Menu

Content Writer

Ghufron Writer
3 bulan yang lalu
0

Jobnas.com – Contoh serta tips untuk membuat sebuah Content Writer dewasa ini banyak dicari oleh para pencari kerja. Bagi orang-orang yang ingin terjun dalam bidang content writing, hal ini sangat cocok karena dokumen tersebut menjadi bagian yang begitu penting. Problemnya, terkadang masih ada calon content writer yang merasa skeptis akan portofolio yang telah mereka buat.

Keraguan itu muncul saat mereka biasanya sering  mempertanyakan kualitas dari tulisan yang dicantumkan. Padahal, pada kenyataannya membuat portofolio content writer tidak sesulit yang dibayangkan, lho.

Baca Juga: Aplikasi Pluang, Review Aplikasi Investasi, Kelebihan dan Kekurangan

Di artikel kali ini, Jobnas.com akan memaparkan terkait bagaimana cara menyusun portofolio content writer yang menarik serta contohnya yang dapat membuat perusahaan terkesan. Yuk, simak selengkapnya sampai tuntas !

Hal yang Perlu Dicantumkan dalam Portofolio

Apa saja hal-hal dan kriteria yang perlu dicantumkan dalam portofolio content writer ?  Apakah hanya rangkuman tulisan? Apakah harus disertakan ilustrasi? Apa saja kira-kira faktor yang perlu kamu letakkan di dalamnya?

Dilansir dari Clippings, terdapat tiga hal yang harus kamu pertimbangkan untuk dimasukkan ke dalam portofolio content writer. Berikut di antaranya.

1. Objective dari Portofolio

Langkah pertama, kamu harus menjelaskan apa yang kamu lakukan dengan portofolio tersebut jika ingin memastikan portofolio tulisan mencapai tujuannya.

Jelaskan bahwa portofolio tersebut berisi daftar tulisan kamu yang sudah pernah dipublikasikan. Umumnya, content writer terkenal membagi objektif dalam tiga hal, yaitu: 

-untuk mendapatkan perhatian pihak luar

-untuk mendapatkan pekerjaan

-untuk menjual apa yang sudah ia buat

Tiga hal ini penting karena menjadi kerangka penulisan portofolio. Hal tersebut akan membantu kamu membuat objektif. Objektif bisa dimulai dengan bagaimana kamu melakukan riset untuk menjadi bahan tulisan, membuat tulisan, hingga menulis sesuai deadline yang sudah ditetapkan. 

Baca Juga: Inilah Perbedaan antara Remarketing vs Retargeting!

2. Contoh Tulisan yang Sudah Diterbitkan

Contoh tulisan merupakan hal selanjutnya yang wajib kamu cantumkan di dalam portofolio content writing. Beberapa orang umumnya menyarankan untuk memasukkan sekitar 10-20 karya ke dalam portofolio.

Hal tersebut bertujuan untuk memberikan gambaran tentang apa yang dapat dilakukan oleh penulis secara umum. Namun, masih menurut Clippings untuk memilih sampel tulisan yang paling sesuai dengan objektif portofolio.

Di samping itu, jangan lupa untuk masukkan karya tulis dengan laras bahasa yang berbeda. Hal ini penting untuk menunjukkan fleksibilitasmu sebagai penulis ulung.

3. Biografi Penulis

Dalam portofolio content writer, biasanya bagian biografi sering kali dilupakan. Hal ini biasanya terjadi karena content writer cenderung merasa bahwa biografi cukup dimasukkan dalam CV atau lamaran kerja. 

Nah, apa saja yang perlu dimasukkan dalam biografi? Untuk penulis yang sudah berpengalaman, masukkan jabatan terakhir dan peranmu di dalamnya. Sementara, untuk fresh graduate, masukkan peran di kampus yang mendukung portofolio content writer tersebut.

4. Pencapaian atau Kontribusi

Jangan lupa untuk mencantumkan pencapaian dan kontribusimu di portofolio jika kamu pernah terlibat dalam proyek menulis dan dapat mengukur hasil dari hasil tulisanmu.

Pencapaian atau kontribusi tersebut dapat berupa jumlah tulisan yang dihasilkan, testimoni dari rekan kerja, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai target, dan sebagainya. 

5. Informasi Kontak

Terakhir, jangan lupa untuk mencantumkan informasi kontak seperti email, nomor telepon, atau media sosial. Bagian ini akan memudahkan pembaca yang tertarik untuk menghubungimu dan menawarkan pekerjaan maupun proyek.

Tips Menyusun Portofolio Content Writer

Agar tulisanmu bisa terlihat menarik, langkah selanjutnya adalah menyajikannya apabila kamu telah memilah apa yang dimasukkan ke dalam portofolio. Penyajian ini bahkan cukup penting karena menentukan nasibmu selanjutnya. Jika kamu penasaran terkait bagaimana cara menyajikannya, yuk simak penjelasan berikut !

1. Buat secara Online

Perlu diketahui bahwa portofolio fisik sudah dianggap ketinggalan zaman, meski belum sepenuhnya punah. Pasalnya, seiring kemajuan teknologi kamu dapat membuat dan menayangkan portofolio content writer secara online.

Nah, peluang kamu untuk dilihat lebih banyak orang lebih besar dengan tampil secara online. Ini juga membuat kamu memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mendapatkan tawaran pekerjaan, baik itu permanen atau freelance.

Baca Juga: Antara Bullet Journalling atau Digital Journalling, Tentukan Pilihanmu!

Meski demikian, menurut Smart Blogger, saat menayangkan portofolio secara online ada hal yang patut kamu perhatikan. Salah satunya dan yang termasuk penting adalah memastikan bahwa domain yang kamu buat kontekstual dengan portofolio.

2. Manfaatkan Jasa Pembuatan Portofolio 

Seorang content writer terkadang terkendala untuk menampilkan portofolio yang menarik. Pasalnya, pekerjaan mereka berkaitan dengan tulisan, sehingga kadang luput dengan aspek visual tulisannya. Nah, kamu bisa menggunakan jasa pembuatan portofolio content writer yang menyediakan contoh karya mereka, seperti Clippings, Contently, dan Muckrack. 

3. Tampilkan Isi dengan Jelas dan Terstruktur

Salah satu contoh jenis portofolio yang teknik pembuatannya rumit adalah portofolio untuk peran content writer. Bukan persoalan apa saja yang perlu ditampilkan, namun juga bagaimana cara membuat isi yang akan seluruhnya dibaca.

Oleh karena itu, kamu harus memastikan agar isi dari portofolio kamu jelas dan terstruktur. Di samping itu, gunakan ukuran font judul 16pt dan ukuran isi 14pt. Tips lainnya adalah perbesar ukuran spasi tiap kalimat agar lebih baik. Terakhir, sebaiknya tidak menggunakan  font dengan warna merah muda atau hijau karena jelas akan mengganggu pembaca.

4. Hindari Kesalahan Tata Bahasa

Salah satu hal yang tak bisa ditoleransi adalah kesalahan tata bahasa dalam menyusun portofolio. Sudah saatnya kesalahan tata bahasa yang fundamental tidak terjadi sebagai content writer. Kamu pun bisa mengatasi hal tersebut dengan memeriksa  kembali portofolio kamu sebelum ditayangkan. Apabila kesalahan terjadi saat penayangan, beri keterangan ada kesalahan. Jika kamu abaikan, justru akan memicu masalah ke depannya.

5. Link Menuju Karya yang Diterbitkan

Jangan lupa untuk selalu menggunakan link menuju karyamu jika pernah diterbitkan di website atau media online lainnya. Nah, ini merupakan salah satu cara dan menjadi bukti  bahwa kamu tidak berbohong dan tulisanmu sudah cukup bagus untuk dapat diterbitkan dan dibaca oleh orang banyak.

Baca Juga: SEO Audit, Optimalkan Kinerja Website di Halaman Pencarian

Demikianlah penjelasan Jobnas.com mengenai hal-hal penting yang harus kamu perhatikan sebelum membuat portofolio untuk posisi content writer. Diharapkan setelah membaca informasi ini, kamu akan lebih siap untuk mendaftar kerja sebagai content writer.