Menu

Copywriting Iklan

Ghufron Writer
3 bulan yang lalu
0

Jobnas.com – Tak jarang orang seringkali akan bertanya-tanya mengenai apa sih sebenarnya B2B itu ? Jadi, B2B itu merupakan singkatan dari Business to Business yang merupakan salah satu praktik penjualan yang dilakukan oleh sebuah perusahaan.

Lantas, apakah istilah B2B mendeskripsikan suatu perusahaan, atau hanya salah satu jenis praktik di dalam marketing saja?

Di artikel ini Jobnas.com akan menjelaskan itu semua untuk mu. Yuk, simak penjelasannya !

Pengertian B2B

Barangkali, istilah B2B masih tidak terlalu familiar di telinga orang awam. Hal ini dikarenakan mayoritas orang hanya mengetahui perusahaan yang menjalankan praktik B2C atau Business to Customer saja. 

Baca Juga: 5 Tips Memberikan Hadiah Kepada Bos yang Perlu Kalian Pertimbangkan

Menurut Business News Daily, secara definitif B2B adalah proses penjualan yang dilakukan oleh satu bisnis atau perusahaan ke perusahaan lainnya. Jadi, beda dengan B2C yang hanya menerapkan sistem penjualan produk atau jasa kepada konsumen. 

Sebagai contoh, terdapat sebuah perusahaan otomotif. Untuk membuat sebuah mobil, perusahaan otomotif ini membutuhkan bahan seperti kaca, aluminium, karet, dan lain-lain. Nah, perusahaan ini akan membeli bahan-bahan tersebut dari perusahaan lain yang menjualnya. 

Contoh lainnya adalah B2B dalam bentuk jasa adalah misalnya terdapat sebuah perusahaan yang menyediakan jasa fotografi dan videografi. Alih-alih menawarkan jasanya langsung ke konsumen, mereka menawarkan jasanya ke perusahaan lain. 

Kerja sama ini juga merupakan salah satu contoh praktik B2B yang bisa dilakukan oleh perusahaan. 

Perbedaan B2B dan B2C

B2C merupakan jenis praktik bisnis lainnya yang biasanya sering digunakan. Nah, seperti dikutip dari Word Steam, bedanya dengan B2B adalah sebagai berikut: 

1. Konsumen

Perbedaan B2B dan B2C terletak pada konsumennya. Dari singkatannya saja sebenarnya sudah terlihat. Bisnis B2B menjual barang atau jasa pada bisnis atau perusahaan lain. Jadi, target konsumen mereka biasanya merupakan pemegang keputusan di suatu perusahaan, seperti manager. Sedangkan bisnis B2C, target konsumen mereka adalah para end user, yaitu pengguna yang tahu cara menggunakan suatu produk.

2. Hubungan dengan Konsumen

Hubungan dengan konsumen atau customer relationship merupakan perbedaan kedua antara B2B dengan B2C. Berhubung konsumen dalam B2B adalah sebuah bisnis atau perusahaan, maka hubungan yang perlu dibangun cenderung bersifat personal.

Untuk menarik minat calon leads agar mau berbisnis denganmu secara berulang dalam jangka waktu yang panjang, kamu perlu fokus memikirkan strategi.

Sedangkan customer relationship pada B2C lebih berpusat terhadap hubungan yang sifatnya transaksional. Tujuan utamamu adalah mendapatkan sebanyak-banyaknya konsumen yang mau membeli produk.

3. Strategi Branding

Strategi branding merupakan perbedaan B2C dan B2B selanjutnya.  Perusahaan B2B lebih berfokus untuk positioning, sedangkan perusahaan B2C biasanya fokus kepada messaging. Bisnis B2B harus secara konsisten menunjukkan apa hal spesial yang mereka tawarkan untuk target audiens melalui relationship building.

Dikarenakan interaksi antara brand dan konsumen sangatlah minim pada B2C, maka strategi branding sangat bergantung pada hal lain yang harus mengesankan. Hal itu adalah pesan atau Copywriting yang sangat kuat.

4. Target Audiens

Pada bisnis B2B, biasanya target audiens bersifat lebih spesifik dan niche. Sedangkan target audiens bisnis B2C terdapat pada pasar yang lebih luas.Dengan demikian, untuk memahami demografi dan kebutuhan target audiens, diperlukan strategi yang berbeda.

Pada strategi marketing, B2B memiliki tujuan utama untuk mendapatkan lead generation. Jadi, taktik yang banyak digunakan ialah menganalisis data melalui Google Analytics dan keyword research. Sementara untuk B2C, mereka akan memaksimalkan strategi marketing di seluruh funneling, mulai dari tahap awareness hingga conversion.

5. Copywriting Iklan

Perbedaan B2C dan B2B yang terakhir adalah strategi pada Copywriting Iklan. Target konsumen B2B kemungkinan besar hanya akan membeli produk atau jasa dari perusahaan yang paham mengenai istilah, proses, hingga keputusan bisnis yang harus diambil.

Dengan demikian, copywriting yang dibuat haruslah terdengar profesional. Di sisi lain, copywriting iklan pada usaha B2C biasanya lebih terdengar emosional dan trendy yang menyesuaikan dengan demografi target konsumennya.

Cara Kerja Perusahaan B2B

Marketing, bisnis, sales, dan supply chain merupakan beberapa komponen di dalam transaksi B2B. Selain komponen-komponen itu, masih ada banyak lagi komponen lainnya. Nah, perbedaan mencolok antara praktik B2C B2B adalah jenis konsumennya.

Menurut The Balance Careers, konsumen dari B2B biasanya adalah eksekutif kelas atas dan juga para pembeli profesional.  Oleh karena itu, para pelaku di bisnis ini dituntut untuk memiliki etika bisnis dan profesionalitas yang tinggi. 

Baca Juga: Kalian Ingin Tahu Waktu Paling Ampuh Menaikkan FYP?

Beberapa di antaranya adalah menggunakan bahasa bisnis, datang ke meeting tepat waktu, berpakaian formal, dan etiket lain yang harus diperhatikan. Dikutip dari laman Investopedia, agar dapat berhasil, transaksi B2B membutuhkan perencanaan yang sangat terperinci.

Jadi, sebelum melangsungkan penjualan, perusahaan perlu menjalin hubungan profesional dengan perusahaan lain  agar meningkatkan probabilitas keberhasilan transaksi.

Lebih dari itu,  agar kamu dapat mengetahui apa saja yang dibutuhkan dan apa saja yang bisa mereka tawarkan, riset secara komprehensif terkait perusahaan yang hendak dituju sangat dibutuhkan. 

Contoh Implementasi B2B dalam Perusahaan

Nah, kini saatnya kamu untuk mengetahui contoh perusahaan yang mengimplementasikan konsep B2B setelah mengetahui definisi serta cara kerjanya. 

Berdasarkan industrinya masing-masing, mulai dari manufaktur hingga retail, beberapa contoh perusahaan B2B di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Industri Otomotif

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, perusahaan otomotif merupakan salah satu contoh perusahaan B2B.  Untuk membuat mobil dan motor, tentu perusahaan membutuhkan berbagai macam jenis komponen dan juga spare part. 

Sangat jarang ada perusahaan otomotif yang memproduksi komponen seperti ban, kaca, atau bahkan aluminium untuk mobil itu sendiri.  Lumrahnya, perusahaan-perusahaan tersebut bekerja sama dengan puluhan atau bahkan ratusan perusahaan manufaktur yang menjadi supplier. 

2. Industri Cleaning Service

Industri yang menawarkan jasa merupakan contoh dari implementasi B2B selanjutnya. Salah satunya adalah cleaning service. Industri cleaning service juga menawarkan jasanya secara B2B. Umumnya, jasa cleaning service digunakan oleh manajemen gedung, mal, dan tempat publik lainnya.

3. Industri Kreatif

Terdapat banyak juga transaksi B2B yang dilakukan di dalam industri kreatif. Agency, startup kreatif, dan production house merupakan contoh utamanya. Transaksi yang dijalankan perusahaan ini mayoritas berbasis B2B.

Semisal, terdapat startup fotografi yang menawarkan jasa foto dan video untuk konsumennya (berbasis B2C). Meskipun demikian, beberapa startup ini juga melakukan transaksi B2B dengan cara menawarkan jasanya untuk memotret atau membuat video perusahaan lain.

Baca Juga: Suatu Prediksi Cloud Services yang Akan Menjadi Masa Depan Microsoft Azure

Demikianlah penjelasan Jobnas.com tentang apa itu B2B, cara kerjanya, dan beberapa contoh perusahaannya. Hal yang sangat penting dilakukan adalah mengetahui dasar-dasar dari B2B,  terutama apabila kamu ingin mulai terjun ke dalam industri yang memungkinkan transaksi ini untuk terjadi.