Menu

Crisis

Ghufron Writer
3 bulan yang lalu
0

Jobnas.com-Jika kamu pernah sesekali mendengar tentang suatu brand yang diboikot, masalah yang tepat untuk menggambarkan ini adalah krisis PR alias PR Crisis. Tentu kamu akan penasaran terkait bagaimana perusahaan di kemudian hari menyikapi problem semacam ini serta apa saja hal-hal yang dapat mereka upayakan apabila mengalaminya. 

Nah, jawabannya ada di artikel Jobnas.com berikut ini. Yuk, simak selengkapnya!

Pengertian Krisis PR

Sebelum kita lebih jauh membahas tentang krisis PR, kita harus mengetahui terlebih dahulu terkait dengan pengertian krisis yang satu ini. Menurut Pushkin PR, PR crisis adalah:

-apa pun yang bisa menghilangkan kepercayaan atas perusahaan

-apa pun yang bisa menodai reputasi perusahaan

-risiko atas kesehatan, keamanan, atau ancaman lain dari klien, pekerja, atau stakeholder perusahaan

Tentu saja, tak semua isu harus disebut sebuah krisis. Seperti dilansir dari Talkwalker, sebelum panik, pastikan dulu hal ini:

Apakah masalah ini memengaruhi alur kerja perusahaan?

Apakah masalah ini membuat petinggi perusahaan kebingungan?

Apakah pekerja lainnya merasa terganggu?

Apakah reputasi brand bisa rusak karena masalah ini?

Apabila memenuhi semuanya, barulah sebuah masalah disebut PR crisis. Kita ambil contoh, komentar kebencian di media sosial. Misalnya, terdapat review negatif atau post media sosial berupa ejekan. Memang, ini adalah sebuah gangguan. Akan tetapi, ia belum tentu sebuah krisis.

Baca Juga: Perhatikan 7 Hal Ini, Apabila Ingin Menulis Surat Rekomendasi Kerja untuk Temanmu

Jika komentar negatif tadi terus membesar, bahkan mengancam nama merek, barulah kamu bisa menyebutnya krisis. Jadi, kamu mesti menghindari kepanikan terlebih dahulu saat terjadi masalah. Di samping itu, pastikan dulu besar dari isu tersebut. Jika sudah, barulah tanggapi sesuai dengan porsinya.

Dampak Krisis PR bagi Perusahaan

Setelah kamu mengetahui tentang definisi dari istilah ini, berikutnya kamu harus memahami dampaknya bagi sebuah perusahaan. Menurut Inc, krisis inis bisa menurunkan atau memperlambat penjualan, menodai brand selama bertahun-tahun, hingga membuat perusahaan bangkrut.

Itulah mengapa, PR crisis menjadi salah isu yang tak bisa kamu sepelekan. Sebab, konsekuensinya sangatlah besar. Nah, apabila krisis ini terjadi, kamu tak boleh menunda-nunda pekerjaan. Pasalnya, dunia PR crisis juga mengindahkan semboyan ini, lho.

Sebaiknya, sebelum sebuah masalah benar-benar terjadi, kamu harus menyiapkan diri terlebih dahulu. Dengan demikian, kamu bisa dengan mudah melaluinya.

Menurut Digital Marketing World Forum, terdapat dua hal yang perlu kamu siapkan. Setelah itu, jika isu benar terjadi, ada tiga pekerjaan yang wajib dilakukan.

Poin-poin dalam PR crisis itu adalah:

1. Bentuk Tim Krisis

Membentuk tim komunikasi krisis menjadi langkah pertama yang harus kamu lakukan. Jangan lupa agar kamu mengisi tim itu dengan orang-orang yang beragam.

Dengan demikian, gagasan-gagasan mereka akan bermacam-macam. Semua itu sempurna di ambang krisis yang penuh ketidakpastian. Kemudian, jangan lupa, buat rencana komunikasi. Masukkan panduan menanggapi krisis PR di sana.  Apabila masalah benar-benar melanda, hal tersebut akan menjaga tim dari kebingungan.

2. Jaga Brand Reputation

Seperti yang sudah disebutkan tadi, tak semua orang mencintai merekmu. Pasti ada saja satu-dua orang yang melemparkan hal negatif tentangmu.

Nah, agar pendapat negatif ini tetap terkendali, kamu harus terus melakukan reputation management. Kamu bisa memantau media sosial, pers, situs review, influencer, kompetitor, dan lain-lain.

3. Katakan Sejujurnya

Apabila krisis benar-benar terjadi,banyak orang yang akan meminta klarifikasi dan penjelasan. Dalam situasi yang demikian, kamu wajib mengambil langkah yang tepat. Ingat, kamu sudah punya rencana komunikasi.

Terus ikuti panduan itu. Jangan lupa, katakanlah sejujurnya. Salah itu biasa, jangan malu untuk meminta maaf. Hindari sikap sibuk menyalahkan pihak lain, atau malah tak mau mengakui adanya isu tertentu. Itu malah bisa jadi bumerang di tengah masalah.

4. Kirim Pesan yang Faktual, Informatif, dan Jelas

Kamu bisa mengirimkan pesan-pesan ke publik berupa apabila krisis PR terjadi berupa:

-apa yang terjadi

-apa yang akan (atau sedang) kamu lakukan untuk menyelesaikannya

-apa yang kamu rencanakan di masa depan

Kemas semuanya dengan jelas dan informatif. Semakin cepat kamu meminta maaf dan menjelaskan, semakin besar kemungkinan brand-mu dimaafkan.

Baca Juga: Agar Keamanan Datamu Terjaga, Pahami Software Keylogger yang Sangat Berbahaya

5. Belajar Dari Krisis PR 

Tentu saja, jika terjadi krisis, ada masalah yang memicunya. Nah, kamu harus mempelajari semua itu agar masalah tak terulang kembali di masa depan.

Di samping itu, ingat, tak ada hal yang sempurna di dunia ini. Tanggapanmu atas PR crisis adalah salah satunya. Evaluasi proses tanggapanmu atas masalah. Siapa tahu, ada yang bisa diperbaiki dan diterapkan di hari esok.

Ingat, mencegah lebih baik daripada mengobati. Hal ini juga berlaku di dunia krisis PR. Oleh karena itu, kamu wajib menjaga reputasi perusahaan.