Menu

Etika Meeting

Enol Writer
1 tahun yang lalu
0

Jobnas.com – Setiap seorang pekerja yang profesional sangat perlu memerhatikan etika ketika sedang berada dalam sebuah meeting.

Untuk setiap pertemuan bisnis di kantor memiliki aturan yang tidak tertulis yang perlu ditaati oleh semua para pekerja.

Kepatuhan pada etika saat rapat bisnis dapat membangun rasa hormat di antara peserta, serta membantu rapat untuk dimulai dan diakhiri pada tepat waktu.

Untuk memahami etika pertemuan juga dapat menumbuhkan suasana kerja yang lebih kondusif dan konstruktif dalam melakukan pertukaran ide dan opini.

Mungkin, bagi kamu yang baru saja lulus dari kuliah, kurang memahami mengenai seluk beluk dari Etika Meeting.

Namun jangan salah, bahwa kurangnya etika saat pertemuan atau meting di kantor terkadang menyebabkan hal yang buruk, barangkali ini menjadi alasan utama mengapa banyak pertemuan bisnis gagal.

Untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik tentang bagaimana cara mempertahankan citra positif dan profesional saat meeting, pelajari beberapa etika ini yang perlu diterapkan pada tiap rapat bisnis di kantor.

5 Etika Meeting saat di Kantor

1. Hadir tepat waktu

Apa yang benar-benar perlu diperhatikan karyawan adalah selalu tepat waktu.

Tepat waktu tidak hanya bisa dilakukan ketika Anda meeting saja, melain dari segala sisi kehidupan sehari-hari Anda.

Bahkan jika diperlukan, datanglah 15 menit sebelum rapat dimulai. Karena tepat waktu adalah ciri dan sikap profesional.

Selain itu, pertemuan yang tepat waktu dapat memberikan pandangan masing-masing peserta tentang topik yang sedang dibahas.

Pada dasarnya tepat waktu merupakan tanda penghormatan yang harus ditunjukkan oleh semua pihak yang terlibat dalam rapat.

Baca Juga: Yuk, Ketahui 5 Fitur Android 13 yang Berfungsi Meningkatkan Produktifitas Kalian

2. Mengikuti Agenda

Setiap rapat harus memiliki agenda untuk dibahas oleh para peserta. Oleh karena itu, pembahasan dalam rapat harus selalu mengikuti agenda yang telah ditetapkan.

Pemimpin rapat harus menyampaikan agenda rapat kepada setiap peserta sekurang-kurangnya satu minggu sebelum rapat.

Peserta juga berhak untuk menghubungi pihak administrasi sekurang-kurangnya 8 jam sebelum rapat, hal itu bertujuan ketka ia memiliki pendapat tentang agenda yang diusulkan.

Manajer dan pemangku kepentingan memiliki waktu untuk memutuskan apakah perubahan diperlukan.

3. Mengatur Posisi Kursi

Posisi kursi yang benar juga menjadi salah satu etika meeting yang penting untuk Anda ketahui.

Anda harus mengatur kursi agar posisi duduk sama tingginya dengan peserta lain di meja.

Hal ini tercermin dalam rasa hormat dan kesetaraan di antara para peserta rapat.

4. Patuhi Dress Code yang telah Ditentukan

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam etika meeting adalah dress code yang ditetapkan oleh kantor Anda.

Menurut kami, busana yang cocok untuk rapat biasanya bisa berbeda-beda. Jadi Anda harus bertanya kepada ketua rapat apakah itu acara santai atau resmi.

Misalnya, jika pimpinan memutuskan bahwa format rapat yang akan diselenggarakan adalah formal, Anda dapat mengenakan kemeja dan celana  dengan warna yang sama.

Begitu juga ketika rapat itu bernuansa santai, Anda juga harus menyesuaikan dengan situasi meeting.

5. Bicaralah Secara Bergiliran

Etika meeting selanjutnya yang perlu diperhatikan dalam rapat kantor adalah cara berbicara.

Bagi Anda yang pekerja kantoran, etika meeting ini menjadi salah satu poin penting, karena tentu saja, semua peserta memiliki pendapat yang ingin mereka ungkapkan.

Namun, akan lebih baik dan bermanfaat jika setiap peserta berbicara secara teratur dan bergiliran.

Kemudian, selama periode tanya-jawab yang ditentukan, ajukan pertanyaan dan angkat tangan Anda jika diperlukan interupsi.

Jangan menyela peserta lain ketika mereka berbicara, kecuali jika pendapat Anda diminta dan itu sangat penting.

Dari semua etika meeting yang telah dibahas, tentu tergantung pada posisi atau jabatan yang Anda miliki. Itu artinya, Anda dituntut untuk bisa menyesuaikan diri dengan keadaan.

Itulah beberapa etika yang perlu kamu perhatikan ketika berada dalam sebuah rapat bisnis di kantor.

Intinya, etika-etika yang diterapkan bertujuan untuk membuat meeting efektif dan suasana pertemuan menjadi lebih kondusif.

Baca juga: Yuk, Kenalan dengan Desainer Produk: UX Honeycomb

Nah, kamu bisa lho mengunjungi Jobnas bila merasa masih memiliki pertanyaan seputar dunia kerja profesional.

Di sana, Anda bisa berdiskusi tentang apa saja yang harus dilakukan dan dihindari ketika sedang meeting.

Iwan Bisa
1 tahun yang lalu
0

Jobnas.com – Di era yang serba digital seperti sekarang ini tentunya sangat mudah dalam mencari relasi. Namun perlu kalian ketahui ada kesalahan dalam jaringan virtual yang sering kita buat secara tidak sengaja yang bisa sangat merugikan.

Jika kalian membiarkanya secara terus menerus, kalian tidak akan dapat memperoleh manfaat yang penuh dari networking tersebut.

Jika kalian sudah menjalin hubungan baik dengan kenalan baru, tapi kalian tidak bisa membuka peluang sama sekali karena melakukan kesalahan. Tentu kalian tidak menginginkan itu, bukan?

Oleh karena itu, Jobnas telah menyediakan daftar hal-hal yang harus dihindari saat terhubung ke jaringan virtual.

1. Kirim Permintaan di LinkedIn Tanpa Pesan

Di bagian pertama ini saya kan menjelaskan kesalahan paling umum saat menjalankan jaringan virtual. Yaitu, mengirim permintaan ke LinkedIn, tetapi tidak mengirim pesan sama sekali.

Bisa kalian bayangkan, orang-orang yang cukup terkenal di dunia profesional pasti memiliki puluhan, bahkan ratusan permintaan koneksi setiap harinya.

Jika kalian tidak menambahkan pesan atau notifikasi, apa yang membedakan kalian dari pengguna yang lain?

Sedangkan, LinkedIn di sini merupakan platform yang bisa menjembatani kalian untuk bertemu orang-orang dari berbagai bidang keahlian.

2. Setelah “berteman” Memutus Koneksi

Kesalahan yang kedua, ialah kalian harus tahu bagaimana menjaga hubungan jaringan lebih dari sekadar membangun hubungan baru.

Lohikny begini, Apa gunanya mencari teman baru, dan hubungan yang baru, akan tetapi tidak pernah berbicara atau setidaknya mendiskusikan sesuatu?

Kalau memang berat untuk melanjutkan pembicaraan, coba saja ikuti topik yang dibahas tadi. Selain itu, pastikan kalian memiliki dialog dan bukan monolog yang membuat lawan bicara merasa malas.

3. Terlalu Banyak Meminta Bantuan

Kesalahan jaringan virtual yang ketiga, ialah meminta terlalu banyak bantuan, biasanya kalian dengan tanpa disengaja tidak mengetahui bahwa hal tersebut adalah sebuah kesahalan yang telah diperbuuat.

Perlu kalian ingat setiap kalian menginginkan hubungan atau jalinan yang profesional, percakapan perlu kalian ubah, jangan samakan saat berbicara ketika kalian berbicara dengan kenalan barunya.

Jika kalian merasa tertarik dengan sebuah perusahaan dan kemudian ingin mempelajari pengalaman kerja para karyawannya? Jika itu pertanyaannya maka tidak masalah. Permintaan bantuan yang harus dihindari antara lain meminta data perusahaan, mewawancarai seluruh karyawan, dan hal-hal lain yang dapat menimbulkan masalah.

4. Ambil Pendekatan Paling Umum

Kesalahan yang keempat saat berjejaring adalah mengirimkan pesan yang terlalu generik atau umum, baik melalui email, LinkedIn, atau sarana lainnya.

Pesan umum yang disebutkan di sini bisa seperti boilerplate dan dikirim ke banyak orang, hanya mengubah namanya.

Jika saya mengutip pernyataan Lital Marom, pendiri UNFOLD Media Group, di Forbes, pertama-tama penting untuk melihat profil orang tersebut, mempelajari lebih lanjut tentang mereka, dan kemudian mengirim pesan.

Mungkin ada hal-hal menarik yang menjadi ketertarikan bersama, sehingga perbincangan menjadi semakin menarik. Pengirimnya pasti akan lebih senang jika pesannya lebih personal dan tidak seperti stereotype, lho.

5. Tidak Memperhatikan Penampilannya Selama Acara Berlangsung

Jika kita berbicara tentang berkirim pesan lagi, kali ini kesalahan sering dilakukan di acara jejaring virtual. Semua orang menyalakan kamera, mendengarkan orang lain dan menunggu giliran mereka.

Yang sering menjadi permasalahan, banyak orang yang menyepelekan cara pandang mereka di depan kamera, “Ah, itu hanya virtual.” Dengan begitu maka hasilnya adalah bentuk yang tidak rapi, background yang berantakan, dan tampilan yang tidak profesional.

Ini adalah lima kesalahan paling umum saat menghubungkan ke jaringan virtual. Setelah kalian mengetahuinya lewat artikel ini, usahakan untuk menghindarinya. Usahakan untuk selalu berusaha profesional, tapi jangan terlalu kaku juga.

Baca juga: Ethical Leadership, Sikap Seorang Pemimpin yang Amanah

Jika kalian ingin mendapatkan beberapa saran karir yang bermanfaat, kalian dapat mencoba mendaftar di blog Jobnas. Kalian bisa mendaftarkan langsung alamat email yang kalian punya, maka secara otomatis tips tentang jaringan, branding, dan lainnya akan dikirimkan langsung ke kotak masuk kalian.

Jika kalian merasa tertarik? Segera daftarkan email kalian sekarang juga. Gratis!