<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>desain &#8211; Jobnas</title>
	<atom:link href="https://jobnas.com/tag/desain/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jobnas.com</link>
	<description>Jobnas.com Portal Lowongan Kerja Update Loker Jogja, Semarang, Jakarta dan Surabaya</description>
	<lastBuildDate>Wed, 07 Aug 2024 03:17:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://jobnas.com/wp-content/uploads/2025/05/cropped-favicon-32x32.png</url>
	<title>desain &#8211; Jobnas</title>
	<link>https://jobnas.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ingin Tahu Prinsip Desain yang Mengutamakan Kesederhanaan ? Yuk, Kenali KISS Principle !</title>
		<link>https://jobnas.com/artikel/__trashed-108/</link>
					<comments>https://jobnas.com/artikel/__trashed-108/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ghufron Writer]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Aug 2024 03:19:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[desain]]></category>
		<category><![CDATA[Jobnas]]></category>
		<category><![CDATA[KISS Principle]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jobnas.com/?p=11123</guid>

					<description><![CDATA[Jobnas.com &#8211; “Keep It Simple and Straightforward” merupakan kepanjangan dari KISS Priciple, atau variasi lainnya seperti, “Keep It Simple, Stupid”, dan “Keep It Short&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Jobnas.com </strong>&#8211; “Keep It Simple and Straightforward” merupakan kepanjangan dari KISS Priciple, atau variasi lainnya seperti, “Keep It Simple, Stupid”, dan “Keep It Short and Simple”. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Dikutip dari Business.com, prinsip ini dicetuskan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat pada tahun 1960-an.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada hakikatnya, prinsip ini berfokus pada proses desain produk atau sistem secara sederhana, agar hasil akhirnya lebih optimal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dikutip dari freeCodeCamp dan Interaction Design Foundation, berikut adalah penjelasan lengkap seputar KISS principle.Yuk, baca artikel ini sampai tuntas!</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga: <a href="https://jobnas.com/tips-memberikan-hadiah/" data-type="post" data-id="10427">5 Tips Memberikan Hadiah Kepada Bos yang Perlu Kalian Pertimbangkan</a></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apa itu KISS Principle ?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti kepanjangannya, “Keep It Simple, Stupid”, KISS principle adalah prinsip desain yang berfokus pada proses desain produk yang sederhana dan tidak rumit.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Filosofi dari prinsip ini adalah jika orang tidak dapat mengerti sebuah produk, mereka juga tidak dapat menggunakannya seperti seharusnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal tersebut selaras dengan sebuah perkataan bahwa, “Kamu tidak benar-benar mengerti sesuatu, sampai kamu bisa menjelaskannya secara sederhana dan membuat anak kecil memahami konsepnya”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, desain produk ada sebagai solusi terhadap ‘permasalahan’ atau dalam kata lain kebutuhan para user. Artinya, terdapat sebuah situs yang menawarkan berbagai macam foto untuk diunduh penggunanya. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Di dalam situs tersebut, microcopy yang digunakan terlalu panjang dan bertele-tele, padahal user hanya butuh melihat tombol “Download” saja, kan?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Disamping itu, prinsip ini juga berlaku untuk produk-produk fisik yang dijual di pasaran. Jadi tidak hanya untuk desain produk digital saja.  Contoh mudahnya adalah packaging obat-obatan yang dijual secara bebas di apotek.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga: <a href="https://jobnas.com/jht-bpjs-ketenagakerjaan-syarat-lengkap-dan-cara-klaim/" data-type="post" data-id="3737">JHT BPJS Ketenagakerjaan: Syarat Lengkap dan Cara Klaim</a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau tujuan obat tersebut adalah untuk meredakan sakit kepala, mana yang dituliskan dengan ukuran besar di bungkus, bahan utamanya, atau manfaat bahan tersebut? Pasti pelanggan akan lebih mudah paham jika dituliskan, “Untuk meredakan sakit kepala” di bungkusnya, kan? Sampai sini, sudah paham konsep dasarnya, kan?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal yang penting untuk diingat adalah bahwa fokus utama KISS principle adalah kesederhanaan dalam desain, agar produk dapat dikembangkan secara optimal dan digunakan dengan mudah oleh para user.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Pentingnya Prinsip Ini Diaplikasikan</strong></h2>



<h3 class="wp-block-heading">1. Desain lebih sederhana</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Desain produk yang lebih baik dan mudah dimengerti merupakan manfaat pertama dari menggunakan KISS Principle, baik itu untuk user maupun tim yang mengembangkannya. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Dapat dibayangkan jika membuat produk dengan desain rumit, pasti untuk coding dan urusan teknis lainnya juga rumit, kan?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lewat prinsip ini, anggota tim yang mengembangkan desain produk dapat lebih mudah memahami urusan teknis yang ada dan mengembangkannya dengan mudah juga.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. Meningkatkan User Experience</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Meningkatnya user experience merupakan manfaat dan fungsi terpenting lainnya dari penggunaan KISS Priciple.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena persyaratan produk yang sederhana biasanya juga memiliki komponen yang tak begitu rumit, alhasil pasti lebih mudah bagi para end-user untuk menggunakannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara otomatis pengalaman user saat membuka aplikasi atau website pasti akan jadi lebih menyenangkan dengan desain yang mudah dipahami dan mementingkan apa yang paling prinsipil. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau pengalaman pertama saja sudah baik, tentu meningkatkan kemungkinan user tersebut akan kembali lagi dan mengeksplorasi website lebih dalam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terpenting, prinsip desain yang satu ini menjadikan para desainer dan developer untuk kembali ke yang paling mendasar, yaitu memikirkan apa yang diinginkan dan juga dibutuhkan oleh user.</p>



<h3 class="wp-block-heading">3. Mempermudah Kerja para Software Developer</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Mempermudah kerja software developer menjadi alasan lain mengapa mengaplikasikan KISS principle dalam desain menjadi begitu penting.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelumnya sudah disinggung pada poin pertama, bahwa desain yang sederhana berarti rangkaian kode yang ada juga tidak rumit. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, hal ini membuat software developer lebih mudah pekerjaannya dan dapat menyelesaikan pengembangan produk secara lebih optimal. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Di samping itu, mereka akan bisa dengan gampang mengubah kesalahan yang terjadi. Uji coba sistem juga pada akhirnya tak serumit desain yang berbelit-belit.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga: <a href="https://jobnas.com/deskripsi-produk-menggaet-pelanggan/" data-type="post" data-id="7997">5 Cara Ampuh Bikin Deskripsi Produk Berhasil Menggaet Pelanggan</a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Itulah penjelasan Jobnas.com tentang KISS principle dan praktiknya di dunia desain. Agar sebuah desain mudah dinikmati oleh pengguna, maka KISS principle menjadi prinsip yang penting untuk diterapkan. Meski begitu, hal yang perlu diingat adalah jangan terlalu menyederhanakan semuanya,  karena akan membingungkan juga.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jobnas.com/artikel/__trashed-108/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Membuat Icon, Terlihat Simpel Tapi Sulit</title>
		<link>https://jobnas.com/artikel/membuat-icon-terlihat-simpel-tapi-sulit/</link>
					<comments>https://jobnas.com/artikel/membuat-icon-terlihat-simpel-tapi-sulit/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Iwan Bisa]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Feb 2024 02:12:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[desain]]></category>
		<category><![CDATA[Icon]]></category>
		<category><![CDATA[Jobnas]]></category>
		<category><![CDATA[Loker]]></category>
		<category><![CDATA[Lowongan Kerja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jobnas.com/?p=12025</guid>

					<description><![CDATA[Jobnas.com &#8211; Pada umumnya, banyak orang yang mengira bahwa desain icon atau ikon adalah hal yang mudah. Namun sebenarnya, untuk membuat karya desain grafis&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Jobnas.com</strong> &#8211; Pada umumnya, banyak orang yang mengira bahwa desain icon atau ikon adalah hal yang mudah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun sebenarnya, untuk membuat karya desain grafis ini, ada banyak komponen yang harus kamu perhatikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk kamu yang inging terjun di dunia desain gratis, artikel ini bisa jadi tambahan refrensi, terutama dalam membuat icon.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Simak selengkapnya pembahasan di bawah ini sampai habis.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apa itu Icon?</h2>



<p class="wp-block-paragraph"> Pada dasarnya, icon adalah sebuah gambar sederhana. Namun, gambar ini dibalut dengan konteks kepentingan. Pada akhirnya, gabungan keduanya mengandung pesan tertentu yang ingin disampaikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Definisi ini dipertegas dengan paparan informasi dari Tech Term bahwa menurut mereka, icon merupakan sebuah representasi visual digital atas sesuatu. Misalnya, gambar kamera di HP-mu menunjukkan aplikasi kamera.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam desain, logo yang dikreasikan juga bisa menjadi ikon. Salah satu contohnya adalah icon yang dipakai oleh Twitter.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gayanya tak monoton. Ia punya berbagai macam style hingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Disadur dari Headway, style yang dimaksud antara lain:</p>



<p class="wp-block-paragraph">•           stroke atau garis</p>



<p class="wp-block-paragraph">•           filled atau terisi</p>



<p class="wp-block-paragraph">•           color atau berwarna</p>



<h2 class="wp-block-heading">Ciri-ciri Icon yang Baik</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam membuat icon, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan, agar icon yang hasilkan berkualitas, yaitu dengan memperhatikan ciri-ciri icon yang baik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dirangkum dari Smashing Magazine, UX Collective, dan Market Splash, ciri-cirinya adalah sebagaimana berikut:</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. Terdiri dari bentuk besar yang diberi detail</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Layaknya unsur desain grafis lainnya, ikon juga terdiri dari bentuk-bentuk sederhana. Bentuk itu misalnya segitiga, persegi, dan elips.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nantinya, bentuk ini akan dilengkapi detail-detail lainnya. Detail itu juga berupa bentuk-bentuk sederhana.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, jangan berlebihan dalam menuliskan detail. Karena jika berlebihan, malah bisa menurunkan kualitas icon yang dihasilkan.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. Detail tidak berlebihan</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Ciri yang kedua ini berhubungan dengan penjelasan pada poin pertama, yakni dalam membuat icon hindari detail yang berlebihan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Icon yang baik adalah icon yang sederhana tetapi memiliki pesan yang mendalam. Sebab, icon yang sederhana relatif lebih enak dilihat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ingat kembali pembahasan kita soal bentuk ikon. Desainnya dimulai dari gambaran besar, lalu diberi detail seperlunya saja.</p>



<h3 class="wp-block-heading">3. Konsisten</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Kadang kala, ikon dibuat dalam satu paket. Misalnya, paket media sosial yang berisi logo Twitter, TikTok, Instagram, Facebook, LinkedIn, dan lain-lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, jika membuat paket seperti ini, kamu harus hati-hati. Konsistensi adalah kunci membuat icon karyamu tetap selaras dan penuh sinergi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti memastikan ukuran hingga kesatuan nilai estetik agar tetap konsisten. Nilai estetik yang dimaksud adalah seperti tebal garis, gaya ikon, dan lain sebagainya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">4. Mudah dikenali</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Ciri yang keempat adalah icon yang mudah dikenali. Contoh kecilnya semisal kamu membuat icon warung makan. Maka usahakan icon tersebut memiliki ciri khas yang membedakannya dengan icon warung makan yang lain.</p>



<h3 class="wp-block-heading">5. Seimbang</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Karena icon pada dasarnya dibuat dari garis-garis, mak yang perlu diperhatikan adalah kesimbangannya antara garis satu dengan garis yang lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Simbang di sini sifatnya relatif. Kata orang bijak, seimbang tak selalu harus sama rata. Saat membuat ikon, kamu harus mengingat-ingat nasihat ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan kata lain, jangan terpaku pada angka jarak. Sesuaikan saja sekiranya icon buatanmu tampak lebih baik.</p>



<h3 class="wp-block-heading">6. Berkepribadian</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Icon adalah buah karya dengan gaya dan membawa pesan tertentu. Beragam gaya ini membuat desain ikon memiliki “kepribadian”nya sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Icon dengan kepribadian modern dan clean tentu terasa berbeda dengan icon yang berkepribadian shadow.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, semuanya bersifat relatif. Bisa jadi baik menurut, tapi menurut orang lain tidak. Intinya sesuaikan saja dengan kebutuhanmu, yakni pesan apa yang ingin kamu sampaikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, tak hanya desain, warna juga bisa memberikan ragam kepribadian sebuah icon. Ikon yang hitam-putih, punya warna bold, atau berwarna pastel memberikan kesan yang berbeda.</p>



<h3 class="wp-block-heading">7. Selaras dengan merek</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah kepribadian icon sudah dibangun, langkah selanjutnya adalah kamu mensinergikannya dengan tone of voice dari merekmu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jangan sampai, desain lainnya sudah konsisten, ikonmu malah tidak. Ini tentu bisa mengurangi brand experience audiensmu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semoga bermanfaat!</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jobnas.com/artikel/membuat-icon-terlihat-simpel-tapi-sulit/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Supaya Brand Mudah Dikenal, Pahami Prinsip Memilih Font</title>
		<link>https://jobnas.com/artikel/brand-mudah-dikenal-prinsip-memilih-font/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Iwan Bisa]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Dec 2022 04:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[brand]]></category>
		<category><![CDATA[Career Guidance]]></category>
		<category><![CDATA[desain]]></category>
		<category><![CDATA[Font]]></category>
		<category><![CDATA[Jobnas]]></category>
		<category><![CDATA[Loker]]></category>
		<category><![CDATA[Lowongan Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Typography]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jobnas.com/?p=7904</guid>

					<description><![CDATA[Jobnas.com Dalam sebuah desain logo sebuah perusahaan atau brand, font merupakan salah satu elemen terpenting. Membuat logo yang memorable akan menjadikan suatu brand mudah&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400;"><a href="https://Jobnas.com" target="_blank" rel="noopener">Jobnas.com</a> Dalam sebuah desain logo sebuah perusahaan atau brand, </span><i><span style="font-weight: 400;">font</span></i><span style="font-weight: 400;"> merupakan salah satu elemen terpenting. Membuat logo yang </span><i><span style="font-weight: 400;">memorable </span></i><span style="font-weight: 400;">akan menjadikan suatu </span><i><span style="font-weight: 400;">brand </span></i><span style="font-weight: 400;">mudah dikenal. Banyak sekali berbagai jenis logo yang dapat kamu pilih untuk </span><i><span style="font-weight: 400;">brand</span></i><span style="font-weight: 400;">-mu. Ada yang hanya fokus pada grafis atau hanya tulisan saja.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Di sini, Jobnas akan membagikan tips agar kamu  dapat memilih font yang paling tepat untuk desain logo </span><i><span style="font-weight: 400;">brand</span></i><span style="font-weight: 400;">-mu. </span></p>
<h2>1. Pahami Jenis Dasar <i>Font</i> serta Asosiasinya untuk <i>Brand</i></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Salah satu medium atau instrumen paling efektif untuk meningkatkan brand awareness ialah melalui logo. Karena itu, seharusnya para pebisnis harus memahami pentingnya logo bagi sebuah perusahaan. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Membuatnya secara berbeda dan terlihat unik agar menarik perhatian pelanngan menjadi salah satu cara mudah. Karena itu, kamu harus memahami jenis dasar font sebelum memilih font yang tepat untuk desain logo. </span></p>
<p>Baca Juga : <a href="https://jobnas.com/jht-bpjs-ketenagakerjaan-syarat-lengkap-dan-cara-klaim/">JHT BPJS Ketenagakerjaan: Syarat Lengkap dan Cara Klaim</a></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ada beberapa jenis font dasar yang sering dipilih oleh orang-orang untuk dijadikan logo seperti yang dijelaskan oleh </span><span style="font-weight: 400;">Logaster</span><span style="font-weight: 400;">.  ada beberapa jenis </span><i><span style="font-weight: 400;">font</span></i><span style="font-weight: 400;"> dasar yang sering dipilih untuk dijadikan logo. Seperti, </span><i><span style="font-weight: 400;">Serif </span></i><span style="font-weight: 400;"> yang merepresentasikan kesan kenyamanan, konservatif, klasik, dan keandalan. Selain itu, masih ada beberapa jenis font dasar lain yang mesti kamu ketahui. Berikut di antaranya : </span></p>
<ul>
<li style="font-weight: 400;"><i><span style="font-weight: 400;">Handwritten</span></i><span style="font-weight: 400;"> juga dapat merepresentasikan kesan yang santai, </span><i><span style="font-weight: 400;">approachable</span></i><span style="font-weight: 400;">, dan cukup umum</span></li>
<li style="font-weight: 400;"><i><span style="font-weight: 400;">Slab Serif</span></i><span style="font-weight: 400;"> yang menampilkan kesan maskulin, </span><i><span style="font-weight: 400;">vintage</span></i><span style="font-weight: 400;">, dan tradisional.</span></li>
<li style="font-weight: 400;"><i><span style="font-weight: 400;">Script</span></i><span style="font-weight: 400;"> menunjukkan kehalusan, keanggunan, feminin, dan penuh hiasan</span></li>
<li style="font-weight: 400;"><i><span style="font-weight: 400;">Sans-Serif</span></i><span style="font-weight: 400;"> yang memiliki asosiasi modern, bersih, geometris, dan </span><i><span style="font-weight: 400;">simple</span></i></li>
<li style="font-weight: 400;"><i><span style="font-weight: 400;">Display</span></i><span style="font-weight: 400;"> dapat merepresentasikan hal yang unik, ramah, dan tidak biasa</span></li>
</ul>
<h2>2. Karakteristik <i>Font</i> yang Dipilih Harus Diketahui</h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Banyak faktor yang harus diperhatikan betul ketika memilih </span><i><span style="font-weight: 400;">font</span></i><span style="font-weight: 400;"> yang tepat untuk desain logo. Selain memperhatikan jenis </span><i><span style="font-weight: 400;">font </span></i><span style="font-weight: 400;">dasar, kamu juga mesti mengetahui bagaimana karakteristik dari font yang ingin kamu gunakan. Pasalnya, tiap font memiliki jenis karakteristik yang berbeda-beda. Misalnya, font yang agak sedikit tebal lebih sesuai dengan nama logo yang pendek. Sebaliknya jika nama yang lumayan panjang maka akan terlihat terlalu besar. Karena itu, harus perhatikan betul aspek ini. </span></p>
<h2>3.  Gunakan <i>Font</i> yang Relevan dengan Industri Produkmu</h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Hal yang tak kalah penting untuk dipertimbangkan ialah mengetahui tren dalam industri produkmu. Seperti, kamu memiliki produk di industri kuliner, hal yang harus kamu lakukan ialah mengetahui dulu seperti apa logo dari </span><i><span style="font-weight: 400;">brand</span></i><span style="font-weight: 400;">–</span><i><span style="font-weight: 400;">brand</span></i><span style="font-weight: 400;"> lainnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Oleh karena itu, sangat tidak diperkenankan seorang desainer yang menentukan berdasarkan kemauannya saja. Solusinya ialah agar brand mudah dikenal harus memperhatikan betul  bagaimana tren logo yang relevan dengan industrinya serta jangan sampai pula font yang digunakan hampir mirip dengan kompetitor lain.</span></p>
<p>Baca Juga : <a href="https://jobnas.com/email-bpjs-ketenagakerjaan-dan-call-center-nya/">Email BPJS Ketenagakerjaan dan Call Center-nya</a></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dengan demikian, kamu harus selalu melakukan riset kecil-kecilan untuk mendalami tren </span><i><span style="font-weight: 400;">font </span></i><span style="font-weight: 400;">logo yang ada di industri agar supaya tidak terlalu mirip dengan kompetitor lain. </span></p>
<h2>4.  Menggabungkan F<i>ont</i> dalam Logo secara Tepat</h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Memilih font yang tidak relevan dengan karakter dari </span><i><span style="font-weight: 400;">brand </span></i><span style="font-weight: 400;">menjadi salah satu kesalahan dalam membuat logo. Menggunakan dua atau tiga font sekaligus sangat tidak diperkenankan dalam konteks ini, meskipun dalam membuat logo sebenarnya boleh saja menggunakan </span><i><span style="font-weight: 400;">font </span></i><span style="font-weight: 400;">yang berbeda. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Karena ketika kamu menggunakan banyak font yang berbeda, maka pengguna bisa kesulitan untuk membacanya. Dengan demikian, mengetahui bagaimana cara mengintegrasikan font dalam logo secara tepat merupakan hal yang mesti kamu ketahui. Alangkah lebih baiknya ketika menggunakan font juga menunjukkan karakter dan nilai dari perusahaan pada bagian nama </span><i><span style="font-weight: 400;">brand </span></i><span style="font-weight: 400;">digunakan </span><i><span style="font-weight: 400;">font</span></i><span style="font-weight: 400;">.</span></p>
<p>Baca juga: <a href="https://jobnas.com/memahami-referral-traffic/">Pengelola Website Wajib Paham dengan Referral Traffic</a></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Begitulah hal-hal yang harus kamu ketahui ketika memilih font untuk desain ;pgo brand atau perusahaan. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Jangan lupa agar selalu update pengetahuan tentang proses pembuatan logo atau dengan industri desain lainnya di <a href="http://Jobnas.com" target="_blank" rel="noopener">Jobnas.com</a></span></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
