungkin juga terbiasa minum lebih sering. Jika kalian sering kesulitan mengingat kapan harus minum, cobalah mengganti minuman setiap jam.

Kamu juga bisa menikmati aplikasi pengingat minum saat ini. Siapa tahu, dengan sedikit teknologi yang makin canggih seperti sekarang, kalian bisa terhindar dari dehidrasi dengan mudah.

Kebutuhan minum setiap orang berbeda-beda. Itu semua tergantung pada tubuh kalian dan juga aktivitas sehari-hari. Namun, ada pedoman umum untuk ini. Kementerian Kesehatan RI sendiri telah menyatakan bahwa kebutuhannya adalah 8 gelas atau 2 liter per hari.

Sebenarnya, analogi dengan kaca mata ini tidak sepenuhnya benar. Ingatlah bahwa cairan tidak hanya berasal dari air. Namun, kalian masih dapat menggunakan rumus ini. Karena mudah diingat dan mudah diukur.

Siapa yang ingin menghitung asupan cairan dari daging yang kalian makan? Langkah ini tentu sangat mengganggu kalian. Jadi terus gunakan 8 resep minuman untuk memudahkan kalian.

Penafsiran Jobnas kali ini perihal dehidrasi telah berakhir. Setelah membacanya, kalian tentu paham bahaya kurang minum air putih atau dehidrasi terhadap produktivitas.

Ingat, tetaplah berolahraga, tidur yang cukup, dan jaga pola makan kalian. Karena dibalik tubuh yang sehat terdapat karir yang kokoh.

Sungguh begitu sulit bagi kita semua bagaimana cara menjaga kesehatan di tengah kesibukan? Maka kalian  dapat membaca informasinya di blog artikel Jobnas.

Baca juga: Tantangan Para Ayah Saat Bekerja, Begini Tipsnya

Di sana juga menyediakan berita terbaru dan terpercaya dari dunia kerja. Apa yang kamu tunggu? Daftar gratis sekarang, pertahankan!

Iwan Bisa
1 tahun yang lalu
0

Jobnas.com – Badan kesehatan Internasional, WHO resmi menetapkan Delirium sebagai gejala baru pandemi Covid-19, menjelang tahun baru 2021. Delirium umumnya dikaitkan dengan kesehatan mental. Ia tak hanya mengganggu psikis pengidap, tetapi juga kebugaran fisik mereka.

Baca Juga : Apa itu Inflasi? Berikut Penjelasan Lengkap beserta 4 Penyebab Terjadinya Inflasi

Akan tetapi, banyak pengidap yang meremehkannya, karena efeknya yang samar dan tak nampak jelas. Nah, pada artikel ini Jobnas.com akan menjelaskan terkait beberapa hal tentang delirium. Yuk, simak penjelasannya !

Apa Itu Delirium?

Seperti dilansir dari CNN Indonesia, delirium merupakan sebuah kondisi di mana penderita mengalami rasa bingung karena kesadaran yang terus berkurang. Akibatnya, hal ini perlahan akan mengganggu fokus hingga cara berpikir dan berperilaku mereka. Selain itu, penyakit ini juga bisa menyebabkan berbagai permasalahan lainnya, seperti merusak pola tidur hingga gangguan ingatan.

Penelitian di Universitas Oberta de Catalunya, Spanyol, menjelaskan apabila tak segera diperiksa, penyakit ini bisa menyebabkan kerusakan berlanjut pada mental dan otak pasien.

Hubungan Delirium dengan Covid-19

Dilansir dari Detik Health, delirium umumnya terjadi beriringan dengan gejala Covid-19 lainnya, seperti hilangnya indera penciuman dan sesak napas. Selain itu, studi yang diterbitkan Journal of Clinical Immunology and Immunotherapy tersebut juga menekankan hubungan virus Corona dengan otak manusia sebagai sumber utama saraf.

Para pakar dan peneliti memerikan bahwa Covid-19 mengambil andil dalam perubahan neurokognitif dalam otak. Permasalahan inilah pada akhirnya akan menyebabkan sakit kepala dan delirium.

Baca Juga : 5 Tips Membuat Instagram Live yang Menarik Banyak Followers

Pemicu Delirium

Menurut Mayo Clinic, gejala delirium bisa berkembang dengan pesat, dalam waktu beberapa jam atau beberapa hari. Efeknya pun bisa fluktuatif selama sepanjang hari. Tetapi, akan ada periode di mana tak nampak adanya gejala sama sekali. Tentu gejala-gejala yang timbul ini tentunya memiliki beragam pemicu. Mulai dari kondisi psikis hingga kesalahan-kesalahan kecil yang tak luput dilakukan manusia.

Lalu, seperti apa penyebab munculnya delirium pada pasien-pasien Covid-19? Berikut penjelasannya:

1. Hypoxia

Hypoxia adalah pemicu pertama penyakit delirium pada pengidap virus corona. Kondisi semacam ini terjadi saat jaringan otak manusia kekurangan kadar oksigen untuk memproses seluruh tubuh. Hal ini dapat menyebabkan pembengkakan saraf dan edema. Bahkan, bila tak segera dirawat, hypoxia bisa merusak hingga mengubah fungsi otak penderitanya.

2. Peradangan

Peradangan disebut juga dengan badai sitokin, merupakan sebuah kondisi di mana sistem kekebalan tubuh menjadi terlalu aktif. Hal ini bukanlah suatu kondisi yang baik, bila kekebalan tubuh terlalu sibuk, ia bisa merusak atau mengubah fungsi otak.

3. Toksisitas Neural

Toksisitas neural adalah pemicu delirium berikutnya. Kondisi satu ini merupakan komplikasi yang terjadi saat Covid-19 secara langsung menyerang fungsi saraf hingga tingkat sel. Meskipun jarang terjadi, kamu tetap perlu waspada dengan gejala berbahaya ini.

Di samping itu, gejala Covid-19 yang sering mengganggu pekerja dan lanjut usia ini juga memiliki penyebab lainnya. Seperti dilansir dari Kompas, berikut di antaranya : 

  • Malnutrisi, dehidrasi
  • Kurang tidur
  • Tekanan emosional yang besar
  • Demam atau infeksi akut
  • Paparan toksin dalam tubuh, disebabkan oleh obat atau karbon dioksida
  • Penyakit parah lainnya

Ciri-Ciri Orang yang Mengalami Delirium

Kamu tentu perlu mengetahui ciri-ciri yang kerap timbul saat seseorang mengalami delirium. Meskipun  tidak terlalu tampak pada kesehatan mental seperti dampak Covid-19, kamu harus tetap memahami gejala-gejalanya. 

Baca Juga : Pentingnya Pengembangan Pelanggan dalam Strategi Perencanaan Bisnis

Hal ini penting agar jika kamu sebagai pekerja, pekerja, kamu dapat dengan segera mengantisipasinya bila terjadi pada diri sendiri. Dilansir dari Mayo Clinic, berikut ini merupakan ciri-ciri orang dengan gejala delirium : 

  • Tidak bisa fokus, bahkan pada pekerjaan yang simpel dan praktis
  • Disorientasi, kerap merasa bingung dan tersesat
  • Konsentrasi dapat teralihkan dengan mudah
  • Menarik diri dari interaksi sosial yang terjadi di lingkungan hidup
  • Sulit berbicara atau merespon saat sedang berbincang

Itu dia serba-serbi delirium yang telah Jobnas.com rangkum khusus untuk kamu. Pada intinya, penyakit ini telah dinobatkan sebagai gejala awal saat seseorang terpapar virus Corona. Sebagai pekerja, tentunya kamu memiliki berbagai kewajiban yang harus kamu tunaikan.

Tak hanya perihal pekerjaan, namun juga kesehatan yang penting untuk menunjang produktivitas. Oleh karena itu, bila kamu merasa memiliki gejala-gejala di atas, Jobnas.com menyarankanmu untuk beristirahat dan segera melaporkannya pada ahli medis.